Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik reproduksi secara ovipar (bertelur). Pisces termasuk hewan poikiloterm, artinya suhu tubuh tidak tetap terpengaruh suhu di sekelilingnya (Anggarwal, 2013). *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : Klasifikasi Kelas Pisces Pisces dibagi menjadi beberapa subkelas, diantaranya Aghnata, Chondrichthyes dan Osteichthyes (ikan bertulang sejati). *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : a) Aghnata (ikan tanpa rahang) Aghnata mempunyai ciri berbadan panjang, ramping dan tidak mempunyai rahang. Kulit tidak bersisik, rangka dari tulang rawan, dan jantung beruang dua. Habitat di laut, bernapas dengan insang dan parasit pada ikan besar dengan memakan daging hospesnya sehingga tinggal kulit dan tulangnya. Contoh belut laut (Lamprey sp) dan ikan hantu (Myxine sp). 43 Agnes minta Cincin pada Oma Ovi suka telur (Ovipar bereproduksi dengan bertelur)
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik b) Chondrichthyes (ikan bertulang rawan) Chondrichthyes memiliki endoskeleton berupa tulang rawan. Pada kedua sisi faring terdapat lima hingga tujuh celah insang dan tidak memiliki tutup insang (operculum). Chondrichthyes sebagian besar hidup di laut. Contohnya ikan hiu (Squalus sp) dan ikan pari macan (Taeniura lymma). c) Osteichthyes (ikan bertulang sejati) Osteichthyes memiliki endoskeleton berupa tulang sejati atau tulang keras. Osteichthyes memiliki mulut berahang, bergigi, dan berlidah. Kulit berlendir, bersisik. Jantung beruang dua. Osteichthyes memiliki gelembung renang (vesika natatoria). Habitat Osteichthyes hidup di laut dan air tawar termasuk kolam, sungai, danau dan rawa. Contohnya ikan lele (Ameiurus melas) dan belut (Angguilla sp) (Susanto, 2017). Peran Pisces dalam Kehidupan Sebagai sumber protein hewan dan vitamin A, ikan sebagai bahan praktikum/penelitian, sebagai usaha tempat rekreasi dengan tempat pemancingan (Susanto, 2017). 44
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik 2) Kelas Amphibia (Amfibi) Amfibi (Yunani, amphibi = dua dan bios = kehidupan). Maksudnya, kelompok hewan ini dapat hidup di dua alam yaitu di darat dan di air (Pratiwi et al., 2012). Ciri Kelas Amfibi : tubuh tidak bersisik, kulit lembab dan berlendir, kepala dan tubuh dapat dibedakan (sebagian memiliki leher dan ekor, sebagian yang lain tidak memiliki leher dan ekor), alat gerak berupa tetrapoda (empat alat gerak), jenis pentadiktil (berjari lima). Respirasi oleh paruparu, kulit atau lapisan buccal. Amfibi memiliki jantung tiga ruangan dengan dua serambi dan satu bilik. Fertilisasi eksternal. Amfibi bersifat poikiloterm (berdarah dingin). 45 Gambar Katak (Rana sp) Sumber : freepik.com
Klasifikasi Kelas Amfibi Amfibi terbagi menjadi tiga ordo, yaitu : a) Ordo Urodela/Caudata Tubuhnya berbentuk silinder memanjang serta memiliki kaki depan yang sama ukurannya dengan kaki belakang. Saat larva bernapas dengan insang, sedangkan hewan dewasa bernapas menggunakan paru-paru. Beberapa jenis hanya hidup di air, sedangkan lainnya hidup di darat. Contohnya salamander raksasa (Megalobatrachus japonicus). b) Apoda/Gymnophyona Apoda disebut juga hewan sesilian (tak berkaki). Bentuk tubuhnya seperti cacing, berekor pendek. Memiliki kulit lunak dan menghasilkan cairan, sisik terpendam dalam kulit. Mempunyai tentakel diantara mata dan hidung, namun mata tidak berkelopak. Habitat dapat hidup di dalam lubang atau di tempat gelap yang basah. Contohnya salamander cacing (Ichthyophis glutinosus). c) Anura Anura merupakan amfibi yang tidak berekor. Tubuh Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik 46
