The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat, wanita kelahiran Jepara, Jawa Tengah, Senin, 21 April 1879. Ia merupakan sosok yang memiliki kecerdasan dan keberanian sehingga apa yang dirinya lakukan memberi sebuah arti besar bagi wanita Indonesia sampai saat ini.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Muhammad Daffa Rizky Hidayat, 2021-03-25 07:30:04

RA.KARTINI

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat, wanita kelahiran Jepara, Jawa Tengah, Senin, 21 April 1879. Ia merupakan sosok yang memiliki kecerdasan dan keberanian sehingga apa yang dirinya lakukan memberi sebuah arti besar bagi wanita Indonesia sampai saat ini.

Keywords: Pahlawan Indonesia

RA.KARTINI

MUHAMMAD DAFFA

RA. KARTINI

1

BIOGRAFI

2

RIWAYAT SINGKAT

3

SEJARAH PERGERAKAN KAUM WANITA
(R.A.KARTINI)

4

KARTINI DAN PERJUANGAN KESETARAAN
GENDER

5

NASIONALISME KARTINI

6

PENGHARGAAN RA.KARTINI

MUHAMMAD
DAFFA

RA. KARTINI

CHAPTER ONE

BIOGRAFI

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

MUHAMMAD
DAFFA

CHAPTER ONE

Biografi RA. Kartini Raden Adjeng Kartini (lahir
di Jepara, Hindia Belanda, 21
Lahir; April1879 – meninggal di
21 April 1879 Rembang, Hindia Belanda, 17
Jepara, Hindia Belanda September1904 pada umur
(sekarang Indonesia) 25 tahun) atau sebenarnya
lebih tepat disebut Raden
Meninggal; Ayu Kartini[1] adalah seorang
17 September 1904 (umur 25) tokoh Jawa dan Pahlawan
Rembang, Hindia Belanda Nasional Indonesia. Kartini
(sekarang Indonesia) dikenal sebagai pelopor
kebangkitan perempuan
Nama lain: pribumi.Ayah Kartini, R.M.
Raden Ayu Kartini Sosroningrat

Dikenal karena: Raden Adjeng Kartini berasal
Emansipasi wanita dari kalangan priyayi atau
kelas bangsawan Jawa. Ia
Agama: merupakan putri dari Raden
Islam Mas Adipati Ario
Sosroningrat, seorang patih
Suami/istri: yang diangkat menjadi
K.R.M. Adipati Ario Singgih bupati Jepara segera setelah
Djojo Adhiningrat Kartini lahir.[2] Kartini
adalah putri dari istri
pertama, tetapi bukan istri
utama. Ibunya bernama M.A.
Ngasirah, putri dari Nyai Haji
Siti Aminah dan Kyai Haji
Madirono, seorang guru
agama di Telukawur, Jepara.
Dari sisi ayahnya, silsilah
Kartini dapat dilacak hingga
Hamengkubuwana VI.

01 MUHAMMAD 01
DAFFA

RA. KARTINI

CHAPTER TWO

RIWAYAT
SINGKAT

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

MUHAMMAD
DAFFA

CHAPTER TWO

Ayah Kartini pada mulanya adalah Karena Kartini bisa berbahasa Belanda,

seorang wedana di Mayong. maka di rumah ia mulai belajar sendiri

Peraturan kolonial waktu itu dan menulis surat kepada teman-teman

mengharuskan seorang bupati korespondensi yang berasal dari

beristerikan seorang bangsawan. Belanda. Salah satunya adalah Rosa
Karena M.A. Ngasirah bukanlah Abendanon yang banyak
bangsawan tinggi[3], maka ayahnya mendukungnya. Dari buku-buku, koran,
menikah lagi dengan Raden Adjeng dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada
Woerjan (Moerjam), keturunan kemajuan berpikir perempuan Eropa.
langsung Raja Madura.[2] Setelah Timbul keinginannya untuk
perkawinan itu, maka ayah Kartini memajukan perempuan pribumi,
diangkat menjadi bupati di Jepara karena ia melihat bahwa perempuan
menggantikan kedudukan ayah pribumi berada pada status sosial yang
kandung R.A. Woerjan, R.A.A. rendah
Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11
bersaudara kandung dan tiri. Dari Kartini banyak membaca surat kabar
kesemua saudara sekandung, Kartini Semarang De Locomotief yang diasuh
Pieter Brooshooft, ia juga menerima
adalah anak perempuan tertua.
leestrommel (paket majalah yang
Kakeknya, Pangeran Ario

