The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Maya Ulfah Effendy, 2023-08-28 04:54:03

SEDEKAH BUMI SEBAGAI MEDIA PEMBENTUK BUDI PEKERTI

TUGAS RUANG KOLABORASI
CGP ANGKATAN 9

Keywords: MAYA

PRESENTASI KELOMPOK A.2 PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK (PGP) Sedekah Bumi Sebagai Media Pendidikan Dalam Menumbuhkan Budi Pekerti Dewi Pajriyanti, S.Pd.I, Elis Siti Hulfah, S.Pd Ika Setiawati, S.Pd Maya Ulfah Effendy, S.Pd. Rd. Dinne Noviane, S.Pd


SEDEKAH BUMI SELAYANG PANDANG CREATIVITY PELAKSANAAN suatu upacara adat yang melambangkan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan rezeki melalui bumi berupa segala bentuk hasil bumi Tradisi ini dilaksanakan pada hari "nahas tahun" atau pada awal bulan Muharam/Sura. Tempat pelaksanaan acara ini awalnya dilakukan di perempatan jalan, namun sekarang biasanya dilaksanakan di halaman masjid, balai desa, atau tempat terbuka seperti lapangan. Masyarakat membuat berbagai macam makan hiasan dari hasil bumi dengan bentuk rasa, warna yang beragam KOTA BANJAR Merupakan daearah perbatasan Jawa TengahJawa Barat sehingga memiliki perpaduan,keragaman budaya, adat istiadat


Peserta didik dapat mengambil nilai dari kegiatan sedekah bumi ini tentang nilai positif sosial budaya yang harus dijaga dan dilestarikan SOSIAL BUDAYA NILAI LUHUR DALAM KONSEP KHD 1 4 2 3 IMPLEMENTASI NILAI DI KELAS/ SEKOLAH RELIGIUS KERJASAMA Peserta didik mampu bekerja sama dalam membuat kegiatan PERSATUAN siswa saling menghormati perbedaan setiap murid. Mulai dari suku, bangsa, agama, dan adat budaya yang ada. Hal ini menumbuhkan rasa saling menghormati dan menghargai di lungkungan yang plural religius Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan


rasa syukur Gotong Royong Persatuan Kebersamaan Tujuan perubahan pada siswa Kreativitas BUDI PEKERTI


REFLEKSI PEMIKIRAN KHD CONCEPT MAP KONTINYU Berkesinambungan KONVERGEN Pengembangan media dari luar KONSENTRIS Artinya pengembangan pendidikan yang dilakukan harus tetap berdasarkan kepribadian kita sendiri


Setiap apa yang kita dapatkan dari bumi ini harus kita syukuri Banjar ini secara geografis luas dengan lahan sawahnya sehingga banyak hasil buminya sedekah bumi juga bagus dilaksanakan untuk menjaga tradisi contoh makanan tradisional agar tidak tergeser oleh makanan modern nilai-nilai terutama nilai sosial setahun sekali minimal diadakan TANGGAPAN Dari Pa Ilham Kel A1


1. Apa perbedaan sedekah bumi pada masa lalu dengan masa sekarang? 2. Sedekah bumi juga ada di daerah Jawa Tengah, adakah perbedaan sedekah bumi di Kota Banjar dengan daerah Jawa Tengah? 3. Nilai-nilai pendidikan apa saja yang bisa diterapkan kepada peserta didik dari kegiatan sedekah bumi? PERTANYAAN DARI KELAS A1


1. Apa perbedaan sedekah bumi pada masa lalu dengan masa sekarang? (pertanyaan ibu Linda, dijawab oleh Ibu Ika) JAWABAN Sedekah bumi pada masa lalu dan sekarang kalau masa lalu sedekah bumi itu identiknya dengan sesajen kemudian penyembelihan hewan akan kemenyan itu biasanya disimpan di perempatan jalan kemudian dilarung ke laut atau di tempat-tempat yang dianggap keramat kalau sedekah bumi pada masa sekarang itu sudah tidak ada lagi kalau sekarang lebih ke pengajian kemudian zikir doa bersama


