The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by d400180121, 2022-02-22 12:41:55

140401019

140401019

34

3.4 Diagram Alir Analisis Radiasi

Mulai
Studi Literatur

Input parameter awal yang telah diketahui: i, n, ϕ, Lloc, Lst, A, ro, r1, rk

Tentukan nilai ß, Equation of time (E), Standart time (ST), Sudut jam (ꞷ), Sudut zenith (θz), Radiasi pada hari ke-n (Gon),
Fraksi radiasi (Ʈb), Radiasi beam (Gbeam), Radiasi difusi (Gdifusi), Radiasi total (Gtotal) dan Sudut azimuth (γs )

Validasi data

Selesai

Gambar 3.19 Diagram Alir Analisis Radiasi

Universitas Sumatera Utara

35

3.5 Diagram Alir Metode Genetik Algoritma
Mulai

Membuat fungsi

Masukkan fungsi Pembuatan populasi
baru
Tentukan batas bawah
dan atas parameter Reproduksi (Cross-over
fungsi dan Mutasi)

Tentukan populasi awal Selection
(initial population)

Fitness assessment

Kondisi Tidak
terpenuhi?

Ya

Sudut yang optimal

Selesai
Gambar 3.20 Diagram Alir Metode Genetik Algoritma

Universitas Sumatera Utara

36

BAB IV
HASIL PENGUJIAN DAN ANALISIS

Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil analisis teoritis yang meliputi radiasi total
perhari, optimasi sudut dan membandingkannya dengan hasil eksperimental.

4.1 Data Input Analisis Teoritis

Tabel di bawah menujunjukkan parameter-parameter yang diketahui pada
kondisi awal sebelum melakukan pengujian dan juga pendukung untuk
mendapatkan parameter-parameter yang belum diketahui. Data tersebut yang nanti
nya di input dengan bantuan software matlab dan dibandingkan dengan hasil
eksperimental.

Tabel 4.1 Data Input Analisis Teoritis

Simbol Nilai Satuan Keterangan
φ 3,43 ⁰ LU Posisi Lintang
Lloc 98,44 ⁰ Derajat Bujur Daerah Medan
Lst 105 ⁰ Meridian Waktu Lokal
A 37,5 Ketinggian
STD 09.00 s/d 16.00 m Standart Time
Voc 21,6 Tegangan Sirkuit Terbuka
Isc 3,06 - Arus Hubung Singkat

V

A

4.2 Analisis Perhitungan Radiasi dengan Matlab R2016a

Pada subbab ini akan ditampilkan source code yang digunakan untuk
mendapatkan hasil yang diinginkan pada Matlab R2016a. Dibawah ini adalah
source code perhitungan teoritis menggunakan software matlab pada tanggal 3, 4,
11, 12, 13, 22, 23, 24, 25, 27 Mei 2018. (Terlampir))

4.3 Data Hasil Analisis dengan Matlab R2016a
Hasil analisa dari Matlab R2016a dibawah ini akan menunjukkan radiasi total,

sudut zenith, sudut deklinasi, dan sudut azimuth untuk i pada tanggal 3, 4, 11, 12,
13, 22, 23, 24, 25, 27 Mei 2018. (Terlampir)

Universitas Sumatera Utara

37
Dibawah ini ditunjukkan grafik perbandingan perhitungan intensitas radiasi
teoritis dan hasil dari HOBO vs waktu pada tanggal 3 Mei 2018.

Gambar 4.1 Grafik Intensitas Radiasi Teoritis dan HOBO vs Waktu Pada Tanggal
3 Mei 2018

Pada grafik 4.1, terlihat bahwa radiasi tertinggi berdasarkan perhitungan
teoritis adalah sebesar 955 W/m2 yang terjadi pada pukul 12.30 WIB. Berdasarkan
HOBO radiasi tertinggi adalah sebesar 758,1 W/m2 dan terjadi pada pukul 12.21
WIB.

Hasil dari perhitungan teoritis dengan alat ukur HOBO sudah pasti berbeda.
Hasil perhitungan teoritis lebih tinggi dibandingkan dengan alat ukur HOBO hal ini
disebabkan karena pada saat menghitung radiasi teoritis kondisinya dibuat pada saat
langit benar-benar cerah sedangkan ukur HOBO menghitung radiasi matahari
berdasarkan kondisi pada saat melakukan pengujian, dimana pada saat melakukan
pengujian langit tidak begitu cerah (mendung).

Universitas Sumatera Utara

38
Dibawah ini ditunjukkan grafik perbandingan perhitungan intensitas radiasi
teoritis dan hasil dari HOBO vs waktu pada tanggal 4 Mei 2018.

Gambar 4.2 Grafik Intensitas Radiasi Teoritis dan HOBO vs Waktu Pada Tanggal
4 Mei 2018

Pada grafik 4.2 , terlihat bahwa radiasi tertinggi berdasarkan perhitungan
teoritis adalah sebesar 954,5214 W/m2 yang terjadi pada pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan HOBO radiasi tertinggi adalah sebesar 623,1 W/m2 dan terjadi pada
pukul 12.42 WIB.

Dibawah ini ditunjukkan grafik perbandingan perhitungan intensitas radiasi
teoritis dan hasil dari HOBO vs waktu pada tanggal 11 Mei 2018.

Gambar 4.3 Grafik Intensitas Radiasi Teoritis dan HOBO vs Waktu Pada Tanggal
11 Mei 2018

Universitas Sumatera Utara

39
Pada grafik 4.3 , terlihat bahwa radiasi tertinggi berdasarkan perhitungan
teoritis adalah sebesar 951,2997 W/m2 yang terjadi pada pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan HOBO radiasi tertinggi adalah sebesar 706,3 W/m2 dan terjadi pada
pukul 11.43 WIB.
Dibawah ini ditunjukkan grafik perbandingan perhitungan intensitas radiasi
teoritis dan hasil dari HOBO vs waktu pada tanggal 12 Mei 2018.

Gambar 4.4 Grafik Intensitas Radiasi Teoritis dan HOBO vs Waktu Pada Tanggal
12 Mei 2018

Pada grafik 4.4 , terlihat bahwa radiasi tertinggi berdasarkan perhitungan
teoritis adalah sebesar 950,8629 W/m2 yang terjadi pada pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan HOBO radiasi tertinggi adalah sebesar 698,1 W/m2 dan terjadi pada
pukul 12.22 WIB.

Universitas Sumatera Utara

40
Dibawah ini ditunjukkan grafik perbandingan perhitungan intensitas radiasi
teoritis dan hasil dari HOBO vs waktu pada tanggal 13 Mei 2018.

Gambar 4.5 Grafik Intensitas Radiasi Teoritis dan HOBO vs Waktu Pada Tanggal
13 Mei 2018

Pada grafik 4.5 , terlihat bahwa radiasi tertinggi berdasarkan perhitungan
teoritis adalah sebesar 950,4323 W/m2 yang terjadi pada pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan HOBO radiasi tertinggi adalah sebesar 708,1 W/m2 dan terjadi pada
pukul 12.48 WIB.

