The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Farel Channel, 2023-11-05 13:23:54

a

a

Cerita Sebelum Tidur


Aku Cuma Butuh Tenang Muhammad Eko Saputro Copyright@ Muhammad Eko Saputro, 2023 All right reserved Cetakan ke-1, Maret 2019 Cetakan ke-2, Juni 2020 Cetakan ke-3, Agustus 2021 Cetakan ke-4, Oktober 2022 Cetakan ke-5, Oktober 2023


PROFIL PENULIS Thi’s melancholic person name is Muhammad Eko Saputro, Currently living in Ringin Sari As student Manajement Informatika. At ninght living in an illusion room making his fantasi and telling the uncertain things. Senang sekali bisa hidup di bumi, Bertemu dengan banyak manusia baik, Kemudian menuliskan banyak hal dan Membagikannya kepada kawan – kawan. Instagram : @farel_channel31 Tiktok : @farel.channel Youtube : Farel Channel Facebook : Farel Channel


ISI BUKU Jakarta Dan Mimpi Ku……………………………………………………………………………………………….………….. Untuk Ynag Sedang Gagal……………………………………………………………………………………………………… Senang Bisa Mengenal Mu………………………………………………………………………………………….................... Untuk Semua Yang Pernah Ku Repotkan……………………………………………………………………………………….. Selesai Dengan Sempurna……………………………………………………………………………………………………….6 Tentang Hal - Hal Berat Di Bulan Agustus……………………………………………………………………………………...7 Seseorang Di Bulan Oktober…………………………………………………………………………………………………….9 Waktu Terakhir Kali Kamu Pergi………………………………………………………………………………………….…... 0 Aku Cuma Butuh Tenang……………………………………………………………………………………………………… Desember Dan Luka…………………………………………………………………………………………………………… Tetap Hidup Ya……………………………………………………………………………………………………………….... Rumah Ku Sedang Kehilangan Fungsinya…………………………………………………………………………………….. Bu Jujur Ini Berat…………………………………………………………………………………………………………….… 6 Tangis Yang Tidak Butuh Tenang……………………………………………………………………………………………... 8 Aku Yang Dulu Kemana Ya………………………………………………………………………………………………….... 9 Januari Aku Nyerah………………………………………………………………………………………………………….… 0 Biarkan Tangan Tuhan Yang Bekerja….………………………………………..…………………………………………….. Aku Kesepian Dan Sendirian………………………….……………………………………………………………………….. Februari Dan Patahnya………………………………………….……………………………………………………………… 6 Aku Kehilangan Kamu…………………………………………………….…………………………………………………... 7 Untuk Diri Yang Sedang Lelah………………………………………………………………………………………………... 9 Ya Tuhan Capek Banget…………………………………………………………………………………………………….…. 0 Tuhan Beri Aku Tenang……………………………………………………………………………………………………….. Februari Masih Tentang Mu………………………………………………………………………………………………….... Aku Gak Selalu Kuat…………………………………………………………………………………………………………... 6


JAKARTA DAN MIMPI KU Semuanya berawal dari mimpi. uatu hari nanti, kita harus biasa Nonton Konser Band Kotak & Shela On 7 Dari Dekat. uatu hari nanti saya pengen menjadi Penulis Buku Cerita Yang Hebat. uatu hari nanti saya harus menjadi Youtuber Yang Terkenal. uatu hari nanti saya ingin menjadi Sutradara Yang Berkelas. Dan suatu hari nanti kita harus menaklukkan Jakarta. Sebuah kota dengan jutaan mimpi manusia tercurah di sini, banyak yang luruh banyak juga yang menunggu. Entah apa maksud dari semua ini, di pertengahan tahun yang manis tiba – tiba semuanya bermula salah satu Vidio yang ku ciptakan akhirnya bisa mengantarkan ku ke Jakarta. Pagi itu semuanya terasa ragu ketika sebuah undangan tiba – tiba muncul di layar Ponsel ku untuk kita berangkat ke Jakarta. Mungkin ini mimpi yang semalam belum selesai, ternyata tidak ini nyata, bukan Ilusi sebuah acara besar untuk memberikan penghargaan kepada Youtuber – Youtuber Indonesia. Mimpiku untuk melihat Band Kotak & Shela On 7 dari dekat ternyata terwujud dengan melihat Kak Tantri & Mas Duta tanpa sekat. Mimpi ku untuk menjadi Kreator Hebat di pertemukannya dengan Kak Kevin Hendrawan seseorang yang selalu memberi pesan Positif dalam setiap kontennya. Mimpiku untuk menjadi penulis yang idealis ternyata mimpi itu di bahas juga oleh Mas Alitt, dia bilang sebuah Karya yang jelek itu jauh lebih baik di bandingkan dengan karya yang tidak ada. Juga mimpiku untuk menjadi Sutradara berkelas di sana ada Riri Riza seorang sutradara dengan karya sempurnanya AADC yang berhasil merubah hidup saya menjadi orang yang Puitis sampai hari ini. Dan hari itu berada di tengah – tengah Kreator Hebat di Negeri ini adalah sebuah kebanggaan untuk saya apa lagi saat tiba – tiba Vidio hasil ciptaan saya berhasil muncul di sebuah Layar besar dan di lihat semua orang. JAKARTA DAN MIMPI KU


Menjadi salah satu Vidio terbaik di antara Vidio baik lainnya, walaupun masuk Nominasi dan berhasil menyisihkan ribuan Kreator lainnya itu bukan tujuan utama kami berada di sini, setidaknya nama Tulang Bawang sudah Harum di tangan kita, yang tadinya hanya di kira Kota Begal, sekarang Tulang Bawang menjadi kota baik dengan Kreatornya yang baik. Di sana bukan hanya saya satu – satunya dari Tulang Bawang ternyata kategori Film terbaik pun di menangkan oleh Lampung, tapi bukan saya Sutradaranya, semoga tahun depan bisa ya nanti kita coba lagi, Jakarta memang keras apalagi kalau manusianya tidak tau bagaimana caranya merayu semesta tapi bagiku, hari itu Jakarta manis karena perlahan mimpi – mimpi yang ada didoaku sekarang mulai nyata. Suatu hari aku akan kembali lagi kesini bukan untuk mencari, tapi untuk di cari sampai bertemu lagi Jakarta. UNTUK YNAG SEDANG GAGAL Untuk Ynag Sedang Gagal Tenang, bukan salah kamu, ini Cuma perkara waktu aja yang belum tepat. Lagian kamu sendiri yang larinya terlalu kenceng. Sampai – sampai kamu lupa arahnya kemana. Jangan semuanya di buru – buru untuk cepat sampai. Karena semuanya belum tentu bisa berjalan semaumu. Mungkin kamu lupa tentang. Ketika kamu sedang mengejar satu hal. Kamu juga harus siap melepaskan satu hal lainnya. Biar gak berat. Karena semuanya itu gak berhak tumbuh bersama di pundak mu. Jadi sekarang coba kita belajar untuk mewajarkan apa – apa yang sekiranya gagal. Yang sekiranya luruh, hilang, dan pergi. Belum tentu semuanya salah mu. Untuk Yang Sedang Gagal


Bisa jadi memang sedang giliranmu saja yang sedang dapat jatah gagal. Setiap manusia juga pasti pernah merasakannya, jadi bukan kamu satu – satunya manusia yang sedang kehilangan. Bukan kamu satu – satunya manusia yang sedang ketinggalan. Kita semua sedang sama – sama lari kok. Cuma lintasan kita saja yang berbeda. Mereka – mereka yang cepat sampai itu mungkin jatah gagal mereka sudah usai di lewati. Nah, mungkin hari ini sedang giliran mu saja. Tenang, kita hanya sedang gagal bareng – bareng. Akan ada waktunya di mana kamu juga bakal bahagia. Sama persis seperti apa yang kamu impikan. Hidup bahagia itu bukan hanya bayangan. Bisa menjadi nyata, kalau kita siap sakit dulu sebelumnya. Pura – pura kuat harus semakin di kuatkan. Manusia lain itu gak berhak dengerin cerita sedih kita. Mereka juga pasti punya sedihnya masing – masing. Lagi – lagi jangan suka menyalahkan semesta ya. Ia gak salah, dan ia akan terus berputar. Seperti layaknya sedihmu hari ini. Akan menjadi bahagia mu di kemudian hari. Lanjutin aja nangisnya. Siapa tau setelah ini lega. Tapi janji, buat terus bertahan ya. Bukan buat kamu, tapi buat jiwamu yang sudah kuat sampai hari ini. Salam buatnya. Titip usap untuk bahunya agar sedikit lebih kuat lagi kedepannya. SENANG BISA MENGENAL MU Hai, apa kabar ? Sepertinya kamu baik – baik saja, setelah tidak dengan ku. Suatu hari tepat setelah kepergian mu dulu jujur aku kehilangan banyak hal. Ternyata buakan hanya kamu yang hilang, tapi rasaku juga. Sejak saat itu aku sulit untuk menerima orang baru. Mau siapapun yang datang, tapi kalau aku butuhmya kamu yang semuanya akan terasa hambar. Semua datar. Hari – hari sejak saat itu tidak semenarik sebelumnya. Bagai mana tidak. Sebelum – sebelumnya pundak mu selalu sigap jadi tempat teraman untuk sedih ku. Dan sekarang, sedihku sedang kehilangan pundaknya. Senang Bisa Mengenal Mu


Lalu bagai mana caranya aku bahagia. Barangkali kamu si pembuat luka, tau bagai mana caranya. Jujur aku sedang butuh sembuh, sudah lama sayapku patah sebelah. Namun, apapun yang terjadi padaku setelah itu sepertinya kamu tetep baik – baik saja. Bahkan tanpa aku sekalupun, aku gak tau apa yang kamu rasakan saat itu. Tapi yang kamu tinggalkan di aku itu, luka yang paling susah sembuh. Tidak peduli gimana rasa sakitnya. Setidaknya, aku pernah jadi alasan untuk kamu tersenyum walau satu hari. Terima kasih sudah pernah jadi bagian paling penting dalam sejarah hidup ku. Walau pada akhirnya, yang kamu pilih bukan aku. Terimakasih sudah membuatku mahir menutup hati. Karena benar mencintai tidak harus berakhir memiliki. Ya mungkin mencintaimu bisa ku ganti dengan mendukung mu untuk setiap langkah baik yang kamu ambil kedepannya. Untuk pendamping pilihan mu kelak. Hingga, apapun tujuan hidup mu akan ku pastikan selalu ada doa ku di dalamnya. Semoga kamu jadi baik ya. Terima kasih untuk pengalaman bisa mengenal mu. Walau sebenarnya aku kangen di sakitin lagi sama kamu. Rasanya seperti, apapun boleh kamu lakukan. Asal kamu tetep disini di samping ku. Aku tau rasanya terlalu bodoh. Tapi aku harus jujur bahwa, setelah tidak dengan mu aku mati rasa. UNTUK SEMUA YANG PERNAH KU REPOTKAN Anak kecil tadi sudah dewasa. Mulai belajar untuk berdiri di kaki sendiri. Dan kata orang, jangan selalu bergantung dengan manusia. Tapi kataku, aku tidak sekuat itu untuk menembus badai sendirian. Untuk semua yang pernah aku repotkan. Terima kasih ya. Banyak pelajaran yang bisa di pahami anak kecil ini. Kalian selalu cerita tentang perjalanan hidup. Dan kalian hebat di cerita kalian masing – masing. Untuk Semua Yang Pernah Ku Repotkan


