L A P O R A N 1 ANALISIS MATERI BERBASIS MASALAH NOVA ASTUTI 22400743 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI GURU FKIP UNIVERSITAS NEGERI PADANG KOTA PADANG MEI 2023
i KATA PENGANTAR Bismillahhirrahmanirrahim.. Assalamualaikum Wr Wb.. Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena telah memberikan nikmat dan rahmat yang luar biasa sehingga saya dapat mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan 2023 dan alhamdulillah berhasil menyelesaikan Laporan 1 ini sebagai salah satu tugas dan kewajiban yang harus saya penuhi dalam Program PPG Dalam Jabatan 2023. Sholawat dan Salam tercurah kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Dalam menyelesaikan Laporan 1 berjudul Analisis Materi Berbasis Masalah ini, tentu tak lepas dari arahan dan bimbingan dari berbagai pihak, baik secara moral maupun moril. Terima kasih saya sampaikan kepada pihak-pihak terkait diantaranya Panitia PPG LPTK Universitas Negeri Padang, Kepala Sekolah dan seluruh rekan guru tempat saya mengajar di UPTD SDN 013828 Manis, Suami anak dan seluruh keluarga tercinta. Serta Fasilitator Bapak Eko Budi Cahyono dan Ibu Rini Handayani selaku Pengajar Praktik PGP Angkatan 4 yang telah membimbing saya secara daring serta luring selama 9 bulan pendidikan berlangsung. Saya berharap dengan membuat lapopran ini dapat memenuhi tenggung jawab dalam menyelesaikan tugas PPG Daljab 2023 di LPTK Universitas Negeri Padang, dapat memberikan dampak dan sumbangsih bagi pembaca, serta bermanfaat bagi dunia pendidikan untuk saat ini. Asahan, 20 Mei 2023 Penyusun NOVA ASTUTI
ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... i DAFTAR ISI........................................................................................................ ii RINGKASAN....................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1 1. Latar Belakang....................................................................................... 1 2. Tujuan Kegiatan.................................................................................... 2 3. Manfaat Kegiatan.................................................................................. 3 BAB II PEMBAHASAN...................................................................................... 4 A. Kebijakan Kemendikbudristek............................................................ 4 B. Program Pendidikan Guru Penggerak................................................. 6 C. Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara............... 8 D. Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak............................................... 10 E. Visi Guru Penggerak.......................................................................... 12 F. Budaya Positif.................................................................................... 13 BAB III PENUTUP............................................................................................ 14 1. Refleksi ............................................................................................. 14 2. Tindak Lanjut..................................................................................... 15 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 17 LAMPIRAN
iii RINGKASAN Program Pendidikan Guru Penggerak yang dilaksanakan Kemendikbudristek merupakan salah satu dari kebijakan merdeka belajar. Melalui program inilah Kemendikbudristek mengajak para guru-guru terbaik bangsa untuk menghadirkan perubahan nyata bagi pendidikan Indonesia Guru Penggerak dapat meningkatkan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid. Pendidikan Guru Penggerak akan menghasilkan Guru yang mampu (1)Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah (2)Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru terkait perkembangan pembelajaran di sekolah (3)Mendorong jiwa kepemimpinan murid di sekolah (4)Membuka ruang diskusi ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (5)Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah. Seorang Guru Penggerak diharapkan mampu dan memiliki lima nilai yaitu Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif dan Berpihak pada Murid. Guru Penggerak juga harus mampu mengelola dan melaksanakan peran sebagai Pemimpin Pembelajaran, Menggerakkan Komunitas Praktisi, Menjadi Coach bagi guru lain, Mendorong kolaborasi antar guru, dan Mewujudkan kepemimpinan murid. Dengan memiliki Visi dan Misi seorang Guru Penggerak dapat melakukan perubahan dalam pembelajaran di kelas dan sekolah untuk menciptakan Profil Pelajar Pancasila. Tindakan ini dapat dilakukan dengan pendekatan manajemen perubahan yang disebut Inkuiri Apresiatif (IA). Dengan menciptakan penerapan budaya positif dalam keyakinan kelas sehingga terwujudlah Profil Pelajar Pancasila. Berikut 6 elemen Profil Pelajar Pancasila (1)Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia; (2)Berkebhinekaan Global; (3)Gotong Royong; (4) Mandiri; (5) Bernalar Kritis; dan (6) Kreatif.
