The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by septisenopari69, 2022-10-29 23:25:23

Panduan-Pembelajarn-dan-Asesmen

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen










Kualitas
Kualitas Bukti Kualitas Bukti
Nama Deskripsi Nilai
(evidence) 1 (evidence)
Indikator 2

Candra Sangat Baik (80) Mampu menguraikan lebih dari 2 87,5
Baik (95) contoh manfaat sumber energi serta
dapat melakukan prosedur pengamatan
secara mandiri dengan tepat
… … … … …

Zakariya Cukup (65) Baik (75) Mampu menguraikan 1 contoh manfaat (70)
sumber energi serta dapat melakukan
prosedur pengamatan secara mandiri
dengan tepat

* peserta didik belum memenuhi kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.


2. Mengolah capaian tujuan pembelajaran menjadi

nilai akhir


Capaian tujuan pembelajaran peserta didik untuk deskripsi, pendidik dapat memberikan
menjadi bahan yang diolah menjadi nilai akhir penjelasan mengenai kompetensi yang sudah
mata pelajaran dalam kurun waktu pelaporan dikuasai peserta didik, mana kompetensi yang
(biasanya satu semester). Untuk mendapatkan belum dikuasai, dan dapat ditambahkan tindak
nilai akhir mata pelajaran tersebut, data lanjut secara ringkas bila ada.
kuantitatif langsung diolah, sedangkan


Penting untuk diperhatikan bahwa pendidik tidak mencampur penghitungan dari hasil asesmen
formatif dan sumatif karena asesmen formatif dan sumatif memiliki fungsi yang berbeda.
Asesmen formatif bertujuan untuk memberikan umpan balik pada proses sehingga asesmen
formatif bukan menjadi penentu atau pembagi untuk nilai akhir.


Dalam mengolah dan menentukan hasil akhir asesmen sumatif, pendidik perlu membagi
asesmennya ke dalam beberapa kegiatan asesmen sumatif agar peserta didik dapat
menyelesaikan asesmen sumatifnya dalam kondisi yang optimal (tidak terburu-buru atau
tidak terlalu padat). Untuk situasi ini, nilai akhir merupakan gabungan dari beberapa kegiatan
asesmen tersebut.














Panduan Pembelajaran dan Asesmen 43
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









Contoh proses pengolahan tujuan pembelajaran menjadi nilai akhir


1) Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan
pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian)

■ Misalnya, dalam 1 semester ada 6 tujuan ■ Ketuntasan ditentukan untuk setiap
pembelajaran untuk mapel IPA, 7 tujuan tujuan pembelajaran, bukan hasil akhir
pembelajaran untuk B. Indonesia, dan 5 pengolahan nilai sumatif per mata
tujuan pembelajaran untuk mapel Agama pelajaran. Ketidaktuntasan ditandai (*)
(contoh hanya 3 mapel, namun cara ini di tujuan pembelajaran tertentu saja. Hal
dapat berlaku untuk semua mapel). ini bertujuan untuk mengkomunikasikan
■ Asumsi: satuan pendidikan menggunakan kepada orang tua dan peserta didik tentang
tujuan pembelajaran mana yang belum
rentang nilai untuk ketercapaian tujuan
dituntaskan oleh peserta didik.
pembelajaran. Rentang ini bisa sama untuk
setiap mapel atau berbeda, tergantung
kesepakatan para pendidik di satuan
pendidikan.


Contoh: Para pendidik menyepakati bahwa rentang nilai 0-55 belum mencapai ketuntasan dan 56-
100 sudah mencapai ketuntasan.






Nama Peserta Didik : Didi Kelas/Fase : 7/C


No. Mata Pelajaran TP 1 TP 2 TP 3 TP 4 TP 5 TP 6 TP 7 Hasil Akhir

1 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 55* 75 90 83 75,75
2 Bahasa Indonesia 67 85 53* 68 90 55* 88
3 Agama 80 60 60 87

... ...
... ...
... ...

*Belum mencapai kriteria ketuntasan

















44

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









2) Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan
pembelajaran dengan data kualitatif (skala dengan deskriptor)


a. Perlu bimbingan: peserta didik masih b. Cukup: peserta didik masih kesulitan dalam
kesulitan dan sangat bergantung pada mencapai sebagian tujuan pembelajaran
bimbingan dalam mencapai tujuan dan perlu menguatkan tujuan
pembelajaran dan belum siap memasuki pembelajaran yang dipelajari sebelum
pembelajaran lebih lanjut. Perlu mengikuti pembelajaran selanjutnya
direkomendasikan untuk menguatkan dengan penekanan pada aspek-aspek yang
tujuan pembelajaran dengan mengikuti belum dikuasai.
remedial.


Baik: peserta didik sudah menuntaskan sebagian besar indikator tujuan pembelajaran dan perlu siap
mengikuti pembelajaran selanjutnya.

c. Sangat baik: peserta didik mengikuti
pembelajaran selanjutnya dan dilibatkan
diberikan pengayaan atau tantangan lebih.




Nama Peserta Didik : Didi
Kelas/Fase : 7/C

1 2 3 4
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Tujuan Pembelajaran 1
Tujuan Pembelajaran 2
Tujuan Pembelajaran 3
...
Bahasa Indonesia
Tujuan Pembelajaran 1
Tujuan Pembelajaran 2
Tujuan Pembelajaran 3

...
[Mata Pelajaran Lainnya]
Tujuan Pembelajaran 1
Tujuan Pembelajaran 2
Tujuan Pembelajaran 3
...











Panduan Pembelajaran dan Asesmen 45
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









Tanda centang diberikan sesuai dengan rubrik ketercapaian yang ada pada masing-masing tujuan
pembelajaran.

Penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik menjelaskan penguasaan kompetensi pada
dilakukan dengan membandingkan pencapaian tujuan pembelajaran. Misalnya, “Peserta didik
hasil belajar peserta didik dengan kriteria menguasai semua indikator tanpa banyak
ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini menghadapi kesulitan.”
bukan berupa angka, melainkan kalimat yang


Contoh asesmen formatif dengan teknik observasi

Tujuan pembelajaran yang diukur : Mengukur panjang dengan satuan baku
Asesmen formatif : Observasi pengukuran benda dengan menggunakan
penggaris
Instrumen : Lembar observasi pengukuran benda di sekitarku



Lembar observasi kegiatan Pengukuran Benda di Sekitarku

Nama Peserta Didik :
Tanggal Pengamatan :


No. Aspek yang diamati Teramati Tidak teramati

Tujuan pembelajaran mapel Matematika

1. Dapat menggunakan alat ukur yang sesuai
secara mandiri

2. Mampu mengidentifikasi ukuran benda
berdasarkan hasil pengukuran
3. Menuangkan hasil pengukuran dalam lembar
kerja


Dengan menggunakan lembar observasi peserta yang telah mencapai atau melebihi
tersebut, pendidik dapat memantau pencapaian, dapat diberikan apresiasi atau
perkembangan dan memberikan umpan balik. tantangan pembelajaran yang lebih tinggi.
Misalnya, untuk peserta didik yang belum Namun demikian, pendidik dapat memberikan
mencapai tujuan pembelajaran, diberikan umpan balik lain di luar tujuan pembelajaran
umpan balik seketika dengan memberikan yang membangun peserta didik secara utuh,
motivasi dan informasi tambahan atau bisa perilaku maupun kompetensi lain di luar
memberikan arahan secara bertahap. Untuk mapel yang disasar.










46

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









Contoh asesmen formatif dengan rubrik

Penilaian Kinerja : “Ayo Ukur Tinggi Badan Temanmu”
Tujuan pembelajaran : Mengukur tinggi badan dengan menggunakan satuan baku (cm)
Instrumen : Rubrik penilaian kinerja pengukuran tinggi badan dengan satuan baku

Skor
Indikator
1 2 3 4
Melakukan Kesulitan untuk Dapat memilih Dapat memilih Dapat memilih
pengukuran memilih dan alat ukur alat ukur yang dan menggunakan
menggunakan yang sesuai, sesuai, namun alat ukur secara
alat ukur namun masih masih kesulitan mandiri
kesulitan dalam dalam mengukur
menggunakan beberapa objek
alat ukur dengan bentuk
yang sulit

Hasil Kesulitan Hasil pengukuran Hasil pengukuran Dapat
Pengukuran mengidentifikasi sebagian besar sebagian kecil mengidentifikasi
hasil pengukuran belum akurat belum akurat hasil pengukuran
(untuk objek- secara akurat
objek dengan
bentuk yang sulit)



Pendidik menggunakan rubrik untuk mengukur Pendidik dapat memberikan umpan balik sesuai
ketercapaian peserta didik. Karena asesmen ini dengan kesulitan yang diamati. Peserta didik
merupakan asesmen formatif sehingga rubrik juga dapat diajak berdiskusi tentang apa yang
ini digunakan untuk memberikan umpan balik bisa dilakukan untuk memperbaiki prosesnya.
kepada peserta didik. Pendidik juga dapat Pendidik dapat memberikan rekomendasi yang
memberikan rubrik ini sebagai asesmen diri dan perlu dilakukan peserta didik untuk dapat
mengajak peserta didik untuk merefleksikan meningkatkan skornya. Bagi peserta didik
prosesnya. yang sudah terlatih, mereka dapat menilai diri
dan menentukan langkah tindak lanjut atau
tantangan lebih.



Pengolahan Hasil Asesmen untuk Rapor
Pengolahan hasil asesmen dilakukan dengan asesmen sumatif, sementara asesmen formatif
memanfaatkan hasil formatif dan sumatif. sebagaimana diuraikan sebelumnya, berupa
Terdapat 2 jenis data, yaitu data hasil asesmen data atau informasi yang bersifat kualitatif,
yang berupa angka (kuantitatif) serta data hasil digunakan sebagai umpan balik untuk
asesmen yang berupa narasi (kualitatif). perbaikan pembelajaran sekaligus sebagai
bahan pertimbangan menyusun deskripsi
Pengolahan hasil asesmen dalam bentuk angka capaian kompetensi.
(kuantitatif) didasarkan hanya pada hasil




Panduan Pembelajaran dan Asesmen 47
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









Contoh Pengolahan Nilai Rapor:

Contoh data kuantitatif



































Contoh Pengolahan Data Kualitatif

► SMP

Contoh di bawah ini adalah pada mata capaian peserta didik. Nilai akhir semester
pelajaran Informatika SMP (Fase D) elemen menggambarkan deskripsi kualitas dari capaian
teknologi informasi dan komunikasi, selama peserta didik yang menunjukkan adanya hal-hal
satu semester peserta didik mempelajari materi yang belum tercapai dan sudah tercapai oleh
tentang antarmuka grafis, surat elektronik, peserta didik.
peramban web dan mesin telusur, manajemen
folder dan file, membuat dokumen dengan Tabel di bawah ini menunjukkan contoh
aplikasi perkantoran. Guru telah melakukan pengolahan data untuk mendapatkan nilai
lima kali sumatif sesuai tujuan pembelajaran kualitatif pada akhir semester berdasarkan
yang dicapai pada semester tersebut dan satu indikator-indikator yang dicapai oleh setiap
kali sumatif akhir semester. Nilai yang diberikan peserta didik.
dalam bentuk deskripsi kualitatif sesuai
















48

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen





Nilai Akhir Semester aplikasi peramban dan perkantoran dalam lingkungan antarmuka berbasis grafis, namun perlu bimbingan dalam sikap dan karakter bimbingan dalam aplikasi pengelolaan penggunaan aplikasi pengelolaan berkas, namun masih perlu bimbingan dalam aplikasi peramban, dan perkantoran dalam lingkungan antarmuka berbasis

Terampil mempraktikan penggunaan penggunaan teknologi dan masih perlu menggunakan berkas Terampil mempraktikan menggunakan grafis aplikasi peramban





