The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku panduan yang berisi kegiatan literasi digital yang bisa di aplikasikan siswa di sekolah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Fani Rosita Dwi Lestari, 2023-01-30 22:56:12

BUKU PANDUAN LITERASI DIGITAL UNTUK PESERTA DIDIK

Buku panduan yang berisi kegiatan literasi digital yang bisa di aplikasikan siswa di sekolah

Keywords: literasi digital

Disusun oleh : Fani Rosita Dwi Lestari BUKU PANDUAN LITERASI DIGITAL UNTUK PESERTA DIDIK "Menjadi Pemimpin Hebat, Bermanfaat, dan Dicintai Umat "


1 pg. 1 BUKU PANDUAN LITERASI DIGITAL UNTUK PESERTA DIDIK| 2023 DISUSUN OLEH: FANI ROSITA DWI LESTARI | P. BIOLOGI | PPG PRAJABATAN 2022-2023 | BUKU PANDUAN LITERASI DIGITAL UNTUK PESERTA DIDIK Buku panduan ini merupakan sebuah gagasan awal penulis mengenai prospek dan implikasi literasi digital yang dapat diperoleh peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas menengah atas. Sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, tuntutan pembelajaran pada era milenial ini tidak saja mensyaratkan penguasaan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, melainkan juga penguasaan teknologi digital. Penguasaan literasi digital dalam konteks pembelajaran dapat mengefisienkan, memudahkan, dan menguatkan proses dan hasil belajar peserta didik. Pada konteks ini, penguasaan literasi digital memungkinkan pembelajar meningkatkan kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor melalui aktivitas belajar yang lebih baik, lebih cepat, lebih mudah, dan menyenangkan. “Education is the most powerful weapon, which you can use to change the world”


pg. 2 KATA PENGANTAR Berangkat dari sejumlah riset yang telah dilakukan oleh beberapa lembaga nasional maupun internasional, indeks literasi numerasi peserta didik di Indonesia menduduki peringkat rendah di dunia, bahkan terhadap negara-negara tetangga sekalipun. Berdasarkan data dan fakta yang ada, penguatan kecakapan literasi dasar merupakan keniscayaan dan menjadi suatu yang tidak dapat ditawar. Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum pada tahun 2015 menegaskan bahwa penguasaan enam literasi dasar yaitu baca tulis, numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya kewargaan menjadi salah atu kompetensi abad-21 yang diperlukan oleh semua warga dunia terutama peserta didik. Sebagai respon dan tindak lanjut dari rendahnya penguasaan literasi peserta didik di Indonesia tersebut, pemerintah menganggap penting dilakukan upaya serius dan konkret untuk meningkatkan kemampuan berliterasi siswa di Indonesia. Upaya peningkatan literasi di tingkat SMA menjadi sangat penting karena menjadi pondasi penguatan untuk memasuki dunia akademik di tingkat selanjutnya. Salah satu upaya penguatan literasi di tingkat SMA adalah penguatan literasi digital. Pada program penguatan literasi digital, sekolah bersama dengan pemangku kepentingan lainnya memfasilitasi dan menggerakkan budaya literasi yang terintegrasi dengan system digital. Panduan ini merupakan salah satu referensi bagi kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan dan juga orang tua sebagai buku pegangan dan dijadikan panduan untuk kegiatan berliterasi di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah khususnya. Pembuatan buku panduan ini penuh dengan kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sekalian sangat penulis harapkan sebagai bentuk upaya untuk memperbaiki diri agar lebih baik lagi ke depannya. Tak lupa, penulis berharap buku panduan ini dapat memberikan inspirasi, inovasi dan pengetahuan yang bermakna baik bagi sekolah, pendidik, dan orang tua yang terlibat didalamnya. Mataram, 29 Januari 2023 Penulis


Daftar isi HALAMAN JUDUL. .......................................................................................................... 1 KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 2 DAFTAR ISI ...................................................................................................................... 3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...................................................................... 3 B. Deskripsi Singkat ................................................................... 3 C. Ruang Lingkup ....................................................................... 5 D. Petunjuk Belajar Buku Panduan ............................................. 5 E. Tujuan dan Manfaat ............................................................... 5 BAB II TAHAP PELAKSANAAN LITERASI DIGITAL DI SEKOLAH A. Deskripsi tentang kegiatan ...................................................... 7 B. Strategi yang digunakan ......................................................... 9 C. Alokasi Waktu ....................................................................... 10 D. Alat dan Bahan ..................................................................... 11 E. Tahap Kegiatan Literasi Digital ............................................. 11 F. Penilaian yang digunakan ..................................................... 28 BAB III PENUTUP ....................................................................................... 32 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 33 LAMPIRAN-LAMPIRAN ........................................................................... 34


