Identitas Umum Nama Penulis : Alif Fatin Fadhilah, S.Pd. Institusi : SMA Muhammadiyah 4 Lamongan Tahun Penyusunan : 2023 Fase Jenjang Kelas Perkiraan Jumlah Siswa Moda Pembelajaran Alokasi Waktu E SMA X 15 Siswa Tatap Muka 2 JP (1 Pertemuan) Capaian Pembelajaran Pada akhir fase E, peserta didik memliki kemampuan untuk merespon isu-isu global dan berperan aktif dalam memberikan penyelesaian masalah. Kemampuan tersebut antara lain mengidentifikasi, mengajukan gagasan, merancang solusi, mengambil keputusan, dan mengkomunikasikan dalam bentuk projek sederhana atau simulasi visual menggunakan aplikasi teknologi yang tersedia terkait dengan energi alternatif, pemanasan global, pencemaran lingkungan, nanoteknologi, bioteknologi, kimia dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan limbah dan bahan alam, pandemi akibat infeksi virus. Elemen CP yang Ingin Dikuasai Pemahaman Kimia Menerapkan konsep kimia dalam pengelolaan lingkungan. Keterampilan Proses Mengamati, mempertanyakan dan memprediksi, merencanakan dan melakukan penyelidikan, memproses dan menganalisis data dan informasi, mengevaluasi dan refleksi, mengkomunikasikan hasil. MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA KIMIA HIJAU
Tujuan Pembelajaran 3.3 Melalui kegiatan pembelajaran, peseta didik mampu menyajikan solusi dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan melalui pemanfaatan prinsip kimia hijau dengan tepat. Pertanyaan Pemantik 1. Bagaimana perasaan kalian ketika mendengar berita pencemaran lingkungan? 2. Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan? 3. Apakah kalian tahu ada berapa prinsip kimia hijau? 4. Bagaimana menerapkan prinsip kimia hijau dalam pengelolaan lingkungan? Pengetahuan Prasyarat Peserta didik telah memahami pengertian kimia hijau. Profil Pelajar Pancasila Bernalar Kritis Gotong Royong Sarana Prasarana 1. Sumber belajar (Buku Paket IPA Kelas 10 Kurikulum Merdeka, e-modul, artikel dari internet, video) 2. Media pembelajaran (LKPD dan Ms. Power point) 3. Alat (Laptop, LCD, dan alat tulis) Target Peserta Didik Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar Siswa reguler Siswa dengan hambatan belajar Siswa cerdas berbakat istimewa (CIBI) Siswa dengan ketunaan
Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran a. Pendekatan : Saintifik b. Model : Problem Based Learning (PBL) c. Metode : Diskusi, tanya jawab, observasi, dan presentasi. Kegiatan Pembelajaran PERTEMUAN 1 Pendahuluan (10 menit) Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam. Guru mengajak peserta didik untuk berdo’a. Guru memeriksa kehadiran peserta didik. Guru menyampaikan asesmen diagnostik. Guru membimbing peserta didik mengingat pengalaman dan pengetahun sebelumnya dan dikaitkan dengan pembelajaran yang akan dilakukan. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik melalui gambar lingkungan yang kotor dan lingkungan yang bersih yang ditampilkan pada slide PPT. (TPACK) Peserta didik memilih gambar mana yang lebih nyaman ditinggali dan bagaimana cara mewujudkannya. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Kegiatan Inti (70 menit) Fase 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah Guru menampilkan tayangan video pada Youtube tentang fenomena permasalahan lingkungan. (TPACK) Link Youtube: Masalah Limbah Plastik www.youtube.com/watch?v=cFlfmwSS7MY Peserta didik mengamati video yang ditampilkan. Fase 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan gaya belajar peserta didik (visual, audiotori, dan kinestetik), kemudian duduk bersama kelompok masing-masing. Guru membagikan LKPD kepada masing-masing kelompok untuk didiskusikan.
