The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Liturgi 2021 - Tata Perayaan Ekaristi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by albertusprawiraramli, 2021-10-28 02:04:30

Modul Liturgi - TPE

Modul Liturgi 2021 - Tata Perayaan Ekaristi

Modul Liturgi – 2021

LITURGI, DEVOSI & TATA PERAYAAN EKARISTI

Hidup beriman Gereja Katolik diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan peribadatan. Kita
mengenal banyak cara beribadah seperti Misa, Doa Rosario, Novena, Ziarah, Ibadat Harian, Ibadat
Sabda dan banyak bentuk peribadatan lainnya yang tujuannya adalah untuk memuliakan Allah.
Namun, apakah semua bentuk kegiatan peribadatan yang kita kenal dan lakukan sama? Untuk lebih
memahami kekayaan ibadat Gereja Katolik mari kita dalami bersama.

A. LITURGI

Liturgi berasal dari Bahasa Yunani Leitourgia : Leitos – Laos yang artinya rakyat, dan Ergon yang
artinya karya atau benda. Sehingga bisa disimpulkan Lieitourgia berarti karya rakyat, karya yang
dilaksanakan oleh rakyat dan untuk rakyat. Seiring dengan perkembangan gereja, Liturgi diartikan
sebagai keikutsertaan umat dalam karya keselamatan Allah. Di dalam Liturgi, Kristus melanjutkan
karya keselamatan di dalam, dengan dan melalui gereja-Nya.

Liturgi dapat diartikan pula sebagai kebaktian umum, resmi, utuh yang dilakukan oleh Tubuh
Mistik Kristus yaitu oleh Kepala beserta dengan anggotanya. Dengan demikian Liturgi memiliki
ciri-ciri sebagai berikut :

1. Resmi (SC 22)
2. Umum atau Bersama (SC 27)
3. Tidak dapat dilaksanakan secara pribadi atau perorangan (SC 26-27)
4. Adanya partisipasi aktif umat (SC 30)

Melihat pengertian serta ciri-ciri Liturgi di atas maka yang termasuk ke dalam bagian Liturgi
adalah sebagai berikut :
1. Sakramen-Sakramen Gereja : Baptis, Ekaristi, Penguatan, Tobat, Perkawinan, Imamat,

Pengurapan Orang Sakit.

2. Ibadat Harian
Ibadat Harian adalah ibadat yang wajib didaraskan setiap hari oleh semua imam, diakon dan
kaum religius. Ibadat ini merupakan doa publik yang resmi dari Gereja.
Doa Ibadat Harian merupakan ibadat yang penting bagi kehidupan Gereja. Ibadat ini merupakan
doa bersama Gereja, sehingga juga disebut Liturgi Jam Suci/ Liturgy of The Hour. Konsili Vatikan
II menganjurkan Ibadat Harian, yaitu Doa pagi (Laudes) dan sore (Vesper) untuk didoakan tidak
hanya oleh para imam tetapi juga oleh umat beriman lainnya.
 Matinium, dahulu didaraskan sebelum fajar, ibadat tengah malam.
 Laudes, doa pagi saat fajar menyingsing.
 Primus, ketika matahari terbit, jam 6 pagi.
 Tertia, di awal tengah hari yaitu jam 9 pagi.
 Sexta, di tengah hari jam 12 siang.
 Nona, setelah tengah hari jam 3 siang.
 Vesper, doa sore saat matahari terbenam.
 Compline, doa penutup hari, malam hari sebelum tidur.

1 Untuk Kalangan Sendiri & Tidak Untuk Disebarluaskan - Gaudete in Domino Semper - APR

Modul Liturgi – 2021

3. Sakramentalia
Sakramentalia ialah tanda-tanda suci yang dengan cara yang mirip sakramen menandakan hasil-
hasil, terlebih yang rohani, yang diperoleh berkat doa permohonan Gereja (KHK 1166).
Contohnya : pemberkatan, pengusiran setan (exorcist), pengikraran kaul-kaul.

