L A P O R A N 2 DESAIN PEMBELAJARAN INOVATIF NOVA ASTUTI 22400743 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI GURU FKIP UNIVERSITAS NEGERI PADANG PADANG JUNI 2023
i KATA PENGANTAR Bismillahhirrohmanirrohim..Assalamualaikum Wr Wb.. Kembali saya mengucapkan segala puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang tak pernah berhenti memberikan rahmat dan hidayahnyaNya kepada saya dan keluarga, sehingga saya dapat menyelesaikan Tugas Laporan 2 yang berjudul “Desain Pembelajaran Inovatif” sebagai tugas dan tanggung jawab saya sebagai mahasiswa PPG Dalam Jabatan Tahun 2023. Sholawat serta Salam tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, semoga syafaatnya mrngalir pada kita di yaumil akhir kelak. Amiin.. Kembali saya menyampaikan ucapkan terimakasih yg sebesar-besarnya kepada Panitia PPG Gelombang 1 LPTK Universitas Negeri Padang, Seluruh Dosen Pembimbing Jurusan PGSD, Kepala Sekolah UPTD SDN 013828 Manis dan rekan-rekan guru, Keluargaku tercinta, Bapak Eko Budi Cahyono selaku fasilitator dan Ibu Rini Handayani selaku Pengajar Praktik PGP Angkatan 4, yang selalu memberikan bimbingan kepada saya, dukungan dan motivasi dalam mengikuti program ini serta menyiapkan tugas Laporan 2. Akhir kata, saya sangat berharap Laporan yang saya susun ini berhasil dan selesai dengan baik, semoga Laporan Desain Pembelajaran Inovatif ini dapat diterima dengan baik serta dapat memberikan dampak dan sumbangsih bagi pembaca, serta bermanfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia untuk saat ini. Padang, 05 Juni 2023 Penyusun NOVA ASTUTI
ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.........................................................................................i DAFTAR ISI.......................................................................................................ii RINGKASAN....................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN...................................................................................1 1. Latar Belakang.....................................................................................1 2. Tujuan Kegiatan...................................................................................2 3. Manfaat Kegiatan.................................................................................3 BAB II PEMBAHASAN....................................................................................4 A. Pembelajaran Berdiferensiasi..............................................................4 B. Pembelajaran Sosial dan Emosional ...................................................5 C. Coaching .............................................................................................8 D. Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran ..............10 E. Kepemimpinan dalam Pengembangan Sumber Daya........................12 BAB III PENUTUP..........................................................................................14 1. Refleksi .............................................................................................14 2. Tindak Lanjut.....................................................................................15 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................17 LAMPIRAN ......................................................................................................18
iii RINGKASAN Desain Pembelajaran Inovatif merupakan sebuah persiapan pelaksanaan pembelajaran yang dituangkan dalam sebuah perencanaan dan menerapkan unsur-unsur pembelajaran abad 21. Untuk itu seorang pendidik perlu memahami beberapa karakteristik dan kemampuan anak yang berbeda-beda. Pembelajaran Berdiferensiasi adalah proses pembelajaran yang memenuhi kebutuhan belajar murid sesuai dengan kesiapan belajar murid. Pada pembelajaran berdiferensiasi memiliki tahapan yaitu, diferensiasi konten (apa yang kita ajarkan), diferensiasi proses (mengacu bagaiman murid memaknai tentang materi yang dipelajari), diferensiasi produk (tagihan apa yang diharapkan dari murid setelah selesai pembelajaran. Pembelajaran Sosial dan Emosional atau PSE ialah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif seluruh komunitas sekolah dengan tujuan yakni memberi pemahaman, menghayati dan mengelola emosi, menetapkan dan ,mencapai tujuan positif, merasakan dan menunjukkan empati pada orang lain. Beberapa kompetensi dalam PSE berbasis kesadaran penuh (mindfulnes). Salah satu tekhnik PSE yang paling efektif digunakan yaitu Tekhnik STOP dari 4 langkah yaitu Stop (berhenti), Take a deep breath (tarik nafas dalam), Observe (amati) dan Proceed (lanjutkan). Coaching adalah proses kolaborasi dan proses komunikasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis. Pendekatan coaching menjadi salah satu proses menuntun kemerdekaan belajar murid dalam pembelajaran di sekolah. Coaching dapat membuat murid menjadi lebih merdeka dalam mengeksplorasi diri dan mengoptimalisasikan potensi Mengingat pentingnya proses coaching ini sebagai alat untuk memaksimalkan potensi murid.
