Nama : Zahrotun Nisa (39)
Kelas : XI IPS 1
Mata Pelajaran : Geografi
Hari/Tanggal : Selasa, 03 Agustus 2021
SANG LAUT
Di tengah luasnya laut ini
Tehirup amur asin garam dari bahar
Deburan ombak dan sarayu berpadu satu
Menghasilkan bising yang menghantarkan kedamaian
Dari laut ini aku menatap sekitar
Faktanya, kesunyian dan sepi yang kurasa
Laut yang luas ini belum tersentuh
Membuat manusia layaknya benda mati yang pilon
Laut menyimpan segudang cerita
Ia juga ingin berbagi kisah
Tidak hanya makhluk hidup yang merasa kesepian
Laut sang subjek utama pun kesepian
Jika laut memiliki jiwa ia akan bercerita
Bagaimana paus 52 yang hidupnya selalu tergemang
Para manusia tamak yang ingin menguasai laut
Dan betapa tersiksanya ia dirundung oleh lokawigna
Halaman 1 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Laut luas yang menyimpan kekayaan
Sebagai sumber daya yang berlimpah
Kekayaan yang efemeral
Tetapi berhasil membuat manusia dewana akan materi
Lokawigna ingin memiliki sang laut
Ingin menelan semuanya
Mereka menjadi lebih haus
Lebih haus dari sebelumnya
Sang laut yang indah dan kaya
Menjadi sumber daya alam
Menjadi manfaat bagi makhluk hidup
Anugerah dari Tuhan yang harus dijaga ketat
Jika laut memiliki jiwa, ia akan bercerita
Tentang jiwa yang gata bersama baka dan afeksi
Para jiwa teredam yang membawa negara
Bersama sejarah yang tercipta
Halaman 2 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Adelya Razak
No. absen : 02
Kelas : XI IPS 1
Oh laut
Ombak berkejar kejaran
Mencumbu ke tepi bibir pantai
Bermain bersama pasir dan batu
Laut dan langit berwarna biru
Angin menyerbu menangkan hati
Dalam dada terasa haru
mengingatkan ku pada kita
Halaman 3 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama: Andika Eka Pratama
Kelas: XI IPS 2
Absen : 4
Pantun 1
Pergi ke warung membeli eskrim
Di jalan bertemu Anhar
Indonesia merupakan negara maritim
Karena memiliki laut yang besar besar
Pantun 2
Pergi ke pasar membeli baju
Jangan lupa juga membeli celana
Sungguh indah alam Indonesia ku
Mari kita menjaganya
Halaman 4 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : aulia kartika sari
Kelas : 11 ips 2
Keramaian Gemuruh Laut
Para pendatang meramaikan laut
Pagi hingga malam silih berganti
Bermain dengan deburan ombak
Menyelam, berselancar di atas air
Berenang mengarungi keindahan di dalamnya
Saat menjelang malam
Angin berhembus dengan dingin
Hanya terdengar deburan ombak yang gagah
Tanpa riuh lagi
Kini mengalun sepi
Di bawah sinar purnama laut terdiam
Ketika mentari mulai muncul
Kita terbangun
Kaupun masih terjaga
Kulihat tubuhmu yang indah
Dengan pasir putih memanjakan kaki kaki
kami
Ombak-ombakmu saling kejar
Kita ingin bermain bersama
Kerang yang hinggap di pasir
Ingin kuambilnya
Halaman 5 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Tapi kini,
Tempat ini,
Telah rusak entah mengapa
Putih menjadi kotor
Ombak menjadi keriput
Karang berserakan
Dari tangan manusia yang tak bertanggung jawab
Siapa mereka?
Halaman 6 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Azra Maulidia
XI IPS 1
Absen :7
PAHLAWAN MARITIM
Beribu-ribu nyawa melayang
Beribu-ribu manusia yang diterjang badai
Hingga detik ini ribuan tulang-belulang berserakan
Demi terjaganya kelautan yang indah dan permai
Surga dunia kata orang
Beribu-ribu laut di Indonesia menjadikan tempat untuk
berteduh
Namun banyaknya manusia yang tidak bertanggung
jawab
Menjadikan laut sebagai tempat yang kumuh
Suasana pertarungan antar pahlawan dengan beribu-ribu
biodata laut
Menjadi saksi untuk menjaga keutuhan laut
Keluh kesah, kau sembunyikan
Bermain bersama debur dan batu
Oh Laut birumu menyenangkan
Birumu membuatku takjub
Birumu menenangkan pikiranku
Tapi mengapa kau bawa para pahlawan maritim kami
Halaman 7 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Oh laut jika kamu bisa berbicara
Maka kau akan ungkap dimana pahlawan maritim kami
Pahlawan memang telah pergi
Tapi kejayaan laut kita harus tetap beraksi
Halaman 8 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Briliannajwa chusnul ichtiari
Absen :9
Kelas : XI IPS 1
LAUTAN
Terbitnya sang surya
Dengan melihat pemandangan pantai yg begitu indah
Demburan ombak bergemuruh
Menyapu pasir ketepian
Membuat semua orang terpesona indahnya alam
Ribuan pulau berjajar membentuk gugusan laut yg
indah
Gunung-gunung berbaris ujung ke ujung
Samudra yg begitu luas membentang laut yg biru
Dengan dempuran keindahan ombak-ombak yg gemuruh
Mataku mulai belalak memandang tak rela terpejam
Menikmati angin laut bertiup kencang
Rasa haru campur bahagia
Hati yg akan mengungkapkan
Betapa aku terhibur dengan alam yg tercipta
Ya ALLAH betapa aku mengangumi
Akan ciptaanmu
Indah membuat rasa jiwa terasa
Sehat senantiasa.
