Modul Berbasis Masalah
Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas IX SMP/MTs
TANAH DAN
KEHIDUPANNYA
MARDHIAH, S.Pd
PROGRAM PROFESI GURU DALAM JABATAN
BIDANG STUDI IPA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARA
2021
MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
ILMU PENGETAHUAN ALAM
TANAH DAN KEHIDUPANNYA
PENYUSUNAN MATERI AJAR
PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
Oleh :
MARDHIAH
201800369725
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
PROGRAM STUDI ILMU PENGETAHUAN ALAM
2021
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa karena dapat terselesaikannya modul Pembelajaran Berbasis
Masalah (Problem Based Learning) sebagai tugas penyusunan
materi ajar Program Profesi Guru (PPG). Modul ini bertujuan
untuk membantu siswa-siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)
dalam memahami penggunaan dan pengembangan konsep –
konsep IPA agar lebih terarah dan sesuai dengan tujuan
pembelajaran IPA di sekolah. Kami berharap bahwa modul ini juga
dapat menambah referensi bagi siswa SMP dalam pembelajaran
IPA.
Modul Tanah dan Kehidupannya ini memuat tentang uraian
materi-materi yang berkaitan dengan peranan tanah bagi
keberlanjutan kehidupan makhluk hidup, peranan organisme
tanah dalam menjaga kesuburan tanah, sifat-sifat fisika dan kimia
tanah, pencemaran tanah, ciri-ciri pencemaran tanah, dampak
pencemaran tanah dan upaya menjaga kelestariannya. Selain itu,
untuk memudahkan pemahaman juga terdapat forum diskusi dan
rangkuman. Kami juga menyisipkan video animasi, infografis dan
video pembelajaran serta kegiatan eksperimen yang berkaitan
dengan materi tersebut. Kami berusaha menyusun modul
Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) ini
sesuai dengan kebutuhan siswa SMP sehingga dapat terjadi
kegiatan belajar mengajar yang lebih komunikatif dan optimal.
Akhirnya, kami mengucapkan terimakasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan modul ini, semoga
dapat memberikan andil dalam kemajuan siswa untuk
mempelajari IPA di masa mendatang. Kami menyadari bahwa
masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini. Untuk
itu, kritik dan saran bagi kesempurnaan modul ini sangat kami
harapkan. Semoga modul ini dapat memberikan manfaat bagi
pembentukan keterampilan siswa SMP dan meningkatkan hasil
belajar siswa dalam penerapan IPA di kehidupan sehari – hari.
Bangkinang, 2021
Penulis
2
DAFTAR ISI
Halaman Judul ....................................................................... i
Daftar Isi................................................................................. ii
Daftar Gambar…………………………………………………………… iv
PENDAHULUAN
1. Deskripsi .......................................................................... 1
2. Relevansi ........................................................................... 2
3. Panduan Belajar ................................................................ 3
INTI
1. Capaian Pembelajaran ....................................................... 5
2. Sub Capaian Pembelajaran................................................ 5
3. Uraian Materi .................................................................... 7
A. Pengertian Tanah…………………… ................................ 11
B. Kesuburan Tanah ....................................................... 12
C. Peranan Organisme Tanah ........................................... 15
D. Pencemaran Tanah ..................................................... 17
1. Ciri dan Indikator Tanah Tercemar........................... 17
2. Sumber dan Penyebab Pencemaran Tanah ............... 18
3. Dampak Pencemaran Tanah .................................... 19
E. Upaya Menjaga Kelestarian Tanah................................ 21
4. Forum Diskusi……………………………………………… .......... 24
PENUTUP
1. Rangkuman....................................................................... 25
2. Tes Formatif………………… ................................................ 26
3. Kunci Jawaban Tes Formatif ............................................ 28
DAFTAR PUSTAKA
i
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Tanah tercemar................................................. 8
Gambar 3.2 Tanah Subur..................................................... 12
Gambar 3.3 Lapisan humus tanah ....................................... 13
Gambar 3.4 Kisaran pH zat .................................................. 13
Gambar 3.5 Tanah yang bercacing ....................................... 14
Gambar 3.6 Tanah yang tercemar ........................................ 17
Gambar 3.7 Reboisasi pada lahan miring ................................. 21
Gambar 3.8 Penggunaan pupuk hayati.................................... 22
Gambar 3.9 Pola tanam monokultur ....................................... 22
Gambar 3.10 Hasil daur ulang sampah plastik ............................... 23
ii
PENDAHULUAN
1. Deskripsi
Modul tanah dan kehidupan ini merupakan modul mata
pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IX semester dua sebagai
tugas penyusunan materi ajar Pendidikan Profesi Guru (PPG)
dalam jabatan tahun 2021 Universitas Negeri Yogyakarta. Modul
ini dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi
pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Proses
pencapaiannya dirancang melalui proses pembelajaran Problem
Based Learning (PBL) dengan didukung berbagai jenis media
terkait yang menunjang sebagai suatu kesatuan yang saling
mendukung pencapaian kompetensi tersebut. Materi tanah dan
kehidupannya masih perlu disajikan sebagai suatu kesatuan
dalam mata pelajaran IPA untuk memberikan wawasan yang utuh
bagi siswa tentang prinsip-prinsip dasar yang mengatur alam
semesta beserta segenap isinya.
