The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Optimalisasi Pengarsipan SPT dan SPPD Secara Manual dan Digital

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ryomakomul12, 2021-12-22 04:31:09

Latsar CPNS 2021

Optimalisasi Pengarsipan SPT dan SPPD Secara Manual dan Digital

Keywords: Latsar

LATSAR CPNS PROVINSI PAPUA BARAT DESEMBER 2021

LAPORAN AKTUALISASI

EDISI
OPSS'.. RAMAL

(OPTIMALISASI PENGARSIPAN SPT DAN SPPD
SECARA MANUAL DAN DIGITAL)

DI SUSUN OLEH

SISWANTI PRATIWI, S.Si

MENTOR

Dr. EDISON OMPE, S.Pd, M.Si

COACH

MUSKAMAL, S.Sos, M.Si

LAPORAN AKTUALISASI
OPTIMALISASI PERGARSIPAN SPT DAN SPPD SECARA MANUAL DAN DIGITAL

PADA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI PAPUA BARAT



















DISUSUN OLEH :

NAMA : SISWANTI PRATIWI, S.Si

NDH : 34

INSTANSI : BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK

PROVINSI PAPUA BARAT










DIBIMBING OLEH :

MENTOR : Dr. EDISON OMPE, S.Pd, M.Si

COACH : MUSKAMAL, S.Sos, M.Si



















BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA BARAT

KERJASAMA

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA

TAHUN 2021





Alhamdulillahirobbil’alamin, Puji syukur penulis panjatkan

kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Anugerahnya sehingga penulis

KATA PENGANTAR dapat menyelesaikan rangkaian kegiatan aktualisasi dengan judul

“Optimalisasi Pergarsipan SPT Dan SPPD Secara Manual dan Digital”

dengan baik dan tepat waktu. Penyusunan rancangan aktualisasi ini

merupakan Tugas dalam rangka Pelatihan Dasar bagi CPNS Golongan

III Angkatan III Gelombang I Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada

pihak yang membantu dalam rangkaian Kegiatan Aktualisasi,

sehingga berjalan dengan baik, kepada :

1.Dr. Baesara Wael, S.Sos, M.H selaku Kepala Badan Kesatuan

Bangsa dan Politik Provinsi Papua Barat yang telah memberi

dukungan dalam Pelatihan Dasar CPNS

KEPALA BADAN KESBANGPOL PB 2.Bapak Dr. Edison Ompe, S.Pd, M.Si selaku mentor yang telah

meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, nasihat dan

saran yang membangun dalam proses Penyusunan Kegiatan

Aktualisasi

3.Bapak Muskamal, S.Sos, M.Si selaku Coach (Pembimbing) yang

telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, nasihat,

saran dan masukan yang membangun selama proses penyusunan

Kegiatan Aktualisasi

4.Ibu Herdha Gala, SE selaku Kasubbag Umum dan Kepegawaian

yang telah memberikan dukungan dalam Pelatihan Dasar CPNS

5.Orang tua dan keluarga yang telah memberikan semangat dan

dukungan kepada penulis

MENTOR 6.Rekan Kerja di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua

Barat yang berkontribusi dalam masa habituasi penulis

7.Teman-teman CPNS pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Provinsi Papua Barat yang memberikan semangat dalam

Penyusunan Rancangan Aktualisasi

8.Teman-teman Latsar CPNS Golongan III Angkatan 3 Gelombang I

Penulis menyadari dalam penyusunan kegiatan aktualisasi ini

masih banyak kesalahan dan kekurangan, sehingga penulis

mengharapkan kritik, saran dan masukan yang membangun.




COACH Manokwari, ... Desember 2021
Peserta Latsar CPNS Gol. III






Siswanti Pratiwi, S.Si

Edisi ini

Opss.... Ramal | Latsar CPNS | Desember 2021

PENDAHULUAN GAMBARAN UMUM

LATAR BELAKANG GAMBARAN ORGANISASI
TUJUAN DAN MANFAAT VISI, MISI DAN NILAI ORGANISASI
RUANG LINGKUP KEGIATAN STRUKTUR ORGANISASI
GAMBARAN MATA PELATIHAN
RANCANGAN
AKTUALISASI PELAKSANAAN
KEGIATAN AKTUALISASI
GAMBARAN PROSES PENETAPAN ISU
TABEL RANCANGAN AKTUALISASI KEGIATAN AKTUALISASI
TIMELINE PELAKSANAAN KEGIATAN GAMBARAN PELAKSANAAN AKTUALISASI

PENUTUP LAMPIRAN

KESIMPULAN MATRIKS NILAI-NILAI DASAR PNS
RENCANA TINDAK LANJUT MATRIKS VISI MISI
MATRIKS AGENDA 3
ARSIP SPT DAN SPPD
ARSIP RINCIAN PERJALANAN DINAS
LEMBAR KONSULTASI DENGAN COACH
LEMBAR KONSULTASI DENGAN MENTOR
SURAT PERNYATAAN KOMITMEN RTL

PENDAHULUAN

Latar Belakang Berdasarkan Peraturan Lembaga Peserta Pelatihan
Administrasi Negara Nomor 1 Tahun Dasar dituntut
Aparatur Sipil Negara (ASN) 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon untuk dapat
menurut undang-undang Nomor Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS), memahami dan
5 Tahun 2014 merupakan profesi yang dimaksud Pelatihan Dasar mengaktualisasi
bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) CPNS adalah Pendidikan dan nilai-nilai dasar
dan Pegawai Pemerintah dengan Pelatihan dasar dalam masa profesi ASN serta
Perjanjian Kerja (PPPK). prajabatan yang dilakukan secara kedudukan dan
Sebagaimana tercantum dalam terintegrasi untuk membangun peran ASN di
undang-undang tersebut di atas, integritas moral, kejujuran, semangat tempat kerjanya.
ASN berperan dalam pelaksanaan dan motivasi, nasionalisme dan Terdapat 4
kebijakan publik, Penyelengaraan kebangsaan, karakter kepribadian (empat) Agenda
pelayanan Publik serta Perekat yang unggul dan bertanggung jawab, Pembelajaran
dan Pemersatu Bangsa yang dan memperkuat profesionalisme pelatihan dasar
berlandaskan Pancasila dan serta kompetensi bidang pada CPNS yaitu :
Undang-Undang Dasar 1945. tempat kerja masing-masing. Untuk
Dalam menjalankan peran mengembangkan kompetensi ASN
tersebut diperlukan Sosok ASN dimulai dari segi Kemampuan (Skill),
Profesional yang mampu Pengetahuan (Knowledge) hingga
memenuhi standar kompetensi sikap dan perilaku (Attitude) yang
jabatannya. Untuk dapat sesuai dengan tuntutan tugas dan
membentuk ASN yang jabatan yang diemban.
profesional tersebut maka perlu
dilaksanakan Pembinaan Proses penyelenggaraan
Pelatihan Dasar (LATSAR) bagi pelatihan dasar CPNS ini diharapkan
Calon Pegawai Negeri Sipil dapat membentuk generasi yang
(CPNS. mampu membawa perubahan (ASN
sebagai agen Perubahan) untuk
Bangsa dan Negara.

1. Penanaman nilai-nilai Bela Negara (Wawasan Berdasarkan pengamatan yang saya
Kebangsaan, Analisis Isu Kontemporer, dan lakukan di Kantor Badan Kesatuan
Kesiapsiagaan Bela Negara Bangsa dan Politik Provinsi Papua
Barat, saya melihat bahwa belum
2. Nilai-nilai Dasar PNS yaitu ANEKA optimalnya dalam pengelolaan arsip
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, SPT dan SPPD Pada Sekretariat di Sub
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi). Bagian Umum dan Kepegawaian,
sehingga isu yang saya pilih yaitu
3. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI “Kurang Optimalnya pengarsipan SPT
(Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole dan SPPD secara Manual dan Digital
of Government). (penyimpanan arsip secara Digital
menggunakan Google Drive dan
4. Habituasi (merupakan proses pembiasaan diri Penginputan menggunakan Google
yang dilaksanakan di unit Organisasi tempat Spreadsheet). Pengelolaan arsip yang
Peserta Latsar bekerja sesuai dengan tugas belum optimal dapat disebabkan
dan fungsinya sehingga dapat berkontribusi sistem tata kelola pengarsipannya
bagi unit organisasi tersebut). Dalam belum maksimal dan Sumber Daya
pelaksanaan Habituasi, Peserta Pendidikan Manusia yang masih terbatas dalam
dasar CPNS harus menyusun Rancangan penggunaan teknologi berbasis digital.
Aktualisasi yang diawali dengan Identifikasi
Isu/Masalah, dan Gagasan Pemecahan Berdasarkan permasalahan tersebut
Masalah pada unit kerja. Dalam penetapan di atas, maka penulis mengusulkan
Identifikasi Isu yang diangkat, mengacu pada suatu Rancangan Aktualisasi yang
materi Agenda III yaitu Kedudukan dan Peran berjudul “Optimalisasi Pengarsipan
PNS dalam NKRI. Dalam Proses Penyelesaian SPT dan SPPD secara manual dan
isu terdapat Kegiatan-kegiatan yang akan Digital” di Badan Kesatuan Bangsa
dilakukan dan mengacu pada Materi Agenda dan Politik Provinsi Papua Barat.
III. Setiap kegiatan ada tahapan kegiatan
yang dilakukan, penerapannya dikaitkan
dengan Nilai-Nilai dasar ANEKA. Tahap
terakhir pada pendidikan dasar yaitu dengan
menyusun Laporan.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi
Papua Barat mempunyai tugas dan fungsi
dalam penyusunan dan pelaksanaan urusan
Pemerintahan Daerah di Bidang Kesatuan
Bangsa dan Politik serta melaksanaan tugas
lain yang diberikan Gubernur sesuai dengan
ruang lingkup tugas dan fungsinya Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua
Barat dibentuk berdasarkan Peraturan
Gubernur Provinsi Papua Barat Nomor 88
Tahun 2019 Tentang Kedudukan, Susunan
Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi
Papua Barat. Badan Kesatuan Bangsa dan
Politik Provinsi Papua Barat merupakan
perangkat daerah unsur penyelenggaraan
pemerintahan daerah yang dipimpin oleh
seorang Kepala Badan yang berkedudukan di
bawah dan bertanggungjawab kepada
Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

TUMJAUNAFNADAAT N RUAKNEGGIALITNAGNKUP

TUJUAN : RUANG LINGKUP KEGIATAN:

Tujuan dari penulisan Rancangan Kegiatan Aktualisasi ini akan
Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS dilaksanakan pada unit kerja Peserta
sebagai : Pelatihan Dasar CPNS yaitu di Kantor
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
Salah satu syarat utama kelulusan Provinsi Papua Barat. Adapun ruang
CPNS menjadi PNS lingkup rancangan kegiatan aktualisasi
Dapat menerapkan Nilai-Nilai ini meliputi :
Dasar PNS yaitu ANEKA dalam
menjalankan tugas Optimalisasi pengarsipan SPT dan
Dapat mengoptimalkan SPPD secara manual dan digital
Pengarsipan SPT dan SPPD secara Data arsip SPT dan SPPD yang akan
manual dan secara digital di Sub digunakan berasal dari Sub Bagian
Bagian Umum dan Kepegawaian Umum dan Kepegawaian
Data arsip biaya perjalanan dinas
MANFAAT berasal dari Sub Bagian Keuangan

Bagi Instansi Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan
untuk menginternalisasikan Nilai-Nilai
Sebagai tolak ukur dalam ANEKA, Manajemen ASN, Pelayanan
penggunaan dana perjalanan dinas Publik, Whole Of Government (WOG).
serta sebagai data kontrol pegawai Pelaksanaan aktualisasi ini akan
dalam menjaga Keseimbangan dan dilaksanakan selama 30 Hari, dengan
keterbukaan di Kantor Badan tahapan kegiatan sebagai berikut :
Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi
Papua Barat Melakukan konsultasi dengan
Pimpinan yang bertindak sebagai
Bagi Peserta Pelatihan Dasar mentor.
Melakukan konsultasi dengan Coach
Mampu mengembangkan potensi (pembimbing).
dalam diri peserta latsar CPNS, Melakukan Koordinasi dengan
sehingga dapat berinovasi dalam pimpinan mengenai Pelaksanaan
pekerjaan, yang mengacu pada Nilai- Kegiatan.
Nilai Dasar PNS yaitu ANEKA. Melakukan Koordinasi dengan rekan
Kerja
Mengumpulkan, mengolah dan
menyajikan hasil rekapan Data
Membuat Laporan Aktualisasi

GAMBARAN UMUM

A. GAMBARAN UMUM ORGANISASI Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua Barat mempunyai fungsi sebagai

berikut:

KEADAAN Perumusan kebijakan teknis dibidang Kesatuan Bangsa dan Politik di Wilayah
ORGANISASI Provinsi sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan;
Pelaksanaan kebijakan dibidang Pembinaan Pancasila dan Wawasan
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kebangsaan, Penyelenggaraan Politik dalam Negeri dan Kehidupan Demokrasi,
Pemeliharaan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Pembinaan Kerukunan
Provinsi Papua Barat mempunyai tugas antar Suku dan Intra Suku, Umat Berg
ama, Ras dan Golongan lainnya, Fasilitasi
Organisasi Kemasyarakatan serta pelaksanaan Kewaspadaan Nasional dan
dan fungsi dalam penyusunan dan Penanganan Konflik Sosial di Wilayah Provinsi sesuai dengan ketentuan
Peraturan Perundang-Undangan;
pelaksanaan urusan Pemerintahan

Daerah di Bidang Kesatuan Bangsa dan

Politik serta melaksanaan tugas lain

yang diberikan Gubernur sesuai dengan

ruang lingkup tugas dan fungsinya.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Provinsi Papua Barat di bentuk

berdasarkan Peraturan Gubernur

Provinsi Papua Barat Nomor 88 Tahun

2019 Tentang Kedudukan, Susunan

Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata

Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan

Politik Provinsi Papua Barat. Badan

Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi

Papua Barat merupakan perangkat

daerah unsur penyelenggaraan

pemerintahan daerah yang dipimpin

oleh seorang Kepala Badan yang Pelaksanaan Koordinasi dibidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya,
Pembinaan Ideologi Pancasila dan Pembinaan Kerukunan antar Suku dan
berkedudukan dibawah dan Wawasan Kebangsaan, Penyelenggaraan Intra Suku, Umat Bergama, Ras dan
Politik dalam Negeri dan Kehidupan Golongan lainnya, Fasilitasi Organisasi
bertanggungjawab kepada Gubernur Demokrasi, Pemeliharaan Ketahanan Kemasyarakatan serta pelaksanaan
Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Pembinaan Kewaspadaan Nasional dan
melalui Sekretaris Daerah. Kerukunan antar Suku dan Intra Suku, Penanganan Konflik Sosial di Wilayah
Umat Bergama, Ras dan Golongan lainnya, Provinsi sesuai dengan ketentuan
TUGAS POKOK Fasilitasi Organisasi Kemasyarakatan serta Peraturan Perundang-Undangan;
DAN FUNGSI pelaksanaan Kewaspadaan Nasional dan
ORGANISASI Penanganan Konflik Sosial di Wilayah Pelaksanaan Fasilitasi Forum
Provinsi sesuai dengan ketentuan Koordinasi Pimpinan Daerah
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Peraturan Perundang-Undangan; Provinsi;
Provinsi Papua Barat mempunyai tugas Pelaksanaan Pemantauan, Evaluasi dan Pelaksanaan Administrasi
pokok menyelenggarakan kewenangan Pelaporan dibidang Pembinaan Ideologi Kesekretariatan Badan;
desentralisasi, dekonsentralisasi dan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Pelaksanaan Fungsi lain yang
tugas pembantuan di bidang Kesatuan Penyelenggaraan Politik dalam Negeri dan diberikan oleh Gubernur.
Bangsa dan Politik serta melaksanakan Kehidupan Demokrasi, Pemeliharaan
tugas lain yang diberikan oleh Gubernur.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Memiliki Visi yaitu




“Menuju Papua Barat yang aman, Sejahtera dan Bermanfaat”



Pemerintah Provinsi Papua Barat memiliki Misi sebagai Berikut :

1. Menciptakan aparatur yang bersih dan berwibawa
2. Pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan
3. Meningkatkan kualitas pelayanan dasar di Bidang Pendidikan dan kesehatan
4. Meningkatkan kapasitas infrastruktur dasar
5. Meningkatkan daya saing dan iklim investasi daerah
6. Membangun perikanan dan kepariwisataan yang berdaya saing
7. Membangun pertanian yang mandiri dan berdaulat
8. Memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
9. Memperkuat kerukunan umat beragama

