The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by revirusfiani111, 2022-04-12 12:44:10

BUSINESS PLAN - Copy

BUSINESS PLAN - Copy

BUSINESS PLAN
“DIMSUM COLO – COLO”

DISUSUN OLEH :
SALIS ISTIQOMAH
FAJAR SUSILOWATI
TANTI AMALIA HIDAYAT

REVI RUSFIANI
DOSEN PEMBIMBING :

NENG ASIAH.,SE.,MM

PRODI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PELITA BANGSA
TAHUN 2021/2022

Jl. Inspeksi Kalimalang Jl. Tegal Danas No. 9, Cibantu, Kec. Cikarang Pusat,
Bekasi, Jawa Barat 17530

A. Data Usaha INFORMASI USAHA
Nama Usaha
Bidang Usaha : Dim-Sum Colo Colo
Jenis Produk : Kuliner
No. Telepon : Dimsum
Tempat/ Lokasi Usaha : 083824953230
Alamat web : Rumah Bu Eha
Toko Online : dimsumcolocolo2025.com
Layanan Antar : Dimsum ColoColo
Jumlah Karyawan : Grab Food, Go food, Shope Food.
: 4 Orang
B. Data Pemilik
Nama Pemilik : Revi Rusfiani
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat/Tgl Lahir : Kuningan, 26 Agustus 2000
Alamat : Jl. Panaitan No.22, Kb. Pisang
Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat
Telepon : 083824953230
Alamat E-mail : [email protected]
Peran Dalam Usaha : Owner
Pendidikan : DIII – Akuntansi
C. Struktur Organisasi
Direktur utama
Revi Rusfiani

Manager Manager Manager
Keuangan Pemasaran Produksi

Tanti Amalia Salis Istiqamah Fajar Sulistiawati

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas nikmat karunia dan berkahnya
lah kami bisa menyusun proposal ini dengan baik dan selesai sesuai dengan ketentuannya.

Dalam proposal ini membahas mengenai business plan dari tim kami yaitu berkaitan
dengan usaha dari bidang bisnis kuliner. Usaha merupakan suatu daya dan upaya dalam
menciptakan suatu produk yang mana dari usaha yang kami buat ini insya allah bukan hanya
bisa dinikmati oleh warga sekitar, namun bisa dikenal luas oleh masyarakat luar. Dalam
membangun dan merencanakan bisnis ini juga kami mengucapkan banyak terimakasih
kepada pihak – pihak yang sudah banyak membantu dan mensupport sedemikian rupa
terhadap usaha yang berniat kami bangun ini.

Dengan dihadirkannya bisnis “Dim-Sum Colo Colo” ini kami pikir merupakan suatu jalan
keluar dimana masyarakat bisa menikmat sensasi dari makanan khas luar namun tetap
menghadirkan rasa Indonesia didalam produk yang kami ciptakan ini, selain itu kami ingin
menghadirkan makanan yang sehat namun rasanya tetap enak dan juga nikmat, setidaknya
dengan mengkonsumsi dimsum ini masyarakat bisa menikmati cemilan yang sehat dan
digemari oleh masyarakat Indonesia dan harapannya sampai ke mancanegara.

Untuk itu dalam pembahasan proposal ini kami mohon maaf sebelumnya karena masih
banyak kekurangan dan masih jauh dalam kesempurnaan. Harapannya adalah kami bisa
menerima kritik dan saran yang membangun, supaya kami bisa memberikan yang terbaik
untuk business plan kami ini. Mungkin sekian, akhir kata kami tutup dan kami ucapkan
terimakasih.

Cikarang, 04 April 2022

Penulis

EXECUTIVE SUMMARY

Dalam menjalankan bisnis “Dim-Sum Colo Colo” ini merupakan suatu perencanaan bisnis
yang mana untuk membangun kreatifitas dan produktifitas bagi anak bangsa dan sekaligus
memberikan kontribusi dalam mewujudkan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).
Usaha Dimsum Colo Colo ini bisa terbentuk merupakan inspirasi dari adanya Dimsum sebagai
cemilan makanan yang sering kali disajikan dengan cara di cocol, sehingga kami namai bisnis
kami ini sebagai “Dim-sum Colo Colo”.

Dalam membangun kreatifitas yaitu bukan hanya berfikir secara kreatif namun turut
menghadirkan inovasi dari setiap produk yang dihasilkan, dalam perencanaan kali ini dalam
usaha kami adalah menghadirkan makanan yang sehat dan berkualitas yang mana kami ingin
menonjolkan rasa-rasa nusantara yaitu menghadirkan cocolan yang berasal dari rasa sambal
yang ada di Indonesia. Lalu seperti apa produktifitas yang dibangun? Yaitu senantiasa
meluangkan waktu untuk berproduktif atau meluangkan waktu untuk bisa menghasilkan
sesuatu yang bisa bermanfaat, yang bisa dirasakan oleh masyarakat luar, selain itu bisa
menggerakkan anggota masyarakat untuk senantiasa berproduktif dengan memberikan
edukasi dan jejaring sosial bagi masyarakat yang sudah memiliki usaha maupun masyarakat
yang belum memiliki usaha.

