The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

pengenalan alat laboraturium teknologi pangan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rima Manik, 2020-10-01 02:53:01

PENGENALAN ALAT

pengenalan alat laboraturium teknologi pangan

Keywords: teknologi pangan

Nilai :

Instruktur : Nur Ayu Ariyanti, S.Tr.Gz

Laporan Praktikum Teknologi Pangan

“PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM”

Disusun Oleh :
Nanda Molani Br. Manik (P07223119036)

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN GIZI DAN
DIETETIKA

JURUSAN GIZI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN

KESEHATAN KALIMANTAN TIMUR
2020

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada saya, sehingga penulisan Laporan
Praktikum Teknologi Pangan dengan judul “Pengenalan Alat-Alat Laboratorium”
dapat terselesaikan dengan baik.
Laporan ini dapat terselesaikan atas bantuan dan bimbingan dari semua pihak.
Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu
dalam penyelesaian laporan ini terutama kepada dosen dan instruktur praktikum mata
kuliah Teknologi Pangan ibu Rieska Indah Mulyani, M.Sc dan ibu Nur Ayu Ariyanti
S.Tr.Gz.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna.
Untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesmpurnaan laporan ini
sangat saya harapkan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya
dan pembaca pada umumnya.

Samarinda, 29 September 2020

Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................. 1

A. Latar Belakang .................................................................................... 1
B. Tujuan.................................................................................................. 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................. 2
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM.................................................. 4
A. Waktu dan Tempat .............................................................................. 4
B. Alat ...................................................................................................... 4
C. Prosedur Kerja..................................................................................... 4
BAB IV PEMBAHASAN............................................................................. 5
A. Definisi Microwave............................................................................. 5
B. Fungsi dan Kegunaan .......................................................................... 5
C. Prinsip dan Cara Kerja ........................................................................ 5
D. Jenis-jenis Microwave......................................................................... 6
E. Bagian-bagian Microwave................................................................... 7
F. Cara Menggunakan .............................................................................. 8
G. Perawatan Microwave......................................................................... 9
H. Teknik Kalibrasi pada Microwave .................................................... 10
I. Spesifikasi Microwave ....................................................................... 11
J. Kelebihan dan Kelemahan Microwave .............................................. 13
BAB V PENUTUP...................................................................................... 16
A. Kesimpulan ....................................................................................... 16
B. Saran.................................................................................................. 16
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 17
LAMPIRAN................................................................................................ 19

ii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian Teknologi yaitu
sebuah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis, ilmu pengetahuan terapan.
Sementara arti kata Pangan yaitu makanan. Secara sederhana bahwa teknologi pangan
merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang digunakan untuk mengolah bahan pangan
yang ada agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Dalam prospek
pengembangan keterampilan ilmu teknologi pangan, pasti diperlukan sebuah
laboratorium khusus bagi para peneliti untuk meneliti dan mengembangkan berbagai
macam jenis bahan makanan yang dapat dijadikan suatu produk alternatif baru.
Laboratorium Teknologi Pangan didirikan dan dikembangkan dalam rangka
melayani kegiatan praktikum, penelitian dan jasa analisis bahan baku dan produk,
serta untuk pengembangan produk baru. Di dalam laboratorium terdapat berbagai
macam alat-alat khusus yang digunakan para peneliti untuk melakukan suatu
penelitian. Akan tetapi, alat-alat laboratorium tersebut memiliki berbagai macam
fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda. Sehingga sebelum melakukan suatu
penelitian setiap peneliti, instruktur, maupun mahasiswa perlu mengenal alat-alat
yang ada di dalam laboratorium teknologi pangan tersebut.
Pengenalan alat-alat meliputi macam-macam alat, mengetahui nama-namanya,
memahami bentuk, fungsi, serta cara kerja alat-alat tersebut. Setiap alat dirancang
atau dibuat dengan bahan-bahan yang berbeda satu sama lain dan mempunyai fungsi
yang sangat spesifik (Lubis, 2013). Dari sekian banyak alat-alat yang digunakan
dalam laboratorium teknologi pangan microwave merupakan satu diantara alat
laboratorium yang juga secara komersial digunakan masyarakat sebagai alat alternatif
yang praktis dan efisien.
B. Tujuan
Untuk memperkenalkan kepada mahasiswa mengenai alat-alat yang
diperlukan dalam praktikum Teknologi Pangan.