Dibawah ini ditunjukkan grafik perbandingan perhitungan intensitas radiasi
teoritis dan hasil dari HOBO vs waktu pada tanggal 22 Mei 2018.

Gambar 4.6 Grafik Intensitas Radiasi Teoritis dan HOBO vs Waktu Pada
Tanggal 22 Mei 2018

Universitas Sumatera Utara

41
Pada grafik 4.6 , terlihat bahwa radiasi tertinggi berdasarkan perhitungan
teoritis adalah sebesar 946,8523 W/m2 yang terjadi pada pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan HOBO radiasi tertinggi adalah sebesar 780,6 W/m2 dan terjadi pada
pukul 12.24 WIB.
Dibawah ini ditunjukkan grafik perbandingan perhitungan intensitas radiasi
teoritis dan hasil dari HOBO vs waktu pada tanggal 23 Mei 2018.

Gambar 4.7 Grafik Intensitas Radiasi Teoritis dan HOBO vs Waktu Pada Tanggal
23 Mei 2018

Pada grafik 4.7, terlihat bahwa radiasi tertinggi berdasarkan perhitungan
teoritis adalah sebesar 946,6024 W/m2 yang terjadi pada pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan HOBO radiasi tertinggi adalah sebesar 320,6 W/m2 dan terjadi pada
pukul 14.07 WIB.

Universitas Sumatera Utara

42
Dibawah ini ditunjukkan grafik perbandingan perhitungan intensitas radiasi
teoritis dan hasil dari HOBO vs waktu pada tanggal 24 Mei 2018.

Gambar 4.8 Grafik Intensitas Radiasi Teoritis dan HOBO vs Waktu Pada Tanggal
24 Mei 2018

Pada grafik 4.8 , terlihat bahwa radiasi tertinggi berdasarkan perhitungan
teoritis adalah sebesar 946,2464 W/m2 yang terjadi pada pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan HOBO radiasi tertinggi adalah sebesar 749,4 W/m2 dan terjadi pada
pukul 12.39 WIB.

Dibawah ini ditunjukkan grafik perbandingan perhitungan intensitas radiasi
teoritis dan hasil dari HOBO vs waktu pada tanggal 25 Mei 2018.

Gambar 4.9 Grafik Intensitas Radiasi Teoritis dan HOBO vs Waktu Pada Tanggal
25 Mei 2018

Universitas Sumatera Utara

43

Pada grafik 4.9 , terlihat bahwa radiasi tertinggi berdasarkan perhitungan
teoritis adalah sebesar 945,8978 W/m2 yang terjadi pada pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan HOBO radiasi tertinggi adalah sebesar 636,9 W/m2 dan terjadi pada
pukul 12.36 WIB.
4.4 Analisis Perhitungan dengan Genetic Algorithm

Pada subbab ini akan ditampilkan source code yang digunakan untuk
mendapatkan sudut optimasi dari panel surya dengan menggunakan parameter-
parameter yang telah dihasilkan yaitu sudut zenith dan sudut azimuth. Dibawah ini
adalah fungsi yang digunakan untuk mendapatkan sudut optimal berdasarkan
persamaan 2.5.
function Y = funcbeta(x)
Y = -(atand(tand(x(1))* cosd(x(2))))
% x1= sudut zenith
% x2= sudutazimuth
4.5 Data Hasil Analisis dengan Genetic Algorithm

Data ini berdasarkan hasil dari perhitungan dan function yang telah diberikan.
Data yang didapat berupa nilai fitness( fitness value) vs generasi (generation).
Dimana nilai fitness nilai yang menyatakan baik atau tidaknya suatu individu
sedangkan generation adalah banyaknya iterasi yang dilakukan genetik algoritma.
Berikut grafik dari optimasi sudut kemiringan pada tanggal 3 Mei 2018.

Gambar 4.10 Grafik Optimasi sudut pada tanggal 3 Mei 2018

Universitas Sumatera Utara

44
Berdasarkan gambar grafik 4.10 diketahui bahwa sudut yang paling
optimum pada tanggal 3 Mei 2018 adalah 54,3196⁰. Terdapat 2 variabel yaitu sudut
zenith (θz) dan sudut azimuth (γs) dengan batas lower bound (LB) adalah [3.721661
-87.321] dan batas upper bound (UB) adalah [54.3196 87.64019].
Berikut grafik dari optimasi sudut kemiringan panel surya pada tanggal 4
Mei 2018.

Gambar 4.11 Grafik Optimasi sudut pada tanggal 4 Mei 2018
Berdasarkan gambar grafik 4.11 diketahui bahwa sudut yang paling
optimum pada tanggal 4 Mei 2018 adalah 54,3466⁰. Terdapat 2 variabel yaitu sudut
zenith (θz) dan sudut azimuth (γs) dengan batas lower bound (LB) adalah [3.728876
-87.3238] dan batas upper bound (UB) adalah [54.34662 87.64733].
Berikut grafik dari optimasi sudut kemiringan panel surya pada tanggal 11 Mei
2018.

Universitas Sumatera Utara

45

Gambar 4.12 Grafik Optimasi sudut pada tanggal 11 Mei 2018
Berdasarkan gambar grafik 4.12 diketahui bahwa sudut yang paling optimum
pada tanggal 11 Mei 2018 adalah 54,467⁰. Terdapat 2 variabel yaitu sudut zenith
(θz) dan sudut azimuth (γs) dengan batas lower bound (LB) adalah [3,7530 -
87,4494]dan batas upper bound (UB) adalah [54,4672 87,7980].
Berikut gambar grafik dari optimasi sudut kemiringan panel surya pada tanggal
12 Mei 2018.

Gambar 4.13 Grafik Optimasi sudut pada tanggal 12 Mei 2018

Universitas Sumatera Utara

46
Berdasarkan gambar grafik 4.13 diketahui bahwa sudut yang paling
optimum pada tanggal 12 Mei 2018 adalah 54,4744⁰. Terdapat 2 variabel yaitu
sudut zenith (θz) dan sudut azimuth (γs) dengan batas lower bound (LB) adalah
[3.749242 -88.4249] dan batas upper bound (UB) adalah [54.47435 89.73621]
Berikut grafik dari optimasi sudut kemiringan panel surya pada tanggal 13 Mei
2018.

Gambar 4.14 Grafik Optimasi sudut pada tanggal 13 Mei 2018
Berdasarkan gambar grafik 4.14 diketahui bahwa sudut yang paling
optimum pada tanggal 13 Mei 2018 adalah 54,4792⁰. Terdapat 2 variabel yaitu
sudut zenith (θz) dan sudut azimuth (γs) dengan batas lower bound (LB) adalah
[3.746648 -88.4818] dan batas upper bound (UB) adalah [54.4792 89.83277].
Berikut grafik dari optimasi sudut kemiringan panel surya pada tanggal 22 Mei
2018.

