E-MODUL GEOGRAFI KELAS X
DINAMIKA PLANET BUMI
SEBAGAI RUANG
KEHIDUPAN
PENYUSUN:
TRI LESTARI (3201418006)
PENDIDIKAN GEOGRAFI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
DINAMIKA PLANET BUMI SEBAGAI RUANG KEHIDUPAN..............................1
KOMPETENSI DAN INDIKATOR............................................................................3
TUJUAN PEMBELAJARAN.......................................................................................4
A. Teori Pembentukan Jagat Raya..........................................................................5
1.) Anggota Jagat Raya........................................................................................9
B. Tata Surya sebagai Ruang Edar Bumi .............................................................14
1.) Teori pembentukan tata surya.......................................................................15
2.) Anggota Tata Surya dan Karakteristiknya..................................................18
C. Rotasi Dan Revolusi Bumi...................................................................................22
1.) Rotasi bumi.......................................................................................................23
2.) Revolusi Bumi...................................................................................................24
D. Teori Pembentukan muka Bumi ........................................................................26
E. Bentukan-Bentukan Muka Bumi Hasil Pergerakan Lempeng Tektonik .......28
EVALUASI PEMBELAJARAN.................................................................................32
KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
3.4 Menganalisis dinamika planet Bumi sebagai ruang kehidupan
3.4.1. Mengidentifikasi teori pembentukan Jagat Raya
3.4.2. Menjelaskan teori pembentukan Tata Surya
3.4.3. Mendeksripsikan karakteristik anggota tata surya
3.4.4. Mendeksripsikan karakteristik bumi
3.4.5. Menjelaskan perkembangan Bumi
3.4.6. Membedakan rotasi dan revolusi bumi
3.4.7. Menganalisis dampak rotasi dan revolusi Bumi terhadap
kehidupan di Bumi
3.4.8. Menganalisis karakteristik bumi sebagai ruang kehidupan
4.4 Menyajikan karakteristik planet Bumi sebagai ruang
kehidupan dengan menggunakan peta, bagan, gambar, tabel,
grafik, foto, dan/atau video
4.4.1. Merangkum informasi tentang karakteristik planet bumi
sebagai ruang kehidupan dari berbagai sumber.
4.4.2. Melakukan langkah-langkah pembuatan
Kliping/poster/video/powerpoint tentang karakteristik planet Bumi
sebagai ruang kehidupan.
4.4.3. Menyajikan karakteristik planet bumi
menggunakanKliping/poster/video/powerpoint
TUJUAN
Melalui pendekatan saintific peserta didik dapat
menganalisis dinamika planet bumi sebagai ruang
kehidupan serta mampu menyajikan karakteristik planet
Bumi sebagai ruang kehidupan dengan menggunakan peta,
bagan, gambar, tabel, grafik, foto, dan/atau video sehingga
peserta didik dapat menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia untuk dapat menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya.
A LONG TIME AGO IN A GALAXY FAR, FAR AWAY ....
Pasti tidak asing lagi jika mendengar kata luar angkasa
dan benda-benda angkasa seperti galaksi, planet, matahari,
dan lainnya. tempat benda-benda angkasa tersebut
dinamakan degan jagat raya.
lalu apa sih yang di maksud dengan jagat raya itu?
JAGAT RAYA Merupakan alam semesta yang sangat
luas dan tidak terukur. terdiri atas berjuta benda
angkasa dan kabut gas (kelompok nebula) yang
kemudian tersusun menjadi gugusan bintang.
lalu apa perbedaan jagat raya dan tata surya?
TATA SURYA adalah kumpulan benda langit yang
terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan
semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.
jadi dapat dikatakan bahwa jagat raya itu lebih besar
daripada tata surya sebab jagat raya tidak
dapat diukur dan batasnya tidak diketahui.
Pernahkah muncul pertanyaan.
Bagaimana jagat raya terbentuk?
kita akan membahas beberapa teori yang
menjelaskan tentang pemebentukan alam
semesta atau jagat raya.
ayo simakk !!
1.TEORI MENGEMBANG DAN MEMAMPAT (OSCILLATION THEORY)
Menurut teori ini, jagat raya pada awalnya terbentuk karena adanya suatu siklus
materi yang diawali dengan massa yang mengembang yang disebabkan reaksi inti
hidrogen. Akibatnya, terbentuklah galaksi-galaksi yang diperkirakan sudah
berlangsung selama tiga puluh miliar tahun. Galaksi-galaksi tersebut lama kelamaan
akan meredup kemudian memapat yang didahului dengan keluarnya pancaran panas.
Peristiwa mengembang dan memapat tersebut berlangsung secara terus-menerus.
Teori ini disebut juga teori ekspansi dan kontraksi.
2. TEORI KEADAAN TETAP (STEADY STATE THEORY)
Teori ini menyatakan alam semesta tidak memiliki awal dan tidak memiliki akhir.
Alam semesta tetap sama sepanjang waktu. Teori ini diusulkan oleh Sir Fred Hoyle.