Sumatif Akhir Semester (Teori) Memahami penggunaan aplikasi peramban, dan perkantoran dalam lingkungan antarmuka berbasis grafis Memahami penggunaan aplikasi pengelolaan berkas, namun perlu meningkatkan pemahaman penggunaan aplikasi peramban, dan perkantoran dalam lingkungan antarmuka berbasis grafis








Sumatif 5 (Praktik) Peserta didik mampu membuat dokumen dan presentasi dengan menggunakan fitur dasar aplikasi perkantoran Terampil menggunakan fitur dasar aplikasi perkantoran untuk membuat dokumen dan presentasi Perlu bimbingan dalam membuat dokumen dan presentasi menggunakan fitur dasar aplikasi perkantoran









Sumatif 4 (Praktik) Peserta didik mampu membuat dan mengelola folder dan file dengan terstruktur sehingga memudahkan akses yang efisien mampu membuat folder, namun belum mampu mengelola file secara terstruktur Mampu membuat dan mengelola file dan folder secara terstruktur




Lingkup Materi/Tujuan Pembelajaran Sumatif 3 (Praktik) Peserta didik mampu menggunakan peramban untuk mencari, dan memilah informasi. terampil melakukan pencarian menggunakan peramban, namun belum pandai memilah informasi Perlu bimbingan dalam melakukan pencarian menggunakan peramban














Sumatif 2 (Praktik) Peserta didik mampu menerapkan surel untuk berkomunikasi dengan baik dan santun, dengan bahasa yang sesuai. mampu membuat surel, tapi belum santun dalam berbahasa Mampu menggunakan surel dan berkomunikasi secara santun









Sumatif 1 (Praktik) Peserta didik mampu menjelaskan antarmuka berbasis grafis dan komponen- komponennya. terampil menggunakan antarmuka berbasis grafis dan mampu menjelaskan komponen- komponennya pada orang lain terampil menggunakan antarmuka berbasis grafis dan mampu menjelaskan komponen- komponennya pada orang lain









Nama Peserta Didik Ahmad Baim










Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 49
Panduan Pembelajaran dan Asesmen

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen





Nilai Akhir Semester mempraktikkan aplikasi peramban dan perkantoran dalam lingkungan berbasis grafis, namun masih perlu bimbingan dalam aplikasi pengelolaan Perlu bimbingan aplikasi pengelolaan berkas, peramban, dan perkantoran dalam lingkungan antarmuka berbasis

Terampil penggunaan antarmuka menggunakan berkas dalam menggunakan grafis aplikasi peramban





Sumatif Akhir Semester (Teori) Memahami penggunaan aplikasi peramban, dan perkantoran dalam lingkungan antarmuka berbasis grafis Memahami penggunaan aplikasi pengelolaan berkas, namun perlu meningkatkan pemahaman penggunaan aplikasi peramban, dan perkantoran dalam lingkungan antarmuka berbasis grafis








Sumatif 5 (Praktik) Peserta didik mampu membuat dokumen dan presentasi dengan menggunakan fitur dasar aplikasi perkantoran Terampil menggunakan fitur dasar aplikasi perkantoran untuk membuat dokumen dan presentasi Perlu bimbingan dalam membuat dokumen dan presentasi menggunakan fitur dasar aplikasi perkantoran









Sumatif 4 (Praktik) Peserta didik mampu membuat dan mengelola folder dan file dengan terstruktur sehingga memudahkan akses yang efisien mampu membuat folder, namun belum mampu mengelola file secara terstruktur Perlu bimbingan untuk mengelola file dan folder secara terstruktur




Lingkup Materi/Tujuan Pembelajaran Sumatif 3 (Praktik) Peserta didik mampu menggunakan peramban untuk mencari, dan memilah informasi. terampil melakukan pencarian menggunakan peramban dan pandai memilah informasi Perlu bimbingan dalam melakukan pencarian menggunakan peramban














Sumatif 2 (Praktik) Peserta didik mampu menerapkan surel untuk berkomunikasi dengan baik dan santun, dengan bahasa yang sesuai. mampu membuat surel untuk berkomunikasi secara santun dalam berbahasa Mampu menggunakan surel dan berkomunikasi secara santun









Sumatif 1 (Praktik) Peserta didik mampu menjelaskan antarmuka berbasis grafis dan komponen- komponennya. terampil menggunakan antarmuka berbasis grafis dan mampu menjelaskan komponen- komponennya pada orang lain terampil menggunakan antarmuka berbasis grafis dan mampu menjelaskan komponen- komponennya pada orang lain









Nama Peserta Didik Cepy … … Zoni










50

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen


menunjukkan adanya hal-hal yang belum tercapai dan sudah tercapai oleh
Nilai Akhir Semester Sudah memahami materi dan praktik instalasi motor listrik 1 fasa rotor sangkar Masih perlu bimbingan dalam instalasi motor listrik 1 fasa rotor sangkar untuk pengendalian forward dan reverse
menggambarkan deskripsi kualitas dari capaian peserta didik yang
Tabel di bawah ini menunjukkan contoh pengolahan data untuk






Sumatif Akhir Semester (Teori) Sudah memahami materi instalasi motor listrik 1 fasa rotor sangkar Sudah memahami karakteristik motor listrik 1 fasa rotor sangkar rangkaian pengasutan dan penguncian, namun perlu bimbingan dalam rangkaian forward dan reverse.
mendapatkan nilai kualitatif pada akhir semester.












Sumatif 4 (Praktik) Menerapkan prosedur pemasangan instalasi pengendali motor listrik dengan elektromagnetik untuk pengasutan Membuat rangkaian pengendalian motor listrik satu fasa dengan fitur pengasutan, forward, dan reverse menggunakan sakelar push button dan kontaktor magnetik Hanya mampu membuat rangkaian pengendalian motor listrik satu fasa dengan fitur pengasutan dan penguncian menggunakan sakelar push button dan



peserta didik. motor listrik penguncian, reverse


Materi Instalasi Motor Listrik Satu Fasa Jenis Rotor Sangkar


Sumatif 3 (Teori) Memahami prinsip kerja komponen pengendali motor listrik Memahami cara kerja sakelar push button dan kontaktor magnetik Memahami cara kerja sakelar push button dan kontaktor magnetik
bentuk deskripsi kualitatif sesuai capaian peserta didik. Nilai akhir semester
empat kali sumatif sesuai tujuan pembelajaran yang dicapai pada semester
Contoh dibawah ini adalah pada SMK konsentrasi keahlian Teknik Instalasi
tersebut, dan satu kali sumatif akhir semester. Nilai yang diberikan dalam
instalasi motor listrik satu fasa jenis rotor sangkar. Guru telah melakukan
Tenaga Listrik, selama satu semester peserta didik mempelajari materi




Sumatif 2 (Teori) Memahami macam- macam pengendali motor listrik Memahami rangkaian pengendalian pengasutan, penguncian, forward, dan reverse motor listrik satu fasa Memahami rangkaian pengendalian pengasutan dan penguncian motor listrik satu fasa. Namun, masih perlu bimbingan untuk rangkaian forward dan reverse motor listrik satu fasa










Sumatif 1 (Teori) Memahami jenis dan karakteristik motor listrik Memahami karakteristik motor listrik satu fasa rotor sangkar Memahami karakteristik motor listrik satu fasa rotor sangkar










SMK Nama Peserta Didik


Abdul Bara






Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 51
Panduan Pembelajaran dan Asesmen

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen




Nilai Akhir Semester Masih perlu memahami karakteristik motor listrik 1 fasa rotor sangkar Sudah memahami materi dan praktik instalasi motor listrik 1 fasa rotor sangkar









Sumatif Akhir Semester (Teori) Sudah memahami materi instalasi motor listrik 1 fasa rotor sangkar namun belum memahami karakteristik motornya Sudah memahami materi instalasi motor listrik 1 fasa rotor sangkar













Sumatif 4 (Praktik) Menerapkan prosedur pemasangan instalasi pengendali motor listrik dengan elektromagnetik untuk pengasutan motor listrik Membuat rangkaian pengendalian motor listrik satu fasa dengan fitur pengasutan, penguncian, forward, dan reverse menggunakan komponen pengandalian sakelar push button dan kontaktor magnetik Membuat rangkaian pengendalian motor listrik satu fasa dengan fitur pengasutan, penguncian, forward, dan rever







Materi Instalasi Motor Listrik Satu Fasa Jenis Rotor Sangkar


Sumatif 3 (Teori) Memahami prinsip kerja komponen pengendali motor listrik Memahami cara kerja sakelar push button dan kontaktor magnetik Memahami cara kerja sakelar push button dan kontaktor magnetik











Sumatif 2 (Teori) Memahami macam- macam pengendali motor listrik Memahami rangkaian pengendalian pengasutan, penguncian, forward, dan reverse motor listrik satu fasa Memahami rangkaian pengendalian pengasutan, penguncian, forward, dan reverse motor listrik satu fasa










Sumatif 1 (Teori) Memahami jenis dan karakteristik motor listrik Belum memahami karakteristik motor listrik satu fasa rotor sangkar Memahami karakteristik motor listrik satu fasa rotor sangkar










Nama Peserta Didik Choiril … … Zulfikar










52

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









D. Pelaporan Hasil Belajar



Pelaporan hasil penilaian atau asesmen Rapor peserta didik PAUD minimal meliputi
dituangkan dalam bentuk laporan kemajuan komponen:
belajar, yang berupa laporan hasil belajar,
yang disusun berdasarkan pengolahan hasil 1. Identitas peserta Didik,
Penilaian. Laporan hasil belajar paling sedikit 2. Nama satuan pendidikan,
memberikan informasi mengenai pencapaian 3. Kelompok usia,
hasil belajar peserta didik. Pada PAUD, selain
4. Semester,
memuat informasi tersebut, laporan hasil
5. perkembangan dan pertumbuhan anak,
belajar juga memuat informasi mengenai
pertumbuhan dan perkembangan anak. 6. Deskripsi perkembangan capaian
pembelajaran, dan
Satuan pendidikan perlu melaporkan hasil 7. Refleksi orang tua.
belajar dalam bentuk rapor.
Komponen rapor peserta didik SD/MI, SMP/
Sebagaimana diuraikan pada prinsip asesmen
MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK atau sederajat
di atas, laporan hasil belajar hendaknya bersifat minimal memuat informasi mengenai:
sederhana dan informatif, dapat memberikan
informasi yang bermanfaat dan kompetensi 1. Identitas peserta didik,
yang dicapai, serta strategi tindak lanjut bagi
2. Nama satuan pendidikan,
pendidik, satuan pendidikan dan orang tua
3. Kelas,
untuk mendukung capaian pembelajaran.
4. Semester,
Pada PAUD, laporan hasil belajar dapat juga 5. Mata pelajaran,
ditambahkan informasi tentang tumbuh
6. Nilai,
kembang anak. Dalam format laporan terakhir,
7. Deskripsi,
selain laporan ketercapaian CP, ada juga
8. Catatan guru,
informasi tentang tinggi dan berat badan anak,
kepemilikan NIK serta refleksi orang tua tentang 9. Presensi, dan
perkembangan anak. 10. Kegiatan ekstrakurikuler.





























Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 53

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK/MAK mekanisme dan format pelaporan hasil belajar
atau sederajat, satuan pendidikan dan pendidik kepada orang tua/wali. Pelaporan hasil
memiliki keleluasaan untuk menentukan belajar disampaikan sekurang-kurangnya pada
deskripsi dalam menjelaskan makna nilai yang setiap akhir semester. Di samping itu, satuan
diperoleh peserta didik. Satuan pendidikan pendidikan menyampaikan rapor peserta didik
memiliki keleluasaan untuk menentukan secara berkala melalui e-rapor/dapodik.

