The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Victor Agustian Barcelo, S.Pd., 2022-10-17 04:06:24

Bahan Ajar Sistem Starter

Bahan Ajar Sistem Starter

Nama Sekolah KURIKULUM 2013
Kelas / Semester Bahan Ajar
Nama Guru
NIP : SMK N 1 SEPUTIH SURABAYA
: XI (Sebelas) / 1
: VICTOR AGUSTIAN BARCELO, S.Pd
: 19920809 202012 1 008

PERAWATAN SISTEM STARTER

Nama Sekolah : SMK N 1 SEPUTIH SURABAYA
Teknologi dan Rekayasa
Bidang Keahlian : Teknik Otomotif
Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (C3)
Program Keahlian : Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan
Sistem Starter
Kompetensi Keahlian : XI / I
2022/2023
Mata Pelajaran :

Materi :

Kelas / Semester :

Tahun Pelajaran :

A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui diskusi dan melihat tayangan video pembelajaran cara perawatan sistem starter,
peserta didik diharapkan mampu menelaah cara perawatan sistem starter dengan benar

2. Melalui diskusi kelompok dan menggali informasi, peserta didik diharapkan dapat
menguraikan cara perawatan sistem starter sesuai SOP dengan benar

3. Melalui diskusi kelompok dan praktik, peserta didik diharapkan mampu mengintegrasikan
cara perawatan sistem starter sesuai dengan standar operasional prosedur dengan benar

B. Uraian Materi
1. Fungsi dan Prinsip Kerja Sistem Starter
a. Fungsi Sistem Starter
Suatu mesin tidak dapat mulai hidup (start) dengan sendirinya, maka mesin tersebut
memerlukan tenaga dari luar untuk memutarkan poros engkol dan membantu untuk
menghidupkan mesin. Sistem ini kita sebut dengan starting system.Dari beberapa cara
yang ada, mobil umumnya mempergunakan motor listrik, digabungkan dengan magnetic
switch untuk memindahkan gigi pinion yang berputar ke ring gear yang dipasangkan pada
bagian luar dari fly wheel, sehingga ring gear berputar yang kemudian memutar poros
engkol.

Gambar 1. Tata letak sistem starter pada kendaraan

Motor stater harus dapat menghasilkan momen yang besar dari tenaga yang kecil yang
tersedia pada baterai. Hal lain yang harus diperhatikan ialah bahwa motor starter harus
sekecil mungkin. Untuk itulah, motor seri DC (arus searah) umumnya yang dipergunakan.
Kecpatan putar minimum yang diperlukan untuk menghidupkan mesin berbeda tergantung
pada konstruksi dan kondisi operasinya, tetapi pada umumnya 40 rpm sampai 60 rpm
untuk motor bensin dan 80 rpm sampai 100 rpm untuk motor diesel.

Motor starter yang dipergunakan pada automobile dilengkapi dengan magnetic switch
yang memindahkan gigi yang berputar (selanjutnya disebut gigi pinion) untuk berkaitan
atau lepas dari ring gear yang dipasangkan mengelilingi flywheel (roda gila) yang dibaut
pada poros engkol.

Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan sistem starter berfungsi untuk memutarkan
flywheel pertama kali dengan kecepatan tertentu agar mesin dapat hidup
b. Prinsip Kerja

Prinsip kerja motor starter adalah mengubah energi listrik menjadi energi mekanik
dalam bentuk gerak putar. Motor bisa berputar jika diberi aliran arus berdasarkan
prinsip berikut ini:

Pada saat arus mengalir melewati konduktor (penghantar) A dan B yang berada
diantara kutub magnet, maka penghantar A dan B akan menerima gaya dorong
berdasarkan garis gaya magnet yang timbul dengan arah seperti pada gambar
dibawah ini. Hubungan antara arah arus, arah garis gaya magnet, dan arah gaya
dorong pada penghantar merujuk pada aturan/kaidah tangan kiri Fleming.

Gambar 2. Prinsip kaidah tangan kiri Fleming

Arah arus yang masuk kebalikan dengan arah yang keluar sehingga gaya dorong
yang dihasilkan juga saling berlawanan. Oleh karena itu penghantar akan berputar
saat arus tersebut mengalir. Untuk membuat penghantar tetap berputar maka
digunakan komutator dan sikat (brush).

Berdasarkan kaidah tangan kiri Fleming diatas, prinsip kerja dari komponen-
komponen utama motor starter adalah sebagai berikut :

Armature dan field coil dihubungkan dengan baterai secara seri melalui sikat-sikat
dan komutator. Urutan aliran arusnya yaitu dari baterai, relay starter, field coil, sikat
positif, komutator, armature, sikat negatif dan selanjutnya ke massa.

Gambar 3. Prinsip dasar motor starter
Pada saat arus listrik mengalir, pole core bersama-sama field coil akan terbangkit
medan magnet. Armature yang juga dialiri arus listrik akan timbul garis gaya magnet sesuai
tanda putaran panah.
Sesuai dengan kaidah tanan kiri Fleming, armature coil sebelah kiri akan terdorong ke
atas dan yang sebelah kanannya akan terdorong ke bawah. Dalam hal ini armature coil
berfungsi sebagai kopel atau gaya puntir, sehingga armature akan berputar. Jumlah
kumparan didalam armature coil banyak, sehingga gaya putar yang ditimbulkan armature
coil bekerja saling menyusul. Akibatnya putaran armature akan menjadi teratur.