Tjondronegoro IV, diangkat bupati diedarkan toko buku kepada langganan).

dalam usia 25 tahun dan dikenal Di antaranya terdapat majalah

pada pertengahan abad ke-19 kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang

sebagai salah satu bupati pertama cukup berat, juga ada majalah wanita
yang memberi pendidikan Barat
Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini
kepada anak-anaknya.[2] Kakak
Kartini, Sosrokartono, adalah pun kemudian beberapa kali
seorang yang pintar dalam bidang mengirimkan tulisannya dan dimuat di
bahasa. Sampai usia 12 tahun, De Hollandsche Lelie. Dari surat-
Kartini diperbolehkan bersekolah di suratnya tampak Kartini membaca apa
ELS (Europese Lagere School). Di saja dengan penuh perhatian, sambil
sini antara lain Kartini belajar membuat catatan-catatan. Kadang-
bahasa Belanda. Tetapi setelah usia kadang Kartini menyebut salah satu
12 tahun, ia harus tinggal di rumah karangan atau mengutip beberapa
karena sudah bisa dipingit. kalimat.

.

02 MUHAMMAD 02
DAFFA

CHAPTER TWO

Perhatiannya tidak hanya semata-mata
soal emansipasi wanita, tetapi juga
masalah sosial umum. Kartini melihat
perjuangan wanita agar memperoleh
kebebasan, otonomi dan persamaan
hukum sebagai bagian dari gerakan
yang lebih luas. Di antara buku yang
dibaca Kartini sebelum berumur 20,
terdapat judul Max Havelaar dan
Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang
pada November 1901 sudah dibacanya
dua kali. Lalu De Stille Kraacht
(Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus.
Kemudian karya Van Eeden yang
bermutu tinggi, karya Augusta de Witt
yang sedang-sedang saja, roman-
feminis karya Nyonya Goekoop de-
Jong Van Beek dan sebuah roman anti-
perang karangan Berta Von Suttner,
Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata).
Semuanya berbahasa Belanda.
Oleh orangtuanya, Kartini dijodohkan
dengan bupati Rembang, K.R.M.
Adipati Ario Singgih Djojo
Adhiningrat, yang sudah pernah
memiliki tiga istri. Kartini menikah
pada tanggal 12 November1903.
Suaminya mengerti keinginan Kartini
dan Kartini diberi kebebasan dan
didukung mendirikan sekolah wanita
di sebelah timur pintu gerbang
kompleks kantor kabupaten Rembang,
atau di sebuah bangunan yang kini
digunakan sebagai Gedung Pramuka.

03 MUHAMMAD 03
DAFFA

RA. KARTINI

CHAPTER THREE

SEJARAH
PERGERAKAN KAUM
WANITA (R.A.KARTINI)