Fase 3: Membimbing Pengalaman Individu/ Kelompok Peserta didik bersama kelompoknya menganalisis masalah yang mereka temukan dan mencari solusi yang harus dilakukan untuk menangani masalah tersebut sesuai dengan gaya belajarnya. (Literasi) (PPP: Gotong Royong) (Diferensiasi Proses) Visual: membaca buku atau sumber lainnya misalnya internet dengan mencatat sumber literaturya Auditori: melihat video dengan mencantumkan sumbernya Kinestetik: melakukan observasi langsung di luar kelas Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Pemecahan Masalah Peserta didik dalam kelompoknya membuat laporan hasil diskusinya sesuai dengan gaya belajarnya. (PPP: Gotong Royong, Bernalar Kritis) (Diferensiasi Produk) Visual: membuat mind map/ infografis/ menulis ringkasan Auditori: menjawab lisan/ presentasi di depan kelas Kinestetik: membuat alat peraga/ presentasi di depan kelas Laporan berisi tentang: - Bahaya limbah plastik - Dampak pembakaran sampah plastik - Solusi mengurangi limbah plastik Fase 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya mengenai analisis masalah dan solusi paling efektif dalam menyelesaikan masalah tersebut. (PPP: Gotong Royong, Bernalar Kritis) Guru melakukan asesmen formatif sepanjang proses pembelajaran. Penutup (10 menit) Peserta didik mengisi instrumen penilaian sikap antar teman. Guru membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan tentang pembelajaran yang telah dilakukan. Guru dan peserta didik melakukan refleksi kegiatan pembelajaran. Guru menyampaikan tugas dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan mengajak peserta didik untuk berdo’a kemudian mengucapkan salam.
LAMPIRAN
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan berkah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun bahan ajar untuk SMA/MA Kelas X mata pelajaran IPA (Kimia) pada materi Kimia Hijau. Bahan ajar ini ditulis sebagai salah satu bahan pembelajaran yang dapat digunakan peserta didik secara daring ataupun luring. Dengan bahan ajar ini, diharapkan peserta didik dapat belajar kimia secara mandiri dimanapun dan kapanpun. Sehubungan dengan terselesaikannya bahan ajar materi Kimia Hijau ini, penulis ucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pengembangan. Harapannya, bahan ajar ini dapat menjadi bahan belajar peserta didik yang menyenangkan dalam mempelajari konsep perubahan materi dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk diri sendiri, lingkungan, serta mendorong peserta didik untuk mempelajari ilmu kimia lebih mendalam. Demikian semoga bahan ajar ini dapat bermasnfaat bagi kita semua, khususnya siswa kelas X (Fase E) SMA Muhammadiyah 4 Lamongan. Lamongan, Juli 2023 Penyusun KATA PENGANTAR
Ikuti petunjuk penggunaan bahan ajar ini agar kalian dapat mengambil manfaat optimal dari materi dan tugas pembelajaran pada bahan ajar ini serta dapat menguasai materi secara baik dan berhasil mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Berikut ini petunjuk penggunaannya: a. Berdo’alah sebelum mempelajari bahan ajar ini. b. Pastikan posisi membaca yang benar dan nyaman. c. Bacalah dan pahami tujuan pembelajaran terlebih dahulu. d. Bacalah materi pada bahan ajar ini dengan seksama. e. Kerjakan latihan soal yang ada untuk mengetahui tingkat penguasaan materi kalian. f. Jangan lupa untuk membuat catatan khusus yang kalian anggap penting selama mempelajari materi pada bahan ajar ini. Selamat belajar, semoga berhasil Kalian juga bisa mengakses bahan ajar ini dalam bentuk e-modul. Sehingga kalian bisa mempelajarinya dimanapun dan kapanpun memakai smartphone kalian. Berikut ini adalah link untuk mengakses e-modul materi Kimia Hijau: atau scan barcode ini: PETUNJUK PENGGUNAAN