1

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Berdasarkan data dari U.S Bureau of Labor Statistics, microwave menjadi alat
rumah tangga yang hampir dimiliki di setiap rumah di Amerika Serikat. Sebanyak 90%
dari total jumlah rumah di Negeri Paman Sam diketahui memiliki perangkat pemanas
tersebut. Microwave pertama kali ditemukan setelah berakhirnya Perang Dunia ke II.
Namun saat itu keberadaannya masih belum menarik perhatian masyarakat. Pasalnya,
dari segi bentuk, ukuran, serta fungsinya masih diragukan.

Menurut penuturan J. Carlton Gallawa, keberadaan microvawe mulai diterima
masyarakat setelah adanya perbaikan pada era 2000-an. Microvawe dikembangkan
oleh Percy LeBaron Spencer yang merupakan seorang teknisi di perusahaan bernama
Raytheon Corp. Di perusahaan itu, ia mengerjakan magnetron yakni alat berupa
tabung hampa udara yang menghasilkan radiasi gelombang mikro. Alat itu juga biasa
digunakan dalam sistem radar. Pada 1941, ia merancang cara yang lebih efisien untuk
memproduksinya. Spencer menguji magnetron dengan uji coba pada batangan coklat.

Saat itu, ia mengetahui bahwa coklat tersebut meleleh. Setelah itu, ia pun
menguji coba dengan makanan lainnya yakni biji jagung dan tampak mengembang
menjadi popcorn. Ia pun menaruh sebuah telur dan melihat ledakan dari telur tersebut.
Saat itu, ia menyadari bahwa makanan tersebut terpapar oleh energi gelombang
rendah microwave. Spencer menyadari bahwa microwave bisa memasak makanan
lebih cepat dibandingkan dengan pemanas biasa. Ia kemudian mematenkan
ciptaannya itu pada 1945.

Oven pertama yang dikomersilkan kemudian muncul setelah berakhirnya
Perang Dunia ke II. Saat itu microvawe digunakan di sebuah restoran di Boston,
Amerika Serikat, pada 1947. Perusahaan yang mempekerjakan Spencer juga turut
memproduksi microvawe setinggi 1,7 meter. Perusahaan bernama Tappan kemudian
mengenalkan microwave pertama untuk pemakaian di rumah pada tahun 1955.
Namun karena ukurannya yang besar yakni sebesar kompor dan harganya mahal

2

yakni USD1.295, penjualannya tak begitu agresif. Raytheon mengakuisisi Amana
Refrigeration pada tahun 1965, dan dua tahun kemudian, Amana Radarange

membuat microwave yang bisa disimpan di atas meja dapur. Selain karena ukurannya
yang lebih kecil, harganya pun ternyata lebih murah.Segera setelah itu, microwave
menjadi lebih populer. Pada tahun 1975, hanya 4% rumah di AS yang memiliki
microwave. Kemudian pada 1976, jumlahnya melonjak menjadi 14%. Saat ini,
jumlahnya kian bertumbuh hingga mencapai 90% di Amerika Serikat. Sedangkan, di
Indonesia penggunaan microwave sebagai alat pengolahan makanan sehari-hari
masih cukup awam digunakan masyarakat umum. Hal ini dikarenakan proses
pengolahan makanan Indonesia yang terbilang masih cukup tradisional.

3

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Hari/Tanggal : Jum'at/02 Oktober 2020

Waktu : 07.40-10.10 WITA

Tempat : Rumah masing-masing

B. Alat

a. Microwave

C. Prosedur Kerja

Persiapkan diri dengan memakai jas lab sebelum masuk laboraturium
hingga praktikum selesai dan tidak lupa untuk membawa peralatan tulis

untuk mencatat

Perhatikan dan catat secara teliti semua keterangan yang diberikan oleh
dosen pendamping ketika pengenalan alat-alat yang akan digunakan
dalam praktikum teknologi pangan

Catat dan amati proses pengenalan alat yang akan digunakan

4

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Definisi Microwave
Microwave atau yang dikenal dengan oven gelombang mikro merupakan

sebuah peralatan dapur yang menggunakan listrik dan radiasi gelombang mikro
untuk memasak atau memanaskan makanan. Microwave adalah alat yang
membantu Anda untuk memasak makanan menjadi lebih cepat dan sempurna.
B. Fungsi dan Kegunaan

