The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by AJI SAPUTRA, 2023-09-28 23:47:00

MAKALAH KHUTBAH,TABLIGH DAN DAKWAH

MAKALAH KHUTBAH,TABLIGH DAN DAKWAH

i MAKALAH KHUTBAH, TABLIGH DAN DAKWAH Di susun oleh: 1. Muhamad Aji Saputra 2. Muhamad Fikri Ramadhan 3. Yakur Fauzan Akbar 4. Farish Augie Yukeza 5. Wahyu Amirulloh KOMPETENSI KEAHLIAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK SMK NEGERI 1 GUNUNGPUTRI TAHUN 2023


ii KATA PENGANTAR Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, kami menyusun makalah ini sebagai bagian dari tugas pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Makalah ini berjudul "Khutbah, Tabligh, dan Dakwah" dan kami harap dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep-konsep tersebut dalam Islam. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini, tidak ada pembimbing langsung yang mengarahkan kami. Oleh karena itu, kami melakukan usaha maksimal untuk mencari sumber-sumber informasi yang terpercaya dan relevan guna mendukung pemahaman kami tentang topik yang dibahas. Dalam mengumpulkan informasi, kami merujuk pada literatur keagamaan, buku-buku, serta sumber-sumber online yang dianggap dapat dipercaya. Kami melakukan analisis dan sintesis terhadap berbagai informasi yang kami temukan guna menghasilkan makalah ini. Namun demikian, kami menyadari bahwa makalah ini mungkin memiliki keterbatasan dan belum mencakup semua aspek yang relevan. Oleh karena itu, kami mengundang pembaca untuk memberikan masukan, kritik, dan saran yang konstruktif agar kami dapat terus mengembangkan pengetahuan dan pemahaman kami. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman sejawat yang telah memberikan dukungan dan berbagi pengetahuan dengan kami. Terima kasih juga kepada pihak-pihak yang telah menyediakan sumber-sumber informasi yang kami gunakan dalam penulisan makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, terutama dalam memahami konsep Khutbah, Tabligh, dan Dakwah dalam Islam. Semoga makalah ini dapat menjadi sumber referensi yang berguna dalam studi PAI dan meningkatkan pemahaman kita tentang ajaran Islam. Akhir kata, kami berharap segala usaha dan kerja keras yang kami lakukan dalam menyusun makalah ini bisa memperoleh hasil yang baik. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan rahmat-Nya kepada kita semua. Bogor, 4 Juni 2023 Penulis


iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...............................................................................................................ii DAFTAR ISI............................................................................................................................ iii BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1 A. Latar Belakang ..................................................................................................................1 B. Rumusan Masalah..............................................................................................................1 BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................................2 A. Pengertian Khutbah, Tabligh dan Dakwah........................................................................2 1. Pengertian Khutbah.....................................................................................................2 2. Pengertian Tabligh ......................................................................................................2 3. Pengertian Dakwah .....................................................................................................2 B. Pentingnya Khutbah, Tabligh, dan Dakwah......................................................................3 1. Pentingnya Khutbah ....................................................................................................3 2. Pentingnya Tabligh .....................................................................................................3 3. Pentingnya Dakwah.....................................................................................................3 C. Ketentuan Khutbah/Khotbah, Tabligh dan Dakwah..........................................................3 1. Ketentuan Khutbah.........................................................................................................3 2. Ketentuan Tabligh ..........................................................................................................5 3. Ketentuan Dakwah .........................................................................................................5 D. Menerapkan perilaku mulia sehubungan dengan Khutbah, Tabligh dan Dakwah............6 BAB III PENUTUP ...................................................................................................................7 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................8