B Nilai-Nilai Organisasi sebagai berikut
1. Beriman
VISI-MISI 2. Bertanggung jawab
3. Mandiri

4. Cerdas
DAN 5. Terampil
6. Kepercayaan


NILAI-NILAI

ORGANISASI

C. STRUKTUR ORGANISASI




Susunan Organisasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik terdiri dari:

a. Kepala Badan
b. Sekretaris Badan;

1.Sub Bagian Program dan Anggaran;
2.Sub Bagian Keuangan; dan
3.Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
c. Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa membawah;
1.Sub Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan; dan
2.Sub Bidang Bela Negara dan Karakter Bangsa.
d. Bidang Politik Dalam Negeri membawahkan;
1.Sub Bidang Pendidikan Politik dan Peningkatan Demokrasi; dan
2.Sub Bidang Fasilitasi Kelembagaan Pemerintahan, Perwakilan dan

Partai Politik.
e. Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Organisasi a

Kemasyarakatan membawahkan;
1.Sub Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Agama; dan
2.Sub Bidang Organisasi Kemasyarakatan.
f. Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik membawahkan;
1.Sub Bidang Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen; dan
2.Sub Bidang Penanganan Konflik.
g. Kelompok Jabatan Fungsional

Uraian tugas Organisasi sebagai berikut : 3. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
1. Kepala Badan
Melaksanakan penyusunan rencana kerja
Perumusan kebijakan teknis di bidang kesatuan Subbagian;
bangsa dan politik di wilayah Provinsisesuai dengan Melaksanakan penerimaan,
ketentuan peraturan perundang-undangan; pendistribusian dan pengiriman surat serta
Pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan naskah dinas lainnya;
ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, Melaksanakan penomoran, pengagendaan
penyelenggaraan politik dalam negeri dan dan penggandaan naskah dinas sesuai
kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan dengan tata naskah dinas;
ekonomi, sosial dan budaya, pembinaan kerukunan Menyelenggarakan pemeliharaan
antar suku dan intra suku, umat beragama, ras dan kebersihan, keindahan dan kenyamanan
golongan lainnya, fasilitasi organisasi lingkungan perkantoran;
kemasyarakatan serta pelaksanaan kewaspadaan Menyiapkan bahan dan melaksanakan
nasional dan penanganan konflik sosial di wilayah pengelolaan ketatalaksanaan dan
Provinsi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
perundang-undangan; Menyiapkan dan meneliti bahan
Pelaksanaan koordinasi di bidang pembinaan penyusunan produk hukum daerah yang
ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, berkenaan dengan tugas dan fungsi Badan;
penyelenggaraan politik dalam negeri dan Menyiapkan bahan pelaksanaan tugas
kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan kehumasan Badan;
ekonomi, sosial dan budaya, pembinaan kerukunan Melaksanakan pengelolaan kearsipan dan
antar suku dan intra suku, umat beragama, ras dan perpustakaan Badan;
golongan lainnya, fasilitasi organisasi Menyiapkan bahan kerjasama teknis
kemasyarakatan serta pelaksanaan kewaspadaan Badan;
nasional dan penanganan konflik sosial di wilayah Menyusun jadwal dan mengelola rapat
Provinsi sesuai dengan ketentuan peraturan Dinas,unjungan tamu Badan dan acara
perundang-undangan; kedinasan lainnya sesuai dengan
Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan di ketentuan peraturan perundang-
bidang pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan undangan;
kebangsaan, penyelenggaraan politik dalam negeri Menyiapkan bahan dan menyusun
dan kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan Rencana Kebutuhan Barang Badan;
ekonomi, sosial dan budaya pembinaan kerukunan Mengelola barang milik negara/daerah
antar suku dan intra suku, umat beragama, ras dan lingkup Badan sesuai dengan ketentuan
golongan lainnya, fasilitasi organisasi peraturan perundang-undangan;
kemasyarakatan serta pelaksanaan kewaspadaan Melaksanakan pengelolaan dan pelayanan
nasional dan penanganan konflik sosial di wilayah administrasi kepegawaian sesuai dengan
Provinsi sesuai dengan ketentuan peraturan ketentuan peraturan perundangan-
perundang-undangan; undangan;
Pelaksanaan fasilitasi forum koordinasi pimpinan Menyiapkan dan menghimpun data
daerah Provinsi; sasaran kinerja pegawai;
Pelaksanaan administrasi kesekretariatan Badan; Menyiapkan bahan penyusunan analisis
dan jabatan, analisis beban kerja, evaluasi
Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh jabatan dan standar kompetensi jabatan;
Gubernur. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan
pelaporan pelaksanaan tugas Subbagian
2. Sekretariat Badan Umum dan Kepegawaian; dan
Koordinasi dan penyusunan program dan Melaksanakan tugas kedinasan lainnya
anggaran di lingkungan Badan; yang diberikan oleh Sekretaris.
Pelaksanaan hubungan masyarakat dan
keprotokolan di lingkungan Badan;
Pelaksanaan pengelolaan keuangan di lingkungan
Badan;
Pengelolaan perlengkapan, urusan tata usaha,
rumah tangga dan aset di lingkungan Badan;
Pengelolaan urusan aparatur sipil negara di
lingkungan Badan; dan
Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan Kepala
Badan.

C. GAMBARAN MATA PELATIHAN




NILAI-NILAI DASAR PNS 3. ETIKA PUBLIK

1. AKUNTABILITAS Etika publik adalah refleksi tentang
standar/norma yang menentukan baik/buruk,
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan
individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi untuk mengarahkan kebijakan publik dalam
tangggung jawab yang menjadi amanahnya. rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan
Amanah seorang ASN adalah menjamin publik.
terwujudnya nilai-nilai publik.
Adapun indikator dari akutabilitas yaitu : Adapun indikator dari etika publik yaitu :


1.Kepemimpinan, memberi contoh kepada orang - Jujur dalam memberikan informasi
lain, memiliki komitmen yang tinggi dalam - Terbuka
melakukan pekerjaan. - Tulus
- Sopan
2.Integritas, kesesuaian antara perkataan dan - Bisa menjaga informasi yang rahasia
tindakan. - Bersikap hormat

3.Keadilan, merupakan landasan utama dari - Bertanggungjawab dalam menggunakan BMN
akuntabilitas. - Tidak diskriminatif, berlaku adil dalam
memberikan pelayanan
4.Keseimbangan, kinerja yang baik harus disertai
kapasitas sumber daya dan keahlian yang 4. KOMITMEN MUTU
dimiliki.
Komitmen mutu merupakan janji pada diri kita
5.Konsisten, menjamin stabilitas untuk mencapai sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam
lingkungan yang akuntabel. tindakan kita untuk menjaga mutu pegawai.
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan
6.Transparansi, tujuannya untuk mendorong pelayanan publik dengan berorientasi pada
komunikasi dan kerjasama, meningkatkan kualitas hasil, dipersepsikan oleh individu
akuntabilitas dalam keputusan-keputusan dan terhadap produk/jasa berupa ukuran baik/buruk.
meningkatkan kepercayaan kepada pimpinan. Nilai-nilai dasar komitmen mutu yaitu:

7.Tanggungjawab kewajiban dari individu atau Efektif adalah berhasil guna, menunjukkan
lembaga terhadap setiap tindakan yang telah tingkat ketercapaian target yang telah
dilakukan. direncanakan, baik menyangkut jumlah
maupun mutu hasil kerja.
8.Kepercayaan, lingkungan akuntabel ada dari Efisien adalah berdaya guna, dapat
hal-hal yang dapat dipercaya. menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa
pemborosan sumberdata dan hemat waktu
9.Kejelasan, mengetahui kewenangan, peran dan Inovatif adalah suatu yang baru sebagi
tanggung jawab, misi organisasi, kinerja yang perwujudan ide kreatifitas untuk
diharapkan organisasi. meningkatkan mutu pelayanan
Orientasi mutu, berkomitmen untuk
2. NASIONALISME senantiasa melakukan pekerjaan dengan arah
tujuan pencapaian mutu.
Nasionalisme adalah pemahaman mengenai nilai-
nilai kebangsaan. Nasionalisme memiliki kekuatan

dalam menilai kecintaan individu terhadap
bangsanya. Salah satu cara untuk menumbuhkan

semangat nasionalisme adalah dengan
menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai

pancasila.

Adapun beberapa indikator nasionalisme yang mengacu pada 5 sila
pancasila yaitu :
- Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Mengakui persamaan derajat, tanpa membeda-bedakan setiap manusia
- Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara
- Mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa dan rasa persatuan
- Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
- Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
- Kekeluargaan dan kegotong royongan
- Suka memberi pertolongan kepada orang lain

C. GAMBARAN MATA PELATIHAN




NILAI-NILAI DASAR PNS Secara definisi ASN adalah sebuah profesi bagi
PNS dan PPPK yang bekerja di Intansi
5. ANTI KORUPSI Pemerintahan. Meskipun keduanya digaji negara
definisinya berbeda. PNS adalah warga negara
Korupsi merupakan tindakan melawan hukum yang memenuhi syarat yang diangkat oleh
dengan melakukan perbuatan memperkaya diri pembina kepegawaian secara tetap, PPPK adalah
sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang warga negara yang diangkat sebagai pegawai ASN
dapat merugikan keuangan negara atau berdasarkan perjanjian kerja.
perekonomian negara. Penyebab korupsi menurut
GONE Theory adalah keserakahan, opportunities, Implementasi manajemen ASN yaitu penerapan
kebutuhan dan pengungkapan. Anti korupsi sistem merit untuk mengisi jabatan sesuai
merupakan kebijakan untuk pencegahan dan kualifikasi dan kompentensi. Berdasarkan
penghilangan peluang bagi perkembangan korupsi. Permenpan RB Nomor 40 tahun 2018 tentang
Cara menghilangkan peluang adalah strategi pedoman Sistem Merit dalam manajemen ASN,
represif, strategi perbaikan etika dan edukasi. Anti sistem merit adalah kebijakan dan manajemen
korupsi sebagai ASN adalah melaporkan LHKPN dan ASN yang berdasarkan pada kualifikasi,
gratifikasi, menjadi pribadi yang berintegritas dan kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar
mensosialisasikan budaya anti korupsi. dengan tanpa membedakan latar belakang politik,
ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin,
Terdapat 9 nilai-nilai anti korupsi, sebagai berikut : status pernikahan, umur atau kondisi kecacatan.


2. PELAYANAN PUBLIK
1) Kejujuran, sebuah tindakan maupun ucapan yang
lurus, tidak berbohong dan tidak curang Pelayanan Publik adalah kegiatan atau
2) Kepedulian rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan
3) Kemandirian, tidak bergantung pada orang lain perundang-undangan bagi setiap warga negara
dalam berbagai hal dan penduduk atas barang, jasa, pelayanan
4) Keadilan administratif yang disediakan oleh penyelenggara
publik. Pelayanan publik pada hakekatnya
5) Kedisiplinan, ketaatan/kepatuhan kepada pemberian pelayanan prima kepada masyarakat
peraturan yang merupakan kewajiban aparatur negara
sebagai abdi masyarakat.
6) Tanggung jawab, keadaan wajib menanggung
segala sesuatu Kualifikasi pelayanan publik terdiri dari :


7) Kerja keras, kemauan, tekad, ketekunan, daya
kerja 1) Pelayanan Administratif, menghasilkan
dokumen resmi yang dibutuhkan publik
8) Kesederhanaan 2) Pelayanan barang, menghasilkan bentuk/jenis
9) Keberanian, keberanian mengatakan dan
barang yang dibutuhkan publik
membela kebenaran 3) Pelayanan jasa, menghasilkan jasa yang

PERAN DAN KEDUDUKAN PNS dibutuhkan publik
DALAM NKRI 4) Pelayanan regulatif, pelayanan melalui
penegakan hukum, peraturan perundang-
1. MANAJEMEN ASN
undangan dan kebijakan publik.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun

2014, manajemen ASN terdiri dari kedudukan ASN,
Peran ASN dan Tugas ASN. Kedudukan ASN sebagai Prinsip pelayanan publik yang perlu diperhatikan
Aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang oleh seorang ASN yaitu terdiri dari Partisipatif,
ditetapkan oleh pimpinan Instansi pemerintah. ASN transparan, responsif, tidak diskriminatif, mudah
juga berperan sebagai perencana, pelaksana dan dan murah, efektif dan efisien, aksesibel,
pengawas penyelenggaraan tugas umum berkeadilan.
pemerintahan dan pembangunan nasional melalui
pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik,
termasuk memberi pelayanan publik profesional
serta bebas dari intervensi politik, bersih dari
praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Sedangkan
tugas ASN untuk melaksanakan kebijakan publik,
memberikan pelayanan Publik yang profesional dan
berkualitas serta mempererat persatuan dan
kesatuan.

C. GAMBARAN MATA PELATIHAN




PERAN DAN KEDUDUKAN PNS DALAM NKRI

3. WHOLE OF GOVERNMENT WOG terimplementasi dalam 3 (tiga) kategori
hubungan kelembagaan :
Whole of Government (WOG) adalah sebuah

pendekatan penyelenggaraan pemerintah yang
menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan 1.Koordinasi
dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi
yang lebih luas guna mencapai tujuan pembangunan

kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. Penyertaan. Pengembangan Strategi dalam
Cara pendekatan WoG yang dapat dilakukan, baik dari
sisi penataan institusi formal maupun informal, pertimbangan dampak
dilakukan dengan Penguatan koordinasi antar lembaga, Dialog. Pertukaran InformasI
Membentuk lembaga koordinasi khusus dan Joint Planning. Perencanaan bersama,
Membentuk gugus tugas, koalisi sosial. Tantangan yang
akan dihadapi dalam penerapan WoG di tataran kerjasama sementara
praktek antara lain adalah Kapasitas SDM dan institusi,

Nilai dan budaya organisasi dan kepemimpinan
2.Integrasi
Cara menerapkan WOG yaitu dengan adanya respon
pemerintah terintegrasi, menghilangkan sekat sektoral,

kerjasama antar instansi pemerintahan, kolaborasi, Joint Working. Sementara
koordinasi dan sinergitas. Berdasarkan polanya, dalam
WoG pelayanan publik dapat dibedakan juga dalam 5 Joint Venture.
(lima) macam pola pelayanan yaitu : Perencanaan jangka
panjang, kerjasama pada pekerjaan bersama
Pola Pelayanan Teknis Fungsional, pelayanan yang menjadi urusan utama salah satu peserta
publik sesuai dengan tugas, fungsi dan
kewenangannya. kerjasama
Pola Pelayanan satu atap, Pola pelayanan yang Satelite
dilakukan secara terpadu pada satu instansi
pemerintah yang bersangkutan Entitas yang terpisah, dimiliki bersama,
Pola Pelayanan Satu Pintu, pola pelayanan dibentuk sebagai mekanisme integratif
masyarakat yang diberikan secara tunggal oleh
suatu unit kerja pemerintah berdasarkan

pelimpahan wewenang 3.Kedekatan dan Pelibatan
Pola Pelayanan Terpusat, instansi pemerintah yang
bertindak selaku koordinator terhadap pelayanan Aliansi Strategis
instansi Perencanaan jangka panjang, kerjasama pada
Pola Pelayanan Elektronik isu besar yang menjadi urusan utama salah satu

peserta kerjasama
Union

Unifikasi resmi, identitas masing-masing masih
nampak

Merger. Penggabungan dalam struktur baru

RANCANGAN
AKTUALISASI

A. GAMBARAN PROSES PENETAPAN ISU

Pada setiap kegiatan di instansi atau organisasi
pasti membutuhkan arsip. Arsip merupakan suatu
catatan atau naskah yang dibuat dan diterima
oleh organisasi pemerintah, perseorangan atau
swasta yang memiliki fungsi tertentu. Arsip perlu
dikelola dengan baik karena merupakan suatu
bukti kegiatan, sebagai bahan dalam pengambil
kebijakan dan sebagai bahan
pertanggungjawaban. Begitupun pada arsip SPT
(surat Perintah Tugas) dan SPPD (Surat Perintah
Perjalanan Dinas) pada Badan Kesatuan Bangsa
dan Politik sebagai bukti surat tugas perjalanan
dinas Pegawai yang harus dikelola arsipnya.

