TUGAS TUTORIAL 3 DESAIN RANCANGAN KURIKULUM MERDEKA UNTUK SEKOLAH DASAR SD NEGERI 091288 SIBAGANDING OLEH : Nama Mahasiswa : SUANTO SIANIPAR NIM : 856092261 Program Studi : PGSD Kode Mata Kuliah : PDGK 4502 Nama Mata Kuliah : Pengembangan Kurikulum SD Jumlah sks : 4 sks Nama Tutor : Frida Akmalia FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA MEDAN POKJAR TOBASA 2023
KATA PENGANTAR Puji syukur penulis mengucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya, mungkin penulis tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini di susun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan walaupun masih ada kesalahan. Makalah ini memuat tentang “Desain Rancangan Kurikulum Merdeka pada Sekolah Dasar“ yang mampu mengobservasi dan melakukan wawancara terhadap siswa dan guru pada satuan pendidikan yang telah menerapkan kurikum merdeka dengan baik yakni SD Negeri 091288 Sibaganding Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun. Terimakasih penulis haturkan kepada Frida Akmalia selaku tutor mata kuluah Pengembangan kurikulum dan pembelajaran di SD, Bapak Setia Sitinjak selaku kepla sekolah pada satuan pendidikan. Banyak pengetahuan baru yang diperoleh penulis dari Elearning dan buku modul yang dipelajari penulis secara mandiri. Semaga laporan yang ditulis penulis membawa keberkahan kepada semua insan pendidikan pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Amin.... Penulis, Suanto Sianipar Nim : 856092261
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Merdeka belajar merupakan program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Menurut beliau, esensi kemerdekaan berpikir harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswasiswi. Beliau menyebutkan bahwa dalam kompetensi guru level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah ada pembelajaran yang terjadi. Peluncuran merdeka belajar ini semakin diperkuat dengan munculnya pandemi global yang melanda seluruh dunia. Sejak tahun 2020 hingga saat ini dikarenakan musibah pandemi Covid–19, membuat semua peserta didik harus belajar dari rumah. Pendidikan dilakukan secara serentak dengan cara daring guna menghindari pola pendidikan tatap muka (luring). Penangguhan pembelajaran tatap muka di sekolah ini telah menimbulkan kekhawatiran akan penurunan kualitas pengetahuan kognisi, keterampilan vokasi, dan keterampilan sosial yang dimiliki pribadi siswa. Dimulai dari penyampaian materi yang tidak leluasa, kesulitan untuk bertanya maupun berkonsultasi dengan guru, serta gangguan kelancaran internet. Selain itu, proses pembelajaran daring yang diselenggarakan oleh guru belum menemukan format yang tepat di banyak sekolah sehingga efektivitasnya masih sering dipertanyakan. Dari permasalahan learning loss ini, dikhawatirkan siswa akan mengalami kesulitan belajar setelah masa pandemi Covid-19 usai. Jika kualitas siswa menurun, nantinya akan berimbas pada pembangunan pendidikan secara keseluruhan dan juga dunia kerja. Sekarang, semuanya telah berubah, referensi dan bacaan bisa kita dapat di internet. Dengan demikian kurikulum yang baik adalah kurikulum yang dapat diterapkan sesuai zamannya, kurikulum yang diadaptasi sesuai dengan konteks kebutuhan peserta didik sesuai dengan kodratnya dan sesuai dengan trend
kehidupan saat ini (Kemdikbudristek, 2021). Kurikulum saat ini dikenal dengan nama Kurikulum Merdeka yang baru diadaptasi pada tahun 2021 oleh pemmerintah Kemdikbudristek dengan beberapa pilihan hasil seleksi beberapa Sekolah Penggerak dimana belum semua tingkat Sekolah Dasar mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Namun demikian, jumlah satuan Pendidikan Sekolah Dasar merupakan jumlah satuan terbanyak dibandingkan dengan satuan pendidikan lainnya. Satuan Pendidikan Dasar dalam menerapkan regulasi atau prinsip Kurikulum Merdeka. Ada empat prinsip dalam Kurikulum Merdeka yang telah ditransformasikan paradigma baru pembelajaran; 1) USBN diubah menjadi tes penilaian untuk menilai kompetensi siswa melalui testertulis, atau dapat menggunakan penilaian lain yang lebih komprehensif seperti penugasan. 2) Ujian nasional diubah menjadi asesmen kompetensi minimal dan survei karakter, tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong guru dan sekolah meningkatkan kualitas pembelajaran, dan tes seleksi siswa tidak dapat dijadikan acuan dasar kelulusan. Asesmen keterampilan minimal untuk menilai literasi, numerasi dan karakter. 4) RPP, berbeda dengan kurikulum sebelumnya dimana RPP biasanya mengikuti format. Kurikulum Merdeka memberi guru keleluasaan untuk secara bebas memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP (Khoirurrijal, 2022). Dalam panduan kurikulum sebelumnya pengembangan perangkat ajar dituangkan dalam RPP yang memuat tiga komponen inti yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian. Saat ini, RPP merupakan bagian dari modul ajar dengan pengembangannya. Dengan demikian, untuk menunjang desain pembelajaran yang efektik di sekolah dasar perlunya pengembangan pembelajaran yang sesuai, sehingga dapat mencapai pembelajaran yang kontekstual sesuai dengan keadaan kehidupan sehari-hari dengan pembelajaran berbasis interdisipliner. Permasalahan yang terjadi di kurikulum merdeka dimana guru kurang memahami pemebelajaran terintegrasi kontekstual yang dapat mendukung wacana pembelajaran Bahasa Indonesia dan tantangan dalam penyusunan perangkat ajar dalam perencanaan pembelajaran khususnya modul ajar. Dengan demikian, Pembelajaran berbasis interdisipliner
sangat membantu guru untuk mengintegrasikan wacana teks Bahasa Indonesia yang terintegrasi dengan Capaian Pembelajaran IPAS, sehingga desain pembelajaran yang disajikan lebih kontekstual dalam pembelajaran. B. Tujuan Tujuan penulisan laporan ini adalah : merancang contoh kurikulum merdeka untuk jenjang sekolah dasar. Rancangan harus mencakup mata pelajaran inti, metode pengajaran, alat dan sumber belajar, serta metode evaluasi. C. Manfaat Manfaat penulisan makalah ini adalah : 1. Bagi Penulis a) Menambah pengalaman secara langsung bagaimana menerapkan Kurikulum merdeka b) Memberi bekal sebagai calon pendidik yang berdampak positif terhadap ekosistem sekolah dalam merancang kurikulum merdeka pada jenjang sekolah dasar. 2. Bagi Pendidik Dapat merancang kurikulum merdeka yang inovatif 3. Bagi Peserta Didik a. Meningkatkan partisipasi siswa sehingga peserta didik merasa dihargai karena guru mendesain materi pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik b. Mempercepat perkembangan belajar siswa karena dalam pembelajaran berdiferensiasi mampu mendorong perkembangan siswa lebih cepat dan siswa yang cekatan dalam menerima pembelajaran dapat
memperdalam materi pembelajaran sementara siswa yang mengalami kesulitan dapat memperoleh bantuan dan pendampingan khusus. c. Meningkatkan keterlibatan siswa, memfasilitasi pengembangan keterampilan serta meningkatkan keprcayaan diri peserta didik. 4. Bagi Sekolah Dapat dijadikan bahan kajian bersama agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
BAB II PEMBAHASAN A. Kurikulum Merdeka Merdeka belajar merupakan bagian dari kebijakan baru yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). Menurut Nadiem, bahwa kebijakan kurikulum terkait merdeka belajar harus dilakukan penerobosan awal terlebih dahulu kepada para pendidik sebelum hal tersebut disampaikan atau diterapkan kepada peserta didik. Selain itu, Nadiem juga mengatakan terkait kompetensi guru yang levelnya berada di level apapun itu, tanpa adanya proses penerjemahan dari kompetensi dasar yang ada serta erat kaitannya dengan kurikulum maka pembelajaran tidak akan terjadi. Penerapan sistem pembelajaran yang menekankan pada pembentukan karakter peserta didik maka bentuk penilaian yang terjadi juga tidak hanya sebatas akademik, namun lebih menekankan bagaimana karakteristik peserta didik masing-masing. Dengan demikian sistem kebijakan baru terkait dengan kurikulum merdeka ini diharapkan dapat membentuk peserta didik yang memiliki kecakapan hidup yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Kebijakan pengembangan Kurikulum 2013 Revisi ke Kurikulum Merdeka didasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tertanggal 10 Februari 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Keputusan dari Kemendikbud Ristek di atas menjadi dasar dan payung hukum serta rujukan dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang diterapkan pada sekolah-sekolah, madrasahmadrasah, serta institusi-institusi atau lembaga-lembaga pendidikan yang berada di Indonesia.