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

MUHAMMAD
DAFFA

CHAPTER THREE

RA. Kartini adalah seorang R.A. Kartini (21 April 1879-1904)
Pelopor Pergerakan kaum ini dianggap ialah sebagai
wanita. R.A. Kartini sudah pelopor Pergerakan kaum
menjadi sejarah didalam wanita Indonesia. Beliau adalah
keikutsertaan kaum wanita wanita Indonesia pertama yang
(hawa) diberbagai bidang memiliki cita-cita untuk dapat
kehidupan,baik itu dari hal non memajukan kaumnya dalam
pemerintahan serta bidang pendidikan atau
pemerintahan, R.A. Kartini itu pengajaran. Sebagai akibat dari
sangat diharumkan namanya kurangnya mendapatkan
yang terlihat dari tanggal pendidikan atau pengajaran.
lahirnya yang selalu diperangati kaum wanita tersebut
dari berbagai kalangan bukan diperlakukan tidak adil. Hal
daro hanya kaum hawa namun tersebut ditunjukkan. oleh
tetapi kaum adam juga ikut serta adat-kebiasaan ialah sebagai
dalam memperingati hari berikut :
pergerakan kaum wanita atau
hari R.A.Karitini . Ada kawin-paksa.
Kartini adalah seorang dari Polygami,
beberapa kaum atau juga salah Kaum pria memiliki
satu kaum hawa yang sangat kekuasaan tak terbatas
memperjuangkan hak-hak dalam suatu perkawinan,
perempuan ataupun kaum hawa Sesudah menginjak dewasa,
untuk ikut serta didalam gadis-gadis tersebut
berbagai bidang kehidupan serta dilarang unutk ke luar
juga karna R.A.Kartini berbagai rumah (= dipingit).
kaum hawa tersebut bisa bekerja Adat kebiasaan semacam
diberbagai bidang kehidupan, tersebut lambat laun ditentang
dan pada tiap 21 April oleh kaum wanita yang
diperangati Hari ibu untuk memiliki pikiran maju.
mengenang serta juga Diilhami oleh cita-cita Kartini,
memperingati Pergerakan Kaum mereka mulai untuk bergerak
Wanita dan juga Perjuangan R.A. dan untuk merombak tradisi
Karitini ialah sebagai pelopor yang tidak adil itu.
Para Pergerakan kaum wanita.

04 MUHAMMAD 04
DAFFA

CHAPTER THREE

Keluar: berusaha untuk Di antara tanggal 22 — 25
memperoleh persamaan hak Desember 1928 organisasi
setaraf dengan kaum pria, supaya wanita Indonesia tersebut
tidak diperlakukan dengan mengadakan Konggres di
sewenang-wenang. Yogyakarta. Konggres yang
ke dalam : berusaha meningkat pertama kali tersebut memiliki
atau juga sempurnakan tujuan antara lain sebagai
kemampuan serta juga kecerdasan berikut:
kaum wanita sendiri sebagal ibu
serta sebagai pemegang kendali untuk mempersatukan cita-
rumah-tangga. cita serta juga usaha
Organisasi wanita pertama di memajukan kaum wanita.
Indonesia , didirikan di Jakarta 1912 untuk membentuk
dengan nama Putri Mardika. gabungan diantara
Berdirinya organisasi tersebut berkat organisasi-organisasi yang
bantuan dari Budi Utomo, dengan berbeda-beda atau
tujuan ialah: Berusaha memajukan beraneka-ragam coraknya.
pendidikan atau pengajaran anak- Konggres tersebut berhasil
anak wanita. setelah berdiri Putri mendirikan sebuah gabungan
Mardika kemudian muncul atau juga organisasi wanita dengan nama
berdiri organisasi-organisasi Iainnya. ialah “Perikatan Perempuan
Hampir pada setiap kota penting Indonesia disingkat dengan
terdapat suatu organisasi wanita, (PPI)”. Nama tersebut
hingga jumlahnya banyak. kemudian diubah menjadi
Organisasi kaum wanita yang banyak “Perikatan Perhimpunan Istri
sekali tersebut dapat dibagi antara Indonesia disingkat dengan
lain sebagai berikut: (PPII)”. Tanggal dimulainya
Konggres kaum wanita yang
1. Organisasi-wanita yang menjadi pertamaitu dijadikan ialah
suatu bagian serta sesuatu organisasi, sebagai Hari Ibu, serta juga
contohnya: diperingäti di setiap tahunnya
(hingga sekarang).Walaupun
Wanudyo Utomo, bagian serta belum tercapai seluruhnya,
Sarekat Islam. tetapi setahap demi setahap
Aisyiyah, bagian serta perjuangan kaum wanita
Muhammadiyah. tersebut banyak juga hasilnya.
2. Organisasi-wanita yang berdiri
dengan sendiri. Kebanyakan adalah
organisasinya kaum ibu, contohnya:
Wanito Mulyo,
Wanito Katholik
Wanito Utomo.

