PETUNJUK PRAKTIKUM
WORKSHOP PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI
DISUSUN OLEH:
YUNI WIBOWO
RIO CHRISTY HANDZIKO
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
1
Kata Pengantar
Puji syukur kami aturkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat-Nya
sehingga petunjuk praktikum workshop pengembangan bahan ajar biologi untuk mahasiswa
jurusan Pendidikan Biologi dapat disusun dengan baik.
Petunjuk praktikum ini disusun sebagai pedoman dalam melakukan workshop
pengembangan bahan ajar biologi. Petunjuk praktikum ini disusun dengan pendekatan semi
guided sehingga membantu siswa untuk lebih aktif di dalam belajar. Pentunjuk praktikum ini
diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mempersiapkan dan melaksanakan praktikum
dengan lebih baik, terarah, dan terencana. Pada setiap topik telah ditetapkan tujuan pelaksanaan
praktikum dan kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa.
Penyusun menyakini bahwa Petunjuk Praktikum workshop pengembangan bahan ajar
biologi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran
yang membangun guna penyempurnaan petunjuk praktikum ini dimasa yang akan datang.
Tim penyusun
2
PENDAHULUAN
Menurut Djohar (1984: 5) sumber belajar dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu
yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah
informasi, pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan, dalam proses pembelajaran. Suhardi
(2008: 5) menyatakan bahwa sumber belajar biologi adalah segala sesuatu, baik benda maupun
gejalanya, yang dapat dipergunakan untuk memperoleh pengalaman dalam rangka pemecahan
permasalahan biologi tertentu. Sumber belajar memungkinkan dan memudahkan terjadinya
proses belajar. Sumber belajar biologi dalam proses pembelajaran biologi dapat diperoleh di
sekolah atau di luar sekolah (Colin Marsh, 1996: 154). Dalam hal ini nampak adanya
beraneka ragam sumber belajar yang masing-masing memiliki kegunaan tertentu yang
mungkin sama atau bahkan berbeda dengan sumber belajar lainnya.
Proses pembelajaran dengan sumber-sumber yang konkrit lebih menjalin keberhasilan
daripada secara abstrak. Keuntungan yang diperoleh adalah belajar menjadi lebih produktif
serta dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa karena sumber-sumber yang
konkrit mampu mneyajikan kondisi belajar lebih alami (Djohar, 1984: 5). Djohar (1985: 121)
menyatakan bahwa alamsekitar atau laboratorium dapat digunakan sebagai tempat eksplorasi
obyek dan gejala alam serta tempat pengembangan kreatifitas siswa. Dalam hal ini siswa
harus berperan aktif sedangkan guru berperan diantara siswa dan obyek belajar. Penggunaan
sumber belajar sebagai bahan ajar tergantung dari macam sumber belajarnya. Pada prinsipnya
sumber belajar dibedakan atas dua macam:
1. Sumber belajar yang siap digunakan dalam proses pembelajaran tanpa ada penyederhanaan
dan atau modifikasi (by utilization).
2. Sumber belajar yang disederhanakan dan atau dimodifikasi (dikembangkan/ by design).
Suatu obyek atau gejalanya dapat diangkat sebagai sumber belajar harus memenuhi
persaratan tertentu (Djohar, 1987: 102). Persaratan tersebut dapat dilihat dalam kurikulum yang
berlaku. Di dalam kurikulum tercantum konsep-konsep yang harus dikuasai oleh peserta didik
pada jenis dan tingkat pendidikan tertentu. Jabaran konsep sub-konsep atau sub-sub konsepnya
akan dapat digunakan untuk melihat apakah obyek atau gejalanya dapat digunakan untuk
mencapai konsep tersebut. Dari petunjuk teknis kurikulum dapat dilihat tujuan dan sasaran
3
belajar. Setelah ada kesesuaian dengan ketiga hal tersebut perlu juga ditinjau informasi yang
diungkap, pedoman kegiatan dan perolehan faktanya, sehingga jelas pula proses dan produk yang
ingin diperolehnya. Besarnya potensi suatu obyek dan gejalanya untuk dapat diangkat sebagai
sumber belajar terhadap permasalahan biologi dapat dipersentasi berdasarkan konsep/sub-konsep
dengan memperhatikan jumlah waktu yang diperlukan. Potensi ini dapat dimantapkan lebih
lanjut dengan diadakan kajian terhadap proses dan produk yang diperoleh. Proses yang perlu
diperhatikan dalam pemanfaatan hasil penelitian adalah sebagai sumber belajar adalah langkah-
langkah ilmiah yang dapat ditempuh siswa selama kegiatan pembelajaran.langkah-langkah
ilmiah tersebut meliputi perumusan masalah, pengkajian pustaka, penentuan hipotesis,
merancang penelitian, mengumpulkan data, melakukan pembahasan, menyimpulkan,
mengomunikasikan, dan munculnya masalah baru.