B. Struktur Kurikulum Merdeka 1. Multidisiplin Dan Interdisipliner Ilmu pengetahuan multidisiplin dan interdisipliner, sebagai salah satu cara dalam menghadapi kompleksitas permasalahan global pada saat ini. Keilmuan saat ini menuntut adanya kolaborasi ilmu pengetahuan yang bersifat integratif (terpadu) yang dikenal dengan nama multidisiplin sedangkan pendekatan interdisipliner adalah pendekatan dalam pemecahan masalah dengan meninjau berbagai sudut pandang ilmu yang bermakna, relevan, yang tepat guna secara terpadu (Ahmad, 2018). Di zaman sekarang ini, tidak semua masalah manusia dapat diselesaikan dengan satu disiplin ilmu. Solusinya harus multidisiplin, yang hanya mungkin dilakukan melalui kerja sama. Masyarakat mengalami perubahan sosial yang cepat dan progresif, seringkali menunjukkangejalagejala yang mengganggu. Perubahan sosial yang cepat meliputi berbagai bidang kehidupan dan menjadi masalah bagi semua lembaga sosial, seperti: Industri, ekonomi, otoritas, asosiasi dan pendidikan. Terlebih, pesatnya perkembangan teknologi dan peradaban dunia berbanding lurus dengan kompleksitas permasalahan yang ditimbulkannya. Masalah dunia saat ini adalah masalah global yang membutuhkan pendekatan yang berbeda dari masa lalu. Permasalahan dunia saat inibersifat multidisiplin dan saling terkait. Permasalahan yang kompleks tersebut tidak lagi dapat diselesaikan dengan satu disiplin ilmu atau pendekatan saja, melainkan dengan kombinasiberbagai disiplin ilmu. Interdisipliner adalah upaya untuk mengintegrasikan perspektif yang berbeda untuk memecahkan masalah tertentu, dalam interdisipliner memanifestasikan ketika masalah yang akan dipecahkan ditentukan. Dalam studi interdisipliner, kita memulai dengan suatu masalah dan mencoba memecahkan masalah tersebut bersama-sama dengan bantuan beberapa disiplin ilmu lainnya. Keterkaitan modul ajar dengan pendekatan interdisipliner dibutuhkan dalam kurikulummerdeka dengan membuat modul ajar yang terintegrasi dengan mata pelajaran IPAS
sebagai intidari teks atau wacana dalam pembelajaran permasalah sosial dan alam yang dipelajari peserta didik terhadap kemampuan membaca Bahasa Indonesia. Sesuai dengan struktur kurikulum 2. Pembagian Mata Pelajaran dan Alokasi Waktu Tingakat satuan Pendidikan Dasar untuk kelas bawah Fase A (Kelas 1 dan 2) hanya memuat mata pelajaran. Namun demikian, mata pelajaran IPAS dalam struktur kurikulum kelas 1 dan 2 tidak muncul, sedangkan Fase A Capaian Pembelajaran IPAS sudah diterbitkan oleh Kemdikbudristek. Dengan demikian, wacana literasi IPAS dijadikan sebagai bahan materi literasi wacana mata pelajaran Bahasa Indonesia di Kurikulum Merdeka. Berikut ideal struktur kurikulum untuk Pendidikan Dasar kelas bawah kelas 1 dan 2 yang tersusun atas intrakurikuler mata pelajaran dankesuaian lokasi waktu (Kemdikbudristek, 2023). Tabel. 1 Pembagian Mata Pelajaran dan Alokasi Waktu SD Kelas 1 dan 2 N o. Mata Pelajaran Alokasi Alokasi Alokasi Projek intrakurikuler intrakurikul er penguatan P5 Per Tahun Per Tahun Per Tahun (Minggu) (Minggu) Kelas 1 Kelas 2 1. Agama (Islam/Kristen/katolik/ 108 (3) 108 (3) 36 Buddha/Hindu/Kongh ucu Budi Pekerti 2. Pendidikan Pancasila 144 (4) 144 (4) 36 3. Bahasa Indonesia 216 (6) 252 (7) 72 4. Matematika 144 (4) 180 (5) 36 5. Pendidikan Jasmani dan 108 (3) 108 (3) 36
Olahraga 6. Seni dan Budaya (Seni 108 (3) 108 (3) 36 music/seni rupa/seni teater/seni tari) 7. Bahasa Inggris 72 (2) 72 (2) - 8. Muatan Lokal (Pramuka/PLBJ/ 72 (2) 72 (2) - TIK) 3. Pembagian Fase dan Modul ajar Modul ajar sebagai perangkat pembelajaran yang berpedoman pada kurikulum yang berlaku untuk mencapai standar kualifikasi yang telah ditetapkan. Modul ajar berperan penting dalam membantu guru merencanakan pembelajaran mereka. Oleh karena itu, pembuatan modul ajar merupakan keterampilan pedagogik guru yang harus dikembangkan agar teknik mengajar guru di kelas lebih efektif dan efisien, serta pembahasannya tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran. Idealnya, guru harus mengembangkan modul ajar secara utuh, namun pada kenyataannya banyak guru yang kurang memahami teknik penyusunan dan pengembangan modul ajar, khususnya dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka. Pembahasan masalah dalam laporan ini dimana modul ajar tidak direncanakan dengan baik, dapat dipastikan bahwa konten tidak disampaikan secara sistematis kepada siswa dan tidak ada pembelajaran yang terjadi dalam kasus ini, terkesan pembelajaran kurang menarik karena tidak mempersiapkan modul belajar dengan baik. Dengan demikian, dalam laporan ini dilakukan pemngembangan modul ajar Bahasa Indonesia dengan sumber dan konteks literasi merujuk pada wacana dalam Capaian Pembelajaran IPAS sehingga literasi Bahasa Indonesia lebih kontekstual sesuai dengan permasalahan yang terjadi di masyarakal lokal dan global. Capaian Pembelajaran merupakan
kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada saetiap fase (Standar et al., 2022). Dalam pembelajaran IPAS ditargetkan dimulai sejak FASE A, sebagaimana pembagian FASE tingkat sekolah dasar dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel. 2 Pembagian Fase Mata Pelajaran IPAS dan Bahasa Indonesia IPAS Bahasa Indonesia Fase Kelas dan Jenjang Fase Kelas dan Jenjang A Kelas 1-II SD A Kelas 1-II SD B Kelas III-IV SD B Kelas III-IV SD C Kelas V-VI C Kelas V-VI Modul ajar Kurikulum Merdeka dirancang untuk membantu para guru atau pendidik dalam mengajar secara lebih fleksibel dan kontekstual serta tidak selalu terpaku pada satu sumber yaitubuku pelajaran. Dengan demikian, modul ajar berbasis mata pelajaran bahasa Indonesiadapat digunakan secara terintegrasi dengan IPAS sebagai alternatif strategi pembelajaran. Sebelum merancang modul pelajaran, guru harus mempertimbangkan beberapa hal, seperti:(Badań Standar Kurikulum dań Asesmen et al., n.d.)