4. Upacara Pemakaman (KHK 1176)

B. DEVOSI

Jika Liturgi merupakan kegiatan ibadat yang resmi dan umum, maka dalam Gereja Katolik dikenal
juga Devosi yang merupakan kegiatan kebaktian khusus kepada pribadi atau misteri iman yang
dikaitkan dengan pribadi tertentu yang melalui perantaraannya atau bersamanya doa-doa kita
sampai kepada Allah.
Sifat Devosi adalah kebalikan dari Liturgi, yaitu :
1. Tidak Menekankan Kebersamaan
2. Bersifat Personal
3. Cenderung Afektif (Dilakukan karena ada rasa atau keterikatan tertentu dengan orang yang

bersangkutan)
4. Fakultatif (Pilihan)
5. Tidak Wajib (namun baik apabila dilakukan)

C. TATA PERAYAAN EKARISTI (TPE) YANG KINI DIGUNAKAN

Perayaan Ekaristi merupakan sumber dan puncak hidup Kristiani (bdk. KGK 1324). Dalam
Sakramen Ekaristi sesungguhnya, secara real dan substansial tubuh dan darah bersama dengan
jiwa dan ke-Allahan Tuhan kita Yesus Kristus dan dengan demikian seluruh Kristus (bdk. KGK 1374).
Untuk menjiwai Ekaristi dengan sungguh baik jika kita mengenal keseluruhan rangkaian Ekaristi.
Salah satu bagian dari Liturgi adalah Sakremen Ekaristi atau Perayaan Ekaristi atau Misa. Perayaan
Ekaristi yang sifatnya resmi memiliki struktur atau kaidah-kaidah yang harus dipenuhi untuk
dianggap Valid dan Licit (layak). Salah satu yang harus dipernuhi adalah kerangka atau Tata
Perayaan Ekaristi.
Tata Perayaan Ekaristi (TPE) yang sekarang digunakan di seluruh wilayah Indonesia adalah TPE
2020. TPE 2020 ini diluncurkan pada tanggal 7 Mei 2021 oleh Kardinal Ignatius Suharyo selaku
Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunyamin
selaku Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) serta Mgr. Petrus Boddeng
Timang selaku Ketua Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). TPE 2020 diharapkan
berlaku efektif di seluruh Gereja Katolik Indonesia tanggal 1 November 2021.

D. DOA PRESIDENSIAL

Dalam Tata Perayaan Ekaristi (TPE) terdapat Doa Presidensial. Apakah doa presidensial itu? Doa
presidensial adalah doa pemimpin. Kata “presiden” bukanlah semata-mata kata yang menunjuk

2 Untuk Kalangan Sendiri & Tidak Untuk Disebarluaskan - Gaudete in Domino Semper - APR

Modul Liturgi – 2021

pada kepala negara, tetapi juga menunjuk pada seorang yang memimpin. Dalam Bahasa Inggris
“to precide” berarti mengetuai atau memimpin. Doa presidensial dalam perayaan Ekaristi
dimaksudkan sebagai doa yang hanya dibawakan oleh pemimpin perayaan Ekaristi dan tidak
boleh didoakan oleh umat.
Doa-doa presidensial dalam perayaan Ekaristi adalah Doa Syukur Agung, Doa Kolekta (collecta),
Doa Persiapan Persembahan (oratio super oblata) dan Doa Sesudah Komuni (oratio post
communione) (PUMR No. 30). Keempat doa ini tidak boleh didoakan oleh umat. Imam pun tidak
boleh mengajak umat untuk mendoakan doa-doa ini bersama-sama walaupun teksnya tersedia
di tangan umat. Doa presidensial hanya didoakan oleh selebran utama, yakni imam yang
memimpin perayaan Ekaristi.
Doa-doa presidensial disampaikan oleh imam kepada Allah atas nama seluruh umat kudus dan
semua yang hadir, dan melalui dia, Kristus sendiri memimpin himpunan umat (PUMR No. 30).
Maka doa-doa presidensial ini perlu dibawakan dengan suara lantang dan diucapkan dengan jelas
sehingga mudah ditangkap oleh umat. Sebaliknya umat wajib mendengarkannya dengan penuh
perhatian. Oleh karena itu, sementara imam membawakan doa presidensial, tidak boleh
dibawakan doa lain atau nyanyian atau bunyi-bunyi alat musik (PUMR No. 32).