Pada akhir fase E, peserta didik memliki kemampuan untuk merespon isu-isu global dan berperan aktif dalam memberikan penyelesaian masalah. Kemampuan tersebut antara lain mengidentifikasi, mengajukan gagasan, merancang solusi, mengambil keputusan, dan mengkomunikasikan dalam bentuk projek sederhana atau simulasi visual menggunakan aplikasi teknologi yang tersedia terkait dengan energi alternatif, pemanasan global, pencemaran lingkungan, nanoteknologi, bioteknologi, kimia dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan limbah dan bahan alam, pandemi akibat infeksi virus. CAPAIAN PEMBELAJARAN Melalui kegiatan pembelajaran, peseta didik mampu menyajikan solusi dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan melalui pemanfaatan prinsip kimia hijau dengan tepat. TUJUAN PEMBELAJARAN
PETA KONSEP
Kimia hijau adalah cabang ilmu kimia yang menganjurkan desain produk dan proses kimia untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan dan pembentukan senyawa-senyawa berbahaya. Kimia hijau didefinisikan sebagai suatu upaya untuk merancang (mendesain) proses kimia dan produk kimia yang dihasilkan untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan dan pembentukan zat berbahaya. Definisi dan konsep Green Chemistry ini pertama kali dirumuskan pada awal tahun 1990. Sejak itu, diciptakan ratusan program dan inisiatif pemerintah tentang Kimia Hijau di seluruh dunia dengan program unggulan awal yang berlokasi di Amerika Serikat, Inggris, dan Italia. Program awal yang penting adalah pemberian Penghargaan Kimia Hijau dari Presiden Amerika Serikat yang dimulai pada tahun 1995, dan selanjutnya Institut Kimia Hijau didirikan pada tahun 1997. Penerbitan jurnal Kimia Hijau Royal Society of Chemistry jilid pertama dilakukan pada tahun 1999. Aspek terpenting dari Green Chemistry adalah konsep desain (rancangan). Dalam merancang suatu proses, seseorang tidak dapat melakukan desain secara kebetulan, tetapi harus sudah diperhitungkan dari berbagai aspek. Sebelum gerakan kimia hijau ini diterapkan, kebanyakan proses lebih menitikberatkan pada aspek ekonomi dan kurang memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Di sekitar kita, banyak proses kimia yang melibatkan bahan kimia, baik yang berlangsung secara alamiah atau dari kegiatan manusia. Proses kimia yang biasa disebut dengan reaksi kimia yang melibatkan terjadinya interaksi (reaksi) antara bahan kimia (zat kimia) dengan lingkungan atau zat kimia yang lain sehingga membentuk zat baru. Lakukan kegiatan berikut untuk memahami reaksi kimia yang terjadi di sekitar kita. KIMIA HIJAU Pentingnya Kimia Hijau Pengertian Kimia Hijau
Proses kimia: Fotosintesis Persamaan reaksi kimia: 6 CO2 (g) + 6 H2O (l) → C6H12O6 (s) + 6 O2 (g). Penjelasan reaksi kimia: 1. Reaksi fotosintesis yang dibantu sinar UV memerlukan gas CO2. Gas ini dikenal sebagai gas rumah kaca yang menyebabkan peningkatan suhu bumi. Dengan adanya fotosintesis akan mengurangi jumlah gas CO2 sehingga turut mengurangi pemanasan global. 2. Produk dari reaksi fotosintesis adalah gula glukosa (C6H12O6) dan gas Oksigen (O2). Glukosa sebagai sumber energi bagi tanaman untuk bertumbuh sedangkan gas Oksigen yang dihasilkan bermanfaat untuk kehidupan manusia dan hewan. Proses kimia: Pembakaran tidak sempurna Persamaan reaksi kimia: 3CxHy (g) + (3/2 x + 4 y) O2 (g) → x CO2 (g) + 3/2 y H2O (l) + x CO (g) + x C (s) Penjelasan reaksi kimia: Proses pembakaran sampah dilakukan di ruang terbuka artinya jumlah udara yang digunakan untuk membakar sampah terbatas. Salah satu komponen udara adalah gas oksigen (O2). Jika jumlah udara terbatas maka jumlah gas O2 juga berkurang akibatnya pembakaran ini menghasilkan gas karbon monoksida (CO) dan padatan arang karbon (C) yang mencemari udara sekitar. Proses kimia: Perkaratan besi Persamaan reaksi kimia: 4Fe (s) + 3 O2 (g) + 2x.H2O (l) →2 Fe2O3.x H2O (s) Penjelasan reaksi kimia: Jika benda yang terbuat dari besi (Fe) bereaksi dengan udara maka lama-kelamaan akan terjadi perkaratan (Fe2O3.x H2O) sehingga benda akan rusak. Mengapa? Karena udara mengandung gas oksigen (O2) dan uap air (H2O). Perkaratan ini ditandai dengan munculnya lapisan tipis berwarna merah kecoklatan pada permukaan benda.
