i LAPORAN BEST PRACTICE GURU Metode Pembelajaran Kreatif pada Mata Pelajaran Bahasa Arab untuk SDI ‘Al Akbar” Kelas 1 Creative Learning Methods in Arabic Language For Grade 1 ‘Al Akbar’ Islamic Elementary School Oleh SUMINDAH, S.Pd Guru Pendidikan Agama Islam SDI Al Akbar – Bangsal Yayasan Al Akbar Mojokerto SEKOLAH DASAR ISLAM AL AKBAR Jl. Pendidikan No. 1 Kec. Bangsal Kab. Mojokerto 61381 Telp (0321) 5284294
ii Yayasan Al Akbar Mojokerto SEKOLAH DASAR ISLAM AL AKBAR Jl. Pendidikan No. 1 Kec. Bangsal Kab. Mojokerto 61381 Telp (0321) 5284294 LEMBAR PENGESAHAN 1 Judul Best Practice : Metode Pembelajaran Kreatif pada Mata Pelajaran Bahasa Arab untuk SDI ‘Al Akbar’ Kelas 1 2 Identitas Penyusun a. Nama Lengkap : SUMINDAH, S.Pd b. No. Induk Yayasan : c. Jabatan : Guru Pendidikan Agama Islam d. Unit : SDI Al Akbar - Bangsal e. Kabupaten : Mojokerto f. Provinsi : Jawa Timur g. Alamat Sekolah : Jl. Pendidikan No. 1 Telp (0321)5284294 Laporan Best Practice Metode Pembelajaran Kreatif pada Mata Pelajaran Bahasa Arab untuk SDI Al Akbar Kelas 1 ini merupakan hasil kerja sendiri dan telah dipraktikkan di kelas 1 (satu) pada tanggal 17 Oktober 2023 dengan hasil memuaskan. Telah disetujui dan disahkan oleh Bangsal, November 2023 Kepala SDI Al Akbar-Bangsal Penyusun (Muhammad Shirojudin, S.Pd) (Sumindah, S.Pd)
iii KATA PENGANTAR Bismillaahirrahmaanirrahiim Puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah kepada kita semua sehingga penyusunan dan pelaksanaan Best Practice ini dapat terselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Best Practice ini merupakan laporan hasil pengalaman nyata Penyusun dalam memecahkan masalah yang dijumpai sesuai dengan tujuan pembelajaran dan memiliki nilai manfaat baik secara langsung untuk Penyusun sendiri atau secara tidak langsung meliputi peserta didik, rekan sejawat, ataupun masyarakat. Best practice ini juga berisi cara pembaharuan atau inovasi untuk meningkatkan hasil pembelajaran Bahasa Arab di lingkungan SDI Al Akbar – Bangsal – Kabupaten Mojokerto itu sendiri. Penyusunan Laporan Best Practice ini dapat terselesaikan tentunya tidak terlepas adanya bantuan dari berbagai pihak. Ucapan terima – kasih Penyusun sampaikan kepada yang terhormat : 1. Bapak Kepala SDI Al Akbar – Bangsal – Kabupaten Mojokerto yang telah memberikan motivasi dan arahan selama pendampingan kegiatan mulai dari perencanaan dan pelaksanaan sampai penyusunan Laporan Best Practice ini. 2. Rekan-rekan guru Mata Pelajaran Islamic dan Bahasa Arab yang terhimpun dalam KKG Intern SDI Al Akbar – Bangsal – Kabupaten Mojokerto yang telah banyak memberikan saran dan masukan untuk penyelesaian penyusunan laporan ini. Penyusun menyadari bahwa Laporan Best Practice ini masih banyak kekurangan, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat Penyusun harapkan untuk kesempurnaan penyusunan Laporan Best Practice selanjutnya. Semoga Laporan Best Practice ini bermanfaat bagi dunia pendidikan pada umumnya dan SDI Al Akbar – Bangsal - Kabupaten Mojokerto khususnya. Terima – kasih. Mojokerto, November 2023 Penyusun
iv DAFTAR ISI Judul ………………………………………………………………............. i Lembar Pengesahan……………………………...……………………...………….. ii Kata Pengantar …………………………….…………………..………….. iii Daftar Isi ………………………………..…………………………………. iv BAB 1 AWAL Latar Belakang …………………………...……….………………….. 1 BAB II TANTANGAN Kendala dalam Pembelajaran ……….………………………………... 2 BAB III AKSI A. Persiapan …………………………….…………………………… 4 B. Pelaksanaan ………………………….…………………………… 4 BAB IV PERUBAHAN ………………………………………………… 6 Lampiran ………………………………………………………………….. 7 Daftar Pustaka …………………………………………………………….. 9
