37
lancar dengan menggunkaan aktiva lancar. Perusahaan yang menunjukkan
hasil current ratio yang tinggi menandakan perusahaan tersebut mampu
untuk membayar keseluruhan kewajiban jangka pendeknya dengan tepat
waktu.
Pada praktiknya perusahaan yang mampu membayar kewajiban
jangka pendek secara tepat waktu sesuai jatuh tempo yang sudah ditetapkan,
maka perusahaan tersebut dalam keadaan likuid maksudnya memiliki posisi
aktiva lancar lebih besar dari pada hutang lancar. Hal ini sejalan dengan hasil
penelitian yang sudah dilakukan oleh Esthirahayu et al (2014) yang
menyatakan bahwa rasio likuiditas yang dinyatakan dengan current ratio
berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan. Informasi yang
didapatkan dari hasil penelitian terdahulu, maka hipotesis yang diajukan
sebagai berikut:
: Likuiditas berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan
periode tahun 2018 - 2020.
2. Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Kinerja Keuangan
Grand theory yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pecking
Order Theory. Teori ini menjelaskan bahwa perusahaan dengan tingkat
profitabilitas yang tinggi justru tingkat hutangnya rendah, di karenakan
perusahaan yang profitabilitasnya tinggi memiliki sumber dana internal yang
38
berlimpah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan
analisis uji yang digunakan penelitian ini adalah regresi linier berganda.
Rasio profitabilitas pada penilitan ini di ukur dengan Return On Asset,
Harahap (2010:305) Retrun On Assets (ROA) menggambarkan perputaran
aktiva diukur dari penjualan. Semakin besar rasio ini maka semakin baik dan
hal ini berarti bahwa aktiva dapat lebih cepat berputar dan meraih laba. ROA
merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur manajemen perusahaan
dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan.semakin tinggi rasio ini,
maka semakin baik produktfitas asset dan memperoleh keuntungan bersih.
Dengan kata lain, semakin besar ROA suatu perusahaan, semakin besar pula
tingkat keuntungan yang dicapai dan semakin baik pula posisi perusahaan
dari segi penggunaan asset.
Kasmir (2016), selain iu ROA dapat memberikan pengukuran yang
memadai atas efektifitas keseluruhan perusahaan karena ROA
memperhitungkan penggunaan aktiva dan profitabilitas dalam penjualan.
Dengan demikian, ROA dapat dijadikan salah satu indikator dalam
pengambilan keputusan investor dalam memilih perusahaan untuk
berinvestasi. Maka semakin tinggi rasio ini maka akan semkin tinggi pula
kepercayaan dan minat investor untuk berinvestasi. Hal ini sejalan dengan
hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh Asniawati (2020) yang
menyatakan bahwa rasio profitabilitas yang dinyatakan dengan Return On
Assets (ROA) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan.
39
Informasi yang didapatkan dari hasil penelitian terdahulu, maka hipotesis
yang diajukan sebagai berikut:
H2 : Profitabilitas berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan periode
tahun 2018 - 2020.
2.4 Kerangka Berfikir
Adapun kerangka penelitian ini akan memberikan informasi mengenai
analisis dan kesimpulan antara teori dengan keadaan yang sebenarnya pada
perusahaan, sehinggan menjadi satu kesatuan konsep yang sistematis.
Rasio likuiditas Kinerja Keuangan
( X1 ) (Y)
Rasio profitabilitas
( X2 )
40
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang berupa data laporan
keuangan perusahaan yang di ambil dari periode yang sudah ditentukan. Sunyoto
(2013), data kuantitatif merupakan data yang berupa angka atau bilangan yang
absolut di mana data tersebut dapat dikumpulkan dan lebih mudah untuk dibaca.
Pada penelitian ini data kuantitatif tersebut dianalisis dan selanjutnya diambil
kesimpulan mengenai pengaruh rasio likuiditas dan rasio profitabilitas terhadap
kinerja keuangan perusahaan.
3.2 Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya
berupa orang, objek, transaksi, atau kejadian di mana kita tertarik untuk
mempelajarinya atau menjadi objek penelitian (Kuncoro, 2009). Populasi
dalam penelitian ini adalah laporan kinerja keuangan perusahaan yang
tergolong Consumer Goods sektor food and beverage di Bursa Efek
Indonesia (BEI).
41
b. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti.