Hasil penelitian biologi dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi di SMA. Untuk
dapat diangkat sebagai sumber belajar, hasil penelitian biologi harus dikaji berdasarkan
kurikulum pendidikan biologi yang berlaku. Pemanfaatan hasil penelitian biologi dalam
kegiatan pembelajaran di SMA melalui 3 kegiatan pokok yaitu: 1) identifikasi potensi hasil
penelitian sebagai sumber belajar 2) seleksi dan modifikasi proses dan produk hasil penelitian, 3)
implementasi dalam pembelajaran dalam RPP maupun LKS. Pada kegiatan identifikasi potensi
hasil penelitian sebagai sumber belajar biologi terdiri dari 6 aspek yang dicermati yaitu: a)
ketersediaan obyek dan permasalahan yang diteliti, b) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran,
c) sasaran materi dan peruntukannya, d) informasi yang akan diungkap, e) pedoman eksplorasi,
dan f) perolehan yang akan dicapai.
Kemampuan siswa dalam memahami materi biologi berbeda-beda. Setiap siswa memiliki
kecepataan yang berbeda untuk menguasai materi biologi. Ada siswa yang cepat menguasai
materi ajar dengan membaca satu kali, tetapi ada juga siswa yang harus membaca berualang
untuk memahami materi biologi. Untuk mengatasi kecepatan belajar yang berbeda-beda, modul
merupakan salah satu bahan ajar yang dapat digunakan. Modul merupakan salah satu bahan ajar
yang dapat digunakan untuk pembelajaran secara mandiri. Melalui modul siswa dapat belajar
sesuai dengan kecepatannya/kemampuannya.
4
Topik 1
Identifikasi obyek dan persoalan biologi
Tujuan:
Mahasiswa mampu mengidentifikasi obyek dan persoalan biologi di lingkungan sekitar yang
dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi di sekolah menengah (SMA/MA/SMK)
Bahan:
Kebun Biologi FMIPA UNY
Kurikulum yang berlaku
Lup
Kamera
Bentuk Kegiatan:
1. Observasi kebun biologi FMIPA UNY
2. Analisis kurikulum yang berlaku di sekolah.
Cara Kerja
Kegiatan 1 (Identifikasi objek dan persoalan biologi)
1. Bentuklah kelompok kerja dengan anggota setiap kelompok 4 mahasiswa.
2. Datangi kebun biologi FMIPA UNY.
3. Lakukan pengamatan dengan cermat terhadap objek biologi di kebun biologi FMIPA
UNY.
4. Lakukan identifikasi objek dan persoalan biolgi biologi FMIPA UNY.
5. Tuliskan hasil pengamatan anda dalam table hasil pengamatan.
5
Tabel Hasil Observasi Objek dan Persoalan Biologi di Kebun Biologi FMIPA UNY
No. Objek Hasil observasi/ Fakta yang teramati Prosedur untuk
pengamatan mengamati/memperoleh
fakta
Kegiatan 2 (Analisis kurikulum)
1. Cermati kurikulum yang berlaku di sekolah.
2. Lakukan analisis kompetensi dasar yang ada pada kurikulum
3. Tuliskan tuntutan kurikulum pada 3 aspek yang harus dikuaai siswa meliputi: (1)
aspekmateri, (2) kompetensi yang diaharapak berkembang, (3) metode pembelajaran
yang diharapkan digunakan.