Modul ini berisi semua materi tentang tanah dan
kehidupannya yang disusun mengacu pada pembelajaran IPA
secara terpadu dan utuh, sehingga setiap pengetahuan yang
diajarkan pembelajarannya harus dilanjutkan sampai membuat
siswa terampil dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasainya,
dan bersikap sebagai makhluk yang mensyukuri anugerah alam
semesta yang dikaruniakan kepadanya melalui pemanfaatan yang
bertanggung jawab.
Modul ini menjabarkan usaha minimal yang harus
dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
1
Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran.
Siswa didorong untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia
dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting
untuk membimbing dan memfasilitasi siswa untuk belajar IPA
termasuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa
dengan ketersediaan kegiatan pada modul ini. Guru dapat
memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan- kegiatan
lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan
sosial dan alam.
2. Relevansi
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) perlu dipandang melalui tiga
dimensi besar literasi sains (scientific literacy) yaitu konten sains,
proses sains, dan konteks aplikasi sains. Konten sains merujuk
pada konsep-konsep kunci dari sains yang diperlukan untuk
memahami fenomena alam dan perubahan yang dilakukan
terhadap alam melalui aktivitas manusia. Proses sains
mengembangkan kemampuan memahami hakikat sains, prosedur
sains, serta kekuatan dan kelemahan sains. Konteks aplikasi
sains lebih pada kehidupan sehari-hari daripada kelas atau
laboratorium.
Modul tanah dan kehidupannya ini disusun dengan
pemikiran di atas bidang ilmu Pengetahuan Alam. Topik tanah
dan kehidupannya yang dikembangkan pada modul ini terdiri
atas subtopik peranan tanah bagi keberlanjutan kehidupan
makhluk hidup, peranan organisme tanah dalam menjaga
kesuburan tanah, sifat-sifat fisika dan kimia tanah, pencemaran
tanah, ciri-ciri pencemaran tanah, dampak pencemaran tanah
dan upaya menjaga kelestariannya. Mata pelajaran IPA sangat
strategis untuk dikembangkan menghadapi tantangan
perkembangan teknologi dunia masa depan, maka penyusunan
2
modul ini juga berkaitan erat dengan pengenalan materi teknologi
kepada siswa menuju abad 21 di era revolusi industri 4.0. Materi
IPA pada Kurikulum 2013 ini telah disesuaikan dengan tuntutan
penguasaan materi IPA relevan bersumber dari sumber daya alam
dan lingkungan.
3. Panduan Belajar
Sebelum siswa menggunakan modul ini, siswa perlu
membaca bagian petunjuk ini. Jika siswa ingin memperoleh
manfaat yang maksimal dari modul ini tentu merupakan tindakan
yang baik jika siswa benar-benar memperhatikan dan memahami
bagian petunjuk penggunaan modul ini.
Secara rinci kajian dalam modul ini memuat:
1. Capaian Pembelajaran (Kompetensi Dasar)
2. Sub Capaian Pembelajaran (Indikator)
3. Uraian Materi yang mendeskripsikan pokok-pokok materi
minimal yang harus dikuasai siswa
4. Forum Diskusi agar siswa memahami seluruh konsep-konsep
yang dipelajari melalui diskusi di luar jam pelajaran serta
mampu membuat keterkaitan konsep dengan aplikasinya
dalam berbagai fenomena yang siswa amati dalam berbagai
proses yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.
5. Rangkuman yang disajikan agar siswa mampu memahami
garis besar materi yang dipelajari.
6. Tes formatif yang diberikan sebagai sarana latihan untuk
mengukur penguasaan konsep siswa setelah mempelajari
materi pada setiap kegiatan yang diberikan.