05 MUHAMMAD 05
DAFFA

RA. KARTINI

CHAPTER FOUR

KARTINI DAN
PERJUANGAN
KESETARAAN GENDER

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

MUHAMMAD
DAFFA

CHAPTER FOUR

Kartini merupakan salah Sebagian besar surat-surat Kartini
seorang dari sedikit perempuan mengisahkan tentang keadaan kaum
Indonesia yang memperoleh wanita di Indonesia yang secara
pendidikan Barat. Meskipun umum masih sangat tertinggal. Hal
hanya memperoleh pendidikan ini disebabkan oleh aturan adat dan
tingkat Elementary School yaitu budaya Jawa yang menempatkan
Europesche Lagere School, wanita dalam posisi yang inferior
namun Kartini telah dapat bila dibandingkan dengan pria.
menguasai bahasa Belanda Dalam konstruk budaya Jawa
sehingga ia memiliki modal peranan wanita hanya berkisar pada
pengetahuan yang cukup untuk tiga kawasan yaitu di sumur
berhubungan dengan dunia (mencuci dan bersih- bersih), di
modern. Komunikasinya dengan dapur (memasak) dan di kasur
teman-temannya di Eropa (melayani suami). Atau dengan
dilakukan lewat surat-menyurat perkataan lain peranan wanita
dalam bahasa Belanda. adalah macak, masak dan manak.
Kamampuannya yang luar biasa Lebih jauh gambaran wanita Jawa
dari seorang Kartini dalam adalah sebagai konco wingking,
berbahasa Belanda memang yaitu sebagai pembantu yang
diakui oleh banyak pihak. Ia melayani suami untuk urusan
sanggup membuat kalimat- belakang. Karena peranannya yang
kalimat yang sangat baik dan marjinal tersebut maka wanita tidak
menarik perhatian para perlu mendapatkan pendidikan
sastrawan. Oleh karenanya tidak yang tinggi. Keadaan wanita
berlebihan bila kemudian Indonesia, khususnya di Jawa pada
Suryanto Sastroatmodjo zaman tersebut juga dapat dilihat
menempatkan Kartini sebagai dari ungkapaan B.H. Lans, seorang
seorang penyair prosalirik, guru wanita berkebangsaan Belanda
dimana surat-surat Kartini yang bertugas di Sunda. Beliau
merupakan sebuah kesatuan menulis,” Waktu saya mulai bekerja
cerita yang memiliki nilai sastra disini, hampir tidak ada atau sedikit
yang tinggi.Lewat surat-suratnya sekali gadis-gadis yang pergi ke
tersebut Kartini banyak sekolah … Semua kebebasan yang
mengungkapkan keadaan dimiliki gadis-gadis hilang lenyap
kaumnya dan juga harapan- pada usia menjelang kawin, yaitu
harapannya tentang upaya pada usia sepuluh atau dua belas
meningkatkan derajat kaum tahun”.
wanita Indonesia.

