1
Kingdom Animalia (Dunia Hewan) Berbasis Teknik Mnemonik Untuk SMA/MA Kelas X SEMESTER 2 Pendidikan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang Shifa Fauziyah
HANDOUT DIGITAL BERBASIS TEKNIK MNEMONIK PADA MATERI ANIMALIA UNTUK SMA/MA KELAS X SEMESTER 2 Penulis : Shifa Fauziyah Pembimbing : 1. Nisa Rasyida, M.Pd 2. Saifullah Hidayat, M.Sc Pendidikan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang Tahun 2022 i Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Illahi Robbi, atas bimbingan dan petunjuk-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Handout Digital Berbasis Teknik Mnemonik. Pengembangan handout digital ini terdiri dari materi Animalia yang berisi materi pokok invertebrata dan vertebrata berbasis teknik mnemonik yang bertujuan untuk melatih retensi peserta didik kelas X SMA/MA. Diharapkan adanya handout digital ini, khususnya peserta didik kelas X SMA/MA dapat mengaplikasikan dengan tepat sehingga memudahkan peserta didik mengingat materi yang telah disampaikan oleh pendidik dan juga dapat tersimpan lebih lama di memori peserta didik. Penulis menyadari bahwa pengembangan potensi peserta didik bukan terletak pada handout digital, tetapi kuncinya terletak pada pendidik dan peserta didik itu sendiri. Meskipun handout digital ini adalah hasil penyempurnaan dari buku-buku (handout) yang telah diterbitkan, namun dengan kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritik konstruktif dari pembaca. Semoga handout digital ini memberikan manfaat khususnya bagi pendidik dan juga peserta didik. ii Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
DAFTAR ISI Halaman Judul ……………………………………………………………………i Kata Pengantar ………………………………………………………………….ii Daftar Isi ……………………………………………………………………….....iii Capaian Kompetensi………………………………………………………….iv Pengertian Teknik Mnemonik ………………………………..…………..1 Peta Konsep……………………………………………………………………….2 Materi Animalia - Invertebrata …………………………………………………………..……..3 - Vertebrata …………………………………………………….……………42 Ringkasan Materi………………………………………………….………….56 Kuis Interaktif ……………………………………………………..…………..57 Daftar Pustaka …………………………………………………………….…..58 Tentang Penulis ………………………………………………………………60 iii Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik CAPAIAN KOMPETENSI Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.9. Mengelompokkan hewan ke dalam filum berdasarkan lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh dan reproduksi. 3.9.1. Membedakan hewan invertebrata berdasarkan lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh dan reproduksi. 3.9.2. Membedakan hewan vertebrata berdasarkan rangka tubuh, ruang jantung, reproduksi, suhu tubuh dan penutup tubuh. 3.9.3. Mengidentifikasi ciriciri Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Mollusca, Annelida, Arthropoda, Echinodermata bagi kehidupan. iv
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik CAPAIAN KOMPETENSI Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.9. Mengelompokkan hewan ke dalam filum berdasarkan lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh dan reproduksi. 3.9.4. Menjelaskan lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh, dan reproduksi Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Mollusca, Annelida, Arthropoda, Echinodermata bagi kehidupan. 3.9.5. Mengidentifikasi ciriciri Pisces, Amphibi, Reptil, Aves dan Mamalia. 3.9.6. Menjelaskan rangka tubuh, ruang jantung, reproduksi, suhu tubuh dan penutup tubuh Pisces, Amphibi, Reptil, Aves dan Mamalia. v
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik CAPAIAN KOMPETENSI vi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.9. Mengelompokkan hewan ke dalam filum berdasarkan lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh dan reproduksi. 3.9.7. Mengidentifikasi ciriciri Pisces, Amphibi, Reptil, Aves dan Mamalia. 3.9.8. Menjelaskan rangka tubuh, ruang jantung, reproduksi, suhu tubuh, dan penutup tubuh Pisces, Amphibi, Reptil, Aves dan Mamalia
