Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Menyusun Kurikulum
Operasional Satuan
Pendidikan #1
Topik 4
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Perkenalan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kesepakatan Kelas
• ….
• ….
• ….
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Jadwal Kegiatan
No Nama Kegiatan No Nama Kegiatan
1 Perkenalan 7 Diskusi dan Presentasi Kelompok
2 Kesepakatan Kelas 8 Diskusi Kelas
3 Penjelasan Agenda Kegiatan 9 Permainan Sambung Refleksi
4 Refleksi Diri 10 Penguatan Pemahaman
5 Permainan Tebak Frasa 11 Kerja Mandiri
6 Pemaparan Konsep 12 Penutup
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Sekilas Desain Workshop
● Apa hasil belajar yang hendak dicapai?
Mengenali bagaimana melakukan analisis karakteristik
satuan pendidikan untuk memfasilitasi penyusunan visi,
misi, dan tujuan satuan pendidikan
● Apa Bukti dan Asesmen untuk mengukur hasil belajar?
Hasil diskusi kelompok pada Sesi Ruang Kolaborasi dan
Rencana Aksi Nyata pada Sesi (Rencana) Aksi Nyata
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Mulai dari Diri
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Pertanyaan Pemantik
1. Ceritakan pengalaman Anda saat terlibat dalam kegiatan
penyusunan visi, misi dan tujuan satuan pendidikan. Apa kesan
dan pembelajaran yang didapat saat terlibat dalam kegiatan
tersebut?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Pertanyaan Pemantik
2. Ceritakan pengalaman Anda saat terlibat dalam kegiatan
penyusunan visi, misi dan tujuan satuan pendidikan. Apa
tantangan yang dihadapi dalam kegiatan tersebut dan
bagaimana menghadapinya?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Pertanyaan Pemantik
3. Ceritakan pengalaman Anda saat terlibat dalam kegiatan
penyusunan visi, misi dan tujuan satuan pendidikan. Apa peran
Anda dalam kegiatan tersebut?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Pertanyaan Pemantik
4. Mengapa penting bagi satuan pendidikan untuk menyusun
kurikulum operasional-nya sendiri?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Eksplorasi Konsep
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Permainan: Tebak Frasa
● Pilihlah satu peserta untuk mengucapkan satu frasa berupa kata
kunci yang berhubungan dengan penyusunan kurikulum
operasional, sambil mematikan tombol suara.
● Pilihlah satu peserta lain untuk menebak frasa yang diucapkan
peserta pertama.
● Contoh frasa yang dapat digunakan: “Profil Pelajar Pancasila”.
Penjelasannya: Profil Pelajar Pancasila merupakan acuan dalam
penyusunan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan.
● Contohkan bagaimana permainan dilakukan dengan menjadi
pengucap frasa dan menunjuk satu peserta sebagai penebak
frasa.
● Saat permainan berlangsung, beri kesempatan 3x untuk menebak
frasa. Jika tidak berhasil juga, minta pengucap frasa menyebutkan
frasa tersebut dan menjelaskan pemahamannya tentang frasa
tersebut. Pindah ke pasangan peserta lain untuk bermain,
sesuaikan dengan ketersediaan waktu.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Pertanyaan Pemantik
1. Mengapa penyusunan visi, misi dan tujuan satuan pendidikan
perlu melibatkan seluruh warga sekolah?
2. Bagaimana cara menyusun visi, misi dan tujuan satuan
pendidikan yang melibatkan seluruh warga sekolah?
3. Bagaimana cara menganalisis karakteristik satuan
pendidikan?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Apa itu Kurikulum Operasional?
● Seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di
satuan pendidikan.
● Pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Mengapa Kurikulum Operasional Berbeda
antar Satuan Pendidikan?
Agar bermakna, kurikulum operasional satuan pendidikan
dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta
didik dan satuan pendidikan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Prinsip Pengembangan Kurikulum
Operasional
● Berpusat pada Peserta Didik
● Kontekstual
● Esensial
● Akuntabel
● Melibatkan Berbagai Pemangku Kepentingan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Profil Pelajar Pancasila merupakan
Acuan dalam Penyusunan Visi, Misi, dan
Tujuan di Satuan Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Profil Pelajar Pancasila
● Pelajar Indonesia merupakan Pelajar sepanjang hayat yang
kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai
Pancasila.
● Tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap
dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia
sekaligus warga dunia.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Posisi Profil Pelajar Pancasila dalam
Kurikulum Operasional Sekolah
● Tujuan jangka panjang segala proses pembelajaran yang
berlangsung di sekolah.