06 MUHAMMAD 06
DAFFA

CHAPTER FOUR

Dalam suratnya kepada Stella Hal lain yang menjadi perhatian Kartini
Zeehandelaar tanggal 25 Mei 1899, tentang ketidakadilan terhadap wanita
Kartini mengungkapkan keadaan adalah berkembang suburnya poligami.
dirinya dan wanita-wanita pada Kartini berpendapat bahwa poligami
umumnya. Kartini menulis, “… we merupakan salah satu bentuk kesewenang-
girls, so far as education goes, wenangan pria terhadap wanita. Kartini
fettered by our ancient traditions melihat, dan merasakan betapa besar
and conventions, have profited penderitaan dan pengorbanan kehidupan
but little by these advantage. It was wanita yang dimadu oleh suaminya. Hal
a great crime against the customs inipun dilakukan oleh orang tuanya, abang-
of our land that we should be abangnya dan para raden mas yang lainnya
taught at all, and especially that we di lingkungan Kabupaten Jepara dan
should leave the house every day kabupaten-kabupaten lainnya. Hal penting
to go to school. For the custom of yang menjadi perhatian Kartini terhadap
our country forbade girls in the kasus poligami adalah adanya dorongan
strongest manner ever to go to dari orang tua agar anaknya mendapat
outside of the house…” 13 Dengan suami dari kaum bangsawan dengan tujuan
korespodensinya dengan Stella untuk memperoleh kehormatan dan
Zeehandelaar, Kartini berharap kemewahan.Menurut Kartini, gadis-gadis
mendapat pertolongan darinya. tersebut tidak dapat dipersalahkan karena
Kartini juga mengungkapkan pada umumnya mereka merupakan anak-
bahwa dirinya ingin menjadi anak dari keluarga yang melarat yang
wanita yang maju seperti wanita terdiri dari petani dan buruh pabrik.
Eropa.Kartini sadar bahwa Mereka berangan-angan mendapat
keinginannya untuk maju hanya kemewahan, kehormatan, dan kenikmatan
dapat ditempuh melalui duniawi lainnya. Dikawini oleh bangsawan
pendidikan yang lebih tinggi dari merupakan anugerah yang membuka jalan
ia peroleh saat itu. Kartini bagi mereka untuk mobilitas sosial secara
mengajukan permohonan kepada vertikal.Dalam suratnya kepada Stella
ayahnya untuk melanjutkan Zeehandelaar tertanggal 25 Mei 1899,
sekolah HBS di Semarang, namun Kartini juga menuliskan kisahnya ketika
ditolak mentah-mentah. Akan mengalami masa pingitan sebagai berikut::
tetapi ketika Kartini menyatakan ”When I reach the age of twelve, I was kept
ingin melanjutkan studi ke Eropa at home. I had to go into the box. I was
ayahnya diam dan tidak locked up, and cut off from all
memberikan reaksi apa-apa. communication with the outside world,
Kartini berkesimpulan bahwa toward which I might never turn again save
ayahnya tidak keberatan kalau ia at the side of bridegroom, a stranger, an
melanjutkan studinya ke Eropa. unknown man whom my parents would
Kartini mengirim surat kepada choose for me, and to whom I should
pemerintah agar ia diberi bantuan betrothed without my own knowledge..”’11
untuk melanjutkan studi ke Eropa. Bagi Kartini masa-masa menjalani pingitan
merupakan masa-masa kelam dalam
perjalanan hidupnya, apalagi dia kemudian
tahu bahwa orang tuanya telah
mempersiapkan seorang laki-laki yang tak
dikenalnya sebagai calon suaminya.

07 MUHAMMAD 07
DAFFA

CHAPTER FOUR

Kartini berpendirian bahwa calon- Kartini menyadari bahwa untuk
calon suami itu seharusnya telah membuat bangsanya maju,
terlebih dahulu dikenal oleh gadis- khususnya kaum wanita, maka
gadis yang akan diperistri, dan tidak tidak bisa tidak adalah dengan
disodorkan begitu saja sebagai calon jalan belajar dari dunia Barat.
suami hasil pilihan orang tuanya. Ini Peradaban Barat yang demikian
merupakan sebuah tragedi yang amat gemilang menyilaukan semangat
meletihkan dan memupuskan roh Kartini untuk belajar demi
dan harapannya sebagai gadis pembebasan dari kungkungan
modern yang berkemauan keras feodalisme budaya yang timpang
untuk melawan belenggu tradisi dan itu.
konstruk budaya Jawa yang
feodalistik, dan monoton. Namun
konstruk budaya yang demikian kuat
melahirkan ketidakdilan gender itu
nyatanya masih kuat mengakar di
dalam masyarakat. Jalan untuk
merubah kondisi wanita saat itu tidak
lain melalui pendidikan. Hal ini
diungkapkan oleh Kartini dalam
suratnya kepada Mevrouw Van Kol
pada bulan Agustus 1901.
Kartini yang berkorespodensi
langsung dengan tokoh feminis
Belanda Stella Zeehandelaar secara
tidak langsung telah terpengaruh
oleh konsep-konsep feminisme
liberal. Hal ini dapat dilihat dari
program utamanya yaitu
membebaskan perempuan dari
kebutaan pendidikan atau
pengetahuan dengan mendirikan
sekolah khusus, agar hak perempuan
untuk mengikuti pendidikan setara
dengan hak pendidikan untuk laki-
laki. Kepada Van Kol Kartini menulis,
“…Our idea is open, as soon as we
have the means, an institute for the
daughter of native officials, where
they will be fitted for practical life
and will be taught as well the things
which elevate the spirit, and ennoble
the mind.