Terdapat 3 opsi dalam menyusun deskripsi capaian kompetensi pada rapor, ketiga opsi tersebut
sebagai berikut.


Dalam penyusunan deskripsi capaian kompetensi, pendidik harus mengidenti
kasi capaian kompetensi tertinggi
dan terendah. Untuk melihat capaian kompetensi tertinggi ditandai dengan warna hijau dan capaian
kompetensi terendah ditantai dengan warna merah.

Capaian tertinggi Capaian terendah


1) Penysunan deskripsi berdasarkan Capaian Pembelajaran


D. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Kimia
SMA/MA/Program Paket C Setiap Fase
1. Fase E (Umumnya untuk kelas X SMA/MA/Program
Paket C)
Pada akhir fase E, peserta didik memliki kemampuan
untuk merespon isu-isu global dan berperan aktif
dalam memberikan penyelesaian masalah.
Kemampuan tersebut antara lain mengidentikasi,
mengajukan gagasan, merancang solusi, mengambil
keputusan, dan mengkomunikasikan dalam bentuk
projek sederhana atau simulasi visual menggunakan
aplikasi teknologi yang tersedia terkait ...
Format Laporan Hasil Belajar (Rapor)
Fase E Berdasarkan Elemen
Nama : Kelas : X
Elemen Capaian Pembelajaran
NISN : Fase : E
Sekolah : Semester : 2
Alamat : Tahun Pelajaran :
Pemahaman Pada akhir Fase E, peserta didik memiliki
Biologi kemampuan menciptakan solusi atas
permasalahan-permasalahan No. Mata Pelajaran Nilai Capaian Kompetensi
berdasarkan isu lokal, nasional atau Akhir
global terkait pemahaman 1. Pendidikan Agama dan ... ...
Budi Pekerti
keanekaragaman makhluk hidup dan
peranannya, virus dan peranannya, ... ... ... ...
inovasi teknologi biologi, komponen
ekosistem, dan interaksi antarkomponen, 5. Ilmu Pengetahuan Alam 80 Menunjukkan kemampuan dalam mengidentikasi,
serta perubahan lingkungan. (Fisika, Kimia, Biologi) berkomunikasi dan mengajukan gagasan, terkait
dengan inovasi teknologi biologi, komponen
ekosistem, interaksi antarkomponen, dan perubahan
lingkungan; menjelaskan fenomena pemanasan
Pemahaman Peserta didik mampu mendeskripsikan global; menuliskan reaksi kimia, perubahan iklim
Fisika gejala alam dalam cakupan dan pemanasan global, serta pencemaran
lingkungan.
keterampilan proses dalam pengukuran,
perubahan iklim dan pemanasan global, Perlu bimbingan dalam kemampuan merancang
pencemaran lingkungan, energi solusi, dan mengambil keputusan serta penguatan
dalam menerapkan hukum-hukum dasar kimia.
alternatif, dan pemanfaatannya.
... ... ... ...
Pemahaman Peserta didik mampu mengamati,
Kimia menyelidiki dan menjelaskan fenomena
sesuai kaidah kerja ilmiah dalam
menjelaskan konsep kimia dalam
kehidupan sehari hari; menerapkan
konsep kimia dalam pengelolaan
lingkungan termasuk menjelaskan
fenomena pemanasan global;
menuliskan reaksi kimia dan
menerapkan hukum-hukum dasar kimia;
memahami struktur atom dan
aplikasinya dalam nanoteknologi.
54

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









2) Penyusunan deskripsi berdasarkan alur tujuan pembelajaran

ATP Fisika Fase E Semester 2
Format Laporan Hasil Belajar (Rapor)
5. Menyajikan hasil analisis gejala, penyebab, dampak, dan
solusi atas perubahan iklim, serta pemanasan global
Nama : Kelas : X
dalam kehidupan sehari-hari. NISN : Fase : E
Sekolah : Semester : 2
Alamat : Tahun Pelajaran :
Nilai
ATP Kimia Fase E Semester 2 No. Mata Pelajaran Akhir Capaian Kompetensi
1. Pendidikan Agama dan ... ...
9. Menyajikan rumus kimia dan nama senyawa kimia yang Budi Pekerti
berkaitan dengan sumber dan/atau solusi permasalahan
... ... ... ...
isu global.
5. Ilmu Pengetahuan Alam 80 Fisika:
10. Menuliskan persamaan reaksi kimia yang lengkap setara (Fisika, Kimia, Biologi) Menunjukkan penguasaan yang sangat baik dalam
yang berkaitan dengan fenomena alam sehari-hari atau
isu global. menyajikan hasil analisis gejala, penyebab, dampak,
dan solusi atas perubahan iklim, serta pemanasan
global dalam kehidupan sehari-hari.
Kimia:
Menunjukkan penguasaan yang sangat baik dalam
11. Menganalisis suatu fenomena alam secara kuantitatif
- menyajikan rumus kimia dan nama senyawa
berdasarkan hukum dasar kimia. kimia yang berkaitan dengan sumber dan/atau
solusi permasalahan isu global; dan
12. Merancang, melaksanakan serta mempresentasikan - menuliskan persamaan reaksi kimia yang lengkap
percobaan kimia dalam penerapan hukum-hukum dasar setara yang berkaitan dengan fenomena alam
sehari-hari atau isu global.
kimia.
Perlu penguatan dalam Menganalisis suatu
fenomena alam secara kuantitatif berdasarkan
hukum dasar kimia, merancang, melaksanakan serta
mempresentasikan percobaan kimia dalam
ATP Biologi Fase E Semester 2 penerapan hukum-hukum dasar kimia.
Biologi:
Menunjukkan penguasaan yang sangat baik dalam
10. Menganalisis bioteknologi yang dapat diterapkan
dalam pelestarian keanekaragam hayati, khususnya - menganalisis bioteknologi yang dapat
mengatasi kelangkaan keanekaragaman hayati dengan diterapkan dalam pelestarian keanekaragaman
hayati;
menyajikan bagan proses bioteknologi dari hasil telaah - mengidenti„kasi komponen ekosistem dengan
artikel. menyajikan laporan hasil pengamatan ekosistem
di lingkungan sekitarnya;
11. Mengidenti†kasi komponen ekosistem dengan - menyusun jaring-jaring makanan atau rantai
makanan dan hasil pengamatan ekosistem yang
menyajikan laporan hasil pengamatan ekosistem di
ada di lingkungan sekitar;
lingkungan sekitarnya. - menganalisis interaksi yang terjadi antar
komponen ekosistem dengan menyajikan data
hasil pengamatan di lingkungan sekitar;
12. Menyusun jaring-jaring makanan atau rantai makanan
- mengidenti„kasi perubahan lingkungan yang
dari hasil pengamatan ekosistem yang ada di lingkungan terjadi di sekitarnya dengan menyajikan laporan
sekitar. hasil pengamatan; dan
- mendeskripsikan bioteknologi yang dapat
diterapkan dalam mengatasi perubahan
13. Menganalisis interaksi yang terjadi antar komponen
lingkungan dengan menyajikan diagram dari
ekosistem dengan menyajikan data hasil pengamatan hasil kajian literatur atau wawancara.
di lingkungan sekitar. Perlu bimbingan dalam kemampuan menciptakan
solusi terhadap permasalahan lingkungan yang ada
14. Mengidenti„kasi perubahan lingkungan yang terjadi di di sekitarnya dengan melakukan projek sederhana.
sekitarnya dengan menyajikan laporan hasil
pengamatan.
15. Menganalisis penyebab dan dampak negatif dari
perubahan lingkungan dengan menyajikan data hasil
kajian literatur atau pengamatan atau wawancara.
16. Mendeskripsikan bioteknologi yang dapat diterapkan
dalam mengatasi perubahan lingkungan dengan
menyajikan diagram dari hasil kajian literatur atau
wawancara.
17. Menciptakan solusi terhadap permasalahan lingkungan
yang ada di sekitarnya dengan melakukan projek
sederhana.


Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 55
Panduan Pembelajaran dan Asesmen

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









3) Penyusunan deskripsi mengambil dari poin-poin penting dari materi
yang sudah diberikan






Sumatif Lingkup Materi Sumatif Akhir Semester*

Cuaca di Nama-nama Konsep Membedakan NA Sumatif Nilai Rapor
NA (Rerata S + AS)
Nama Sekitarku Hari dan Bulan Waktu Siang-malam Sumatif Non Tes Akhir
Murid Tes Semester
(S) *pembulatan
Sumatif 1 Sumatif 2 Sumatif 3 Sumatif 4 (AS) normal
Edo 85 76 60 83 76t - 75 75 75,5



Nama : Edo

Ilmu Pengetahuan Alam Menunjukkan penguasaan yang baik dalam memprediksi kondisi cuaca
dan membedakan siang-malam.
75,5
Perlu pendampingan dalam memahami konsep waktu jam, menit, detik,
perlu pembimbingan lebih lanjut agar kemampuan tersebut dikuasai secara
konsisten.
















































56

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









Contoh Rapor SD































































Gambar 5.1. Contoh format rapor SD

Catatan :
1. Format rapor di atas dapat disesuaikan berdasarkan struktur kurikulum masing-masing jenjang.
2. Deskripsi capaian kompetensi peserta didik berisi informasi tentang kompetensi yang sudah
dicapai dan kompetensi yang perlu ditingkatkan. Deskripsi ditulis menggunakan kalimat positif
dan memotivasi.





Panduan Pembelajaran dan Asesmen 57
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









Untuk melengkapi pelaporan, satuan pendidikan dapat juga menambahkan bentuk laporan lainnya,
seperti portofolio, diskusi/konferensi, pameran karya, dan skill passport.

a. Portofolio

Portofolio bertujuan untuk melihat perkembangan belajar peserta didik melalui dokumentasi hasil
karya peserta didik. Isi portofolio adalah hasil karya yang dipilih oleh peserta didik berdasarkan
hasil diskusi dengan pendidik. Portofolio juga perlu dilengkapi refleksi pendidik dan peserta didik
terhadap pencapaian pembelajaran selama ini.
























































Gambar 5.2. Contoh Portofolio
(Sumber foto: Sekolah Cikal Cilandak, Jakarta dan SD Negeri Mampang Prapatan 02 Pagi, Jakarta)









58

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









b. Diskusi/Konferensi

Diskusi/konferensi bertujuan untuk berbagi informasi capaian hasil belajar antara pendidik, peserta
didik, dan orang tua. Diskusi/konferensi dapat dilakukan dalam suasana formal maupun informal.



























Gambar 5.3. Contoh Kegiatan Diskusi/ Konferensi
(Sumber foto: Sekolah Cikal Cilandak, Jakarta)



c. Pameran Karya

Pameran karya berperan sebagai bentuk perayaan proses belajar dan juga sebagai asesmen sumatif.
Dalam pelaksanaan pameran karya, orang tua, komunitas sekolah, peserta didik, dan pendidik dari
sekolah lain dapat diundang untuk saling belajar dan mendapatkan umpan balik dari audiens yang
lebih luas.





