Berdasarkan uraian tugas pada Sekretariat di
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian yaitu
melaksanakan pengelolaan arsip. Sebagai wujud
terlaksananya tugas tersebut perlu pengelolaan
pengarsipan SPT dan SPPD baik secara manual
maupun digital (dengan google drive dan google
spreadsheet), sehingga hal ini menjadikan kinerja
ASN menjadi efektif dan efisien.

Pengelolaan arsip yang belum optimal di kantor
kami, salah satunya dikarenakan belum adanya
seorang arsiparis. Pengelolaan arsip SPT dan
SPPD yang belum optimal dapat berdampak
rentan hilang dan akan mempersulit pencarian
kembali apabila dokumen tersebut dibutuhkan.
Sehingga penulis menganggap pentingnya
pengelolaan Arsip SPT dan SPPD baik secara
manual maupun secara digital untuk
mempermudah percarian arsip.

B. TABEL RANCANGAN AKTUALISASI

Unit Kerja : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua Barat
Isu Yang diangkat : Kurang optimalnya pengarsipan SPT dan SPPD secara Manual dan Digital
Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi Pengarsipan SPT dan SPPD secara Manual dan Digital
Tujuan Gagasan Pemecahan Isu :
- Mempermudah pengarsipan SPT dan SPPD secara manual dan digital
- Meningkatkan kinerja pada Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

B. TABEL RANCANGAN AKTUALISASI

B. TABEL RANCANGAN AKTUALISASI

DESKRIPSI KEGIATAN

a. Keterkaitan Kegiatan dengan
Agenda Kedudukan dan Peran
PNS dalam NKRI


1. Mengumpulkan data / bahan terkait Arsip SPT dan
SPPD Tahun 2021 terkait dengan Manajemen ASN,
karena itu merupakan suatu kewajiban ASN dalam
menjalankan tugasnya sehari-sehari untuk mewujudkan
profesionalitas dalam bekerja serta ada konsultasi
dengan pimpinan, koordinasi rekan kerja demi
terwujudnya kegiatan pengarsipan merupakan
mengimplementasikan nilai koordinasi (Whole of
Government).


2. Melakukan Pengarsipan secara Manual terkait
dengan Manajemen ASN, karena dengan melakukan b. Keterkaitan Tahapan Kegiatan
pengarsipan berarti sebagai ASN dapat menjalankan dengan Nilai-Nilai Dasar PNS
tupoksinya yaitu mewujudkan tata kelola yang baik
dalam pengarsipan yang merupakan tugas pada sub

bagian umum dan kepegawaian. 1. Mengumpulkan data/bahan terkait

arsip SPT dan SPPD Tahun 2021


3. Melakukan scaning Arsip SPT dan SPPD dan
menyimpan di Google Drive terkait dengan Manajemen Konsultasi dengan Pimpinan, membuat janji dengan
Pimpinan tanpa memaksakan kehendak
ASN, berarti seorang ASN telah bekerja secara (Nasionalisme), selanjutnya menemui Pimpinan
profesional, mampu bekerja dengan mengikuti secara langsung dengan disiplin dan sederhana (Anti
perkembangan jaman yaitu penggunaan penyimpanan Korupsi) dengan menunjukkan sikap Sopan dan
berbasis digital/online, yang nantinya juga dapat Hormat serta jujur (Etika Publik) dalam menjelaskan
bermanfaat dan memberi kemudahan akses bagi maksud dari masalah atau Isu yang akan
pegawai lainnya apabila diperlukan dalam pencarian diaktualisasikan serta mengikuti semua arahan
sebagai bentuk tanggung jawab (Akuntabilitas).
berkas tersebut (Pelayanan Publik). Membuat rencana tahapan kegiatan pengarsipan

SPT dan SPPD, melakukan pengarsipan berarti
sebagai ASN kita peduli terhadap arsip yang belum
4. Menginput data arsip SPT dan SPPD dengan terkelola dengan baik, pengarsipan akan dilakukan
menggunakan Google Spreadsheet terkait dengan secara mandiri (Anti Korupsi), dalam menuliskan
Manajemen ASN, berarti seorang ASN telah bekerja tahapan membuat kinerja menjadi efisien agar
kegiatan dapat terlaksana dengan tepat dan cepat
secara profesional, memberikan inovasi dalam (Komitmen mutu) serta dilakukan dengan
pendataan pegawai menggunakan spreadsheet yang perencanaan yang jelas (Akuntabilitas).
nantinya berfungsi sebagai data base untuk pengolahan Berkoordinasi dengan rekan kerja yang menangani
data, penginputan berbasis digital yang dapat diakses SPT dan SPPD untuk mengumpulkan berkas serta
meminta buku Agenda SPT dan SPPD, berkoordinasi
kapanpun dan dimanapun. secara sopan dan jujur dalam menjelaskan kegiatan

yang akan dilakukan (Etika Publik), serta tidak
memaksakan kehendak, menggunakan bahasa
5. Membuat Rekapan Perjalanan Dinas terkait dengan indonesia sebagai wujud cinta tanah air
Manajemen ASN, yaitu Seorang ASN bekerja secara (Nasionalisme), menjelaskan maksud dan tujuan

profesional dan tranparansi membuat rekapan arsip SPT
dan SPPD secara menyeluruh (semua Pegawai). Hasil
rekapan perjalanan dinas dapat dijadikan data apabila
diperlukan pegawai lain ataupun dapat dijadikan dasar
atau pedoman bagi pimpinan (Pelayanan Publik).

secara transparan (Akuntabilitas) serta akan
mempergunakan dan bertanggungjawab atas
amanah yang diberikan yaitu berkas yang ada
(Akuntabilitas-Nasionalisme).
Berkoordinasi dengan bendahara untuk
memperoleh arsip Biaya Perjalanan Dinas,
berkoordinasi secara sopan dan jujur dalam
menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan (Etika
Publik), serta tidak memaksakan kehendak,
menggunakan bahasa indonesia sebagai wujud cinta
tanah air (Nasionalisme), menjelaskan maksud dan
tujuan secara transparan (Akuntabilitas) serta akan
mempergunakan dan bertanggungjawab atas
amanah yang diberikan yaitu berkas yang ada
(Akuntabilitas-Nasionalisme).

DESKRIPSI KEGIATAN 4. Menginput data arsip SPT dan
SPPD dengan menggunakan
2. Melakukan pengarsipan secara Google Spreadsheet
manual



a. Membuka Google SpreadSheet, berarti m
a. Menata arsip SPT dan SPPD secara berurutan sesuai emberi Kejelasan dimana tempat untuk menginput data
dengan Buku Agenda SPT dan SPPD, melakukan (Akuntabilitas), dengan penggunaan google spreadsheet
berarti kita memberi inovasi dan adaptif dalam
penataan arsip dengan penuh rasa tanggung jawab dan pekerjaan (Komitmen Mutu) serta pekerjaan menjadi
konsisten (Akuntabilitas) dengan bekerja secara efisien (Komitmen Mutu) karena secara online.
Pekerjaan dilakukan secara mandiri (Anti Korupsi).
mandiri dan bekerja keras serta dilakukan secara teliti,
cermat dan tepat agar mendapatkan hasil yang efisien

b. Menginput data awal seluruh PNS/CPNS/ Honorer,
(Komitmen Mutu).

dalam menginput data dilakukan secara adil
(Akuntabilitas) secara keseluruhan semua yang bekerja
b. Menyiapkan Ordner untuk penyimpanan arsip yang
telah tertata, berarti bertanggung jawab di Kantor Kesbangpol Provinsi Papua Barat terinput,
serta bertanggung jawab sesuai data (Akuntabilitas)
(Akuntabilitas) dalam menyiapkan ordner, serta melakukan penginputan secara Mandiri dan bekerja
dilakukan secara mandiri (Anti Korupsi).

keras untuk menyelesaikan sampai selesai (Anti
Korupsi).
c. Membuat label nama pada Ordner, pekerjaan

dilakukan secara mandiri (Anti Korupsi) dan penuh
c. Melakukan penginputan data arsip SPT dan SPPD
rasa tanggung jawab (Akuntabilitas) untuk serta total Biaya Perjalanan Dinas, input data dilakukan
menyelesaikannya.

secara Mandiri dan semangat bekerja keras untuk
menyelesaikannya (Anti Korupsi) dan bertanggung
d. Menata Arsip secara berurutan Pada ordner, jawab dan transparansi atas data yang sudah terinput
melakukan penataan secara mandiri, bekerja keras (Akuntabilitas), penginputan data dengan spreadsheet
merupakan suatu inovatif (memakai metode baru), dan
(Anti Korupsi) dan konsisten secara berurutan adaptif (melakukan perubahan terhadap pola kerja)
(Akuntabilitas) dengan penuh rasa tanggung jawab (Komitmen Mutu), adanya data arsip yang terinput akan
(Akuntabilitas), agar arsip yang telah tertata dengan
lebih menjadi efektif dijadikan database dalam
baik dan benar. mengolah data dan Efisien dalam pencarian (Komitmen
Mutu). Penginputan dilakukan secara Jujur dan adil (Anti
3. Melakukan Scanning arsip SPT Korupsi). Beribadah disela-sela melakukan Penginputan
dan SPPD dan menyimpan di merupakan bentuk dari pengamalan sila pertama yaitu
Google Drive
Ketuhanan (Religius – Nasionalisme).



a. Membuat akun Gmail untuk penyimpanan arsip SPT
dan SPPD berkas di Google Drive, berarti penggunaan d. Melaporkan hasil penginputan data arsip SPT dan
SPPD kepada Pimpinan, bertemu dengan pimpinan
teknologi berbasis digital merupakan kinerja ASN dengan sikap sopan dan hormat, serta menyampaikan
bersifat efisien (Komitmen Mutu), Keseimbangan dan laporan dengan jujur dalam memberikan informasi (Etika
Publik), hasil laporan merupakan tanggung jawab dalam
memberi kejelasan dalam membuat wadah bentuk fisik atas kegiatan yang telah dilakukan dan
penyimpanan (Akuntabilitas). Bekerja menggunakan memberi kejelasan kepada pimpinan dan dilakukan
Google drive berarti adanya inovasi dan adaptif pola secara Transparan (Akuntabilitas). Laporan hasil yang
kerja baru yang belum pernah dilakukan (Komitmen diberikan merupakan inovasi karna belum pernah

Mutu). dilakukan sebelumnya (Komitmen Mutu).


5. Membuat rekapan perjalanan
b. Membuat File Folder untuk penyimpanan hasil scan Dinas
arsip SPT dan SPPD melakukan pekerjaan secara


berurut agar efisien (Komitmen Mutu). pembuatan akun a. Mengumpulkan data Perjalanan Dinas dari
dilakukan secara mandiri (Anti Korupsi). Spreadsheet, data spreadsheet yang telah diinput,

dapat diperoleh dengan efektif dan efisien karena
tersimpan secara online (Komitmen Mutu), data dari
c. Melakukan scanning arsip SPT dan SPPD, berarti spreadsheet merupakan hasil bekerja secara jujur
bekerja secara tanggung jawab (Akuntabilitas) atas
semua berkas arsip. Scanning dilakukan karena adanya (Anti Korupsi).
kepedulian agar arsip tersimpan aman. Saya melakukan

scan secara mandiri dan bekerja keras (Anti Korupsi)
sampai selesai. Kegiatan ini merupakan Inovasi baru b. Mengkategorikan data Spreadsheet berdasarkan
dalam pekerjaan di Sub Bag Umum dan Kepegawaian per bulan, pengelompokan per bulan dibutuhkan agar
(Komitmen Mutu). Beribadah disela-sela melakukan
scanning arsip merupakan bentuk dari pengamalan sila data yang disajikan lebih efisien dan merupakan
pertama yaitu Ketuhanan (Religius – Nasionalisme). inovasi dan Adaptif dalam pekerjaan (komitmen


mutu), data yang ada memberi kejelasan dan
d. Mengupload hasil scan arsip SPT dan SPPD dalam transparansi serta melakukannya secara konsisten
google drive , berarti memberi kejelasan (Akuntabilitas)
dengan menyimpan ke dalam google drive, dengan (Akuntabilitas) dan data tersebut dapat
mengupload ke google drive akan membuat kinerja ASN dipertanggungjawabkan (Anti Korupsi). Beribadah
disela-sela melakukan Perekapan data merupakan
lebih efektif dan efisien (Komitmen mutu) dan bentuk dari pengamalan sila pertama yaitu Ketuhanan
merupakan inovasi baru dalam pekerjaan. Mengupload
ke google drive akan bertanggung jawab atas data yang (Religius – Nasionalisme).


telah disimpan (Akuntabilitas). Saya melakukan

scanning berkas secara sendiri Mandiri dan bekerja
keras agar terselesaikan dengan baik (Anti Korupsi).

DESKRIPSI KEGIATAN 4. Menginput data arsip SPT dan SPPD dengan menggunakan
Google Spreadsheet kontribusinya tehadap Visi Misi
c. Mengkategorikan data spreadsheet berdasarkan Gubernur yaitu penginputan data dalam bentuk digital
unit, dilakukan pengelompokan per unit agar lebih diharapkan agar mempermudah kinerja ASN (dapat
efisien dan merupakan Inovasi dan Adaptif dalam mengakses data kapanpun dan dimanapun) sehingga
pekerjaan (komitmen mutu), data yang ada memberi
kejelasan dan transparansi serta dilakukan secara bermanfaat bagi pegawai, dan mewujudkan kinerja aparatur
konsisten (Akuntabilitas) dan data tersebut dapat profesional yang mampu membuat pola baru dalam
dipertanggungjawabkan (Anti Korupsi). Beribadah
disela-sela melakukan Perekapan data merupakan penyimpanan dan penginputan. Dengan adanya data yang
bentuk dari pengamalan sila pertama yaitu Ketuhanan terinput dapat juga dijadikan sebagai bahan penilaian
pimpinan terhadap kinerja pegawai yang terarah demi
(Religius – Nasionalisme).

mewujudkan pemerintahan Provinsi Papua Barat yang lebih
maju dan bermartabat.
d. Membuat rekapan total perjalanan dinas per orang,

membuat data lebih efisien karena mudah dibaca dan
5. Membuat Rekapan Perjalanan Dinas kontribusinya
merupakan inovasi dan adaptif pada Kantor terhadap visi misi Gubernur yaitu “Menciptakan aparatur
Kesbangpol karena belum pernah dilakukan yang bersih dan berwibawa” hasil rekapan tersebut dapat
perekapan per orang (Komitmen Mutu). Adanya bermanfaat sebagai bahan laporan Pimpinan khususnya pada
transparansi data (Akuntabilitas). Perekapan Subbag Umum dan kepegawaian demi terwujudnya aparatur
dilakukan secara mandiri dan bekerja keras untuk yang transparan dalam setiap kegiatan apapun yang berguna
mencapai hasil yang benar sesuai database (Anti bagi organisasi pemerintahan bebas dari Korupsi, Kolusi dan
Korupsi). Beribadah disela-sela melakukan Perekapan
data merupakan bentuk dari pengamalan sila pertama Nepotisme.
yaitu Ketuhanan (Religius – Nasionalisme).
d. Kontribusi Kegiatan

terhadap Nilai-nilai Organisasi
e. Membagikan hasil rekapan perjalanan dinas kepada


Pimpinan, Admin SPT dan SPPD serta Bendahara 1. Mengumpulkan data/bahan terkait arsip SPT dan SPPD
melalui Email maupun Whatsapp, penulis membagikan Tahun 2021, berkontribusi terhadap nilai organisasi yaitu
adanya tanggung jawab sebagai ASN pada setiap arsip SPT
hasil rekapan secara transparan kepada pimpinan dan SPPD yang ada agar di kelola dengan tepat dan benar.
berarti memberi kejelasan, serta dapat bertanggung Kepercayaan dari pimpinan maupun rekan kerja yang dalam
jawab atas data tersebut (Akuntabilitas), memberi data menjaga amanah berupa arsip-arsip digunakan sesuai dengan
kepada pimpinan dengan jujur dalam memberikan kegiatan tidak disalahgunakan dan melaksanakan arahan dari
informasi (Etika Publik), data hasil rekapan merupakan
inovatif dan adaptif dalam membuat laporan, serta pimpinan dengan baik guna terwujudnya pelaksanaan
akan lebih efektif dan efisien dalam pengarsipan dan kegiatan aktualisasi. Terampil dalam mengumpulan data
selanjutnya perlu adanya perbaikan berkelanjutan dilakukan secara benar dan bersungguh-sungguh dengan
(Komitmen Mutu). Meminta alamat email Pimpinan
atau rekan kerja dilakukan dengan tidak memaksakan teliti dalam pengumpulan berkasnya.
kehendak apabila pimpinan atau rekan kerja tidak bisa

memberikan alamatnya kepada kita (Nasionalisme).
2. Melakukan pengarsipan secara manual, berkontribusi
c. Kontribusi Kegiatan terhadap nilai organisasi yaitu diperlukan keterampilan
terhadap Visi Misi Pemerintah dalam pengarsipan agar tertata dengan benar dan berurut
serta bertanggung jawab untuk menyelesaikan semua
Provinsi Papua Barat kegiatan. Pengarsipan dikerjakan secara mandiri dengan
penuh kerja keras dengan teliti dan cermat sehingga kinerja


