The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by m.fajruddinfatwa, 2022-03-21 09:57:18

13-24-1-SM

13-24-1-SM

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN DAN SOAL KOGNITIF
BERORIENTASI PADA REVISI TAKSONOMI BLOOM DALAM PEMBELAJARAN

FISIKA

FORMULATION OF LEARNING OBJECTIVES AND COGNITIVE PROBLEM IN
BLOOM TAXONOMY REVISION ORIENTED IN LEARNING PHYSICS

Sri Fatmawati, M.Pd
Program Studi Tadris Fisika STAIN Palangka Raya

[email protected]

ABSTRAK
Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan revisi taksonomi Bloom dan
mengaplikasikannya pada pembelajaran fisika terutama dalam perumusan tujuan
pembelajaran fisika dan menyusun butir soal kognitif fisika. Metode penulisan yaitu kajian
literatur terhadap Revisi Taksonomi Bloom. Revisi Taksonomi melakukan pemisahan yang
tegas antara dimensi pengetahuan dengan dimensi proses kognitif. Dimensi pengetahuan
dibedakan dalam empat jenis/dimensi pengetahuan yaitu Faktual, Konseptual, Prosedural
dan Metakognif, sedangkan dimensi proses kognitif terdiri dari 6 (enam) proses yaitu
Mengingat (C1), Memahami (C2), Mengaplikasikan (C3), Menganalisis (C4),
Mengevaluasi (C5) dan Mencipta (C6). Dimensi proses kognitif ini masing-masing
diklasifikasikan dalam kategori-kategori. Fokus aplikasi revisi taksonomi Bloom dalam
tulisan ini adalah mengkonstruksi tujuan pembelajaran fisika dan butir soal kognitif.
Bagaimanapun para guru/calon guru membutuhkan contoh konkrit dalam mengaplikasikan
revisi taksonomi Bloom dalam pembelajaran fisika. Salah satu topik fisika ditingkat sekolah
menengah pertama yaitu listrik dinamis diambil untuk menjadi contoh dalam tulisan ini.

Kata Kunci: Revisi taksonomi Bloom, pembelajaran fisika, listrik dinamis

ABSTRACT
This paper aims to describe the revised Bloom's taxonomy and apply it in learning
physics, especially in the formulation of learning objectives physics and construct the
cognitive items. The new taxonomy performs distinct separation between the dimensions of
knowledge with dimensions of cognitive processes.
Dimensions of knowledge divided into four types / dimensions of knowledge that is
Factual, Conceptual, Procedural and Metakognif, while the dimensions of the cognitive
process consists of six (6) Given that the process (C1), Understanding (C2), Apply (C3),
Analyze (C4), Evaluating (C5) and Creating (C6). The dimensions of the cognitive process
are classified in categories.

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

The focus of the application of the revised Bloom's taxonomy in this paper is to
construct learning objectives of physics and cognitive items were. However the teachers /
teacher candidates need concrete examples in applying the revised Bloom's taxonomy
learning physics. One of the topics junior high school level physics is dynamic electricity is
taken to be an example in this paper.

Keywords: Revision of Bloom's taxonomy, learning physics, dynamic electric

A. PENDAHULUAN enam kategori pokok dengan urutan :
Kemajuan hasil belajar siswa Pengetahuan (knowledge), Komprehensi
(comphrehension), Aplikasi (Application),
dalam sebuah kegiatan pembelajaran fisika sintesis (synthesis), dan Evaluasi
dapat tergambar melalui kegiatan evaluasi (Evaluation). Sedangkan dalam Taksonomi
yang mana sebagai dasar pengambilan yang baru melakukan pemisahan yang tegas
keputusan terhadap kesuksesan siswa antara dimensi pengetahuan dengan
dalam belajar. Permasalahannya adalah dimensi proses kognitif. Kalau pada
apakah alat evaluasi yang digunakan oleh taksonomi yang lama dimensi pengetahuan
seorang guru sudah benar atau tidak dalam dimasukkan pada jenjang paling bawah
mengukur aspek-aspek yang seharusnya (Pengetahuan), pada taksonomi yang baru
diukur. Evaluasi pendidikan adalah: (1) pengetahuan benar-benar dipisah dari
Proses/kegiatan untuk menentukan dimensi proses kognitif. Pemisahan ini
kemajuan pendidikan, dibandingkan dilakukan sebab dimensi pengetahuan
dengan tujuan yang telah ditentukan; (2) berbeda dari dimensi proses kognitif.
Usaha untuk memperoleh informasi berupa Pengetahuan merupakan kata benda
umpan balik (feed back) bagi sedangkan proses kognitif merupakan kata
penyempurnaan pendidikan1. Dalam proses kerja.
pembelajaran fisika, penilaian hasil belajar
fisika adalah pekerjaan bertingkat dari Revisi Taksonomi Bloom
pengukuran dan penilaian yang berkaitan menekankan pada penggunaan taksonomi
dengan: pengukuran hasil belajar fisika, pendidikan dalam merencanakan
penilaian hasil belajar fisika, dan kurikulum, pembelajaran, asesmen dan
penyimpulan hasil belajar fisika2. kesesuaian diantara ketiganya. Oleh karena
itu merupakan suatu hal yang penting
Taksonomi merupakan sebuah mengaplikasikan ini dalam pembelajaran
kerangka pikir khusus yang berkaitan fisika terutama dalam merumuskan tujuan
dengan pengklasifikasian tujuan-tujuan pembelajaran dan menilai hasil belajar
pendidikan. Perumusan tujuan pendidikan siswa dalam belajar jika ditinjau dari aspek
yang jelas dan mudah diukur akan kognitif siswa. Rumusan tujuan
membantu guru dalam merencanakan pembelajaran terkait dengan aktivitas
kegiatan/aktivitas pembelajaran. Tujuan belajar dan penilaian hasil belajar.
pembelajaran berkaitan erat dengan
asesmen yang dibuat. Hal inilah yang Revisi taksonomi Bloom
menjadi perhatian dalam revisi taksonomi menjelaskan bahwa pengetahuan dibedakan
Bloom. Kerangka taksonomi asli dari dalam empat jenis/dimensi pengetahuan
Bloom dan kawan-kawan adalah berisikan yaitu Faktual, Konseptual, Prosedural dan

