Sebagai contoh
CH3 – O – CH3 : metoksi metana.
CH3 – O – CH2 – CH3 : metoksi etana bukan etoksi etana.
h) Penomoran digunakan untuk menunjukkan letak
gugus alkoksi dan letak cabang alkil pada rantai
alkane. Penomoran dimulai dari atom C yang dekat
dengan gugus alkoksi –OR.
Sebagai contoh
- Struktur dengan rantai utama alkana tanpa cabang
Nama : 2-metoksibutana (bukan 3-metoksibutana)
- Struktur dengan rantai utama alkana bercabang
Nama : 2-metoksi-3-metilbutana
49 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
2) Tata Nama Trivial
Selain nama IUPAC, eter juga memiliki nama trivial. Cara
menentukan nama trivial eter cukup mudah. Tentukanlah nama
alkil setiap rantai karbon. Tuliskan secara berurut dari nama alkil
terkecil dan diikuti kata eter. Jika ada nama alkil yang sama, di
depan nama alkil tersebut ditambahkan awalan di (2).
Nama senyawanya adalah alkil alkil eter. Nama alkil tidak diatur
sesuai urutan alfabet.
Contoh:
CH3– CH2– CH2–O – CH3: propil metil eter atau metilpropil
eter.
CH3– CH2– CH2– O –CH2– CH3 : etil propil eter atau propil
etil eter.
50 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Tentukanlah nama trivial senyawa eter berikut.
Jawab
a. Senyawa eter ini memiliki dua rantai alkil yang jumlah atom
C-nya sama, yakni 2 (etil). Jadi, nama trivialnya adalah
dietil eter.
b. Senyawa eter ini memiliki dua rantai alkil yang jumlah atom
C-nya berbeda, yakni 2 (etil) dan 3 (propil). Jadi, nama
trivialnya adalah etil propil eter.
c. Senyawa eter ini memiliki dua rantai alkil yang jumlah atom
C-nya berbeda, yakni 2 (etil) dan 3 (isopropil). Jadi, nama
trivialnya adalah etil isopropil eter.
Untuk menambah pemahaman Anda tentang penamaan senyawa eter,
Ayo tonton video berikut!
(Sumber: https://youtu.be/6F_pJpHj8bA)
51 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Berilah penamaan secara IUPAC dan trivial dari senyawa eter di
bawah ini!
Sifat Senyawa Eter
1) Sifat Fisika
Sifat fisik Eter diberikan dalam tabel berikut:
Tabel 2.2 Sifat fisik Eter
Variabel sifat fisik Eter
Wujud Dimetil eter berbentuk gas pada temperatur kamar
dan eter sederhana lainnya berbentuk cairan yang
mudah menguap
Titik didih dan Eter mempunyai titik didih dan titik leleh lebih
titik leleh rendah daripada alkohol yang bersesuaian. Hal ini
karena tidak adanya ikatan hidrogen pada eter.
Kelarutan - Eter sukar larut dalam air karena molekulnya
Daya hantar tidak begitu polar.
listrik
- Dalam laboratorium, eter sering dipakai sebagai
pelarut senyawa nonpolar seperti lemak dan
damar
Tidak mengantar listrik (Non Elektrolit)
(Sumber: Wiyati, 2020).
52 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Kelompok eter biasanya mempunyai titik didih lebih rendah dari
alkohol yang mempunyai berat molekul sama. Hal ini karena eter tidak
membentuk ikatan hidrogen dengan eter lainnya. Pada kenyataannya,
eter memiliki titik didih yang hampir sama dengan hidrokarbon yang
sama.
W B SITE
Tabel 2.3 Beberapa Sifat fisik Senyawa eter (1 atm)
(Sumber: Rahayu, 2009).
2) Sifat Kimia
Sifat kimia eterdiberikan dalam tabel berikut:
Tabel 2.4 Sifat kimia eter
Variabel sifat Eter
kimia
Ikatan Eter dapat membentuk ikatan H dengan
hidrogen senyawa lain yang mengandung mengandung
gugus OH seperti air, alkohol, fenol, atau gugus
amina (-NH2).
Antar molekul eter hanya ada ikatan van der
Waals.
Kepolaran Molekul eter tidak begitu polar sehingga
Kereaktifan kelarutannya dalam air sedikit.
– Eter sangat tidak reaktif, tahan terhadap
pengoksidasi atau pereduksi, asam-asam
encer, dan basa.