pg. 3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Abad 21 ditandai dengan digitalisasi pada berbagai asfek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Absensi, buku sumber, tugas, evaluasi dan masih banyak asfek lainnya lebih banyak memanfaatkan kemajuan teknologi. Konsep literasi digital dapat digunakan sebagai ukuran kualitas kerja peserta didik di lingkungan digital, dan memberi para ilmuwan dan pengembang sarana komunikasi yang lebih efektif dalam merancang lingkungan yang lebih berorientasi pengguna. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi digital, setiap orang harus dapat menggunakan berbagai keterampilan yang dimilikinya, baik keterampilan teknis, kognitif, dan sosiologis untuk melakukan tugas dan memecahkan permasalahan yang dihadapi (Eshet & Alkalai, 2004). Oleh karena itu mahasiswa PGSD harus memiliki literasi digital yang baik. Literasi digital yang sangat penting untuk dikuasai oleh peserta didik secara umum dan khususnya literasi informasi (information literacy), literasi media (media literacy), serta literasi tekhnologi informasi komunikasi (Information and communication technology; ICT literacy). Perkembangan informasi yang sangat pesat merupakan salah satu keuntungan tersendiri bagi semua orang yang terlibat dalam pembelajaran. Literasi informasi menguraikan bahwa siswa yang memiliki literasi informasi akan dapat mengidentifikasi dan menentukan kebutuhan akan informasi, mencari informasi, mengevaluasi informasi, mengatur informasi, dan mengkomunikasikan informasi sedemikian rupa untuk menjawab dan mengatasi berbagai kebutuhan yang dihadapi (Blas, 2004). B. Deskripsi Singkat Literasi digital merupakan salah satu dari enam literasi dasar yang harus dikuasai siswa pada zaman sekarang. Literasi digital di sekolah menengah berhubunga erat dengan pengimplementasian dari perencanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang sudah dijalankan pemerintah. Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. Bawden (2001) menawarkan pemahaman baru mengenai literasi digital yang berakar pada literasi komputer dan literasi informasi. Literasi komputer berkembang pada dekade 1980-an, ketika komputer mikro semakin luas pada dekade 1990-1n manakala informasi semakin mudah disusun, diakses, disebarluaskan melalui teknologi informasi yang berjenjang. Dengan demikian, jika mengacu pada pendapat Bawden, literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami dan menyebarluaskan informasi.


pg. 4 Secara umum pencanangan gerakan literasi sekolah merupakan hasil refleksi terhadap evaluasi pencapaian melek literasi rata-rata penduduk Indonesia yang dilakukan dengan tes PISA ternyata masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Hasil rata-rata tes membaca siswa Indonesia masih masuk dalam kategori rendah jika dibandingkan dengan negara peserta Asean. Hal itu dapat dilihat dari hasil uji Programe International Student Assessment (PISA) yang dilakukan tiga tahun sekali. Sebagai respons dan tindak lanjut dari rendahnya penguasaan literasi peserta didik di Indonesia tersebut, pemerintah menganggap penting dilakukan upaya serius dan konkret untuk meningkatkan kemampuan berliterasi siswa di Indonesia. Upaya peningkatan literasi di sekolah menengah menjadi sangat penting karena SD menjadi pondasi bagi peserta didik di tingkat akademik selanjutnya. Salah satu upaya penguatan melek literasi tersebut di tingkat SMA adalah penguatan literasi digital. Penguatan literasi digital di sekolah menengah dikaitkan dengan penguatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Adapun penguatan pada kegiatan intrakurikuler adalah pada pengembangan kecakapan guru bidang studi itu sendiri. Sedangkan karakteristik ektrakurikuler di sekolah menengah itu sendiri merupakan kegiatan yang diselenggarakan dengan ciri-ciri sebagai berikut: 1. Individual, yakni dikembangkan sesuai dengan potensi/bakat peserta didik masing-masing 2. Pilihan, yakni dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti pleh peserta didik secara sukarela. 3. Memotivasi, yakni membangun semangat peserta didik untuk mengembangkan potensi/bakat melalui kegiatan yang diminati. 4. Kemanfaatan sosial, yakni dikembangkan dan dilaksanakan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat. Sebagaimana diatur dalam permendikbud RI Nomor 62 tahun 2014 tentang kegiatan Ekstrakurikuler pada pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, bentuk kegiatan ekstrakurikuler dapat berupa: 1. Krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya 2. Karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya Latihan olah-bakat dan olah-minat, misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya 3. Keagamaan, misalnya: Tahfiz QUR’AN, baca tulis ALQUR’AN, marawis, retreat; atau 4. Bidang pengembangan lainnya, yang disesuaikan dengan prioritas dan analisis potensi dan minat peserta didik di sekolah. Dengan kata lain, penguatan literasi digital di SMA, bukan hanya menggunakan internet untuk mencari informasi atau hiburan, tetapi juga mengaitkannya dengan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Implementasi literasi digital dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang menarik dengan menggunakan sumber digital. Sementara itu, literasi digital dengan penggunaan, etika,