Proses kimia: Pemanggangan roti Persamaan reaksi kimia: 2 NaHCO3 (s) → Na2CO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g) Penjelasan reaksi kimia: 1. Soda kue atau NaHCO3 jika dipanaskan akan menghasilkan gas CO2. Gas ini memberi tekanan pada dinding adonan roti sehingga membentuk rongga-rongga. Keadaan ini membuat roti mengembang dan menjadi lebih empuk. 2. Ternyata proses kimia tidak selamanya menakutkan kita. Ada proses kimia yang baik, bermanfaat, dan aman bagi lingkungan. Proses kimia ini akan menjaga bumi kita tetap lestari, aman, dan sejahtera, demikian pula lingkungan akan tetap terjaga. Proses kimia seperti ini dikenal sebagai reaksi kimia hijau. Prinsip kimia hijau pertama kali dicetuskan oleh Paul Anastas pada tahun 1998 sebagai Father of Green Chemistry bersama John Warner. Pentingnya kimia hijau untuk membuat lingkungan rumah aman dan sehat, membuat udara, air, tanah, tanaman dan hewan terhindar dari paparan bahan kimia berbahaya dan agar bumi terhindar dari pemanasan global dan bencana alam. Kimia hijau berbeda dengan program mengurangi pencemaran atau membersihkan lingkungan dari pencemaran. Kimia hijau lebih menekankan pada upaya yang lebih mendasar dengan mencegah terjadinya pencemaran dari sumbernya yang utama. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka Paul T. Anastas dan John C. Warner menyusun 12 prinsip yang harus dilakukan pada proses dan produksi bahan kimia yang selanjutnya disetujui dan dikenal sebagai 12 Prinsip Kimia Hijau. Infografis berikut menjelaskan 12 prinsip kimia hijau yang menjadi pedoman dasar dalam setiap kegiatan yang melibatkan proses dan produksi yang melibatkan bahan kimia. Prinsip Kimia Hijau dalam Mendukung Upaya Pelestarian Lingkungan
Gambar 1. Prinsip Kimia Hijau Dari LKPD yang telah Kalian kerjakan, dapat disimpulkan bahwa tujuan akhir dari prinsip kimia hijau adalah pelestarian lingkungan. Selanjutnya bagaimana kita bisa mengetahui bahwa semua kegiatan yang kita lakukan sudah menunjukkan kontribusi terhadap penerapan prinsip kimia hijau? Tentu kita perlu mengidentifikasi senyawa kimia dan reaksi kimia yang berkontribusi maupun yang bertentangan dengan prinsip kimia hijau. Hal ini akan ketahui setelah mengerjakan LKPD selanjutnya, namun sebelumnya mari cermati beberapa hal berikut. Pertama amati tabel sistem periodik unsur berikut. Tabel ini terdiri dari berbagai unsur kimia yang lebih dahulu perlu dikenali. Tabel ini juga memberikan contoh cara menuliskan lambang unsur atau lambang molekul dengan baik. Proses Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari Terkait Hal-hal yang Tidak Sesuai dengan Prinsip Kimia Hijau
Gambar 2 Tabel Sistem Periodik Unsur Hal kedua adalah memahami apakah pengertian unsur. Apa hubungannya dengan atom dan molekul? Untuk menjawabnya lakukan analisis terlebih dahulu pada gambar berikut. Gambar 3 Pengertian Atom, Unsur, dan Molekul
Dari gambar diketahui bahwa unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lainnya melalui reaksi kimia. Setiap unsur disusun dari gabungan atom sejenis. Sementara atom adalah unit terkecil dari suatu zat yang memiliki sifat kimia suatu unsur. Gabungan atom sejenis akan membentuk molekul unsur misalnya gas Oksigen (O2), ozon (O3), dan gas hidrogen (H2). Adapun gabungan atom yang berbeda akan menghasilkan molekul senyawa antara lain gas karbon dioksida (CO2), air (H2O), dan glukosa (C6H12O6). Hal ketiga yaitu mengenal bahwa reaksi kimia merupakan proses perubahan yang terjadi bila satu senyawa berubah atau bereaksi dengan senyawa atau unsur lain, menghasilkan senyawa atau unsur yang baru. Secara molekuler proses kimia selalu disimbolkan dengan persamaan reaksi. Untuk lebih jelasnya, silakan Kalian lihat petunjuk penting dalam menuliskan persamaan reaksi kimia yang ada pada infografis Intisari berikut.