Halaman 9 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Daffa Akbar Ramadhan Maulana
Kelas : XI IPS 2
Absen :9
Tugas : Geografi
KEINDAHAN DARI KEDALAMAN LAUT
Aku ingin menyelam,
menyelam dikedalaman surga biru itu
aku ingin terhempas bebas melepas segala penat yang aku
rasakan
terapung di atas gelombang laut yang seakan menarik
beban yang aku pikul selama ini aku kembali menyelam,
ikan - ikan dibalik terumbu karang seolah - olah
berkedip mengintipku
kehidupan dibawah ini seolah menceritakan kisah tak berbilang
mengisyaratkan kedekatan
mengarungi luas dalamnya kata yang tersimpan
tuhan maha baik,
ia menciptakan hamparan biru nan indah ini untuk kita
nikmati dan harus selalu kita jaga
agar lautan yang luas ini tetap menjadi pelarian kita
ketika jenuh dan penat menghampiri.
Halaman 10 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
NAMA : Depras Ardian
KELAS : XI IPS 1
ABSEN : 10
PAGI YANG INDAH DI TEPI PANTAI
Dikala kita berdiri di tepi pantai
Sinarnya menembus pasir-pasir yang halus
ku lihat kabut-kabut lembut
menyelimuti suasana riuh kala itu
Burung-burung bernyanyi ria
menyambut datangnya pagi
Angin bertiup kesana kemari
dinginnya menembus kulit
Ombak berkejar-kejaran
menerpa karang di tepi laut
Nelayanpun menepikan perahunya
untuk menghitung tangkapan
yang didapat semalam
Alangkah indahnya kala itu..
Saat inilah kusadari
Engkau, wahai Tuhan,
Selalu maha indah
Dengan karya yang terindah
Halaman 11 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Dian rahmadani
kelas : 1 1 ips 1
tugas membuat puisi
LAUT YANG INDAH
Di tengah laut yang biru
Terdapat ombak yang tenang
ku dengar anggin seperti beryanyi
pohon seperti bergoyang
Indahnya laut yang luas
memancarkan sinar dari dalamnya
memenjakan mata setiap mamandang
membuat hati selalu merasa tenang
Oh laut yang indah
betapa lembutnya pasir ini
setiap melangkah seakan tenang hati ini
menikmati sentuhan yg terasa di kaki
Ku selalu memendang ke laut yang indah
Tampak dari kejauhan
layar kapal di bentangkan
tanda pelan sedang melakukan kewajiban
Halaman 12 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Halaman 13 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
NAMA DINDA LESTARI
KELAS 11 IPS 1
LAUTAN INDONESIA
Lautan yang sangat luas dan berwarna biru cerah..
Angin yang sejuk cuaca yang cerah...
Banyak sekali kehidupan bawah laut yang indah..
Para Nelayan yang setiap hari selalu berlayar di lautan
yang luas..
Alangkah baiknya kita selalu menjaga keindahan bawah laut
dan melestarikannya...
Agar semua orang dapat melihat keindahan bawah laut di
negara Indonesia..
Ombak pantai yang menepi dan pergi...
Melihat wisatawan yang menikmati keindahan pantai yang
luas...
Melihat kapal kapal yang sedang berlayar...
Pasir pantai yang berwarna putih...
Dan air ombak yang menerpa bebatuan...
Batuan yang sangat indah diujung pesisir pantai..
Pohon pohon yang tinggi ..
Hutan yang lebat dan burung-burung berkicau..
Suasana yang sangat nyaman untuk dinikmati bersama...
Keindahan alam ini yang sangat sempurna...
Kita harus bersyukur dan berterimakasih pada tuhan yang
maha esa...
Halaman 14 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
NAMA : DWI AGUS SAPUTRO
KELAS : XI IPS 1
ABSEN : 14
LAUT YANG KESEPIAN
Gemuruh lautan silih berganti berkumandang,
Burungr-camar terbang silih berganti menghias langit berteman
angin,
Tapi karang tetap lah diam
Menyembunyikan rasa, mungkin ia kesepian.
Andai saja kau tahu bagaimana rupa ku
Dan bagaimana rasa hati ku.
Mungkin langit akan menagis dan hujan
Akan menghiburku
Rasa hati menggebu bagai angin yang meniupkan
butiran pasir ketepian.
Suara ombak ramai mempertandakan
kebebasan-,
Jauh didalam lautan sana ada sisi
Gelap yang tak terjamah manusia
Dibawah laut yang gelap terdapat puing puing
Yang tenggelam
Menandakan adanya sisa sisa kenagan
Yang sudah terlupakan
Halaman 15 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Fayzah Rania Putri
Kelas : XI IPS 1
Jernih nan biru lautmu
Tak Seindah langit pagi
Berderu ombakmu
Bagai tangis yang tak kunjung henti
Semilir angin mengembara
Jauh dari kedalaman samudra
Datang akhirnya ke tepi pantai
Bersama ombak tak pernah usai.