iv Sebagai seorang Guru dalam Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, hendaklah mampu membedakan situsi yang sedang dihadapi, apakah situasi dilema etika atau bujukan moral. Dalam pengambilan sebuah keputusan yang efektif harus memahami konsep-konsep yang diperlukan yaitu 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan/pengujian sebuah keputusan. Dalam pengelolaan sumber daya di sekolah, seorang pemimpin pembelajaran hendaklah membangun ekosistem sekolah yang merangsang kreativitas demi menunjang keberhasilan dan kesuksesan mutu pendidikan. Saya berkolaborasi bersama stakeholder dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya atau aset yang dimiliki dengan berfokus pada aset dan kekuatan dengan menerapkan pendekatan berbasis.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Salah satu pembelajaran inovatif dalam Pendidikan Guru Penggerak adalah Pembelajaran Berdiferensiasi. Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan usaha menyesuaikan proses pembelajaran dengan memberikan beragam cara melalui Diferensiasi Konten, Diferensiasi Proses, dan Diferensiasi Produk. Metode pembelajaran yang berpihak pada murid juga dirancang berdasarkan 3 aspek kebutuhan belajar murid yaitu kesiapan belajar murid, minat belajar murid, dan profil belajar murid. Di dalam RPP Berdiferensiasi diterapkan pula teknik pembelajaran sosial emosional (PSE) melalui Mindfulness yaitu pengenalan emosi dan fokus atau manajemen diri (self-management), empati atau kesadaran sosial (sosial awareness), keterampilan sosial kemampuan berelasi (relationship skill) dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab (responsible decision making). Kompetensi inilah nantinya yang akan bermuara sehingga terwujud kesejahteraan psikologis (well-being) siswa dengan teknik STOP, dilakukan saat memulai pembelajaransa/ proses pembelajaran berlangsung. Aksi nyata Praktik Coaching yang saya lakukan di kelas sangat membantu saya sebagai seorang Guru dalam menuntun murid sesuai kodrat yang ada dalam dirinya agar tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Coaching juga membuat murid menjadi lebih leluasa dalam mengeksplorasi diri dan mengoptimalisasikan potensi dalam dirinya guna mencapai tujuan pembelajaran merdeka belajar. Untuk membawa murid menjadi karakter profil pelajar pancasila. Dalam pengambilan keputusan seorang pemimpin pembelajaran harus memiliki keterampilan KSE dan memahami konsep-konsep yang diperlukan dalam pengambilan sebuah keputusan yang efektif yaitu 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9
2 langkah pengambilan/pengujian sebuah keputusan. Sebagai guru penggerak saya telah melaksanakan aksi nyata dan sudah menerapkan aspek tersebut saat bertindak dalam pengambilan keputusan yang efektif agar tidak ada pihak yang dirugikan. Pendekatan pengelolaan sumber daya yang saya lakukan dalam aksi nyata adalah pendekatan berbasis aset. Pendekatan ini menjelaskan ada 7 aset sebagai modal utama dalam melakukan pengembangan yaitu modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan alam, modal finansial, modal politik dan modal agama/budaya. Berkolaborasi bersama kepala sekolah, rekan guru, murid, dan stakeholder sekolah ketujuh aset tersebut dapat saya kembangkan untuk memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan sesuai visi sekolah dalam mewujudkan merdeka belajar. 2. Tujuan Kegiatan Adapun tujuan dari kegiatan ini saling berkaitan yaitu menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid serta mewujudkan merdeka belajar bagi murid. Pembelajaran Berdiferensiasi bertujuan untuk menciptakan pembelajaran menyenangkan sesuai dengan kebutuhan belajar murid, mengeksploarasi potensi dalam diri murid agar dapat mengikuti pembelajaran secara efektif sesuai dengan karakternya. Pembelajaran Sosial Emosional dengan teknik Mindfulness yang terintegrasi dalam RPP Berdiferensiasi bertujuan untuk mengembangkan dan melatih kompetensi sosial emosional murid dalam kegiatan pembelajaran agar dapat mengembalikan fokus murid dalam belajar dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan untuk murid. Sebagai Guru Penggerak, Coaching yang dilakukan bertujuan mengeksplorasi potensi dan kemampuan yang ada dalam diri coachee untuk menemukan solusi dari permasalahannya sendiri dan melatih coachee agar tidak mudah bergantung pada orang lain.