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik terbagi atas kepala, badan, dan tidak memiliki leher. Anura memiliki kaki depan pendek, sedangkan kaki belakang besar yang kuat yang berfungsi untuk melompat. Anura mempunyai selaput renang diantara jari-jari. Larva yang disebut berudu hidup di air, benapas dengan insang dan kulit. Berudu mengalami metamorfosis menjadi dewasa. Saat dewasa, Anura bernapas menggunakan paru-paru dan kulit yang selalu basah dan berlendir. Hewan jantan memiliki kantung udara di tenggorokan yang dapat mengeluarkan suara untuk menarik betina saat musim kawin. Fertilisasi dilakukan secara eksternal. Contohnya katak (Rana sp) dan kodok (Bufo sp). *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : Urodela/Caudata, Apoda/Gymnophyona, dan Anura Peran Amfibi dalam Kehidupan Sebagai makanan untuk memperoleh asupan protein (katak hijau). Sebagai tes kehamilan, contoh Bufo sp (Aryulina et al., 2007). 47 Udin Anak yang Aneh
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik 3) Kelas Reptilia Reptilia (Latin, reptare = merayap) merupakan hewan terrestrial sejati pertama yang hidup di daerah panas. Reptil merupakan vertebrata pertama yang mampu menyesuaikan diri untuk dapat hidup di daratan (terrestrial). Ciri Kelas Reptilia : memiliki kulit bersisik tidak berlendir yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Tubuh terbagi menjadi kepala, leher, dan badan. Reptilia termasuk poikiloterm. Respirasi hanya dengan bantuan paru-paru. Jantung memiliki empat ruangan yang belum sempurna, memiliki dua serambi dan bilik yang terbagi secara tidak sempurna. Fertilisasi dilakukan secara internal. Beberapa reptil akan ditemukan memotong bagian ekor saat sedang merasa terancam untuk menipu musuh (autotomi) dan dapat tumbuh kembali (regenerasi). 48 Gambar Kura-kura (Aldabra tortoise) Sumber : freepik.com
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Klasifikasi Kelas Reptilia Kelas Reptilia dibagi menjadi empat ordo antara lain : a) Lacertilia Umumnya Lacertilia hewan pemakan serangga. Beberapa jenis hewan ini terbiasa hidup di pepohonan dan juga memiliki kemampuan mimikri (warna kulitnya berubah sesuai lingkungan). Lacertilia bereproduksi secara ovovivipar. Contohnya, kadal (Lacerta agilis), komodo (Varanus komodoensis) dan bunglon (Chameleon chameleochameleo). b) Ophidia Ophidia tidak mempunyai kaki, lidah bercabang dua. Hanya memiliki satu paru-paru, yaitu paru-paru kiri. Ophidia termasuk hewan karnivor. Lidah ular berbentuk pembuluh yang terbungkus oleh selaput dan terletak di bagian rahang bawah. Memiliki kelenjar mukoid yang sekretnya berfungsi agar rongga mulut tetap basah dan dapat dengan mudah menelan mangsanya. Hal tersebut menyebabkan Ophidia dapat menelan mangsa yang lebih besar dibandingkan ukuran kepalanya. 49
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Ophidia juga termasuk hewan ovipar. Contohnya ular sanca (Phyton reticulatus). c) Chelonia Chelonia memiliki cangkang yang berat. Hewan ini kehilangan gigi, tetapi digantikan oleh paruh yang tajam. Chelonia memiliki tubuh pendek dan lebar yang dilindungi karapas dan plastron. Kebanyakan Chelonia menghabiskan waktu di dalam air. Contohnya kura-kura raksasa (Aldabrachelys gigantea) dan penyu (Chelonia mydas). 50
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik d) Crocodilia Tubuh Crocodilia dilengkapi oleh rahang yang kuat dan ekor berotot yang berguna sebagai senjata dan dayung. Memiliki kulit tebal terbuat dari zat tanduk dan lidah pipih tidak dapat dijulurkan. Crocodilia dapat mengeluarkan suara baik jantan maupun betina untuk menarik perhatian mangsanya. Contohnya buaya (Crocodylus porosus). *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : Lacertilia, Ophidia, Chelonia, dan Crocodilia Peran Reptilia dalam Kehidupan Peran menguntungkan : Sebagai bahan pangan, misalnya daging kura-kura dan telur penyu. Sedangkan peran merugikan : ular memangsa hewan ternak dan juga dapat memangsa manusia (Aryulina et al., 2007). 51 (Luna minum Obat Cacing bersama Crisna)
