“KERAJAAN HINDU - BUDHA DAN ISLAM” KLIPING “Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)” Disusun oleh : 1.Muhammad Nur Solihin 2.Muhammad Nabil Imdadilah MADRASAH TSANAWIYAH DARUN NAJAH KARANGKEMBANG TAHUN PELAJARAN 2023/2024
1 KERAJAAN HINDU BHUDA DI INDONESIA 1. Kerajaan Kutai Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Diperkirakan kerajaan kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan ini dibangun oleh Kudungga.Peninggalan terpenting kerajaan Kutai adalah 7 Prasasti yupa, dengan huruf Pallawa dan bahasa sansekerta, dari abad ke-4 Masehi. Salah satu Yupa mengatakan bahwa “Maharaja Kundunga mempunyai seorang putra bernama Aswawarman yang disamakan dengan Ansuman (Dewa Matahari). Aswawarman mempunyai tiga orang putra. yang paling terkemuka adalah Mulawarman.” Salah satu prasastinya juga menyebut kata Waprakeswara yaitu tempat pemujaan terhadap Dewa Syiwa. 2. Kerajaan Tarumanegara Kerajaan Tarumanegera di Jawa Barat hampir bersamaan waktunya dengan Kerajaan Kutai. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395). Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah kerajaan
2 tertua kedua di Nusantara setelah Kerajaan Kutai, yang meninggalkan bukti arkeologi. Kerajaan ini pernah berkuasa di wilayah barat Dari pulau Jawa pada abad ke-5 sampai abad ke-7 Masehi. Bukti tertua peninggalan arkeologi dari kerajaan ini adalah prasasti Ciaruteun, berupa batu peringatan dari abad ke-5 Masehi yang ditandai dengan bentuk tapak kaki raja Purnawarman. Terdapat tujuh bukti prasasti yang berhubungan dengan kerajaan Tarumanagara ditemukan di daerah Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Prasasti tersebut di antaranya adalah prasasti Ciaruteun, Kebon Kopi I, Jambu, Pasir Awi, dan Muara Cianten di dekat Bogor; prasasti Tugu di Jakarta Utara; dan prasasti Cidanghiang di Pandeglang, Banten. 3. Kerajaan Kalingga Kerajaan Kalingga memang sebuah kerajaan kecil yang tidak begitu terkenal sebagaimana kerajaan Hindu lainnya. Kerajaan Kalingga berdiri sejak 6 Masehi. Kerajaan Kalingga bercorak Hindu Budha dan ditemukan di provinsi Jawa Tengah. Sayangnya hingga saat ini tidak diketahui dengan jelas di manakah lokasi tepatnya kerajaan ini. Salah satu pemimpin kerajaan ini yang paling terkenal adalah Ratu Shima. Ia adalah sosok ratu sekaligus pemimpin kerajaan yang sangat bijak dan banyak yang menyegani. Kerajaan Kalingga runtuh pada tahun 752 M karena diserang oleh Kerajaan Sriwijaya.
3 4. Kerajaan Wijayapura Kerajaan Wijayapura mungkin bukanlah kerajaan yang dikenal sebagaimana kerajaan Hindu-Budha di Indonesia lainnya, namun kerajaan ini pernah berdiri di Indonesia tepatnya di Kalimantan Barat. Kerajaan Wijayapura ditemukan pada abad ke 7 Masehi. Kerajaan Wijayapura didirikan oleh Raja Patih Sengalang. Kerajaan Wijayapura juga tidak diketahui kapan runtuhnya. Namun banyak asumsi para pakar sejarah yang menyebutkan bahwa kerajaan ini runtuh karena tidak adanya pemimpin yang menggantikan Tahta dari raja terakhirnya. Tidak banyak peninggalan kerajaan Wijayapura yang masih tersisa, namun kabarnya artefak yang ditinggalkan oleh Kerajaan Wijayapura dikoleksi di Museum British Inggris. 5. Kerajaan Melayu Kerajaan Melayu sama-sama berdiri pada abad ke-7 Masehi dengan Kerajaan Wijayapura. Kerajaan Melayuterletak di kawasan Minanga, Sumatera Selatan. Raja yang paling terkenal di Kerajaan Melayu adalah Adityawarman. Kerajaan Melayu berdiri sangat lama di Indonesia, sayangnya pada tahun 1275, kerajaan ini takluk di bawah kekuasaan kerajaan Singosari yang saat itu menguasai nusantara. Peninggalan Kerajaan Melayu :Candi Pulau Sawah, Kompleks Candi Padang Roco, Arca
