The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by intansitumorang80, 2024-02-29 08:29:29

He is Lying

selamat membaca

He Is Lying intan s,s


He Is Lying editor: Intan s .s cover design: Intan s.s Smpn 3 batam


Pagi begitu indah, matahari menyapaku di perjalanan menuju sekolah bersama genggaman tangan ayahku. Dengan seragam putih merah dan ayah dengan jasnya, sembari meneceritakan perjalanan serunya dalam mencari nafkah. "Ayah, kenapa hari ini kita berangkat cepat banget?? lihat ini mah kita yang nyapa matahari." Kataku. "Iyaa, ayah ga sabar banget kerja dikantor, duduk didepan laptop sambil dengar cerita2 teman ayah." jawab ayah. "Ooo gitu ayahh, kalau ayah semangat aku juga jadi semangatt ni sekolahnya." saut kuu. "Jelasss dong, anak ayah harus menjadi anak yg pintar" kata ayah, sambil memegang pipiku yang sedang tersenyum. Aku selalu senang bercerita tentang ayah ke teman teman ku. "Ayahku adalah yang paling baik, paling pintar, paling ganteng, paling bijakk, dia adalah superhero ku.”ceritaku sambil tersenyum kepada temanku. "Oiya?? apa yang ayah mu lakukann?" tanya temanku.


Tapi aku tau semuanya, ayah bohong. sebelum hari ulang tahun ayah, aku mengikuti ayah setengah perjalanan. Terlihat ayah kesebuah pt kecil, dan mengantar kan map. Setelah itu, ia berganti pakaian, menjadi pakaian badut dan berkeliling. Namun, aku langsung berbalik saat ayah hampir melihat ku. “Aku sudahh melakukan segalanya bersama ayah ku, dia bagaikan superhero. kami selalu makan enak, walaupun ayah slalu kenyang. kami selalu jajan esk krim, tapi ayah gasuka eskrim. dia gapernah capee gendong aku, kami selalu main superhero dan aku duduk dibahunya." jawabb ku tanpa lelah menceritakan ayah.


Besok nya pada hari ulang tahun ayah, ayah jatuh sakit. Tapi dia tetap memaksa untuk menggendongku, aku dapat merasakan suhu tubuh ayah yang tinggi. Setelah sampai disekolah, tentu saja aku berbalik dan mengikuti ayah. Ayah terlihat sangat pucat, namun ayah tetap menyapu jalan, setelah mengganti pakainnya. Setelah itu ayah mendapatkan upahnya yang tidak seberapa. Aku mendengar percakapa ayah dengan seseorang yang mungkin bos ayah. “Kamu bermalas malasan saja ya, upah kamu hari ini hanya setengah!” bentaknya. “Maaf pak, baik terimaksih.” Jawab ayah lemas. Setelah mendapat kan upah, ayah membeli obat yang tidak seberapa. Setelah itu, ayah kembali ke pt kecil itu, namun seseorang melempar map ayah ke lantai, dengan senyum kecil ayah pergi dari tempat itu. Ayah membeli nasi goreng kesukaan ku, dan 1 roti yang langsung di makan ayah setelah menelan obat, setelah itu ayah kembali kerumah. Sampainya dirumah seperti biasa, ayah memeluk dan mencium ku. “ini kamu makan, maaf ya nak ayah lupa beliin es krim mu tadi, ayah hanya membeli nasi goreng kesukaan mu” kata ayah.


“Gapapa yah, ayoo kita makan. Nasi gorengnya terlihat sangat enakk, jangan bilang ayah udah kenyang lagi” jawab ku. “Makan lah nak, ayah sudah kenyang kok” Ku makan nasi itu dengan tetesan air mata, tak bisa terthan mengingat perjuangan ayah yang langsung ku lihat hanya untuk nasi goreng kesukaan ku. Seusai makan, aku langsung memeluk ayah seerat eratnya. “Kenapa kamu nangiss?, bawang nya loncat kemata kamu?” tanya ayah sambil bercanda. “Ayahhh, kenapa ayah masih bisa becanda setelah ayah menjalani hari yang begitu berat?, ayah bohongg kan, ayah bohong. ayah bekerja kesana kesini, berkeringat, diperlakukan tidak baik, tapi kenapa ayah masih kuat?. ayahh selamat ulang tahun” “Ayah sampai lupa loh hari ulang tahun ayah, ayah terlalu sibuk bahagian aku nii.” “Ya kalau anak ayah bahagia, ayah juga akan bahagia” jawab ayah dengan senyum.”


Aku hanya bisa memberi surat, eskrim dan sepatu baru dari tabungan ku. isi suratnya "selamat ulang tahun ayahku yang paling ganteng, baik, bijak, kuat, dan pintarr. terimakasih ayah untuk setiap senyummu. aku ingin minta maaf yah, ayah harus berbohong karena aku ya?. katanya ayah ga lapar, emang ayah makan apa?. ga cape ya ayah gendong' aku setelah bercucuran keringat?. atau ayah sebenarny belum pernah makan es krim?. ini aku beliin eskrim ya ayah biar ayah senang... jangan aku terus yang senang yah. Menguras keringat demi mencari nafkah Untuk diriku yang masih kecil ini. ayah Menjagaku dan mengajariku arti kehidupan. Sang pahlawan hidupku. Melindungiku dari terpaan badai apapun. Rela menyembunyikan luka di hatinya. Ayah selalu memberi kebahagiaan. Ayah rela melakukan segalanya demi diriku." ayah membaca sambil menetesakan air mata. tentu saja aku bukan anak yang kuat seperti ayah, melihat ayah membaca surat ku aku banjir tetesan air mata. mendekat, mencium ayah dan menangis dipelukannya adalah kebahagianku. kami keluar bersama dan makan, kali ini aku akan memastikan ayah makan yang banyak. terimakasih pahlawanku.


TAMAT


Intan Satma Situmorang profile penulis adalah seorang kelahiran 8 Oktober 2008, Batam sedang melanjuti pendidikan di SMPN 3 Batam. Berhobi mencoba banyak hal. susah nyaman, makanya suka nyoba hal baru. itu aja, kalau mau lebih boleh dm: @thbssssss_


Dia yang selalu membahagiakan kita, yang menjadi pahlawan kita, sosok yang pintar, kuat, ganteng, tangguh, selalu ceria. memiliki kebohongan yang sangat besar, kebohongan yang tidak untuk menyakiti hati kita, melainkan sebaliknya.


Click to View FlipBook Version