E-Modul Berbasis Masalah Terintegrasi Video
Pembelajaran untuk SMA/MA Kelas XII
SCAN VIA GOOGLE LENS
https://anyflip.com/afewx/bccj/
OLEH:
NAMA: ADE ARIYANI
NIM: 8226142007
KELAS: PASCASARJANA PENDIDIKAN KIMIA
E-Modul Berbasis Masalah Terintegrasi Video
Pembelajaran untuk SMA/MA Kelas XII
1 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
https://anyflip.com/afewx/bccj/
Profil Penulis
Saya Ade Ariyani, NIM
8226142007 Mahasiswa Program
Pascasarjana Jurusan Pendidikan
Kimia Kelas B Tahun 2022 di
Universitas Negeri Medan.
Modul ini dikembangkan
untuk memenuhi Tugas Matakuliah
Analisis Materi Ajar Kimia oleh
Dosen Pengampu yaitu Bapak
Dr. Asep Wahyu Nugraha, M.Si. &
Bapak Dr. Bajoka Nainggolan, M.S.
Ucapan Terima Kasih Saya ucapkan atas bimbingan dan
arahannya kepada Bapak-apak Dosen hingga terselesaikannya
Modul Saya yang membahas tentang “Alkohol dan Eter”.
1 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Kata Pengantar
Modul Alkohol dan Eter untuk SMA Kelas XII ini digunakan sebagai
panduan kegiatan belajar siswa. Modul ini dapat digunakan untuk siswa
semester VI Sekolah Menengah Atas. Penyusunan modul ini dirancang untuk
memenuhi kompetensi inti 1-4 yaitu pada aspek spiritual, afektif, kognitif, dan
psikomotorik. Pembahasan dalam modul ini terdiri atas:
1. Pada sampul depan terdiri atas rincian sub materi, indikator dan kata kunci
untuk memberikan gagasan pokok yang akan disajikan.
2. Dilengkapi dengan peta konsep.
3. Pembahasan konsep disajikan dengan bahasa yang sederhana, dilengkapi
dengan ilustrasi gambar atau diagram. Dalam bagian ini penulis akan
mengaitkan materi dengan nilai spiritual dalam kolom sains spiritual untuk
terpenuhinya KI-1.
4. Contoh soal dan soal latihan diberikan untuk mengukur KI-3 dan KI-4.
5. Kegiatan praktikum yang dilaksanakan dilaboratorium untuk melihat sikap
siswa yaitu kedisiplinan, jujur, serta kerjasama wujud KI-2.
6. Disajikan satu kolom yang berisi cakrawala kimia untuk membuka wawasan
siswa mengenai topik yang dibahas.
7. Pada bagian akhir diberikan glosarium untuk mencari kata penting.
8. Pada bagian akhir disajikan rangkuman untuk membantu siswa dalam
melihat seluruh materi pokok.
9. Dilengkapi dengan soal latihan dalam bentuk pilihan ganda dan esai untuk
mengukur kemampuan siswa tentang materi yang disajikan.
10. Dilengkapi dengan kata-kata mutiara yang sekiranya dapat mengacu
semangat siswa, dan mengambil pelajaran dalam setiap hal.
Medan, Desember 2022
Ade Ariyani
2 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Special Features
Berisi tentang kompetensi dasar.
Merupakan indikator yang akan
dipelajari pada setiap bab.
Kata-kata penting yang ada pada
setiap bab.
CharacterCornerKomunikatif
Melalui tabel 1.2 yang Anda amati
di atas, diskusikanlah penamaan
senyawa alkohol C-3 Sampai
dengan C-20 bersama teman dan
guru.
Berisi tentang pengembangan
perilaku dan karakter siswa
yang diharapkan muncul
dalam kehidupan sosialnya ,
berkaitan dengan materi yang
sedang dipelajari (KI.2)
Memperkenalkan ahli kimia populer
yang berjasa terhadap
perkembangan ilmu kimia.
3 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Menyajikan peta konsep yang
merangkum dan menghubungkan
point-point penting dalam bab.
Menyajikan informasi mengenai
pengetahuan kimia populer.
Merupakan soal dan pembahasan
soal-soal SBMPTN yang berkaitan
dengan materi.
Menyajikan contoh soal latihan
untuk siswa disetiap materi.
4 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Memberi siswa soal-soal latihan
sebagai evaluasi dari materi yang
ada pada setiap sub bab.
Merupakan penghayatan dan
pepengalaman agama yang terintegrasi ke
dalam dari materi yang sedang dipejari
(KI.1)
Memberikan informasi yang dapat
menambah pengetahuan siswa
Berisi soal yang dapat membantu
siswa mengasah pemahamannya
Sumber bacaan yang dapat
memperkaya pengetahuan siswa.
5 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Berisi rangkuman materi pada
setiap bab.
Berisi praktikum yang akan
dilakukan siswa
6 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Glosarium yang berisikan kata-kata
penting yang terdapat pada setiap bab.
Berisikan kata-kata motivasi yang
memacu semangat siswa.
Berisi soal-soal latihan seluruh materi dalam satu
bab.
7 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Petunjuk Penggunaan
Modul
Agar proses belajar kalian lebih efektif dan bisa mendapatkan hasil belajar
yang maksimal maka berikut diberikan petunjuk penggunaan modul. Hal
yang perlu kalian lakukan adalah:
1. Modul ini terdiri atas dua Bab yaitu Bab 1 adalah Alkohol dan Bab
2 adalah Eter.
2. Untuk memudahkan pencapaian kompetensi, maka kamu harus
memahami terlebih dahulu kompetensi yang ingin dicapai dalam
modul ini.
3. Setiap mempelajari satu Bab, kamu harus mulai menguasai uraian
materi, melaksanakan tugas-tugas, lalu diakhiri dengan mengerjakan
tes evaluasi.
4. Dalam mengerjakan tes evaluasi, kamu disarankan untuk tidak
melihat Kunci Jawaban terlebih dahulu, sebelum menyelesaikan tes.
5. Laksanakan tes evaluasi untuk mengetahui keterampilan kognitif
kamu, sampai kamu benar-benar menguasai konsep sesuai standar.
6. Kriteria ketuntasan
94 ≤ KKM ≤ 100 = Sangat Baik
90 ≤ KKM ≤ 94 = Baik
85 ≤ KKM ≤ 90 = Cukup
< 85 = Kurang
7. Kamu baru disarankan untuk pindah dari Bab awal ke Bab
berikutnya jika tingkat ketuntasan kamu dalam tes evaluasi telah
mencapai 85 atau lebih. Jika tingkat ketuntasan masih dibawah 85,
maka Anda disarankan untuk mengulang kembali pemahaman
terhadap Bab awal tersebut.
