1|P a g e
BAB I PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Modul perawatan sistem penerangan dan panel instrument ini disusun berlandaskan
kurikulum spektrum 2013 yang berstandar nasional. Dalam penyusunannya, modul ini
mengacu pada kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan dan diperkaya dengan
pengenalan, penjelasan, dan cara perawatan sistem penerangan dan panel instrument.
Adapun materi yang disajikan dalam modul dikemas dalam bentuk teori dan praktik.
Pembelajaran tersebut bertujuan untuk mendudkung peserta didik SMK pada
Kompotensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan agar dapat memahami sistem
penerangan luar dan dalam beserta panel instrument.
Dengan terbitnya modul ini, diharapkan keterampilan peserta didik dalam melakukan
praktik dapat meningkat. Selain itu, diharapkan pula para peserta didik dapat memiliki
pengetahuan dan keterampilan melakukan cara perawatan sistem penerangan dan panel
instrument.
B. Prasyarat
Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran dalam modul ini, diharapkan peserta
didik terlebih dahulu telah memiliki kompetensi dasar sebagaimana yang telah
diisyarakatkan pada kurikulum spektrum 2013. Adapun kompetensi dasar sebagai
penunjang yang harus dimiliki peserta didik tersebut adalah sebagai berikut!
1. Menggunakan peralatan dan kelengkapan ditempat kerja.
2. Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan, dan kebersihan lingkungan tempat
kerja.
2|P a g e
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL (Model Problem Based Learning)
1. BAGI GURU
Guru mengarahkan dan memfasilitasi peserta didik dalam mempelajari materi
pada modul ini sebagai panduan bagi siswa untuk mengerjakan LKPD 2
Perawatan Sistem Penerangan Kendaraan dan mengerjakan studi kasus
secara mandiri.
2. BAGI PESERTA DIDIK
a. Baca dan pahami setiap tujuan pembelajaran pada modul ini dengan seksama !
b. Pahami setiap konsep materi dengan membaca dan memperhatikan materi yang
disajikan dengan baik !
c. Pergunakan modul ini sebagai sumber belajar dalam mengerjakan LKPD 2
Perawatan SistemPenerangan Kendaraan !
d. Modul ini bukanlah satu-satunya sumber belajar dalam mengerjakan LKPD 2,
silahkan manfaatkan sumber lain yang memuat materi serupa!
e. Catat dan tanyakan kepada guru setiap kesulitan yang kalian alami selama
mempelajari modul ini dan mengerjakan studi kasus pada LKPD!
3|P a g e
BAB II. PEMBELAJARAN
A. Kompetensi Dasar
3.1 Menerapkan cara perawatan sistem penerangan dan panel instrument
4.1 Merawat secara berkala sistem penerangan
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengerjakan studi kasus, berdiskusi, dan menggali informasi, siswa
diharapkan dapat:
1. Mampu memelihara sistem penerangan dan panel instrument
2. Mampu merawat sistem penerangan dan panel instrument
C. Isi Modul
Cara Perawatan
Sistem Penerangan
Perawatan Sistem
Penerangan
Diagnosis gangguan Kerusakan
Sistem Penerangan
4|P a g e
Pembelajaran 2 :
Cara perawatan sistem Penerangan
Gangguan-gangguan yang terjadi pada sistem penerangan dapat disebabkan oleh
beberapa hal yaitu terjadi kerusakan pada salah satu komponen sistem penerangan dan tidak
adanya arus yang mengalir pada rangkaian sistem penerangan. Gangguan yang terjadi pada
sistem penerangan harus segera ditangani dengan carapemeriksaan dan perbaikan, adapun
langkah-langkah pemeriksaan dan perbaikan sistem penerangan sebagai berikut :
1. Baterai
Baterai merupakan sumber utama untuk sistem penerangan, oleh karena itu baterai harus
selalu dirawat agar selalu dalam keadaan baik sehingga dapat memberikan hasil yang
optimal pada sistem penerangan. Hal-hal yang dilakukan dalam perawatan baterai
meliputi:
a. Periksa keadaan kotak baterai, apakah terjadi kerusakan seperti: cekung atau
cembung dan retak sehingga menyebabkan kebocoran. Jika terjadi kebocoran baterai
perlu diganti.