● Kompetensi dan karakter yang perlu dikembangkan oleh
setiap warga sekolah.
● Benang merah yang menyatukan segala praktik yang
dijalankan di sekolah.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Komponen Kurikulum Operasional Sekolah
● Karakteristik Satuan Pendidikan
- Menggambarkan keunikan satuan pendidikan dalam hal peserta didik, sosial, budaya, guru,
dan tenaga kependidikan.
- Untuk Sekolah Menengah Kejuruan, tidak saja menggambarkan keunikan satuan pendidikan
tapi juga program keahliannya.
● Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan
- Visi: Menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang
satuan pendidikan dan nilai-nilai yang dituju; menggambarkan nilai-nilai yang mendasari
penyelenggaraan pembelajaran agar peserta didik dalpat mencapai Profil Pelajar Pancasila.
- Misi: Menjawab bagaimana satuan pendidikan mencapai visi; memegang nilai-nilai penting
dalam menjalankan misi.
- Tujuan: Pada akhirnya berdampak pada peserta didik; menggambarkan tahapan-tahapan
penting dan selaras dengan misi; berisi strategi satuan pendidikan untuk mencapai tujuan
pendidikannya; menargetkan kompetensi/karakteristik sekolah yang menjadi kekhasan
lulusan satuan pendidikan selaras dengan Profil Pelajar Pancasila.
(Untuk Sekolah Menengah Kejuruan, visi dan misi disusun untuk lingkup satuan pendidikan,
sementara tujuan disusun untuk lingkup program keahlian berdasarkan analisis kebutuhan dunia
kerja)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kerangka Dasar Kurikulum Merdeka
●.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum
Merdeka dan Kurikulum Operasional Satuan
Pendidikan
● Tetap - ditetapkan oleh Pemerintah Pusat
● Fleksibel dan dinamis - menjadi otonomi di satuan pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Proses Penyusunan Kurikulum Operasional di
Satuan Pendidikan secara Umum
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Proses Penyusunan Kurikulum Operasional di Satuan
Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Proses Berpikir untuk Menganalisis Karakteristik
Satuan Pendidikan dan Merumuskan Visi, Misi, dan
Tujuan Satuan Pendidikan secara Umum
● Dikembangkan lewat proses reversibel (bolak balik) antara
analisis karakteristik lingkungan belajar satuan pendidikan,
visi-misi satuan pendidikan, serta tujuan dan strateginya.
● Direncanakan dengan mengumpulkan berbagai data untuk
informasi yang komprehensif.
● Digunakan berbagai cara yang sesuai dengan kebutuhan
berproses, selama hasilnya selaras antarkomponen.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Proses Berpikir untuk Menganalisis Karakteristik
Satuan Pendidikan dan Merumuskan Visi, Misi, dan
Tujuan Satuan Pendidikan (untuk Sekolah Menengah
Kejuruan)
● Visi dan misi disusun untuk lingkup sekolah.
● Tujuan disusun untuk lingkup program keahlian berdasarkan
analisis kebutuhan dunia kerja.
● Dikembangkan lewat proses reversibel (bolak balik) antara analisis
karakteristik lingkungan belajar satuan pendidikan, visi-misi satuan
pendidikan, serta tujuan dan strategi program keahlian.
● Direncanakan dengan mengumpulkan berbagai data untuk
informasi yang komprehensif.
● Digunakan berbagai cara yang sesuai dengan kebutuhan
berproses dari tiap sekolah dan program keahlian, selama hasilnya
selaras antarkomponen.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan
Karakteristik Satuan Pendidikan
● Menggambarkan keunikan SMK dan program keahlian dalam hal peserta didik, sosial,
budaya, guru, dan tenaga kependidikan.
● SMK yang berada di bawah yayasan tertentu dapat merumuskan idealisme yayasan
tersebut selama tidak bertentangan dengan Tujuan Pendidikan Nasional dan Profil
Pelajar Pancasila.
● Menggambarkan program keahlian yang dibuka dan rasional program keahlian tersebut
dibuka. Catatan: SMK boleh membuka lebih dari 1 program keahlian sesuai kebutuhan
dunia kerja.
Karakteristik Program Keahlian
● Menggambarkan konsentrasi dari setiap program keahlian yang dibuka, contoh:
Program Keahlian Teknik Otomotif, akan memilih untuk berkonsentrasi pada perawatan
dan perawatan sepeda motor yang sebelumnya disebut sebagai kompetensi keahilian.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Prinsip Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan
● Melibatkan perwakilan warga satuan pendidikan.