Dalam merencanakan bisnis kami ini juga kami bergabung dalam keanggotaan UMKM
yang mana menurut kami dengan bergabungnya dalam keanggotaan tersebut akan
memberikan arahan bagi kami dan juga dalam aktual lapangan nantinya kami bukan hanya
didedikasikan sebagai anggota saja, namun kami harapannya bisa membangun kelompok
UMKM kami sendiri yang berfokus terhadap usaha Dimsum ini.

Dengan adanya bisnis di era digitalisasi ini, yang mana dari tahun ke tahun selalu ada
upgrade teknologi, sehingga menuntut para kaum usaha dan bisnis mau tidak mau harus bisa
mengikuti dari adanya perkembangan zaman dan juga teknologi yang dimiliki, rencananya
kami akan membangun suatu aplikasi bisnis yang mana dari aplikasi bisnis tersebut bisa
menjaring para anggota masyarakat yang ingin tergabung dengan usaha kami maupun dalam
aplikasi tersebut bisa memberikan edukasi ataupun sharing session terhadap masyarakat
yang sudah memiliki usaha ataupun yang belum memiliki usaha, kami rasa dengan
diadakannya aplikasi ini akan lebih memudahkan kami dalam menjaring konsumen dan
pemasaran dalam produk kami ini.

BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Di Indonesia banyak macam menu makanan yang dapat disajikan dengan cara dikukus,

digoreng, dibakar dan dipanggang. Dari sabang sampai merauke Indonesia adalah salah satu
Negara yang kaya akan menu-menu masakan. Sampai akhirnya kuliner dari Negara bagian
barat – timur pun masuk ke Indonesia. Di Indonesia sendiri selain turis-turis yang berkunjung
dan tinggal banyak pula orang-orang yang berdarah Tiongkok. Dimsum merupakan makanan
tradisional yang berasal dari China. Kata dimsum sendiri berasal dari bahasa China
yaitu“dianxin” yang berarti makanan kecil. Biasanya dimsum dimakan saat sarapan dan
diminum dengan teh.

Dimsum lebih baik dibuat dan disajikan dengan memperhatikan keharmonisan warna,
bentuk, rasa, aroma, kualitas bahan dasarnya, jenis masakannya dan bahan-bahan alami yang
baik untuk kesehatan. Dimsum sendiri terbagi menjadi beberapa kategori yaitu dimsum
kukus, ceker, dimsum goreng dan dimsum manis. Seiring dengan meningkatnya permintaan
konsumen, kini dimsum mulai di inovasikan dengan berbagai varian isi, seperti menggunakan
seafood, sayuran dan daging pada dimsum tersebut. Meskipun trend tersebut belum lama
dikenal masyarakat luas, namun perkembangannya sudah sangat pesat sehingga banyak
produsen yang beralih untuk menjual dimsum. Sejatinya, dimsum bukan makanan baru lagi
bagi masyarakat Indonesia. Namun dengan memberi dan menambahkan inovasi kini dimsum
tersebut banyak dicari konsumen dan menjadi salah satu peluang bisnis menarik yang
menjanjikan besar bagi pelakunya.

Oleh karena itu dalam usaha kami ini rencana yang akan kami buat adalah
menghadirkan 1 jenis dimsum terlebih dahulu yaitu dimsum kukus dan kami ingin
mengkombinasikan dengan memakai cita rasa Indonesia yaitu dengan menghadirkan jenis
sambal yang ada di Indonesia sebagai bahan cocolan dari dimsum yang kami buat.
Harapannya dimsum yang kami buat ini bisa menjadi cemilan yang sehat dan enak untuk
dikonsumsi oleh masyarakat luas sekaligus mengurangi intensitas penggunaan minyak
goreng.

2. VISI DAN MISI USAHA
2.1 VISI
Menjadikan usaha bisnis yang memproduksi makanan sehat dalam rangka
mengurangi intensitas penggunaan minyak goreng, namun tetap enak dan berkualitas
yang dipadukan dengan rasa sambal nusantara.

2.2 MISI
1. Menyajikan makanan yang sehat, enak dan berkualitas
2. Memperkenalkan ciri khas nusantara dengan rasa sambal yang disajikan.
3. Mewujudkan usaha dalam rangka menggerakkan UMKM
4. Memperkenalkan pada masyarakat luas
5. Memberikan kepuasan bagi konsumen

2.3 TUJUAN
1. Mencoba untuk berproduktif dalam rangka menghasilkan suatu produk yang bisa
dinikmat oleh masyarakat luas.
2. Mencari pengalaman dan ilmu dalam berwirausaha.
3. Menghasilkan makanan kuliner yang sehat namun tetap enak.
4. Mengurangi penggunaan intensitas minyak goreng.
5. Memberikan inspirasi bagi masyarakat supaya bisa tergabung dengan bisnis kami
maupun mendapatkan edukasi dari bisnis yang kami bangun.