3 Menerapkan konsep 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan/pengujian sebuah keputusan bertujuan menghasilkan keputusan yang baik dan efektif berbasis pemimpin pembelajaran yang berpengaruh pada lancarnya kegiatan pembelajaran. Pengembangan Sumber Daya Sekolah dengan memanfaatkan 7 aset atau modal utama bertujuan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan pengembangan minat serta bakat dalam diri murid, untuk memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah sesuai visi sekolah dalam mewujudkan merdeka belajar. 3. Manfaat Kegiatan Melalui aksi nyata yang dilakukan pada setiap materi tersebut diatas dalam pendidikan guru penggerak, membawa perubahan yang baik dan positif terhadap perkembangan mutu kegiatan pembelajaran di kelas dan sekolah. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut adalah: Menggerakkan Komunitas belajar disekolah Menciptakan kolaborasi antar pihak sekolah Terwujudnya pembelajaran yang menyenangkan, inovatif dan berpihak pada murid Mewujudkan ekosistem sekolah yang nyaman serta menciptakan tujuan pendidikan merdeka belajar. Meningkatkan kemampuan sebagai pemimpin pembelajaran dalam pengambilan sebuah keputusan yang efektif Mampu mengoptimalkan 7 aset sebagai modal utama dalam pengembangan sumber daya sekolah
4 BAB II PEMBAHASAN A. PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar peserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap peseta didik mempunyai karakteristik yang berbeda, sehingga tidak diberi perlakuan yang sama dalam proses pembelajaran. Pembelajaran berdiferensiasi juga merupakan bentuk strategi menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi dilakukan dengan membuat pemetaan kebutuhan belajar murid terlebih dahulu berdasarkan 3 aspek kebutuhan belajar murid yaitu kesiapan belajar murid, minat belajar murid, dan profil belajar murid. Untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi perlu diperhatikan strategi penerapannya, strategi penerapan tersebut yaitu Diferensiasi Konten, Diferensiasi Proses, dan Diferensiasi Produk. Sebagai Guru Penggerak, tahapan selanjutnya yang saya lakukan adalah merancang RPP Berdiferensiasi untuk diterapkan di kelas yang berisikan kegiatan pembelajaran sesuai pemetaan kebutuhan belajar murid yang telah dibuat dan mengandung salah satu atau lebih dari 3 strategi diferensiasi pembelajaran. RPP Berdiferensiasi yang dilakukan dapat mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid serta mencapai tujuan merdeka belajar. Saya berkolaborasi bersama kepala sekolah dan rekan guru, agar dapat bersama-sama merancang pembelajaran berdiferensiasi di sekolah sebagai Praktik baik agar terwujudnya visi sekolah dalam pendidikan merdeka belajar dan Profil Pelajar Pncasila.