1 Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, 2 Supriyadi, Kajian Penilaian Pencapaian Belajar
Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2009. h.2 Fisika, IMSTEP, UNY, 2003,h .3

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

Metakognif, sedangkan dimensi proses berpikir untuk tugas-tugas yang beragam
kognitif terdiri dari 6 (enam dimensi) yaitu agar lebih adaptif4.
Mengingat (C1), Memahami (C2),
Mengaplikasikan (C3), Menganalisis (C4), B. TUJUAN
Mengevaluasi (C5) dan Mencipta (C6). Tulisan ini bertujuan
Dimensi proses kognitif ini masing-masing
diklasifikasikan dalam kategori-kategori. mendeskripsikan revisi taksonomi Bloom
dalam evaluasi pembelajaran fisika sekolah
Walaupun secara definisi menengah terutama dalam menyusun soal-
pengetahuan dan dimensi proses kognitif soal fisika yang mengacu pada ranah revisi
secara jelas dituliskan dalam buku Revisi taksonomi Bloom.
Taksonomi Bloom, akan tetapi dalam hal
aplikasi konkritnya dalam evaluasi C. METODE
pembelajaran fisika masih perlu diperinci Metode yang digunakan oleh
dalam contoh-contoh nyata. Sehingga
diharapkan akan mudah digunakan oleh penulis sesungguhnya lebih dekat hanya
para pendidik/guru fisika dan calon guru pada kajian literatur, penulis berusaha
fisika. Taksonomi yang asli telah diakui mendeskripsikan revisi taksonomi Bloom
secara luas dan umum digunakan dalam ke dalam bahasa yang lebih sederhana dan
negara. Taksonomi revisi menuntut untuk mengaplikasikannya dalam penyusunan
dipahami pada tingkat yang lebih tinggi dan soal-soal evaluasi pembelajaran fisika di
secara mendalam oleh pendidik, dan tingkat sekolah menengah.
berbagai disiplin ilmu perlu dibangun
dalam literatur untuk memungkinkan guru D. DESKRIPSI REVISI
sekolah dapat memanfaatkan versi revisi.
Dari aspek ini, kurikulum harus direvisi dan TAKNOMOMI BLOOM
pelaksana -guru harus dilatih3.
Dalam bidang pendidikan tujuan-
Revisi tersebut telah dirasakan
positif oleh akademik staf Departemen tujuan yang dirumuskan mengindikasikan
Kurikulum dan Pengajaran, dan
penerapannya dalam bidang memperoleh apa yang guru inginkan pada siswa
pengakuan. Pengetahuan metakognitif
memungkinkan siswa untuk melakukan mempelajarinya. Pembelajaran yang
lebih baik dan belajar lebih banyak. Siswa
mengetahui strategi yang berbeda untuk dilakukan oleh guru dimaksudkan
belajar, berpikir, dan pemecahan masalah
dapat menggunakan pengetahuan mereka mencapai tujuan pembelajaran. Saat ini
dan siswa mengetahui kekuatan mereka
sendiri dan kelemahan dapat menyesuaikan rumusan tujuan pendidikan oleh Badan
kognisi mereka sendiri dan
Nasional Standar Pendidikan (BNSP)
3 Omer Faruk Tutkun dkk. 2012. Bloom’s
Revized Taxonomy and Critics on It. tertuang dalam Standar Isi dan diperinci
TOJCE: The Online Journal of
Counselling and Education - July dalam Standar Kompetensi (SK) dan
2012, Volume 1, Issue 3
Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan

mata pelajaran dan tingkat satuan

pendidikan. Guru diberikan tugas

menyusun indikator-indikator ataupun

tujuan pembelajarannya yang lebih mudah

4 Kuram ve Uygulamada Eğitim Bilimleri,

2011, Educational Sciences: Theory &

Practice - 11(2), Spring , 767-772
Eğitim Danışmanlığı ve Araştırmaları
İletişim Hizmetleri Tic. Ltd. Şti.

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

dipahami dan diukur berdasarkan dari SK 2) Kategorisasi dengan kerangka berpikir
ini membantu para pendidik
dan KD. memikirkan berbagai kemungkinan
dalam pendidikan
Jika dalam taksonomi Bloom hanya
3) Kategorisasi dengan kerangka pikir ini
memiliki satu dimensi, sedangkan membantu para pendidik melihat
hubungan integral antara proses
taksonomi revisi ini memiliki dua dimensi kognitif yang inheren dalam tujuan
pendidikan
yaitu proses kognitif dan pengetahuan.,
4) Mampu menjawab pertanyaan tentang
Dalam revisi taksonomi Bloom ada asesmen.
Terdapat perbedaan antara aktivitas
beberapa hal yang mennjadi fokus utama
dan tujuan pembelajaran. Aktivitas
diantaranya bagaimana memilih dan merupakan alat untuk mencapai tujuan.
Tujuan menentukan hasil-akibat-akibat dan
merancang instrumen-instrumen asesmen perubahan-perubahan yang diharapkan.
Aktivitas-aktivitas pembelajaran seperti
yang menghasilkan informasi yang akurat membaca buku, mendengarkan, melakukan
eksperimen, berkaryawisata-semua ini
tentang seberapa bagus hasil belajar siswa merupakan cara untuk mencapai
tujuan.Untuk merumuskan tujuan
sehingga guru dapat yakin bahwa tujuan, pembelajaran, harus diketahui terlebih
dahulu pengetahuan dan proses kognitif
aktivitas pembelajaran dan asesmennya yang mesti dipelajari dan dimiliki.

