The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Curhatan tentang sebuah perjalanan menuju titik temu

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muhaimin muhaimin, 2023-11-01 14:30:22

A.Z.O.I

Curhatan tentang sebuah perjalanan menuju titik temu

Keywords: Ruanng Rasa

Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu - 1 -


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu - 2 -


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu - 3 - Dari dua orang yang memiliki prinsip masing-masing, dari dua watak yang saling sama keras nya, dari dua jiwa yang saling kaku, dari dua orang yang tak mau merelakan idealisnya runtuh. Seakan akan mereka memiliki Tuhan masing masing. Tapi.. Mereka saling menyayangi dengan diam, saling mencintai dari jauh, saling memeluk dengan halus lewat batasan tembok geografis. Dan saat ini mereka saling merindukan titik temu.


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu - 4 - Berjalan melengkapi setiap jejak, saling mencuri setiap mimpi dan saling mewujudkan dengan saling sembunyi-sembunyi.


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu - 5 - Perihal pertemuan aku tak yakin jika itu kebetulan Perihal kau taruhan, aku juga tak yakin jika kau ingin menang. Kita dipertemukan bukan karena sebuah pertaruhan Kita dipertemukan murni karena skenario tuhan. ~ruang rasa~ Aku ingin kembali bercerita, tentang sebuah pertemuan yang mungkin saat itu tidak sengaja, mungkin saat itu hanya sebuah kebetulan dan mungkin itu tak lepas dari sebuah taruhan. Memang benar katamu, ini murni skenario tuhan. Ku melewati itu semua. Dimasa masa yang paling down saat itu. Pada keadaan yang tak tau harus apa lagi harus ke mana lagi meskipun ada rumah yang masih saja membuat nyaman untuk tempat kembali. Aku yang sebelumnya disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang menurut sebagian orang hannyalah sia sia. Aku yang dihadapkan dengan agenda-agenda yang menurut sebagian orang tidak ada gunanya dan aku selalu mencari kesibukan untuk terus pergi, berkelana dan mencari kebebasan demi kebahagiaan serta kemerdekaan hati. Rumah ku ke dua adalah Basecamp sebuah komunitas pencinta alam. Ruangan yang tidak lebih dari 2 x 8 m. Dipojok an gedung tua sekolahan yang selama ini di buat aku menuntut ilmu. Disamping-nya terdapat taman kecil buat merefleksikan diri, didepanya banyak gantungan gantungan bunga yang kadang diliat sembari mengisi lamunan tak ada henti hentinya. Ya benar, itu menurutku little paradise. Dari sana lah hatiku nyaman, Dari sana lah aku ditempa, dari sanalah aku diajarkan memanusiakan manusia dan dari sana lah aku diajarkan bagaimana cara nya menghargai kehidupan. Hal yang paling aku takut kan yaitu berpisah dan tidak ada alasan lagi aku bercumbu bersendang gurau dan menghabiskan waktu disana. Benar saja itu terjadi. Kala kepengurusan ku sudah habis, semua itu jadi kenyataan. Akhirnya sebagian dari kawan kawan ku juga merasakan hal yang sama, kita memutuskan untuk mencari kebahagiaan lagi yang mungkin itu belum bisa menggantikan kebahagiaan yang sama pada saat itu. Kawan ku bicara dengan candaan yang kerap terlontar. Kita cari cewek saja, dari pada kita bingung mau ngapain. Ayok kita taruhan, siapa yang paling cepat mendapatkan dan cepat jadian dia yang menang. Meskipun itu berbeda beda cewek nya. Kita berempat aku, koko, edo, dan satu lagi fai. Ke dua orang itu setuju dengan tawaran edo. Terkecuali aku, aku belum sanggup kebahagiaan ku selama ini hanya ditukarkan dengan seorang cewek. Saat ini aku telah lama meninggalkan, megukir, menaruh dan membuat kenangan dengan kekasih. Karena kebanyakan waktu ku sudah aku dedikasikan pada komunitas itu hingga aku melupakan dan bahkan aku sampai lupa bagaimana cara nya menjalin hubungan atas nama pacar dengan seorang perempuan.


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu - 6 - Edo yang sudah dekat dengan seorang cewek saat itu tidak hal yang sulit untuk menuju satu langkah lagi. Dia juga baru putus dengan cewek nya, hatinya masih menggebu nggebu untuk membuktikan kepada mantannya. Apalagi dia yang dikenal sebagai “play boy” di kalangan sekolahannya. Meskipun aku hanya menganggap dia lagi mengarungi masa nya disaat itu. Mengekspresikan nya dengan cara begitu. Koko yang notabenya dia sudah mendekati cewek dengan kurun waktu yang lama juga, entah pada saat itu sudah ada jadian apa belum juga tak sulit baginya untuk mendapatkan hatinya. Sedangkan ceweknya adalah satu organisasi satu divisi di panjat. Meskipun dia agak tertutup dan tidak banyak cerita, akan tetapi dari kita sudah banyak yang mengetahui akan hal itu. Fai yang ada rumor mendekati seorang cewek yang tidak lain adik kelas nya sendiri dia masih sering digojek in akan gimana perkembangannya, sampai mana dan sebagainya. Karena dia bisa dibilang masuh polos. Sedangkan aku tak tau, mau siapa, mau buat apa dan kenapa aku harus mencari cewek? Akhirnya tanpa menolak tawaran itu aku bilang sama edo, mana aku kasih nomor nya mantan mu. Terserah mau siapa saja. Disitulah aku pasrah tak ada harap apapun. Niat pertamanya hanya ingin barengi teman teman. Dikasih lah nomor hp nya. Aku pikir jika ini akan berlanjut aku tidak malu, aku datang bukan jadi seorang pecundang yang bermain dibalik layar. Entah kenapa yang dia kasih adalah orang yang dulu sempat aku tuliskan di hp nya edo yang isinya bahwa agar Edo mempertahan kan cewek ini. Waktu terus berjalan, dengan keadaan yang tidak semakin membaik tapi semakin tidak karuan. Pulang sekolah hanya di habiskan ditongkrongkan sempit dibelakang warung samping pertigaan. Sekedar menghabiskan kopi, menghisap rokok mencaci maki, bercerita tentang keluh kesah, kegelisahan disekolah. Dilakukan dengan terus menerus sampai hidup terasa hanya tentang asap dan kepahitan, yang mudah hilang tapi tetap membekas Senja selalu meninggalkan begitu saja. Tanpa melakukan pesta perpisahan. Yang sekedar kita rayakan dengan cerita cerita kosong di batu monumen samping Basecamp Petang begitu saja menerkam. Pada kita yang saat itu tak mempunyai tujuan. Hari demi hari kita lalui, bulan demi bulan kita habiskan. Sedangkan kabar itu datang, bahwa Edo yang telah memenangkan taruhan. Kita rayakan sekedar menghabiskan tawa dan mencaci maki. Piala yang dia bawa tanpa arti. Karena ini hannyalah kebahagiaan yang hanya kita mencoba buat menutupi. Kebahagiaan yang hakiki masih saja terus berkelahi dengan hati. Mereka menikmati kesehariannya masing-masing dengan agenda-agenda yang telah mereka buat. Aku masih berkeliaran dengan hati pikiran yang berserakan dimana mana. Sebelum akhirnya kita memutuskan mau melakukan perjalanan yang sudah kita bayangkan sangat menyenangkan. Rinjani. Desember harus bisa! Tulisan lusuh yang tertempel dicermin menjadi kata yang tidak sekedar biasa. Melainkan kata-kata yang di dalam nya terdapat ruh yang meeasuki aku untuk