1. Mengumpulkan data/bahan terkait arsip SPT dan menjadi efisien.
SPPD Tahun 2021 telah berkontribusi terhadap Visi

Misi Pemerintah Provinsi Papua Barat “Menciptakan
aparatur yang bersih dan berwibawa” yaitu adanya 3. Melakukan scanning Arsip SPT dan SPPD dan menyimpan
di Google Drive, terampil dalam bekerja menggunakan
langkah awal untuk memperbaiki sistem kelola teknologi berbasis digital, bertanggung jawab dengan
pengarsipan di Kantor KesbangPol Provinsi Papua melakukan penyimpanan arsip digital dengan scan agar
Barat dan dapat dijadikan pedoman bagi pemimpin menghindari kerusakan dan kehilangan berkas,
untuk evaluasi kinerja ASN demi terwujudnya aparatur
menggunakan kecerdasan dan kemandirian yaitu bekerja
yang profesional dalam tugasnya. secara cermat,teliti demi tata kelola pengarsipan yang baik


bagi organisasi.
2. Melakukan pengarsipan secara manual,

kontribusinya tehadap Visi Misi Pemerintah Provinsi
Papua Barat yaitu “Menciptakan aparatur yang bersih 4. Menginput data arsip SPT dan SPPD dengan menggunakan
dan berwibawa” adanya wujud nyata perbaikan tata spreadsheet, terampil dalam penggunaan teknologi berbasis
kelola pengarsipan berupa file fisik secara berurut dan
rapi berguna sebagai bukti Pertanggungjawaban tugas digital, bertanggung jawab dengan menginput data secara
benar dan terselesaikan tepat waktu, menggunakan
yang telah dilaksanakan oleh pegawai yang dapat
dijadikan bahan laporan bagi pimpinan. kecerdasan dan kemandirian sesuai dengan kemampuan

yaitu bekerja dengan cermat, cepat dan tepat demi tata

3. Melakukan scanning Arsip SPT dan SPPD dan kelola pengarsipan yang baik bagi organisasi.
menyimpan di Google Drive, kontribusinya tehadap Visi


Misi Pemerintah Provinsi Papua Barat yaitu 5. Membuat Rekapan Perjalanan Dinas kontribusinya ada
“Menciptakan aparatur yang bersih dan berwibawa” tanggung jawab dan kepercayaan yang telah diberikan dalam
penyimpanan dalam bentuk digital merupakan bentuk
inovasi dari ASN yang diharapkan agar kinerja ASN hasil akhir laporan merupakan wujud nyata dalam
penyelesaiaan kegiatan aktualisasi dengan benar.
menjadi efektif dan efisien yang bermanfaat bagi Menggunakan keterampilan dan kecerdasan dengan
pegawai, adanya scan data arsip Tahun 2021 merekap data berdasarkan per bulan, per unit, menjumlahkan
merupakan bentuk tranparansi data yang bisa per orang agar data yang menjadi efisien. Kemandirian yaitu
dipertanggungjawabkan. bekerja secara sendiri dalam melakukan perekapan berguna


meningkatkan kemampuan diri.

C. TIMELINE PELAKSANAAN KEGIATAN

an

C. TIMELINE PELAKSANAAN KEGIATAN

PELAKSANAAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. KEGIATAN AKTUALISASI KEGIATAN PERTAMA

Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih 1 (satu) Bulan, ANALISIS DAMPAK
yakni mulai pada tanggal 04 November - 08 Desember 2021
Akuntabilitas : saya menerapkan nilai kejelasan dalam
di Bagian Sekretariat yaitu Bag Sub Bagian Umum dan berkonsultasi dengan pimpinan yaitu memberikan
Kepegawaian pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik penjelasan secara rinci terkait kegiatan yang akan dilakukan,
nilai tanggung jawab dengan mengikuti semua arahan dan
Provinsi Papua Barat. masukan dari Pimpinan. Dampak apabila saya terapkan nilai
tersebut adalah pimpinan menjadi paham, memberi arahan,
B. GAMBARAN PELAKSANAAN saran dan masukan kepada saya. Sebaliknya jika nilai
KEGIATAN tersebut tidak diterapkan maka pimpinan tidak paham dan
mengerti kegiatan yang akan dilakukan sehingga tidak
MENGUMPULKAN DATA/BAHAN memberi arahan, saran ataupun masukan dalam kegiatan
TERKAIT SPT DAN SPPD TAHUN 2021 yang akan dilakukan.
Nasionalisme : saya menerapkan nilai tidak memaksakan
1.KONSULTASI DENGAN kehendak dan cinta tanah air kepada pimpinan untuk
PIMPINAN menemui saya. Dampaknya apabila saya terapkan nilai
tersebut terjalinnya hubungan yang baik dengan pimpinan
Pada tanggal 04 November 2021, saya melakukan Konsultasi dan sebagai ASN kita melakukan tindakan yang
dengan Sekretaris Badan (Bapak Dr. Edison Ompe, S.Pd, M.Si) mencerminkan nilai kecintaan terhadap bangsa dan negara
selaku mentor melalui telepon dikarenakan pimpinan sedang serta telah melakukan fungsi ASN sebagai perekat dan
melakukan perjalanan dinas. Pimpinan setuju dan mendukung pemersatu bangsa. Sebaliknya apabila nilai tersebut saya
rancangan kegiatan saya, dan memberi arahan agar tidak terapkan maka akan terjadi konflik dengan pimpinan
melakukan kegiatan sesuai jadwal yang direncanakan. dan sebagai ASN kita tidak benar-benar menjalankan
Selanjutnya saya akan melakukan konsultasi lebih lanjut fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa.
secara langsung apabila pimpinan telah berada di kantor. Etika Publik : Pada tahapan kegiatan ini menerapkan nilai
Sopan dan Hormat yaitu memberi salam, menyapa pimpinan
Saya juga bertemu dengan atasan langsung, Kasubbag dengan bertutur kata yang santun, memakai
umum dan kepegawaian (Ibu Herdha Gala, SE) untuk pakaian/seragam yang rapi dan sopan sesuai dengan aturan
berkonsultasi mengenai rancangan kegiatan yang berlaku. Nilai jujur dalam menyampaikan kegiatan yang
aktualisasi. Hasil konsultasi yaitu kasubbag Umum dan akan dilakukan secara rinci. Dampak apabila nilai tersebut
Kepegawaian mendukung kegiatan saya. saya terapkan adalah Pimpinan merasa dihargai dan
dihormati dan akan memberi kepercayaan kepada saya.
Pada hari senin tanggal 15 Oktober 2021, Pimpinan telah Sebaliknya jika nilai tersebut tidak diterapkan adalah
masuk kantor dan saya langsung menemui pimpinan yang pimpinan merasa tidak dihargai dan tidak dihormati sehingga
sebelumnya telah membuat janji untuk berkonsultasi tidak akan tercipta hubungan baik dengan pimpinan.
mengenai kegiatan yang telah dan akan saya lakukan. Pimpinan juga tidak akan memberi kepercayaan, memberi
dukungan ataupun membantu memberikan saran dan
NILAI-NILAI DASAR PNS masukan pada kegiatan saya.
Anti Korupsi : saya menerapkan nilai disiplin waktu yang
Saya berkonsultasi dengan pimpinan yang sebelumnya telah telah ditentukan; nilai sederhana dalam berpakaian sesuai
membuat janji untuk bertemu di waktu yang ditentukan aturan. Dampaknya apabila saya terapkan nilai tersebut
pimpinan dengan tidak memaksakan kehendak adalah pimpinan menilai saya memiliki konsisten waktu
(Nasionalime). Sesuai waktu yang ditentukan saya menemui dalam pekerjaan, dipandang bersahaja. Apabila nilai tersebut
Pimpinan yang merupakan sikap disiplin (Anti Korupsi) tidak diterapkan maka pimpinan akan merasa diremehkan,
dengan mengetuk pintu dan memberi salam (Hormat – Etika dinilai tidak konsisten dan.Pimpinan memandang kita
Publik) serta Sopan berpakaian dengan rapi tidak memakai sombong, berlebihan (bergaya hidup mewah) atau memiliki
barang yang berlebihan menunjukkan sifat sederhana (Anti sifat boros.
Korupsi) dan bertutur kata yang baik saat berbicara dengan
menggunakan bahasa indonesia (Sopan – Etika Publik, cinta
tanah air-Nasionalisme). Sebagai bentuk tanggung jawab
saya mengikuti arahan pimpinan saat berkonsultasi
(Akuntabilitas). Saya menjelaskan dengan jujur
menyampaikan secara rinci proses kegiatan yang akan
dilakukan (Kejelasan-Akuntabilitas; jujur-Etika Publik).

OUTPUT

Notulensi hasil konsultasi dengan Pimpinan

KEGIATAN PERTAMA

2. Membuat Rencana Tahapan ANALISIS DAMPAK
Kegiatan Pengarsipan SPT dan SPPD
Akuntabilitas : saya menerapkan nilai kejelasan yaitu dengan
Pada hari Jum’at tanggal 05 Oktober 2021 membuat tahapan kegiatan berarti kegiatan akan terarah secara
saya membuat tahapan kegiatan dalam baik. Dampak apabila saya terapkan nilai tersebut adalah kegiatan
bentuk bagan untuk mempermudah penulis mudah dan efisien dilakukan dengan adanya tahapan perencanaan
dalam pelaksanaan kegiatan yang terarah dalam pencapaian target dengan cepat sesuai yang
diinginkan. Sebaliknya jika nilai tersebut tidak diterapkan maka
NILAI-NILAI DASAR PNS pencapaian target kegiatan bisa lebih lama dari waktu yang
ditetapkan, karena tidak adanya tahapan perencanaan.
Pada Hari Jum’at saya menggunakan pakaian Nasionalisme : saya menerapkan nilai cinta tanah air dengan
batik nasional dengan tidak berlebihan sesuai memakai seragam batik nasional di hari jum’at sesuai jadwal yang
dengan aturan jadwal yang berlaku, merupakan berlaku. Dampaknya apabila saya terapkan nilai tersebut
sikap Cinta Tanah Air (Nasionalisme) dan meningkatkan rasa cinta saya terhadap bangsa sendiri. Sebaliknya
Sederhana (Anti Korupsi). Dengan membuat apabila nilai tersebut saya tidak terapkan maka kurang bersifat
tahapan rencana kegiatan berarti adanya nasionalisme.
tindakan Peduli (Anti Korupsi) akan arsip SPT Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai Efektif dalam bekerja agar
dan SPPD agar terkelola dengan baik dan kegiatan berjalan dengan tepat. Dampaknya apabila saya terapkan
benar, tahapan kegiatan tersebut juga nilai tersebut yaitu tujuan kegiatan tercapai dengan tepat waktu
merupakan bentuk kejelasan (Akuntabilitas) karena terarah dengan baik. Sebaliknya apabila nilai tersebut tidak
dalam perencanaan kegiatan agar terarah diterapkan maka tujuan kegiatan tidak mencapai target sesuai
dengan baik dan mencapai target yang waktu yang direncanakan karena tidak terarah dengan baik.
diharapkan. Membuat tahapan kegiatan Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Mandiri yaitu membuat
merupakan upaya agar dalam pelaksanaan tahapan kegiatan sendiri tanpa bantuan orang lain; nilai Sederhana
kegiatan ada ketepatan waktu sehingga dapat dalam menggunakan pakaian seragam dan perlengkapan
terselesaikan sesuai jadwal (Efektif-Komitmen seperlunya; nilai Peduli terhadap arsip SPT dan SPPD agar terkelola
Mutu). Saya juga membuat tahapan ini secara dengan baik. Dampaknya apabila saya terapkan nilai mandiri adalah
Mandiri tanpa bantuan orang lain (Anti saya mampu meningkatkan kemampuan dan tidak bergantung
Korupsi). kepada orang lain sehingga tercipta ASN yang berkarakter; nilai
sederhana adalah dipandang orang tidak sombong dan bersahaja
OUTPUT serta selalu menjadi ASN yang senantiasa mensyukuri atas
keadaannya; nilai peduli atas berkas arsip dapat terkelola dengan
Tahapan Kegiatan Pengarsipan SPT dan SPPD benar dengan perencanaan yang baik. Apabila nilai-nilai tersebut
tidak diterapkan maka saya akan selalu bergantung kepada orang
lain sehingga kemampuan saya tidak akan berkembang; akan
dipandang sebagai orang yang sombong, bersifat boros,
menimbulkan keiirian orang lain; serta kegiatan pengarsipan tidak
terkelola dengan baik karena tahapan perencanaan yang kurang
baik.

3. Berkoordinasi dengan rekan kerja yang
menangani SPT dan SPPD untuk mengumpulkan
berkas serta meminta buku agenda SPT dan SPPD

Pada hari Senin tanggal 08 November 2021 saya berkoordinasi
dengan admin SPT dan SPPD yaitu Ibu Febi Afia Tupamahu, SE
mengenai SPT dan SPPD Tahun 2021.

NILAI-NILAI DASAR PNS

Pertama-tama saya bertanya terlebih dahulu kepada Ibu Febi kapan
bisa meluangkan waktu untuk berkoordinasi dengan sikap tidak
memaksakan kehendak. Saat bertemu saya mengucapkan salam,
bertutur kata yang baik, serta berpakaian yang baik tidak berlebihan
sesuai aturan jadwal yang berlaku (Sopan, Hormat- Etika Publik dan
Sederhana-Anti Korupsi). Memakai masker saat bertemu rekan kerja
sebagai bentuk tanggung jawab menerapkan protokol kesehatan di
masa pandemi (Nasionalisme). Saat berkoordinasi saya menggunakan
bahasa indonesia yang baik dan benar (Cinta Tanah Air-Nasionalisme),
agar memberikan kejelasan dalam menyampaikan maksud dan tujuan
dengan sebenarnya secara transparan (Akuntabilitas) (Jujur-Etika
Publik). Setelah mendapatkan arsip dan Buku Agenda SPT dan SPPD
saya akan bertangung jawab (Akuntabilitas) dengan berkas yang
diberikan serta amanah dalam menjaganya (Nasionalisme). Dalam
proses kegiatan nantinya saya akan terus bekerja sama (Nasionalisme)
dengan admin SPT dan SPPD apabila masih ada yang dibutuhkan. Tidak
lupa kita mengucapkan terima kasih kepada rekan kerja yang telah
meluangkan waktu bersedia bekerja sama (hormat-Etika Publik).