– Eter mudah terbakar dengan adanya oksigen
menghasilkan CO2 dan H2O.
53 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
ChemisItnryfo
Eter merupakan senyawa yang relatif lembam atau inert (tidak mudah
bereaksi), sehingga banyak digunakan sebagai pelarut. Eter (dietil eter)
pernah digunakan sebagai anastesi (obat bius). Dietileter juga merupakan
bahan cairan starter untuk mesin mobil. Beberapa eter yang diperoleh dari
sumber alami, di antaranya feromon dispalur yang bersumber dari kepik
gipsi, atau tetrahidrokanabinol obat yang berasal dari mariyuana.
http://repository.ut.ac.id/4577/1/PEKI4203-M1.pdf)
Reaksi-Reaksi pada Senyawa Eter
Sifat kimia eter juga diberikan dalam bentuk reaksi-reaksi. Berikut
reaksi-reaksi identifikasi eter.
a) Reaksi dengan logam alkali
Eter tidak dapat bereaksi dengan logam alkali.
b) Reaksi dengan Fosfor Trihalogen (PX3)
Eter tidak dapat bereaksi dengan PX3.
c) Reaksi dengan Fosfor Pentahalogan (PX5)
Reaksi eter dengan PX5 menghasilkan dua jenis haloalkana.
54 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Character’s
Corner
Rasa Ingin
Tahu
Carilah d) Reaksi dengan Asam Halida (HX)
berbagai Eter hanya bereaksi dengan asam halida terkuat yaitu HI.
sumber di luar
buku pelajaran
tentang reaksi-
reaksi pada
senyawa Eter.
Untuk menambah pemahaman Anda tentang reaksi-reaksi pada eter,
Ayo tonton video berikut!
(Sumber: https://youtu.be/mNG-Acdz5kw)
55 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
(Sumber: https://youtu.be/gH9iVwu5iK0)
1. Tuliskan reaksi yang terjadi pada Eter?
2. Jelaskan perbedaan sifat fisika dan kimia antara alkohol dan
eter.
Isomer-Isomer pada Senyawa Eter
Tentu telah mempelajari isomer rangka pada alkana, alkena, dan
alkuna serta isomer geometri pada alkena. Eter selain memiliki
isomer rangka juga memiliki isomer posisi dan isomer fungsi. Isomer
pada senyawa eter adalah sebagai berikut:
a) Isomer Rantai
Pada isomer rantai, dua buah rumus bangun memiliki rumus
molekul yang sama namun rantai utama berbeda (alkanol)
atau gugus alkil berbeda (alkoksi alkana).
Contoh isomer rantai: Berikut ini isomer rantai C5H12O,
1. 1-metoksibutana (rantai utama C4)
2. 1-metoksi-2-metilpropana (rantai utama C3)
56 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
3. 2-metoksi-2-metilpropana (rantai utama C3)
b) Isomer Posisi
Pada isomer posisi, dua buah rumus bangun memiliki rumus
molekul yang sama namun nomor gugus fungsi berbeda
(alkanol) atau posisi gugus fungsi berbeda (alkoksi alkana).
Contoh isomer posisi:
Misalnya 1-metoksipentana dengan rumus molekul C6H14O,
memiliki keisomeran posisi dengan,
1. 1-etoksibutana
2. 1-propoksipropana
Isomer Fungsi
Isomer gugus fungsi, yaitu kelompok senyawa yang rumus
kimianya sama, tetapi gugus fungsinya berbeda. Kelompok
senyawa yang berisomer gugus fungsi adalah alkohol dan
eter. Jika suatu senyawa alkohol dan eter memiliki jumlah
atom karbon yang sama maka dipastikan senyawa-senyawa
tersebut merupakan isomer.
Contoh isomer fungsi:
Senyawa dengan rumus molekul C5H12O
1. 1-pentanol
2. 1-metoksibutana CharactCero’rsner
Komunikatif
Diskusikan dengan teman
terkait isomer pada senyawa
heptanol dan presentasikan
di depan kelas.