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu - 7 - terus semangat. Aku, Edo, Koko, Fai, hap hap dan Hazim. Enam orang yang mempunyai rencana untuk pergi ke sana. Bermula dari tawaran sebuah jasa penyewaan alat pendakian kita merangkai mimpi bersama. Berjalan beriiringan demi mewujudkan cita cita. Uang mulai kita kumpulkan bersama dari hasil menabung, dari jualan gantungan kunci dan dari hasil yang lain nya. Disela sela kita menyambung rantai rantai semangat. Temen temen bilang. Ehh gimana perkembangan mu? Aku jawab, aku belum bisa memulai. Lohh kenapa? Enggak tau. Jawab ku. Masih dengan alasan sama aku yang sudah lama tidak memahat cerita asmara. Bermain retorika untuk memulai menyapa. Serta Sekedar menyampaikan pesan. Gojekan terus saja mengalir setiap harinya, bersama cerita cerita baru yang mereka tumpuk dalam memori peristiwa. Kapan kamu memulai? Lontaran pertanyaan yang masih saja membuat telinga ini ikut gemes. Habis ulang tahun emak. Jawab ku. Okee kita tunggu. Jawab mereka. 30 september emak ulang tahun, dengan ucapan sederhana, dengan kecupan manis dikeningnya dan aku hanya bisa memberikan doa yang bisa aku sampaikan. Bulan Oktober aku mulai menyapa dengan mengirim pesan sederhana tapi serius, meskipun aku juga enggak jarang mengobrol atau mengirim pesan. Akan tetapi kali ini misi ku berbeda. Detakan sebuah organ yang tersembunyi, paling merah, paling sunyi. Ternyata Lebih kenceng dari pada bisa nya. Aku nikmati setiap gejolaknya ternyata sangat memacu adrenalin yang melebihi melintasi jembatan setan Merbabu. Hahhaa 17 Oktober aku kembali belajar, mengulang merangkai kata yang indah yang sudah aku kubur dalam dalam, untuk sebuah ucapan selamat ulang tahun untuk nya yang ke 17. Kata kata yang tidak tau kurangkai dengan tinta warna apa, kertas jenis apa, yang penting disitu menjadikan goresan huruf dari hati yang lagi mempersembahkan sebuah rasa cinta


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu - 8 - Perjalanan merangkai kisah dan kasih dari Green Schooll dimulai, meskipun acapkali harus menyambung rantai rasa dan cinta di sepanjang perjalanan nya. Roda waktu yang terus mencoba berputar tak menyeimbangkan dengan keadaan. Menjadikan petualangan ini akan lebih menegangkan dan pastinya akan sangat berkesan.


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu - 9 - Almafida Hembusan angin malam menyegarkan ingatanku, jiwa yang sedang berjuang melawan kejam nya malam kala gulita datang. Akan tetapi, mutiara mutiara yang tersimpan sedang dia di ufuk yang tinggi itu perlahan mulai menampakkan kecantikannya. Menyuguhkan taburannya kepada ku yang ingin selalu melihat nya. Secercah bayangan bayang itu terus saja muncul di pikiran ku. Sedikit demi sedikit, ter untaikan menjadi sebuah kata. Mencoba ku raba kata-kata itu agar bisa aku kemas menjadi sebuah tulisan tentang dirimu, puan. Memori otak ku masih teringat jelas, akan sebuah tulisan di memo handphone mu. Sebuah balasan dari goresan penaku yang sempat ukir di selembar kertas buku harian mu. Sebelum nya aku minta maaf. Aku tak pandai merayumu, apalagi menggoda mu. Aku hanya bermaksud ingin membuat mu tersenyum dan aku juga senang ketika bisa menuliskan sedikit tentang sosok mu. Tapi, disisi lain aku juga kecewa. Karena dari serpihan tulisan ku malah menjadi kamu terluka. Padahal aku juga tak melukai hati mu. Itu juga hanya ungkapan ekspresi dari hati ku yang ku wujudkan dalam tulisan. Ketika melihat kamu yang menawan dan mempunyai jiwa petualangan. Saat itu aku juga ber angan. Andaikan kekasih ku seorang petualang dan pencinta alam. Mungkin petualangan ku akan lebih indah dan menyenangkan. Saat ini pun aku juga belum bisa mewujudkan. Akan tetapi, jika kamu adalah orang yang aku harapkan. Mungkin kita bisa melakukan petualangan sampai tak mengenal rasa bosan. Ini bukan janji, karena aku juga takut tidak bisa menepati. Ketika aku mendekati mu tidak seperti biasanya. Bukan berarti aku datang hanya saat kesepian dan mengisi kekosongan hati ku. Kamu juga bukan pelarianku. Karena aku telah sadar. Tak ada orang yang pantas dibuat pelarian. Jangan beranggapan begitu juga. Ketika aku tak ada kabar, pergi mencari keheningan dialam dan hutan. Aku juga ingin memberi kesempatan buat mu juga. Menghabiskan waktu mu dengan teman teman mu. Jangan sampai semenjak kamu mengenal lebih dekat dekat dengan ku dan kehadiranku. Komunikasi mu dengan teman teman mu terganggu. Aku juga minta kalo bisa kamu jangan cemburu ketika aku bermain dengan sahabat sahabat ku. Jangan beranggapan juga ketika waktu ku bersama sahabatku adalah "kesempatan". Pasti kamu juga merasakan, betapa senang nya juga ketika kamu menghabiskan waktu, berkumpul bareng sahabat mu hingga melupakan segalanya. Anggapan mu juga kurang benar, jika sahabat akan dijadikan untuk menjalin hubungan lebih dari sekedar teman. Se sayang sayang nya aku dengan teman ku tak pernah punya pikiran untuk memiliki dia lebih dari persahabatan. Jika kamu sayang dengan ku, sayangilah kehidupanku. Kehidupan yang mengiraukan material, karena bagiku kekayaan ku adalah orang orang terdekatku.


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 10 - Mungkin aku juga bukan tipe mu. Gaul? Tampan? Tenar? Tidak semua. Aku hanyalah seorang yang sering keluyuran, meskipun ku lalui dengan kesederhanaan. Dan ingin terus mengukir serta menggenggam cerita dimasa muda nya agar kelak dimasa depan aku dapat membuat cerita dan mendapat pengalaman yang berharga yang ingin aku wariskan pada generasi generasi ku. Sifatku juga nakal, bayak keterbatasan. Tapi aku masih punya hati kecil, yang sengaja aku temboki dengan kenakalan ku saat ini. Karena kelembutan hati tak pantas di buat pameran lagi. Cukup simpan didalam hati yang paling dalam. Jika kamu memang mencintai dan menyayangiku, kenalilah aku dari diriku sendiri, gandeng lah aku berjalan ke jalan yang baik. Rubahlah aku agar lebih mengerti jalan yang benar. Tapi jika kamu masih ragu merubah ku, jangan tinggal kan ku begitu saja. Berjalan berdampingan bersamaku. Membimbingku keluar dari kenakalan, agar kita bisa bergandengan menuju kebaikan. Aku juga mau bilang, perasaan itu tak bisa diungkapkan dengan kata. Keadaan pun juga tak bisa diartikan dengan bahasa. Tapi dari sedikit tulisan ini, aku sudah mewakili sedikit rasa dari hati dan jiwa. Sehingga aku dapat membalas akan tulisan di memo hp mu. Maaf, aku juga telah lancang membuka memo di hp mu tanpa se izin mu. Akhirnya aku mengerti bahwa itu benar benar tulisan balasan dari goresan penaku. Terimakasih atas catatan tanggal, bulan serta tahun lahir ku. Dan itu yang membuktikan.