7. Daftar Pustaka disajikan untuk memberi informasi sumber
belajar yang dapat digunakan oleh siswa sebagai bahan
pendalaman materi
3
Selamat belajar, semoga kalian memahami keseluruhan
materi yang disajikan pada modul ini untuk bekal dalam
mengaplikasikan konsep-konsep sains dalam menjelaskan
maupun menyelesaikan berbagai persoalan yang ditemui dalam
kehidupan sehari-hari.
4
I NT I
1. Capaian Pembelajaran
Kompetensi Dasar
3.9 Menghubungkan sifat fisika dan kimia tanah, organisme
yang hidup dalam tanah, dengan pentingnya tanah untuk
keberlanjutan kehidupan
4.9 Menyajikan hasil penyelidikan tentang sifat-sifat tanah dan
pentingnya tanah bagi kehidupan
2. Sub Capaian Pembelajaran
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.9.1 Menjelaskan peranan organisme dalam tanah menjaga
kesuburan tanah.
3.9.2 Menjelaskan ciri-ciri tanah yang subur
3.9.3 Menelaah hubungan peranan organisme dalam tanah
dengan kesuburan tanah.
3.9.4 Mendiagnosa sifat-sifat tanah yang berkaitan dengan
peranan organisme dalam tanah
3.9.5 Menganalisis upaya untuk menjaga kesuburan tanah
4.9.1 Membuat laporan hasil penyelidikan tentang sifat-sifat dan
pentingnya tanah bagi kehidupan
4.9.2 Menyajikan laporan hasil penyelidikan tentang sifat-sifat
dan pentingnya tanah bagi kehidupan
5
Tujuan Pembelajaran
1. Melalui studi literatur, peserta didik dapat menjelaskan
peranan organisme dalam tanah menjaga kesuburan tanah.
2. Melalui studi literature dan percobaan, peserta didik dapat
menjelaskan ciri-ciri tanah yang subur.
3. Melalui studi literatur, peserta didik dapat menelaah
hubungan peranan organisme dalam tanah dengan
kesuburan tanah.
4. Melalui studi literatur, peserta didik dapat mendiagnosa
sifat-sifat tanah yang berkaitan dengan peranan organisme
dalam tanah.
5. Melalui studi literatur, peserta didik dapat menganalisis
upaya untuk menjaga kesuburan tanah.
6. Melalui praktikum, peserta didik dapat membuat laporan
hasil penyelidikan tentang sifat-sifat dan pentingnya tanah
bagi kehidupan.
7. Melalui praktikum, peserta didik dapat menyajikan laporan
hasil penyelidikan tentang sifat-sifat dan pentingnya tanah
bagi kehidupan.
6
3. Uraian Materi
1. ORIENTASI MASALAH
Coba kalian perhatikan tanah yang ada di sekitar
kalian. Bagaimana keadaan tanahnya? Apakah
masih subur atau sudah mengalami pencemaran?
Sekarang silahkan kalian baca dan amati berita pada
link berikut: https://www.unpak.ac.id/berita/kampanye-anti-plastik-dan-
pencemaran-lingkungan-hidup
Tahukah kamu bahwa tanah yang kita injak setiap hari
merupakan tempat tinggal jutaan makhluk hidup? Tanah
sangat berperan dalam kelangsungan kehidupan di bumi.
Makhluk hidup yang tak tampak oleh penglihatan kita
bukanlah makhluk hidup yang tidak berguna, justru
organisme itulah yang membantu menyediakan nutrisi untuk
tumbuh-tumbuhan sehingga tanah menjadi subur. Kita wajib
bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah
memberikan anugrah tempat tinggal di bumi yang begitu
subur.
7
Gambar 3.1 Tanah tercemar
Sumber : https://rimbakita.com/polusi-tanah/
Coba kalian amati gambar tanah di atas. Pada gambar itu
dapat kita lihat kondisi tanah yang sudah tercemar.
Kenyataannya sekarang manusia banyak melakukan
pencemaran terhadap tanah dengan membuang sampah
plastik, logam dan zat atau benda lainnya di tanah sehingga
susah untuk diuraikan oleh mikroorganisme. Bagaimana
dampak pencemaran tanah terhadap kesuburan tanah?
2. MENGORGANISASIKAN PESERTA DIDIK
Setelah mengamati video dan gambar pencemaran tanah,
identifikasilah permasalahannya. Apakah pertanyaan yang
muncul pada diri kalian setelah mengamati video dan gambar
tanah yang tercemar terkait kesuburan tanah.
Tuliskanlah rumusan masalah tersebut di bawah ini!