Ia mengatakan alam semesta tidak terbatas dalam waktu dan memiliki kondisi yang
sama dengan sebelumnya dan sekarang. Menurutnya, tidak ada galaksi baru yang
terbentuk. Namun, teori ini memiliki banyak celah. Sebagai contoh, ketika teori ini
mengatakan alam semesta tidak berubah dalam waktu, ada bukti bahwa alam
semesta berkembang dan bintang baru lahir.
GEOGRAFI KELAS X
3. TEORI LEDAKAN BESAR (THE BIG BANG THEORY)
Menurut teori ini, pembentukan alam semesta terjadi sekitar 13.700 miliar
tahun yang lalu. Menurut George Lemaitre, dahulu terdapat galaksi-galaksi yang
saling berdekatan. Galaksi-galaksi berasal dari massa tunggal yang menyimpan
suhu dan energi yang sangat besar. Hal ini menimbulkan ledakan yang
mahadahsyat hingga menghancurkan massa tunggal tersebut. Akibat ledakan
tersebut, banyak materi yang terlontar ke segala penjuru semesta dalam bentuk
serpihan-serpihan. Inilah asal mula terbentuknya jagat raya. Teori ini dapat
dijelaskan dengan menggunakan rumus relativitas Albert Einstein.
4. TEORI ALAM SEMESTA QUANTUM
teori pembentukan jagat raya ini di ciptakan oleh william lane craig 1966. dia
mengemukakan bahwa alam semesta telah ada selamanya dan akan selalu ada
untuk selamanya pula. dalam teori ini, ruang hampa pada hakikatnyatidak ada,
yang ada adalah partikel-partikel subatomik.
GEOGRAFI KELAS X
ANGGOTA JAGAT RAYA
1. GALAKSI
Galaksi adalah kumpulan dari planet, bintang, gas, debu, nebula, dan benda
langit lainnya. Diperkirakan jarak antar galaksi ini rata – rata lebih dari satu juta tahun
cahaya. Berikut jenis galaksi berdasarkan bentuknya yaitu :
a. spiral
Anggota galaksi spiral terdiri atas bintang-
bintang tua dan muda. Bintang-bintang tua
terdapat pada kumpulan bintang-bintang yang
berjumlah ratusan dan berbentuk bola (gugus
bola). Bintang-bintang muda terdapat di lengan
spiral galaksi yang berada di bidang galaksi.
Galaksi spiral berotasi dengan cepat sehingga
membuat galaksi ini memipih dan membentuk
bidang galaksi. Contoh dari galaksi tipe ini adalah
galaksi Andromeda dan galaksi Bimasakti
b. spiral berbatang
Galaksi ini memiliki lengan yang keluar dari
bagian ujung suatu pusat. Tonjolan galaksi ini
sebenarnya memanjang dan berisi miliaran
bintang. Sekitar 30% galaksi di jagad raya ini
berbentuk spiral berbatang.
c. elips
Galaksi yang termasuk dalam tipe elips ini
mulai dari galaksi yang berbentuk bundar sampai
galaksi yang berbentuk bola pepat. Contoh galaksi
tipe ini adalah galaksi M87, yaitu galaksi elips
raksasa yang terdapat di Rasi Virgo.
GEOGRAFI KELAS X
d. Tidak beraturan
Galaksi ini tidak memiliki bentuk khusus.
Anggota dari galaksi tipe ini terdiri atas bintang-
bintang tua dan muda. Contoh dari galaksi tipe ini
adalah Awan Magellan Besar dan Awan Magellan
Kecil. Galaksi tak beraturan ini banyak
mengandung materi antar-bintang yang terdiri atas
gas dan debu-debu.
Alam semesta memiliki berbagai macam galaksi, berikut ini
beberapa galaksi yang sudah dikenali:
1) Galaksi Bimasakti
Galaksi Bimasakti ditemukan pada 18 Juli 1783, oleh seorang astronom Inggris
William Hershel. Galaksi Bimasakti terdiri dari 400 milyar bintang, dengan garis tengah
sekitar 130.000 tahun cahaya (1 tahun cahaya sama dengan 9.500 milyar kilometer).
Galaksi Bimasakti merupakan rumah bagi matahari kita beserta planet-planet yang
mengelilinginya.
2) Galaksi Magellan
Galaksi Magellan adalah galaksi yang paling dekat dengan galaksi Bimasakti.
Jaraknya kurang lebih 150.000 tahun cahaya dan berada di belahan langit selatan.
Galaksi ini memiliki bentuk tak beraturan.
GEOGRAFI KELAS X
3) galaksi Ursa Mayor
Galaksi Ursa Mayor Galaksi Ursa Mayor berjarak 10.000.000 tahun
cahaya dari galaksi Bimasakti. Galaksi ini mempunyai bentuk elips dan rapat.
4) Galaksi Andromeda
Galaksi Andromeda dikategorikan sebagai galaksi raksasa karena
memiliki diameter sekitar 200 ribu tahun cahaya atau dua kali lebih besar dari
galaksi Bimasakti. Andromeda memiliki massa 300 sampai 400 biliun kali masa
matahari. Bentuknya yang bulat khas dan ukurannya yang besar membuat galaksi
ini mudah diamati dengan menggunakan teleskop sederhana. Galaksi Andromeda
berjarak 2,5 tahun cahaya dari galaksi Bimasakti.