8 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Analisis Silabus
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.9 Menganalisis struktur, Melalui kegiatan literasi pada modul ini,
diharapkan peserta didik mampu:
tatanama, sifat, 3.9.1 Membedakan struktur molekul alkohol
sintesis, dan kegunaan dan eter.
3.9.2 Menganalisis tatanama IUPAC dan
senyawa karbon.
Trivial pada alkohol dan Eter.
4.9 Menyajikan rancangan 3.9.3 Membedakan sifat fisika dan sifat kimia
percobaan sintesis dari senyawa alkohol dan Eter.
senyawa karbon, 3.9.4 Menganalisis reaksi yang terjadi pada
identifikasi gugus senyawa alkohol dan eter.
fungsi dan/atau 3.9.5 Menganalisis isomer pada senyawa
penafsiran data alkohol dan eter.
spektrum inframerah 3.9.5 Menjelaskan mekanisme sintesis senyawa
(IR). alkohol dan eter.
3.9.7 Menjelaskan kegunaan senyawa alkohol
dan eter dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan kegiatan praktikum pada
modul ini, diharapkan peserta didik mampu:
4.9.1 Membedakan senyawa alkohol primer,
sekunder, tersier dan fenol dengan
menggunakan tes Lucas dan Ferri
Klorida.
9 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Daftar Isi
Profil Penulis 1
Kata Pengantar 2
Special Features 3
Petunjuk Penggunaan Modul 8
Analisis Silabus 9
Daftar Isi 10
Daftar Gambar 12
Daftar Tabel 13
BAB 1 ALKOHOL 14
16
A. Struktur Senyawa Alkohol 18
B. Tata Nama Senyawa Alkohol 24
C. Sifat Fisika dan Kimia Senyawa Alkohol 26
D. Reaksi-Reaksi pada Senyawa Alkohol 30
E. Isomer pada Senyawa Alkohol 32
F. Sintesis Senyawa Alkohol 33
G. Kegunaan Senyawa Alkohol 35
H. LKPD Percobaan Uji Lucas dan Uji Ferri Klorida 41
Rangkuman 43
Evaluasi Kompetensi Bab 44
BAB 2 ETER 47
A. Struktur Senyawa Eter 48
B. Tata Nama Senyawa Eter 53
C. Sifat Fisika dan Kimia Senyawa Eter
10 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
D. Reaksi-Reaksi pada Senyawa Eter 56
E. Isomer pada Senyawa Eter 58
F. Sintesis Senyawa Eter 59
G. Kegunaan Senyawa Eter 60
Rangkuman 62
Evaluasi Kompetensi Bab 63
SISTEM PERIODIK UNSUR 64
GLOSARIUM 65
INDEX 66
DAFTAR PUSTAKA 67
Biografi Penulis 68
11 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Daftar Gambar
Gambar 1.1 Peta Konsep Alkohol 13
Gambar 1.2 Beberapa Sumber Alami Alkohol 33
Gambar 2.1 Peta Konsep Senyawa Eter 45
Gambar 2.2 William Thomas Green Mortan 24
Gambar 1.5 Werner Heisenberg 46
12 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Daftar Tabel
Tabel 1.1 Perbandingan Rumus Struktur Alkohol dan Eter 16
Tabel 1.2 Penamaan Alkana dan Alkohol 17
Tabel 1.3 Sifat Fisika Alkohol 23
Tabel 1.4 Beberapa Sifat Fisika Alkohol 24
Tabel 1.5 Sifat Kimia Alkohol 24
Tabel 1.6 Alat Percobaan 35
Tabel 1.7 Bahan Percobaan 35
Tabel 1.8 Percobaan Reagen Lucas 37
Tabel 1.9 Percobaan Reagen Ferri Klorida 37
Tabel 2.1 Penamaan Alkana dan Eter 47
Tabel 2.2 Sifat Fisika Eter 52
Tabel 2.3 Beberapa Sifat Fisika Eter 53
Tabel 2.4 Sifat Kimia Eter 53
13 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
BAB 1 ALKOHOL
STRUKTUR ALKOHOL Kompetensi Dasar
3. 9 Menganalisis struktur, tatanama,
sifat, sintesis, dan kegunaan
senyawa karbon.
4.9 Menyajikan rancangan percobaan
sintesis senyawa karbon,
identifikasi gugus fungsi dan/atau
penafsiran data spektrum
inframerah (IR).
Dalam kehidupan sehari-hari Indikator:
sebenarnya kalian pernah 1. Membedakan struktur molekul
alkohol.
menggunakan senyawa-senyawa
2. Menganalisis tatanama IUPAC dan
alkohol, makanan tape sedikit Trivial pada alkohol.
mengandung senyawa alkohol. 3. Menganalisis sifat fisika dan sifat kimia
dari senyawa alkohol.
Sempatkah kalian berpikir tentang
4. Menganalisis reaksi yang terjadi pada
struktur senyawa-senyawa tersebut? senyawa alkohol.
Bagaimana sifat-sifat senyawa 5. Menganalisis isomer pada senyawa
alkohol.
tersebut? Bagaimana senyawa
6. Menganalisis mekanisme sintesis
tersebut dibuat? Jawaban terhadap senyawa alkohol.
pertanyaan tersebut akan 7. Menjelaskan kegunaan senyawa
alkohol dalam kehidupan sehari-hari.
ditemukan dalam beberapa
8. Membedakan senyawa alkohol
aktivitas pembelajaran yang akan primer, sekunder, tersier dan fenol
dengan menggunakan tes Lucas dan
dilakukan. Untuk menjawab Ferri Klorida.
pertanyaan yang telah diungkapkan Kata Kunci:
tersebut terlebih dahulu kalian akan Alkohol primer, alkohol sekunder, alkohol
tersier, alkanol, penamaan IUPAC, penamaan
menggali struktur dan tatanama trivial, sifat fisika,sifat kimia, reaksi, isomer
rangka, isomer posisi, isomer gugus fungsi,
dari senyawa alkohol. Kegunaan kegunaan, tes lucas, tes ferri klorida.
senyawa alkohol dalam kehidupan
kalian serta cara mensintesis
senyawa tersebut.
14 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Peta Konsep
Gambar 1.1 Peta Konsep Alkohol
(Sumber: https://www.scribd.com/doc/221134002/Peta-Konsep-Eter-Dan-Alkohol)
15 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
1. ALKOHOL ATAU ALKANOL
1
Struktur Molekul Alkohol
Anda tentu pernah Akhir Tahun 2019
menggunakan
handsanitizer,
bukan?