Universitas Sumatera Utara

47

Gambar 4.15 Grafik Optimasi sudut pada tanggal 22 Mei 2018
Berdasarkan gambar grafik 4.15 diketahui bahwa sudut yang paling
optimum pada tanggal 22 Mei 2018 adalah 54,4146⁰. Terdapat 2 variabel yaitu
sudut zenith (θz) dan sudut azimuth (γs) dengan batas lower bound (LB) adalah
[3.670454 -88.9377] dan batas upper bound (UB) adalah [54.41462 90.7189].
Berikut grafik dari optimasi sudut kemiringan panel surya pada tanggal 23 Mei
2018.

Gambar 4.16 Grafik Optimasi sudut pada tanggal 23 Mei 2018

Universitas Sumatera Utara

48
Berdasarkan gambar grafik 4.16 diketahui bahwa sudut yang paling
optimum pada tanggal 23 Mei 2018 adalah 54,3959⁰. Terdapat 2 variabel yaitu
sudut zenith (θz) dan sudut azimuth (γs) dengan batas lower bound (LB) adalah
[3.656479 -88.981] dan batas upper bound (UB) adalah [54.39591 90.82019].
Berikut grafik dari optimasi sudut kemiringan panel surya pada tanggal 24 Mei
2018.

Gambar 4.17 Grafik Optimasi sudut pada tanggal 24 Mei 2018
Berdasarkan gambar grafik 4.17 diketahui bahwa sudut yang paling
optimum pada tanggal 24 Mei 2018 adalah 54,375⁰. Terdapat 2 variabel yaitu sudut
zenith (θz) dan sudut azimuth (γs) dengan batas lower bound (LB) adalah [3.641527
-89.0227] dan batas upper bound (UB) adalah [54.37503 90.92216].
Berikut grafik dari optimasi sudut kemiringan panel surya pada tanggal 25 Mei
2018.

Universitas Sumatera Utara

49

Gambar 4.18 Grafik Optimasi sudut pada tanggal 25 Mei 2018
Berdasarkan gambar grafik 4.18 diketahui bahwa sudut yang paling
optimum pada tanggal 25 Mei 2018 adalah 54,352⁰. Terdapat 2 variabel yaitu sudut
zenith (θz) dan sudut azimuth (γs) dengan batas lower bound (LB) adalah [3.625648
-89.0628] dan batas upper bound adalah [54.3520291.02482].
Jika sudut kemiringan dari bulan Januari hingga Desember dirata-ratakan,
maka diperoleh grafik berikut.

Gambar 4.19 Grafik rata-rata sudut optimal perbulan dan pertahun

Universitas Sumatera Utara

50
Pada gambar 4.19, ditunjukkan bahwa rata-rata sudut optimal perbulan
mengalami fluktuasi sedangan rata-rata sudut optimal pertahun diperoleh sebesar
54,474⁰. Hal tersebut dipengaruhi oleh pergerakan semu tahunan matahari. Gerak
semu tahunan matahari adalah perubahan posisi matahari dalam satu tahun.

Gambar 4.20 Gerak Semu tahunan Matahari [24]
Pada gambar 4.20 terlihat pada tanggal 21 Maret matahari tepat berada di garis
khatulistiwa dan semakin lama bergeser ke utara tepatnya pada tanggal 21 Juni
matahari bergeser 23,5⁰ lintang utara (LU) lalu akan bergeser ke selatan dan pada
akhirnya kembali lagi ke garis khatulistiwa [25] . Pergeseran akan terus terjadi
setiap tahunnya dikarenakan revolusi bumi.
Berikut ini adalah data dan grafik optimasi sudut untuk bulan Januari, Februari ,
Maret, April, Mei, Juni, July, Agustus, Saptember, Oktober, November, Desember.
(Lampiran)

Gambar 4.21 Grafik Optimasi Sudut Pada Bulan Januari

Universitas Sumatera Utara

51
Pada gambar 4.21, ditunjukkan bahwa sudut terendah didapat pada tanggal 3
januari sebesar 52,617⁰ dan sudut tertinggi pada tanggal 31 Januari sebesar 54,912⁰.
Berikut grafik optimasi sudut untuk bulan Februari,

Gambar 4.22 Grafik Optimasi Sudut Pada Bulan Februari
Pada gambar 4.22, ditunjukkan bahwa sudut terendah didapat pada tanggal 28
Februari sebesar 54,923⁰ dan sudut tertinggi pada tanggal 14 Februari sebesar
55,223⁰.
Berikut grafik optimasi sudut untuk bulan Maret,

Gambar 4.23 Grafik Optimasi Sudut Pada Bulan Maret

Universitas Sumatera Utara

52
Pada gambar 4.23, ditunjukkan bahwa sudut terendah didapat pada tanggal 31
Maret sebesar 52,819⁰ dan sudut tertinggi pada tanggal 1 Maret sebesar 54,881⁰.
Berikut grafik optimasi sudut untuk bulan April,

Gambar 4.24 Grafik Optimasi Sudut Pada Bulan April
Pada gambar 4.24, ditunjukkan bahwa sudut terendah didapat pada tanggal 3
April sebesar 52,581⁰ dan sudut tertinggi pada tanggal 31 April sebesar 54,224⁰.
Berikut grafik optimasi sudut untuk bulan Mei,

Gambar 4.25 Grafik Optimasi Sudut Pada Bulan Mei
Pada gambar 4.25, ditunjukkan bahwa sudut terendah didapat pada tanggal 31
Mei sebesar 54,172⁰ dan sudut tertinggi pada tanggal 14 dan15 Mei sebesar 54,482⁰.

Universitas Sumatera Utara

53

Berikut grafik optimasi sudut untuk bulan Juni,

Gambar 4.26 Grafik Optimasi Sudut Pada Bulan Juni
Pada gambar 4.26, ditunjukkan bahwa sudut terendah didapat pada tanggal 30
Juni sebesar 52,674⁰ dan sudut tertinggi pada tanggal 1 Juni sebesar 54,172⁰.

Berikut grafik optimasi sudut untuk bulan July,

Gambar 4.27 Grafik Optimasi Sudut Pada Bulan July
Pada gambar 4.27, ditunjukkan bahwa sudut terendah didapat pada tanggal 2-
3 July sebesar 52,573⁰ dan sudut tertinggi pada tanggal 31 July sebesar 53,245⁰.