5) Galaksi Jauh
Galaksi ini terletak lebi dari 10.000.000 tahun cahaya dari galaksi
Bimasakti, dan termasuk galaksi jauh. Contoh galaksi jauh lainnya yaitu galaksi
Silvery, Triangulum, dan Whipool.
6) Galaksi Black Eye
Pada tahun 1781 seorang astronom Prancis, Charles Messier menemukan
sebuah galaksi dengan sifat yang aneh yaitu memiliki cincin kabut dan berwarna
gelap. Cincin kabut tersebut mengelilingi intinya yang terang benerang, karena
tampak seperti mata manusia, Messier memberi nama galaksi tersebut Black Eye.
Galaksi ini termasuk galaksi spiral dengan lengannya seperti belalai yang
menujulur dari inti yang terang. Jarak galaksi Black Eye dari Bimasakti sekitar 17
juta tahun cahaya.
GEOGRAFI KELAS X
2. BINTANG
Bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya dan panas sendiri.
Bintang itu sendiri dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
a. Bintang semu Adalah bintang yang memantulkan cahaya dari bintang lain.
b. Bintang nyata Adalah bintang yang menghasilkan cahayanya sendiri.
Sistem bintang adalah suatu sistem yang terdiri dari satu atau beberapa
bintang dan biasanya merupakan sistem keplanetan yang terbentuk akibat tarikan
gravitasi. Di antara sistem bintang terdapat tata surya yang terdiri dari Matahari
dan objek-objek lain lain, termasuk Bumi yang mengorbitnya. Contoh dari sistem
bintang adalah:
a. Tata Surya (satu bintang)
b. Sirius (dua bintang)
c. Alpha Centauri (tiga bintang)
d. 4 Centauri (empat bintang)
e. Mizar (lima bintang)
f. Castor (enam bintang)
g. Nu Scorpii (lima bintang)
h. Cygnus X-1 (satu bintang dan satu lubang hitam)
GEOGRAFI KELAS X
Sistem Tata Surya
Tata Surya adalah suatu sistem yang
terdapat di jagad raya terdiri atas
matahari sebagai pusatnya, planet-
planet (termasuk planet bumi), satelit,
asteroid, komet, meteor, debu, kabut,
dan benda-benda lain sebagai
anggota dari tata surya yang beredar
mengelilingi pusatnya, yakni matahari
pada orbit atau garis edarnya
masing masing
sususan tata surya yaiu : matahari, 8 Di tata surya kita ada asteroid, komet,
planet yaitu Merkurius, Venus, Bumi, satelit, dan meteorid.
Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus
dan benda-benda langit lainnya. Jumlahnya ada banyak sekali, untuk
meteorid lebih dari 60 ribu yang ada di
Ada apa saja yang termasuk benda-
benda langit lainnya itu??? bumi. untuk asteroid jumlahnya
mencapai lebih dari 150 juta di tata
surya
ASTEROID Ayo kita simak !!
ukurannya lebih besar dibanding meteor teridiri dari Teori pembentukan
batuan-batuan yang ukurannya kecil.
tata surya
KOMET
Terdiri dari butiran es, dan batuan dan membentuk
bols besar .komet memiliki cahaya sendiri.
METEROID
benda langit berukuran kecil dalam jumlah banyak
dan melayang-layang diudara.
TEORI PEMBENTUKAN
TATA SURYA
1) TEORI KABUT ( NEBULA )
Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Kant (ahli Filsafat Jerman 1755) dan
Pierre Simon de Laplace (ahli Astronomi Perancis 1796). Kedua orang tersebut tidak
saling mengenal, namun demikian pendapatnya tentang terjadinya Tata Surya
memiliki kesamaan. Lantaran kesamaan pendapat itulah, maka kemudian pendapat
kedua orang tersebut disatukan menjadi Teori Kabut (Nebula) Kant—Laplace. Teori
ini sering disebut pula dengan Teori Kabut yang oleh Laplace disebut Nebular
Hypothesis.
Isi Teori: Matahari dan planet-planet yang menghuni tata surya berasal dari
kumpulan kabut yang bulat kemudian berputar dab berpijar. Akibat perputarannya,
sebagian dari massa kabut tersebut terlepas sambil membentuk gelang-gelang kabut
yang selanjutnya berubah membentuk gumpalan kecil dan membeku menjadi planet,
satelit serta benda-benda lainnya
2) TEORI PASANG SURUT
Teori ini dikemukakan oleh Jeans dan Jeffery dari Inggris (1917) Isi Teori:
Menurut teori ini, matahari yang ada sekarang sudah ada sebelumnya, kemudian
pada suatu saat ada sebuah bintang melintas pada jarak yang tidak terlalu jauh dari
matahari. Akibatnya, terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun
bintang itu, sehingga sebagian dari massa matahari tertarik kearah bintang mirip lidah
raksasa. Pada saat bintang mejauhi matahari, sebagian dari massa yang tertarik itu
jatuh kembali kepermukaan matahari dan sebagian lagi terhambur ke ruang angkasa,
disekitar matahari menjadi planet-planet dan benda langit lainnya.