4. Tuliskan hasil analisis anda dalam bentuk table.
5. Lakukan perbandingan antara objek dan persoalan biologi yang diperolah (pada kegiatan
1) dengan analisis kurikulum (pada kegiatan 2)
6
Tabel Hasil Analisis Kurikulum
No. Kompetensi Dasar Konsep dan subkonsep Kompetensi yang Metode pembelajaran
diajarkan/dikembangkan
Tabel Perbandingan Objek Persoalan dan Analisis Kurikulum
No. Hasil Anallisis Kurikulum 2013 Hasil Analisis Objek dan Persoalan Biologi
7
Topik 2.
Analisis Hasil Penelitian Biologi Sebagai Sumber Belajar Biologi di sekolah
Tujuan:
Mahasiswa pendidikan biologi mampu mengidentifikasi potensi hasil penelitian biologi sebagai
sumber belajar biologi di SMA.
Pengantar:
Terdapat banyak sekali laporan hasil penelitian biologi baik skripsi, tesis, atau disertasi
bidang biologi.laporan biologi telah memuat objek dan persoalan biologi dengan jelas. Namun,
laporan ini belum dimanfaatkan secara maksimal terutama untuk belajar siswa pada sekolah
menengah. Untuk dapat diangkat sebagai sumber belajar, hasil penelitian biologi harus dikaji
berdasarkan kurikulum pendidikan biologi yang berlaku. Dari kajian ini akan dapat dilihat
kejelasan potensi ketersediaan obyek dan permasalahan yang diangkat, kesesuaian dengan
tujuan pembelajaran, sasaran materi dan peruntukannya, informasi yang akan diungkap,
pedoman eksplorasi dan perolehan yang akan dicapai. Apabila dari segi persyaratan sudah
dipenuhi, maka dilakukan pengkajian proses dan produk hasil penelitian yang relevan dengan
permasalahan biologi di SMA.
Bentuk Kegiatan:
1. Analisis hasil penelitian tugas akhir skripsi mahasiswa prodi biologi FMIPA UNY
2. Analisis kurikulum yang berlaku di sekolah.
Cara kerja
1. Kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelompok dalam kelompok kerja yang telah
terbentuk.
2. Pilihlah satu buah tugas akhir skripsi dari mahasiswa Program Studi Biologi Jurusan
Pendidikan Biologi FMIPA UNY (bukan dari Program Studi Pendidikan Biologi).
3. Lakukan analisis skripsi untuk menentukan terpenuhinya syarat-syarat hasil penelitian
sebagai sumber belajar biologi.
4. Lakukan analisis dengan membandingkan tuntutan kurikulum
8
5. Deskripsikan syarat-syarat tersebut yang berupa poses dan produk hasil penelitian
biologi.
6. Komunikasikan hasil analisis anda dqlam satu kelas.
7. Perbaiki hasil analisis kalian
Tabel Hasil Identifikasi, Proses dan Produk Penelitian
a. Identifikasi
No Aspek Terpenuhi Tidak Terpenuhi
1. Potensi (objek dan permasalahan )
2. Kesesuaian dengan tujuan
pembelajaran
3. Sasaran materi dan peruntukanya
4. Informasi yang akan diungkap
5. Pedoman eksplorasi
6. Perolehan yang akan dicapai
9
b. Proses Penelitian
No Langkah Kegiatan Jabaran Langkah Kegiatan Ilmiah Hasil Penelitian Biologi (Skripsi)
Ilmiah 1. …..
1. Identifikasi 2. …..
Masalah
3.
2. Rumusan 1.
Masalah 2.