Mungkin Tahun ini masih banyak sedihnya. Mungkin karena aku kaget. Ternyata gini ya jadi dewasa di Usian ku yang sudah menginjak 30 Tahun. Usia di mana butuh – butuhnya manusia lain untuk teman Cerita. Untuk berbagi kisah sedih berdua. Hingga untuk sama – sama mengeluh tentang dunia. Heeee…. Ternyata sesulit ini ya. Pikiran kita rumit, tapi kita sendiri yang buat. Mimpi kita jauh, tapi kita sendiri yang bikin jarak. Maaf kalau jarak antara kenyataan dan angan – angan ku terlalu jauh. Aku ini masih belajar menyusun harapan. Yang kata orang kita hidup harus punya rencana. Tapi kataku, “Ya Udah Lah Mengalir Aja” Dari kecil aku ini jauh dari orang lain. Semua masalah seringnya ku ceritakan dengan diriku sendiri. Sampai kadang aku berfikir se egois itu aku tidak mau di bantu. Sebenarnya aku bukan sok kuat. Cuma lagi pura – pura mandiri aja. Pura – pura bisa hidup sendiri. Padahal setiap malam isinya cuma ngeluh dan bingung mau cerita ke siapa. Rasanya aku terlalu merepotkan. Rasanya, aku payah. Kadang ku pilih untuk mengurung diri bukan karena aku suka kesendirian. Tapi aku hanya takut akan rasa kecewa. Menurutku, cukup dengan aku saja minta tolongnya. Biar nanti kalau tidak sesuai ekspektasi aku tidak bisa menyalahkan orang lain. Dan lagi – lagi, aku yang salah untuk diri ku sendiri. Dengan duniaku yang terlalu nyaman sendiri ini. Bukan berarti aku tidak butuh orang lain. Sebenarnya aku butuh, tapi tolong jangan dengan rasa kasihan. Aku tidak mau di kasihani. Kalau toh semuanya bisa ku lakukan sendiri, aku akan coba. Jadi, kalau nanti kamu masuk kedunia ku. Tantangan terberat mu hanyalah rasa nyaman ku. Tapi kalau nanti akhirnya kamu sudah lelah kurepotkan. Tolong kasih tau aku ya. Biar aku tau diri. Terima kasih ya, untuk semua orang yang pernah ku repotkan. Maaf kalau diri ini masih terlalu egois sendirian. Untuk Semua Yang Pernah Ku Repotkan


SELESAI DENGAN SEMPURNA Kalau ini semua udah benar – benar selesai. Semoga kita gak kembali menjadi asing ya. Soalnya aku takut. Gak bisa ngelewatin hari hari yang tanpa kamu. Nanti kalau udah beneran selesai. Semoga kamu masih mau mengingat siapa nama aku. Toko favorit yang pernah ada di bab paling penting dalam cerita mu. Kisahnya selesai dengan sempurna. Terima kasih untuk waktunya dan semoga. Kita tidak kembali asing. Karena walaupun sudah selesai. Aku masih tetap butuh kamu. Kadang untuk hal hal yang tidak biasa aku lakukan sendiri. Seperti menghitung kendaraan yang lewat di depan rumah. Hingga berapa banyak orang patah hati di jalanan. Dulu kita suka menertawakan mereka. Dan sekarang sepertinya mereka sedang menertawakan kita ya. Yang dulunya paling bahagia dan yakin gak akan pernah usai. Ternyata selesai juga. Dunia lucu ya kasih. Isinya hanya tentang kehilangan dan kepergian. Lalu harus di paksa dan di gantikan. Lantas apa yang harus di ganti. Kalau kisah dengan mu saja. Sudah cukup sempurna. Untuk apa sempurna. Kalau yang berantakan dari dirimu saja. Itu sudah cukup buat aku. Aku tidak mungkin secepat itu mencari lagi yang lebih sempurna darimu. Rasanya tidak ada. Sepergi perginya kamu. Kamu tetap jadi pemenangnya. Jadi jangan pernah paksa aku buat melupakan. Jangan paksa aku buat gak nangis. Karena kisah kita sempurna. Walau akhirnya harus selesai juga. Sekarang aku jadi belajar banyak tentang siklus kehidupan. Selesai Dengan Sempurna


Salah satunya tentang, bagaimana caranya menjaga apa apa yang sedang kita miliki. Karena kelak kepergiannya hanya bisa kita tangisi. Tidak bener benar membuatnya kembali. Dulu kamu selalu ajarkan aku untuk merelakan apa yang menyedihkan. Setelah kamu gak ada. Aku harus belajar sama siapa tentang merelakan. Aku tidak mahir melupakan ternyata. Jadi ya sudah. Biarkan apa yang akan terjadi. Entah kamu atau aku dulu yang berhasil mengiklaskan. Tinggal menunggu waktunya saja. Untuk kelak aku mendengar kabar baik darimu. Seperti ketika kelak kamu punya rumah baru. Kamu punya anak kecil yang lucu. Yang mungkin. Matanya akan sangat mirip dengan mu. Sayu sayu. Khas manusia paling baik yang pernah ada di bumi. Tepatnya yang pernah ada di hidup ku. Selamat berkelana ya. Peluk erat yang jauh. Dari aku TENTANG HAL - HAL BERAT DI BULAN AGUSTUS Semoga agustus kali ini ramai ya. Setelah berkali kali di patahkan banyak hal. Rasanya, sekarang kita sudah paham bahwa ternyata banyak banget hal yang butuh di udahin aja. Tentang mengejar, menahan, mengharapkan, hingga memohon untuk seseorang tetap tinggal. Rasanya sekarang aku ingin mundur dari semua itu. Menyerahkan lagi semuanya untuk di atur sama tuhan. Biar jalannya gak sulit lagi. Selama ini mungkin kita terlalu percaya diri bahwa kita mampu, kita bisa, jika terus berusaha. Nyatanya, capek kan ? Karena sekarang gak semuanya bisa kita miliki. Banyak hal yang harus di relakan pelan pelan. Tentang Hal – Hal Berat Di Bulan Agustus


Contohnya tentang semua mimpi yang kita kejar ternyata terus menjauh. Rasa sedih yang setiap hari kita tahan ternyata selalu bertemu tangis di setiap malam. Harapan yang sudah kita terbang terbangkan ternyata harus jatuh satu per satu berterbangan. Hingga memohon untuk seseorang tetap tinggal agar bisa jadi pemangku beban, Ternyata ikut ikutan menghilang juga. Terus, sekarang apa lagi ? Sekarang mau gimana lagi ? Mungkin tuhan sekarang sedang memberi kita waktu untuk rehat sebentar. Kembali mengingat tuhan, hingga kembali memeluk tuhan. Mungkin sudah lama kita ingkar padanya. Sedikit lupa, bahwa akhirnya hakikat hidup ini hanya untuk mati. Terus kenapa yang di kejar Cuma dunia ? Ini thu Cuma dunia, kenapa terlalu rubut di pikirkan. Dunia gak di kejar juga pasti akan terus berputar. Capek tau kejar kejaran sama dunia. Tenang, gak papa kok. Gak papa buat gak baik baik aja. Semua orang gagalnya sudah di jatah sesuai kemampuannya. Jadi, kalau misalnya gagalmu besar berarti kemampuanmu jauh lebih besar dari pada itu. Dan memang harus siap menerima semua kenyataan bahwa dunia memang tidak adil untuk semua orang. Percayalah, kita itu sedang sama sama hidup di tempat yang sama. Jadi, tolong jangan di banding bandingkan. Ketika orang lain sampai di garis finis duluan, bukan berarti juga kita harus lari lebih kencang. Kan dunia bukan untuk balapan. Nikmati saja sakitnya, di rasakan saja kegagalannya, di hafalkan betul bagaimana rasanya. Agar ketika berhasil di kemudian hari nanti kita tidak akan cepet puas dengan kemenangan. Kita harus banyak banyak berlapang dada ya. Harus semakin rajin, untuk terus memeluk diri sendiri. Tentang Hal – Hal Berat Di Bulan Agustus


SESEORANG DI BULAN OKTOBER Selamat malam seseorang. Bagai mana kabar mu di bulan Oktober kali ini. Sebelumnya aku pernah kan mengusap air matamu. Memberikan pundak ternyaman ku. Dan memelukmu dengan rasa hangat yang paling iklas. Aku pernah berjuang sampai mengorbankan diriku sendiri. Aku pernah menjadi orang bodoh perihal mendapatkan seseorang. Tapi aku tidak pernah menyesali itu. Bagiku, berjuang adalah tentang memberikan pelukan terbaik kepada seseorang. Kamu inget enggak ? Di tempat ini dulu ada seseorang yang aku usap bahunya sampai tenang. Apa kabar ya seseorang itu. Aku gak tau lagi siapa yang menghapus airmatanya sekarang. Apakah dia sedang bahagia. Atau sedang patah – patahnya perihal luka. Yang jelas sampai sekarang aku masih berpura – pura untuk tetap baik – baik saja. Hai Oktober Tolong jadi baik buat seseorang di sana ya. Diya orangnya Sensitif, hatinya mudah rapuh. Tolong jaga dia baik – baik dimanapun dia berada. Tolong sampaikan pelukan terhangat lewat mimpi – mimpinya di tengah malam. Dia takut dingin. Dia tidak bisa sarapan. Diya takut gelap, apalagi sendirian. Diya senang di ajak naik motor berdua keliling Kampung. Diya suka memeluk ku dari belakang sepanjang jalan. Kadang sesekali dia berdiri dan melebarkan tangannya. Dan saat itu aku sangat merasa bertanggung jawab atas bahagianya seseorang. Ku harap tetap aku yang bisa memberikan bahagia dengan versi yang terbaik. Aku harap tetap aku manusia baik yang dia butuhkan. Dia sekarang hilang. Tidak ada lagi pelukan hangat di atas motor ku. Tentang dimana dan sedang apa. Aku harap semuanya baik – baik saja. Seseorang Di Bulan Oktober


Sekarang dia sedang berpetualang dengan mimpinya. Sekarang, dia sedang mencari bahagia dengan versi yang dia inginkan. Selamat berjuang ya seseorang. Kalau suatu hari nanti kamu sudah lelah. Aku masih di tempat yang sama dengan rasa yang sama. Kalau suatu hari nanti kamu sudah menyerah. Ingat ya. Masih ada aku yang akan selalu siap memberikan pelukan terhangat yang paling hebat. Terima kasih. Selamat menjalankan Oktober dengan baik ya. WAKTU TERAKHIR KALI KAMU PERGI Waktu terakhir kali kamu pergi, rasanya thu kayak. Ya kok ilang lagi si. Kok yang ini pergi juga si. Kadang suka capek mikirin. “sebenarnya aku kurang apa ya” Sekarang, aku harus gimana lagi. Biar orang orang yang sayang gak pergi. Gak ninggalin lagi kayak gini. Yang padahal sebelumnya aku udah nyiapin banyak kejutan buat kita. Buat apa apa yang sudah kita lewati. Buat apa apa yang berjalan beriringan. Buat kalimat selamat pagi setiap kali kamu bangun tidur. Buat kalimat “gimana hari ini” Yang gak pernah capek aku tanyain, setiap kali kamu nyelesain hari. Ibaratnya thu kayak, aku udah nyiapin sarapan tapi kamu malah langsung pergi tanpa pamit. Sederhananya, ya mungkin kita emang gak bisa bareng bareng lagi. Kamu akan berjalan dengan mimpi mimpi mu. Dan aku kayaknya masih bakal diam sendirian deh disini. Soalnya aku bingung mau ngapain lagi. Aku gak tau ini arahnya kemana. Sebegitunya ternyata kita kehilangan seseorang. Walau, yah aku sering kehilangan. Tapi buat yang satu ini, gak tau kenapa rasanya berat banget. Sebenarnya kamu manusia apa sih. Susah banget buat di iklaskan. Waktu Terakhir Kali Kamu Pergi