Dalam penelitian ini sampel yang di ambil yaitu laporan kinerja keuangan
perusahaan yang diterbitkan selama tiga tahun terakhir, laporan keuangan
perusahaan dari tahun 2018, tahun 2019, tahun 2020.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive
sampling, yang berarti bahwa populasi yang dijadikan sampel penelitian
adalah populasi yang memenuhi kriteria sampel tertentu sesuai dengan
dikehendaki peneliti. Sampel yang diambil berdasarkan kriteria, sebagai
berikut :
1. Perusahaan Consumer Goods yang berada di sektor industry makanan.
2. Perusahaan Consumer Goods sektor industri makanan yang
mempublikasikan laporan keuangan yang menyajikan data rasio keuangan
dari tahun 2018, tahun 2019, dan tahun 2020.
3.3 Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Di
mana data tersebut merupakan kumpulan data dari angka-angka.
42
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data
sekunder dapat didefinisikan sebagai “data yang dikumpulkan oleh pihak lain”
(Kuncoro, 2009). Data dalam penelitian ini, data sekunder berupa dokumen yang
diperoleh dari IDX/Bursa Efek Indonesia melalui internet yang ada kaitannya
denngan penelitian ini. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari
laporan keuangan tahun 2018, 2019,dan 2020.
3.4 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dokumentasi. Melakukan penghimpunan atas data-data sekunder untuk mendapatkan
data yang mendukung penelitian seperti data laporan keuangan tahun 2018, 2019,
dan 2020.
3.5 Definisi Operasional
Sugiyono (2012), definisi operasional adalah penentuan konstrak atau sifat
yang akan dipelajari sehingga menjadi variabel yang dapat di ukur. Konstrak atau
sifat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Variabel Independen (X)
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah rasio
likuiditas dan rasio profitabilitas.
Rasio likuiditas (X1) di ukur dengan:
43
Current ratio = aktiva lancar/ utang lancar
Rasio profitabilitas (X2) di ukur dengan:
Retrun on asset = laba bersih/total aset
b. Variabel Dependen (Y)
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang
diukur dengan Erning Per Share (EPS).
Earning Per Share = Laba bersih / Jumlah saham yang beredar.
3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang akan diolah dan diolah dengan menggunakan
bantuan program SPSS. Analisis yang dipergunakan adalah sebagai berikut :
3.6.1 Uji Asumsi Klasik
3.6.1.1. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diujikan
sudah tersedistribusi dengan normal atau belum. Pengujian normalitas dapat
dilakukan dengan pengujian secara terapan Kolmogorov – smirnovZ dan
grafik P-Plot. Dasar pengambil keputusan sebagai berikut:
44
a. Jika signifikansi > 0,05 maka keputusannya adalah menerima H1 atau
dengan kata lain model regresi linier ini mempunyai residual atau error yang
normal.
b. Jika signifikansi < 0,05 maka keputusannya adalah tolak H1 atau dengan
kata lain model regresi mempunyai residual atau error yang tidak normal.
3.6.1.2. Uji Multikolinieritas
Multikolinieritas dikemukakan pertama kali oleh Ragner Frish yang
mana menyatakan bahwa multikolinier adalah adanya lebih dari satu
hubungan linier yang sempurna. Apabila terjadi multikolinier apalagi kolinier
sempurna (koefisien korelasi antar variabel bebas = 1), maka koefisien regresi
dari variabel bebas tidak dapat ditentukan dan standar errornya tidak
terhingga. Pengujian multikolinieritas dilakukan dengan melihat nilai VIF
dan nilai Tolerance. Jika nilai VIF tidak lebih besar dari 10 dan nilai
Tolerance > 0,1 maka hal ini menunjukkan tidak terjadi problem
multikolinieritas.
45
3.6.1.3 Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas adalah uji yang menilai apakah ada
ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model
regresi liear. Model regresi yang baik tidak terjadi heterokedastisitas. Untuk
mengetahui ada tidaknya heterokedastisitas pada suatu model regresi maka
dapat dilihat pada scatter plot. Dengan ketentuan sebagai berikut :
1) Titik-titik (data) menyebar diatas dan disekitar angka nol
2) Titik-titik (data) tidak mengumpul hanya dibawah saja.
3) Penyebaran titik-titik (data) tidak boleh membentuk pola
bergelombang lebar kemudian menyempit dan melebar kembali.