Universitas Sumatera Utara

54

Berikut grafik optimasi sudut untuk bulan Agustus,

Gambar 4.28 Grafik Optimasi Sudut Pada Bulan Agustus
Pada gambar 4.28, ditunjukkan bahwa sudut terendah didapat pada tanggal 20
Agustus sebesar 52.569⁰ dan sudut tertinggi pada tanggal 31 Agustus sebesar 53,32⁰.
Hal yang mempengaruhi penurunan sudut optimal pada tanggal 20 adalah variabel
yang digunakan yaitu sudut zenith dan sudut azimuth dan parameter yang
mempengaruhi hasil dari kedua sudut tersebut adalah posisi lintang dan derajat
bujur.
Berikut grafik optimasi sudut untuk bulan September,

Gambar 4.29 Grafik Optimasi Sudut Pada Bulan September

Universitas Sumatera Utara

55
Pada gambar 4.29, ditunjukkan bahwa sudut terendah didapat pada tanggal 1
September sebesar 53,402⁰ dan sudut tertinggi pada tanggal 30 September sebesar
56,037⁰.
Berikut grafik optimasi sudut untuk bulan Oktober,

Gambar 4.30 Grafik Optimasi Sudut Pada Bulan Oktober
Pada gambar 4.30, ditunjukkan bahwa sudut terendah didapat pada tanggal 1
Oktober sebesar 56,121⁰ dan sudut tertinggi pada tanggal 31 Oktober sebesar
57,608⁰.
Berikut grafik optimasi sudut untuk bulan November,

Gambar 4.31 Grafik Optimasi Sudut Pada Bulan November

Universitas Sumatera Utara

56

Pada gambar 4.31, ditunjukkan bahwa sudut terendah didapat pada tanggal 30
November sebesar 56,299⁰ dan sudut tertinggi pada tanggal 2 November sebesar
57,613⁰.
Berikut grafik optimasi sudut untuk bulan Desember,

Gambar 4.32 Grafik Optimasi Sudut Pada Bulan Desember

Pada gambar 4.32, ditunjukkan bahwa sudut terendah didapat pada tanggal 3
Desember sebesar 52,934⁰ dan sudut tertinggi pada tanggal 1 Desember sebesar
56,21⁰.

4.7 Analisis Daya

a. Analisa daya yang masuk ke panel berdasarkan persamaan 2.20.

Grata-rata total =

Grata-rata total = 772,36 W/m2

Maka, daya input nya:

Pin = 772,36 x (0,63x0,54)

Pin = 262.76 Watt

b. Analisis Fill Factor

Berdasarkan persamaan 2.22:

FF = 21,6−ln(21,6+0,72)
21,6+1

FF = 0,818

c. Analisis Daya Output

Berdasarkan persamaan 2.21:

Universitas Sumatera Utara

57

Pout = 21,6 x 0,818 x 3
Pout = 53 Watt

Efisiensi panel surya dapat dihitung dengan:

ɳ = 100%


maka,

ɳ = 53 100%

262,76

ɳ = 20,17%

Universitas Sumatera Utara

58

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Adapun yang dapat disimpulkan dari pengoptimasian sudut dengan metode

Genetic Algorithm ini adalah:
1. Hasil radiasi yang didapat dengan melakukan perhitungan teoritis lebih
besar dibandingkan dengan radiasi HOBO dikarenakan pada saat
melakukan perhitungan diasumsikan bahwa langit selalu cerah sedangkan
untuk pengukuran HOBO berdasarkan cuaca pada saat melakukan
pengujian dimana cuaca pada saat itu bisa cerah, berawan dan hujan.
2. a. Pada tanggal 3 Mei hasil sudut kemiringan panel yang paling optimal
diperoleh sebesar 54,32⁰,
b. Pada tanggal 4 Mei hasil sudut kemiringan panel yang paling optimal
diperoleh sebesar 54,3466⁰,
c. Pada tanggal 11 Mei hasil sudut kemiringan panel yang paling optimal
diperoleh sebesar 54,467⁰,
d. Pada tanggal 12 Mei hasil sudut kemiringan panel yang paling optimal
diperoleh sebesar 54,4744⁰,
e. Pada tanggal 13 Mei hasil sudut kemiringan panel yang paling optimal
diperoleh sebesar 54,4792⁰,
f. Pada tanggal 22 Mei hasil sudut kemiringan panel yang paling optimal
diperoleh sebesar 54,4146⁰,
g. Pada tanggal 23 Mei hasil sudut kemiringan panel yang paling optimal
diperoleh sebesar 54,3959⁰,
h. Pada tanggal 24 Mei hasil sudut kemiringan panel yang paling optimal
diperoleh sebesar 54,375⁰,
i. Pada tanggal 25 Mei hasil sudut kemiringan panel yang paling optimal
diperoleh sebesar 54,352⁰.
3. Sudut kemiringan panel paling optimal pada bulan Januari, Februari, Maret,
April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan

Universitas Sumatera Utara

59
Desember adalah : 53,839⁰, 55,121⁰, 53,938⁰, 53,442⁰, 54,398⁰, 53,441⁰,
53,009⁰, 52,96⁰, 54,709⁰, 57,055⁰, 57,169⁰, 54,632⁰.
4. Daya input yang diperoleh sebesar 262,76 Watt, daya output yang
dihasilkan sebesar 53 Watt dan Sedangkan efisiensi yang diperoleh adalah
sebesar 20,17%.
5.2 Saran
Adapun saran untuk penelitian selanjutnya adalah:
1. Untuk penelitian selanjutnya disarankan agar menggunakan metode
genetik algoritma yang ada pada software fortran dan membandingkan nya
dengan hasil dari metode GA yang ada pada Matlab.

Universitas Sumatera Utara

60

DAFTAR PUSTAKA

[1] United Nations Environmental Programme, Buildings and Climate Change:
Summary for Decision-Makers, UNDP Sustainable Buildings &
Climate Initiative,Paris, France, 2009.

[2] https://tirto.id/menghitung-ulang-ancaman-krisis-listrik-di-masa-depan-cl7Z
[3] H. Chen, J. Ji, G. Pei, J. Yang, dan Y. Zhang. 2018. Experimental and numerical

comparative investigation on a concentrating photovoltaic system.
Journal of Cleaner Production., Vol. 174, pp. 1288–1298.
[4] P. Talebizadeh, M. A. Mehrabian, dan M. Abdolzadeh. 2011. Prediction of the
optimum slope and surface azimuth angles using the Genetic
Algorithm. Journal of Energy and Buidings., vol. 43, no. 11,
pp. 2998–3005.
[5] I. S. E. Fraunhofer, “Photovoltaics report,” Fraunhofer Inst. Sol. Energy Syst.
www. ise. fraunhofer. de/mwginternal/de5fs23hu73ds/progress, no.
February, p. 45, 2013.
[6] http://www.griyatekno.com
[7] https://science.howstuffworks.com/environmental/greenscience/solar-cooking
[8] Sodha M.S, Chandra R, Pathak K, Singh N.P dan Bansal N. K.Techno-economic
analysis of typical dryers.EnergyConversManage1991;31(6):509–13.
[9] G. Pirasteh, R. Saidur, S. M. A. Rahman, dan N. A. Rahim. 2014. A review on
development of solar drying applications. Journal of Renewable and
Sustainable Energy Reviews., vol. 31, pp. 133–148.
[10] https://energypedia.info/wiki/Solar_Drying
[11] H. Benli. 2016. Potential application of solar water heaters for hot water
production in Turkey. Journal of Renewable and Sustainable Energy
Reviews., vol. 54, pp. 99–109.
[12] S. Hu dan D. Y. C. Leung. 2017. Mathematical Modelling of the Performance
of a Solar Chimney Power Plant with Divergent Chimneys. Journal of
Energy Procedia., vol. 110, no. December 2016, pp. 440–445.