1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu mata pelajaran yang penting dalam kurikulum pendidikan. PAI bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang ajaran dan nilai-nilai Islam kepada siswa. Dalam mempelajari PAI, salah satu topik yang sering dibahas adalah Khutbah, Tabligh, dan Dakwah. Khutbah, Tabligh, dan Dakwah adalah konsep-konsep yang memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam. Khutbah merujuk kepada ceramah yang disampaikan oleh seorang pemimpin agama atau khatib dalam salat Jumat. Tabligh mengacu pada usaha untuk menyampaikan pesan-pesan agama kepada masyarakat dan memperkuat iman serta kehidupan spiritual umat Islam. Sedangkan Dakwah merujuk pada kegiatan dakwah yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk menyebarkan ajaran Islam kepada orang lain. Dalam konteks masyarakat modern yang terus berkembang dan berubah, penting bagi kita sebagai generasi muda untuk memahami konsep-konsep tersebut secara mendalam. Dengan mempelajari Khutbah, Tabligh, dan Dakwah, kita dapat mengembangkan keterampilan komunikasi, pemahaman yang lebih baik tentang ajaran Islam, dan kemampuan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan kepada orang lain. Namun, meskipun Khutbah, Tabligh, dan Dakwah memiliki peran yang penting, pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep tersebut sering kali kurang dipahami dengan baik. Oleh karena itu, melalui penyusunan makalah ini, kami bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif dan terstruktur mengenai Khutbah, Tabligh, dan Dakwah dalam konteks kehidupan Islam. Dalam proses penyusunan makalah ini, kami akan merujuk pada sumber-sumber yang terpercaya, termasuk literatur keagamaan, kitab-kitab Islam, dan pandangan ulama terkemuka. Kami juga akan menggali informasi dari sumber-sumber online yang diakui kehandalannya. Melalui makalah ini, kami berharap dapat memberikan pemahaman yang komprehensif, inspirasi, dan informasi yang bermanfaat kepada pembaca. Kami juga berharap makalah ini dapat menjadi sumber referensi yang berguna dalam studi PAI dan membantu meningkatkan pemahaman tentang Khutbah, Tabligh, dan Dakwah dalam Islam. Dengan tekad dan semangat yang tinggi, kami menyusun makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat mencapai tujuan yang diharapkan dan memberikan manfaat bagi pembaca. B. Rumusan Masalah 1. Pengertian khutbah, tabligh dan dakwah? 2. Apa saja pentingnya khutbah, tabligh dan dakwah? 3. Apa saja ketentuan khutbah, tabligh dan dakwah?


2 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Khutbah, Tabligh dan Dakwah 1. Pengertian Khutbah Khutbah secara bahasa berarti ceramah atau pidato. Selain itu juga, khutbah dapat bermakna memberi peringatan, pembelajaran atau nasehat dalam kegiatan ibadah seperti : salat(salat Jumat, Idul Adha, Istisqa’, Kusuf) wukuf dan nikah. Sedangkan pengertian khutbah secara istilah yaitu kegiatan ceramah yang disampaikan kepada sejumlah orang Islam dengan syarat dan rukun tertentun yang erat kaitannya dengan keabsahan dan/atau kesunahan ibadah (misalnya khutbah Jumat untuk solat Jumat, khutbah nikah untuk kesunahan akad nikah). Berdasarkan penjelasan di atas, maka kita dapat menyimpulkan beberapa macam khutbah, yaitu : khutbah Jumat, khutbah Idul Fitri, khutbah Idul Adha, khutbah Istisqa’, maupun khutbah dalam rangkaian salat Kusuf dan Khusuf. (Apriyani, 2022) 2. Pengertian Tabligh Tablig secara etimologi/bahasa berasal dari kata ballaga-yuballigu-tabligan yang artinya menyampaikan atau memberitahukan dengan lisan. Adapun menurut terminologi/istilah, tablig berarti menyampaikan ajaran Islam baik dari Al-Quran maupun Hadist yang ditujukan kepada umat manusia. Tablig juga dapat diartikan sebagai kegiatan menyampaikan ‘pesan’ Allah Subhanahu Wata’ala secara lisan kepada satu orang Islam atau lebih untuk diketahui dan diamalkan isinya. Misalnya, Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam memerintahkan kepada sahabat di majlisnya untuk menyampaikan suatu ayat kepada sahabat yang tidak hadir. Seseorang yang melakukan tabligh disebut dengan muballig. Muballig ini biasanya menyampaikan tablignya dengan gaya dan retorika yang menarik. Sobat pasti sering mendengar istilah tabligh akbar, istilah tersebut dapat diartikan sebagai kegiatan menyampaikan ‘pesan’ Allah Subhanahu Wata’ala dalam jumlah pendengar yang banyak. 3. Pengertian Dakwah Dakwah berasal dari Bahasa Arab yaitu da’a – yad’u – da’watan yang berarti memanggil, menyeru atau mengajak. Menurut istilah, dakwah adalah kegiatan untuk mengajak orang lain ke jalan Allah Subhanahu Wata’ala secara lisan atau perbuatan untuk kemudian. diamalkan dalam kehidupan nyata supaya mendapat kebahagiaan yang hakiki baik di dunia dan akhirat. Seseorang yang melaksanakan dakwah disebut da’i. Adapun macam-macam dakwah berdasarkan bentuk penyampaiannya yaitu : • Dakwah dengan lisan (kultum, kajian, khutbah). • Dakwah dengan tulisan (majelis buku, membuat artikel lalu diletakkan di majalah dinding atau diunggah ke internet). • Dakwah dengan perilaku (memberi contoh kepada orang lain agar berperilaku baik sesuai syariat Islam). Selain itu, kegiatan dakwah dapat berupa aksi sosial yang nyata. Misalnya santunan kepada anak yatim, sumbangan untuk membangun fasilitas umum, dan sebagainya.