saling bersesuaian. 1) Dimensi Pengetahuan

SK dan KD yang dirumuskan oleh Revisi taksonomi pendidikan
Bloom menetapkan bahwa jenis-jenis
BNSP masih bersifat umum dan belum Pengetahuan terdiri dari: Pengetahuan
Faktual, Pengetahuan Konseptual,
terukur, sehingga guru perlu merumuskan Pengetahuan Prosedural, Pengetahuan
Metakognitif.
indikator/tujuan pencapaian hasil belajar
Pengetahuan Faktual; Pengetahuan
siswa yang lebih rinci. Tabel taksanomi tentang elemen-elemen yang terpisah dan
mempunyai ciri-ciri tersendiri potongan-
dapat dipakai untuk mengkategorikan potongan informasi.. Pengetahuan faktual
berisikan elemen-elemen dasar yang harus
tujuan-tujuan, supaya guru-guru menarik diketahui siswa jika mereka akan
mempelajari suatu disiplin ilmu atau
kesimpulan yang tepat tentang tujuan- menyelesaikan masalah dalam disiplin ilmu
tersebut. Pengetahuan Faktual terdiri dari
tujuan pendidikan. Jika guru menggunakan pengetahuan terminologi (knowledge of
terminology) (Aa) dan tentang detail-detail
tabel taksonomi, maka mereka dapat secara dan elemen-elemen yang spesifik
(knowledge of specific details and element)
jelas melihat tujuan-tujuan pembelajaran (Ab). Pengetahuan tentang Terminologi

dan hubungan-hubungan diantara tujuan-

tujuan itu. Contohnya adalah salah satu

standar kompetensi (SK) mata pelajaran

fisika tingkat SMP Kelas VII yaitu:
“memahami peranan usaha, gaya, dan

energi dalam kehidupan sehari-hari dan

salah satu kompetensi dasar (KD) adalah

mengidentifikasi jenis-jenis

gaya,penjumlahan gaya dan pengaruhnya
pada suatu benda yang dikenai gaya”. SK

dan KD dalam rumusan di atas masih

bersifat umum dan perlu diperjelas agar

mudah dalam menyusun asesmennya dan

guru dapat menarik kesimpulan yang benar

mengenai SK dan KD tersebut.

Tujuan pendidikan perlu

dikategorikan karena beberapa alasan:

1) Kategorisasi dalam kerangka berpikir

ini memungkinkan para pendidik

mengkaji tujuan-tujuan pendidikan dari

kaca mata siswa

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

melingkupi pengetahuan tentang label dan Perbedaan antara subjenis pengetahuan Bc
dengan Bb adalah titik tekan Bc pada
simbol verbal dan nonverbal (misalnya serangkaian prinsip dan generalisasi yang
disusun sedemikian rupa sehingga
kata, angka, tanda, dan gambar). membentuk sebuah teori, model dan
struktur.
Pengetahuan tentang detail-detail dan

elemen-elemen yang spesifik merupakan

pengetahuan tentang peristiwa, lokasi,

orang, tanggal, sumber informasi, dan Pengetahuan Prosedural adalah

semacamnya. Pengetahuan ini meliputi pengetahuan tentang bagaimana melakukan

semua informasi yang medetail dan sesuatu. Pengetahuan ini mencakup

spesifik. Terminologi jamaknya pengetahuan tentang keterampilan dan

mempresentasikan konvensi dan algoritme, teknik dan metode dan juga

kesepakatan dalam suatu bidang sedangkan perihal kriteria-kriteria yang digunakan

fakta mempresentasikan temuan-temuan untuk menentukan dan/menjustifikasi
“kapan melakukan sesuatu” dalam ranah-
yang diperoleh bukan berdasarkan

kesepakatan dan tidak dimaksudkan ranah dan disiplin-disiplin ilmu tertentu.

sebagai alat berkomunikasi. Dengan kata lain bahwa pengetahuan

Pengetahuan Konseptual prosedural merupakan pengetahuan tentang
beragam “proses”. Jenis pengetahuan ini
mencakup pengetahuan tentang kategori,

klasifikasi, dan hubungan antara dua atau mencakup pengetahuan tentang

lebih kategori atau klasifikasi. Pengetahuan Pengetahuan tentang keterampilan khusus
tentang “bentuk-bentuk pengetahuan yang
lebih kompleks dan terorganisasi” Jenis yang berhubungan dengan suatu bidang

tertentu dan pengetahuan tentang

pengetahuan ini mencakup pengetahuan algoritme (Ca), Pengetahuan tentang teknik

tentang klasifikasi dan kategori (Ba), dan metode yang berhubungan dengan

Pengetahuan tentang prinsip dan suatu bidang tertentu (Cb), dan

generalisasi (Bb) dan Pengetahuan tentang Pengetahuan tentang kriteria untuk

teori, model dan struktur (Bc). Subjenis menentukan kapan suatu prosedur tepat

pengetahuan Ba meliputi kategori, kelas, untuk digunakan(Cc),

divisi, dan susunan yang spesifik dalam Subjenis Pengetahuan Ca

disiplin ilmu. Kategori dan klasifikasi mencakup pengetahuan tentang

menciptakan hubungan-hubungan antara keterampilan khusus yang diperlukan untuk

elemen-elemen. Subjenis pengetahuan Bb bekerja dalam suatu bidang ilmu atau

mencakup pengetahuan tentang abstraksi tentang algoritme yang harus ditempuh

tertentu yang meringkas hasil-hasil untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