Universitas Sumatera Utara

61

[13] Simic, M, dkk. Design of a system to monitor and control solarpond:
A review. Science Direct. Energy Procedia 110 (2017) 322-327

[14] J. Priatman. 2000. Perspektif Arsitektur Surya Di Indonesia,” Dimens. Tek.
Arsit.,vol. 28, no. 1, pp. 1–7.

[15] https://daneswarareno.wordpress.com/2014/01/05/solar-architect/
[16] https://www.iwapublishing.com/news/distillation-treatment-and-removal-

contaminants-drinking-water
[17] J. a. Duffie, W. a. Beckman, dan W. M. Worek, Solar Engineering of Thermal

Processes, 4nd ed., vol. 116. 2003.
[18] R. Singh, S. Kumar, A. Gehlot, dan R. Pachauri. 2018. An imperative role of

sun trackers in photovoltaic technology. Journal of Renewable and
Sustainable Energy Reviews., vol. 82, no. October, pp. 3263–3278
[19] S. Seme, dkk. 2017. Dual-axis photovoltaic tracking system – Design and
experimental investigation. Journal of Energy., vol. 139, pp. 1267–1274.
[20] K. Jeong, T. Hong, C. Koo, J. Oh, M. Lee, and J. Kim. 2017. A Prototype
Design and Development of the Smart Photovoltaic System Blind
Considering the Photovoltaic Panel, Tracking System, and Monitoring
System. Appl. Sci., vol. 7, no. 10, p. 1077.
[21] Wibowo, Hariyanto, 2009. Studi Penggunaan Solar Reflector untuk
Optimalisasi Output Daya pada Photovoltaic (PV). Surabaya:
Universitas Kristen Petra.
[22] E. Satriyanto, “Algoritma Genetika,” pp. 81–87, 2011.
[23] D. Coley, “An introduction to genetic algorithms for scientists and engineers,”
p. 244, 1999.
[24] http://belajarserbaneka.blogspot.com/2014/11/gerakan-bumi-dan-bulanipa
6b9-dwi.html
[25] A. Rachman. 2016. Optimalisasi Teknologi Energi Surya Berbasis
Penyesuaian Posisi Panel Bulanan Di Sulawesi Tenggara. Jurnal
Teknologi., vol. 8, no. 1, p. 1.

Universitas Sumatera Utara

62

LAMPIRAN

Lampiran 1 ( source code untuk mencari radiasi total)
%parameter yang dipakai
i= [3 4 11 12 13 22 23 24 25 27];
n= 120+ i
B= (n- 1)*(360/365)
φ = 3,43;
Lloc= 98,44;
Lst= 105;
A= 0,0375;
%untuk daerah tropis digunakan:
ro= 0,95;
r1= 0,98;
rk= 1,02;
E= 229,2*(0,000075+0,001868*cosd(B)-0,032077*sind(B)- 0,014615*cosd(2*B)-
0,04089*sind(2*B));
δ = 0,006918- (0,399912*cosd(B)+ 0,070257*sind(B)- 0,006758*cosd(2*B)+
0,000907*sind(2*B)- 0,002697*cos(3*B)+ 0,00148*sin(3*B));
%X= ST-STD; ST=a, STD=b
X= -4*(Lst- Lloc)+ E
b= [9;9.5;10;10.5;11;11.5;12;12.5;13;13.5;14;14.5;15;15.5;16];
test=[12;12;12;12;12;12;12;12;12;12;12;12;12;12;12];
ꞷ = 15*(b-12 )+ (X)*(15/60)
cossz= cosd(ϕ)* cosd(δ)* cosd(ꞷ)+ sind(ϕ)* sind(δ); %cossa=cos sudut zenith
θz = acosd(cossz)
Gon= 1367*(1,00011+ 0,034221*cosd(B)+ 0,00128*sind(B)+
0,000719*cosd(2*B)+ 0,000077*sind(2*B));
Ao= ro*(0,4237- 0,00821*(6-A)^2);
A1= r1*(0,5055+ 0,00595*(6,5-A)^2);
k= rk*(0,2711+ 0,01858* (2,5-A)^2);
frad1= Ao+ A1 *exp(-k/cossz1);

Universitas Sumatera Utara

63

frad2= Ao+ A1 *exp(-k/cossz2);
frad3= Ao+ A1 *exp(-k/cossz3);
frad4= Ao+ A1 *exp(-k/cossz4);
frad5= Ao+ A1 *exp(-k/cossz5);
frad6= Ao+ A1 *exp(-k/cossz6);
frad7= Ao+ A1 *exp(-k/cossz7);
frad8= Ao+ A1 *exp(-k/cossz8);
frad9= Ao+ A1 *exp(-k/cossz9);
frad10= Ao+ A1 *exp(-k/cossz10);
frad11= Ao+ A1 *exp(-k/cossz11);
frad12= Ao+ A1 *exp(-k/cossz12);
frad13= Ao+ A1 *exp(-k/cossz13);
frad14= Ao+ A1 *exp(-k/cossz14);
frad15= Ao+ A1 *exp(-k/cossz15);
frad=[frad1;frad2;frad3;frad4;frad5;frad6;frad7;frad8;frad9;frad10;frad11;frad12;f
rad13;frad14;frad15] %frad= fraksi radiasi
Gb1= Gon* frad1* cossz1;
Gb2= Gon* frad2* cossz2;
Gb3= Gon* frad3* cossz3;
Gb4= Gon* frad4* cossz4;
Gb5= Gon* frad5* cossz5;
Gb6= Gon* frad6* cossz6;
Gb7= Gon* frad7* cossz7;
Gb8= Gon* frad8* cossz8;
Gb9= Gon* frad9* cossz9;
Gb10= Gon* frad10* cossz10;
Gb11= Gon* frad11* cossz11;
Gb12= Gon* frad12* cossz12;
Gb13= Gon* frad13* cossz13;
Gb14= Gon* frad14* cossz14;
Gb15= Gon* frad15* cossz15;