BAB II
ASPEK PEMASARAN

1. ANALISIS PRODUK
1.1 Jenis dan Nama Produk
Jenis produk yang ditawarkan pada rencana bisnis ini adalah makanan yang
kami beri nama Dimsum Colo Colo. Seperti yang kita ketahui, dimsum merupakan
makanan khas negeri tirai bambu yang terbuat dari daging yang dibungkus kulit
atau pangsit. Makanan kecil ini sering dijadikan menu kudapan masyarakat
Indonesia. Rasanya gurih, kenyal, dan bikin nagih. Dimsum terdiri dari berbagai
macam varian seperti dimsum kukus, ceker, dimsum goreng dan dimsum manis.
Dimsum lebih lezat jika dinikmati saat masih hangat, cemilan santai untuk
keluarga apalagi ditemani dengan cocolan saus sesuai selera.
Produk makanan yang kami ditawarkan berbeda dengan dimsum pada
umumnya karena kami menghadirkan cita rasa khas Indonesia pada cocolan
sambalnya. Seperti sambal matah, sambal tauco, sambal kacang, dan sambal colo-
colo. Sedangkan untuk variasi isianya kami akan menawarkan isian seperti ikan,
daging ayam, udang, wortel, dan brokoli.
Untuk rencana kedepannya kami sudah memiliki planning untuk bisa
menambahkan varian cocolan sambal yang lebih beragam dan juga bentuk dari
pada dimsum itu sendiri.

1.2 Keunggulan Produk Dibanding Produk Lain
Keunggulan produk kami dalam bisnis kuliner berupa dimsum yang biasanya

hanya terbuat dari daging ayam pada bisnis usaha kami menyediakan varian isian
seperti ikan, udang, wortel, dan brokoli. Selama ini dimsum yang banyak dijual di
pasaran hanya menyediakan cocolan saus saja tetapi pada dimsum colo colo kami
menghadirkan sensasi yang berbeda karena kami membuat dimsum dengan
aneka cocolan sambal seperti sambal matah, sambal tauco, sambal kacang, dan
sambal colo-colo. Dengan adanya varian cocolan sambal yang kami buat
diharapkan masyarakat dapat menikmati makanan enak dan sehat tetapi tetap
menghadirkan cita rasa lidah orang Indonesia.

2. ANALISIS PASAR
2.1 Profil Konsumen
Makanan merupakan kebutuhan primer manusia. Manusia memiliki
kecenderungan untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Dahulu
manusia membuat makanan hanya dengan cara yang sederhana. Dengan adanya
perkembangan teknologi kita dapat menikmati berbagai variasi jenis makanan
yang dibuat dengan cara digoreng, dikukus, dibakar, dan direbus. Mengingat

keadaan sekarang dengan adanya kelangkaan minyak goreng kami memutuskan
untuk membuat dimsum kukus yang enak dan sehat.

Makanan tidak hanya sebatas makanan tetapi banyak dijumpai trend
makanan yang terus berkembang mengikuti selera konsumen. Dimsum
merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain
rasanya yang lezat dimsum juga merupakan makanan yang sehat. Adanya
cocolan sambal khas Indonesia yang dihadirkan oleh dimsum colo colo
diharapkan bisa menjadi trend baru yang mampu menarik para anak muda
untuk mencobanya. Tidak hanya anak muda para orang tua juga dapat
menikmati sensasi dimsum colo colo selain rasanya yang gurih dan enak tekstur
dari dimsumya juga lembut.

Selain itu kami memiliki misi yaitu ingin berupaya untuk menggerakkan
kelompok warga maupun masyarakat untuk bisa tergerak dalam bisnis UMKM,
langkah ini dilakukan demi mewujudkan generasi produktif yang mampu
menghasilkan suatu produk walaupun hanya dari bisnis rumahan.

2.2 Potensi dan Segmentasi
Kota Bandung merupakan kota yang sangat menarik. Selain dari industri

fashion yang terus berkembang, kuliner dan jajananya juga sangat patut untuk
dicoba. Bandung menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh
anak muda dan orang dewasa. Produk-produk yang ditawarkan juga sangat
beraneka ragam. Salah satunya adalah dimsum. Walaupun dimsum bukan
makanan khas Indonesia tetapi dimsum merupakan makanan yang banyak
digemari oleh masyarakat Indonesia.

Potensi pasar sangat prospektif seiring perkembangan zaman yang semakin
maju, juga dari segi peminat/konsumen kami menangkap peluang yang besar dan
berkelanjutan. Mayoritas, paradigma anak muda dan orang dewasa zaman
sekarang menyukai makanan yang sedang trend/viral. Mereka juga memiliki
kecenderungan untuk banyak jajan. Hal inilah yang mendorong kami untuk
membuat camilan yang enak namun tetap sehat. Dimsum colo colo dibuat dengan
bahan yang berkualitas serta tetap mengikuti selera konsumen. Adapun
segmentasi pasar yang diambil adalah :

No. Segmen Pasar (diurutkan Pangsa Pasar Presentase
berdasarkan pangsa pasar) (presentase dari Kumulatif
total layanan)
1. Anak muda (14 – 20 tahun) 70% 70%
2. Masyarakat umum 30% 30%
Total 100% 100%

Berdasarkan data di tabel, saya menargetkan 70% dari total pangsa pasar
produk ini adalah anak – anak muda khususnya yang berusia 14 – 20 tahun.
Tempat yang saya rencanakan untuk dijadikan lokasi berjualan berada di Jl.
Panaitan No.22, Kb Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung dekat area
sekolahan yang sebagian besar orang yang beraktivitas di sana adalah anak- anak
muda. Alasan lainnya adalah anak muda memang lebih tertarik untuk mencoba
membeli makanan baru. Mereka juga lebih akrab dengan teknologi dan media
sosial, yang mana itu merupakan salah satu media promosi kami. Sedangkan 30%
dari total pangsa pasarnya adalah masyarakat umum.