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
8
3. MEMBIMBING PENYELIDIKAN
Untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang
timbul dari stimulus di atas (video dan gambar di atas), maka
kalian perlu melakukan penyelidikan IPA dengan arahan
seperti di bawah ini.
Langkah Pertama
Silahkan kalian siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
dalam penyelidikan yang berkaitan dengan mengidentifikasi
tingkat kesuburan tanah berdasarkan pH tanah.
Tabel 3.1 Alat dan bahan praktikum
No Nama alat/bahan Jumlah
1 Tanah 3 titik
2 Kertas lakmus
3 pH unversal
4 Kunyit
5 Gelas air mineral 3 buah
6 Sendok 3 buah
7 Air mineral 2 gelas
Langkah kedua
Setelah semua alat dan bahan siap, lakukanlah penyelidikan
IPA berdasarkan cara kerja berikut.
1. Ambillah tanah dari tempat tinggalmu. Kamu dapat
mengambil tanah dari 3 titik di dekat rumahmu,
jangan lupa diambil juga yang dekat pembuangan
sampah.
9
2. Ambil ¼ gelas masing-masing tanah dan campurkan
dengan air 200 mL.
3. Aduk campuran tanah dan air tersebut, kemudian
tunggu hingga tanah mengendap.
4. Setelah airnya mulai jernih, masukkan kertas lakmus
dan pH universal dan tunggu hingga 1 menit.
Usahakan agar kertas lakmus dan pH universalnya
tidak terkena tanah yang mengendap di bawahnya.
5. Untuk penggunaan kunyit, potonglah kunyit sekitar 2
cm kemudian belah menjadi dua bagian. Masukkan
satu bagian ke dalam campuran sampel tanah dan air,
kemudian diamkan selama 30 menit. Bagian belahan
kunyit yang lain digunakan sebagai pembanding.
6. Amati dan catat perubahan yang terjadi pada
indikatornya.
4. MENGASOSIASI (PENYAJIAN DATA)
Setelah melakukan penyelidikan, maka kalian menuliskan data
hasil pengamatannya pada table di bawah ini.
Tabel 3.2 Hasil pengamatan praktikum
No Sampel Hasil pengamatan
Lakmus merah Lakmus biru Kunyit
1 Tanah 1
2 Tanah 2
3 Tanah 3
10
PERLU KALIAN PAHAMI
Tanah dan Kehidupannya
A.Pengertian Tanah
Tanah berasal dari pelapukan batuan secara alami yang
dibantu oleh organisme yang membentuk tubuh unik menutupi
batuan. Proses terbentuknya tanah disebut dengan “pedogenesis”
yang membentuk lapisan-lapisan atau horizon tanah.
Para ahli mendefinisikan tanah sebagai berikut:
J.J. Berzelius (1803) mengartikan tanah adalah
laboratorium kimia tempat proses dekomposisi dan reaksi
kimia yang berlangsung secara tersembunyi
Justus von Liebig (1840) mengatakan bahwa teori
keseimbangan hara tanaman “theory balancheseheet of plan
naturation” menganggap tanah sebagai tabung reaksi
sehingga bisa diketahui jenis dan jumlah hara tanamannya
Friedrich Fallou (1855) – menurutnya, tanah adalah hasil
pelapukan waktu yang menggerogoti batuan keras yang
lambat laun akan mengadakan dekomposisi
Hans Jenny (1899-1992) seorang pakar tanah asal Swiss,
menyebutkan bahwa tanah terbentuk dari bahan induk
yang telah mengalami pelapukan akibat dinamika
faktor iklim, organisme (termasuk manusia), dan relief
permukaan bumi (topografi) seiring dengan berjalannya
waktu.
11
B. Kesuburan Tanah
Kesuburan tanah adalah kondisi atau keadaan dan
kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman
dengan berbagai komponen di dalamnya. Komponen tersebut
seperti biologi, kimiawi, dan fisika. Banyak yang menduga bahwa
kesuburan tanah sama dengan kesehatan tanah, namun hal
tersebut berbeda. Diambil dari situs resmi Kementerian Pertanian
Republik Indonesia, kesehatan tanah lebih diartikan sebagai suatu
kondisi atau keadaan tanah yang mendukung serta menjamin
tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Gambar 3.2 Tanah Subur
Sumber : pixabay
Terdapat beberapa ciri tanah subur, yaitu
1. Memiliki lapisan humus tebal
Suatu tanah yang subur dapat dilihat dari ketebalan bunga
tanah atau humus. Semakin tebal maka tanah tersebut kaya
dengan bahan organik dan unsur hara. Sehingga tanaman bisa
menyerap zat hara tersebut sebagai bahan baku untuk
melakukan proses fotosintesis. Ketersediaan humus juga
sebagai tanda bahwa sistem drainase lahan sekitar cukup baik.