3.6.1.4 Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya
penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi antara
residual pada suatu pengamatan lain pada model regresi. Dengan syarat
sebagai berikut :
d < dl Terdapat autokorelasi
Atau
46
d > 4 – dl
du < d < 4 - du Tidak terdapat
autokorelasi
dl < d < du Tidak ada kesimpulan
Atau
4 - du < d < 4 - dl
3.6.2 Uji Regresi Linier Berganda
Regresi linear berganda yaitu menguji pengaruh dua atau lebih
variabel independen terhadap satu variabel dependen. Disebut berganda
karena banyaknya faktor (dalam hal ini variabel) yang mungkin
mempengaruhi variabel tak bebas. Analisis regresi bertujuan untuk untuk
mengetahui apakah regresi yang dihasilkan adalah baik untuk
mengestimasikan nilai variabel dependen. Analisis regresi ini digunakan
untuk menghitung besarnya pengaruh antara variabel bebas, yaitu Rasio
Likuiditas (X1) Rasio Profitabilitas (X2), dan Kinerja Keuangan (Y). Analisis
Regresi digunakan mengetahui bentuk hubungan antara variabel bebas
47
dengan variabel terikat. Dengan persamaan umum Regresi Linear Sederhana
sebagai berikut:
Y = a + b₁ X1 + b₂ X2
Keterangan :
Y : Kinerja Keuangan
a : Konstanta
X1 : Likuiditas
X2 : Profitabilitas
b₁ : Koefisien Regresi Likuiditas
b₂ : Koefisien Regresi Profitabilitas
3.6.3 Uji Hipotesis .
Uji Hipotesis digunakan untuk menguji kebenaran suatu pernyataan secara
statistik dan menarik kesimpulan apakah menerima atau menolak pernyataan yang
telah dibuat.
3.6.3.1 Uji Signifikasi Partial ( Uji t )
48
Uji t ( parsial ) bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh
variabel independen secara parsial (individual) terhadap variabel independen .
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu
variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan
variasi variabel dependen (Ghozali, 2018). Pengujian ini bertujuan untuk
menguji hubungan antara variabel independen (rasio likuiditas) terhadap
variabel dependent (kinerja keuangan) secara terpisah ataupun bersama-sama.
Untuk menguji variabel yang berpengaruh antara X1 dan X2 terhadap Y
secara terpisah maupun bersama-sama, maka digunakan uji t. Adapun kriteria
pengujian uji t adalah sebagai berikut:
a. Jika signifikansi < 0,05 maka H1 diterima berarti ada pengaruh
signifikan variabel independen secara individual terhadap variabel
dependen.
b. Jika signifikansi > 0,05 maka H1 ditolak berarti tidak ada pengaruh
signifikan variabel independen secara individual terhadap variabel
dependen.
BAB IV
49
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian
4.1.1 Sampel Penelitian
Laporan kinerja keuangan perusahaan consumer goods yang tercatat
di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam 3 tahun terakhir yaitu tahun 2018, tahun 2019,
dan tahun 2020. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pada bab III diperoleh
jumlah sampel sebanyak 10 perusahaan setelah melalui proses pemilihan. Jadi
sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang tergolong
consumer goods di sektor makanan. Berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam proses
pemilihan sampel.
Tabel 4.1
Pemilihan Sampel
No Keterangan Jumlah
31
1. Populasi laporan kinerja keuangan perusahaan yang
tergolong Consumer Goods sektor food and beverage di
50
Bursa Efek Indonesia (BEI) (19)
2. Kriteria 1
Perusahaan Consumer Goods yang tidak berada di
sektor industri makanan.
3. Kriteria 2 (2)
Perusahaan Consumer Goods sektor industri makanan
yang tidak mempublikasikan laporan keuangan yang
menyajikan data rasio keuangan dari tahun 2018, tahun
2019, dan tahun 2020.
Jumlah sampel 10
Sumber: Data sekunder diolah oleh peneliti
Dari tabel 4.1 pemilihan sampel, dapat dilihat bahwa populasi dalam
penelitian ini adalah perusahaan yang tergolong consumer goods di Bursa Efek
Indonesia (BEI). Dalam proses pemilihan sampel penelitian terdiri dari dua kriteria
yaitu :
1. Perusahaan Consumer Goods yang tidak berada di sektor industri
makanan.
51
2. Perusahaan Consumer Goods sektor industri makanan yang tidak
mempublikasikan laporan keuangan yang menyajikan data rasio keuangan
dari tahun 2018, tahun 2019, dan tahun 2020.