Berikut panduan komponen Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka: Panduan komponen Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka Informasi umum Komponen Inti Lampiran Identitas penulis modul Kompetensi Awal Profil Pelajar Pancasila Sarana dan Prasarana Target peserta didik Model pembelajaran yang digunakan Tujuan Pembelajaran Asesmen Pemahaman bermakna Pertanyaan pemantik Kegiatan pembelajaran Refleksi peserta didikdan pendidik Lembar Kerja PesertaDidik Pengayaan danremedial Bahan bacaan pendidikdan peserta didik Glosarium Daftar Pustaka
4. Desain Kerangka Dasar Kurikulum Merdeka Desain rancangan pembelajaran Bahasa Indonesia mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yang ditargetkan dari target pembelajaran yang perlu dicapai peserat didik. Hal ini dikembangkan kedalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), selain itu guru perlu memahamai Capaian Pembelajaran secara keseluruhan mulai dari rasional, tujuan, karakteristik mata pelajaran, hingga pencapaian fase (Anggraena et al., n.d.) baik dalam mata pelajaran IPAS maupun dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Karakteristik pembelajaran IPAS dimana secara terus menerus akan mengalami perkembangan dan bersifat dinamis sedangkan, kondisi dimana kebutuhan manusia yang makin waktu kian bertambah serta permasalahan yang dihadapi. Disebutkan bahwa keilmuan alam atau dari sudut pandang ilmu sosial saja, melainkan dibutuhkanpendekatan yang lebih holistik yang meliputi berbagai lintas disiplin ilmu yang saat ini desebut dengan pembelajaran berbasis interdisipliner, Dalam pembelajaran IPAS memuat 2 elemen yaitu pemahaman IPAS dan keterampilan proses (Kemdikbudristek, 2022). Mata pelajaran IPAS menjadi wacana literasi dalam mata Pelajaran Bahasa Indonesia umumnya untuk Fase A kelas 1 dan 2. Sedangkan, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, mengacu kepada kemampuan membaca, diantaranya berhubungan dengan wacana literasi IPAS, yaitu: kemampuan membaca dengan karakteristik untuk meningkatkan kecerdasan dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan, sosial, dan budaya. Dalam mengembangkan modulajar Bahasa Indonesia perlu mengikuti pemahaman alur desain rancangan pembelajaran berikut, yaitu dimulai dari mengidentifikasi CP, tujuan pdembelajaran, menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Membuat desain modul ajar memuat komponen penting diantaranya strategi pembelajaran/proses belajar, penilaian (diagnostik, formatif dan sumatif asesmen) sehingga menghasilkan desain modul ajar yang bermakna dapat meningkatkan proses, mutu dan hasil pembelajaran
yang baik pada peserta didik. Berikut alur /kerangka pengembangan modul ajar pada Kurikulum Merdeka: Gambar 1: Kerangka Dasar Kurikulum Merdeka C. Pengembangan Modul Ajar Inovatif Pembaharuan pembelajaran dalam Paradigma baru Kurikulum Merdeka terus dilakukan dan disosialisasikan kepada setiap guru di satuan Pendidikan tidak hanya sekolah yang terseleksi sekolah penggerak tetapi, juga sekolah yang menerapkan IKM Mandiri Belajar. RPP (Rencana Perencanaan Pembelajaran) merupakan bagian dari modul ajar, namun terdapat pengembangan esensial dalam komponen modul ajar baik komponenen informasi umum, inti, atau lampiran. Sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka sudah melakukan pengembangan dari analisis Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang disusun dalam (KOSP) Kurikulum satuan Pendidikan. Seperti yang telah disebutkan, tujuan pengembangan modul ajar pada pembelajaran dan penilaian agar pendidik mendapatkan panduan dalam pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan prinsip pembelajaran Kurikulum Merdeka saat ini. Dalam hal ini, Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada guru untuk berkembang, baik dengan memilih model pengajaran yang ada maupun dengan memodifikasi modul pengajaran yang disiapkan pemerintah yang diadaptasi untuk mencapai
tujuan pembelajaran yang bergantung pada karakteristik siswa dan kebutuhan peserta didik. Berikut proses penyusunan modul ajar yang disesuaikan (Badań StandarKurikulum dań Asesmen et al., n.d.): Gambar 3. Tahapan Proses Pembuatan Modul Ajar Tahapan penelitian dan pengembangan dilakukan dengan menggunakan desain pengembangan penelitian modul ajar dengan menggunakan modifikasi dan model pengembanganThiagarajan yang disebut 4-D. Yang terdiri dari 4 tahapan yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (dissemination) yang dikutip dalam referensi artkel (Washington, n.d.), diantaranya dalam tahapan-tahapan pengembangan berikut: Prosedur penelitian dan pengembangan pembelajaran dilakukan melalui beberapa tahap. Tahapan-Tahapan itu adalah sebagai berikut: 1. Pendefinisian (Define), dalam hal ini implementasi yang dilakukan pada saat ini mengalami permasalahan yang dihadapi peserta didik, pendidik dan sekolah, diantaranya: a. Pembelajaran membaca mata pelajaran Bahasa Indonesia masih diambil dari wacana tidak kontekstual hanya mencakup teks cerita atau wacana tentang lingkungan sekolah atau rumah kurang bervariasi merujuk dari berbagai sumber. Oleh karena itu, dengan adanya CP IPAS yang dikhususkan untuk Fase A dapat
mengembangkan wacana teks bacaan yang kontektual. Dengan Demikian, implementasi mata pelajaran IPAS berbasis iterdisipliner/interpadu dengan Bahasa Indonesia dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menyimak Bahasa Indonesia. b. Peserta didik cenderung kurang kritis terhadap permasalahan hanya cenderung menggunakan wacana berbasis tematik di lingkungan. Pengembangan penelitian dilakukan menghasilkan sebuat produk modul ajar berbasis interdisipliner. Produk modul ajar tersebut diharapkan dapat berdampak pada agensi guru dan peserta didik agar lebih kritis dalam kegiatan pembelajaran. c. Modul ajar selama ini hanya digunakan sebagai perangkat ajar pemenuhan administrasi sehingga berdampak pada kurangnya kreatifitas guru dalam melakukan pengembangan desain pembelajaran yang lebih inovatif. 2. Perancangan modul ajar Modul ajar sekurang-kurangnya berisi tujuan pembelajaran, media pembelajaran, asesmen,serta informasi dan referensi belajar lainnya yang dapat membantu pendidik dalam melaksanakan pembelajaran. Pada praktinya, satu modul ajar biasanya berisi rancanganpembelajaran untuk satun tujuan pembelajaran berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang telah disusun (Badań Standar Kurikulum dań Asesmen et al., n.d.). Dengan berbasis pembelajaran interdispliner maka diambil dari materi TP yang berhubungan dengan Bahasa Indonesia dan IPAS. Desain modul ajar disesuaikan dengan kondisi peserta didik, perancanganstrategi/media pembelajaran yang meliputi: teks digital wacana belajar, bahan ajar, gambar, media ajar, dll. Pengembangan strategi pembelajaran sebagai salah satu contoh dengan model belajar inquiry-based learning dan penyusunan materi dan pembuatan latihan soal yang mengacu pada model belajar kontekstual. Menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran diantaranya untuk mengukur keberhasilan ketercapaian