Humus yang tebal akan meningkatkan daya isap tanah
12
terhadap air. Hal ini disebabkan struktur lapisan humus
berongga sehingga air dapat masuk lebih banyak.
Gambar 3.3 Lapisan humus tanah
Sumber “ http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/71853/Ciri-Ciri-Tanah-
Subur-untuk-Pertanian/
2. Memiliki pH yang netral
Tanah yang baik memiliki tingkat keasaman yang seimbang.
Untuk diketahui, pH normal tanah berada di kisaran 6-8 atau
kondisi terbaik memiliki pH 6,5 sampai 7,5. Tanah dengan
tingkat pH yang netral memungkinkan untuk tersedianya
berbagai unsur kimiawi tanah yang seimbang. Untuk tanah
yang terlalu asam diperlukan proses pengapuran yang
tujuannya untuk mengembalikan pH tanah ke kondisi netral.
Begitu juga dengan tanah terlalu basa atau pH lebih dari 8
perlu diberikan sulfur atau belerang yang terkandung pada
pupuk amonium sulfat (ZA). Dengan pH netral, tumbuhan
akan lebih mudah menyerap ion unsur hara dan menjaga
perkembangan mikroorganisme tanah.
Gambar 3.4 Kisaran pH zat
Sumber : hargaphmeter.com
13
3. Memiliki tekstur lempung
Tanah subur akan berstruktur lempung yang berfungsi untuk
mengikat berbagai mineral. Sehingga tidak mudah hanyut
terbawa air. Kadar lempung harus normal dan biasanya
terletak pada lapisan tanah tengah. Selain itu juga memiliki
kandungan pasir yang mencukupi, manfaatnya supaya
memungkinkan terjadinya drainase dan air dapat terserap ke
dalam tanah dengan baik.
4. Kaya dengan organisme tanah
Makhluk hidup berukuran kecil yang ada di tanah sebagai
tanda bahwa di dalam tanah terdapat berbagai bahan organik
yang dibutuhkan mikroorganisme. Sehingga mikrofauna dan
mikroflora berperan sebagai indikator kesuburan tanah. Selain
empat ciri-ciri di atas, salah satu tanda dikatakan subur
dengan memperhatikan vegetasi yang tumbuh di sekitarnya.
Semakin banyak dan beragam jenis tanaman yang tumbuh,
maka semakin baik kualitas tanah.
Gambar 3.5 Tanah yang bercacing
Sumber : https://studyassistant-id.com/biologi/tugas30913230
Tingkat kesuburan tanah dapat kita perhatikan dari sifat
kimianya yaitu pH (tingkat keasaman). Hasil uji tingkat kesuburan
tanah berdasarkan pH tanah dengan beberapa indikator seperti
kertas lakmus, pH universal, dan kunyit adalah
14
Tabel 3.3 Perubahan warna indikator pH
Perubahan Warna Indikator
No pH Lakmus merah Lakmus biru Kunyit
1. Asam (pH >7) Merah Merah Kuning
memudar
2. Basa (pH <7) Biru Biru Biru tua
3. Netral (pH=7) Merah Biru Kuning cerah
C. Peranan Organisme Tanah
Tanah mengandung jasad hidup (organisme), baik
tumbuhan, hewan, maupun mikrooeganisme. Jasad hidup ini
tumbuh dan berkembang di dalam tanah. Aktivitas jasad ini
sangat mempengaruhi sifat-sifat tanah, baik sifat fisika
amupun kimianya. Selanjutnya jasad ini juga menyumbangkan
bahan organik ke dalam tanah.
Peranan organisme tanah sangat besar dalam menjaga
kesuburan tanah antara lain sebagai berkut:
1. Sebagai dekomposer
Organisme tanah melakukan dekomposisi atau penguraian
terhadap bahan-bahan organik yang berasal dari sisa
makhluk hidup. Selain menguraikan materi organik,
organisme tanah juga dapat membantu pelapukan batuan
menjadi bahan-bahan anorganik atau yang biasa kita sebut
mineral tanah. Materi organik dan mineral yang ada di tanah
inilah yang disebut dengan zat hara atau nutrisi bagi
tanaman. Keberadaan organisme tanah sebagai dekomposer
dimanfaatkan untuk menbuat pupuk kompos,yaitu
pembuatan pupuk dari bahan organik.
