The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LKPD Sistem Penerangan dan Panel Instrumen (Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan) - Victor Agustian Barcelo - Rencana Aksi 4

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Victor Agustian Barcelo, S.Pd., 2022-10-06 11:34:46

LKPD Sistem Penerangan dan Panel Instrumen (Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan) - Victor Agustian Barcelo - Rencana Aksi 4

LKPD Sistem Penerangan dan Panel Instrumen (Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan) - Victor Agustian Barcelo - Rencana Aksi 4

KURIKULUM 2013
LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

Nama Sekolah : SMK N 1 SEPUTIH SURABAYA
Kelas / Semester : XI (Sebelas) / 1
Nama Guru : VICTOR AGUSTIAN BARCELO, S.Pd
NIP : 19920809 202012 1 008

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama Sekolah : SMK N 1 SEPUTIH SURABAYA
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan
Materi : Sistem Penerangan dan panel instrumen
Kelas / Semester : XI / I
Pembelajaran : Teori dan Praktek
Alokasi Waktu : 8 JP (8 x 45 menit)
Tujuan Pembelajaran :

1. Melalui diskusi dan melihat tayangan video pembelajaran, peserta didik diharapkan
mampu menelaah kegunaan sistem penerangan dan panel instrumen dalam
kehidupan sehari-hari dengan benar

2. Melalui diskusi kelompok dan menggali informasi, peserta didik diharapkan dapat
menguraikan cara perawatan sistem penerangan dan panel instrumen sesuai SOP
dengan benar

3. Dengan demonstrasi dan praktik, peserta didik diharapkan mampu mengintegrasikan
cara perawatan sistem penerangan dan panel instrumen sesuai dengan standar
operasional prosedur dengan benar

Nama Kelompok :
1. ...................................
2. ...................................
3. ...................................
4. ...................................
5. ...................................
6. ...................................

A. Kompetensi Dasar
3.7. Menerapkan Cara Perawatan Sistem Penerangan dan Panel Instrumen
4.7. Merawat Berkala Sistem Penerangan dan Panel Instrumen

B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.7.1 Menelaah kegunaan sistem penerangan dan panel instrumen
dalam kehidupan sehari-hari (C4)
3.7.2 Menguraikan cara perawatan sistem penerangan dan panel
Instrumen (C4)
4.7.1 Mengintegrasikan cara merawat berkala sistem penerangan dan
panel instrumen sesuai dengan SOP (P4)

C. Petunjuk Penggunaan LKPD (Model Problem Based Learning)
1. BAGI GURU
Guru mengarahkan dan memfasilitasi peserta didik dalam
mempelajari LKPD. Perawatan Berkala Sistem Penerangan dan
panel instrumen dan mengerjakan studi kasus secara mandiri.

2. BAGI PESERTA DIDIK
a. Baca dan pahami setiap tujuan pembelajaran pada setiap
kegiatan LKPD ini dengan seksama !
b. Pahami setiap konsep materi dengan membaca dan
memperhatikan materi yang disajikan dengan baik !
c. Rencanakanlah untuk mengerjakan studi kasus pada LKPD.
Perawatan Berkala Sistem Penerangan dan panel instrumen
dengan bimbingan dan fasilitas dari guru!
d. Kerjakanlah LKPD. Perawatan Berkala Sistem Penerangan dan
panel instrumen sesuai dengan urutan dan petunjuk pada LKPD!
e. Catat dan tanyakan kepada guru setiap kesulitan yang kalian
alami selama mempelajari modul ini dan mengerjakan studi
kasus pada LKPD !

D. Langkah Pembelajaran
1. Galilah informasi tentang cara kerja sistem penerangan dan panel instrumen dari berbagai
sumber!
2. Diskusikan cara kerja motor penerangan dan panel instrumen konvensional!
3. Diskusikan cara kerja motor penerangan dan panel instrumen konvensional sesuai urutan
yang benar!
4. Isilah lembar kerja yang tersedia!
5. Presentasikan hasil diskusi!