57 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Sintesis Senyawa Eter
Ada beberapa reaksi yang dapat dipakai untuk membuat/mensintesis
eter. Ayo kita akan lihat satu per satu.
a. Mereaksikan Alkil Halida dengan Alkoksida
Eter dapat dibuat dengan mereaksikan antara alkil halida dengan natrium
alkoksida. Hasil samping diperoleh garam natrium halida.
b. Mereaksikan Alkil Halida dengan Perak (I) Oksida
Alkil halida bereaksi dengan perak(I) oksida menghasilkan eter. Hasil
samping diperoleh garam perak halida.
c. Dehidrasi Alkohol Primer
Eter dapat dibuat dengan dehidrasi alkohol primer dengan asam sulfat
dan katalis alumina.
(Sumber: Roni dan Legiso, 2021).
58 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Kegunaan Senyawa Eter
Eter digunakan sebagai pelarut senyawa organik, untuk
obat bius pada operasi dan desinfektan (tetapi sekarang tidak
digunakan lagi sebagai obat bius).
MTBE (metil tersier butil eter) ditambahkan ke dalam
bensin untuk meningkatkan bilangan oktan.
Senyawa eter yang paling banyak dikenal adalah dietil
eter. Dietil eter digunakan sebagai pelarut dan zat anestetik (obat bius).
Namun, penggunaan dietil eter sebagai zat anestetik dapat
menyebabkan gangguan pada pernapasan sehingga saat ini
pengunaannya digantikan oleh zat lain yang tidak berbahaya.
Untuk menambah pemahaman Anda tentang eter, Ayo tonton video
berikut!
(Sumber: https://youtu.be/cY71FgpBWac)
59 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
1. Berikan nama sistematik menurut IUPAC untuk senyawa
dengan rumus struktur CH3(CH3)C-O-CH(CH3)2!
2. Apakah nama sistematik senyawa 2-etoksi-2-metilpentana
benar? Jika salah tunjukkan kesalahannya dan tulis struktur
serta nama yang benar?
3. Berikan nama trivial dan IUPAC untuk senyawa berikut
CH3CH2OCH(CH3)CH(CH3)2
4. Jelaskan sifat fisika dari senyawa eter yang kamu ketahui!
5. Suatu senyawa X dengan rumus C4H10O ternyata tidak
bereaksi dengan logam natrium senyawa X dapat dibuat
melalui dehidrasi etanol asam sulfat pekat pada suhu 140
0C. Apa nama senyawa tersebut?
60 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
RANGKUMAN
1. Eter adalah senyawa yang secara struktur molekul merupakan
isomer fungsional dengan rumus molekul CnH2n+2O. Gugus
fungsionalnya yaitu -OR untuk eter.
2. Sifat fisika meliputi wujud yang secara umum berubah dari gas
sampai padat, seiring bertambahnya jumlah atom C. Titik Didih
eter relatif lebih rendah dari alkohol. Kelarutan eter lebih buruk
daripada eter karena alkohol merupakan senyawa polar.
3. Eter merupakan senyawa nonelektrolit.
4. Sifat kimia eter meliputi senyawa sedikt polar dengan gaya antar
molekul yaitu gaya Van Der Walls. Senyawa ini mudah terbakar,
dapat dioksidasi menjadi keton dan dapat direduksi menjadi
alkohol primer.
5. Reaksi identifikasi alkohol dan eter dapat dengan menggunakan
logam Na, dimana alkohol akan bereaksi sedang eter tidak
bereaksi.
6. Pembuatan alkohol menggunakan reagent Grignard.
7. Eter dibuat dengan sintesis eter Williamson.
“Setiap pria dan wanita sukses adalah pemimpi-pemimpi besar. Mereka
berimajinasi tentang masa depan mereka, berbuat sebaik mungkin
dalam setiap hal, dan bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan
yang menjadi tujuan mereka.” (Brian Tracy).
61 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
I. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling benar!
1. Senyawa yang merupakan isomer eter adalah senyawa yang mengandung
gugus ….
A. –CO
B. −O−
C. –C=C−
D. –CHO
E. –COOH
2. Dua senyawa organik A dan B mempunyai rumus kimia yang sama,
C4H10O. A dengan rumus memiliki titik didih yang tinggi dibandingkan
Senyawa B, ini berarti bahwa senyawa B ....
1. mempunyai nama n-butanol
2. isomer dari metil propil eter
3. isomer dari 2-metil-2propanol
4. tidak berekasi dengan logam Na
3. Nama senyawa CH3-CH(CH3)-O-CH2-CH3 adalah ….
A. isopropoksietana
B. 2-metil -2 - etoksietana
C. etil isopropileter
D. etilpropileter
E. 1 – etoksipropana
4. Suatu senyawa C4H10O tidak bereaksi dengan logam Na, dan jika direaksikan
dengan HI akan menghasilkan 2 - propanol, Senyawa itu adalah ....