Berdasarkan kriteria sampel diatas, diperoleh jumlah sampel tetap sebanyak 10
perusahaan. Daftar perusahaan yang menjadi sampel penelitian yaitu :
Tabel 4.1.1
Daftar Sampel Perusahaan
No Kode Nama
1 CAMP PT. Campina Ice Cream Industry Tbk
2 DMND PT. Diamond Food Indonesia Tbk.
3 GOOD PT. Garudafood Putra Putri Jaya Tbk
4 ICBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
5 IKAN PT. Era Mandiri Cemerlang Tbk
6 INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
7 KEJU PT. Mulia Boga Raya Tbk.
52
8 MYOR PT. Mayora Indah Tbk
9 ROTI PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk.
10 STTP PT. Siantar Top Tbk.
Sumber : Data diolah oleh peneliti, 2022
4.2 Analisis Data.
4.2.1 Uji Statistik Deskriptif
Uji statistik deskriptif memberikan gambaran mengenai deskripsi dari
masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Informasi tersebut
disajikan dengan nilai mean dan nilai deviasi standar. Statistik deskriptif dari
variabel penelitian ini disajikan pada tabel 4.2 sebagai berikut :
Tabel 4.2
Hasil Uji Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Likuiditas 30 15 690 209.67 134.310
Profitabilitas
30 2 798 162.23 275.285
53
Kinerja Keuangan 30 8 735 190.08 211.391
Valid N (listwise) 30
Sumber : Output SPSS 26, 2022
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa jumlah N sebanyak 30, dan
berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif tersebut dapat diketahui likuiditas
memiliki nilai minimum sebesar 15 nilai maksimum 690, mean sebesar 209,67 dan
nilai standar deviasi sebesar 134,310. Profitabilitas memiliki nilai minimum sebesar
2, nilai maksimum sebesar 798, mean sebesar 162,23 dan nilai standar deviasi
sebesar 275,285.
4.2.2 Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik, merupakan salah satu persyaratan sebelum peneliti akan
menguji data tersebut melalui teknik regresi linear berganda. Manfaat dari uji asumsi
klasik, peneliti dapat mengetahui apakah data yang akan diujikan sudah terdistribusi
dengan normal atau tidak. Uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji
multikolinearitas, uji heterokedasitas dan uji autokolerasi.
4.2.2.1 Uji Normalitas
Tabel 4.3
54
Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N Mean 30
Normal Parametersa,b 40.8923445
Std. Deviation 199.60992585
Most Extreme Differences Absolute .153
Positive .153
Negative -.093
Test Statistic .153
Asymp. Sig. (2-tailed) .071c
Sumber : Output SPSS 26, 2022
Berdasarkan tabel 4.1 Hasil Uji Normalitas diatas, diketahui nilai
Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,071 yang mana nilai signifikansi tersebut lebih
besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diujikan tersebut
berdistribusi normal.
4.2.2.2 Uji Multikolinieritas
55
Tabel 4.4
Hasil Uji multikolinieritas
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model Tolerance VIF
1 Likuiditas .817 1.224
Profitabilitas .817 1.224
a. Dependent Variable: Kinerja Keuangan
Sumber : Output SPSS 26, 2022
Apabila nilai VIF < 10,00 atau nilai tolerance > 0,10 maka tidak
terjadi multikolinieritas, namun apabila nilai VIF >10,00 dan nilai tolerance < 0,10
maka data yang diujikan diasumsikan terjadi multikolineritas. Berdasarkan data
diatas hasil uji multikolineritas di atas yaitu :
a. Variabel Likuiditas memiliki nilai tolerance sebesar 0,817 > 0,10 dan nilai
VIF sebesar 1,224 < 10,00 maka tidak terjadi multikolinieritas.
b. Variabel Profitabilitas memiliki nilai tolerance sebesar 0,817 > 0,10 dan
nilai VIF 1,224 < 10,00 maka tidak terjadi multikolinieritas.
56
Dari kedua variabel yang diujikan tidak terindikasi terjadinya
multikolinieritas terhadap data tersebut.
4.2.2.3 Uji Heterokedastisitas
Gambar 4.5
Hasil Uji Heterokedastistas
Sumber : Output SPSS 26, 2022
57
Secara grafis dapat dilihat dari grafik Scatterplot. Di mana dasar pengambilan
keputusannya adalah jika sebaran nilai residual terstandar tidak membentuk pola
tertentu dan tampak random, maka dapat dikatakan bahwa model regresi tidak
mengandung heterokedasitas. Output data yang peneliti teliti dalam pengujian model
regresi ini, dapat dilihat pada gambar di atas.
Terlihat pada gambar 4.3 dimana titik – titik tersebut tidak
membentuk pola tertentu dan menyebar secara acak serta tersebar baik di atas
maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y, sehingga dapat disimpulkan bahwa model
regresi yang peneliti ujikan tidak terjadi heterokedasitas maka model regresi ini
layak untuk memprediksi kinerja keuangan (Y).