Pandemi Covid menjangkiti
Ya, tepat sekali handsanitizer China tepatnya di Kota
merupakan produk kimia dengan bahan Wuhan dan pada awal Maret
baku utama pembuatannya adalah 2020 Indonesia juga
alkohol yang sangat sering kita gunakan mengalami hal yang sama.
sehari-hari apalagi saat kasus pandemi Sosial Distancing dan
covid-19 meningkat di berbagai kota. menjaga kebersihan diri
WHO menjelaskan salah satu adalah salah satu pencegahan
cara pencegahan penyebaran virus virus ini. Handsanitizer
dengan baku alkohol, produk
Corona adalah dengan membersihkan ini paling sering dicari untuk
tangan secara teratur memakai cairan menjaga kebersihan tangan
antiseptik pembersih tangan agar mengurangi dampak
(handsanitizer) yang mengandung virus covid-19 ini.
alkohol atau mencuci tangan dengan Sekarang pandemi
sabun dan air mengalir. telah bermutasi menjadi
endemi. Sungguh kita harus
W B SITE sangat bersyukur kepada sang
pencipta karena telah
bertahan dan mampu
melewati pandemi ini.
16 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Alkohol dan eter merupakan isomer fungsional. Keduanya memiliki
rumus molekul yang sama tetapi rumus struktur fungsional yang
berbeda. Berikut perbedaan rumus struktur alkohol dan Eter.
Tabel 1.1 Perbandingan Rumus Struktur Alkohol dan Eter
Golongan Variabel ALKOHOL ETER
(ALKANOL) (ALKOKSI ALKANA)
Rumus molekul
Rumus Struktur CnH2n+2O CnH2n+2O
Gugus Fungsional R – OR
Contoh dan nama R - OH
- OR
senyawa - OH CH3 – O – CH3
Dimetil eter (metoksi
CH3 – OH
Methanol metana)
Keterangan: R adalah gugus alkil (Sumber: Wiyati, 2020).
Alkohol adalah kelompok senyawa yang mengandung satu atau
lebih gugus fungsi hidroksil (-OH) pada suatu senyawa alkana. Alkohol
dapat dikenali dengan rumus umumnya R-OH. Alkohol merupakan
salah satu zat yang penting dalam kimia organik karena dapat diubah
dari dan ke banyak tipe senyawa lainnya. Reaksi dengan alkohol akan
menghasilkan 2 macam senyawa. Reaksi bisa menghasilkan senyawa
yang mengandung ikatan R-O atau dapat juga menghasilkan senyawa
mengandung ikatan O-H. Salah satu senyawa alkohol, etanol (etil
alkohol, atau alkohol sehari-hari), adalah salah satu senyawa yang
dapat ditemukan pada minuman beralkohol. Rumus kimianya
CH3CH2OH (Roni dan Legiso, 2021).
Perhatikan senyawa golongan alkohol berikut!
Jumlah atom C pada ketiga senyawa tersebut masing-masing adalah!
17 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Tata Nama Senyawa Alkohol
Amatilah tabel berikut!
Tabel 1.2 Penamaan Alkana dan Alkohol
(Sumber: Rahayu,2009)
Character’s Ada dua macam cara untuk
KomunikatifCorner memberi nama senyawa
monoalkohol, yaitu
Melalui tabel 1.2 yang Anda tatanama berdasarkan
amati di atas, diskusikanlah IUPAC (International Union
penamaan senyawa alkohol for Pure and Applied
C-3 Sampai dengan C-20 Chemistry) dan nama trivial
bersama teman dan guru. atau nama lazim (nama
perdagangan).
1) Tata Nama IUPAC
Penamaan secara sistem IUPAC, yaitu dengan mengganti
akhiran -a pada alkana dengan akhiran -ol (alkana menjadi
alkanol).
18 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Ingat! Contoh :
CH3–CH2–OH Etanol
Penamaan CH3–CH2–CH2–OH Propanol
alkohol yang
sederhana yaitu Bagaimana cara memberi nama senyawa alkanol jika
mempunyai cabang gugus alkil? Perhatikan aturan penamaan
dengan alkanol berikut ini!
mangubah suku Aturan Penamaan Senyawa Alkohol Rantai Lurus
kata terakhir 1. Periksalah jenis gugus fungsinya. Jika memiliki gugus –
yaitu -a dari OH, berarti senyawa tersebut merupakan senyawa
suatu alkana alkohol.
menjadi -oI.
Misalnya, etana 2. Hitung jumlah atom C-nya.
menjadi etanol. 3. Jika jumlahnya tidak lebih dari dua, tuliskan awalan
berdasarkan jumlah atom C-nya dan diakhiri dengan
akhiran -ol.
4. Jika jumlahnya lebih dari dua, beri nomor pada rantai
karbon sedemikian rupa sehingga gugus –OH menempel
pada atom C yang paling kecil. Kemudian, tuliskan
nomor, diikuti nama awalan berdasarkan jumlah atom
C-nya, dan diakhiri dengan akhiran -ol.
Aturan Penamaan Senyawa Alkohol Rantai Bercabang
1. Tentukanlah rantai induk (rantai terpanjang yang
memiliki gugus –OH) dan rantai cabangnya.
2. Beri nomor pada rantai induk sedemikian rupa sehingga
gugus –OH menempel pada atom C yang paling kecil.
3. Rantai induk diberi nama sesuai aturan penamaan
senyawa alkohol rantai lurus.
4. Rantai cabang diberi nama sesuai jumlah atom C dan
struktur gugus alkil.
19 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Rumus Struktur
Keterangan:
Gugus -OH berada di C nomor 1
maka tidak perlu disebutkan.
Rumus Struktur Keterangan:
Nama: 2-metil-3-heksanol Gugus fungsi -OH berada di atom
C nomor 3, perlu disebutkan
dalam penamaan.
2) Tata Nama Trivial
Penamaan secara trivial, yaitu dimulai dengan menyebut
nama gugus alkil yang terikat pada gugus –OH kemudian
diikuti kata alkohol.
Aturan Penamaan Trivial Senyawa Alkohol
1. Tentukanlah rantai induk (rantai terpanjang yang
memiliki gugus – OH) dan rantai cabangnya.
2. Beri nomor pada rantai induk sedemikian rupa
sehingga gugus –OH menempel pada atom C yang
paling kecil.
