Calon Guru Penggerak Angkatan 8 Kabupaten Kebumen Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin Wulannuari Defita Sistiyaningsih, S.Pd.
Agus Setiawan, S.Pd., M.Pd. Fasilitator Istiqomah, S.Pd. Pengajar Praktik Wulannuari Defita S., S.Pd. CGP A8 Kebumen
FEELINGS FACTS JURNAL REFLEKSI MODEL 4F FINDINGS FUTURE
F A C T S P e n g a l a m a n , h a l b a i k a p a s a j a , h a m b a t a n a t a u k e s u l i t a n s e r t a s o l u s i u n t u k m e n g a t a s i h a m b a t a n t e r s e b u t . F E E L I N G S P e r a s a a n y a n g m u n c u l s e l a m a p e m b e l a j a r a n d a n a p a y a n g d i r a s a k a n s a a t m e l a k u k a n a k s i n y a t a . F I N D I N G S P e l a j a r a n d a n h a l b a r u y a n g d i d a p a t k a n s e l a m a p r o s e s p e m b e l a j a r a n . F U T U R E P e n e r a p a n / t i n d a k a n a p a y a n g a k a n d i l a k u k a n s e t e l a h b e l a j a r d a r i m o d u l i n i .
FACTS (PERISTIWA) Alhamdulillah masuk pada pembelajaran modul 3.1. Kegiatan pembelajaran pada modul 3.1 masih seperti alur-alur modul sebelumnya. Diawali dengan kegiatan pretest modul 3.1 pada tanggal 11 September 2023 kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Mulai dari diri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi, Demosntrasi kontekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi antar materi, dan Aksi nyata. Pada kegiatan mulai dari diri dan eksplorasi konsep, saya menjawab beberapa pertanyaan pemantik tentang pengambilan keputusan, tantangan yang saya hadapi ketika menghadapi kasus yang terjadi dan melibatkan diri saya. Materi yang dipelajari pada eksplorasi konsep antara lain peran sekolah sebagai institusi moral, unsur nilai-nilai kebajikan, perbedaan delima etika dan bujukan moral, paradigma pengambilan keputusan, prinsip pengambilan keputusan, dan langkahlangkah pengambilan keputusan. Disediakan berbagai contoh kasus yang berkaitan dengan delima etika dan bujukan moral pada kegiatan eksplorasi konsep forum diskusi. Harapannya, pemimpin dapat memberikan keputusan yang tepat jika menghadapi permasalahan yang terkait bujukan moral atau dilema etika.
Tahap ruang kolaborasi, saya melakukan kolaborasi virtual untuk saling berbagi pengalaman dan pendapat dalam menganalisis kasus nyata yang termasuk delima etika. Saya dan rekan sekelompok di ruang kolaborasi kolaborasi sudah saling mengenal dengan baik sehingga diskusi berjalan antusias dan ramai. Tahap demonstrasi kontekstual, saya melakukan analisis atas penerapan pengambilan keputusan pada permasalahan dilema etika. Sebelum menganalisis, saya harus mewawancarai 2 atau 3 kepala sekolah untuk mengumpulkan fakta tentang bagaimana para pimpinan dalam melaksanakan pengambilan keputusan di sekolah ketika menghadapi permasalahan dilema etika. Narasumber yang saya wawancarai ada 2 orang yaitu beliau Ibu Siti Robitoh, S.Pd. (Kepala SDN 1 Sangubanyu), dan Bapak Nazmudin Ali, S.Pd.SD (Kepala SDN 2 Sidomoro). Analisis hasil wawancara dituangkan pada video.
Tahap elaborasi, saya menuliskan beberapa pertanyaan terkait konsep materi yang sudah dipelajari tetapi masih membutuhkan penguatan dan pemahaman lebih lanjut. Instruktur kegiatan elaborasi adalah beliau Bapak Suhud Rois. Tahap koneksi antar materi membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang telah dipelajari. Koneksi modul 3.1 saya mencoba menulis di blog googlesite. Tahap akhir aksi nyata, rencana saya akan mendiseminasikan materi yang saya dapatkan pada pendidikan guru penggerak tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pimpinan dengan rekan komunitas guru di sekolah. Semoga membawa manfaat bagi orang lain sesuai dengan motto guru penggerak “tergerak, bergerak, dan menggerakkan” .
Hambatan dalam menyelesaikan tahapan modul 3.1 yang lebih terasa yaitu karena kegiatan sekolah berjalan berdampingan dengan pendidikan guru penggerak sehingga untuk penyelesaian tugas merasa kekurangan tenggang waktu. Tantangannya kegiatan modul ini yaitu ketika harus memohon ijin kepada kepala sekolah untuk melakukan kegiatan wawancara. Alhamdulillah sudah selesai modul 3.1 dan semua tahapan dapat terselesaikan sesuai duedate.