Mari kita perhatikan lagi kesetaraan reaksi fotosintesis 6CO2 (g) + 6H2O (l) → 1C6H12O6 (s) + 6O2 (g) Apabila tanpa koefisien reaksi CO2 (g) + H2O (l) → C6H12O6 (s) + O2 (g) maka jumlah atom masing-masing unsur sebelah kiri tidak sama dengan kanan. Di sebelah kiri jumlah atom C ada 1, jumlah atom O ada 3, dan jumlah atom H ada 2. Sedangkan di sebelah kanan jumlah atom C ada 6, jumlah atom O ada 8, dan jumlah atom H ada 12. Tidak sama bukan? Dengan menambahkan koefisien reaksi pada persamaan: 6 CO2 (g) + 6 H2O (l) →1 C6H12O6 (s) + 6 O2 (g) Maka: Di sebelah kiri jumlah atom C ada 6, jumlah atom O ada 18, dan jumlah atom H ada 12. Sedangkan di sebelah kanan jumlah atom C ada 6, jumlah atom O ada 18, dan jumlah atom H ada 12. Sudah sama bukan? Inilah yang disebut reaksi setara. Ingatlah rumus molekul atau unsur tidak boleh berubah. Bagaimana rumus molekul menjadi seperti itu akan dibahas pada mata pelajaran kimia di kelas XI. Salah satu peran kimia hijau adalah mendukung 17 agenda pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2030 yang dicanangkan PBB. Ke-17 agenda tersebut dapat Kalian simak pada gambar berikut. Gambar 4 Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 PBB Menciptakan Kegiatan yang Mendukung Prinsip Kimia Hijau
Dari ke-17 agenda tersebut, prinsip kimia hijau terintegrasi dalam tiga agenda pembangunan berkelanjutan 2030 yaitu agenda nomor 3, 6, 7, 13, 14, dan 15. Hidup sehat dan sejahtera bagi semua manusia di bumi tentu karena lingkungan yang aman dan bebas bahan-bahan berbahaya. Prinsip nomor 7 dari kimia hijau adalah penggunaan sumber energi yang dapat diperbaharui. Indonesia telah berupaya untuk menerapkan prinsip ini yaitu dengan cara mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dalam hal ini Presiden Joko Widodo mengakselerasi penerapan Biosolar 30 (B30) yang dimulai pada penghujung tahun 2019. Kini pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengimplementasi B30 di Indonesia. Biosolar B30 sebagai bahan bakar nabati untuk mesin atau motor disel adalah lanjutan dari Biosolar 20. Mari lakukan aktivitas kerja ilmiah berikut sebagai contoh penerapan prinsip kimia hijau di sekitar.
ASESMEN DIAGNOSTIK Asesmen diagnostik dilakukan sebelum kegiatan inti merupakan asesmen diagnostik non kognitif. (Lampiran) Identifikasi gaya belajar sudah dilakukan di awal kegiatan pembelajaran semester 1 dengan rincian hasil sebanyak 40% peserta didik dengan gaya belajar visual, 20% peserta didik dengan gaya belajar auditori, dan 40% peserta didik dengan gaya belajar kinestetik. ASESMEN FORMATIF No Aspek Teknik Bentuk 1 Sikap Penilaian sikap antarteman Lembar check list 2 Keterampilan Penilaian laporan sesuai gaya belajar Lembar penilaian laporan ASESMEN SUMATIF Tes Hasil Belajar Kognitif Tes hasil belajar ranah kognitif diberikan melalui link google form. Kisi-kisi dari soal tes hasil belajar kognitif disajikan di lampiran. REMIDIAL DAN PENGAYAAN Remidial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran secara tuntas berdasarkan asesmen sumatif sesuai aturan kurikulum merdeka. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran secara tuntas berdasarkan asesmen sumatif sesuai aturan kurikulum merdeka. Mengetahui, Lamongan, 17 Juli 2023 Kepala SMA Muhammadiyah 4 Lamongan Guru Mata Pelajaran Didik Puji Wahyono, S.Si., M.Pd. Alif Fatin Fadhilah, S. Pd. NBM. 1 044 919 NBM. 1 401 046
ASESMEN DIAGNOSTIK NON KOGNITIF