3 B. Pentingnya Khutbah, Tabligh, dan Dakwah Setelah kita memahami berbagai ulasan di atas, kita juga perlu memahami seberapa pentingkah khutbah, tabligh dan dakwah dalam kehidupan. 1. Pentingnya Khutbah Ketika khutbah menjadi salah satu aktivitas ibadah, maka tidak mungkin khutbah ditinggalkan. Jikapun demikian, maka akan membatalkan (tidak sah) ibadah tersebut. Contohnya, apabila salat Jumat dan wukuf tidak ada khutbahnya, maka ibadahnya menjadi tidak sah. Jadi peranan khutbah di sini menjadi sangat penting, apalagi khutbah menjadi saran untuk membimbing manusia menuju ke-rida-an Allah Subahanahu Wata’ala. Khutbah juga memiliki kedudukan Agung dalam Islam sehingga sepatutnya seorang khatib melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. 2. Pentingnya Tabligh Telah kita ketahui bersama, tablig merupakan salah satu sifat wajib bagi rasul. Itulah sebabnya mengapa Allah Subhanahu Wata’ala sering kali menyebut dalam kitabNya bahwa tugas seorang rasul tidak lain hanyalah menyampaikan. Setelah Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam wafat, kebiasaan ini dilanjutkan oleh para sahabatnya, pengikut sahabat (tabi’in) dan pengikut pengikutnya sahabat (tabi’ut tabi’in). Setelah mereka semua tiada, kita sebagai umat muslim memiliki tanggung jawab untuk meneruskan kegiatan tabligh tersebut. Tidak mesti menjadi seorang ulama dahulu, siapapun yang melihat kemungkaran dimatanya, dan ia mampu menghentikannya maka ia wajib menghentikannya. Bagi yang mengerti permasalahan agama, ia harus menyampaikannya kepada yang lain siapa pun mereka, walaupun itu hanya satu ayat. Nabi pernah bersabda yang berbunyi : “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (H.R. Bukhari) 3. Pentingnya Dakwah Dakwah merupakan kewajiban setiap umat Islam. Di antara pentingnya dakwah yang disebutkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala dalam Al Quran antara lain : Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah yang munkar. Merekalah orangorang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran/3 :104) Setiap dakwah hendaknya bertujuan untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat, serta mendapat rida dari Allah Subhanahu Wata’ala. Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Ia memulai dakwahnya kepada istri, keluarga dan teman-temannya hingga raja yang berkuasa pada saat itu (seperti Kaisar Heraklius dari Byzantium, Raja Mukaukis dari Mesir, Raja Kisra dari Persia/Iran, dan Raja Najaysi dari Habasyah/Ethiopia). C. Ketentuan Khutbah/Khotbah, Tabligh dan Dakwah 1. Ketentuan Khutbah a.) Syarat Seorang Khatib 1. Islam.