pg. 5 penyadaran kolektif bermedsos bagi peserta didik di SMA perlu diedukasi sesuai dengan penggunaan yang diperlukan dan terhindar dari perundungan, permainan (game) yang menjadi candu, korban medsos, dan korban kelalaian dalam pengelolaan waktu. Tercapai atau tidaknya tujuan literasi digital juga ditentukan oleh kesiapan bahan, baik untuk guru, siswa, maupun bahan untuk pembinaan guru; terutama yang berkaitan bahan pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Buku penduan ini membahas literasi digital bagi sekolah menengah. Di dalam modul ini selain diuraikan sekilas tentang literasi digital, juga dijelaskan tentang materi dan kegiatan serta praktik baik literasi finansial pada pembelajaran ekstrakurikuler. Meskipun demikian, pada bagian-bagian tertentu ada kegiatan yang dapat dan/atau telah dilakukan pada pendidikan di Sekolah Menengah Atas. Buku panduan ini diharapkan mampu memberikan penguatan literasi digital di sekolah yang akan membantu guru dan siswa khususnya pada jenjang sekolah menengah atau yang setara. Oleh karenanya, bahan disusun lebih sederhana sehingga mudah dipahami dan diterapkan serta dikembang guru di sekolah sesuai dengan kondisi dan situasi sekolah. C. Ruang Lingkup Ruang lingkup buku panduan literasi digital mancakup materi yang berkaitan dengan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler di lingkungan sekolah yang sekiranya berkaitan dengan literasi digital. D. Petunjuk Belajar Buku Panduan Agar pendidik memiliki pemahaman yang utuh dan menyeluruh terhadap buku panduan Literasi Digital, beberapa petunjuk berikut perlu diterapkan. 1. Peserta membaca dan mempelajari buku panduan dengan cermat 2. Peserta mengikuti aktivitas belajar dengan cermat 3. Peserta membaca dan mempelajari sumber-sumber lain yang relevan 4. Peserta mengerjakan tugas pada setiap materi dan bahan evaluasi E. Tujuan dan Manfaat Buku panduan ini bertujuan sebagai bahan bimbingan teknis atau pelatihan bagi peserta didik dalam rangka penerapan literasi digital pada kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Selain itu, buku ini juga bertujuan agar dalam kegiatan bimtek atau pelatihan peserta: a. Mengetahui dan menguasai materi dan kegiatan intrakurikuler literasi digital b. Mengetahui dan menguasai materi dan kegiatan ekstrakurikuler literasi digital


pg. 6 c. Mengevaluasi penerapan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler literasi digital Buku panduan ini diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk pengembangan literasi digital, melainkan juga guru, peserta didik, dan sekolah. Manfaat tersebut antara lain: a. Memperkaya kegiatan literasi digital di sekolah b. Meudahkan guru menerapkan praktik literasi digital c. Membantu peserta didik memahami literasi digital, dan d. Membantu sekolah mengembangkan jenis kegiatan literasi digital