Sekarang ku mengerti
Jalanmu dulu kini kulalui
Perihmu dulu kini kurasai
Kisahmu dulu kini kujalani
Biar rasa ini tetap sunyi
Bersembunyi di dalam lautan
Di lubuk hati papling dalam, tempat segala
rahasia tersimpan
Rapi nan sepi
Halaman 16 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Khansa Maharandita (22)
Kelas : XI IPS 1
DAMAINYA LAUTAN
Air laut bersenandung tenang
Ku berjalan di atas pasir laut yang terhampar
Ditemani angin yang tak berujung
Melihat para nelayan yang mulai berlayar
Banyak burung berkicauan
Membuatku merasakan arti kata damai
Kupandang langit biru yang sangat menawan
Semakin tak ingin meninggalkan tempat ini
Semakin hari ombak mulai berderai
Kurasakan lelah tak lagi meyapa
Pepohonan seperti melambai-lambai
Ingin selalu ku disini rasanya
Silih berganti matahari sudah ditelan selat
Kembali ku tatap lautan ini
Namun sudah saatnya aku pulang
Senantiasa aku akan kembali
Halaman 17 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama: Khoirana Nursaputri
Kelas: XI IPS 2
LAUT
Laut indah luas terhampar
Ditemani angina berderai
Dunia amat terasa lebar
Saat berdiri di tepi pantai
Perahu nelayan mulai berlayar
Membawa bendera berkibar-kibar
Amat syahdu pemandangan
Ombak laut, terumbu karang,
ikan-ikan menambah keindahan
Halaman 18 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Muhammad Abrar Garibaldi
XI IPS 2
Absen 20
Laut tiba- tiba ramai
deburan ombak terseret angin
ke tengah samudera itu
Laksana gulungan halimun di pagi hari nan buta
Hampiri pantai
menyapa pasir putih yang landai
Membuatku tersenyum sempurna
lagi di bibir pantai
orang saja menari-nari
Laut mengundang sehamparan gunung samudera
datanglah dari penjuru segala
memandang kami menari
menjelang akhir sodorkan air
kala badan bermandi peluh
tetapi jangan suguhkan seudati
karena dia telah mati
Subhanallah……..
Ombak menar yang menyemburat di bibir pantaiMU
Menghadirkan selaksa keindahan di dalam sukma
Serupa bunga yang dirajut oleh bidadari penuh rindu
Akan keagungan penciptaanmu
Halaman 19 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Muhammad Candra
Kelas. : XI IPS 2
LAUT YANG RAMAI
Hamparan laut mengundang
Orang-orang segera datang
Menari-menari memandang bentangan air
Pertemuan pun ditemukan
Datanglah
Dari segala penjur pun datang
Keramaian pun menutupi sepi
Cinta kasih mengalun lagu pantai
Kelabu telah minggat dari sini
Kesunyian guntur yang menggelegar
Turun-turun dari langit pun tiada
Basahnya kaki-kaki dalam tanah
Kesuburan kembali merayap pada pepohonan
Halaman 20 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Muhammad Ridho Taufik (23)
Kelas : XI IPS 2
PUISI TENTANG KEINDAHAN LAUT
Oh laut...
Birumu menenangkanku
Birumu membuatku kagum
Birumu memanjakan mataku
Oh laut...
Ombak yang berkejar kejaran
Mencumbu bibir pantai
Bermain bersama debur dan batu
Oh laut...
Kau membentang biru
Dikaki saujana kau berada
Indahmu menyapa hangat penduduk negeri
Oh laut.....
Kau kaya
Ikan ikan mutiara
Ada di rahimmu
Kau kandung di akar biru
Oh laut...
Aku ingin selalu memandangmu
Merasakan angin menjambah kulitku
Memandang biru
Hingga aku putih dan buta
Halaman 21 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Nabilal Alamin
Kelas : XI IPS 1
Absen : 28
DI ATAS TIMANG PERAHU
Ketika fajar mulai menyapa
Setiap serdadu membariskan perahunya
Seluruh tubuh telah di tempa jadi senjata
Dan doa adalah bubuk mesiu paling berharga
Jangkar di angkat
Pertempuran semakin dekat
Setiap detik harus waspada
Degup jantung harus terjaga
Semakin jauh dari dermaga
Semakin jauh dari keluarga
Mengarungi laut
Mendekati maut
Semakin kelam kehidupan
Semakin dalam perairan
Di permukaan setiap senyum saling bertaut
Tapi siapa yang tahu, seberapa getir masalah
perut
Halaman 22 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Najwa Rizkyah Sungkar
Kelas : XI IPS 1
Absen : 29
LAUT DAN SEMESTA
Biru dan ramai, keras dan indah
Lautan dengan caranya yang selalu sama
Memperlihatkan betapa nyatanya kuasa
Angin dan air adalah teman mu
Terlihat seram tetapi indah
Terlihat seperti ilusi tetapi nyata
Terlihat ramai tetapi sepi
Terdengar bising tetapi hening
Pasang dan surut menjadi bukti
Matahari dan langit menjadi saksi
Ombak menjadi objek
Manusia menjadi memori
Bahwa lautan adalah tempat yang indah
Lautan akan menjadi tempat terbaik
Jika di lihat bersama dengan orang yang tepat
Lautan akan menjadi tempat yang menakutkan
Jika di lihat oleh orang yang salah
Bersyukur adalah cara terbaik untuk melihat luatan
Halaman 23 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Nathania Oktaviani
Kelas : XI IPS 1
Absen : 30
Matpel : Geografi
KETENANGAN DI LAUT YANG SUNYI
Laut biru langit biru
Diantara angin menderu
Deras angin membawa kabar
Dari nelayan yang berlayar.