● Menggunakan data yang diperoleh dari situasi nyata/kondisi
satuan pendidikan.
● Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan,
pengorganisasian, analisis, dan dokumentasi data.
● Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk
mengembangkan strategi atau solusi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Pilihan Cara Pengumpulan Informasi guna
Analisis Karakteristik dan Lingkungan Belajar
● Kuesioner
● Wawancara
● Diskusi kelompok terpumpun (FGD)
● Observasi
● Rapor pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Contoh Proses Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan:
Analisis Lingkungan Belajar
Sumber Daya Alam, Sosial, dan Budaya
● Bagaimana mendokumentasikan semua informasi sistem, sumber daya dan fasilitas, serta
mitra yang ada?
● Apakah ada sumber daya dari lingkungan sekitar yang dapat dimanfaatkan oleh satuan
pendidikan dalam proses belajar?
Sumber Pendanaan
● Bagaimana proses pendanaan satuan pendidikan?
● Bagaimana penggunaan dana ini?
Sistem dan Kebijakan Daerah
● Apa saja visi, misi, dan tujuan daerah?
● Apa saja kebijakan satuan pendidikan terkait indikator?
Kemitraan
● Siapa sajakah pihak-pihak yang dapat dilibatkan untuk mendukung program satuan
pendidikan? (organisasi, komunitas, tokoh, dll.)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Contoh Proses Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan: Visi,
Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan
● Seperti apakah gambaran ideal tentang masa depan yang ingin diwujudkan oleh satuan pendidikan?
● Bagaimana satuan pendidikan dapat mencapai gambaran ideal tersebut?
Reviu Visi dan Misi
● Bagian yang mana yang perlu ditajamkan dalam visi dan misi?
● Apakah perlu membuat visi dan misi baru yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan dan karakteristik
peserta didik
● Apa saja prioritasnya?
Reviu Tujuan
● Apa yang menjadi prioritas bagi satuan pendidikan (atau program keahlian Sekolah Menengah Kejuruan)
dalam mendukung kompetensi peserta didik?
● Apa yang mendasari tujuan ini?
● Kompetensi apa saja yang perlu dimiliki peserta didik?
● Mengapa kompetensi ini dianggap penting?
● Apa saja keterampilan yang perlu dikuasai peserta didik?
● Apa karakteristik individu yang ingin dibangun?
● (Sekolah Menengah Kejuruan) Jabatan pekerjaan/okupasi apa saja yang berpotensi untuk diisi oleh
lulusan program keahlian ini?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan
harus Berpusat pada Peserta Didik
● Visi: Gambaran masa depan, realistis
● Misi: Tindakan
● Tujuan: Hasil yang diinginkan pada peserta didik
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Tips Merumuskan Tujuan yang Berpusat
pada Peserta Didik
● Fokus untuk memahami dan membantu peserta didik
mengenal diri dan cara belajar mereka.
● Memungkinkan peserta didik melihat kemajuan mereka,
merefleksikan cara dan kekuatan belajar mereka, dan
menetapkan tujuan individu.
● Berefleksi dan meninjau kembali berdasarkan Profil Pelajar
Pancasila. Peserta didik akan berubah dan bertumbuh
sepanjang tahun; memberikan ruang bagi peserta didik untuk
merekam refleksi diri secara teratur.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Prinsip dalam Merumuskan Tujuan yang
Berpusat pada Peserta Didik
● Menambahkan kompetensi peserta didik sesuai karakteristik satuan pendidikan selama
tidak bertentangan dengan Profil Pelajar Pancasila.
● Mengevaluasi secara kritis lingkungan belajar di satuan pendidikan dan membuat
perubahan yang diperlukan bagi peserta didik dan guru guna mengembangkan nilai-
nilai Profil Pelajar Pancasila.
● Kembali berfokus pada tujuan satuan pendidikan atau program keahlian untuk SMK,
secara kreatif mengelola sumber daya manusia (guru/orangtua, peserta didik) dan
sumber daya lain di satuan pendidikan (lingkungan/komunitasi di sekitar satuan
pendidikan).
● Menjadikan Profil Pelajar Pancasila sebagai prinsip utama tiap program pembelajaran
untuk membantu peserta didik berkembang sesuai keragaman potensi.
● Menggunakan Profil Pelajar Pancasila sebagai alat refleksi dan analisis seluruh
program pembelajaran di satuan pendidikan.