pg. 7 BAB II TAHAP PELAKSANAAN LITERASI DIGITAL DI SEKOLAH A. Deskripsi Kegiatan a. Literasi Digital di Kelas 1. Kegiatan membaca 15 menit melalui aplikasi digital Kegiatan membaca melalui gadget ini terintegrasi dengan GLS, bedanya peserta didik dimudahkan dengan membaca melalui media Hp. Salah satu aplikasi yang disediakan pemerintah adalah iPusnas. Aplikasi membaca buku ini dikelola oleh perpustakaan nasional. Aplikasi ini menyediakan berbagai macam genre paling lengkap, mulai dari fiksi, non-fiksi, hingga agama dan budaya. 2. Kegiatan menulis lewat aplikasi digital Salah satu kegiatan yang dapat dibudayakan di sekolahsekolah adalah memperkenalkan dan membiasakan peseta didik untuk menulis online. Salah satu aplikasi yang sering dipakai adalah Wattpad. Kegiatan ini tinggal diwadahi dan diapresiasi melalui kegiatan lomba menulis di sekolah. 3. Menggunakan aplikasi seperti Canva untuk membuat tugas projek Aplikasi canva memungkinkan peserta didik untuk membuat tugas berbasis digital. Sebagai contoh, peserta didik dapat membuat tugas dalam bentuk poster, infografis, video hingga presentasi dengan satu aplikasi. 4. Menggunakan media Google form untuk mengirimkan tugas dan menjawab soal kuis Google Form adalah salah satu aplikasi pada Google Apps seperti Google Docs, Spreadsheet, dan Presentation. Fungsi Google Form yang utama untuk membuat formulir. Formulir tersebut bisa digunakan untuk berbagai keperluan, yaitu mengumpulkan data audiens, sebagai kuesioner, absensi online, dll. Termasuk salah satunya untuk mengirimkan tugas dan menjawab soal kuis. b. Literasi Digital di luar kelas atau kegiatan ekstrakurikuler


pg. 8 Kegiatan literasi digital di luar kelas atau kegiatan yang terkait dengan ekstrakurikuler perlu juga dikaitkan dengan keterampilan abad 21. Keterampilan tersebut setidaknya memiliki empat ciri, yaitu Critical Thinker, Communicator, Collaborator, dan Creator. Keempat ciri tersebut diimplementasikan dalam kegiatan berliterasi termasuk dalam kegiatan ekstrakurikuler. Keempat aspek tersebut digunakan untuk mendukung 4C. (Zoraini, 2014), The Four Cs of 21st Century Skills. Keempat hal tersebut dapat diuraikan berikut ini. (1) Berpikir Kritis (Critical Thinker), peserta didik didorong untuk berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah. Upaya tersebut dilakukan dengan cara peserta didik dihadapkan dengan permasalahan dalam pembelajaran. Mereka dipancing bertanya dan berupaya mencari pemecahan masalah dengan mencari berbagai informasi melalui internet; (2) Komunikator (Communicator), peserta didik dilatih untuk memahami dan mengomunikasikan ide. Setelah memahami apa yang dipelajari, peserta didik didorong untuk memberikan ide-ide yang telah menjadi gagasan-gagasan sebagaimana yang telah mereka peroleh melalui kegiatan berliterasi; (3) Kolaborator (Collaborator), kemampuan bekerjasama dalam melakukan pekerjaan bersama orang lain. Oleh karena itu, dengan literasi digital peserta didik dilatih untuk bekerjasama dengan orang lain, kelompok lain, bidang lain, dengan cara berbagi informasi dan pengalaman melalui media sosial; (4) Kreator (Creator), kemampuan menjadi sangat diperlukan untuk menghasilkan pekerjaan dengan kualitas tinggi. 1. Osis dapat mengunggah kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah melalui blog Biasanya, OSIS disuatu sekolah banyak yang belum memanfaatkan media digital sebagai sarana untuk promosi dan sosialisasi. Untuk itu, penting bagi peserta didik yang terlibat aktif dalam kegiatan OSIS atau ekstrakurikuler untuk memanfaatkan berbagai platform digital sebagai wadah berbagi informasi dan sosialisasi. Baik itu dalam bentuk pengumuman, ataupun hasil kegiatan dan lomba-lomba dari semua kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Sehingga semua orang bebas mengakses informasi tersebut. B. Strategi Literasi Digital 1. Penguatan kapasitas fasilitator Penguatan aktor atau fasilitator literasi di lingkungan sekolah ditekankan pada pelatihan kepala sekolah, pengawas, guru, dan tenaga kependidikan tentang literasi digital. Pelatihan-pelatihan tersebut terkait dengan penggunaan atau pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan sekolah, misalnya, kepala sekolah dan pengawas diberikan pelatihan tentang penggunaan media digital dalam manajemen sekolah, guru diberikan pelatihan tentang pemanfaatan media digital dalam