Fungsi microwave oven dapat memasak berbagai makanan baik itu untuk
menumis, merebus, memanggang, dan bahkan menggoreng. Memasak menjadi
lebih cepat dan lebih mudah dilakukan dengan menggunakan oven microwave.
C. Prinsip dan Cara Kerja

Prinsip kerja microwave adalah radiasi gelombang mikro untuk membuat
makanan menjadi panas dan matang. Alat bergelombang besar yang dimiliki
hampir di setiap rumah ini memiliki frekuensi sebesar 2500hz. Dengan
gelombang ini, akan dipancarkan pada berbagai kandungan yang ada di dalam
makanan, baik itu berupa udara, lemak, atau gula, yang memacu molekul-
molekul tersebut untuk saling bertumbukan dan diserap sehingga menjadi panas.
Hasilnya, makanan menjadi lebih cepat matang.

Ada beberapa langkah cara kerja microwave oven. Yang pertama adalah di
setiap microwave memiliki arus bolak balik satu dengan beda potensial rendah
dan adanya arus searah dengan beda potensial tinggi ini kemudian diubah
menjadi satu arah. Kemudian gelombang mikro yang diambil dari frekuensi
megatron diarahkan ke antena di atas megatron ke dalam waveguide. Selanjutnya
waveguide meneruskan frekuensi yang didapat pada sebuah kipas yang berada di
microwave stirrer. Hingga akhirnya alat tersebut menyebarkan gelombang mikro
di dalam ruang oven secara merata dan dipantulkan oleh dinding dalam oven dan

5

diserap oleh molekul makanan, baik itu dalam bentuk molekul air, lemak, gula
dan molekul lainnya.
D. Jenis-jenis Microwave
Secara umum terdapat beberapa jenis microwave yang tersedia di pasaran, antara
lain :
1. Solo Microwave Oven

Jenis ini merupakan satu oven microwave yang memiliki cara kerja yang
standar. Solo microwave oven hanya mampu menghasilkan gelombang mikro
untuk memanaskan makanan seperti membuat susu menjadi panas,
menghangatkan sup, merebus mi instan, membuat popcorn dan lainnya.
Kelebihan dari microwave ini adalah harganya lebih murah dibandingkan dengan
microwave jenis lainnya.
2. Grill Microwave Oven

Microwave Oven jenis ini memiliki gelombang mikro dan koil panas yang
digunakan untuk memanggang, memanaskan, dan menghangatkan makanan.
Salah satu jenis makanan yang dapat dipanggang adalah daging ayam, daging
sapi dan berbagai jenis daging lainnya. Harga yang dibanderol untuk jenis oven
ini biasanya lebih mahal dibanding dengan model solo.
3. Convection Microwave Oven

Jenis oven microwave ini memiliki kipas yang digunakan untuk menekan
tekanan udara panas ke seluruh ruangan microwave dan untuk memasak
makanan yang bekerja dari luar ke dalam sehingga kematangan makanan
menjadi lebih merata. Hasilnya, membuat masakan menjadi coklat dan sangat
cocok untuk membuat berbagai jenis kue seperti kue kering atau biskuit. Namun
yang menjadi kekurangan dalam jenis microwave ini adalah harganya yang lebih
mahal dibanding dengan jenis microwave lainnya.

6

E. Bagian-bagian Microwave
1. Transformator
Transformator tegangan tinggi merupakan komponen microwave yang
berfungsi untuk meningkatkan tegangan rendah (rumah tangga) menjadi
tegangan tinggi.
2. Magnetron
Merupakan bagian inti dari microwave oven komponen ini akan merubah
energi listrik menjadi energi gelombang mikro.
3. Waveguide
Merupakan sebuah komponen yang di desain untuk mengarahkan
gelombang.
4. Ruang pemanasan
Merupakan tempat yang mempunyai dinding terbuat dari logam guna
mendapatkan fungsi sebagai sangkar faraday yang bertindak sebagai penetralisir
gelombang mikro yang mengenainya sehingga tidak ada gelombang yang keluar
dari alat ini.
5. Microwave stirrer
Komponen yang menyerupai baling-baling ini digunakan untuk
menyebarkan gelombang mikro di dalam microwave oven.
6. Panel operasi
Panel operasi adalah unit yang bertindak selaku pengendali daya keluaran
alat agar sesuai dengan kebutuhan yang terdiri atas timer (elektronik atau
elektromekanik) dan sistem kontrolnya serta tombol-tombol operasi.
7. Meja Putar
Berfungsi untuk memutar mutar makanan sehingga matang merata.
8. Rangkaian Pengaman
Yang terdiri dari sederetan sekering dan interlock sebagai pengaman dari
kerja abnormal alat (hubung singkat, panas lebih).