3. Tuliskan nama alkil rantai induk diikuti kata alkohol
Contoh:
CH3 – CH2– OH nama: etil alkohol
CH3 – CH2– CH2 – OH nama: propil alkohol
20 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Senyawa alkohol ini memiliki rantai alkil bercabang dengan nama
isopropil sehingga nama trivialnya adalah isopropil alkohol.
Senyawa alkohol ini memiliki rantai alkil bercabang dengan nama
isobutil sehingga nama trivialnya adalah isobutil alkohol.
Senyawa alkohol ini memiliki rantai alkil bercabang dengan nama sek-
butil sehingga nama trivialnya adalah sek-butil alkohol.
Senyawa alkohol dapat juga dikelompokkan menjadi alkohol
primer, alkohol sekunder, dan alkohol tersier.
?Apakah perbedaan ketiga jenis alkohol tersebut
Alkohol primer, alkohol sekunder, dan alkohol tersier
dibedakan berdasarkan jumlah atom C yang terikat pada atom C yang
mengikat gugus –OH. Alkohol primer mengikat 1 atom C, alkohol
sekunder mengikat 2 atom C, sedangkan alkohol tersier mengikat 3
atom C. Perhatikanlah penjelasan berikut.
3) Alkohol Primer, Sekunder dan Tersier
Monoalkohol terdiri dari 3 alkohol Primer, Sekunder dan
Tersier. Pembagian ini berdasarkan posisi gugus -OH pada
atom C.
a) Alkohol primer adalah alkohol dengan gugus –OH terikat
pada atom C primer.
Contoh :
CH3–CH2–CH2–CH2–OH : butanol
CH3–CH2–CH2–OH : propanol
21 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
b) Alkohol sekunder adalah alkohol
dengangugus –OH terikat pada atom C sekunder.
2—butanol
Contoh yang diberikan mempunyai keisomeran
optis aktif, karena mengandung atom C asimetris,
yaitu atom C yang keempat ikatannya mengikat
gugus yang berbeda
Keterangan:
C* : atom C asimetris
a) Alkohol tersier adalah alkohol dengan gugus –OH terikat
pada atom C tersier.
2- metil-2-propanol
4) Polialkohol
Polialkohol adalah golongan alkohol yang mempunyai gugus -
OH lebih dari satu. Alkohol yang mempunyai dua atau lebih
gugus hidroksil disebut poliol. Penamaan poliol dilakukan
dengan menyebutkan posisi gugus-gugus hidroksi melalui
nomor, dan dilengkapi dengan akhiran –diol, -triol, -tetraol.
Gambar 1.2 Beberapa Senyawa Polialkohol
(Sumber: http://repository.ut.ac.id/4577/1/PEKI4203-M1.pdf)
22 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Nama: 2,3-butanadiol
Terdapat gugus -OH pada atom C nomor 2 dan 3, dan nama
alkohol di berikan keterangan “di” ol, yangberarti 2 gugus -OH.
Untuk menambah pemahaman Anda tentang penamaan senyawa
alkohol, Ayo tonton video berikut!
(Sumber: https://youtu.be/6F_pJpHj8bA)
Berilah penamaan secara IUPAC dan trivial dari senyawa alkohol
di bawah ini!
23 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Sifat Senyawa Alkohol
1) Sifat Fisika
Sifat fisik alkohol diberikan dalam tabel berikut:
Tabel 1.3 Sifat fisik alkohol
Variabel sifat fisik Alkohol
Wujud – Pada suhu kamar, alkohol bersuku
rendah akan berwujud cair,
– sedangkan yang bersuku tinggi
berwujud padat.
Titik didih dan titik Alkohol dengan suku makin tinggi akan
leleh mempunyai titikdidih dan titik leleh yang
Kelarutan makin tinggi.
Daya hantarlistrik – Alkohol larut dalam air, tetapi
kelarutannya berkurang jika suku makin
tinggi.
– Khusus untuk metanol, etanol, dan
propanol larut dalam air pada semua
perbandingan.
Tidak mengantar listrik (Non Elektrolit)
(Sumber: Wiyati, 2020).
Alkohol berantai pendek (C1 sampai dengan C3) larut dalam air,
makin panjang rantai gugus alkil makin rendah kelarutannya dalam air,
sebaliknya makin tinggi kelarutannya dalam pelarut nonpolar. Kelarutan
alkohol juga makin meningkat dengan makin banyaknya gugus hidroksil.
Titik didih alkohol makin meningkat dengan makin panjangnya rantai
karbon, dan makin banyaknya gugus hidroksil. Dibandingkan dengan
hidrokarbon atau alkilhalida yang mempunyai berat molekul setara,
alkohol selalu mempunyai titik didih lebih tinggi. Hal ini karena pada
alkohol dapat terjadi ikatan hidrogen.
W B SITE
24 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Tabel 1.4 Beberapa Sifat fisik Senyawa alkohol
(Sumber: Rahayu, 2009).
Alkohol berbobot molekul rendah larut dalam air, sedangkan alkil-
halida-padanannya tidak larut. Kelarutan dalam air-ini langsung disebabkan
oleh ikatan-hidrogen antara alcohol dan air. Bagian hidrokarbon suatu alcohol
bersifat-hidrofob- (hydrophobic) yakni menolak molekul-molekul air. Makin
panjang-bagian hidrokarbon ini akan makin rendah kelarutan alcohol dalam
air. Bila rantai-hidrokarbon ini cukup panjang, sifat hidrofob ini dapat
mengalahkan sifat hidrofil-(menyukai-air) gugus hidroksil. Alkohol berkarbon
tiga, 1, dan 2-propanol,-bercampur (miscible) dengan air, Sedangkan 8,3-gram-
1-butanol larut dalam 100-gram air. Percabangan meningkatkan kelarutan
dalam air, Meskipun 1-butanol-hanya sedikit larut, -t-butil-alkohol (CH3)3-
COH, dapat bercampur dengan air. Ini-disebabkan oleh lebih kompak dan
kurang hidrofobnya gugus-t-butil,-dibandingkan dengan-gugus-n-butil.
2) Sifat Kimia
Sifat kimia alkohol diberikan dalam tabel berikut:
Tabel 1.5 Sifat kimia alkohol
Variabel sifat Alkohol
kimia
Ikatan -Antar molekul alkohol terdapat ikatan hidrogen.
hidrogen
Kepolaran −Alkohol bersifat polar karena memiliki gugus
OH.
−Kepolaran alkohol akan makin kecil jika sukunya
makin tinggi.
Kereaktifan – Alkohol dapat bereaksi dengan logam K dan Na.