● Melakukan refleksi berkala untuk mengetahui keberhasilan dalam pembelajaranguna
memenuhi Profil Pelajar Pancasila yang dideskripsikan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Panduan Pengembangan Kurikulum
Operasional di Satuan Pendidikan
https://drive.google.com/file/d/1i9-Kka-Mzari9L1WHhoWk7TR13FGE9er/view?usp=sharing
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Contoh Kurikulum Operasional per Jenjang
Pendidikan
● Jenjang PAUD:
https://drive.google.com/file/d/146VIQJMzn77sHnMp16RghnMpEYY5dI_B/view?usp=sharing
● Jenjang TK: https://drive.google.com/file/d/1mZvG5sQTR8PosOghwXPtUcrbCVsrIjn1/view?usp=sharing
● Jenjang SD: https://drive.google.com/drive/folders/1nKlkqq3cbmAxO_QV4Lv23qs2alXcizqA?usp=sharing
● Jenjang SDLB:
https://drive.google.com/file/d/17pGQ55oB_e2pU82cJ2zzNBA2vygRdFay/view?usp=sharing
● Jenjang SMP: https://drive.google.com/drive/folders/1RbDGH3h_OG05AAW-
rvg4xf2kT3HwPQ3K?usp=sharing
● Jenjang SMPLB: https://drive.google.com/file/d/1wfoR22a9zCYf-MDE9z7mbJ_I35uIWa-
f/view?usp=sharing
● Jenjang SMA:
https://drive.google.com/drive/folders/1UAuD4gEYByWjaar10LicroxNLq_CZa3V?usp=sharing
● Jenjang SMALB:
https://drive.google.com/file/d/19GwFmU_8TcTycnDcE9UfIzlUmX0ctWrb/view?usp=sharing
● Jenjang SMK:
https://drive.google.com/drive/folders/1goN0ga2zsRAKOZHMJAqrliBokWMZkh4q?usp=sharing
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Contoh Kurikulum Operasional PAUD Gemilang
Karakteristik PAUD Gemilang
PAUD Gemilang terletak di K“KaobtuapSateernibTuaInndguesratrni”gymanegmbileikridkeekuantagngudleanngkaonmibpuakraottiaf dan kompetitif bagi para pelaku industri. Kabupaten
Tangerang dikenal sebagai Republik Indonesia dan memiliki kemudahan akses
terhadap berbagai sarana dan prasarana transportasi darat, laut, maupun udara. Kemudahan ini dapat digunakan untuk menstimulasi
pertumbuhan ekonomi kreatif pada masyarakat dengan menyediakan berbagai peluang usaha dan lapangan kerja.
Sebagai lembaga pendidikan yang berada di kawasan industri, sekolah kami memiliki kekhasan berupa peserta didik yang berasal dari
berbagai etnis dan budaya, dan agama di mana masyarakatnya saling menghormati dan bertoleransi terhadap keberagaman tersebut. Di
sisi lain, keberadaan industri menimbulkan permasalahan lingkungan, seperti polusi udara, eksploitasi terhadap air tanah serta alih fungsi
lahan menjadi kavling industri dan pergudangan.
Para pendiri PAUD Gemilang bercita-cita untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak usia dini yang berada di
lingkungan Desa Peusar. Segala tantangan permasalahan yang ada di kawasan ini akan memperkaya kurikulum PAUD Gemiilang. Impian
kami adalah mewujudkan profil lulusan yang berbudi pekerti yang luhur, berkarakter sesuai budaya Indonesia, berwawasan global dan
peduli lingkungan.
Pengembangan kurikulum di sekolah kami mengacu pada tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan kekhasan daerah,
karakteristik dan kondisi satuan pendidikan, serta kebutuhan peserta didik. Untuk mewujudkan hal ini, maka dibentuklah Tim Pengembang
Kurikulum Operasional yang terdiri dari pengurus yayasan, guru, kepala sekolah dan komite sekolah.
Tim pengembang kurikulum satuan pendidikan PAUD Gemilang berfokus pada:
1. Keberagaman agama, etnis dan budaya yang dituangkan dalam muatan pembelajaran keagamaan, pembentukan karakter,
pengembangan diri dalam seni, budaya serta kecakapan hidup.