7

F. Cara Menggunakan
Tata cara penggunaan microwave antara lain, sebagai berikut :

1. Baca instruktursi peringatan keselamatan
2. Pahami fitur microwave
3. Letakkan microwave di permukaan yang datar dan kering.
4. Pastikan cincin putar dan piring kacanya terpasang dengan aman
5. Hubungkan microwave dengan sumber listrik di dinding yang telah di

tambahkan
6. Gunakan wadah yang aman,
7. Beri lubang pada penutup makanan
8. Atur waktu yang dibutuhkan
9. Jangan operasikan saat kosong
10. Jangan ditinggal ketika memasak
11. Bersihkan secara teratur microwave
12. Jangan pakai jika pintu microwave rusak.

Tata cara menghangatkan makanan dengan microwave :
1. Hangatkan kembali sisa makanan yang dimasak 1-4 hari lalu
2. Tata makanan membentuk lingkaran di atas piring keramik atau mangkuk
kaca
3. Tutupi makanan dengan lapisan plastik tebal khusus.
4. Hangatkan makanan sedikit demi sedikit.
5. Panaskan makanan tertentu secara terpisah agar tidak basah atau kering.
6. Jangan panaskan kembali piza, kaserol, atau daging di dalam microwave.

Tata cara memasak menggunakan microwave :
1. Cairkan hidangan siap makan atau makanan beku di dalam microwave. Selalu
letakkan makanan beku dalam wadah keramik atau kaca sebelum dimasak
dalam microwave. Pastikan untuk mengaduk makanan satu kali setelah

8

dimasak untuk memastikan tidak ada bagian yang masih beku atau dingin. Jika
masih ada bagian yang beku, masukkan kembali makanan ke dalam
microwave selama 30 detik sampai 1 menit hingga matang secara merata.
2. Kukus sayuran di dalam microwave. masak sayuran di dalam microwave
selama 2-3 menit. Aduk-aduk sayuran dan masaklah dalam interval 1 menit
hingga matang secara merata.
3. Masaklah ikan dengan microwave. Masaklah ikan selama 1-2 menit di dalam
microwave hingga warna bagian tepinya berubah menjadi putih dan lebih
cerah. Waktu memasak ikan ditentukan oleh ukuran, bentuk, dan ketebalan
dagingnya.
4. Buatlah berondong jagung dengan microwave.
5. Jangan memasak sup atau saus menggunakan microwave. Suhu sup dan saus
mudah naik secara berlebihan dan meledak jika dimasak dengan microwave.
G. Perawatan Microwave
1. Bersihkan microwave setiap selesai digunakan atau bersihkan secara

keseluruhan seminggu sekali. Gunakan lap lembap untuk membersihkan
bagian dalam microwave. Bersihkan serpihan makanan dengan pembersih
alami seperti soda kue dan air. Campur air dengan sabun cuci piring lembut
untuk membersihkan microwave. Biasakan membersihkan microwave
seminggu sekali agar tetap bersih dan berfungsi dengan baik.
2. Hilangkan baunya dengan air dan lemon. Setelah beberapa saat, microwave
akan mulai mengeluarkan bau, terutama jika tidak dibersihkan secara teratur.
Hilangkan bau pada microwave dengan memasukkan 250-350 ml air serta
sari dan kulit 1 buah lemon ke dalam mangkuk kaca. Setelah itu, masukkan
mangkuk tersebut ke dalam microwave dan panaskan selama 4-5 menit.
Setelah air lemon mendidih, gunakan sarung tangan oven untuk
mengeluarkannya dari dalam microwave. Terakhir, gunakan lap bersih untuk
membersihkan bagian dalam microwave.