– Alkohol primer dan sekunder dapat dioksidasi
dengan mengunakan oksidator, tetapi alkohol
tersier tidak.
(Sumber: Wiyati, 2020).
25 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Chemistry
Info
Reaksi-Reaksi pada Senyawa Alkohol
Sifat kimia alkohol juga diberikan dalam bentuk reaksi-reaksi.
Berikut reaksi-reaksi identifikasi alkohol dan eter.
a) Reaksi Dehidrasi
Dari molekul alkohol dapat dilepaskan molekul air
(dehidrasi). Reaksi ini dapat membentuk alkena atau eter
bergantung pada kondisi reaksi dengan asam sulfat atau
Al2O3 sebagai zat pendehidrasi.
Jika reaksi dipanaskan pada temperatur 140 oC, akan
terbentuk eter.
26 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
b) Pembentukan Ester (Esterifikasi)
Alkohol dengan asam karboksilat dapat membentuk ester,
reaksi ini dinamakan esterifikasi. Reaksi umumnya:
c) Reaksi Membedakan Alkohol Primer, Sekunder, dan Tersier
Oksidator terdiri atas:
a. Oksidator lemah, yaitu tembaga pijar (CuO).
b. Oksidator kuat, yaitu ion Cr2O72- dan MnO4- pada
suasana asam (H+ ).
Alkohol primer dapat dioksidasi mula-mula akan menjadi
aldehid. Aldehida yang dihasilkan siap menjadi asam
karboksilat. Jadi, oksidasi alkohol primer dengan zat
oksidator kuat akan menghasilkan asam karboksilat.
Alkohol sekunder tidak teroksidasi oleh oksidator lemah.
Alkohol sekunder dapat dioksidasi menjadi keton saja.
Alkohol tersier tidak dapat mengalami oksidasi.
Sedangkan alkohol tersier tidak teroksidasi sama sekali.
d) Reaksi dengan logam alkali
Reaksi alkohol dengan logam alkali akan menghasilkan alkali
alkoksida dengan gas H2, sedangkan eter tidak dapat
bereaksi dengan logam alkali.
27 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Character’s e) Reaksi dengan Fosfor Trihalogen (PX3)
Corner Reaksi alkohol dengan forfor trihalogen akan menghasilkan
haloalkana dengan asam fosfit, sedangkan eter tidak dapat
Rasa Ingin Tahu bereaksi dengan PX3.
Carilah berbagai
sumber di luar
buku pelajaran
tentang reaksi-
reaksi pada
senyawa
alkohol f) Reaksi dengan Fosfor Pentahalogan (PX5)
Reaksi alkohol dengan forfor pentahalogen akan
menghasilkan haloalkana dengan asam halida, sedangkan
eter bereaksi dengan PX5 menghasilkan dua jenis haloalkana.
g) Reaksi dengan Asam Halida (HX)
Reaksi alkohol dengan asam halida (HF/HCl, HBr/HI) akan
menghasilkan haloalkana dengan air, sedangkan eter hanya
bereaksi dengan HI.
W B SITE
28 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Untuk menambah pemahaman Anda tentang reaksi-reaksi pada
alkohol, Ayo tonton video berikut!
(Sumber: https://youtu.be/mNG-Acdz5kw)
1. Oksidasi 3-metil, 1-pentanol akan menghasilkan 3-metil,
2-pentanon.
SEBAB
3-metil, 2-pentanon termasuk alkohol tersier.
2. Reaksi pembentukan CH3-CH2OH dari CH3-COH
tergolong sebagai reaksi ….
A. adisi D. kondensasi
B. substitusi E. hidrogenasi
C. oksidasi
29 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Isomer-Isomer pada Senyawa Alkohol
Tentu telah mempelajari isomer rangka pada alkana, alkena, dan
alkuna serta isomer geometri pada alkena. Alkohol selain memiliki
isomer rangka juga memiliki isomer posisi dan isomer fungsi. Isomer
pada senyawa alkohol adalah sebagai berikut:
a) Isomer Rantai
Pada isomer rantai, dua buah rumus bangun memiliki rumus
molekul yang sama namun rantai utama berbeda (alkanol)
atau gugus alkil berbeda (alkoksi alkana).
Contoh isomer rantai: Berikut ini isomer rantai C7H16O,
1. 1-heptanol (rantai utama C7)
2. 5-metil-1-heksanol (rantai utama C6)
3. 3,4-dimetil-1-pentanol (rantai utama C5)
b) Isomer Posisi
Pada isomer posisi, dua buah rumus bangun memiliki rumus
molekul yang sama namun nomor gugus fungsi berbeda
(alkanol) atau posisi gugus fungsi berbeda (alkoksi alkana).
Contoh isomer posisi:
Misalnya 3-pentanol dengan rumus molekul C5H12O,
memiliki keisomeran posisi dengan,
1. 1-pentanol
2. 3-metil-2-butanol
30 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
3. 2,2-dimetil-1-propanol
c) Isomer Fungsi
Isomer gugus fungsi, yaitu kelompok senyawa yang rumus
kimianya sama, tetapi gugus fungsinya berbeda. Kelompok
senyawa yang berisomer gugus fungsi adalah alkohol dan
eter. Jika suatu senyawa alkohol dan eter memiliki jumlah
atom karbon yang sama maka dipastikan senyawa-senyawa
tersebut merupakan isomer.
Contoh isomer fungsi:
Senyawa dengan rumus molekul C5H12O
1. 1-pentanol
2. 1-metoksibutana
d) Isomer Optis Aktif
Pada isomer optis, dua buah rumus bangun memiliki nama
yang sama, namun menghasilkan cahaya terpolarisasi
berbeda.
Contoh isomer optis:
2-Butanol
3-metil-3-heksanol Character’s
Corner
Komunikatif
Diskusikan dengan teman
terkait isomer pada senyawa
heptanol dan presentasikan
di depan kelas.
31 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Sintesis Senyawa Alkohol
Ada beberapa reaksi yang dapat dipakai untuk membuat/mensintesis
alkohol. Ayo kita akan lihat satu per satu.
a. Reaksi adisi Grignard
Reagen grignard dibuat dengan cara mencampurkan logam magnesium
dengan alkil halida (atau haloalkana). Atom magnesium akan
menempati posisi di antara gugus alkil dan atom halogen (X) dengan
rumus umum:
Pada contoh di bawah ini, digunakan bromin sebagai reagen grignard
karena bromin merupakan atom halogen yang biasa dipakai dalam
pembuatan reagen grignard. Mekanisme dari reagen Grignard yang
bereaksi dengan sebuah karbonil yang akan menghasilkan suatu alkohol.
b. Pembuatan Metanol (CH3OH)
Metanol dibuat dengan cara hidrogenasi gas CO pada suhu 4000C dan
tekanan 200 atm dengan katalisator Cr2O3 atau ZnO.