PENGERTIAN TEKNIK MNEMONIK Teknik mnemonik adalah suatu teknik untuk mempermudah mengingat materi yang telah disampaikan dengan membuat ungkapan atau menghubungkan kata, ide, dan khayalan. Teknik mnemonik yang digunakan oleh pendidik bertujuan untuk mempermudah peserta didik dalam mengambil kembali pengetahuan yang sudah lama sehingga dapat dipanggil kembali ketika diperlukan. Contohnya jika Anda diminta untuk menghafal sebuah daftar yang berisi nama-nama tokoh penting Shepard, Rumelhart, Anderson, Bower, Broadbent, Loftus, Estes, Posner, Luria, Atkinson, Yarbus, Erickson, Rayner, Vygotsky, Intons-Peterson, Piaget, Stenberg. Dapat dibentuk degan anagram dari huruf-huruf pertama menjadi : SCRABBLE PLAYER VIPS. Dengan menggunakan teknik mnemonik, peserta didik mudah mengingat materi yang telah disampaikan. Peserta didik dapat belajar dengan senang dan lebih cepat mengingat apa yang telah diajarkan oleh pendidik (Kumalasari, 2017). 1 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik 2
MATERI ANIMALIA Menurut Robert Harding Whittaker, dunia hewan (Kingdom Animalia) dibedakan menjadi dua berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, yaitu invertebrata dan vertebrata. 1. INVERTEBRATA Invertebrata (Latin, in = tidak, dan vertebrae = tulang belakang). Jadi invertebrata merupakan hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. Berdasarkan persamaan dan perbedaanya, hewan invertebrata dapat dikelompokkan ke dalam beberapa filum, diantaranya Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelmintes, Annelida, Mollusca, Artoproda, Echinodermata, dan sebagian kecil ditempatkan ke dalam filum Chordata yang dikenal dengan chordate invertebrate (Simon et al., 2015). 3 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
a. Filum Porifera Porifera berasal dari kata porus (lubang kecil) dan ferre (membawa). Jadi, Porifera adalah kelompok hewan yang mengandung lubang kecil atau hewan berpori-pori (Nurhadi & Yanti, 2016). Ciri filum Porifera : hewan metozoa yang paling sederhana, terdiri atas banyak sel (multiseluler), simetri radial, hidup di laut, tubuhnya melekat di dasar laut dan tidak dapat berpindah tempat (sesil). Porifera belum memiliki organ pencernaan, sistem saraf, dan sistem peredaran darah. 4 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Gambar Leucetta chagosensis Sumber : freepik.com
Terdapat mesoglea yang mempunyai macammacam sel, antara lain : 1) Ameboid, sel yang berfungsi mengedarkan zat-zat makanan. 2) Skleroblas, sel yang membentuk spikula 3) Porosit, sel yang berfungsi membuka menutup pori. 4) Arkeosit, sel ameboid embrional yang tumpul dan dapat membentuk sel-sel reproduktif. 5) Spikula, sel pembentuk tubuh. *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : 5 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Amee Senang main Prosotan karena Airnya Segar
Porifera memiliki saluran air untuk mensirkulasi air di dalam tubuhnya. Berdasarkan kompleksitasnya, sistem saluran air Porifera dibedakan menjadi tiga, yaitu : 1) Tipe ascon, merupakan tipe yang paling sederhana dan bentuknya seperti jambangan bunga. Contohnya: Leucosolenia sp. 2) Tipe sycon/sypa, merupakan tipe saluran air yang ostumnya dihubungkan dengan saluran air yang bercabang-cabang ke rongga-rongga sel koanosit. Misalnya : Sypa sp 3) Tipe leucon/rhagon, merupakan tipe saluran makan yang sangat kompleks. Tipe saluran lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubungan langsung dengan spongosol. Misalnya : Spongila sp (Lumowa, 2014). *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : 6 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Aska Suka Lelucon
Klasifikasi Filum Porifera Berdasarkan rangka pembentuk tubuh, Porifera dapat dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu : a. Calcarea, rangka yang tersusun dari kalsium karbonat (CaCO3). Contohnya, Leucosolenia, Sycon dan Scypha. b. Hexatinellida, rangka yang tersusun dari zat kersik (H2SiO3), dan spikula berduri enam. Contohnya, Euplectella, Pheronema dan Hyalonema. c. Demospongia, rangka yang tersusun dari serabut sponging, zat kersik atau campuran keduanya. Contohnya Euspongia, Spongilla, Cliona, dan Microciona. *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : Peran Porifera dalam Kehidupan Beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi dan alat gosok. 7 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Calca dan Hedi di Demo