tujuan pembelajaran dimana dilakukan dengan menentukan kriteria atau indikator, Kriteria ini dikembangkan pada saat pendidik merencanakan asesmen dalam modul ajar/RPP sehingga dapat menentukan instrument penilaian yang digunakan. Modul ajar yang dirancang tentunya dilakukan refleksi dan evaluasi diantaranya bagaimana menciptakan pembelajaran yang penuh semangat dalam proses belajar, murid tetap fokus sepanjang kegiatan pembelajaran, dapat memehami pembelajaran, melakukan refleksi, pembelajar sepanjang hayat, melakukan evaluasi, menyesuaikan pendekatan belajar diferensiasi. Pendekatan ini dimana menyampaikan materi pembelajaran disesuaikan dengan keunikan dan kebutuhan peserta didik baik pada proses, konten atau produ serta menentukan bentuk asesmen yang digunakan baik asesmen diagnostik, formatif ataupun sumatif yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 3. Pengembangan (Develop), pada tahap ini pendidik memiliki keleluasaan untuk memilih dan memodifikasi contoh-contoh modul ajar yang telah disediakan oleh Kemdikbudristek yang biasanya dapat diakses di Platform Merdeka Mengajar (PMM) atau dapat juga mengembangkan modul ajar sendiri, sesuai dengan konteks, kebutuhan, dan karakteristik peserta didik. LangkahLangkah Pengembangan Modul Ajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Interdispliner pada mata pelajaran IPAS, dianataranya denngan melakukan analisis ATP pada mata pelajaran Bahasa Indonesiadengan IPAS. Perumusan tujuan pembelajaran terpadu pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPAS:( badań kubikulum, dań asesmen pendidikan K. Standar, n.d.; B. Standar et al., 2022b)
Tabel. 5 Perumusan tujuan pembelajaran terpadu Bahasa Indonesia dan IPAS Materi Tujuan Pembelajaran Indikator Bahasa Indonesia: Membaca Menjelaskan bacaan dari teks yang disajikan berkaitan dengan peristiwa. Menjelaskan bacaan dan tayangan yang di pirsa tentang narasi imajinatif dan puisi anak Mampu menentukan ide pokok dalam bacaan yang dikembangkan dalam penjelasan bermakna. Menjelaskan bacaan berdasarkan pemahaman dan pengetahuan siswa IPAS Pengetahuan konsep Membedakan aktivitas yang biasa dilakukan manusia pada siang dan malam. Mengidentifikasi ciri-ciri siang dan malam melalui pengamatan. Menyebutkan perbedaan aktivitas siang dan malam dalam kehidupan sehari-hari. Pengembanga modul ajar berbasis interdisipliner diharapkan dapat membuat peserta didik dapat berpikir kritis terhadap pemecahan masalah yang ada di lingkungannya sesuai dengan materi yang dipelajari, serta dapat menjelaskan secara sistematis tentang materi belajar. Selanjutnya pendidik dapat melakukan pengembangan sesuai dengan langkah- langkah yang disebutkan diatas. Proses pengembangan dapat disesuaikan denan karakteristik dan kebutuhan peserta didik di satuan Pendidikan masing-masing sekolah. Dengan demikian,perlu dilakukan ujicoba dan validasi oleh Pendidik dan Peserta Didik. Proses validasi dapat dilakukan oleh pendidik yang mengimplementasikan modul ajar Bahasa Indonesia berbasis interdispliner pada kurikulum merdeka. Uji pengembangan modul ajar ini dilakukan pada 2 sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka. Modul ajar tersebut diterapkan
pada populasi 50 siswa dari masing-masing 2 sekolah pada siswa kelas 1 di Sekolah Dasar. 4. Penyebaran (Disseminate), pada tahap ini modul ajar mata pelajaran Bahasa Indonesia berbasis interdispliner diimplementasikan ke 2 sekolah di Jawa Barat dan DKI Jakarta , subjekpenyebaran di lakukan pada guru dan siswa kelas 1 di Sekolah Dasar. Diseminasi ini bertujuan membantu guru dan siswa merasakan terhadap efektifitas penggunaan modul ajar berbasis interdisipliner pada mata pelajaran berbasis wacana teks IPAS terhadap pemahaman membaca yang kontekstual. Penyebaran ini dilakukan oleh peran dari peneliti fasilitator/pelatih ahli dan Pengajar Praktik Guru Penggerakk di Program Sekolah Penggerak (PSP) dan sekolah IKM mandiri belajar dalam melakukan penyebaran efektifitas modul ajar di Kurikulum Merdeka. Selain itu sebelum implementasi dilakukan seminar atau sosialisasi bagi para pendidik. Pengembangan produk awal modul ajar dilakukan dan di uji coba dalam kegiatan pembelajaran dan dilakukan refleksi melalui interview dengan menyediakan form atau lembar refleksi setelah menggunakan uji coba modul ajar. Modul ajar dengan teks wacana terintegrasi dengan mata pelajaran IPAS dikurikulum Merdeka dimana muatanya sudah tertuang di Capaian Pembelajaran fase pada pembelajaran intrakurikular. Sebagaimana hasil penelitian dan pengembangan dapat diketahui keberhasilan penggunaannya. Laporan tentang produk, dipresentasikan dan dijadikan bahan evaluasi dan refleksi yang tertuang di modul ajar. Selain itu,modul ajar ini di implementasikan di lingkungan kerja agar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik kebutuhan peserta didik. D. Implementasi Kurikulum Merdeka Data yang dihasilkan dari implementasi modul ajar ini dilakukan dengan metodologi deskriptif yang diuji coba terhadap pengembangan produk awal dan selanjutnya dilakukan interview, berikut data feedback interview perwakilan dari peserta didik dan pendidik pada umumnya:
Wawancara Peserta didik terhadap feedback modul ajar berbasis interdisipliner pada matapelajaran Bahasa Indonesia dan IPAS: Pertanyaan 1: Bagaimana perasaanmu setelah membaca teks yang diberikan guru? Kenny: Menarik sekali, saya bisa belajar perbedaan siang dan malam tidak hanya di rumah tempattinggal tetapi ditempatlainnya. Pertanyaan 2: Apakah yang akan kamu lakukan selanjutnya setelah membaca? Tristan: Saya punya buku yang diceritakan ayah saya tentang bumi, sepertinya ada bacaan yangmenceritakan tentang siang dan malam. Pertanyaan 3: Apakah kamu bisa menceritakan Kembali apa yang sudah dibaca hari ini? Kima: tentu saja, bahkan saya menggambar dan menulis di buku jurnal harian saya. Wawancara Peserta Didik terhadap penggunaan feedback modul ajar berbasis interdisipliner pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPAS: Pertanyaan 1: Apa pengaruh modul ajar berbasis interdispliner pada mata pelajaran BahasaIndonesia dan IPAS dalam kurikulum merdeka? Sekolah A: Pembelajaran jadi lebih menyenangkan, murid merasa tertarik terhadap materi yang disajikan, terutama dengan materia ajar yang disajikan sangat kontekstual dengan perkembangan pada saat ini, serta melibatkan media teknologi dapat menambah motivasi siswa. Sekolah B: Modul ajar ini lebih menantang, relevan dan bermakna dalam pembelajaran. Kemampuan membaca siswa tidak hanya menenukan informasi tetapi, pemahaman konsep kontekstual yang dirasakan siswa kearah kesadaran untuk melakukan tindakan atau aksi nyata dalam pembelajaran.