2. Komponen-komponen Sistem Starter

Gambar 4. Sistem starter
Komponen sistem starter terdiri dari:
a. Baterai

Baterai berfungsi menyediakan sumber energi listrik yang dibutuhkan saat proses start
b. Kunci Kontak

Kunci kontak berfungsi menghubungkan dan memutus arus listrik dari baterai, untuk
mengontrol sistem starter.
c. Unit Motor starter
Unit motor starter dalam sistem starter berfungsi untuk:
a. Mengubah energi listrik menjadi energi gerak
b. Memindah gerak putar motor starter ke roda penerus (flywheel)
c. Mencegah roda penerus memutar motor starter saat mesin sudah hidup

3. Jenis Jenis dan Cara Kerja Motor Starter
Saat ini kita mengenal beberapa tipe motor starter yang digunakan pada kendaraan atau

truck-truck kecil, diantaranya motor starter konvensional, reduksi dan planetary. Mobil-mobil
yang dirancang untuk dipergunakan pada daerah dingin mempergunakan motor starter tipe
reduksi, yang dapat menghasilkan momen yang lebih besar yang diperlukan untuk
menstart mesin pada cuaca dingin. Motor starter tipe ini dapat menghasilkan momen yang
lebih besar dari pada motor starter konvensional untuk ukuran dan berat yang sama, saatini
mobil cenderung mempergunakan tipe ini meskipun untuk daerah yang panas. Pada
umumnya motor starter digolongkan (diukur) berdasarkan output nominalnya (dalam KW)
makin besar output makin besar kemampuan starternya.

a. Motor Starter Konvensional
Motor Starter ini diantaranya terdiri dari sebuah magnetic switch,motor elektrik,

drive lever, pinion gear, starter cluth.

Gambar 5. Konstruksi motor starter konvensional.
Pinion gear berada pada poros yang sama dengan motor armature dan berputar
dengan kecepatan yang sama. Plunger di dalam magnetic switch (solenoid) terhubung
ke drive lever. Ketika diaktifkan oleh plunger, drive lever menekan pinion gear
sehingga terhubung dengan flywheel ring gear. Ketika mesin sudah hidup, starter
clutch melepaskan pinion gear dari flywheel untuk mencegah putaran mesin merusak
motor starter.
Komponen motor starter konvensional
1) Magnetic Switch

Magnetic switch terdiri dari beberapa komponen diantaranya hold-in coil,
pull-in coil, return spring dan plunger. Magnetic switch dioperasikan oleh gaya
magnet yang dibangkitkan di dalam kumparan dan mempunyai dua fungsi, yaitu:
- Mendorong pinion gear sehingga berkaitan dengan ring gear
- Bekerja sebagai main switch atau relay yang memungkinkan arus besar dari

baterai mengalir ke motor starter.

Gambar 6. Magnetic switch

2) Field Coil
Arus listrik dari magnetic switch mengalir melalui field coil yang selanjutnya

membangkitkan medan magnet yang diperlukan untuk memutar armature.

Gambar 7. Field coil
3) Brush

Sikat (brush) yang ditekan pada segmen-segmen commutator armature oleh
pegas sikat (brush spring) menghantarkan arus dari field coil armature.

Gambar 8. Brush

4) Armature

Gambar 9. Armature

Armature adalah bagian motor yang berputar. Terdiri dari armature core,
armature coil, commutator. Armature berputar diakibatkan dari interaksi antara
medan magnet yang dibangkitkan oleh field coil dengan armature coil.
5) Armature Brake

Sesaat setelah start mesin pinion gear yang masih berputar karena gaya
inertia dapat menyebabkan kerusakan bila terjadi hubungan antara pinion gear
dengan ring gear.

Ketika return spring di dalam magnetic switch menarik kembali pinion gear,
brake spring menarik armature melawan brush holder. Bila brush holder telah
menyatu dengan commulator end frame, armature akan segera berhenti berputar.

Gambar 10. Armature brake
6) Starter Clutch

Motor starter harus memutarkan mesin hingga mesin hidup dan berputar
dengan sendirinya. Bila mesin telah hidup, maka akan memaksa motor starter
berputar dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya dirancang
dan pada akhirnya akan merusak motor starter.

Konstruksi starter clutch yang digunakan untuk motor starter tipe
konvensional agak berbeda dari tipe reduksi, tetapi prinsip dan cara kerjanya
dapat dikatakan sama.

Gambar 11. Starter clutch

- Starter Clutch Selama Memutarkan
Armature yang berputar akan memaksa clutch housing yang beralur

untuk berputar lebih cepat dari pada inner race yang disatukan dengan pinion
gear. Clutch roller akan menggelinding ke arah yang lebih sempit antara clutch
housing dan inner race hingga terikat mati. Sebagai akibatnya roller akan
memindahkan momen dari clutch housing ke inner race dan selanjutnya ke
pinion gear.
- Starter Clutch Setelah Mesin Hidup

Bila mesin telah hidup, momennya akan memaksa inner race untuk
berputar jauh lebih cepat dari clutch housing. Akibatnya clutch housing dan
inner clutch memindahkan momen mesin dari pinion gear ke motor starter.
7) Drive Lever
Drive lever berfungsi untuk mendorong pinion gear ke arah posisi berkaitan
dengan roda penerus dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda
penerus.