4 2. Ballig. 3. Berakal sehat. 4. Mengetahui ilmu agama. b.) Syarat Dua Khutbah 1. Khutbah dilaksanakan sesudah waktu masuk dzuhur. 2. Khatib duduk di antara dua khutbah. 3. Khutbah diucapkan dengan suara yang keras dan jelas. 4. Tertib. c.) Syarat-syarat Khotbah Jumat 1. Khutbah dilaksanakan sesudah tergelincirnya matahari (masuk waktu dzuhur). 2. Khatib dalam keadan suci dari hadas dan najis. 3. Khatib harus laki-laki. 4. Khatib duduk di antara dua khutbah. 5. Khutbah diucapkan dengan suara yang keras dan jelas. 6. Khutbah dilakukan dalam keadaan berdiri (jika mampu). 7. Hendaknya tertib dalam melakukan rukun khutbah. d.) Rukun Khutbah 1. Membaca hamdallah. 2. Membaca syahadat. 3. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. 4. Berwasiat taqwa. 5. Membaca ayat Al Qur’an pada salah satu khotbah. 6. Berdoa pada khutbah kedua. e.) Sunah-sunah Khutbah Jumat 1. Khatib memberikan salam sebelum azan dikumandangkan. 2. Khotbah diucapkan dengan kalimat yang jelas, fasih, mudah dipahami, dan disampaikan dengan penuh semangat. 3. Khatib menyampaikan khutbah hendaknya diperpendek dan jangan terlalu panjang, sebaliknya solat Jumatnya yang diperpanjang. 4. Khatib menghadap ke jamaah ketika berkhutbah. 5. Menertibkan rukun-rukun khutbah. 6. Khotbah dilakukan di atas mimbar atau tempat yang tinggi. Tambahan : 7. Pada prinsipnya, ketentuan dan cara khutbah, baik itu untuk salat Jumat, Idul Fitri, Idul Adha maupun salat khusuf itu sama. Letak perbedaannya yaitu pada waktu pelaksanaannya, yaitu dilaksanakan setelah salat dan diawali dengan takbir. 8. Khutbah wukuf adalah khutbah yang dilakukan pada saat wukuf di Arafah dan merupakan salah satu rukun wukuf setelah melaksanakan salat dzuhur dan ahsar (di qasar). Khutbah wukuf hampir sama dengan khutbah Jumat, bedanya pada waktu pelaksanaannya yaitu ketika wukuf di Arafah.


5 2. Ketentuan Tabligh a.) Syarat Muballig 1. Islam. 2. Ballig. 3. Berakal sehat. 4. Mendalami ajaran Agama Islam. Etika dalam Menyampaikan Tabligh 5. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami. 6. Bersikap lemah lembut, tidak kasar dan tidak merusak. 7. Mengutamakan musyawarah dan berdiskusi untuk memperoleh kesepakatan bersama. 8. Materi dakwah yang disampaikan harus memiliki dasar hukum yang kuat, sumbernya juga harus jelas. • Menyampaikannya dengan ikhlas dan sabar, sesuai dengan kondisi, psikologis dan sosiologi si penerima. 9. Tidak menghasut orang lain untuk merusak, bermusuhan, berselisih, dan/atau mencari kesalahan orang lain. 3. Ketentuan Dakwah a.) Syarat Seorang Da’i 1. Islam. 2. Ballig. 3. Berakal sehat. 4. Mendalami ajaran Agama Islam. b.) Etika dalam Berdakwah 1. Dakwah dilaksanakan dengan hikmah (diucapkan dengan jelas, tegas dan sikap yang bijaksana). 2. Dakwah dilaksanakan dengan mauzatul hasanah atau nasihat yang baik, yaitu cara persuasif (tanpa kekerasan) dan edukatif (pengajaran). 3. Dakwah dilaksanakan dengan memberi contoh yang baik. 4. Dakwah dilaksanakan dengan mujadalah, yaitu diskusi atau bertukar pikiran yang berjalan dengan dinamis dan santun serta menghargai pendapat orang lain. c.) Objek Dakwah (Mad’u) Objek dakwah adalah orang yang didakwahi, dengan kata lain orang yang diajak kepada agama Allah dan untuk kebaikan. Objek dakwah mencakup seluruh manusia, tak terkecuali si pendakwah itu sendiri. d.) Materi Dakwah (Al Maudhu’) Materi dakwah adalah segala sesuatu yang disampaikan kepada subyek dakwah kepada objek dakwah yang meliputi seluruh ajaran Islam yang bersumber dari Al Quran maupun Hadist. Secara umum, materi dakwah mencakup 4 hal yaitu : akidah (keyakinan), syariah (hukum), akhlak (perilaku), dan muamalah (hubungan sosial).