2. Membantu meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman
15
Ketika organisme tanah memakan bahan organik atau
makanan yang lain, sebagian hara yang tersedia disimpan di
dalam tubuh mereka dan hara yang tidak diperlukan
dikeluarkan didalam kotoran mereka (sebagai contoh fsfor
dan nitrogen). Hara di dalam kotoran organisme tanah inilah
yang dapat diserap oleh akar tanaman.
3. Mengatur kegemburan dan struktur tanah
Struktur tanah merupakan susunan partikel yang terikat
satu sama lain menjadi suatu gumpalan . Gumpalan tanah
yang baik akan menunjang kehidupan organisme tanah dan
pertumbuhan populasi organisme tanah . Organisme tanah
mampu membuat pori – pori tanah yang dapat
menggemburkan tanah dan memungkinkan udara masuk ke
dalam tanah.
4. Sebagai pereaksi kimia dalam tanah
Bakteri yang terdapat di tanah terlibat dalam reaksi
penguraian materi organik . Penguraian materi organik
berasal dari sisa makhluk hidup menjadi nitrat , senyawa
yang dibutuhkan oleh tumbuhan
5. Membantu mengendalikan serangan hama penyakit
Kondisi tanah yang normal dapat tercipta ketika aktivitas
pertanian dan perkebunan tidak berlebihan dan tidak
banyak menggunakan bahan kimia untuk pupuk dan
pestisida.
6. Membantu menguraikan polutan dalam tanah
Organisme tanah menguraikan bahan kimia yang masuk ke
tanah seperti herbisida dari hasil pertanian . Penguraian
herbisida dapat dilakukan lebih cepat jika aktivitas
organisme tanah makin tinggi.
16
D.Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah terdapatnya bahan-bahan kimia
(disebut polutan atau kontaminan) pada konsentrasi yang cukup
tinggi di dalam tanah dan berpotensi menimbulkan dampak
gangguan kesehatan bagi manusia, tumbuhan, hewan dan seluruh
bagian ekosistem.
Gambar 3.6 Tanah yang tercemar
Sumber : Pixabay
Selain masalah perubahan iklim,pemanasan global dan
kepunahan satwa, pencemaran tanah merupakan salah satu
masalah lingkungan hidup yang semakin parah pada beberapa
dekade ini. Pencemaran tanah erat kaitannya dengan polusi
air dan udara, sebab kedua polusi tersebut akan membawa zat-zat
polutan ke dalam tanah. Berbagai endapan limbah padat atau cair
di permukaan atau bawah tanah tidak hanya akan mencemari
tanah, namun juga mencemari air tanah.
1. Ciri dan Indikator Tanah Tercemar
Terdapat beberapa indikator yang digunakan untuk menyebut
tanah tercemar atau tidak, yaitu:
Indikator Fisik, antara lain warna tanah, kedalaman
lapisan atas tanah, kepadatan tanah, porositas, tekstur
tanah dan endapan pada tanah
17
Indikator Kimia, antara lain kadar pH, salinitas,
kandungan fosfor nitrogen, kandungan logam berat, zat
radioatif, kandungan senyawa kimia organik
Indikator Biologi, antara lain adanya cacing tanah
sebagai indikator subur atau tidaknya tanah. Tanah
yang subur dipastikan tidak mengandung kontaminasi
polutan diatas ambang batas
Tanah yang tercemar dan tidak tercemar memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
Tanah Tercemar
o Tanah tidak subur
o pH dibawah 6 (asam) atau pH diatas 8 (basa)
o Berbau busuk
o Kering
o Mengandung logam berat
o Mengandung sampah anorganik
Tanah Tidak Tercemar
o Tanahnya subur
o pH minimal 6 – maksimal 8
o Tidak berbau busuk
o Gembur
o Tidak mengandung logam berat
o Tidak mengandung sampah anorganik
2. Sumber & Penyebab Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh dua sumber utama, yakni
penyebab alami dan penyebab oleh manusia. Berikut adalah
penjabaran dari masing-masing penyebab polusi tanah.