Kalau boleh jujur, aku gak tau mau sayang sama siapa lagi setelah ini. Bohong kalau misalnya aku mau sayang sama diri sendiri. Nyatanya sekarang aku aja terus terusan nyiksa diri aku sendiri Cuma buat kangen sama kamu. Yang mungkin kamu pun sekarang gak inget lagi sama aku. Segitunya yah. Bagiku kamu ratu, tapi kayaknya bagimu, aku Cuma halu. Iya aku tahu, aku janjiin banyak hal ke kamu. Yang mungkin belum semua tercapai. Tapi, asal kamu tau sebelum sama kamu aku gak pernah jadi seseorang perencana yang handal kayak gini. Ibaratnya, capek capek aku bangun mimpi bersama, Tapi kamu gak pernah percaya kalau itu semua bisa jadi nyata lho. Jadi udah, kalau mau pergi. Ya aku gak bisa nyalahin diri sendiri. Walau setelahnya, aku rapuh. Setelahnya aku berantakan,. Setelahnya aku tidak karuan. Tapi ya udah. Aku kan pernah bilang. Aku bakal nikmatin semua hal yang aku lewatin sama kamu. Sekarang aku bakal nikmatin juga luka paling dalam yang asalnya juga dari kamu. Selamat bepergian anak baik. Aku masih di sini, walau tanpa sampai jumpa kembali. AKU CUMA BUTUH TENANG Pada akhirnya aku Cuma butuh tenang. Riuhnya terdengar sampai luar Yang katanya gak papa, semua akan baik – baik saja. Nyatanya, sekarang bagian mana yang selamat dari tubuhku. Bagian mana yang tidak hancur. Aku capek. Aku capek jadi manusia. Gimana kalau aku jadi hujan saja tuhan. Yang tidak butuh matahari untuk menangis Yang tidak butuh terang untuk terlihat tenang. Gimana kalau aku menjadi awan saja tuhan Yang tugasnya hanya menyaksikan luka – luka manusia dari atas sana. Aku Cuma Butuh Tenang


Soalnya selama ini sudah terlalu banyak luka yang kadang aku sendiri lupa asalnya darimana. Sudah terlalu banyak tuhan aku lelah. Bagai mana kalau kembali saja ? Tapi tidak mungkin, karena aku belum selesai di sini. Aku yang tidak baik – baik saja ini, kadang masih di cari untuk mendengarkan cerita banyak orang. Aku yang rentan dan payah ini, kadang juga masih di percaya untuk di titipkan beban yang tidak ringan. Lalu gimana dengan menyerah saja tuhan ? Jujur kadang aku gak kuat kepalaku ramai, tapi yang ku genggam sepi. Apa jadi manusia memang sulit kayak gini ya ? Tuhan, aku thu Cuma butuh tenang, tolong jangan berikan aku beban yang berat lagi ya. Soalnya aku ini tidak punya teman untuk cerita tidak punya rumah untuk pulang. Bahkan aku bingung kenapa hidup sesepi ini ya. Yang katanya di tengah keramaian akan tetap merasa sepi. Ya mungkin itu yang aku rasain sekarang. Aku gak tau harus gimana, cerita kesiapa lagi ya setelah ini ? Tuhan tolong peluk aku. Aku kangen. Aku rindu adilnya dunia. Aku capek banget. Lari – larian ngejar tujuan tapi malah tujuannya hilang. Jadi sekarang harus kemana lagi ? Kenapa buat tenang aja susah. Kenapa buat menjadi manusia bahagia tidak semudah di cerita ibuku dulu. Apa mungkin dulu ibu bilang begitu agar aku tidak takut jadi dewasa ? Tapi, kenapa harus berbohong si ? Ku rasa tidak ada dewasa yang menyenangkan. Jadi untuk semua anak kecilnya bunda jangan ingin cepat tumbuh ya. Karena dewasa ini, semua orang ingin kembali kecil lagi. Aku Cuma Butuh Tenang


DESEMBER DAN LUKA Memasuki awal bulan Desember dengan luka terus berjalan meski dengan apa adanya. Apa lagi yang bisa di raih dari aku. Sedangkan aku, sudah kehilangan semuanya. Fase dewasa yang kataku dulu sepertinya menyenangkan ternyata tidak semudah pikiranku waktu aku kecil dulu. Dewasa ini di paksa tumbuh dengan ribuan babak belur. Di patahkan oleh Exspektasi. Di pulangkan karena depresi. Mana yang katanya bahagia ? Mana yang katanya akan indah pada waktunya ? Aman mana lagi yang bisa ku percaya ? Pelukan siapa lagi yang bisa menenangkan ku ? I’m lost Everyting. Sudah terlalu rusak untuk di perbaiki terlalu remuk untuk di susun kembali kecewa mana lagi yang harus ku maklumi ? Tidak ada lagi kata – kata yang bisa menggambarkan ku saat ini. Apakah ada kata yang lebih hancur lagi dari ini ? Maka akan ku berikan setiap malam. Kehilangan temen, kehilangan rumah tinggal, atau apalah itu namanya yang sering ku sebut mencintai. Semua manusia memang akhirnya bakal pergi, tapi bisa enggak kalau mau pergi itu permisi dulu jangan tiba – tiba hilang saat aku sedang berjuang di sini. Di pukul mundur oleh kenyataan bahwa ternyata memang semuanya sudah usai. Rumahku sudah tidak ramai lagi seperti dulu, teman ku sekarang Cuma udara malam yang dingin, pasangan ku hanyalah delusi yang aku ciptakan sendiri. Hidup sendiri seperti orang yang sudah mati. Jadi, sebenarnya aku ini masih hidup atau sudah mati ? Rasanya seperti hanya sedang berjalan di atas omong kosong. Semuanya seperti mengambang samar dan abu – abu. Sampai aku sendiri sulit untuk menebak. Nanti kedepannya gimana ya ? Hidupku mau di bawa kemana ya ? Desember mengajarkan banyak tentang kehilangan. Memaklumi luka, menerima yang pahit hingga berdamai dengan realita. Hai Desember, percayalah aku tidak sekuat itu aku muak dengan semua pelajaran hidup karena menurut ku aku sudah mati hanya saja belum selesai di bumi. Maka akan aku terima apa – apa yang akan terjadi di bulan Desember ini. Untungnya aku sudah terbiasa dengan luka jadi mau segimana patah yang akan datang ya aku akan datar. Aku datar untuk apapun yang akan terjadi aku akan bersikap seolah – olah tidak terjadi apa – apa lagi. Agar jalan ku ringan, agar bahuku sedikit lebih tegap lagi. Sungguh Desember kali ini aku beriringan dengan luka, tentang bagai mana baiknya tuhan aku pasrah. Desember Dan Luka


TETAP HIDUP YA Hai anak baik Lekas pulih ya Aku tahu lukanya gak sederhana Butuh banyak kalimat “GAK PAPA” yang semakin hari semakin muak datangnya gitu – gitu aja. Jangan di paksa untuk sembuh. Kalau hari ini mau nangis, gak papa nagis aja. Air matamu berhak untuk teriak karena mungkin tuannya sudah terlalu lelah berdamai dengan realita. Walau setelahnya, tuannya juga butuh nafas untuk sejenak bahagia. Iya, sejenak saja. Terima kasih karena sudah mengenalkan ku dengan sosok beruntung yang pernah kamu cintai sampai mati. Walau setelahnya hatimu ikutan mati tapi ingat, ada raga yang harus tetep hidup ya. Hidup jadi baik jadi tempat teduhnya orang – orang di sekitar mu. Kalau boleh milih, aku ingin mati sama seperti kekasihmu yang lalu. Aku juga ingin mati dalam keadaan bahagia karena di cintai. Jujur, hidupku pun rumit. Berkali – kali bertemu patah hati yang kehilangannya gak pernah sederhana. Sepertinya, kita bertemu di waktu yang sama. Sama – sama sedang trauma karena kehilangan. Sama – sama sedang trauma karena seseorang. Gak papa, jangan di paksa untuk sembuh karena itu perihal masing – masing jiwa. Kamu boleh kok merindukannya sampai kapan pun. Kita gak bisa maksa buat melupakan seseorang yang paling dalam. Tapi, kita bisa rawat lukanya bareng – bareng kalau kamu mau. Saling basuh, saling teduh, hingga saling sembuh. Hei, aku tunggu kamu di kejauhan sini ya. Selamat menikmati laramu sejadi – jadinya. Selamat menikmati rangkaian diksiku. Yang kali ini aku persembahkan untuk diya yang sudah tenang. Salam buat diya ya. Katakan padanya, aku Cuma mau bantu kamu buat sembuh. Maka akan ku kesampingkan semua luka – luka ku. Kalau selama ini kamu yang rawat luka mu sendiri. Kali ini, izinkan aku ikut merawat lukanya bersama ya. Tetap Hidup Ya


Karena aku Cuma orang asing dari kejauhan yang sedang menemukan mu dalam luka yang mungkin kamu bingung gimana cara menyembuhkannya. Tapi kita sama – sama tumbuh ya terima kasih karena sudah menjadi baik untuk seseorang. Sekarang, saatnya kamu menjadi baik untuk dirimu sendiri. RUMAH KU SEDANG KEHILANGAN FUNGSINYA Hai….. Maaf kalau ketika kamu datang rumahku justru malah sedang berantakan. Rumahku sedang kehilangan fungsinya. Maaf kalau aku gak sengaja biarkan kamu masuk di saat ruang tamunya sedang tidak karuan. Jujur bukan hanya kamu yang miris akan kesepian yang melulu datang. Karena aku pun juga sedang kehilangan penghuninya. Sudah lama ini usang di ombang – ambing keadaan yang gak pernah sama sekali berpihak ke aku. Kalau kamu pikir hanya kamu yang kehilangan arah lantas harus kamu sebut apa aku yang kehilangan rumah ku sendiri. Di tengah jalan buntu aku bingung mau pulang kemana. Rasanya singgah – singgah hanya akan membuat luka yang berkepanjangan. Lalu apa yang kamu cari dari aku ? Apa lagi yang bisa di ambil dari sosok rumpang yang kecewanya abadi dalam kehilangan. Karena sebaik apapun seseorang yang aku temui pemenangnya masih luka yang lama. Dulu iya dulu mahir membuat aku terbang terlalu tinggi, lalu di ketinggian sayapku di patahkan sebelah kanan. Hingga membuat aku jatuh, terkapar dan tidak karuan. Sebab itu aku jatuh di tengah jalan merayap bagaikan anak kecil yang kehilangan pundaknya. Meminta tolong pada orang – orang sekitar yang mereka tidak pernah peduli dengan hidup makna hidup yang aku punya. Sisa hidup sendirian, penuh luka, hingga patah yang tidak pernah tumbuh. Mereka bialng, katanya aku akan baik – baik saja. Lantas bagai mana caranya untuk tetep hidup di tengah manusia yang kehilangan jiwanya. Aku seperti rumah kosong tanpa penghuni, yang selalu di caci sana sini hanya karena aku tidak punya siapa – siapa. Aku nyerah dengan rasa yang di beri manusia. Aku nyerah dengan janji. Aku capek rasanya percaya sama manusia. Rumah Ku Sedang Kehilangan Fungsinya