4.2.2.4 Uji Autokorelasi
Tabel 4.6
HasilUji Autokorelasi
Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate Durbin-Watson
1
.821a .674 .637 127.442 2.174
a. Predictors: (Constant), Unstandardized Residual, Likuiditas, Profitabilitas
58
b. Dependent Variable: Kinerja Keuangan
Sumber : Output SPSS 26, 2022
Nilai DW 2,174, nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel
signifikan 5%, jumlah sampel 30 dan jumlah variabel independen 2, maka di
peroleh nilai sebagai berikut :
d dl du 4-dl 4-du
2.174 1.2837 1.5666 2.7163 2.4334
Dari data tersebut sesuai dengan dasar du < d < 4 - du sehingga dapat
disimpulkan bahwa data yang diujikan tidak terdapat autokorelasi.
4.2.3 Uji Regresi Linear Berganda
Setelah melakukan uji asumsi klasik, maka selanjutnya adalah mencari
persamaan regresi linear berganda serta pengujian hipotesis untuk mengetahui
seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Didapatkan persamaan regresi linear berganda berdasarkan tabel berikut :
59
Tabel 4.7
Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.
1 (Constant) B Std. Error Coefficients
Beta
174.862 104.233 1.678 .105
Likuiditas .288 .292 -.183 .987 .332
9.049 .189 1.016 .319
Profitabilitas 9.190
a. Dependent Variable: Kinerja keuangan
Sumber : Output SPSS 26 ,2022
Berdasarkan analisis uji regresi diatas, diperoleh persamaan model regresi
sebagai berikut :
Y = a + b1.x1 + b2.x2
= 174,862 + (0,288) + 9,190
Dari hasil tersebut menunjukan bahwa :
60
1. Nilai a sebesar 174,862 merupakan konstanta atau keadaan saat variabel
kinerja keuangan belum dipengaruhi oleh variabel lainnya yaitu Variabel
likuiditas (X1) dan Variabel profitabilitas (X2). Jika variabel independen
tidak ada maka variabel kinerja keuangan tidak mengalami perubahan.
2. b1 ( nilai koefisien regresi x1) sebesar 0,288, menunjukkan bahwa
variabel likuditas mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja keuangan
yang berarti bahwa setiap kenaikan 1 satuan variabel likuiditas maka akan
mempengaruhi kinerja keuangan sebesar 0,288, dengan asusmsi bahwa
variabel lain tidak diteliti dalam penelitian ini.
3. b2 ( nilai koefisien regresi x2) sebesar 9,190, menunjukkan bahwa
variabel profitabilitas mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja
keuangan yang berarti bahwa setiap kenaikan 1 satuan variabel profitabilitas
maka akan mempengaruhi kinerja keuangan sebesar 9,190, dengan asumsi
bahwa variabel lain tidak diteliti dalam penelitian ini.
61
4.2.4 Uji Hipotesis
4.2.4.1 Uji t
Tabel 4.8
Hasil Uji t
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.
1 (Constant) B Std. Error Coefficients
Beta
174.862 104.233 1.678 .105
Likuiditas .288 .292 -.183 .987 .332
9.049 .189 1.016 .319
Profitabilitas 9.190
a. Dependent Variable: Kinerja keuangan
Sumber : Output SPSS 26, 2022
Hasil uji di atas dapat diketahui sebagai berikut :
a. Pengaruh likuiditas ( current ratio ) terhadap kinerja keuangan
62
Dari tabel di atas, menunjukkan bahwa rasio likuiditas memiliki nilai
sebesar 0,987 dengan signifikansi sebesar 0,332 dimana lebih besar dari 0,05 maka
H1 di tolak . Hal ini menunjukkan bahwa rasio likuiditas tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja keuangan (Y).
b. Pengaruh profitabilitas (ROA) terhadap kinerja keuangan.
Dari tabel di atas, menunjukkan bahwa rasio profitabilitas memiliki nilai
sebesar 1,016 dengan signifikansi sebesar 0,319 dimana lebih besar dari 0,05
maka H1 di tolak . Hal ini menunjukkan bahwa rasio profitabilitas tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja keuangan (Y).
4.3 Pembahasan
1. Pengaruh Likuiditas Terhadap Kinerja Keuangan
Pengujian hipotesis dilakukan dengan melakukan uji t untuk menguji
pengaruh variabel independen terhadap dependen secara parsial. Dari hasil uji t yang
diperoleh dapat di simpulkan bahwa :
H1 : Likuiditas berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan periode
tahun 2018 - 2020.