18
1. Polutan Alami
Kondisi alam dapat menyebabkan polusi tanah akibat
tumpukan bahan kimia beracun. Pencemaran tanah ini
seperti yang terjadi di gurun Atacama, Chile. Adanya
akumulasi garam perklorat menjadikan tanah di kawasan
tersebut tercemar
2. Polusi Non Alami
Polusi pada tanah yang disebabkan oleh kontaminan yang
berasal dari manusia. Kandungan berbagai macam zat
berbahaya, baik organik dan anorganik akan mengubah
struktur tanah menjadi buruk. Misalnya, akibat
pembuangan limbah padat maupun cair dari industri
maupun masyarakat dan akumulasi penggunaan
pestisida pada area pertanian / perkebunan
3. Dampak Pencemaran Tanah
Adanya pencemaran tanah akan mengakibatkan dampak
tertentu bagi tanah dan ekosistemnya. Dampak ini tentu
dirasakan secara luas oleh makhluk hidup yang berada di
lingkungan tersebut, baik manusia, hewan dan tumbuhan,
antara lain:
a. Tanah Tidak Subur
Menurunnya kualitas tanah akan menjadikannya tidak
subur. Tanah yang tercemar tidak memiliki kandungan
humus yang cukup bagi pertumbuhan tanaman, baik
untuk keperluan pertanian, perkebunan dan tanaman
lainnya
19
b. Tanaman Layu dan Mati
Ketidakcukupan unsur hara berpengaruh terhadap
tingkat kesuburan tanaman. Pencemaran tanah akan
berakibat pada layunya tanaman hingga kematian
c. Wabah Penyakit
Bagi manusia dan hewan, polusi tanah dapat
menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Misalnya
kandungan timbal yang terlalu tinggi akan merusak
otak, zat benzena dapat menyebabkan leukimia, dan zat
merkuri yang dapat menyebabkan gangguan ginjal
d. Merusak Estetika
Tanah yang tercemar memiliki ciri fisik dan visual yang
tidak baik. Secara estetika, tanah menjadi tidak bagus
dipandang
e. Merusak Ekosistem
Tanah merupakan penyusun ekosistem darat. Jika tanah
tercemar, maka struktur rantai makanan yang ada pada
ekosistem darat akan terganggu dan tidak lagi seimbang
f. Gagal Panen
Penggunaan pupuk dan pestisida berlebihan akan
menyebabkan turunnya hasil panen. Alih-alih tanaman
menjadi subur, malah justru tidak akan menhasilkan
panen sesuai harapan
g. Erosi
Tanah yang tercemar akan mudah mengalami erosi, baik
erosi karena angin dan air. Erosi tersebut disebabkan
oleh ikatan struktur tanah yang tidak lagi kuat karena
pepohonan pada tanah yang tercemar tidak memiliki
sistem perakaran yang baik
20
h. Bau Tidak Sedap
Tanah yang tercemar oleh polutan kimia biasanya
menimbulkan bau tidak sedap, sehingga mengganggu
aktivitas lingkungan sekitarnya
i. Salinitas Meningkat
Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam
terlarut dalam tanah maupun air. Kadar garam tinggi
dalam tanah akan menyebabkan vegetasi tidak dapat
tumbuh optimal
E. Upaya Menjaga Kelestarian Tanah
1. Pengelolaan Tanah Menggunakan Tanaman Penutup Tanah
dan Pengelolaan Lahan Miring untuk Mengurangi Erosi
Upaya untuk menjaga agar nutrisi dan mineral penting
dalam tanah tidak terbawa oleh aliran air akibat erosi dapat
dilakukan dengan menggunakan tanaman penutup atau
melakukan reboisasi
Gambar 3.7 Reboisasi pada lahan miring
Sumber : https://radarbromo.jawapos.com
2. Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia
Upaya untuk mengurangi dampak penggunaan pupuk kimia
adalah dengan menggunakan pupuk organik.
21
Gambar 3.8 Penggunaan pupuk hayati
Sumber : Pinterest
3. Pengolahan Tanah yang Tepat untuk Pertanian Monokultur
Pertanian monokultur merupakan penanaman satu jenis
tumbuhan pada suatu lahan dalam jangka waktu tertentu
atau sesuai dengan umur tanaman.
Gambar 3.9 Pola tanam monokultur
Sumber : http://bennychristians.blogspot.com/2017/04/pola-tanam-monokultur-
monokulturberasal.html?m=1
4. Daur Ulang Sampah yang Sulit Terurai
Sampah yang sulit terurai seperti plastik, kaca, logam
berpotensi mengurangi tingkat kesuburan tanah.
22
Gambar 3.10 Hasil daur ulang sampah plastik
Sumber: http://beritamagelang.id/launching-kreasi-daur-ulang-puluhan-peserta-ikuti-
lomba-kerajinan-dari-sampah
5. MENGANALISIS MASALAH
Untuk melakukan analisis terhadap maslah yang muncul
setelah melihat video dan gambar pencemaran tanah pada
tahap orientasi, maka silahkan menjawab beberapa
pertanyaan di bawah ini.