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP LEMBAR CHECK LIST Nama Peserta Didik : Kelas : Berilah penilaian terhadap teman satu kelompok kalian sesuai dengan arahan guru, kemudian berikan tanda check list (√) pada kolom berikut yang benar-benar sesuai dengan teman yang kalian nilai. No. Indikator Skor SB (4) B (3) C (2) K (1) 1. Mengikuti kegiatan diskusi dengan baik 2. Menyampaikan solusi pada sebuah masalah 3. Mau menerima pendapat teman 4. Tidak memaksakan pendapat 5. Tidak marah saat diberi kritik Jumlah Skor Keterangan: SB = Sangat Baik B = Baik C = Cukup K = Kurang Pengolahan Nilai: Skor yang dicapai peserta didik dapat diolah menjadi nilai sebagai berikut: Nilai = Jumlah Skor yang Diperoleh Jumlah Skor Maksimal (20) x 100 Lamongan, 17 Juli 2023 Guru Mata Pelajaran Alif Fatin Fadhilah, S. Pd. NBM. 1 401 046
INSTRUMEN PENILAIAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (BERNALAR KRITIS DAN GOTONG ROYONG) Sekolah : SMA Muhammadiyah 4 Lamongan Mata Pelajaran : IPA – Kimia Fase/Semester : E /Ganjil Materi : Kimia Hijau No. Nama Profil Pelajar Pancasila Skor Total Gotong Royong Bernalar Kritis 1 2 3 4 1 2 3 4 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.
RUBRIK PENILAIAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (BERNALAR KRITIS DAN GOTONG ROYONG) No. Aspek yang Diukur Indikator 1. Gotong Royong Terlibat aktif dalam kerjasama diskusi kelompok Menyelesaikan tugas sesuai dengan pembagian tugas kelompok Bersedia membantu anggota kelompok lain yang mengalami kesulitan Menghargai hasil kerja sama kelompok 2. Bernalar Kritis Mengemukakan ide atau pendapatnya secara benar Menyampaikan pendapatnya secara sistematik Sopan dalam menyampaikan pendapat Mengemukakan pendapat dengan bahasa yang baik dan benar Keterangan Skor: 4 = Jika 4 indikator yang terlihat 3 = Jika 3 indikator yang terlihat 2 = Jika 2 indikator yang terlihat 1 = Jika 1 indikator yang terlihat Pengolahan Nilai: Skor yang dicapai peserta didik dapat diolah menjadi nilai sebagai berikut: Nilai = Jumlah Skor yang Diperoleh Jumlah Skor Maksimal (8) x 100 Keterangan Nilai: BSB (Berkembang Sangat Baik) = 80 – 100 BSH (Berkembang Sesuai Harapan) = 70 – 79 MB (Mulai Berkembang) = 60 – 90 BB (Belum Berkembang) = < 60
INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN LEMBAR KISI-KISI TES KOGNITIF BAB PERKEMBANGAN TEORI ATOM Mata Pelajaran : IPA – Kimia Kelas : X (Fase E) Tahun Pelajaran : 2023/2024 Materi : Kimia Hijau Bentuk Soal : Esai Tujuan Pembelajaran Nomor Soal Indikator Soal Level Soal Peseta didik mampu menyajikan solusi dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan melalui pemanfaatan prinsip kimia hijau 1 Disajikan sebuah berita peserta didik dapat menyampaikan solusi dari permasalahn tersebut C3 2 Disajikan sebuah grafik, peserta didik dapat menganalisis penerapan prinsip kimia hijau dalam menyelesaikan masalah tersebut C4 3 Disajikan beberapa pernyataan, peserta didik dapat menganalisis benar/salah pernyataan tersebut beserta alasan jawaban nya C4 4 Disajikan sebuah wacana, peserta didik menganalisis prinsip kimia hijau yang diterapkan dengan tepat C4
LEMBAR SOAL TES KOGNITIF SOAL EVALUASI BAB KIMIA HIJAU SMA MUHAMMADIYAH 4 LAMONGAN TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Nama : …………………………… Nilai : …………………………… Kelas : …………………………… Tanggal : …………………………… PETUNJUK a. Dikerjakan di lembar soal ini. b. Dilarang membawa kertas dan buku apapun. SOAL 1. Cermati bacaan berikut!