CO + 2H2 → 3CH3OH
c. Pembuatan Etanol (C2H5OH)
Dalam bidang industri, etanol dibuat dengan fermentasi tetes tebu yaitu
cairan gula yang tidak mengkristal/menghablur menjadi gula.
d. Pembuatan Glikol (CH2OH - CH2OH)
Glikol dibuat dengan cara mengoksidasi etana dengan oksigen kemudian
dilanjutkan hidrolisis. Reaksi dilakukan pada suhu 2500C dengan
katalisator serbuk perak.
32 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
e. Pembuatan Gliserol
Gliserol diperoleh dari hasil samping pada pembuatan sabun.
(Sumber: Manurung, 2022).
Kegunaan Senyawa Alkohol
Metanol merupakan alkohol yang paling sederhana, memiliki titik
didih 64,7 °C. Metanol dikenal sebagai wood alkohol. Metanol
digunakan untuk pembuatan metanal (formaldehid) dan bisa digunakan
sebagai bahan bakar (pembakar spirtus, lampu penerang). Metanol
bersifat racun, pada dosis yang rendah dapat menyebabkan kebutaan
dan pada dosis yang tinggi dapat menyebabkan kematian.
Etanol digunakan bahan bakar, pelarut, cairan pensteril, dan pada
campuram minuman, seperti bir dan anggur. Etanol juga dicampur
dengan bensin (gasoline) menghasilkan campuran yang dinamakan
“gasohol” yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Etanol digunakan
juga sebagai pelarut pada minyak wangi dan sebagai zat antiseptik.
Etilen glikol merupakan komponen penting untuk pendingin dan
zat antibeku pada kendaraan. Etilen glikol digunakan juga pada
pembuatan polimer.
Gliserol dapat diperoleh dari lemak, digunakan sebagai pelumas,
kosmetik, dan bahan makanan. Ketika direaksikan dengan asam nitrat
dapat menghasilkan nitrogliserin yang dapat digunakan sebagai bahan
peledak (Rahayu, 2009).
33 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Senyawa-senyawa yang termasuk keluarga alkohol sering
diperoleh dari berbagai sumber alami, seperti 2-feniletanol dan geraniol
yang diperoleh dari mawar, kolesterol dari lemak hewani, sukrosa (gula
pasir) yang diperoleh dari tebu, atau β-fenetilalkohol yang bersumber
dari bunga lili.
Gambar 1.2 Beberapa sumber alami alkohol
(Sumber: http://repository.ut.ac.id/4577/1/PEKI4203-M1.pdf).
Maha suci sang pencipta yang W B SITE
telah menciptakan unsur-unsur
alkohol pada tanaman dan
makanan yang ada
dikehidupan kita sehari-hari
yang sangat banyak
manfaatnya.
34 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
LKPD Percobaan Tes Lucas dan Ferri
Klorida pada Alkohol
A. TUJUAN PERCOBAAN
1. Menganalisis sifat fisik alkohol
2. Membedakan senyawa alkohol primer, sekunder, tersier dengan
menggunakan tes Lucas dan Ferri Klorida.
B. PERTANYAAN PRAPRAKTEK
1. Jelaskan perbedaan karakteristik antara alkohol primer, sekunder dan
tersier!
2. Jelaskan prinsip analisa tes Lucas dan Ferri Klorida!
C. DASAR TEORI
Tes Lucas digunakan untuk mengkategorikan berbagai jenis alkohol
berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk membentuk larutan keruh atau
pengendapan menggunakan Lucas Reagent yaitu:
a. alkohol primer: Solusi tidak ada reaksi yang terlihat diamati dan
solusinya tetap berwarna misalnya 1-Pentanol.
b. alkohol sekunder: Solusi berubah keruh atau berawan di 5-20 menit
dengan sedikit pemanasan misalnya 2-Pentanol.
c. alkohol tersier: Solusi berubah keruh atau berawan cepat dengan
pembentukan dua lapisan yang terpisah pada suhu kamar misalnya
2-Methyl-2-butanol.
Dalam uji Lucas, seng klorida bertindak sebagai katalis. Klasifikasi alkohol
biasanya dilakukan berdasarkan pada perbedaan reaksi dengan asam klorida
pekat. Alkohol tersier mengalami reaksi yang paling stabil dan alkohol primer
mengalami reaksi yang paling tidak stabil. Tes ini dapat dilakukan hanya dengan
alkohol yang larut dalam reagen Lucas dan dengan berat molekul rendah.
Alkohol umum dengan lebih dari enam atom karbon tidak dapat diuji. Prinsip
analisa tes Ferri Klorida adalah dengan senyawa aromatik, dimana FeCl3 akan
beraksi jika terdapat gugus aromatik yang akan menghasilkan warna hitam,
sehingga uji Ferri Klorida hanya ditemukan pada senyawa fenol dan tidak ada
pada alkohol (Andreas, 2015).
35 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
D. ALAT DAN BAHAN Ukuran Jumlah
500 mL 2 buah
1. Alat 10 mL 5 buah
1 buah
Tabel 1.6 Alat Percobaan - 2 buah
10 mL 1 buah
No Nama Alat 3 buah
1 Beaker Glass - 1 buah
2 Tabung Reaksi -
3 Spatula -
4 Gelas Ukur
5 Rak Tabung Reaksi Rumus Kimia Jumlah
6 Corong H2O 100 mL
7 Hotplate stirer 25 mL
CH3OH 25 mL
2. Bahan C2H5OH 25 mL
C3H8OH 25 mL
Tabel 1.7 Bahan Percobaan HCl dan ZnCl2 25 mL
No Nama Bahan FeCl3
1 Aquades
2 Larutan metanol
3 Larutan etanol
4 Larutan 2-propanol
5 Reagen Lucas
6 Reagen Ferri klorida
36 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
E. PROSEDUR KERJA
CHEMISTRY
IN ACTION
TES LUCAS
1. Sebanyak 0,5 ml sampel dimasukkan ke dalam 5 tabung reaksi
berbeda dan diberi label sesuai nama sempel uji.
2. Masukkan 3 ml reagen lucas kemudian ditutup mulut tabung. Lalu
kocok dengan kuat selama beberapa detik.
