E-MODUL SOSIOLOGI KELAS X IPS
SOSIOLOGI
SEBAGAI
ILMU DAN
METODE
Dosen : Junaidi S.Pd, M.Pd.
INDAH AMALIA RAMADHANI
19058106
A. SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI
Sosiologi muncul sebagai suatu ilmu yang mengkritisi
tentang bagaimana kondisi masyarakat klasik pada awal
Era Revolusi Perancis dan Reformasi inggris. Perubahan-
perubahan yang terjadi secara cepat menjanjikan
kelahiran masyarakat yang lebih modern, lebih maju,
dan lebih sejahtera. Namun di pihak lain, kenyataan
menunjukkan bahwa kedua revolusi tersebut justru
menimbulkan berbagai kekacauan dan terkikisnya
keakraban dalam hubungan antarwarga masyarakat. (Sri
Untari, 2015).
Perkembangan Sosiologi di Dunia dapat dilihat dari :
1. Zaman Keemasan Filsat
2. Zaman Renaissance
3. Abad Pencerahan
4. Abad ke 18
5. Abad ke 19- 20) (Masa ini sosiologi mulai dianggap dapat
mandiri karena sudah memiliki objek khusus)
Perkembangan Sosiologi di Indonesia dapat dilihat dari :
Menurut Soerjono Soekanto,
sosiologi di Indonesia pada
permulaan nya hanya digunakan sebagai ilmu bantu dari ilmu-
ilmu sosial. Sosiologi di Indonesia dalam perkembangannya,
Soerjono Soekanto membaginya menjadi dua tahap. Pertama,
permulaan sosiologi di Indonesia. Kedua, perkembangan sosiologi
di Indonesia sesudah Perang Dunia II.
Tahap Permulaan Sosiologi di Indonesia
1. Ajaran Walang Reh oleh Mangkunegoro IV dari Surakarta
terbukti di dalamnya sarat kandungan akan hubungan antar
golongan (Intergroup Relation), yang mana ini adalah kajian
sosiologi.
2. Gerakan Pendidikan Nasional yang dipelopori Ki Hajar
Dewantara yang dalam mengelola organisasi Taman Siswa,
ditemukan sarat pula akan konsep-konsep kepemimpinan dan
kekelurgaan Indonesia yang merupakan kajian dari soiologi. Dan
lain-lain.
Tahap Pemulaan Sosiologi Pasca Perang Dunia II
1. Pada tahun 1948 sarjana sosiologi Indonesia (Soenario Kolopaking)
memberikan kuliah Sosiologi pertama kali di Akademi Ilmu Politik di
Yogyakarta yang sekarang menjadi Fisipol UGM.
2. Terbitnya buku karangan Hasan Sadily dengan judul Sosiologi
untuk Masyarakat Indonesia yang merupakan buku pelajaran
pertama yang berbahasa Indonesia yang memuat bahan-bahan
sosiologi modern. Dan lain-lain.
2. Hakikat/Pengertian Sosiologi
Kata sosiologi berasal dari bahasa Latin, yaitu ”socius” dan ”logos”.
Socius artinya teman, dan logos artinya berbicara, mengajar, atau
ilmu. Jadi, secara etimologis sosiologi berarti ilmu tentang teman.
Dalam hal ini, teman dapat diartikan sebagai kawan atau lawan.
3. Objek Kajian Sosiologi
Objek kajian sosiologi adalah Struktur masyarakat. Dimana
masyarakat dapat dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan
proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
Proses tersebutlah yang merupakan objek kajian dari Sosiologi.
Dimana kehidupan masyarakat dapat dianalisis karena terjadinya
suatu perubahan situasi sosial.
Banyak tokoh yang menjelaskan tentang Sosiologi, yaitu :
August Comte secara
sederhana mendefinisikan
sosiologi sebagai ilmu tentang
masyarakat. Sosiologi
berupaya memahami
kehidupan bersama manusia,
sejauh kehidupan itu dapat
ditinjau atau diamati melalui
metode empiris.
Max Weber: sosiologi adalah
ilmu yang ber upaya
memahami tindakan-
tindakan sosial;
Soerjono Soekanto: Sosiologi
adalah ilmu yang
memusatkan perhatian pada
segi-segi kemasyarakatan
yang bersifat umum dan
berusaha untuk mendapatkan
pola-pola umum kehidupan
masyarakat;
Hassan Shadily; dalam buku
―Sosiologi untuk masyarakat
Indonesia, menyebutkan
bahwa sosiologi adalah ilmu
yang mempelajari hidup
bersama dalam masyarakat
dan menyelidiki ikatan-ikatan
antar manusia yang
menguasai kehidupan.