H1 ditolak di karenakan berdasarkan hasil uji t yang dilakukan, hubungan likuiditas
di ukur dengan current ratio (X1) dan Kinerja keuangan di ukur dengan EPS (Y)
menunjukkan hubungan negatif. Sedangkan tingkat signifikansi yang dihasilkan
0,332 > 0,05. Hal ini menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara variabel
63
independen secara individual terhadap variabel dependen. Penelitian ini bertolak
belakang dengan penelitian yang dilakukan Esthirahayu et al (2014) yang
menyatakan bahwa rasio likuiditas yang dinyatakan dengan current ratio
berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan. Hal ini dikarenakan suatu
perusahaan dengan current ratio yang tinggi belum tentu menjamin akan dapat
dibayarnya hutang perusahaan yang sudah jatuh tempo karena proporsi atau
distribusi dari aktiva lancar yang tidak menguntungkan. Pendapat tersebut didukung
Munawir (2015:72) yang menyebutkan bahwa current ratio yang tinggi
menunjukkan kelebihan uang kas atau aktiva lancar lainnya dibandingkan dengan
dibutuhkan sekarang atau tingkat likuiditas yang rendah daripada aktiva lancar dan
sebaliknya. Dan sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Daeli,
2017) yang menyatakan current ratio dan quick ratio tidak berpengaruh signifikan
terhadap kinerja keuangan perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2012 - 2016.
2. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Kinerja Keuangan
Pengujian hipotesis dilakukan dengan melakukan uji t untuk menguji
pengaruh variabel independen terhadap dependen secara parsial. Dari hasil uji t yang
diperoleh dapat di simpulkan bahwa :
H2 : Profitabilitas berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan periode
tahun 2018 - 2020.
H2 ditolak di karenakan berdasarkan hasil uji t yang dilakukan, hubungan
profitabilitas di ukur dengan return on asset (X2) dan kinerja keuangan di ukur
64
dengan EPS (Y) menunjukkan hubungan negatif. Sedangkan tingkat signifikansi
yang dihasilkan 0,319 > 0,05. Hal ini menunjukkan hubungan yang tidak signifikan
antara variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. Penelitian
ini tidak sejalan dengan Asniawati (2020) yang menyatakan bahwa rasio
profitabilitas yang dinyatakan dengan Return On Assets (ROA) berpengaruh secara
signifikan terhadap kinerja keuangan. Dengan demikian perusahaan yang tidak
menghasilkan profitabilitas tinggi tidak akan memiliki kemampuan memberikan
pengembalian (return) kepada investor yang lebih baik. Dan sejalan dengan
penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Hikmah, 2018) dengan hasil penelitian
variabel ROA secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
variabel harga saham.
65
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh likuiditas dan profitabilitas terhadap
kinerja keuangan perusahaan periode 2018 - 2020 , dapat disimpulkan bahwa :
1. Likuiditas yang di ukur dengan current ratio tidak berpengaruh signifikan
terhadap kinerja keuangan perusahaan periode tahun 2018 - 2020 sehingga
H1 di tolak.
2. Profitabilitas yang di ukur dengan return on asset tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan periode tahun 2018 - 2020
sehingga H2 di tolak.
5.2 Saran
Dari hasil penelitian pengaruh likuiditas dan profitabilitas terhadap kinerja keuangan,
peneliti menyampaikan beberapa saran yaitu :
1. Perusahaan hendaknya menjaga efisiensi operasional agar rasio keuangan
yang dihasilkan tetap terjaga. Perusahaan diharapkan dapat meningkatkan
rasio likuiditas, jika rasio likuiditas tersebut naik maka kinerja perusahaan
akan dinilai baik. Semakin besar ukuran perusahaan, seharusnya lebih efisien
66
dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, sehingga rasio keuangan
perusahaan selalu meningkat.
2. Bagi perusahaan dengan nilai Return On Asset (ROA) yang rendah bahkan,
disarankan agar lebih meningkatkan Earning After Tax (EAT).
3. Bagi penelitian selanjutnya adalah untuk memperbesar populasi, tidak hanya
di satu sektor saja dan bisa menambah alat ujinya guna menambah daya
generalisasi terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan. Sehingga hasil
penelitiannya menjadi lebih relevan untuk dijadikan acuan dalam berinvestasi
bagi investor ataupun calon investor di Indonesia.
67
DAFTAR PUSTAKA
Agus, Sartono. 2011. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE.