Manusia selalu kasih kita rasa, tapi juga di satu sisi mereka selalu biarkan aku ngerasain kesepian. Jadi manusia maunya apa ? Jangan pernah mengetuk pintu rumah seseorang kalau ternyata kamu tidak ingin di jadikan tamu. Bagaimana kalau rumah yang kamu ketuk itu ternyata kehilangan fungsinya. Fungsi rumah yang harusnya menenangkan, jadi tempat pulang, jadi tempat paling aman. Nyatanya rumah ku hanya sekedar bangunan kosong penuh debu yang mungkin akan sangat repot untuk di kembalikan fungsinya. Jadi jangan sama aku Jangan sama aku ya Aku tidak baik, bahagiaku hilang di bawa penghuni yang lama. Begitu juga peduliku Lantas bagai mana aku akan bisa menerima orang baru lagi. Di saat orang lama masih jadi pemenangnya. Dan mungkin sampai hari ini pun hanya penghuni lama yang sedang aku tunggu kepulangannya. Mungkin ia sedang menjelajahi dunia dan seisinya tanpa aku. Tapi dengan sadar dan bodohnya aku masih percaya bahwa akan hari dimana ia akan pulang. Dan rumah ku, akan hidup kembali seperti sedia kala. Semoga. BU, JUJUR INI BERAT Bu, jujur ini berat. Kadang aku bingung. Saat ibu semakin menua. Tapi aku justru semakin tidak berguna. Bu, aku ingin menjadi anak kecilmu lagi. Aku takut hari paling menyedihkan itu akan datang. Di saat aku sedang gagal. Di saat aku sedang kalah. Aku takut gagal dan kalah akan bersamaan. Dengan datangnya hari paling menyedihkan. Yaitu ketika usia ibu berakhir. Karena dari setiap kisah yang ku tulis. Bu, Jujur Ini Berat


Disitu semuanya memiliki akhir. Lantas, apakah ibu juga akan memiliki akhir ? Aku terdiam. Air mataku mengalir begitu saja. Bisa nggak, untuk yang satu ini jangan ada akhir. Ibuku perlahan menua. Ketika yang ku usap rambutnya, Tapi yang runtuh malah air matanya. Katanya “Anak Ku Sudah Bukan Anak anak Lagi” Ia besar, dan sangat gagah dalam perjalanan. Termasuk ketika ia meninggalkan ku di rumah sendirian. Kataku, “Ibu Harus Kuat Ya, Rumah Ini Masih Menjadi Tempat Paling Nyaman Untuk Pulang”. Menjadi dewasa bukan alasanku untuk pergi dibawa mimpi. Dewasa ku adalah tentang, membuatmu tersenyum di masa senja. Dan duduk manis di depan teras dengan the hangat mu. Katamu, kau akan baik baik saja saat aku tinggal pergi. Buktinya suara tangis mu terdengar sejauh ini. Ibu berbohong, ia sedang tidak baik baik saja. Ia sedang merindukan anaknya. Dan ternyata ia tidak pernah rela atas kepergian anaknya. Bu, maaf sempat lupa. Ternyata aku sudah terlalu jauh perginya. Maaf sering mengabaikan rindumu. Jujur, disini aku lemah. Aku tidak sekuat di ceritamu. Kau pernah bilang. “kuat kuat hidupnya ya nak” Asal ibu tau itu adalah kalimat obat paling indah yang pernah aku dengar dari ibu. Sesederhana itu. Selamat hari ibu Baik yang masih ada atau yang sudah tiada Baik yang jauh maupun yang di depan mata Ibu, akan tetap menjadi ibu Dan sebesar apapun kita, tetap anak kecilnya ibu Bu, Jujur Ini Berat


TANGIS YANG TIDAK BUTUH TENANG Dari banyaknya cara merayakan kesedihan. Kadang ada tangis yang tidak butuh di tenangkan. Ajarkan aku tentang bagaimana caranya hidup. Maka akan ku beri tahu mana saja yang sudah mati dari hidup ku. Wajar kalau aku menangis untuk malam ini. Karena masalahku tidak berhak manusia lain tau. Bukankah sekarang ini semua manusia sedang tuli. Jadi bagaimana caranya aku untuk bercerita. Di saat semua orang ternyata hanya sekedar ingin tahu. Tidak sedang benar benar peduli. Bahwa ada jiwa yang harus pulih dari sakitnya. Berjuang untuk memenangkan pertengkaran dengan egonya sendiri. Karena menurut ku, sedih yang paling tidak bisa di terima adalah. Ketika kita kecewa dengan diri sendiri. Hampir setiap hari aku meng-iyakan semua masalah yang datang. Seperti mempersilahkan orang lain masuk. Untuk sekedar memberi luka yang lebih dalam lagi. Merusak bagian rumah paling penting. Yang susah payah ku susun dengan rapi. Semakin dalam semakin lancang. Hingga membuatnya porak poranda. Kenapa manusia sejahat itu ya ? Kenapa rasa kecewa lebih sering kita temukan daripada bahagia. Mati matian aku mempelajari isi kepala manusia lain. Hanya untuk menemukan jawaban tentang. Mengapa manusia bisa tega menyakiti manusia lain. Bukankah kita sedang sama sama hidup ya. Jadi bukan kamu yang mau bahagia. Bukan Cuma kamu yang lagi cari bahagia. Pergilah, sejauh yang kita bisa lari. Sampai semoga aku tidak melihatnya lagi. Barang sekali pun. Aku sudah sampai di titik. Dimana tangisanku sudah tidak butuh tenang. Jadi biarkan aku menangis sejadi jadinya. Setidaknya biar aku tau, gimana rasanya kecewa yang paling dalam. Maka akan aku maafkan bagaimana rasa sakitnya. Biar aku paham. Tangis Yang Tidak Butuh Tenang


Biar aku mengerti. Biar aku tidak menyakiti orang lain di depan nanti. Maka akan aku habiskan semuanya kali ini. Aku tidak mau ada sisa. Aku mau semuanya selesai. Seperti selesainya orang yang sudah mati rasa. Seperti selesainya orang yang sudah selesai. AKU YANG DULU KEMANA YA Aku yang dulu kemana ya Dari banyaknya kehilangan yang pernah aku alami Satu-satunya yang paling aku rindukan Adalah diriku yang dulu Aku dan diriku sudah lama asing mungkin kita sudah tidak saling kenal Sudah lama saling hilang Izin untuk terus hidup ya, walau Sebagian dari diriku sudah lama mati Ini bukan sosok diriku yang aku kenal dulu Aku yang banyak ketawanya itu sekarang sudah hilang Sisa aku yang berantakan dan mengecewakan Aku yang dulu banyak bercanda, sekarang jadi yang paling banyak diamnya Aku yang dulu sudah lama mati, hanya saja jantungnya masih berdetak Sedang payah-payahnya mencari tahu apa maknanya hidup Aku yang dulu kemana ya Aku rindu senyumnya yang hangat bak manusia paling bahagia Bingung banget kenapa sekarang jadi seperti ini Semua dari diriku hilang, seperti hujan yang berpamitan kepada awan Jadi jangan tanya kenapa aku yang dulu dan sekarang berbeda Karena aku pun sedang mencarinya Barangkali hilang dibawa badai yang selama ini datang Atau mungkin dalam perjalananku kehilangan banyak orang Tanpa sadar aku membunuh diriku sendiri Akibat sering menomorduakannya, karena dulu aku suka mendahulukan kebahagiaan mereka Diatas kebahagiaanku sendiri Aku Yang Dulu Kemana Ya


Jauh setelah itu aku sadar, aku yang membunuh diriku sendiri Membuatnya hilang mengganti senyum jadi diam Mengganti tawa jadi airmata Aku yang sekarang mahir bermain peran Suka pura-pura bahagia walaupun kadang sedang menyembunyikan luka yang paling parah Padahal, dulu aku bahagianya gak pura-pura Tidak ada yang lebih indah dari melihat semangatku yang dulu Yang percaya dengan mimpi-mimpinya Yang ambisi dengan harapannya Tidak ada yang lebih indah dari melihat diri ini Kembali bahagia dan semangat denga napa yang dicita-citakannya Tidak seperti sekarang, Yang membiarkan semuanya mengalir apa adanya Tanpa harus ada yang dikejar Aku yang dulu mungkin kelelahan Mungkin ia sudah menyerah sejak lama Hanya saja pandai menyembuyikannya dalam berbagai kata gapapa Kalau saja ada satu hari dimana aku bertemu dengan aku yang dulu Aku ingin memeluknya sekencang-kencangnya Sepertinya ia kelelahan diajak berpetualang sejauh ini Matanya sudah sayu, tidak semenarik dulu waktu dunia sedang seru-serunya Untuk aku, kita boleh kehilangan masa-masa bahagia itu Kita boleh menangisinya sesering mungkin Hanya jangan pernah jadi jahat buat manusia lain ya JANUARI AKU NYERAH kali ini aku menyerah, aku memilih mundur dan berhenti mendambakanmu karena ternyata kamu sudah jadi milik orang lain dan maaf kali ini aku tidak bisa lagi menutupi rasa sedihku yang paling dalam mungkin kemarin-kemarin bisa, untuk sekedar tersenyum melihatmu bahagia tapi nyatanya diri aku yang lain justru malah menangis aku yang sangat mendambakanmu aku yang sangat melindungi kamu, menjagamu, mencintaimu walau tanpa kamu tahu Januari Aku Menyerah


tugasku selesai kasih, lukamu sudah sembuh, dan dialah pemenangnya sedang akulah pecundangnya aku yang kalah dengan perasaan ini perasaan yang sudah lama aku bangun sendirian tanpa kamu tahu aku sudah menaruh rasa dikamu sejak pertama kali kamu basuh airmataku terima kasih, karena sudah menjadi satu-satunya orang yang tidak pergi saat duniaku runtuh senang pernah berbagi cerita denganmu senang pernah menjadikanmu tujuan walau sekarang tujuanku buntu aku kehilangan arah juga kehilangan diriku sendiri setidaknya untuk kamu bahagia, aku akan lakukan semua termasuk ketika aku harus meninggalkanmu juga melupakanmu tapi maaf untuk perihal melupakan, mungkin agak sedikit lama mungkin butuh waktu yang panjang untuk aku bertemu dengan diriku sendiri dimasa lampau untuk memaafkannya karena sudah terlalu bodoh untuk memendam rasa yang harusnya tersampaikan sebelum kamu pergi aku memang manusia tanpa kata jadi memang aku yang salah aku yang salah tidak memberi tahumu perihal rasaku aku yang salah tidak mengenalkanmu dengan sosok diriku yang sangat mendambakanmu jadi untuk kekalahan ini, akan aku terima dengan sangat lapang dada kamu bahagia terus ya izinkan aku tetap mendambakanmu dari jauh walau tanpa kata walau tanpa suara dengan diam pun rasaku akan tetap sama tetap akan menjagamu tetap akan mencari tahu tentangmu, tentang kabarmu hingga tentang hari-harimu maaf sempat lancang mencintaimu diam-diam aku pamit ya, dan kamu gak harus tahu alasan tentang kenapa akhirnya aku memilih mundur aku takut bahagiamu patah, jadi biarkan saja kali ini aku yang patah sendirian kembali berantakan, kembali lagi dengan kekacauan yang aku sudah hafal betul rasanya Januari Aku Menyerah