v BAB I AWAL Latar Belakang Tidak semua anak berhasil mendapatkan rasa nyaman ketika melewati proses adaptasi transisi dari PAUD ke SD. Maka peran guru sangat penting dalam masa-masa transisi tersebut. Anak dapat lebih mudah menyelesaikan masa transisi dari PAUD ke SD dengan baik jika lingkungan belajar menyenangkan dan mendukung. Sebagai seorang guru, memiliki tanggung jawab untuk membantu anak-anak melewati masa transisi mereka dengan baik. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah dengan menciptakan lingkungan belajar menyenangkan sesuai dengan karakteristik anak di usia tersebut, di antaranya senang berbicara tentang lingkungan mereka, senang bermain, senang mempraktekkan sesuatu yang baru diketahui, senang bertanya, dan senang melakukan sesuatu karena dorongan dari luar. Upaya menciptakan lingkungan belajar menyenangkan, terutama saat proses pembelajaran dalam hal ini, peran penyusun sebagai guru Islamic dan Bahasa Arab Kelas 1 di SDI Al Akbar – Bangsal – Kabupaten Mojokerto menemukan beberapa kendala atau hambatan. Problematika dalam belajar terutama Bahasa Arab di kelas 1 adalah kesulitan-kesulitan yang sifatnya linguistik dan non linguistik. Hal yang wajar karena Bahasa Arab merupakan bahasa kedua, sehingga dibutuhkan kesabaran dan keuletan. Dibutuhkan juga motivasi yang lebih agar anak selalu bersemangat dalam belajar Bahasa Arab. Selain itu ada sebagian dari kelas 1 yang belum mampu membaca huruf hijaiyah. Hal ini menyebabkan sebagaian dari mereka kurang bersemangat serta cepat dihinggapi rasa bosan atau jenuh. Kurangnya semangat ini juga dipicu adanya penempatan jam belajar pada sesi terakhir atau jam terakhir menjelang waktu pulang yaitu pada pukul 12.30 – 13.40. Semua yang penyusun paparkan di atas melatarbelakangi upaya penciptaan lingkungan belajar menyenangkan pada Pembelajaran Bahasa Arab Kelas 1 SDI Al Akbar – Bangsal – Kabupaten Mojokerto. 1
vi BAB II TANTANGAN Kendala dalam Pembelajaran Belajar Bahasa Arab tidak lepas dari problem yang dihadapi. Sebagaimana yang telah penyusun paparkan di BAB sebelumnya, ada kendala dan hambatan dalam Pembelajaran Bahasa Arab di kelas 1 SDI Al Akbar – Bangsal – Kabupaten Mojokerto. Kesulitan atau hambatan yang penyuaun temukan dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Kelas 1 SDI Al Akbar – Bangsal – Kabupaten Mojokerto, di antarnya : 1. Sebagian anak belum mampu membaca huruf hijaiyah sehingga sulit membaca kata atau kalimat dalam Bahasa Arab. 2. Sebagian anak beranggapan Bahasa Arab sulit dipelajari sehingga kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran terutama di jam – jam menjelang kepulangan. Hal tersebut di atas menjadi tantangan bagi penyusun untuk menumbuhkan minat belajar dan meminimalisir kejenuhan saat belajar Bahasa Arab. Untuk itu upaya menciptakan lingkungan belajar menyenangkan dalam Pembelajaran Bahasa Arab di kelas 1 SDI Al Akbar – Bangsal – Kabupaten Mojokerto menjadi orientasi utama bagi penyusun. Salah satu upaya dalam menciptakan lingkungan belajar menyenangkan adalah pemilihan metode pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik anak di usia transisi dari PAUD ke SD, di mana anak senang berbicara tentang lingkungan mereka, senang bermain, senang mempraktekkan sesuatu yang baru diketahui, senang bertanya, dan senang melakukan sesuatu karena dorongan dari luar. Metode pembelajaran yang mampu menghadirkan lingkungan belajar menyenangkan bagi anak di usia tersebut haruslah metode pembelajaran yang kreatif atau Creative Learning Methods. Salah satunya adalah metode pembelajaran yang disebut Play Based Learning atau pembelajaran berbasis bermain. Dengan metode permainan ini, sebagai guru Islamic dan Bahasa Arab kelas 1 SDI Al Akbar – Bangsal – Kabupaten Mojokerto, penyusun berharap dapat 2