2. Potensi lingkungan sebagai keunggulan lokal dan global.
Kurikulum Operasional PAUD Gemilang menggunakan prinsip pembelajaran yang berpusat pada anak. Prinsip ini selaras dengan prinsip
Merdeka Bermain Merdeka Belajar di mana guru berperan sebagai fasilitator anak dalam belajar. Guru memfasilitasi anak agar dapat
berpikir logis, kritis dan kreatif. Selain itu, guru juga perlu menstimulasi anak supaya dapat bersosialisasi dengan temannya, baik di
lingkungan sekolah maupun di rumah. Anak juga dibiasakan untuk menyukai tantangan agar dapat mengembangkan keterampilan
menyelesaikan masalah dengan cara yang kreatif, sehingga mereka dapat menjadi aset masa depan bangsa.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Karakteristik PAUD Gemilang
Untuk mewujudkan PAUD yang berkualitas tentunya tidak cukup hanya didukung oleh potensi lingkungan dan
sumber daya manusia setempat. Dukungan dana untuk menunjang operasional pendidikan dan pemenuhan
sarana dan prasarana yang memadai juga sangat diperlukan. Oleh karena itu, PAUD Gemilang membutuhkan
dana yang bersumber dari swadaya orangtua siswa dan bantuan dari pemerintah berupa dana BOP.
Sedangkan pihak pelaku industri di lingkungan sekitar menjadi donatur tidak tetap untuk berbagai kegiatan
sekolah.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah penyediaan lingkungan belajar yang kondusif, penggunaan media
pembelajaran yang variatif serta pemanfaatan berbagai sumber belajar dari lingkungan sekitar. Pembelajaran
berkualitas dari PAUD Gemilang tidak akan bisa terlaksana tanpa dukungan orangtua, masyarakat sekitar,
pemerintah setempat, dinas pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.
Saat ini PAUD Gemilang berdiri di atas lahan seluas 600 m2, dengan bangunan 1 lantai yang terdiri dari ruang
kantor, ruang guru dan kepala sekolah, 4 ruang kelas, 2 kamar mandi, 1 ruang UKS/ruang tidur, 1 dapur dan 1
gudang. Sebagai lahan bermain anak, kami juga menyediakan halaman terbuka seluas 200 m2. Lembaga
kami memiliki 4 orang guru, 1 orang kepala sekolah dan 1 orang tenaga administrasi yang berkualifikasi S1
PAUD dan telah mengikuti berbagai pelatihan tentang PAUD. Pada tahun 2020/2021, kami memiliki 45 orang
peserta didik, dengan perincian Kelompok Bermain A: 8 anak, Kelompok Bermain B: 10 anak, TK A: 12 anak,
dan TK B: 15 anak.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Visi
Membentuk anak yang ceria, toleran, peduli lingkungan, cinta tanah air, dan berwawasan global.
Misi
Misi PAUD Gemilang dalam mewujudkan Visi dilakukan melalui kegiatan bermain-belajar dan pembiasaan baik di
rumah maupun di sekolah dalam hal:
1. Memunculkan keceriaan
2. Menanamkan sikap toleran
3. Menumbuhkan kepedulian kepada lingkungan sekitar
4. Menanamkan rasa cinta tanah air
5. Mengembangkan wawasan anak tentang dunia
Tujuan
1. Terwujudnya peserta didik yang sehat dan bahagia
2. Terwujudnya peserta didik yang memiliki sikap menghargai perbedaan dan nyaman berinteraksi dalam
keberagaman
3. Terbentuknya peserta didik yang peduli lingkungan dan berempati pada sesama
4. Terwujudnya peserta didik yang bangga menjadi anak Indonesia
5. Terbentuknya peserta didik yang memiliki wawasan luas
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Contoh Kurikulum Operasional TK Bintang
Karakteristik Lingkungan Belajar
TK Bintang terletak di pinggiran Kota Bandung berbatasan dengan Kabupaten Bandung. Lokasi TK Bintang berada
di dataran tinggi dan dikelilingi dengan pegunungan. Kebun dan sungai dapat ditemui di sekitar TK Bintang. Lokasi
desa yang berada di jalur menuju lokasi wisata menyebabkan di akhir pekan banyak warga dari Kota Bandung yang
melewati desa ini.
Masyarakat yang hidup di pedesaan memiliki budaya Sunda yang masih terpelihara, yaitu silih asih (kemanusiaan),
silih asah (mencerdaskan), silih asuh (mendampingi), dan silih wawangi (menyampaikan hal-hal positif). Mayoritas
masyarakat desa beragama Islam, dan ada beberapa keluarga pendatang yang beragama Kristen, Katholik, dan
Hindu. Kerjasama dan gotong-royong juga menjadi budaya yang masih sering dijumpai di tengah-tengah
masyarakat, salah satunya saat hari raya Islam seperti Idul Adha dan Idul Fitri. Sebagian besar masyarakat bekerja
sebagai petani dan rata-rata berlatar belakang pendidikan hingga sekolah menengah.