pengamatan terhadap suatu fenomena. Beberapa contoh pengetahuan yang

Prinsip dan generalisasi merangkum termasuk hal ini, misalnya: pengetahuan

banyak fakta dan peristiwa spesifik, tentang keterampilan menimbang,

mendeskripsikan proses dan interelasi pengetahuan mengukur suhu air yang

diantara detail-detail ini dan dididihkan dalam beker gelas, dan

menggambarkan proses dan interelasi pengetahuan tentang memipet. Subjenis

diantara klasifikasi dan kategori. Subjenis Pengetahuan Cb mencakup pengetahuan

pengetahuan Bc ini merupakan rumusan- yang pada umumnya merupakan hasil

rumusan yang abstrak dan dapat konsensus, perjanjian, atau aturan yang

menunjukkan interelasi dan susunan berlaku dalam disiplin ilmu tertentu.

banyak detail, klasifikasi dan kategori, dan Pengetahuan tentang teknik dan metode

prinsip dan generalisasi yang spesifik. lebih mencerminkan bagaimana ilmuwan

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

dalam bidang tersebut berpikir dan a. Mengingat berarti mengambil
memecahkan masalah yang dihadapi.
Beberapa contoh pengetahuan jenis ini pengetahuan tertentu dari memori
misalnya, pengetahuan tentang metode
penelitian yang sesuai untuk suatu jangka panjang. Jika tujuan
permasalahan sosial dan pengetahuan
tentang metode ilmiah. Subjenis pembelajaran adalah menumbuhkan
Pengetahuan Cb mencakup pengetahuan
tentang kapan suatu teknik, strategi, atau kemampuan untuk meretensi materi
metode harus digunakan. Siswa dituntut
bukan hanya tahu sejumlah teknik atau pelajaran, maka kategori proses kognitif
metode tetapi juga dapat
mempertimbangkan teknik atau metode yang tepat adalah mengingat. Meretensi
tertentu yang sebaiknya digunakan dengan
mempertimbangkan situasi dan kondisi materi pelajaran sama seperti materi
yang dihadapi saat itu.
yang diajarkan boleh jadi Pengetahuan

faktual, Konseptual, Prosedural,

Metakognitif

1) Mengenali (mengidentifikasi) ;

mengambil pengetahuan yang

dibutuhkan dari memori jangaka

pannjang untuk

membandingkannya dengan

Pengetahuan Metakognitif informasi yang baru saja diterima.

mencakup pengetahuan mengenai kognisi Format Asesmen: Format benar-

secara umum, kesadaran akan dan salah atau pilihan ganda,

pengetahuan mengenai kognisi sendiri. menjodohkan

Pengetahuan ini meliputi pengetahuan 2) Mengingat Kembali; mengambil

strategis, pengetahuan tentang proses- kembali pengetahuan yang

proses kognitif, termasuk pengetahuan dibutuhkan dari memori jangak

kontekstual dan kondisional serta panjang. Format Asesmen: essay

pengetahuan diri. atau soal cerita

b. Memahami

Memahami adalah mengkonstruksi

2) Kategori-kategori Dalam Dimensi makna dari materi/ pesan-pesan
Proses Kognitif
pembelajaran termasuk apa yang
Dimensi kedua dari revisi
taksonomi Bloom adalah Dimensi proses diucapkan, ditulis, dan digambar/
kognitif yang terdiri dari 6 (enam) dimensi
proses yaitu mengingat (remember), ataupun grafis oleh guru.
memahami (understand), mengaplikasikan
(applicating), menganalisis (analyzing), Menumbuhkan kemampuan
mengevaluasi (evaluating) dan mencipta
(create). Kategori yang pertama mentransfer. Proses-proses Kognitif
menekankan retensi sedangka kategori
kelima yang lain lebih menekankan meliputi: menafsirkan, mencontohkan,
transfer. Tujuan pembelajaran yang
menumbuhkan kemampuan untuk mengklasifikasikan, merangkum,
mengingat cukup mudah dirumuskan tetapi
tujuan-tujuan yang mengembangkan menyimpulkan, membandingkan dan
kemampuan untuk mentrasfer lebih sulit
dirumuskan, diajarkan dan diases. menjelaskan.

1) Menafsirkan

Mengubah informasi dari satu

bentuk ke bentuk lain, gambar dari

kata-kata, kata-kata jadi gambar,

angka jadi kata-kata, nama lain:

menerjemahkan, memfrasakan,

menggambarkan, dan

mengklarifikasi. Format

Assesment: Format tes, jawaban

singkat (siswa mencari jawaban)

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

dan pilihan ganda (siswa memilih 6) Membandingkan

jawaban) Melibatkan proses mendeteksi

2) Mencontohkan persamaan dan perbedaan antara

Mencontohkan melibatkan proses dua atau lebih objek, peristiwa, ide,

indetifikasi cirri-ciri pokok dari masalah, atau situasi seperti

konsep ataupun prinsip umum. menentukan bagaimana suatu

Nama lain: mencontohkan, peristiwa terkenal. Format

mengilustrasikan. Format Asesmen: Pemetaan.