Dari bacaan tersebut, tuliskan: A. Rumus kimia senyawa / gas yang menyebabkan pencemaran udara berdasarkan bacaan di atas? B. Apa bahaya senyawa / gas tersebut bagi manusia dan lingkungan? C. Solusi apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut? 2. Perhatikan grafik berikut! A. Analisis informasi apa saja yang kalian dapatkan setelah membaca grafik tersebut, serta tuliskan masalah apa yang ditimbulkan pada lingkungan! B. Prinsip kimia hijau yang manakah yang harus dipenuhi untuk mencegah peningkatan gas rumah kaca di Indonesia dari tahun ke tahun? 3. Nyatakan “Benar” atau “Salah” pernyataan-pernyataan berikut beserta alasan mengapa kalian menjawab demikian? A. Tidak semua reaksi kimia menghasilkan zat-zat yang berbahaya. Contohnya adalah penggunaan soda kue dalam proses memanggang adonan roti. B. Reaksi kimia pembakaran tak sempurna misalnya membakar sampah di udara terbuka tidak akan mencemari lingkungan karena menghasilkan gas karbonmonoksida yang aman bagi makhluk hidup. C. Biosolar B-30 adalah salah satu upaya pemerintah untuk menerapkan prinsip kimia hijau yaitu menggunakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
4. Bacalah artikel berikut! Jelaskan mengenai masalah yang diangkat serta prinsip kimia hijau yang sesuai berdasarkan wacana di atas!
RUBRIK PENILAIAN PENGETAHUAN 1. Gas Karbon disulfida Rumus kimia: CS2 (Skor 1) Dampak: menimbulkan gangguan syaraf, infeksi pada sistem pernapasan dan gangguan sistem pencernaan (Skor 2) 2. Peningkatan gas CO2 akibat dari: kebakaran gambut, penggunaan hutan dan lahan lain, pertanian, limbah Industri, sumber energi (Skor 2) Masalah yang dapat ditimbulkan dari peningkatan gas CO2 adalah pemanasan global (Skor 1) Prinsip kimia hijau yang harus dipenuhi untuk mencegah peningkatan gas rumah kaca di Indonesia dari tahun ke tahun adalah prinsip nomer 1 (mencegah limbah) (Skor 2) 3. A. Jawaban = “Benar” (Skor 1) Alasan = Pada pemanggangan roti, gas karbondioksida yang dihasilkan akan membuat roti menjadi empuk dan enak disantap (Skor 2) B. Jawaban = Salah” (Skor 1) Alasan = pembakaran tidak sempurna sampah akan menghasilkan gas karbon monoksida yang berbahaya apabila dihirup oleh manusia (Skor 2) C. Jawaban = “Benar” (Skor 1) Alasan = Biosolar bahan bakar yang berasalh dari minyak nabati, lebih efisien dan emisi gas buangnya lebih bersih (Skor 2) 4. Masalah yang diangkat: sampah plastik yang tidak dapat terdegradasi (Skor 1) Prinsip kimia hijau yang sesuai: Merancang produk-produk kimia yang dapat terdegradasi menjadi produk yang tidak berbahaya. Bahan kimia harus didesain dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, oleh karena itu suatu bahan kimia harus mudah terdegradasi dan tidak terakumulasi di lingkungan. Seperti sintesis biodegradable plastik, bioderadable polimer, serta bahan kimia lainya (Skor 2) Skor Maksimal = 20
Mengukur kemampuan literasi sains: Sumber Wirama, T. G. P. (2022). Asesmen literasi sains tema kimia hijau pada siswa kelas XII di SMAN Satu Atap Lembongan. Indonesian Journal of Educational Development, 3(1), 1-15. https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/ijed/article/view/1752
INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN LEMBAR PENILAIAN Kelompok : ......................................... Kelas : ......................................... Materi : ......................................... No. Aspek Penilaian Kriteria Penilaian Kurang (1 poin) Cukup (2 poin) Baik (3 poin) Sangat Baik (4 poin) 1 Sistematika Bahasa 2 Konten 3 Penyajian Total Skor =