2. Aakah perbedaan sedekah bumi suku sunda (Banjar) dengan suku jawa (Jawa Tengah)? (Pertanyaan Pa Oyi, dijawab oleh Bu Maya Ulfah E) JAWABAN Kota Banjar yang mayoritas pendudukannya adalerupakan daerah perbatasan dengan Jawa Tengah, terjadi akulturasi budaya jawa dan sunda. Sehingga Kota Banjar memiliki budaya yang serupa dengan Jawa Tengah, seperti halnya tradisi sedekah bumi. Masyarakat Kota banjar dan jawa tengah sama-sama mempunyai rasa memiliki tradisi tersebut. Perbedaan bukan pada suku sunda atau jawa tapi lebih ke perubahan zaman. Zaman dulu: Sesajen adalah hal yang penting dalam tradisi ini diantaranya yaitu bubur sura dan Hasil bumi untuk dimakan dan dikuburkan. Bubur sura dibuat dari berbagai biji-bijian, yang hanya boleh dimasak dalam kendi kuali dari tanah. Sedangkan berbagai jenis hasil bumi, mulai dari biji-bijian, umbi-umbian dan sayuran dan buah, akan dikeluarkan pada acara tersebut dan dimakan bersama-sama. Kepala binatang ternak yang dikurbankan, biasanya akan dikubur. Zaman sekarang: sudah lebih modern dann praktis baik dari sisi pelaksanaan serta runtutan acaranya, tehnis pengumpula dan makanan dan isinya.


2. Aakah perbedaan sedekah bumi suku sunda (Banjar) dengan suku jawa (Jawa Tengah)? (Pertanyaan Pa Oyi, ditambahkan oleh bu Dewi F dan Bu ika) JAWABAN Bu Dewi F : Di suku Sunda itu ada istilah NGASA biasanya hari Selasa bulan ke-9 atau dilaksanakan pada hari Selasa Kliwon sebelum menanam padi atau palawija nah kalau di Jawa itu pelaksanaannya tanggal 1 suro. Bu Ika : Di Banjar ada istilah tradisi NYANGKU yaitu dilaksanakan di Pulau Majeti keduanya sama merupakan perwujudan rasa syukur pada rezeki yang telah Tuhan berikan


3. Nilai-nilai pendidikan apa saja yang bisa diterapkan kepada peserta didik dari kegiatan sedekah bumi? (Pertanyaan dari Ibu Lisa dijawab oleh ibu Elis) JAWABAN 1. Nilai kerjasama dalam pembelajaran agar peserta didik menjadi manusia yang mampu berkolaborasi dengan kelompok apapun dan dimanapun. 2. nilai religius dalam pembelajaran meningkatkan iman dan taqwa dan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala rezeki yang telah diberikan. 3. nilai sosial yang bisa diterapkan pada pembelajaran meliputi kejujuran, disiplin, toleransi, tanggungjawab, tolong menolong, sikap peduli sesama, menghargai dan keberanian.


Ibu Sri kelas A1 menanggapi: Tradisi sedekah bumi menambah nilai ekonomis meskipun dilakukan secara bersama-sama dalam pembagian makanan namun biasanya keramaian menjadi sumber untuk mendatangkan ekonomi bagi pedagang khususnya TANGGAPAN


Sedekah bumi identik dengan sesajen karena leluhur kita ibaratnya bingung bagaimana cara mengucapkan syukur karena zaman dulu itu identik dengan animisme, baru setelah datang Islam barulah diadaptasi tradisi-tradisi lama yang tidak dihilangkan . Hal ini sesuai dengan pemikiran KHD mengenai cipta rasa terkait budi pekerti. Pemikiran KHD tentang trikon juga sesuai dengan tradisi ini contohnya yaitu kontinuitas berkesinambungan, konsentris pengembangan pendidikan yang dilakukan harus berdasarkan kepribadian kita sendiri dan konvergen pengembangan media dari luar (konteks nyata). TANGGAPAN DARI FASILITATOR


Sedekah bumi artinya bersyukur yang ertat kaitannya dengan nilai agama, moral, sosial budaya. Mungkin tujuan nenek moyang melakukan sesajen atau menyalakan dupa atau kemenyan yan identik dengan asapnya bertujuan agar lebih fokus dan tenang. Perbedaan sedekah bumi dulu dan sekarang tentu ada terkait waktu penyesuaian dengan zaman. Untuk istilah NGASA dan NYANGKU, terkait yang berasal dari alam akan kembali ke alam sebagai bentuk rasa syukur. Terkait kegiatan ekonomi itu tidak diajarkan ke anak namun yang diajarkan nilai kejujuran, saling memberi dan lain-lain. TANGGAPAN DARI FASILITATOR


Sedekah bumi sebagai literatur budaya daerah sebagai media pembelajaran siswa dalam menumbuhkan nilai-nilai pendidikan budi pekerti dengan prinsip Tri Kon Ki Hajar Dewantara KESIMPULAN


Terima Kasih Mohon Maaf Atas Segala Kekurangannya Wassalamualaikum, Wr. Wb Salam Sejahtera PENUTUP


Click to View FlipBook Version