4 Amoghapasa atau Prasasti Padang Roco, Candi Bukik Awang Moambiak, Prasasti Batusangkar. 6. Kerajaan Kanjuruhan Pernah mendengar nama stadion Kanjuruhan? Kandang dari tim sepakbola Arema Malang ini merupakan salah satu kerajaan yang pernah ada Malang Jawa Timur. Kerajaan Kanjuruhan ini bercorak Hindu. Kerajaan kecil ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke 8 Masehi, hampir sama dengan awal kemunculan kerajaan Tarumanegara yang ada di Bogor. Adapun salah satu raja yang paling tersohor dari kerajaan Kanjuruhan bernama Gajayana. Tidak ada yang tahu pasti kapan kerajaan Kanjuruhan runtuh namun penyebab dari runtuhnya kerajaan ini adalah akibat perluasan kerajaan Mataram Kuno. Hanya saja penyebab itu masih belum ditemukan secara empitis. Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan :Candi Badut di kecamatan Dau, Malang, Candi Wurung di kecamatan Dau, Malang, Prasasti Dinoyo. 7. Kerajaan Sriwijaya Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan Budha paling sukses di Indonesia kala itu. Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim dan komersial yang berkembang antara abad ke-7 dan ke-13, sebagian besar di tempat yang sekarang disebut Indonesia adalah hasil penemuan Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya
5 berada di Palembang, Sumatera Selatan. Mengapa kerajaan ini dikatakan paling sukses? Karena daerah kekuasaannya tidak hanya di Sumatera saja namun juga meluas hingga Jawa, Sulawesi, Kamboja, Malaysia dan masih banyak lagi. Kejayaan dari kerajaan Sriwijaya kemudian runtuh pada tahun 1025 setelah mendapatkan serangan dari kerajaan yang berasal dari India Selatan. Salah satu rajanya yang paling terkenal dan berhasil melakukan ekspansi kerajaan ini adalah Raja Balaputradewa. Peninggalan kerajaan Sriwijaya :Candi Muara Takus di Riau, Candi Muaro Jambi di Jambi, Candi Biaro Bahal di Tapanuli Utara, Candi Kota Kapur di Bangka Belitung, Candi Gapura Sriwijaya di Kota Pagar Alam, Prasasti Kota Kapur di Pulau Bangka, Prasasti Ligor di Thailand, Palas Pasemah di Lampung Selatan, Prasasti Hujung Langit di Lampung, Prasasti Telaga Batu di Palembang. 8. Kerajaan Mataram Kuno atau Medan Kerajaan Mataram Kuno atau Medang adalah kerajaan Hindu-Budha yang ditemukan di Jawa Tengah, tepatnya di kabupaten Magelang. Kerajaan Mataram Kuno berdiri sekitar tahun 732 M oleh Raja Sanjaya. Namun raja yang paling terkenal adalah Airlangga. Kerajaan ini runtuh sekitar tahun 929 M sebab mengalami krisis ekonomi yang cukup pelik. Peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang terkenal :Prasasti Kalasan di Yogyakarta, Prasasti Kedu (Mantyasih) di Magelang, Prasasti Ratu Boko di Yogyakarta, Candi Borobudur di Magelang, Candi Pawon di Magelang, Candi Sewu di Klaten, Candi Mendut di Magelang, Candi Bima di Banjarnegara, Candi Arjuna di Banjarnegara, Candi Semar di Banjarnegara.
