The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gilarwisnu, 2022-07-11 22:16:03

E-BOOK KWU

E-BOOK KWU

●BAHAN AJAR KEWIRAUSAHAAN ●

perusahaan dan kabar dari mulut ke mulut oleh pelanggan lain juga merupakan sumber kesadaran
akan merek.

Menyadari keberadaan beberapa merek, pelanggan lalu memproses semua pesan yang dipaparkan
pada mereka menciptakan memori jangka pendek atau meningkatkan memori jangka panjang dan
menjadi tertarik hanya pada daftar merek yang pendek. Ini adalah tahap daya tarik.

Didorong oleh keingintahuan, pelanggan biasanya menindaklanjuti dengan meneliti secara aktif
merek yang menarik bagi mereka untuk memperoleh lebih banyak informasi dari teman dan keluarga,
dari media, dan/atau langsung dari mereknya. Ini adalah tahap bertanya. Pelanggan bisa menelpon
teman untuk meminta nasihat atau mengevaluasi daftar pendeknya sendiri. Saat ini, tahap bertanya
diperumit lebih jauh oleh perpaduan dunia digital (online) dan fisik (offline). Karena pelanggan
mencari lebih banyak informasi di beberapa saluran, perusahaan harus hadir setidaknya di saluran
yang paling populer. Di tahap bertanya, jalur pelanggan berubah dari percakapan orang lain.

Bila mereka yakin dengan informasi lebih jauh dalam tahap bertanya, pelanggan akan memutuskan
untuk bertindak.penting untuk mengingat bahwa tindakan pelanggan yang dikehendaki tidak terbatas

Politeknik Negeri Indramayu 50

●BAHAN AJAR KEWIRAUSAHAAN ●

pada tindakan pembelian. Biasanya pelanggan akan melalukan interaksi lebih mendalam tentang
suatu produk tersebut, melalui konsumsi dan penggunaan serta layanan pasca pembelian.

Setelah beberapa waktu, pelanggan akan memperoleh kesetiaan yang kuat terhadap mereknya,
sebagaimana tercermin dalam retensi, pembelian lagi, dan advokasi pada orang lain. Ini adalah tahap
menganjurkan.penganjur aktif secara spontan merekomendasikan merek yang mereka cintai tanpa
diminta.

Strategi Marketing di Era 4.0

Dalam dunia bisnis strategi pemasaran bagaikan sebuah jantung untuk kelancaran sebuah usaha. Arus
globalisasi sudah tidak terbendung lagi masuk keberbagai bisnis usaha. Era revolusi merupakan
fenomena yang mutlak dan tidak dapat dihindari. Kini sudah saatnya kegiatan bisnis memerlukan
strategi yang mumpuni dan mampu melakukan transformasi dan inovasi untuk menghadapinya agar
bisnis tersebut tidak tergilas oleh zaman.

Mata rantai setiap pembelian produk memerlukan jasa, sehingga setiap produk yang dibeli oleh
konsumen harga didalam produk tersebut sudah termasuk harga jasa. Penciptaan nilai pelanggan
untuk memenuhi keinginan pelanggan diperlukan berbagai kombinasi dari strategi pemasaran yang
ada. Pada era industri 4.0 atau lebih dikenal dengan era digital, sangat mudah dijumpai bagaimana
bisnis kini memenuhi keinginan pelanggan melalui penggunaan jasa yang ada. Jika ditelusuri bahwa
para ibu rumah tangga bisa melakukan bisnis online dari rumah hanya menggunakan paket data dan
android (gadget). Ini dapat dikatakan bahwa bisnis jasa dapat memudahkan keinginan pelanggan
dengan maksimal. Keadaan ini tentu sudah menjadi bagian dari strategi melalui jasa digital yang
diberikan oleh sistem. Sistem jasa ini juga berfungsi untuk memendekkan mata rantai penjualan
sehingga harga menjadi lebih terjangkau.

Era 4.0
Kanselir Jerman, Angela Merkel (2014) berpendapat bahwa Industri 4.0 adalah transformasi
komprehensif dari keseluruhan aspek produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan
internet dengan industri konvensional. Schlechtendahl dkk (2015) menekankan definisi kepada unsur
kecepatan dari ketersediaan informasi, yaitu sebuah lingkungan industri di mana seluruh entitasnya
selalu terhubung dan mampu berbagi informasi satu dengan yang lain. Pengertian yang lebih teknis
disampaikan oleh Kagermann dkk (2013) bahwa Industri 4.0 adalah integrasi dari Cyber Physical
System (CPS) dan Internet of Things and Services (IoT dan IoS) ke dalam proses industri meliputi
manufaktur dan logistik serta proses lainnya.

