Modul Ajar
Pelayanan Kefarmasian
Perhitungan Harga Obat
dalam Resep
Disusun oleh:
Apt. Indah Yuniarsih,S.Farm
I. Pendahuluan
Apotek merupakan tempat untuk melaksanakan praktik profesional bagi
apoteker, tenaga tekhnis kefarmasian, dan asisten tenaga tekhnis kefarmasian. Selain
itu, apotek juga menjadi sarana usaha yang menguntungkan melalui penjualan produk
atau barang melalui kegiatan jual beli, serta sebagai penyedia jasa layanan kefarmasian.
Penjualan di apotek dibagi menjadi dua jenis transaksi, yaitu:penjualan obat
dengan resep dokter dan penjualan bebas. Penjualan obat dengan resep dokter
ditujukan untuk pembelian obat golongan keras, narkotika dan psikotropika.
Sedangkan, untuk obat bebas dan bebas terbatas dapat dibeli pasien tanpa resep dokter.
II. Harga Jual Obat
Harga jual obat (HJA) di apotek adalah harga yang akan ditawarkan apotek
kepada pasien. HJA ditentukan denagn mempertimbangkn beberapa komponen.
Adapun komponen yang dimaksud adalah:
A. Harga Netto Apotek (HNA)
HNA sama dengan harga beli yang dibayarkan apotek kepada PBF tanpa
memperoleh potongan penjualan (diskon). Pada penulisan faktur, HNA dibagi
menjadi dua jenis, HNA dari faktur yang sudah termasuk PPN, dan HNA dari
faktur tanpa PPN.
B. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
PPN adalah jenis pajak tidak langsung untuk disetor oleh pihak lain (pedagang)
yang bukan merupakan penanggung pajak (konsumen akhir). Berdasarkan
ketentuan dari pemerintah, besaran PPN per april 2022 adalah 11%
C. Margin / Laba
Margin keuntungan / laba adalah ratio profitbiitas yang dihitung dengan
membandingkan antara laba dan pajak dengan penjualan. Besaran laba dite -
ntukan sesuai kebijakan apotek dengan mempertimbangkan biaya operasional
apotek.
Harga Jual Obat di apotek (HJA) tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET)
yang telah ditetapkan untuk masing – masing sediaan.
HJA = HNA + PPN + LABA
III. Harga Jual Obat berdasar Resep
Resep merupakan permintaan tertulis dokter, dokter gigi, atau dokter hewan
kepada apoteker baik bentuk kertas maupun elektronik untuk menyediakan dan
menyerahkan sediaan farmasi/ alkes bagi pasien.
Saat pelayanan resep, tenaga kefarmasian perlu melakukan skriinning resep
terebih dahulu, antara lainkajian farmsetik untuk mengetahui dosis obat dalam resep
apakah susdah sesuai dengan kebutuhan pasien, dan memeriksa ketersediaan obat
apakah dapat memenuhi permintaan dalam resep, serta sebagai dasar perhitungan
biaya resep yang harus dibayarkan oleh pasien.
Pada perhitungan biaya resep, perlu diperhatikan bahwa jumlah obat yang
dibutuhkan dlam resep tunggal (non racikan) berbeda dengan resep racikan.pada resep
tunggal, yang perlu diperhatikan adalah jumlah (numero) yang akan ditebus pasien.
Namun, untuk resep racikan seperti puyer, kita harus memperhatikan ada tidaknya
“dtd” pada peintah resep. Karena hal ini akan berpengaruh pada jumlah obat yang
akan diberikan pada pasien. Resep tunggal merupakan resep dimana obat disiapkan
dalam kemasan unit tunggal siap konsumsi, sedangkan resep racikan merupakan resep
yang terdiri dari satu atau lebih jenis obat yang penyiapannya dengan cara mencampur
kan sediaan, atau mengubah bentuk sediaan tersebut misal tablet dibuat puyer,
rekonstitusi sirup kering,dsb.
Komponen perhitungan biaya resep terdiri atas HNA, embalase ( Harga wadah
pembungkus obat, alat lain seperti: plastik,copy resep), dan tuslah ( Jasa Pelayanan
Kefarmasian). Besaran tuslah dan embalase merupakan ketentuan yang ditetapkan oleh
masing – masing apotek.
Biaya Resep = (HJA x Jml Obat) + Embalase + Tuslah
IV. Prosedur Pelayanan Penjualan Obat dengan Resep
Berikut adalah SOP/ langkah – langkah pelayanan resep di apotek secara umum:
a. Menyambut pasien dengn 5 S ( Senyum, Salam, Sapa,So[an dan Santun)
b. Menanyakan kebutuhan pasien dengan menanyakan “ Ada yang bisa kami bantu?”
c. Memberi nomor antrian ke pasien
d. Melakukan skrinning resep
e. Memeriksa ketersediaan obat sesuai permintaan
f. Menghitung jumlah biaya
g. Konfirmasi ketersediaanobat dan biaya ke pasien
h. Jika pasien setuju, maka tenaga kefarmasian menyiapkan obat sesuai resep
i. Mengecek ulang kesesuaian resep dengan jumlah fisik obat, serta etiker yang akan
diserahkan ke pasien
j. Menyerahkan obat beserta PIO ke pasien
V. Kesimpulan
Penjualan obat di apotek ada dua, yaitu: penjualan dengan resep dan non resep
Komponen HJA adalah: HNA, PPN, dan Laba
Komponen Harga biaya obat dengan resep = HJA, Embalase, Tuslah
VI. Video Referensi Pembelajaran
Skrinning resep : https://www.youtube.com/watch?v=pkgYrLmIwcw
Cara Menghitung Harga resep https://www.youtube.com/watch?v=QHc3IbN85Tw
Tutorial Operasional Microsoft Excel secara sederhana :
https://www.youtube.com/watch?v=kqgPD_BmDtA
Literasi informasi terkait obat : https://www.mims.com/indonesia/
Test Formatif
Jawablah Pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Biaya kemasan plastik klip untuk pelayanan resep termasuk dalam komponen
biaya resep yang disebut......
2. Hitunglah harga / biaya yang harus dibayar oleh Ibu anita untuk resep di bawah
ini ! NO X Daftar Harga Obat Apotek A
R/ Doloneurobion No X Doloneurobion : 2000/tab
Simvastatin10mg : 700/tab
S 2 dd 1 prn Simvastatin 20mg : 1200/tab
R/ Simvastatin 10mg Plastik klip : 100/ pc
S 1 dd 1 malam
Jasa pelayanan : Rp. 2000/ R
3. Bagaimanakah cara anda membedakan resep tunggal dan resep racikan?
4. Tn. Andi bermaksud membeli Syrup OBH di apotek A. Jika HNA OBH di apotek
adalah Rp. 10.000,/ botol, dengan keuntungan yang diinginkan adalah 20%.
Berapakah harga OBH yang harus dibayarkan oleh Tn Andi?