Dst
3. Rumusan Tujuan
4. Rumusan Hiotesis
5. Prosedur
Pengumpulan
data
6. Pelaksanaan
kegiatan
7. Data hasil
Penelitian
8. Analisis Data
9. Pembahasan
10. Kesimpulan
10
c. Produk Hasil Penelitian Jabaran produk hasil penelitian
No Macam produk
penelitian
Fakta
Konsep
d. Seleksi dan Modifikasi Hasil Penelitian Hasil seleksi
No Aspek
1. Proses Identifikasi masalah :
Rumusan masalah :
Rumusan tujuan:
Rumusan hipotesis :
Penyusunan prosedur penelitian :
Pelaksanaan kegiatan :
Data hasil penelitian:
Analisis Data:
11
Pembahasan:
Kesimpulan:
2. Produk Fakta:
Konsep:
e. Berdasarkan hasil seleksi dan modifikasi yang telah dilakukan, buatlah RPP beserta
LKSnya untuk pembelajaran biologi di MA/SMA!
12
Topik 3
Pengembangan Handout
Tujuan:
Mahasiswa dapat menyusun sebuah handout materi biologi untuk SMA
Pengantar:
Handout merupakan salah satu bahan ajar cetak yang dapat digunakan oleh guru biologi.
Handout memiliki sifat ekonomis karena memuat informasi sangat ringkas dan menyampaikan
hal-hal yang umum. Siswa dapat memahami hal-hal yang penting dalam suatu materi biologi
karena handout memuat bagian-bagian yang pokok saja. Handout juga bisa menjadi rangkuman
atau ringkasan bagi siswa. Fungsi dari handout antar lain adalah: sebagai pendamping penjelasan
pendidik, memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar, dan pengingat pokok-pokok materi
yang diajarkan.
Bentuk Kegiatan:
1. Analisis handout mata kuliah
2. Pengembangan handout materi biologi di SMA
Cara kerja:
1. Secara berkelompok pilihlah satu handout dari suatu mata kuliah di Jurusan Pendidikan
Biologi FMIPA UNY.
2. Temukan komponen dan karakteristik dari handout tersebut
3. Tentukan satu materi biologi SMA untuk disusun handout.
4. Buatlah kerangka handoutnya.
5. Kembangkan kerangka handout tersebut menjadi handout yang utuh.
6. Komunikasikan handout yang telah kalian susun dalam diskusi kelas.
7. Perbaikilah menjadi handout final berdasarkan masukan yang kalian peroleh saat diskusi
kelas.
13
Tabel Hasil Analisis Handout Karakteristik setiap komponen
No. Judul handout Komponen handout
1.
2.
3.
4.
5.
Dst
Rancangan/Outline Handout Materi Biologi Untuk SMA
Judul handout Kerangka materi
No.
1.
2.
3.
4.
5.
Berdasarkan kerangka handout diatas kembangkan handout anda menjadi handout yang baik.
14
Topik 4
Penyusunan Modul Biologi
Tujuan:
Mahasiswa dapat menyusun modul dari suatu materi Biologi untuk SMA.
Pengantar:
Modul merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematis sesuai dengan kurikulum
yang berlaku dan disajikan dengan menarik. Modul di disain untuk membantu siswa dalam
belajar. Modul didisain untuk dapat digunakan siswa belajar secara mandiri atau bersifat
individual sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing. Agar dapat menyusun modul yang
baik diperlukan perhatian terhadap sifat modul yaitu: 1) self instructional, 2) self contained, 3)
stand alone, 4) adaptif, dan 5) user friendly. Selain itu perlu dipahami beberapa karakteristik
modul yang lainnya yaitu: pengakuan atas perbedaan individual, modul memuat tujuan
pemebelajaran / kompetensi secara eksplisit, pada modul terdapat asosiasi, struktur dan urutan
pengetahuan, diperlukan adanya partisipasi aktif dari siswa, pada modul memuat reinforcement
langsung, dan terdapat evaluasi terhadap penguasaan siswa atas hasil belajarnya.
Bentuk Kegiatan:
1. Analisis modul mata kuliah
2. Pengembangan modul satu topik materi biologi di SMA
Cara Kerja:
1. Secara berkelompok pilihlah satu modul hasil karya tugas akhir mahasiswa dari
Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNY.