2.3 Analisa Pesaing dan Peluang Pasar
Perkembangan home industry makanan yang setiap harinya menunjukkan

pertumbuhan cukup positif menjadi salah satu bukti nyata bahwa berbagai variasi
jenis makanan khususnya camilan dan jajanan masih sangat diminati pasar. Saat
ini, banyak anak muda yang suka mencoba makanan yang sedang viral. Mereka
membeli makanan yang kurang sehat hanya karena makanan tersebut sedang
trend. Dimsum kukus merupakan solusi bagi anak muda yang senang jajan namun
tetap menginginkan makanan yang sehat. Adanya kreatifitas dan inovasi
merupakan kunci keberhasilan dalam memikat hati konsumen dari berbagai
kalangan. Kami senantiasa melakukan inovasi sehingga lahirlah dimsum colo colo.
Dimsum yang enak namun tetap sehat dan harganya sesuai dengan kantung
masyarakat.

Dimsum yang dibuat dengan beberapa varian daging membuat kami yakin
bahwa dimsum colo colo akan diminati oleh para anak muda maupun orang
dewasa. Apalagi ditambah dengan cocolan sambal yang pastinya akan menggugah
selera untuk segera menyantapnya. Inovasi inilah yang membuat kami yakin
bahwa dimsum colo colo akan laku di pasaran.

2.4 Media Promosi
Promosi merupakan salah satu aspek yang penting untuk memperkenalkan

produk kepada masyarakat, terutama bagi usaha-usaha kecil yang baru dirintis.
Media promosi yang digunakan haruslah efektif dan efisien, yang berarti tidak
harus menghabiskan banyak dana agar promosi tersebut berhasil. Untuk dimsum
colo colo ini media promosi yang kami tempuh yakni melalui pembuatan akun
jejaring sosial melalui facebook yang menjadi salah satu jejaring sosial yang sering
digunakan oleh masyarakat Indonesia serta melalui twitter dan blog yang sedang
menjadi tren di kalangan masyarakat Indonesia saat ini. Selain itu kami juga akan
aktif untuk membuat konten di instagram dan tik tok yang berisi tentang
keunggulan dan manfaat produk kami. Hal ini dimaksudkan agar lebih efektif jika
konsumen mempunyai pertanyaan tentang keunggulan produk kami sehingga
dapat segera memperoleh jawaban yang tepat dan memuaskan dari kami.

Pelayanan saat melakukan promosi akan menjadi daya tarik tersendiri bagi
konsumen. Kami juga membuat alamat web dimsum colo colo yaitu
dimsumcolocolo2025.com untuk mempererat hubungan dengan konsumen dan
merupakan suatu upaya untuk menjaring masyarakat yang ingin tergabung
dengan usaha kami. Selain sebagai media promosi dan evaluasi, konsumen juga
dapat memberikan saran dan inovasi baru terhadap pengembangan produk
seperti variasi dimsum dan isiannya.

2.5 Target atau Rencana Penjualan Selama 1 Tahun
Dalam satu tahun pertama, target yang diharapkan adalah dihitung melalui per 1
periode yaitu 6 bulan:
1. Produk utama kami yaitu dimsum colo-colo ini kami menargetkan
penjualannya selama satu bulan sebanyak 1.350 porsi, sehingga dalam 6
bulan pertama dimsum yang dihasilkan sebanyak 8.100 porsi dan dalam 1
tahun menghasilkan 16.200 porsi.
2. Produk pendamping lainnya yakni berupa minuman dengan berbagai pilihan
seperti es teh, es jeruk, pop ice, dan tea jus. Untuk produk pendamping kami
menargetkan mendapatkan untung sebanyak 5% dari modal awal kami.
3. Produk tambahan lain berupa jasa seperti layanan pesan antar bagi para
konsumen. Layanan pesan antar ini ditujukan pada konsumen yang tidak
dapat membeli dimsum secara langsung di kedai. Untuk layanan pesan
antarnya kami sudah bekerja sama dengan go food, grab food dan shopee
food.

2.6 Strategi Pemasaran
Untuk strategi pemasaran ditekankan pada beberapa poin diantaranya :
• Bekerja sama dengan kantin sekolah dan catering makanan.
• Membuat tempat makan yang nyaman untuk nongkrong anak muda.
• Mengikuti kegiatan bazar dan membuat stan dengan semenarik mungkin
untuk menarik minat pelanggan.
• Mendukung pemesanan melalui jasa layanan pesan antar seperti go food,
grab food, dan shopee food.
• Memberikan diskon untuk pembelian 1 porsi dimsum dalam rangka hari
besar tertentu. (sesuai ketentuan yang berlaku)
• Memberikan 1 voucher setiap pembelian dimsum yang akan mendapatkan
gratis 1 porsi dimsum atau gift (sesuai dengan ketentuan yang berlaku) jika
berhasil mengumpulkan 10 voucher.