KEGIATAN PERTAMA

ANALISIS DAMPAK Anti Korupsi : saya menerapkan nilai sederhana dalam berpakaian
dan tidak berlebihan. Dampaknya apabila saya terapkan nilai
Akuntabilitas : saya menerapkan nilai kejelasan tersebut adalah ASN yang berkarakter memiliki sikap bersahaja
dan transparansi dengan berkoordinasi dalam dan mensyukuri pada keadaan dirinya. sebaliknya Apabila nilai
menyampaikan maksud dan tujuan yang tersebut tidak diterapkan maka rekan kerja memandang kita
sebenarnya kepada rekan kerja; nilai sombong, berlebihan (bergaya hidup mewah) atau memiliki sifat
tanggungjawab atas berkas yang diberikan dan boros, menimbulkan iri serta tidak bersyukur atas keadaannya.
memakai masker saat bertemu rekan kerja.
Dampak apabila saya terapkan nilai-nilai tersebut OUTPUT
adalah rekan kerja menjadi paham tujuan yang
sebenarnya sehingga memberi kepercayaan berkas arsip SPT dan SPPD serta Buku agenda SPT dan SPPD
dengan memberikan semua berkas yang ada
secara transparan; serta bertanggung jawab 4. Berkoordinasi dengan bendahara untuk
menjaga diri sendiri maupun rekan kerja pada memperoleh arsip mengenai biaya perjalanan
masa pandemi. Sebaliknya jika nilai-nilai tersebut dinas
tidak diterapkan maka rekan kerja tidak paham
tujuan kegiatan yang akan dilakukan sehingga Pada hari Rabu tanggal 10 November 2021 saya berkoordinasi
tidak diberi kepercayaan penuh terhadap berkas dengan Bendahara yaitu Ibu Amida Kambu, SE terkait rincian
arsip SPT dan SPPD serta saya tidak bertanggung Perjalanan Dinas Tahun 2021
jawab terhadap diri sendiri dan rekan kerja.
Nasionalisme : saya menerapkan nilai tidak NILAI-NILAI DASAR PNS
memaksakan kehendak kepada rekan kerja
dalam hal pertemuan maupun permintaan berkas Sebelumnya saya telah membuat janji dengan Ibu
arsip SPT dan SPPD. Nilai kerja sama yang baik Amida untuk kesediaanya meluangkan waktu untuk
dengan rekan kerja selama kegiatan berlangsung. bertemu dengan sikap tidak memaksakan kehendak
Nilai Cinta Tanah air dengan menggunakan (Nasionalisme). Saat bertemu saya mengetuk pintu
bahasa indonesia yang baik dan benar. Nilai ruangan bendahara, mengucapkan salam, bertutur kata
Amanah dan Tanggung Jawab dalam menjaga yang baik, serta berpakaian yang baik tidak berlebihan
Arsip yang diberikan dan memakai masker saat sesuai aturan jadwal yang berlaku (Sopan, Hormat-
bertemu rekan kerja. Dampaknya apabila saya Etika Publik dan Sederhana-Anti Korupsi). Memakai
terapkan nilai-nilai tersebut, rekan kerja akan masker saat bertemu rekan kerja sebagai bentuk
segera meluangkan waktu saat tidak sibuk, akan tanggung jawab menerapkan protokol kesehatan di
bekerja sama yang baik dan mengerti dengan masa pandemi (Nasionalisme). Saat berkoordinasi saya
jelas maksud kegiatan saya, serta sebagai ASN menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar
menjalankan fungsi sebagai perekat dan (Cinta Tanah Air-Nasionalisme), agar memberikan
pemersatu bangsa. Dengan memakai masker kejelasan dalam menyampaikan maksud dan tujuan
berarti bertanggung jawab menjaga diri sendiri dengan sebenarnya secara transparan (Akuntabilitas).
maupun rekan kerja pada masa pandemi. Setelah diberikan akses melihat arsip rincian
Sebaliknya apabila nilai-nilai tersebut saya tidak Perjalanan Dinas, saya akan bertangung jawab
terapkan maka tidak terjalinnya hubungan baik (Akuntabilitas) dan Amanah (Nasionalisme) dengan
dengan rekan kerja dan tidak adanya bekerja data yang saya lihat dan dicatat sesuai dengan data
sama yang baik. Dengan tidak menggunakan seperti semula. Dalam proses kegiatan nantinya saya
bahasa indonesia yang benar rekan kerja kurang akan terus bekerja sama secara baik (Nasionalisme)
mengerti maksud kegiatan saya serta sebagai dengan bendahara terkait rincian perjalanan Dinas
ASN tidak menjalankan fungsi sebagai perekat yang belum lengkap sesuai data arsip SPT dan SPPD.
dan pemersatu bangsa karena tidak Tidak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada
mencerminkan kecintaan terhadap bangsa. Saya rekan kerja yang telah meluangkan waktu bersedia
tidak bertanggung jawab terhadap diri sendiri bekerja sama hormat (Etika Publik).
dan rekan kerja apabila tidak memakai masker.
Etika Publik : Pada tahapan kegiatan ini OUTPUT
menerapkan nilai Sopan dan Hormat yaitu
memberi salam, menyapa dengan bertutur kata Arsip Biaya Perjalanan Dinas
yang santun, memakai pakaian/seragam yang rapi
dan sopan sesuai dengan aturan yang berlaku,
mengucapkan terimakasih kepada rekan kerja.
Nilai Jujur dalam berkatamenyampaikan maksud
dan tujuan yang sebenarnya terkait kegiatan
yang akan dilakukan. Dampak apabila nilai
tersebut saya terapkan adalah rekan kerja
merasa dihargai dan dihormati, saya diberi
kepercayaan oleh rekan kerja. Sebaliknya jika
nilai tersebut tidak diterapkan adalah rekan kerja
merasa tidak dihargai dan dihormati sehingga
tidak akan tercipta hubungan/komunikasi yang
baik. Rekan kerja juga tidak akan percaya dan
tidak memberi dukungan ataupun membantu
sepenuh hati.

KEGIATAN PERTAMA Anti Korupsi : saya menerapkan nilai sederhana dalam
berpakaian dan tidak berlebihan dan nilai tanggung jawab
ANALISIS DAMPAK dengan memakai masker saat menemui rekan kerja.
Dampaknya apabila saya terapkan nilai tersebut adalah ASN
Akuntabilitas : saya menerapkan nilai yang berkarakter memiliki sikap bersahaja dan mensyukuri
kejelasan dan transparansi dalam pada keadaan dirinya. sebaliknya Apabila nilai tersebut tidak
menyampaikan maksud dan tujuan yang diterapkan maka rekan kerja memandang kita sombong,
sebenarnya kepada rekan kerja; nilai berlebihan (bergaya hidup mewah) atau memiliki sifat boros,
tanggung jawab atas berkas yang diberikan. menimbulkan iri serta tidak bersyukur atas keadaannya.
Dampak apabila saya terapkan nilai-nilai
tersebut adalah rekan kerja menjadi paham KEGIATAN KEDUA
tujuan yang sebenarnya sehingga memberi
kepercayaan dengan memberikan semua MELAKUKAN PENGARSIPAN SECARA MANUAL
berkas yang ada. Sebaliknya jika nilai-nilai
tersebut tidak diterapkan maka rekan kerja 1.Menata Arsip SPT dan SPPD secara Berurut
tidak paham tujuan kegiatan yang akan sesuai dengan Buku Agenda SPT dan SPPD
dilakukan sehingga tidak diberi kepercayaan
penuh terhadap berkas arsip rincian biaya Pada Hari Jum’at tanggal 12 Oktober 2021 saya melakukan
Perjalanan Dinas. penataan arsip SPT dan SPPD yang telah diberikan rekan kerja.
Nasionalisme : saya menerapkan nilai tidak
memaksakan kehendak kepada rekan kerja NILAI-NILAI DASAR PNS
dalam hal pertemuan maupun permintaan
berkas rincian biaya perjalanan Dinas. Nilai Saya memilah arsip SPT dan SPPD berdasarkan bulan dan tanggal
kerja sama yang baik dengan rekan kerja secara berurut sesuai dengan buku agenda SPT dan SPPD dengan
selama kegiatan berlangsung. Nilai Cinta teliti, cermat dan tepat agar hasil sesuai dengan target (efisien-
Tanah air dengan menggunakan bahasa Komitmen Mutu). Menata arsip dilakukan secara mandiri tanpa
indonesia yang baik. Nilai Amanah dan bantuan orang lain dan saya lakukan dengan bekerja keras apabila
Tanggung Jawab dalam menjaga Arsip yang berkas dan buku agenda tidak sesuai saya menanyakan kembali
diberikan dan memakai masker saat bertemu kepada rekan kerja (Anti Korupsi). Penataan arsip dilakukan dengan
rekan kerja. Dampaknya apabila saya rasa tanggung jawab dan Konsisten sehingga outputnya tepat dan
terapkan nilai tersebut, rekan kerja akan cepat terselesaikan (Akuntabilitas).
segera meluangkan waktu saat tidak sibuk,
akan bekerja sama yang baik dan mengerti OUTPUT
dengan jelas maksud kegiatan saya, serta
sebagai ASN menjalankan fungsi sebagai Arsip SPT dan SPPD tertata berurutan sesuai dengan
perekat dan pemersatu bangsa. Dengan buku agenda SPT dan SPPD.
memakai masker berarti bertanggung jawab
menjaga diri sendiri maupun rekan kerja pada
masa pandemi. Sebaliknya apabila nilai
tersebut saya tidak terapkan maka tidak
terjalinnya hubungan baik dengan rekan kerja
dan tidak adanya bekerja sama yang baik.
Dengan tidak menggunakan bahasa indonesia
yang benar rekan kerja kurang mengerti
maksud kegiatan saya serta sebagai ASN
tidak menjalankan fungsi sebagai perekat dan
pemersatu bangsa karena tidak
mencerminkan kecintaan terhadap bangsa.
Saya tidak bertanggung jawab terhadap diri
sendiri dan rekan kerja apabila tidak memakai
masker.
Etika Publik : Pada tahapan kegiatan ini
menerapkan nilai Sopan dan Hormat yaitu
memberi salam, menyapa dengan bertutur
kata yang santun, memakai pakaian/seragam
yang rapi dan sopan sesuai dengan aturan
yang berlaku, mengucapkan terimakasih
kepada rekan kerja. Nilai Jujur dalam berkata
menyampaikan maksud dan tujuan yang
sebenarnya terkait kegiatan yang akan
dilakukan. Dampak apabila nilai tersebut saya
terapkan adalah rekan kerja merasa dihargai
dan dihormati, saya diberi kepercayaan oleh
rekan kerja. Sebaliknya jika nilai tersebut
tidak diterapkan adalah rekan kerja merasa
tidak dihargai dan dihormati sehingga tidak
akan tercipta hubungan/komunikasi yang
baik. Rekan kerja juga tidak akan percaya dan
tidak memberi dukungan ataupun membantu
sepenuh hati.

KEGIATAN KEDUA Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Mandiri
dalam menyiapkan ordner secara sendiri tanpa
ANALISIS DAMPAK bantuan orang lain. Dampaknya apabila saya
terapkan nilai-nilai tersebut adalah saya tidak
Akuntabilitas : saya menerapkan nilai tanggung mudah bergantung kepada orang lain. Apabila
jawab dan konsisten yaitu Penataan arsip nilai-nilai tersebut tidak diterapkan maka saya
dilakukan dengan rasa tanggung jawab dan akan selalu bergantung kepada orang lain dan
Konsisten sehingga outputnya tepat dan cepat menjadi orang yang malas.
terselesaikan. Dampak apabila saya terapkan nilai
tersebut adalah penataan arsip berjalan dengan 3. Membuat label nama pada ordner
baik karena dilakukan dengan bersungguh-sunguh Setelah menyiapkan ordner di hari yang sama
dan kerja keras mengacu pada tahapan yang telah saya mempersiapkan dengan membuat label
direncanakan. Sebaliknya jika nilai tersebut tidak nama untuk ditempel pada ordner.
diterapkan maka penataan arsip kurang berjalan NILAI-NILAI DASAR PNS
maksimal karena tidak mengacu pada rencana Membuat label nama, mengetik dan mendesain
awal tahapan perencanaan. untuk dilakukan secara mandiri tanpa bantuan
Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai efisien orang lain serta merupakan bentuk
dalam memilah arsip SPT dan SPPD berurut sesuai tanggungjawab (Anti Korupsi).
dengan buku agenda SPT dan SPPD dengan teliti, OUTPUT
cermat dan tepat. Dampaknya apabila saya Label untuk ordner
terapkan nilai tersebut yaitu tujuan kegiatan
berjalan dengan benar dan tepat waktu. Sebaliknya
apabila nilai tersebut tidak diterapkan maka tujuan
kegiatan tidak berjalan tepat waktu, banyak waktu
terbuang sia-sia karena tidak teliti dan cermat.
Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Mandiri yaitu
dalam menata arsip dilakukan sendiri tanpa
bantuan orang lain; nilai bekerja keras dalam
penataan arsip agar terselesaikan dengan baik.
Dampaknya apabila saya terapkan nilai-nilai
tersebut adalah saya tidak mudah bergantung
kepada orang lain menjadi ASN yang berkarakter
profesional kerja, serta penataan arsip bisa
terselesaikan dengan baik. Apabila nilai-nilai
tersebut tidak diterapkan maka saya akan selalu
bergantung kepada orang lain dan menjadi orang
yang malas sehingga penataan arsip tidak selesai
sesuai dengan waktu sesuai jadwal.

2. Menyiapkan ordner untuk penyimpanan
arsip yang telah tertata
Pada Hari Senin tanggal 15 November saya
menyiapkan ordner baru untuk penyimpanan arsip
yang saya ambil dari lemari arsip

NILAI-NILAI DASAR PNS

Adanya ordner untuk penyimpanan arsip SPT dan
SPPD merupakan wujud tanggung jawab bagi arsip
tersebut (Akuntabilitas). Saya menyiapkan ordner
secara mandiri dengan mengambil, membersihkan
dan menyiapkan sendiri tanpa bantuan orang lain
(Anti Korupsi)

OUTPUT

Ordner untuk penyimpanan Arsip

ANALISIS DAMPAK

Akuntabilitas : saya menerapkan nilai tanggung
jawab telah tersedianya tempat penyimpanan bagi
arsip SPT dan SPPD arsip yang telah tertata.
Dampak apabila saya terapkan nilai tersebut
adalah arsip yang telah tertata memiliki tempat
penyimpanan. Sebaliknya jika nilai tersebut tidak
diterapkan maka tidak ada tindak lanjut bagi arsip
yang telah tertata.

KEGIATAN KEDUA Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Mandiri,
bekerja keras, bertanggung jawab dalam menata
ANALISIS DAMPAK arsip di Ordner secara sendiri dan terselesaikan
dengan baik secara teliti dan tepat sesuai label
Akuntabilitas : saya menerapkan nilai nama bulan. Dampaknya apabila saya terapkan
tanggung jawab telah tersedianya tempat nilai-nilai tersebut adalah saya tidak mudah
penyimpanan bagi arsip SPT dan SPPD arsip bergantung kepada orang lain dan mampu
yang telah tertata. Dampak apabila saya menyelesaikan penataan dengan baik. Apabila
terapkan nilai tersebut adalah arsip yang telah nilai-nilai tersebut tidak diterapkan maka saya
tertata memiliki tempat penyimpanan dan akan selalu bergantung kepada orang lain dan
mana yang jelas sehingga bisa ditemukan. menjadi orang yang malas sehingga penataan arsip
Sebaliknya jika nilai tersebut tidak diterapkan lama terselesaikan.
maka tidak ada tindak lanjut bagi arsip yang
telah tertata dan apabila tidak berlabel nama
kita harus membutuhkan waktu dalam
pencarian.
Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Mandiri
dalam menyiapkanOrdner secara sendiri,
mengambil Ordner yang tidak dimanfaatkan
dan membersihkannya. Dampaknya apabila
saya terapkan nilai-nilai tersebut adalah saya
tidak mudah bergantung kepada orang lain
dan sebagai ASN yang berkarakter. Apabila
nilai-nilai tersebut tidak diterapkan maka
saya akan selalu bergantung kepada orang lain
dan menjadi orang yang malas dan tidak
memiliki karakter sebagai ASN yang
bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri.

4.Menata arsip secara berurut di KEGIATAN KETIGA
ordner
MELAKUKAN SCANNING ARSIP SPT DAN
Pada hari selasa tanggal 16 November SPPD DAN MENYIMPAN DI GOOGLE
2021, menata arsip yang telah berurutan DRIVE
sesuai tanggal dan bulan di dalam ordner
yang telah disiapkan.

NILAI-NILAI DASAR PNS

Melakukan penataan arsip dalam ordner
dilakukan secara mandiri dan bekerja keras
dengan cermat dan teliti (Anti Korupsi). 1. Membuat akun Gmail untuk
Menata arsip secara berurut di ordner penyimpanan arsip SPT dan SPPD

merupakan bentuk konsistensi Pada hari Rabu tanggal 17 November 2021 saya
(Akuntabilitas) dimana saya telah melakukan
kegiatan yang telah direncanakan dari awal membuat akun Gmail baru yaitu
[email protected] untuk menyimpan hasil
dengan penuh keyakinan dapat Scanning dan untuk menginput data arsip SPT dan
menyelesaikannya dan telah bertanggung
jawab (Anti Korupsi) atas file-file tersebut. SPPD Tahun 2021.

OUTPUT

Arsip telah tertata secara berurut di ordner

ANALISIS DAMPAK

Akuntabilitas : saya menerapkan nilai
tanggung jawab telah tersedianya tempat
penyimpanan bagi arsip SPT dan SPPD arsip
yang telah tertata. Dampak apabila saya
terapkan nilai tersebut adalah arsip yang
telah tertata memiliki tempat penyimpanan.
Sebaliknya jika nilai tersebut tidak
diterapkan maka tidak ada tindak lanjut bagi
arsip yang telah tertata.