Sumber pendanaan operasional sekolah berasal dari swadaya masyarakat serta bantuan pemerintah (BOP). Selain
itu, donasi juga didapatkan dari masyarakat sekitar berupa bahan makanan yang dapat digunakan dalam pemberian
makanan tambahan maupun kegiatan bermain. Kebijakan Pemerintah Kota Bandung adalah untuk melestarikan
budaya Sunda di masyarakat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandung menindaklanjuti dengan meminta
Satuan Pendidikan untuk memasukkan Bahasa Sunda sebagai muatan lokal.
TK Bintang bermitra dengan beberapa pihak dalam penyediaan layanan yang holistik integratif untuk peserta didik,
antara lain:
• Layanan pendidikan bermitra dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandung dan Korwil Kecamatan.
• Layanan kesehatan dan gizi bermitra dengan Puskesmas dan Psikolog.
• Layanan perlindungan bermitra dengan kepolisian di kecamatan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Karakteristik Satuan Pendidikan
Peserta d(4id–i5k TK Bintang berusia 4–6 tahun berjumlah 30 anak yang terbagi menjadi 2 rombongan belajar, yaitu
Kelas A tahun) dan Kelas B (5-6 tahun). Sebagian anak pernah bersekolah di Kelompok Bermain dan Satuan
PAUD Sejenis (SPS), sebagian lagi belajar mengaji di TPA serta sebagian yang lain belum pernah bersekolah.
Seluruh peserta didik TK Bintang beragama Islam.
Hampir 80% peserta didik berasal dari keluarga petani dan dari keluarga yang mata pencahariannya bergantung dari
hasil pertanian. Sebagiannya lagi berasal dari keluarga pekerja kantor maupun pabrik. Anak-anak terbiasa bermain
di alam, baik di sekitar rumah maupun sekolah.
TK Bintang dipimpin oleh seorang kepala sekolah dengan empat orang guru. Dua orang guru lulusan Sarjana
Pendidikan Guru PAUD dari perguruan tinggi yang ada di Kota Bandung dan dua orang guru pendamping lulusan
SMA. Selain bertugas mengajar, guru juga membantu sebagai tenaga administrasi dan operator sekolah. Sekolah
juga memiliki seorang pembantu sekolah yang membantu membersihkan lingkungan sekolah.
TK Bintang menempati lahan seluas 500 m2 dan bangunan semi permanen yang berdiri di atas tanah seluas 150
m2. Bangunan sekolah yang menggunakan bahan-bahan alam seperti bilik-bilik bambu, kayu dan bahan alam
lainnya merupakan ciri khas bangunan masyarakat Sunda yang menyatu dengan alam. Halaman seluas 350 m2
dilengkapi ayunan, seluncuran, panjatan, papan titian, dan jungkitan. Halaman sekolah juga memiliki lahan yang
digunakan anak-anak praktik bercocok tanam. Bangunan sekolah memiliki 5 ruangan yang terdiri dari 1 ruang kepala
sekolah, 2 ruang kelas, 1 ruang kelas yang disekat menjadi 3 area; area dapur, area perpustakaan, area gudang,
area unit kesehatan sekolah (UKS) dan 1 ruang serbaguna yang dapat digunakan untuk kegiatan bersama. Selain
ruangan, di TK Bintang terdapat 2 kamar mandi dan 3 tempat cuci tangan. Ruang kelas dilengkapi 3 meja dan 15
kursi ukuran anak, rak buku bacaan, rak mainan anak, meja guru dan kursinya, dan loker untuk menyimpan tas,
sepatu dan perlengkapan anak. Bahan dan alat permainan yang digunakan di TK Bintang dikumpulkan dari
lingkungan tempat tinggal anak dengan bantuan orangtua peserta didik yang selalu mendukung program sekolah
berupa bahan alam, bahan sintetis maupun bahan daur ulang.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Visi
l“iMteeramsbi etenktunkologgeinpeerratasinbiaenr.im” an, bertaqwa, bangga atas jati diri dan budaya masyarakat Sunda, serta mencintai pertanian dan menguasai
Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut maka misi TK Bintang adalah:
1. Menyiapkan lingkungan belajar yang menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT.
2. Menciptakan budaya sekolah yang membentuk karakter silih asih (kemanusiaan), silih asah (mencerdaskan), silih asuh
(mendampingi), dan silih wawangi (menyampaikan hal-hal positif).