a. Filum Coelenterata Coelenterata (Yunani, koilos = rongga dan enteron = usus). Jadi, coelenterata adalah invertebrata yang berongga (Nurhadi & Yanti, 2016). Ciri Filum Coelenterata : bersifat dipoblastik, tubuh tersusun atas dua lapisan yaitu ektoderm dan endoderm. Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks. Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsinya dikoordinasi oleh sistem saraf sederhana. Bentuk tubuh simetri radial. Coelenterata tidak memiliki anus sehingga sisa makanan dikeluarkan melalui mulut dengan cara dimuntahkan. 8 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Gambar Anemon Laut Sumber : freepik.com
Bentuk tubuh coelenterata ada dua, yaitu polip dan medusa. *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : Polip, menempel di dasar perairan. Sedangkan medusa, melayang didalam air (Lumowa, 2014). Klasifikasi Filum Coelenterata Klasifikasi filum Coelenterata berdasarkan bentuk yang dominan dalam siklus hidupnya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelas, yaitu : 9 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Struktur Tubuh Coelenterata Sumber : Yanuar, 2018 Polisi Merdeka
1) Hydrozoa Hydrozoa (Yunani, hydro = air, zoa = hewan). Kelas ini memiliki pergiliran bentuk hidup (polip dan medusa) di sepanjang hidupnya. Contohnya Hydra dan Obelia. 2) Scyphozoa Scyphozoa (Yunani, scypho = mangkuk, zoa = hewan) memiliki bentuk dominan berupa medusa dalam siklus hidupnya. Contohnya, Aurelia aurita 3) Anthozoa Anthozoa (Yunani, anthus = bunga, zoa = hewan). Anthozoa tidak memiliki bentuk medusa, hanya memiliki bentuk polip. Contohnya, Urticina (Anemon laut). *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : Peran Coelenterata dalam Kehidupan Peran Coelenterata yang menguntungkan yaitu sebagai objek wisata misalnya anemon laut dapat membentuk taman laut yang indah (Aryulina et al., 2007). 10 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Hisam Siswa yang Andil
Metagenesis Aurelia aurita Sumber : (Nurhadi & Yanti, 2016) Daur hidup Aurelia aurita : Medusa-Zigot-Planula-Skifistoma Strobila-Efira *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : 11 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Mama-Ziga-Pengen-Sekali-ke Sungai Eropa
c. Filum Platyhelminthes Platyhelminthes (Yunani, platy = pipih, dan helminth = cacing). Platyhelminthes merupakan kelompok hewan yang tubuhnya berbentuk pipih. (Nurhadi & Yanti, 2016). Ciri Filum Platyhelminthes : tubuh Platyhelminthes memiliki tiga lapisan sel tripoblastik (ektoderm, mesoderm, dan endoderm), memiliki struktur tubuh pipih, lunak, dan simetri bilateral, hewan yang tidak memiliki peredaran darah dan respirasi. Pernapasan dilakukan secara difusi oleh sel tubuhnya. Proses ini terjadi karena tubuhnya yang pipih. Alat pencernaannya tidak sempurna, hanya mempunyai mulut dan anus. Alat eksresi berupa sel api (Nurhadi & Yanti, 2016). 12 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Gambar Fasiola hepatica Sumber : freepik.com
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Klasifikasi Filum Platyhelminthes Pengelompokan filum Platyhelminthes dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu : 1) Turbellaria (cacing berambut getar) Turbellaria, merupakan kelompok cacing pipih yang memiliki bulu getar (silia) yang digunakan untuk bergerak. Contohnya, Planaria sp (Dugesia). 2) Trematoda (cacing isap) Trematoda, merupakan kelompok cacing pipih yang bersifat parasit. Disebut cacing isap karena memiliki alat isap. Contohnya, Fasiola hepatica (cacing hati). 3) Cestoda (cacing pita) Cestoda, merupakan kelompok cacing pipih yang berbentuk pita sehingga disebut cacing pita. Cestoda bersifat parasit karena menyerap sari makanan dari usus halus inangnya. Contohnya, Taenia solium dan Taenia saginata. *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : 13 Turis Terbentur oleh Cermin
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Daur hidup Fasiola hepatica Sumber : Lumowa, 2014 14 Daur hidup Fasiola hepatica : Telur Mirasidium-SporositRedia Cerkaria-MetaCerkaria *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : Tante Mira Suka Relasi yang Cepat dan Muka Ceria