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 11 - A Telah lama aku tak menyedu secangkir kopi. Sambil melihat indahnya mentari. Lukisan cahayanya mampu menerangi saat pagi. Yang telah alam ajarkan saat ini. Padang sabana Merbabu tak bosan menanti. Menanti aku dan kamu yang sudah saling melengkapi. Agar bisa duduk berdua menikmati semua ini. Semoga kamu mau dengan kehidupanku seperti ini. Merapi juga tak pernah ingkar janji. Merapi juga siap menguji. Agar kita tak saling membenci. Ketika kelak menjalin hubungan ini. Digunung Lawu pun aku menyimpan rindu. Rindu akan sapuan udara dingin cemoro sewu. Dan Edelwis yang menari di hadapanku. Yang menghilangkan rasa letih di perjalananku Walaupun hobimu tak seperti diriku. Tapi bolehkan suatu saat mendaki bersamaku Agar kamu tau cara aku menjagamu Hingga terlelap di dalam kehangatan pelukanmu.


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 12 - L Sayang Aku tak pandai merangkai bunga Apalagi menyusun kata-kata Aku hanya ingin membuat cerita Agar menjadi dongeng indah tentang kita. Sayang bagai gugusan bintang yang tenggelam Dengan cepat menutupkan malam. Dengan pagi yang menggantikan Sehingga fajar mulai menampakkan. Sayang Pantaskah aku secepat ini terpesona denganmu Ketika aku memandang sifat dan kecantikanmu Serta dengan senyuman-senyuman indahmu Yang selalu bersinar di wajahmu Sayang Akankah kamu mau Menjaga hati kecilku Untuk aku titip kan di jiwamu Agar dapat mengalir rasa sayang di nadimu Sayang Aku telah nyaman akan kehadiranmu Tapi Aku sadar, antara aku dan kamu Hingga aku sampai lupa. Bahwa kita adalah teman biasa Sayang Bolehkan diriku Mengukir cinta dihatimu Agar menjadi sebuah karya Karya hubungan kita


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 13 - M Sayang Taburan bintang yang menawan Selalu menghiasi langit malam Seperti percikan kebaikanmu Yang selalu bisa menginspirasiku Sayang Rembulan itu sudah sangat lah indah Tapi kamu bulan yang sudah menampakkan purnamanya. Senyumanmu sudahlah sangat mempesona Ditambah kecantikan mampu menggoda mata Sayang Kabut malam yang lembut ini Dengan sangat pelan menerpa ragaku Sedangkan kesolehahan mu Mampu merubah sifat kenakalanku Sayang Aku tau, aku tak pantas di sampingmu Karena aku terselimut kenakalan. Dan hatimu tak semata mata buat ku Hatimu dibagi dengan sahabat baik yang tak seperti diriku


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 14 - A Teruslah berpetualang Mencari sebuah pelajaran Yang selalu alam ajarkan Melewati keindahan yang telah disuguhkan Tak perlu bermegah-megahan Untuk mendapatkan kebahagiaan Hiduplah dengan kesederhanaan Karena akan banyak mendapatkan nikmat tuhan Jangan pernah mendambakan hidup di perkotaan Yang penuh dengan hingar bingar Sehingga menutupi Realita kehidupan Menjadikan hati penuh kegelisahan Teruslah menjelajahi rimba Karena hutan belantara Menyadarkah angkuhnya manusia Dan merontokkan kemunafikan yang dimilikinya Jaga jiwa petualanganmu Jangan sampai kamu hilangkan Karena, ketika mengalami kesedihan Hutan dan gunung bisa menjadi teman untuk pelarian


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 15 - F Sayang Jaga kesolehahan mu Lalu tutup aurat mu Buat bidadari surga cemburu Akan sifat yang dimiliki mu. Sayang Berbuat baik lah kepada semua orang Hiraukan akan semua latar belakang Karena itu yang akan membuatmu tenang Dan akan merasa nyaman Sayang Simpan kecantikan mu Dann jaga kesucian mu Sampai ada orang yang mau Untuk menghalalkan mu Sayang Tebar senyuman mu Di setiap orang yang menyapamu Di setiap orang yang mengagumi mu Dan di setiap orang yang membencimu Sayang Tetaplah dalam kesederhanaan Jangan sampai kamu mendambakan Harta benda yang telah kamu kumpulkan Karena akan menimbulkan keserakahan Sayang Jadi lah manusia langit Yang sudah menghiraukan lagi Harta benda duniawi Yang membuat kamu lupa diri Sayang Tetap lah seperti yang aku kenal dulu Dan selalu menjadi inspirasiku Kelembutan hatinya dan kelembutan akan pribadinya


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 16 - I Sayang Di ufuk timur fajar sudah mulai berkilau Siap datang untuk membuka hariku Hari-hari ketika bersama mu Sayang Lihatlah warna pada cahaya Selalu menjadi lukisan di pagi nya Seperti kamu yang mempesona Sayang Tetesan embun pun menyejukkan ku Dan mampu menyegarkan bayanganku Akan sosok pribadi tentang dirimu Sayang Saat itu aku bermimpi Saat itu aku menanti Cinta sejati yang aku ukir selama ini Sayang Tak pernah aku sadari Dan belum pernah aku temui Indahnya cinta yang seperti ini


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 17 - D Aku tau arti perjuangan Yang sudah tak mengenal rasa bosan Rasa lelah pun sudah tak kan berhenti Rasa bosan pun sudah tak bisa mati Akan tetapi, jika tuhan yang mengatur skenarionya Dan ini jalan yang harus dilalui kita Pasti akan aku terima Dengan lapang dada Ijin kan aku pinjam namamu Untuk menghiasi menginspirasiku Yang akan aku tuliskan dengan jelas Di setiap lembaran-lembaran kertas Akan aku simpan semua Dan tidak akan pernah aku lupa Ketika kamu pertama kali menyapa Karena itu yang akan menjadi cerita Biarkan bayangan akan tawamu Yang selalu mewarnaiku Dan menjadi penyemangatku Di dalam hari hariku Percayalah sayang Berikan untuk ku ketika bertemu Walaupun hanya senyuman mu Yang terlintas dari bibir manismu


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 18 - A Sore itu Angin membawa serta memainkan pepohonan Hingga menggugurkan dedaunan Dari sudut kelasku Aku melihat sosok pribadimu Tapi, rintikan hujan menghalanginya Sehingga tak bisa ku lontarkan sapa Hiraukan saja Kejamnya waktu yang mengganggu Tetap jaga kasih dan sayangku Yang telah aku ukir dihatimu