6 9. Kerajaan Sunda Galuh Berada di Jawa Barat, meneruskan kerajaan Hindu di provinsi maka berdirilah sebuah kerajaan yang dinamakan Sunda Galuh yang lebih dikenal dengan nama Pajajaran. Kerajaan Sunda Galuh berdiri pada tahun 1030 Masehi. Raja yang paling terkenal dari Sunda Galuh adalah Prabu Siliwangi. Tentunya nama raja satu ini sering digunakan sebagai nama-nama jalan di Jawa Barat. Sayangnya kerajaan ini tidak bertahan lama. Pajajaran memiliki dua pelabuhan di bawah kendalinya yakni Kalapa, di mulut Ciliwung (di utara Jakarta sekarang) dan Banten. Pada tahun 1513, Kedutaan Besar Portugis datang ke Kalapa. Portugis berusaha membangun ekspansi mereka di pantai utara Jawa untuk memusatkan kegiatan komersial mereka di kepulauan Indonesia, yang meliputi lada dan nila Jawa Barat, cengkeh Maluku dan kayu berharga dan kapur barus dari Sumatra. Sayangnya, Sunda Galuh runtuh pada tahun 1579 disebabkan Kesultanan Banten menyerang kerajaan ini. Peninggalan Kerajaan Sunda Galuh : 8 artefak yang paling terkenal dari kerajaan Sunda Galuh : Prasasti Pasir Data, Prasasti Ulubelu, Prasasti Kebon Kopi II, Prasasti Perjanjian Sunda-Portugis, Prasasti Batu Tulis, Prasasti Huludayeuh, Prasasti Cikapundung, Situs Karangkamulyan.
7 10. Kerajaan Kediri Kerajaan Kediri berada di sekitar Kali Berantas, salah satu sungai yang cukup luas di provinsi Jawa Timur. Kerajaan satu ini pertama kali ada 12 tahun setelah kerajaan Pajajaran, tepatnya tahun 1042. Nah, raja yang paling terkenal dari Kerajaan Kediri ini adalah Jaya baya. Penyebab runtuhnya kerajaan ini adalah karena raja terakhir dibunuh oleh seorang brahmana yang bernama Ken Arok. Peninggalan kerajaan Kediri yang terkenal :Prasasti Panumbangan, Prasasti Palah, Buku Smaradhahana, Buku Hariwangsa Buku Krinayana, Kuil Penataran (Kuil Penataran adalah salah satu kuil yang masih berdiri gagah. Kerajaan Kediri runtuh sekitar tahun 1222 setelah 180 tahun berdir). 11. Kerajaan Singasari Kerajaan Singasari memiliki ibu kota dengan jarak 2 km di utara kota Singosari. Sejarahnya bias direkonstruksi berkat prasasti dalam bahasa Jawa Kuno. Dua puisi epik, Nagarakertagama (ditulis dalam bahasa Jawa Kuno pada 1365 oleh penyair istana Prapanca di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk dari Majapahit) dan Pararaton. Kerajaan Singasari masih berada di provinsi Jawa Timur dan kekuasaannya sangat luas dari daerah Singasari hingga Malang sekarang. Kerajaan Singasari didirikan oleh seorang brahmana yang sangat sakti bela diri, bernama Ken Arok pada tahun 1222. Awalnya ia adalah raja dari kerajaan kecil di bawah Kerajaan Kediri
8 bernama Tumapel. Raja Singasari yang paling penting adalah raja ke-5 dan terakhir, Kertanegara, yang memerintah dari tahun 1254 hingga 1292. Nagarakertagama menyebutkan “tanah-tanah anak sungai” Majapahit yang ditaklukkan oleh raja ini. Selain Bali, Madura, dan Sunda, daftar ini daerah kekuasaan Singasari juga meluas ke Pahang di Semenanjung Melayu ke “Gurun” di Maluku, melalui Malayu (Jambi) ke Sumatra dan “Bakulapura” ke Kalimantan. Kerajaan Singasari runtuh pada tahun 1292 dikarenakan adanya pemberontakan dari keluarga kerajaan terakhir yang sengaja ingin menjatuhkan Singosari. Peninggalan Kerajaan Singasari : Kuil Jago atau Jajaghu digunakan sebagai makam sang raja ketiga Wishnuwardhana, Kuil Jawi yang juga digunakan sebagai makam raja terakhir Kertanegara, Candi Singasari, Candi Kidal yang juga digunakan sebagai makam raja kedua Anusapati, Patung Prajnaparamita sebuah replika patung ratu Ken Dedes. 