Deras suara ombak terombang-ambing
Membawa hawa sunyi tenang
Langit laut luas sungguh
Dua-duanya berwarna biru
Gemercak suara airmu
Yang pecah di bibir pantai
Dalam dada terasa haru
Saat memandangmu dengan santai
Angin yang berhembus menerpamu
Membawa deburan ombak mendekati pasir terhampar
Pasir putih menghampar luas mengilatkan cahaya mentari
Menyiratkan keindahan nan alami penuh imaji
Halaman 24 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Nursyifa Khairunnisa (31)
Kelas : XI IPS 1
RIAK OMBAK
Tak pernah ada sepi di sini
Karena deburan saling sorai ke sana ke mari
Mereka saling berlomba
Untuk selalu menjadi yang pertama
Di sini tak pernah ada yang sendiri
Karena tiap jiwa yang sepi akan melebur
Dengan ombak yang menyapu pantai
Yang selalu datang dengan debur
Di sini kita tak pernah diizinkan sendiri
Karena air dan angin tak pernah bisa pergi dari sini
Bersatu menjadi ombak yang menyapa pantai
Dan meninggalkannya sedetik lagi
Mereka saling melambai di bawah terangnya surya
Dan meninggi di bawah sang purnama
Mereka yang tak pernah lelah datang
Walau hanya untuk mengisi ruang yang luang
Halaman 25 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Yulimatul Syafaah Pramadeni (38)
Kelas : XI IPS 1
LAUT BIRU YANG MALANG
Laut biru nan luas
Tak henti ku memandangi mu
Ombak beregemuruh, burung berkicauan
Angin menyentuhku dengan lembut
Laut biru…..
Kau tak tampak secantik dulu
Dulu kau terlihat indah dan segar
Udara mu, ombakmu, dan air birumu sangat kurindukan
Namun sekarang kau terlihat usang
Bahkan sekarang kau terlihat tak terurus
Air birumu berubah menjadi lautan sampah
Hewan hewan di dalam mu, tak lagi hewan
Kumerindukan pemandangan cantik didalam mu
Terumbu karang bewarna warni
Ikan berbagai jenis
Dan segala keindahan yang ada padamu
Halaman 26 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Laut biru…..
Maafkan kaum kami yang tak melindungimu
Maafkan kami yang selalu serakah
Maafkan kami yang selalu berbuat semena mena dan tak
bertanggungjawab
Kami akan berusaha membuatmu seperti dulu lagi
Kau yang kami kenal
Dengan air birumu yang segar
Udaramu yang sejuk
Suara burung berkicauan
Kami akan mengebalikanmu seperti dulu……
Halaman 27 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Anastasia Fredericka Lumban Gaol
Kelas : XI IPS 1 (04)
CERMINAN LAUT
Oh laut Indonesiaku
Kau adalah anugerah dari Tuhan yang tak tergantikan
Segala kekayaan dan keindahan yang ada padamu
Selalu menjadi pusat perhatian
Sama seperti dirimu
Yang dengan tanpa izin
Memusatkan segala pandanganku kepada dirimu
Membuatku menerka siapa sebenarnya yang kau tujukan
Oh laut Indonesiaku
Deru ombak yang kau punya
Memanjakan hati dan telingaku
Membuat ketenangan bagi siapapun yang mendengarnya
Aku tau ini akan segera berlalu
Laluan kenyataan yang ternyata hanya aku yang ada padanya
Hatiku berteriak sendu
Menandakan aku yang belum merelakannya
Halaman 28 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Raffi Ahmad Fahrezi
Kelas : XI IPS 1
Absen : 32
TENTANG LAUTAN
Ada daratan ada lautan.
Laut dalam tenang airnya.
Hidup tak perlu ketakutan.
Sumber daya tiada habisnya.
Tempuh hidup dengan semangat.
Semangat juang tiada akhir.
Tanpa lautan kita sekarat.
Bagaikan ikan kehilangan air.
Halaman 29 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Restu Rahmat Fauzan / 33
XI IPS 1
--------------
HARAPAN YANG DINANTIKAN
Dersik angin ditengah laut
Siang berganti malam
Asa akan selalu ada
Dan tertanam dihati yang paling dalam
Harapan penuh seperti air laut
Yang kemudian hilang begitu saja
Bagai tulisan di pasir pantai
Yang terlarut derasnya ombak
Berbagai asa ditinggikan
Namun selalu berbeda dengan kenyataan
Lindap hati selalu membekas
karena ekspetasi yang tak pernah terbalas
Menunggu yang tak pasti memanglah sakit
Menunggu terlalu lama memanglah sulit
Suara yang terabai ini takkan pernah berhenti
Semoga kau cepat usai , wahai pandemic
Halaman 30 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Riza agustian
XI ips2
LAUT
Birumu menenangkanku
Birumu membuatku kagum
Birumu memanjakan mataku
Ombak yang berkejar kejaran
Mencumbu bibir pantai
Bermain bersama debur dan batu
Kau membentang biru
Di kaki saujana kau berada
Indahmu menyapa hangat penduduk negeri
Kau kaya
Ikan ikan mutiara
Ada di rahimmu
Kau kandung di akar biru
Aku ingin slalu memandangmu
Merasakan angin menjambah kulitku
Memandang biru
Hingga aku putih dan buta.