08 MUHAMMAD 08
DAFFA

RA. KARTINI

CHAPTER FIVE

NASIONALISME KARTINI

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

MUHAMMAD
DAFFA

CHAPTER FIVE

Nasionalisme merupakan sebuah Nasionalisme Kartini dapat dilacak dari
pemikirannya yang terdapat dalam surat-
ekspresi emosional antara warga suratnya. Nasionalisme Kartini
merupakan refleksi sosial yang kritis dari
negara dengan tanah dimana seorang wanita Indonesia yang
didasarkan pada religieusiteit, wijsheid en
tempat dia dilahirkan. Oleh schoonheid (ketuhanan, kebijaksanaan
dan keindahan) ditambah dengan
karenanya gejala timbulnya humanitarianisme (kemanusiaan) dan
nasionalisme. Nasionalisme yang tampak
nasionalisme merupakan suatu dalam pandangan Kartini dapat
dikategorikan sebagai sebagai
gejala yang wajar, dimana secara nasionalisme universal dalam arti
gagasan-gagasan yang diungkapkan
psikologis ada hubungan emosional mengandung nilai-nilai universal, seperti
pendidikan, persamaan derajat, dan
yang signifikan antara warga negara solidaritas sosial.
Dalam suratnya kepada Stella
dengan wilayah negaranya. Namun Zeehandelaar pada tanggal 12 Januari
1900, Kartini mengutip pandangan
pengertian nasionalisme ayahnya dalam sebuah nota yang
dikirimkan kepada pemerintah Hindia
menemukan momentumnya pada Belanda sebagai berikut, ”Father says in
his note that the government can’t set the
awal abad ke-20 yaitu ketika rice upon the table for every Javanese,
and see that he partakes of it. But it can
pengertian nasionalisme give him the means by which he can
reach the place where he can find the
ditempatkan sebagai antithesis dari food. The means is education. When the
government provides a means of
imperialisme dan kolonialisme. education for people, it is as though it
Nasionalisme dapat digolongkan dalam placed torches in their hands which
dua arti. Pertama dalam arti negatif enabled them to find the good road that
yang diartikan sebagai sikap keterlaluan, leads to the place where the rice is served.
sempit, congkak dan sombong. Dalam From it you will learn something of the
hal ini, imperialisme-kolonialisme present condition of the people. … Father
merupakan manifestasi dari pengertian wishes to do everything that he can to
tersebut. Kedua nasionalisme dalam help the people and needless to say, I am
pengertian positif sebagai ekspresi dari on his side”22 Kartini memang selalu
sikap untuk mempertahankan mengungkapkan gagasan pentingnya
kemerdekaan dan harga diri bangsa dan pendidikan sebagai jalan untuk
sekaligus menghormati bangsa lain. meningkatkan derajat bangsanya.
Pengertian kedua merupakan sikap
positif seorang warga negara yang
memiliki komitmen dan tanggung jawab
terhadap keadaan bangsanya.Dalam
pengertian yang positif, nasionalisme
dapat diartikan sebagai suatu paham
yang meletakkan kesetiaan tertinggi
individu atau sekelompok individu
kepada negara. Dalam kaitan tersebut,
Ruslan Abdulgani mengemukakan
bahwa nasionalisme dianggap sebagai
sebuah ajaran, ideologi, kepercayaan,
keyakinan, bahkan dianggap semacam
agama baru.