Assesment: Format tes, jawaban 7) Menjelaskan, membuat dan

singkat (siswa mencari jawaban) menggunakan model sebab akibat

dan pilihan ganda (siswa memilih dalam sebuah sistem. Format

jawaban) asesmen: Tugas-tugas penalaran,

3) Mengklasifikasikan penyelesaian masalah, desain ulang,

Melibatkan proses medeteksi cri- dan prediksi .

ciri atau pola-pola yang sesuai c. Mengaplikasikan yaitu melibatkan

dengan contoh dan konsep atau penggunaan prosedur-prosedur tertentu

prinsip tersebut. Format Asesment: untuk mengerjakan soal latihan atau

Tes Jawaban singkat, siswa diberi penyelesaian masalah.

contoh dan diharuskan membuat Mengaplikasikan berkaitan erat dengan

konsep atau prinsip yang sesuai pengetahuan Prosedural. Proses

dengan contoh. Tes Pilihan ganda, kognitif terdiri dari mengeksekusi

siswa diberi suatu contoh dan (ketika tugas hanya soal latihan) dan

kemudian diharuskan memilih mengimplemantasi (ketika tugas

konsep atau prinsip dari pilihan- merupakan masalah yang tidak

pilihan konsep atau prinsip. Atau familiar). Dalam mengimplementasikan

siswa diberi sejumlah contoh dan memahami pengetahuan konseptual

diharuskan menentukan manakah merupakan prasyarat mengaplikasikan

yang termasuk dalam suatu kategori pengetahuan prosedural.

dan manakah yang tidak, atau 1) Mengeksekusi, diasosiasikan

diharuskan menempatkan satuu dengan penggunaan keterampilan

contoh ke dalam salah satu dari dan algoritme ketimbang dengan

banyak kategori. teknik dan metode

4) Merangkum Contoh Asesmen: Siswa diberi

Proses membuat ringkasan tugas yang familier dan dapat

informasi. Nama lain merangkum dikerjakan dengan prosedur yang

adalah menggeneralisasi dan telah diketahui

mengabstraksi. Format Asesmen: 2) Mengimplementasikan, siswa

Tes jawaban singkat atau pilihan memilih dan menggunakan sebuah

ganda yang berkenaan dengan prosedur untuk menyelesaikan tugas

penentuan tema atau pembuatan yang tidak familier.

rangkuman. d. Menganalisis

5) Menyimpulkan, menemukan pola Menganalisis berarti melibatkan proses

dalam sejumlah contoh. Nama lain: memecah-mecah materi jadi bagian-

mengekstrapolasi, menginterpolasi, bagian penyusunnya dan menentukan

memprediksi dan menyimpulkan. hubungan-hubungan antar bagian itu

Format Asesmen: Tes melengkapi, dan hubungan antara bagian-bagian

tes analogi, dan tes pengecualian

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

tersebut dan keseluruhan struktur atau memeriksa proses dan produk yang
tujuan. diberikan kepada siswa atau oleh
1) Membedakan, melibatkan proses siswa sendiri.
2) Mengkritik, melibatkan proses
memilah milih bagian-bagian yang penilaian suatu produk atau proses
relevan atau penting dari sebuah berdasarkan kriteria dan standar
struktur. Membedakan berbeda eksternal. Nama lain menilai.
dengan membandingkan dalam Contoh. Menilai kelebihan-
penggunaan konteks untuk kelebihan suatu produk atau proses
menentukan mana informasi yang berdasarkan kriteria atau standar-
relevan dan tidak. Format standar baku atau buatan sendiri.
assessment: Soal-soal jawaban Mengevaluasi alasan suatu
singkat atau pilihan. hipotesis, menilai metode mana
2) Mengorganisasikan, melibatkan yang terbaik dalam menyelesaikan
proses mengidentifikasi elemen- masalah. Format Asesmen:
elemen komunikasi atau situasi dan Mengkritik hipotesis atau
proses mengenali bagaimana pendapatnya sendiri atau orang lain
elemen-elemen ini membentuk f. Mencipta
sebuah struktur yang koheren. Mencipta adalah memadukan bagian-
Format asesmen: Melibatkan proses bagian untuk membentuk sesuatu yang
sebuah struktur (mis. Garis besar, baru dan koheren atau membuat suatu
tabel, matriks, atau struktur produk yang orisinal. Mencipta
organisasi). Asesmen berupa melibatkan proses menyusun elemen-
jawaban singkat, atau soal pilihan. elemen jadi sebuah keseluruhan yang
3) Mengatribusikan, ketika siswa koheren dan fungsional. Meminta siswa
menentukan sudut pandang, membuat sebuah produk baru dengan
pendapat, nilai atau tujuan dibalik mengorganisasi sejumlah elemen atau
komunikasi. bagian jadi suatu pola atau struktur yang
Format Asesmen: memberikan tidak pernah ada sebelumnya. Mencipta
materi tulisan atau lisan kemudian dalam pengertian ini, walaupun
meminta siswa membuat atau mencakup tujuan pendidikan untuk
memilih deskripsi tentang sudut menciptakan produk yang khas tetapi
pandang, pendapat dan tujuan juga untuk menciptakan produk yang
penulis atau pembicara. semua siswa dapat akan melakukannya
e. Mengevaluasi dalam pengertian menyintesiskan
Mengevaluasi didefinisikan sebagai informasi atau materi untuk membuat
membuat keputusan berdasarkan sebuah keseluruhan yang baru, seperti
kriteria dan standar. Kriteria-kriteria dalam menulis, melukis, membangun.
yang paling sering digunakan adalah Proses mencipta dapat dibagi jadi tiga
kualitas, efisiensi, dan konsistensi. tahap:
1) Memeriksa melibatkan proses Tahap I, Penggambaran masalah yang
menguji inkonsistensi atau di dalamnya siswa berusaha memahami
kesalahan internal dalam suatu tugas asesmen dan mencari solusi,
operasi atau produk. Contoh : siswa perencanaan solusi, mengkaji
belajar menetukan apakah kemungkinan dan membuat rencana
kesimpulan seorang ilmuwan sesuai yang dapat dilakukan, eksekusi sosial
dengan data observasi atau tidak. yang di dalamnya siswa berhasil
Format Asesmen: tugas-tugas