FEELINGS (PERASAAN) Perasaan saya sangat senang selama pembelajaran berlangsung karena materi yang saya pelajari merupakan ilmu pengetahuan baru yang harus saya kuasai sebagai seorang pemimpin pembelajaran. Guru penggerak harus berperan sebagai pemimpin pembelajaran, menggerakan komunitas praktisi, coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru dan memajukan kepemimpinan murid. Dalam menjalankan tugas tersebut saya harus terampil dalam mengambil keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan. Seperti yang telah saya pelajari sebelumnya seorang guru penggerak haruslah memiliki nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid. Dalam pengambilan keputusan seorang pemimpin harus berdasarkan 3 unsur yaitu berpihak pada murid, bertanggung jawab, serta berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal. Setiap konsep materi dari awal sampai modul ini dipelajari saya menemukan banyak sekali keterkaitan sehingga terkonstruksi membentuk sebuah pemahaman baru.
Pelajaran yang saya dapatkan dari modul 3.1 tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin adalah dalam keterampilan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin. Seringkali kita menghadapi beberapa kepentingan yang saling bersinggungan dan ada pihakpihak yang merasa dirugikan atas sebuah keputusan. Adanya kepentingan atau pertentangan nilai yang kepentingan tersebut ada yang benar dan ada yang salah. Bagaimanapun permasalahan yang dihadapi, harus diselesaikan hingga mendapatkan putusan yang beresiko terkecil. Kegiatan pengambilan keputusan adalah suatu keterampilan. Jika terus terlatih tentu kita akan semakin memahami untuk melihat situasi dan kondisi bagaimana menyelesaikan permasalahan. Findings/ Pembelajaran
Pembelajaran yang didapatkan pada modul ini diantaranya tentang: 1.Peran sekolah sebagai institusi moral untuk membentuk karakter yang baik dan berbudaya bagi murid-murid masa depan. Kita sebagai guru juga berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang memiliki tugas wajib untuk memberikan pendidikan moral kepada murid dengan selalu menanamkan nilai-nilai kebajikan serta memberikan teladan yang baik dalam perilaku sehari-hari. 2.Prinsip etika yang berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati dan disetujui bersama. Nilai-nilai kebajikan universal bisa berupa antara lain Keadilan, Keselamatan, Tanggung Jawab, Kejujuran, Rasa Syukur, Lurus Hati, Berprinsip, Integritas, Kasih Sayang, Rajin, Berkomitmen, Percaya Diri, Kesabaran, Keamanan, dan lain-lain Findings/ Pembelajaran
3.Keterampilan pengambilan keputusan mendasarkan keputusan kita pada 3 unsur yaitu berpihak pada murid, berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal, dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan yang diambil. 4. Membedakan delima etika dan bujukan moral. Delima etika adalah situasi dimana ada dua keputusan yang sama-sama benar sedangkan bujukan moral adalah situasi dimana salah satu keputusan adalah benar/salah. 5. Paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika ada 4 yaitu individu lawan masyarakat (kelompok), rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan, dan jangka panjang lawan jangka pendek. Findings/ Pembelajaran
3.Keterampilan pengambilan keputusan mendasarkan keputusan kita pada 3 unsur yaitu berpihak pada murid, berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal, dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan yang diambil. 4. Membedakan delima etika dan bujukan moral. Delima etika adalah situasi dimana ada dua keputusan yang sama-sama benar sedangkan bujukan moral adalah situasi dimana salah satu keputusan adalah benar/salah. 5. Paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika ada 4 yaitu individu lawan masyarakat (kelompok), rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan, dan jangka panjang lawan jangka pendek. 6. 1.Tiga prinsip pengambilan keputusan : berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan, dan berpikir berbasis rasa peduli. Findings/ Pembelajaran
7.Untuk memandu kita dalam proses pengambilan keputusan yang tepat perlu melalui tahapan pengujian. Ada 9 langkah pengujian yang dapat dilakukan yaitu mengenali nilia-nilai yang saling bertentangan, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi, mengumpulkan fakta, pengujian benar atau salah (uji legalitas, uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi, dan uji panutan), pengujian paradigm benar lawan benar, melakukan resolusi, investigasi opsi trilemma, buat keputusan, dan refleksi. Findings/ Pembelajaran
Saya akan menerapkan keterampilan pengambilan keputusan berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan seseuai dengan konsep yang telah dipelajari agar semakin terlatih dan terampil dalam melakukan pengambilan keputusan. Dengan melakukan tahapan yang tepat, saya berharap resiko yang mungkin muncul setelah putusan menjadi lebih kecil. Semoga saya bisa terus amanah untuk selalu mengutamakan kepentinga murid sebagai pemimpin pembelajaran sehingga bisa ikut serta memajukan kualitas pendidikan menjadi unggul. Tidak hanya itu saya akan membagikan informasi terkait pemahaman materi baru yang saya pelajari dalam modul 3.1 ini kepada rekan guru yang lain melalui berbagai media baik itu secara langsung ataupun melaui berbagai media informasi digital yang mudah di akses oleh rekan guru yang lain. Future/ Penerapan
Thank You SALAM DAN BAHAGIA IBU BAPAK GURU HEBAT Presentation by Wulannuari Defita Sistiyaningsih, S.Pd