KEGIATAN KETIGA

NILAI-NILAI DASAR PNS 2. Membuat file folder untuk penyimpanan
arsip SPT dan SPPD
Membuat akun Gmail untuk penyimpanan arsip Membuat file folder secara berurut per Bulan akan
belum pernah dilakukan di Subbag Umum dan mudah nantinya dalam pencarian (Efisien-
Kepegawaian, sehingga ini merupakan bentuk Komitmen Mutu). Membuat file folder saya
adaptasi ASN dan meningkatkan kemampuan lakukan secara mandiri (Anti Korupsi).
dalam penggunaan teknologi secara digital
(Adaptif dan inovatif - Komitmen Mutu). Dengan OUTPUT
memanfaatkan internet pada akun Gmail juga
mempermudah ASN Bekerja secara efisien Membuat File Folder Penyimpanan hasil scan
(Komitmen Mutu) dan optimal dalam SPT dan SPPD
memanfaatkan fasilitas kantor yang ada
Keseimbangan (Akuntabilitas). Akun Gmail ANALISIS DAMPAK
memberikan kejelasan wadah penyimpanan
secara online bagi arsip SPT dan SPPD Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai efisien
(Akuntabilitas). dengan membuat file folder akan membantu kinerja
lebih terarah / mudah dalam pencarian. Dampaknya
OUTPUT apabila saya terapkan nilai tersebut yaitu kinerja
ASN lebih efektif dalam pencarian kembali berkas
Akun Gmail untuk Penyimpanan arsip tersebut. Sebaliknya apabila nilai tersebut tidak
SPT dan SPPD diterapkan maka kinerja ASN belum efektif.
Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Mandiri dalam
ANALISIS DAMPAK membuat file folder dilakukan sendiri tanpa
bantuan orang lain. Dampaknya apabila saya
Akuntabilitas : saya menerapkan nilai Kejelasan terapkan nilai tersebut yaitu menjadi orang yang
dengan membuat akun Gmail untuk menyimpan mampu melakukan sendiri tanpa menjadi
arsip dan menginput data Perjalanan Dinas; nilai ketergantungan kepada orang lain. Sebaliknya
Keseimbangan yaitu optimal dalam apabila nilai tersebut tidak diterapkan maka saya
memanfaatkan fasilitas internet kantor yang menjadi orang yang malas, tidak bisa berusaha
ada dalam peningkatan kinerja ASN. Dampak sendiri menjadi orang yang suka bergantung pada
apabila saya terapkan nilai tersebut adalah orang lain.
berkas arsip SPT dan SPPD serta data arsip akan
tersimpan baik dan aman secara digital dan
tidak mudah hilang data tersebut; fasilitas
kantor dapat bermanfaat untuk pengelolaan
kearsipan yang modern. Sebaliknya jika nilai
tersebut tidak diterapkan maka berkas arsip
SPT dan SPPD serta data arsip tetap tersimpan
dan terinput manual, rentan hilang buku agenda
SPT dan SPPD; fasilitas internet terabaikan
begitu saja bertanggung jawab atas
pekerjaannya sendiri.

Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai efisien
dengan penggunaan Akun Gmail dalam bekerja
merupakan upaya perubahan pola kerja yang
lebih baik (nilai adaptif) dan upaya ASN dalam
meninggkatkan kemampuan dengan
penggunaan teknologi secara digital (nilai
Inovasi). Dampaknya apabila saya terapkan nilai
tersebut yaitu kinerja ASN lebih efisien karena
memanfaatkan teknologi yang lebih maju,
menjadi ASN yang berdaya saing karena
memiliki kemampuan mengikuti perkembangan
global. Sebaliknya apabila nilai tersebut tidak
diterapkan maka kinerja ASN belum efisien
karena belum menggunakan teknologi modern
dan tidak mengikuti perkembangan global yang
ada, menjadi ASN yang tidak berdaya saing
karena tidak memiliki kemampuan lebih.

KEGIATAN KETIGA

3. Melakukan scanning arsip SPT Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai Inovatif dan
dan SPPD Efisien yaitu adanya peningkatan dalam penyimpanan
arsip yang belum pernah dilakukan sebelumnya
Label untuk ordner sehingga diharapkan akan memudahkan dalam
pencarian kembali arsip tersebut. Dampaknya apabila
Pada tanggal 23 November 2021 saya mengupload saya terapkan nilai tersebut yaitu kinerja ASN lebih
hasil saya melakukan scanning arsip SPT dan SPPD efisien. Sebaliknya apabila nilai tersebut tidak
menggunakan dan Printer Scan Canon MP 287 dan diterapkan maka kinerja ASN belum efektif.
Handphone selama 3 Hari yaitu tanggal 18, 19 dan 22 Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Mandiri dan
November 2021Arsip SPT dan SPPD. Kerja Keras Scanning berkas SPT dan SPPD semua
saya lakukan sendiri tanpa bantuan orang serta
NILAI-NILAI DASAR PNS terselesaikan dengan baik. Dampaknya apabila saya
terapkan nilai tersebut yaitu menjadi orang yang
Saya menyelesaikan kegiatan scan semua berkas mampu melakukan sendiri sehingga kegiatan scan
arsip SPT dan SPPD (tanggung jawab- berkas dapat terselesaikan dengan baik dan tepat
Akuntabilitas) dengan memanfaatkan fasilitas waktu. Sebaliknya apabila nilai tersebut tidak
Printer yang ada yang tidak pernah digunakan diterapkan maka saya menjadi orang yang malas, tidak
dalam pemindaian berkas di kantor bisa berusaha sendiri dan menjadi orang yang suka
(Keseimbangan- Akuntabilitas). Scanning SPT bergantung pada orang lain, dianggap tidak memiliki
dan SPPD dilakukan adanya kepedulian atas kemampuan oleh pimpinan, kegiatan tidak mencapai
berkas agar tersimpan lebih aman dengan target yang ditentukan.
bekerja secara mandiri dan bekerja keras selama
3 hari (AntiKorupsi). Melakukan scanning dalam
pengarsipan pertama kali digunakan pada Sub
Bagian Umum dan Kepegawaian sehingga
menjadi inovasi yang bertujuan agar berkas
menjadi efisien dalam pencarian (Komitmen
Mutu). Beribadah disela-sela melakukan
scanning arsip merupakan bentuk dari
pengamalan sila pertama yaitu Ketuhanan
(Religius – Nasionalisme).

OUTPUT 4. Mengupload hasil scanning dalam
Hasil scan SPT dan SPPD Google Drive
Pada tanggal 23 November 2021 saya
ANALISIS DAMPAK mengupload hasil Scan Arsip SPT dan SPPD

Akuntabilitas : saya menerapkan nilai NILAI-NILAI DASAR PNS
tanggung jawab dengan melakukan scan
pada semua berkas; nilai Keseimbangan Saya menyimpan berkas arsip SPT dan SPPD yang
dengan memanfaat fasilitas kantor agar telah di scan ke dalam Google Drive berarti memberi
berguna sebagaimana mestinya. Dampak kejelasan tempat penyimpanan (Akuntabilitas).
apabila saya terapkan nilai-nilai tersebut Penyimpanan arsip ke dalam google drive merupakan
adalah adanya pemanfaatan fasilitas kantor bentuk inovasi dalam penyimpanan arsip, serta
untuk scan berkas agar tersimpan dalam membantu kinerja ASN lebih efektif dan efisien
bentuk digital / scanning tersimpan di (Komitmen Mutu). Mengupload hasil Scan arsip
Komputer. Sebaliknya jika nilai tersebut berarti kita telah bertanggung jawab atas file yang
tidak diterapkan maka printer scan tidak tersimpan ke google drive (Akuntabilitas).
dimanfaatkan dengan maksimal, berkas arsip
hanya akan tersimpan secara manual tidak OUTPUT
ada perubahan ke arah yang lebih baik dalam
pengarsipan. Hasil scan SPT dan SPPD
Nasionalisme : saya menerapkan nilai
Religius yaitu Beribadah disela-sela
melakukan scanning arsip merupakan bentuk
dari pengamalan sila pertama yaitu
Ketuhanan. Dampak apabila saya terapkan
nilai tersebut adalah adanya rasa syukur kita
kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala
Nikmat kemudahan dalam melakukan
scaning berkas dan merupakan kewajiban
Kepada Tuhan. Sebaliknya jika nilai tersebut
tidak diterapkan maka tidak adanya rasa
syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

KEGIATAN KETIGA KEGIATAN KEEMPAT

ANALISIS DAMPAK MENGINPUT DATA ARSIP SPT DAN
SPPD DENGAN MENGGUNAKAN
Akuntabilitas : saya menerapkan nilai tanggung GOOGLE SPREADSHEET
jawab dan nilai kejelasan kinerja dengan
mengupload semua hasil Scanning berkas 1.Membuka Google Spreadsheet
berarti telah terwujudnya tujuan suatu kegiatan Pada Hari Rabu tanggal 24 November
pengarsipan secara digital. Dampak apabila 2021, sebelumnya saya sudah memiliki
saya terapkan nilai-nilai tersebut adalah adanya akun Gmail setelah membuka akun
berkas telah tersimpan dalam bentuk Gmail, langkah selanjutnya membuka
digital/online dapat diakses dimanapun dan aplikasi Spreadsheetdi dalam akun Gmail.
kapanpun dengan terkoneksi internet.
Sebaliknya jika nilai tersebut tidak diterapkan NILAI-NILAI DASAR PNS
maka berkas arsip hanya akan tersimpan secara
manual tidak ada perubahan ke arah yang lebih Menggunakan Spreadsheet dalam bekerja
baik dalam pengarsipan. merupakan bentuk adaptasi dan inovasi
Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai ASN dengan penggunaan teknologi secara
Inovatif, Efektif dan Efisien yaitu telah digital (Adaptif, Inovasi - Komitmen
terlaksananya dengan baik penyimpanan arsip Mutu). Dengan memanfaatkan internet
dilakukan secara digital, memudahkan kinerja pada spreadsheet juga mempermudah
ASN. Dampaknya apabila saya terapkan nilai ASN Bekerja secara efisien (Komitmen
tersebut yaitu kinerja ASN lebih efektif dan Mutu) dan optimal dalam memanfaatkan
efisien. Sebaliknya apabila nilai tersebut tidak fasilitas kantor yang ada Keseimbangan
diterapkan maka kinerja ASN belum efektif dan serta merupakan kejelasan tempat
efisien menginput data SPT dan SPPD
Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Mandiri (Akuntabilitas).
dan Kerja Keras dengan mengupload hasil
Scanning berkas SPT dan SPPD semua saya OUTPUT
lakukan sendiri tanpa bantuan orang serta
terselesaikan dengan baik. Dampaknya apabila Telah masuk pada Google Spreadsheet
saya terapkan nilai tersebut yaitu menjadi
orang yang mampu melakukan sendiri sehingga
kegiatan dapat terselesaikan dengan baik dan
nantinya dapat bermanfaat bagi ASN yang
membutuhkan arsip tersebut. Sebaliknya
apabila nilai tersebut tidak diterapkan maka
saya menjadi orang yang malas, tidak bisa
berusaha sendiri dan menjadi orang yang suka
bergantung pada orang lain, tidak bisa menjadi
ASN yang memberi manfaat bagi orang lain.

KEGIATAN KEEMPAT

ANALISIS DAMPAK NILAI-NILAI DASAR PNS

Akuntabilitas : saya menerapkan nilai Kejelasan Pengiputan data dilakukan secara adil (Anti
dengan masuk pada spreadsheet untuk Korupsi) yaitu menyeluruh semua yang bekerja
menginput data Perjalanan Dinas dari Buku di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi
agenda SPT dan SPPD dan nilai Keseimbangan Papua Barat tanpa menambah atau mengurangi
yaitu optimal dalam memanfaatkan fasilitas data pegawai dengan melihat daftar Absensi
internet kantor yang ada. Dampak apabila saya dan menanyakan kepada rekan kerja yang
terapkan nilai tersebut adalah data arsip akan menangani absensi agar dapat diperoleh data
tersimpan aman secara digital dan tidak mudah yang sebenarnya (Kerjasama-Nasionalisme),
hilang data tersebut. Sebaliknya jika nilai serta saya menginput data secara mandiri dan
tersebut tidak diterapkan maka data arsip tetap bekerja keras agar dapat terselesaikan secepat
terinput manual dan rentan hilang buku agenda mungkin dengan teliti dan cermat (Anti
SPT dan SPPD. Korupsi). Kegiatan penginputan ini saya
Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai efisien lakukan dengan sikap tanggung jawab,
dengan menggunakan Spreadsheet dalam terhadap data yang terinput (Akuntabilitas).
bekerja merupakan upaya perubahan pola kerja Adanya data semua PNS/CPNS/PPPK/Tenaga
yang lebih baik (nilai adaptif) dan upaya ASN Harian lepas memberi kejelasan atas semua
dalam meningkatkan kemampuan dengan yang ada dilingkup Kantor yang nantinya data
penggunaan teknologi secara digital (nilai tersebut dapat digunakan dalam perekapan
Inovasi). Dampaknya apabila saya terapkan nilai data (Akuntabilitas).
tersebut yaitu kinerja ASN lebih efisien karena
memanfaatkan teknologi yang lebih maju. ANALISIS DAMPAK
Sebaliknya apabila nilai tersebut tidak
diterapkan maka kinerja ASN belum efisien Akuntabilitas : saya menerapkan nilai Kejelasan
karena belum menggunakan teknologi yang dengan menginput semua yang bekerja pada
lebih maju. Kantor Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat
2. Menginput data PNS/CPNS/PPPK/THL dan nilai tanggung jawab dalam mencari informasi
Setelah masuk di Google Spreadsheet di hari yang yang benar terkait semua data yang benar dan
sama saya melanjutkan kegiatan yaitu menginput menyelesaikan penginputan dengan baik dan
data seluruh PNS/CPNS/ PPPK/Tenaga Harian tepat waktu. Dampak apabila saya terapkan nilai
Lepas dan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi tersebut adalah adanya data seluruh pegawai
Papua Barat yang benar dan tersimpan aman secara digital.
Sebaliknya jika nilai tersebut tidak diterapkan
OUTPUT maka data pegawai yang terinput bisa kurang
lengkap atau salah ataupun kegiatan penginputan
Data semua PNS/CPNS/PPPK/THL telah terinput tidak selesai sesuai target waktu yang ditentukan.
Nasionalisme : saya menerapkan nilai kerja sama
dengan rekan kerja yang menangani absensi kantor
agar diperoleh data yang benar. Dampak apabila
saya terapkan nilai tersebut adalah adanya data
seluruh pegawai yang benar. Sebaliknya jika nilai
tersebut tidak diterapkan maka data pegawai yang
terinput bisa kurang lengkap atau salah.
Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Adil, Mandiri
dan Kerja Keras yaitu dalam menginput semua data
saya lakukan sendiri tanpa bantuan orang serta
terselesaikan dengan baik dan semua yang bekerja
di Kantor Kesbangpol semua terdata sesuai dengan
nama, gelar, pangkat/Golongan, jabatan yang
sesuai serta tanpa mengurangi jumlah pegawai.
Dampaknya apabila saya terapkan nilai tersebut
yaitu menjadi orang yang jujur dalam memberikan
informasi dan mampu melakukan sendiri sehingga
kegiatan dapat terselesaikan dengan baik dan
nantinya dapat menjadi dasar dalam membuat
laporan hasil rekapan perjalanan dinas yang benar.
Sebaliknya apabila nilai tersebut tidak diterapkan
maka saya menjadi orang yang suka bergantung
pada orang lain, hasil rekapan perjalanan dinas
yang diperoleh tidak benar sesuai dengan yang
sebenarnya.