E. Langkah Kerja
Kegiatan 1.
Penerapan kegunaan sistem penerangan (Lampu Hazard) dalam kehidupan sehari-hari
Pertanyaan Mendasar (Permasalahan)
Lampu hazard digunakan untuk memberi isyarat keberadaan kendaraan dari bagian
depan, belakang, dan kedua sisi selama berhenti atau parkir dalam keadaan darurat.
Mengapa lampu hazard tidak boleh dinyalakan secara sembarangan?

Penyelesaian Masalah :
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

Kegiatan 2.
Penerapan kegunaan sistem penerangan (Lampu Mundur) dalam kehidupan sehari-hari
Pertanyaan Mendasar (Permasalahan)
Lampu mundur dipasang pada bagian belakang kendaraan. Lampu mundur berfungsi
untuk memberi tanda pada kendaraan yang berada dibelakangnya bahwa kendaraan dalam
posisi mundur. Sakelar lampu mundur terletak di unit transmisi mobil. Mengapa skelar
lampu mundur berada pada unit transmisi mobil?

Penyelesaian Masalah :
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

Kegiatan 3.
Penerapan cara perawatan sistem penerangan (Lampu Kepala) dalam kehidupan sehari-
hari
Pertanyaan Mendasar (Permasalahan)
Salah satu langkah perawatan lampu kepala adalah melakukan penyetelan. Penyetelan
lampu kepala dilakukan untuk menyesuaikan jarak sinar lampu kepala. Saat akan
melaksanakan penyetelan lampu kepala, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat
menyetel lampu kepala tersebut. Hal apa saja yang harus diperhatikan, agar penyetelan
lampu kepala dilakukan dengan tepat?

Penyelesaian Masalah :
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

Kegiatan 4.
1. Judul Kegiatan : Melakukan cara perawatan sistem penerangan
2. Jenis Kegiatan : Diskusi Kelompok
3. Tujuan Kegiatan : 1) Peserta didik dapat memelihara sistem penerangan dengan benar

2) Peserta didik dapat merawat sistem penerangan dengan benar
4. Alat dan Bahan

a. Multimeter
b. Hidrometer
c. Tang kombinasi
d. Baterai
e. Test lamp
f. Stand Kelistrikan

5. Keselamatan Kerja
a. Menggunakan pakaian kerja dan perlengkapan keselamatan praktik.
b. Melaksanakan praktik sesuai dengan prosedur kerja.
c. Menanyakan pada instruktur apabila mengalami permasalahan praktik.
d. Bekerja dengan cermat dan teliti.
e. Memasang baterai pada saat rangkaian sudah jadi, apabila ada percikan pada saat
pemasangan baterai maka periksa rangkaian terlebih dahulu.
f. Hati-hati dalam penggunaan multimeter, perhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Mengukur arus pada posisi amper dengan cara pemasangan secara seri.
2) Mengukur tegangan pada posisi volt meter, pastikan skala pengukuran diatas
tegangan yang akan diukur, pastikan jenis tegangan yang diukur apakah tegangan
AC atau DC.
3) Mengukur tahanan dengan ohm meter, perhatikan skala tahanan yang akan
diukur, kalibrasi alat sebelum digunakan dan tidak boleh ada tegangan/ arus
listrik (multimeter dapat rusak)

6. Langkah Kerja :
a. Bentuk kelompok dengan teman sekelasmu, setiap kelompok terdiri dari 5 orang!
b. Perhatikanlah komponen-komponen sistem penerangan pada stand kelistrikan yang
ada di bengkel sekolah dengan cermat dan teliti!
c. Persiapkanlah peralatan dan bahan untuk melakukan pemeriksaan komponen-
komponen sistem penerangan yang ada pada stand kelistrikan!
d. Lakukanlah proses pemeriksaan pada komponen-komponen sistem penerangan yang
terdapat pada stand kelistrikan
1) Pemeriksaan baterai
a) Pemeriksaan tegangan baterai dengan cara menggunakan Voltmeter dengan
cara menghubungkan kabel warna merah ke (+) baterai dan kabel hitam ke
(-) baterai.
Hasil pemeriksaan : ............................................................................
b) Periksa berat jenis tiap sel pada baterai menggunakan hydrometer.
Lepaskan tutup ventilasi pada tiap sel, masukkan ujung hydrometer

kedalam lubang sel yang paling dekat dengan terminal (+) baterai. Tekan
bola karet sampai pelampung terangkat. Tiap sel harus memiliki berat jenis
1,230 atau lebih dan perbedaan tiap sel tidak boleh melebihi 0,050. Jika
perbedaan berat jenis tiap sel melebihi 0,050 baterai perlu diganti.
Hasil pemeriksaan : ............................................................................