5 Gambar 1 Diagram Frayer Pemahaman Pembelajaran Berdiferensiasi B. PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah proses pembelajaraan yang dimulai dengan pembentukan kesadaran dan kontrol diri serta kemampuan dalam berkomunikasi. Secara efektif menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan untuk memahami dan mengelola emosi, menetapkan dan mencapai tujuan positif. PSE dilakukan secara kolaboratif oleh komunitas sekolah. PSE berisi keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan anak untuk dapat bertahan dalam masalah sekaligus memiliki kemampuan memecahkannya, juga untuk mengajarkan mereka menjadi orang yang baik serta dapat merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain. Seorang guru perlu memahami dan menerapkan PSE sehingga guru dapat mengajak murid untuk mengembangkan pengetahuannya, keterampilan dan sikap positifnya.
6 Asa 5 Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Sosial dan Emosional yaitu: Kesadaran Diri Pengelolaan Diri Kesadadaran Sosial (Empati) Keterampilan Berelasi (Resiliensi) Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab. PSE dapat diterapkan dengan tiga ruang lingkup yaitu: Rutin, disaat kondisi di luar waktu pembelajaran akademik seperti kegiatan lingkaran pagi dan literasi membaca saat jam istirahat Terintegrasi dalam mata pelajaran, disaat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung seperti membuat diskusi atau tugas kelompok dalam pemecahan masalah, serta melakukan refleksi di akhir pembelajaran Protokol, dilakukan pada sebuah penerapan budaya dan disiplin positif yang sudah disepakati dan diterapkan bersama sebagai kesepakatan sekolah. Seperti memecahkan masalah tanpa kekerasan dan selalu menjalin hubungan sosial yang positif. PSE juga dikembangkan melalui Pendekatan kesadaran penuh (Mindfulness). Mindfulness adalah teknik yang membantu mengelola proses sosial emosional secara lebih efektif dengan membangun keterampilan konsentrasi, perhatian dan kapasitas untuk mengarahkan kesadaran diri dengan cara tertentu. Teknik STOP dikenal sebagai teknik mindfulness yang dapat digunakan untuk mengembalikan diri pada kondisi saat ini dengan kesadaran penuh. Pembelajaran Sosial Emosional dapat dikembangkan diluar pembelajaran maupun terintegrasi dalam pembelajaran. Teknik penerapan yang dikembangkan dalam PSE dapat dipadukan dengan RPP Berdiferensiasi , sehingga guru dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan belajar murid dan mewujudkan merdeka belajar.
7 Sebagai Guru Penggerak saya sudah menerapkan RPP Berdiferensiasi sesuai dengan pemetaan kebutuhan belajar murid dan integrasikan dengan pembelajaran Sosial Emosional melalui pendekatan Mindfulness teknik STOP. Strategi ini akan menjadi metode dalam mewujudkan (Well-Being). Ekosistem Sekolah yang nyaman serta menyenangkan untuk murid, mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid dan menciptakan tujuan pendidikan merdeka belajar. Gambar 2 Tahapan Mindfulness Teknik STOP
8 C. COACHING Coaching adalah proses pembinaan dimana seseorang bertujuan untuk membantu memberdayakan orang lain dengan memfasilitasi pembelajaran diri , pertumbuhan pribadi, dan perbaikan kinerja, coaching juga merupakan sebuah proses kolaborasi dan proses komunikasi yang dilakukan seorang coach dan coachee yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis. Seorang coach akan menstimulus dan menggali potensi serta kekuatan yang ada dalam diri coachee dalam menyelesaikan masalahnya sendiri. Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara menyatakan tujuan pendidikan itu ‘menuntun’ tumbuhnya atau hidupnya kekuatan kodrat anak sehingga dapat memperbaiki lakunya. Oleh sebab itu keterampilan coaching perlu dimiliki para pendidik untuk menuntun segala kekuatan kodrat (potensi) agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Dalam proses coaching, murid diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan memberdayakan potensi yang ada agar murid tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Coaching dapat membuat murid menjadi lebih merdeka dalam mengeksplorasi diri dan mengoptimalisasikan potensi guna mencapai tujuan pembelajaran. Harapannya, pendampingan murid melalui pendekatan coaching dapat menjadi salah satu langkah tepat bagi guru untuk membantu murid mencapai tujuannya yaitu kemerdekaan dalam belajar. Coaching dapat juga dilakukan dengan sesama rekan guru guna menemukan potensi dalam dirinya merangcang strategi pembelajaran. Dalam Proses Coaching, coach harus memiliki keterampilan dasar coaching yaitu: Keterampilan membangun dasar proses Coaching Keterampilan membangun hubungan baik Keterampilan Berkomunikasi Keterampilan memfasilitasi pembelajaran
9 Gambar 3 Coaching dengan Model TIRTA Dalam Praktik Coaching juga perlu memperhatikan aspek komunikasi yang mendukung yaitu Komunikasi asertif, Bertanya efektif, Umpan balik positif, Pendengar aktif. Dalam ruang kemerdekaan belajar, proses coaching juga merupakan proses untuk mengaktivasi kerja otak coach dan coachee. Pertanyaan reflektif dapat membuat coachee melakukan metakognisi. Selain itu pertanyaan dalam coaching juga mendorong coachee berpikir secara kritis dan mendalam yang bermuara pada coachee dapat menemukan kekuatan diri dan potensinya untuk terus dikembangkan secara berkesinambungan atau menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat.