KEGIATAN KEEMPAT

3.Melakukan Penginputan data arsip SPT Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai efisien,
dan SPPD serta total biaya perjalanan dinas Inovatif dan Adaptif dengan menggunakan
menginput data pada Spreadsheet adalah upaya
Pada hari Kamis, Jum’at dan Senin tanggal 25, 26 dan 29 perubahan pola kerja yang lebih baik dan upaya
November 2021, saya masuk di Google Spreadsheet ASN dalam penggunaan teknologi secara digital.
melanjutkan kegiatan yaitu menginput data di SPT dan Dampaknya apabila saya terapkan nilai
SPPD serta total biaya Perjalanan Dinas yang berurut tersebut yaitu kinerja ASN lebih efisien karena
dengan buku agenda SPT dan SPPD serta rincian memanfaatkan teknologi yang lebih maju.
perjalanan dinas yang telah diperoleh dari bendahara. Sebaliknya apabila nilai tersebut tidak
diterapkan maka kinerja ASN belum efisien
NILAI-NILAI DASAR PNS karena belum menggunakan teknologi yang
lebih maju.
Kegiatan penginputan ini saya lakukan dengan sikap Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Adil, Jujur,
tanggung jawab, tidak bermalas-malasan sehingga Mandiri dan Kerja Keras yaitu dalam menginput
mencapai target waktu yang telah ditetapkan semua data perjalanan dinas dan total biaya
(Akuntabilitas). Penginputan data SPT dan SPPD pada perjalanan dinas per orang saya lakukan sendiri
Spreadsheet merupakan bentuk transparansi karena tanpa bantuan orang serta terselesaikan dengan
adanya Total Biaya Perjalanan Dinas per orang. Pengiputan baik tanpa mengurangi atau menambah data
data dilakukan secara adil yaitu menyeluruh semua tanpa dan nominal biaya perjalanan dinas pada
menambah atau mengurangi data pegawai maupun pegawai tertentu. Dampaknya apabila saya
nominal biaya perjalanan Dinas, serta saya menginput data terapkan nilai tersebut yaitu menjadi ASN yang
secara mandiri dan bekerja keras agar dapat terselesaikan berkarakter jujur dalam memberikan informasi
secepat mungkin dengan teliti dan cermat agar tidak ada dan mampu melakukan sendiri sehingga
kesalahan (AntiKorupsi). Menggunakan spreadsheet kegiatan dapat terselesaikan dengan baik dan
merupakan bentuk adapatif dan inovasi saya dalam nantinya dapat menjadi dasar dalam membuat
mengembangkan kemampuan teknologi komputer berbasis laporan hasil rekapan perjalanan dinas yang
digital secara online serta dapat meningkatkan kinerja ASN benar. Sebaliknya apabila nilai tersebut tidak
yang Efisien dan Efektif dapat dijadikan database untuk diterapkan maka saya menjadi orang yang suka
mengolah dan menganalisis data (KomitmenMutu). bergantung pada orang lain, hasil rekapan
Beribadah disela-sela menginput data merupakan bentuk perjalanan dinas yang diperoleh tidak benar
dari pengamalan sila pertama yaitu Ketuhanan (Religius – sesuai dengan yang sebenarnya.
Nasionalisme).

OUTPUT

data SPT dan SPPD serta biaya perjalanan dinas
telah terinput pada spreadsheet

ANALISIS DAMPAK

Akuntabilitas : saya menerapkan nilai tanggung jawab
untuk menyelesaikan penginputan dengan teliti,
cermat dan tepat waktu; nilai tranparansi karena
adanya total biaya perjalanan Dinas perorang yang
diinput. Dampak apabila saya terapkan nilai tersebut
adalah data SPT dan SPPD Tahun 2021 tersimpan
aman secara digital, mudah diakses dimanapun dan
kapanpun, Penginputan selesai dengan baik dan benar,
tepat waktu dan memberikan rekapan perjalanan
dinas yang benar. Sebaliknya jika nilai tersebut tidak
diterapkan maka data perjalanan Dinas masih tercatat
manual dan rentan risiko kerusakan; penginputan
tidak terselesaikan dengan baik dan tepat waktu;
berpengaruh pada hasil rekapan yang tidak benar.
Nasionalisme : saya menerapkan nilai Religius yaitu
Beribadah disela-sela menginput data merupakan
bentuk dari pengamalan sila pertama yaitu Ketuhanan.
Dampak apabila saya terapkan nilai tersebut adalah
adanya rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha
Kuasa atas segala Nikmat kemudahan dalam
melakukan Kegiatan dan merupakan kewajiban
Kepada Tuhan. Sebaliknya jika nilai tersebut tidak
diterapkan maka tidak adanya rasa syukur kepada
Tuhan yang Maha Kuasa.

KEGIATAN KEEMPAT

4. Melaporkan hasil penginputan data SPT Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai
dan SPPD kepada Pimpinan Inovatif yaitu laporan yang diberikan kepada
Pada hari selasa tanggal 30 November 2021, setelah pimpinan secara tertulis merupakan upaya
selesai mengiput data perjalanan dinas serta rincian perubahan pola kerja yang lebih baik yang
biayanya per orang saya mengeprint datanya dan belum pernah dilakukan. Dampaknya apabila
memberikan kepada pimpinan. saya terapkan nilai tersebut yaitu kinerja ASN
lebih baik dengan memberi laporan kepada
NILAI-NILAI DASAR PNS pimpinan yang bisa menjadi dasar dalam
kebijakan Pimpinan. Sebaliknya apabila nilai
Saya memberikan hasil laporan kepada pimpinan tersebut tidak diterapkan maka kinerja ASN
dengan mengetuk pintu dan memberi salam bertutur belum optimal karena belum memberikan
kata yang baik dan benar saat berbicara (Sopan, laporan yang sebenarnya kepada Pimpinan.
Hormat, jujur – Etika Publik), Saya memberikan Anti Korupsi : saya menerapkan jujur dalam
laporan hasil penginputan kepada pimpinan berarti menyampaikan laporan hasil penginputan Data
adanya tanggung jawab dan kejelasan kegiatan yang perjalanan Dinas dengan sebenarnya tanpa
telah dilakukan dan bentuk transparansi atas data mengurangi atau menambah data. Dampaknya
tersebut (Akuntabilitas). Memberikan laporan yang apabila saya terapkan nilai tersebut adalah kita
sebenarnya sesuai data merupakan sikap jujur (Anti menjadi ASN yang mempunyai Prinsip yang
Korupsi). Penginputan SPT dan SPPD serta rincian kuat terhindar dari segala praktik kecurangan
biaya perjalanan dinas merupakan bentuk inovasi yang ada. Sebaliknya Apabila nilai tersebut
karena belum pernah dilakukan di Sub Bagian Umum tidak diterapkan maka saya menjadi orang yang
dan Kepegawaian (Komitmen Mutu). tidak jujur, orang yang tidak amanah.

OUTPUT

laporan data hasil penginputan secara tertulis
kepada pimpinan

ANALISIS DAMPAK

Akuntabilitas : saya menerapkan nilai kejelasan
karena telah terlaksananya kegiatan
penginputan,nilai transparansi atas semua data
yang dilaporkan dan nilai tanggung jawab dalam
menyampaikan data hasil penginputan seluruh
data perjalanan dinas serta biayanya kepada
pimpinan. Dampak apabila saya terapkan nilai-
nilai tersebut adalah pimpinan menilai kita
mampu mengembangkan kompetensi dan
percaya karena telah konsisten dengan semua
kegiatan yang telah dilakukan dengan baik.
Sebaliknya jika nilai-nilai tersebut tidak
diterapkan maka pimpinan menilai saya kurang
mampu bekerja, tidak akan memberi kepercayaan
kepada saya karena tidak bekerja dengan baik dan
tepat waktu.
Etika Publik : Pada tahapan kegiatan ini
menerapkan nilai Sopan dan Hormat yaitu
memberi salam, menyapa dengan bertutur kata
yang santun, memakai pakaian/seragam yang rapi
dan sopan sesuai dengan aturan yang berlaku,
mengucapkan terimakasih kepada pimpinan. Nilai
Jujur dalam menyampaikan laporan hasil
penginputan Data perjalanan Dinas dengan
sebenarnya. Dampak apabila nilai tersebut saya
terapkan adalah Pimpinan merasa dihargai dan
dihormati, saya diberi kepercayaan oleh pimpinan.
Sebaliknya jika nilai tersebut tidak diterapkan
adalah Pimpinan merasa tidak dihargai dan
dihormati sehingga tidak akan tercipta
hubungan/komunikasi yang baik.

KEGIATAN KELIMA

MEMBUAT REKAPAN 2.Mengkategorikan data Spreadsheet
PERJALANAN DINAS berdasarkan per bulan

1.Mengumpulkan data perjalanan Setelah membuka data perjalanan Dinas di
dinas dari Spreadsheet Spreadsheet di hari yang sama saya
Pada hari Rabu, 01 Desember 2021 saya mengkategorikan data tersebut berdasarkan Per
membuka kembali data perjalanan dinas Bulan.
pada Spreadsheet untuk dikategorikan
secara per Bulan, per Unit dan direkap NILAI-NILAI DASAR PNS
total per Orang.
Pertama saya membuka spreadsheet yang ada, lalu
NILAI-NILAI DASAR PNS membuat file baru, kemudian memberi nama sheet
dari Bulan Januari sampai November, itu berarti
Membuka kembali data Pegawai dan memberi kejelasan dan lebih transparansi dalam
perjalanan dinas pada spreadsheet berarti melihat data tersebut (Akuntabilitas), serta membuat
kinerja ASN lebih efektif dan efisien, data lebih spesifik sehingga akan lebih efisien (Anti
karena spreadsheet dapat dengan mudah Korupsi) mudah untuk dibaca dan ditemukan.
dibuka dimanapun dan kapanpun baik mengkategorikan data menjadi perbulan juga
melalui komputer atau Handphone merupakan bentuk konsistensi karena dilakukan
(Komitmen Mutu). Data dari Spreadsheet sesuai rencana tahapan yang dari awal telah dibuat
merupakan data yang diinput secara benar (Akuntabilitas). Menyajikan data secara per bulan saya
(Jujur-Anti Korupsi) sesuai dengan Buku lakukan secara mandiri dan bekerja keras sampai
Agenda SPT dan SPPD, maupun berkas selesai semua terdata (Anti Korupsi), serta merupakan
Fisik serta rincian biaya Perjalanan Dinas inovasi yang belum pernah dilakukan dan bentuk
dari berkas di Bagian Keuangan. adaptif yaitu pola baru dalam pekerjaan agar dapat
berguna bagi pimpinan (Komitmen Mutu).
OUTPUT Mengkategorikan data per bulan merupakan tanggung
Data perjalanan dinas dari jawab atas pengolahan data kegiatan yang telah
diselesaikan dengan baik (Anti Korupsi). Beribadah
spreadsheet disela-sela Merekap data Perjalanan Dinas merupakan
ANALISIS DAMPAK bentuk dari pengamalan sila pertama yaitu Ketuhanan
Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai (Religius – Nasionalisme).
efektif dan efisien pada kinerja ASN
dimana data yang ada dapat diakses
dimana dan kapanpun secara online.
Dampaknya apabila saya terapkan nilai
tersebut yaitu kinerja ASN lebih efektif
dan efisien karena memanfaatkan
teknologi yang lebih maju. Sebaliknya
apabila nilai tersebut tidak diterapkan
maka kinerja ASN belum efisien karena
belum menggunakan teknologi yang lebih
maju.

Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Jujur
tanpa mengurangi atau menambah data
dan nominal biaya perjalanan dinas pada
pegawai tertentu. Dampaknya apabila
saya terapkan nilai tersebut yaitu data
yang ada dapat menjadi dasar untuk
membuat laporan hasil rekapan
perjalanan dinas yang benar dan sebagai
ASN memiliki karakter jujur. Sebaliknya
apabila nilai tersebut tidak diterapkan
maka data spreadsheet tidak bisa
dijadikan dasar untuk membuat rekapan
perjalanan dinas yang benar.

KEGIATAN KELIMA

OUTPUT 3. Mengkategorikan data
Spreadsheet berdasarkan per unit
data spreadsheet telah dikategorikan per Bulan
Pada Hari Kamis tanggal 2 Desember saya
ANALISIS DAMPAK melanjutkan kegiatan mengaktegorikan data
berdasarkan unit dari data perjalanan dinas
Akuntabilitas : saya menerapkan nilai Kejelasan dengan yang sebelumnya telah diinput di
membuat file baru dan di beri nama per bulan berarti spreadsheet. Pertama saya membuka
lebih jelas dalam membaca hasil rekapan nanti. Nilai spreadsheet data perjalanan Dinas, lalu
tranparansi karena dilakukan perekapan secara per membuat file baru, kemudian memberi nama
bulan pada data yang diinput dan merupakan bentuk sesuai unit. Pada Kantor Kesbangpol Provinsi
tranparansi data. Dampak apabila saya terapkan nilai- Papua Barat ada 5 unit yaitu (1) Bagian
nilai tersebut adalah dengan membuat rekapan per Sekretariat (Bagian Umum dan Kepegawaian,
bulan memberi kemudahan dalam membaca data dan Bagian Program dan Anggaran, Bagian
pencarian data. Sebaliknya jika nilai-nilai tersebut tidak Keuangan); (2) Bidang Kewaspadaan
diterapkan maka dalam data kembali akan Nasional dan Penanganan Konflik; (3) Bidang
membutuhkan waktu yang lebih lama. Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter
Nasionalisme : saya menerapkan nilai Religius yaitu Bangsa; (4) Bidang Politik Dalam Negeri; (5)
Beribadah disela-sela menginput data merupakan Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya,
bentuk dari pengamalan sila pertama yaitu Ketuhanan. Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan.
Dampak apabila saya terapkan nilai tersebut adalah
adanya rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha NILAI-NILAI DASAR PNS
Kuasa atas segala Nikmat kemudahan dalam melakukan
Kegiatan dan merupakan kewajiban Kepada Tuhan. Pengelompokan berdasarkan unit berarti membuat
Sebaliknya jika nilai tersebut tidak diterapkan maka data lebih spesifik sehingga akan lebih efisien (Anti
tidak adanya rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Korupsi) mudah untuk dibaca dan ditemukan serta
Kuasa. memberi kejelasan dan lebih transparansi dalam
Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai efisien, inovatif melihat data tersebut (Akuntabilitas).
dan adaptif adanya pola kerja yang baru yang belum Mengkategorikan data menjadi perunit juga
pernah dilakukan perekapan data SPT dan SPPD secara merupakan bentuk konsistensi karena dilakukan
per Bulan sehingga dapat bermanfaat bagi kinerja ASN sesuai rencana tahapan yang dari awal telah dibuat
menjadi efisien. Dampaknya apabila saya terapkan nilai (Akuntabilitas). Menyajikan data secara perunit
tersebut yaitu kinerja ASN lebih. Sebaliknya apabila nilai saya lakukan secara mandiri dan bekerja keras
tersebut tidak diterapkan maka kinerja ASN belum efisien sampai selesai semua terdata (Anti Korupsi), serta
karena tidak melakukan rekapan pada data perjalanan merupakan inovasi yang belum pernah dilakukan
dinas. dan bentuk adaptif yaitu pola baru dalam pekerjaan
Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Mandiri, Kerja Keras agar dapat berguna bagi pimpinan (Komitmen
dan tanggung jawab yaitu perkepan data saya lakukan Mutu). Beribadah disela-sela Merekap data
sendiri tanpa bantuan orang dan melakukan perekapan Perjalanan Dinas merupakan bentuk dari
secara bersungguh-sungguh agar hasil yang diperoleh pengamalan sila pertama yaitu Ketuhanan (Religius
benar dan tepat. Dampaknya apabila saya terapkan nilai – Nasionalisme).
tersebut yaitu menjadi ASN yang mampu bekerja sendiri
mengandalkan kemampuan diri serta mendapatkan hasil
yang benar dan tepat. Sebaliknya apabila nilai tersebut
tidak diterapkan maka saya menjadi orang yang suka
bergantung pada orang lain sehingga potensi diri tidak
meningkat serta hasil yang diperoleh pun tidak maksimal
dan kurang tepat.

