The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

1.1.a.5.2. Unggah Tugas Ruang Kolaborasi - Modul 1.1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sudrajatsandy, 2023-08-30 03:24:34

1.1.a.5.2. Unggah Tugas Ruang Kolaborasi - Modul 1.1

1.1.a.5.2. Unggah Tugas Ruang Kolaborasi - Modul 1.1

Disusun oleh: KELOMPOK A2


ANGGOTA KELOMPOK A2 1.Sischa Aryono 2.Sinonggo Pratiwi 3.Antin Yuliana 4.Kukuh Sandy Sudrajat


SOSIO KULTURAL Berdasarkan jurnal Sosiokultural dalam Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar oleh Choirun Nisak (2017:5), Sosiokultural juga didefinisikan sebagai gagasan-gagasan, kebiasaan, keterampilan, seni, dan alat yang memberi ciri pada sekelompok orang pada waktu tertentu. Sosiokultural membantu seseorang untuk mengetahui peran sebagai individu dan tanggung jawab dirinya terhadap kelompok.


KONTEN PRESENTASI 01 02 03 Apa kekuatan konteks sosial kultur daerah anda yang sejalan dengan pemikiran KHD Bagaimana pemikiran KHD dapat di kontekstualkan sesuai dengan nilai nilai luhur karifan daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya daerah anda Sepakati satu kekuatan pemikiran KHD dalam menebalkan laku murid di kelas atau sekolah anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya daerah anda yang dapat diterapkan


Apa kekuatan konteks sosial kultur daerah anda yang sejalan dengan pemikiran KHD 01


ADAT DAN BUDAYA LOKAL SAMBATAN Sambatan adalah salah satu bentuk kegiatan gotong royong yang sering dilakukan di daerah-daerah pedesaan. Di Surakarta dan Sragen, Sambatan sering dilaksanakan ketika ada warga yang akan membangun rumah.


ADAT DAN BUDAYA LOKAL PERTEMUAN KARANG TARUNA Pertemuan yang sering dilakukan menjelang acara rukun tetangga maupun kegiatan insidental dengan bermusyawarah sesama anggota dan melaksanakan keputusan bersama


ADAT DAN BUDAYA LOKAL TILIK - JIMPITAN BERAS Kegiatan solidaritas warga dengan tujuan membantu sesama khususnya bagi yang sedang kesusahan. Mewujudkan kepedulian antar warga demi kehidupan bermasyarakat yang harmonis


ADAT DAN BUDAYA LOKAL SADRANAN Masyarakat yang melakukan tradisi Sardranan atau Nyadran biasanya membawa sedekah bumi dalam wujud tasyakuran. Nilai religius sebagai wujud rasa syukur tentang hubungan manusia dengan Sang Pencipta, Nyadran dilakukan sebagai bentuk bakti kepada para pendahulu dan leluhur. Kerukunan serta hangatnya persaudaraan sangat terasa setiap kali tradisi Nyadran berlangsung.


ADAT DAN BUDAYA LOKAL SENI TARI (SOLO MENARI) Memperkuat identitas sebagai Solo Kota Budaya dan memiliki potensi destinasi pertunjukan yang baik. Hidupnya seni tari mendongkrak pertumbuhan di semua sektor. Pariwisata Kota Solo juga semakin tumbuh yang diiringi dengan pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif. Solo menjadi pusat perhatian wisatawan yang ingin dekat dengan kearifan lokal melalui kesenian


ADAT DAN BUDAYA LOKAL UNGGAH-UNGGUH Unggah-ungguh identik dengan prinsip hormat yaitu suatu sikap dimana orang Jawa dalam cara bicara dan membawa diri selalu atau harus menunjukkan tata krama yang baik kepada orang lain, sesuai dengan derajat dan kedudukannya.