E. STRUKTUR PERAYAAN EKARISTI

1. RITUS PEMBUKA
Perarakan Masuk
Tanda Salib Dan Salam
Pengantar
Pernyataan Tobat
Tuhan Kasihanilah Kami
Absolusi
Madah Kemuliaan
Doa Kolekta

2. LITURGI SABDA
Bacaan I
Mazmur Tanggapan
Bacaan II
Bait Pengantar Injil
Bacaan Injil
Aklamasi Sesudah Injil

3 Untuk Kalangan Sendiri & Tidak Untuk Disebarluaskan - Gaudete in Domino Semper - APR

Modul Liturgi – 2021

Homili
Syahadat
Doa Umat

3. LITURGI EKARISTI
i. Persiapan Persembahan
Kolekte
Perarakan persembahan
Lagu persembahan
Persiapan persembahan (termasuk di dalamnya) :
 Imam menunjukkan hosti
 Imam mengisi piala
 Imam menunjukkan piala
 Imam membasuh tangan
Doa persiapan persembahan
ii. Doa Syukur Agung
Dialog pembuka
Prefasi
Kudus
Doa Syukur Agung
 Epiklesis
 Konsekrasi
 Anamnesis
 Doa permohonan
 Doksologi

iii. Komuni
Bapa Kami
Embolisme
Doa Damai (& Salam Damai)
Pemecahan Roti

4 Untuk Kalangan Sendiri & Tidak Untuk Disebarluaskan - Gaudete in Domino Semper - APR

Modul Liturgi – 2021

Persiapan Komuni
Penerimaan Tubuh Kristus
Pembersihan Bejana
Saat Hening
Madah Syukur
Doa Sesudah Komuni

4. RITUS PENUTUP
Pengumuman
Amanat Pengutusan
Berkat
Pengutusan
Lagu Penutup

F. PENJELASAN ISTILAH DALAM PERAYAAN EKARISTI

1. TANDA SALIB
Tanda Salib merupakan sikap jasmani atau gerakan yang menandakan bahwa seseorang
sebagai pengikut Kristus sebagai seorang Katolik. Dengan membuat Tanda Salib kita
mengingat kembali secara istimewa hidup, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus telebih
pengorbanannya untuk menebus dosa manusia.
Dalam Perayaan Ekaristi Tanda Salib dibuat pada Awal Perayaan Ekaristi dan Akhir Perayaan
Ekaristi saat menerima berkat. Selain itu Tanda Salib juga dibuat ketika hendak mendengarkan
Injil, maka dibuatlah 3 Tanda Salib kecil di dahi, mulut dan dada yang bermakna Injil yang
kudengar ini senantiasa ada dalam pikiranku dan saya percayai (dahi), melalui mulutku
senantiasa kuwartakan (mulut) seta dalam hatiku senantiasa kusimpan (dada).

2. PERNYATAAN TOBAT
Pernyataan Tobat adalah salah satu doa yang dapat didaraskan pada bagian Ritus Pembuka
dengan tujuan mengungkapkan kesadaran dan penyesalan atas dosa-dosa yang diperbuat.
Dalam TPE 2020, tedapat 4 cara yang digunakan sebagai berikkut “
Cara 1
I+U: Saya Mengaku….
I : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan
mengantar kita ke hidup yang kekal.

5 Untuk Kalangan Sendiri & Tidak Untuk Disebarluaskan - Gaudete in Domino Semper - APR

Modul Liturgi – 2021

U : Amin.
(atau)

Cara 2
I : Tuhan, kasihanilah kami.
U : Sebab kami telah berdosa terhadap Engkau.
I : Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepada kami, Tuhan.
U : dan anugerahkanlah keselamatan-Mu kepada kami.

(atau)
Cara 3
I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus untuk menyembuhkan orang yang remuk
redam hatinya: Tuhan kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami. dst

(atau)

Cara 4
Asperges Me yaitu salah satu cara dalam Pernyataan Tobat namun tidak dengan mendaraskan
doa seperti 3 cara sebelumnya, melainkan dengan melakukan Pemercikkan Air Suci sambil
dilantunkan lagu Asperges Me (PS 233)

3. ABSOLUSI
Doa permohonan yang diucapkan oleh Imam setelah pernyataan tobat. Absolusi dalam misa
kudus tidak memiliki kuasa pengampunan seperti Absolusi dalam Sakramen Tobat
(Rekonsiliasi).