Di dalam tubuh inang, cacing dewasa hidup dalam hati dan bertelur di usus, kemudian telur keluar bersama dengan feses. Di air atau tempat lembab telur menetas menjadi larva cilia (rambut getar) di seluruh permukaan tubuh larva (mirasidium). Larva mirasidium kemudian berenang mencari siput Lymnea. Didalam tubuh Lymnea, cilia mirasidium akan hilang dan mengalami metamorfosis menjadi sporocyst/sporosit. Selanjutnya larva sporosit melakukan reproduksi aseksual dengan cara paedogenesis menjadi beberapa redia, kemudian larva redia melakukan paedogenesis menjadi cerkaria. Larva cerkaria akan keluar dari tubuh Lymnea kemudian menjadi metacercaria. Metacercaria menempel pada rumput, kemudian metacerkaria membungkus diri dan menjadi kista yang dapat bertahan lama pada rumput. Apabila tumbuhan tersebut termakan oleh hewan ruminansia, kista masuk ke dinding usus lalu masuk ke dalam hati lalu ke saluran empedu dan menjadi dewasa dalam beberapa bulan sampai bertelur. 15 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
d. Filum Nemathelminthes (Nematoda) Nemathelminthes (Yunani, nematos = benang, helmithes = cacing). Jadi, Nemathelminthes adalah kelompok cacing benang (Nurhadi & Yanti, 2016). Ciri Filum Nemathelminthes : memiliki tubuh simetri bilateral, dinding tubuhnya terdapat tiga lapisan, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : Nemathelminthes memiliki sistem pencernaan yang lengkap terdiri dari mulut, faring, usus, dan anus. Tidak memiliki sistem peredaran darah dan sistem respirasi. Pernapasan berlangsung secara difusi melalui permukaan tubuh. 16 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Cacing tambang (Ancylostoma duodenale) Sumber : freepik.com Eko Meraih Emas
Klasifikasi Filum Nemathelminthes Nemathelminthes dibagi menjadi dua kelas, yaitu Nematoda dan Nematophora. Beberapa contoh spesies yang parasit pada manusia, diantaranya : 1) Cacing perut (Ascaris lumbricoides) Cacing ini bersifat parasit di dalam usus halus manusia sehingga dikenal sebutan cacing usus. Bentuk tubuhnya bulat panjang panjang dengan bagian ujung-ujung yang meruncing. Infeksi cacing ini dapat menyebabkan penyakit Ascariasis atau cacingan. Infeksi terjadi jika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar telur ascaris. (Aryulina et al., 2007). 2) Cacing tambang (Ancylostomata duodenale) Cacing ini bersifat parasit dengan menyerap darah dan cairan usus halus manusia. Memiliki ujung anterior kait kitin, berfungsi untuk menempel pada usus inangnya. Ujung posterior cacing terdapat bursa kopulasi, digunakan untuk menangkap dan memegang cacing betina saat kawin. 17 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
3) Cacing kremi (Oxyuris vermicularis) Cacing kremi hidup sebagai parasit didalam usus besar manusia hingga sampai ke anus. Apabila di garuk dengan kuku, telur akan melekat di kuku. 4) Cacing filaria (Wucheria bancrofti) Cacing ini bersifat parasit pada pembuluh limfa atau getah bening. Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah (elefantiasis), yaitu pembengkakan tubuh. Cacing filaria masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk culex yang mengandung larva mikrofilaria (Pratiwi et al., 2012). 18 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Sumber : Lumowa, 2014 Cacing dewasa di intestinum tenue (usus halus) manusia → telur → keluar bersama tinja → telur infektif termakan manusia (infeksi) → di usus halus telur menetas → larva → cacing dewasa (Nurhadi & Yanti, 2016) Siklus hidup Ascaris lumbricoides 19 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Infeksi terjadi ketika telur infektif (telur berisi larva) yang belum menetas tertelan bersama air dan makanan yang tercemar. Telur akan menetas di duodenum, menembus mukosa dan submukosa, kemudian memasuki sirkulasi paru dan menembus kapiler menuju daerah-daerah yang mengandung udara. Pada paru, cacing tumbuh hingga mencapai panjang 1,4-1,8 mm dalam 10 hari. Selanjutnya cacing akan naik ke faring dan tertelan. Cacing yang tahan terhadap asam lambung akan masuk ke usus halus dan matang disana. Dalam 60-65 hari setelah tertelan, cacing akan menjadi dewasa dan mulai bertelur. Cacing dewasa memiliki panjang 20-40 cm dan hidup dalam usus halus manusia hingga bertahun-tahun (Ariwati, 2017). 20 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