10 D. PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN Proses pengambilan keputusan yang brtanggung jawab, dengan segala kompetensi kesadaran diri (self awareness), pengelolaan diri (self management), kesadaran diri (sicial awareness) dan keterampilan berhubungan sosial (social awareness). Sehingga dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran sangat berpengaruh dalam menjadikan murid sebagai manusia yang berkarakter di masa depannya. Dalam pengambilan sebuah keputusan, seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran harus memahami situasi yang terjadi antara dilema etika dan bujukan moral. Dilema Etika adalah situasi yang dihadapi seseorang terjadi ketika terdapat dua pilihan yang secara moral benar tetapi bertentangan (benar vs benar). Bujukan Moral adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus mengambil dan membuat keputusan antara benar dan salah. Sebagai pemimpin pembelajaran, seoarang guru akan mengalami situasi dilema etika. Saat hal itu terjadi, ada nilainilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup. Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran harus memperhatikan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan/pengujian sebuah keputusan. Empat paradigma pengambilan keputusan : Individu lawan masyarakat Rasa keadilan lawan rasa kasihan Kebenaran lawan kesetiaan Jangka pendek lawan jangka panjang Tiga prinsip pengambilan keputusan: Berpikir berbasis hasil akhir (Ends-Based Thinking) Berpikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking) Berpikir berbasis Rasa peduli (Care-Based Thinking)
11 Sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan: Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini. Pengujian benar atau salah yaitu Uji Legal, Uji Regulasi, Uji Intuisi, dan Uji Publlikasi Uji Panutan/Idola, Pengujian Paradigma Benar lawan Benar Melakukan Prinsip resolusi Investigasi Opsi Trilema Buat Keputusan Lihat lagi keputusan dan Refleksikan. Dengan menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, seorang pemimpin pembelajaran akan menghasilkan keputusan yang efektif tidak merugikan pihak manapun yang berpengaruh pada keberhasilan serta kelancaran kegiatan pembelajaran di kelas khususnya dan sekolah pada umumnya.
12 E. KEPEMIMPINAN DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA Sekolah adalah hubungan interaksi yang tidak terpisahkan antara faktor biotik dan faktor abiotik. Dalam pengelolaan sumber daya di sekolah, seorang pemimpin pembelajaran haruslah membangun ekosistem sekolah yang dapat merangsang kreativitas untuk menunjang keberhasilan dan kesuksesan mutu pendidikan. Di dalam sebuah ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling mempengaruhi keterlibatan antara satu dan lainnya. Sedangkan faktor abiotik akan membantu menunjang keberhasilan dan kesuksesan proses pembelajaran di sekolah. Dalam pengelolaan sumber daya ada 2 pendekatan yang dapat dilakukan yaitu: Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Thinking) akan memusatkan perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak bekerja. Pendekatan berbasis aset (Aset-Based Thinking) adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan.