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 19 - Zaky Tak terasa pena ini sudah lama tak aku goreskan diatasi lembaran lembaran yang penuh cerita. Tanpa ragu aku membakar sebatang rokok lalu aku menyemburnya, agar di setiap semburan asapnya bisa membawa inspirasi. Tak lupa secangkir kopi di meja sebelahku mulai aku sedu dengan perlahan. Hingga mengantarkan ku ke ketinggian angan untuk berimajinasi dan mengingat kembali apa yang telah aku lakukan di tempo hari untuk ku rangkai menjadi cerita di lembaran ini. Pagi ini mentari tak memberikan kecantikan nya. Sapuan kabut yang sangat lembut sudah menutupinya. Tanpa ragu rintikan hujan pun ikut mengikuti mewarnai pagi. Disini aku baru sadar dari sini pun aku mencoba memutar waktu kembali. Ternyata telah lama aku tak menghirup jernihnya udara diketinggian yang menemukan harus dengan perjuangan. Aku juga telah rindu dengan gemerlap nya bintang dialam terbuka yang tidak dibatasi sekat sekat sekali pun. Ngobrol kesamaan kemari tanpa arti yang selalu aku dambakan. Dengan secangkir kopi yang menemani ku disetiap kedinginan malam. Sehingga suasana hampa yang telah diselimuti sunyi ini yang menjadikan aku sering merenungkan akan nikmat tuhan. Tuhan menjadikan taman taman dibumi ini sudah sangat indah untuk dinikmati hambanya. Disitulah aku menemukan kesederhanaan. Ketika aku tidur dengan bebatuan yang melindungi ku dari gigitan dingin di ketinggian tidak pernah aku sesali. Karna tuhan menjadikan tempat tempat tinggal digunung gunung(gua). Tuhan juga berpesan dalam kitab abadinya. " tidaklah kamu melihat bahwa Allah menggerakkan awan kemudian mengumpulkan antara (bagian bagiannya). kemudian menjadikan bertedih tedih. Maka kelihatan olehmu hujan dari celah celahnya" (Q.S: An-Nur ayat 43). Maka aku akan selalu menikmati ketika sang sahabat hujan mengguyurku saat perjalanan. Aku mensyukuri air tuhan diturunkan. Sebelum tuhan membawa kabut yang nyata dan hujan tak akan pernah ada selama bertahun tahun lamanya. Kehidupan yang kujalani saat ini, telah banyak memberikan pesan tersirat. Pesan untuk mengasah pribadi untuk selalu bersyukur. Karena tuhan telah menjadikan alam ini udah paling sempurna. Sehingga kita akan sangat merugi jika kita tidak bisa menikmati dan mensyukuri nikmat ini. Betapa tidak, " dan sesungguhnya kami telah menciptakan gugusan bintang bintang (dilangit) dan kami telah mengiasi langit itu bagi orang orang yang memandang (nya). (Q.S: Al Hijr ayat 12).


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 20 - Sehingga aku ingin menjadi salah satu dari orang orang yang selalu memandangnya tersebut. Karna aku tak mau melewatkan momen momen indah seperti apa yang telah tuhan ciptakan. Gemerlapnya lampu perkotaan dimalam hari belum mampu menyadarkan ku dan menenangkan hatiku. Tapi bintang bintang di tengah malam akan menghiburku walau jauh dari keramaian. Karna bintang layaknya mutiara yang tersimpan sedangkan ia di ufuk yang tinggi. Bintang diciptakan tuhan juga tak hanya sebatas dinikmati untuk dipandang, tapi bintang juga bisa menjadi penunjuk jalan ketika kita tak tau arah dan tujuan. "Dan (Dia ciptakan) tanda tanda (penunjuk jalan) dan dari bintang bintang itu mereka mendapat petunjuk (Q.S: An Nahl ayat 16) Mungkin aku dianggap manusia manusia kuno, karna aku lebih memilih melihat pepohonan yang diterpa angin sehingga memunculkan tarian serta menggugurkan dedaunan yang bisa menenangkan keadaan dan membasuhku dari rasa letih dalam perjalanan kehidupan. Beban pikiran ku juga sering aku hilangkan bersama embun penyejuk pagi yang masih alami. Ketakutan ku ketika menemui masalah mungkin juga telah hilang, sirna terbawa suasana saat ku disuguhkan dengan rimbunnya belantara yang selama ini aku jelajahi. Dan semoga aku bisa dihindarkan dari keserakahan dunia. Karna tuhan sudah menyampaikan dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan sangat cepat. Sehingga aku akan merugi jika aku hanya mencari harta tanpa ada kebahagiaan dan pengalaman." harta yang kamu kumpulkan dan apa yang kamu sombongkan tak akan bermanfaat kepada mu(Q.S: Al A'raf ayat 48) Maka jangan pernah bersedih kalian para gembel pecandu atas kerinduan akan menikmati ciptaan tuhan. Jangan jadikan alasan keadaan mu menjadi penghambat mencapai tujuan. Mereka yang kaya mempunyai harta tapi kalian yang miskin harta harus kaya akan pengetahuan ilmu dan pengalaman. Sehingga kalian tidak akan pernah membayang bayangkan lagi akan harta yang bisa menjadikan mu akan melupakan atas apa yang telah tuhan berikan dan atas rasa syukur yang selalu kita dapatkan


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 21 - Z Rindu yang selama aku tahan Semoga tidak menjadi kenangan Yang hanya akan tersimpan Di dalam memori kehidupan Percayalah sayang Aku akan datang Dan membawa secercah harapan Yang ingin aku wujudkan


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 22 - A Dimalam haru ku Ku terpaksa penjarakan raga Ku berikan kesempatan pada jiwa Untuk pergi mencari secercah asa Dalam inspirasiku Yang selalu muncul adalah sifatmu Dalam pikiran ku Yang selalu muncul adalah sosok mu Di setiap larut malam ku Ku sibukkan dengan menggoreskan pena Menuliskan tentang mu lewat ekspresiku Untuk menjadi sebuah cerita Di sepertiga malam ku Kutuliskan nama mu Kamu adalah judul tulisanku Kamu adalah bait puisiku Aku tak selalu ada Aku bukan orang yang istimewa Aku hanya ingin menuliskan tentang mu Untuk mengobati sedikit rindu ku


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 23 - K Aku ucapkan selamat malam untuk bulan Walaupun bulan tak bersinar Aku ucapkan selamat malam untuk bintang Meskipun bintang pun juga tak berpijar Tak lupa, ku ucapkan selamat malam untuk kamu Karena kamu yang selalu menemaniku Di dalam bayangan pikiranku Hingga membawa ke larut malam ku Semoga kamu selalu mendengarkan Apa yang selalu aku ucapkan Semoga jiwa mu selalu merasakan Apa yang selalu aku renungkan Sudikah dirimu Untuk selalu menghiasiku Dan untuk selalu bertemu Walau hanya menjadi bunga tidurku Akan selalu aku tuliskan Di setiap datang kegelapan Walaupun menembus kedinginan Agar bisa tersampaikan


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 24 - Y Kamu di mana Dulu kita sering bersama Meramaikan ruangan yang hampa Hingga melepaskan tawa Kamu di mana Yang sering menunggu senja Duduk bersama saling tukar canda Hingga meninggalkan cerita Kamu di mana Akan kah tetap bahagia Walaupun telah lama tak jumpa Dan saling ngobrol bersama Kamu di mana Akan kah kamu masih merindukan juga Gantungan akan bunga-bunga Yang selalu dipandang bersama Yang selalu dipandang kita Kamu di mana Dulu sering melampaui waktu hingga mengantarkan senja pulang ke pangkuan semesta Membicarakan hal yang kadang tak penting dan berguna Tapi sangat lah istimewa