Sekolah A: Modul ajar ini mendorong siswa untuk dapat meningkatkan kemampuan belajar Bahasa Indonesia tidak hanya kemampuan pemahaman membaca tetapi, juga dapat menghasilkanjurnal menulis siswa yang berdampak pada siswa kelas 1 sehingga, tulisannya menjadi lebih rapih.Berdasarkan hasil wawancara dapat diambil kesimpulan bahwa desain modul ajar Bahasa Indonesia berbasis interdisipliner mata pelajaran IPAS dapat meningkatkan pemahaman konsep dimana mempermudah guru dalam menyampaikan materi, pembelajaran yang menyenangkan dengan desain pembelajaran yang tertuang dalam modul ajar untuk mengembangkan media dan model pembelajaran yang menarik sesuai dengan materi dan tingkat perkembangan siswa, memadukan gambaran dan tulisan sehingga tergambarkan dari wacana teks yang disajikan, bacaan yang menarik, dan menyuguhkan desain wacana teks kebaruan terhadap masalah kontekstual. Selain itu, menunjukan alur keterampilan siswa agar dapat berpikir kritis, kreatif, dan dapat mengkomunikasikan dari hasil pengamatan, pertanyaan, dan data yang didapat dari teks atau wacana bacaan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa yang dijadikan sebagai bahan bacaan referensi siswa dalam modul ajar. Hasil dari feedback ini dijadikan sebagai validasi terhadap uji coba modul ajar dalam kuurikulum merdeka berbasis interdispliner dalam mata pelajaran Bahasa Indoesia yang terpadu dengan IPAS yang mana sesuai dengan visi pembelajaran kurikulum merdeka yang menodorong siswa untuk menerapkan profil pelajar Pancasila berpikir kritis serta pemahaman pengetahuan sesuai dengan zamanya dan perkembangan pada saat ini dari strategi proses pembelajaran yang disajikan kepada siswa yang menyesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan setiap peserta didik dengan model pembelajaran yang terdiferensiasi.Hasil revisi utama produk modul ajar terffokus pada desain pembelajaran yang inovatif untuk menunjang pemahaman konsep dan keterampilan proses belajar siswa di kelas.
BAB III KESIMPULAN Pendidikan Kurikulum Merdeka dilakukan secara bertahap untuk tingkat satuan PendidikanSekolah Dasar. Sesuai dengan tujuan dari Kurikulum Merdeka salah satunya yaitu untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam memahami konsep intrakurikuler yang dipelajari di setiapmata pelajaran yang tertuang dalam Capaian Pembelajaran. Perbedaan perangkat ajar sebelum kurikulum merdeka tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Namun demikian,di Kurikulum Merdeka perangkat ajar yang digunakan dalam bentuk modul ajar yang terdiri dari RPP dalam pertemuan pembelajaran dalam 1 lingkup materi. Modul ajar di desain dengan pembelajaran yang bermakna, relevan, dan menantang yang tertuang dalam komponen modul ajar, sehingga menghasilkan modul ajar yang inovatif dan terus melakukan pembaruan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Modul ajar dalam kurikulum merdeka terdiri darai 3 bagian komponen penting diantaranya memuat komponen informasi umum, inti dan lampiran. Dari setiap bagian komponen memuat identitas sekolah, kompetensi awal, Profil Pelajar Pancasila, KKTP (Kriteria Ketercapaian Pembelajaran), sarana dan prasarana termasuk media ajar, dan model pembelajaran.Pada bagian komponen inti meliputi pembelajaran yang bermakna sesuai dengan rencana strategi pembelajaran berdasarkan tujuan pembelajaran, pemebelajaran esensial/bermakna, pertanyaan pemantik, desain pembelajaran dalam kegiatan belajar, penilaian/ asesmen serta pengayaan prosesbelajar. Fokus yang menjadi dasar pembuatan modul ajar adalah dengan menganalisis kebutuhandan kondisi siswa, guru dan sekolah. Modul ajar dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa, guru dan sekolah. Fokus kepada pencapaian tujuan pembelajaran yang holistik yaitu ketercapaian terhadap aspek pengetahuan, keterampilan dan karakter siswa dalam penerapan Profil Pelajar Pancasila. Dalam penyusunannya
perlunya menganalisis komponen-komponen penting dalam pengembangannya. Diantaranya, guru mengetahui diagnostik atau pengetahuan awal siswa, mendesain pembelajaranyang bermakna, relevan dan menantang sessuai dengan Fase Pembelajarannya. Selain itu, desain pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan serta melibatkan pembelajaran abad-21 saat ini diantaranya integrasi teknologi, pembelajaran kolaborasi, komunikasi dan pembelajaran berikir tingkat tinggi/kritis. Dalam Modul Ajar juga terdapat komponen penilaian yang perlu dikembangkan, ssalah satunya dengan pembelajaran diferensiasi dalam kurikulum merdeka sangat dianjurkan sehingga dapat menyalurkan potensi, minat, dan bakat siswa. Dengan demikian, secara hoslistik hasil belajar perkembangan siswa dapat tercapai dalam pembelajaran kurikulum merdeka pada saat ini.
DAFTAR PUSTAKA Ahmad, Y. T. (2018). Ilmu Multidisiplin dan Interdisipliner, Jawaban dari Kompleksitas Problem Global. Badań Standar Kurikulum dań Asesmen, Dini, U., Dasar, P., Menengah, D., Standar, B., Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, D., & Teknologi, D. (n.d.). Pembelajaran dan Asesmen. Kemdikbudristek. (2021). Kurikulum Merdeka. Kemdikbudristek. (2023, January). Struktur Kurikulum Merdeka dalam Setiap Fase Platform MerdekaMengajar. Kemdikbudristek, S. 033 C. P. (2022). 033_H_KR_2022-Salinan-SK-Kabadan-tentangPerubahan-SK-008-tentang-Capaian-Pembelajaran. Kemdikbudristek. Khoirurrijal, F. S. A. D. M. S. G. A. M. T. A. F. H. S. (2022). Pengembangan Kurikulum Merdeka. https://repo.iainbatusangkar.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/27441/1663216595 046_Pe ngembangan%20Kurikulum%20Merdeka%20WM.pdf?sequence=1 Standar, badań kubikulum, dań asesmen pendidikan K. (n.d.). CP Bahasa Indonesia. Standar, B., Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, D., & Teknologi, D. (2022a). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Fase A-Fase C Untuk SD/MI/Program Paket A. Standar, B., Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, D., & Teknologi, D. (2022b). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Fase A-Fase C Untuk SD/MI/Program Paket A. Trianto. (2010). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif: Konsep, landasan, dan implementasinya pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP ) / Trianto: Vols. xvii, 376 (Ed. 1. Cet. 3.). Jakarta Kencana. Washington. (n.d.). Thiagarajan, Sivasailam; And Others Instructional Development for Training Teachers of Exceptional Children: A Sourcebook. Indiana Univ., Bloomington. Center for Innovation in Teaching the Handicapped. National Center for Improvement of Educational Systems (DHEW/OE).