Halaman 31 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Sava Fiprian Januario
Kelas : XI IPS 2
Absen : 29
INDONESIAKU, NEGERI MARITIM!
Ribuan pulau terhampar
Lautan luas menyebar
Jutaan sungai alirkan
merdunya gemercik air ke samudra nan luas
Wah lihat!
Ikan-ikan menari berbalutkan indahnya terumbu
Hembusan angin turut senandungkan keindahan
Para nelayan pun ikut mengalun dalam hembusan
Berjuang berletih lelah demi anak istri
Indonesiaku, negeri maritim?
Kukira itu hanyalah dongeng nenek tua
Kini bukan lagi air yang bermuara
Lalu apa? Sampah!
Kini ikan-ikan pergi, bahkan mati
Karena apa? Limbah!
Kini bukan nelayan yang berlayar
Lalu apa? Kumpulan penjarah yang serakah!
Kini gelombang sedang bergelora,
bagaikan perang yang sedang membara
Halaman 32 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Ya! Perang terhadap kedursilaan manusia
Indonesiaku, negeri maritim!
Mari Indonesiaku
Mari bangun poros maritim kita
Jangan biarkan sampah dan limbah menumpah
Jangan biarkan terumbu hancur tercacah
Jangan biarkan laut kita terjajah
Jangan biarkan para serakah menjarah
Wujudkan kemaritiman kita!
Ya! Indonesiaku, negeri maritim!
Halaman 33 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Septiana Damayanthi(30)
XI.IPS 2
LAUT NAN INDAH
Senja dipelabuhan kecil
Mengayun sampan melewati
gulungan ombak yang mendesir
Membawaku ke dermaga hatimu
Duduk bersandar ditepian
Memandang mentari jingga
yang hampir tenggelam
Kepak-kepak camar menari
indah diatas hamparan langit
Semilir angin menerpa wajah
teduhkan jiwa
Menikmati senja yang indah
menunggu hadirnya gelap
gemintang malam
Halaman 34 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : shaqilla suci ramadhani (32)
Kelas : XI IPS 2
PERGI
Deru ombak
Menangkapnya
Kau mau kemana?
Tak ada suara
Masih kupandangi biru laut di matamu
Sampai harus kuucapkan sebuah kata
Yang kubenci…
Selamat tinggal
Kelak, aku akan kembali ke rumah
Memandangimu dibawah cahaya malam laut
Air,ikan,dan bulan menjadi saksi biksu kita kala itu
Cinta tidak butuh alasan
Ia alasan
Sekaligus tujuan
Halaman 35 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Shelia Agustin Azzahra
XI IPS 2
OMBAKKU DATANGLAH LAGI
Ombakku
Datanglah lagi.
Senja ini begitu indah
Dengan sapuan warna keemasannya.
Kalau kau datang
Indah senja bertambah-tambah.
Ingin kudengar lagi
Merdunya deburanmu
Jangan kau pergi
Wahai ombak pelipur laraku.
Halaman 36 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Sifa Alfadila
Kelas : XI IPS 1
LAUT KENANGAN
Aku ingin menjadi air
Air yang mengalir di laut sore hari
Air yang dihembuskan oleng angin kesana kemari
Terasa begitu tentram dan membuat tenang di hati
Hari-hari ku tak seindah laut lepas
Hatiku tidak damai seperti suasana laut
Aku seperti terperangkap di hutan luas yang kosong
Terasa begitu sunyi hingga ingin sekali melarikan diri
Sampai ujung laut pun aku ingin lari asal air laut yang
membawaku
Angin berhembus dan ombak berdatangan
Sesekali ingin menyapa kedua telapak kaki ku
Mungkin ombak seperti ingin menghiburku
Sesaat aku bergeming menatap luasnya lautan
Suasana laut akan ramai jika angin kencang
Tetap terasa sepi jika bukan kau yang menemani
Senja di sore hari terlalu indah untuk kulihat sendiri
Menatap langit berwarna jingga dan matahari perlahan
hilang
Angin berhembus sekali lagi, bukan hanya pasir yang
terhembus, begitu juga kenangan
Halaman 37 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Syaira Shallaisya R (36)
Kelas : XI IPS 1
Nyanyian Laut
Kudengar laut bernyanyi
Larungkan doa-doa di atas sampan nelayan
Robekan layar seperti tempurung apung
Ombang-ambing ditabrak gelombang
Kudengar laut bernyanyi
Kulihat pula lautan keringat sang nelayan
Bersujud di bawah raja senja
Menangis syukur atas ikan pari rezeki
Kudengar laut menangis
Saat anak nelayan mengemis
Menyeret pelangi demi sepucuk nasi
Demi indahnya sekolah berlantai rubi
Kudengar laut menjerit
Saat garam asin menjadi gelap
Menutup indahnya karang
Oleh pukat harimau yang menerkam
Kudengar laut bernyanyi kembali
Saat nelayan mencetak kembali mentari
Menyinari hitamnya palung
