The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nasywa rd, 2023-11-28 16:54:03

Novel Kapan karya Nasywa Rahma Dina

kapan ~nasywa

Keywords: Kapan

1 Aku Hai,Aku Nayyara Sifani. Panggil aja Ara. Aku lahir di kota B,tanggal 15 September 2005,waktu aku kecil sekitar umur 6 tahun,Aku pernah punya impian,Aku ingin sekali menjadi peri dan sampai saat ini impianku belum juga terwujud. Aku baru saja mandi. Kata orang, hidup itu harus dijalani. Tapi bukannya kita bisa lari. Lari dari kenyataan? Enggak dong. Jangan pernah lari dari kenyataan,karena pada akhirnya,kenyataan akan terus mengejarmu. Aku orang yang terkadang bingung untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan. Aku orang yang pemikir, tapi bukan overthingking. Hal kecil saja bisa aku pikirkan dalam-dalam meskipun itu kurang perlu sebenarnya. Aku juga orang yang perasa,Aku menyadari bahwa nada bicara seseorang menggambarkan apa yang seseorang


2 rasakan saat itu. Makanya,aku terkadang merasa sedikit kacau saat seseorang yang biasanya begini tiba-tiba jadi begitu. Yah seperti itulah kurang lebihnya Aku. Selamat menikmati ceritanya. “Terlahir di dunia itu anugrah,jika bagimu tidak,lihatlah dirimu. Setiap langkah ada peluang dan setiap detik ada kesempatan.Raihlah!” ~Nasywa Rahma Dina~


3 Prolog ARA meluapkan kekesalannya kepada seorang lelaki yang selalu membuatnya frustasi setiap harinya. Beberapa kali,Ara sudah mengeraskan suaranya. Mencoba agar diberi ketenangan sedikit saja . Di sampingnya,kini berdiri seorang wanita yang mirip dengannya. Wanita itu perlahan-lahan mengelus rambut Ara dan mencium keningnya. Lelaki itu langsung memegang tangan wanita tersebut lalu menciumnya. “Udah ya Ka,masih pagi lo ini. Minta maaf ga lo sama gue?.Apa mau gue bilangin ke Mami lo soal yang kemarin.” “Ogah banget,Gue ga salah ya, Lo yang mulai duluan. Cepu banget lo” “Siapa suruh minta maaf aja ga mau. Apa coba susahnya.” “Orang gue ga salah,,ngapain juga harus minta maaf. Gila maaf banget lo.”


4 “Terserah deh.Biar Tuhan yang membalas.” “Udah muncul aja nih,kata-kata andalan inces Ara.” “GUE BUKAN INCES YA” “Perasaan Bunda ga pernah deh lihat sehari aja kalian ga berantem.” Ara dan Afka masih sempat beradu mulut meskipun sudah dihentikan oleh Bundanya Ara. Meskipun tiada hari tanpa bertengkar,keduanya tetap bersama-sama dalam kondisi apapun. Tidak heran,karena keduanya memanglah sudah bersahabat dari kecil.


5 1.Inilah Ara “Sayang,BANGUNNN! Udah jam segini kok masih belum bangun”.Sambil menggelengkan kepala berjalan menuju kamar Ara. “Sayang bunda masuk ya”. “Bentar bunda, dikit lagi beneran” . Didalam kamar Ara, ternyata sudah ada Eca. Mereka berdua berniat berangkat sekolah lebih awal dari biasanya. “Halo Bunda,jangan bosen ya lihat muka Eca hehehe”. “Engga dong, temenin Ara terus ya Eca biar ga makin BANDEL”. Kata bunda menekankan kata bandel seraya mencubit hidung Ara. “Bunda mah gitu, Ara ngambek nih”. “Becanda sayangg. Tumben banget nih jam segini anak bunda udah siap.” Ucap bunda ara keheranan. Biasanya Ara baru bangun ketika bundanya yang membangunkannya.


6 “Ara mah ga sabar mau ketemu pacarnya”. Ejek Eca seraya mendorong sedikit tubuh Ara. “Engga bun, Eca mah ada ada saja. Ara pamit ya Bun, Assalamualaikum”. Ara dan Eca bergegas berangkat ke sekolah. Entah angin mana yang membuat mereka datang lebih awal. Biasanya mereka berdua selalu datang mepet dengan bel masuknya. “Hadeh, Waalaikumsalam, hati-hati sayang, jangan lupa bekalnya dimeja depan”. “Siap bunda”. Sesampainya di sekolah, Ara dan Eca langsung menuju ke kantin. Langsung dihampiri oleh Afka dan biasalah pasti Ara dan Afka beradu mulut. “Waduh penampakan yang sangat mengerikan ya saudara-saudara. Pagi-pagi udah melihat duo biduan yang selalu nempel kek tokek. Bosen banget gue”. “Heh ngaca dong, seorang Nayyara Sifani yang imut, cantik jelita,nan baik hati ini ,L katain biduan?? “.