b. Periksa keadaan terminal baterai, apabila terdapat jamur bersihkan dengan
menggunakan air panas. Terminal yang kotordapat menyebabkan kebocoran arus
sehingga tegangan yangdihasilkan baterai tidak maksimal.
c. Periksa keadaan elektrolit baterai. Elektrolit baterai tidak boleh dibawah lower dan
tidak boleh di atas upper. Jika kurang dari batarlower isi dengan air accu
d. Periksa tegangan baterai menggunakan Voltmeter dengan caramenghubungkan
kabel warna merah ke (+) baterai dan kabelhitam ke (-) baterai. Apabila hasil
pengukuran menunjukan nilai 12,4 V maka baterai harus di charger sampai penuh.
e. Periksa berat jenis tiap sel pada baterai menggunakan hydrometer. Lepaskan tutup
ventilasi pada tiap sel, masukkan ujung hydrometer kedalam lubang sel yang paling
dekat dengan terminal (+) baterai. Tekan bola karet sampai pelampung terangkat.
Tiap sel harus memiliki berat jenis 1,230 atau lebih dan perbedaan tiap sel tidak
boleh melebihi 0,050. Jika perbedaan berat jenis tiap sel melebihi 0,050 baterai
perlu diganti.
5|P a g e
Gambar 1. Pengukuran tegangan baterai dan berat jenis elektrolit
(sumber: www. kendaraanroda4.blogspot.com, diakses pada 02 juli 2022 pukul 12.30 wib)
2. Kunci Kontak
Periksa kunci kontak dengan menggunakan Ohm meter dengan cara mengghubungkan
kabel Ohm meter pada kaki-kaki kunci kontak. Kaki kunci kontak ada yang mempuyai 3
kaki (B, IG, ST) dan juga 4 kaki (B, IG, ACC, ST). Hubungkan kabel merah Ohm meter
ke B kunci kontak dan kabel hitam ke salah satu terminal kunci kontak lainnya (ACC,
IG, ST), putar kunci kontak untuk mengetahui ada tidaknya hubungan. Apabila tidak ada
hubungan maka kunci kontak perlu diganti
Gambar 2. Pemeriksaan Kunci Kontak
3. Sekering
Periksa keadaan sekering secara visual apabila sekering putus maka sekering perlu
diganti.
Gambar 3. Pemeriksaan Sekering (fuse)
6|P a g e
4. Saklar Utama
Periksa hubungan antara terminal-terminal saklara menggunakan Ohm meter sambil
mengoprasikan saklar utama. Tidak adanya arus yang mengalir dari saklar dapat
disebabkan karena rusaknya saklar dan putusnya sambungan kabel pada saklar. Jika
saklar rusak maka saklar harus diganti tetapi jika sambungan kabel putus cukup
diperbaiki
.
Gambar 4. Pemeriksaan saklar utama/kombinasi
(sumber: id.scribd.com, diakses pada 22 juli 2022 pukul 12.45 wib)
5. Relay
Periksa keadaan relay dengan menggunakan Ohm meter, tes lamp dan baterai.
Pertama kita hubungkan terminal 30 dan 86 relay ke (+) baterai, terminal 85 relay ke
(-) baterai dan hubungkan tes lamp diantara terminal 87 relay dan (-) baterai. Apabila
tes lamp menyala maka relay masih bagus, tetapi jika tes lamp mati maka relay perlu
diganti.
Gambar 5. Pemeriksaan Relay
7|P a g e
6. Flasher
Periksa flasher dengan menggunakan tes lamp dan baterai dengan cara
menghubungkan terminal B flasher ke (+) baterai, terminal E flasher ke (-) baterai dan
hubungkan tes lamp diantara terminal L flasher dengan (-) baterai. Apabila tes lamp
menyala dan berkedip maka flasher masih baik, apabila tes lamp mati maka flasher
perlu diganti.