3. ANALISIS SWOT
3.1 Faktor Internal
1. Strength (Kekuatan)
a. Keunggulan produk
Kami membuat suatu produk cemilan yang sehat namun tetap terasa enak
dan yang terpenting produk yang kami hasilkan adalah produk yang sangat
fleksibel dari segi bentuk, isi dan cocolan yang disediakan, selain itu kami
berupaya untuk memberikan kenikmatan dan sensasi makan dimsum
dengan rasa sambal nusantara.
b. Keterampilan dan keahlian
Kami memiliki keterampilan dalam membuat berbagai jenis dan modifikasi
dimsum dari segi bentuk, rasa dan tampilan.
c. Bahan baku mudah didapat
Untuk bahan bakunya sendiri cenderung mudah didapat dan dari segi
harga sangat terjangkau.
d. Upgrade Teknologi
Didalam membangun suatu usaha di era digitalisasi ini, mau tidak mau
para usaha harus memiliki skill dan kemampuan dalam memasarkan
produk serta menjaring konsumen yang bisa ikut tergabung dengan usaha
kami, sehingga kami berupaya untuk memberikan yang terbaik dari segi
produk maupun pelayanan yang berkualitas, yaitu kami membangun suatu
aplikasi web dimsumcolocolo2025.com yang mana dari aplikasi tersebut
tersedia beberapa fitur mulai dari pemesanan, join to reseller, sharing
session, pengenalan produk dan menyediakan kritik maupun saran yang
membangun dari para konsumen kami.
2. Weakness (Kelemahan)
a. Belum memiliki cukup pengalaman
Pengalaman untuk memulai usaha yang masih sangat minim merupakan
suatu kelemehan yang harus diatasi.
b. Kurangnya Sumber Daya Manusia
Dalam memulai usaha diawal, kami melakukan segala sesuatu secara
multitasking, namun untuk mengatasi segala macam permasalahan tim
kami akan berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik
walaupun dengan sumber daya manusia yang terbatas.

3.2 Faktor Eksternal
1. Oppotunities (Peluang)
a. Banyaknya konsumen
Lokasi usaha kami ini cukup strategis yaitu ada diantara beberapa rumah
warga dan dekat dengan lokasi sekolah maupun kampus, hal ini tentu

membuat usaha kami memiliki peluang yang cukup besar dalam menjaring
konsumen.
b. Sistem pemasaran
Selain lokasi yang strategis, tempat usaha pun kami desain dengan tema
minimalis, cozy dan klasik, karena menurut kami dengan desain seperti itu
akan membuat kesan hangat dan nyaman untuk berbincang santai sambil
menyantap dimsum, selain itu kami juga menawarkan beberapa program
promosi didalam produk kami. Dan kami pun berupaya untuk
memperkenalkan produk kami diluar lingkup tempat usaha yaitu ikut serta
dalam kegiatan Bazar yang nantinya kami hanya tinggal membawa
beberapa perlengkapan yang diperlukan dan stand yang kami sediakan.
2. Threats (Ancaman)
a. Produk yang mudah diduplicate dan ditiru
Produk kami ini memang bisa saja dari setiap inovasi, ide maupun konsep
sangat amat mudah ditiru, namun kunci dari usaha kami adalah tetap
menghadirkan rasa yang konsisten, bervarian dan harus lebih unggul dari
pesang dan tidak lupa selalu memberikan pelayanan terbaik yang akan
kami usahakan, karena menurut kami pelayanan terbaik merupakan kunci
sukses suatu usaha.

BAB III
ASPEK PRODUKSI

1. PRODUK
Dalam setiap produk yang kami hasilkan terlepas dari rasanya yang enak dan memiliki
kandungan gizi yang terbilang cukup baik, ada beberapa hal yang cukup penting yaitu
menilai dari pada kegunaan maupun manfaat dari produk yang kami hasilkan.
a. Nilai/Manfaat Produk
Nilai jual dari produk dimsum adalah produk yang memiliki peran yang baik terkait
gizi dan juga kesehatan, dalam hal ini dikarenakan dimsum yang kami olah adalah
olahan dimsum kukus yang mana produk kukusan ini memiliki tingkat kalori dan
kolestrol yang rendah, oleh sebab itu produk dimsum bisa menjadi produk
alternatif untuk diet. Dimsum juga memiliki banyak manfaat lainnya yang banyak
tidak diketahui oleh kebanyakan orang, diantaranya :
- Dimsum yang mengandung banyak protein bermanfaat dalam hal
menyehatkan tubuh terutama kulit, kuku dan rambut.
- Dimsum juga memiliki varian Udang. Seperti yang kita ketahui, Udang kaya
akan kandungan fosfor yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Fosfor dan kalium
yang kita konsumsi akan membantu proses pembentukan tulang dan gigi.
Sehingga tulang dan gigi lebih kuat.
- Membantu mencegah penyakit kanker payudara, Kanker menjadi salah satu
penyakit mematikan di dunia. Tubuh manusia memiliki sel kanker yang bisa
aktif kapan saja. Maka dari itu sangat penting menjaga kesehatan kita supaya
terhindar dari penyakit ini. Olahan Udang yang bisa kita temui dalam Dimsum,
menjadi salah satu menu makanan yang mampu membantu mencegah
aktifnya sel kanker dalam tubuh karena adanya kandungan yang bernama
selenium.
b. Dimensi Produk
Berkenaan dengan sifat dan ciri – ciri produk yang meliputi bentuk, ukuran, warna
serta fungsinya. Produk kami berbahan baku tepung dan daging yang diolah dan
dimasak dengan cara dikukus yang disajikan dengan bahan pelengkap berupa
sambal yang beraneka rasa. Berikut adalah bentuk dari produk dimsum :