A. 1 - metoksipropana
B. etoksietana
C. 2 – butanol
D. 2 - metoksipropana
E. 1 – butanol
62 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
II. Kunci Jawaban
1. A
2. E
3. C
4. D
63 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Sistem Periodik Unsur
64 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
GLOSARIUM
Alkohol : Kelompok senyawa yang mengandung satu atau lebih
gugus fungsi hidroksil (-OH) pada suatu senyawa alkana.
Alkoksi Alkana : Penamaan secara IUPAC untuk Eter.
Alkil-Alkil Eter : Penamaan Trivial untuk Eter.
Atom C asimetris : Atom C yang mengikat 4 gugus yang berbeda.
Dehidrasi : Dehidrasi keton akan menghasilkan eter.
Esterifikasi
Eter : Reaksi pembentukan ester dari alkohol dan asam
Monoalkohol karboksilat.
: Suatu senyawa organik yang mengandung gugus R—O—
R', dengan R merupakan gugus alkil.
: Alkohol yang memiliki gugus -OH hanya 1.
MTBE : Senyawa eter untuk menambah angka oktan bensin.
Isomer
: Senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul
sama tetapi rumus struktur berbeda.
Polialkohol : Alkohol yang memiliki gugus -OH lebih dari 1.
Reagent Grignard : Reagen yang memilik rumus RMgX, di mana X adalah
gugus halogen dan R adalah gugus alkil atau aril.
65 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
INDEX
Alkohol : 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,14,15,17,18,19,20,21,22,2
3,23,24,25,26,27,28,29,30,31,32,33,34,34,36,37,38,39
,40,41,42.43.
Alkoksi Alkana : 44,45,46,47,48,49,50,51,52,53,54,55,56,57,58,59,60,
61,62,65.
Alkil-Alkil Eter : 44,45,46,47,48,49,50,51,52,53,54,55,56,57,58,59,60,
61,62,65.
Atom C asimetris : 31,57
Dehidrasi : 26,58
Esterifikasi : 27
Eter : 44,45,46,47,48,49,50,51,52,53,54,55,56,57,58,59,60,
Monoalkohol 61,62,65.
: 21
MTBE : 59
Isomer : 30,31,56,57
Polialkohol : 22
Reagent Grignard : 32
66 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Daftar Pustaka
Manurung, Hisar Marulitua. 2022. Kimia Umum. Tasikmalaya: Perkumpulan Rumah
Cemerlang Indonesia (PRCI).
Rahayu, Imam. 2009. Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.
Roni, Ahmad Kiagus dan Legiso. 2021. Kimia Organik. Palembang: NoerFikri Offset.
Sarjono, Eko Ratna Ningsih. 2019. Konsep-Konsep Dasar Kimia Organik. Diakses pada
Oktober 2022 http://repository.ut.ac.id/4577/1/PEKI4203-M1.pdf.
Wiyati,Erni. 2020. Senyawa Karbon Kimia Kelas XII. Jakarta: Kementrian Pendidikan
dan Kebudayaan.
67 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I
Biografi Penulis
Ade Ariyani, S.Pd. adalah penulis dari modul ini. Penulis lahir
dari orang tua Bapak Ponidi dan Ibu
Satiyem, S,Pd. Sebagai anak kedua dari
tuga bersaudara. Penulis dilahirkan di
desa Pematang Jering Kecamatan Sei
Suka Kabupaten Batu Bara pada 13
Novemver 1996.
Penulis menempuh Pendidikan
dimulai dari SD Negeri 010217 Desa
Pematang Jering (Lulus Tahun 2007),
SMP Negeri 1 Sei Suka (Lulus Tahun
2010), SMA Negeri 1 Sei Suka (Lulus Tahun 2013), ddan
Universitas Negeri Medan Jurusan Pendidikan Kimia (Lulus
Tahun 2017). Pada Tahun yang sama penulis bekerja sebagai
guru kimia di SMA Unggulan CT Foundation sampai dengan
sekarang dan di Tahun 2022 penulis melanjutkan Pendidikan
Pascasarjana di Universitas Negeri Medan pada Jurusan
Pendidikan Kimia.
68 |E-Modul_ A l k o h o l d a n E t e r u n t u k S M A / M A K e l a s X I I