januari kali ini selesai, kisah kita juga titip salam buat kekasihmu kasih karena mulai hari ini aku pun berhenti menyebutmu kasih selamat jalan manusia yang paling akan aku rindukan BIARKAN TANGAN TUHAN YANG BEKERJA Jauh jauh mencari ketenangan seperti yang kamu butuhkan saat ini, hanya perlu berdamai dengan kenangan. Sesulit sulitnya buat sembuh rasanya pulang ke rumah sendiri adalah jawaban dari semua obatnya. Bukan rumah yang itu, tapi rumah yang isinya hanya kamu dan dirimu sendiri yang paham. Tentang bagaimana caranya merelakan dan melepaskan. Yang kadang tidak harus di iklaskan. Kamu bohong, kalau misalnya kamu bilang sudah iklas. Seseorang yang sudah benar benar menerima lukanya. Tidak akan pernah membahas lukanya lagi kepada siapapun. Jadi kalau kamu masih suka mengeluh. Sika menyesal yang sudah sudah. Bahkan suka menceritakannya lagi kepada orang baru. Tandanya kamu masih belum iklas. Tandanya kamu masih belum berdamai. Mungkin. Kalau tidak di jatuhkan dulu. Kamu akan selamanya lupa bahwa ini Cuma dunia. Ini Cuma hidup. Yang sekenarionya sudah di atur sama tuhan. Kita hanya memerankan. Tidak berhak menyalahkan. Kadang memang ketika kita meminta bahagia. Tuhan justru beri kita luka. Agar ketika bahagianya beneran datang. Kita tau bagaimana maknanya. Dan cara mensyukurinya. Tuhan baik tau. Cuma kadang kita yang jarang paham bahwa tuhan itu baik. Sesekali coba lihat dirimu. Berapa kali patah hati. Yang padahal tuhan sudah jelas jelas memintamu buat jangan terlalu berharap dengan manusia. Jangan mengharapkan kebaikan dari manusia. Karena kadang tuhan cemburu sama kita. Soalnya kalau kita menangis. Yang kita cari bukan tuhan. Tapi malah manusia lain. Biarkan Tangan Tuhan Yang Bekerja


Yang padahal manusia di bumi tidak ada yang benar benar peduli. Kadang mereka hanya ingin tau. Tidak sepenuhnya benar ingin membantu. Sia sia kita jadi manusia baik. Kalau kita tidak pernah punya hubungan baik dengan tuhan. Sia sia kita berdoa kalau kita masih selalu ragu dengan keputusan tuhan. Sekali lagi. Jangan cari bahagia. Tapi carilah ketenangan. Yang di mana kamu bisa mensyukuri hidup untuk satu hari lagi di bumi. Sesederhana. Masih di beri nafas saja itu sudah luar biasa. Berhenti menggantungkan diri pada manusia. Mulailah menceritakan apa apa yang membuatmu lelah kepada tuhan. Siapa tau tuhan bisa bantu. Bukankah. Masalahmu itu hanya sebagian kecil dari kehendak tuhan yang tidak mungkin tidak ada jalan keluarnya. Kamu hanya perlu menjadi manusia baik. Maka semuanya akan tenang. Kamu hanya perlu sabar. Dan sekarang biarkan tangan tuhan yang bekerja. AKU KESEPIAN DAN SENDIRIAN Hai..... Selamat malam semuanya, kamu apa kabar ? Lagi seneng atau lagi sedih ? Gimana perasaannya ? Jadi di sini di episode kali ini aku pengen nanyak ada yang lagi kesepian gak ya ? Kalau iya, aku buat episode kali ini spesial banget untuk sahabat ku semua. Episode ini, aku kasih judul “Aku Kesepian Dan Sendirian” Jadi apakah kamu udah siap buat ngobrol sama aku ? Are you guys ready ? To talk with me again ? Udah siap dong pastinya, tanpa harus berlama lama lagi yuk langsung aja kita mulaikan. If you’re searching for this topic baby, please listen carefully cause we will deep dive together. Gue eko dengan cerita sebelum tidur. Menemani kalian mengudara dengan sebuah cerita yang semoga..... Ada maknanya..... Amin.......... Aku Kesepian Dan Sendirian


Waktu aku mau nulis cerita ini tiba tiba, hujan gerimis ni di sini jadi semakin dingin deh, tapi gak papa jadi semakin seru ceritanya. Oh iya, malam ini perasaan aku ga enak banget, perasaan aku kayak ga tenang aja, aku udah coba baca baca buku, tapi masih ngerasa gak enak dan yah ternyata aku kangen aja sama seseorang kangen banget, kangen ngobrol banreng. Okey aku pengen nanyak lagi, pernah gak di fase capek dan pengen banget cerita, pengen banget berkeluh kesah nuangin semuanya tapi gak punya siapa siapa. Gak ada satupun orang yang bisa kita ajak buat ngobrolin soal itu padahal sebenarnya orang orangnya ada gitu tapi kita ga bisa reach-out mereka. Di fase pengen banget ngobrol, pengen banget bertukar pikiran gak usah ngobrolin masalahnya deh, ngobrolin apapun gitu. Tapi, ujung ujungnya Cuma di pendem sendiri, ya ? Gak enak banget, gak enak banget saat semuanya berubah jadi gak baik baik aja. Bahkan, saking capeknya tuh jadi, sampek nangisin diri sendiri. Kalian pernah gak si nangisin diri sendiri ? Nangisin diri sendiri is another level of pain ya, its heart rasanya kadang nyesek banget tapi gimana ya gak tau gitu cara jelasinnya gimana. I feel something wrong with ny self, tapi aku juga gak tau bagian apa yang salah Cuma rasanya gak enak aja, rasanya gak nyaman. Setiap mau tidur ni... pernah gak si kalian relate ga sih sama kondisi kayak gini ? Setiap mau tidur sebenarnya sudah ngantuk banget udah tinggal tidur pulas aja gitu tapi gak bisa, gak bisa langsung terlelap malah overtingking gak jelas, mikirin hal hal yang belum tentu terjadi takut sendiri dek dekan sendiri akhirnya perasaannya bukanya makin tenang malah semakin gak karuan. Kalian kayak gitu juga gak si ? Dulu, rasanya semudah itu ya ngobrol sama temen kita sama orang orang yang kita sayang, aku juga ngalamin sih. Dulu waktu STM atau pas awal awal Masuk Kuliah buat ketemu sama temen temen tuh gampang banget gitu, gampang banget buat nongkrong bareng, kadang gak usah ngobrolin masalahnya deh ngobrol apapun asal gak sendirian dan gak membiarkan diri kita tenggelam sama rumitnya kisah kita. Tapi sekarang sudah susah gitu, susah ya kenapa ini, ya karena we grow up and sometimes grow up means letting go. Terkadang ketika kita dewasa itu artinya daalah melepaskan, melepaskan apa aja nih kak ? Melepaskan semuanya, melepaskan orang orang yang sebelumnya selalu ada, melepaskan temen temen kita, melepaskan temen dekat kita, semuanya berubah, semuanya menghilang, semuanya hanya bersinggah ternyata. Jujur, aku kesepian banget aku ada temen tapi ngerasa sendirian banget, rasanya gak enak ya ? Pengen cerita tapi gak tau harus cerita kesiapa ? Semuanya hanya bisa di pendam sendiri pada akhirnya, waktu pas di posisi kayak gini tuh rasanya gak karuan beneran. Kadang, diri sendiri kita pun gak ngerti kalau kita lagi merasakan kayak gini. Waktu pas itu aku selalu ke-triggered soalnya keinget dulu thu, apa apa gampang banget buat cerita. Tapi semakin dewasa entah ya kita jadi semakin tertutup gitu lho sama perasaan kita, khan jadinya orang orang jadi ga tau sama apa yang kita rasain, orang orang gak ngerti dan orang orang taunya kita bahagia bahagia aja. Dulu ketika aku punya temen yang baik banget aku kaget gitu, ini udah aku ceritain di episode podcase kita dan waktu yang judulnya “pertemanan kita berakhir” itu lengkapnya di situ. Ketika punya temen yang baik aku kaget karena aku growing up dari sendirian, terus apa apa di lakuin sendiri terus aku juga sempat di bully waktu itu dan ketika ada orang yang mau temenan sama aku, aku kaget, ada ya ? Ada ya orang yang mau ngobrol sama aku, mau nemenin aku, mau kasih support buat aku. Aku Kesepian Dan Sendirian


Aku yang sebelumnya selalu ngerasa bahwa i am not enough tapi mereka bisa ngeliat diri sisi yang beda gitu, dan pada akhirnya aku ketergantungan sama kehadiran mereka. Aku ketergantungan yang akut banget semua aku ceritain ke dia, semua hal aku bagi, aku gak sadar bahwa setiap orang thu punya titik lelahnya masing masing. Hal hal yang semula menyenangkan berubah jadi hal hal yang menyedihkan. It’s hard actually it’s hard to apa ya remember that dulu aku sama temenku thu se-close itu, sedeket itu, buat back again bahwa everything changes people changes and its hard actually and its hurt. Rasanya sakit sih, rasanya sakit ketika kita sadar bahwa yang kita rasain adalah perasaan kesepian kadang kita gak mau ngakuin itu, kita kadang bingung, apa si yang sebenarnya ada di hati kita ? Ternyata adalah kesepian, kesepian yang dalem banget, sendirian dan gak enak perasaannya. Akhirnya ketika itu terjadi di aku aku coba untuk oke aku nikmatin dulu deh rasa sakitnya, susah banget emang buat menikmati rasa sakit, buat menjalani aja susah apa lagi buat nikmatinnya. Tapi aku selalu percaya bahwa selalu ada pelajaran dan makna yang meskipun emang aku gak tau apa maknanya, aku emang gak tau pelajaran apa yang bisa aku ambil setelahnya, Tapi, ketika aku lagi kesepian aku mencoba buat balik ke diri aku sendiri, aku mencoba buat pelan pelan balik lagi buat nanyak sebenarnya apa sih yang salah ? Aku jadi sadar bahwa oh iya yah, mungkin, jadi dewasa adalah ketika kita mungkin orang orang yang dulunya selalu ada di samping kita harus pergi ninggalin kita. Kenapa ? Ya agar kita sadar bahwa semua orang pasti bakalan pergi semua ya, semua orang itu pasti bakalan pergi gak ada yang abadi, gak ada yang tetep, gak ada yang selamanya. Buat kita sadar juga bahwa yang kita punya pada akhirnya ya Cuma diri sendiri, pada akhirnya yang jadi temen kita ya diri sendiri. Jadi buat yang lagi kesepian, yang lagi sendirian, tolong bertahan di sana ya. Aku tau banget kok rasanya gak enak banget kalau lagi sendirian. Aku tau banget kok perasaannya sesek banget kalau lagi sendirian. Kayak kita lagi masuk ke ruangan yang kosong hampa tapi sesek, susah banget di jelasinnya tapi gak enak. Bertahan dulu ya ? Nanti lama – lama semuanya akan membaik pelan – pelan, emang gak langsung membaik Cuma aku yakin gitu semuanya pasti bakalan baik – baik aja. Kalau aku boleh jujur lagi, i need someone to talk but there is not there is no someone. Yang aku punya just my self, yang aku punya Cuma diri aku sendiri gitu lho. Berat dan sulit tapi mau gimana ? Jadi buat semua sahabat – sahabat ku yang lagi baca cerita ku ini, karena aku juga sama aku menulis cerita ini waktu aku lagi ngerasa kesepian banget. Temen – temen aku pada sibuk sendiri – sendiri, semua orang punya banyak aktifitasnya dan lain – lain, aku gak bisa egois, aku gak bisa menuntut mereka buat selalu ada buat aku buat maksa mereka untuk nemenin aku terus. Siapa emangnya ? Inget, bumi ini berputar gak Cuma buat kita tapi buat semuanya. Jadi buat kamu yang lagi baca cerita ku ini yang mungkin lagi di fase yang sulit banget kamu harus tau bahwa you have your own self and its enough its more than enough kamu pasti bisa, akan selalu bisa seperti biasanya. Semangat ya. Aku Kesepian Dan Sendirian