2. BAHAN BAKU, PERALATAN KERJA DAN CARA KERJA

Perencanaan bahan baku merupakan bagian utama untuk perhitungan
kebutuhan modal kerja. Hal yang perlu diperhatikan adalah supplier, kuantitas, harga
beli, persyaratan pembelian, ketersediaan dan persediaan. Bahan baku yang
digunakan untuk membuat produk Dimsum adalah :

No Komponen Kuantitas
Dimsum
15 Bungkus
1 Kulit Pangsit/dimsum 4 kg
2 Daging Ayam 1 kg
3 Daging Udang 1.5 kg
4 Daging Ikan tenggiri 1/2 kg
5 Bawang Putih 250 gr
6 Garam 1 kg
7 Gula Pasir
8 Minyak Wijen 1 botol
9 Merica bubuk 2 schet
10 Tepung sagu
11 Kecap Ikan 1 kg
12 Jahe 1 botol
13 Kucai 1/2 kg
14 Wortel 1 Ikat
15 Brokoli 1/2 kg
1/2 kg

Sedangkan bahan baku untuk sambal atau cocolannya sendiri yaitu sebagai berikut :

No Komponen Kuantitas
Sambal/Cocolan
2 kg
1 Cabai 1 kg
2 Tomat 1 kg
3 Bawang Merah 1/2 kg
4 Kacang Tanah 1/2 kg
5 Gula Merah 1/4 kg
6 Tauco 1 kg
7 Saus Sambal 1/2 kg
8 Mayones

Selain itu untuk peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut :

No Nama Barang
Peralatan Dimsum

1 Kukusan bambu dimsum besar
2 Kukusan bambu dimsum kecil
3 Sumpit Bambu
4 Piring atau mangkok untuk saus dimsum
5 Kompor & gas
6 Peralatan masak lain : Chopper/Blender

Produk yang dijual yaitu dimsum. Dengan jenis atau isi berupa :

1. Original (Daging Ayam)
2. Udang
3. Wortel
4. Ikan
5. Brokoli

Untuk sambal sebagai pasangan dari dimsum ini ada berbagai rasa :

1. sambal matah
2. sambal tauco
3. sambal kacang
4. saos ala - ala
5. sambal colo - colo

Proses Pembuatan dimsum original (daging ayam) :

1. Campurkan adonan daging ayam, air, minyak, daun bawang, telur, tepung tapioka,
tepung maizena.

2. Masukan bumbu berupa garam, lada bubuk dan gula. Aduk hingga merata pada
adonan.

3. Ambil selembar kulit pangsit dan isi dengan adonan yang sudah dibumbui,
kemudian satukan ujung – ujungnya.

4. Panaskan panci kukus kemudian alasi dengan daun pisang.
5. Kukus dimsum selama 15 menit.
6. Untuk rasa yang berbeda hanya mengubah pada step 1 dengan udang, wortel,

brokoli atau ikan.

Keterangan : proses pembuatan dimsum diambil salah satu sampling yaitu dimsum
ayam, karena sebetulnya untuk base dari resepnya sendiri maupun cara
pembuatannya itu sama, yang membedakan adalah protein dari adonan yang ingin
dicampurkan.

Proses pembuatan sambal atau cocolan :

1. Iris menyamping cabai rawit merah dan hijau, bawang merah, serta tomat hijau.
Sisihkan.

2. Potong lemon menjadi 2 bagian, sisihkan,
3. Siapkan mangkuk, masukan seluruh bahan. Tambahkan gula, garam serta air lalu

tambahkan perasan lemon . Aduk dan blender halus

Keterangan : proses pembuatan sambal atau cocolannya sendiri secara step dan base
itu sama yang membedakan adalah tergantung dari jenis sambal yang mau dibuat dan
tentunya kami tidak menunjukkan proses pembuatan sambal secara menyeluruh
berhubung varian sambel yang cukup bervariasi dan kami memiliki resep rahasia
tersendiri.

3. SUMBER DAYA MANUSIA (TENAGA KERJA)

Kualitas tenaga kerja sangat mempengaruhi keberhasilan suatu usaha, jika tenaga
kerja mempunyai pribadi yang baik dan dapat mentaati peraturan, maka usaha akan
lancar dan tidak akan terganggu dalam pengoperasiannya. Tetapi sebaliknya, jika
tenaga kerja mempunyai pribadi yang buruk dan tidak dapat mentaati peraturan,
makan dapat dipastikan kelancaran usaha akan terganggu. Maka dari itu kami
membagi tugas sebagai berikut :

NO NAMA JABATAN PENDIDIKAN SPESIFIKASI PEKERJAAN
1 Revi Rusfiani Direktur Utama TERAKHIR
Menyetujui anggaran,
DIII mengawasi tenaga kerja
Akuntansi lainnya, menyusun strategi
usaha dan mengevaluasi
usaha

2 Fajar Susilowati Manajer Produksi DIII Melakukan perencanaan
Akuntansi pelaksanaan produksi,
menentukan standar dan
kontrol kualitas dan
mengawasi proses produksi