Gambar 5.4. Contoh Kegiatan Pameran Karya
(Sumber foto: SDN 164 Karangpawulang, Bandung, Jawa Barat)








Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 59

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









d. Skill Pasport

Skill passport merupakan catatan kompetensi yang dikuasai selama peserta didik belajar di SMK dan
dunia kerja. Skill passport memudahkan peserta didik, pendidik, dan dunia kerja untuk menerapkan
pengendalian berbasis identitas melalui catatan uji kompetensi yang dapat diverifikasi.








































Mekanisme Kenaikan Kelas dan Kelulusan

Satuan pendidikan memiliki keleluasaan Pembelajaran terdiferensiasi sesuai tahap
untuk menentukan kriteria kenaikan kelas. capaian peserta didik menjadi salah satu praktik
Penentuan kenaikan kelas dilakukan dengan yang dianjurkan dalam Kurikulum Merdeka.
mempertimbangkan laporan kemajuan belajar Penggunaan fase dalam Capaian Pembelajaran
yang mencerminkan pencapaian peserta didik adalah salah satu alasan mengapa peserta
pada semua mata pelajaran dan ekstrakurikuler didik dapat terus naik kelas bersama teman-
serta prestasi lain selama 1 (satu) tahun ajaran. teman sebayanya meskipun ia dinilai belum
sepenuhnya mencapai kompetensi yang
Untuk menilai pencapaian hasil belajar peserta ditetapkan dalam Capaian Pembelajaran di fase
didik sebagai dasar penentuan kenaikan sebelumnya atau tujuan pembelajaran yang
kelas dapat berdasarkan penilaian sumatif. ditargetkan untuk dicapai pada kelas tersebut.
Penilaian pencapaian hasil belajar peserta Ilustrasi berikut diharapkan dapat menjelaskan
didik untuk kenaikan kelas dilakukan dengan bagaimana proses belajar dalam suatu fase
membandingkan pencapaian hasil belajar dan lintas fase dapat berjalan seiring dengan
peserta didik dengan kriteria ketercapaian kenaikan kelas.
tujuan pembelajaran.




60

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









Ilustrasi 1: kenaikan kelas dalam fase yang Ilustrasi 2: kenaikan kelas antara dua fase
sama. Sebagaimana dijelaskan dalam Bab III, yang berbeda. Contoh lain adalah kenaikan
pendidik menyusun alur tujuan pembelajaran kelas dari Kelas IV (Fase B) ke Kelas V (Fase C).
dalam satu fase secara kolaboratif. Sebagai Apabila terdapat peserta didik yang belum
contoh, guru Kelas III perlu berkolaborasi mencapai kompetensi yang ditetapkan dalam
dengan guru Kelas IV dalam menyepakati alur Fase B, hal ini perlu diidentifikasi oleh guru
tujuan pembelajaran yang akan digunakan. Kelas V sejak awal tahun ajaran. Informasi
Mereka kemudian menyepakati tujuan-tujuan tentang tahap capaian peserta didik ini perlu
pembelajaran mana yang perlu dicapai di Kelas dikomunikasikan oleh guru Kelas IV, dan
III, dan tujuan pembelajaran mana yang akan juga diidentifikasi melalui asesmen di awal
dipelajari di Kelas IV. pembelajaran Kelas V. Untuk peserta didik yang
belum menuntaskan Fase B, pendidik dapat
Ketika ada peserta didik yang tidak dapat mengulang konsep atau materi pelajaran
mencapai tujuan pembelajaran tertentu yang belum dikuasai peserta didik sebelum
hingga akhir tahun ajaran di Kelas III, maka peserta didik tersebut mempelajari materi yang
guru kelas III perlu menyampaikan hal tersebut terkandung dalam Capaian Pembelajaran Fase
kepada guru Kelas IV agar pembelajaran di C. Dengan demikian, peserta didik dapat terus
kelas IV tersebut dapat menyesuaikan dengan naik kelas.
kebutuhan peserta didik. Selain itu, pada
awal tahun ajaran guru pun dianjurkan untuk
melakukan asesmen di awal pembelajaran
untuk mengidentifikasi kesiapan peserta didik.
Dengan demikian, peserta didik tadi dapat terus
naik kelas, tidak perlu tinggal kelas di Kelas III.



Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa satuan pendidikan tidak perlu menentukan kriteria
dan mekanisme kenaikan kelas. Kenaikan kelas dilaksanakan secara otomatis (automatic
promotion). Pembelajaran dilaksanakan menggunakan prinsip mastery learning yang sangat
sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi atau pembelajaran sesuai tahap capaian (teaching

at the right level). Setiap peserta didik mempelajari tujuan pembelajaran yang sama dalam
setiap pertemuan, namun bagi peserta didik yang tidak dapat mencapai kriteria ketercapaian
tujuan pembelajaran perlu ditindaklanjuti dengan memberikan perlakukan khusus agar dapat
mencapainya. Dengan kata lain, tindakan untuk peserta didik yang berisiko tidak seharusnya
menunggu hingga tahun ajaran, tetapi perlu segera diberikan.



Apabila terdapat tujuan pembelajaran pada Dalam proses penentuan peserta didik tidak
mata pelajaran tertentu yang tidak tercapai naik kelas, perlu dilakukan musyawarah dan
sampai saatnya kenaikan kelas, maka pada pertimbangan yang matang sehingga opsi tidak
rapor peserta didik tersebut dituangkan nilai naik kelas menjadi pilihan paling akhir apabila
aktual yang dicapai dan dideskripsikan bahwa seluruh pertimbangan dan perlakuan telah
peserta didik tersebut masih memiliki tujuan dilaksanakan. Banyak penelitian menunjukkan
pembelajaran yang perlu ditindaklanjuti di kelas bahwa tinggal kelas tidak memberikan
berikutnya. manfaat signifikan untuk peserta didik, bahkan
cenderung memberikan dampak buruk






Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 61

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









terhadap persepsi diri peserta didik (Jacobs & untuk menetapkan peserta didik tidak naik
Mantiri, 2022; OECD, 2020; Powell, 2010). Di kelas. Namun demikian, keputusan ini sebaiknya
berbagai negara, kebijakan tinggal kelas secara dipertimbangkan dengan sangat hati-hati
empiris tidak meningkatkan prestasi akademik mengingat dampaknya terhadap kondisi
peserta didik, terutama yang mengalami psikologis peserta didik. Selain itu, tinggal kelas
kesulitan belajar. Dalam survei PISA 2018, skor juga memberatkan secara ekonomi. Hasil tes
capaian kognitif peserta didik yang pernah PISA 2018 menunjukkan bahwa di berbagai
tinggal kelas secara statistik lebih rendah negara, mayoritas siswa yang pernah tidak
dibandingkan mereka yang tidak pernah naik kelas adalah siswa dari keluarga kelas
tinggal kelas (OECD, 2021). Hal ini menunjukkan menengah ke bawah (OECD, 2020). Ketika
bahwa mengulang pelajaran yang sama selama mereka tinggal kelas, biaya untuk mengulang
satu tahun tidak membuat peserta didik satu tahun belajar memberatkan keluarga
memiliki kemampuan akademik yang setara sehingga mereka semakin rentan putus sekolah.
dengan teman-temannya, melainkan tetap
lebih rendah. Hal ini dimungkinkan karena yang Dengan demikian, kebijakan tidak naik kelas
dibutuhkan oleh peserta didik tersebut adalah adalah kebijakan yang tidak efisien. Peserta
pendekatan atau strategi belajar yang berbeda, didik harus mengulang semua mata pelajaran
bantuan belajar yang lebih intensif, waktu yang untuk jangka waktu satu tahun penuh, padahal
sedikit lebih panjang, namun bukan mengulang mungkin bukan itu yang menjadi kebutuhan
seluruh pelajaran selama setahun. belajar mereka. Berikut ini adalah contoh-
contoh isu yang biasanya menjadi faktor
Dalam hal terjadi kasus luar biasa, jika terdapat pendorong keputusan tidak naik kelas, serta
banyak mata pelajaran yang tidak tercapai alternatif solusi yang lebih sesuai dengan
oleh peserta didik dan/atau terkait isu sikap perkembangan dan kesejahteraan (well-being)
dan karakter peserta didik, maka satuan peserta didik.
pendidikan dapat menetapkan mekanisme


Contoh isu Pertimbangan yang bisa diambil sekolah


Peserta didik mempunyai tujuan Peserta didik dapat dipertimbangkan naik di kelas berikutnya
pembelajaran yang belum tuntas dengan pendampingan tambahan untuk menyelesaikan
(ada tujuan-tujuan pembelajaran tujuan pembelajaran yang belum tercapai/tuntas.
yang hasilnya belum memenuhi
pencapaian minimum).























62

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen










Contoh isu Pertimbangan yang bisa diambil sekolah


Peserta didik mempunyai Dapat dipertimbangkan dengan mengetahui alasan
masalah absen/ketidakhadiran ketidakhadiran. Jika peserta didik tidak hadir karena kondisi
yang banyak (Banyaknya jumlah keluarga (siswa yang membantu orang tua bekerja karena
ketidakhadiran disepakati oleh alasan ekonomi) atau masalah kesehatan peserta didik, maka
satuan pendidikan) dapat dipertimbangkan naik dengan catatan khusus.

Jika alasan ketidakhadiran karena “malas”, meskipun kecil
kemungkinan untuk naik kelas; peserta didik tetap dapat
dipertimbangkan naik dengan catatan di rapor bagian sikap
yang perlu ditindaklanjuti di kelas berikutnya. Misalnya,
permasalahan ketidakhadiran harus diselesaikan dalam
jangka waktu satu tahun dengan cara konseling atau
behavior treatment lain.

Khusus permasalahan ketidakhadiran, wali kelas harus dapat
mendeteksi permasalahan ini sedini mungkin, sehingga tidak
terjadi penumpukan jumlah ketidakhadiran dari peserta didik
di akhir semester.


Keterlambatan psikologis, Peserta didi bisa dipertimbangkan untuk naik kelas dengan
perkembangan, dan/atau catatan peserta didik perlu mendapat bimbingan dalam
kognitif memahami pelajaran dan/ atau mendapatkan layanan
konseling



Mekanisme Kelulusan

Untuk menilai pencapaian hasil belajar Seperti halnya kenaikan kelas, penentuan
peserta didik sebagai dasar kelulusan dapat kelulusan ditentukan oleh satuan pendidikan.
berdasarkan penilaian sumatif, yang dapat Penentuan kelulusan dari satuan pendidikan
dialkukan dalam bentuk tes tulis, tugas untuk dilakukan dengan mempertimbangkan
performa, portofolio, atau kombinasi. Penilaian laporan kemajuan belajar yang mencerminkan
pencapaian hasil belajar peserta didik untuk pencapaian peserta didik pada semua mata
kelulusandilakukan dengan membandingkan pelajaran dan ekstrakurikuler serta prestasi lain
pencapaian hasil belajar peserta didik dengan pada:
kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
a. kelas V dan kelas VI untuk sekolah dasar
Penilaian sumatif yang diselenggarakan oleh atau bentuk lain yang sederajat; dan
satuan pendidikan dilaksanakan pada semester b. setiap tingkatan kelas untuk sekolah
ganjil dan/atau semester genap pada akhir menengah pertama atau bentuk lain yang
jenjang dengan mempertimbangkan capaian sederajat dan sekolah menengah atas atau
kompetensi lulusan. bentuk lain yang sederajat.






Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 63

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen









Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan/ Kelulusan peserta didik ditetapkan oleh satuan/
program pendidikan setelah: program pendidikan yang bersangkutan.

a. menyelesaikan seluruh program Peserta didik yang dinyatakan lulus dari satuan/
pembelajaran; dan program pendidikan diberikan ijazah. Ijazah
b. mengikuti penilaian sumatif yang diberikan pada akhir semester genap pada
diselenggarakan oleh satuan pendidikan. setiap akhir jenjang. Ketentuan mengenai
ijazah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.






Catatan:

• Untuk PAUD tidak memiliki evaluasi untuk kelulusan, tetapi diharapkan anak yang telah
menyelesaikan fase pondasi (PAUD) dapat mencapai profil peserta didik yang tergambar
dalam STPPA.
• Pendidik perlu memonitor dan mengkomunikasikan sepanjang proses pembelajaran
dan bukan hanya di akhir semester/tahun, misalnya terhadap permasalahan kehadiran,
seharusnya tidak diketahui di akhir tahun; namun sudah ada intervensi sebelumnya.
• Kenaikan kelas/kelulusan bukan menjadi hukuman bagi siswa. Pendidik bekerja sama
dengan orangtua untuk mendeteksi permasalahan di sepanjang proses pembelajaran.
Dengan demikian jika ditemui permasalahan, maka dapat segera diatasi dan diberikan
intervensi.
• Pendidik menggunakan umpan balik/refleksi untuk mengetahui dan menentukan strategi
untuk membantu peserta didik yang mengalami ketertinggalan pada sepanjang proses
pembelajaran.



