GEOGRAFI KELAS X
Massa yang terlepas dari materi Matahari itu seperti cerutu. Artinya, pada pangkal
dan ujungnya lebih kecil dari bagian tengahnya. Hal itu terjadi karena ketika bintang
raksasa itu jauh dari Matahari, materi yang tertarik sedikit/kecil, sedang ketika di
tengah-tengah materi Matahari yang ditarik ukurannya besar. Gumpalan-gumpalan gas
dari Matahari itu kemudian mendingin dan membentuk planet-planet. Planet-planet
yang dekat dan yang jauh dari Matahari ukurannya kecil-kecil, sedangkan yang di
tengah-tengahnya membentuk planet-planet yang besar ukurannya (Yupiter dan
Saturnus).
3) TEORI PLANETESIMAL
Teori ini dikemukakan oleh Moulton (ahli Astronomi) dan Chamberlain (ahli
Geologi) dari Amerika Serikat 1900. Isi Teori: Matahari merupakan salah satu dari
bintang-bintang yang jumlahnya sanat banyak. Ada sebuah bintang berpapasan
dengan matahari pada jarak yang tidak terlalu jauh, sehingga terjadilah peristiwa
pasang naik pada permukaan matahari dan bintang tersebut. Sebagian massa dari
matahari itu tertarik kearah bintang.
GEOGRAFI KELAS X
4) TEORI BINTANG KEMBAR
Teori ini dikemukakan oleh Lyttleton (seorang astronom Inggris 1930). Isi teori:
awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling
mengelilingi. Pada suatu masa, melintas bintang lain dan menabrak salah satu bintang
kembar tersebut kemudian menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus
berputar dan mendingin menjadi planet planet yang mengelilingi bintang tetap bertahan,
yaitu matahari
5) TEORI AWAN DEBU (PROTOPLANET)
Teori ini dikemukakan oleh Von Weizsaecker dan kemudian diperkuat oleh Kuiper
(1945). Isi teori: Teori ini menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari gumpalan awan
gas dan debu. Dasar pemikiran ini didukung oleh banyaknya keberadaan awan yang
teramati di seluruh jagat raya. Awan tersebut mengalami pemampatan akibat pengaruh
gravitasi sehingga partikel-partikel debu tertarik menuju ke pusat awan, membentuk
gumpalan bola dan mulai berotasi. Begitu partikel-partikel di pinggir tertarik ke dalam,
kecepatan rotasi pun bertambah sesuai dengan hukum kekekalan momentum sudut.
Akibat rotasi yang cepat ini, gumpalan gas mulai memipih membentuk cakram yang tebal
di tengahnya dan tipis di bagian tepi. Bagian tengah berotasi lebih cepat sehingga
partikel-partikel bagian tengah saling menekan sehingga menimbulkan panas dan
berpijar. Bagian tengah yang berpijar ini adalah protosun yang akhirnya menjadi
matahari. Bagian tepi berotasi cepat sehingga terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan
gas dan debu yang lebih kecil. Gumpalan-gumpalan yang terletak dalam satu orbit ini
kemudian menyatu membentuk protoplanet. Protoplanet berotasi dan akhirnya
membentuk planet dan satelit-satelitnya
GEOGRAFI KELAS X
ANGGOTA TATA SURYA DAN
KARAKTERISTINYA
1) MATAHARI
Matahari merupakan salah satu jenis bintang,
dimana bintang itu merupakan benda langit yang
memancarkan cahayanya sendiri. Memiliki diameter
1.392.000 km (109x bumi)
Matahari memiliki berbagai lapisan mulai dari
inti matahari, sumber energi utama tempat
terjadinya reaksi fusi nuklir.
zona radiasi, pendistribusian energi ke seluruh
bagian matahari.
zona konveksi, energi di bawa ke planet-planet,
termasuk ke bumi.
Fotosfer, lapisan pembagi antara bagian dalam
matahari dengan atmosfer.
kromosfer, atmosfer yang menyelubungi matahari.
lapisan korona, bagian terluar.
GEOGRAFI KELAS X
2) MERKURIUS Merkurius memiliki diameter 4.800 km atau ⅓
3) VENUS dengan diameter bumi dan merupakan planet dengan
4) BUMI diameter terkecil di tata surya dan juga planet terdekat
dengan matahari. Karena jaraknya yang sangat dekat
dengan matahari, merkurius mendapat pengaruh
gravitasi matahari yang sangat tinggi.
Merkurius juga memiliki atmosfer yang sangat tipis
sehingga merkurius memiliki suhu yang ekstrim yaitu
300 ℃ sampai -70 ℃ . Dan juga hal ini menyebabkan
tekstur dari merkurius memiliki banyak cekungan
karena tidak ada yang melindunginya dari jatuhan
benda langit.