Gambar 12. Drive lever

Cara Kerja Motor Starter Konvensional
1) Kunci Kontak Pada Posisi “START”

Gambar 13. Kerja motor starter konvensional saat kunci kontak pada posisi
“START”

Bila kunci kontak diputar pada posisi START, terminal 50 akan mengalirkan
arus listrik dari baterai ke hold-in dan pull-in coil. Dari pull-in coil kemudian arus
mengalir ke field coil dan armature coil melalui terminal C. Pada titik ini penurunan
tegangan pada pull-in coil mempertahankan aliran arus yang mengalir pada
bagian motor (field coil dan armature) kecil, sehingga motor berputar dengan
putaran lambat. Pada saat yang bersamaan medan magnet yang dibangkitkan
oleh hld-in coil dan pull-in coil menarik plunger ke kanan melawan pegas
pengembali. Gerakan ini menyebabkan pinion gear terdorong ke kiri dan berkaitan
dengan ring gear. Kecepatan putar motor yang lambat akan membuat perkaitan
gigi menjadi lembut.

Alur spiral membantu perkaitan pinion dan ring gear menjadi lebih lembut.

2) Pinion Gear dengan Ring Gear Berkaitan

Gambar 14. Kerja motor starter konvensional saat pinion gear dengan ring gear
berkaitan

Bila magnetic switch dan ulir spiral mendorong pinion gear pada posisi
dimana berkaiyan penuh dengan ring gear, contact plate yang tersentuh ujung
plunger membuat main relay ON dengan menghubungkan terminal 30 dan C.
Akibat hubungan ini maka arus yang mengalir ke motor menjadi lebih besar dan
menyebabkan motor berputar dengan momen yang lebih besar. Alur spiral
memperkuat perkaitan pinion gear dengan ring gear.

Pada saat itu tegangan pada kedua ujung pill-in coil menjadi sama
sehingga arus tidak lagi mengalir pada kumparan ini, oleh karena itu plunger di
tahan pada posisinya dengan gaya magnet yang dihasilkan oleh hold-in coil.

3) Kunci Kontak pada Posisi “ON”

Gambar 15. Kerja motor starter konvensional saat kunci kontak pada posisi “ON”
Bila kunci kontak dikembalikan ke posisi ON dari posisi START, maka

tegangan yangdiberikan ke terminal 50 akan terputus. Main switch tetap tertutup
tetapi sebagian arus mengalir dari terminal C ke hold-in coil melalui pull-in coil.
Dengan mengalirnya arus ke hold-in coil dengan arah yang sama seperti pada
saat kunci kontak diposisikan pada START, ini akan membangkitkan medan
magnet yang menarik plunger. Pada pull-in coil arus mengalir dengan arah yang
berlawanan, dan membangkitkan medan magnetyang akan mengembalikan
plunger ke posisinya semula.

Medan magnet yang terjadi pada kedua kumparan tersebut akan saling
meniadakan, sehingga plunger akan tertarik mundur kembali oleh pegas pembalik.
Dengan demkian, maka arus besar yang diberikan ke motor akan terputus dan
bersamaan dengan itu pula plunger akan memutuskan hubungan pinion gear
dengan ring gear.

b. Motor Starter Tipe Reduksi
Kontruksi

Gambar 16. Motor starter tipe reduksi
Motor starter tipe ini terdiri dari sebuah magnetic switch, sebuah motor
berkecepatan tinggi yang sangat kompak , beberapa roda gigi reduksi, sebuah pinion
gear, sebuah starter clutch.
Roda gigi ekstra memperlambat putaran motor sampai sepertiga atau
seperempat putaran dan memindahkan putaran tersebut ke pinion gear. Punger dan
magnetic switch akan langsung menekan pinion gear yang letaknya satu sumbu,
menyebabkan pinion gear berhubungan dengan ring gear.
Motor starter tipe ini menghasilkan momen yang lebih besar dengan ukuran dan
berat yangsama bila dibandingkan dengan tipe konvensional.
Cara Kerja
1) Kontak Pada Posisi “START”

Gambar 17. Kerja motor starter tipe reduksi saatKontak Pada Posisi “START”

Bila kunci kontak diputar pada posisi START, terminal 50 dilalui arus listrik
dari baterai ke hold-in coildan pull-in coil. Dari pull-in coil, arus kemudian mengalir
ke field coil dan armature coil melalui terminal C. Pada titik ini motor berputar pada
kecepatan rendah, dengan adanya energi pada pull-in coil menyebabkan
tegangannya turun yang mana akan mebatasi arus yang mengalir ke komponen
motor(field coil dan armature)

Pada saat yang sama, pull-in dan hold-in coil membangkitkan medan
magnet yang menekan plunger ke kirimelawan return spring. Pinion gear
kemudian bergeser ke kiri sampai berhubungan dengan ring gear. Kecepatan
motor yangrendah pada tahap ini menyebabkan kedua roda gigi berhubungan
dengan lembut.

Alur spiral juga membantu pinion dan ring gear untuk berhubungan lebih
lembut.

2) Pinion dan Ring Gear Berhubungan

Gambar 18. Kerja motor starter tipe reduksi saat pinion dan ring gear berhubungan
Bila magnetic switch dan alur spiral mendorong pinion gear pada posisi

dimana berkaitan penuh dengan ring gear, contact plate menyentuh plunger
membuat main switch on oleh hubungan singkat antara terminal30 dan C. Akibat
hubungan inimaka arus yang mealui motor starter lebih besar, yang menyebabkan
motor berputar dengan momen yang lebih besar pula. Alur spiral membantu pinion
gear berkaitan lebih kuatdengan ring gear. Pada saat yang sama, tegangan pada
kedua ujung pull-in coil menjadi sama sehingga tidak ada arus yang mengalir
melalui kumparan ini. Plunger kemudian ditahan padaposisinya hanya dengan
gaya magnet yang dihasilkan oleh hold-in coil.