9

3. Hindari penggunaan wadah logam dan plastik saat memanaskan makanan.
Hal ini dapat memicu percikan listri dan pada plastik akan mudah meleleh..
Kinerja microwave pun terganggu. Karena itu, akan jauh lebih baik
menggunakan wadah berbahan kaca. Bahan kaca juga lebih aman dari reaksi
kimia.

4. Selalu tutup rapat pintu microwave saat digunakan jadi jika tidak ditutup
rapat, gelombang mikro ini bisa keluar dan membahayakan sekelilingnya.
Lebih dari itu, gelombang tersebut bisa mengancam kesehatan.

H. Teknik Kalibrasi pada Microwave
1. Letakkan microwave di permukaan yang datar dan kering. Meja dapur yang
bersih atau meja kayu keras cocok digunakan untuk meletakkan microwave.
Jangan letakkan alat ini di dekat tabung gas atau sumber listrik, misalnya di
sekitar kompor. Pastikan saluran udara microwave yang berada di salah satu
sisinya tidak terhalangi apa pun.
2. Pastikan cincin putar dan piring kacanya terpasang dengan aman. Sebagian
besar microwave dilengkapi dengan cincin putar yang terbuat dari plastik
dan piring kaca bundar. Cincin putar dan piring kaca ini seharusnya pas saat
dimasukkan ke dalam microwave. Sementara itu, piring kacanya seharusnya
bisa berputar dengan mudah dan lancar mengelilingi cincin putar.
3. Hubungkan microwave dengan sumber listrik di dinding yang telah
ditanahkan. Pastikan untuk menggunakan sumber listrik dengan arus 20 A.
Dengan begitu, pengguna bisa memastikan keamanan sumber listrik untuk
microwave. Perhatikan bahwa microwave dari satu negara mungkin tidak
bisa digunakan di negara lain. Rangkaian listrik di AS, Kanada, dan Jepang
biasanya menggunakan sistem 110 V 60 Hz. Sementara itu, di Eropa, Asia,
dan negara lain menggunakan sistem 220 V 60 Hz. Pilihlah sumber listrik
yang tidak digunakan alat elektronik lain.
4. Perhatikan fitur microwave. Periksa nomor di bagian depan microwave, dari
1-9. pengguna microwave bisa menggunakan nomor ini untuk mengatur

10

waktu memasak atau lama pemanasan. Terdapat juga tombol start di bagian
depan untuk menyalakan microwave. Sebagian besar microwave juga
dilengkapi jam yang dapat diatur sesuai petunjuk pemakaiannya. Microwave
juga mungkin memiliki pengaturan pemanasan ulang (reheat), pencairan
(defrost), dan memasak (cook) sesuai modelnya. Pengaturan ini bisa
digunakan untuk memanaskan makanan secara otomatis sesuai pilihan,
apakah hanya memanaskan ulang, mencairkan, atau memasak.
I. Spesifikasi Microwave
Secara umum terdapat spesifikasi pada microwave antara lain, sebagai
berikut :
1. Sistem kerja

Microwave bekerja sesuai namanya, yakni memanfaatkan gelombang
mikro elektromagnetik. Panas didapat dari gelombang mikro yang bergerak
dan saling bertabrakan. Sehingga cara kerja microwave hanya meningkatkan
panas dari suhu makanan tersebut.

2. Jenis dan ragamnya
Semua microwave bersumber pada listrik tanpa kompor. Microwave yang

paling umum hanya berfungsi untuk memanaskan dan tidak bisa memasak
makanan. Selanjutnya, grill microwave punya fungsi lain untuk
memanggang makanan, dan terakhir convection microwave yang dapat
meratakan suhu.

3. Hasil masakan
Microwave hanya optimal saat digunakan untuk memanaskan dengan

hasil cenderung kering, karena cara kerjanya yang mengurangi kadar air dan
menghilangkan kelembaban makanan

11

4. Waktu pematangan atau pemanasan
Microwave dapat memiliki suhu yang lebih tinggi dibanding oven dengan

perbedaan mencapai 50 derajat Celcius. Karena itu, waktu pemanasannya
pasti lebih cepat dari semua jenis oven.

5. Penggunaan daya listrik
Microwave memakan daya listrik yang lebih besar, tapi punya waktu

memanaskan yang cepat. Untuk microwave biasa, daya listrik yang
Dibutuhkan berkisar 600-700 watt. Sedangkan untuk grill dan convection
microwave, daya listrik yang dibutuhkan bisa mencapai 1000 watt.