LAMPIRAN MODUL AJAR
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPAS SD KELAS 4 INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Instansi : SD Negeri 091288 SIBAGANDING Tahun Penyusunan : Tahun 2023 Jenjang Sekolah : SD Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Fase / Kelas : B / 4 BAB 3 : Gaya di Sekitar Kita Topik : A. Pengaruh Gaya terhadap Benda Alokasi Waktu : 3 JP (2x35 menit) B. CAPAIAN PEMBELAJARAN 1) Capaian Pembelajaran : Peserta didik mendemonstrasikan berbagai jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda. 2) Elemen Capaian : Pemahaman Science C. PROFIL PELAJAR PANCASILA 1) Beriman dan Bertaqwa Kepada TMY serta Berahlak Mulia : Melakukan doa setiap mulai dan diakhir kegiatan 2) Berpikir Kritis : Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan 3) Gotong-royong : Melakukan kegiatan bersama-sama dengan sukarela D. SARANA DAN PRASARANA Sumber Belajar : 1. Buku siswa (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas IV, Penulis: Amalia Fitri, dkk dan Internet), Lembar kerja peserta didik . 2. Vidio Youtube 3. Power point 4. Internet Media Pembelajaran : 1. Vidio 2. Pengalaman Langsung 3. Buku 4. Gambar Alat Pembelajaran : 1. Laptop 2. LCD Proyektor Alat Praktek pembelajaran : 3. Batu kerikil 4. Papan/bangku 5. Bola 6. Buku 7. Plastisin E. TARGET PESERTA DIDIK 1. Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. 2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS) F. MODEL PEMBELAJARAN 1. Pendekatan Pembelajaran : Saintifik, TPaCK, STEAM 2. Model Pembelajaran : PBL 3. Metode pembelajaran : Diskusi, tanya jawab, penugasan, percobaan/demonstrasi
KOMPNEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Tujuan Pembelajaran Topik A: 1. Melalui menyimak video pembelajaran, siswa dapat mengidentifikasi penggunaan gaya dalam aktivitas sehari-hari dengan tepat. 2. Melalui penyelidikan/percobaan, siswa dapat menganalisis manfaat gaya otot dan gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari dengan benar. 3. Melalui kegiatan demonstrasi secara berkelompok, siswa dapat menghubungkan pengaruh gaya otot dan gaya gesek terhadap bentuk dan gerak benda dengan tepat. B. PEMAHAMAN BERMAKNA Topik A. Pengaruh Gaya terhadap Benda Siswa memahami bahwa hampir semua kegiatan yang dilakukan manusia dipengaruhi oleh gaya. Pengaruh gaya terhadap gerakan benda menimbulkan suatu perubahan atau perpindahan. Agar dapat melakukan gaya, maka diperlukan suatu energi. Semakin besar gaya yang dilakukan, maka semakin besar energi yang dikeluarkan. Gaya yang berasal dari energi tersebut mengakibatkan perubahan pada benda. Hal ini sebagai pengaruh gaya terhadap berbagai benda di sekitarnya. Gaya merupakan suatu tarikan atau dorongan yang berpengaruh pada perubahan suatu benda. Gaya memengaruhi bentuk benda, gerak benda, dan juga arah gerak benda. Perlu diketahui bahwa gaya tidak dapat terlihat, tetapi pengaruhnya dapat kita rasakan. C. PERTANYAAN PEMANTIK Topik A. Pengaruh Gaya terhadap Benda 1. Bagaiman cara anak-anak membuat benda bisa berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya? 2. Apa yang terjadi bila anak-anak mendorong sebuah benda? 3. Apa yang menyebabkan benda tersebut bisa berpindah tempat?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Pembukaan 1. Siswa memberi salam kepada guru 2. Guru menanyakan kabar siswa 3. Guru melakukan presensi 4. Siswa bersama guru berdoa sebelum memulai pembelajaran 5. Siswa bersama guru menyanyikan lagu Indonesia Raya di pimpin oleh salah satu temannya 6. Siswa menyimak kegiatan apersepsi yang diberikan oleh guru dengan menanyangkan sebuah gambar. Guru mengajuan pertanyaan tentang gambar yang ada. a. Gambar apakah itu? b. Apa yang mereka lakukan? 7. Siswa merespon pertanyaan guru 8. Siswa menyiapkan diri agar siapuntuk belajar 9. Peserta didik mendengarkan tujuan pembelajan 15 menit Inti Tahap fase 1 : Orientasi peserta didik kepada masalah 1. Peserta didik mendengarkan guru menjelaskan topik pembelajaran dan hasil belajar yang akan dicapai. 2. Peserta didik mendengarkan guru memberikan arahan tentang pentingnya kegiatan pembelajaran hari ini untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. 3. Peserta didik mendengarkan permasalahan yang disampaikan oleh guru yaitu tentang penerapan gaya dalam kehidupan sehari-hari. 4. Siswa menyimak vidio pembelajaran mengenai pemanfatan gaya dalam kehidupan sehari-hari. https://www.youtube.com/watch?v=Ly4EwMhwhpY Tahap fase 2 : Mengorganisasikan Peserta Didik Untuk Belajar 5. Guru mengarahkan siswa untu7k membentuk kielompok 6. Siswa membentuk kelompok 7. Guru menjelaskan cara mengerjakan LKPD sesuai dengan petunjuk. 8. Siswa mengerjakan LKPD bersama kelompok. Tahap fase 3 : Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok. 9. Guru mendampingi siswa dalam pengerjaan LKPD. 10. Guru memberikan bimbingan kepada kelompok maupun individu yang membutuhkan bimbingan. 11. Guru memberikan ice breaking. Tahap fase 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. 12. Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas. 13. Kelompok lain menanggapi presentasi yang dilakukan oleh kelompok penyaji. Tahap fase 5 : Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah 14. Guru memberikan apresiasi terhadap hasi kerja kelompok siswa. 15. Guru memberikan penilaian dan masukan terhadap hasil presentasi siswa 16. Guru mengkaitkan materi dengan kehidupan sekitar siswa. 17. Guru mengajukan beberapa pertanyaan terkait materi yang telah dipelajari. 18. Siswa melaksanakan kegiatan evaluasi. 75 menit
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Penutup 1. Siswa bersama guru merangkuman pembelajaran yang telah dilakukan. 2. Siswa bersama guru merefleksi hasil pembelajaran. 3. Guru menyampaikan materi pelajaran pada pertemuan selanjutnya. 4. Guru memberikan tindak lanjut 5. Guru bersama siswa menutup pembelajaran dengan doa 15 menit
1. Penilaian Afektif (sikap) : Siswa bergotong-royong dalam mengerjakan tugas Format Penilaian Catatan : Centang (√) pada bagian yang memenuhi No Nama Peserta Didik Indikator yang tampak Ket PB Tanggung Jawab Kerja Sama Toleransi PB C B SB PB C B SB PB C B SB 1 2 Keterangan: PB (Perlu Bimbingan) C (Cukup) B (Baik) SB (Sangat Baik) Rubrik penilaian Kriteria Perlu Bimbinga n(PB) Cukup(C) Baik (B) SangatBaik (SB) Tanggung Jawab Tidak pernah berpartisipasi dalam menyelesaikan tugas walau sudah dibimbing guru Mulai menunjukkan partisipasi dalam menyelesaikan tugas dibawah bimbingan guru Sudah menunjukkan partisipasi dan tanggung jawab dalam Menyelesaikan tugas Selalu menunjukkan partisipasi dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas dan bahkan mampu membimbing temannya Kerja Sama Tidak menunjukkan kerja sama dalam melakukan percobaan dengan baik Kurang menunjukkan kerja sama dalam melakukan percobaan dengan baik Sering menunjukkan kerja sama dalam melakukan percobaan dengan baik Selalu menunjukkan kerja sama dalam melakukan percobaan dengan baik dan saling bertukar pendapat Toleransi Tidak menunjukkan toleransi saling menghargai dalam kelompok Sudah menunjukkan toleransi saling menghargai dalam kelompok dengan bantuan guru Sering menunjukkan toleransi saling menghargai dalam kelompok tanpa pendampingan guru Selalu menunjukkan toleransi saling menghargai dalam kelompok dan mampu membimbing temannya F. PENILAIAN (ASSESMENT)
2. Penilaian Kognitif : menjawab tes evaluasi Penilaian pengetahuan dalam pembelajaran ini meliputi tes tertulis berupa tes pilihan ganda sebanyak 10 butir soal yang berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills). Berikut disajikan kisi-kisi penilaian pengetahuan.