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

melaksanakan rencana dengan baik. format jawaban singkat, membuat
Tahap ini dinamakan Tahap Divergen, alternatif atau hipotesis.
memikirkan berbagai solusi ketika b) Merencanakan (medesain) melibatkan
berusaha memahami tugas. proses metode penyelesaian masalah
Tahap II, berpikir konvergen, siswa yang sesuai dengan kriteria masalah.
merencanakan metode solusi dan Format Asesmen: Merencanakan dapat
mengubahnya menjadi aksi diases dengan meminta siswa mencari
Tahap III, melaksanakan rencana solusi yang realistis, mendeskripsikan
dengan mengkonstruksi solusi rencana penyelesaian masalah,
(memproduksi) Proses kognitif memilih rencana penyelesaian masalah
mencipta terdiri dari Merumuskan, yang tepat. Contoh: Siswa dapat
merencanakan, dan memproduksi memaparkan langkah dalam
a) Merumuskan menyelesaikan soal trigonometri
Melibatkan proses menggambarkan c) Memproduksi (Mengkonstruksi)
masalah dan membuat pilihan atau Melibatkan proses melaksanakan
hipotesis yang memenuhi kriteria rencana untuk menyelesaikan masalah
tertentu. Nama lain membuat yang memenuhi spesifikasi tertentu.
Hipotesis. Format Asesmen: Jawaban Format asesmen: Tugas untuk
singkat yang meminta siswa membuat merancang. Contoh. Siswa membuat
skema rencana untuk sekolah baru.

E. Analisis Tujuan Pembelajaran dan Butir Soal Fisika Mengacu pada Revisi
Taksonomi Bloom

Standar Kompetensi : Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari

Kompetensi Dasar: Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Langkah pertama adalah menganalisis jenis pengetahuan apa saja yang terdapat pada Standar
Kompetensi (SK) ataupun Kompetensi Dasar (KD).

Tabel 1. Jenis-jenis pengetahuan yang ada dalam SK dan KD yang dirumuskan

No. Jenis Pengetahuan Contoh

1. Pengetahuan Faktual Simbol-simbol dalam Listrik Dinamis:

a. Pengetahuan tentang - simbol besaran tegangan listrik adalah V dan

Terminologi (Aa) satuannya adalah volt (V)

melingkupi pengetahuan - simbol besaran arus listrik adalah I dan

tentang label dan simbol satuannya adalah ampere (A)

verbal dan nonverbal - simbol hambatan listrik adalah R dan satuannya
adalah ohm (Ω)
(misalnya kata, angka,
- simbol hambatan jenis adalah ρ dan satuannya
tanda, dan gambar adalah ohm meter (Ωm)

b. Pengetahuan tentang

detail-detail dan elemen-

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

No. Jenis Pengetahuan Contoh

elemen yang spesifik (Ab) - simbol luas penampang kawat adalah A dan
satuannya adalah meter kuadrat (m2)
merupakan pengetahuan Pengetahuan tentang peristiwa , orang, tahun
terkait Listrik Dinamis:
tentang peristiwa, lokasi,
- George Simon Ohm ahli fisika berkebangsaan
orang, tanggal, sumber Jerman pada tahun 1826 menyelidiki tentang
hubungan kuat arus dan beda potensial dimana
informasi, dan V~I

semacamnya

2. Pengetahuan Konseptual - Beda potensial (V) sebanding dengan kuat arus

Pengetahuan konseptual (I)

mencakup pengetahuan - Hukum Ohm R  V
tentang klasifikasi dan I

kategori (Ba), Pengetahuan - Hasil bagi antara beda potensial antara ujung-

tentang prinsip dan ujung penghantar dan kuat arus yang melaluinya

generalisasi (Bb) dan dinamakan hambatan listrik (R)

Pengetahuan tentang teori, - Hambatan listrik suatu kawat pengahantar

model dan struktur (Bc) adalah: sebanding dengan panjang kawat dan

hambatan jenis bahan kawat serta berbanding

terbalik dengan luas penampang kawat dan

hambatan jenis bahan kawat.

- R l
A

- Jumlah kuat arus yang masuk ke suatu titik

cabang sama dengan jumlah kuat arus yang

keluar dari titik cabang tersebut

 - Hukum Kirchhoff I masuk  I keluar

3. Pengetahuan Prosedural Contoh pengetahuan prosedural pada materi listrik

Jenis pengetahuan ini dinamis adalah:

mencakup pengetahuan - langkah-langkah dalam mencari hubungan

tentang Pengetahuan tentang antara kuat arus dan beda potensial melalui

keterampilan khusus yang percobaan

berhubungan dengan suatu - langkah-langkah dalam menerapkan hukum

bidang tertentu dan pengetahuan Ohm, hukum Kirchhoff

tentang algoritme (Ca), - langkah-langkah dalam menentukan hambatan

Pengetahuan tentang teknik dan pengganti pada rangkaian listrik

metode yang berhubungan

dengan suatu bidang tertentu

(Cb), dan Pengetahuan tentang

kriteria untuk menentukan

kapan suatu prosedur tepat

untuk digunakan(Cc),

4. Pengetahuan Metakognitif Pengetahuan Metakognitif. Guru ingin tahu kapan
harus menggunakan strategi mnemonic untuk

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

No. Jenis Pengetahuan Contoh

menghafal nama hukum, rumus, dan bagian
lainnya.