vii menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan meningkatkan minat serta motivasi anak dalam belajar Bahasa Arab. Diharapkan pula melalui metode pembelajaran berbasis permainan ini dapat dicapai empat kemahiran dalam pembelajaran Bahasa Arab, yaitu : 1. kemahiran berbicara (kalam), 2. kemahiran membaca (qira’ah), 3. kemahiran mendengar (istima’), dan 4. kemahiran menulis (kitabah) dengan baik. Apa sajakah bentuk permainan yang relevan diterapkan dalam Pembelajaran Bahasa Arab di kelas satu ? Tentu saja disesuaikan dengan karakteristik anak usia kelas satu SD. Bisa berupa bernyanyi, game online, gamegame fisik yang ringan dan menyenangkan, ataupun aktifitas kreatif lainnya. Penyusun akan paparkan pada BAB selanjutnya implementasi dari Metode Pembelajaran Kreatif pada Mapel Bahasa Arab di Kelas satu SDI Al Akbar – Bangsal - Kabupaten Mojokerto. 3
viii BAB III AKSI A. Persiapan (Pemilihan Strategi Belajar Bahasa Arab) Dalam mengajarkan Bahasa Arab tidak akan lepas dari sebuah metode dan juga media. Metode dalam Bahasa Arab adalah thariqah yang merupakan suatu rencana menyeluruh yang berkenaan dengan materi bahasa secara teratur, dimana tidak ada satu bagian yang bertentangan pada bagian yang lain. Setiap metode memiliki segi kekuatan masing- masing dan juga semua metode mempunyai kontribusi yang berarti tergantung pada kondisi yang diperlukan. Sebagaimana penyusun sebutkan pada BAB sebelumnya, bahwa untuk menumbuhkan minat belajar dan meminimalisir kejenuhan saat belajar Bahasa Arab di kelas 1 SDI Al Akbar – Bangsal – Kabupaten Mojokerto dapat disiasati dengan menciptakan lingkungan belajar menyenangkan dan ktreatif (Creative Learning Methods ). Salah satu cara adalah pemilihan metode pembelajaran berbasis bermain (Play Based Learning). Dalam hal ini penyusun berupaya mengajar Bahasa Arab dengan cara yang menyenangkan dan interaktif, melalui permainan mencari dan menemukan, menirukan bunyi dan gerakannya serta aktivitas kreatif. B. Pelaksanaan Creative Learning Methods in Arabic Language For Grade 1 ‘Al Akbar’ Islamic Elementary School atau Metode Pembelajaran Kreatif pada Mata Pelajaran Bahasa Arab untuk SDI ‘Al Akbar” Kelas 1 dengan pendekatan pembelajaran berbasis bermain (Play Based Learning ) penyusun implementasikan pada Pokok Bahasan Al Mahdhurat dengan Capaian Pembelajaran Anak mampu menirukan bunyi ujaran serta mampu menyebutkan makna ujaran terkait topik Al Mahdhurat pada hari Rabu tanggal 17 Oktober 2023. Pembelajaran diawali dengan kegiatan mencari dan menemukan rambu-rambu yang ada di dalam lingkungann sekolah. Anak diajak keluar kelas. Mereka diminta mengamati lingkungan di sekitar kelas. Kemudian menceritakan atau mendeskripsikan tanda lalu lintas yang telah ditemukan. Kegiatan di luar kelas sangat menyenangkan bagi anak. Sedangkan kegiatan mendeskripsikan atau 4