e. Filum Annelida Kata Annelida (Yunani, annulus = gelang atau segmen dan aidos = bentuk). Jadi Annelida adalah cacing yang tubuhnya bersegmen-segmen menyerupai cincin atau gelang sehingga disebut juga cacing gelang. Ciri Filum Annelida : hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati. Bentuk tubuhnya simetri bilateral dan bersegmen. Setiap segmen bersifat metameri, (setiap segmen tubuh memiliki alat ekskresi, alat reproduksi, otot, pembuluh darah, dan sebagainya). Pada permukaan tubuh terdapat seta yang berfungsi sebagai alat gerak (Pratiwi et al., 2012). 21 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Gambar Lintah (Hirudo medicinalis) Sumber : freepik.com
Klasifikasi Filum Annelida Filum Annelida dapat dikelompokkan atas tiga kelas, yaitu : 1. Kelas Polychaeta Polychaeta (Yunani, poly = banyak, chaetae = rambut). Jadi Polychaeta adalah kelompok cacing yang mempunyai banyak rambut. Di setiap segmen terdapat seta dan sepasang parapodia (kaki berdaging) yang berfungsi sebagai alat gerak. Contoh cacing palolo (Eunice viridis) dan cacing wawo (Lysidice oele) *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : 2. Kelas Olygochaeta Olygochaeta (Yunani, oligo = sedikit, chaetae = rambut). Jadi Olygochaeta adalah kelompok cacing yang mempunyai sedikit rambut. Habitat cacing ini di daratan atau air tawar. Tubuhnya bersegmen namun tidak memiliki parapodia. Contoh cacing tanah Amerika (Lumbricus terrestris) dan cacing tanah Asia (Pheretima). 22 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik CaPa dan CaWa
3. Kelas Hirudinea Hirudinea (hirudo = lintah). Bentuk tubuhnya pipih, tidak memiliki seta (rambut) dan parapodia. Di kedua ujung tubuhnya terdapat alat isap. Alat isap di bagian posterior lebih besar daripada bagian anterior. Hirudinea hidup sebagai ektoparasit temporer, yaitu hidup menempel sementara pada manusia atau mamalia lainnya untuk mengisap darah. Contohnya lintah (Hirudo medicinalis) (Lumowa, 2014). *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : 23 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik PoPa = Polychaeta ada Parapodia OtaPa = Olygochaeta tanpa Parapodia HitaPa = Hirudinea tanpa Parapodia Polychaeta, Olygochaeta, dan Hirudinea (Polisi Oleng telah Hilang)
f. Filum Mollusca Filum Mollusca (Latin, mollus = lunak, tidak beruasruas dan tubuhnya ditutupi oleh cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat. Jadi, Mollusca adalah kelompok hewan bertubuh lunak (Nurhadi & Yanti, 2016). Ciri Filum Mollusca : hewan tripoblastik selomata, tubuhnya simetri bilateral, tubuhnya yang lunak dilindungi oleh cangkang keras yang terbuat dari zat kalsium bikarbonat (CaCO3 ). Memiliki sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, sistem saraf, sistem reproduksi, dan sistem otot yang dibungkus oleh mantel yang terbuat dari jaringan khusus (Pratiwi et al., 2012). 24 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Gambar Achatina fulica Sumber : freepik.com
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Klasifikasi Filum Mollusca Berdasarkan simetri tubuh, bentuk kaki, cangkang, mantel, insang, dan sistem sarafnya, Mollusca dibagi menjadi lima kelas, yaitu : 1) Kelas Amphineura/ Polyplacophora Bentuk tubuh Amphineura bulat telur, pipih, dan simetri bilateral. Memiliki cangkang yang terdiri atas delapan kepingan kapur. Habitat Amphineura hidup di laut, melekat pada bebatuan. Contohnya, Chiton sp. 2) Kelas Gastropoda Gastropoda (Yunani, gastros = perut, dan podos = kaki). Jadi Gastropoda adalah kelompok hewan yang menggunakan perutnya sebagai kaki. Tubuh dilindungi oleh cangkang berbentuk kerucut. Habitat Gastropoda hidup di laut, air tawar, atau daratan yang lembab. Contohnya, siput air tawar (Helix pomata) dan bekicot (Achatina fulica). 3) Kelas Pelecypoda/Bivalvia Pelecypoda tidak memiliki kepala dan juga tidak 25