Selanjutnya menganalisis Kompetensi adalah “Menganalisis percobaan listrik
Dasar (KD) kata kerja dan frasa benda
dalam kaitannya dengan kategori dalam dinamis dalam suatu rangkaian serta
Tabel Taksanomi. Kompetensi Dasar mata
pelajaran fisika SMP kelas IX salah satunya penerapannya dalam kehidupan sehari-
hari”,

Tabel 2. Kata Kerja dan Frase yang ada dalam SK dan KD

Kata Kerja dan Frase Kategori Proses Kognitif

Kata Kerja “Menganalisis” Menganalisis
Frasa” percobaan listrik dinamis dalam suatu Percobaan Listrik Dinamis (Pengetahuan
Prosedural)
rangkaian” dan “penerapannya dalam Listrik Dinamis (Pengetahuan Faktual
kehidupan sehari-hari” danPengetahuan Konseptual)

Kompetensi dasar tersebut perlu

dijabarkan dalam tujuan pembelajaran yang Jika tujuan-tujuan pembelajaran ini

lebih rinci dan mudah diukur, yaitu sebagai dianalisis menggunakan tabel taksonomi

berikut: maka dapat ditinjau berdasarkan pada

1) Mengingat kembali hubungan V, I, dan dimensi pengetahuan dan dimensi proses

R dalam hukum Ohm kognitif. Tujuan 1),5), dan 7) termasuk

2) Menganalisis hasil percobaan hubungan dalam dimensi pengetahuan konseptual dan

V, I dan R dimensi kognitif mengingat (C1). Tujuan

3) Memahami hubungan hubungan V, I 4), 6) dan 8) termasuk dalam dimensi

dan R kognitif menganalisis (C4) tetapi memiliki

4) Mengaplikasikan hukum Ohm dalam dimensi pengetahuan yang berbeda, tujuan

suatu rangkaian listrik 4) dan 6) termasuk dimensi pengetahun

5) Mengingat kembali faktor-faktor yang prosedural sedangkan tujuan 8) termasuk

mempengaruhi besarnya hambatan dimensi pengetahuan konseptual. Tujuan 4)

6) Menganalisis hasil percobaan arus dan 9) adalah termasuk dimensi kognitif

listrik pada rangkaian bercabang sampai mengapikasikan (C3) dan dimensi

 ditemukan pengetahuan prosedural. Tujuan 2)
I masuk  I keluar
termasuk dimensi kognitif memahami (C2)
7) Mengenal rangkaian seri dan paralel
dan dimensi pengetahuan konseptual.
8) Membedakan rangkaian seri dan paralel
Tujuan-tujuan pembelajaran ini
9) Menentukan besar hambatan pengganti
digambarkan dalam tabel taksonomi
pada rangkaian seri dan parallel
sebagai berikut:

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

Dimensi Tabel 3. Tabel Taksanomi
Pengetahuan
Dimensi Proses Kognitif

Mengingat Memahami Mengaplikasikan Menganalisis Mengevaluasi Mencipta

Faktual

Konseptual

Prosedural

Metakognitif

Guru dalam mencapai tujuan-tujuan Tujuan Pembelajaran adalah
menentukan besar hambatan pengganti
pembelajaran ini perlu juga merumuskan pada rangkaian seri dan paralel

aktivitas-aktivitas pembelajaran. Aktivitas

pembelajaran yang berbeda dilakukan guru, Aktivitas 1 = Aktivitas untuk membantu
siswa mengklasifikasikan
misalnya pada umumnya manakala siswa- jenis-jenis masalah

siwa mengimplementasikan rumus-rumus

ilmiah, pertama siswa:

1) Mengidetifikasi jenis masalah yang Aktivitas 2 = Aktivitas untuk membantu
siswa memilih rumus-rumus
mereka hadapi yang tepat

2) Memilih rumus yang dapat

menyelesaikan masalahnya Aktivitas 3 = Aktivitas untuk membantu
siswa mengimplementasikan
3) Menggunakan prosedur yang prosedur yang tepat

menyertakan rumus untuk

menyelesaikan masalahnya Aktivitas 4 = Aktivitas-aktivitas untuk
membantu siswa mengingat
Mengimplementasikan melibatkan kembali strategi-strategi
metakognitif
Pengetahuan Konseptual Dan Prosedural.

Aktivitas pembelajaran akan Aktivitas 5 = Aktivitas-aktivitas untuk
membantu siswa mengkonstruksi dan
menguasai kedua jenis pengetahuan membantu siswa
tersebut. Siswa dapat melakukan kesalahan
dalam mengklasifikasikan, membedakan, mengimplementasikan
dan mengimplementasikan, sehingga guru
dapat menekankan pengetahuan strategi metakognitif
metakognitif. Contoh. Siswa diajarkan
strategi-strategi untuk memonitor apakah Aktivitas 6 = Aktivitas-aktivitas untuk
keputusan-keputusan dan pilihan mereka membantu siswa memeriksa
masuk akal. Kerap kali implementasi prosedurnya
mengimplementasikan melibatkan proses
penentuan pilihan, sehingga siswa perlu Aktivitas 7 = Aktivitas-aktivitas untuk
diajari memeriksa dan mengkritik, ini membantu siswa mengkritik
berada dalam kategori mengevaluasi. ketepatan solusinya.