3. Menyiapkan lingkungan belajar yang menumbuhkan kecintaan anak pada sektor pertanian.
4. Menyiapkan lingkungan belajar yang menumbuhkan kemampuan anak untuk menguasai teknologi pertanian.
Tujuan
Tujuan TK Bintang adalah:
1. Terbentuknya peserta didik yang mampu melaksanakan kegiatan ibadah sesuai ajaran Islam serta menghargai perbedaan
kepercayaan yang ditemuinya.
2. Terbentuknya peserta didik yang memiliki sikap saling menyayangi sesama makhluk dengan menjaga dan merawat apa yang ada di
lingkungan sekitarnya.
3. Terwujudnya peserta didik yang memiliki sikap menghargai budaya Sunda yang merupakan bagian dari kesehariannya.
4. Terwujudnya peserta didik yang mengenal lingkungan pertanian, cara bertani, dan teknologi yang digunakan dalam pertanian.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Contoh Kurikulum Operasional SD Model 4
Karakteristik Satuan Pendidkan
Penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan SD Model 4 disesuaikan dengan kekhasan, kondisi, dan potensi daerah dengan menyelaraskan kondisi satuan pendidikan
dan karakteristik peserta didik dalam satuan pendidikan. Dalam pengembangannya, kurikulum operasional sekolah akan mengacu pada capaian pembelajaran yang telah disusun oleh
pusat dan diterjemahkan dalam alur tujuan pembelajaran yang dikonkretkan dalam proses pembelajaran.
Penyusunan dan pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan SD Model 4 berfokus kepada pemenuhan kebutuhan peserta didik dengan mengembangkan kompetensi
dalam perubahan kehidupan Abad ke-21 yang memuat ciri khas dan potensi lokal sekolah. SD Model 4 berdomisili pada daerah yang strategis di pusat Pemerintahan Kabupaten/Kota
…, pengembangan ekonomi dan wilayah pariwisata dengan keterjangkauan lokasi yang mudah ditempuh dengan sarana transportasi yang ada. Lingkungan sekolah pun berada dekat
dengan sarana kesehatan, olahraga, dan keagamaan sehingga menjadi salah satu kekuatan pendukung dalam proses pembelajaran.
Latar belakang peserta didik berada pada tingkat ekonomi menengah ke atas dengan sarana prasara yang cukup memadai dalam mendukung proses pembelajaran baik intrakurikuler
maupun ekstrakurikuler. Latar belakang keagamaan yang mayoritas bahkan hingga 100% adalah peserta didik beragama Islam. Secara sosial budaya, peserta didik memiliki latar
belakang orangtua yang berbeda budaya yang disebabkan dari sebagian orangtua merupakan karyawan yang ditempatkan tugas dan berasal dari luar daerah. Selain itu, minat bakat
peserta didik juga sangat beragam. Perbedaan latar belakang tersebut memperkuat alasan Profil Pelajar Pancasila mampu diimplementasikan secara utuh di SD Model 4 dengan moto
“Keunikan dalam Harmonisasi (Uniquely in Harmoniy)”. Maka dalam penyusunan Kurikulum Operasional, karakteristik peserta didik dengan segala latar belakangnya menjadi salah
satu pertimbangan utama agar menjadi pendidikan yang berkeadilan dan berkebhinekaan.
Tujuan akhir capaian pembelajaran yang terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila secara umum adalah untuk membentuk karakter peserta didik untuk menumbuhkan iman dan
taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bernalar kritis, bergotong-royong, dan kreatif dengan mengakomodir keragaman tersebut.
Landasan Pengembangan Kurikulum
Landasan yuridis dalam penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan SD Model 4 mengacu pada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional sebagai arah tujuan
pendidikan sekolah. Dan juga mengacu pada … (Landasan hukum penyusunan Kurikulum Operasional).
Landasan filosofis sebagai dasar penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan SD Model 4 adalah dengan mempertimbangkan budaya bangsa sebagai akar penopang
pendidikan yang akan tumbuh membentuk pendidikan berkelanjutan. Generasi penerus tetaplah menjadi generasi penjaga kelestarian budaya, namun peka terhadap perkembangan
zaman. Pengalaman belajar menjadi poin utama dalam menguasai kompetensi.
Peserta didik merupakan pewaris budaya bangsa yang kreatif, mandiri dan inovatif. Proses pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan potensi dirinya sehingga dapat memiliki kecakapan hidup yang sesuai minat bakat yang mengembangkan kecerdasan spiritual, intelektual, dan kinestetik.