Universitas Sumatera Utara

64

Gb=[Gb1;Gb2;Gb3;Gb4;Gb5;Gb6;Gb7;Gb8;Gb9;Gb10;Gb11;Gb12;Gb13;Gb14;
Gb15] %Gb adalah radiasi beam
Gdif1= Gon* cossz1*(0.271-0.294*frad1);
Gdif2= Gon* cossz2*(0.271-0.294*frad2);
Gdif3= Gon* cossz3*(0.271-0.294*frad3);
Gdif4= Gon* cossz4*(0.271-0.294*frad4);
Gdif5= Gon* cossz5*(0.271-0.294*frad5);
Gdif6= Gon* cossz6*(0.271-0.294*frad6);
Gdif7= Gon* cossz7*(0.271-0.294*frad7);
Gdif8= Gon* cossz8*(0.271-0.294*frad8);
Gdif9= Gon* cossz9*(0.271-0.294*frad9);
Gdif10= Gon* cossz10*(0.271-0.294*frad10);
Gdif11= Gon* cossz11*(0.271-0.294*frad11);
Gdif12= Gon* cossz12*(0.271-0.294*frad12);
Gdif13= Gon* cossz13*(0.271-0.294*frad13);
Gdif14= Gon* cossz14*(0.271-0.294*frad14);
Gdif15= Gon* cossz15*(0.271-0.294*frad15);
Gdif=[Gdif1;Gdif2;Gdif3;Gdif4;Gdif5;Gdif6;Gdif6;Gdif7;Gdif8;Gdif9;Gdif10;G
dif11;Gdif12;Gdif13;Gdif14;Gdif15] %Gdif adalah radiasi difusi
Q1= (cosd(θz1)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz1)* cosd(ϕ);
Q2= (cosd(θz2)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz2)* cosd(ϕ);
Q3= (cosd(θz3)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz3)* cosd(ϕ);
Q4= (cosd(θz4)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz4)* cosd(ϕ);
Q5= (cosd(θz5)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz5)* cosd(ϕ);
Q6= (cosd(θz6)* sind(φ)- sind(δ))/ sind(θz6)* cosd(ϕ);
Q7= (cosd(θz7)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz7)* cosd(ϕ);
Q8= (cosd(θz8)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz8)* cosd(ϕ);
Q9= (cosd(θz9)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz9)* cosd(ϕ);
Q10= (cosd(θz10)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz10)* cosd(ϕ);
Q11= (cosd(θz11)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz11)* cosd(ϕ);
Q12= (cosd(θz12)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz12)* cosd(ϕ);
Q13= (cosd(θz13)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz13)* cosd(ϕ);

Universitas Sumatera Utara

65
Q14= (cosd(θz14)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz14)* cosd(ϕ);
Q15= (cosd(θz15)* sind(ϕ)- sind(δ))/ sind(θz15)* cosd(ϕ);
Qtotal= [Q1;Q2;Q3;Q4;Q5;Q6;Q7;Q8;Q9;Q10;Q11;Q12;Q13;Q14;Q15]
γs = sign(ꞷ)* |acosd(Qtotal)

Universitas Sumatera Utara

Lampiran 3

Untuk i = 3, maka n = 123, B = 120,3288, δ = 0,148366, ST-STD = -2

Waktu ꞷ cos θz θz τb

09.00 -50,7434 0,631813 50,81598 0,522904

09.30 -43,2434 0,727297 43,33974 0,556602

10.00 -35,7434 0,810339 35,87092 0,581063

10.30 -28,2434 0,879519 28,41563 0,598716

11.00 -20,7434 0,933652 2,9885 0,611093

11.30 -13,2434 0,971813 13,63591 0,619159

12.00 -5,74344 0,993349 6,611735 0,623491

12.30 1,756557 0,997891 3,721661 0,624385

13.00 9,256557 0,985362 9,815589 0,621902

13.30 16,75656 0,955975 17,06454 0,615873

14.00 24,25656 0,910234 24,46233 0,605881

14.30 31,75656 0,848921 31,90551 0,591181

15.00 39,25656 0,773085 39,36822 0,570575

15.30 46,75656 0,684025 46,84102 0,542162

16.00 54,25656 0,583263 54,3196 0,502916

66

22,9738, Gon = 1344,465

Gbeam Gdifusi Gtotal γs
4 444,1815 99,61181 543,7933 -87,321
-86,5162
2 544,2599 104,9783 649,2382 -85,4517
-83,9162
3 633,0525 109,1297 742,1821 -81,4037
-76,3272
6 707,9712 112,3092 820,2804 -60,3495
28,16948
3 767,0829 114,6539 881,7368 70,64387
79,2336
9 808,9735 116,2421 925,2156 82,75885
84,71531
1 832,6864 117,117 949,8034 85,99241
86,91767
5 837,6938 117,2997 954,9935 87,64019

2 823,8854 116,7942 940,6797

3 791,5664 115,589 907,1553

1 741,4631 113,6535 855,1166

1 674,7415 110,9304 785,6719

5 593,0479 107,3177 700,3656

2 498,5984 102,6366 601,235

6 394,3752 96,56572 490,9409

Rata-rata Radiasi total = 783,2272

Universitas Sumatera Utara

Untuk i = 4, maka n = 124, B = 121,3151, δ = 0,155035, ST-STD = -2

Waktu ꞷ cos θz θz τb

09.00 -50,7159 0,632192 50,78799 0,523052

09.30 -43,2159 0,727633 43,3117 0,55671

10.00 -35,7159 0,810626 35,84283 0,581141

10.30 -31,2159 0,853847 31,36736 0,592423

11.00 -20,7159 0,933829 20,96022 0,611132

11.30 -13,2159 0,97193 13,60755 0,619182

12.00 -5,71587 0,993404 6,584505 0,623501

12.30 1,784126 0,997883 3,728876 0,624384

13.00 9,284126 0,985291 9,839326 0,621887

13.30 16,78413 0,955843 17,09028 0,615846

14.00 24,28413 0,910043 24,48871 0,605837

14.30 31,78413 0,848675 31,93218 0,591119

15.00 39,28413 0,772788 39,39507 0,570488

15.30 46,78413 0,683682 46,86797 0,542043

16.00 54,28413 0,58288 54,34662 0,502749

67

22,8635, Gon = 1343,786

Gbeam Gdifusi Gtotal γs
-87,3238
2 444,3486 99,58431 543,9329 -86,5199
-85,4562
544,341 104,9429 649,2838 -84,6137
-81,4085
1 633,042 109,0882 742,1303 -76,3255
-60,28
3 679,7388 111,0991 790,8379 28,59133
70,7342
2 766,889 114,6035 881,4924 79,27313
82,78252
2 808,6932 116,1881 924,8813 84,73157
86,0044
1 832,3261 117,0601 949,3862 86,92685
87,64733
4 837,2618 117,2402 954,5019