Gambar 6. Pemeriksaan flasher
7. Konektor
Periksa konektor secara visual, apabila terjadi korosi/ karat maka bersihkan konektor
menggunakan amplas halus. Karat yang ada pada konektor akan menyebabkan
kebocoran arus sehingga arus yang dihasilkan tidak optimal.
Gambar 7. Pemeriksaan konektor
8. Lampu
Apabila lampu mati, maka lepaskan lampu dari dudukannya kemudian lakukan
pemeriksaan dengan menggunakan Ohm meter. Apabila tidak ada hubungan maka
lampu perlu diganti.
Gambar 8. Pemeriksaan lampu
(sumber: www.johanmekanik.com diakses pada 22 juli 2022 pukul 13.00 wib)
8|P a g e
Rangkuman :
1. Cara merawat sistem kelistrikan penerangan yaitu dengan cara melakukan,perawatan,
pemeriksaan, dan perbaikan pada komponen sistem kelistrikan penerangan yang
mengalami kerusakan. Komponen-komponen tersebut meliputi: fuse, relay, flasher,
konektor, lampu, saklar dan yang paling utama baterai yang merupakan sumber arus
untuk sistem penerangan.
2. Perawatan sistem kelistrikan penerangan bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja
sistem kendaraan sehingga pengemudi merasa aman dan nyaman dalam berkendara.
9|P a g e
Diagnosis Gangguan Kerusakan pada sistem kelistrikan penerangan
No. Jenis Kerusakan Penyebab
Filamen lampu putus
1. Lampu mati Sambungan kabel putus
Sekering putus
2. Nyala lampu redup Kontak relay putus
Lampu kepala jarak jauh hidup, lampu Relay kotor
Sambungan kabel kendor
3.
jarak dekat mati Filamen lampu jarak dekat mati
Lampu jarak jauh dan jarak dekat mati,
Filamen lampu putus
4. Massa kabel lampu kepala putus
lampu indikator hidup
Nyala lampu kepala kanan dan kiri Massa salah satu lampu kurang
5. Arus terlalu besar
berbeda Flasher rusak
Flasher sudah tidak berfungsi dengan baik
6. Lampu tanda belok menyala terus
7. Kedipan lampu terlalu sering Filamen lampu putus
Lampu tanda belok belakang mati, depan Tegangan baterai kurang
8. Sambungan kabel kendor
Arus yang mengalir kurang
hidup Flasher tidak berfungsi dengan baik
9. Nyala lampu redup Switch lampu rem rusak
10. Kedipan lampu kurang Filamen lampu putus
Sambungan kabel putus
Pedal rem diinjak, tetapi lampu tidak Sekering putus
11. Relay kotor
Sambungan kabel kurang kencang
menyala Setelan tidak pas
Tombol klakson rusak
12. Klakson bunyinya kurang keras Relay rusak atau konsleting
13. Suara klakson cempreng Sambungan kabel putus
14. Klakson berbunyi terus Setelan klakson terlalu kendur atau kencang
15. Klakson tidak berbunyi
10 | P a g e
Daftar Pustaka
Bahan Ajar Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. 2005. Sistem Kelistrikan
dan Elektronika pada Kendaraan. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.
(Bab 10: Sistem Penerangan, Halaman 377-398)
Irnawati, Noviana. 2018. Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan. Surakarta:
Mediatama. (Halaman 176-203)
Rahmad, Basuki. 2005. Memasang, Menguji, dan Memperbaiki Sistem Penerangan dan
Wiring. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. (Halaman 10-24)
https://www. kendaraanroda4.blogspot.com, diakses pada 02 juli 2022 pukul 12.30 wib
https://id.scribd.com, diakses pada 22 juli 2022 pukul 12.45 wib
https://www.johanmekanik.com diakses pada 22 juli 2022 pukul 13.00 wib
11 | P a g e