4. MADAH KEMULIAAN
Lagu pujian kepada Allah Tritunggal yang berasal dari pujian para malaikat (bdk. Luk 2:14).
Lagu ini hanya dinyanyikan pada hari Minggu dan Hari Raya. Kemuliaan tidak
dinyanyikan/dibacakan selama Masa Adven dan Prapaskah. Pada Malam Natal, Kamis Putih,
dan Vigili Paskah, madah Kemuliaan diiringi dengan bunyi lonceng, gong, dan bel.

5. DOA KOLEKTA
Kata kolekta berasal dari kata Bahasa Latin colligere yang artinya mengumpulkan yang
kemudian menjadi kata benda collecta-collectae yang artinya kumpulan atau juga sumbangan.
Doa Kolekta merupakan istilah baru dalam TPE 2020 menggantikan frasa Doa Pembuka dalam
TPE 2005.

6 Untuk Kalangan Sendiri & Tidak Untuk Disebarluaskan - Gaudete in Domino Semper - APR

Modul Liturgi – 2021

Seturut teks asli dalam Misale Romanum, nama untuk doa itu adalah doa kolekta. Nama ini
lebih tepat karena dalam doa kolekta imam mengumpulkan semua intensi yang ada di dalam
hati umat, selain juga bahwa doa ini dimaksudkan untuk menyadari kehadiran Tuhan.

6. WAKTU HENING
Waktu hening selalu ada antara kata-kata “marilah berdoa” dan Doa Kolekta atau Doa
Sesudah Komuni. Imam akan berhenti beberapa saat dan memberikan kesempatan pada umat
untuk berdoa bagi ujud pribadi masing-masing. Selanjutnya, doa-doa tersebut akan disatukan
dan diringkas oleh Imam dengan doa resmi gereja.

7. AKLAMASI SESUDAH INJIL
Aklamasi adalah seruan Imam dan umat akan misteri iman yang diwartakan dalam Injil. Dalam
TPE 2020 Aklamasi Sesudah Injil adalah sebagai berikut :
I : Demikianlah Sabda Tuhan
U : Terpujilah Kristus

8. HOMILI
Suatu pesan yang disampaikan oleh Imam mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bacaan-
bacaan pada hari itu. Dalam Homili, Imam akan menjelaskan inti dari pewartaan sabda dan
membantu umat memahaminya dengan memberikan contoh nyata agar sabda Tuhan dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Umat Tidak Perlu memberikan tanda salib di akhir
Homili.

9. SYAHADAT
Syahadat atau Credo adalah pengakuan iman. Dalam Syahadat ini, kita akan membungkukkan
badan (atau berlutut pada misa Natal) pada saat mengucapkan : YANG DIKANDUNG DARI
ROH KUDUS, DILAHIRKAN OLEH PERAWAN MARIA. Ada dua jenis syahadat, yaitu syahadat
singkat dan syahadat panjang (Syahadat Konsili Nikea).

10.DOA UMAT
Doa Umat berisi permohonan untuk kepentingan gereja, masyarakat dan dunia, orang yang
sedang menderita, jemaat setempat, dan kepentingan kita sendiri. Doa ini ditujukan kepada
Allah Bapa karena kita berdoa bersama Kristus sebagai kepala Gereja.

11.PERSIAPAN PERSEMBAHAN
Persiapan Persembahan adalah saat dimana Imam menyiapkan Meja Altar mengatur
korporale, purifikatorium, piala, patena, palla, roti dan anggur, serta buku Misa di meja Altar.

7 Untuk Kalangan Sendiri & Tidak Untuk Disebarluaskan - Gaudete in Domino Semper - APR

Modul Liturgi – 2021

Pada perayaan tertentu dapat dimulai bahan persembahan utama dihantarkan oleh umat ke
depan Altar dan diserahkan kepada Imam. Yang dimaksud dengan bahan persembahan utama
adalah roti dan anggur, sedangkan bahan penunjangnya adalah piala, sibori, ampul,
purifikatorium, palla, patena, dan lainnya. Selain itu, sering pula disertakan hasil bumi seperti
buah, bunga, dan hasil karya umat lainnya.