KISI-KISI SOASatuan Pendidikan : SD Negeri 091288 SKelas/Semester : IV / 1 No Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran 1 1. Peserta didik mendemonstrasikan berbagai jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda. 1. Melalui menyimak video pembelajaran, siswa dapat mengidentifikasi penggunaan gaya dalam aktivitas sehari-hari dengan tepat. 2. Melalui penyelidikan/percobaan, siswa dapat menganalisis manfaat gaya otot dan gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari dengan benar. 3. Melalui kegiatan demonstrasi secara berkelompok, siswa dapat menghubungkan pengaruh gaya otot dan gaya gesek terhadap bentuk dan gerak benda dengan tepat. Nilai = ℎ i
AL EVALUASI Sibaganding Jenis Soal Level Kognitif Nomor Soal Bobot Kunci Jawaban PG C1 1 1 A PG C2 2 1 A PG C4 3 1 D PG C4 4 1 B PG C4 5 1 C PG C2 6 1 D PG C2 7 1 C PG C2 8 1 A PG C2 9 1 A PG C4 10 1 B 100
PENILAIAN EVALUASI Kelas : IV (Empat) Hari/Tanggal : Waktu : Petunjuk Umum : 1. Tulislah identitas dan nama muatan/mata pelajaran pada lembar jawaban yang telah disediakan! 2. Tuliskan semua jawaban di lembar jawaban! 3. Bacalah setiap butir soal dengan baik sebelum dijawab! 4. Kerjakan lebih dahulu soal yang dianggap mudah! 5. Tanyakan kepada guru apabila ada soal yang kurang jelas! 6. Periksa kembali pekerjaanmu sebelum lembar soal dan lembar jawaban diserahkan kepada guru! ------- SELAMAT BEKERJA ------- I. Berilah tanda silang ( X ) pada huruf A, B, C atau D untuk jawaban yang paling benar! 1. Untuk melakukan suatu gaya kita memerlukan … a. Tenaga c. otot b. Kekuatan d. usaha 2. Perhatikan gambar berikut ! Gambar di atas merupakan contoh …. benda a. Mendorong c. Mengangkat b. menarik d. menjatuhkan 3. Jika dijatuhkan dari ketinggian yang sama kertas yang diremas akan lebih dahulu mencapai tanah daripada kertas yang berbentuk lembaran.hal ini berarti cepat lambatnya benda jatuh ke bumi dipengaruhi oleh … a. berat benda c. gaya gesek b. tinggi benda d. luas permukaan benda 4. Beberapa perabotan berat seperti lemari dan meja biasanya diberi roda di bagian kakikakinya. Penggunaan roda pada kaki perabotan yang berat tersebut bertujuan untuk… a. Memperbesar gaya gesek c. memperpanjang jarak tempuh b. Memperkecil gaya gesek d. memperpendek jarak tempuh 5. Perhatikan aktivitas-aktivitas berikut ini ! (1) Mengangkat ember berisi air (2) Menekan tombol saklar listrik (3) Mengerek bendera merah putih (4) Memukul bola kasti Aktivitas yang berupa tarikan ditunjukkan oleh nomor … a. (1) dan (2) c. (1) dan (3) b. (2) dan (3) d. (2) dan (4) 6. Berikut ini merupakan contoh kejadian yang menggunakan perinsip gaya gesek, kecuali … a..Kelereng yang menggelinding di lantai miring b. Sepeda yang di rem akan berhenti c. Bola akan menggelinding lambat di lapangan yang berbatu d. Buah kelapa yang jatuh dari pohon ke bumi 7. Contoh gaya dapat mengubah arah benda adalah …. a. menendang bola c. membelokkan motor
b. membuat kue d. memetik buah 8. Bola yang menggelinding lama kelamaaan akan berhenti karena adanya gaya … a. Gesek c. gravitasi b. Dorong d. magnet 9. Meja dapat bergeser bila didorong. Hal tersebut menunjukkan bahwa gaya mempengaruhi … a. Gerak benda c. bentuk benda b. Warna benda d. wujud benda 10. Di bawah ini merupakan pengaruh gaya terhadap gerak benda, kecuali…. a. Gaya dapat mengurangi kecepatan benda b. Gaya dapat menyebabkan benda dapat berubah wujud c. Gaya menyebabkan benda bergerak d. Gaya dapat menambah kecepatan benda
PEDOMAN PENSKORAN No Kunci Jawaban Pedoman penskoran 1 A Setiap jawaban benar skor 1 dan jawaban yang salah skor 0 2 A Setiap jawaban benar skor 1 dan jawaban yang salah skor 0 3 D Setiap jawaban benar skor 1 dan jawaban yang salah skor 0 4 B Setiap jawaban benar skor 1 dan jawaban yang salah skor 0 5 C Setiap jawaban benar skor 1 dan jawaban yang salah skor 0 6 D Setiap jawaban benar skor 1 dan jawaban yang salah skor 0 7 C Setiap jawaban benar skor 1 dan jawaban yang salah skor 0 8 A Setiap jawaban benar skor 1 dan jawaban yang salah skor 0 9 A Setiap jawaban benar skor 1 dan jawaban yang salah skor 0 10 B Setiap jawaban benar skor 1 dan jawaban yang salah skor 0 1. Penilaian Keterampilan: Menuliskan laporan dan hasil karya Nama Peserta Didik : ………………………….. No Kriteria PB C B SB 1 Isi dan Pengetahuan: Isi informasi menunjukkan pengetahuan penulisan yang baik atas materi yang disajikan 2 Penulisan: Hasil laporan dibuat dengan benar, sistematis dan menarik menujukkan keterampilan yang baik 3 Penyajian isi teks : Menyajikan hasil laporan dengan rapi dan sistematis Pedoman Penskoran Skor Maksimal 12 Nilai = ℎ 100 i Rubrik Penilaian Menyusun Laporan Aspek Perlu Bimbingan Cukup Baik Sangat Baik Isi dan Pengetahuan: Isi informasi menunjukkan pengetahuan penulisan yang baik atas materi yang disajikan Isi informasi sulit dipahami oleh pembaca. Isi informasi belum lengkap dan mudah dipahami oleh pembaca. Isi informasi cukup lengkap dan sudah bisa dipahami oleh pembaca. Isi informasi sangat lengkap dan informatif sehingga memudahkan pembaca memahami Penulisan: Hasi laporan dibuat dengan benar, sistematis dan menarik menujukkan keterampilan yang baik Bagianbagian Hasi laporan yang dibuat perlu mendapatkan bimbingan Keseluruhan Hasi laporan yang sangat menarik menunjukkan keterampilan membuat mind map yang terus berkembang dari Keseluruhan informasi Hasi laporan yang sangat menarik, jelas menunjukkan keterampilan membuat mind map yang baik dari Keseluruhan informasi Hasi laporan yang sangat menarik, jelas dan benar menunjukkan keterampilan membuat mind map yang tinggi dari pembuatnya