1. Mengapa terjadinya pencemaran tanah?
2. Bagaimana ciri-ciri tanah yang subur dan tanah yang
tercemar?
3. Bagaiman dampak pencemaran terhadap kesuburan
tanah?
23
6. MENGEVALUASI
Pada tahap evaluasi ini, kalian membuat kesimpulan dari hasil
penyelidikan yang sudah kalian lakukan dan kaitkan dengan
permasalahan yang ada. Tuliskan kesimpulan dibawah ini
.......................................................................................................
.......................................................................................................
.......................................................................................................
.......................................................................................................
.......................................................................................................
.......................................................................................................
.......................................................................................................
4. Forum Diskusi
Setelah menyelesaikan pembahasan materi modul ini, marilah kita
lanjutkan dengan membahas permasalahan berikut ini:
“Tanah sangat bermanfaat dalam kehidupan makhluk hidup.
Agar semua makhluk hidup dapat hidup berdampingan dengan
baik apakah yang harus dilakukan manusia sebagai makhluk
hidup yang berakal agar terjadi keberlangsungan semua makhluk
hidup yang ada di tanah. Bagaimana menurut anda konsep
pengelolaan tanah yang baik bagi tanaman dan tidak merusak
kondisi struktur dan tekstur tanah itu sendiri?” Diskusikanlah!
24
P ENUT UP
1. Rangkuman
1. Tanah merupakan tempat hidup bagi berbagai makhluk
hidup.
2. Kesuburan tanah adalah kondisi atau keadaan dan
kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan
tanaman dengan berbagai komponen di dalamnya.
3. Tanah yang subur memiliki ciri-ciri
a. Memiliki lapisan humus tebal
b. Memiliki pH yang netral
c. Memiliki tekstur lempung
d. Kaya dengan organisme tanah
4. Pencemaran tanah adalah terdapatnya bahan-bahan kimia
(disebut polutan atau kontaminan) pada konsentrasi yang
cukup tinggi di dalam tanah dan berpotensi menimbulkan
dampak gangguan kesehatan bagi manusia, tumbuhan,
hewan dan seluruh bagian ekosistem
5. Upaya menjaga kelestarian tanah adalah pengelolaan tanah
menggunakan tanaman penutup tanah dan pengelolaan
lahan miring untuk mengurangi erosi, mengurangi
penggunaan pupuk kimia, pengolahan tanah yang tepat
untuk pertanian monokultur dan daur ulang sampah yang
sulit terurai
25
2. Tes Formatif
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Perhatikan beberapa peranan organisme tanah berikut.
1. Memperbaiki struktur tanah dengan cara membuat
lubang-lubang sehingga terjadi aliran udara di dalam
tanah
2. Menguraikan materi organik yang kompleks menjadi
materi yang lebih sederhana
3. Membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi
tanaman
4. Menjadi hama bagi tanaman di sekitarnya
Peranan organisme yang benar adalah …
A. 1, 2, 3, 4
B. 1, 2, 3
C. 1, 2
D. 1
2. Perhatikan data uji tingkat kesuburan tanah berikut!
N Sampel Perubahan indikator
o Lakmus merah Lakmus biru Kunyit
1 Tanah A Merah Merah Kuning
memudar
2 Tanah B Biru Biru Biru tua
3 Tanah C Merah Biru Kuning
cerah
Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tanah yang
subur adalah sampel ….
A. Tanah A
B. Tanah B
C. Tanah C
26
D. Tanah A dan B
3. Sifat tanah yang memiliki kesuburan tinggi ditandai dengan
warna …
A. Terang
B. Merah
C. Kuning
D. Hitam
4. Upaya penambahan zat-zat ke dalam tanah dengan tujuan
mempertahankan kesuburan tanah disebut ….
A. Pemupukan
B. Penghijauan
C. Pembenihan
D. penggemburan
5. Berikut ini merupakan dampak pencemaran tanah, kecuali
….
A. Merusak ekosistem tanah
B. Salinitas menurun
C. Tanah tidak subur
D. Tanaman layu dan mati
27
3. Kunci Jawaban Tes Formatif
1. B
2. C
3. D
4. A
5. B
28
DAFTAR PUSTAKA
Champbell et al. (2008). Biology 8Th Edition. USA : Pearson
Education, Inc.
Reece et al. (2012). Biology 7Th Edition. San Francisco :
Pearson Benjamin Cummings.
Tim Penulis. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/ MTs
Kelas IX Semester 2. Jakarta : Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
29
Kelas VIII
Semes