3) Kunci Kontak Pada Posisi “ON”

Gambar 19. Kerja motor starter tipe reduksi saat kunci kontak pada posisi “ON”
Bila kunci kontak dikembalikan ke posisi ON dari posisi START, maka

tegangan yang diberikan ke terminal 50 akan terputus. Main switch akan tertutup,
tetapi sebagian arus mengalir dari terminal C ke hold-in coil dengan arah yang
sama seperti pada saat kuci kontak pada posisi START, hal ini akan
membangkitkan medan magnet yang menarik plunger. Pada pull-in coil, arus
mengalir dengan arah yang berlawanan, dan membangkitkan medan magnet yang
akan mengembalikan plunger pada posisinya semula.

Medan magnet yang dihasilkan oleh kedua kumparan ini akan saling
meniadakan, sehingga plunger akan tertarik mundur oleh return spring. Dengan
demikian, arus yang besar yaang diberikan ke motor starter akan terputus dan
bersamaan dengan itu pula plunger akan membebaskan hubungan pinion dengan
ring gear. Armature yang digunakan pada motor starter tipe reduksi mempunyai
gaya inertia lebih kecil bila dibandingkan dengan dengan tipe konvensional,
sehingga akan segera berhenti bila terjadi gesekan. Motor starter tipe ini tidak
memerlukan mekanisme brake seperti yang digunakan pada motor starter tipe
konvensional.

c. Motor Starter Tipe Planetary
Konstruksi

Gambar 20. Motor starter tipe planetary
Motor starter tipe planetary menggunakan planetary gear untuk mengurangi
kecepatan putaran armature, seperti pada atipe reduksi, dan pinion gear berkaitan
dengan ring gear melalui drive lever, seperti pada tipe konvensional.
Cara Kerja
1. Mekanisme Pengurangan Kecepatan

Pengurangan kecepatan poros armature dilakukan oleh tiga buah planetary
gear dan 1 internal gear. Apabila poros armature berputar, maka planetary gear
akan berputar dengan arah sebaliknya yang selanjutnya menyebabkan internal
gear berputar. Akan tetapi karena internal gear terikat, planetary gear itu sendiri
akhirnya berputar di dalam internal gear.

Karena planetary gear terpasang pada poros planetary gear, maka putaran
planetary gear akan menyebabkan poros planetary gear berputar juga.

Perbandingan gigi antara gigi poros armature dengan planetary gear dan
internal gear adalah 11:15:43 yang menghasilkan perbandignan reduksi sekitar 5,
mengurangi kecepatan putara pinion gear 1/5 dari putaran sebenarnya.

Gambar 21. Planetary gear assembly

2. Damping Device
Internal gear biasanya dipasang mati, tetapi apabila momen yang diberkaan

ke starter terlalu besar, maka internal geara pada akhirnya akan berputar untuk
membuang momen yang berlebihan dan mencegah kerusakan pada armature dan
bagian-bagian lain.

Internal gear diikatkan dengan clutch plate dan clutch plate didorong oleh
spring washer. Bila momen yang berlebihan membawa internal gear, clutch plate
akan menahan gaya dorong spring washer dan berputar sehingga internal gear
ikut berputar. Dengan cara itulah momen yang berlebihan dapat diredam.

Gambar 22.Damping device
4. Rangkaian Sistem Starter

Meskipun rangkaian system starter yang dipergunakan pada mobil berbeda-beda
antara satu model dengan model yang lainnya, namun secara umum ada dua macam yaitu
: menggunakan relay starter dan yang tidak menggunakan relay starter. Seperti yang
ditunjukkan pada diagram dibawah ini , Terminal 30 selalu dihubungkan dengan Baterai
dan terminal 50 dihubungkan dengan terminal ST pada kunci kontak.

Rangkaian starter pada kendaraan yang menggunkan transmisi otomatis, memiliki
saklar posisi netral/netral switch , yang berfungsi untuk menghindarkan terhadap aktifasi
start kecuali pada saat posisi gigi transmisi Netral (N) atau Parkir (P).

Gambar 23.Rangkaian sistem starter
5. Pemeriksaan Sistem Starter

Jika mesin gagal/ tidak dapat berputar atau berputar terlalu lambat pada waktu start,
dan yakin bahwa ada masalah namun masalah tersebut bukan masalah mesin, tetapi
masalah pada system starter, maka pemeriksaan sistem starter perlu dilakukan didalam
mesin, sebelum motor starter dilepas dari mesin kendaraan. Ikuti tahap-tahap pemeriksaan
seperti yang diberikan pada bagian berikut ini.
1. Memeriksa Baterai

Perikasa apakah baterai dalam keadaan baik, dengan mengukur tegangan. Dalam
kondisi sistem starter baik, jika kunci kontak diputar ke posisi start (ST), baterai akan
mengalirkan arus dalam jumlah besar ke motor starter. Adanya tahanan dalam baterai
menyebabkan adanya penurunan tegangan. Jika tegangan yang terukur
menunjukkan 9,6 Volt atau lebih pada saat itu, maka berarti baterai dalam keadaan
normal. Periksalah adanya kerak-kerak karbon atau adanya sulfatisasi pada terminal-
terminal baterai.