3. Dinginkan dan diamati terbentuknya kabut selama 15 menit.
4. Jika larutan tidak berkabut selama 15 menit, maka
dihangatkan/dipanaskan dengan suhu 60°C. Selama 10 menit
dengan menggunakan hot plate stirer.
5. Catat hasil pada tabel pengamatan untuk setiap sampel yang diuji.
TES FERRI KLORIDA
1. Sebanyak 1 ml aquades dimasukkan pada tabung reaksi.
2. Tambahkan dengan 5 tetes sampel dan 2 tetes FeCl3 5%, lalu
dikocok.
3. Amati perubahan warna dari tiap larutan sampel yang diuji.
4. Catat hasil pada tabel pengamatan.
37 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
F. ANALISIS DATA
Tabel 1.8 Percobaan dengan Reagen Lucas
Sampel awal Perubahan Waktu 10 menit pemanasan Hasil
15 menit
Metanol
Etanol
2-propanol
Fenol
Tabel 1.9 Percobaan dengan Reagen Ferri Klorida
Sampel Sampel + Reagen Hasil uji
Metanol
Etanol
2-propanol
Fenol
G. PERTANYAAN/DISKUSI/TUGAS
a. Bahas dan bandingkan data-data hasil uji Lucas dari beberapa sampel
dalam percobaan ini!
b. Tuliskan mekanisme reaksi yang mendasari prinsip uji Lucas pada
identifikasi gugus alkohol!
c. Bahas dan bandingkan data-data hasil uji Feri Klorida dari beberapa
sampel dalam percobaan ini!
d. Tuliskan mekanisme reaksi yang mendasari prinsip uji Feri Klorida pada
identifikasi gugus alkohol.
38 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
H. MENARIK KESIMPULAN teman-teman
Simpulkan hasil pengamatanmu bersama dengan
kelompokmu mengenai percobaan yang telah dilakukan.
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
39 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
1. Berikan nama sistematik menurut IUPAC untuk senyawa
dengan rumus struktur CH3(CH3)C(OH)2CH(CH3)2!
2. Apakah nama sistematik senyawa 2-metil-4-pentanol
benar? Jika salah tunjukkan kesalahannya dan tulis struktur
serta nama yang benar?
3. Berikan nama sistematik untuk senyawa berikut
CH3CH2OHCH(CH3)CH(CH3)2
4. Jelaskan sifat fisika dari senyawa alkohol yang kamu
ketahui!
5. Suatu senyawa X dengan rumus C5H12O ternyata bereaksi
dengan logam natrium senyawa X dapat dibuat melalui
reagen Grignard. Apa nama senyawa tersebut?
40 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
RANGKUMAN
1. Alkohol adalah senyawa yang secara struktur molekul merupakan
isomer fungsional dengan rumus molekul CnH2n+2O. Gugus
fungsionalnya yaitu gugus -OH untuk alkohol.
2. Sifat fisika meliputi wujud yang secara umum berubah dari gas sampai
padat, seiring bertambahnya jumlah atom C. Titik Didih Alkohol relatif
lebih tinggi dari pada eter karena alkohol memiliki ikatan hidrogen
antar molekulnya. Kelarutan alkohol lebih baik daripada eter karena
alkohol merupakan senyawa polar.
3. Alkohol merupakan senyawa nonelektrolit.
4. Sifat kimia alkohol meliputi, ikatan hidrogen, bersifat polar, secara
umum dapat dioksidasi kecuali alkohol tersier. Sifat kimia yang lain
meliputi beberapa reaksi diantaranya: dehidrasi dan esterifikasi.
5. Reaksi identifikasi alkohol dan eter dapat dengan menggunakan logam
Na, dimana alkohol akan bereaksi sedang eter tidak bereaksi.
6. Alkohol memiliki isomer rangka, posisi, gugus fungsi, dan isomer optis
aktif.
7. Pembuatan alkohol dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
– Reduksi aldehid dan keton
– Hidrolisis alkil hidrogen sulfat
– Hidrasi alkena.
– Hidrolisis ester.
– Pembuatan alkohol menggunakan reagent Grignard.
8. Kegunaan alkohol dalam kehidupan lebih banyak digunakan sebagai
pelarut, sedangkan eter digunakan sebagai zat anestetik.
“ Kita hidup dalam dunia yang penuh dengan keindahan dan petualangan.
Tidak ada akhir dari petualangan-petualangan yang dapat kita jalani
hanya jika kita mencari petualangan-petualangan baru dengan mata yang
terbuka”
41 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
I. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling benar!
1. Nama IUPAC senyawa berikut adalah ....
A. 3-isopropil-2-metil-2-pentanol
B. 2-metil-3-isopropil-2-pentanol
C. 2,4-dimetil-3-etil-2-pentanol
D. 3-etil-2,4-dimetil-2-pentanol
E. 2-etil-1,1,3-trimetil-1-butanol
2. Sebuah zat yang optis aktif mempunyai rumus molekul C5H12O jika
dioksidasi akan menghasilkan aldehida. Zat itu adalah ….
A. etoksi propana
B. 3-pentanol
C. 2-metil-2-butanol
D. isopentanol
E. 2-metil-1-butanol
3. Reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol dinamakan reaksi ….
A. esterifikasi
B. alkoholisis
C. hidrolisis
D. oksidasi
E. dehidrasi
4. Reaksi 2-propanol dengan asam bromida menghasilkan 2-bromopropana
merupakan reaksi ….
A. adisi
B. eliminasi
C. polimerisasi
D. subtitusi
E. hidrolisis
42 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
5. Nama yang tepat untuk semyawa (CH3)2C(OH)CH2CH3 ....
A. 3-metil-2-butanol
B. 3-metil-3-butanol
C. 4-metil-3-butanol
D. 2-metil-2-butanol
E. 2-etil-2-butanol
6. Senyawa turunan alkana yang digunakan sebagai bahan anti beku adalah ….
A. aseton
B. tetra etil lead
C. etilen glikol
D. formalin
E. gliserol
7. Senyawa berikut yang berisomer optis adalah ….
A. Sek-butil alkohol
B. Butil alkohol
C. Isobutil alkohol
D. Isopropil alkohol
E. Ters-butil alkohol
II. Kunci Jawaban
1. D
2. E
3. A
4. D
5. D
6. C
7. A
43 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
BAB 2 ETER
STRUKTUR ETER Kompetensi Dasar
3. 9 Menganalisis struktur, tatanama,
sifat, sintesis, dan kegunaan
senyawa karbon.
4.9 Menyajikan rancangan percobaan
sintesis senyawa karbon,
identifikasi gugus fungsi dan/atau
penafsiran data spektrum
inframerah (IR).