Membentuk tanah air di atas cahaya bulan
Hingga nyanyian suara laut terdengar sampai mati
Halaman 38 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Viona Ardhanareswari XI IPS 2 (38)
Lautan Indonesia
Indahnya lautan yang ku lihat dari tepi pantai
birunya air laut yang menenangkan mata
sejuknya angin menyentuh kulitku
serta merdunya gemercik air laut
Ribuan pulau terhampar
lautan yang menyebar ke samudra nan luas
ikan ikan yang melengkapi keindahan laut
serta aneka tumbuhan laut
Indonesiaku adalah negeri maritim
dengan keindahan bawah lautnya yang menakjubkan
namun kini mataku tidak melihat keindahan itu lagi
sepanjang mata memandang terdapat sampah
Sampah dan limbah sengaja dibuang ke lautan
menyiksa hewan laut di dalamnya
jangan biarkan sampah dan limbah menumpah
supaya laut kita kembali indah
Halaman 39 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Halaman 40 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Visyanel Nala Ardy
No. Absen : 39
Kelas : XI IPS 2
CIPTAAN ILAHI
Ditemani teriknya matahari
Memandang luas samudra nan biru ini
Suara ombak yang saling menghampiri
Seakan menemani para nelayan yang tak pernah letih mencari
Ayunan nyiur di pantai ikut mengiringi
Seakan menjadi saksi suara melodi
Lautan ini bagaikan seni
Banyak memori tentangnya terlukis disini
Para burung yang selalu terbang tinggi
Bernyanyi mengikuti irama ombak yang menari-nari
Ia bersaut-saut dengan suara angin
Seakan merajut simponi
Sapuan ombak yang membelai pasir putih
Memecah batu karang yang kokoh berdiri
Seolah turut menjadi saksi
Akan keindahan ciptaan ilahi
Halaman 41 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Zalfa Syafiera
Kelas : XI IPS 1
LAUT
Oh Laut
kau sangat indah untukku
bagaikan berlian yang berkelap kelip
Oh Laut
Suaramu selalu indah bagiku
ombak yang selalu menari dan bernyanyi bersamaku
dengan senyuman kebahagiaan
Oh Laut
kamu sangat berarti untukku
tanpamu aku bagaikan sebutir pasir yang tak berdaya
tanpamu aku bukan siapa siapa
Oh Laut
terimakasih atas semua kebahagiaan ini
diriku sekarang bagaikan mutiara yang berarti
terimakasih lautku
Halaman 42 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nadia Marsya Ramdhani (25)
XI IPS 2
SAGARA SI ANAK LAUT
Hamparan laut biru menghiasi indra penglihatan. Biota laut
yang tersebar luas menjadi pusat pandangan bagi orang yang
melihatnya. Tak jarang terlihat para nelayan yang sedang
berburu untuk mendapat ikan demi menghidupi kesehariannya.
Disinilah Sagara dilahirkan. Dengan keluarga yang dibilang cukup, ia
menjalani hari-harinya dengan bahagia. Sarjana bukan gelar yang ingin
ia dapatkan—meskipun kerap kali orangtuanya terus berceloteh
bahwa Sagara harus menjadi sarjana.
Namun, Sagara hanya ingin membanggakan orangtua dengan caranya
sendiri. Meskipun sekarang ia hanya duduk terdiam dengan deru
ombak yang memasuki telinga dan langit jingga yang menggelap.
“Kalau ada beban, keluarin jangan di pendem terus.”
Sagara sedikit menoleh lantas kembali menatap lurus.
“Mau keluarin ke siapa, saya gak punya teman, Asya”
Perempuan yang disebut namanya menoleh bingung.
“Loh? Saya siapa? Saya bukan temanmu?”
“Kamu gak ngerti, Sya, lagipula saya bisa selesaikan masalah
saya sendiri” Sagara tersenyum.
Halaman 43 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
“Berhenti bicara gitu. Ada saya, ada orangtua kamu, teman-
teman kamu, banyak yang bisa dengar cerita kamu” Asya
mengambil duduk di samping si anak laut—Sagara.
“Hidup itu berat ya, Sya. Sekali berbuat kesalahan, semua
jadi kacau. Saya gatau mau banggain orangtua saya kayak
gimana. Saya malah buat mereka kecewa.”
“Hei, Sagara, si anak laut. Kau lihat ombak-ombak itu? Mereka
tetap bergerak, bergelombang tanpa kenal lelah karena memang
takdirnya seperti itu. Ikan-ikan disana hanya berenang bebas di
lautan tanpa beban, karena itu memang takdirnya. Kita semua gak
tahu apa yang kedepannya akan terjadi. Dengan kamu bicara seperti
itu, kamu meremehkan takdir yang telah diberi Tuhan. Ya, saya
memang gak tahu apa yang terjadi di hidup kamu. Tapi saya yakin
kamu bisa banggain orangtua kamu kalau kamu terus berusaha.”