6. Ukuran dan volume
Microwave punya ukuran yang cenderung lebih kecil, maksimal 30 liter.

Hal ini disesuaikan dengan fungsinya sebagai penghangat makanan saja.

7. Bahan wadah yang boleh dan tidak boleh digunakan
Untuk microwave, wadah plastik bisa digunakan selama ada label

microwave safe. Itu pun kamu perlu cek ulang kualitas bahannya. Bahan-
bahan kaca atau keramik relatif aman digunakan dalam suhu tak terlalu
tinggi.Disarankan menghindari memasukkan makanan yang dibungus
aluminium foil, karena bisa berpotensi terbakar.

8. Material
Material yang di gunakan untuk microwave adalah material Stainless

Steel.

9. Frekuensi Gelombang Micro
Microwave Oven adalah jenis oven yang menggunakan radiasi gelombang

micro untuk memanaskan makanan, biasanya memiliki frekuensi 2.450

12

MHz dan panjang gelombang sekitar 12,24 cm. Molekul air, gula dan
lemak dalam makanan bisa menyerap gelombang micro tersebut.

Di pasaran ada beberapa tipe spesifik dari microwave oven, pembagian tipe
microwave oven tersebut didasarkan pada ukuran dari microwave tersebut.
Klasifikasinya dapat disebutkan sebagai berikut:
1. Compact Microwave

Compact microwave disebut juga sebagai portable microwave, yaitu tipe
terkecil dari mikrowave oven. Ukuran dari oven jenis ini sekitar 46 cm untuk
lebarnya, 35 cm untuk tebalnya dan 30 cm untuk tingginya. Tenaga yang
digunakan untuk mengoperasikan oven jenis ini antara 500 sampai 1000 watt.
Harga dari microwave oven jenis ini kurang dari $100 US.
2. Medium Capacity Microwave

Microwave jenis ini mempunyai ukuran lebih besar dari compact microwave.
Untuk tenaga listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan oven jenis ini
sekitar 1000-1500 watt. Jenis microwave ini mempunyai kemampuan untuk
memasak dan menghangatkan makanan lebih cepat dibanding dengan compact
microwave.
3. Large Capacity Microwave

Oven ini adalah tipe yang terbesar dengan ukuran lebih besar daripada
medium microwave. Tenaga listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan oven
jenis ini mencapai 2000 watt. Large microwave cocok digunakan untuk restoran
ataupun tempat-tempat yang membutuhkan makanan dalam jumlah yang besar.

J. Kelebihan dan Kelemahan Microwave

No. Kelebihan Kekurangan

1. Microwave dapat memasak Wadah yang digunakan di dalam

makanan dengan cepat. Ini microwave tidak boleh

13

dikarenakan alat ini memiliki sembarangan. Hal ini dikarenakan

gelombang mikro yang sangat ada beberapa bahan yang membuat

membantu di dalam proses gelombang mikro di dalamnya

pematangan makanan. menjadi tidak maksimal, salah

satunya adalah wadah yang

menggunakan bahan dasar logam,

plastik dan melanin. Bila

menggunakan bahan dasar logam,

maka gelombang yang dihasilkan

oleh microwave tidak dapat

menembusnya. Bila menggunakan

wadah berbahan dasar plastik dan

melanin, akan sangat berbahaya

karena akan menghasilkan zat

kimia jika bergabung dengan

gelombang mikro.

2. Makanan yang dimasak Tidak bisa membuat makanan

menjadi lebih sehat. Tidak menjadi renyah. Ini dikarenakan

perlu minyak goreng dan gelombang mikro yang ada di

tentunya makanan yang dalam microwave memanaskan

dimasak dari microwave makanan dimulai dari dalam baru

memiliki kalori yang rendah. keluar dari bahan makanan. Inilah

Dikarenakan kandungan lemak mengapa sangat tidak

yang ada di dalam makanan direkomendasikan untuk membuat

banyak yang hilang saat berada makanan menjadi lebih renyah.

di dalam proses pemasakan.

3. Hemat listrik. Dikarenakan Menimbulkan resiko yang cukup

microwave menghasilkan parah jika tidak mengerti cara

14

proses pemanasan dalam waktu penggunaannya
yang singkat.