Sebagai planet kedua terdekat dengan matahari
setelah merkurius, Venus memiliki diameter 12.000 km.
Berbeda dengan merkurius, venus memiliki lapisan
atmosfer yang tebal, yang terdiri atas karbon dioksida,
nitrogen, dan sulfur oksida. Akibat memiliki atmosfer
yang tebal dan juga jaraknya yang dekat dengan
matahari, venus menjadi planet terpanas di tata surya,
yaitu > 400℃, karena panas dalam planet ini bertahan
lebih lama pada atmosfernya.
Bumi kita ini berdiameter 12.700 km dan memiliki
jarak yang sangat ideal dengan matahari, gak terlalu
dekat dan gak kejauhan. Atmosfer bumi juga komponen
yang seimbang, 77% nitrogen, 21% oksigen, 1% argon,
dan 1% gas lainya, sehingga panas matahari tersaring
dengan baik, dan menjadi planet yang ideal sebagai
ruang kehidupan. Bumi juga memiliki 1 satelit alami
yaitu bulan. Bulan mengitari bumi, dan terikat oleh
gravitasinya, karena gaya tarik tersebut menyebabkan
terjadinya pasang-surut air laut yang akan dijelaskan di
materi hidrosfer.
GEOGRAFI KELAS X
5) MARS Sebagai planet terdekat dengan matahari mars
6) JUPITER memiliki diameter 6.780 km (½ kali dari diameter bumi).
mars itu permukaannya didominasi oleh besi, karena
7) SATURNUS atmosfernya kaya akan oksigen, sehingga kayak
berkarat gitu, makanya kemerahan. Banyaknya
kemiripan planet mars dengan bumi, NASA saat ini
diketahui sedang mempelajari lebih dalam mengenai
tanda-tanda kehidupan planet mars.
Selain karena atmosfernya kaya akan oksigen,
atmosfer mars juga dominan dengan karbon dioksida.
Selain itu suhu rata-rata di planet ini juga sekitar -60℃
sampai 30 ℃ . Di daerah kutub pada planet ini juga
ditemukan adanya wujud es, sehingga hal ini
menandakan adanya komponen air di planet ini
Jupiter memiliki diameter 142.680 km atau 11x dari
diameter bumi dan merupakan planet terbesar di tata
surya, karena jarak nya jauh dari matahari, suhu rata-
rata pada planet ini mencapai -130℃. Berbeda dengan
planet-planet sebelumnya, jupiter wujudnya berupa
komponen gas raksasa yaitu di dominasi hidrogen dan
helium. Pada planet ini, terjadi badai sampai jutaan
tahun karena planet ini tidak memiliki komponen padat
yang bisa menghalangi tiupan angin yang kencang.
Saturnus memiliki diameter 116.000 km atau 10x
dari diameter bumi, serta memiliki suhu rata-rata
-175 ℃ . Sama dengan jupiter, saturnus juga berwujud
komponen gas yaitu hidrogen, helium, metana ,dan
amonia. komponen amonia inilah yang membuat
saturnus berwarna kuning keemasan. Salah satu ciri
khas dari saturnus adalah adanya lingkaran cincin yaitu
bongkahan batu dan juga es yang mengelilingi
saturnus.
GEOGRAFI KELAS X
8) URANUS Uranus memiliki diameter 50.000 km atau 4x
9) NEPTUNUS diameter bumi dan memiliki suhu rata-rata -180 ℃ ,
karena jaraknya yang semakin jauh dari matahari. Di
Planet juga merupakan planet gas, namun yang
membedakan adalah adanya bongkahan es, karena
jaraknya yang sangat jauh dari matahari, sehingga
memungkinkan komponennya membeku. Planet ini
terdiri dari komponen gas hidrogen, helium, amonia dan
metana. Nah gas metana inilah yang menyebabkan
uranus memiliki warna biru kehijauan.
Neptunus memiliki diameter 48.600 km dan 4x
diameter bumi dan merupakan planet terjauh dari
matahari, dan merupakan planet dengan suhu terendah
atau paling dingin di sistem tata surya yaitu mencapai
-218 ℃ . Memiliki ukuran yang mirip dengan uranus,
planet neptunus juga memiliki komponen yang mirip
juga yaitu berupa gas dan bongkahan es.
Atmosfer pada planet ini terdiri dari hidrogen, helium,
nitrogen, es (air, ammonia, dan metana). Neptunus
memiliki warna yang mirip dengan laut di bumi, hal ini
dikarenakan adanya komponen air yang berada di
atmosfer neptunus.
GEOGRAFI KELAS X
ROTASI BUMI
Rotasi bumi adalah gerakan bumi yang berputar pada porosnya, dimana
poros bumi itu miring atau tidak tegak lurus dengan bidang elipsnya yaitu
sebanyak 23,5°, dan berputar dari barat ke timur, dimana dibutuhkan sekitar
23 jam 56 menit untuk berputar ke titik yang sama.