13 Sebagai sebuah komunitas, sekolah dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, melakukan pengembangan sumber daya dengan menerapkan pendekatan berbasis aset. Sumber daya atau aset yang dimiliki oleh sekolah atau komunitas adalah kunci dari usaha perbaikan kehidupan. Dalam Aset Building and Community Development oleh Green dan Haines (2002), ada 7 aset yang merupakan modal utama dalam sebuah komunitas yaitu modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan alam, modal finansial, modal politik dan modal agama/budaya. Sebagai pemimpin pembelajaran, seorang guru harus mampu mengoptimalkan kemampuan dalam pengembangan sumber daya. Pengembangan Sumer daya sekolah dapat dilakukan dengan berkolaborasi bersama sekolah dan stakeholder sekolah. Dalam proses pengembangan sekolah, ketujuh aset atau modal utama tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan pengembangan minat serta bakat dalam diri murid serta berbagai kegiatan sekolah dalam mewujudkan merdeka belajar untuk murid. Sumber daya yang dikelola dengan tepat dapat membantu sekolah untuk mencapai tujuan serta visi dan misi sekolah yang telah direncanakan yaitu mewujudkan pendidikan merdeka belajar.
14 BAB III PENUTUP 1. REFLEKSI Mengikuti Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan merupakan suatu keberkahan untuk saya, bnyak hal-hal positif dan manfaat yang saya peroleh didalamnya, sebagai guru saya mulai merancang strategi pembejlaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid di kelas saya. Dari pendidikan inilah saya memahami bahwa pembelajaran inovatif dapat diwujudkan melalui pembelajaran berdifernsiasi, pembelajaran sosial emosional , dan coaching. Bagaimana pengambilan keputusan yang efektif sebagai pemimpin pembelajaran dan bagaimana kepemimpinan dalam pengembangan sumber daya sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan merdeka belajar. Pembelajaran Berdiferensiasi yang sudah saya wujudkan melalui RPP Berdiferensiasi serta terintegrasi dengan Pembelajaran Sosial Emosional telah saya terapkan di kelas dan mendapat respon yang baik dari murid. Strategi Diferensiasi yang diterapkan sesuai kebutuhan belajar membuat murid aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Melalui Teknik STOP sebagai wujud implementasi PSE, murid dapat mengelola kontrol emosinya agar tetap terjalin hubungan yang baik dalam pembelajaran. Praktik Coaching tak lupa juga saya lakukan di kelas dan sekolah, baik dengan murid maupun sesama rekan guru. Coaching sangat bermanfaat untuk coachee dalam mengeksplorasi diri dan mengoptimalisasikan potensi guna mencapai tujuan pembelajaran. Keterampilan Berkomunikasi secara asertif akan membantu saya sebagai coach dalam memberikan pertanyaan serta respon yang terbuka dan membangun untuk membantu coachee mengenali potensi dalam dirinya.
15 Sebagai pemimpin pembelajaran saya harus konsisten bahwa dalam pengambilan keputusan harus memperhatikan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, sehingga menghasilkan keputusan yang efektif dan tidak merugikan pihak manapun yang berpengaruh pada keberhasilan serta kelancaran kegiatan pembelajaran di kelas dan sekolah. Sebagai pemimpin pembelajaran, pengembangan sumber daya sekolah untuk mewujudkan mutui pendidikan yang lebih positif dapat dilakukan dengan teknik pendekatan berbasis aset. Tujuh aset yang merupakan modal utama dalam sebuah komunitas yaitu modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan alam, modal finansial, modal politik dan modal agama/budaya dikembangkan bersama stakeholder sekolah untuk mencapai tujuan serta visi dan misi sekolah yang telah direncanakan yaitu mewujudkan pendidikan merdeka belajar. 2. TINDAK LANJUT Penyusunan Rencana Tindak Lanjut membutuhkan persiapan yang baik dan kondusif serta kerjasama dengan kepala sekolah, rekan guru, murid dan stakeholder sekolah. Rencana Tindak Lanjut merupakan acuan program yang telah dierencanakan agar dapat berjalan dengan baik dan program mana yang perlu diperbaiki serta dikembangkan untuk proses selanjutnya. Kordinasi dan Kolaborasi smeua pihak terkait sangat penting dalam kegiatan ini. RTL yang akan dilaksanakan setelah kegiatan ini adalah: Konsisiten melakukan refleksi disetiap akhir kegiatan program pembelajaran yang telah disusun. Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan diri dan berkolaborasi dengan rekan guru dalam merancang program sekolah yang berpihak pada murid.