KEGIATAN KELIMA

ANALISIS DAMPAK NILAI-NILAI DASAR PNS

Akuntabilitas : saya menerapkan nilai Kejelasan Melakukan perekapan berdasarkan banyaknya
dengan membuat rekapan per unit berarti data perorang perjalanan dinas membuat data lebih
menjadi spesifik sehingga jelas untuk setiap orang di spesifik pada masing-masing orang sehingga akan
unit dalam melakukan perjalanan dinas. Nilai lebih efisien (Anti Korupsi) mudah untuk dibaca dan
tranparansi perekapan per unit memberikan ditemukan serta memberi kejelasan dan lebih
keterbukaan data perjalanan dinas di unit tersebut. transparansi dalam melihat data tersebut
Dampak apabila saya terapkan nilai-nilai tersebut (Akuntabilitas). Menyajikan data secara perorang
adalah membuat rekapan per unit memberi dilakukan secara mandiri dan bekerja keras sampai
kemudahan kontrol pada unit dalam merealisasikan selesai semua terdata (Anti Korupsi), serta
pekerjaan dan adanya keterbukaan data di Unit-unit merupakan inovasi yang belum pernah dilakukan dan
tersebut. Sebaliknya jika nilai-nilai tersebut tidak bentuk adaptif yaitu pola baru dalam pekerjaan
diterapkan maka sulit menjadi kontrol di unit ataupun dalam rencana tahapan diawal agar dapat
tersebut dalam pelaksanaan kegiatan mereka dan berguna bagi pimpinan (Komitmen Mutu). Beribadah
tidak adanya keterbukaan antar ASN di unit. disela-sela Merekap data Perjalanan Dinas
Nasionalisme : saya menerapkan nilai Religius yaitu merupakan bentuk dari pengamalan sila pertama
Beribadah disela-sela menginput data merupakan yaitu Ketuhanan (Religius – Nasionalisme).
bentuk dari pengamalan sila pertama yaitu
Ketuhanan. Dampak apabila saya terapkan nilai OUTPUT
tersebut adalah adanya rasa syukur kita kepada
Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala Nikmat rekapan data perjalanan dinas
kemudahan dalam melakukan Merekap Data berdasarkan total banyaknya per
Perjalanan Dinas dan merupakan kewajiban Kepada
Tuhan. Sebaliknya jika nilai tersebut tidak Orang
diterapkan maka tidak adanya rasa syukur kepada
Tuhan yang Maha Kuasa.
Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai efisien,
inovatif dan adaptif adanya pola kerja yang baru yang
belum pernah dilakukan yaitu perekapan data SPT
dan SPPD secara per unit sehingga dapat bermanfaat
bagi kinerja ASN menjadi efisien. Dampaknya apabila
saya terapkan nilai tersebut yaitu kinerja ASN lebih
efisien. Sebaliknya apabila nilai tersebut tidak
diterapkan maka kinerja ASN belum efisien karena
tidak melakukan rekapan pada data perjalanan dinas.
Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Mandiri dan
Kerja Keras yaitu perekepan data saya lakukan
sendiri tanpa bantuan orang dan melakukan
perekapan secara bersungguh-sungguh agar hasil
yang diperoleh benar dan tepat. Dampaknya apabila
saya terapkan nilai tersebut yaitu menjadi ASN yang
mampu bekerja sendiri mengandalkan kemampuan
diri serta mendapatkan hasil yang benar dan tepat.
Sebaliknya apabila nilai tersebut tidak diterapkan
maka saya menjadi orang yang suka bergantung pada
orang lain sehingga potensi diri tidak meningkat serta
hasil yang diperoleh pun tidak maksimal dan kurang
tepat.

4. Membuat rekapan total perjalanan
dinas per orang

Pada hari Jum’at tanggal 03 Desember 2021 saya
membuka spreadsheet data pegawai yang telah
diinput, lalu dari data perjalanan dinas kemudian
dihitung sesuai jumlah perjalanan dinas perorang.
Pada Kantor Kesbangpol Provinsi Papua Barat
terdiri dari PNS berjumlah 35 orang, CPNS
berjumlah 11 orang, PPPK berjumlah 5 Orang,
tenaga Harian Lepas 20 Orang.

KEGIATAN KELIMA

ANALISIS DAMPAK NILAI-NILAI DASAR PNS

Akuntabilitas : saya menerapkan nilai Kejelasan dengan Saya melaporkan hasil rekapan Perjalanan
membuat rekapan per unit berarti data menjadi spesifik Dinas melalui Whatsapp dengan
sehingga jelas untuk setiap orang yang bekerja di Kantor mengucapkan salam (Hormat-Etika Publik)
Kesbangpol Provinsi Papua Barat dalam melakukan serta menggunakan kalimat sopan (Etika
perjalanan dinas. Nilai tranparansi perekapan per orang Publik) dan bertutur kata yang baik dan
memberikan keterbukaan data perjalanan dinas. Dampak menanyakan alamat email kepada pimpinan
apabila saya terapkan nilai-nilai tersebut adalah membuat dan rekan kerja dengan tidak memaksakan
rekapan per orang memberi kemudahan melihat seseorang kehendak (Nasionalisme). Saya melaporkan
melakukan perjalanan dinas. Sebaliknya jika nilai-nilai hasil rekapan tepat waktu berdasarkan jadwal
tersebut tidak diterapkan maka akan lebih membutuhkan pelaksanaan Kegiatan (Disiplin - Anti Korupsi)
waktu menemukan jumlah perjalanan dinas per orang. dan memberikan data hasil rekapan secara
Nasionalisme : saya menerapkan nilai Religius yaitu jujur dan benar dalam memberikan informasi
Beribadah disela-sela menginput data merupakan bentuk (EtikaPublik) Dengan melaporkan hasil
dari pengamalan sila pertama yaitu Ketuhanan. Dampak rekapan perjalanan dinas merupakan
apabila saya terapkan nilai tersebut adalah adanya rasa tanggungjawab yang telah dilakukan atas
syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala kegiatan yang dilakukan (Akuntabilitas). Saya
Nikmat kemudahan dalam melakukan Merekap Data memberikan laporan hasil rekapan perjalanan
Perjalanan Dinas dan merupakan kewajiban Kepada Tuhan. dinas kepada pimpinan berarti adanya
Sebaliknya jika nilai tersebut tidak diterapkan maka tidak kejelasan kegiatan yang telah dilakukan dan
adanya rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. bentuk transparansi atas data tersebut
Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai efisien, inovatif dan (Akuntabilitas).
adaptif adanya pola kerja yang baru yang belum pernah Membagikan Laporan hasil rekapan
dilakukan yaitu perekapan data SPT dan SPPD secara per perjalanan dinas melalui whatsapp atau email
orang sehingga dapat bermanfaat bagi kinerja ASN menjadi merupakan merupakan bentuk inovatif dan
efisien. Dampaknya apabila saya terapkan nilai tersebut adaptif yaitu pola baru kerja baru karena
yaitu kinerja ASN lebih efisien. Sebaliknya apabila nilai belum pernah dilakukan di Sub Bagian Umum
tersebut tidak diterapkan maka kinerja ASN belum efisien dan Kepegawaian (KomitmenMutu) serta akan
karena tidak melakukan rekapan pada data perjalanan dinas lebih efisien dan efektif dalam pengarsipan.
per orang. Perlu adanya evaluasi dan perbaikan secara
Anti Korupsi : saya menerapkan nilai Mandiri dan Kerja berkelanjutan (Komitmen Mutu) di tahun
Keras yaitu perekapan data saya lakukan sendiri tanpa berikutnya mengenai pengarsipan secara
bantuan orang dan melakukan perekapan secara digital ini agar lebih baik.
bersungguh-sungguh agar hasil yang diperoleh benar dan
tepat. Dampaknya apabila saya terapkan nilai tersebut yaitu OUTPUT
menjadi ASN yang mampu bekerja sendiri mengandalkan
kemampuan diri serta mendapatkan hasil yang benar dan Hasil rekapan perjalanan dinas telah dibagikan
tepat. Sebaliknya apabila nilai tersebut tidak diterapkan kepada pimpinan, admin SPT dan SPPD serta
maka saya menjadi orang yang suka bergantung pada orang
lain sehingga potensi diri tidak meningkat serta hasil yang bendahara melalui Whatsapp atau email
diperoleh pun tidak maksimal dan kurang tepat.

5. Membagikan hasil rekapan perjalanan
Dinas kepada Pimpinan dan Admin SPT
dan SPPD serta Bendahara melalui Email
atau Whatsapp

Pada hari Senin tanggal 06 Desember 2021 saya mengecek
kembali semua data telah direkap secara teliti dan cermat
pada spreadsheet. Setelah itu saya membagikan Link data
hasil rekapan semua kepada Pimpinan, Admin SPT dan SPPD
serta Bendahara melalui email atau Whatsapp. Untuk
Rekapan Perjalanan Dinas Per bulan, Per Bulan dan Per
Orang dapat diakses dengan link sebagai berikut:

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1Rz3AQO0XBtcmgxnIF
TL31679ZdfCjAjsqL0ny4Q164s/edit?usp=sharing (Per Bulan)
https://docs.google.com/spreadsheets/d/1FrKXkXv_823cKaOCy
x2kmi1-En8zQl6vY3prRpFm6UI/edit?usp=sharing (Per Unit)
https://docs.google.com/spreadsheets/d/1jeCUDSFBNuxHTE_1g
BvE8fVMcCW1SeFsh2KQsRi_SLE/edit?usp=sharing (Per Orang)

KEGIATAN KELIMA

ANALISIS DAMPAK Anti Korupsi : saya menerapkan nilai disiplin, jujur
yaitu disiplin menyerahkan hasil rekapan
Akuntabilitas : saya menerapkan nilai kejelasan karena perjalanan dinas kepada pimpinan/rekan kerja dan
telah terlaksananya kegiatan perekapan data dengan hasil yang sebenarnya. Nilai tanggung
perjalanan dinas menjadi per bulan, per unit dan per jawab kegiatan perekapan perjalanan dinas
orang, nilai transparansi atas semua data yang terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
dilaporkan tanpa ada yang disembunyikan dan nilai Dampaknya apabila saya terapkan nilai tersebut
tanggung jawab menyampaikan data laporan rekapan adalah dipandang memiliki sikap disiplin dan
perjalanan dinas yang telah terselesaikan dengan baik. bertanggung jawab atas kegiatan yang dilakukan.
Nilai Konsisten karena melakukan kegiatan perekapan sebaliknya Apabila nilai tersebut tidak diterapkan
pada data yang merupakan rencana awal yang menjadi maka Pimpinan/rekan menilai saya tidak disiplin
hasil akhir telah dilakukan. Dampak apabila saya dan tidak bertanggung jawab terhadap atas
terapkan nilai-nilai tersebut adalah pimpinan atau kegiatan yang menjadi tanggung jawab kita.
rekan kerja menilai kita mampu mengembangkan
kompetensi diri dan percaya karena telah konsisten
dengan semua kegiatan yang telah dilakukan dengan
baik. Sebaliknya jika nilai-nilai tersebut tidak
diterapkan maka pimpinan atau rekan kerja menilai
saya kurang mampu bekerja, tidak akan memberi
keprcayaan kepada saya karena tidak bekerja dengan
baik dan tepat waktu.
Nasionalisme : saya menerapkan nilai tidak
memaksakan kehendak kepada pimpinan dan rekan
kerja dalam menanyakan alamat email. Dampaknya
apabila saya terapkan nilai tersebut terjalinnya
hubungan yang baik dengan pimpinan dan rekan kerja.
Sebaliknya apabila nilai tersebut saya tidak terapkan
makan akan terjalinnya konflik atau hubungan kerja
yang tidak baik.
Etika Publik : Pada tahapan kegiatan ini menerapkan
nilai Sopan dan Hormat yaitu memberi salam, memberi
salam dengan kalimat yang sopan dan baik. Nilai Jujur
dalam menyampaikan laporan hasil rekapan perjalanan
Dinas dengan sebenarnya. Dampak apabila nilai
tersebut saya terapkan adalah Pimpinan/rekan kerja
merasa dihargai dan dihormati, saya diberi kepercayaan
oleh pimpinan/rekan kerja. Sebaliknya jika nilai tersebut
tidak diterapkan adalah Pimpinan/rekan kerja merasa
tidak dihargai dan dihormati sehingga tidak akan
tercipta hubungan/komunikasi yang baik.
Komitmen Mutu : saya menerapkan nilai inovatif,
Adaptif, efektif, efisien, perbaikan berkelanjutan yaitu
laporan yang diberikan kepada pimpinan/rekan kerja
melalui Whatsapp/Email merupakan pola perubahan
kerja baru yang belum pernah dilakukan, tidak
memerlukan kertas dalam pelaporan hasil rekap
sehingga adanya kinerja ASN yang lebih efektif dan
Efisien serta diharapkan mampu menjadi kebijakan
pimpinan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan
mengenai data SPT dan SPPD. Dampaknya apabila saya
terapkan nilai tersebut yaitu kinerja ASN lebih baik
efisien dan efektif dalam memberikan laporan hasil
rekapan perjalanan dinas. Sebaliknya apabila nilai
tersebut tidak diterapkan maka kinerja ASN belum
optimal karena belum memberikan laporan yang
sebenarnya kepada Pimpinan.

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Kegiatan aktualisasi ini dilakukan Kegiatan aktualisasi
karena kurang optimalnya
pengarsipan pada Bagian menerapkan semua nilai-nilai
Sekretariat pada Sub Bagian
Umum dan kepegawaian dasar yang harus dimiliki ASN
mengenai arsip SPT dan SPPD
sehingga adanya gagasan yaitu Akuntabilitas,
penyelesaian dengan melakukan
Optimalisasi Pengarsipan SPT Nasionalisme, Etika Publik,
dan SPPD secara manual dan
digital, khusus pengarsipan Komitmen Mutu dan Anti Korupsi
secara digital belum pernah
dilakukan sebelumnya.

Kegiatan Optimalisasi atau disingkat ANEKA. Nilai

Pergarsipan SPT dan SPPD yang paling banyak diterapkan

secara manual dan Digital terdiri yaitu Akuntabilitas dengan

dari lima kegiatan yaitu Jumlah 40, kemudian Komitmen

Mengumpulkan data/bahan terkait Mutu berjumlah 34, Anti Korupsi

arsip SPT dan SPPD Tahun 2021 berjumlah 30, Etika Publik

(04-11 November 2021), berjumlah 15 dan Nasionalisme

Melakukan Pengarsipan secara berjumlah 11.

manual (12-16 November 2021), Dampak yang dirasakan setelah
menerapkan nilai dasar PNS pada
Melakukan Scanning arsip SPT kegiatan aktualisasi adalah menjadi
seorang bertanggung jawab atas
dan SPPD dan menyimpan di segala pekerjaan yang menjadi
amanah yaitu memiliki target dalam
Google Drive (17-23 November menyelesaikan pekerjaan dan
disiplin waktu dalam bekerja.
2021), Menginput data arsip SPT Meningkatkan sikap nasionalisme
dengan bekerja sama yang baik
dan SPPD dengan menggunakan dengan rekan kerja, menghargai
dan menghormati keputusan orang
Google Spreadsheet (24-30 lain. Pada kegiatan ini saya juga
belajar meningkatkan kemampuan
November 2021), Membuat saya berinovasi dalam penggunaan
teknologi agar menghasilkan data
rekapan perjalanan dinas (01-06 yang bermutu dan bermanfaat bagi
orang lain.
Desember 2021)

Manfaat kegiatan aktualisasi bagi

saya yaitu mampu

mengembangkan potensi diri

sehingga dapat berinovasi dalam

pekerjaan khususnya di Sub

Bagian Umum dan Kepegawaian

dengan mengacu pada nilai-nilai

dasar PNS. Manfaat bagi

organisasi yaitu dengan inovasi

yang dilakukan berupa data yang

benar sesuai bukti fisik dapat

menjadi tolak ukur dalam

penggunaan dana perjalanan

dinas serta sebagai kontrol

pegawai dalam menjaga

keseimbangan dan keterbukaan di

Kantor Badan Kesatuan bangsa

dan Politik Provinsi Papua Barat

RENCANA Setelah menyelesaikan kegiatan
TINDAK aktualisasi pada masa habituasi saya akan
LANJUT melakukan rencana tindak lanjut sebagai
berikut :

Penulis akan menyelesaikan
pengarsipan baik secara manual
maupun digital untuk bulan
November-Desember tahun 2021.

Penulis akan berkonsultasi dengan
pimpinan untuk menjadi rencana
kebijakan mengenai perkembangan
teknologi dalam pengarsipan SPT dan
SPPD yang lebih efektif dan efisien

Selain pengarsipan penulis akan
berkonsultasi dengan pimpinan
mengenai penggunaan sistem aplikasi
yang dapat mempermudah proses
pembuatan SPT dan SPPD

NOMADIC  |  24

LAMPIRAN 1
MATRIKS HABITUASI NILAI-NILAI DASAR PNS



MATRIKS VISI MISI



MATRIKS AGENDA 3

LAMPIRAN 2
Arsip SPT dan SPPD yang telah discan

SPT

SPPD
LEMBAR DEPAN

SPPD
LEMBAR BELAKANG

LAMPIRAN 3
Arsip Rincian Perjalanan Dinas

LAMPIRAN 4
LEMBAR KONSULTASI DENGAN COACH

LAMPIRAN 5
LEMBAR KONSULTASI DENGAN MENTOR


Click to View FlipBook Version