1 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Guru Penggerak merupakan salah satu program pendidikan kepemimpinan bagi guru yang bersifat transformasi. Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif. Dengan hadirnya Guru Penggerak diharapkan mampu menjadi pemimpin - pemimpin pendidikan di masa depan yang mampu menciptakan generasi Indonesia yang unggul serta mewujudkan Profil Pelajar Pancasila dan menjadi teladan. Pendidikan Guru Penggerak fokus pada kepemimpinan pembelajaran yang berpihak pada murid. Pendidikan dan penilaian Guru Penggerak berbasis dampak dan bukti. Program Guru Penggerak juga berfokus pada pedagogik, serta pengembangan holistik, pelatihan yang menekankan pada kepemimpinan instruksional melalui on-the-job coaching, pendekatan formatif dan berbasis pengembangan, serta kolaboratif dengan pendekatan seluruh lingkungan sekolah. Dapat menciptakan sebanyak mungkin agen-agen transformasi dalam ekosistem pendidikan yang mampu menghasilkan murid-murid berkompetensi global dan berkarakter Pancasila merupakan Visi dan Misi dari Guru Penggerak. Kemudian mampu mendorong transformasi pendidikan Indonesia, serta meningkatan prestasi akademik murid, mengajar dengan kreatif, dan mengembangkan diri secara aktif di era digital saat ini. Berdasarkan uraian diatas saat ini saya sebagai Mahasiswa lulusan Guru Penggerak akan membuat Laporan yang berkaitan dengan materi Pendidikan Guru (PGP) ke mata kuliah Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan. Yaitu Analisis Pembelajaran Materi Berbasis Masalah, Literasi, dan Keterampilan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills). Saya membuat aporan ini karena Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan 2023 untuk proses pembelajaran pada mahasiswa lulusan Guru Penggerak berbeda dengan mahasiswa regular. Kegiatan pembelajaran untuk mahasiswa lulusan Guru Penggerak dapat dilihat pada Persekjend Kemendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022.
2 2. Tujuan Kegiatan Salah satu Upaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memajukan pendidikan Indonesia adalah dengan Menciptakan pembelajaran yang perpusat pada murid dan menggerakkan ekosistem pendidikan melalui Program Guru Penggerak. Guru penggerak diharapkan dapat mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Program Pendidikan Guru Penggerak bertujuan untuk : Mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi dan kolaborasi secara mandiri Memiliki kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik Mendorong kepemimpinan murid agar menjadi pribadi yang aktif dan percaya diri Merencanakan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang menyenangkan serta berpusat pada murid Berkolaborasi dengan orang tua dan komunitas untuk mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid Mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah.
3 3. Manfaat Kegiatan Saat mengikuti Pendidikan Guru Penggerak banyak manfaat diperoleh oleh Guru Penggerak, baik saat masih dalam proses pembinaan maupun setelah selesai program tersebut.Guru dapat meningkatkan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid. Selama pelaksanaan program, guru akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator, dan Pengajar Praktik profesional. Selama mengikuti proses pendidikan, peserta Program PGP akan mendapatkan: Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan dan pengembangan kompetensi dalam Lokakarya Bersama Pembelajaran PSE sehingga dapat menguasai Sosoal Emosional Peningkatan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid Pengalaman belajar mandiri dan kelompok terbimbing, terstruktur, dan menyenangkan Pengalaman belajar bersama dengan rekan guru lain yang sama-sama lolos seleksi program guru penggerak Pengalaman mendapatkan bimbingan/mentoring dari pengajar praktik (pendamping) pendidikan guru penggerak Mendapatkan komunitas belajar baru di luar sekolah yang dapat meningkatkan loyalitas diri Mendapatkan sertifikat pendidikan (Sertifikat Guru Penggerak) 310 JP untuk menunjang karir guru Sertifikat Guru Penggerak mendapat prioritas utama menjadi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. Pengalaman mengoperasikan labtob/komputer sehingga dapat menguasai IT.