64

Refleksi dan Tindak Lanjut Pembelajaran dan Asesmen

Refleksi dan Tindak Lanjut
6


Pembelajaran dan Asesmen












Asesmen tanpa umpan balik hanyalah data Asesmen terhadap perencanaan pembelajaran
administratif yang kurang bermanfaat untuk dapat dilakukan dengan cara (Permendikbud
peningkatan kualitas pembelajaran dan Nomor 16 Tahun 2022) sebagai berikut.
asesmen. Hasil asesmen peserta didik pada
periode waktu tertentu dapat dijadikan sebagai 1. Refleksi diri terhadap perencanaan dan
umpan balik bagi pendidik untuk melakukan proses pembelajaran.
refleksi dan evaluasi. 2. Refleksi diri terhadap hasil asesmen yang
dilakukan oleh sesama Pendidik, kepala
Satuan Pendidikan, dan/atau Peserta Didik.


Refleksi Diri

Pendidik perlu melakukan refleksi diri terhadap 3. Aspek/hal apa dalam pengajaran dan
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran asesmen yang berhasil?
dan asesmen yang telah dilakukan. Pendidik 4. Aspek/hal apa dalam pengajaran dan
yang bersangkutan perlu melakukan refleksi asesmen yang perlu peningkatan?
paling sedikit satu kali dalam satu semester.
5. Apa yang perlu saya lakukan tahun ini
untuk hal yang lebih baik tahun depan?
Dalam melakukan refleksi diri terhadap proses
perencanaan dan proses pembelajaran, 6. Apa saja tantangan terbesar yang saya
pendidik dapat menggunakan pertanyaan- hadapi dalam semester/tahun ini?
pertanyaan berikut untuk membantu 7. Bagaimana cara saya mengatasi tantangan-
melakukan proses refleksi. tantangan tersebut?

1. Apa tujuan saya mengajar semester/tahun Pertanyaan-pertanyaan ini dapat ditambah
ini? dan dikembangkan sendiri sesuai dengan
2. Apa yang saya sukai dari proses belajar kebutuhan. Selain untuk refleksi diri, pertanyaan
mengajar semester/tahun ini? ini juga dapat digunakan oleh sesama pendidik
dan kepala sekolah.


Refleksi Sesama Pendidik

Penilaian oleh sesama pendidik merupakan dan saling mendukung. Sebagaimana refleksi
asesmen oleh sesama pendidik atas diri, refleksi sesama pendidik dilakukan paling
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sedikit satu kali dalam satu semester.
yang dilakukan oleh pendidik yang
bersangkutan. Hal ini ditujukan untuk Berikut adalah tiga hal yang dapat dilakukan
membangun budaya saling belajar, kerja sama oleh sesama peserta didik.






Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah
Panduan Pembelajaran dan Asesmen 65

Refleksi dan Tindak Lanjut Pembelajaran dan Asesmen









1. Berdiskusi mengenai proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran (dapat menggunakan/
menyesuaikan pertanyaan untuk refleksi diri).
2. Mengamati proses pelaksanaan pembelajaran.
3. Melakukan refleksi terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.



Refleksi oleh Kepala Sekolah

Penilaian oleh kepala sekolah bertujuan sebagai berikut:

1. Membangun budaya reflektif, merupakan 2. Memberi umpan balik yang konstruktif,
kegiatan yang dilakukan untuk mendorong merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
terjadinya refleksi atas proses pembelajaran kepala Satuan Pendidikan untuk memberi
secara terus menerus dan menjadi masukan, saran, dan keteladanan kepada
bagian yang menjadi bagian yang tidak pendidik untuk peningkatan kualitas
terpisahkan dari proses pembelajaran itu pembelajaran.
sendiri.



Untuk Kepala Sekolah:
Kepala sekolah dapat memfasilitasi pendidik dalam proses refleksi. Dengan mengadakan diskusi
tentang apa yang perlu dilakukan sekolah untuk membantu proses pembelajaran. Kepala
Sekolah dapat pula memberikan pertanyaan-pertanyaan pemantik untuk peningkatan kualitas
pembelajaran dan asesmen. Kepala sekolah dapat juga secara acak masuk untuk observasi
untuk melihat langsung proses pembelajaran di dalam kelas.

Untuk Pengawas:
Pada saat Pengawas melakukan kunjungan, diharapkan dapat mendampingi Pendidik dalam
melakukan refleksi. Refleksi ini bisa dalam bentuk refleksi dialogis dan bersifat nonjudgmental.
Dengan kata lain, guru diajak berdialog dan berpikir terbuka namun tanpa harus menghakimi
atau menyalahkan. Dalam proses refleksi, pengawas tidak dianjurkan meminta laporan
administrasi yang membebani Pendidik.






Refleksi oleh Peserta Didik
Penilaian oleh peserta didik bertujuan sebagai berikut.

1. Membangun kemandirian dan tanggung 3. Membangun suasana pembelajaran yang
jawab dalam proses pembelajaran dan partisipatif dan untuk memberi umpan
kehidupan sehari-hari. balik kepada pendidik dan peserta didik.
2. Membangun budaya transparansi, 4. Melatih peserta didik untuk mampu
objektivitas, saling menghargai, dan berpikir kritis.
mengapresiasi keragaman pendapat dalam
menilai proses pembelajaran.




66

Refleksi dan Tindak Lanjut Pembelajaran dan Asesmen









Dalam pelaksanaannya pendidik dapat Setelah pendidik melakukan refleksi dan
membuat questioner yang dapat memberikan mendapatkan masukan dari sesama pendidik,
informasi tentang evaluasi perencanaan dan kepala sekolah, pengawas/penilik, dan peserta
pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan refleksi didik; pendidik kemudian menyusun rencana
ini paling sedikit dilakukan satu kali dalam satu perbaikan-perbaikan kualitas pembelajaran.
semester. Dengan demikian, pendidik akan terus
meningkatkan kualitas pengajaran yang
bermuara pada kualitas/mutu peserta didik.





































































Panduan Pembelajaran dan Asesmen 67
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah

Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka Sesuai Kesiapan Pendidik dan Satuan Pendidikan

Tahapan Implementasi
7


Kurikulum Merdeka Sesuai


Kesiapan Pendidik dan



Satuan Pendidikan












Implementasi perubahan kebijakan pendidikan, dalam mengimplementasikan kurikulum.
termasuk kurikulum, adalah suatu proses Kemampuan untuk terus belajar merupakan
yang kompleks. Pemerintah memandang modal penting bagi pendidik, termasuk dalam
bahwa implementasi kurikulum adalah suatu mengimplementasikan kurikulum. Ia tidak
proses pembelajaran yang panjang sehingga harus langsung fasih dalam menerapkannya,
pendidik dan satuan pendidikan diberikan melainkan melalui tahapan-tahapan.
kesempatan untuk mengimplementasikan
Kurikulum Merdeka sesuai dengan kesiapan Tahapan-tahapan ini dikembangkan sebagai
masing-masing. Seperti halnya peserta langkah atau proses belajar untuk melakukan
didik belajar sesuai dengan tahap kesiapan perubahan atas praktik pembelajaran dan
dan tahap capaian mereka, pendidik dan asesmen yang perlu dilakukan pendidik
satuan pendidikan juga perlu belajar saat mereka menggunakan Kurikulum
mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Merdeka. Secara teknis pendidik dapat
sesuai dengan kesiapan masing-masing, mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
dan berangsur-angsur semakin mahir dalam pada tahap yang berbeda. Namun demikian,
menggunakannya. secara filosofis setiap tahapan dirancang agar
pendidik tetap mengacu pada prinsip-prinsip
Seperti halnya Capaian Pembelajaran (CP) pembelajaran dan asesmen (Bab II). Sebagai
yang dirancang per fase dan dimulai dari contoh yang diperlihatkan dalam Tabel 7.1,
kompetensi yang paling sederhana, tahapan- pembelajaran sesuai tahap capaian peserta
tahapan implementasi kurikulum juga didik perlu dilakukan. Namun demikian,
dikembangkan untuk membantu pendidik implementasinya tidak harus langsung pada
dan satuan pendidikan dalam menetapkan pengelompokkan peserta didik. Sebagian
target implementasi Kurikulum Merdeka. pendidik yang kesulitan untuk melakukan
Kesiapan pendidik dan satuan pendidikan pengelompokan, dapat mempelajarinya dengan
tentu berbeda-beda, oleh karena itu tahapan menerapkan model yang paling sederhana,
implementasi ini dirancang agar setiap yaitu dengan melakukan asesmen di awal
pendidik dapat dengan percaya diri mencoba pembelajaran dan kemudian menjadi peka akan
mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. adanya kebutuhan belajar yang berbeda-beda.
Rasa percaya diri yang dimaksud merupakan
keyakinan bahwa pendidik dapat terus Tabel 7.1 memperlihatkan bagaimana aspek-
belajar dan mengembangkan kemampuan aspek dalam Kurikulum Merdeka dapat
dirinya untuk melakukan yang terbaik diterapkan secara bertahap. Tabel ini dapat






68

Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka Sesuai Kesiapan Pendidik dan Satuan Pendidikan









digunakan oleh satuan pendidikan dan/atau ■ Tahapan-tahapan ini digunakan sebagai
pemerintah serta organisasi atau lembaga yang bahan refleksi diri tentang kesiapan
berperan dalam mendukung implementasi pendidik dan/atau satuan pendidikan
kurikulum di satuan pendidikan dan daerah. sehingga tidak digunakan sebagai alat/
Adanya pentahapan ini menunjukkan instrumen untuk mengukur kinerja
bahwa satuan pendidikan dapat mulai pendidik dan/atau satuan pendidikan
mengimplementasikan pada tahap yang yang membawa dampak pada karier atau
lebih rendah dibandingkan dengan satuan kesejahteraan mereka. Implementasi sesuai
pendidikan lain, namun pelaksanaannya tetap tahapan yang disepakati bersama tidak
berpegang pada prinsip-prinsip perancangan seharusnya memberikan dampak apapun
kurikulum yang berlandaskan pada filosofi terhadap penilaian kinerja pendidik atau
Merdeka Belajar dan mengarah pada satuan pendidikan.
penguatan kompetensi dan karakter yang telah
■ Tahapan-tahapan ini digunakan sebagai
ditetapkan.
bahan diskusi antar pendidik dalam satuan
pendidikan dan dalam komunitas belajar
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
di mana pendidik menjadi bagiannya.
menggunakan tahapan-tahapan implementasi
Diskusi tersebut membahas hal-hal
dalam Tabel 7.1:
teknis apa yang perlu dilakukan untuk
■ Tahapan-tahapan dalam Tabel 7.1 mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
bukanlah suatu ketetapan yang baku sesuai tahap masing-masing.
atau terstandarisasi. Satuan pendidikan ■ Pimpinan satuan pendidikan serta
dan/atau pemerintah daerah dapat pemerintah daerah perlu mendukung
mengembangkan tahapan-tahapan pendidik dalam mengimplementasikan
implementasi yang lebih sesuai dengan Kurikulum Merdeka sesuai dengan tahap
kondisi dan kekhasan masing-masing. kesiapan pendidik, serta memberikan
dukungan agar berangsur-angsur pendidik
meningkatkan tahap implementasinya.



































Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 69

Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka Sesuai Kesiapan Pendidik dan Satuan Pendidikan







Tahap Mahir Mengembangkan “alur tujuan pembelajaran” secara mandiri dengan merujuk pada Capaian Pembelajaran Koordinator kurikulum di satuan pendidikan memimpin proses perancangan, memonitor implementasi, dan memimpin proses evaluasi kurikulum mata pelajaran Pembelajaran bervariasi antara menggunakan buku teks pelajaran dan perangkat ajar lainnya yang diperoleh dari berbagai sumber yang tervalidasi, berdasarkan keputusan logis guru dan merujuk pada tujuan














Melakukan perombakan terhadap alur tujuan pembelajaran yang disediakan oleh Kemendikbudristek Koordinator kurikulum di satuan pendidikan memimpin proses perancangan, memonitor implementasi, dan memimpin proses evaluasi kurikulum mata pelajaran Pembelajaran di beberapa mata pelajaran/muatan pembelajaran bervariasi ajar lainnya, berdasarkan keputusan logis guru referensi dari sumber lain Sebagian guru mampu sendiri

Tahap Siap antara menggunakan buku teks pelajaran dan perangkat Sebagian guru menambah yang tervalidasi, selain dari Platform Merdeka Mengajar membuat perangkat ajarnya


Tabel 7.1. Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka









Tahap Berkembang Melakukan penyesuaian terhadap alur tujuan pembelajaran yang disediakan oleh Kemendikbudristek (misalnya mengubah bahan bacaan, asesmen formatif, dsb.) Guru bisa memilah dan memilih materi dari buku teks dan perangkat ajar lainnya supaya sesuai konteks lokal dan kebutuhan siswa


















Tahap Awal Menggunakan contoh “alur tujuan pembelajaran” yang disediakan oleh Kemendikbudristek Guru memahami kompetensi esensial yang harus dikuasai siswa dari materi ajar yang disampaikannya Menggunakan buku teks* dan modul ajar sebagai sumber utama pengajaran dan perangkat ajar lainnya sebagai referensi tambahan *Untuk PAUD, buku teks merujuk pada 6 buku panduan guru.














Perancangan alur tujuan pembelajaran untuk pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar dan menengah Penggunaan dan pengembangan perangkat ajar untuk pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar dan menengah













70

Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka Sesuai Kesiapan Pendidik dan Satuan Pendidikan



Membedakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, performa, dan minat siswa. Menggunakan hasil asesmen untuk merancang pembelajaran yang berbeda antara dua atau lebih kelompok siswa Guru terbiasa memfasilitasi dengan memberikan lebih banyak kesempatan untuk siswa belajar mandiri, bertanggung jawab atas proses belajar mereka


Tahap Mahir

















Tahap Siap Guru menggunakan lebih banyak metode pembelajaran dengan lebih terampil, sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dituju, kebutuhan dan minat siswa. Guru mulai berperan sebagai fasilitator dengan memberikan lebih banyak kesempatan untuk siswa belajar mandiri, bertanggung jawab atas proses belajar mereka













Tahap Berkembang Guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada siswa


















Tahap Awal Guru secara percaya diri menggunakan metode pengajaran yang bervariasi namun belum berpusat pada siswa















Penerapan pembelajaran












Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 71

Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka Sesuai Kesiapan Pendidik dan Satuan Pendidikan







Tahap Mahir Guru melakukan asesmen pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran. Guru mampu melakukan penyesuaian sepanjang proses pembelajaran agar semua siswa mencapai tujuan pembelajaran. Guru menggunakan hasil asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa sehingga dapat “mengajar di level yang sesuai”. Sekolah mengembangkan kebijakan yang mendorong penggunaan hasil asesmen untuk mendesain kurikulum dan instruksi.














Guru melakukan asesmen hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran. Asesmen berfungsi untuk mendapatkan umpan balik sudah melakukan tindak lanjut. Satuan pendidikan merencanakan asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Tahap Siap pada awal pembelajaran dan untuk siswa dan untuk guru mengembangkan kebijakan yang mendorong guru untuk













Tahap Berkembang Guru melakukan asesmen pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran. Asesmen berfungsi untuk mendapatkan umpan balik untuk siswa dan untuk guru tapi belum ada tindak lanjut. Menggunakan asesmen yang bervariasi dan sesuai dengan tujuan pembelajaran serta kompetensi esensial yang beragam.















Guru melakukan asesmen pada awal pembelajaran namun tidak digunakan untuk merancang pembelajaran. Asesmen berfungsi untuk untuk siswa. kesesuaian antara asesmen dengan tujuan pembelajaran. Menggunakan asesmen yang sesuai untuk menilai kompetensi esensial dari mata pelajaran* *Untuk konteks PAUD, kompetensi esensial dalam elemen capaian pembelajaran) .

Tahap Awal mendapatkan umpan balik Guru mulai memperhatikan














Keterpaduan penilaian dalam pembelajaran













72

Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka Sesuai Kesiapan Pendidik dan Satuan Pendidikan







Tahap Mahir Berdasarkan asesmen pada awal pembelajaran, siswa di kelas yang sama dibagi menjadi dua atau lebih kelompok menurut capaian belajar mereka, dan keduanya diajarkan oleh guru yang sama. Sekolah menyelenggarakan berbagai program seperti pelajaran tambahan untuk siswa yang belum siap untuk belajar sesuai dengan kelasnya dan untuk siswa yang membutuhkan pengayaan atau tantangan lebih.













Berdasarkan asesmen pada awal pembelajaran, siswa di kelas yang sama dibagi menjadi dua kelompok menurut capaian belajar mereka, dan keduanya diajarkan oleh guru yang sama. Dengan demikian, setiap siswa dapat belajar sesuai dengan fase capaian belajarnya. Sekolah menyelenggarakan program pelajaran belum siap untuk belajar sesuai dengan kelasnya.


Tahap Siap tambahan untuk siswa yang













Tahap Berkembang Berdasarkan asesmen formatif, guru mengajar seluruh siswa di kelasnya sesuai dengan fase capaian belajar mayoritas siswa di kelasnya dan dengan memberikan perhatian khusus terhadap siswa yang membutuhkan perlakuan yang berbeda.


















Tahap Awal Berdasarkan asesmen formatif, guru mengajar seluruh siswa di kelasnya sesuai dengan fase capaian belajar* mayoritas siswa di kelasnya. *untuk konteks PAUD: yang sesuai dengan tahapan perkembangan mayoritas anak di kelasnya.














Pembelajaran sesuai tahap capaian belajar peserta didik













Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 73

Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka Sesuai Kesiapan Pendidik dan Satuan Pendidikan







Tahap Mahir Guru berkolaborasi untuk keperluan projek profil Pancasila dan kurikulum operasional satuan pendidikan. Ada kebijakan dan mekanisme yang mendorong kolaborasi guru untuk kegiatan belajar intrakurikuler dan juga projek profil, misalnya melalui observasi kelas, kegiatan refleksi pembelajaran, kegiatan berbagi praktik baik, dsb.














Guru berkolaborasi untuk keperluan projek profil dalam pembelajaran di awal (perencanaan) dan sepanjang semester, misalnya melalui berbagi praktik baik, berbagi info

Tahap Siap Pancasila dan berkolaborasi tentang perangkat ajar, dsb.













Tahap Berkembang Guru berkolaborasi untuk keperluan projek profil Pancasila dan berkoordinasi dalam rapat perencanaan dan evaluasi kurikulum.















Guru berkolaborasi untuk keperluan projek profil Pancasila.

Tahap Awal












Kolaborasi antar guru untuk keperluan kurikulum dan pembelajaran















74

Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka Sesuai Kesiapan Pendidik dan Satuan Pendidikan







Tahap Mahir Orang tua memberikan umpan balik terhadap kurikulum dan pembelajaran. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang dengan melibatkan orang tua dan masyarakat. Komunikasi antara guru- siswa-orang tua untuk mendiskusikan tahapan belajar dan tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk membantu siswa. Guru melibatkan jaringan masyarakat/komunitas/ industri sesuai dengan konteks dan kebutuhan proses pembelajaran peserta didik, berdasarkan pere














Informasi yang diberikan kepada orang tua lebih mendetail dan orang tua berkesempatan untuk terlibat dalam proses pembelajaran, seperti menjadi narasumber. dengan orang tua untuk mendiskusikan dilakukan. Guru melibatkan masyarakat/komunitas/ yang lebih luas dalam beberapa kegiatan pembelajaran peserta insidental.

Tahap Siap Guru membuka komunikasi perkembangan belajar siswa dan tindak lanjut yang perlu industri dengan jangkauan didik, namun masih bersifat













Tahap Berkembang Orang tua mendapatkan informasi kurikulum dan pembelajaran di awal dan akhir semester termasuk projek profil di semester tersebut. Guru membuka komunikasi dua arah dengan orang tua untuk mendiskusikan perkembangan belajar anak, tanpa kesepakatan tindak lanjut. Guru melibatkan komunitas/ industri hanya untuk mendukung suatu acara yang tidak berkelanjutan.
















Orang tua mendapatkan dan pembelajaran.* tentang isu yang dialami siswa. *untuk konteks PAUD, informasi meliputi informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan anak Guru sudah merancang pelibatan masyarakat/ komunitas/industri dalam proses pembelajaran atau acara, namun belum terlaksana.
Tahap Awal informasi seputar kurikulum Guru memberikan informasi















Kolaborasi dengan orang tua/keluarga Kolaborasi dengan masyarakat/ industri












Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 75

Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka Sesuai Kesiapan Pendidik dan Satuan Pendidikan




Refleksi dan evaluasi sudah menjadi budaya satuan pendidikan, berdasarkan Pendidikan dan diperkaya dengan umpan balik dari warga satuan pendidikan. Bekerja dalam tim kecil (kelompok mata pelajaran atau Fase) untuk melakukan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi. Terdapat kebijakan satuan dan evaluasi kurikulum guru, umpan balik siswa).

Tahap Mahir data yang didapat dari Rapor pendidikan mengenai refleksi (contohnya pertemuan rutin

















Tahap Siap Refleksi dan evaluasi dilakukan sebagian guru, berdasarkan data yang didapat dari Rapor Pendidikan dan diperkaya oleh pengalaman para guru. Bekerja dalam tim kecil (kelompok mata pelajaran atau Fase) untuk melakukan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi. Terdapat kebijakan satuan pendidikan mengenai refleksi dan evaluasi kurikulum (contohnya pertemuan rutin guru, umpan balik siswa).













Tahap Berkembang Refleksi dan evaluasi dilakukan sebagian pendidik merujuk pada Rapor Pendidikan. Sebagian pendidik bekerja dalam tim kecil (kelompok mata pelajaran atau Fase) untuk melakukan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi.















Refleksi dan evaluasi satu arah dari pimpinan satuan pendidikan, dan belum berbasis data.