Bertanggungjawab dalam

perencanaan anggaran,

3 Tanti Amalia H Manajer Keuangan DIII mengelola anggaran dan
Akuntansi melakukan penilaian resiko

dan menyusun laporan

keuangan

Melakukan perencanaan

strategi pemasaran,

4 Salis Istiqamah Manajer DIII merencanakan peluang
Pemasaran Akuntansi analisis usaha dan
bertanggungjawab untuk

memperoleh serta

meningkatkan keuntungan

Dari pembagian tugas – tugas tersebut merupakan bagian dari pada perencanaan
sumber daya manusia, yang mana merupakan proses dalam menentukan kebutuhan
– kebutuhan sumber daya manusia, kuantitas dan kualitatif untuk mencapai tujuan
strategik organisasi. Sumber dana, sumber daya dan sumber daya manusia, harus
direncanakan dan digunakan sedemikian rupa sehingga diperoleh manfaat yang
semaksimal mungkin. Melalui perencanaan yang matang menungkinkan adanya
manfaat yang bisa dipetik, yaitu:

a. Organisasi dapat memanfaatkan sumber daya manusia yang sudah ada dalam
organisasi secara lebih baik.

b. Melalui perencanaan sumber daya manusia yang matang, produktivitas kerja dari
tenaga yang sudah ada dapat ditingkatkan.

c. Perencanaan sumber daya manusia berkaitan dengan penentuan kebutuhan akan
tenaga kerja di masa depan, baik dalam arti jumlah dan kualifikasinya untuk mengisi
berbagai jabatan dan menyelenggarakan berbagai aktivitas baru kelak.

d. Segi manajemen sumber daya manusia yang dewasa ini dirasakan semakin penting
yaitu penanganan informasi ketenagakerjaan.

e. Perencanaan yang disusun dapat disesuaikan dengan situasi pasaran kerja.

f. Rencana sumber daya manusia merupakan dasar bagi penyusunan program kerja
bagi satuan kerja yang menangani sumber daya manusia dalam organisasi.

4. KAPASITAS PRODUKSI
Produk kami dalam pembuatannya dilakukan oleh 4 orang supaya waktu
pembuatannya akan efektif dan efisien. Kami memakai 4 orang karena jika dilakukan
oleh satu atau 2 orang tentunya akan menghasilkan produk yang lama. Untuk
pembagiannya 2 orang berfokus pada recipe sambal atau cocolan dan 2 orang lagi
berfokus dalam pembuatan dimsum. Kami belum menerima tenaga kerja yang lainnya
karena masih dalam tahap permulaan usaha, jika usaha kami sudah berkembang
dengan ditandainya peningkatan permintaan tentunya kami juga akan menerima
tenaga kerja lainnya untuk membantu keberlangsungan usaha. Untuk kapasitas
produk yang kami hasilkan sehari yaitu 45 porsi sehari atau 1.350 porsi dalam sebulan.

BAB IV
ASPEK KEUANGAN

1. SUMBER PENDANAAN Presentase Total

Uraian 100% 20.000.000
Modal
Anggota: 50% 10.000.000
25% 5.000.000
Revi 15% 3.000.000
Tanti 10% 2.000.000
Salis
Fajar

2. KEBUTUHAN PEMBIAYAAN / MODAL INVESTASI Kuantitas Harga

No Nama Barang 4 Unit 800.000
Peralatan Dimsum 1 Unit 600.000
1 Unit 150.000
1 Meja Panjang 20 Psc 200.000
3 Gerobak Dimsum 50 Pasang 100.000
4 Kukusan bambu dimsum besar 30 Pcs 90.000
5 Kukusan bambu dimsum kecil 1 Unit 400.000
6 Sumpit Bambu 300.000
7 Piring atau mangkok untuk saus dimsum 2.640.000
8 Kompor & gas
9 Peralatan masak lain

Total

3. KEBUTUHAN PEMBIAYAAN / MODAL KERJA

No Komponen Kuantitas Harga
Dimsum

1 Kulit Pangsit/dimsum 15 150.000
2 Daging Ayam Bungkus 100.000
3 Daging Udang 120.000
4 Daging Ikan tenggiri 4 kg 150.000
5 Bawang Putih 1 kg 10.000
6 Garam 1.5 kg
7 Gula Pasir 1/2 kg 3.000
8 Minyak Wijen 250 gr 13.000
9 Merica bubuk 1 kg 25.000
10 Tepung sagu 1 botol
11 Kecap Ikan 2 schet 3.000
1 kg 10.000
1 botol 15.000

No Komponen Lanjutan… Kuantitas Harga
12 Jahe 1/2 kg 8.000
13 Kucai 1 Ikat 12.000
14 Wortel 1/2 kg 10.000
15 Brokoli 1/2 kg 15.000
644.000
Total
Sambal/Cocolan 2 kg 30.000
1 Cabai 1 kg 15.000
2 Tomat 1 kg 15.000
3 Bawang Merah 1/2 kg 11.000
4 Kacang Tanah 1/2 kg 10.000
5 Gula Merah 1/4 kg
6 Tauco 1 kg 8.000
7 Saus Sambal 1/2 kg 20.000
8 Mayones 14.000
123.000
Total 767.000
Total Biaya Variabel
Kuantitas Harga
4. BIAYA OPERASIONAL 4 org 2.000.000

No Komponen 250.000
1 Gaji karyawan 2.250.000
2 Listrik & wifi bulanan

Total

5. ANALISIS KELAYAKAN USAHA

Analisa kelayakan usaha digunakan untuk mengetahui layak atau tidaknya usaha
tersebut dijalankan. Metode sederhana yang bisa digunakan untuk menguji kelayakan
usaha diantaranya adalah:
5.1 Periode Pengembalian Modal (Payback Period)

Adalah metode yang digunakan untuk mengetahui lamanya waktu yang diperlukan
untuk mendapatkan kembali seluruh dana yang diinvestasikan melalui laba bersih
usaha.
Rumus Periode Pengembalian Modal (Payback Period):

Investasi : Kas bersih usaha

PP ( Payback Period ) = (20.000.000 + 2.640.000) : 8.490.000 = 2,67 ( 2, 67 tahun ).