4 BAB II PEMBAHASAN A. KEBIJAKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN RISET DAN TEKNOLOGI Gambar 1 Mendikbudristek tentang Pendidikan Guru Penggerak Menurut Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (2020; 4), salah satu visi pemerintah yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Tahun 2019-2024, ialah fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen talenta. Untuk mencapai hal tersebut, Kemendikbud mengembangkan rangkaian kebijakan Merdeka Belajar pada tahun 2019. Salah satu kebijakan yang mendasar untuk segera dilakukan adalah tersedianya guru yang berdaya dan memberdayakan dengan karakter berjiwa nasionalisme Indonesia, bernalar, pembelajar, profesional, dan berorientasi pada peserta didik. Berbagai kebijakan dan program sedang diupayakan untuk hal tersebut dengan melibatkan berbagai pihak menjadi satu ekosistem pendidikan yang bergerak dan bersinergi dalam satu pola pikir yang sama antara masyarakat, satuan pendidikan, dan pemangku kebijakan yang dinamakan program Pendidikan Guru Penggerak (PGP).
5 Gambar 2 Capaian Merdeka Belajar Program Pendidikan Guru Penggerak Program Guru Penggerak telah tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 26 Tahun 2022 tentang Pendidikan Guru Penggerak . Permendikbudristek Nomor 26 Tahun 2022 juga menerangkan bahwa Pendidikan Guru Penggerak bertujuan untuk menghasilkan Profil Guru Penggerak.
6 B. PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Gambar 3 Desain Cover Program Guru Penggerak Kemendikbudristek Salah satu Upaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memajukan pendidikan Indonesia adalah dengan Menciptakan pembelajaran yang perpusat pada murid dan menggerakkan ekosistem pendidikan melalui Program Guru Penggerak. Kemendikbudristek melaksanakan Program Pendidikan Guru Penggerak yang merupakan salah satu dari kebijakan merdeka belajar. Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama 9 bulan bagi calon Guru Penggerak. Guru dapat meningkatkan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid. Selama pelaksanaan program, guru akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator, dan Pengajar Praktik profesional.
7 Gambar 4 Perjalanan Pendidikan Guru Penggerak 1. Kerangka Desain Program Pendidikan Guru Penggerak Gambar 5 Desain Program Pendidikan Guru Penggerak
8 C. REFLEKSI FILOSOFI PENDIDIKAN NASIONAL – KI HAJAR DEWANTARA (KHD) 1. Materi Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional – Ki Hajar Dewantara Menurut Bapak Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. Tujuan pendidikan yaitu “menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar anak dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat”. Musyafa dalam Wiryopranoto, dkk, (2017; 34) mengemukakan bahwa perilakun guru dalam mendidik murid atau anak bangsa menjadi pegangan dan modal utama, sehingga menciptakan istilah “Ing Ngarso Sung Tulodo” (di muka memberi contoh) , “Ing Madya Mangun Karso” (di tengah membangun cita-cita), “Tut Wuri Handayani” (mengikuti dan mendukungnya). Mendidik harus dilakukan dengan sistem “Among” siswa. Guru sebagai seorang pamong dapat memberikan tuntunan agar anak dapat menemukan kemerdekaanya dalam belajar. Pendidik berperan penting dalam menciptakan anak yang memiliki Budi dan Pekerti yang teladan dan mulia. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menampung murid untuk dituntun dan dibimbing agar menjadi generasi yangs sesuai dengan Tujuan Pendidikan Nasional dan sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara.
