The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pembelajaran Literasi Numerasi Literasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Bram Letsoin, 2023-12-03 21:49:41

Pembelajaran Literasi Numerasi Literasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19

Pembelajaran Literasi Numerasi Literasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19

Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 45 BAB IV Praktik Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran Berbasis Proyek SMA/MA A. Praktik Baik Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran Praktik Baik 1 Produktif Menulis Autobiografi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Proyek Kelas XII SMAN 12 Jakarta di Masa Pandemi Covid-19 Kondisi kelas yang jauh berbeda pada masa pandemi menjadikan guru harus dapat berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XII terutama, juga menghadapi perubahan yang sangat signifikan. Saat sebelum pandemi banyak hal yang dapat dilakukan hanya menggunakan perangkat laptop, LCD, serta kehadiran guru dan murid di kelas. Foy Ario, M.Pd, guru SMAN 12 Jakarta berpikir, pembelajaran seperti apa yang menarik dan dapat berdampak positif bagi keterampilan berbahasa peserta didik dilihat dari kebutuhannya di masa datang saat peserta didik sekolah ke jenjang berikutnya.KD di kelas XII yang berdampak signifikan adalah kompetensi yang berkaitan dengan menulis, mencari informasi, mendata ulang informasi. Adapun KD yang relevan dan dapat dituliskan menjadi praktik baik dilakukan saat sebelum dan saat pandemi adalah KD 3.2 Menganalisis kebahasaan cerita atau novel sejarah. KD pasangannya yakni 4.2 Menulis cerita sejarah pribadi dengan memperhatikan kebahasaan. KD ini dititikberatkan pada KD Praktiknya (4.2), karena saat sebelum pandemi KD ini telah menghasilkan produk pendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Produk yang dihasilkan dari KD 4.2 ini adalah sebuah karya tulis pribadi peserta didik berupa autobiografi yang dapat menjadi daya tarik di display perpustakaan dan display sudut buku di GLS (masa sebelum pandemi). Produk cetak mandiri itu juga ternyata berdampak baik bagi proses belajar menulis peserta didik, terutama saat pencarian data yang valid, mencatatnya, hingga menulisnya dalam bentuk autobiografi. Meski media sosial telah menguasai pergaulan mereka, autobiografi yang telah ditampilkan di display menimbulkan daya tarik sendiri untuk adik kelas mereka (kelas X dan XI) yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai kakak kelasnya. Adapun pembelajaran di masa pandemi memang menjadi tantangan tersendiri agar praktik menulis autobiografi ini tetap terlaksana. KD ini masih dipertahankan dalam kondisi PJJ, meskipun pilihan KD praktik tidak berakhir pada produk cetak terbatas, namun berupa kumpulan file digital berformat pdf ke Google Classroom (GCR). Suatu saat hasil praktik KD ini dapat digunakan sesuai kebutuhan


46 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Dengan memanfaatkan perangkat daring dalam pelaksanaan pembelajaran, konsultasi tetap dilaksanakan hingga batas waktu pengumpulan tugas yang disepakati bersama antara guru dan peserta didik. Biasanya, peserta didik mengerjakan tugas di semester 5 selama 3 bulan. Peserta didik diharapkan dapat melaksanakan tugas tersebut dan mengumpulkannya sebelum Ujian Akhir Semester (UAS) sebagai tugas akhir sesuai dengan waktu penugasan di GCR. Pelaksanaan pembelajaran dengan KD meliputi pengetahuan tentang pengertian, pengetahuan dasar tentang teks cerita sejarah serta menganalisis kebahasaan teks cerita sejarah Pada pertemuan terakhir peserta didik diminta menggunakan KD praktik (4.2) yang disyaratkan sebagai tugas individu menulis teks sejarah pribadi atau autobiografi. Guru dan peserta didik berkomitmen untuk menghasilkan produk yang sama namun pada masa pandemi tanpa dicetak, hanya di file digital dengan format Pdf. Peserta didik mengumpulkan tugas di GCR kelas masing masing. Tenggat waktu pengerjaan tugas 3 bulan agar pengumpulan data diharapkan valid dan sesuai dengan kisah pribadi masing-masing peserta didik. Berdasarkan pengertian autobiografi yaitu tulisan yang berisikan mengenai pengalaman, riwayat atau perjalanan hidup seseorang mulai dari masa kecil hingga kondisinya sekarang ini yang ditulis oleh dirinya sendiri (atau sudut pandang orang pertama), peserta didik akan melakukan kegiatan ilmiah yang berhubungan dengan tugasnya. Setiap peserta didik akan melakukan wawancara untuk mencari data dirinya mulai dari lahir, balita, usia sekolah mulai dari paud, TK, SD, SMP, dan SMA yang ditutup dengan harapan dan cita-citanya. Penilaian yang digunakan adalah penilaian produk yang berhubungan dengan karya menulis teks cerita sejarah pribadi dari struktur dan kebahasaan. Penilaian produk yang digunakan bukan seperti yang terdapat pada produk-produk tertentu, karena ini merupakan karya tulis yang awalnya dicetak terbatas saat sebelum pandemi..Pada masa pandemi sedikit berubah terutama pada desain kover, tata letak dan penempatan foto sesuai dengan jalan cerita autobiografi tersebut. Dengan telah dilaksanakannya praktik baik pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII di SMAN 12 Jakarta yang berkaitan dengan menulis teks sejarah pribadi dan diinovasikan menjadi menulis autobiografi peserta didik diharapkan peserta didik menjadi terbiasa menuliskan pengalaman hidupnya sebagai sarana berlatih untuk menulis bentukbentuk teks lain dan mengusahakan apa yang ditulisnya adalah hal yang dapat dipertanggungjawabkan menggunakan fakta yang valid. Diharapkan praktik baik yang menghasilkan produk tulisan ini dapat menjadi model pembelajaran yang bisa meningkatkan kemampuan peserta didik dan guru agar memotivasi dirinya dalam bidang penulisan. Bagi pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan dapat terus mendukung terlaksananya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang semakin sunyi saat pandemi COVID-19.


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 47 Tabel 4.1 Penilaian Autobiografi (penilaian produk) sebelum pandemi. Nomor Aspek Penilaian Kriteria Penilaian Skor Penilaian 1 Disain kaver, kualitas kertas, kualitas lem, hard kaver Kriteria penilaian Skor 4, jika 4 disain kaver sangat sesuai Skor 3, jika 3 kaver mendekati tepat Skor 2, jika 2 kaver kurang tepat Skor 1, jika 1 unsur tidak ada disai kaver 0-25 2 Struktur Kriteria penilaian Skor 4, jika 4 struktur sangat sesuai Skor 3, jika 3 struktur mendekati tepat Skor 2, jika 2 struktur kurang tepat Skor 1, jika 1 tidak sesuai struktur 0-25 3 Penggunaan bahasa Kriteria penilaian Skor 4, jika 4 penggunaan bahasa sangat sesuai Skor 3, jika 3 penggunaan bahasa mendekati tepat Skor 2, jika 2 penggunaan bahasa kurang tepat Skor 1, jika 1 penggunaan bahasa tidak sesuai 0-25 4 Tata letak paragraf, tata letak foto pendukung Kriteria penilaian Skor 4, jika 4 tata letak sangat sesuai Skor 3, jika 3 tata letak mendekati tepat Skor 2, jika 2 tata letak kurang tepat Skor 1, jika 1 tata letak tidak sesuai 0-25


48 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Tabel 4.2 Penilaian Autobiografi (penilaian produk) sebelum pandemi. Nomor Aspek Penilaian Kriteria Penilaian Skor Penilaian 1 Desain kaver Kriteria penilaian Skor 4, jika 4 desain kaver sangat sesuai Skor 3, jika 3 kaver mendekati tepat Skor 2, jika 2 kaver kurang tepat Skor 1, jika 1 unsur tidak ada desain kaver 0-25 2 Struktur Kriteria penilaian Skor 4, jika 4 struktur sangat sesuai Skor 3, jika 3 struktur mendekati tepat Skor 2, jika 2 struktur kurang tepat Skor 1, jika 1 tidak sesuai struktur 0-25 3 Penggunaan bahasa Kriteria penilaian Skor 4, jika 4 penggunaan bahasa sangat sesuai Skor 3, jika 3 penggunaan bahasa mendekati tepat Skor 2, jika 2 penggunaan bahasa kurang tepat Skor 1, jika 1 penggunaan bahasa tidak sesuai 0-25 4 Tata letak paragraf, tata letak foto pendukung Kriteria penilaian Skor 4, jika 4 tata letak sangat sesuai Skor 3, jika 3 tata letak mendekati tepat Skor 2, jika 2 tata letak kurang tepat Skor 1, jika 1 tata letak tidak sesuai 0-25 Total Nilai =100 dengan KKM 75


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 49 Gambar 4.2 Suasana Belajar Pembahasan Autobiografi Melalui Zoom Meeting dan Google Meet. (Dok. Pribadi) Gambar 4.3 Karya Autobiografi Peserta Didik yang Terkumpul di Google Classroom. (Dok. Pribadi) Gambar 4.1 Berfoto bersama peserta didik dengan karya autobiografi saat sebelum masa pandemi COVID-19. Dok.Pribadi