7 Eca dan Afka spontan memperagakan orang yang muntah. “Pede amat lo” ucap mereka berdua bersamaan dilanjutkan dengan ketawa meledek. “Ayo masuk kelas, udah mau bel nih”. Ucap Eca sambil menggeret tangan Ara. “Baru aja sampe. Yaudah lo berdua duluan , gue mau disini dulu aja” . “Siapa juga yang mau barengan sama Lo.” sambil berlari Ara berkata “Dugong”. Afka yang tidak terima langsung melempar sampah jajanannya ke Ara. Ara pun membalasnya kembali dan langsung lari. Di perjalanan Eca tiba-tiba berhenti seraya mengeplak jidatnya sendiri. “Kenapa lo? “ Ucap Ara heran “Mampus gue, tugas Matematika Minat belum gue kerjain lagi. Jam ke- berapa sih? “. “Jam pertama Eca, gila aja lo Bu Yuni kan selalu ngecek tugas kita. “


8 “Duh, udah selesai belum punya lo? Hehe”. Raut muka Eca yang dipasang sok melas. “Ya udah lah emangnya lo, 25 soal lo Ca lo mau nyalin kapan?”. “Yaudah ayo sekarang” Eca berlari cepat sedangkan Ara ketinggalan jauh dibelakang “Aduh cepet banget nih si tuyul larinya”. Ara berhenti sambal terengah-engah. Sesampainya di kelas, Ara langsung disambut Eca yang memasang muka sok paling tersakiti di depan pintu. “Ngerjain gue, lo? Pagi-pagi udah bikin gue emosi aja, gue tinggal mampus lo biar pulangnya ngesot”. Seraya mengibaskan rambutnya disertai kata hemh. “Lagian lo pikun sih, kan besok Matmin nya”. “Tau ah, serah”. “Ayo ke perpus! teman-teman cintaku, Pak Yanto udah marah-marah nih di grup” Kata Sherly ketua kelas. “Marah kenapa? “ Kata Ara bingung


9 “Pake nanya, BURUANNN!!”. Sherly merupakan cewek tergalak di kelas. Bahkan para cowo bandel tanduk kepadanya. Sesampainya di perpus. Mereka mencari buku untuk mengerjakan tugas dari Pak Yanto. “Ini lagi pada ngapain sih? “ Tanya Aldi kebingungan. “Ya menurut lo aja, makanya kalo disuruh ke perpus tuh ke perpus bukan ke kantin”. Kata sherly sambil ngegas. “Bu ketua sensi amat lagi datang bulan yaa”. “Lo bisa diam ga sih Aldi, malah tambah ngereog nanti Sherly nya”. Kata Eca menenangkan Sherly. “Tumben banget nih si mak lampir diem aja”. Kata Aldi sambil menabok Afka. “Kesambet lo?”Aldi menambahkan “Apaansih lo pada, gue kan cewe cool. “ “Dih najis”. Kata Afka sambil menoyor kepala Ara. “Paan sih, suka lo sama gue? Tanya Ara seraya mengangkat alisnya berlagak bahwa ucapannya itu benar.


10 “Dih amit-amit suka sama mak lampir kaya lo. “Lo kenapa sih? Gue beneran nanya nih”. Tanya Afka. “Cie peduli banget nih sama bebebnya. Aaa cocwit”. Kata Eca seraya menyatukan tangan Afka dan Ara. “Apaan sih caa, nanti Afka tambah klepek-klepek lagi sama gue”. Kata Ara sambil nyegir . “Iya nih sayang” Kata Afka sambil manyun yang langsung dicubit bibirnya oleh Aldi. “Demen lo sama Afka? “ Tanya Ara. Mereka berempat tertawa keras sampai ditegur oleh penjaga perpustakaan. Melihat ara bengong lagi, teman-temannya heran. Kali ini Ara bengong sambil senyum. “Lo kenapa sih ra, stress ya? Bukanya udah tiap hari hahaha” Kata Eca. “Kesambet nih bocah” Ucap Afka sambil mendorong Ara. “Iya setannya lo tuyul”.


11 Mereka berdua jambak-jambakan, teman sekelasnya pun sudah terbiasa akan hal itu. Jadi sudah tidak heran lagi. Mereka berempat sudah lengket dari kelas 10 meskipun setiap hari bertengkar akan hal kecil. Namun, itulah yang mewarnai persahabatan mereka. Banyak hal yang telah mereka lewati bersama. Membuat mereka saling mengerti satu sama lain. “Nyaman ketika bersama,dimana kelebihan dan kekurangan diterima baik dengan tulus. Inilah potret indah persahabatan” ~Nasywa Rahma Dina~


12 2.Emang boleh sebahagia ini? Malam hari, setelah Bunda Ara memasak makanan untuk makan malam. Bunda masuk ke kamar Ara untuk mengingatkan makan malam. Bunda menemui Ara yang sedang belajar namun sambil menidurkan dirinya ke meja. “Sayang, kamu capek ya?. Istirahat aja jangan dipaksa. Makan malamnya udah siap sayang. Ayo makan sama Bunda”. Kata Bunda seraya mengelus rambut Ara secara lembut. Ara langsung memeluk Bundanya. “Kamu kenapa sayang? Coba cerita sini ke Bunda “. “Ayah tumben banget Bun, hari ini ga telpon Ara sama sekali”. Ayah Ara itu merupakan perantau,sejak usia mudanya. Jadi jarang sekali bisa pulang kerumah. “Oalah, jadi ini Ara lagi nge-galauin Ayah? “. “Bunda, Ayah kapan pulang? Ara kangen banget sama Ayah”.