9 Gambar 6 Skema Pemahaman Materi Filosofi Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara Gambar 7 Profil Pelajar Pancasila
10 D. NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK 1. Materi Nilai dan Peran Guru Penggerak Nilai Guru Penggerak Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, dan proaktif dalam mengembangkan penendidik lainnya. Adapun nilai yang harus dimilik guru penggerak sebagai agen transformasi pendidikan adalah Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif serta Berpihak pada murid dalam melaksanakan pembelajaran dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila yang terbangun utuh dari enam dimensi yaitu 1) Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2) Mandiri; 3) Bergotong Royong; 4) Berkebhinekaan Global; 5) Bernalar Kritis; 6) Kreatif. Gambar 8 Nilai Guru Penggerak Peran Guru Penggerak Seorang Guru Penggerak juga memiliki peran sebagai: Menjadi Pemimpin Pembelajaran Merancang pembelajaran yang berpusat pada murid, Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Menggerakkan Komunitas Praktisi Aktif dalam kegiatan KKG serta komunitas praktisi di sekolah dan luar sekolah.
11 Menjadi Coach bagi Guru lain Menjadi coach dan pendamping rekan sejawat dalam merancang pembelajaran yang kreatif dan inovatif di kelas. Mendorong Kolaborasi antar Guru Mampu berkolaborasi dengan kepala sekolah, rekan sejawat, serta stakeholder sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Mewujudkan Kepemimpinan Murid Melatih jiwa kemandirian murid, mewujudkan sikap tanggung jawab murid melalui pembelajaran diskusi kelompok, dan memberikan motivasi kepada murid agar aktif dalam kegiatan organisasi sekolah. Gambar 9 Peran Guru Penggerak
12 E. VISI GURU PENGGERAK 1. Materi Visi Guru Penggerak Pada Seorang Guru Penggerak hendaklah mempunyai keterampilan dalam mengelola pengembangan dirinya sendiri maupun orang lain sehingga dapat mewujudkan perubahan yang lebih baik lagi di sekolah. Perubahan dapat dimulai dengan dengan membentuk karakter murid yang berakhlak mulia dan merdeka sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Perlu perubahan mendasar dan upaya konsistenyang dilakukan terus menerus agar visi tersebut dapat diwujudkan. Untuk dapat mewujudkan visi sekolah dan melakukan proses perubahan, maka perlu sebuah pendekatan atau paradigma. Inkuiri Apresiatif (IA) adalah sebuah pendekatan atau paradigma kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis kekuatan. Ada 5 tahapan utama yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan BAGJA. B yaitu Buat pertanyaan, A yaitu Ambil pelajaran. G yaitu Gali mimpi. J yaitu Jabarkan rencana. A yaitu Atur eksekusi. Gambar 10 Model Manajemen Perubahan IA Tahapan BAGJA
13 F. BUDAYA POSITIF 1. Materi Budaya Positif Sekolah merupakan wadah untuk membentuk karakter , memiliki tanggung jawab dalam menumbuhkan dan mengembangkan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila. Untuk mewujudkan hal tersebut pihak sekolah dapat membentuk dan mengembangkan Budaya Positif. Budaya positif adalah nilai nilai, keyakinan dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan tanggung jawab. Seorang Guru Penggerak dapat memulai Budaya Positif dengan menerapkan Disiplin Positif. Tujuan dari disiplin positif adalah menanamkan motivasi pada murid kita yaitu untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Dalam lingkungan kelas, budaya positif dapat diwujudkan dengan membuat kesepakatan kelas sebagai bentuk disiplin positif murid. Membuat keyakinan kelas yang disepakati bersama dengan murid kemudian menerapkan dan konsisten dalam menjalankan keyakinan kelas yang dibuat bersama, akan membawa perubahan positif terhadap karakter dan tingkah laku murid baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun kehidupan sehari-hari. Perubahan ini akan membawa pengaruh baik dalam membangun Budaya Positif di kelas.