FEBRUARI DAN PATAHNYA Februari dan patahnya ternyata memang baik ya menertawakan luka Membuatnya menjadi riang ditengah keramaian Walau setelah itu menangisinya kembali dalam hening dan kesendirian Tidak ada yang berubah untuk februari kali ini Hanya saja diri lebih kuat karena sebelumnya sudah usai ditampar kenyataan Bahwa memang benar, gak semua orang kuat Gak semua orang mampu bertahan Tapi lagi-lagi diri ini justru bisa terus melangkah Bahkan lebih dari bertahan Peluk erat untuk diri yang sangat lelah Kamu luar biasa sudah berani hidup sampai hari ini Meskipun kenyataan tidak berjalan denga menyenangkan Masih ada nafas yang harus dilanjutkan Setidaknya untuk udara segar dipagi hari Atau mungkin untuk lelah yang setiap malam jadi teman tidur paling hangat Karena itu ia bisa tidur lelap tanpa bertemu dengan dirinya Salam hangat untuk diri yang pandai berpura-pura Menangislah sekeras-kerasnya, selamat merayakan kegagalan Dari dalam kamar yang hening dan dingin itu Teriaklah dibalik bantal, agar tidak ada yang merasa terganggu Agar tidak ada yang tahu bahwa kamu sedang banyak lukanya biar gak ngerepotin banyak orang, untuk masalah yang datangnya bertubi-tubi karena gak semua orang peduli, bahkan ketika kamu mati pun mungkin tidak ada yang menangisimu jadi menangislah untuk dirimu sendiri agar besok kita bisa tertawa lagi didepan orang-orang selamat melanjutkan tipuanmu itu ya selamat berpura-pura kembali besok pagi sampai nanti suatu hari tangismu akan pecah didepan mereka karena bebannya sudah tidak kuat ditampung sendirian karena jujur kamu pasti butuh setidaknya satu pundak buat bersandar dari riuhnya keadaan kalau sekarang tidak ada, pundakmu lah satu-satunya tempat menaruh beban rebahkanlah dalam tidur yang paling tenang, suatu hari kamu pasti akan ada disana dimana hidup akan berjalan dengan sangat bahagia karena hari ini sedihmu pun tidak main-main dalamnya kelak hari itu akan ada kelak kamu pun pasti akan tertawa namun tidak dengan pura-pura Februari Dan Patahnya


tidak ada yang perlu dikhawatirkan diri ini hanya butuh rehat sejenak dari rumitnya hidup yang tak kunjung usai dari patahnya hidup yang tak kunjung tumbuh seperti apa kata banda neira namun tetap yakin hidup akan berubah menjadi akhir yang bahagia selamanya semoa kelak, kita sama-sama sampai disana ya ditengah kerumunan orang yang sedang memuji kerja keras kita AKU KEHILANGAN KAMU Kalau memang akhirnya kamu bukan untuk aku Tenang, aku masih hidup sendiri kok Sama persis waktu sebelum kamu datang Kembali lagi berteman dengan kesepian Walau mungkin akan sedikit berantakan Tapi jangan khawatir Aku masih bisa handel ini sendirian kok Aku masih bisa hidup, walau tanpa tujuan kaki ku akan terus berjalan entah kemana ia akan membawa aku pergi setidaknya aku pun akan menjauh dan menghilang sama seperti apa yang kamu lakukan Aku pun akan melakukan itu pada diriku sendiri dimana aku akan menjauh dari diriku sendiri mencoba melupakan tentang apa-apa yang menyakitkan hingga nanti seseorang akan menemukanku dalam keadaan yang sangat mati rasa semoga tidak lama lagi kamu akan bertemu bahagiamu ya maaf kalau mungkin sama aku kurang bahagia karena bisaku hanya segini. Aku pun bukan manusia yang bisa menjanjikan hidup bahagia kepada semua orang tapi aku tahu tentang gimana caranya menjaga, merawat, hingga menghargai siapapun orang yang sedang ada disampingku sama seperti apa yang aku lakukan ke kamu Aku Kehilangan Kamu


tenang, tentang aku bisa kamu lupakan saja semuanya, sesegera mungkin ya jangan lagi ada sisa biarkan kamu mengembara kemana pun kamu akan berkelana Tentang aku biarkan aku yang tanggung sendiri toh dari awal juga aku sadar hanya aku yang terlalu dalam ke kamu tapi kamunya enggak jadi kalau toh lukanya juga sama dalamnya biarkan ini jadi luka yang akan aku sembuhkan sendiri Entah bagaimana pun caranya entah harus disembuhkan atau tidak entah harus dikenang atau mungkin harus dilupakan Aku kehilangan arah dengan apa yang harus aku lakukan Jujur aku bingung tentang bagaimana hancurnya aku dengan mudah aku berjanji akan melupakan tapi dengan susah payah juga usahaku untuk merelakan setidaknya terima kasih untuk semua hal-hal baik yang pernah kamu ajarkan kepadaku tentang pahitnya dunia yang dulu kita rayakan bersama hingga tentang pelukan yang hanya bisa meredakan Sekarang aku kehilangan itu aku kehilangan kamu tepat ketika aku kehilangan diriku sendiri jadi biarkan semuanya mengalir saja apa adanya janji tidak akan merepotkan semua orang akan ku usahakan sembuh secepat mungkin jangan cari aku lagi ya Aku sedang berusaha mengahapus semua memori tentang kamu jangan pernah kembali lagi atau aku akan hancur kembali berjanjilah untuk pergi selamanya dari hidupku berjanjilah untuk tidak akan menemuiku lagi dalam apapun keadaanmu aku sedang mengubah semua pedulianku tentang kamu menjadi sebuah rasa tidak peduli yang harus aku pelajari sedemikian rupa pergilah untuk selamanya sampai dimana aku akhirnya lupa bahwa kamu pun pernah ada dihidupku Aku Kehilangan Kamu


UNTUK DIRI YANG SEDANG LELAH dunia memang lagi balapan tapi kita gak harus ikutan hai diriku, semoga kamu bisa dengar ini pelan-pelan kita bertemu lagi, dalam satu ruang kecewa kamu apa kabar? baik-baik sajakah? mari berpelukan, nampaknya kamu sedang lelah maaf untuk banyaknya trauma yang sudah aku ciptakan sekarang coba lihat bahumu, pundaknya sudah tidak sekokoh dulu lagi sedang matamu juga sembab, seperti tidak mahir menahan airmata kamu sering nangis ya belakangan ini? mungkin karena kita terlalu keras berjuangnya kadang sedikit memaksa dunia untuk melihat kita sedangkan dunia enggan membuka mata maaf ya, larinya terlalu kencang aku tahu maksudnya baik, tapi memang tidak bisa buru-buru tugas kita hanya berusaha, dan yang menentukan hasil adalah tuhan mungkin memang bukan hari ini bahagianya mungkin memang bukan saat ini tertawanya lukanya memang gak main-main tapi roda kehidupan akan terus berputar aku masih percaya matahari terbenam juga akan terbit kembali dan aku pun percaya, matahari akan terbit dari barat dan manusia gak lagi berburu senja yang sementara itu lihatlah pundakmu masih penuh dengan harapan yang harus diwujudkan jangan pulang sekarang ya jangan nyerah sekarang kita bisa kok dulu kita pernah berjanji untuk melewati ini sekuat-kuatnya dulu juga kita pernah jatuh, tapi kemudian kita bangkit kembali mungkin kali ini maksudnya tuhan mau menaikkan derajat kita makanya dikasih ujian yang sangat berat biar kita cepat naik kelas biar kita gak diremehin lagi sama banyak orang tau kan gimana rasanya diremehin orang ketika kita gak punya apa-apa masih ingat alasan kita bertahan sejauh ini? orang rumah iya, mereka sedang menunggu kepulangan kita dengan membawa besarnya keberhasilan kita disini Untuk Diri Yang Sedang Lelah


membawakannya kabar baik biar mereka bahagia kamu harus terus ingat alasan tentang kenapa kamu harus bertahan agar kita tidak direndahin orang lagi terlebih keluarga, agar seisi rumah bangga dengan kita walau keliatannya jauh banget tapi aku yakin kita bisa kok kita kuat, kita mampu walaupun sekarang kita belum jadi apa-apa karena sejatinya, hidup ini bukan hidup untuk diri sendiri tapi juga hidup ini hidup untuk keluarga dan orang-orang sekitar yang kita sayang pelan-pelan ya peluk hangat buat semua perjuangan itu peluk erat buat setiap perjalanan yang kita lewati dengan tangisan harus terus hidup ya jangan pulang dulu masih mau kan berjuang sekali lagi walau dunia tidak pernah melihat kita masih ada tuhan yang mau melihat usaha kita untuk diriku terima kasih kerja samanya mari kita lanjutkan petualangannya YA TUHAN CAPEK BANGET Kalau memang akhirnya kamu bukan untuk aku Tenang, aku masih hidup sendiri kok Sama persis waktu sebelum kamu datang Kembali lagi berteman dengan kesepian Walau mungkin akan sedikit berantakan Tapi jangan khawatir Aku masih bisa handel ini sendirian kok Aku masih bisa hidup, walau tanpa tujuan kaki ku akan terus berjalan entah kemana ia akan membawa aku pergi setidaknya aku pun akan menjauh dan menghilang sama seperti apa yang kamu lakukan Aku pun akan melakukan itu pada diriku sendiri dimana aku akan menjauh dari diriku sendiri mencoba melupakan tentang apa-apa yang menyakitkan hingga nanti Ya Tuhan Capek Banget