pembuatnya pembuatnya Penyajian isi teks : Menyajikan Hasi laporan dengan rapi dan sistematis Belum mampu menyajikan Hasi laporan dengan rapi dan sistematis Menyajikan Hasi laporan dengan kurang rapi dan kurang sistematis Menyajikan Hasi laporan dengan cukup rapi dan sistematis Menyajikan Hasi laporan dengan rapi dan sistematis Pedoman Penskoran Skor Maksimal 12 Nilai = ℎ 100 i
DAFTAR RUJUKAN 1. Fitri, Amalia .Rasa,Anggayuda A. dkk.2021. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas IV Buku siswa.Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia. 2. Video pembelajaran. https://www.youtube.com/watch?v=Ly4EwMhwhpY
G. DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1. Bahan Ajar 2. Media Pembelajaran 3. LKPD
1 Bahan Ajar
BAB 3 GAYA DI SEKITAR KITA Topik A: Pengaruh Gaya terhadap Benda 1. Gaya Otot dan Gaya Gesek Gaya adalah dorongan atau tarikan. Hasil interaksi antar benda dapat menghasilkan gaya yang dapat menyebabkan benda bergerak, berhenti bergerak atau berubah bentuk. Pada kegiatan sehari-hari, manusia menggunakan gaya otot untuk melakukan aktivitas. Gaya otot adalah gaya yang dikeluarkan dari otot manusia atau hewan. Melangkahkan kaki ke depan membuat tubuh berpindah tempat. Saat makan, kita menggunakan gaya otot di rahang untuk mengunyah makanan agar menjadi lebih halus dan dapat kita telan. Pemanfaatan gaya otot yang dilakukan oleh hewan bisa kita temukan salah satunya pada kendaraan delman, di mana otot kuda digunakan untuk menarik kereta roda agar dapat bergerak maju. Gaya gesek muncul karena dua benda yang saling bersentuhan. Saat benda didorong atau ditarik akan ada gesekan antara permukaan benda dan permukaan lantai. Besar atau kecilnya gaya gesek dipengaruhi oleh: posisi lintasan: mendatar atau menurun. luas permukaan benda yang bersentuhan: bulat atau kotak. permukaan lintasan serata, bergelombang, kasar, halus, atau licin. berat sebuah benda. Semakin berat suatu benda, gaya geseknya juga akansemakin besar. Contoh gelas berisi air akan memiliki gaya gesek yang lebihbesar dibanding gelas kosong. 2. Sifat Gaya Gesek Gaya gesek dapat diperbesar atau diperkecil sesuai kebutuhan manusia.Beberapa cara memperkecil gaya gesek adalah: 1. Pemberian pelumas atau oli pada roda atau rantai sepeda. 2. Penggunaan roda untuk mendorong benda agar lebih mudah dipindahkan. 3. Penggunaan pisau sebagai alas sepatu ski es atau kereta luncur. Beberapa cara memperbesar gaya gesek adalah: 1. Penggunaan pul pada sepatu pemain bola. Hal ini bertujuan agar pemain bolatidak tergelincir saat berlari dan menendang bola di lapangan.
2. Membuat alur-alur pada ban mobil atau motor. Untuk menghindari slip/tergelincir di permukaan jalan yang licin. 3. Memberi rantai pada roda mobil saat musim salju. A. Berikut manfaat gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari. 1.Membantu benda bergerak tanpa tergelincir Permukaan aspal jalan raya dibuat agak kasar. Hal ini bertujuan agar mobiltidak slip ketika bergerak di atasnya. Adanya gesekan antara ban dan aspalmenyebabkan mobil dapat bergerak tanpa tergelincir. 2. Menghentikan benda yang sedang bergerak Rem motor digunakan agar motor dapat berhenti saat sedang bergerak. Gesekan membuat laju motor akan semakin lambat ketika direm. B. Berikut kerugian gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari. 1. Menghambat gerakan: gaya gesekan menyebabkan benda yang bergerakakan terhambat gerakannya. 2. Menyebabkan aus/terkikis: penghapus karet yang sering terpakai akan lebih mudah habis, ban sepeda menjadi gundul, dan sol sepatu menjadi tipis. .
2. Media Pembelajaran
1. Media dan alat No Nama Media Gambar 1 Batu krikil 2 Meja 3 Bola 6 Buku 15 Laptop 16 LCD
2. VIDIO PEMBELAJARAN 3. SLIDE POwER POINT
3. LKPD
TUJUAN KEGIATAN 1. Melalui kegiatan penyelidikan siswa mengidentifikasi penggunaan gaya dalam aktivitas sehari-hari. 2. Peserta didik dapat melakukan penyelidikan untuk menganalisis manfaat gaya otot dan gaya gesek kehidupan sehari-hari LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD KELAS IV IPAS
1. Duduklah sesuai dengan kelompok! 2. Tulislah nama dan nomor absen pada kolom yang telah disediakan! 3. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan! 4. Bacalah setiap petunjuk yang terdapat pada LKPD! 5. Kerjakan soal pada LKPD sesuai dengan langkah-langkah kegiatan! 6. Periksa kembali jawabanmu apabila telah selesai di kerjakan! 7. Setelah selesai, lakukan presentasi dengan baik! PETUNJUK UMUM
1. Lembar Kerja Peserta Didik LKPD Petunjuk pengerjaan: 1. Bacalah materi dan langkah yang ada dengan baik 2. Diskusikan setiap pertanyaan yang ada pada LKPD dengan 3. Tuliskan jawabanmu pada kolom yang telah disediakan. Tujuan Kegiatan 1. Melalui kegiatan penyelidikan siswa mengidentifikasi penggunaan gaya dalam aktivitas sehari-hari. 2. Peserta didik dapat melakukan penyelidikan untuk menganalisis manfaat gaya otot dan gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari
Menganalisis pengaruh gaya otot terhadap benda 1. Melakukan kegiatan untuk menganalisis pengaruh gaya otot terhadap benda Kegiatan 1 : Alat dan bahan: 1. Bola 2. Kardus/kertas 3. Batu kerikil 4. Plastisin Langkah-Langkah Kegiatan 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2. Cobalah pindahkan bola, dan kerikil sesuai keinginanmu 3. Amatilah kenapa bola dan kerikil bisa berpindah tempat ketempat yang lain 4. Ambil pastisin kemudian cobak diremas-remas sengingga membentuk suatu bentuk sesuai dengan keinginanmu 5. Setelah mencobanya, diskusikanlah bersama kelompok pertanyaan-pertanyaan berikut: 6. Kenapa bola dan kerikil bisa berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya ? 7. Apa yang menyebabkan benda bisa bergerak? 8. Dari kegiatan 1 yang anak-anak lakukan kesimpulan apa yang bisa diambil? 9. Tuliskan jawaban kalian ! Nama Kelompok/ no.absen : 1. 2. 3. LKPD