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 25 - Okta Ketika malam ini merasa sepi. Hanya secangkir kopi yang masih sudi menemani. Kesunyian yang mendorong pikiran ini bernari, hingga malam tergantikan dengan pagi. Maka aku tuangkan isi hati dan ku goreskan tulisan ke lembaran ini. Aku selalu belajar dari rembulan yang selama ini selalu aku pandangi. Karena di setiap peristiwa dan proses menjadi kesempurnaan nya selalu membawa arti. Rembulan juga membawa pesan tersirat, bertuliskan untuk selalu sabar, kepada ku yang selalu ingin memandang dan ingin terus mengikuti proses nya. Rembulan juga tak pernah mengihanati, meskipun aku harus tau dulu tentang semua ini. Mulai dari peristiwa memunculkan lengkungkan nya sabit () kemudian berkembang menjadi separuh () hingga kesempurnaan purnama ()nya pun akan di perlihatkan. Memang butuh kesabaran, perjuangan pun harus aku lakukan, bagiku tidak masalah. Karena aku percaya bahwa bulan tidak akan berkhianat. Ini semua seperti gambaran aku menyukai mu, aku sangat menyayangi mu. Aku percaya cinta sejati yang tumbuh di hati itu harus melewati peristiwa peristiwa dan butuh proses. Ketika aku dekat dengan mu, aku hanya bisa berharap dan berusaha membuat kamu tersenyum. Mungkin untuk sedikit tanda bahwa aku sering memandangmu. Ya ini memang sedikit pelajaran yang bisa aku ambil dari peristiwa sabit. Ketika rembulan belum memunculkan senyumanya (). Rembulan masih punya peristiwa lagi setelah itu. Aku juga tak tergesa gesa. Karena bisa menjadikan aku terlena. Saat senyuman senyuman manis mu mulai bermunculan. Saat itu juga kita saling bertukar sapa, bertegur canda, hingga terlontar ucapan mesra. Bahkan perasaan di hati pun sudah teruntaikan menjadi kata. Sehingga menguatkan rasa sayang pada jiwa. Tapi saat itu juga aku tak mau terlena. Belum tentu hati kamu juga suka dan senyum mu bukan hanya miliku. Kemudian aku petik pelajaran dari separuh jiwa nya (). Aku tak langsung bahagia, karena aku baru mengikuti dan melakukan dua dari tiga proses. Aku baru bisa membuat kamu bahagia dan tertawa. Padahal kesempurnaan () belum muncul. Perjuangan ku tak pernah berhenti, kesabaran ku juga belum mati. Akan aku nanti, tak mungkin aku langsung suka dan menjatuhkan hati. Meskipun kesempurnaan bukan prioritas bagiku. Tapi setidaknya aku ingin mencari tau


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 26 - tentang dirimu dengan proses yang selama ini aku jalani. Ketiak aku memang tak mendapatkan kesempurnaannya, aku juga tak masalah. Karena, setidaknya aku sudah mengikuti proses dan melewati setiap peristiwa nya. Aku bisa membuat kamu tersenyum dan tertawa saja sudah bahagia. Karena itu diantara dari tujuan ku juga. Sebelum aku mendapatkan kesempurnaan mu Seiring berjalannya waktu, rembulan tak pernah ingkar janji, rembulan akan selalu menepati. Kepada aku yang setia memandangi. Maka aku juga tak pernah ragu untuk selalu menanti cahaya cinta yang selama ini aku cari. Jika bulan sudah melewati proses tersenyum () kemudian muncul separuh jiwa nya () maka sebuah kesempurnaan () akan menepati janji nya. Bukanya aku tak mau berusaha. Hanya saja aku tak mau tergesa gesa. Mungkin jika saat aku bisa membuat kamu senyum aku langsung suka, ketika aku bisa membuat kamu tertawa aku cinta, aku belum tentu tau bagaimana hati mu menyayangi dan mencintai ku secara sempurna juga. Akan tetapi jika aku telah melewati dan mengerti. Proses peristiwa nya ini. Pancaran cinta ini akan mengalir dengan sendirinya. Kamu pasti juga pernah menemukan orang yang mengambil hati mu kala kamu baru tersenyum, mendapatkan orang yang memberimu cinta kala kamu baru di buat tertawa. Yang pada akhir nya tidak akan tahan lama. Karena belum mengikuti dan tau proses nya. Aku kira orang orang seperti itu tak akan mencintai mu dari lubuk paling dalam. Belum tentu kenyamanan itu akan lama bertahan, kebahagiaan yang diberikan hanya sebatas instan. Tapi kembali lagi ke kamj. Karena kamu yang lebih tau, kamu yang menilai, dan kamu yang memilih. Semoga aku tetap bisa menjadi taburan taburan bintang dilangit malam. Agar bisa menemani mu serta mengiringi di setiap proses dan peristiwa mu. Melengkapi setiap langkah mu untuk menjadi kesempurnaan.


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 27 - O Saat aku mulai menyedu kopi nya Aku menemukan sebuah rasa Saat aku mulai menggoreskan pena Aku mengerti akan sebuah cinta Tak ada sebuah cinta Jika tak ada rasa Tak ada sebuah penantian Jika tak bermula dari harapan Aku hanya memendam rasa ini Di dalam sebuah hati Aku hanya bisa menyimpan rasa ini Di dalam hati agar tetap abadi Aku hanya takut merusak hubungan Yang telah kita jalankan Tak lebih dari sekedar teman Tapi saling kasih kepedulian Aku hanya punya harapan Untuk kita ke depan Yaitu menjalin persahabatan Untuk mengukir cinta


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 28 - K Dari pertengkaran Muncul keharmonisan Dari kegelisahan Akan tumbuh benih kepercayaan Sejatinya cinta itu Mereka yang saling menjaga Sejatinya cinta itu Mereka yang saling memahami Jika kita sudah saling mengerti Manisnya janji tak berarti Jika kita sudah saling menjaga kepedulian Kurang nya perhatian tak dipermasalahkan Mungkin cinta itu tak harus dibuktikan Sayang itu tak perlu diumbar dan dibuktikan Cukup saling merasakan Dan simpan di hati yang paling dalam Karena kedewasaan seseorang itu Mereka tak saling mengengkang Dan memberikan kesempatan Untuk bermain dengan teman-teman Jika pacaran hanya sebuah pengakuan Jika hubungan hanya cari ketenaran Sudah pasti tidak menemukan cinta sejati Dari kelembutan sebuah hati Cinta sejati itu Mereka yang tak mau Mengumbar sebuah ikatan Ke khalayak orang


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 29 - T Hampir satu purnama aku menghilang Meninggalkan yang aku sayang Untuk mencari kebahagiaan Di sepanjang jalanan hutan Dan merasakan keheningan alam Saat itu juga aku berbohong dengan teman Aku juga tak meninggalkan kabar Rasa penasaran pun mulai berdatangan Kegelisahan pun mulai bermunculan Dari orang-orang yang aku sayang Maafkan semua Aku hanya ingin menghabiskan masa muda Untuk mengunjungi alam nusantara Aku hanya tidak mau kelak tua Tanpa mengemas banyak cerita Karena aku bukan seorang pemuda Yang disibukkan dengan kisah cinta Aku juga bukan seorang remaja Ketika masa nya banyak menumpuk cerita asmara Bagi aku itu kurang bermakna Tapi kamu jika bersamaku Kuatkanlah hatimu Karena aku juga belum tau Sampai kapan aku berhenti mencari hal baru Jika kamu memang sehobi Tolong saling mengerti Ketika aku mendaki Dan saat aku menjelajahi Yang selalu melupakan diri


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 30 - A Sayang, Sapalah Indonesia Menyatu dengan Nya Akan semua keragamannya. Juga keindahan alamnya. Sayang, Kenalilah Indonesia Pelajari semuanya Bahasa yang berada di dalamnya Serta suku dan budaya yang menghiasinya. Sayang, Jelajahi surga surganya. Surga tersembunyi di semua penjuru nusantara yang mampu menggoda mata. Hingga membuat jatuh cinta. Sayang, Jika kamu sudah tau semuanya. Pasti tidak mau berpisah dengannya. Karna sangat mempesona Dan selalu menjadi primadona. Sayang Jaga dan jangan sampai ada orang yang merusaknya Apalagi menyakitinya Satukan pada jiwa Agar tidak mau pisah dengannya