tidak memiliki kepala dan juga tidak memiliki rahang (radula). Contohnya kerang hijau (Mytilus viridis), tiram (Ostrea sp), remis (Buccinus sp). Pelecypoda memiliki tiga cangkang yang terdiri dari tiga lapisan, yaitu : *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : 1) Periostrakum, lapisan terluar yang tersusun zat kitin atau tanduk. Berfungsi sebagai lapisan pelindung. 2) Prismatik, lapisan tengah yang terdiri atas kristalkristal CaCO3 3) Nakreas, lapisan mutiara atau lapisan paling dalam yang tersusun dari kristal CaCO3 halus. 4) Kelas Scaphopoda Scaphopoda umumnya memiliki cangkang berbentuk kerucut atau tanduk (terompet). Kedua ujung cangkang terdapat lubang. Kaki terdapat pada mulut. Tubuhnya diselubungi mantel yang berfungsi untuk membantu bernapas. Contohnya Dentalium entale. 26 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Perintah Presiden untuk Nabung
5) Kelas Cephalopoda Cephalopoda (cephalo = kepala, polos = kaki). Jadi Cephalopoda merupakan kelompok Mollusca yang memliki kaki di kepala. Tubuh Cephalopoda berbentuk gelendong. Memiliki tentakel sebagai alat isap untuk menangkap mangsa. Memiliki sistem pencernaan yang cukup kompleks, memiliki sistem peredaran darah ganda dan tertutup dan mempunyai sistem saraf yang terdiri dari tujuh ganglion, yaitu serebral, pedal, visceral, suprabukalis, intrabukalis, stelata, dan optis. *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : Contohnya, cumi-cumi (Loligo indica) dan gurita (Octopus sp) (Rusyana, 2011). 27 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Siska Punya Villa Sangat Indah, Sekaligus Otentik
Peran Mollusca dalam Kehidupan Peran menguntungkan : sebagai sumber bahan makanan atau sumber protein hewani, contohnya kerang. Sebagai perhiasan, contohnya tiram mutiara. Peran merugikan : merusak berbagai tumbuhan terutama tanaman budidaya. Contohnya bekicot (Aryulina et al., 2007). *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : Amphineura, Gastropoda, Pelecypoda, Scaphopoda dan Cephalopoda 28 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Adik Gala Punya Sepeda yang Canggih
g. Filum Arthropoda Arthropoda (Latin, arthra = ruas, segmen dan podos = kaki). Jadi Arthropoda merupakan kelompok invertebrata yang memiliki kaki beruas-ruas. Ciri Filum Arthropoda : tubuhnya simetri bilateral (terdiri atas kepala/kaput, dada/toraks, dan abdomen/perut), dan mempunyai kerangka luar, berfungsi sebagai pelindung dan memberi bentuk pada tubuh. Arthropoda melakukan pergantian kulit (eksdisis/molting). Memiliki sistem pencernaan sempurna, peredaran darah terbuka. Bernapas menggunakan trakea, insang, paru-paru buku, atau melalui seluruh permukaan tubuhnya (Rusyana, 2011). 29 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Gambar Drosophila melanogaster Sumber : freepik.com
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Klasifikasi Filum Arthropoda Berdasarkan persamaan dan perbedaan struktur tubuhnya, Arthropoda dibagi menjadi lima kelas, yaitu : 1) Kelas Crustacea Crustacea (Latin, crusta = kulit). Memiliki ciri khusus berupa sefalotoraks, yaitu susunan kepala, dada dan perut (abdomen) bergabung menjadi satu. Bernapas menggunakan insang dan ada juga yang menggunakan permukaan tubuhnya. Sistem ekskresi menggunakan sepasang badan green gland (kelenjar hijau) terletak pada bagian ventral dari sefalotoraks di depan esofagus. Contohnya, plankton (Cylops) dan udang sotong (Palaemon sp) 2) Kelas Insecta Insecta (Latin, insect = serangga). Insecta memiliki ciri khusus yaitu mempunyai kaki enam yaitu hexapoda (hexa = enam, podos = kaki). Insecta hidup diberbagai habitat diantaranya air tawar, laut, dan darat. Contohnya lebah madu (Apis indica), lalat buah (Drosophila melanogaster), nyamuk (Aedes sp), kupu-kupu ulat, belalang sembah 30
(Mantis religiosa) dan kecoak (Blattodea sp). Insecta mengalami metamorfosis. Ada dua macam metamorfosis, yaitu metamorfosis tidak sempurna dan metamorfosis sempurna. Contoh metamorfosis tidak sempurna diantaranya kecoak (Blattodea sp). Sedangkan contoh metamorfosis sempurna diantaranya nyamuk (Aedes sp). 31 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Metamorfosis Tidak Sempurna Kecoak Sumber : freepik.com Metamorfosis tidak sempurna kecoak bermula dari telur. Lalu berubah menjadi nimfa atau kecoak muda. Setelah kecoak muda berkembang, ia akan menjadi kecoak dewasa yang memiliki tubuh yang sama dengan kecoak muda.