14 BAB III PENUTUP 1. REFLEKSI Berdasarkan laporan yang saya buat dan setelah mengikuti Pendidikan Guru Penggerak, saya sebagai penulis melakukan refleksidengan menghubungkan dengan analisis materi berbasis masalah, bahwa Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara menyatkan Pendidikan adalah bertujuan untuk menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak sebagai manusia agar menjadi manusia dan anggota masyarakat yang mencapai kebahagiaan dengan bebas tanpa adanya paksaan.Guru harus menjadi tauladan bagi peserta didiknya dengan menanamkan budi pekerti dan berakhlak mulia kepada peserta didiknya sehinnga ia siap terjun ke masyarakat. Nilai dan Peran Guru diharapkan mampu menjadi contoh utama dalam meningkatkan kepercayaan setiap peserta didik demi terwujudnya Profil pelajar Pancasila. Selain daripada itu, nilai dan peran guru diharapkan mampu memiliki 5 butir peran yang akan diterapkan dalam lingkungan sekolah termasuk menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi rekan sejawat, mendorong kolaborasi antar rekan kerja, dan mewujudkan kepemimpinan peserta didik. Adapun 5 butir nilai untuk mendukungperan seorang guru yaitu mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid. Inilah Nilai dan Peran seorang guru sebagai pondasi utama demi terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. Seorang Guru Penggerak harus memiliki keterampilan dalam mengelola pengembangan diri dan orang lain agar dapat mewujudkan perubahan yang lebih maju dan positif di sekolah. Inkuiri Apresiatif (IA) adalah sebuah pendekatan atau paradigma kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis kekuatan. Dengan merancang aset kekuatan yang ada, Guru dapat menilai seberapa besar kekuatan yang ada dalam mewujudkan visi sekolah ke arah yang lebih maju. Visi Guru Penggerak yang saya susun dalam Pendidikan Guru Penggerak yaitu Menerapkan merdeka belajar kepada murid, serta bertekad mewujudkan kepemimpinan murid yang berakhlak mulia sesuai Profil Pelajar Pancasila.
15 Penanaman dan penerapan budaya positif sangat penting dalam menumbuh kembangkan potensi dan nilai karakter dalam diri anak. Melakukan penerapan perubahan budaya positif di sekolah dengan berpedoman pada konsep perubahan paradigma stimulus respon dimulai dari disiplin positif, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi. Hal yang perlu dilakukan guru dalam proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas maupun sekolah adalah Memberi teladan bagi murid, membiasakan perilaku berakhlak mulia, memberikan tuntunan pada murid, Membentuk kesepakatan kelas yang telah disepakati bersama. 2. TINDAK LANJUT Setelah melakukan Program, Penulis akan melakukan Refleksi kemudian melakukan Rencana Tindak Lanjut. Rencana Tindak lanjut dibuat sebagai acuan untuk perkembangan dan peningkatan program selanjutnya. Dalam penyusunan RTL diperlukan perencanaan yang baik dan menyeluruh berdasarkan potensi dan kekuatan yang dimiliki. Penyusunan RTL juga membutuhkan pertimbangan aset yang telah dimiliki dan akan dikembangkan. Dalam hal ini termasuk sumber daya manusia sebagai aset untuk koordinasi dan kolaborasi. Setelah mengikuti Pendidikan Guru Penggerak, maka RTL yang akan dilaksanakan adalah: Membuat refleksi di akhir pembelajaran program Pendidikan Guru Penggerak. Melakukan sosialisasi program Pendidikan Guru Penggerak pada Komunitas Praktisi Sekolah Berbagi praktik baik pengembangan keterampilan IT bagi pendidik dan tenaga kependidikan disekolah Mengembangkan kemampuan merancang pembelajaran berdiferensiasi dan sosial emosional dengan rekan sejawat Mengembangkan budaya positif di sekolah melalui penerapan keyakinan kelas Mengembangkan program pengelolaan kelas dan pembelajaran yang menyenangkan bagi murid
16 Mengembangkan aktivitas coaching di sekolah bagi murid dan sesama rekan sejawat Mengembangkan dan tetap mengevalusi program sekolah berdampak pada murid yang sudah berjalan yaitu Pojok Baca Kelas Rutin dan Konsisten melakukan pertemuan dengan stakeholder sekolah untuk merancang program yang berdampak pada murid di sekolah. Beberapa RTL telah dijelaskan diatas. Sebelum pelaksanaan RTL akan dikoordinasikan dengan Kepala Sekolah serta rekan sejawat. RTL disusun bersifat jangka panjang dan berkelanjutan. Setiap program dilaksanakan sesuai dengan situasi dan keadaan sekolah, agar semua program tindak lanjut dapat berjalan dengan baik.