13 Itulah pertanyaan yang sering Ara tanyakan kepada Bundanya,ketika rasa rindunya kepada Ayahnya sudah tak bisa lagi terbendung. “Kalo Bunda jawab besok Ara seneng ga? “ “Hah serius Bun? Ini Ara ga lagi mimpi kan? “. “Serius sayang, yuk makan dulu baru istirahat”. “Yey akhirnya, Ara udah ga sabar mau ajak Ayah jalan-jalan”. Ara tidak sabar ingin sekali bertemu dengan ayahnya,bahkan Ara sudah mempersiapkan list untuk liburan keluarganya. “Emangnya Ara mau kemana? “ “Rahasia” Kata Ara sambil mengajak Bunda untuk segera makan malam. Setelah makan malam, Ara langsung segera tidur. Karena dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Ayahnya. Tepat pukul 00.00 Ara kebangun karena ada suara yang sangat berisik di telinganya. Matanya masih buram. Setelah Ara mengumpulkan nyawanya, Alangkah kaget dan bahagianya Ara yang langsung disajikan pemandangan Ayah dan


14 Bundanya yang memegang kue dan kado yang banyak untuknya. Ara terkejut dan sangat bahagia, dia tidak menyangka Ayahnya datang benar-benar datang tepat waktu di hari ulang tahunnya. Ara langsung memeluk kedua orang tuanya. “Selamat ulang tahun princess-nya Ayah. Kaget ya sayang? “. Kata Herman, Ayah Ara sambil memakaian mahkota buatannya sendiri yang dibuat khusus untuk putri tercintanya. Ara yang masih tidak menyangka hanya bisa tersenyum lebar sampai tidak bisa berkata-kata. Disusul Bundanya yang memakaikan gelang rajut kepada Ara yang sengaja dibuat sama untuk couple an sekeluarga. Bunda dan Ayah Ara menunjukkan gelangnya dan didekatkan dengan tangan Ara. “Makasih banyak Bunda, Ayah, Ara bener-bener ga nyangka. Ini Ulang tahun paling spesial yang pernah Ara rasakan. Sayang Buyah muah”. Kata Ara seraya mencium pipi kedua orang tuanya. “Buyah? “ Tanya Ayah Ara kebingungan. “Bunda Ayah”. Jawab Ara antusias.


15 “Oh jadi ada istilah baru nih, mentang-mentang Ayah ga pulang sebulan udah ada aja nih istilah-istilah gini”. Kata Ayah Ara seraya meletakkan kedua tangan di pinggang berlagak seperti sedang marah. “Masih banyak tau Yah, Makanya Ayah jangan pergi terus”. “Yaudah deh Ayah janji gaakan pergi lagi, kalaupun pergi Ayah pasti akan kembali lagi ke Bunda sama Ara”. “Beneran ya Yah, sayang Ayah”. “Bentar ya, Bunda keluar dulu”. Bunda mendapat telpon dari Eca. “Halo bunda Eca sama temen-temen mau meng surprise in Ara, tolong buka pintunya Bun”. “Ayo masuk, Ara nya lagi dikamar. Jangan grasakgrusuk. “ “Siiap Bunda “. “Hush Aldi jangan keras-keras nanti Ara tau”. Kata Eca sambil mencubit tangan Aldi.


16 “Iya iya maap”. Kata Aldi seraya menggosok-gosok tangannya yang telah dicubit Eca dengan kerasnya. “Happy birthday Ara!” Ucap mereka bertiga bersamaan. Dilanjutkan dengan peletusan balon oleh Afka yang tiba-tiba membuat semuanya kaget. Eca langsung menabok Afka. “Ngagetin aja lu lutung”. “Ups gasengaja, kalo kata Ara. Bercandya, Bercandya”. Menirukan sama persis yang biasa Ara lakukan. Semuanya langsung tertawa. “Bisa aja kamu, yaudah om mau beres-beres dulu ya”. “Iya om”. “Ulang ga sih Ra? Ga kerekam ternyata hehe”. Kata Eca tersipu malu. “Dih setingan” Kata Aldi sambil memajukan kepalanya tanda meledek. “Yaudah si wir mau gimana lagi, biar nanti gue edit ala-ala. Buruan balik! Ara lo pura-pura tidur aja”.


17 Semuanya pun mengikuti perintah Eca dan melaksanakannya sambil ketawa-ketiwi. Setelah acara suprise-meng suprise sudah selesai. “Bray, lo pada ga tidur? Ucap Ara setelah melihat ketiganya nguap “Belum sih”. Kata Afka sambil menguap “Gimana kalo kalian nginep aja dirumah gue? Lagian udah jam 2 nih” “Bukan muhrim Ra, mau banget lo tidur sama gue” Kata Aldi menyombongkan diri. “Dih, lo, Aldi, Afka tidur di kamar tamu. Biar Eca yang tidur sama gue. Ya kali tidur barengan semuanya”. “Kalo mau sih ayo aja , ya ga ka”Kata Aldi seraya menonjolkan lidahnya ke Arah Afka. “Gazz”. “Dasar mesum, sana tidur! “. “Iya mak lampir”.


18 Mereka berempat tidur sangat lelap sampai-sampai telat bangun dan berangkat bersama ke sekolah. Sampai di sekolah gerbangnya pun ditutup. “Pak Budi yang sangat ganteng rupawan bukain gerbangnya dong” Kata Aldi memasang muka sok imut. Yang kemudian dilanjutkan ketiganya. “Telat bentar doang Pak”. Sahut Ara “Iyakan Pak, telat dikit ga ngaruh hehe”. Kata Eca sambil menyatukan kedua tangannya meminta permohonan. “Telat dikit gimana? Toleransi terlambatnya itu 10 menit, tapi kalian telat 30 menit. Apalagi Aldi udah sering banget telat. “ “ Yah Pak, nanti aku kasih kayak yang kemarin deh. “ Kata Afka seraya menaikkan kedua alisnya. “Yaudah deh boleh”. Pak Budi membukakan gerbangnya dengan senang hati, Aldi, Eca, dan Ara menatap Afka kebingungan. “Lo kasih apaan ka? “ Tanya Aldi serius.