12. Kerajaan Majapahit Hadirnya Kerajaan Majapahit pada tahun 1294 adalah puncak dari kejayaan semua kerajaan Hindu yang ada di Indonesia. Mengapa demikian? Sebab kekuasaan dari kerajaan Majapahit tidak hanya terpaku di Mojokerto, Jawa Timur saja namun juga di Sumatera, Kalimantan, Papua bahkan Malaysia. Raja yang paling terkenal dari Kerajaan Majapahit bernama Hayam Wuruk. Mengapa? Karena semua kesuksesan yang diraih tidak bisa dipungkiri merupakan campur tangan dari Hayam Wuruk yang dibantu oleh Patih Gadjah Mada. Gaja Mada menyatukan seluruh kepulauan selama 75 tahun. Majapahit adalah kerajaan Hindu besar terakhir di Asia Tenggara. Pendirian kerajaan Madjapahit, yang terjadi pada tahun 1292 M, tampaknya merupakan hasil dari pertengkaran atas takhta kerajaan
9 Jawa kuno Singosari, dan keadaan yang berkaitan dengan peristiwa ini sangat mengejutkan sehingga menuntut lebih dari sekadar melewati pertimbangan. Kartanagara, raja kelima dan terakhir Singosari, pada tahun 1275, mengutus pasukan Jawanya dalam sebuah ekspedisi hebat melawan pantai barat Sumatra. Ekspedisi ini menembus hingga Minangkabau, tetapi gagal mencapai kursi kekuasaan Sriwijaya sehingga ia tidak ada di Jawa selama dua puluh tahun; dan sebelum kembalinya, pada 1295, peristiwa-peristiwa besar di sekitar Madjapahit telah terjadi. Dominasi Majapahit berakhir dengan penyebaran Islam ke Malaka pada tahun 1402. Sayangnya kejayaan Majapahit akhirnya runtuh pada tahun 1478 M dikarenakan serangan dari kerajaan Islam Demak. Peninggalan Kerajaan Majapahit : Candi Tikus di Mojokerto, Candi Bajang Ratu di Mojokerto, Candi Sukuh di Karanganyar, Candi Wringin Lawang di Mojokerto, Candi Ceto di Karanganyar, Candi Surawana di Kediri, Candi Wringin Branjang di Blitar, Candi Pari di Sidoarjo, Candi Minak Jinggo di Mojokerto, Candi Jolotundo di Mojokerto dan masih banyak lagi.
10 KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA 1. Kerajaan Samudera Pasai Kerajaan Islam yang muncul di Pulau Sumatera dan merupakan kerajaan pertama di Pulau Borneo. Kerajaan Samudera Pasai sendiri didirikan pada abad sekitar 13 Masehi dengan lokasi tepatnya di Kabupaten Lhokseumawe, Aceh Utara. Nama pendiri yang juga merupakan raja pertama dari kerajaan Samudera Pasai adalah Sultan Malik Al Saleh. Nama aslinya yaitu Marah Silu atau Meurah Silu yang telah meninggal tahun 1297. Lantas, kepemimpinannya digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Mahmud. Samudera pasai sejatinya merupakan kerajaan gabungan dari kerajaan pasai dan kerajaan perlak lalu keduanya akhirnya disatukan oleh penguasa daerah (Marah Silu). Kerajaan Samudera Pasai menjadi pusat perdagangan dan juga penyebaran Islam pada kepemimpinan Sultan Muhammad Al Tahir tepatnya tahun 1297 sampai dengan 1326. Selanjutnya, beliau digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Ahmad tahun 1326 s/d 1348 yang mana memiliki gelar Malik Al Tahir. Pergantian kepemimpinan itu dilakukan setelah meninggalnya Sultan Muhammad Malik Al Tahir tahun 1326. Pada pemerintahan Sultan Ahmad Malik Al Tahir, samudera pasai mengalami perkembangan yang cukup pesat. Kerajaan itu dapat menjalin kerja sama dengan berbagai kerajaan Islam yang ada di dunia seperti kerajaan di India maupun Arab. Setelah kepemimpinannya, Sultan Ahmad digantikan oleh Sultan Zainal Abidin. Namun sayangnya, pada tahun 1521 Masehi kerajaan tersebut mengalami keruntuhan karena berhasil ditaklukkan oleh bangsa Portugis.