Sangat banyak sekali ahli yang mengemukakan pendapat terkait
Hakikat dari Sosiologi. Dari pengertian yang dijelaskan oleh beberapa
para ahli tersebut dapat diberikan kesimpulan bahwa sosiologi
merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang bagaimana
masyarakat dalam menjalani dan berkegiatan dalam aktivitas sosial.
4. Manfaat Sosiologi
Perencanaan Sosial
Menambah pengetahuan tentang keberagaman suku, dan agama, serta
menambah pengetahuan tentang keberagaman budaya yang me
nyangkut sistem nilai dan norma, adat istiadat, kesenian, dan unsur
unsur budaya lainnya. Menumbuhkan kepekaan terhadap toleransi
sosial dalam pergaulan sehari-hari sehingga memungkinkan terjadinya
hubungan saling pengertian dan saling menguntungkan.
Penelitian Sosial
perencanaan atau pemecahan masalah sosial yang baik. Di negara yang
sedang membangun, peran sosiolog sangat dibutuhkan. Berdasarkan
hasil penelitian sosiologis, para pengambilan keputusan dapat
menyusun rencana dan cara pemecahan suatu masalah sosial.
Contohnya, cara pencegahan kenakalan remaja dan cara
meningkatkan kembali rasa solidaritas antar warga yang semakin
pudar.
Pembangunan
Sosiologi berguna untuk memberikan data sosial yang diperlukan pada
tahap perencanaan pelaksanaan maupun penilaian pembangunan.
Pada tahap perencanaan, yang harus diperhatikan adalah apa yang
menjadi kebutuhan sosial. Pada tahap pelaksanaan yang harus dilihat
adalah kekuatan sosial dalam masyarakat serta proses perubahan
sosialnya. Dan pada tahap penilaian yang harus dilakukan adalah
analisis terhadap efek atau dampak sosial pembangunan tersebut
Pemecahan Masalah
Menghindari terjadinya dominasi sosial, dominasi politik, dominasi
ekonomi maupun budaya. Dengan tumbuhnya solidaritas sosial
sebagai hasil pemahaman terhadap nilai-nilai karakteristik sosial dan
individu melalui sosiologi, maka dominasi sosial politik, ekonomi
maupun budaya dapat dihindari, paling tidak bisa dikurangi. Sosiologi
dapat membantu kita untuk memahami penyebab orang melakukan
tindakan tertentu. Setiap tindakan pasti dipicu oleh faktor sosiologis,
kultural, biologis, dan faktor lainnya.
5.Metode dalam Sosiologi
Perlu dije
laskan cara-cara sosiologi mempelajari obyeknya, yaitu masyarakat.
Untuk kepentingan itu sosiologi mempunyai cara kerja atau metode (method)
yang juga dipergunakan oleh ilmu-ilmu pengetahuan yang lain. Pada
dasarnya terdapat dua jenis cara kerja atau metode, yaitu metode kualitatif
dan metode kuantitatif.
Metode Kualitatif adalah menggunakan bahan yang sukar diukur dengan
angka, walaupun begitu Perhitungan statistik diperlukan untuk mendu-kung
dan sebagai alat untuk memperjelas penelitian.
Metode Kuantitatif metode yang menggunakan bahan keterangan dengan
menggunakan angka-angka sehingga gejala yang diteliti dapat diukur dengan
menggunakan skala, tabel, indeks dan formula yang semuanya menggunakan
ilmu pasti
DAFTAR PUSTAKA
Elisanti, T. R. (2009). Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Pusat
Perbukuan Dapertemen Pendidikan Nasional.
Mulyono, D. (2018). Sosiologi Untuk SMA dan MA Kelompok Peminatan
Ilmu-Ilmu Sosial. Solo: PT Serangkai Pustaka Mandiri.
Sri Untari, I. S. (2015). Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Mata Pelajaran Sosiologi SMA Kelompok Kompetensi 1. Jakarta:
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan
Tenaga Kependidikan.
Sukardi, J. S. (2019). Sosiologi untuk SMA Kelas X. Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasiona.
Tahmidaten, S. S. (2016). Modul Pelatihan Guru Mata Pelajaran Sosiologi
SMA Kelompok Kompetensi A. Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan
Tenaga Kependidian.