19 “Ada deh, kepo banget nyet”. Kata Afka yang membuat ketiganya kebingungan. Mereka langsung bergegas ke kelas dan berjalan pelan-pelan agar tidak ketahuan, namun apa daya mereka telah telat lebih dari 30 menit. Mereka langsung dihukum hormat bendera sampai jam pelajaran matematika habis. “Ayo angkat 1 kaki, SEKARANG! “ Kata Bu Yuni tegas. “Iya bu”. “Setelah selesai jam pelajaran saya, 25 soal yang Ibu berikan minggu lalu dikumpulkan ke meja Saya, Saya tunggu sampai jam istirahat selebihnya Saya tidak terima. Kalo belum juga mengumpulkan salah satu anak saja tidak mengumpulkan. Ibu suruh semuanya membersihkan semua kamar mandi di sekolah ini!”. Kata Bu Yuni sambil menunjuknunjuk mereka berempat. Air liur nya sampai bercecaran. Membuat keempatnya mengusap muka. Belum juga Bu Yuni pergi meninggalkan mereka. “Kalo gini mah, dihukum tiap hari Gue siap”. Kata Ara sambil senyum-senyum sendiri.


20 “Oh gitu, jadi pengen banget dihukum kaya gini? “. Tanya Bu Yuni menahan amarahnya. “Ra, Ara sadar stress ya lo”. Kata Eca panik. “Anjing lo Ra”. Kata Aldi. “Diam semuanya! “. Bu Yuni menggoyangkan badan Ara berharap Ara sadar. “Hah ada apa Bu?”. Kata Ara setelah sadar atas lamunannya. “Daritadi Ibu ngomong kamu ga perhatiin Ibu?Kenapa mau dihukum juga kayak mereka?”. Kata Bu Yuni seraya menunjuk segerombolan anak laki-laki IPS yang sedang dihukum jalan jongkok. “Engga bu, maaf”. Kata Ara seraya menundukkan kepalanya. “Yasudah, karena Kamu murid kesayangan Saya. Kalian berempat hormat ke tiang bendera saja, nanti Ibu panggil pengawas untuk mengawasi kalian dan jangan diulangi lagi”. Bu Yuni meninggalkan mereka berempat


21 “Gini nih kalo kesaltingan deket gue makanya suka banget dihukum lagi”. Kata Afka dengan pedenya. “Dih geer lo, dasar Afka freak”. “Freak kok ngatain Freak”. “Udah-udah bisa diem ga si lo pada, kasian nih bebeb Eca keganggu”. Kata Aldi seraya merangkul Eca yang langsung ditepis oleh Eca. “Dih paansih lo Di, Gue bilangin cewe lo mampus lo” . Kata Eca sambil mengibaskan rambutnya “Bercanda kali beb”. “Emang ada cewek yang mau sama dia? “ Kata Afka sambil tertawa tanda meledek. “Ya maulah orang gue ganteng imut gini,siapa sih cewe yang ga mau sama gue?, emangnya lo“.Kata Aldi tidak terima. “Dih pede amat lo sotong, kalo gue mah banyak cewe ngantri. Tapi guenya aja yang jual mahal”. “Sok-sokan lo, mana nih masa 1 doang gaada yang nyangkut”.


22 Ara berbisik kepada Eca. “Ca cowok yang pake jaket jeans keren itu siapa namanya? “. Tanya Ara “Kenapa? Suka lo sama berandalan kayak gitu”. “Engga kok, Cuma nanya aja. Tu cowok siapa sih? “. Tanya Ara penasaran. “ Masa lo gatau sih, itu yang sering gue ceritain. “ “ Hah maksud lo Abi yang biasa bolos itu? “. Ara terkejut . “Iya Ra, Gue kira lo udah tahu orangnya”. “Sering lihat sih, tapi gatau kalo dia yang namanya Abi”. “Ra kayaknya Abi ngelihatin lo deh”. Kata Eca yang membuat Ara senyum sendiri. “Heh curut, bisik-bisik ngomongin apaan? “. Tanya Afka. “Rahasia cewek”. Sahut Eca.


23 “Sok-sokan rahasia, bukannya udah gaada lagi ya rahasia diantara kita”. Kata Aldi sambil membenarkan rambutnya. “Udah deh Di, cape gue”. Kata Eca seraya mengipaskan tangannya karena kepanasan. “Ra nyalin punya lo dong ya ya”. Kata Eca sambil memasang muka sok imut. “Ambil aja ditas gue”. Kata Ara yang membuat ketiganya langsung full senyum. Setelah hukumannya selesai mereka bergegas menuju kelas, tapi tidak dengan Aldi dan Afka mereka menuju kantin. Eca langsung menyalin tugas. “Eh Ca Ca Ca Ca”. “Apaan sih raa? Lagi sibuk nih”. “Yaudah nanti aja deh”. “Hih serius lo mau apa? “. Tanya Eca sambil cepatcepat menyalin jawaban Ara. “Nanti aja deh, pas pulang”.