17 DAFTAR PUSTAKA sekolah senggerak semdikbud.go.id.Pendidikan Guru Penggerak. Diakses pada 14 Mei 2023. https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/ Permendikbudristek No.26 Tahun 2022 Pendidikan Guru Penggerak Tahun 2022 tentang Pendidikan Guru Penggerak 2022. Jakarta: Kemendikbudristek https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/cerita/refleksi-filosofi-pendidikan-kihajar-dewantara/ Aditya Dharma, S.Si.M.B.A Modul 1.1 Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional.2022 Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Aditya Dharma, S.Si.M.B.A Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak .2022 Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Aditya Dharma, S.Si.M.B.A Modul 1.3 Visi Guru Penggerak 2022 Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Aditya Dharma, S.Si.M.B.A Modul 1.4 Budaya Positif. 2022 Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan https://drive.google.com/file/d/1CcrJhcMAkU4nKGiH3RbPluWsoqpCDysa/view ?usp=drivesdk https://drive.google.com/file/d/1EqHE_Eo_sF2_znTtBhXoE25Wz5XOt2d3/view? usp=drivesdk https://drive.google.com/file/d/1AKdalnG1wzG9svutH1Oe8Cs6lPLX4KbU/view ?usp=drivesdk https://drive.google.com/file/d/1Q3lZTw7lO3vMdWjj6nRam_vsWG4h8yfJ/view ?usp=drivesdk
18 LAMPIRAN 1. Demonstrasi Kontekstual Modul 1.1 Filosofi Ki Hajar Dewantara 2. Tugas Aksi Nyata Modul 1.1.a.10 Mewujudkan Merdeka Belajar Melalui Profil Pelajar Pancasila.
19 3. Menerapkan Perilaku 5S (Sapa,Senyum,Salam,Sopan,Santun) 4. Pembiasaan Praktik Baik Berdoa Sebelum dan Sesudah Pembelajaran
20 5. Tugas Aksi Nyata Merancang Pembelajaran Yang Menyenangkan di kelas
21 6. Sosialisasi Nilai dan Peran Guru Penggerak 7. Berkolaborasi dan Berdiskusi terkait Perencanaan kegiatan aksi nyata
22 8. Tugas Demonstrasi Kontekstual Nilai dan Peran Guru Penggerak 9. Tugas Aksi Nyata Nilai dan Peran Guru penggerak
23 10. Tugas Demonstrasi Kontekstual Menerapkan Inkuiri Apresiatif Tahapan BAGJA 11. Tugas Modul 1.3.a.3 Mulai Dari Diri Visi dan Misi Guru Penggerak
24 12. Tugas rancangan aksi nyata Budaya Positif disekolah 13. Penerapan budaya positif pada siswaq untuk berani tampil kedepan
25 14. Tugas Modul 1.4.a.9 Koneksi Antar Materi 15. Koneksi Antar Materi
26 16. Aksi Nyata Sosialisasi Budaya Positf Sekolah 17. Tugas Modul 1.4.a.10.1 Sosialisasi Budaya Positif di Sekolah