2. Lakukan kajian pada tugas akhir tersebut untuk menemukan komponen dan karakteristik
dari setiap komponen tersebut.
3. Berdasarkan handout yang telah kalian susun kembangkan untuk menjadi satu modul
materi biologi SMA.
4. Lengkapi handout yang telah kalian susun dengan komponen-komponen modul
5. Kembangkan handout yang telah kalian menjadi satu modul yang lengkap.
15
Tabel Hasil Analisis Modul Karakteristik Setiap Komponen
No. Judul Modul Komponen Modul
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Dst
16
Kerangka Modul yang akan disusun
Judul Modul: …
No. Komponen modul Deskripsi Setiap Komponen
1. Sampul atau cover Berisi judul modul yaitu sistem pencernaan pada manusia,
gambar anatomi sistem pencernaan, penyusun, dan sasaran
2. modul
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
dst
Kembangkan kerangka modul kalian menjadi modul yang utuh!
17
Topik 5.
Analisis Buku Ajar
Tujuan:
Mahasiswa mampu menganalisis sebuah buku ajar biologi untuk SMA
Pengantar:
Sumber belajar dapat berupa buku yang sudah terstruktur disesuaikan dengan kurikulum
yang berlaku. Buku paket biologi SMA disusun berdasarkan kurikulum SMA yang berlaku.
Model buku ajar di lapangan bentuknya bervariasi. Keberagaman model buku ajar dilapangan
karena adanya keberagaman penulis, karakteristik siswa, dan lingkungan. Namun demikian,
dalam penyusunan model buku pelajaran tetap harus mengacu tuntutan standar kualitas dan
kompetensi, di samping memperhatikan perbedaan budaya, sosial-ekonomi, taraf perkembangan
pebelajar dan lingkungan geografisnya.
Alat dan Bahan:
Buku Ajar Biologi untuk SMA.
Instrumen Penilian Buku dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Cara Kerja.
1. Duduklah dalam kelompok belajar yang telah terbentuk.
2. Pilihlah satu buku ajar bioogi yang akan dianalisis.
3. Temukan instrumen penilaian buku dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
4. Lakukan analisis buku ajar bioogi yang akan dianalisis
5. Berilah kesimpulan bagaimana kualitas buku tersebut.
6. Presentasikan hasil review kalian kedepan kelas
7. Diskusikan hasil review kalian dalam diskusi kelas
18
Tabel Hasil Review Buku Nilai/Review Makna
Sangat Baik Materi dalam buku sesuai
No. Aspek yang direview dengan kurikulum 2013, bersifat
Materi pada buku uptodate, kontekstual, serrta
sesuai dengan tingkat berpikir
siswa tingkat SMA.
19
Topik 6.
Penyusunan Buku Pelajaran Biologi SMA
Tujuan:
Mahasiswa dapat menyusun buku pelajaran biologi SMA untuk satu topik materi.
Pengantar:
Buku pelajaran biologi merupakan satu bahan ajar yang sangat penting dalam
pembelajaran biologi di sekolah. Hal ini karena buku pelajaran memiliki beberapa fungsi antara
lain yaitu:
1. Buku pelajaran menunjang implementasi kurikulum sekolah.
2. Buku pelajaran membantu meningkatkatkan minat baca.
3. Buku pelajaran menjadi bahan ajar yang penting di dalam pembelajaran
4. Buku pelajaran dapat memfasilitasi terjadinya proses berpikir analitis.
5. Buku pelajaran menjadi sarana mengikuti dan menyesuaikan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi (iptek) secara global.
Alat dan Bahan
Satu contoh buku pelajaran Biologi SMA
Cara kerja:
1. Duduklah dalam kelompok belajar yang telah terbentuk.
2. Pilihlah satu buku ajar biologi yang akan dianalisis.
3. Lakukan analisis struktur/sistematika buku tersebut
4. Buatlah rancangan buku pelajaran biologi SMA untuk satu topik (materi sama dengan
materi modul)
5. Kembangkan rancangan buku pelajaran biologi SMA yang disusun menjadi buku elajaran
biologi untuk SMA yang lengkap untuk satu topik (materi sama dengan materi modul)
20
Hasil Analisis Buku Pelajaran Biologi SMA
Judul Buku yang dianalisis: ………
Penyusun :
Penerbit :
Sistematika Buku:
1….