24 “Beneran ya? Gue kepo nih”. “Iya sayang”. “Hai para wanita dan priaku”. Kata Aldi seraya memperagakan cium jauh. Satu kelas langsung reflek muntah tanpa isi. “ Ara, Ara cantik pinjem buku dong heh”. Kata Aldi seraya memberikan minuman yang ia belikan dari kantin. “Kalo gini aja inget temen lo”. Kata Ara. “Heh Ara-Ara buku lo mana? Biar gue ganti namanya jadi Afkarian Motaz. Biar gue gausah capek-capek nulis”. “Minta gue cekokin kaos kaki lo, enak aja”. Kata Ara sambil menarik rambut Afka. “Dih galak bener nih mak lampir pantes aja jomblo”. Kata Afka “Bilang apa lo? Enak aja gue punya cowo ya, ya ga Ca? “. Kata Ara seraya menaikkan alisnya. “Iya kan cowoknya gue”. Kata Aldi dengan pedenya. Sherly langsung datang menjewer telinga Aldi.


25 “Bilang apa Lo? “. “Ma maaf sayangku, jangan marah ya. Nanti aku beliin es krim deh”.Kata Aldi penuh harapan. Satu kelas terkejut baru tahu kalo Aldi dan Sherly sudah berpacaran. “Serius lo Sher mau sama Ulet bulu ni? “. Tanya Afka. “Ya mau gimana lagi, gue sayang sama Aldi”. Semuanya terkejut seraya menutup mulutnya. “ Maaf ya sayangku, tadi hanya bercanda. Ya kan Ra? Bercandya Bercandya”. “Bercanda lo ke semua cewek”. “Dih malah manas-manasin”. Sherly langsung pergi yang kemudian disusul Aldi. Semuanya langsung tertawa dan heran akan pernyataan Sherly barusan. Karena kaget kok bisa Sherly yang galak pacaran sama Aldi yang buaya. Bel pulang sekolah berbunyi. Namun, ada pertandingan basket yang menjadikan semuanya tidak langsung pulang.


26 “Ra lihat basket kan? “. Tanya Eca. “Ya iya dong, emang pernah gue skip basket? Ayo cepet biar dapet depan”. Mereka langsung menuju ke GOR yang ternyata sudah ramai yang datang. Disana juga ada Abi yang sedang pemanasan untuk bermain. Ada juga Afka dan Aldi yang sudah siap bertanding disana. Selama pertandingan, Ara hanya fokus melihat Abi bukan bolanya. Setelah selesai pertandingan, Ara dan Eca kembali ke kelas untuk mengambil barang. Waktu mereka berjalan ke parkiran, Abi berjalan ke arah mereka berdua. “Lo gapapan kan? “. Tanya Abi yang membuat pipi Ara merah. Abi menaikkan dan menurunkan tangannya ke Ara yang bengong melihatnya. “Woy curut ditanya tuh”. Kata Eca yang membuat Ara sadar. Ara tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Tetap diam memandangi Abi. “Teman lo kenapa? “. Tanya Abi. “Gatau nih, kayaknya gapapa deh orangnya. “


27 “Yaudah gue duluan ya. “ Setelah Abi pergi, Ara langsung berteriak dan Eca menutup telinganya. “Rasa cinta dan dicintai adalah faktor kebahagiaan” ~Nasywa Rahma Dina~


28 3.MMS “Lucu banget tau Eca”. Kata Ara sambil kesaltingan. “Lo beneran suka sama Abi? Gue tau lo jones tapi ya ga harus Abi lah shay”. “Emang kenapa? Lucu kok”. Pembelaan Ara. “Dari kapan ra? “. “Apanya? Cakepnya? Dari lahir nih kalo ga percaya coba tanya Bunda”. “Hih mulai deh, maksud Gue, dari kapan lo suka sama Abi? “. “Semenjak 4 hari yang lalu hehe dan hari ini pertama kali dia ngelirik gue”. Kata Ara seraya senyum kegirangan. “Hah baru 4 hari lo udah sesalting ini Ra? Mana kayak orang bego lagi tadi. Gue ikutan malu tau ga.” “Kayak punya malu aja lo Ca “. Ejek Ara. “Dih serius deh, kok bisa sih apa-apaan coba, tibatiba kok bisa suka sama berandalan gitu. “


29 “MMS itu bukan berandalan Eca, dia tu lucu, manis, baik, imut deh pokoknya. “ “Hah? MMS apaan? Berandalan kok disebut imut. Capek deh gue. “ “MMS itu singkatan dari ‘Mas Mas Sepatu'. Mau denger ga ceritanya? “. “Duh aneh-aneh banget si lo Ra. Cerita apaan? “. “Jadi, 3 hari yang lalu waktu gue lagi belanja ke Indomaret. Gue kan lagi milih-milih jajan, nah itu kan gue ga sampe. Ditolongin deh sama ehek salting deh gue. “ “Belum apa-apa udah salting, lanjut”. “Ditolongin sama Abi. Dia ambilin jajan gue dong baik banget kan. Tapi dia diem aja, diem aja ganteng apalagi jadi pacar gue”. Selama Cerita Ara kebanyakan salting dan mukanya memerah. “Gitu doang? Terus apa hubungannya sama sepatu?“ “Gitu doang dia bisa ngedobrak hati gue tau ga Ca aww”.


