CERMIN BISU Z
Sebuah Antologi Puisi YX
W
UV
SR T
QP
ON
M
MAHASISWA INTROVERT L K
PBSI 2017
J I
F
H
GED
C B
A
Kata Pengantar
Segala puji syukur ke hadirat Allah S.W.T. dengan segala rahmat dan hidayah-
NYA, akhirnya buku “Penulisan Buku Antologi Puisi” ini dapat selesai tepat waktu.
Buku ini dibuat utuk mewadahi karya mahasiswa introvert khusuusnya
jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Trunojoyo Madura Tahun Pelajaran 2020/2021.
Dengan terselesainya buku ini, diharapkan mahasiswa bisa menginspirasi
mahasiswa lainnya untuk menuangkan ide berupa karya puisi.
Penulis menyadari kemungkinan kekeliruan yang terjadi dalam proses
pengerjaan buku ini. Oleh sebab itu berbagai saran atau masukan,baik dari kalangan
dosen pengajar maupun mahasiswa sangat diharapkan agar bisa digunakan untuk
menyempurnakan tugas selanjutnya.
Demikian, semoga tugas ini mendapat hasil yang memuaskan dan bermanfaat
untuk khalayak umum.
Gresik, 1 Desember 2020
Tim Penyusun
ii
Sekapur Sirih
Cermin Bisu merupakan hasil dari jerih payah mahasiswa introvert yang
berada dalam semester 7 2017 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Tidak mudah
untuk menjadi satu, karena dari beragam pemikiran yang berbeda-beda namun
akhirnya kami sepakat untuk menggunakan Cermin Bisu sebagai judul dalam
penulisan buku antologi puisi
Berisikan kumpulan-kumpulan puisi asli mahasiswa semester 7 2017. Tidak
ada rekayasa ataupun penyuntingan terhadap karya yang sudah ada, melainkan adalah
hasil kami sendiri
Cermin Bisu, yang telah membawa kami ke dalam siklus kecil untuk
melangkah lebih jauh menapakkan kaki di dunia sastra Indonesia. Bukan sebuah
ketenaran yang ingin kami cari, tapi kami ingin membuktikan bahwa inilah karya
kami, dan kami tak malu untuk menyebutnya lebih baik daripada karya-karya yang
sudah ada.
Gambaran kecil tentang sosok sang Cermin Bisu. Semoga buku ini dapat
bermanfaat bagi klalayak umum dan digunakan sebagai reverensi penulisan puisi-
puisi yang akan datang.
Salam Cermin Bisu dari kami yang ingin maju
Gresik, 1 Desember 2020
iii
DAFTAR ISI
Cover ..................................................................................................................................... i
Kata Pengantar.......................................................................................................................ii
Sekapur Sirih ........................................................................................................................iii
Daftar Isi............................................................................................................................... iv
Ahmad Nor Fahri ................................................................................................................... 1
Anniziyat Amrullah................................................................................................................ 2
Mega Nur Azila ..................................................................................................................... 3
Ari Slamet.............................................................................................................................. 4
Khoiril Ilmiah ........................................................................................................................ 5
Fadhilatun Nisa ...................................................................................................................... 6
Indah Ruhil Maghfiroh........................................................................................................... 8
Nur Hafidah ........................................................................................................................... 9
iv
Puisi yang pertama : aliran impresionisme
Ambigu
Hilang kata pada mata
pikir t’lah enggan mengukir
Sudah jauh dari buku
pena tambah jadi kaku
Cerita mana hendak ditulis ?
Si miskin dalam ratap tangis.
Si kaya terbahak dalam tawa. Sama lenyap dari kepala
Pejam mata pandang jauh
Buka rasa sampai luluh
Bila tetap dalam pekat
Lebur dalam sunyi, cermat
Ahmad Nor Fahri
1
Puisi yang kedua : aliran realisme
Hasil dan Keberhasilan
Berdoa dan ikhtiar
Bekerja dan berusaha
Bangga dan duka
Itulah buah darimu
Istiqomah melakukannya
Menjadikan jalan tanpa hampa
Dengan bismillah
Takkan ada hasil yang mengkhianati
Kinerja dan usahamu
Bahkan seutas tali-pun
Membangga-banggakanmu
Karena sesungguhnya
Hasil adalah pelakon dari
Keberhasilanmu
Anizziyat Amrullah
2
Puisi ketiga : aliran impresionisme
Lebah
Jangan sesekali kau sentuh
Aku serapuh kertas dendelion
Jangan sesekali menciumku
Aromaku secandu lili
Bila kau benar cinta
Kemari
Jemput aku sebelum rona senja hilang dari pipiku
Mega Nur Azila
3
Puisi yang keempat : aliranrealisme Ari Slamet
Satriyo Pinilih
Melangkah jauh berbekal berani
Mengobrak-abrik sekat berburu jati diri
Berjalan tak peduli arah
Mencari guru tempat petuah
Bertapa dan puasa
Menahan nafsu dan goda
Menyepi dengan penuh hikmad
Dengan batin dan tekad kuat
Satriyo pinilih
Tak sembarang terpilih
Rintangan dan cobaan menjadi santapan
Terluka dan sekarat tak menyurutkan tujuan
4
Puisi yang kelima : aliran realisme
Aku
Aku ??
Jangan tanya apapun tentang diriku padaku
Aku tak ubah seorang hamba yang menghamba
Aku.... adalah letak dari rumpunan kekurangan
Dan aku ? adalah kerdil di lautan cendikia
Aku adalah apapun yang ada dipikiranmu
Khoiril Ilmiah
5
Puisi yang keenam : aliran ekspresionisme
Jalan Waktu
Setiap perjalanan dilewati dengan tangga waktu
Kadang kau bimbang
Tangga mana harus kau lalui
Dari posisi yang sudah kau jalani
Bekas tinta yang bermetamorfosis
Ada ruh yang bergegas mengisi kepalamu
Ke arah pusaran rindu
Sebelum kota-kota kau dirikan
Bisa saja awan berkhianat
Menghitam tanpa hujan
Atau sebuah pujian Tuhan
Membelah matahari yang lelah
Adakah peta yang kau ingat?
Selain cinta
Yang terbentang kemarin hingga masa datang
Pulau-pulau tenggelam
6
Dari gelombang tumpahan hujan
Hanya sisa pasir pada bibir dermaga
Sesungguhnya
Mengepakkan sayap usai dipatahkan adalah cara paling Sederhana
Sebelum terlalu lama tinggal di palung kenangan
Fadhilatun Nisa’
7
Puisi yang ketujuh : aliran ekspresionisme
Malam Dekap Aku
Singgahku tak asing lagi
Namun sepi menghantui
Senja telah pergi
Ratusan bintang tak ingin datang lagi
Rembulan enggan bersinar kembali
Semilir angin bisu
Dedaunan tak kunjung jatuh
Begitu hampa
Malam dekap aku
Dari kesunyian diri
Berlari dari keramaian abadi
Menggapai kebahagiaan
Mencari ketenangan
Indah Ruhil Maghfiroh
8
Puisi yang kedelapan : aliran realisme Nur Hafidah
Teman
Sebuah petunjuk selama KKN
Awal yang asing
Tak pernah kenal sebelumnya
Aku mulai mengenalinya dari baju
Siapa dirimu?
Rekaan jawaban mengumpulkan aku berani bertanya
Sampai menemukan jawaban
Perkenalan hanya sebagai pengakraban
Ranah sifat harus menghentikan sedikit cerita
Secara implisit otakku mengontrol dengan sendirinya
Jalani sampai tuntas
Bulatkan niat dan fokus
9