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 31 - Iftananda Bermimpi sebelum berhenti Gunung indah ditimur negeri. Primadona bagi para pendaki. Kita bisa berkelana didalam tenda. Yang beralaskan padang savana. Melihat samudra dan sebagian pulau sumbawa berdua. Sambil menunggu hujan reda, yang dapat memunculkan pelangi yang siap menggoda mata. Tiga pos dipadang savana akan menghipnotis kita. Rerumputan akan menari disela sela perjalanan kita. diiringi nyanyian angin yang menenangkan jiwa. Tujuh bukit penyesalan siap untuk kita nikmati perjalanan dengan mengarungi terjalanyaTanjakan. Hingga pelawangan menyambut dengan riang. Menyuguhkan senja yang ingin meredup diatas sebagian danau segoro anak. Kita arungi malam dan kita ukir kenangan dipelawangan. Menikmati milky way tanpa ada sekat sekalipun. Dibawah naungan purnama kita bisa saling bertukar cerita. Tak terasa hingga pagi telah menanti. Mentari mulai menyinari dari ujung pulau bali. Saat nya untuk kita menggapai puncak anjani. Berdua merasakan dingin yang sangat sadis. Tapi tak akan pernah keccewa.Karna diatas dibayar dengan melihat sebagian luasnya semesta dari puncak anjani yang istimewa. Tak sampai situ saja. Kita menikmati segoro anak yang sangat mempesona, merasakan mandi air hangat dialirannya. Dan satu kata. Rinjani memang tak ada habisnya untuk kita nikmati berdua Blauran Sayang, sudikah kamu aku ajak melanjutkan untuk melihat indahnya alam nusantara. Aku memilih nuansa afrika. Kurang apa negeri kita. Indonesia juga menyimpanya diujung timur jawa. Baluran namanya. Berdua saling menjaga didalam ganasnya hutan belantara. Menyusuri rapatnya rimba. Bermain dengan banyaknya ribuan satwa. Mengabadikan kijang yang berlarian. Burung burung bernyanyi dengan merdu. Memanjakan mata. Diluasnya savana. Berlatar belakang gunung baluran.Hingga kita akan dijahili monyetmonyet yang akan merampas bawaan kita. Tapi senang karna bisa berintraksi langsung dengann mereka. Karena dengan cara ini kita akan terasah pribadi yang selalu menghargai alma semesta dan bisa menyadarkan kita. Jika kita sudah puas disana. Akan aku ajak kembali petualangan kita. Walaupun tetap dijawa. Akan aku ajak melihat puncak bagi para dewa. The higth poin of java.


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 32 - Mahameru Sayang taukah kamu dengan taman taman surga ditimur negeri ini. Masih ada gunung semeru yang menanti. menati kita untuk mengunjungi. Ranukumbolo siap menjadi saksi. Saat kita menunggu banngunnya mentari. Sinarnya mampu menghangatkan jiwa kita dan bisa menerangi tanjakan cinta. Mentari memunculkan cahayanya disela sela bukitnya. Memantulkan cahayanya ke air sehingga dapat memunculkan bayangan yang memanjakan mata. Jika kamu tanya apakah kita akan melewati tanjakan cinta?Iyaaa, tapi kita harus melewati dengan penuh rasa. Karna dalam tanjakanya menyimpan banyak makna. Terutama makna tentang cinta. Serta dibalik tanjakannya masih menyimpan keindahan yang selalu menjadi primadona. Padang oro oro ombo menyapa kedatangan kita. Dengan menyuguhkan kecantikan bunga bunga nya. Saat angin mulai membunyikan suaranya, mereka saling berdansa. Langkah demi langkah kita lalui.kesabaran pun akan teruji ketika mahameru menyadarkan diri. Saat jonggring saloka memunculkanamarahnya. Maka hati kita pasti akan mengatakan. Betapa besar keagungan tuhan. Karimunjawa Sayang, jika kita sudah terlalu boring dengan keaadan kita. Saat kita mengunjungi belantara dan pegunungan. Maka akan aku sisip kan petualangan kita di nol mdpl. Sebuah pulau kecil yang berada didaerah kita. Mungkin namanya sudah tak asing lagi. Karimunjawa tepatnya. Disana menyimpan sekitar 27 pulau disekitarnya. Mungkin ini yang akan menjadi alasan kita tak ingin pulang ketika sudah disana. Laut yang bergradasi warnanya. Dari biru ke hijau karena terumbu karang yang masihelok. Belum banyak tangan tangn jahat yang merusak. Aku ingin mengajak mu bermain dengan hiu, bermain dengan nemo, hingga bermain dengan bintang laut. Ketika siang datang. Kita dapat beristirahat sambil menikmati makan siang dengan hasil tangkapan ikan yang dibakar, segelas susu ditepi pantai. Melihat hamparan pasir pantai yang putih nan bersih. Disebuah pulau kecil yang sunyi seakan milik kita saja. Setelah kita menikmati tour laut. Saat pulang kita dapat menikmati sunset dari atas kapaldengan sedikit goyang an kapal ang tertepa ombak yang mesra. Mungkin aku akan mengajak mu ke bukit love, hutan mangrove, menelusuri perkampungan suku bukis. serta pantai pantai disekeliling karimunjawa. Entah kita yang terlalu sering digunung dan belantara kemudian disuguhkan samudra. Atau karimunjawa itu memang istimewa. Tapi memang tak ada habinya saat kita menjelajahi disetiap sudut pulaunya.


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 33 - Gede pangrangao sayang aku masih punya destinasi lagi. Mungkin gunung gede pangrangao yang akan kita datangi. Melanjutkan langkah kaki ini. Mengukir sebuah pribadi dengan menjelajahi nusantara ini. Kamu akan menemukan lagi serpihan keiindahan negeri. Sekarang disebelah barat pulau jawa ini. Digunung ini kita akan merasakan tidur ditengah tengah hamparan bunga abadi. Memandang mutiar mutiara yang tersimpan, bukan didalam lautan ia berada diufuk yang tinggi. Yang tak akan bisa mengantarkan matauntuk terlelap nanti. Jika purnama muncul akan aku sisipkan di segelas susu agar cahanya nya tak henti henti untuk menyinari. Jika sudah kayak ini. Maka kita akan ingat. Betapa sempurannya bangsa kita. Andaikan kabah ada di indonesia. Maka negeri ini sudah lengkap semuanya. Dan kita tengok pesan tuhan yang berartikan "maka nikmat tuhan mana lagi yang akan kamu dustakan" Kerinci Sayang jika kamu belum puas dengan semua ini. Aku akan ajak menyapa senja. Bukan dipulau dewata. Melaikan aku memilih sumatra. Disanalah gunung kerinci menjulang tinggi. Kita menikmati dengan secangkir kopi. Untuk pergantian siang dan malam hari. Agar bisa menghapus rasa letih selama petualangan kita ini. Sembari menunggu tenggelamnya matahari. Disitulah aku juga ingin berjanji dihadapan merahnya senja yang merona. Berharap senja dapat menyampaikan dibalik kejamnya gulita malam.Dan walaupun ini hanya sekedar angan. Tapi aku harap suatu saat akan menjadi kenyataan. Mewujudkan petualangan berdua. Untuk menjelajahi alam nusantara. Agar cerita ini hanya menjadi dongeng semata. Ini juga bukan tentang perjalanan aku saja. Tetapi tentang petualangan kita. Petualqngan untuk mengukir cinta. Temanggung 13.11.017