2) Pemeriksaan sekering
Periksa keadaan sekering secara visual apabila sekering putus maka sekering
perlu diganti atau bisa juga dengan menggunakan alat ukur ohmmeter dengan
cara masing-masing terminal (+) dan (-) dihubungkan pada masing-masing kaki
sekering. Jika tidak terdapat hubungan (jarum alat ukur tidak bergerak) berarti
perlu diganti.
Hasil pemeriksaan : ..................................................................................

3) Pemeriksaan kunci kontak
Periksa kunci kontak dengan menggunakan Ohm meter dengan cara
mengghubungkan kabel Ohm meter pada kaki-kaki kunci kontak. Kaki kunci
kontak ada yang mempuyai 3 kaki (B, IG, ST) dan juga 4 kaki (B, IG, ACC,
ST). Hubungkan kabel merah Ohm meter ke B kunci kontak dan kabel hitam ke
salah satu terminal kunci kontak lainnya (ACC, IG, ST), putar kunci kontak
untuk mengetahui ada tidaknya hubungan. Apabila tidak ada hubungan maka
kunci kontak perlu diganti.
Hasil pemeriksaan : ..................................................................................

4) Pemeriksaan saklar utama (kombinasi)
Periksa hubungan antara terminal-terminal saklar menggunakan Ohm meter
sambil mengoprasikan saklar utama. Tidak adanya arus yang mengalir dari
saklar dapat disebabkan karena rusaknya saklar Jika saklar rusak maka saklar
harus diganti tetapi jika sambungan kabel putus cukup diperbaiki.
Hasil pemeriksaan : ..................................................................................

5) Pemeriksaan relay
Periksa keadaan relay dengan menggunakan Ohm meter, tes lamp dan baterai.
Pertama kita hubungkan terminal 30 dan 86 relay ke (+) baterai, terminal 85
relay ke (-) baterai dan hubungkan tes lamp diantara terminal 87 relay dan (-)

baterai. Apabila tes lamp menyala maka relay masih bagus, tetapi jika tes lamp
mati maka relay perlu diganti.
Hasil pemeriksaan : ..................................................................................

6) Pemeriksaan flasher
Periksa flasher dengan menggunakan tes lamp dan baterai dengan cara
menghubungkan terminal B flasher ke (+) baterai, terminal E flasher ke (-)
baterai dan hubungkan tes lamp diantara terminal L flasher dengan (-) baterai.
Apabila tes lamp menyala dan berkedip maka flasher masih baik, apabila tes
lamp mati maka flasher perlu diganti.
Hasil pemeriksaan : ..................................................................................

7) Pemeriksaan konektor
Periksa konektor secara visual, apabila terjadi korosi/ karat maka bersihkan
konektor menggunakan amplas halus. Karat yang ada pada konektor akan
menyebabkan kebocoran arus sehingga arus yang dihasilkan tidak optimal.
Hasil pemeriksaan : ...................................................................................

8) Pemeriksaan lampu
Apabila lampu mati, maka lepaskan lampu dari dudukannya kemudian lakukan
pemeriksaan dengan menggunakan Ohm meter. Apabila tidak ada hubungan
maka lampu perlu diganti.
Hasil pemeriksaan : ...................................................................................

7. Kesimpulan :
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................

H. Daftar Pustaka
Irnawati, Noviyana. 2018. Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan (Lengkap
dengan Petunjuk Praktek). Mediatama : Surakarta.
https://www.scribd.com/doc/229071702/Bab-13-Sistem-Kelistrikan-Tambahan-Asesoris


Click to View FlipBook Version