Dampak Rotasi Bumi yaitu :
(1) Terjadinya siang dan malam, akibat gerakan rotasi bumi, pada satu waktu
ada sebagian daerah yang berhadapan dengan matahari dan ada sebagian
lagi yang membelakangi matahari sehingga terjadilah siang dan malam.
(2) Gerak semu harian matahari, kita pasti sering mendengar istilah
“matahari terbit dari timur dan terbenam di barat”, dari istilah tersebut seolah-
olah mataharilah yang mengitari kita, padahal sebenarnya bumilah yang
bergerak dari barat ke timur.
(3) Perbedaan waktu, bumi saat ini membagi pembagian waktu setiap 15°,
yang artinya ada 24 perbedaan waktu di bumi ini, dimana pusat waktu berada
pada kota Greenwich, Inggris, yang berada pada bujur 0°. Itulah mengapa kalo
kalian cek pengaturan jam pada hp atau laptop kalian biasanya ada tulisan
“GMT+7”. Indonesia sendiri memiliki 3 pembagian waktu bukan? Yaitu WIB
(Waktu Indonesia Barat), WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan WIT (Waktu
Indonesia Timur).
4. Perbedaan percepatan gravitasi bumi, perbedaan diameter pada daerah
kutub dengan diameter di khatulistiwa atau disebut juga ekuator, sehingga
adanya perbedaan gravitasi dimana percepatan gravitasi di daerah kutub lebih
besar dibandingkan percepatan gravitasi di daerah khatulistiwa atau ekuator.
5. Pembelokan arah angin, terjadinya efek coriolis dimana adanya
pembelokan arah angin akibat bumi bergerak dari barat ke timur, sehingga
angin yang bergerak dari tekanan tinggi (kutub) ke tekanan rendah
(khatulistiwa), jadi belok ke arah berlawanan dengan rotasi bumi.
REVOLUSI BUMI
Secara sederhana, revolusi bumi didefinisikan sebagai putaran bumi
mengelilingi matahari, dimana bumi berputar mengelilingi matahari selama 365
¼ hari, atau yang biasa kita sebut 1 tahun. Akibat gaya gravitasi matahari,
yang membuat bumi dan juga planet lain nya mengitari matahari melintasi
bidang elipsnya, untuk penjelasan lebih detailnya mengenai gravitasi ini kalian
juga akan mempelajarinya pada ilmu fisika yaitu hukum gravitasi newton. Nah,
karena lintasannya berbentuk elips dan matahari terletak pada salah satu titik
pusatnya, maka ada saatnya jarak bumi dengan matahari berada di titik
terdekat (perihelion), dan juga berada di titik terjauh (aphelion).
.
Beberapa dampak dari revolusi bumi Yaitu :
(1.) Gerak semu tahunan matahari, dimana pada tanggal 22 desember – 21
juni belahan bumi bagian utara lebih condong ke arah matahari, sementara
sebaliknya 21 juni – 22 desember belahan bagian selatanlah yang condong ke
arah matahari.
( 2.)Terjadinya perbedaan musim, dimana pada bulan desember, dimana
bagian selatan yang lebih condong ke matahari sehingga bagian selatan
mengalami panas yang lebih lama dan mengalami musim panas, sehingga
pada bagian utara yang tidak terpapar matahari mengalami musim dingin,
begitu juga sebaliknya pada bulan juni.
(3.) Perbedaan lamanya siang dan malam, ada saatnya siangnya lebih lama
dan ada saatnya malamnya lebih lama. Dimana pada bulan juni, dimana
bagian utara bumi lebih condong ke matahari, sehingga bagian utara memiliki
waktu siang lebih lama, dan bagian selatan memiliki waktu malam yang lebih
lama, begitu juga sebaliknya pada bulan desember.
.
Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory)
Pada awal tahun 1912-an, Alfred.L. Wegener seorang ahli klimatologi dan
geofisika menerbitkan buku yang berjudul The Origin of Continent and Oceans.
Alfred L Wagener mengajukan sebuah ide tentang teori apung benua, idenya
berpusat pada benua-benua yang bergerak melintasi permukaan bumi.
Hipotesa pengapungan benua adalah suatu hipotesa yang menganggap
bahwa benua-benua yang ada saat ini dahulunya bersatu yang dikenal sebagai
super-kontinen yang bernama Pangaea sedangkan samuderanya yang luas disebut
Panthalassa. Super-kontinen Pangea ini diduga terbentuk pada 225 juta tahun
yang lalu yang kemudian terpecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil
yang kemudian bermigrasi (drifted) ke posisi seperti saat ini.
Proses pengapungan benua ini berjalan
dalam waktu yang cukup panjang, dari zaman
perm sampai menjelang akhir zaman psychozoik.
urutan Perkembangan pecahan benua tersebut
adalah:
a. Pada awalnya hanya ada satu benua yang
disebut pangea dan samudra yang disebut
Panthalassa. Panthalassa kemudian terbagi
menjadi samudra pasifik 18 dan laut Tethys.