Dalam kehidupan sehari-hari Indikator:
sebenarnya kalian pernah 1. Membedakan struktur molekul eter.
2. Menganalisis tatanama IUPAC dan
menggunakan senyawa senyawa
Trivial pada Eter.
eter. Eter banyak digunakan dalam 3. Menganalisis sifat fisika dan sifat kimia
dunia kedokteran sebagai obat bius dari senyawa Eter.
4. Menganalisis reaksi yang terjadi pada
dan pelarut organik. Sempatkah
senyawa eter.
kalian berpikir tentang struktur 5. Menganalisis isomer pada senyawa
senyawa-senyawa tersebut? eter.
6. Menganalisis mekanisme sintesis
Bagaimana sifat-sifat senyawa
senyawa eter.
tersebut? Bagaimana senyawa 7. Menjelaskan kegunaan senyawa eter
tersebut dibuat? Jawaban terhadap dalam kehidupan sehari-hari.
pertanyaan tersebut akan
ditemukan dalam beberapa
aktivitas pembelajaran yang akan
dilakukan. Untuk menjawab Kata Kunci:
pertanyaan yang telah diungkapkan Eter, alkoksi alkana, penamaan IUPAC,
penamaan trivial, sifat fisika,sifat kimia,
tersebut terlebih dahulu kalian akan reaksi, isomer rangka, isomer posisi, isomer
gugus fungsi, kegunaan, tes lucas, tes ferri
menggali struktur dan tatanama klorida.
dari senyawa eter. Kegunaan
senyawa eter dalam kehidupan
kalian serta cara mensintesis
senyawa tersebut.
44 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Peta Konsep
Gambar 2.1 Peta Konsep Eter
(Sumber: https://herniratnasari2195.blogspot.com/2020/07/peta-konsep-eter.html)
45 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
2. ALKOKSI ALKANA ATAU ETER
1
Struktur Molekul Eter
Anda tentu pernah Chemistry
Expert
mendengar kata obat
bius, bukan?
Tepatnya pada 30 Maret
1842, obat bius untuk kali pertama
digunakan dalam dunia kedokteran.
Seorang ahli bedah Amerika Serikat Gambar 2.2 William Thomas
Green Morton
bernama Dr Crawford Williamson
Bertanggung jawab atas pertunjukan
Long menggunakan obat bius untuk umum pertama yang berhasil
untuk eter sebagai anestesi penghiru
membantunya dalam proses operasi. pan. Banyak orang yang
menganggapnya "penemu dan
Crowford menggunakan eter pengungkap" anestesi.
untuk menenangkan dan
menghilangkan rasa sakit pasien
bernama James M.Venable ketika Namun, ia bukan orang pertama
hendak diangkat tumor di lehernya. yang menggunakan eter untuk
Keberhasilan ini anestesi pembedahan Crawford
memantapkan "eter" berguna dalam Williamson Long menggunakan eter
anestesi dan membantu banyak orang beberapa tahun sebelumnya namun
untuk penghilang rasa sakit ketika tak menerbitkan atau memopulerkan
menjalani operasi. pemakaiannya hingga pertunjukan
umum Morton.
W B SITE Kepandaian Morton ialah faktor
kunci dalam pencarian medis dan
ilmiah yang kini kita
sebut anestesiologi dan pembedahan
modern.
(Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Willia
m_Thomas_Green_Morton)
46 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Eter merupakan senyawa dengan dua gugus alkil berhubungan
dengan satu atom oksigen yang sama. Rumus umum kelompok
senyawa ini adalah R-O-R’, dengan R dan R’ dapat merupakan gugus
yang sama atau berbeda, dan gugus itu berupa alkil maupun aril. Eter
biasanya diberi nama dengan menyebut nama setiap gugus alkil atau
arilnya sesuai urutan abjad, diikuti. dengan kata eter. Untuk eter yang
lebih rumit, gugus –OR yang lebih sederhana dinamai sebagai
substituen alkoksi.
Gambar 2.2 Beberapa senyawa Eter
(Sumber: http://repository.ut.ac.id/4577/1/PEKI4203-M1.pdf)
Tata Nama Eter
Amatilah tabel berikut!
Tabel 2.1 Penamaan Alkana dan Eter
Jawablah pertanyaan berikut untuk menarik kesimpulan.
47 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
1. Adakah hubungan antara nama senyawa, jenis gugus fungsi, dan jumlah
atom C?
2. Bagaimanakah cara memberi nama senyawa eter?
3. Apakah rumus umum dari eter?
(Sumber: Rahayu,2009)
Character’s Ada dua macam cara untuk
Corne memberi nama senyawa
Komunikatif Eter, yaitu tatanama
rMelalui tabel 2.1 yang Anda berdasarkan IUPAC
amati di atas, diskusikanlah (International Union for
penamaan senyawa Eter Pure and Applied Chemistry)
bersama teman dan guru. dan nama trivial atau nama
lazim (nama perdagangan).
Ingat! 1) Tata Nama IUPAC
Dari rumus umum eter, dapatkah Anda menentukan struktur
Senyawa eter kimia dan tata namanya? Struktur kimia eter adalah R – O – R.
memiliki gugus R adalah gugus alkil. Adapun tata cara memberi nama eter
fungsi R-O-R secara IUPAC adalah sebagai berikut.
(gugus alkoksi) a. Periksalah jenis gugus fungsinya. Jika memiliki gugus –OR,
dengan rumus berarti senyawa tersebut merupakan senyawa eter.
umum b. Rantai alkil yang jumlah atom C-nya paling sedikit disebut
CnH2n+2O. gugus alkoksi, sedangkan yang jumlahnya paling banyak
disebut rantai induk.
c. Gugus alkoksi diberi nama dengan cara mengganti akhiran -
ana pada alkana menjadi akhiran -oksi, sedangkan rantai
induk diberi nama seperti nama alkana berdasarkan jumlah
atom C-nya.
d. Jika jumlah atom C lebih dari 4, beri nomor pada rantai
induk sedemikian rupa sehingga gugus –OR menempel pada
atom C yang paling kecil. Kemudian, tuliskan nomor, diikuti
nama gugus alkoksi berdasarkan jumlah atom C-nya, dan
diakhiri dengan nama rantai induk.
Mengikuti aturan sebagai berikut
a) Jika R yang berbeda, maka yang menjadi nama Alkoksi
adalah R dengan rantai R yang lebih pendek sedangkan
alkana adalah rantai R yang lebih panjang.
48 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I