50 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Praktik Baik 2 Pembelajaran Kontekstual Menulis Teks Prosedur di Masa Pandemi Jalan Inspirasi Mendapat Rezeki Rafiudin, S.Pd tidak ingin menyerah begitu saja dan berjalan stagnan apalagi mundur menghadapi kondisi pembelajaran saat pandemi. selaku pelaku di dunia pendidikan (baca:pendidik), dia tetap harus berkontribusi maksimal; mengadaptasi situasi dan membaca peluang untuk menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran pun bermigrasi dari tatap muka menjadi pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh. Bagi SMA Islam Al Azhar 4, pembelajaran daring dengan mengutamakan pembelajaran berbasis digital atau digitalisasi pembelajaran bukanlah hal yang asing. Sejak tahun 2019, mereka telah membuka program Digital Smart Classroom—program yang mengintegrasikan kelas tatap muka dengan kelas virtual, termasuk buku pelajaran dan alat tulis yang bermigrasi pada digitalisasi dengan memanfaatkan perangkat yang disediakan oleh salah satu provider gawai terkemuka— sehingga situasi seperti ini tidak terlalu mengejutkan, hanya sedikit mengguncang mental peserta didiknya. Salah satu upaya yang diyakini memiliki tingkat keberhasilan sebagai proses pembelajaran di masa pandemi ini adalah pembelajaran materi menulis teks prosedural kompleks dengan pendekatan pembelajaran terbimbing dan model pembelajaran kontekstual. Pendekatan terbimbing dalam pembelajaran memosisikan dirinya sebagai Gambar 4.4 Display GLS SMAN 12 Jakarta


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 51 fasilitator dan model pembelajaran kontekstual menjadikan materi ajar berangkat dari pengalaman langsung peserta didik. Hal ini akan mendorong peserta didik mampu menghubungkan isi materi dengan konteks yang terjadi dalam lingkungan hidupnya sehari-sehari. Pembelajaran kontekstual atau dikenal dengan Contextual Teaching Learning mengasumsikan bahwa secara natural pikiran mencari makna konteks sesuai dengan situasi nyata lingkungan seseorang melalui pencarian hubungan masuk akal dan bermanfaat. Peserta didik diharapkan dapat membangun pengetahuannya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan memadukan materi pelajaran yang telah diterimanya di sekolah. Semua pemaparan tersebut menjadi alasan penulisan laporan praktik baik ini yang berjudul, Pembelajaran Kontekstual Menulis Teks Prosedural Kompleks di Masa Pandemi (Jalan Inspirasi Mendapat Rezeki). Apa yang dimaksud dengan jalan inspirasi mendapat rezeki? Di sinilah letak keyakinan Rafiudin akan keberhasilan proses pembelajaran ini. Betapa tidak, materi yang disampaikan secara kontekstual dengan melibatkan pengalaman yang telah dilakukan dalam konteks memilih tema prosedur ternyata juga dimaknai oleh peserta didik secara kontekstual untuk memulai usaha. Bahwa teks prosedur yang mereka susun tidak sekadar penyelesaian tugas semata sebagai wujud pemahaman dan penguasaan materi. Lebih dari itu, dia telah menginspirasi peserta didik pada masa pandemi ini agar tetap produktif berkolaborasi dengan orang tua untuk menjalankan usaha yang mereka lakukan secara daring. Meskipun hal ini hanya dilakukan oleh sebagian peserta didik, tetap saja penulis merasa bangga. Hal ini sekaligus dapat menjadi bukti bahwa pendidikan mampu memberi solusi secara kontekstual. Seperti yang disampaikan sebelumnya, pandemi ini berdampak pada semua orang dan tidak menutup kemungkinan pada keluarga peserta didik secara finansial. Adapun kompetensi dasar pembelajaran ini adalah 3.1. Menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur, dengan pasangannya 4.1. Mengembangkan teks prosedur dengan memperhatikan hasil analisis isi, struktur, dan kebahasaan. Tahapan pembelajaran di masa pandemi harus didesain dengan penyesuaian jam belajar yang ditetapkan oleh sekolah. Jika pada masa normal 1 jam tatap muka berdurasi 45 menit, pada masa pandemi hanya berdurasi 30 menit. Jumlah jam tatap muka dalam satu minggu juga direduksi dari 4 jam menjadi 2 jam per minggu. Pelaporan praktik baik ini dikonsentrasikan pada KD keterampilan dengan asumsi pelaksanaan pembelajaran kompetensi pengetahuan sudah berlangsung pada pertemuan sebelumnya. Adapun langkah pembelajaran dengan memberi rangsangan informasi berupa contoh video teks prosedur yang telah disusun oleh kakak kelas. video tersebut disusun berdasarkan fenomena yang terjadi dalam kehidupan seharihari. Peserta didik bersama guru merefleksikan materi dan menentukan tindak lanjut pembelajaran yakni penyusunan video dan teks prosedur. Berdasarkan video tersebut peserta didik akan terinspirasi dan berdiskusi dengan


52 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 kelompoknya dipandu oleh guru untuk merencanakan pembuatan proyek khusus, berkelompok atau pribadi, bersama orang tua di rumah dalam format diskusi maya, hingga menentukan waktu untuk mengumpulkan tugas tersebut. Hasil dari materi teks prosedur tersebut, beberapa peserta didik melakukan hal yang tak terduga dengan orang tuanya. Mereka membangun bisnis kecil rumah tangga yang dipasarkan melalui media sosial hingga dapat mengangkat kembali ekonomi keluarga peserta didik. Terbayang kesenangan yang didapatkan oleh seorang pendidik seperti Rafiudin karena materi pembelajaran sederhana di KD Bahasa Indonesia tersebut bisa menjadi inspirasi untuk memperbaiki ekonomi sebuah keluarga melalui usaha rumahan dengan memanfaatkan media sosial. Dok. 4.1 Praktik Baik Sebelum Pandemi


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 53 Dok. 4.2 Praktik Baik Masa Pandemi


54 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Praktik Baik 3 Microblog Bahasa Indonesia sebagai Bite-sized Learning di Media Sosial Instagram Pembelajaran dari rumah atau daring ini sangat terbatas dan tidak boleh memberatkan peserta didik dalam pembelajaran. Kondisi ini menuntut kreatifitas tanpa batas kepada guru dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar yang bermakna. Belajar yang menyenangkan menjadi relaksasi bagi peserta didik. Guru harus memaksimalkan berbagai aplikasi yang tersedia dalam pelaksanaan belajar daring. Saat ini bidang yang paling terlihat relevan dengan era industri 4.00 dan pembelajaran daring adalah mikroblog (microblog) melalui media sosial. Muhammad Ariefin, S.S., Gr. Guru SMAIT Nurul Fikri Depok, JawA Barat menggunakan mikroblog ini sebuah peluang baru yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media PJJ. Mikroblog merupakan bentuk blog yang berisi materi konten yang ditulis secara singkat dan menarik. Mikroblog ini dikenal juga sebagai Bite-sized Learning, memecah informasi menjadi bagian-bagian kecil yang dapat dikelola alih-alih membuat peserta didik mengikuti sesi yang panjang. Fokus struktur yang berpusat pada satu tujuan pembelajaran pada satu waktu dan memberikan peserta didik hanya hal-hal yang esensial. Praktik pembelajaran ini jika dilakukan dengan baik, sering kali dirancang untuk beradaptasi dengan perangkat apa pun sehingga, misalnya, pembelajaran yang dimulai di komputer desktop dapat dilanjutkan di ponsel jika peserta didik harus meninggalkan rumah dengan tergesa-gesa. Pembelajaran melalui mikroblog lebih mudah dimengerti oleh pembacanya dikarenakan formatnya yang singkat dibandingkan artikel atau bacaan yang panjang. Menurutnya, melalui mikroblog guru dapat membuat konten atau kalimat sederhana dan bermakna. Banyak sarana media sosial yang dapat digunakan untuk mikroblog, seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Dengan pembelajaran melalui mikroblog di media sosial, guru bisa memberikan informasi pembelajaran jauh lebih mudah untuk diakses. Media sosial sendiri adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, dan berbagi. Media sosial selain digunakan untuk keperluan bersosialisasi, dapat dimanfaatkan juga sebagai media pembelajaran karena media pembelajaran selalu berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Popularitas mikroblog berbasis pembelajaran bagi peserta didik di media sosial khususnya Instagram akan mempengaruhi perkembangan pembelajaran peserta didik. Instagram memiliki fitur panduan, cara baru untuk berbagi dan menggunakan konten di Instagram. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengikuti aliran posting yang dikuratori dengan komentar yang sangat bagus untuk panduan langkah demi langkah, tip, dan rekomendasi. Proses pembelajaran pada KD 3.1 Mengidentifikasi teks laporan hasil observasi yang dipresentasikan dengan lisan dan tulis dan 4.1 Menginterpretasi isi teks laporan hasil observasi berdasarkan interpretasi baik secara lisan maupun tulis. Berdasarkan KD tersebut, tujuan pembelajarannya adalah melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model inquiry, peserta didik dapat mengidentifikasi teks laporan hasil observasi yang


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 55 dipresentasikan dengan lisan dan tulis serta terampil menginterpretasi isi teks laporan hasil observasi berdasarkan interpretasi baik secara lisan maupun tulis. dengan kreatif selama proses pembelajaran dan percaya diri, serta pantang menyerah. Materi lengkap Microblog Bitte-sized Learning Media Sosial di Instagram Kelas X https://www.instagram.com/muhariefin/guide/sma-x-bahasaindonesia/17861283314245113/ Kelas XI https://www.instagram.com/muhariefin/guide/sma-xi-bahasaindonesia/17893586698697363/ Kelas XII https://www.instagram.com/muhariefin/guide/sma-xii-bahasaindonesia/17857809449275820/ Contoh/ Sampel Materi dari https://instagram.com/muhariefin Sample KD dari instagram guides yang berisi bite-sized learning kelas X bahasa Indonesia A. Tahapan Pembelajaran Asinkronus Sinkronus 1. peserta didik diberikan link guides instagram yang sudah terstruktur rapi sesuai KD 2. peserta didik diminta dahulu untuk membaca, membuat catatan singkat, dan daftar pertanyaan tentang materi yang akan dibahas di kelas sinkronus 3. peserta didik diminta untuk membaca sumber lain untuk memperkaya pengetahuan dan tulisan tes sesuai bab yang dipelajari 4. Peserta didik dan guru memulai pelajaran dengan doa dan mengaitkan konteks asinkronus 5. peserta didik memperhatikan penjelasan/paparan presentasi peserta didik lainnya 6. peserta didik memberikan komentar dan tanya jawab dari materi yang diberikan 7. peserta didik dan guru berdiskusi untuk materi bahasa indonesia dari pemodelan teks (jika membuat teks) 8. peserta didik dan guru menyimpulkan pelajaran bersama secara bergantian dan partisipatif di kelas sinkronus 9. Peserta didik dan guru menutup pelajaran dengan doa dan mengaitkan konteks pelajaran berikutnya melalui instagram post asinkronus Tabel 4.3 Tahapan Pembelajaran