Gambar 24. Pemeriksaan tegangan terminal baterai

Penting !
Jika tegangan baterai dalam kondisi baik/normal, adanya batu sulfat dan korosi
pada terminal-terminal baterai dapat mengakibatkan kinerja starter lemah, terjadi
rugi tegangan sehingga tegangan sesungguhnya yang digunakan motor starter
lebih rendah dari tegangan baterai, ketika di start/posisi kunci kontak Start

2. Periksa Kabel Baterai
Periksa tegangan pada terminal 30 motor starter pada saat start. Dalam keadaan kabel
start tidak terhubung atau hubungan yang kurang baik, baterai akan selalu memberikan
tegangan pada terminal, 30. Ketika arus besar mengalir melalui motor starter, maka
tegangan yang yang digunakan motor starter sedikit lebih rendah dari tegangan yang
terukur pada terminal baterai, hal ini disebabkan karena ada tahanan pada kabel
baterai. Jika tegangan yang terukur pada terminal 30 8 Volt atau lebih,maka kabel
starter dalam keadaan baik. Sebaliknya jika tegangannya yang terukur kurang dari nilai
tersebut, periksalah kerusakan kabel, perbaiki, atau ganti kabel tersebut.

Gambar 25.Pemeriksaan tegangan pada terminal 30
3. Periksaan Rangkaian Kunci Kontak

Periksa tegangan pada terminal 50 motor starter pada saat kunci kontak pada
posisi strart (ST), tegangan harus menunjukkan ( 8 Volt atau lebih ).

Gambar 26.Pemeriksaan tegangan padaterminal 50
Penting !
pastikan gigi transmisi harus pada posisi netral (N) atau parkir (P) pada
kendaraan yang menggunakan transmisi otomatis

Jika tegangan pada terminal 50 tidak sesuai dengan spesifikasi pada saat kunci
kontak pada posisi start , periksalah wiring diagram system starter dan periksa bagian-
bagian yang ada kaitannya dengan komponen-komponen seperti: Sekring utama, kunci
kontak, saklar netral, relay starter dan sebagainya. Ganti jika terdapat kerusakan.
Penting

Mengacu pada buku manual kendaraan untuk pertolongan dalam membedakan
terminal 30 dan terminal 50 (terminal 50 selalu menggunakan kabel dengan ukuran
penampang lebih kecil, kabel dengan penampang besar digunakan untuk terminal
50 dan terminal C)

PEMERIKSAAN DILUAR KENDARAAN
Jika pemeriksaan didalam kendaraan telah menunjukkan bahwa motor starter rusak,

motor starter harus dilepas dari kendaraan untuk dioverhauled. Sebelum memulai
membongkar motor starter, maka pertama kali secara garis besar periksa dahulu bagian-
bagian utama yang terkait dengan system starter agar pekerjaan overhaul nantinya menjadi
lebih mudah dan lebih cepat. Prosedur pemeriksaan motor starter tipe biasa dan tipe motor
starter dengan gigi reduksi pada dasarnya sama, sehingga pada buku ini hanya akan
dibahas tipe motor starter jenis biasa.
Penting
• Lepas dahulu kabel negative baterai (-) sebelum melepas motor starter dari

kendaraan , untuk mencegah terjadi hubungan singkat pada saat kunci/alat
menghubung antara positif dan negative, atau terminal positif terhubung dengan
bodi kendaraan .
• Lakukan masing-masing pengetesan ini tidak lebih dari 3- 5 menit, agar kumparan
motor starter tidak rusak/terbakar.
Lihat petunjuk pada buku manual untuk melakukan pemeriksaan ini.

1. Pemeriksaan Pull-in Coil
Periksa bahwa pinion bergerak keluar, pada saat batarai dihubungkan pada

motor starter seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Energi yang
ditimbulkan pada pemeriksaan kumparan penarik dan kumparan penahan dan aktifasi
switch magnetis tidak memutar motor starter.

Gambar 27.Pemeriksaan pull-in coil

Bila gear pinion tidak bergerak keluar, periksa kerusakan pada kumparan
penarik, atau hambatan terlalu besar pada gerakan sliding plunyer atau penyebab
kerusakan lainnya.

2. Pemeriksaan Hold-in Coil
Setelah selesai memeriksa fungsi kumparan penarik. periksalah bahwa gear

pinion tidak tertarik kembali ke dalam pada saat kabel dari terminal C dilepaskan,
plunger harus tetap pada posisinya karena kemagnetan masih tetap ada melalui
kumparan penahan.

Gambar 28.Pemeriksaan hold-in coil
Jika pinion tertarik kembali kedalam pada saat pemeriksaan ini, periksa
kerusakan kumparan penahan , hubungan masa yang kurang baik atau kerusakan
lainnya.
3. Pemeriksaan Kembalinya Pinion Gear
Jika pemeriksaan kumparan penahan telah selesai, lepaskan kabel dari bodi
starter sperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 29.Pemeriksaan kembalinya pinion gear motor starter

Gambar 30.Pemeriksaan pinion clearance
Gear pinion harus dengan cepat tertarik kembali masuk kedalam, karena
kumparan penahan tidak bekerja lagi, dengan bantuan pegas pengembali maka
plunger akan kembali ke posisi semula. Jika gear pinion tidak kembali dengan segera,
periksa kelelahan pegas pengembali, gesekan sliding plunger (gerakan plunger pada
rumahnya ) yang kurang baik, atau penyebab lainnya.
4. Pemeriksaan Tanpa Beban
a. Ikat/pasang dengan kokoh motor starter pada ragum atau pemegang yang kuat.
b. Hubungkan motor starter, dengan baterai dan ampere meter seperti yang
ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Gear pinion harus bergerak maju kedepan
dan motor starter berputan dengan halus.