2….
3…..
4…
5. …….
6…….
7…….
Dst.
Karakteristik khas/hal spesifik/unik/berbeda yang ada di dalam buku yang dianalisis dan tidak
ada di buku lain adalah ………………………………..
Kembangkan modul yang telah Anda susun menjadi buku pelajarn untuk siswa SMA!
21
Topik 7.
Analisis Buku Pelajaran dan Buku Referensi
Tujuan:
Mahasiswa dapat mengidentifikasi perbedaan buku pelajaran dan buku referensi
Pengantar:
Buku pelajaran biologi di SMA berbeda jauh dengan buku-buku biologi di perguruan
tinggi. Buku yang ada di perguruan tinggi seringkali ditemukan berukuran tebal dan membahas
suatu mteri sangat detil. Selain itu, tampak urutan materi yang ada pada buku biologi berbeda
dengan buku biologi di SMA.
Alat dan bahan:
1. Satu contoh buku pelajaran Biologi SMA.
2. Satu buku biologi yang digunakan untuk belajar di Perguruan Tinggi.
Cara Kerja:
1. Duduklah dalam kelompok belajar yang telah terbentuk.
2. Pilihlah satu buku pelajaran biologi untuk SMA dan satu buku ajar biologi untuk PT
3. Lakukan analisis terhadap kedua buku yang telah dipilih.
4. Identifikasikan perbedaan diantara kedua buku tersebut.
Hasil Analisis Buku ajar Biologi si PT
Misal: 1. ….
2…….
1. Sistematika buku 3……….
Buku Pelajaran Biologi SMA
1…..
2…..
3……
Dst
22
2. Kedalaman materi Buku ajar Biologi si PT
Buku Pelajaran Biologi SMA 1. ….
1….. 2…….
2….. 3……….
3……
Dst
3. Dst.
23
Topik 8
Fotografi Biologi
Tujuan:
Mahasiswa dapat menghasilkan foto objek biologi yang sesuai dengan kaidah ilmu biologi dan estetika
serta dapat digunakan untuk mengkonstruksi konsep biologi dalam pembelajaran.
Pengantar:
Fotografi objek biologi tentunya berbeda dengan foto objek lainnya. Pada fotografi biologi,
terdapat beberapa kaidah kebiologian dan tentunya juga kaidah estetika terutama untuk objek biologi
langsung dilapangan. Keterampilan menghasilkan foto objek biologi menjadi penting karena dengan
adanya foto objek, maka pembelajaran biologi dapat menjadi lebih terarah dan peserta didik mendapatkan
pemahaman yang nyata secara visual tentang objek biologi tersebut. Fotografi biologi dapat menjadi salah
satu alternatif bahan ajar ataupun media belajar untuk pembelajaran biologi.
Alat dan Bahan:
1. Kamera digital.
2. Lensa kamera sesuai kebutuhan.
3. Memori yang kompatibel dengan kamera
4. Komputer dengan software pengolah foto.
5. Obyek Biologi
Cara Kerja:
1. Duduklah dalam kelompok belajar yang telah terbentuk.
2. Cermati uraian materi yang disampaikan oleh dosen pengampu mengenai kaidah kebiologian
dan kaidah estetika pada fotografi biologi.
3. Cermati beberapa foto gejala biologi yang disajikan oleh dosen pengampu.
4. Deskripsikan karakteristik foto tersebut.
24
5. Bersama teman satu kelompok rencanakan foto objek biologi yang akan diambil
6. Bersama teman satu kelompok, lakukan praktik untuk mengambil foto objek biologi hewan
dan tumbuhan.
7. Lakukan olah foto biologi yang telah diambil dengan menggunakan program olah foto
dengan komputer.
8. Tampilkan hasil foto biologi kalian ke depan kelas dan diskusikan kelebihan dan kekurangan
foto tersebut.