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

Contoh asesmen dimensi proses kognitif materi listrik dinamis. Soal-soal berikut diambil dan
diadaptasi dari buku fisika SMP kelas 3 semester 11

Dimensi Proses Kognitif Mengingat (C1)

 Jelaskan hubungan antara beda potensial (V) dan arus listrik (I)!
 Jumlah kuat arus masuk ke suatu titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang keluar

dari titik cabang tersebut, merupakan bunyi hukum…
 Sebutkan satuan besaran hambatan listrik!

 Tentukan yang mana dari rangkaian listrik berikut merupakan rangkaian listrik seri dan
paralel!

a R Rb aR b
R

+V V
+-
(Rangkaian………) (Rangkaian………)

 Jumlah kuat arus yang masuk ke suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar
dari titik cabang. Siapakah yang pertama kali mengemukankan pernyataan tersebut?

Dimensi Proses Kognitif Memahami (C2)

 Apakah hambatan listrik kawat pendek tebal lebih besar daripada hambatan listrik kawat
panjang tipis?

 Apakah hambatan total rangkaian lebih besar atau lebih kecil ketika lebih banyak
komponen listrik ditambahkan dalam suatu rangkaian parallel?

 Hasil pengamatan hubungan antara kuat arus dan beda potensial untuk dua jenis kawat
yang diperoleh dari suatu percobaan dilaboratorium ditunjukkan pada tabel berikut:

Beda Kuat arus
potensial (ampere)

(volt) 0,2
0,4
1,0

2,0

1 Marthen kanginan, 2003, Fisika SLTP, Jakarta, Erlangga

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

3,0 0,6
4,0 0,8
5,0 1,0

Dari hasil pengamatan tersebut buatkan grafik hubungan beda potensial (V) dan
kuat arus (I)!
 Daftar dibawah ini menyatakan hubungan antara kuat arus (I), hambatan listrik (R), dan
Tegangan (V).

V (volt) R (ohm) I(ampere)

2 2 1,00

2 4 0,50

2 8 0,25

2 10 0,20

Dari daftar dapat disimpulkan bahwa kuat arus listrik…

Dimensi Proses Kognitif Menerapkan (C3)

 Hitung hambatan pengganti antara A dan B pada rangakaian berikut!

A 3Ω 6Ω 6Ω B A 6Ω B




 Pada gambar rangkaian di bawah ini , berapakah besarnya arus I2 ?
I1=2,5 A

I=5 A I2=?
I3= 1 A

Dimensi Proses Kognitif Menganalisis (C4)
 Tabel di bawah ini merupakan lima jenis kawat yang mempunyai hambatan yang sama:

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

Kawat Panjang Luas Penampang
x y
(1) 2x y
(2) 3y
(3) 0,5x 2y
(4) 0,2x
(5) 5x 0,5y

R   l dengan R = hambatan kawat (Ω); ρ = hambatan jenis (Ωm); l = panjang kawat
A

(m); A = luas penampang (m2)

Berdasarkan tabel di atas, kawat yang mempunyai hambatan jenis terbesar adalah…

A. (1) B. (2) C. (3) D. (4) E. (5)

Dimensi Proses Kognitif Mengevaluasi (C5)
 Rangkaian mana yang terbaik untuk alat-alat listrik dirumahmu: seri atau parllel?

Dimensi Proses Kognitif Mencipta (C6)
 Diagram berikut ini menunjukkan suatu rangkaian. Di kedudukan manakah dari (1),
(2), (3) atau (4), sebuah sakelar harus dipasang sedenikian sehingga kedua lampu dapat
dihubungkan (on) dan diputuskan (off) pada saat yang bersamaan?

(1) (2)
(3) (4)

F. KESIMPULAN Dimensi proses kognitif ini masing-masing
Revisi taksonomi Bloom menjelaskan diklasifikasikan dalam kategori-kategori.
bahwa pengetahuan dibedakan dalam Pengembangan tujuan dan aktivitas
empat jenis/dimensi pengetahuan yaitu pembelajaran serta soal-soal fisika masih
Faktual, Konseptual, Prosedural dan perlu ditingkatkan, guna membantu guru
Metakognif, sedangkan dimensi proses dan calon guru memahami revisi taksonomi
kognitif terdiri dari 6 (enam dimensi) yaitu Bloom dengan benar. Pengaplikasian
Mengingat (C1), Memahami (C2), pengetahuan metakognisi dalam
Mengaplikasikan (C3), Menganalisis (C4), pembelajaran fisika membutuhkan kajian
Mengevaluasi (C5) dan Mencipta (C6). literatur yang mendalam.

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN 2338-4387

DAFTAR PUSTAKA

Anas Sudijono, 2009. Pengantar Evaluasi Pendidikan, Raja Grafindo Persada, Jakarta..
Omer Faruk Tutkun dkk. 2012. Bloom’s Revized Taxonomy and Critics on It. TOJCE: The

Online Journal of Counselling and Education - July 2012, Volume 1, Issue 3

Marthen Kanginan, 2003, Fisika SLTP, Erlangga, Jakarta

Lorin W. Anderson dan David R. Krathwohl, 2010, Kerangka Landasan untuk Pembelajaran,
Pengajaran dan Asesmen Revisi Taksonomi Bloom. Pustaka Belajar, Yogyakarta

Supriyadi, 2003, Kajian Penilaian Pencapaian Belajar Fisika, IMSTEP, UNY.


Click to View FlipBook Version