Bagaimana pemikiran KHD dapat di kontekstualkan sesuai dengan nilai nilai luhur karifan daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya daerah? 02


GOTONG ROYONG Penerapan nilai-nilai Pancasila pada pembelajaran PPKn Kegiatan membersihkan kelas dan sekolah bersama-sama Kegiatan Jumat bersih Membersihkan lingkungan masyarakat sekitar sekolah Kerjasama / kekompakan dalam membuat produk dan karya Guru terlibat aktif dalam kegiatan yang melibatkan gotong royong bersama siswa


MUSYAWARAH MUFAKAT Mempelajari perjuangan bangsa Indonesia melalui perundingan pada pembelajaran IPS Melaksanakan diskusi kelompok dengan anggota yang heterogen Melaksanakan keputusan bersama dalam pasukan/regu Pramuka di Gugus Depan Pembentukan regu piket dan ketua kelas Guru memfasilitasi kesepakatan belajar


PEDULI Mengajarkan pentingnya peduli lingkungan dalam pembelajaran IPA (flora dan fauna langka) Kegiatan menjenguk teman sakit Bumbung kemanusiaan Guru menujukkan kepedulian yang adil dan bijaksana terhadap siswa


RELIGIUS Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kegiatan ibadah berjamaah yang terjadwal disekolah Berdoa sebelum dan sesudah belajar Kegiatan mengunjungi rumah ibadah lintas agama Ekstrakurikuler rohanian islam, rohanian kristen, dan lainnya Guru terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan secara langsung


KESENIAN / KEARIFAN LOKAL Pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBdP) Ekstrakurikuler Seni Karawitan Permainan tradisional melalui PJOK Membuat anyaman bambu Guru terlibat aktif dalam kegiatan seni/budaya sebagai trainer maupun fasilitator


TATA KRAMA Mengenalkan makna dalam tembang macapat (Bahasa Jawa) Berbicara dengan bahasa daerah - Basa Krama Bersalaman sebelum masuk sekolah atau saat bertemu guru Menundukkan badan saat melintas didepan orang yang lebih tua Kunjungan tokoh masyarakat dan pegiat seni Pembiasaan norma sopan santun/saling menghormati


Sepakati satu kekuatan pemikiran KHD dalam menebalkan laku murid di kelas atau sekolah anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya daerah anda yang dapat diterapkan 03


CIPTA - RASA - KARSA Satu kekuatan karakter yang sejalan dengan pemikiran KHD adalah setiap siswa memiliki cipta, rasa, dan karsa dalam dirinya. Cipta bersinggungan dengan kekuatan pikiran untuk merancang atau membuat sesuatu. Rasa bersinggungan dengan kekuatan hati manusia untuk menanggapi sesuatu, sedangkan karsa adalah semangat atau dorongan dalam diri manusia untuk berbuat sesuatu. Memiliki cipta, rasa, dan karsa sangat penting Ketika tiap siswa memiliki pengendalian diri. Hal ini akan menolongnya untuk dapat memilah perbuatan atau kegiatan yang baik untuk diikuti, membedakan mana hal buruk yang tidak perlu dilakukan. 03


INTEGRASI 03


TANTANGAN DAN SOLUSI 03 Tantangan dalam menerapkan pemikiran KHD ini seperti memantik minat siswa dalam mendalami seni budaya daerah, sikap individualisme, gaya belajar siswa, softskill guru, sampai keterlibatan wali siswa dalam mendidik. Solusi yang bisa diterapkan antara lain mengkolaborasikan seni budaya dengan permainan, pengaturan diskusi yang heterogen, pengembangan diri oleh guru diluar kegiatan akademik, dan adanya komunikasi efektif dengan orang tua perihal mendidik putraputrinya agar selaras dengan tujuan pendidikan


KESIMPULAN Kekuatan sosio-kultural menjadi proses 'menebalkan' kekuatan kodrat anak melalui integrasi Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler di sekolah Memperkuat Cipta, Rasa, dan Karsa dapat menuntun dan membantu anak untuk menebalkan "garis samar-samar" agar dapat memperbaiki laku untuk menjadi manusia seutuhnya. Dalam menuntun, pendidik perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. 03


Click to View FlipBook Version