RUBRIK PENILAIAN KETERAMPILAN No. Indikator Penilaian Kriteria Penilaian Kurang (1 poin) Cukup (2 poin) Baik (3 poin) Sangat Baik (4 poin) 1 Sistematika Bahasa Penggunaan bahasa yang hanya copypaste dan bahasa yang digunakan sulit dipahami Penggunaan bahasa yang kurang baik dan benar, namun tidak hanya copy-paste dan bahasa yang digunakan sulit dipahami Penggunaan bahasa baik dan benar, namun hanya copypaste dan bahasa yang digunakan mudah dipahami Penggunaan bahasa baik dan benar, tidak hanya copy-paste dan bahasa yang digunakan mudah dipahami 2 Konten Materi yang disampaikan tidak lengkap dan tidak relevan dengan tugas yang diberikan dilengkapi sumber literaturnya Materi yang disampaikan kurang lengkap dan relevan dengan tugas yang diberikan serta tidak dilengkapi sumber literaturnya Materi yang disampaikan lengkap memuat seluruh poin dan relevan dengan tugas yang diberikan namun tidak dilengkapi sumber literaturnya Materi yang disampaikan lengkap memuat seluruh poin dan relevan dengan tugas yang diberikan dilengkapi sumber literaturnya 3 Penyajian Disajikan dengan tidak menarik dan tidak menggunakan media yang ia kuasai Disajikan dengan kurang menarik tetapi menggunakan media yang ia kuasai Disajikan dengan menarik namun tidak menggunakan media yang ia kuasai Disajikan dengan menarik menggunakan media yang ia kuasai Pedoman Penilaian Nilai = x 100 = Skor Akhir Sangat Baik : apabila memperoleh skor: 100 - 80 Baik : apabila memperoleh skor: 79 - 70 Cukup : apabila memperoleh skor: 69 - 60 Kurang : apabila memperoleh skor: < 60 Skor yang diperoleh Skor maksimum
REMIDIAL DAN PENGAYAAN Sesuai Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka yaitu a. Apabila peserta didik mencapai 0 – 40 % belum mencapai ketuntasan, maka remedial di seluruh bagian. b. Apabila peserta didik mencapai 41 – 65 % belum mencapai ketuntasan, maka remedial di bagian yang diperlukan. c. Apabila peserta didik mencapai 66 – 85 % sudah mencapai ketuntasan, maka tidak perlu remedial. d. Apabila peserta didik mencapai 86 – 100 % sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih. Remidial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran secara tuntas berdasarkan asesmen sumatif sesuai aturan kurikulum merdeka. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran secara tuntas berdasarkan asesmen sumatif sesuai aturan kurikulum merdeka. SOAL PENGAYAAN Setarakan persamaan reaksi proses fermentasi berikut: CO2(g) + NO2(g) + O2(g) O3(g) + NO3(g) + CO3(g) (ket: CO3 tidak stabil : 2CO3 2CO2 + O2) SOAL REMIDIAL Jika hasil dari pengayaan tidak mencapai kkm maka dilakukan remedial untuk mendapatkan hasil yang baik. Remedial akan dilakukan diluar jam pembelajaran disediakan waktu khusus bagi siswa untuk mengulang kembali. Soal: Tuliskan indikator ekoenzym bereaksi dengan baik?
DAFTAR PUSTAKA/ DAFTAR BACAAN UNTUK GURU DAN SISWA Johari, J.M.C dan M. Rachmawati. 2017. ESPS Kimia Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga. Watoni, A. Haris dan Dini K. 2016. Buku Siswa Kimia Untuk SMA/MA Kelas X Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: Yrama Widya. BSE https://s.id/BQSVK https://s.id/BQT2w Modul pembelajaran kimia SMA https://s.id/CkW6p https://www.taufikiminia.com/2022/07/pengertian-dan-pentingnya-kimia-hijau.html https://www.nestle.co.id/kisah/cara-pengolahan-sampah-organik-dan-anorganik https://theconversation.com/ekoenzim-sabun-ramah-lingkungan-untuk-kurangisampah-rumah-tangga- bagaimana-cara-membuatnya-177148