9. Gunakan foto tersebut dalam pembelajaran biologi.
25
Topik 9.
Pengembangan Video Pembelajaran Biologi
Tujuan:
Mahasiswa mampu menghasilkan video yang menggambarkan proses dan fenomena biologi yang sesuai
dengan kaidah kebiologian dan kaidah estetika.
Pengantar:
Objek biologi sangat luas mulai dari yang sangat kecil hingga besar, sederhana hingga kompleks,
sangat dekat hingga jauh. Persoalan biologi juga sangat beragam. Beberapa persoalan biologi gejalanya
ada yang sangat cepat atau sangat lambat sehingga membutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-
minggu untuk melihat proses yang terjadi. Untuk itu diperlukan suatu media yang bisa menggambarkan
kejadian itu di kelas. Salah satu media yang bisa menggambarkan seperti kondisi aslinya yaitu
menggunakan video. Objek dan fenomena biologi dapat dikemas dalam bentuk video pembelajaran
sehingga memudahkan siswa memahami peristiwa yang terjadi. Melalui video objek dan fenomena
biologi yang ada dapat ditangkap, direkam, diproses, ditata ulang, dan ditransmisikan untuk dilihat
kembali. Objek dan fenomena biologi yang penting dapat ditonjolkan pada video pembelajaran.
Videografi proses biologi tentunya berbeda dengan video lainnya. Pada videografi biologi,
terdapat beberapa kaidah kebiologian dan tentunya juga kaidah estetika terutama untuk proses biologi
yang diambil langsung dilapangan. Keterampilan menghasilkan video proses biologi menjadi penting
karena dengan adanya video, maka pembelajaran biologi dapat menjadi lebih terarah dan peserta didik
mendapatkan pemahaman yang nyata secara visual tentang proses atau fenomena biologi yang
berlangsung. Videografi biologi dapat menjadi salah satu alternatif bahan ajar ataupun media belajar
untuk pembelajaran biologi.
Alat dan Bahan:
1. Alat perekam video atau Handycam
2. Lensa kamera sesuai kebutuhan
26
3. Memory yang kompatibel dengan kamera
4. Komputer dengan software pengoolah video.
5. Fenomena biologi
Cara kerja:
1. Duduklah dalam kelompok belajar yang telah terbentuk.
2. Cermati uraian materi mengenai kaidah kebiologian dan kaidah estetika pada videografi biologi.
3. Cermati video pembelajaran yang ditayangkan oleh dosen pembimbing praktikum.
4. Lakukan praktikum untuk menyusun story line dari proses biologi yang menjadi bahan kajian.
5. Lakukan praktek mengambil video biologi untuk hewan dan tumbuhan.
6. Lakukan praktek Mengolah video biologi untuk hewan dan tumbuhan menggunakan software
pengolah video.
7. Sajikan video yang dihasilkan ke depan kelas.
8. Diskusikan hasil video dalam diskusi kelas.
9. Sempurnakan video yang kalian buat.
10. Video dapat digunakan untuk pembelajaran biologi.
27
Daftar Pustaka
Daryanto. (2013). Menyusun Modul. Yogyakarta: Gava media
Djohar, 1987. Peningkatan PBM Sains Melalui Pemanfaatan Sumber Belajar. Jurnal
Kependidikan Nomer 2, Volume 17. IKIP Yogyakarta.
Dwi Rahdiyanta. Teknik Penyusunan Modul. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/
drdwi-rahdiyanta-mpd/20-teknik-penyusunan-modul.pdf. Diakses tanggal 30 Oktober
2017.
Marsh, C 1996. Handbook for Beginning Teachers. Sydney: Longman.
Prastowo, A. (2011). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: DIVA Press.
Sudjana,N., Rivai, A.(2002). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Suhardi (2011). Pengembangan Sumber Belajar Biologi. UNY Press.
Sungkono, Siddiq,M.D., Wirasti, M.K., Suyanto,S., Sofyan, H., Karsimin, A. (2003).
Pengembangan Bahan Ajar. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.
28