11 Bukti eksistensi dari kerajaan Samudera Pasai ini adalah beberapa peninggalan kerajaan seperti makam para pemimpin beberapa di antaranya adalah makam Sultan Malik Al Saleh, naskah surat Sultan Zainal Abidin, cakra donya, stempel kerajaan, makam Sultan Zainal Abidin, dan makam ratu Al aqla. 2. Kerajaan Tidore Jika tadi telah dijelaskan mengenai kerajaan Ternate, sekarang Anda perlu mengetahui sejarah perkembangan Islam di kerajaan Tidore. Kerajaan Tidore didirikan tahun 1081 M yang berpusat di wilayah Kota Tidore Maluku Utara. Ajaran Islam saat itu sudah mulai dipakai dalam sistem pemerintahan kerajaan tahun 1495 Masehi. Kerajaan Tidore sendiri didirikan oleh Sultan Nuku pada abad ke-15 Masehi. Pada waktu itu masyarakat Ternate dan Tidore telah memeluk agama Islam. Kerajaan Tidore mengalami masa kejayaan pada abad ke-16 hingga 18 yakni di bawah kepemimpinan Sultan Nuku. Pada saat beliau berhasil melawan kolonial Belanda yang dibantu oleh bangsa Inggris. Kerajaan Tidore mengalami keruntuhan dikarenakan adanya adu domba dengan kesultanan Ternate yang dilakukan oleh Spanyol dan Portugis. Tujuannya adalah untuk melakukan monopoli daerah penghasil rempah-rempah yang ada di sana. Beberapa peninggalan dari kerajaan Tidore antara lain benteng tore dan Keraton Tidore.
12 3. Kerajaan Ternate Kerajaan ini memiliki sebutan sebagai Kerajaan Gapi yang mana didirikan tahun 1257. Pendiri dari kerajaan Ternate sendiri bernama Baab Masyhur tahun 1257 sampai dengan 1272 Masehi. Menurut beberapa sumber, tidak ada catatan pasti mengenai kapan awal masuknya Islam ke Ternate. Namun dikatakan bahwa Kolono Marhum menjadi raja Ternate pertama yang memutuskan untuk memeluk Islam. Ia mendapatkan petunjuk dari datu Maulana Husein atau ulama Islam asal Minangkabau yang merupakan murid sunan giri. Perkembangan Islam akhirnya diteruskan oleh Zainal Abidin setelah wafatnya Marhum (raja pertama kerajaan Ternate). Kerajaan Ternate mengalami masa kejayaan pada pemerintahan Sultan Baabullah yang pada saat itu hasil mengalahkan kekuasaan Portugis dan Maluku Utara. Masa keruntuhan kerajaan Ternate terjadi di pada pemerintahan Shahid berkat setelah meninggalnya Baabullah pada tahun 1583 titik pada saat itu, Ternate harus menghadapi tekanan dari Spanyol pada bagian utara dan VOC pada bagian selatan. Inilah yang menjadi awal keruntuhannya. 4. Kerajaan Makassar Kerajaan Makassar adalah kerajaan yang didirikan pada abad ke-16 Masehi yang asal mulanya merupakan kerajaan Gowa dan Tallo. Dulunya di tahun 1650,
13 seorang penguasa dari Gowa tallo telah memeluk agama Islam. Namun dalam perjalanan kedua wilayah ini, terjadi peperangan saudara dan akhirnya dimenangkan oleh Gowa. Akhir dari peperangan itu menimbulkan pembentukan kerajaan baru yakni kerajaan Makassar yang merupakan wujud persatuan mereka. Kerajaan tersebut dipimpin oleh Daeng Manrabba atau Sultan Alauddin. Kerajaan Makassar mengalami masa kejayaan pada kepemimpinan Sultan Hasanuddin di tahun 1653 sampai 1669 Masehi. Ia berhasil memperluas wilayah sampai ke Nusa tenggara. Keruntuhan kerajaan Makasar terjadi ketika adanya adu domba yang dilakukan oleh kolonial Belanda antara kerajaan Makassar dengan kerajaan Bone. 5. Kesultanan Gowa Kesultanan Gowa disebut-sebut sebagai kerajaan besar dan paling berhasil melaksanakan pemerintahannya di daerah Sulawesi Selatan. Kerajaan Gowa didirikan oleh Sultan Hasanuddin pada tahun 1300 Masehi. Namun berdasarkan cerita dari pendahulu, kerajaan Gowa didirikan oleh Tumanurung pada abad ke 14. Kerajaan Gowa mengalami puncak kejayaan dibawah kekuasaan Sultan Hasanuddin pada tahun 1653 sampai dengan 1669. Kerajaan ini akhirnya runtuh dikarenakan pengkhianatan raja Aru palaka dari Bone. Kolonial Belanda dapat dengan mudah meruntuhkan Sultan Hasanuddin dengan memaksanya untuk menandatangani isi perjanjian Bungaya.