15

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Teknologi pangan merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang digunakan
untuk mengolah bahan pangan yang ada agar mendapatkan hasil yang lebih
maksimal. Laboratorium Teknologi Pangan didirikan dan dikembangkan dalam
rangka melayani kegiatan praktikum, penelitian dan jasa analisis bahan baku dan
produk, serta untuk pengembangan produk baru. Di dalam laboratorium terdapat
berbagai macam alat-alat khusus yang digunakan para peneliti untuk melakukan
suatu penelitian.
Menurut Lubis, 2013, pengenalan alat-alat meliputi macam-macam alat,
mengetahui nama-namanya, memahami bentuk, fungsi, serta cara kerja alat-alat
tersebut. Setiap alat dirancang atau dibuat dengan bahan-bahan yang berbeda
satu sama lain dan mempunyai fungsi yang sangat spesifik. Contoh dari alat-alat
laboratorium teknologi pangan yaitu microwave. Microwave merupakan sebuah
peralatan dapur komersial yang menggunakan listrik dan radiasi gelombang
mikro untuk memasak atau memanaskan makanan.
B. Saran
Disarankan untuk dapat memahami fungsi dari masing-masing alat
laboratorium yang digunakan sesuai dengan kegunaannya.

16

DAFTAR PUSTAKA
Admin, 2020. Teknologi Pangan. Diakses pada tanggal 29 September 2020 dari :

http://teknologi-pangan.umm.ac.id/id/berita/profil-laboratorium-teknologi-
pangan.html
Admin. 2020. Pengertian Teknologi Pangan dan Contohnya. Diakses pada tanggal 29
September 2020 dari : https://artikelpendek.com/pengertian-teknologi-
pangan-dan-contohnya/
Bahar, Rasyahdan, Wicaksono. 2018. 10 Langkah dan Cara Mudah Menggunakan
Microwave. Diakses pada tanggal 29 September 2020 dari :
https://www.tokopedia.com/blog/how-cara-menggunakan-microwave/amp/
Dimastya, Reksa, Adhi. 2017. Cara Kerja, Pengertian Dan Bagian-Bagian Microwave
Oven - Tugasku4u. Diakses pada tanggal 29 September 2020 dari :
https://id.scribd.com/document/363693409/Cara-Kerja-Pengertian-Dan-
Bagian-Bagian-Microwave-Oven-Tugasku4u
Fauzi, Moch, Prima. 2017. OKEZONE INNOVATION: Nih Sejarah Microwave yang
Diciptakan pada 1941. Diakses pada tanggal 29 September 2020 dari :
https://techno.okezone.com/read/2017/08/31/207/1767100/okezone-
innovation-nih-sejarah-microwave-yang-diciptakan-pada-1941
Hartono, Rafi. 2020. INGIN TAHU CARA KERJA MICROWAVE? INI PENJELASAN
LENGKAPNYA!. Diakses pada tanggal 29 September 2020 dari :
https://www.bestspy.id/cara-kerja-microwave/
Olvista, Tim. 2011. Oven Microwave-Memasak dengan Gelombang Mikro. Diakses
pada tanggal 29 September 2020 dari : http://olvista.com/oven-microwave-
%E2%80%93-memasak-dengan-gelombang-mikro/
Rahayuningtyas, Puji, Sri. 2020. LAPORAN PRAKTIKUM ALAT-ALAT
LABORATORIUM. Diakses pada tanggal 29 September 2020 dari :
https://id.scribd.com/document/348129256/LAPORAN-PRAKTIKUM-
ALAT-ALAT-LABORATORIUM

17

S, Hardiyanti, dkk. 2020. Aplikasi Gelombang Elektromagnetik pada Microwave.
Diakses pada tanggal 29 September 2020 dari :
https://www.slideshare.net/mobile/dharty_su/microwave-kel-iv

Sharp, Admin. 2017. Tips Merawat Microwave Agar Tetap Awet. Diakses pada
tanggal 29 September 2020 dari : https://id.sharp/news/tips-merawat-
microwave-agar-tetap-awet

Staf, WikiHow. 2020. Cara Menggunakan Microwave. Diakses pada tanggal 29
September 2020 dari : https://id.wikihow.com/Menggunakan-Microwave

18

LAMPIRAN
Contoh gambar microwave
Gambar komponen-komponen di dalam microwave

19


Click to View FlipBook Version