Politeknik Negeri Indramayu 51

●BAHAN AJAR KEWIRAUSAHAAN ●

Pemasaran Melalui Rantai Pemasaran 4.0

Proses pemasaran diawali dari melihat peluang pasar, melakukan riset pasar, memilih target pasar,
menyusun strategi, action dan evaluasi. Namun demikian masih banyak dikalangan usahawan yang
tidak melihat tahap-tahap proses tersebut sehingga barang dan jasa yang ditawarkan tidak sampai ke
konsumen karena tidak sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen pada lokasi tersebut dan
juga tidak didukung oleh ruang dan waktu. Pergeseran zaman akan mampu menutupi kekurangan
produsen dalam distribusi barang dan jasa melalui jasa yang ada. Keadaan ini akan mendorong
produsen untuk meningkatkan kuantitas produksinya karena tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
Sistem jasa kini mampu mengantar barang dagangan produsen sesuai tujuan yang diinginkan tanpa
ada batas.

Menurut Kotler (2005), usaha-usaha untuk memperpendek mata rantai pemasaran/tata niaga adalah
salah satu jalan yang dapat membantu usaha bisnis untuk meningkatkan pendapatan. Saluran
pemasaran yang terpendek memberikan penerimaan yang terbesar dan resiko pemasaran yang
terkecil bagi produsen. Kotler (2005), dalam menyampaikan barang dari produsen ke konsumen
melalui saluran pemasaran digambarkan sebagai berikut :

Saluran pemasaran seperti pada gambar di atas menjelaskan tentang gerakan nyata dari produk fisik,
mulai dari bahan mentah (suplai/pemasok), sampai kepada konsumen terakhir. Saluran pemasaran

Politeknik Negeri Indramayu 52

●BAHAN AJAR KEWIRAUSAHAAN ●

akan berpengaruh terhadap keputusan produsen terhadap harga yang ditetapkan oleh produsen. Jika
rantai saluran pemasaran panjang maka harga sampai ke konsumen akan tinggi begitu juga
sebaliknya jika saluran pemasaran pendek maka harga untuk konsumen lebih rendah. Ini bermakna
persaingan antar produsen dalam penetapan harga akan semakin bersaing sehingga terjadi kompetisi
pasar. Untuk memenangkan kompetisi pasar langkah pertama yang digunakan adalah mencari
strategi yang tepat untuk memasarkan hasil produksinya agar mampu bersaing dipasar.

Penentuan strategi ini harus melalui penelitian dan kajian yang mendalam sehingga produksi yang
akan dipasarkan akan mampu memenangi kompetisi dan lebih survive. Hal-hal lain yang juga harus
lebih diperhatikan dalam strategi marketing adalah berupa penjelasan tentang produk, desain produk,
promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai dengan pengiriman
produk agar bisa sampai ke tangan konsumen secara lebih cepat dan tepat. Strategi marketing yang
up to date era digitalisasi saat ini menjadikan produsen menjadi semakin lebih dekat dengan
kehidupan konsumen sehari-hari. Strategi marketing melalui media digital merupakan langkah yang
efektif dan efisien karena rantai saluran pemasaran akan menjadi semakin pendek. Banyak produsen
yang membuat suatu produk, tapi tidak menjual secara langsung produknya kepada konsumen akhir
(end user), pertimbangan biaya distribusi menjadi faktor utama produsen memilih mendistribusikan
produknya sendiri ke konsumen akhir terutama untuk wilayah pemasaran yang belum tercover oleh
perusahaan.

Politeknik Negeri Indramayu 53

●BAHAN AJAR KEWIRAUSAHAAN ●

DAFTAR PUSTAKA

Barringer, B. R., and Ireland, R. D. (2010). Entrepreneurship: Successfully Launching New Ventures.
Upper Saddle River, New Jersey : Prentice Hall Inc.

Devi Krisnawati, “Peran Perkembangan Teknologi Digital Pada Strategi Pemasaran dan Jalur Distribusi
UMKM di Indonesia”, Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana, Vol 6 No 1.

Osterwalder, A dan Pigneur, Y. (2017). Business Model Generation : Pedoman bagi para Visioner,
Penggerak Perubahan, dan Pendobrak. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.

Philip Khotler, Hermawan Kertajaya & Iwan Setiawan, Marketing 4.0, Bergerak dari Tradisional ke
Digital (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2017).

Sofjan Assauri, Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnus (Jakarta: Gramedia, 1997).

Politeknik Negeri Indramayu 54


Click to View FlipBook Version