6 e.) Metode Dakwah (asalibud da’wah) Metode dakwah yaitu cara-cara yang digunakan oleh seorang da’i dalam berdakwah agar maksud dari dakwah tersebut tercapai. Metode dakwah tersebut telah disebutkan dalam Al Quran Surah An-Nahl ayat 125 yang artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk” (Q.S. An-Nahl/16 : 125) Metode dakwah tersebut jika kita jabarkan menjadi : a.) Berdakwah dengan Hikmah 1. Al Quran dan sunah. 2. Ucapan ringkas yang mengandung banyak makna. 3. Manfaat serta rahasia setiap hari. b.) Berdakwah dengan Mau’idah Hasanah 1. Memberikan motivasi untuk berbuat baik atau memberi peringatan jika melakukan maksiat. 2. Ucapan yang lemah lembut. 3. Pengajaran yang mengandung pesan positif. Jadi, mau’idah hasanah dapat diartikan sebagai nasihat yang diucapkan dengan perkataan lemah lembut sehingga dapat masuk ke dalam hati orang yang didakwahi dan dapat diterima dengan penuh kesadaran. c.) Berdakwah dengan Mujadalah Ahsan 1. Mujadalah ahsan adalah melakukan diskusi, bertukar pikiran ataupun membantah perkataan yang lembut dan tidak menggunakan ucapan yang kasar sehingga dapat diterima oleh lawan dengan lapang dada. D. Menerapkan perilaku mulia sehubungan dengan Khutbah, Tabligh dan Dakwah Sebagai umat Islam yang baik, kita tentu harus merealisasikan nilai-nilai khutbah, tabligh dan dakwah di mana saja kita berada. Adapun cara-cara yang dapat dilakukan yaitu : 1. Ketika solat Jumat, hendaknya mengamati dan menyimak khutbah yang disampaikan khatib. Dengan memperhatikannya secara utuh, diharapkan suatu saat nanti bisa tampil seabagi khatib pada waktu salat Jumat. 2. Ketika kita melihat keadaan sekitar yang termasuk maksiat (seperti mencuri, tawuran, mencontek, dan sebagainya), kita harus mencegahnya dengan memberikan alasan yang logis, baik atas dasar agama maupun sosial. Cara mencegahnya dapat kita lakukan dengan perbuatan, jika tidak mampu dengan lisan, dan jika tidak mampu juga maka dengan hati. 3. Jika melihat sesuatu yang baik, contohlah. Dimulai dari diri sendiri, dari tindakan yang kecil dimulai dari sekarang. 4. Lebih aktif mengikuti kegiatan keagamaan.


7 BAB III PENUTUP Kesimpulan Dalam penutup makalah ini, dapat disimpulkan bahwa Khutbah, Tabligh, dan Dakwah memiliki peran yang sangat penting dalam Islam sebagai upaya untuk menyebarkan ajaran agama, memperkuat iman, dan membentuk hubungan yang baik antara individu dengan masyarakat. Khutbah sebagai bentuk ceramah keagamaan dalam salat Jumat memiliki tujuan untuk memberikan pengajaran, nasehat, dan motivasi kepada jamaah. Tabligh sebagai kegiatan dakwah berfokus pada penyebaran nilai-nilai Islam kepada masyarakat secara luas. Sedangkan Dakwah melibatkan interaksi sosial yang baik dalam rangka membangun hubungan yang harmonis dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya pemahaman dan penerapan Khutbah, Tabligh, dan Dakwah dalam kehidupan sehari-hari sangat relevan dalam memperkuat identitas keislaman dan menjaga harmoni sosial. Oleh karena itu, sebagai umat Muslim, kita perlu terus belajar dan mengembangkan keterampilan dalam melakukan Khutbah, mengamalkan Tabligh, dan mempraktikkan Dakwah dengan baik. Dengan demikian, semoga makalah ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang Khutbah, Tabligh, dan Dakwah serta menjadi inspirasi bagi pembaca dalam mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita menjadi duta-duta Islam yang berkomitmen untuk menyebarkan kebaikan, menebarkan kedamaian, dan memperkuat persaudaraan umat manusia. Terakhir, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam penyusunan makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan keberkahan dalam setiap langkah kita menuju kebaikan dan kesuksesan.


8 DAFTAR PUSTAKA Apriyani, A. (2022). Makalah Kutbah Tabligh DAN Dakwah. Makalah Kutbah Tabligh DAN Dakwah, 2-7.


Click to View FlipBook Version