32 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Metamorfosis Sempurna Nyamuk Sumber : freepik.com Telur menjadi awal terjadinya metamorfosis sempurna pada nyamuk. Setelah telur menetas akan berubah menjadi seekor larva. Larva ini akan beradaptasi untuk mencari makan agar bisa melanjutkan hidupnya ke fase pupa. Setelah fase larva sudah selelsai, tahap selanjutnya adalah fase pupa. Fase terakhir dari metamorphosis pada nyamuk adalah nyamuk menjadi dewasa.
3) Kelas Arachnida Arachnida (Yunani, arachno = laba-laba). Tubuh terdiri atas sefalotoraks dan abdomen, memiliki empat pasang kaki, delapan mata namun tidak memiliki antena. Memiliki dua pasang mulut, yaitu kelisera (untuk melumpuhkan mangsa) dan pedipalpus (untuk menangkap dan memegang mangsa). Contohnya kalajengking (Thelyponus sp). 4) Kelas Chilopoda Chilopoda dikenal dengan sebutan kaki seratus atau sentipeda. Sebutan lain hewan ini adalah kelabang. Tubuh berbentuk pipih, memanjang, serta bersegmen. Setiap segmen terdapat sepasang kaki, kecuali pada segmen di belakang kepala. Pasangan pertama kaki termodifikasi menjadi pedes maksilaris berfungsi untuk membunuh mangsa. Alat ekskresinya berupa saluran Malpighi. Contohnya kelabang (Scolopendra heros). 33 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik 5) Kelas Diplopoda Diplopoda dikenal dengan sebutan kaki seribu atau milipeda. Sebutan lain hewan ini adalah keluwing. Tubuh Diplopoda bulat panjang dan beberapa segmen menyatu. Tiap segmen tubuh terdapat dua pasang kaki. Habitat di tempat lembab dan gelap. Gerakan Diplopoda sangat lambat dengan kaki yang bergerak seperti gelombang. Apabila diganggu, hewan ini akan menggulung tubuhnya dan pura-pura mati. Contohnya, kaki seribu (Lulus sp). Peran Arthropoda dalam Kehidupan Peran menguntungkan : sebagai bahan makanan contohnya kepiting dan udang. Membantu penyerbukan tanaman, contohnya kupu-kupu dan tawon. Menghasilkan madu, contohnya lebah madu. *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : Crustacea, Insecta, Arachnida, Diplopoda, dan Chilopoda 34 Cika punya Ide yang Absolut, Dan Cemerlang
h. Filum Echinodermata Echinodermata (Yunani, echinos = duri; dermal = kulit). Jadi Echinodermata adalah kelompok hewan yang memiliki kulit berduri (Nurhadi & Yanti, 2016). Ciri Filum Echinodermata : hewan tripoblastik selomata, bentuk tubuh Echinodermata seperti bintang, bulat, pipih, bulat memanjang, dan seperti tumbuhan. Tubuh simetris radial, sedangkan larvanya berbentuk simetris bilateral. Memiliki sistem pencernaan sederhana, ada juga yang tidak memiliki anus. Tidak memiliki sistem ekskresi dan sistem sirkulasi belum berkembang dengan baik (Aryulina et al., 2007). 35 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Gambar Leptasterias hexactis Sumber : Stimpson, 1862
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Klasifikasi Filum Echinodermata Berdasarkan bentuk tubuhnya Echinodermata, dapat dikelompokkan menjadi lima kelas yaitu : 1) Kelas Asteroidea (Bintang laut) Bentuk tubuh Asteroidea menyerupai bintang dengan lima lengan. Permukaan tubuh bagian bawah dianggap oral karena terdapat mulut. Sedangkan bagian permukaan atas dianggap aboral karena terdapat anus. Asteroidea mempunyai duri berukuran pendek dan tumpul. Contohnya bintang laut merah (Asterias sp). 2) Kelas Echinoidea (Landak laut) Bentuk tubuh Echinoidea bundar, tidak berlengan dan memiliki duri yang dapat digerakkan. Contohnya landak laut, bulu babi bentuk jantung (Echinos cardium). 3) Kelas Ophiuroidea (Bintang ular) Bentuk tubuh Ophiuroidea bola cakram kecil dengan lima lengan atau kelipatannya. Tiap lengan memiliki ruas yang sama besar. Pada bagian lateral terdapat duri sedangkan bagian dorsal dan ventral tidak memiliki duri. 36