7 823,3916 116,7324 940,1239

6 791,0219 115,5251 906,547

7 740,8804 113,5879 854,4683

9 674,1341 110,8631 784,9972

8 592,4304 107,2487 699,6791

3 497,9865 102,5657 600,5522

9 393,7867 96,49191 490,2786

Rata-rata Radiasi total = 780,8729

Universitas Sumatera Utara

Untuk i = 11, maka n = 131, B = 128,2192, δ = 0,200265, ST-STD = -

Waktu ꞷ cos θz θz τb

09.00 -50,5919 0,633908 50,66099 0,523719

09.30 -43,0919 0,729155 43,18438 0,557194

10.00 -35,5919 0,81193 35,71504 0,581495

10.30 -28,0919 0,880817 28,25896 0,599027

11.00 -20,5919 0,934636 20,83063 0,611308

11.30 -13,0919 0,972466 13,47632 0,619292

12.00 -5,59191 0,993661 6,454533 0,623552

12.30 1,908086 0,997858 3,750648 0,624379

13.00 9,408086 0,984985 9,941366 0,621826

13.30 16,90809 0,955262 17,20319 0,615723

14.00 24,40809 0,909198 24,60529 0,605645

14.30 31,90809 0,84758 32,05054 0,590842

15.00 39,40809 0,771464 39,51443 0,570101

15.30 46,90809 0,682152 46,98797 0,541508

16.00 54,40809 0,581171 54,46704 0,502005

68

-22,3677, Gon = 1339,251

Gbeam Gdifusi Gtotal γs
-87,991
9 444,6173 99,35101 543,9683 -87,7136
-87,495
4 544,1125 104,6683 648,7808 -87,3529
-87,3224
5 632,305 108,7819 741,0869 -87,5028
-88,3669
7 706,6326 111,931 818,5635 89,63979
87,7676
8 765,1809 114,2506 879,4316 87,37247
87,32043
2 806,5514 115,8179 922,3692 87,41409
87,59801
2 829,7997 116,6753 946,475 87,84827
88,15073
9 834,4087 116,8435 951,2521

6 820,2769 116,326 936,6029

3 787,7166 115,1112 902,8278

5 737,46 113,1682 850,6282

2 670,6776 110,439 781,1166

1 589,0197 106,8211 695,8408

8 494,7065 102,1344 596,8409

5 390,7272 96,05471 486,7819

Rata-rata Radiasi total = 780,1711

Universitas Sumatera Utara

Untuk i = 12, maka n = 132, B = 129,2055, δ = 0,206497 , ST-STD =

Waktu ꞷ cos θz θz τb

09.00 -50,5841 0,634018 50,65278 0,523762

09.30 -43,0841 0,729254 43,17611 0,557226

10.00 -35,5841 0,812015 35,70669 0,581518

10.30 -28,0841 0,880887 28,25049 0,599043

11.00 -20,5841 0,934689 20,82197 0,611319

11.30 -13,0841 0,972503 13,46727 0,6193

12.00 -5,58414 0,993681 6,444683 0,623556

12.30 1,915859 0,99786 3,749242 0,624379

13.00 9,415859 0,984969 9,946681 0,621823

13.30 16,91586 0,955229 17,20963 0,615716

14.00 24,41586 0,909148 24,61215 0,605634

14.30 31,91586 0,847515 32,0576 0,590825

15.00 39,41586 0,771385 39,52162 0,570078

15.30 46,91586 0,682059 46,99523 0,541475

16.00 54,41586 0,581067 54,47435 0,501959

69

-22,3366, Gon = 1338,636

Gbeam Gdifusi Gtotal γs
-87,9958
2 444,5274 99,31203 543,8394 -87,72
-87,5035
6 543,9669 104,6254 648,5923 -87,3644
-87,3389
8 632,1059 108,7359 740,8418 -87,5294
-88,4249
3 706,3839 111,8827 818,2665 89,73621
87,80266
9 764,8882 114,2004 879,0887 87,39251
87,33411
806,2213 115,7662 921,9875 87,42421
87,60579
6 829,4398 116,6225 946,0624 87,85437
88,15551
9 834,0273 116,7899 950,8172

3 819,8827 116,272 936,1546

6 787,3185 115,0569 902,3755

4 737,0672 113,1141 850,1813

5 670,2991 110,3853 780,6844

8 588,6643 106,7681 695,4324

5 494,3825 102,0824 596,4649

9 390,4427 96,00382 486,4465

Rata-rata Radiasi total = 779,8157

Universitas Sumatera Utara

Untuk i = 13, maka n = 133, B = 130,1918, δ = 0,212666, ST-STD =

Waktu ꞷ cos θz θz τb

09.00 -50,5788 0,634096 50,64704 0,523792

09.30 -43,0788 0,729323 43,17032 0,557248

10.00 -35,5788 0,812075 35,70082 0,581534

10.30 -28,0788 0,880936 28,2445 0,599055

11.00 -20,5788 0,934728 20,81576 0,611328

11.30 -13,0788 0,97253 13,46064 0,619305

12.00 -5,57885 0,993696 6,43701 0,623559

12.30 1,921154 0,997863 3,746648 0,62438

13.00 9,421154 0,98496 9,949681 0,621821

13.30 16,92115 0,955208 17,21365 0,615712

14.00 24,42115 0,909116 24,61655 0,605627

14.30 31,92115 0,847472 32,0622 0,590814

15.00 39,42115 0,771332 39,52634 0,570063

15.30 46,92115 0,681998 47,00003 0,541454

16.00 54,42115 0,580999 54,4792 0,501929

70

-22,3154, Gon = 1338,03

Gbeam Gdifusi Gtotal γs
-88,0007
2 444,4058 99,27168 543,6775 -87,7264
-87,5119
8 543,7936 104,5816 648,3752 -87,3759
-87,3552
4 631,8837 108,6895 740,5733 -87,5556
-88,4818
5 706,1176 111,8342 817,9518 89,83277
87,83758
8 764,5838 114,1503 878,7342 87,41238
87,34763
5 805,8857 115,7149 921,6005 87,43417
87,61343
9 829,0807 116,5703 945,651 87,86032
88,16013
833,6528 116,7371 950,3899

1 819,5015 116,2189 935,7204

2 786,9393 115,004 901,9432

7 736,6985 113,0615 849,76

4 669,9495 110,3334 780,2829

3 588,3418 106,7172 695,059

4 494,0947 102,0327 596,1274

9 390,1963 95,95585 486,1522

Rata-rata Radiasi total = 779,4666

Universitas Sumatera Utara

Untuk i = 22, maka n = 142, B = 139,0685, δ = 0,265091, ST-STD = -

Waktu ꞷ cos θz θz τb

09.00 -50,6399 0,633327 50,70402 0,523493

09.30 -43,1399 0,728648 43,22679 0,557033

10.00 -35,6399 0,811508 35,7565 0,58138

10.30 -28,1399 0,880487 28,29888 0,598948

11.00 -20,6399 0,934405 20,86779 0,611257

11.30 -13,1399 0,97234 13,50736 0,619266

12.00 -5,63988 0,993643 6,464028 0,623549

12.30 1,860124 0,997949 3,670454 0,624396

13.00 9,360124 0,985184 9,874967 0,621866

13.30 16,86012 0,955568 17,14381 0,615788

14.00 24,36012 0,909606 24,54902 0,605738

14.30 31,86012 0,848086 31,99595 0,59097

15.00 39,36012 0,772059 39,46088 0,570275

15.30 46,86012 0,682826 46,9351 0,541744

16.00 54,36012 0,581915 54,41462 0,502329

71

-22,5595, Gon = 1332,99

Gbeam Gdifusi Gtotal γs
-88,0459
3 441,9424 98,85191 540,7944 -87,7842
-87,5863
3 541,0357 104,1526 645,1883 -87,4741
-87,4927
628,8974 108,2534 737,1508 -87,7718
-88,9377
8 702,9727 111,3932 814,3659 90,7189
88,14807
7 761,3529 113,7068 875,0597 87,58453
87,4625
6 802,6428 115,2713 917,9141 87,51709
87,67539
9 825,8999 116,1291 942,029 87,90705
88,19495
6 830,6067 116,3008 946,9075