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa modal usaha akan kembali dalam
jangka waktu tertentu secara komulatif.

5.2 Revenue Cost Ratio (Rasio Pendapatan & Biaya)
Merupakan perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya dengan
rumusan sebagai berikut
Revenue Cost Ratio (R/C) = /

Jika R/C Ratio > 1, maka usaha yang dijalankan mengalami keuntungan atau layak
untuk dikembangkan.
Jika R/C Ratio < 1, maka usaha tersebut mengalami kerugian atau tidak layak untuk
dikembangkan.
Selanjutnya jika R/C Ratio = 1, maka usaha berada pada titik impas (Break Event Point)

(R/C) = /
= 33.750.000 / 25.260.000
= 1.34

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa usaha home industry Warung
Dimsum dinyatakan menguntungkan dan layak untuk diusahakan.

6. ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA

Digunakan untuk menilai kelangsungan usaha, stabilitas, profitabilitas dari suatu usaha,
sub usaha atapun proyek.

Analisa ini dilakukan untuk rasio keuntungan atau kerugian yang diperoleh perusahaan
dengan menggunakan informasi sebagaimana tersaji dalam laporan keuangan. Laporan ini
biasanya disajikan kepada pimpinan puncak suatu usaha sebagai acuan untuk mengambil
suatu kebijakan perusahaan.

Dalam 1 kali produksi kami membuat 45 porsi (per porsi 5 dimsum)

Biaya Total = Biaya Variabel + Biaya Tetap + Biaya Operasional
Biaya Total = 767.000+2.640.000+2.250.000
= 5.657.000
Biaya Per Unit

Biaya tetap/12 bulan = biaya tetap per bulan
2.640.000/12 = 220.000
Biaya per unit = Total biaya produksi 1 bulan
= 767.000+220.000
= 987.000
987.000/45 porsi 21.933
987.000/225 pcs dimsum 4.387

Dengan harga jual per porsi Rp 25.000 @5.000 per pcs

Target penjualan/pendapatan sehari :

P x Q = TR

45 x 25.000 = 1.125.000
= Penjualan sehari - biaya bahan baku
= 1.125.000 - 767.000
= 358.000 laba kotor/ hari
= 10.740.000 laba kotor/ bulan

Keuntungan

Merupakan pengurangan pendapatan total dengan biaya total dari usaha dimsum.
π = TR - TC
π = 33.750.000-25.260.000

= 8.490.000

Break Even point atau BEP

Suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual
kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta
mendapatkan keuntungan / profit. Berikut rumus untuk menghitung BEP :

Break event (BEP) Produksi (Kg) = ( ) / ℎ ( )

Break event (BEP) Harga (Rp) = ( ) / ( )

Kriteria BEP Produksi adalah sebagai berikut :

a. Jika BEP Produksi < Jumlah Produksi, maka usaha berada pada posisi menguntungkan.
b. Jika BEP Produksi = Jumlah Produksi, maka usaha berada pada posisi titik impas atau
tidak laba/tidak rugi.
c. Jika BEP Produksi >Jumlah Produksi maka usaha berada pada posisi yang tidak
menguntungkan.
Sementara untuk BEP Harga kriterianya adalah sebagai berikut :

a. Jika BEP Harga < Harga Jual, maka usaha berada pada posisi yang menguntungkan.
b. Jika BEP Harga = Harga Jual, maka usaha berada pada posisi titik impas atau tidak
laba/tidak rugi.
c. Jika BEP Harga > Harga Jual, maka usaha berada pada posisi yang tidak menguntungkan.

BEP adalah suatu kondisi dimana perusahaan tidak mendapatkan keuntungan dan tidak
pula mengalami kerugian.

BEP Produksi (Pcs) = ( ) / ℎ ( )
= 25.260.000 / 5.000
= 5.052 Pcs

BEP Harga (Rp) = ( ) / ( )
= 25.260.000 / 225
= 112.267

BAB V
KESIMPULAN

Mendirikan suatu usaha membutuhkan persiapan dan konsep yang matang, usaha
yang didirikan diharapkan tidak hanya berdiri pada saat itu saja namun dapat
berkembang lebih besar lagi. Dimsum colo colo merupakan suatu produk yang kami
ciptakan untuk mengasah jiwa dalam berwirausaha serta sebagai wujud dalam
mengenalkan keanekaragaman kuliner yang ada di Indonesia.

LAMPIRAN – LAMPIRAN :

1. LOKASI USAHA
2. WEBSITE MILIK DIMSUM COLO COLO

3. POSTER
4. BMC NYA JUGA BELUM


Click to View FlipBook Version