14 6. Kerajaan Malaka Kerajaan yang didirikan oleh Parameswara ini berdiri tahun 1380 M. Pada saat itu, wilayah Malaka sering didatangi oleh pedagang muslim dan itu menjadi awal mula perkembangan Islam di sana. Raja Malaka awalnya tidak memeluk agama Islam tetapi di tahun 1414 ia akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam. Masa kejayaan kerajaan Malaka terjadi pada pemerintahan Sultan Mansyur Syah di tahun 1459 sampai dengan 1477. Penyebaran Islam pada saat itu sangat signifikan, terbukti Malaka berhasil menjadi pusat agama Islam di Asia tenggara. 7. Kerajaan Demak Kerajaan Demak telah menjadi tonggak perkembangan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan Demak sendiri berdiri tahun 1478 oleh Raden Patah yang mendapat gelar Senopati jimbun ngabdurrahman panembahan Palembang sayidin panatagama. Beberapa daerah kekuasaan Demak yaitu Maluku, Palembang, Banjar, serta wilayah bagian utara Pulau Jawa. Pada saat itu sunan Kalijaga dan Ki Wanalapa menjadi penasihat kerajaan yang memberikan peranan penting dalam menjalankan aktivitas kerajaan. Setelah meninggalnya Raden patah, kepemimpinan berada dibawah Pati Unus yang merupakan putranya. Pangeran ini memiliki julukan pangeran Sabrang lor yang ikut serta dalam melawan Portugis yang ingin menduduki Malaka tetapi ia akhirnya mati syahid. Setelah itu kepemimpinan dilanjutkan oleh adiknya yakni Sultan Tranggono. Pada masanya, kerajaan Demak mengalami puncak kejayaan karena Sultan trenggono telah
15 sukses menguasai Sunda kelapa. Ia juga berhasil dalam mengatasi pasukan Portugis di tahun 1527.namun, pada akhirnya kerajaan Demak mengalami kemunduran dikarenakan terjadi perebutan kekuasaan antar ke waris; beberapa peninggalan dari kerajaan Demak antara lain Soko tatal dan Soko Guru, pintu bleedek, kentongan, dan masih banyak lagi. 8. Kerajaan Aceh Kerajaan Aceh yang telah berdiri sejak tahun 1514 di Kabupaten Aceh Besar. Raja Ibrahim adalah raja pertama dari kerajaan Aceh yang mana memiliki gelar Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528). Raja Ibrahim hanya memimpin kerajaan Aceh untuk beberapa waktu saja lalu digantikan oleh Sultan Salahuddin yang merupakan putranya pada 1528 s/d 1537. Kekuasaan terus berlanjut kepada adiknya yang bernama Sultan Alaudin Riayat Syah yang mana memiliki gelar Al Qahhar. Gelar tersebut didapatkannya dari kegagahan serta keberhasilannya dalam menguasai beberapa wilayah pada saat itu. Puncak kejayaan dari kerajaan Aceh ini terjadi pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda yakni tahun 1607 sampai dengan 1636. Pada kepemimpinannya, kerajaan tersebut sukses menjalin kerja sama dengan berbagai pemimpin Islam yang ada di Arab. Kemunduran kerajaan Aceh mulai tampak sejak tahun 1941 dikarenakan semakin kuatnya pengaruh Belanda di daerah Malaka. Keruntuhannya dapat ditandai dengan pindahnya wilayah kekuasaan milik kerajaan Aceh ke tangan bangsa Belanda. Nah bukti peninggalan dari kerajaan Aceh sendiri yaitu makam Sultan Iskandar muda, masjid Raya Baiturrahman, benteng Indra Patra,, meriam kerajaan Aceh, dan emas kerajaan Aceh.