Gambar 31. Pemeriksaan motor starter tanpa beban
c. Catat dan baca arus yang mengalir melalui Ampere meter bila motor starter telah

stabil. Nilai hasil pengukuran harus sesuai dengan range spesifikasi pada buku
manual

d. Periksa kembalinya gear pinion , dan motor harus segera berhenti berputar ketika
kabel dilepaskan dari terminal 50 (ini hanya perlu untuk motor starter tipe
biasa/konvensional). Jika motor starter tidak dapat berhenti dengan segera,maka
berarti rem ankernya rusak.

Penting
• Jumlah arus listrik yang mengalir melalui sirkuit dalam test tanpa beban

bervariasi tergantung dari motor starter, kebanyakan arus mengali berkisar 200
sampai 300 ampere untuk beberapa motor starter.
• Lihat data pada buku manual sebelum melakukan pemeriksaan ini. Pastikan
bahwa ampere meter telah di seting dengan benar, baik hubungan kabel maupun
batas ukur ampere meter.
• Hati-hati pada waktu mempergunakan kabel berpenampang besar

5. Mengetes Armature dan Kumparan Medan
Mengetes gulungan armature
- Dengan alat tes 110 volt - Ohmmeter - Pipser

- Periksa gulungan anker terhadap
hubungan singkat dengan massa

➢ Jika ada hubungan singkat dengan
massa anker diganti / diperbaiki

− Periksa hubungan segmen-segmen
komutator terhadap kemugkinan
putus pada gulungan

- Dengan growler Periksa gulungan anker terhadap
hubungan singakt dengan massa

menggunakan growler. Letakkan
anker pada tester dan tempelkan
sebilah plat atau daun gergaji diatas
anker
➢ bila plat bergetar keras, berarti

ada hubungan singakat

6. Memeriksa komutator, sikat, pemegang sikat dan kopling jalan bebas
− Periksa komutator terhadap kotor
dan terbakar / oksidasi listrik.
➢ bila kotor bersihkan dengan
kertas ersihkan dengan kertas
gosok no. 400
− Periksa komutator terhadap
kelonjongan dengan dial indikator

− Periksa diameter komutator dengan
mikrometer / mistar sorong

− bandingkan hasil pengukuran
kelonjongan dan diameter dengan
ketentuan pada buku petunjuk

− Periksa segmen-segmen komutator
terhadap kotoran, kebersihan alur-
alur segmen dengan daun gergaji.

− Jika alur-alur segmen

kedalamannya kurang dari

minimum
➢ perbaiki dengan daun gergaji

atau frais komutator

− Periksa permukaan bidang kontak

sikat-sikat bersihkan

− Ukur panjang sikat-sikat,

bandingkan dengan ukuran minimal

pada buku petunjuk, jika terlalu

pendek ganti dengan yang baru

− Periksa tekanan pegas sikat
dengan timbangan tarik bandingkan
dengan ketentuan pada buku
petunjuk .
➢ Hasil pengukuran dibaca saat
pegas sikat lepas dari sikat

− Periksa pemegang sikat positif
terhadap hubungan singkat dengan
sikat negatif

− Periksa roda gigi pinion dan poros
ulir memanjang terhadap aus dan
cacat.

− Periksa kopling jalan bebas→
diputar searah jarum jam pinion
berputar bebas; diputar berlawanan
arah jarum jam pinion terkunci

7. Mengetes kumparan medan dengan alat tes 110 volt AC - Ohmmeter – Pipser

− Periksa kumparan medan terhadap
kemungkinan putus hubungan.

− Perikasa kuparan medan terhadap
hubungan singkat dengan massa

C. Latihan dan Kunci Jawaban/Rubrik

Kompetensi Bahan/ Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk No Soal
KD Dasar Kelas Soal
Semester • Menelaah
3.3 Menerapkan prosedur cara Analisis • Prosedur dan
cara XI / 1 perawatan (C4) teknik cara
perawatan sistem starter perawatan
sistem starter Analisis sistem starter Uraian 4, dan 5
• Menguraikan (C4) sesuai SOP
teknik cara
perawatan Uraian
sistem starter 1, 2, dan 3

Soal Uraian :
1. Pengujian tanpa beban dilakukan untuk mengetahui gangguan pada motor starter yaitu

adanya pemakaian arus yang terlalu besar dan penurunan tegangan yang tidak normal.
Bagaimana cara pengukuran tanpa beban dilakukan pada motor starter?
2. Sandi sedang melakukan pengukuran panjang sikat dengan vernier caliper. Hasil
pengukurannya adalah 8 mm. Bagaimana cara sandi merawat sikat pada motor starter
berdasarkan hasil pengukurnnya?
3. Setelah melakukan perawatan secara berkala pada motor starter. Selain dengan cara
memeriksa dan mengukur komponen diperlukan suatu pengujian pada motor starter. Salah
satu pengujian motor starter adalah dengan pengujian tanpa beban menggunakan baterai.
Adapun pengujian tanpa beban dengan menggunakan baterai tidak boleh dilakukan
dengan waktu yang lama. Mengapa hal tersebut perlu dilakukan?
4. Terdapat beberapa jenis pengujian kemampuan pada motor starter, seperti pengujian pull
in coil, pengujian hold in coil, dan pengujian tanpa beban. Pengujian pull in coil berfungsi
untuk mendorong plunger sehingga gear pinion dapat berhubungan dengan fly wheel.
Uraikan bagaimana prosedur pengujian pull in coil pada motor starter?
5. Perawatan berkala pada sistem di kendaraan perlu kita lakukan. Salah satunya adalah
perawatan pada sistem starter. Uraikan bagaimana prosedur perawatan motor starter
sesuai dengan SOP?