Habitat Ophiuroidea hidup di laut yang dangkal hingga laut yang dalam. Contohnya bintang ular (Ophiothrix sp). 4) Kelas Crinodea (Lilia laut) Bentuk tubuh Crinodea seperti bunga lilia. Habitat hidup di laut yang dalam. Tubuhnya tersusun dari lempeng kapur dan berbentuk cangkir. Crinodea tidak memiliki duri. Memiliki lengan panjang kelipatan lima menyerupai daun yang disebut pinula. Contohnya lilia laut dengan lima lengan atau kelipatannya (Ptilocrinus pinnatus). 5) Kelas Holothuroidea (Lilia laut) Bentuk tubuh Holothuroidea lunak, memanjang dengan garis oral ke aboral sebagai sumbu. Kulit tubuh Holothuroidea terdapat kutikula sebagai pelindung epidermis tidak bersilia. Holothuroidea dapat hidup di laut yang dangkal. Contohnya teripang hitam (Holothuria atra) (Rusyana, 2011). 37 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Crinodea, dan Holothuroidea Peran Echinodermata dalam Kehidupan Echinodermata pemakan detritus (sisa organisme mati). Dimanfaatkan sebagai bahan makanan (kerupuk teripang) dan sebagai hiasan (kerangka bintang laut). Termasuk hewan pemakan sampah di laut sehingga laut menjadi bersih. 38 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Asti, Echi, dan Ophi Cuka Holiday
i. Filum Chordata Chordata (Yunani, chorde = senar atau tali. Anggota kelompok Chordata memiliki notokord (korda dorsalis) memanjang sebagai kerangka tubuh. Ciri Filum Chordata : bentuk tubuh simetri bilateral, memiliki susunan saraf pusat yang berbentuk pembuluh. Filum Chordata memiliki sistem organ yang sangat kompleks. Namun, ada juga yang belum mempunyai jantung, yaitu Amphioxus (Aryulina et al., 2007). Klasifikasi Filum Chordata Filum Chordata terdiri dari tiga subfilum diantaranya, Urochordata (Tunicata), Cephalochordata, Vertebrata 39 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Gambar Branchiostoma sp Sumber : https://www.gramedia.com/literasi/chordata/
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik 1) Subfilum Urochordata (Tunicata) Urochordata digolongkan menjadi chordata yang tidak bertengkorak (acrania). Hidup di dasar laut dan memiliki tunik (selubung) yang membuat bentuk tubuh pendek tebal dan gemuk. Contohnya Molgula sp. 2) Subfilum Cephalochordata Cephalochordata digolongkan menjadi chordata yang tidak bertengkorak (acrania). Bentuk tubuh umumnya berukuran kecil, hidup terkubur di bawah pasir perairan dangkal. Memiliki alat peraba pada mulutnya yang disebut sirus. Pada ujung anterior terdapat bintik mata dan pembau. Contohnya Branchiostoma sp. 3) Subfilum Vertebrata Vertebrata digolongkan menjadi chordata tingkat tinggi, yaitu hewan bertengkorak dan mempunyai otak (craniata) (Lumowa, 2014). *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : Urochordata (Tunicata), Cephalochordata, Vertebrata 40 Unsa Cerdas daripada Vera
41 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik 3) Subfilum Vertebrata Vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata. Vertebrata (Latin, vertebrae = tulang belakang). Jadi Vertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang (Simon et al., 2015). Ciri Subfilum Vertebrata : tubuh simetri bilateral. Bagian organ dalam dilindungi oleh rangka dalam (endoskeleton), bagian otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak (cranium). Vertebrata sudah memiliki alat tubuh lengkap, antara lain sistem pencernaan yang memanjang dari mulut hingga anus; sistem sirkulasi tertutup; alat ekskresi berupa ginjal; alat pernapasan berupa paruparu/insang; sepasang alat reproduksi; sistem endokrin sebagai penghasil hormon; sistem saraf yang terdiri atas sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan susunan saraf tepi (serabut saraf). Semua anggota vertebrata mempunyai rahang dua pasang, kecuali kelas Aghnata.
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Klasifikasi Subfilum Vertebrata Vertebrata terbagi menjadi beberapa kelas, yaitu kelas Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia. *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : 1) Kelas Pisces Ciri Kelas Pisces : hidup di air. Tubuh berbentuk ramping terbagi atas kepala, badan dan ekor. Tubuh ditutupi oleh sisik dan berlendir. Sepanjang sisi tubuh terdapat gurat sisi yang berfungsi untuk mengetahui arus dan tekanan dalam air. Respirasi menggunakan insang, memiliki sirip namun tidak memiliki alat gerak, jantung memiliki dua ruangan, 42 Gambar Ameiurus melas Sumber : Susanto, 2017 Pisang Ambon Raja Akan Matang