30 “Najis alay banget lo sumpah deh, bukan temen gue lo Ra”. “Ada lagi tau, waktu di kasir. Gue kaget banget dia ngelihatin gue terus mana sama senyum. Gue kira karena terpikat akan kecantikan gue kan. Mana gue pede banget , gue ikutan senyum-senyum lagi. Ternyata, Lo tau? “. “Kenapa ra? Ada apa? “. Eca antusias mendengar cerita Ara. “Karena gue ga sengaja nginjek sepatunya, sumpah disitu gue malu banget. Mana gue udah ngerasa kayak Jenny blackpink lagi”. Ara memperagakan posisi dia saat ada Abi yang membuat Eca ketawa ga berhenti-henti sampe kebelet pipis. “Bentar Ra, gue ijin ke toilet”. Mereka berdua tertawa lepas. Setelah keluar dari toilet. “Ayo lanjut dong, ada lagi ga ra? . “Ada dong, ini part dimana gue lebih malu lagi tau ga”. “Apa? Gimana? “.


31 “Sabar dong, Lo tau? “. “Engga”. “Ya jelas, gue kan belum cerita”. Mereka dikit-dikit ketawa sampek cape sendiri. “Gue kan ngebut banget ya naik motor, Gue kan ngelihat Abi belok kanan ke perempatan yang deketnya rumah siapa itu. “ “Ikbal? Rani? Joko? Siapa ra? “. “Lupa gue, intinya. Gue fokus ngelihat Abi dan dianya juga ngelihat ke arah gue. Gue nabrak mobil depan gue anjir sumpah mana langsung disamperin Abi nya lagi. Tambah malu dong gue. “ Ara memperagakan gimana kejadiannya waktu itu. Mereka berdua tak berhenti-henti tertawa. Sampai bunyi ngok. “Itu deh makanya tadi Abi nyamperin gue”. “Terus masa lo malu gitu, malah bisa suka sih sama dia? “.


32 “Ga sampe situ, waktu di perpus kemarin lusa. Lo tahu kan gue bengong? Itu gue lagi ngelihatin Abi. Mana lama benget gue natapnya, gue eye contact tahu sama dia”. “Pantes aja sekarang lo sering bengong”. “Waktu di kantin kemarin gue lihat dia skskkskk sakting banget gue”. “Dia kenapa? “. “Gue lihat dia minum. Bener-bener kelihatan ganteng banget tau Ca aww”. “Dih gila banget nih lo ra. Ga beres nih”. “Ga sampe situ aja. Waktu gue ultah kemarin, gue ngefollow instagramnya kan, langsung difolback tau ga. Kan jadi salting nih gue”. “Kok bisa sih? , tapi lo emang cakep si Ra. Sabi kali ya”. “Gue emang secakep itu “. “Nyesel gue muji lo. Tapi jarang banget dia ngefolback tau. Apalagi kan kalian ga saling kenal. Raisa aja ngefollow ga difolback tau. Sinta juga ga difolback”.


33 “Aduh makin lampu ijo nih gue”. “Lampu ijo sih lampu ijo. Tali lo diajak ngomong aja gabisa jawab”. Mereka reflek ketawa. “Gue mau nunjukin lo sesuatu nih, bentar”. Ara mengambil Handpondnya dan segera membuka instagram.


34


35 “Waduh Araa h nya harus 3 banget ya? “. “Abisnya salting brutall hehe. Mungkin ga ya dia mau sama Gue? “. “Coba aja dulu, kalo kata Gue mundur aja sih Ra nyabang dia mah”. “Dih Lu mah gitu”.


36 4. Interaksi “Ayo! lo harus ikut gue sekarang cepet Raa”. “Gamau ah cape gue Caa”. “Buruan deh”.Kata Eca seraya menarik Ara keluar kelas. “Gilaa ganteng banget. “ Spontan Ara yang membuat orang-orang yang disekitar kelasnya melihat kearahnya. Eca langsung menutup mulut Ara. “Heh keras banget lo ngomongnya. Lo ga malu dilihat orang-orang? “. Kata Eca menegaskan ke Ara “Heh Ara hayoloh”. Ucap beberapa orang yang mendengar suara lantang Ara. “Emang ganteng kan? Gue salah?. “Gini nih kalo urat malunya putus. Maklumin ya guys”. Kata Ara menjelaskan tingkah Ara. Mulai saat itu berita Ara suka dengan Abi menyebar ke seluruh penjuru sekolah. Tapi Ara tidak mempermasalahkan hal itu. Eca terheran-heran dengan sikap


37 Ara. Saat Ara di kantin sendiri, dia tidak sengaja melihat Abi, dia tidak bisa menahan kesaltingannya. Sehingga ia memutuskan untuk kembali ke kelas saja. Dia benar-benar kaku dan tidak bisa berbuat apa-apa ketika ada Abi di dekatnya. “Mulai deh ni bocah. Habis ketemu Abi? “. “Tau aja lo. Kelihatan banget ya Ca? “. “Pipi lo tuh pink banget kaya babi”. “Hah, emangnya Lo?” “Serius tau Ra ,kaya pake blush on” Eca memihat ke belakang Ara yang ternyata ada Abi dan segerombolan anak basket lainnya. Dia sengaja tidak memberi tahu Ara, karena Eca pasti tahu Ara akan kabur. “Ada Afka ga? “. Tanya Abi yang langsung dijawab Ara. “Ada tuh dikelas”. Ara tidak sadar bahwa yang mengajak dia ngomong itu Abi. “Ka Afka, Heh tuyul dicariin teman lo noh”. Ara membalikkan badan dan alangkah terkejutnya dia tahu