Seakan ombak di lautan, angin yang berembus kencang, Sagara
mengembangkan senyuman terindahnya. Laut seakan mendukung
suasana dengan ombak yang semakin tinggi.
“Sa, ayo pulang, ombak semakin tinggi, orangtua mu pasti
mencarimu”
Asya beranjak berdiri mengajak Sagara untuk segera pulang.
Malam itu, Sagara pulang dengan perasaan yang lebih tenang
layaknya ombak di lautan lepas.
Halaman 44 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Nama : Nur Azzurah Faranisah (27)
Kelas : XI IPS 2
Tugas : Geografi
KATA ORANG GEOGRAFI ITU SERU
Pagi yang cerah, harus diikuti dengan hati yang ceria juga.
Tetapi tidak dengan Kinan, bangun tidur ia sudah uring-uringan
karena perutnya yang sakit. Kedatangan tamu, katanya. Turun dari
lantai dua, Kinan langsung melahap sarapan yang ada di depannya
dengan muka cemberut. “Ma, aku makan rotinya aja ya,” kata
Kinan, sambil menggigit sebagian rotinya.
“Sekalian diminum dong Kin susunya, mumpung masih hangat
tuh biar perutnya mendingan,” si Mama yang masih sibuk mondar-
mandir untuk menyiapkan sarapan sang Papa. “Ck, yaudah..” balas
Nadhira seaadanya.
Tinn..tinn... suara klakson yang tidak pernah absen disetiap
paginya. Juan, pacar dari Kinan memang sudah seperti supir pribadi
bagi Kinan. “Ma, aku berangkat sekolah dulu yaa, assalamu’alaikum”
kata Kinan sambil menyalimi si Mama, kalau si Papa sudah berangkat
duluan, ada meeting katanya.
“Juaann.. ih sumpah ya aku tuh males sekolah, khusus hari
ini aja deh” baru memasuki mobil pacarnya, Kinan sudah ngedumel.
“Ada ulangan geografi ya? Sini aku tanya-tanya dulu, udah
belajar kan?” tanya Juan. Asal kalian tahu, Juan adalah salah satu
murid berprestasi di sekolahnya.
“IHHH KO GITU?? Aku udah belajar tadi malem masa
sekarang ditambah ditanya-tanya sama kamu? Tapi yaudah
cepetan” balas Kinan dengan nada tak terima tapi akhirnya
ia pasrah.
Halaman 45 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Dia sudah pusing semalaman karena materi tidak ada yang
nyangkut di otaknya, apalagi ini materi geografi, pelajaran
yang sangat dibencinya selain Matematika.
“Yang pertama, Posisi Indonesia menjadikannya sangat
strategis dalam bidang pelayaran dan perdagangan dunia. Hal
ini merupakan dampak posisi Indonesia apabila dilihat secara?”
kata Juan, tangan kanannya pegang stir dan tangan kirinya
membuka buku yang sudah dipelajari Kinan tadi malam.
“Eumm... apa yaa.. geologis bukan sih? Eh atau geografis ya?
Geologis deh kayaknya.” Jawab Kinan dengan ragu, tapi yakin
sedikit. Soalnya antara gografis dan geologis tulisannya mirip, jadi
bingung.
“Salah, Secara geografis dong. Kan Indonesia itu berada di
antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Australia. Selain itu,
Indonesia juga terletak di antara dua samudra, yaitu Samudra Pasifik
dan Hindia. Nah, karena hal itulah menjadikan wilayah Indonesia
berada pada posisi strategis yang menjadikannya sering dilalui oleh
kapal layar dan kapal dagang dunia.” Kata Juan, yang sudah seperti
Google berjalan.
Sebenarnya perut Kinan kembali sakit, padahal tadi sebelum
berangkat ia sudah minum obat. Jadi dia hanya mendengarkan saja
apa yang Juan katakan, masuk atau tidaknya penjelasan Juan tadi
itu urusan belakangan. Selama perjalanan ke sekolah, Kinan hanya
memandangi jalanan lewat kaca yang ada di sebelahnya. Muka ditekuk
karena mengingat hari ini akan ada ulangan geografi, ditambah
perutnya yang sakit karena datang bulan. Ah sungguh hari yang
menyiksa bagi Kinan.
“Oh iya Ju, aku pernah denger, masa katanya ada tol laut.
Itu tolnya di bawah laut apa gimana deh? Aku pertama
denger langsung ketawa, sama kaget juga sih masa ada tol di
bawah laut ahahaha" kata Kinan tiba-tiba, dia mulai aktif
bertanya dan melupakan rasa sakit di perutnya.
Halaman 46 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
"Ya ga gitu Kin, tol laut tuh tetep di atas permukaan laut,
yang lewat kapal kapal gitu. Maksud tol laut itu, jalur
pelayaran bebas hambatan yang menghubungkan pelabuhan-
pelabuhan di seluruh Indonesia dari Indonesia bagian barat
sampai Indonesia Timur. Jadi pelayaran kapal lautnya tuh
terjadwal ketika menghubungkan antar pulau manfaatnya sih
agar harga barang tidak melonjak tinggi.” Kata Juan, yang
fokusnya masih ke jalan tapi masih bisa menjawab pertanyaan
Kinan dengan lancar.