12.PENCAMPURAN AIR DAN ANGGUR
Dilakukan oleh Imam di Altar. Air dan anggur yang dicampurkan berasal dari ampul yang
diantarkan oleh Misdinar. Pada saat pencampuran ini, Imam mendoakan sebuah doa khusus.
Ada 4 maksud pencampuran air dan anggur ini, yaitu
 Melambangkan martabat manusiawi dan ilahi yang terdapat dalam diri Kristus.
 Melambangkan air dan darah yang tercurah dari lambung Kristus yang ditikam dengan
tombak.
 Melambangkan simbol persatuan gereja dengan Kristus.
 Melambangkan pencampuran persembahan manusia yang murah (air) dengan
persembahan Kristus yang mulia (anggur).

13.PEMBASUHAN TANGAN OLEH IMAM
Setelah menerima ampul atau setelah mendupai bahan persembahan, Imam akan mencuci
tangan dan berdoa dalam hati atau sambil berbisik, agar dirinya dibersihkan dari segala
kesalahan dan dosa sehingga pantas memersembahkan perayaan ekaristi ini. Awal dari doa
ini diambil dari asal kata Lavabo, yaitu Lava me, Domine. Berikut adalah doa yang didaraskan
oleh Imam sendiri saat membasuh tangan menurut TPE 2020 :
I : Tuhan, basuhlah aku dari kesalahanku, dan sucikanlah aku dari dosaku.

14.PREFASI
Prefasi adalah pembuka dari Doa Syukur Agung (pre = sebelum, fasi = face = muka). Prefasi
merupakan doa untuk memaklumkan keagungan, kemuliaan, dan cinta kasih Tuhan. Doa ini
didaraskan atau dinyanyikan oleh Imam di antara dialog pembuka prefasi dan lagu Kudus.
Terdapat berbagai jenis prefasi yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan perayaan
ekaristi. Berikut merupakan bagian-bagian dari Prefasi :
I : Tuhan bersamamu
U : Dan Bersama rohmu
I : Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U : Sudah kami arahkan
I : Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita
U : Sudah layak dan sepantasnya

8 Untuk Kalangan Sendiri & Tidak Untuk Disebarluaskan - Gaudete in Domino Semper - APR

Modul Liturgi – 2021

I : Sungguh pantas dan benar, layak dan menyelamatkan, ...

15.KUDUS
Kudus atau Sanctus adalah seruan yang berasal dari para seraphim atau malaikat (bdk. Yes 6:3)
dan seruan Hosana! (bdk. Mat 21:9). Kudus hendaknya dinyanyikan dalam perayaan Ekaristi
khususnya pada Misa Minggu dan Hari Raya, namun dalam misa harian atau masa biasa dapat
didaraskan. Lagu atau seruan ini juga mengantar umat masuk ke dalam kemuliaan ilahi seperti
yang tertulis dalam kitab Wahyu.

16.DOA SYUKUR AGUNG
Doa Syukur Agung adalah doa syukur dan persembahan yang utama. Doa ini adalah pusat dan
puncak dari perayaan Ekaristi. Dengan doa ini, seluruh umat beriman menggabungkan diri
dengan Kristus dalam memuji karya Allah yang agung dan dalam memersembahkan kurban.
Doa Syukur Agung terdiri dari dua bagian, yaitu doa pujian dan doa syukur. Doa syukur dimulai
dari epiklesis sampai doksologi. Doa Syukur Agung termasuk dalam doa presidensial.

17.EPIKLESIS
Epiklesis adalah doa permohonan agar Roh Kudus berkenan datang untuk mengubah roti dan
anggur menjadi tubuh dan darah Kristus. Ketika mendoakan epiklesis, Imam membuat tanda
salib di atas piala dan hosti pada patena, sementara Misdinar membunyikan bel panjang satu
kali. Berikut merupakan kalimat dari bagian Epiklesis :
I : Agar menjadi bagi kami, tubuh dan darah PutraMu terkasih, Tuhan kami Yesus
Kristus.