56 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Pembelajaran di era pandemi menyebabkan peserta didik belajar dari rumah (BDR). Waktu tatap muka melalui video yang terbatas dan waktu tatap layar yang lama melalui gawai. Hal tersebut dapat ditunjang bite-sized learning dari media sosial instagram yang cenderung lebih diminati oleh peserta didik, namun memang memerlukan keahlian khusus berupa desain sederhana dari beberapa program pembuat desain seperti Canva, Photoshop, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, guru diharapkan meningkatkan potensinya dalam mempelajari hal-hal baru yang menarik untuk menunjang pembelajaran. Tabel 4.4 Contoh/ Sampel Materi dari https://instagram.com/muhariefinPembelajaran


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 57


58 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 59 B. Praktik Baik Literasi Numerasi dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 Praktik Baik 1 Pembelajaran Kolaboratif Numerasi Antarmapel dalam Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Proyek Waktu belajar selama BDR atau PJJ menjadi sangat terbatas dibandingkan saat PTM. Oleh karena itu, perlu dirumuskan sebuah cara agar pembelajaran bisa dilakukan secara efisien dan tidak memberatkan peserta didik. Salah satu cara adalah dengan pembelajaran kolaboratif antar mapel. Dengan demikian satu tugas atau proyek dapat sekaligus memenuhi tugas tiga mapel. Pembelajaran kolaboratif yang dilakukan Waridin, S.Pd. M.Hum di SMAN 8 Jakarta dapat dijadikan sebagai contoh. Prinsip-prinsip penting yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran kolaboratif di sana adalah sebagai berikut: 1) setiap anggota melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama dan saling ketergantungan; 2) individu-individu bertanggung jawab atas dasar belajar dan perilaku masing-masing; 3) keterampilan kooperatif dibelajarkan, dipraktikkan dan balikan (feedback) diberikan berdasarkan bagaimana sebaiknya latihan keterampilan tersebut diterapkan; dan 4) kelas atau kelompok didorong ke arah terjadinya pelaksanaan suatu aktivitas kerja kelompok yang kohesif. Strategi-strategi pembelajaran kolaboratif yang berkaitan dengan prinsip-prinsip tersebut di atas, diterapkan berdasarkan adanya hubungan satu sama lain, atau dilakukan dengan menerapkan secara berulang (in a cyclical way), misalnya latihan keterampilan kolaboratif atau kooperatif akan juga meningkatkan keterpaduan atau kekohesifan dan tanggung jawab. Satu aktivitas kooperatif dapat dikatakan ada manakala dua orang atau lebih melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Praktik baik numerasi kali ini adalah kolaborasi mapel Bahasa Indonesia dengan dua mapel dalam pembelajaran berbasis proyek karya tulis. Pembelajaran ini dikemas dalam kegiatan yang dinamakan Temu Sosial Ilmiah Smandel (TeSIS). Kegiatan ini sejatinya merupakan kegiatan pengambilan data ke lapangan dan peserta didik tinggal di daerah tempat pelaksanaan TeSIS selama lima hari. Namun, saat pandemi Covid-19, pelaksanaan TeSIS dilaksanakan secara virtual. Kegiatan ini menghasilkan empat puluh karya tulis yang di dalamnya terdapat berbagai macam muatan kegiatan literasi numerasi. Dalam hal ini, penulis akan menyajikan contoh praktik baik pembelajaran berbasis proyek numerasi karya tulis kolaborasi mapel Bahasa Indonesia, Fisika, dan PJOK. Hasil dari kegiatan ini, peserta didik mendapat pengalaman belajar yang sangat kompleks terutama berkaitan literasi numerasi. Pada KD 3.15 Menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah dan 4.15 Mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan. Berdasarkan KD tersebut, tujuan pembelajarannya adalah melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model project based learning, peserta didik dapat menganalisis kebahasaan karya ilmiah serta terampil menulis karya ilmiah dengan memerhatikan kebahasaan dengan kreatif selama proses pembelajaran dan percaya diri, serta pantang menyerah. Bergandengan dengan mapel Fisika yang sarat dengan numerasi dan PJOK dengan aktivitas yang dapat terukur oleh hitungan fisika dari sudut pandang karya tulis yang sarat dengan literasi numerasi.


60 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 NO MAPEL KD 3 KD 4 1 BAHASA INDONESIA 3.15 Menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah 4.15 Mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan 2 FISIKA 3.1 Menerapkan konsep numerasi torsi, momen inersia, titik berat, dan momentum sudut pada benda tegar (statis dan dinamis) dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam olahraga. 4.1 Membuat karya yang menerapkan konsep titik berat dan kesetimbangan benda tegar 3 PJOK 3.4 Menganalisis strategi dalam pertarungan bayangan (shadow fighting) olahraga bela diri untuk menghasilkan gerak yang efektif** 4.4 Mempraktikkan hasil analisis strategi dalam pertarungan bayangan (shadow fighting) olahraga bela diri untuk menghasilkan gerak yang efektif ** Persiapan pembelajaran diawali membentuk panitia TeSIS. Tugas panitia TeSIS adalah mengidentifikasi topik karya tulis dan mengolaborasikan dengan mapel lain. Langkah selanjutnya adalah pembentukan kelompok TeSIS oleh siswa. Kelompok-kelompok TeSIS tersebut mulai merumuskan judul karya tulis. Melalui media daring pelaksanaan pembelajaran kolaborasi dihadiri oleh guru mapel yang berkolaborasi, dengan kesepakatan bersama bahwa karya tulis akan dibuat dan dilakukan kegiatan bersama dalam persiapan, pelaksanaan dan penilaian. Melalui kolaborasi tersebut, guru dan murid mendapatkan beberapa keterampilan. Mulai dari koordinasi, keterampilan menulis karya ilmiah, keterampilan numerasi, keterampilan dalam bidang olahraga dan beberapa karya ilmiah yang berhubungan dengan numerasi (karena hasil dari kegiatan ini menghasilkan 40 karya ilmiah yang berkaitan dengan Literasi Numerasi). Kejenuhan belajar siswa di masa pandemi dapat ditutupi dengan kolaborasi tiga mapel dalam penugasan. Pembuatan teks karya ilmiah dapat dilakukan dengan cara lebih efisien. Topik-topik karya tulis dapat dikaitkan dengan KD-KD mapel lain. Oleh karena itu, pelaksanaan pembelajaran kolaboratif yang dilakukan beberapa guru Mapel dapat menjadi solusi dan inspirasi pembelajaran di masa pandemi. Tabel 4.5 KD Kolaborasinya adalah sebagai berikut.


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 61 Gambar 4.6 Dok. Seminar


62 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Praktik Baik 2 Praktik Baik Numerasi Asesmen Diagnostik Kognitif Masa Pandemi memang menjadi tantangan tersendiri bagi guru mapel (mapel) Matematika sebagai pelajaran yang memerlukan pemahaman khusus dan berjenjang dari tingkat sebelumnya. Matematika memerlukan penanganan khusus sebelum pembelajaran dilakukan, khususnya pemetaan kemampuan peserta didik sebelum mempelajari beberapa materi (konten) dalam mapel tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Eka Wahyudi, S. Pd dari SMAN 54 Jakarta adalah mengetahui seberapa jauh pemahaman, keterampilan, dan kemahiran siswa di SMAN 54 Jakarta terkait pembelajaran yang berhubungan dengan numerasi serta mengetahui tingkat learning lost yang dialami siswa. Eka Wahyudi sebagai pendidik melakukan diagnosis di awal dengan Asesmen Diagnostik. Asesmen Diagnostik adalah asesmen/penilaian yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, dan kelemahan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik. Asesmen Diagnostik bukan untuk menilai hasil belajar siswa, melainkan untuk memetakan kemampuan semua siswa di kelas secara cepat, mengetahui siswa yang sudah paham, agak paham, dan siapa saja yang belum paham. Dengan demikian guru dapat menyesuaikan cara dan materi pembelajaran dengan kemampuan siswa. Pada masa pandemi ini asesmen diagnostik dapat dilakukan sebagai praktik baik numerasi dan dapat juga menyesuaikan dengan kebutuhan siswa dan materi dalam pembelajaran. Secara umum kegiatan asesmen diagnostik dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Pada tahap persiapan ditentukan kompetensi yang ingin didiagnosis kemampuannya. Dilanjutkan merancang instrumen penilaian yang berhubungan dengan numerasi, serta menentukan materi atau jenis soal yang diperlukan pada tahap 1. Pada tahap ini guru akan menentukan hal-hal yang lebih teknis seperti jumlah soal dalam tes, jumlah soal setiap bagian tes (opsional), durasi pengerjaan dalam tes maupun dalam setiap bagian tes, serta menentukan kriteria dari hasil tes. Kriteria dari hasil tes bisa dibuat menjadi dua bagian, yaitu “lulus” dan “tidak lulus”. Bisa juga dibagi menjadi tiga bagian seperti “Kelas Atas”, “Kelas Menengah”, dan “Kelas Bawah” sesuai dengan kebutuhan yang hendak dianalisis dan melihat tindak lanjut yang akan dilakukan. Langkah selanjutnya, menentukan platform yang akan digunakan, yakni tempat atau aplikasi peserta didik mengerjakan asesmen tersebut. Pada saat PTM, biasanya dilaksanakan di kelas masing-masing, baik di dalam jam pelajaran maupun di luar jam pelajaran sesuai dengan pertimbangan masing-masing. Namun, dalam kondisi PJJ, asesmen harus dilakukan secara daring. Peserta didik menggunakan platform ujian seperti Google Form, Moodle, Quizizz, dan lain sebagainya. Untuk mempermudah pembuatan perencanaan dalam asesmen diagnostik (khususnya yang kognitif), Eka menggunakan rubrik berikut:


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 63 No Ceklis untuk Guru Contoh untuk Mapel Matematika Peminatan Kelas 12 Semester 1 1 Untuk murid kelas berapa asesmen ini dibuat? Untuk siswa kelas 12 MIPA semester 1 2 Mata pelajaran atau topik apa yang prasyaratnya akan dinilai dalam asesmen ini Mata Pelajaran: Matematika peminatan Topik: Limit Trigonometri dan Turunan Trigonometri 3 Kapan saja asesmen ini akan diberikan? Pada setiap awal semester 4 Di mana asesmen ini dilakukan? Di rumah 5 Bagaimana cara siswa mengerjakan asesmen ini? Dengan menggunakan aplikasi Moodle sekolah 6 Topik apa saja yang perlu dipahami peserta didik pada jenjang ini? (sebagai Analisis materi prasyarat apa saja yang harus didiagnosis yang selanjutnya berhubungan dengan pembuatan instrumen. Kita bisa membuka buku materi di kelas sebelumnya untuk membantu mendiagnosis kebutuhan ini) • Limit Trigonometri • Turunan Trigonometri 7 Pengetahuan dan keterampilan apa yang harus siswa kuasai di jenjang sebelumnya yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi di jenjang kelas sekarang? • Menyelesaikan permasalahan linear 1 variabel • Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel • Pemfaktoran • Aritmatika dan Perbandingan • Identitas dan persamaan trigonometri Tabel 4.5 Rubrik Perencanaan Asesmen


64 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 No Ceklis untuk Guru Contoh untuk Mapel Matematika Peminatan Kelas 12 Semester 1 8 Berapa soal yang akan dibuat dalam instrumen ini? Tes dibagi menjadi 5 bagian seperti di atas Bagian 1 : 10 soal Bagian 2 : 8 soal Bagian 3 : 8 soal Bagian 4 : 6 soal Bagian 5 : 6 soal 9 Berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan asesmen tersebut Bagian 1 : 9 menit Bagian 2 : 9 menit Bagian 3 : 9 menit Bagian 4 : 8 menit Bagian 5 : 10 menit Total waktu : 45 menit Dalam proses pelaksanaan, guru wajib mengontrol dan memastikan siswa tidak menemui kesulitan dalam memahami instruksi yang diberikan. Sehingga, siswa dapat mengerjakan soal dengan baik dan memperoleh hasil yang benar-benar dapat menginterpretasikan kemampuan sebenarnya Tindak lanjut dari asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan awal siswa sebelum memulai materi di pembelajaran yang baru. Namun, diagnosis ini bukan semata-mata untuk mengetahui kompetensi siswa, melainkan untuk menyetarakan kemampuan awal sebelum memasuki materi baru. Kegiatan uji coba asesmen diagnostik kepada siswa kelas 12 MIPA di SMAN 54 Jakarta ini diikuti oleh 95 responden. Asesmen ini dilaksanakan siswa di rumah masing-masing menggunakan Moodle dengan masuk ke laman matematika54.gnomio.com. Penggunaan aplikasi moodle untuk tes ini sangat cocok karena ada beberapa fitur seperti acak soal, automatic grading, dan pembatasan waktu sehingga ujian berlangsung sesuai dengan rencana. Asesmen ini dipisah dalam lima bagian yang dikerjakan secara berkesinambungan (tidak ada jeda). Tujuannya adalah di samping untuk melihat kemampuan siswa, bisa juga untuk melihat kecepatan, ketangkasan, dan keterampilan siswa mengerjakan serta ketahanan otak peserta didik. Asesmen yang dimaksud dirinci sebagai berikut:


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 65 No Nama Bagian Materi Tes Jenis Tes Waktu Kriteria Lulus 1 Bagan 1 Menyelesaikan persamaan linear satu variabel 10 soal isian singkat 9 menit 8 soal 2 Bagan 2 Menyelesaikan persamaan linear dua variabel 8 soal Isian singkat 9 menit 6 soal 3 Bagan 3 Memfaktorkan persamaan kuadrat 8 soal Isian singkat 9 menit 6 soal 4 Bagan 4 Aritmatika dan Perbandingan 6 soal Isian singkat 8 menit 4 soal 5 Bagan 5 Kemampuan Trigonometri 6 soal Pilihan Ganda 10 menit 4 soal Dari uji coba asesmen diagnostik ini diperoleh data 74% siswa dinyatakan lulus dan berkompeten di bagian 1, 51% siswa dinyatakan lulus dan berkompeten di bagian 2, 65% siswa dinyatakan lulus dan berkompeten di bagian 3, hanya 23% siswa yang dinyatakan lulus dan berkompeten pada bagian 4 . persentase ini sangat kecil sehingga dalam kasus ini perlu dilakukan pemantauan lebih jauh. Sementara itu 62% siswa dinyatakan lulus dan berkompeten di bagian 5. Hasil ini menunjukkan bahwa peserta didik ini menyerap materi di kelas 11 dengan baik sehingga mereka mampu melakukan modifikasi trigonometri menggunakan identitas trigonometri dan menyelesaikan persamaan trigonometri Tindak lanjut yang diberikan adalah menyusun jadwal pertemuan daring dengan peserta didik yang dinyatakan belum berkompeten dalam setiap bidang; Guru juga memberikan pembelajaran tambahan terkait materi-materi yang butuh pemantapan. Tidak menutup kemungkinan asesmen diagnostik kedua akan dilakukan untuk melihat peningkatan kompetensi siswa setelah pendalaman materi. Secara keseluruhan kegiatan asesmen diagnostik dilaksanakan sesuai dengan rencana. Asesmen yang dilakukan pun sudah bisa merepresentasikan keadaan peserta didik kelas 12 MIPA di SMAN 54 Jakarta pada awal pembelajaran, khususnya mapel Matematika Peminatan. Secara umum, kegiatan asesmen diagnostik ini sangat diperlukan di setiap mapel sebelum masuk ke pembelajaran yang sesungguhnya. Tujuannya untuk melihat kemampuan awal siswa agar nantinya guru dapat menentukan metode pembelajaran yang tepat untuk diterapkan. Tabel 4.6 Tabel Rincian Asesmen


66 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Gambar 4.7 Poster dan Pelaksanaan Webinar di SMAN 54


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 67 Praktik Baik 3 KETSAMONIK – LISA KOPEL Pengembangan Penilaian Literasi Numerasi bentuk Soal Test Tulis Kolaborasi Mapel : Fisika, PKWU, Bahasa Indonesia, dan Biologi Muhammad Firdaus dari SMAN 1 Indralaya Utara, Sumatera Selatan, menemukan masalah yang muncul selama pembelajaran, yakni aktivitas belajar siswa sangat rendah dan nilai hasil belajar cukup rendah, khususnya pada mapel Fisika. Muhammad Firdaus mengidentifikasi beberapa masalah. Di antaranya adalah cara mengembangkan instrumen soal literasi numerasi untuk menerapkan prinsip-prinsip pengukuran besaran fisis, ketepatan, ketelitian dan angka penting, serta notasi ilmiah ke dalam bentuk asesmen/tes tertulis. Asesmen berupa kombinasi soal pilihan ganda dan esai dalam pembelajaran kolaboratif secara daring mapel Fisika, Biologi, PKWU, dan Bahasa Indonesia. Sedangkan kajian terapannya adalah pemecahan masalah sampah organik (daun kering) . Diharapkan nantinya dapat memberikan inspirasi pelaksanaan kombinasi belajar dari rumah (BDR) dan tatap muka terbatas, serta langkah-langkah penilaian pengembangan literasi numerasi. Diharapkan juga dapat meningkatkan wawasan guru untuk pengembangan instrumen soal literasi numerasi dalam bentuk tes tertulis dengan kajian terapan pemecahan masalah sampah organik (daun kering). Tes tersebut merupakan kombinasi soal pilihan ganda dan esai melalui pembelajaran kolaboratif daring mapel Fisika, Biologi, PKWU, dan Bahasa Indonesia. Pada akhirnya, nanti akan memberikan gambaran hasil asesmen literasi numerasi dalam bentuk tes tertulis mengenai kajian terapan pemecahan masalah sampah organik (daun kering). Firdaus sebagai guru fisika kemudian melakukan koordinasi langkah-langkah pembelajaran kepada teman sejawat yang dimulai dari pemberian contoh yang memberi penguatan pemahaman pada literasi numerasi. Tema yang dipilih adalah pemanfaatan sampah daun kering (organik) menjadi briket. Setelah menetapkan kompetensi dasar yang akan dicapai, Firdaus kemudian menganalisis level kognitif literasi (numerasi) dengan konten dan konteks. Firdaus selanjutnya mendesain aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan level kognitif. Terakhir, Firdaus menetapkan pendekatan asesmen yang digunakan dalam pembelajaran dan penilaian, serta menentukan bentuk soal. Literasi numerasi pada kegiatan ini bermakna bahwa dalam pembelajaran kolaboratif praktik baik ini menekankan pada fokus penyelesaian hitungan pada mapel Fisika. Hasil pengukuran besaran fisis, berikut ketelitiannya dalam menggunakan peralatan dan teknik yang tepat, serta mengikuti kaidah angka penting untuk suatu penyelidikan ilmiah. Kemudian, didukung narasi yang disempurnakan oleh mapel Bahasa Indonesia dan alat penelitian yang digunakan dari mapel lain seperti Biologi hingga hasil dari briket tersebut dapat diaplikasikan sebagai bahan dagang yang baik untuk dijual. Karena praktik pembuatannya memerlukan penghitungan yang baik dari mapel fisika, maka numerasi berfungsi sebagai pendukung keberhasilan hasil produksi briket daun tersebut. Sedangkan numerasi bermakna kemampuan untuk menerapkan konsep matematika pada kehidupan. Hal ini mencakup kemampuan berpikir logis dan melakukan pengukuran dan perbandingan dalam praktik sehari-hari. Kecakapan ini ditingkatkan melalui mapel Fisika.