16 9. Kerajaan Cirebon Kerajaan Cirebon didirikan oleh Raden Fatahillah atau sunan gunung jati pada tahun 1522. Ini merupakan kerajaan pertama yang ada di Jawa Barat. Di bawah kepemimpinan sunan gunung jati, kerajaan Cirebon banyak memperoleh wilayah kekuasaan tahun 1570 beliau meninggal dan di gantikan oleh panembahan ratu. Selanjutnya panembahan meninggal dunia pada tahun 1650 dan digantikan oleh Panembahan Girilaya yang merupakan putranya. Kerajaan Cirebon akhirnya terpecah menjadi dua kerajaan setelah meninggalnya panembahan girilaya untuk dibagikan kepada kedua putranya yakni Martawijaya dan Kartawijaya. Kerajaan ini mengalami puncak kejayaan pada masa kepemimpinan Syarif Hidayatullah. Sedangkan masa kemundurannya terjadi pada pemerintahan Panembahan Girilaya pada tahun 1649 sampai dengan 1662 M. 10. Kerajaan Banten Kerajaan Banten yang didirikan oleh Sultan Hasanuddin pada tahun 1552. Sama halnya seperti kerajaan Pajang yang mengalami masa kejayaan pada kepemimpinan pertama kerajaan Banten pun juga mengalami hal yang sama. Dalam artian masa kejayaannya berada pada masa kepemimpinan si Ayam jantan dari timur atau Sultan Hasanuddin. Kerajaan Banten akhirnya mengalami keruntuhan di bawah kepemimpinan Sultan Agung Tirtayasa yang dikarenakan masalah perebutan kekuasaan. Selain karena hal itu, faktor kekalahan melawan penjajah Inggris menjadi salah satu faktor runtuhnya kerajaan tersebut. Beberapa peninggalan dari kerajaan
17 Banten ini antara lain Vihara Avalokitesvara, Meriam Ki Amuk, Keris Naga Sasra, Istana Keraton Kaibon Banten, dan masih banyak lagi. 11. Kerajaan Mataram Islam Kerajaan Mataram Islam didirikan di Kotagede pada tahun 1586 oleh Sutawijaya yang merupakan saudara dari pangeran Benowo anak kandung Jaka Tingkir. Sutawijaya akhirnya meninggal dan digantikan oleh mas jolang pada tahun 1601 yang mana memiliki gelar Panembahan Seda Ing Krapyak. Kerajaan Mataram Islam dulunya merupakan kerajaan Mataram kuno yang diganti nama menjadi kerajaan Mataram Islam. Kerajaan ini juga dikategorikan sebagai kerajaan paling tua dan paling besar di pulau Jawa. Setelah Mas Jolang meninggal, kepemimpinan beralih ke Adipati Martapura Namun karena kondisi fisik yang kurang baik ia akhirnya meninggal dan digantikan oleh Raden mas rangsang. Raden mas rangsang atau Panembahan Hanyakrakusuma pernah mengganti beberapa gelar menjadi Agung Hanyakrakusuma hingga Sultan Agung Senapati Ing Alaga Ngaburrahman Khalifatullah. KerajaanMataram Islam benar-benar mengalami masa kejayaannya pada kepemimpinan Raden Mas Rangsang. Kejayaannya ditandai dengan munculnya karya sastra yang berkembang pesat. Masa keruntuhan dari kerajaan ini sendiri dimulai setelah meninggalnya Sultan Agung. Nah beberapa peninggalan dari kerajaan Mataram Islam sendiri berupa kerajinan perak, kue kipo, tahun Saka, gapura makah Kotagede, kalang obong, pakaian Kiai gundil, hingga sastra gending karya Sultan agung.
18 12. Kerajaan Islam Panjang Kerajaan Islam pajang berdiri pada tahun 1568 dengan pimpinan pertama yakni Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir. Jaka Tingkir sendiri adalah menantu dari Sultan Trenggono yang mana setelah pernikahan dengan putrinya Iya menguasai daerah pajang. Asal mula dari kerajaan Islam Panjang sendiri adalah peristiwa pemindahan kerajaan Demak ke pajang atas keberhasilan Jaka Tingkir melawan Arya Penangsang setelah meninggalnya Sultan Trenggono. Setelah Jaka Tingkir meninggal pada tahun 1582 kekuasaan kerajaan dipindah alihkan kepada putra angkatnya Arya Pangiri. Lalu diteruskan oleh pangeran Benowo yang merupakan anak kandung Jaka Tingkir. Puncak kejayaan kerajaan Pajang sendiri sebenarnya ada pada kepemimpinan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir. Pada kepemimpinannya beliau berhasil melakukan perluasan daerah menjadi lumbung padi yang luas. Dengan begitu, kerajaan ini mengalami berbagai kemajuan dalam bidang sosial budaya dan ekonomi.