seseorang akan menemukanku dalam keadaan yang sangat mati rasa semoga tidak lama lagi kamu akan bertemu bahagiamu ya maaf kalau mungkin sama aku kurang bahagia karena bisaku hanya segini. Aku pun bukan manusia yang bisa menjanjikan hidup bahagia kepada semua orang tapi aku tahu tentang gimana caranya menjaga, merawat, hingga menghargai siapapun orang yang sedang ada disampingku sama seperti apa yang aku lakukan ke kamu tenang, tentang aku bisa kamu lupakan saja semuanya, sesegera mungkin ya jangan lagi ada sisa biarkan kamu mengembara kemana pun kamu akan berkelana Tentang aku biarkan aku yang tanggung sendiri toh dari awal juga aku sadar hanya aku yang terlalu dalam ke kamu tapi kamunya enggak jadi kalau toh lukanya juga sama dalamnya biarkan ini jadi luka yang akan aku sembuhkan sendiri Entah bagaimana pun caranya entah harus disembuhkan atau tidak entah harus dikenang atau mungkin harus dilupakan Aku kehilangan arah dengan apa yang harus aku lakukan Jujur aku bingung tentang bagaimana hancurnya aku dengan mudah aku berjanji akan melupakan tapi dengan susah payah juga usahaku untuk merelakan setidaknya terima kasih untuk semua hal-hal baik yang pernah kamu ajarkan kepadaku tentang pahitnya dunia yang dulu kita rayakan bersama hingga tentang pelukan yang hanya bisa meredakan Sekarang aku kehilangan itu aku kehilangan kamu tepat ketika aku kehilangan diriku sendiri jadi biarkan semuanya mengalir saja apa adanya janji tidak akan merepotkan semua orang akan ku usahakan sembuh secepat mungkin jangan cari aku lagi ya Ya Tuhan Capek Banget


Aku sedang berusaha mengahapus semua memori tentang kamu jangan pernah kembali lagi atau aku akan hancur kembali berjanjilah untuk pergi selamanya dari hidupku berjanjilah untuk tidak akan menemuiku lagi dalam apapun keadaanmu aku sedang mengubah semua pedulianku tentang kamu menjadi sebuah rasa tidak peduli yang harus aku pelajari sedemikian rupa pergilah untuk selamanya sampai dimana aku akhirnya lupa bahwa kamu pun pernah ada dihidupku TUHAN BERI AKU TENANG Rasanya, pagi hingga menjelang sore masih baik – baik aja, rasanya, sedari tadi, gua juga sudah mengusahakan hal- hal sebaik mungkin yang gua bisa, tapi entah kenapa ya ? saat malam datang thu, tepatnya ketika hendak menjelang tidur, perasaan – perasaan aneh dan pikiran – pikiran yang memberatkan seketika datang begitu saja. Tanpa di mintak, tanpa aba – aba, Kalian sering ngerasain kayak gitu gak si ? Siangnya, sorenya semua berjalan baik – baik aja gak ada pikiran – pikiran yang ngebawa kita terbang begitu jauh dan gak ada perasaan – perasaan ngerasa bersalah Cuma waktu malem thu kenapa ya ? Kenapa ada pikiran – pikiran yang ngebawa kita ke sebuah lorong gelap yang bikin kita thu kadang ngerasa capek banget, ngerasa takut, ngerasa gak pantas dan juga perasaan – perasaan lain yang anehnya datangnya kalau malam aja. Biasanya orang menyebutnya dengan Overtingking dan gue adalah orang yang selalu senantiasa menghargai setiap perasaan yang datang. Jujur awalnya juga gue aneh dan kaget gitu akan hadirnya perasaan – perasaan gelap kayak gini hanya semakin gue dewasa gue kira semua bakalan baik – baik aja namun justru ternyata enggak. Rasanya justru malah semakin sulit. Hai semuanya, hai orang – orang baik, gimana ni kabarnya ? sehat khan ? lagi struggling for sometthing ? atau lagi sedih banget ? atau mungkin lagi capek aja rasanya sama hidup yang berjalannya thu bikin kita thu semakin bingung. Tuhan Beri Aku Tenang


Kalian pernah gak si ngerasain kangen sama diri kalian yang dulu ? Ngerasa rindu, sama versi kalian yang dulu. Ini sebenarnya pengen nyapa aja tapi kenapa jadi deep talk, ya ? Kayak….. Ngerasa gak si, kadang waktu pas kita kecil kita pengen banget jadi dewasa, dan kita thu terlalu takut sama masa depan yang bakalan datang ke kita dan now kita thu ada di masa sekarang, kita ada di masa depan kita, kita ada di masa kita dewasa dan saat tau semuanya berjalan dengan sangat rumit kita jadi kangen dengan masa – masa kecil kita. Ya gak ? Di sini gue bakal cerita dengan sebuah topik yang mana kayak mungkin triggered warning karena bakalan bikin Overtingking banget, Cuma di sini aku pengen ngajakin kalian sadar bahwa, that’s the part or our lives yang harus kita hidupin juga dan gak bisa kita buang. Jadi mungkin tanpa harus berlama – lama lagi yuk, langsung aja kita mulaikan ir you’re searching for this topik baby please listen carefully cause we will deep dive together, gue Eko dengan sebuah cerita sebelum tidur menemani kalian mengudara dengan sebuah cerita yang semoga ada maknanya. Ada hari di mana gue merasa bahagia dan baik – baik aja, Ada juga hari di mana gue juga merasa sangat sedih, Namun gue gak tau, sebabnya apa, Kenapa ? Saat orang lain bertanya kenapa gue hanya bisa sedih gitu, karena rasanya gue udah kasih semua yang gue bisa, tapi terkadang cara kerja semesta bahkan bikan langsung memberikan timbal balik untuk kita. Hari – hari justru berjalan semakin memberatkan, mereka ada tapi gue selalu merasa sendirian. Terkadang pengen banget buat cerita, Pengen banget buat mintak tolong, Pengen banget buat mencurahkan beban yang ada dalam isi kepala tapi sama siapa ? Atau mungkin, semua terjadi karena gue sudah terlalu lama buat berpura – pura baik – baik saja ? Di depan mereka, setelah seharian berusaha mati – matian berharap malam datang membawa seberkas ketenangan. Justru yang hadir malah perasaan – perasaan bersalah yang buat diri ini itu pengen teriak rasanya, Pengen banget di peluk tanpa harus di tanya kenapa. Pengen aja ngerasa di temenin dan gak sendirian. Tuhan….. Beri aku tenang sejenak saja merasakan indahnya hidup, Merasakan bahwa ritme hidup ini gak berjalan secepat itu dan pengen banget punya pikiran bahwa semuanya bakalan baik – baik aja. Pengen banget punya kondisi hati yang tentram, tenang, dan gak terlalu mengkawatirkan sesuatu. Gak harus terus meminta maaf meskipin kesalahannya sekecil apapun, karena takut kehilangan orang – orang yang kita sayangi. Pengen banget ngerasain hidup berjalan normal kayak dulu waktu kecil pengen banget ngerasain yang namanya bisa menikmati detik – detik yang bergulir dalam hidup dengan lebih leluasa aja, dengan lebih bahagia aja, dengan lebih nikmat aja rasanya. Tuhan Beri Aku Tenang


Bolehkan tuhan ? Tolong beri aku perasaan – perasaan lega seperti itu. Karena jujur capek banget. Capek banget selalu nyalahin diri sendiri. Capek banget beranten sama isi kepala sendiri yang gak ada habisnya. Gak ada ujungnya. Tuhan….. Beri aku tenang. Aku mohon. Karena aku lelah dan aku butuh rasa tenang itu. Untuk ada bersama aku setiap malamnya untuk menuju istirahat dan semoga semua perasaan – perasaan seperti ini kelak bisa berkurang dan bisa hilang. Jadi buat temen – temen di sini yang mungkin lagi ada di fase yang sama ni kayak aku, atau kayak temen – temen yang lainnya, I hope this eps can healed you dan bisa jadi bukti bahwa we’re struggling together dan kita gak pernah sesendiri itu. Dan aku pengen banget cerita sebelum tidur ini bisa nemenin kalian seminggu dua kali kayak di podcast kita dan waktu, habis ini jangan lupa untuk mampir ke Instagram @farel_channel31 karena di sana ada banyak banget tulisan menarik yang bisa kalian baca, so gue Eko pamit undur diri. FEBRUARI MASIH TENTANG MU Selamat bulan februari kekasih Maaf jika aku telat mengucapkannya Jangan sering keluar rumah Karena februari sering menangis Kekasih Bagaimana dengan hari – hari mu ? Jangan terlalu sibuk Hingga lupa dengan dirimu sendiri Kalau kamu ada di sini Ingin sekali rasanya aku bercerita Kalau salah satu hari terbaik ku yaitu saat menemukan mu Duduklah di sini kekasih Sudah ku sediakan the hangat lengkap dengan kacang rebus Kekasih Kalau saja aku boleh mengembalikan waktu Akan ku minta pada semesta untuk tidak pernah sekalipin menemukan mu Aku bisa mencintai mu entah dari mana aku bisa mendapatkan kekuatan itu Bersama mu Rasanya terlalu bahagia kalau hanya di lewati dengan berdian diri saja Februari Masih Tentang Mu


Kekasih Di awal bulan ini Aku masih saja belum terbiasa Menjadi apa yang tanpamu Meski aku telah kehilangan mu Aku tidak lantas menyerah Mencintai mu Akan menjadi selalu ku Kamu akan tetap tersimpan baik dalam ingatan ku Di bulan februari yang singkat ini Tersenyum lah Tersenyumlah untuk dirimu sendiri Aku tak berharap kamu bisa memberikan senyuman mu lagi untuk ku Maka dari itu Sejauh apapun jarak mu dari jangkauan ku Tetaplah tersenyum Semesta Padahal sudah ku coba Untuk selalu menyibukkan diri agar bisa melupakan mu Rasanya susah, ya ? Kekasih Jaga dirimu baik – baik di sana Selamat bulan februari kekasih Doa ku selalu menyertai mu Malam mu juga malam ku Pilu mu juga pilu ku Semoga semesta selalu menjaga dan mengabulkan seluruh permintaan mu Sungguh Perihan cinta kepada mu aku tidak pernah bercanda Sampai ketemu lagi kekasih Entah kapan semesta akan mengizinkan kita untuk lagi bersama Karena Entahlah, aku juga tidak mengerti Kenapa februari ku masih selalu tentang mu ? Selamat malam kekasih Atas nama rindu, yang terlalu pekat untuk di minum saat malam hari Februari Masih Tentang Mu


AKU GAK SELALU KUAT Semakin dewasa, semakin gak tenang ya ? Pikiran semakin berisik tiap malem Air mata dan kesepian selalu jadi teman Makasih ya ? Makasih sudah tetap bertahan sampai hari ini Semoga saya lekas sembuh dari apapun Entah kenapa tiap malem rasanya gak tenang banget Gak tenang sampai kadang nangis sendiri Kalian juga gitu gak si ? Kadang sampai capek sendiri, Mau sampai kapan ya di fase kayak gini ? Mau sampai kapan terus menerus beranten sama diri sendiri ? Terus ngebandingin diri sendiri, Terus nyalahin diri sendiri, Nyalahin keadaan, Dan rasanya gak enak banget, Gak enak banget, Hai semuanya, Kamu apa kabar hari ini ? Gimana perasaan kamu sekarang waktu baca cerita ku ini ? Lagi senang atau lagi sedih ni ? Kalau aku, Aku udah jauh lebih baik, Saat aku buat cerita sebelum tidur selalu jadi pelampiasan terbaik ku si, Dan aku bisa nemenin kalian lagi, jadi seneng banget, Makasih ya ? Makasih udah mau mampir ke cerita sebelum tidur yang aku buat ini, Udah mau baca cerita ku ini, Oh iya, Kalau kalian nyari aku, aku ada di podcast kita dan waktu yang bisa kalian dengerin di spotyfy Aku update di sana di setiap hari selasa dan minggu Aku Gak Selalu Kuat