16 Meningkatkan dan mengembangkan keterampilan diri dan rekan guru agar selalu konsisten dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi terintgerasi dengan PSE. Konsisten melakukan teknik STOP bersama murid dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Meningkatkan dan terus mengembangkan kemampuan diri dalam melaksanakan coaching baik pada murid maupun rekan guru Meningkatkan dan Konsisten dalam menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dalam pengambilan keputusan yang efektif Mengelola Program berdampak pada murid dikelas contohnya Pojok Baca yg telah dibuat terkait literasi. Mengembangkan kemampuan pengelolaan sumber daya dengan pendekatan berbasis aset. Menerapkan dan Mengembangkan sosialisasi berbagi praktik baik program yang berjalan dengan komunitas sekolah dan luar sekolah. Demikian beberapa RTL yang akan dilaksanakan dan terus dikembangkan untuk kedepannya agar dapat memberikan perubahan yang positif dalam mutu pendidikan di sekolah. RTL akan dikordinasikan dengan pihak sekolah dan akan diwujudkan dengan berkolaborasi sesama stakeholder sekolah. Semoga semua program tindak lanjut dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Saya sangat bereharap agar mampu mengembangkan keterampilan diri dan orang lain untuk memajukan mutu pendidikan sekolah serta mewujudkan merdeka belajar.
17 DAFTAR PUSTAKA Sekolah.penggerak.kemendikbud.go.id. Pendidikan Guru Penggerak Aditya Dharma, S.Si,M.B.A. Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi. 2022.Jakarta: Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan. Aditya Dharma, S.Si,M.B.A. Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional.2022.Jakarta: Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan. Aditya Dharma, S.Si,M.B.A. Modul 2.3 Coaching. 2022.Jakarta: Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan. Aditya Dharma, S.Si,M.B.A. Modul 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran.2022.Jakarta: Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan. Suahrsih, Siti.2022. Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan https://drive.google.com/file/d/1B0tmkddCUvLzxFsgm24RSgH531twtqPF/view? usp=drivesdk https://drive.google.com/file/d/1dneARfRs1tWX3B2XbmzNAdEz2M-tQyA/view?usp=drivesdk https://youtu.be/xV4rjKT3RIc https://youtu.be/BBKDq-pv0SE
18 LAMPIRAN Gambar 1. Tugas Koneksi Antar Materi Modul 2.1 Memenuhi Kebutuhan Murid Pembelajaran Berdiferensiasi
19 Gambar 2. Tugas Modul 2.1.a Eksplorasi Konsep Diagram Prayer – Pembelajaran Berdiferensiasi Gambar 3. Aksi Nyata Pembelajaran di kelas Menggunakan RPP Berdiferensiasi
20 Gambar 4. Tugas Aksi Nyata Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional Gambar 5. Aksi Nyata Pembelajaran Sosial Emosional Di Kelas 1 UPTD SDN 013828 MANIS
21 Gambar 6. Demonstrasi Kontekstual Praktek Coaching Model Tirta Gambar 7. Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 2.3 Coaching Coaching Model Tirta Kepada Rekan Kerja
22 Gambar 8. Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran Gambar 9. Ruang Kolaborasi Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengembangan Sumber Daya
23 Gambar 10. Aksi Nyata Modul 3.3.a.10 Pengelolaan Program Yang Berdampak Pada Murid Gambar 11. Program Yang Berdampak Pada Murid Literasi Pojok Baca Kelas
24 Program Pembelajaran Yang Berpihak Pada Murid Membuat Kartu Huruf
25