Tahap Awal












Refleksi, evaluasi dan peningkatan kualitas implementasi kurikulum















76

Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka Sesuai Kesiapan Pendidik dan Satuan Pendidikan











Catatan untuk pengawas/penilik:
Sebagai fasilitator, pengawas/penilik • Apa yang menjadi pertimbangan pendidik
mendukung satuan pendidikan dalam dan/atau kepala satuan pendidikan untuk
mengimplementasikan Kurikulum Merdeka mengimplementasikan aspek-aspek
sesuai dengan kesiapan mereka. Saat Kurikulum Merdeka pada tahap yang
berdiskusi dengan kepala satuan pendidikan dipilihnya?
dan/atau pendidik, pengawas/penilik perlu • Strategi apa yang disepakati oleh pendidik
bertanya target dan rencana implementasi dalam satuan pendidikan tersebut untuk
yang akan dilakukan pada semester atau mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
tahun ajaran tersebut. Implementasi setiap sesuai tahapnya?
pendidik dan/atau satuan pendidikan dapat
• Strategi apa yang akan digunakan satuan
beragam, sesuai dengan kesiapan dan rasa
pendidikan untuk meningkatkan tahap
percaya diri pendidik/satuan pendidikan.
implementasi di masa yang akan datang?
Apabila implementasi aspek-aspek Kurikulum • Dukungan apa yang dibutuhkan pendidik
Merdeka masih pada tahap awal, tidak dan/atau kepala satuan pendidikan untuk
apa-apa karena seiring waktu mereka akan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
semakin mahir dan bergerak ke tahap sesuai tahapnya?
berikutnya. Pertanyaan-pertanyaan yang • Dukungan apa yang dibutuhkan pendidik
dapat digunakan untuk memantik diskusi dan/atau kepala satuan pendidikan untuk
bersama kepala satuan pendidikan dan/atau dapat mengimplementasikan Kurikulum
pendidik, antara lain: Merdeka pada tahap berikutnya atau yang
lebih mahir?









































Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 77

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen

Daftar Pustaka












Anderson, L.W., & Krathwohl, D.R. (2001). A OECD (2020). PISA 2018 results (Volume
Taxonomy for learning, teaching, and V): Effective policies, successful schools.
asessing: A Revision of Bloom’s taxonomy PISA, OECD Publishing, Paris, https://
of educational Objectives. A Bridged doi.org/10.1787/ca768d40-en
Edition. New York: Addison Wesley
Longman, Inc. Powell, P. J. (2010). Repeating views on grade
retention. Childhood Education. 87:2, 90-
Creating Learning Materials for Open and 93, DOI: 10.1080/00094056.2011.10521451
Distance Learning (2005). Retrieved
December 6, 2016, fromhttp://www. Reigeluth, C. M., & Keller, J. B. (2009).
oerafrica.org/system/files/7824/creating- Understanding instruction. In C. M.
lerarning-materials-handbook-authors- Reigeluth & A. A. Carr-Chellman (Eds.),
and-instructional-designers.114f5f85- Instructional-design theories and models:
1baf-42dd-8e37-d195c2565255_0. Building a common knowledge base (pp.
pdf?file=1&type=node&id=7824 27-39). New York, NY: Taylor & Francis.
Wiggins, G. dan McTighe, J (2005). Understanding
Doolittle, P. E. (2001). Instructional design for
web-based instruction. Retrieved from by Design” (UbD). US: Association for
http://staff.washington.edu/rel2/geog100- Supervision and Curriculum Development
UW/Archive/instructionalsequence.pdf

Jacobs, J., & Mantiri, O. (2022). Grade Retention
and Social Promotion Dichotomy. 8ISC
Abstract Proceedings, , 59. Retrieved
from http://ejournal.unklab.ac.id/index.
php/8ISCABS/article/view/752

Marzano, R. J. (2000). Designing a new
taxonomy of educational objectives.
Thousand Oaks, CA: Corwin Press.

Morrison, G. R., Ross, & Kemp, J. E. (2007).
Designing Effective Instruction (5th
Edition). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
ISBN13: 978-0-470-07426-8

Nordlund, M. (2003). Differentiated instruction:
Meeting the educational needs of all
students in your classroom. The Scarecrow
Press, Oxford.










78

Lampiran-lampiran

Lampiran-Lampiran















Contoh Perencanaan, Pelaksanaan, Pembelajaran, dan Pengolahan, serta
1
Pelaporan Hasil Asesmen PAUD/RA





Contoh Perencanaan, Pelaksanaan, Pembelajaran, dan Pengolahan, serta
2
Pelaporan Hasil Asesmen SD/MI/Paket A





Contoh Perencanaan, Pelaksanaan, Pembelajaran, dan Pengolahan, serta
3
Pelaporan Hasil Asesmen SMP/MTs/Paket B





Contoh Perencanaan, Pelaksanaan, Pembelajaran, dan Pengolahan, serta
4
Pelaporan Hasil Asesmen SMA/MA/Paket C





Contoh Perencanaan, Pelaksanaan, Pembelajaran, dan Pengolahan, serta
5
Pelaporan Hasil Asesmen SMK/MAK





Contoh Perencanaan, Pelaksanaan, Pembelajaran, dan Pengolahan, serta
6
Pelaporan Hasil Asesmen SDLB, SMPLB, dan SMALB

























Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 79

Lampiran-lampiran









Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung

berdasarkan CP



Alternatif 1



Menganalisis Capaian Pembelajaran Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Elemen Pada akhir Fase B, peserta didik • Menyajikan nilai tempat dan urutan
Bilangan menunjukkan pemahaman dan intuisi pada bilangan cacah sampai 1.000.
bilangan (number sense) pada bilangan • Melakukan operasi hitung penjumlahan
cacah sampai 10.000. Mereka dapat dan pengurangan bilangan cacah
membaca, menulis, menentukan nilai sampai dengan 1.000.
tempat, membandingkan, mengurutkan,
• Menghubungkan gambar dengan nilai
menggunakan nilai tempat, serta → pecahan.
melakukan komposisi dan dekomposisi
bilangan tersebut. Mereka juga dapat
menyelesaikan masalah berkaitan dengan
uang menggunakan ribuan sebagai satuan.
Peserta didik dapat melakukan operasi
penjumlahan dan pengurangan bilangan
cacah sampai 1.000, dan seterusnya.

Elemen Pada akhir Fase B, peserta didik dapat • Mengisi nilai yang belum diketahui
Aljabar mengisi nilai yang belum diketahui dalam dalam sebuah kalimat matematika yang
sebuah kalimat matematika yang berkaitan berkaitan dengan penjumlahan pada
dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100.
pada bilangan cacah sampai 100 (contoh: • Mengisi nilai yang belum diketahui
10 + … = 19, 19 - … = 10). Peserta didik dalam sebuah kalimat matematika yang
dapat mengidentifikasi, meniru, dan berkaitan dengan pengurangan pada
mengembangkan pola gambar atau bilangan cacah sampai 100.
obyek sederhana dan pola bilangan
• Mengidentifikasi, meniru, dan
membesar dan mengecil yang melibatkan
mengembangkan pola gambar atau
penjumlahan dan pengurangan pada → obyek sederhana pada bilangan cacah
bilangan cacah sampai 100.
sampai 100.
• Mengidentifikasi, meniru, dan
mengembangkan pola bilangan
membesar dan mengecil yang
melibatkan penjumlahan dan
pengurangan pada bilangan cacah
sampai 100.
















80

Lampiran-lampiran










Menganalisis Capaian Pembelajaran Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Elemen Pada akhir Fase B, peserta didik dapat • Mengukur panjang dan berat benda
Pengukuran mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku.
menggunakan satuan baku. Mereka dapat • Menentukan hubungan antar-satuan
menentukan hubungan antar-satuan baku baku panjang (cm, m).

panjang (cm, m). Mereka dapat mengukur
• Mengukur dan mengestimasi luas dan
dan mengestimasi luas dan volume
volume menggunakan satuan tidak baku
menggunakan satuan tidak baku dan
dan satuan baku berupa bilangan cacah.
satuan baku berupa bilangan cacah.
Elemen Pada akhir Fase B, peserta didik dapat • Mendeskripsikan ciri berbagai bentuk
Geometri mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segiempat, segitiga, segi
bangun datar (segiempat, segitiga, banyak).
segi banyak). Mereka dapat menyusun → • Menyusun (komposisi) dan mengurai
(komposisi) dan mengurai (dekomposisi)
(dekomposisi) berbagai bangun
berbagai bangun datar dengan lebih dari
datar dengan lebih dari satu cara jika
satu cara jika memungkinkan.
memungkinkan.
Elemen Pada akhir Fase B, peserta didik dapat • Mendeskripsikan ciri berbagai bentuk
Analisis Data mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segiempat, segitiga, segi
dan Peluang bangun datar (segiempat, segitiga, banyak).
segi banyak). Mereka dapat menyusun → • Menyusun (komposisi) dan mengurai
(komposisi) dan mengurai (dekomposisi)
(dekomposisi) berbagai bangun
berbagai bangun datar dengan lebih dari
datar dengan lebih dari satu cara jika
satu cara jika memungkinkan.
memungkinkan.








































Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 81

Lampiran-lampiran









Merumuskan tujuan pembelajaran dengan

menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup materi’

pada CP



Alternatif 2


► Contoh: Matematika Fase B


Elemen Kompetensi Lingkup Materi
Bilangan 1. Memahami 1. Bilangan cacah sampai

Pada akhir Fase B, peserta 2. Menentukan 10.000
didik menunjukkan 3. Membandingkan 2. Nilai tempat
pemahaman dan intuisi 4. Mengurutkan 3. Komposisi dan
bilangan (number sense) dekomposisi bilangan
5. Mengidentifikasi
pada bilangan cacah 4. Menggunakan ribuan
6. Melakukan
sampai 10.000. Mereka sebagai satuan
dapat membaca, menulis, 7. Menyelesaikan masalah
5. Operasi penjumlahan
menentukan nilai tempat,
dan pengurangan
membandingkan,
bilangan cacah sampai
mengurutkan, menggunakan
1.000
nilai tempat, melakukan
komposisi, dan dekomposisi
bilangan tersebut. Mereka
juga dapat menyelesaikan
masalah berkaitan dengan
uang menggunakan ribuan
sebagai satuan.peserta
didik dapat melakukan
operasi penjumlahan dan
pengurangan bilangan cacah
sampai 1.000, dan seterusnya.

Tujuan Pembelajaran:

B1.1 Menyajikan nilai tempat dan urutan pada bilangan cacah sampai 1.000.
B1.2 Melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai
dengan 1.000.

B1.3 Menghubungkan gambar dengan nilai pecahan



Dan seterusnya.





82

Lampiran-lampiran










Elemen Kompetensi Lingkup Materi

Aljabar 1. Mengisi 1. Penjumlahan dan

Pada akhir Fase B, peserta 2. Mengidentifikasi pengurangan pada
bilangan cacah sampai
didik dapat mengisi nilai
100 (contoh: 10 + … = 19,
yang belum diketahui
19 - … = 10).
dalam sebuah kalimat
matematika yang berkaitan 2. Pola gambar atau obyek
dengan penjumlahan sederhana dan pola
dan pengurangan pada bilangan membesar dan
bilangan cacah sampai 100 mengecil melibatkan
(contoh: 10 + … = 19, 19 - … penjumlahan dan
= 10). Peserta didik dapat pengurangan pada
mengidentifikasi, meniru, bilangan cacah sampai
dan mengembangkan 100.
pola gambar atau obyek
sederhana dan pola bilangan
membesar dan mengecil yang
melibatkan penjumlahan dan
pengurangan pada bilangan
cacah sampai 100.

Tujuan Pembelajaran:
A1.1 Mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang berkaitan
dengan penjumlahan pada bilangan cacah sampai 100.

A1.2 Mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang berkaitan
dengan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100.
A1.3 Mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola gambar atau obyek sederhana
pada bilangan cacah sampai 100.

A1.4 Mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola bilangan membesar dan mengecil
yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100.
























Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 83

Lampiran-lampiran










Elemen Kompetensi Lingkup Materi

Pengukuran 1. Mengukur 1. Menggunakan satuan

Pada akhir Fase B, peserta 2. Menentukan hubungan baku.
didik dapat mengukur 3. Mengukur dan 2. Hubungan antar-satuan
panjang dan berat benda mengestimasi baku panjang (cm, m).
menggunakan satuan baku. 3. Luas dan volume
Mereka dapat menentukan menggunakan satuan
hubungan antar-satuan tidak baku dan satuan
baku panjang (cm, m). baku berupa bilangan
Mereka dapat mengukur cacah.
dan mengestimasi luas dan
volume menggunakan satuan
tidak baku dan satuan baku
berupa bilangan cacah.


Tujuan Pembelajaran:
P1.1 Mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku.
P1.2 Menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m).
P1.3 Mengukur dan mengestimasi luas dan volume menggunakan satuan tidak baku dan
satuan baku berupa bilangan cacah.