Malem ini, Aku mau bercerita lagi, Tapi sebelum itu aku pengen tau gimana kabar kalian sekarang, Jadi kalian boleh banget cerita apapun, perasaan apapun dan apa yang lagi terjadi sama kalian, Kalian bisa DM di Instagram aku ya ? nama Instagram aku @farel_channel31 jadi, tanpa harus berlama – lama lagi yuk langsung aja kita mulaikan ceritanya pas gua melihat diri gua di cermin rasanya mix feelings, gila ya ? gila selama ini gue udah berpura – pura di depan semua orang semua ini yang gua tampilin thu, adalah gua yang selalu baik – baik aja gua yang kelihatannya gak kenapa – kenapa gua yang gak pernah sedih, gua yang gak pernah ngeluh, gua yang seakan – akan bisa menghadapi segala hal rintangan sendirian, keras banget ya sama diri sendiri ? kenapa si ? kenapa si harus kayak gini ? dan waktu pas gue lihat sekali lagi, diri gua di depan cermin, kasihan banget sama diri sendiri, bener ya ? ternyata kita baru bisa jujur di hadapan diri kita sendiri, mungkin kita bisa menipu semua orang, bahkan menipu dunia ini, but when you’re alone, just with your own self, kamu gak bisa lagi untuk bohong, kamu gak bisa lagi untuk kemana –kemana, kamu harus mengakui bahwa, ya ternyata, ternyata gua capek ya ? kenapa susah banget gitu ? Aku Gak Selalu Kuat


susah banget buat ngakui kalau lagi sedih, lagi capek, lagi gak baik – baik aja, gua selalu bantuin setiap orang, tapi kenapa gua gak pernah ngerasa di bantu ya ? gua selalu dengerin setiap orang tapi siapa yang mau dengerin gua ? iya tau kok setiap orang punya kesibukan masing – masing tapi ini bukan tentang sibuk, tau khan ? tau khan rasanya kayak di sepelekan ? tau khan rasanya kayak, lo selalu ada buat mereka tapi mereka gak pernah ada buat lo, lo selalu takut kehilangan dia tapi dia gak pernah takut kehilangan lo, kurang lebih kayak gitu lah rasanya, jujur, aku gak selalu kuat, aku juga butuh di kuatkan, butuh di dengarkan, tapi selama ini aku hanya sendirian, ngerasain sendirian padahal di tengah keramaian gak enak banget, ya ? bingung harus gimana, bingung harus ngelakuin apa, apa seharusnya gak usag gimana – gimana ya ? jadi di jalani aja, kita khan gak pernah tau apa yang bakal terjadi kedepa, kalau aku, entah kenapa kayak, aku thu gak bisa tidur kalau belum mikirin aduh besok aku harus ngapain ya ? pokoknya aku harus punya plan itu dan sebelum aku mikir ke plan itu aku selalu overtingking sama diri aku sendiri, aku selalu ngerasa ada yang salah padahal aku gak tau sebenarnya apa yang salah ? karena aku selalu ngerasa ada yang salah akhirnya aku nyalahin, aku harus mencari – cari untuk nyalahin apapun yang bisa aku salahin waktu itu, entah nyalahin diri aku sendiri, entah nyalahin perilaku aku terhadap orang lain, yang udah dari tiga tahun lalu, yang itu udah gak bisa di perbaiki lagi, Aku Gak Selalu Kuat


just for the sake of nyalahin diri ku sendiri, tiap malem juga aku ngerasa kayak, kesepian, ngerasa kayak, ternyata semakin dewasa, semakin kesepian memang, dan, semakin kesini thu gak semua hal bisa kita bagi akhirnya banyak hal yang Cuma bisa di pendem sendiri, ujung – ujungnya pusing lagi, capek lagi, kayak, kenapa ya ? kenapa jadi dewasa thukayak gini banget ? nah sekarang thu aku lagi di fase yang mana aku banyak nanyak kenapa, jujur, aku gak sekuat itu kok, aku justru setipis kapas, seremuk serpihan kaca, serentan bekas luka yang masih basah, iya aku serapuh itu, tapi sayangnya gak ada yang tau, atau mungkin dari awal mereka gak pernah mau tau ? tapi sayangnya mereka tutup mata, atau mungkin, dari awal mereka emang gak peduli ya sama aku ? tapi emangnya lu siapa ? emangnya lu siapa pengen semua orang peduli sama lo ! egois banget rasanya, thu khan, thu khan nyalahin diri sendiri lagi, kayak boleh gak si mintak tolong eh bantuin gua dong ? gua lagi pengen banget ni di temenin, gua lagi butuh banget ni di dengerin, boleh gak si kita ngomong kayak gitu tapi….. again, setiap orang punya, punya waktunya masing – masing, punya kesibukannya masing – masing, dan, dunia ini gak Cuma tentang kamu, Aku Gak Selalu Kuat


kenapa ya semua orang pergi ? kenapa aku selalu di sini sendiri ? kenapa setiap aku butuh mereka, mereka gak ada, tetapi ketika mereka datang lagi aku selalu ada, aku selalu nyempetin waktu, I do the best for them, Apakah ini sakitnya menjadi dewasa ? Apakah ini rasanya di tinggalkan ? Atau apakah ini, Rasanya gak di anggap ? Gak papa ya ? Maaf bangeet, Lagi – lagi yang keluar hanyalah kata gak papa, Gak papa, Gak papa kalau masih nangis tiap malem, Gak papa kalau masih mikirin dia yang udah pergi, Gak papa kalau kadang masih kalah sama keadaan, Gak papa, Semua itu Cuma tentang fase kok, Semoga kamu bisa melewatinya dengan baik ya, Amin, Pada akhirnya Cuma bisa bilang gak papa khan ? Apa lagi ketika di tanyak kabar, Entah kenapa di tanyak kabar semakin dewasa jadi semakin sensitif, Eh lo kenapa ? Enggak kok gua gak kenapa – kenapa, Gua baik – baik aja gitu, Kita jadi self defence, Kita jadi, Lihat ni gua thu gak papa lho, Gua thu baik – baik aja jadi lo gak perlu khawatir padahal kita thu sebenarnya thu lagi sedih, Padahal kita thu lagi gak baik – baik aja, Aku Gak Selalu Kuat


Gak papa, Udah biasa kok, Tapi dalam hati nangis, Gak papa, Tapi dalam hati kecewa, Gak papa, Tapi dalam hati mati rasa, Kadang kita engang gak ngerti ya sama apa yang lagi terjadi, Kadng kita emang kesel banget sama hari ini, Kadang yang bisa kita lakuin hanyalah merutuki diri sendiri, Kenapa selalu setiap malem si kayak gitu ? Kenapa si selalu ribut sama diri sendiri ? Kenapa ? Kenapa dan kenapa thu selalu ada dalam pikiran aku, Tapi lagi – lagi kita Cuma bisa jalanin khan ? Dan kita Cuma bisa melakukan usaha yang kita bisa, Makanya ada banyak orang yang bilang, Udah sebisanya aja, Sekuatnya aja, Secukupnya aja dan jangan pernah di paksa, Maaf ya ? Maaf karena ternyata dunia sekeras ini buat kamu, Maaf kalau usaha yang kamu kerjakan belum berbalas, Maaf kalau masih gagal dan gagal lagi, Di tinggal dan sendirian lagi, Maaf kalau lagi – lagi harus terus ngancurun diri sendiri, Tapi gua yakin gak ada yang sia – sia kok, Mungkin sekarang kita bingung kayak…… Ini sebenarnya tuhan pengen ngarahin kita kemana ya kok rasanya capek banget ? Ini sebenarnya gua pengen di kasih apa si suatu hari nanti kok rasanya berat banget sekarang ? We never know, We never know asli, Mungkin, Mungkin kita di pertemukan sama titik terendah agar kita sadar bahwa manusia memang kodratnya lemah, Bahwa manusia memang gak bisa melakukan apa – apa, Dengan itu kita jadi berdoa, Berharap dan berserah, Menyerahkan semuanya sama tuhan, Aku Gak Selalu Kuat


Mungkin memang begitu ya ? Agar kita senantiasa, Bergantung oleh yang maha kuasa, Tapi apapun fase kalian sekarang, Apapun kesedihan kalian sekarang, Sebesar apapun rasa takut yang kalian punya sekarang, Jangan mau kalah ya ? Jangan mau kalah sama itu semua, Masih banyak cita – cita dan mimpi yang harus kalian kejar, Karena kalian Cuma punya Cuma diri kalian sendiri, Barengan sama aku ya ? Karena aku pun di sini struggle banget juga gitu, Dan makanya aku bikin cerita sebelun tidur thu, Untuk bisa mencurahkan, Segala kepenatan, Dan segala keributan dalam isi kepala aku di sini, Berharap aku gak sendirian, Berharap dengan ini aku bisa nemenin kalian, Ya ? Jangan nyerah di sini ya ? Suatu hari nanti, Akan ada fase di mana lo bakalan tersenyum dan bilang, “untung gua gak nyerah di hari kemarin” Semoga kita bisa ada di fase itu ya sama – sama, Okey, Mungkin sekian dulu dari apa yang bisa gua sampein di cerita sebelum tidur ku kali ini, Seneng banget bisa nemenin kalian lagi, Ya udah mungkin cukup sekian cerita sebelum tidur kali ini gua pamit undur diri ya ? Bay…….. Aku Gak Selalu Kuat


“Mudahkan, Jangan Mempersulit, Beri Kabar Gembira Kepada Sahabat, Jangan Membuat Sahabat Mu Menjauh (Dari Dirimu), Dan Saling Membantulah, Jangan Berselisih.” Kamu Harus Terus Ingat Alasan Tentang Kenapa Kamu Harus Bertahan Agar Kita Tidak Direndahin Orang Lagi Terlebih Keluarga, Agar Seisi Rumah Bangga Dengan Kita Walau Keliatannya Jauh Banget Tapi Aku Yakin Kita Bisa Kok Kita Kuat, Kita Mampu Walaupun Sekarang Kita Belum Jadi Apa-Apa Karena Sejatinya, Hidup Ini Bukan Hidup Untuk Diri Sendiri Tapi Juga Hidup Ini Hidup Untuk Keluarga Dan Orang-Orang Sekitar Yang Kita Sayang. Muhammad Eko Saputro, Halaman 21 – Buku ini merupakan kumpulan cerita Muhammad Eko Saputra yang di beri judul “Cerita Sebelum Tidur”, Topik – Topik Cerita yang di buat terkait Cerita kehidupan sehari – hari yang di timbulkan oleh sikap dan perilaku sebagian sahabat masa kini.


Click to View FlipBook Version