68 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Untuk pelaksanaan pembiasaan literasi numerasi melalui integrasi pada mapel tidak memerlukan waktu tersendiri dan tidak mengubah struktur kurikulum. Sehingga, literasi numerasi ini bukan mapel tersendiri, melainkan bagian dari mapel yang sudah ada dengan menggunakan Kompetensi Inti (KI)/KD yang ada, atau menyisipkan/menambahkan KI/KD yang dikembangkan sesuai semua guru mapel. Selain itu juga melakukan pemetaan KI/KD yang ada pada KD yang cocok untuk diintegrasikan pada pembiasaan literasi numerasi. Dengan pemetaan tersebut akan diketahui mapel yang relevan dengan kompetensi yang dapat diintegrasikan pada pengembangan literasi numerasi. Pengintegrasian KD yang cocok dalam pembiasaan literasi numerasi pada mapel yang relevan dapat dilakukan melalui cara-cara sebagai berikut; 1. Penambahan KI/KD yang diperoleh pada mapel yang relevan, apabila KI/KD pada mapel tersebut tidak memuat kompetensi pembiasaan literasi numerasi yang ditentukan. 2. Pengayaan substansi KI/KD mapel yang relevan, apabila KD mapel tersebut dapat memuat kompetensi pembiasaan literasi numerasi yang ditentukan. Penambahan indikator atau pengayaan substansi indikator pada mapel yang relevan, sehingga kompetensi pembiasaan literasi numerasi yang ditentukan dapat merupakan indikator dari mapel tersebut. Pengintegrasian Kompetensi Pembiasaan Literasi Numerasi pada Mata Pelajaran yang Relevan No Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Jenis Integrasi Kelas Kelas X XI 1 Fisika 3.2 & 4.2 √ 3.5 & 4.5 √ 2 Biologi 3.11 & 4.11 √ 3 PKWU 3.3 & 4.3 (Kerajinan) √ 3.2 & 4.2 (Kerajinan) √ 4 Bahasa Indonesia 3.1 & 4.1 √ Tabel 4.7. Integrasi Mapel


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 69 Sekolah : SMAN 1 Indralaya Utara Kelas/Semester : X / 1 (GENAP) Alokasi Waktu : 2 Pertemuan (4Jp x 30 menit) Tema Kolaborasi : Pengelolaan sampah daun Kering menjadi Briket Organik INTEGRASI MATA PELAJARAN KECAKAPAN Abad ke-21 * Fisika * Biologi * PKWU * Bahasa Indonesia * Berfikir Kreatif * Kolaboratif KARAKTER LITERASI DASAR * Religius * Mandiri * Jujur * Responsif * Tanggung Jawab * Proaktif * Literasi Membaca * Literasi Digital * Literasi Numerasi KD PENGETAHUAN KD KETERAMPILAN 3.1.Menerapkan rinsip-prinsip pengukuran besaran fisis ketepatan , ketelitian dan angka penting, serta notasi ilmiah. (FISIKA) 4.2. Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis, berikut ketelitiannya dengan menggunakan peralatan dan Teknik yang tepat serta mengikuti kaidah angka penting untuk suatu penyelidikan ilmiah (FISIKA) 3.5. Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor yang meliputi karakteristik termal suatu bahan, kapasitas dan konduktivitas kalor dalam kehidupan sehari-hari. (FISIKA) 4.5. Merancang dan melakukan percobaan tentang karakteristik termal suatu bahan terutama terkait dengan Kapasitas dan konduktivitas kalor beserta presentasi hasil percobaan dan pemanfaatannya (FISIKA) 3.3.Memahami sistem produksi budidaya berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat. (PKWU) 4.3. Memproduksi budidaya berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat (PKWU) 3.1 Mengidentifikasi Teks Laporan Hasil Observasi yang dipresentasi dengan lisan dan Tulisan (Bahasa Indonesia) 4.1. Menginterpretasi isi teks Laporan Hasil Teks Laporan Hasil Observasi yang diinterpretasikan dengan lisan dan Tulisan (Bahasa Indonesia) 3.11. Mengidentifikasi Jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah serta membuat produk daur ulang limbah (Biologi) 4.11 Membuat produk daur ulang limbah yang bermanfaat bagi kehidupan (Biologi) Tabel 4.9 Tabel Rincian Asesmen Tabel 4.8. Kolaborasi Mapel


70 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Pengembangan penilaian literasi numerasi, untuk pengumpulan pembuatan tugas yaitu menggunakan fitur Assignment di website SMAN 1 Unggul Indralaya Utara, dengan link www.sman1indralayautara.sch.id. Sedangkan untuk asesmen dalam bentuk ujian tulis, dilakukan dengan menggunakan fitur Kuis (multiple choice, short answer, true/false) di link : www.Exam.sman1indralayautara.sch.id. Agar nilai dari masing-masing tugas, maupun Asesmen bisa dihitung secara otomatis, langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pengaturan pada bagian Gradebook. Ketika semua assessment sudah selesai dilakukan, maka semua nilai sudah ada pada Gradebook. Gradebook bisa diekspor dijadikan file Excel untuk keperluan-keperluan lain di luar fasilitas exam.SMAN 1 Unggul Indralaya Utara. Gradebook adalah aplikasi yang dibuat sendiri oleh guru SMAN 1 Indralaya Utara yang telah digunakan sejak pandemi berlangsung. Aplikasi sederhana ini memiliki kemiripan dengan Google Classroom dengan memiliki fitur yang lebih sederhana namun layak digunakan untuk pelaksanaan pembelajaran. Kelebihan aplikasi ini terintegrasi dengan Moodle sekolah yakni aplikasi pemberian tes yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk latihan mengerjakan soal, melaksanakan ulangan harian, ulangan semester, dan ulangan akhir semester, bahkan Penilaian Akhir Tahun (PAT). Kolaborasi dalam penilaian praktik baik numerasi ini ditanggapi positif oleh siswa, karena beberapa mapel digabung menjadi satu untuk diambil penilaiannya, sehingga guru yang bergabung tidak lagi masing-masing memberikan tes/ulangan harian. Dalam pelaksanaannya, performa siswa meningkat dari saat dengan mapel masing-masing hasilnya kurang atau sebatas KKM. Dengan metode ini, meski masih ada beberapa siswa remedial, namun sebagian besar mendapatkan nilai di atas KKM. Pelaksanaan penilaian dengan Gradebook SMAN 1 Indralaya ini dirasakan cukup efektif oleh siswa dan guru yang melaksanakan tes. Hal ini disebabkan guru yang tergabung dalam praktik baik ini tinggal memilih indikator soal yang sesuai dengan mapelnya dan berkolaborasi dalam pembuatan soal. Dari soal tersebut didapatkan penilaian yang disesuaikan dengan indikator setiap mapel. Dengan demikian dapat diketahui skor dan penilaian siswa secara valid dan program ini dianggap efektif untuk pengambilan nilai bersama. Bentuk Soal Kolaborasi Mata Pelajaran Terintegrasi Literasi Numerasi : Penilaian Terintegrasi Literasi Numerasi Kolaborasi Mata Pelajaran Fisika, Biologi, Bahasa Indonesia Nama: …………………………………………… Kelas : …………………………………………… Untuk menyelesaikan soal, simak artikel berikut. Artikel : Sekelompok siswa memperhatikan perbedaan dramatis dalam vegetasi di dua lereng lembah. Vegetasi jauh lebih hijau dan lebih berlimpah di lereng A daripada di lereng B. Para siswa menyelidiki mengapa vegetasi di lereng sangat berbeda dari satu lereng ke lereng lainnya. Sebagai bagian dari penyelidikan ini, para siswa mengukur tiga faktor lingkungan selama periode waktu tertentu.


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 71 • Radiasi Matahari : berapa banyak cahaya matahari jatuh dari lokasi tertentu. • Kelembaban Tanah : seberapa basah tanah di lokasi tertentu. • Curah hujan : berapa banyak hujan yang jatuh di lokasi tertentu. Penilaian Terintegrasi Literasi Numerasi Fisika (IPA) Kelas XI Nama: …………………………………………… Kelas : …………………………………………… A. Pilihan Ganda Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. Artikel 1 : Ada fenomena menarik, ketika beberapa briket organik dinyalakan. Dalam beberapa saat energi panas mulai menjalar ke permukaan tong hijau. Ketika tungku pemanggang sudah siap. Beberapa menit kemudian kerupuk-kemplang yang dijepit dari alat pemanggang berbahan logam diarahkan ke tungku sambil posisi kerupuk-kemplangnya di bolak-balik, Panas yang berpindah dari tungku mampu mengembang adonan kerupuk –kemplang. Tidak menunggu lama kerupuk- kemplang yang dipanggang dari tungku telah menjadikan tekstur kemplang begitu renyah saat dimakan. Dokumentasi. Dokumentasi Humas SMAN 1 Unggul


72 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Pertanyaan : Perpindahan Kalor yang dihasilkan dari briket organik. Perpindahan kalor yang terjadi adalah… A. Perpindahan konveksi (hantaran) dan secara konduksi (aliran) B. Perpindahan konveksi pada saat menyalakan briket organik adalah pergerakan Briket yang panas naik dan yang dingin turun, sedangkan perpindahan konduksi adalah ketika wadah (Tong hijau) sebagai tungku briket juga ikut panas. C. Perpindahan konduksi pada saat menyalakan briket organik adalah pergerakan briket organik yang panas naik dan yang dingin turun, sedangkan perpindahan konveksi wadah (Tong hijau) sebagai tungku briket juga ikut panas. D. Perpindahan konduksi yang menyebabkan Kerupuk - Kemplang menjadi matang.