6 816,6597 115,7902 932,45

8 784,367 114,5856 898,9527

8 734,4547 112,6566 847,1113

668,0848 109,9456 778,0304

5 586,8965 106,351 693,2475

4 493,0954 101,6943 594,7897

9 389,6504 95,65403 485,3045

Rata-rata Radiasi total = 776,6197

Universitas Sumatera Utara

Untuk i = 23, maka n = 143, B = 140,0548, δ = 0,270542, ST-STD = -

Waktu ꞷ cos θz θz τb

09.00 -50,6582 0,633084 50,72194 0,523399

09.30 -43,1582 0,728435 43,24465 0,556965

10.00 -35,6582 0,811327 35,77426 0,581331

10.30 -28,1582 0,880341 28,31648 0,598913

11.00 -20,6582 0,934297 20,88509 0,611234

11.30 -13,1582 0,972272 13,52392 0,619252

12.00 -5,65825 0,993616 6,477374 0,623544

12.30 1,841755 0,997964 3,656479 0,6244

13.00 9,341755 0,985242 9,855821 0,621878

13.30 16,84175 0,955666 17,12475 0,615808

14.00 24,34175 0,909743 24,53009 0,605769

14.30 31,84175 0,84826 31,97711 0,591014

15.00 39,34175 0,772267 39,44211 0,570336

15.30 46,84175 0,683065 46,91636 0,541827

16.00 54,34175 0,582181 54,39591 0,502445

72

-22,633, Gon = 1332,478

Gbeam Gdifusi Gtotal γs
-88,0511
9 441,5247 98,79957 540,3243 -87,7906
-87,5942
5 540,6037 104,1016 644,7053 -87,4844
-87,5068
1 628,4627 108,2033 736,666 -87,7934
-88,981
3 702,546 111,344 813,89 90,82019
88,18235
4 760,9441 113,6587 874,6028 87,60296
87,47451
2 802,2613 115,2243 917,4856 87,52556
87,68153
4 825,5544 116,0835 941,6379 87,9115
88,19808
830,3052 116,2568 946,562

8 816,409 115,7481 932,1571

8 784,1729 114,5457 898,7186

9 734,3216 112,6193 846,9409

4 668,0156 109,9114 777,927

6 586,8923 106,3205 693,2128

7 493,1547 101,6685 594,8232

5 389,7684 95,63458 485,403

Rata-rata Radiasi total = 776,3371

Universitas Sumatera Utara

Untuk i = 24, maka n = 144, B = 141,0411, δ = 0,275914, ST-STD = -

Waktu ꞷ cos θz θz τb

09.00 -50,6788 0,632813 50,74205 0,523294

09.30 -43,1788 0,728195 43,26469 0,556889

10.00 -35,6788 0,811123 35,79421 0,581276

10.30 -28,1788 0,880177 28,33627 0,598874

11.00 -20,6788 0,934176 20,90456 0,611208

11.30 -13,1788 0,972196 13,54262 0,619237

12.00 -5,6788 0,993586 6,492697 0,623538

12.30 1,8212 0,997981 3,641527 0,624403

13.00 9,3212 0,985305 9,834632 0,62189

13.30 16,8212 0,955775 17,10355 0,615831

14.00 24,3212 0,909896 24,509 0,605804

14.30 31,8212 0,848454 31,95611 0,591063

15.00 39,3212 0,772499 39,42116 0,570404

15.30 46,8212 0,683332 46,89545 0,54192

16.00 54,3212 0,582477 54,37503 0,502574

73

-22,7152, Gon = 1331,977

Gbeam Gdifusi Gtotal γs
-88,0563
4 441,0802 98,74622 539,8264 -87,7969
-87,6021
9 540,1485 104,0499 644,1985 -87,4946
-87,5206
6 628,0091 108,153 736,1621 -87,8144
-89,0227
4 702,1051 111,295 813,4001 90,92216
88,21662
8 760,5264 113,6109 874,1373 87,62125
87,48638
7 801,8764 115,1779 917,0543 87,53388
87,68753
8 825,211 116,0387 941,2497 87,91581
88,20107
3 830,0111 116,2138 946,2249

816,171 115,7071 931,8781

1 783,9965 114,5071 898,5036

4 734,2108 112,5835 846,7942

3 667,9728 109,8788 777,8516

4 586,9178 106,292 693,2098

493,2463 101,645 594,8913

4 389,9203 95,61784 485,5381

Rata-rata Radiasi total = 776,0613

Universitas Sumatera Utara

Untuk i = 25, maka n = 145, B = 142,0274, δ = 0,281204, ST-STD = -

Waktu ꞷ cos θz Θz τb

09.00 -50,7263 0,632183 50,78863 0,523048

09.30 -43,2263 0,727639 43,31115 0,556712

10.00 -35,7263 0,81065 35,84047 0,581148

10.30 -31,2263 0,853883 31,36344 0,592431

11.00 -20,7263 0,933894 20,94985 0,611146

11.30 -13,2263 0,972017 13,58631 0,6192

12.00 -5,72628 0,993514 6,529144 0,623523

12.30 1,773716 0,998017 3,608895 0,62441

13.00 9,273716 0,985449 9,786302 0,621919

13.30 16,77372 0,956024 17,05494 0,615884

14.00 24,27372 0,910247 24,46054 0,605884

14.30 31,77372 0,8489 31,90778 0,591176

15.00 39,27372 0,773033 39,37293 0,57056

15.30 46,77372 0,683945 46,8473 0,542134

16.00 54,27372 0,583159 54,32693 0,502871

74

-22,806, Gon = 1331,487

Gbeam Gdiff Gtotal γs
440,1137 98,6367 538,7504 -88,0666
643,1161 -87,8095
539,171 103,9452 735,0992 -87,6177
783,3565 -87,5429
627,0473 108,0519 873,1821 -87,5473
916,1837 -87,8547
673,3125 110,0441 940,4819 -89,1012
945,5758 91,12818
759,6658 113,5163 931,3613 88,28516
898,1297 87,65742
801,0971 115,0867 846,571 87,50968
824,5307 115,9512 777,7834 87,55009
693,2967 87,6991
829,4454 116,1305 595,1289 87,92401
485,915 88,20664
815,7328 115,6285 773,8582
783,6958 114,4339

734,0547 112,5164

667,9644 109,819
587,0559 106,2408

493,5241 101,6048

390,3227 95,59232

Rata-rata radiasi
total=

Universitas Sumatera Utara


Click to View FlipBook Version