Laut tethys menjadi laut mediteran dan
membentuk teluk besar yang memisahkan afrika
dan eurasia.
b. . Pada zaman trias akhir, Laurasia memisahkan diri dari gondowa. Gondowa
membentuk,
(1.) India ke arah timur laut
(2.) Afrika dan Amerika Selatan ke arah barat.
c. Pada periode Yura, mulai terbentuk,
(1.) Samudera Atlantik utara dan India.
(2.) Samudera Atlantik selatan berupa celah.
d. Pada periode kapur akhir
(1.) Samudra Atlantik selatan meluas.
(2.) Terdapat celah yang memisahkan Madagaskar dan Afrika.
(3.) Australia Masih bergandengan dengan Atlantik.
e. Pada periode kenozoik
(1.) India telah menempel di Asia.
(2.) Australia telah berpisah dari Antartika oleh celah Atlantik Utara yang
akhirnya masuk ke dalam Samudera Arktik.
(3.) Laurasia terpecah menjadi Amerika Utara dan Eurasia.
Teori Laurasia dan Gondwana
Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya bumi terdiri atas dua benua yang
sangat besar, yaitu Laurasia di sekitar kutub utara dan Gondwana di sekitar kutub
selatan bumi. Kedua benua tersebut kemudian bergerak perlahan ke arah equator
bumi sehingga pada akhirnya terpecah-pecah menjadi benua-benua yang lebih
kecil. Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa, dan Amerika Utara, sedangkan
Gondwana terpecah menjadi Afrika, Australia, dan Amerika Selatan. Teori
Laurasia-Gondwana kali pertama dikemukakan oleh Edward Zuess pada 1884.
Teori konveksi
Teori konveksi dikemukakan oleh oleh Arthur Holmes dan Harry H. Hess,
kemudian dikembangkan oleh Robert Diesz, mereka menyatakan bahwa didalam
bumi yang sangat panas terjadi arus konveksi kearah kulit bumi. Saat arus
konveksi membawa materi lava sampai kepermukaan bumi, lava tersebut akan
membeku membentuk lapisan kulit lapisan kulit bumi yang baru. Lapisan baru
tersebut menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih tua. Beberapa bukti
tentang teori konveksi sebagai berikut: Terbentuk pematang tengah samudra
seperti Mid Atlantic Ridge dan Pacific Ridge. Semakin jauh dari punggung
tengah samudra, semakin tua umur batuan nya kondisi ini menunjukan bahwa
terdapat gerakan yang berasal dari Mid Oceanic Ridge ke arah berlawanan.
peristiwa ini disebabkan adanya arus konveksi dari lapisan dibawah kulit bumi.
Teori lempeng Tektonik
Pada tahun 1987, seorang ahli geofisika bernama Jason Morgan, dimana
teori ini menggabungkan antara Continental Drift dan Seafloor Spreading. Menurut
teori ini benua yang mengalami pergerakan itu ada beberapa bagian yaitu kerak
bumi dan juga mantel bumi atau biasa disebut lempeng.
Dimana pada menurut teori ini lempeng dengan massa jenis lebih rendah
mengapung diatas massa jenis yang lebih tinggi yaitu astenosfer. Selain itu teori
ini juga sesuai dengan teori sea floor spreading, dimana gerakan lempeng itu
berasal dari arus konveksi yang mengakibatkan pergerakan lempeng yaitu sesar,
divergen, dan konvergen. Dimana untuk lebih detailnya akan dibahas pada materi
litosfer. Sejauh ini teori inilah yang diterima secara luas dimuka bumi kita ini
karena telah menyempurnakan teori-teori sebelumnya.
A. KONVERGENSI
Konvergensi atau sering disebut batas konvergen merupakan gerakan saling
bertumbukan antarlempeng tektonik sehingga membentuk zona subduksi. Batas
konvergen dibagi kembali menjadi tiga, yaitu:
(1.) Bila 2 lempeng samudra yang saling mendekat, lempeng yang satu akan
menghunjam kebawah lempeng yang lain membentuk busur kepulauan
(2.) Bila lempeng benua dan lempeng samudra yang saling mendekat, mak a
lempeng samuderanya akan menghunjam kebawah lempeng benu a, membentuk
pegunungan uplift seperti Andes.
(3.) Bila 2 lempeng benua yang saling mendekat, terjadilah peristiwa tumbu kan
(collision), Benturan yang terus berlangsung antara India dan Asia,yang dimulai
sejak 45 juta tahun yang lalu, membentuk Pegunungan Himalaya.
B. DIVERGEN
Yaitu gerakan saling menjauh antarlempeng tektonik. Fenomena yang terjadi
karena karena gerakan divergen yaitu:
1. Perenggangan lempeng
2. Pembentukan tanggul dasar samudera disepanjang perenggangan
3. Aktivitas vulkanisme laut
4. Aktivitas gempa.
Daerah timur laut Afrika adalah contoh yang bagus
untuk batas divergen. Disini, magma yang keluar
merekahkan lempeng litosfer. Ketika rekah pada litosfer
semakin melebar, batuan di atasnya runtuh dan
membentuk zona rekahan. Semakin melebar dan
membentuk laut yang dangkal, seperti Laut Merah
C. TRANSFORM
Terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain
secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault). Gerakan
relatif kedua lempeng bisa sinistral (ke kiri di sisi yang berlawanan dengan
pengamat) ataupun dekstral (ke kanan di sisi yang berlawanan dengan
pengamat). Contoh sesar jenis ini adalah Sesar San Andreas di California.