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 34 - I Aku cuek selama ini Bukannya aku mengakhiri Apa yang telah aku mulai Aku merenggangkan komunikasi ini Bukannya aku pergi Dari pertama aku menghampiri Dan semoga kamu mengerti Aku memenjarakan diri, Bahkan sampai mengunci mulut ini Bukanya aku ingin melukai Dari apa yang tersimpan dalam hati Aku punya pilihan Untuk menjaga perasaan Dari sebuah persahabatan Yang telah aku ukir bersama kawan Mungkin kamu bingung dengan tingkah ku selama ini Kamu mungkin juga sakit hati Dengan sikap ku ini Yang merubah diri sejauh ini Ini semua bukan hanya menjalankan alur cerita Tapi semua ini adalah Realita Yang harus aku terima Menjaga dua hal yang istimewa Tapi, semoga aku bisa menjaga ke dua nya Antara aku dan kamu Dan aku dan kawan ku Hingga menjadi cerita indah tentang persahabatan yang ceria


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 35 - F Selama ini aku pergi Mengunjungi keindahan negeri Dipuncak puncak yang tinggi Bukan untuk mencari jati diri Aku hanya ingin mewarisi Kenangan ini agar tetap abadi Bersama cerita di secangkir kopi Yang aku tuliskan selama ini Tentang tarian rumput di sabana Tentang satwa yang sering menyapa Tentang badai yang selalu menggila Tentang makna kehidupan yang ada Kejam nya jalanan Membangun kenekatan Memutus urat ketakutan Hanya untuk melihat kebesaran tuhan Memang pengalaman tak menentukan keberhasilan Tapi, uang juga tak mampu membeli kehidupan Ikuti saja alurnya Karna semua nya akan bermanfaat ke depannya


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 36 - T Waktu terus berjalan Sedangkan aku masih bertahan Di dalam aula kebimbangan Antara keadaan dan masa depan Tak henti ku rangkai impian Berteduh dalam kerinduan Yang hanya bisa aku bayangkan Untuk dapat tersampaikan Bukan cinta Yang dekat dengan luka Bukan rasa Yang dekat dengan air mata Tapi yang aku dambakan Sebuah perasaan Yang selalu terselimut kebahagiaan Dan terbanjiri kenyamanan


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 37 - H Akan kah kamu masih mengharapkan Adalah aku yang katanya teman Akan kah kamu masih menantikan Untuk lebih dari sekedar persahabatan Selalu terlintas di pikiran Kamu yang selalu aku bayangkan Akan aku sisipkan Sebuah rasa cinta dalam persahabatan Karena kedatangan mu membawa pesan Pesan tersirat yang tersisip sebuah dorongan Untuk menjaga ketaatan Ketaatan kepada Tuhan Kelembutan akan hati mu Ketakwaan kepada Tuhan mu Serta sifat kesolehahan mu Menjadi salah satu alasan ku mengagumimu Keelokan senyuman mu Yang melengkung dari bibir mu Selalu terpancar di wajah mu Selalu menjadi penyemangat ku Jika kamu bukan wanita ku di dunia Mungkin Tuhan akan mempertemukan kita Kamu yang telah menjadi bidadariku disurga Karena Tuhan yang mengatur skenarionya


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 38 - A Cakrawala pun mulai mengganti dengan kegelapan Di ganti malam yang merdu serta diiringi rintikan hujan Tetesan nya jatuh dengan sangat tenang Sudah tak peduli dengan waktu yang mencekam Langit sudah tak mampu menahan nya Menahan tangisan yang keluar dengan apa adanya Dengan rasa haru meneteskan air nya Melihat senyum mu yang sangat mempesona Melihat senyuman mu yang sangat mempesona Andaikan malam ini mendatangkan bulan Pasti sinar nya pun akan heran Ketika wajah mu memancarkan kecantikan Yang selalu terhias di pikiran Walaupun gemerlap nya bintang tak kelihatan Tapi taburannya selalu mengingatkan Akan percikan-percikan kebaikan Sehingga merubahku dari sifat kenakalan Semoga esok hari kala reda hujan tak meninggalkan kabut Agar pancaran mentari juga bisa ikut Menjadi saksi aku menemukan orang hebat Dan selalu menyampaikan pesan tersirat


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 39 - N Aku bukan penulis Yang mudah merangkai kata agar puitis Untuk merayumu seorang gadis Agar bisa dianggap romantis Aku bukan seorang pelukis Yang bisa menggambar mu dengan manis Layaknya seorang artis Bisa selalu eksis Aku juga bukan seorang musisi Yang pandai bernyanyi, Untuk menenangkan hati Hingga membawa mu ke dalam mimpi Aku bukan orang tenar Yang banyak penggemar Aku bukan orang pintar Yang mempunyai banyak gelar Aku bukan orang kaya Yang bisa memberikan banyak asa Untuk mempererat rasa Dan membuat mu semakin jatuh cinta Aku hanya seorang terpelajar Di besarkan dengan pendidikan Untuk sebuah pedoman Untuk bekal kehidupan Aku di beri kebebasan Untuk mencari pengalaman Untuk mewujudkan harapan Dengan kemandirian Hanya genggaman cerita Dimasa muda Untuk sebuah cita cita Dimasa ke depan nya Jika kau menyayangiku


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 40 - Sayangilah kehidupan ku Jika kau mencintai ku Cintailah keadaan ku Karena aku punya pendirian Yang menjadikan aku mempunyai rasa kedewasaan


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 41 - A Malam itu, Ku melepas rindu bersama mu Canda tawa mu Menghilangkan dingin yang mengganggu Dengan sedikit bintang Ku mulai obrolan ringan Obrolan yang penuh dosa Tentang kebusukan sekolah kita Tak segan kau mendengarkan Hingga malam tenggelam Bersama sabit yang meninggalkan senyuman Dan kabut yang sudah tak menyisikan Pagi mengajak mentari Menembus sudut rumah untuk menyinari Kau menawariku secangkir kopi Ku tolak dengan berat hati Walaupun akhirnya kau menyuguhi Secangkir kopi Dengan menyisipkan sebuah hati Untuk aku nikmati


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 42 - N Sayang Ijin kan ku berkelana lagi Merayakan bulan suci Dengan menenangkan hati Dengan mendekatkan diri Sayang Ijin kan ku menyepi Untuk menghilangkan kehausan ini Kehausan ilmu untuk bekal kelak nanti Ketika menghadap kepada ilahi Sayang Ijin kan ku melangkahkan kaki ini Ke tempat yang pengen aku singgahi Untuk menggapai serpihan-serpihan mimpi Agar ku tak kecewa dikemudian hari Sayang Ijin kan mengalahkan nafsu Menahan sebagian rindu Yang selalu ingin bersama mu Sampai ku memutuskan untuk mengakhiri waktu. Ya Tuhan Tolong jaga dan lindungi dia Agar selalu di jalan mu Tolong jaga kesolehahnya Dan juga kecantikannya


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 43 - Sayang Tolong jaga kasih sayang Dan cinta ku untuk mu Tolong jaga dirimu Ketika ku tak berkomunikasi dengan mu Semoga kamu tetap menyayangi mu Dan mencintaiku Seperti aku menyayangi mu Dan mencintai mu Semoga kamu selalu menemaniku Walaupun hanya dengan doa-doa mu Yang terlontar dari mulut dan hati mu Untuk aku ajukan kepada Tuhan mu Agar aku mendapatkan apa yang ku mau Ketika ku sedang mencari ilmu Dan menahan nafsu Sebagai pedoman ku Percayalah aku akan pulang Dengan membawa kasih sayang Seperti yang dulu Ketika kita bertemu