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik 4) Kelas Aves Aves (Latin, avis = burung), sedangkan ornis dari bahasa Yunani dipakai dalam ornitologi yang berarti ilmu yang mempelajari tentang burung-burung. Ciri Kelas Aves : tubuh Aves terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor. Badan dilindungi oleh kulit berbulu. Bulu yang membentuk sayap berperan untuk terbang. Terdapat dua pasang alat gerak. Alat gerak bagian depan mengalami modifikasi menjadi sayap (pada burung yang dapat terbang). Sedangkan alat gerak bagian belakang berkembang dengan baik untuk bertengger atau berjalan. 52 Gambar Burung Kenari (Serinus canaria) Sumber : freepik.com
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Rahang mengalami modifikasi membentuk paruh yang kuat. Alat pernapasan utama adalah paru-paru, sedangkan alat pernapasan tambahannya berupa kantong udara (ketika terbang). Aves memiliki jantung empat ruangan sempurna, memiliki sistem peredararan darah ganda. Aves termasuk hewan homoiterm (Pratiwi et al., 2012). Klasifikasi Kelas Aves Pengklasifikasian didasarkan atas tipe paruh dan kaki. Akan tetapi, ada yang mengklasifikasikan burung berdasarkan habitat dan tingkah lakunya. Misalnya, kelompok burung pemburu (memiliki paruh menukik dan cakar yang tajam); burung pantai (memiliki paruh yang ramping dan tajam serta tungkai yang panjang); burung pelatuk (memiliki paruh seperti pahat dengan tipe kaki menggenggam); burung air (memiliki jari bersirip & paruh lebar); penguin (burung yang memodifikasi sayap seperti dayung); dan burung pengicau (memiliki tipe kaki untuk bertengger). 53
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Peran Aves dalam Kehidupan Sebagai bahan industri, contohnya shuttle cock untuk bulu tangkis terbuat dari bulu pluma, sedangkan selimut, bantal, Kasur dibuat dari bulu plumula (misal bulu ayam, itik dan angsa). Daging dan telurnya sebagai sumber protein hewani. Pada bidang sains, dijadikan sebagai bahan praktikum para siswa dan mahasiswa (Aryulina et al., 2007). 54
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik 5) Kelas Mamalia Mamalia (Latin, mammae = susu atau payudara). Disebut mamalia karena memiliki kelenjar mammae (kelenjar yang menghasilkan susu). Mamalia merupakan satu-satunya hewan yang menyusui anaknya. Ciri Kelas Mamalia : Kulit tertutup oleh endoskeleton rambut. Rambut dilengkapi oleh kelenjar keringat yang membantu dalam pengaturan tubuh. Rongga tubuh terbagi menjadi dua bagian, yang tidak sama oleh partisi berotot disebut diafragma. Respirasi menggunakan paru-paru. Jantung terdiri atas empat ruangan sempurna. Mamalia melakukan fertilisasi secara internal. Berkembang biak dengan cara melahirkan yang disebut vivipar (Aryulina et al., 2007). 55 Gambar Monyet (Macaca fascicularis) Sumber : freepik.com
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik Mamalia terbagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu sebagai berikut : a) Mamalia yang bertelur (ovipar) Monotremata menunjukkan ciri-ciri seperti reptil dan mamalia. Menghasilkan telur bercangkang keras (ovipar) yang dierami. Setelah menetas, induk akan menyusui anaknya. Contohnya trenggiling berduri dan platypus berparuh bebek. b) Mamalia marsupialia Marsupialis (Latin, marsupium = kantong) bersifat vivipar. Ketika dilahirkan, anaknya hanya berukuran 3 cm. Lalu anak dirawat dalam sebuah kantong khusus disebut marsupium yang terdapat pada abdomen sang induk. Dalam kantong, anak akan disusui oleh induk. Contohnya kanguru (macropus) dan koala. *untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai berikut : 56 Vivipar suka Anak-anak (Vivipar berkembang biak secara beranak )