Berdasasrkan landasan tersebut, SD Model 4 dengan kekuatan, kemampuan dan keinginan untuk selalu ingin berkembang, berharap akan menjawab tantangan pendidikan dalam
memfasilitasi suatu suasana belajar penuh aktivitas, berkarya dan menyenangkan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan
membentuk peserta didik sebagai agen Profil Pelajar Pancasila yang memiliki kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk
membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experiementalism and social reconstructivisme).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Visi
SD Model 4 mengusung visi: “Terwujudnya generasi pelajar muda sebagai pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter, inovatif dan berprestasi”.
Adapun indikator ketercapaian dari visi sesuai dengan variabelnya antara lain:
1. Pembelajar sepanjang hayat membentuk generasi yang memiliki motivasi untuk selalu belajar dan mengembangkan diri.
2. Berkarakter, mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam aktualisasi kehidupan.
3. Inovatif, kemampuan seluruh warga sekolah memaknai keadaan yang dinamis dan selalu berubah dengan berbagai tantangan dan hambatan
menjadi sebuah celah dalam mengembangkan diri untuk menemukan solusi yang tepat, bermanfaat dan sesuai dengan keadaan masa kini dan
mempersiapkan masa depan.
4. Berprestasi, sebagai hasil akhir dalam sebuah proses, merupakan tolak ukur sebuah proses. Prestasi tak hanya berkisar pada kemampuan
kognitif dalam ajang prestasi saja namun lebih pada keberhasilan menemukan kemampuan diri, mengembangkan talenta dan kecakapan hidup
yang bermanfaat.
Misi
Dalam upaya mengimplementasikan visi sekolah, SD Model 4 menjabarkan misi sekolah sebagai berikut:
1. Merancang pembelajaran yang menarik dan menyenangkan yang mampu memotivasi peserta didik untuk selalu belajar dan menemukan
pembelajaran.
2. Membangun lingkungan sekolah yang membentuk peserta didik memiliki akhlak mulia melalui rutinitas kegiatan keagamaan dan menerapkan
ajaran agama melalui cara berinteraksi di sekolah.
3. Membangun lingkungan sekolah yang bertoleransi dalam kebhinekaan global, mencintai budaya lokal dan menjunjung nilai gotong-royong.
4. Mengembangkan kemandirian, nalar kritis dan kreativitas yang memfasilitasi keragaman minat dan bakat peserta didik.
5. Mengembangkan program sekolah yang membentuk ide dan gagasan cepat tanggap terhadap perubahan yang terjadi untuk merancang inovasi.
6. Mengembangkan dan memfasilitasi peningkatan prestasi peserta didik sesuai minat dan bakatnya melalui proses pendampingan dan kerjasama
dengan orangtua.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Tujuan
Tujuan yang diharapkan oleh SD Model 4 dalam implementasi kurikulum sebagai bentuk dan cara mewujudkan misi sekolah yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:
1. Tujuan Jangka Pendek (1 tahun ke depan)
a. Mengoptimalkan sarana prasarana sekolah untuk menunjang rancangan pembelajaran yang memotivasi keinginan selalu belajar.
b. Menyelenggarakan sistem penilaian dengan sistem digitalisasi.
c. Membentuk peserta didik yang taat dan tepat waktu melaksanakan ibadah.
d. Meningkatkan simpati dan empati peserta didik dalam kepedulian sosial.
e. Merancang program sekolah untuk mengenalkan implementasi kebhinekaan global di masyarakat.
f. Merancang pembelajaran yang bangga akan potensi daerah.
g. Menerapkan pondasi gotong-royong dalam kegiatan kelas hingga sekolah.
h. Melaksanakan program dan pembelajaran HOTS untuk memperkuat bernalar kritis dan kreativitas.
i. Melaksanakan pembelajaran untuk mengasah kemampuan literasi dan numerasi.
j. Mempertahankan prestasi yang telah tercapai sebelumnya.
2. Tujuan Jangka Menengah (2-3 tahun ke depan)
a. Merancang pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perbedaan kemampuan kognitif peserta didik, mengarahkan pada keterampilan dan kecakapan hidup sesuai bakat dan
minatnya.
b. Sekolah mampu melaksanakan penilaian secara akuntabel dan valid dengan sistem digitalisasi.
c. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menghafal surat-surat pendek.
d. Membudayakan gerakan kebersihan sebagian daripada iman.
e. Meningkatkan kecintaan dan kebanggaan terhadap potensi daerah.
f. Melakukan kerjasama dengan stakeholder daerah atau Corporate Social Responsibility (CRS) perusahaan untuk merancang program pembelajaran berbasis budaya lokal
g. Memotivasi peserta didik untuk menggagas inovasi sederhana untuk memberikan solusi dalam kehidupannya.