38 bahwa yang didekatnya itu Abi. Ara langsung masuk ke kelas sambik jingkrak-jingkrak. Eca yang menyadarinya langsung membisikkan kalimat-kalimat penenang untuk Ara. “Tahan dulu dong saltingnya, lo diketawain Abi noh”. “Hah serius? Waduh enaknya pake adat apa ya? “. “Halu lo Ra”. Sepulang sekolah, Ara melewati kelas Abi. Dia melihat Abi yang sedang mencuci tangan sambil berjalan dan tanpa disadari ia menatap tiang. Abi langsung tertawa melihat tingkah Ara. Tidak hanya itu, Ara tidak bisa berhenti menatap Abi, mereka eye contact lama sekali. Eca sangat malu melihat tingkah Ara. “Ra sumpah ya, lo bukan temen gue”. “Gatau kenapa gue bisa kaya gini tau Ca. Gue gabisa mengendalikan diri gue sendiri. Abi itu kaya magnet bagi gue, bener bener menarik gue sampai gamau lepas”. “Gws aja sih Ra buat lo, gue gamau lo beneran jadi sesuka itu sama Abi. Lo tau sendiri cabangnya ada dimanamana. Gue gamau lo nanti yang sakit ati Ra.”


39 “Waduh sayang banget ya sama gue sampe sepeduli itu, muach sayang”. “Lebay lo Ra hahahaha”. “Asal Lo tau Ca,Gue rela dijadiin second choice nya,bahkan 1 thousand choice. Asal masuk choice nya aja Gue udah bersyukur banget” “Sinting Lo” Keesokan harinya, waktu bersih kelas untuk acara dies natalis sekolah. Kelas Ara berada di belakang kelas Abi. Waktu Abi dan teman sekelasnya foto, Ara dan temantemannya ikut foto didepan kelas alhasil Abi menyadari itu. Abi tertawa dan menunjuk Ara dan teman-temannya. Ara langsung salting brutal, karena ia merasa dinotis oleh mas crush nya. Untuk keindahan kelas, Ara dan Eca yang bertugas untuk membelikan barang-barang keperluannya. Di jalan, Ara melihat Abi, karena ia langsung salting alhasil ia ngebut sampai hampir menabrak abang bakso. Ara menghindarinya dan langsung jatuh di rerumputan hingga kejedot spion


40 motornya sendiri. Abi dan Cakra, temannya melihat kejadian tersebut langsung menolong Ara. “Lo Ara kan? Lo gapapa? “. Tanya Abi seraya menatap Ara. “A-aku gapapa,makasih ya Mas”. “Hah kok mas? “. Mereka bertiga kangsung tertawa kecuali Ara. Karena Ara menjadi sosok berbeda saat di dekat Abi. “Sok anggun lo Ra”. Ejek Eca. “Gue kan emang anggun gini. Aww tangan gue ”. Kata Ara sambil mengelus- elus sikunya. “Lo juga mau ke sekolah kan? Gimana kalo lo gandeng Ara biar gue sama Cakra. Soalnya gue masih mau beli barang lagi .Kasian Ara mau kan Bi”. Kata Eca kepada Abi yang membuat Ara tersenyum. Eca adalah orang yang sangat peka. “Ide bagus, gue juga mau beli barang soalnya. Gimana nih Bi? ”. Kata Cakra seraya memberi isyarat mata ke Eca.


41 “Yaudah deh kalo gitu. Lo bisa naik ke motor kan Ra? “Bisa”. Ara menjadi orang yang sangat cuek kepada Abi. Abi sadar akan hal itu. Dia juga tau bahwa Ara memang menyukainya. Di perjalanan keduanya diam, tapi entah mengapa suasanya itu nyaman. Ara menjadi sedikit berani untuk berbicara dengan Abi. “Bi, lo ga terpaksa kan nganterin gue? “. Kata Ara sambil meyakinkan diri untuk harus berani memulai interaksi dengan orang yang disukainya. “Santai aja Ra. Lo gimana sekarang rasanya? Apa mau ke apotek dulu? “. “Gapapa Cuma pusing dikit aja, nanti pasti sembuh sendiri”. “Oke, lain kali santai aja kalo ketemu gue. Gausah kaya orang dikejar setan hahaha”. “Ngeselin juga ya lo ternyata”. Suasana semakin mencair, Ara pun mulai sedikit demi sedikit hilang canggungnya.


42 Sesampainya di parkiran, Ara terdiam seketika melihat Abi memegang rambutnya. “Ra, jidat lo kok jadi ungu? Kepentok ? “. Ekspresi abi menahan tawanya. “Iya kepentok spion sih tadi”. Mereka berdua tidak sadar bahwa keduanya telah dilihati banyak orang. “Ehem cie , bau-bau ada yang baru jadian aja nich”. Kata Aldi yang membuat banyak teman Ara yang mencieciekan mereka berdua. Banyak temen Ara yang langsung memanfaatkan momen untuk diabadikan. Afkan heran, sejak kapan Ara dan Abi dekat. Afka langsung menghampiri Ara. “Loh Ra, lo kenapa? Kok jadi kaya avatar sih”. Ejekan Afka membuat Abi tertawa. “Bisa aja lo Ka, habis jatuh tadi dia”. Kata Abi yang membuat Ara tersenyum tipis. “Jatuh lagi? Gue bilangin bunda mampus lo Ra”. “Bisa diem ga lo, sakit nih bantuin dong”. “Kenapa mau gue gendong? “.