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik c) Mamalia plasenta (mamalia sejati) Disebut mamalia plasenta karena memiliki plasenta sejati. Pembentukan mamalia berplasenta bergantung pada plasenta, yaitu organ yang melangsungkan pertukaran darah antara induk dengan janin. Melalui plasenta tersebut induk akan mengalirkan nutrisi yang dibutuhkan anaknya dan menerima lmbah yang dihasilkan janin untuk dibuang bersama ekskresi induk. Contohnya kelelawar, tupai, kucing, unta, badak, paus, gajah, monyet dan manusia. Peran Mamalia dalam Kehidupan Sumber protein hewani, misalnya daging sapi, kelinci dan kambing. Untuk transportasi, misalnya kuda, unta dan kerbau. Membantu polisi dalam penyidikan kasus kriminalitas, misalnya anjing pelacak. Di bidang sains digunakan sebagai bahan praktikum dan penelitian bagi pelajar, misalnya kelinci dan tikus. 57
RINGKASAN MATERI Kingdom Animalia dibedakan menjadi dua berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, yaitu invertebrata dan vertebrata. Invertebrata (Latin, in = tidak, dan vertebrae = tulang belakang). Jadi invertebrata merupakan hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. Hewan invertebrata dapat dikelompokkan ke dalam beberapa filum, diantaranya Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelmintes, Annelida, Mollusca, Artoproda, Echinodermata, dan sebagian kecil ditempatkan ke dalam filum Chordata. Vertebrata (Latin, vertebrae = tulang belakang). Jadi Vertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang. Vertebrata terbagi menjadi beberapa kelas, yaitu kelas Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia. 58
KUIS INTERAKTIF https://forms.gle/twoPYN8orYVJTBiUA https://forms.gle/o9PmuyPrLZZkdcUq7 THANK FOR YOUR PARTICIPATION 59 Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
DAFTAR PUSTAKA Ariwati, 2017. Infeksi Ascaris lumbricoides. Denpasar : Universitas Undayana Anggarwal, Resti Septianing. 2013. Panduan Belajar Biologi. Surabaya : Yudhistira Aryulina, Diah, Choirul Muslim, Syalfinaf Manaf & Endang Widi Winarni. 2007. Biologi 1 SMA dan MA untuk Kelas X. Surabaya : Erlangga Hickman, Cleveland, Susan L. Keen, Allan Larson & David J. Eisenhour. 2007. Animal Diversity Fourth Edition. Amerika Serikat : Washington Univercity Kumalasari, Wita. 2017 Pengembangan Media Buku Saku Digital Berbasis Teknik Mnemonik Verbal dalam Meningkatkan Penguasaan Konsep Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Lampung : Diss. UIN Raden Intan Lumowa, Sonja. 2014. Zoologi Invertebrata. Yogyakarta : Asmara books Nurhadi & Yanti. 2016. Buku Ajar Taksonomi Invertebrata. Yogyakarta : Deepublish 60
DAFTAR PUSTAKA Pratiwi, Sri Maryati, Srikini, Suharno & Bambang S. 2012. Biologi 1 untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : PT Gelora Aksara Pratama Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktik). Bandung : Alfabeta Simon, Eric, Jean L. Dickey, Kelly A. Hogan & Jane B. Reece. 2015. Campbell Intisari Biologi Edisi ke-6. Surabaya : Erlangga Susanto, Nugroho. 2017. Ichtyologi Biologi Ikan. Yogyakarta : Innosain 61
Tentang Penulis Shifa Fauziyah adalah nama penanya. Gadis yang lahir di Kudus, 27 Maret 1999 yang kini berusia 23 tahun. Anak pertama dari 2 bersaudara. Penulis mengawali pendidikan di MI NU Miftahul Falah di desa Pasuruhan Kidul, dilanjutkan di MTs NU Banat Kudus, kemudian penulis melanjutkan di MA NU Banat Kudus. Setelah itu melanjutkan pendidikan Strata Satu (S1) di Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang. Fakultas Sains dan Teknologi jurusan Pendidikan Biologi. Bahan ajar yang dikembangkan berupa handout digital berisikan materi Animalia berbasis teknik mnemonik untuk melatih retensi (daya ingat) siswa agar dapat belajar dengan maksimal dan tidak monoton. Semoga handout digital ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin 62