Lempeng-lempeng tektonik utama yaitu:
Lempeng Afrika, meliputi Afrika - Lempeng benua
Lempeng Antarktika, meliputi Antarktika - Lempeng benua
Lempeng Australia, meliputi Australia (tergabung dengan Lempeng India
antara 50 sampai 55 juta tahun yang lalu)- Lempeng benua
Lempeng Eurasia, meliputi Asia dan Eropa - Lempeng benua
Lempeng Amerika Utara, meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut -
Lempeng benua
Lempeng Amerika Selatan, meliputi Amerika Selatan - Lempeng benua
Lempeng Pasifik, meliputi Samudera Pasifik - Lempeng samudera
SKALA WAKTU GEOLOGI
LATIHAN
Pilih salah satu jawaban yang benar !
1. Teori nebula dikemukakan oleh ....
A. Kant – Laplace
B. Jeans- Jeffrey
C. Chamberlain – Moulton
D. Fred Hoyle
2. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang
hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan
serpihan-serpihan kecil. Teori ini disebut ....
A. Nebula
B. Planetesimal
C. Bintang Kembar
D. Proto plane
3. Pernyataan :
(1) Terjadi siang malam
(2) Bumi pepat pada kedua kutubnya
(3) Terjadi perubahan musim
(4) Terjadi gerhana matahari
Akibat rotasi bumi ditunjukkan nomor ….
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
4. Perputaran bumi pada porosnya dengan arah dari barat ke timur disebut ….
A. rotasi bumi
B. revolusi bumi
C. presisi bumi
D. gerak semu bumi
5. Menurut Teori Bintang Kembar, pembentukan matahari dan planet berasal dari ….
A. filamen panas yang berkobar mendekati matahari
B. bintang yang hancur akibat tabrakan dua bintang
C. debu panas berpijar yang memadat menjadi planet
D. percikan gas dari matahari akibat gravitasi bintang
6. Perhatikan ilustrasi pergerakan semu Matahari berikut!
Fenomena yang terjadi pada gambar dapat mempengaruhi kehidupan di Bumi yaitu...
A. Munculnya fenomena global gerhana
B. Pembelokan arah angin
C. Pergantian siang dan malam
D. Perbedaan lama waktu siang dan malam
7. Perhatikan ilustrasi pergerakan bumi berikut!
Gejala yang ditimbulkan akibat gerak tersebut adalah...
A. Pergantian siang dan malam
B. Peredaran semu benda-benda langit
C. Bentuk pepat Bumi di kedua kutubnya
D.Pergantian musim pada berbagai tempat di Bumi
8. Gerhana matahari total terjadi pada saat ….
A. bulan baru, di mana penumbra bulan menutupi permukaan bumi
B. bulan purnama, di mana umbra bulan menutupi bumi
C. bulan baru, di mana umbra bulan menutupi sebagian permukaan bumi
D. bulan purnama, di mana penumbra bulan menutupi sebagian permukaan bumi
9. Anggapan atau teori yang menyatakan bahwa bumi sebagai pusat peredaran,
dikemukakan oleh ….
A. Claudius Ptolomeus
B. Nicolaus Copernicus
C. Johanes Keppler
D. Moulton
LATIHAN
10. Jika di Indonesia hari senin siang, di Amerika Serikat masih hari minggu. Fenomena
tersebut merupakan akibat gerakan Bumi berputar pada porosnya, lebih tepatnya
pada...
A. perbedaan lamanya waktu siang dan malam
B. daerah katulistiwa lebih menggembung
C. perbedaan pembagian waktu internasional
D. gerak semu harian Matahari
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini !
1.Bagaimanakah proses pembentukan tata surya menurut teori Nebula ? Sebutkan
pula tokoh yang mengemukakannya !
2.Sebutkan teori-teori yang menjelaskan tentang pembentukan tata surya/bumi !
3.Jelaskan dengan gambar gerak semu tahunan matahari beserta tanggalnya !
4. Wilayah papua termasuk kedalam lempeng indo-australis. Coba perhatikan
pergerakan lempeng berikut menurut Eduard Zuess dan Frank B. Taylor !
Pada zaman dahulu lempeng Indo – australia termasuk daratan Gondwana. Apa
faktor yang menyebabkan perubahan posisi benua besar gondwana menjadi benua –
benua kecil seperti Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia yang kita kenal
sekarang?
5. Jelaskan tentang perbedaan Geosentris dan Heliosentris !
Hai! Nama saya Tri Lestari. Ini beberapa
fakta tentang saya:
Kuliah di Universitas Fakultas Ilmu Sosial
Negeri Semarang Prodi Pendidikan
Geografi
(UNNES)
Asal kabupaten Ogan
Komering Ulu Selatan,
Sumatera Selatan
Keterampilan
Menggambar