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 73 Dok. SMA Negeri 1 Unggul Indralaya Utara


74 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 BAB V Penutup Penguatan literasi dan numerasi dalam buku ini merupakan praktik baik guru dari berbagai daerah. Sejauh ini, para guru telah mengeksplorasi pembelajaran yang relevan dengan konteks sekolahnya di masa pandemi. Besar harapan, praktik baik literasi dan numerasi yang dikaitkan dengan berbagai konten pelajaran dalam buku ini dapat bermanfaat untuk menumbuhkan kreativitas guru. Artinya, tugas guru tidak hanya mengenal diri, kapasitas, dan potensinya. Akan tetapi juga menyadari bahwa literasi dan numerasi merupakan bagian penting dalam pembelajaran. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat memberi inspirasi bagi guru seluruh Indonesia. Selain itu juga dapat dikembangkan oleh para guru dalam pembelajaran di masa pandemi dan seterusnya. Seluruh materi dalam buku ini masih terdapat kekurangan. Namun demikian, tim penyusun tidak sungkan untuk menerima saran agar buku ini mendekati kesempurnaan. Terima kasih.


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 75 BIODATA TIM PENYUSUN FOY ARIO, S.Pd., M.Pd. Lahir di Jakarta 6 April 1976, bersekolah sampai SMP di Jakarta, SMA di Bekasi. Menamatkan S-1 di Universitas Negeri Jakarta. Menamatkan S-2 Jurusan Manajemen Administrasi Pendidikan di UHAMKA. Mengajar sejak Honorer di tahun 2001 hingga melewati tahapan demi tahapan dan pengangkatan PNS pada tahun 2011 hingga 2021 ini masih mengajar untuk SMAN 12 Jakarta Timur. Adapun Prestasi yang pernah diraih sebagai berikut : 1. Juara 2 guru berprestasi tingkat wilayah Jakarta Timur 1; 2. menjadi Instruktur Literasi Baca-tulis Nasional Versi badan Bahasa Kemdikbud 2019; 3. menjadi tim pengembang naskah panduan literasi direktorat SMA; 4. menjadi tim pengembang naskah Modul direktorat SMA; 5. menjadi tim literasi Dinas Pendidikan; dan 6. menjadi koordinator (Ketua) GLS SMAN 12 Jakarta sejak 2016 s.d sekarang. KEKE TARULI ARITONANG dilahirkan di Jakarta pada 27 April 1969. Alumnus FKIP Universitas Jambi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (1996). Meraih gelar Magister Pendidikan pada Universitas Kristen Indonesia Jakarta (2004). Mengawali karirnya sebagai guru di SMU Yadika Jakarta pada tahun 1997 – 1998, guru di SMUK 2 PENABUR Jakarta tahun 1998 – 2000, guru di SMUK 5 PENABUR Jakarta tahun 1999 – 2000, dan dosen di Akademi Sekretaris LEPISI Tanggerang tahun 2000 – 2002. Selain mengajar juga menulis buku dan beberapa karya tulis lainnya, juga membimbing siswa untuk menulis. Buku pertamanya diterbitkan oleh Penerbit Grasindo pada tahun 2009 berjudul “Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia untuk Tingkat SMP/MTs”. Buku kedua berjudul “Catatan Harian Guru : Menulis itu Mudah” diterbitkan oleh Penerbit Andi Jogyakarta pada tahun 2013. E-book yang berjudul “GEGEMBATU: Catatan Harian Seorang Guru Mengubah Membaca Menjadi Kegemaran” diterbitkan oleh Penerbit Andi Jogyakarta pada tahun 2018 dan dirilis oleh Gramedia Digital pada 11 Januari 2021. Modul Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi Covid-19 untuk Jenjang SMP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX Semester Ganjil dan Semester Genap, diterbitkan oleh Kemendikbud RI pada Tahun 2020. Buku yang diterbitkan sendiri melalui SMPK 1 PENABUR yaitu: Catatan Mengajar Guru (1): Mengajar Karakter dan Budaya Lewat Tulisan dan Catatan Mengajar Guru (2): Menumbuhkan


76 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Karakter Sociopreneurship. Buku karya siswa yang dibimbingnya berjudul 1)Mata Hati Kumpulan Cerpen Terbaik Siswa SMPK 1 PENABUR, tahun 2009 2) Persahabatan Pemulung Antologi Puisi Bebas Bergambar Peristiwa, tahun 2010, 3) Kumpulun Puisi dan Cerpen Peduli Bumi, tahun 2015. Buku keempat karya terbaik siswa yang dibimbingnya berjudul Semilir Deras Angin Tapanuli, Antologi Cerpen Pilihan Siswa SMPK 1 PENABUR, diterbitkan oleh SBMB Rumah Cinta Ilmu, pada tahun 2017. Sejak tahun 2017 sampai saat ini rutin menerbitkan buku karya siswa berupa kumpulan puisi, cerpen, dan biografi orang tua siswa bekerja sama dengan Penerbit Gorga Pituluik Yogyakarta. Sejak tahun 2008 sampai saat ini rutin membimbing siswa dalam berbagai event lomba membaca dan menulis baik di kalangan sendiri maupun Tingkat Nasional hingga meraih prestasi. Awal Tahun 2021 membimbing siswa mengikuti Kompetisi Online SMP MGMP DKI Jakarta Kategori Bahasa Indonesia, Kelas 8, Swasta meraih Juara 2, yang diselenggarakan oleh Pesona Edu. Karya tulis ilmiah bertema pendidikan rutin diterbitkan pada Jurnal Pendidikan PENABUR. Rutin setiap tahun mengikuti ajang lomba yang berhubungan dengan dunia tulis-menulis tingkat nasional, seperti lomba buku pengayaan yang diselenggarakan oleh Pusat Perbukuan Diknas, LKIG diselenggarakan oleh LIPI, dan LKG dalam pembelajaran diselenggarakan oleh Kemendiknas. Prestasi yang di perolehnya tahun 2007 juara dua lomba karya ilmiah guru se-PENABUR Jakarta, Finalis LKG dalam pembelajaran tingkat nasional tahun 2008, juara harapan Lomba Menulis Cerpen Remaja (LMCR) tingkat nasional tahun 2010 yang diselenggarakan oleh Rayakultura dan PT Rohto, juara favorit Lomba Menulis Cerpen Remaja (LMCR) tingkat nasional tahun 2013 yang diselenggarakan oleh Rayakultura dan PT Rohto, dan Finalis LKIG LIPI tingkat nasional berturutturut dari tahun 2011, 2012, dan 2013. Pada tahun 2015 mendapat penghargaan sebagai finalis guru berdedikasi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia. Pada tahun 2017 sebagai Finalis 10 Besar Kategori Literasi Guru, Olimpiade Literasi Nasional, yang diselenggarakan oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Saat ini berkarier sebagai guru bahasa Indonesia dan Koordinator Program Gegembatu (Gerakan Gemar Baca-tulis) di SMP Kristen 1 PENABUR Jakarta.


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 77 VUDU ABDUL RAHMAN merupakan nama pena dari Dede Dudu Abdul Rahman, M.Pd. Ia lahir 7 Juni 1983 di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia menamatkan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar di UPI Kampus Tasikmalaya tahun 2008. Setelah 11 tahun menempuh jalur komunitas, ia melanjutkan S-2 Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana UPI Bandung dan lulus tahun 2021. Sejak 2007, ia bertugas di SDN. Perumnas Cisalak, Kota Tasikmalaya. Bersamaan tugas sebagai pendidik, ia mendirikan Komunitas Pers Cilik Cisalak (Percisa Kids) pada tahun 2010. Pers Cilik Cisalak kemudian bermetamorfosis sebagai gerakan Rumpaka Percisa, Sabak Percisa, dan Mata Rumpaka dalam m e n g e m b a n g k a n laboratorium kreativitas anak dan remaja. Sementara Lambang Sora merupakan media sosial penampung kekaryaan dari ragam latar belakang. Ia juga merupakan anggota divisi keorganisasian Pengurus Pusat Forum TBM tahun 2017 s.d. 2020. Di luar aktivitas keliterasiannya, beberapa kali kesempatan ia bertugas sebagai tim penulis di Direktorat Bindiktara/ PMPK Kemendikbudristek (2018--2021), Pendidikan Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (2019), dan DITJEN PAUD DIKDAS DIKMEN Kemendikbudristek (2021). Selain itu, ia merupakan fasilitator Tim Pendamping Literasi Daerah Provinsi Jawa Barat sejak 2021. Dari dedikasinya tersebut, ia mendapatkan ragam penghargaan, antara lain: 1. National Dong Hwa University Taiwan atas gerakan spiral literasi keluarga, sekolah, dan masyarakat pada tahun 2017. Penghargaan tersebut didapatkan setelah mengisi perkuliahan virtual dengan National Dong Hwa University Taiwan. 2. Diundang dalam pertemuan penggiat literasi inspiratif oleh Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, 2 Mei 2017. 3. Pada perhelatan puncak Hari Aksara Internasional, Rumpaka Percisa mendapat anugerah TBM Kreatif-Rekreatif dari Kemdikbud yang diserahkan langsung Prof. Muhajir Effendy, (8 September 2017). 4. Menerima Penghargaan dari Direktorat PK dan PKLK Kemdikbud RI, sebagai juara pertama dalam menulis esai tentang gagasan pendidikan inklusif, 2017. 5. Mendapatkan penghargaan sebagai pegiat literasi Priangan Timur dari Harian Umum Kabar Priangan, Mei 2017. 6. Mendapat penghargaan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya sebagai penggiat literasi, 2017. 7. Mendapat penghargaan dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya sebagai penggiat literasi, 2017. 8. Juara Pertama Lomba Menulis Guru REPUBLIKA 2021.