09 MUHAMMAD 09
DAFFA

CHAPTER FIVE

Disamping itu Kartini juga Dalam suratnya tersebut, Kartini
mengingatkan pentingnya menulis, “… For the first time, my
persatuan bagi bangsa Indonesia name would come out openly in
serta mengajak untuk menggalang connection with my people. I am
persatuan diantara kalangan muda proud of that, Stella to be named in
Indonesia baik pria maupun the same breath with my people.
wanita. Hal ini terungkap dalam 24 Kartini tidak mau dianggap jauh
suratnya kepada kepada Ny. di atas orang lain, lebih- lebih di
Abendanon pada tanggal 30 atas insan yang sering disebut
September 1901. “The young dengan rakyat jelata. Barangkali,
guard, regardless of sex, should ini merupakan dampak dari
band themselves together. We can perkenalannya dengan Stella
each of us do something unaided, Zeehandelaar melalui
towards the uplifting and korespodensinya. Seperti diketahui
civilizing of our people, but if we Stella Zeehandelaar merupakan
were united our strength would be sosok gadis yang demokratis
multiplied many times. By karena berada dilingkungan
working together we could gather masyarakat Barat yang demokratis,
a goodly store offruit. In union disamping ia merupakan anak
there is strength, and power. orang biasa.Humanitarianisme
Sementara itu sisi Kartini merupakan refleksi kritis
humanitarianisme yang melekat dari stratifikasi sosial yang
dari diri Kartini tampak dalam hierakhis akibat konstruk budaya
ungkapannya dimana ia ingin yang feodalistik. Gagasan ini
dipandang sebagai individu yang merupakan embrio dari
sama dengan orang lain. Kartini munculnya ide persamaan derajat
merasa tidak berbeda dengan atau yang dikenal dengan
rakyat biasa yang sama-sama emansipasi dimana wanita sudah
hidup dibawah penjajahan.Bahkan selayaknya ditempatkan pada
kartini ingin dipanggil Kartini proporsi yang semestinya. Pada sisi
saja, tanpa ditambah dengang yang lain pemikiran tersebut juga
embel-embel Raden Adjeng. Hal mencerminkan adanya solidaritas
ini terungkap dalam suratnya sosial antara bangsa-bangsa yang
kepada Stella Zeehandelaar pada sedang dijajah oleh bangsa asing.
tanggal 17 Mei 1902. Apalah artinya memiliki darah
bangsawan, dihormati, hidup
mewah dan lain sebagainya,
apabila ia juga sama-sama berada
dibawah penguasaan bangsa lain.

10 MUHAMMAD 10
DAFFA

CHAPTER FIVE

Arti dari semua itu adalah
sebuah realitas bahwa
bangsawan dan rakyat jelata
berada dalam posisi yang
sama, yaitu sama-sama
dikuasai bangsa asing.
Kartini sadar bahwa untuk
mencapai cita-citanya
tentang persatuan dan
persamaan derajat manusia
tersebut diperlukan
perjuangan yang keras
melalui pendidikan. Oleh
karenanya minat Kartini
dalam masalah pendidikan
demikian besarnya.
Keterbelakangan yang
dihadapi bangsa Indonesia
pada saat itu disebabkan
oleh ketidaktahuan rakyat
tentang cara mengatasi
segala kesulitan yang
dihadapinya seperti soal
pangan, kesehatan, ataupun
pendidikan bagi anak-anak.

11 MUHAMMAD 11
DAFFA

RA. KARTINI

CHAPTER SIX

PENNGHARGAAN
RA.KARTINI

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

MUHAMMAD
DAFFA

CHAPTER SIX

Pahlawan Buku Karya RA. Kartini
Kemerdekaan yang 1. Habis Gelap Terbitlah
ditetapkan pada
tanggal 2 Mei 1964 Terang
Tanggal 21 April 2. Surat-surat Kartini,
merupakan tanggal
untuk memperingati Renungan Tentang dan
hari besar yang Untuk Bangsanya
kemudian dikenal
sebagai Hari Kartini 3. Letters from Kartini,
Nama RA Kartini An Indonesian
mendapat
penghargaan dengan Feminist 1900-1904
menjadikan 4. Panggil Aku Kartini
namanya sebagai
nama jalan di Saja
beberapa kota di 5. Kartini Surat-surat
Belanda. Sebut saja,
di Utrecht, Venlo, kepada Ny RM
Amsterdam, Abendanon-Mandri
Haarlem.
dan suaminya
6. Aku Mau … Feminisme

dan Nasionalisme.
Surat-surat Kartini

kepada Stella
Zeehandelaar 1899-

1903

12 MUHAMMAD 12
DAFFA


Click to View FlipBook Version
Previous Book
Programul "Energie in România" – ODAS Global Consulting
Next Book
Poems 4L