"Ohh begitu.. kirain tolnya ada di bawah laut. Ohiya Ju nanti
istirahat temenin aku ke Perpustakaan yaa, mau belajar tentang
fauna di Indonesia itu kayaknya seru," kata Kinan, Juan hanya
menganggukinya saja. Juan mulai memasuki halaman sekolahnya dan
memarkirkan mobilnya. 30 menit cukup bagi Kinan untuk
mendapatkan ilmu baru dan melupakan rasa sakit di perutnya.
Tadi di perjalanan, Juan sempat bilang ke Kinan, kalau geografi
itu pelajaran yang seru. Tapi mungkin guru yang mengajar di kelas
Kinan tidak seseru guru yang belajar di kelas Juan. Kemudian Juan
menawarkan untuk belajar geografi bareng aja. Dan Kinan tentu saja
sangat setuju, kapan lagi bisa belajar bersama pacarnya itu karena
sang pacar selalu sibuk dengan sekolahnya dan les.
Halaman 47 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Cerpen Karangan : Shabrina Aprillianty – XI IPS 2 (31)
HIDUP DARI LAUT
Syahdu suara ombak selalu terdengar setiap saat, riuh angin
selalu datang tanpa syarat, burung camar selalu berkicau tanpa kenal
penat. Begitulah, laut memang selalu punya cara untuk menampakan
keindahannya, Laut pun selalu punya makna bagi setiap manusia.
Begitupun bagi keluargaku , bagi keluargaku laut sudah menjadi
bagian dari kisah kehidupan.
Ya,kenalkan aku Sean Abdylan , aku adalah seorang anak laki
laki yang tinggal di pesisir pantai , sedari kecil aku sudah bergelut
dengan kemandirian yang diajarkan oleh keadaan. Kerasnya hidup
sudah aku rasakan sedari dini, keluarga ku jauh dari kata mewah,
bahkan tak jarang diterpa kekurangan. Ayahku seorang nelayan,
sedangkan ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga .
Sebagai anak tunggal, maka gelar ‘’Tulang Punggung Keluarga’’
sudah aku dapatkan, aku harus bisa membantu ayah untuk mengais
rezeki guna menyambung hidup keluarga kecilku, walaupun rintangan
demi rintangan kerap datang menghampiri keluarga ku , tapi ayah
dan ibuku tak pernah mengajarkan ku untuk menyerah, sebab mereka
percaya , Tuhan akan mendatangkan hal indah di waktu yang tepat
untuk kami.
Rutinitasku bisa dikatakan berbeda dengan rutinitas anak
seumuran ku,karena saat ini mereka mungkin sedang asik
bermain kesana kemari, menikmati masa kecilnya,
menghabiskan waktu dengan penuh suka ria. Sedang aku, aku
memilih mengabdikan waktuku untuk melaut bersama ayah di
malam hari dan baru akan pulang di pagi hari. Ya, ayahlah
yang mengenalkan ku kepada luasnya lautan.
Halaman 48 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A
Setiap malam tiba, Gemuruh desir ombak laut seakan
menjadi sinyal bahwa kami sudah dipanggil untuk segera
menjemput rezeki, maka pada saat itu pula kami segera
bergegas pergi melaut guna mencari ikan, kami melaut dimalam
hari dikarenakan ketika malam hari angin bertiup dari darat
ke laut (angin darat), sehingga memudahkan kami untuk
menangkap ikan.
Perahu kayu adalah kendaran berharga yang kami punya, sebab
karenanya kami bisa menghasilkan pundi pundi rupiah. Dinginnya
angin malam, dan bising nya ombak sudah menjadi penghias
perjalanan kami. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi
jam kami lalui di tengah gelapnya lautan, senyum selalu kami
tampilkan dikala jaring kami berhasil disambar ikan.
Hasil tangkapan laut kami,kami serahkan kepada Ibu , yang
kemudian akan Ibu titipkan kepada penjual yang akan pergi ke pasar
di pulau sebrang, kami memilih menitipkan ikan hasil tangkapan kami
dikarenakan akses menuju pasar di Pulau Sebrang sangat sulit dan
jaraknya sangat jauh, dikarenakan desa kami berada di daerah
terpencil, dimana sarana dan prasarana sangat terbatas, sampai saat
ini, di desaku hanya ada 1 orang yang memiliki perahu bermesin,yaitu
Pak Nirgana, itu artinya para nelayan disini hanya mampu
mengandalkan beliau untuk membantu menjualkan hasil tangkapan.
Nantinya hasil dari penjualan ikan tersebut akan di bagi antar Pak
Nirgana dan para nelayan.
Tak jarang, kami hanya mendapatkan sedikit bagian, tapi berapa pun
itu, kami selalu syukuri.
Pundi pundi rupiah tersebut kami pergunakan untuk
memenuhi kebutuhan sehari- hari dan kebutuhan sekolah
ku, ya saat ini aku berada di kelas 4 SD, kerasnya
keadaan yang aku alami tak menjadikan diriku untuk
enggan bersekolah, karena aku mempunyai tekad, yaitu
tekad untuk bisa mejadi seseorang yang terdidik, agar
Halaman 49 | G E O G R A F I D A L A M K U M P U L A N S A S T R A