78 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 SOFIE DEWAYANI adalah peneliti, pegiat literasi, penulis, dan editor buku anak yang bergabung dengan Satgas GLS Kemendikbud sejak tahun 2015 dan menjadi ketua pada tahun 2020. Ia menyelesaikan studi doktoralnya di University of Illinois at Urbana-Champaign di bidang Language and Literacy setelah menyelesaikan program Master’s of Arts di bidang sastra anak di universitas yang sama. Buku-buku literasi yang ditulis Sofie antara lain Suara Dari Marjin: Literasi Sebagai Praktik Sosial, bersama Pratiwi Retnaningdyah, Menghidupkan Literasi di Ruang Kelas, dan Saatnya Bercerita, bersama Roosie Setiawan. Buku anak yang ditulisnya dan diterbitkan oleh Yayasan Litara telah memenangkan penghargaan internasional seperti Samsung Kidstime Author’s Award di Singapura. Bukunya yang berjudul Srinti masuk dalam katalog buku anak internasional White Ravens tahun 2017. Bersama penulis dari 10 negara, bukunya Calm Down, Tigi! dirilis pada Mei 2021 dalam proyek Room to Read Gobal Book Development Project, bertutur tentang dan dipersembahkan untuk anak-anak yang terdampak pandemi Covid-19. BENNY RHAMDANI, lahir di Jakarta 15 November 1970, bekerja sebagai redaktur di portal berita siberindo.co, serta menjadi penulis dan penyunting buku. Sebelumnya, dia bekerja sebagai editor in chief selama 15 tahun di Penerbit Mizan Pustaka. Dia sudah menulis hampir 200 judul buku cerita anak dan remaja, dan kerap menjadi juri lomba penulisan. Terakhir, dia menjadi salah satu juri di Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2021 oleh Badan Bahasa, Kemendikbudristek.


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 79 BIODATA KONTRIBUTOR Priska Pramudita, S. Pd., lahir dan dibesarkan di Kota Cirebon, 2 Agustus 1985. Ia tercatat sebagai alumni D2 (2006) dan S1 (2009) di UPI Kampus Tasikmalaya. Ia mengabdi sebagai pendidik di SDN Pamitran Kota Cirebon sejak tahun 2006—2009. Pada tahun 2010— 2013, ia berpindah tugas mengajar ke SDN Pangrango Kota Cirebon. Setelah itu, ia mengabdi di SDN 1 Nagarasari Kota Tasikmalaya tahun 2014 s.d. sekarang. Catatan prestasinya, ia pernah meraih Juara 1 dalam Olimpiade Guru Nasional Tingkat Kota Tasikmalaya tahun 2017. Selain mengajar, ia berperan sebagai relawan Taman Bacaan Masyarakat Mata Rumpaka Kota Tasikmalaya dan seorang ibu dari 3 buah hatinya .Yogo Triarso, S.Pd, lahir di Purworejo 22 Maret 1996. Ia lulusan TK Widya Loka, SDN Tlogorejo, SMPN 3 Purworejo, SMAN 11 Purworejo dan meraih gelar sarjana di Universitas PGRI Yogyakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan predikat cum laude dan menuliskan karya ilmiah berjudul Implementasi Gerakan Literasi dalam Pendidikan Karakter di SDN Golo Yogyakarta. Ia pernah menjadi guru di SD Mutiara Persada Yogyakarta selama 2 tahun, Home Schooling Anak Pelangi Yogyakarta selama 1 semester, dan saat ini mengajar di SDN Tegalrejo 1. Lusiana Puspitasari, S.Pd, lahir di Salatiga pada 10 September 1995. Ia lulusan dari Universitas Sebelas Maret Jurusan Pendidikan Ekonomi dengan predikat cumlaude. Pada tahun 2017 ia pernah menjadi paper presenter pada acara The 2nd Internasional Conference on Learning Innovation and Quality Educationdi FKIP Universitas Sebelas Maret. Pada tahun 2018 penulis pernah bekerja sebagai guru Akuntansi di SMK Kristen (BM) Salatiga. Pada saat itu juga pernah menjadi admin keuangan pada RIKHUS (Riset Khusus Vektora) yang diselenggararakan oleh Kemenkes, B2P2VRP Salatiga. Karya tulisnya berjudul Media Makeder (Magic Snake and Ladder) dalam Pembelajaran IPS Jenjang SMP/Mts, meraih juara 1 Lomba Karya Inovasi Program Pendidikan Profesi Guru (P3G) yang diselenggarakan oleh Diklat PENABUR Learning Center (PLC) BPK PENABUR Jakarta, saat ia menempuh Program Pendidikan dan Profesi Guru (P3G) angkatan VII pada tahun 2019. Saat ini ia sebagai staf pengajar di SMPK 4 PENABUR Jakarta.


80 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Rosana Setyaningsih S. Pd. berasal dari kota Salatiga dan lahir di Kabupaten Semarang pada tanggal 22 September 1997. Ia alumni dari TK Kristen 3 Salatiga, SD Kristen 3 Salatiga, SMP Kristen 2 Salatiga dan SMA Negeri 1 Salatiga. Pada tahun 2019 ia lulus dari Universitas Kristen Satya Wacana, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Matematika dan ia menyelesaikan kuliah selama 3,5 tahun. Pada Tahun 2019 ia mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (P3G) yang diadakan oleh BPK Penabur Jakarta. Karya tulisnya berjudul Menggunakan LuBar (Ludo Aljabar) untuk Penguasaan Materi Aljabar, meraih juara 2 Lomba Karya Inovasi Program Pendidikan Profesi Guru (P3G) yang diselenggarakan oleh Diklat PENABUR Learning Center (PLC) BPK PENABUR Jakarta. Saat ini ia sebagai staf pengajar di SMPK 1 dan SMPK 6 PENABUR Jakarta. Lidya Eunike, S.Pd, lahir di Jakarta, 24 Januari 1996. Ia lulusan TKK 10, SDK Kota Modern, SMPK Kota Modern, dan SMAK Harapan Indah BPK Penabur Jakarta. Pada Tahun 2018 ia meraih gelar sarjana di Universitas Satya Wacana, Fakultas Sains dan Matematika, Program Studi Pendidikan Fisika. Ia pernah menjadi guru pengganti mata pelajaran Fisika di SMPK 5 PENABUR Jakarta selama satu bulan. Juga sebagai guru pengganti mata pelajaran Fisika di SMAK PENABUR Summarecon Bekasi selama kurang lebih tiga bulan. Pada Tahun 2019 ia mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (P3G) yang diadakan oleh BPK Penabur Jakarta. Karya tulisnya berjudul Boncaphy (Board and Card Physics) untuk Pembelajaran Tata Surya Kelas VII, meraih juara 3 Lomba Karya Inovasi Program Pendidikan Profesi Guru (P3G) yang diselenggarakan oleh Diklat PENABUR Learning Center (PLC) BPK PENABUR Jakarta. Saat ini ia sebagai staf pengajar di SMPK 4 PENABUR Jakarta. Rafiudin, S.Pd. lahir di Kota Serang 8 Juni 1986 menyelesaikan pendidikan S-1 di Universitas Pendidikan Indonesia pada tahun 2009. Sejak mahasiswa aktif menulis dan beberapa karyanya berupa esai dan puisi dimuat dibeberapa surat kabar seperti Tribun Jabar, Radar Banten, Radar Bekasi. Sejak 2009 bekerja sebagai salah satu tenaga pendikdik di Yayasan Pesantren Islam Al Azhar. Tahun 2009—2010 mengajar di SMA Islam Al Azhar 6 Kota Serang, tahun 2011—2021 bertugas di SMA Islam Al Azhar 4 Kota Bekasi, sekarang bertugas di SMA Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru Jakarta Pusat.