Pedoman Penskoran Soal Uraian :

NO KUNCI JAWABAN SKOR
SOAL
30
1. Jawaban : 15
10
Pengukuran tanpa beban dilakukan dengan menggunakan ampere meter. 15
Langkah – langkah pengujian tanpa beban adalah sebagai berikut:

a. Hubungkan kabel field coil pada terminal C

b. Pastikan kabel tidak berhubungan dengan massa

c. Hubungkan kabel pengukuran merah (+) ampere meter ke terminal positif

baterai dan kabel hitam (-) ampere meter ke terminal 30 dan terminal 50

motor starter.

d. Massa (bodi) harus terhubung ke negatif baterai

e. Periksa apakah starter dapat berputar dengan lembut dan stabil serta

pinion gear bergerak keluar.

f. Bandingkan hasil pengukuran dengan spesifikasi arus standarnya untuk

mengetahui arus yang mengalir

SKOR MAKSIMUM

2. Jawaban :

Panjang standar sikat pada motor starter adalah 16 mm. Sedangkan panjang

minimum sikat yang diijinkan adalah 10 mm. Berdasarkan hasil pengukuran

yang dilakukan sandi, panjang sikat kurang dari batas minimum. Bila panjang

sikat kurang dari harga minimum, maka sikat harus diganti dan dibentuk

dengan jalan mengamplas.

SKOR MAKSIMUM

3. Jawaban :

Jika pengujian kemampuan motor starter tanpa beban dengan menggunakan

baterai dilakukan dengan waktu yang lama atau lebih dari 5 detik (karena

batas standar maksimal yang diijinkan adalah 5 detik), maka kumparan pada

motor starter dapat terbakar dan menyebabkan kerusakan pada motor starter

tersebut.

SKOR MAKSIMUM

4. Jawaban :

Prosedur pengujian pull in coil adalah sebagai berikut:

a. Lepaskan kabel kumparan medan (field coil)dari terminal C

b. Hubungkan positif baterai ke terminal 50 dan negatif baterai ke terminal C

dan bodi

c. Pull in coil baik jika pada pengetesan ini plunger tertarik ke belakang dan

tuas mendorong overrunning clutch ke depan. Dimana gigi pinion harus

bergerak maju, jika tidak bergerak ganti selenoid.

SKOR MAKSIMUM

5 Jawaban :
Prosedur perawatan motor starter sesuai dengan SOP, antara lain:
• Untuk pertama, bersihkan pada bagian yang lebih mudah yakni
membersihkan penghubung arus listrik seperti switch, soket atau konektor
dari kotoran dengan menggunakan penetran, agar aliran listrik tetap stabil.
Selain itu, konektor tombol starter dibersihkan dari kerak memakai amplas

halus, yang tujuannya tetap sama. 30
Perawatan Pada Bagian Jika Memungkinkan: 100
• Periksa jarak poros dan bantalan armature dan bila terlalu longgar coba
ganti bantalannya. Cek juga permukaan armature dari kehausan,
seandainya haus maka harus di ganti. Selain itu, jangan sampai ada
hubungan arus singkat pada armature atau lilitan armature dengan massa.
• Selain itu, liat juga kerataan dan permukaan komutator, jika tidak rata hal ini
bisa diperbaiki atau di ganti.
• Sebaiknya dilalukuan perbaikan jika kedalaman segmen mikamika dangkal
sekali lebih dari 0,8 mm.
• Cek roda gigi starter jika terjadi keausan, segeralah ganti.
• Beri pelumas secukupnya pada pengerak sambungan pada motor starter.

SKOR MAKSIMUM

TOTAL SKOR MAKSIMUM

Rubrik Penskoran Soal Uraian :

NO Rubrik Penskoran SKOR
SOAL
30 = jika peserta didik menjawab 6 (enam) prosedur dengan lengkap 30
1. 25 = jika peserta didik menjawab 5 (lima) prosedur 15
20 = jika peserta didik menjawab 4 (empat) prosedur 10
2. 15 = jika peserta didik menjawab 3 (tiga) prosedur 15
10 = jika peserta didik menjawab 2 (dua) prosedur
3. 30
5 = jika peserta didik menjawab 1 (satu) prosedur
4. SKOR MAKSIMUM

5. 15 = jika peserta didik menjawab 3 komponen dengan lengkap
(panjang standar, batas panjang minimum, dan kesimpulan hasil
pengukuran)

10 = jika peserta didik menjawab 2 komponen
5 = jika peserta didik menjawab 1 komponen

SKOR MAKSIMUM
10 = jika peserta didik menjawab 2 komponen dengan lengkap
(batas standar waktu maksimal pengujian yang diijinkan, dan
kesimpulan hasil analisis)
5 = jika peserta didik menjawab 1 komponen