Asniwarti, A. 2020. Pengaruh Rasio Likuiduitas, Solvabilitas, Dan Profitabilitas
Terhadap Kinerja Keuangan Pada PT. Midi Utama Indonesia Tbk Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia , Jurnal Economix, Vol 8 No. 1
Asyikin, J., & Tanu, V.S. 2011. Analisis perbandingan kinerja keuangan antara
perusahaan farmasi milik pemerintah (BUMN) dengan perusahaan Farmasi
Swasta yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Spread, 1(1), pp. 36-
48
Barus, M. A., Sudjana, N., & Sulasmiyati, S. 2017. Penggunaan rasio keuangan
untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan (studi pada PT. Astra Otoparts,
Tbk dan PT. Goodyer Indonesia, Tbk yang go public di bursa efek indonesia)
(Doctoral dissertation, Brawijaya University)
Danang, Sunyoto. 2013. Metodologi Penelitian Akuntansi. Bandung: PT Refika
Aditama Anggota Ikapi
Darsono dan Ashari. 2005. Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan.
Yogyakarta : CV. Andi Offset.
Dwi Prastowo. 2011. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Ketiga. YKPN: Jakarta.
Esthirahayu, Dwi Putri, Siti Ragil Handayani dan Rustam Hidayat. 2014. Pengaruh
Rasio Likuiditas, Rasio Leverage Dan Rasio Aktivitas Terhadap Kinerja
Keuangan Perusahaan( Studi pada Perusahaan Food and beverage yang
listing di Bursa Efeek Indonesia tahun 2010-2012). JAB Vol. 8 No. 1.
Universitas Brawijaya malang
Fahmi, Irham. 2012. Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Fahmi, Irham. 2017. Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Fajrin, P. H., & Laily, N. 2016. Analisis profitabilitas dan likuiditas terhadap kinerja
keuangan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. Jurnal Ilmu dan Riset
Manajemen (JIRM), 5(6)
68
Ghozali, Imam. 2018. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25.
Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang
Gujarati, Damodar N. 2010. Dasar-dasar Ekonometrika. Jakarta: Salemba Empat.
Hanafi, Mamduh. M., Halim, Abdul. 2016. Analisis Laporan Keuangan. Edisi ke5.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN
Harahap, Sofyan Syafri. 2011. Analisis Kritis atas laporan Keuangan. Edisi Pertama
Cetakan ke sepuluh. Jakarta : PT Bumi Aksara
Haryoko, Ugeng Budi, M. Ulul Albab dan Angga Pratama. 2020. Analisis Rasio
Likuditas Dan Rasio Profitailitas Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan Pada
PT. Timah Nusantara Tbk. Jurnal Ilmiah Feasible. Vol. 2 No.1
Hery. 2014. Analisis Laporan Keuangan, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta
Hery. 2015. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: CAPS (Center for Academic
Publishing Service).
Hery. 2016. Analisis Laporan Keuangan (Integrated and Comprehensive Edition).
Penerbit : Grasindo, Jakarta:
Horne, James C. Van dan Jhon M. Wachowicz. 2012. Prinsip-Prinsip Manajemen
Keuangan. Edisi 13. Salemba Empat, Jakarta.
Http://jurnalmahasiswa.stiesia.ac.id/index.php/jirm/issue/view/39
IDXChanel.com (2021)
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). 2012. Penyajian Laporan Keuangan. Pernyataan.
Standar Akuntansi Keuangan No. 1 (Revisi 2009). DSAK-IAI, Jakarta.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba
Empat.
Jensen, M., C., dan W. Meckling, 1976. “Theory of the firm: Managerial behavior,
agency cost and ownership structure”. Journal of Finance Economic 3:305 -
360
Jumingan. 2006. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Kasmir, S.E., M.M. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT.Raja Grafindo
Persada.
69
Kasmir. 2016. Analisis Laporan Keuangan Edisi 1 Cetakan Kesembilan. Jakarta:
Raja Grafindo.
Kuncoro, Mudrajad. 2009. Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta :
Erlangga
Kusuma, Hadri. 2006. Dampak Manajemen Laba terhadap Relevansi Informasi
Akuntansi: Bukti Empiris dari Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 8
(1), hal. 1-12
Munawir, S. 2012. Analisis Informasi Keuangan. Yogyakarta: Liberty
Munawir. 2015. Analisa Laporan Keuangan. Edisi Keempat, cetakan ketujuhbelas,
Penerbit : Liberty, Yogyakarta
Prayitno, Ryanto Hadi. 2010, “Peranan Analisa Laporan Keuangan dalam Mengukur
Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Ksus pada PT. X)”, Jurnal Manajemen,
Volume 2 No.1, 7-8
Purba, Marisi P. 2010. International Financial Reporting Standards Konvergensi dan
Kendala Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta : Graha Ilmu
Ratna, Dumilah, Suwanto Suwanto, Nur Iman Duta Waskita, Denok Sunarsi. 2021.