ix menceritakan tanda lalu lintas yang ditemukan, dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa anak serta membangun rasa percaya diri pada anak. Kegiatan kedua yaitu menirukan bunyi ujaran serta menyebutkan makna ujaran terkait dengan topik Al Mahdhurat. Ada yang berbeda pada kegiatan ini, yakni dengan membumbui kegiatan fisik atau gerakan dalam pembelajaran. Anak tidak hanya sekedar menirukan bunyi ujaran yang diucapkan guru, akan tetapi mereka juga diminta menirukan gerakan yang dicontohkan. Paul E Dennison menyebutkan bahwa 'gerakan adalah jalan menuju pembelajaran' artinya gerakan dapat menjadi salah satu jalur yang dapat digunakan sebagai landasan dalam pembelajaran. Howard Gardrner, Jean Ayres, Neil Kephardt, dan para pembaharu ternama lainnya dalam dunia pendidikan telah menekankan pentingnya gerakan dalam proses pembelajaran. Bahkan negara maju seperti Finlandia pun ikut menjadi pelopor dalam mengaktifkan fisik siswa dalam pembelajaran melalui gerakan yang diinisiasi langsung oleh pemerintah melalui program Finnish School on the Move (Sekolah Finlandia Bergerak). Mereka mengasumsikan bahwa gerakan dalam belajar dapat membangkitkan dan mengaktifkan kapasitas mental seseorang. Gerakan dianggap sebagai sesuatu yang sangat vital bagi semua tindakan demi mewujudkan pembelajaran yang sempurna. Kegiatan ketiga berupa aktivitas kreatif. Melalui kegiatan ini anak diajak untuk mengaplikasikan konsep yang telah didapat dalam satu kreativitas berupa satu produk 3 dimensi yakni membuat tanda larangan. Kegiatan ini melatih dan mengembangkan Fisik-Motorik anak. Selain itu pengembangan seni dan keindahan juga terjadi pada kegiatan ini. 5
x BAB IV PERUBAHAN Dengan Metode Pembelajaran Kreatif yang penyusun terapkan pada Mata Pelajaran Bahasa Arab di Kelas 1, membawa dampak positif. Hal ini penyusun ketahui melalui kegiatan refleksi di akhir pembelajaran dimana bisa dikatakan hampir 100% anak menyatakan sangat senang dengan pembelajaran yang dikemas dalam kegiatan yang kreatif , inovatif, dan menyenangkan. Anak-anak selalu bertanya Bu Guru punya mainan apa hari ini. Tak jarang ketika bertemu di waktu istirahat, mereka bertanya kapan main lagi. Melalui metode pembelajaran kreatif mampu mendongkrak minat dan semangat anak untuk belajar dan bermain Bahasa Arab. Demikianlah, secuil pengalaman yang penyusun kemas dalam laporan best practice. Penyusun berharap laporan best practice ini bermanfaat bagi penyusun sendiri serta rekan sejawat untuk bisa lebih baik ke depannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini. Akhir kata Salam Semangat untuk bersama memajukan Dunia Pendidikan ! -------------------------------------------------------- 6
xi LAMPIRAN FOTO – FOTO KEGIATAN Gambar 1 Kegiatan Mencari dan Menemukan Gambar 2 Kegiatan Menirukan Bunyi Ujaran dan Gerakannya 7
xii Gambar 3 Aktivitas Kreatif : Membuat Tanda Larangan Gambar 4 Aktivitas Kreatif : Gembira dan bangga dengan hasil karya sendiri 8
xiii DAFTAR PUSTAKA 1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022, Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan https://ditpsd.kemdikbud.go.id/transisipaudsd/ 2. Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, 2023, Cara Menciptakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan https://itjen.kemdikbud.go.id/web/cara-menciptakan-transisi-paud-ke-sdyang-menyenangkan/ 3. Aziz Muzayin, Pembelajaran Bahasa Arab Pada Anak Usia Dini Untuk Memahami Al-Qur’an. Diakses 26 November 2023, dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Pemalang. 4. Radlyiah Zainuddin, Metodologi Dan Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab, Jakarta: Pustaka Rihlah Group, 2005. 5. Siti Maesaroh, “Peranan Metode Pembelajaran terhadap Minat dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam”. Jurnal Kependidkan. Vol. 1. No. 1. 1 November 2013. 6. Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1997. 7. Azhar Arsyad, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, Surabaya: Pustaka Pelajar, 2003. -------------------------------------------------------------------- 9