SKOR MAKSIMUM
15 = jika peserta didik menjawab 3 komponen (prosedur) denganlengkap
10 = jika peserta didik menjawab 2 komponen (prosedur)
5 = jika peserta didik menjawab 1 komponen (prosedur)

SKOR MAKSIMUM

30 = jika peserta didik menjawab 6 (enam) prosedur dengan lengkap
25 = jika peserta didik menjawab 5 (lima) prosedur
20 = jika peserta didik menjawab 4 (empat) prosedur
15 = jika peserta didik menjawab 3 (tiga) prosedur
10 = jika peserta didik menjawab 2 (dua) prosedur

5 = jika peserta didik menjawab 1 (satu) prosedur
SKOR MAKSIMUM

Kisi Kisi Soal Pilihan Ganda

KD Kompetensi Bahan/ Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk No Soal
Dasar Kelas Soal 1,2,3,4
Semester
PG
3.3 Mendiagnosis XII/I • Prinsip kerja Mengaplikasikan • Menjelaskan
kerusakan
sistem stater motor starter (C3) prinsip kerja

sistem starter

• Diagnosis Analisis • Menguraikan PG 5,6,7
kerusakan (C4) kerusakan
sistem starter sistem starter

• Memecahkan Analisis • Memecahkan PG 8,9,10
masalah (C4) masalah terkait
gangguan sistem stater
pada sistem
starter

Soal Pilihan Ganda :
Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, d, dan e di depan jawaban yang
paling tepat !

1. Dasar kerja motor starter pada kendaraan beroda empat ialah :
a. Magnit permanen
b. Magnit sementara
c. Medan kutup
d. Medan magnit
e. Medan magnit AC dan DC.

2. Arus listrik yang mengalir ke gulungan stator motor stater adalah. :
a. Arus bolak balik.
b. Arus AC dan DC.
c. Arus searah.
d. Arus Ac yang berkutup.
e. arus Induksi.

3. Arus listrik terbesar mengalir pada motor starter ialah :
a. Pada ketika distart putaran rendah.
b. Pada ketika distart putaran menengah.
c. Pada ketika distart putaran Maximum.
d. Pada ketika distart putaran nol (o)
e. Pada ketika start mulai awal.

4. Kumparan hold in coil pada sistem starter bekerja pada ketika :
a. Motor starter sesudah bekerja.
b. Motor starter bekerja.
c. Motor starter tidak bekerja.
d. Motor starter mendapatkan penurunan tegangan sumber dari baterai.
e. Motor starter mulai bekerja.

5. Berikut yang bukan merupakan kerusakan sistem starter yang disebabkan oleh baterai
lemah adalah:
a. Motor starter hanya timbul suara cklek-cklek
b. Motor starter tidak menyala sama sekali
c. Motor starter menimbulkan suara yang berisik
d. Magnetic switch tidak bekerja
e. Motor starter berputar lemah

6. Berikut penyebab sistem motor starter berputar terus saat di start:
a. Baterai lemah
b. Brush aus
c. Gigi pinion rusak
d. Terjadi hubungan singkat pada coil magnetic switch
e. Pengikat rumah flywheel aus, dan starter longgar

7. Berikut penyebab gigi pinion motor starter kembali dengan lambat:
a. Pinion dan flywheel aus
b. Sekering putus
c. Baterai lemah
d. Armature terbakar
e. Pegas pengembali lemah

8. Diagnosis kerusakan motor starter berputar terus
1. Sakering terhubung dengan magnetic switch
2. Kunci kontak macet
3. Terjadi hubungan singkat pada coil magnetic switch
Urutan yang benar dalam proses pemeriksaan kerusakan diatas adalah:
a. 1-2-3
b. 1-3-2
c. 2-3-1
d. 2-1-3
e. 3-2-1

9. Diagnosis kerusakan motor magnetic switch tidak bekerja
1. Sekering putus
2. Hubungan terminal baterai lemah
3. Baterai lemah
4. Tidak ada hubungan kunci kontak dengan magnetic switch
Urutan yang benar dengan proses pemeriksaan dengan kerusakan diatas adalah:
a. 1-2-3-4
b. 2-3-1-4
c. 3-2-1-4
d. 4-3-1-2
e. 4-1-3-2

10. Diagnosis kerusakan motor starter sama sekali tidak hidup
1. Baterai lemah
2. Sekering putus
3. Sambungan kabel ada yang lepas/kendur
4. Armature terbakar
5. Field coil putus/rusak

6. Sikat habis dibawah standar
Urutan yang benar dengan proses pemeriksaan dengan kerusakan diatas adalah:
a. 1-2-3-4-5-6
b. 2-1-3-5-6-4
c. 3-1-2-4-5-6
d. 4-2-1-5-6-3
e. 5-2-3-1-6-4

Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda :

NO KUNCI JAWABAN SKOR
SOAL
Benar Salah

1 Jawaban : B 10

2 Jawaban : C 10

3 Jawaban : E 10

4 Jawaban : B 10

5 Jawaban : C 10

6 Jawaban : D 10

7 Jawaban : E 10

8 Jawaban : D 10

9 Jawaban : C 10

10 Jawaban : A 10

TOTAL SKOR MAKSIMUM 10 0

D. Daftar Pustaka

Irnawati, Noviyana. 2018. Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan (Lengkap dengan
Petunjuk Praktek). Mediatama : Surakarta.

http://17rubil.blogspot.com/2016/03/makalah-perawatan-kendaraan-tentang.html#.XSqj5eszbIU


Click to View FlipBook Version