43 “Najis, gah lah mending gue ngesot kali”. “Emang lo udah sering jatuh Ra? “. Tanya abi serius. “ Biasalah Ara, sampe cape gue. Mending lo naik helicopter aja biar aman”. Afka mengejek seraya menyenggol Ara. “Aww sakit banget gila”. “Posisi lo gimana sih tadi? “. “ Wartawan lo? Diem! Cape gue nanggepin makhluk kasar kaya lo”. “Galak amat maklampir, orang tanya doang”. “Minggir deh lo Ka, gue mau nempel sama Abi jadi ga bisa nih. Gangguin gue aja lo. “Heh enak aja ngusir-ngusir gue. Abi nya kali yang gamau sama lo”. “Mau lah ,Iya kan kak? “Boleh deh wkwwkwkw”. “Inget cewe lo dimana-mana Bi”. Kata Afka yang membuat Ara menjadi tidak mood.


44 “Enak aja Cuma 3 kok”. Kata Abi “Yaudeh deh Bi, gue ke kelas ya”. Ara tidak bisa menyembunyikan ekspresinya dan dia mulai cemburu. Dia takut sakit hati melihat Abi bersama yang lain. “Lo gapapa Ra? Gue ada salah kata? Ke UKS aja dulu istirahat yang cukup, gue temenin deh”. “Engga kok Bi, gue capek aja. Gapapa nanti gue ajak temen gue aja. Makasih ya”. “Yaudah kalo gitu, gue duluan”. Ara masuk ke kelas dan langsung disamperin teman-tenan sekelasnya. “Kok berdarah Ra, lo habis perang ya? “. Tanya Aldi jahil. “Lo kenapa? Habis jatuh lo?. Kok muka lo kusut banget”. Tanya Sherly seraya memandangi Ara untuk memastikan lukanya tidak serius. “ Gue gapapa, jatuh doang”. “Lo kok bisa sama Abi sih? “.


45 “Panjang deh, nanti aja. Anterin gue ke UKS dong”. “Hayuk deh”. Banyak sekali teman yang mau mengantarkan Ara ke UKS. Mereka terlihat seperti gerombolan binatang buas yang berjalan-jalan mencari mangsa. Karena mukanya yang sangarsangar. “Jatuh cinta adalah melodi manis yang mempermainkan ritme kebahagiaan. Siap jatuh cinta maka juga harus siap untuk luka yang mungkin menghampiri” ~Nasywa Rahma Dina~


46 5.Rumah Suara yang sangat berisik membuat Eca tidak kuat lagi tetap berada di rumah. Kali ini Eca benar-benar tidak kuat menghadapi suasana seperti itu. Eca menelpon Afka berkalikali namun Afka tidak merespon. Eca merasa sungkan jika terus merepotkan keluarga Ara. Dia memutuskan untuk datang kerumah Afka yang ternyata kala itu sedang gelap gulita. Entah penghuni rumahnya kemana. Tidak ada pilihan lagi, dia juga tidak mungkin datang kerumah Aldi. Karena orang tua Aldi yang sedang ada keperluan di luar kota. Yang menjadikan Aldi tinggal sendiri sementara di rumah gedongnya. Eca langsung memutar otaknya untuk memutuskan menginap di rumah Ara untuk kesekian kalinya. Semua teman Eca selalu menghilang ketika Ia sedang bermasalah kecuali Ara. Dialah sahabat satu-satunya yang selalu ada buatnya. Dia orang yang sangat sempurna di mata Eca.


47


48 Tak lama kemudian, Terdengar suara ketukan pintu disertai suara isak tangis perempuan. “Siapa nih malam-malam kok ada suara tangisan. Jangan-jangan suara mbak kunti lagi Yah. Kata Bunda yang membuat Ayah takut. “Kok aku ga denger ya Bun. Bunda nih lagi halu”. “Bentar deh Yah. Itu ada suaranya”. “Eh iya Bun mana keras banget, bukain dong Bun”. “Ayah ni gimana. Kok jadi bunda yang gentle dong”. “Yaudah iya”. Kata Ayah sembari menutup matanya dengan tangan sambil mengintip. “Loh Eca, kamu kenapa sayang?“. Kata Bunda sembari memeluk Eca. “Ayah ambiilin minum sama panggil Ara dulu ya Bun”. Bunda mengangguk tanda mengiyakan perkataan Ayah. Eca berada di pengkuan Bunda. Bunda menenangkan Eca dengan menepuk lembut hingga Eca memejamkan matanya.


49 “Bun Eca mana? Tanya Ara. Sambil melirik-lirik kesana-kemari. “Ini nih tidur orangnya dipangkuan Bunda”. “Ini minumnya”. “Biarin Eca tidur dulu”. “Loh ko bangun Ca? “. Tanya Bunda menghawatirkan keadaan Eca. “Maaf ya Bunda jadi ngrepotin”. Kata Eca merasa bersalah seraya bangun dari tidurnya. “Ayo Ca tidur di kamar gue”. Sambil membawakan tas Eca. Sesampainya Ara dan Eca ke kamar Ara langsung keduanya membaringkan tubuhnya di kasur. “Ra makasih ya lo selalu ada buat gue. Gue beruntung punya lo. Maafin gue Ra selalu ngrepotin keluarga lo”. “Alah lo mah, anggap aja keluarga lo sendiri. Gue juga beruntung punya lo. Udah deh tidur, lo capek kan? Jangan lupa diminum tuh susunya”.


Click to View FlipBook Version