Geometri 1. Mendeskripsikan 1. Ciri berbagai bentuk

Pada akhir Fase B, peserta 2. Menyusun bangun datar
(segiempat, segitiga, segi
didik dapat mendeskripsikan
banyak).
ciri berbagai bentuk bangun
datar (segiempat, segitiga, 2. Komposisi) dan
segi banyak). Mereka dapat dekomposisi berbagai
menyusun (komposisi) dan bangun datar
mengurai (dekomposisi)
berbagai bangun datar
dengan lebih dari satu cara
jika memungkinkan.

Tujuan Pembelajaran:

G1.1 Mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segiempat, segitiga, segi banyak).
G1.2 Menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) berbagai bangun datar dengan lebih
dari satu cara jika memungkinkan.













84

Lampiran-lampiran










Elemen Kompetensi Lingkup Materi

Analisis Data dan Peluang 1. Mengurutkan 1. Data

Pada akhir fase B, peserta 2. Membandingkan 2. Tabel
didik dapat mengurutkan, 3. Menyajikan 3. Diagram gambar
membandingkan, 4. Menganalisis 4. Piktogram
menyajikan, menganalisis
5. Menginterpretasi 5. Diagram batang (skala
dan menginterpretasi data
satu satuan
dalam bentuk tabel, diagram
gambar, piktogram, dan
diagram batang (skala satu
satuan

Tujuan Pembelajaran:

-ADP1. ..
-ADP2…

Dan seterusnya.



Catatan:
Penomoran pada tujuan pembelajaran tidak ada ketentuan baku, lebih diarahkan untuk memudahkan
pendidik dalam membaca dan menggunakan alur tujuan pembelajaran.









































Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 85

Lampiran-lampiran









Merumuskan tujuan pembelajaran lintas elemen CP




Alternatif 3

► Contoh Matematika Fase B

(dalam contoh ini diambil 2 Elemen: Pengukuran dan Geometri)


Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran

Elemen Pengukuran 1. Menentukan hubungan antar-
satuan baku panjang (cm, m).
Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengukur
panjang dan berat benda menggunakan satuan 2. Menjelaskan cara mengukur
baku. Mereka dapat menentukan hubungan panjang benda menggunakan
antar-satuan baku panjang (cm, m). Mereka dapat satuan baku.
mengukur dan mengestimasi luas dan volume 3. Menjelaskan ciri berbagai bentuk
menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku bangun datar (segiempat, segitiga,
berupa bilangan cacah. segi banyak).
4. Menentukan ciri bagian-bagian dari
Elemen Geometri
bangun datar (segiempat, segitiga,
Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai segi banyak).
bentuk bangun datar (segiempat, segitiga, segi 5. Mengukur bangun datar
banyak). Mereka dapat menyusun (komposisi) dan (segiempat, segitiga, segi banyak)
mengurai (dekomposisi) berbagai bangun datar menggunakan satuan baku
dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan



Penting untuk diperhatikan: dapat mengembangkan dengan cara lain selama Capaian Pembelajaran
di akhir fase tercapai.



► Contoh RPPM/RPPH untuk PAUD

Modul ajar ini terdiri dari 3 komponen yaitu Tujuan Pembelajaran, Langkah-langkah Pembelajaran
dan Asesmen. Contoh modul ajar dapat diakses di platform merdeka belajar.




















86

Lampiran-lampiran









RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PAUD ……

Kelompok/Usia : B/ 5-6 Tahun


Topik : Banten tempat tinggalku

Semester/Minggu : …… / ……

Hari/Tanggal : …………………………


Tujuan Pembelajaran:

• Anak menghargai ciptaan Allah
• Anak menghargai orang lain dan menyayangi makhluk hidup ciptaan Tuhan
• Menunjukkan kemampuan yang bersifat eksploratif dan menyelidik
• Menunjukkan sikap kreatif dalam menyelesaikan masalah (ide, gagasan di luar kebiasaan)
• Memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekspresikan ide pada orang lain
• Memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf


Kegiatan Pembelajaran:
A. Pembukaan
• Kegiatan bercakap-cakap tentang Banten
• Diskusi tentang alam di Banten
• Membaca cerita Banten

B. Kegiatan Inti

• Membuat hasil karya yang • Bermain peran sesuai kondisi lingkungan
menggambarkan lingkungan di Banten di Banten
• Membuat buku tentang Banten • dll
• Melukis

C. Penutupan
• Menguatkan pengetahuan/keterampilan • Membuat refleksi bersama anak
yang telah dibangun anak selama mengenai keberhasilan atau hal positif
bermain. yang telah
• Memberikan apresiasi atas perilaku • dilakukan oleh dirinya atau teman lain.
positif yang telah dilakukan anak. • Mendiskusikan ide bermain mereka esok
hari

Penilaian:
Dilakukan dengan cara sebagai berikut.

• Mengobservasi anak selama proses kegiatan • Melakukan pencatatan dengan berbagai
bermain-belajar. teknik.
• Mendokumentasikan proses kegiatan • Melakukan analisa terhadap hasil observasi,
bermain-belajar dan hasil karya anak. pencatatan dan hasil karya anak.



Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 87

Lampiran-lampiran












► Contoh RPP SD (FASE A)


Sekolah : SDN Jagakarsa 09


Kelas /Semester :1/1 (Satu)

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

Elemen : Pancasila

Alokasi Waktu : 2 JP



A. Tujuan Pembelajaran
1. Menemukan informasi mengenai simbol-simbol Pancasila.
2. Menyebutkan simbol-simbol Pancasila dan Lambang Negara Garuda Pancasila.
3. Memahami hubungan simbol-simbol Pancasila dengan sila-sila Pancasila dari sila ke-1 sampai
dengan sila ke-5.


B. Langkah-Langkah Pembelajaran

KEGIATAN DESKRIPSI ALOKASI WAKTU

Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam dan 10 menit
membaca doa dipimpin seorang peserta didik.

2. Mengaitkan materi sebelumnya dengan
materi yang akan dipelajari dan pengalaman
peserta didik.
3. Memberikan gambaran tentang tujuan
pembelajaran, dikaitkan dengan kehidupan
sehari-hari.


























88

Lampiran-lampiran










KEGIATAN DESKRIPSI ALOKASI WAKTU

Kegiatan Inti 1. Pendidik bersama peserta didik membaca 50 menit
bersama teks Pancasila.
2. Mendiskusikan makna setiap sila dan
kaitannya dalam kehidupan sehari-hari
(penguatan elemen akhlak kepada manusia
dan elemen kepedulian).
3. Pendidik memberikan penjelasan akan
pentingnya menghafal, memahami dan
menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari.
4. Pendidik mengajak peserta didik bermain
kartu “Mencari Kata untuk Pancasila”. Kartu
ini ini dapat didesain sendiri oleh Pendidik
sesuai kreativitas untuk mempermudah
mengenalkan kata pada setiap sila Pancasila
(penguatan elemen berpikir kritis).
5. Pendidik membagi peserta didik menjadi
beberapa kelompok dan menerapkan metode
jigsaw. Setiap kelompok akan mencari kata
dan menyusun setiap sila Pancasila (penguatan
elemen kolaborasi).
6. Pendidik membagikan Lembar Kerja Peserta
Didik (LKPD) sebagai panduan aktivitas
pembelajaran menyusun kalimat sila Pancasila.
7. Pendidik memandu setiap kelompok yang
sudah mampu menyusun untuk dapat
bergabung membentuk sila yang utuh
(penguatan elemen berbagi).
8. Dipandu oleh pendidik, peserta didik
membacakan kalimat sila yang telah disusun.
9. Pendidik memfasilitasi dan memotivasi peserta
didik untuk membaca dan menghafal sila
Pancasila kembali.



















Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 89

Lampiran-lampiran










KEGIATAN DESKRIPSI ALOKASI WAKTU

Penutup 1. Pendidik memberikan penguatan dengan 10 menit
pertanyaan “Bagaimana anak-anak, dapatkah
anak-anak menghafal sila Pancasila?”. Guru
meminta peserta didik untuk terus berlatih
menyusun kalimat sila Pancasila di rumah.
2. Pendidik meminta peserta didik untuk
membawa LKPD ke rumah masing-masing,
dan meminta peserta didik untuk berlatih
membaca teks Pancasila di rumah bersama
orang tua/keluarga.
3. Ditutup dengan doa secara mandiri dan
motivasi untuk bersemangat dalam belajar



C. Asesmen
1. Asesmen Awal Pembelajaran: Menyebutkan simbol-simbol Pancasila sesuai kartu simbol
Pancasila
2. Asesmen formatif: Observasi kelas atas partisipasi peserta didik dalam kerja kelompok.
3. Asesmen sumatif: Presentasi tugas




► CONTOH RPP SMP


Nama Sekolah : SMP ……………


Kelas/Sem : VII/1

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

Tahun Pelajaran : 2021/2022

Materi Pokok : Bentuk-bentuk praktik ideal Pancasila

Alokasi Waktu : 4JP/2 Minggu



A. Tujuan Pembelajaran
• Menelaah, mempraktikkan, dan meneladani sikap positif para pendiri bangsa dalam perumusan
dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara.









90

Lampiran-lampiran









B. Langkah Pembelajaran

Pendahuluan
• Pendidik melakukan pembukaan dengan • Menyampaikan motivasi tentang apa yang
salam pembuka dan berdoa untuk memulai dapat diperoleh (tujuan dan manfaat)
pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta dengan mempelajari materi meneladani
didik sebagai sikap disiplin. sikap positif para pendiri bangsa.
• Pendidik memastikan tugas sebelumnya
sudah selesai untuk mengetahui kesulitan
yang dihadapi peserta didik tentang materi
sebelumnya yaitu menghargai usulan konsep
rumusan dasar negara yang disampaikan
para pendiri negara.

Kegiatan Inti
• Peserta Didik dibagi menjadi 8 kelompok • Peserta didik mengamati grafik, dan
untuk melakukan telaah video (https://www. memperoleh informasi tentang persentase
youtube.com/watch?v=5l5lNHaJbvk) dan kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia.
atau materi tentang sikap positif para pendiri • Peserta didik menganalisis kasus Covid-19
bangsa dalam perumusan dan penetapan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan
Pancasila sebagai dasar negara. dalam lembar kerja.
• Peserta didik memastikan diri sudah • Peserta didik membuat laporan hasil tugas.
menerima LKPD yang berisi grafik tentang
kasus Covid-19.

Penutup

• Peserta didik melakukan refleksi diri tentang sikap positif para pendiri bangsa dalam perumusan
dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara.



C. Asesmen Formatif dan Sumatif

• Melalui pengamatan terhadap respon, dan • Tes tertulis tentang kebenaran konsep dan
sikap yang teramati selama berinteraksi baik hasil tugas analisis kasus penderita Covid-19.
dalam proses telaah video/materi, diskusi, • Produk/hasil penugasan dengan kriteria atau
maupun dalam proses penyelesaian tugas. rubrik penilaian yang sesuai.





















Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah 91

Lampiran-lampiran








► CONTOH RPP SMK




Bidang Keahlian : Teknologi Manufaktur dan Rekayasa

Program Keahlian : Teknik Mesin

Mata Pelajaran : Dasar-dasar Teknik Mesin





Disusun oleh Fendy Wijarwanto

Kompetensi awal -

Sarana Prasarana • Peralatan gambar : penggaris segitiga (set), pensil 2H,
kertas gambar
• Laptop dan Proyektor

• Video tutorial

Target peserta didik Siswa Fase E

Model pembelajaran Project Based Learning atau Teaching Factory

Tujuan Pembelajaran 3.4 Peserta didik memahami pembuatan gambar kerja

Alokasi Waktu 6 JP







































92


Click to View FlipBook Version