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 81 Salah satu prestasi terbaiknya selama menjadi tenaga pendidik adalah : 1. Juara 3 Lomba Baca Puisi Nasional Piala taufik Ismail tahun 2010; 2. Juara 1 Lomba Media Presentasi Pembelajaran tingkat Provinsi Banten tahun 2010; 3. Juara 2 Lomba Media Presentasi Pembelajaran tingkat Nasional Pustekom-Kemdikbud 2010; 4. Juara 1 Kreativitas Mengajar tingkat SMA Al Azhar Se-Indonesia tahun 2011; 5. Juara 2 Media Pembelajaran Berbasis TIK tingkat Kota Bekasi tahun 2013; 6. Menjadi Instruktur Nasional Kurikulum 2013 pada tahun 2016; dan 7. Menjadi peserta terbaik Workshop Praktik Baik-Inobel P4TK Bahasa Kemdikbud tahun 2021. Muhammad Ariefin, S.S., Gr. Jalan Masjid 1 no. 56 RT01/02, Cinere Depok, Jawa Barat 16514 muariefin@gmail. com / https://linkedin.com/in/muhariefin/ https://instagram.com/ muhariefin https://muhariefin.com Telepon 089299229996 / 021 7536327. Universitas Pakuan / Pendidikan Profesi Guru (Gr.) Mei 2019 - November 2019, Bogor. Sertifikat Pendidikan Profesi Guru Bahasa Indonesia Universitas Negeri Jakarta / Sastra Indonesia (S.S.) Agustus 2010 - Juli 2014, Jakarta. Konsentrasi Linguistik Indonesia, IPK 3,68 Dengan kompetensi antara lain: Bahasa Indonesia, Penyuntingan, Pemanfaatan Teknologi, Pembuatan Konten Pembelajaran, Pengajaran, Linguistik, Manajemen Proyek, Teknolog Pembelajaran, Desainer Instruksional, Kreator Konten Media Sosial, Produser Podcast, Pembicara/Instruktur Pendidikan&Teknologi. IELTS 6.0 / 2018, TOEFL ITP 543 / 2021. Pelatihan yang pernah diikuti : Google Certified Educator Level 1 &2 / Google Workspace for Education, Augustus 2021 Training of Trainer Google Master Trainer 1 / Direktorat GTK, Desember 2020 Training of Trainer Google Master Trainer 2 / Direktorat GTK, Juni 2021 Instruktur Pembelajaran Sastra Berbasis Literasi Digital Tingkat Nasional / Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Agustus 2020 Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Berbasis Peserta Didik Bahasa Indonesia SMA / P4TK Bahasa, Oktober 2020 DiklatInovasi Pembelajaran Bahasa / P4TK Bahasa, Desember 2020 Lokakarya Nasional Pembelajaran Berbasis TIK / Pusat Data dan Teknologi Informasi, November 2020 Lokakarya Nasional Pembelajaran Berbasis TIK / Pusat Data dan Teknologi Informasi, November 2019 International Symposium on Open, Distance, and e-learning, Bali, Pusat Data dan Teknologi Informasi, Desember 2018 Lokakarya Nasional Pembelajaran Berbasis TIK, Pusat Data dan Teknologi Informasi, Oktober 2018. Adapun penghergaan yang pernah diperoleh antara lain : Karya Infografik Terpilih Kategori BIPA 2 Membaca Indonesia - Sayembara Alih wahana Bahan Diplomasi Bahasa Indonesia bagi Penutur


82 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Asing , Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Oktober 2020 Peserta Terbaik Instruktur Pembelajaran Sastra Berbasis Literasi Digital Tingkat Nasional, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Agustus 2020 Peserta Terbaik Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Berbasis Peserta Didik Bahasa Indonesia SMA, P4TK Bahasa, Oktober 2020 Duta Rumah Belajar, Pusat Data dan Teknologi Informasi, September 2018 Duta Bahasa Negara, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Oktober 2017 Waridin, S.Pd., M.Hum. lahir dan bersekolah sampai SMA di Tegal. Menamatkan S-1 di Universitas Negeri Jakarta (IKIP) jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan Beasiswa Ikatan Dinas. Menamatkan S-2 jurusan Ilmu Linguistik di Universitas Indonesia (UI) dengan beasiswa dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Penempatan PNS di SMAN 8 Jakarta sejak tahun 1998 sampai sekarang. Tahun 2008—2010 pernah mengajar Bahasa Indonesia untuk penutur asing di Escuela No. 120 Ciudad Evita, Argentina, Kelas Bahasa Indonesia KBRI Buenos Aires Argentina, dan Univercidad Catolica Argentina. Selain aktif di MGMP juga pengurus pusat di Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia (AGBSI), September 2121 ini telah dilantik menjadi Kepala Sekolah di SMAN 102 Jakarta Timur . Eka Wahyudi, S. Pd. lahir di Purbalingga. Tinggal dan bersekolah di Bandung sampai menamatkan S-1 di Universitas Pendidikan Indonesia. Penempatan PNS di SMAN 54 Jakarta sejak tahun 2019 sampai sekarang. Tahun 2012—2017 memulai karir sebagai guru matematika di lembaga bimbingan belajar Ganesha Operation Jakarta. Tahun 2017-2019 melanjutkan karir sebagai guru matematika di Rumah Belajar O-Friends Jakarta. Tahun 2020 sampai sekarang masih aktif sebagai fasilitator KSN Bidang Matematika di Jakarta.


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 83 Muhammad Firdaus, Lahir di Palembang, 26 Februari 1979. Saat ini Sebagai Guru Fisika dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembang Mutu Sekolah di SMA Negeri 1 Unggul Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Karier di bidang Pendidikan dimulai dengan menjadi Guru Fisika di SMAN 18 Palembang (2002 – 2004), Guru Fisika dan Wakil Kurikulum SMA Bhakti Suci Jaya Tanjung Batu Ogan Ilir (2004 – 2007), Guru Fisika dan Wakil Kurikulum pada Unit Sekolah Baru SMAN 3 Tanjung Raja (2007 – 2011), Guru Fisika dan Wakil Kurikulum dan terakahir sebagai Wakil Pengembang Mutu Sekolah pada SMAN 1 Unggul Indralaya Utara (2011 – Sekarang), selain itu menjadi Dosen di STIKES Muhammadiyah Palembang, untuk Mata Kuliah Fisika Lingkungan dan Fisika Medis (2012 – Sekarang). Aktivitas Lain di dunia Pendidikan : • Tim Asesor program guru penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2020 - sekarang) • Tim Pengembang Penilaian Direktorat SMA (2017 – sekarang) • Tim Pengembang Bahan Ajar dan Bahan Uji Subdit P-SMA (2012 – 2014) • Instruktur Nasional Kurikulum 2013 Mapel Fisika P4TK Medan (2014 – 2015) • Instruktur Kabupaten / Kota Kurikulum 2013 Mapel Fisika LPMP Provinsi Sumatera Selatan (2014 – 2015)


84 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Glosarium 1. Belajar dari rumah (BDR): Proses pembelajaran dilakukan di rumah masing-masing peserta didik. 2. Kompetensi Dasar (KD): Bentuk penguasaan peserta didik terhadap pengetahuan, perilaku, keterampilan, dan sikap setelah mendapatkan materi pembelajaran pada jenjang pendidikan tertentu. 3. Kompetensi Inti (KI): Bentuk penguasaan peserta didik antara muatan pembelajaran, mata pelajaran, dan program studi sebagai upaya untuk mencapai standar kompetensi lulusan. 4. Mata pelajaran (Mapel): pelajaran yang harus diajarkan (dipelajari) untuk sekolah dasar atau sekolah lanjutan. 5. Pembelajaran jarak jauh (PJJ): Proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan jarak jauh. Pembelajaran dilakukan dari rumah masing-masing peserta didik, tidak di sekolah seperti biasanya. 6. Pertemuan tatap muka (PTM): Proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di sekolah seperti biasanya.


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 85 Daftar Pustaka Abrar, Ana Nadhya. (2010). Bagaimana Menulis Biografi Perspektif Jurnalisme. Yogyakarta: Penerbit Emerson. Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta. Ebner, M., & Schiefner, M. (2008, January). Microblogging-more than fun. In Proceedings of IADIS mobile learning conference (Vol. 2008, p. 155Y159). diakses 15 Agustus 2021 Fuad, Zulfikar. 2012. THE SECRET OF BIOGRAPHY: Rahasia Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H. Jakarta: Akademi Permata. Harmanto, Gatot. (2008). Sejarah Bilingual Untuk SMA/MA Kelas X Semester 1 dan 2. Yrama Widya: Bandung. Iskandar. (2013). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial. Jakarta: Ciputat Mega Mall. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Siswa Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/ MAN Kelas XII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud RI. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah. Kosasih, E. (2017). Jenis-jenis Teks. Bandung: Penerbit Yrama Media Kosasih, E. (2014). Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa Indoneisa SMA/MA/SMK. Bandung: Yrama Widya Madusari, Endah Ariani dkk. (2009). Metodologi Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas OECD (2020). Schooling Disrupted-Schooling Thought Suherli, dkk. (2018). Buku peserta didik Bahasa Indonesia Kelas X Revisi Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Suherli, dkk. (2018). Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas XI Revisi Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Suherli, dkk. (2018). Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas XII Revisi Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran virus Corona. Suherli, dkk. (2018). Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas XI Revisi Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.


86 Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 Suherli, dkk. (2018). Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas XI Revisi Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Tim GLN. (2017). Materi Pendukung Literasi Baca-tulis. Jakarta: Kemendikbud. Tim GLN. (2017). Materi Pendukung Literasi Numerasi. Jakarta: Kemendikbud. Tim GLS. (2021). Panduan Penguatan Literasi dan Numerasi di Sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Paud Dikdas Dikmen, Kemendikbud Ristek.


Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis Proyek di Masa Pandemi Covid-19 87 Tautan Inovasi Pendidikan. (2018). [Literasi-Numerasi] Sidoarjo, Jawa Timur: Inovasi Alat Peraga dan Media Pembelajaran. Diakses 3 Juni 2021, pada tautan https://www.youtube.com/watch?v=MpsRbIXdfys https://serupa.id/contoh-teks-cerita-sejarah-beserta-strukturnya-bermacam-tema/ https://serupa.id/teks-cerita-sejarah-pengertian-struktur-nilai-kaidah-dsb/ https://www.seputarpengetahuan.co.id/2020/03/autobiografi.html https://www.pondok-belajar.com/2017/11/jenis-jenis-penilaian-dalam-pembelajaran.html https://acerforeducation.acer.com/education-trends/education-technology/what-bite-sized-learningis-and-how-it-can-improve-attention-span/ diakses 15 Agustus 2021 https://id.wikipedia.org/wiki/Instagram diakses 15 Agustus 2021 https://www.oxfordlearnersdictionaries.com/definition/american_english/social-media diakses 15 Agustus 2021 https://later.com/blog/instagram-guides/ diakses 15 Agustus 2021


Click to View FlipBook Version