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 44 - A Sudah kutitipkan pada bintang Untuk selimut dimalam mu Sudah kutitipkan pada angin Untuk menyampaikan bisikan rindu dariku Ketika pagi datang Maka aku berikan pada mentari Untuk memberi semangat membuka hari Melangkah kan kaki untuk menggapai mimpi Karna aku sadar aku tak selalu di samping mu Hanya diam-diam mengagumi mu Aku sayang, tapi apa arti sayang bagimu Karna aku tak selalu bersamamu Aku tak selalu jumpa dengan mu Kamu juga tak merasakan perhatian dariku Dan dengan cara ku, Aku menyampaikan kepedulian Aku juga tak memaksa dirimu Untuk mengetahui rasa sayang dan cinta dariku Jika dengan diam aku bisa menyimpan rasa Maka, akan aku lakukan itu semua Tapi itu sulit untuk ku Mustahil Menurutmu Tapi tolong tengoklah waktu Yang telah berlalu Aku menahan diri untuk selalu mengerti Aku belajar dari sifat bajingan ku ini Bahwa aku masih mempunyai rasa menghargai Dari seorang sahabat yang pernah mencintai Dan pernah menyinggahi hati


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 45 - Bukan kopi dan seja yang menjadi inspirasinya untuk menguntai kan kata. Bukan begadang serta mengarungi gulita yang mampu menyusun aksara. Sehingga Bukan pula mendaki yang memunculkan bait-bait puisi. Tapi ketenangan hati yang selalu mendorong untuk mencintai mu lebih dari sekedar kata yang terlontar dari indahnya mulut yang bergeliriya dan menari. Di lembah kebahagiaan itu Aku terjebak dalam syahdu Ku tak bisa menutupi rasa haru Atas kehadiran akan diri mu Tatapan matamu sekarang menjadi nyata Bukan hanya sekedar karangan cerita Senyummu sekarang tak lagi fana Bukan sekedar ibarat sabit yang terselip pada gulita Di hamparan Padang sabana Aku bagikan sebuah rasa Aku mengikat sebuah jiwa Agar kita selalu menjaga dan tetap bersama Ketika Hati yang tak seperti biasanya Ketika rasa tak seperti semula Maka kata itu muncul dengan tiba-tiba Walaupun ku eja secara terbata bata Dalam balutan kabut yang lembut Ku menembus kedinginan Akan sifat mu yang dahulu sebelum kita mengenal Aku tak mungkin mencintai mu dengan singkat, Layaknya bintang yang tenggelam menggantikan malam Seindah pagi ketika membuka hari Secerah langit kala mentari menyinari Dan sebening embun yang turun Akan aku pastikan bahwa kamu adalah pilihan yang telah dikirimkan Akan aku sampaikan bahwa kamu adalah yang pantas Maka akan aku pastikan dan sampaikan pada semesta, bahwa kamu akan menjadi ratu yang akan duduk dan berkuasa dalam singgasana hatiku


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 46 - Kekasihku bukan lonte mu Walaupun Aku seorang pendosa Tapi aku juga tak mau mendapat pahala. Dari apa yang dinikmati dia Bersama mu ketika bermain diranjang, atas nama kenikmatan cinta. Bibirmu adalah candu. Bagi dia yang pernah bermain dalam kenikmatanmu. Kecupan manis mu adalah syahdu Bagi dia yang pernah merasakan lengkungan bibir manja mu. Semoga tubuh mu tidak akan menjadi makamku Yang ada nama ku di situ.


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 47 - Hujan Ketika langit mengikhlaskan kepada awan yang hitam Ketika petir menyambutnya dengan riang. Maka air Tuhan itu turun dengan perlahan. Dalam gerimis, Tuhan menuliskan setiap bait-bait puisi dengan manis. Tetesan nya yang sangat puitis Sehingga menyampaikan kesan nya dengan sangat romantis Hujan malam itu mengajak ku bercumbu. Memaksa ku untuk Memeluk erat pada kabut yang hanya semu. Mengajak menari bersama halusinasi Ku Senyummu adalah rintikan hujan Jika Ku pandang dengan tenang. Maka akan membuatku nyaman. Hujan kala Itu Menyuburkan benih-benih rindu. Mematikan penyakit-penyakit candu. Yang hanya tergenang dalam hati yang jauh dari kata syahdu Kulihat genangan-genangan air di tanah. Bukan sekedar genangan biasa Tapi genangan rasa yang tak mau mengalir bersama masa Sehingga masih disimpan dicengkungan hati dan jiwa Ku lihat aliran hujan yang turun dibumi. Buka sekedar aliran biasa Tapi kenangan yang telah sirna Terbawa waktu dan keadaan yang ada. Semoga hujan kala malam dibulan empat itu Menjadikan semangat untukku. Lewat tulisan jelek tentang hujan dariku Semoga kamu tetap setia bersama rasa dan hati yang telah syahdu menyatu


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 48 - Saat ku mulai menyedu kopinya Ku temukan sebuah rasa Saat ku mulai menghisap asap-asap hina Kutemukan arti sebuah cinta Hidup itu harus mempunyai rasa Ku tuangkan dalam segelas kata-kata Dan harus didasarkan dengan nafas cinta Untuk melakukan segalanya Ku sapa purnama dengan manja Ku dengarkan nyanyian Tuhan dengan tenang Lalu ku lihat lukisan Tuhan yang sungguh mempesona Yang terbentang disamudra gulita Memulai apapun harus dengan kesempurnaan Menyaring omongan apapun harus dengan pikiran dan perasaan Dan melihat apapun harus dengan kebaikan Walaupun itu semua dilakukan saat masa masa sulit menghadapi apapun keadaan


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 49 - Berkelana. Aku bukan seorang penari kata kata Tak pandai pula memainkan nada agar lebih indah untuk bicara. Maka hanya Dari mata, Aku ingin bercerita. Dengan saling tatap saat pertemuan tiba. Aku hanya ingin berkelana. Karna aku hanyalah seorang pengembara. Jauh dari kata sempurna Apalagi istimewa. Hatimu terlalu indah. Untuk aku ajak merangkai kisah. Apalagi aku buat untuk singgah. Karna bisa membuat mu resah. Aku hanya ingin menikmati. Apa yang aku cari selama ini. Tanpa harus mengeksploitasi. Dari apa yang kamu punya dalam hati. Mengeksplor mu lebih jauh butuh waktu. Bukan rasa capek yang selalu mengganggu. Bukan juga istirahat yang cukup di bawah naungan rindu. Tapi membutuhkan kesabaran agar bisa menahan rasa agar tak jalan lebih dulu Aku akan mengikuti alur keinginan ku saja Untuk Mengenal dulu lebih jauh keindahan hatimu yang sangat menggoda. Menggoda penasaran ku untuk selalu menyusuri setiap sudut sudut sifat mu yang belum aku tau sebelumnya. Karna Bagiku cinta bukan sekedar melibatkan logika Sayang bukan sebatas kata pemanis biasa. Dan rasa tidak akan datang secara tiba tiba. Maka, semuanya pasti akan aku lakukan saat aku berkelana menyusuri hati, pikiran dan perasan mu yang sangat mempesona untuk aku jadikan kekasih yang istimewa


Ruang rasa Sebuah perjalanan menuju itik temu- 50 - Kau adalah perhiasan Dalam kehidupan. Tapi kau adalah ujian Untuk seorang laki laki agar selalu menahan godaan Senyuman mu bisa menjadi masalah Sedangkan ke cuek an mu belum tentu akan menjadi fitnah. Kau harus bisa menjaga fitrah. Tanpa harus mengikuti yang katanya kemajuan zaman tapi tambah parah. Buat seseorang terpesona melihatnya. Dengan cara kau menjaga kehormatannya. Jangan cuma atas Arab bawah Amerika. Tapi menutup semua aurat nya dengan apa yang telah diajarkannya. Sejatinya kau adalah salah satu tiang bangsa Sejatinya kau adalah pengkaderan generasi emas negara Dan salah satu penentu kemajuan agama Karna harga diri bangsa negara dan agama berada dalam wanita.


Click to View FlipBook Version