Pengaruh Likuiditas dan Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Pada PT
Mayora Indah Tbk Periode 2010 - 2019. Jurnal Neravca Peradaban. Vol 1 No.
3
Rohmah, M. 2019. Pengaruh Rasio Likuiditas, Solvabilitas, Dan Aktivitas Terhadap
Profitabilitas Pada Perusahaan Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia. Skripsi.Universitas Bhayangkara Surabaya.
Sari, Ratna Candra dan Zuhrotun. 2006. Keinformatifan Laba di Pasar Obligasi dan
Saham : Uji Liquidation Option Hypothesis. Simposium Nasional Akuntansi 9:
Padang
Soemarso. 2004. Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta : Salemba Empat
Sofyan, M. 2019. Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan. Akademika.
Vol. 17.
Sudana, I Made. 2015. Teori dan Praktik Manajemen Keuangan Perusahaan Edisi 2.
Jakarta:Erlangga
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
70
Weygandt, Jerry J dan Kieso, Donald E dan Kimmel, Paul D. Accounting Principles
Pengantar Akutansi edisi ketujuh. 2008. Jakarta: Salemba Empat.
71
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
HASIL PERHITUNGAN RASIO
No Kode Nama Current Ratio ROA EPS
2018 2019 2020 2018 2019 2019
2020 2018 13,0 2020
10,53 7,84
Campina 4 21
38 35,20
1 CAMP Ice Cream 10,8 12,6 13,2 6,17% 7,26% 4,05% 56,79 42 565
Industry 392
56,4 735
Tbk 474 9 243
38
2 DMND Diamond 2,27 2,63 6,90 7,98% 7% 3% 432
Food
559
Indonesia
Tbk. 352
Garudafood
3 GOOD Putra Putri 1,18 1,53 1,75 10% 8% 3,7%
Jaya Tbk
4 ICBP Indofood 1,95 2,53 2,25 13% 13% 7%
CBP
Sukses
Makmur
Tbk
5 INDF Indofood 1,06 1,27 1,37 5% 6% 5,3%
Sukses
Makmur
Tbk
Era
6 IKAN Mandiri 0,15 0,41 0,81 6,8% 6,72% 5,9%
Cemerlang
72
7 KEJU Mulia Boga 2,3 2,47 2,53 12% 14% 17% 56 80 81
Raya Tbk.
8 MYOR Mayora 2,65 3,43 3,69 10,1% 10% 10% 77 89 92
Indah Tbk
Nippon
9 ROTI Indosari 3,57 1,69 3,83 2% 5% 3% 28,07 49,2 35,98
Corpindo 9
Tbk.
10 STTP Siantar Top 1,84 2,85 2,40 9% 16% 18% 194,81 368, 479,8
Tbk. 41 2
.
73
LAMPIRAN 2
Hasil Uji Statistik Deskriptif
Likuiditas Descriptive Statistics
Profitabilitas
Kinerja Keuangan N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Valid N (listwise) 30 15 690 209.67 134.310
30 2 798 162.23 275.285
30 8 735 190.08 211.391
30
74
LAMPIRAN 3
Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 30
Normal Parametersa,b Mean 40.8923445
Std. Deviation 199.60992585
Most Extreme Differences Absolute .153
Positive .153
Negative -.093
Test Statistic .153
Asymp. Sig. (2-tailed) .071c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
75
LAMPIRAN 4
Hasil Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model Tolerance VIF
1 Likuiditas
.817 1.224
Profitabilitas .817 1.224
a. Dependent Variable: Kinerja Keuangan
76
LAMPIRAN 5
Hasil Uji Heterokedastisitas
77
LAMPIRAN 6
Hasil Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate Durbin-Watson
1
.821a .674 .637 127.442 2.174
a. Predictors: (Constant), Unstandardized Residual, Likuiditas, Profitabilitas
b. Dependent Variable: Kinerja Keuangan
78
LAMPIRAN 7
Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.
1 (Constant) B Std. Error Coefficients
Beta
174.862 104.233 1.678 .105
Likuiditas .288 .292 -.183 .987 .332
9.049 .189 1.016 .319
Profitabilitas 9.190
a. Dependent Variable: Kinerja keuangan
79
LAMPIRAN 8
Hasil Uji T
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.
1 (Constant) B Std. Error Coefficients
Beta
174.862 104.233 1.678 .105
Likuiditas .288 .292 -.183 .987 .332
9.049 .189 1.016 .319
Profitabilitas 9.190
a. Dependent Variable: Kinerja keuangan