18.KONSEKRASI
Konsekrasi adalah perubahan roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus. Pada saat
Imam mengelevasikan (mengangkat) hosti dan piala, maka kita akan memandang tubuh dan
darah Kristus sambil menyembah. Misdinar membunyikan gong atau bel sebanyak 3 kali ketika
elevasi dilakukan dan membunyikan bel panjang satu kali ketika Imam menunduk atau
berlutut. Berikut merupakan kalimat dari bagian Konsekrasi berdasarkan TPE 2020:
I : TERIMALAH DAN MAKANLAH, KAMU SEMUA: INILAH TUBUHKU, YANG
DISERAHKAN BAGIMU.
I : TERIMALAH DAN MINUMLAH, KAMU SEMUA: INILAH PIALA DARAHKU DARAH
PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG
DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU.

9 Untuk Kalangan Sendiri & Tidak Untuk Disebarluaskan - Gaudete in Domino Semper - APR

Modul Liturgi – 2021

19.ANAMNESIS
Merupakan ungkapan yang mengajak kita untuk mengenangkan sengsara, wafat, dan
kebangkitan Kristus, serta penantian akan kedatangan Kristus. Anamnesis dapat didaraskan
atau dinyanyikan setelah Konsekrasi. Dalam TPE 2020, terdapat 3 rumusan Anamnesis sebagai
berikut :
I : Marilah menyatakan misteri iman kita.
U : Wafat-Mu, Tuhan, kami wartakan, kebangkitan-Mu kami muliakan, hingga Engkau
datang.
(atau)
I : Marilah mewartakan Misteri Iman kita.
U : Setiap kali kami makan roti ini dan minum dari pala ini, wafat-Mu Tuhan kami
wartakan hingga Engkau datang.
(atau)
I : Agunglah Misteri Iman kita.
U : Penyelamat dunia, selamatkanlah kami karena melalui salib dan kebangkitan-Mu,
engkau telah membebaskan kami.

20.DOKSOLOGI
Doa Permohonan mengungkapkan iman bahwa Ekaristi dirayakan dalam persekutuan dengan
seluruh Gereja, baik yang ada di surga ataupun yang ada di bumi; bahwa kurban Ekaristi
diadakan bagi kesejahteraan seluruh Gereja dan semua anggotannya, baik yang hidup
maupun yang telah mati. Semuanya menikmati hasil penebusan dan penyelamatan yang telah
diperoleh lewat Tubuh dan Darah Kristus. Doa ini sekaligus menjadi bagian akhir dari Doa
Syukur Agung. Pada saat Doksologi, Imam akan berdoa seraya mengangkat piala dan patena.
Doksologi dapat didaraskan atau dinyanyikan oleh Imam. Umumnya pada Misa Minggu dan
Hari Raya terlebih yang dilaksanakan secara berkonselebrasi, Doksologi hendaknya
dinyanyikan. Berikut adalah kalimat dari bagian Doksologi :
I : Dengan perantaraan Dia, bersama Dia, dan dalam Dia, bagiMu Allah Bapa yang
maha kuasa, dalam persekutuan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala
masa.
U : Amin.

21.BAPA KAMI
Bapa Kami atau Pater Noster adalah salah satu dari doa dasar dalam Gereja Katolik. Doa ini
adalah doa yang diajarkan sendiri oleh Yesus sediri kepada para muridNya dalah khotbah di
bukit (bdk. Mat 6:9-13).

10 Untuk Kalangan Sendiri & Tidak Untuk Disebarluaskan - Gaudete in Domino Semper - APR

Modul Liturgi – 2021

22.EMBOLISME

Didoakan atau dinyanyikan setelah doa Bapa Kami. Embolisme merupakan sisipan dari doa
Bapa Kami yang mengembangkan permohonan terakhir dari doa Bapa Kami, yaitu
“Bebaskanlah kami dari yang jahat”. Pembebasan dari yang jahat ini dihubungkan dengan
permohonan damai dan perlindungan dari berbagai cobaan dan gangguan. Berikut
merupakan kalimat dari bagian Embolisme berdasarkan TPE 2020 :

I : Tuhan, kami mohon, bebaskanlah kami dari segala yang jahat, sudilah memberi
damai pada hari-hari kami, supaya, kami yang telah dikuatkan oleh kelimpahan belaskasih-
Mu, selalu bebas dari dosa, dan aman dari setiap gangguan: sambil menantikan harapan
yang membahagiakan dan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.

U : Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

23.DOA DAMAI

Doa damai adalah salah satu doa presidensial. Umat Tidak Perlu ikut mendoakan rumusan
doa damai, namun cukup menjawabnya dengan “Amin”. Doa ini memohon agar Tuhan Yesus
memberikan damai bagi gereja-Nya. Doa damai biasanya diakhiri dengan memberikan salam
damai kepada sesama. Berikut merupakan kalimat dari bagaian Doa Damai berdasarkan TPE
2020 :

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bersabda kepada para Rasul-Mu: Damai-Ku
Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu: janganlah memperhitungkan dosa
kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan berilah damai dan kesatuan sesuai dengan
kehendak-Mu, Engkau yang hidup dan meraja sepanjang segala masa.

U : Amin.

24.PEMECAHAN ROTI

Pemecahan roti merupakan simbol kesatuan, baik antara Gereja dengan Kristus, maupun
antar anggota Gereja Kristus sendiri, dan juga sebagai simbol sengsara Yesus. Saat pemecahan
roti, ada potongan roti kecil yang dimasukkan ke dalam anggur (disebut fermentum) yang
maksudnya adalah mengantar umat kepada komuni dan juga menyampaikan makna
kebangkitan Kristus. Pemecahan roti ini biasanya diiringi lagu Anak Domba Allah. Berikut
merupakan kalimat dari bagian Pemecahan Roti berdasarkan TPE 2020 :

I : Semoga pencampuran Tubuh dan Darah Tuhan kami Yesus Kristus ini, memberikan
kehidupan abadi bagi kami yang menyambut-Nya.

25.BERKAT
Berkat merupakan bagian yang terpenting dari ritus penutup. Berkat yang kita terima dari
Allah melalui Imam hendaknya menjadikan hidup kita dipenuhi kasih dan sukacita. Berikut
adalah rumusan berkat berdasarkan TPE 2020 :

I : Tuhan bersamamu.

11 Untuk Kalangan Sendiri & Tidak Untuk Disebarluaskan - Gaudete in Domino Semper - APR

Modul Liturgi – 2021

U : Dan Bersama rohmu.
I : Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati Saudara sekalian, Bapa, dan Putra, dan
Roh Kudus (+).
U : Amin.
Berkat juga dapat berbeda rumusannya apabila yang memimpin perayaan adalah seorang
Uskup. Pada berkat yang diberikan seorang Imam, Imam hanya membentuk gerakan Tanda
Salib sebanyak satu kali. Sedangkan seorang Uskup dalam memberikan Berkat membentuk
tiga kali gerakan Tanda Salib. Berkat Uskup ini dikenal dengan Berkat Apostolik. Rumusannya
sebagai berikut :
I : Tuhan bersamamu.
U : Dan bersama rohmu.
I : Dimuliakanlah nama Tuhan.
U : Kini dan sepanjang masa.
I : Pertolongan kita dalam nama Tuhan.
U : Yang menjadikan langit dan bumi.
I : Semoga Saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa (+), dan
Putera (+), dan Roh (+) Kudus.
U : Amin.

26.PERUTUSAN
Ritus penutup berisi pengumuman, berkat, pengutusan, dan lagu penutup. Pada pengutusan,
umat diutus untuk mewartakan dan mengamalkan sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini merupakan terjemahan dari bahasa Latin, Ite Missa est! yang artinya “Marilah pergi!
Kita diutus”. Perutusan berdasarkan TPE 2020, memiliki 4 macam rumusan sebagai berikut :
I : Saudara-saudara, pergilah, misa sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
(atau)
I : Saudara-saudara, pergilah mewartakan Injil Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
(atau)
I : Saudara-saudara, pergilah dalam damai, sambil memuliakan Tuhan dengan
hidupmu.
U : Syukur kepada Allah.
(atau)

12 Untuk Kalangan Sendiri & Tidak Untuk Disebarluaskan - Gaudete in Domino Semper - APR

Modul Liturgi – 2021
I : Saudara-saudara, pergilah dalam damai.
U : Syukur kepada Allah.

13 Untuk Kalangan Sendiri & Tidak Untuk Disebarluaskan - Gaudete in Domino Semper - APR


Click to View FlipBook Version