pg. 9 pembelajaran, serta peserta didik didorong untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara cerdas dan bijaksana. Pelatihan di sini juga ditekankan pada keteladanan yang diberikan oleh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan terkait dengan penerapan literasi digital di lingkungan sekolah. 2. Peningkatan jumlah dan ragam sumber belajar Peningkatan jumlah dan ragam sumber belajar bermutu di sekolah menjadi kebutuhan yang harus dilaksanakan oleh sekolah. Perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu cepat dalam era digital menuntut pembaharuan dan penambahan pengetahuan baru di lingkungan sekolah. Dalam hal ini, sekolah dituntut dapat meningkatkan jumlah dan ragam sumber belajar bermutu bagi warga sekolahnya, terutama untuk peserta didik. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh sekolah dalam peningkatan jumlah dan ragam sumber belajar bermutu terkait literasi digital di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut. 3. Penambahan bahan bacaan literasi digital di perpustakaan Perpustakaan menjadi salah satu jantung pengetahuan sekolah. Penambahan bahan bacaan literasi dalam berbagai bentuk sumber belajar perlu ditingkatkan. Misalnya, menyediakan bahan bacaan bertemakan digital, menyediakan bahan bacaan dalam bentuk salinan lunak, atau penyediaan alat peraga sebagai sumber belajar terkait dengan literasi digital. 4. Penyediaan situs-situs edukatif sebagai sumber belajar Situs edukatif dapat digunakan oleh seluruh warga sekolah. Misalnya, guru dapat menggunakan situs ruangguru.com atau belajar.indonesiamengajar.org atau situs lain untuk mengembangkan pengetahuan diri terkait dengan pembelajaran. Kepala sekolah dapat menggunakan situs sahabatkeluarga. kemdikbud.go.id atau sekolahaman.kemdikbud.go.id sebagai sumber belajar untuk pengembangan sekolah. 5. Pembuatan mading sekolah dan mading kelas Majalah dinding yang sering disebut mading adalah sarana yang dapat digunakan warga sekolah dalam menyediakan sumber informasi dan untuk belajar. Dalam kaitannya dengan literasi digital, warga sekolah dapat mengisi konten mading dengan halhal bertemakan digital atau memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memperoleh informasi dalam pembuatan karyanya. 6. Penyediaan komputer dan akses internet di sekolah Penyediaan komputer dan akses internet merupakan salah satu upaya yang penting dalam perkembangan ilmu pengatahuan pada era digital ini. Sumber belajar yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan menggunakan akses internet dengan sangat cepat dan efisien. Kebutuhan


pg. 10 warga sekolah terutama peserta didik dalam mempelajari ilmu teknologi informasi dan komunikasi harus ditunjang dengan ketersediaan perangkat komputer dan internet di sekolah. 7. Penyediaan informasi melalui media digital Penyediaan layar dan papan informasi digital di beberapa titik strategis di lingkungan sekolah dapat membantu warga sekolah dalam memperoleh informasi dan pengetahuan baru. Kontenkonten perkembangan ilmu pengetahuan dunia, fakta-fakta sains sederhana, berita-berita terkini, permainan edukatif yang menantang, dan lain sebagainya dapat ditampilkan dan disediakan sebagai penambahan wawasan warga sekolah. C. Alokasi Waktu Literasi digital di kelas 1. Kegiatan membaca 15 menit melalui aplikasi digital Hari: senin-sabtu sebelum pembelajaran dimulai. 2. Kegiatan menulis lewat aplikasi digital Hari: setiap hari sabtu 3. Menggunakan aplikasi seperti Canva untuk membuat tugas projek Hari: setiap kali ada materi yang membutuhkan hasil belajar berupa produk laporan, poster, infografis atau video. 4. Menggunakan media Google form untuk mengirimkan tugas dan menjawab soal kuis Hari: ketika di akhir pembelajaran Kegiatan literasi di luar kelas atau pada ekstrakurikuler 1. Osis dapat mengunggah kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah melalui blog Bisa dibuat setiap kali ada kegiatan ekstrakurikuler. Biasanya kegiatan ekstrakurikuler di SMA 2 Mataram hampir setiap hari, jadi anggota OSIS bisa memanfaatkan media blog dengan mempoting berbagai kegiatan ekskul tersebut berikut ajang lomba-lomba yang pernah diikuti oleh semua ekstrakurikuler di sekolah. D. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan hanya perangkat elektronik seperti laptop dan gadget.


pg. 11 E. Tahap Kegiatan Literasi Kagiatan literasi digital di kelas 1. Kegiatan membaca 15 menit melalui aplikasi digital Karena kegiatan membaca 15 menit di sekolah terintegrasi dengan GLS, maka peserta didik dapat membaca buku melalui gadget, langkah-langkah kegiatan membaca 15 menit melalui aplikasi digital ini antara lain sebagai berikut: a) Guru menetapkan waktu 15 menit membaca setiap hari. b) Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku nonpelajaran. c) Buku yang dibaca/dibacakan adalah pilihan peserta didik sesuai minat dan kesenangannya. d) Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap ini tidak diikuti oleh tugas tugas yang bersifat tagihan/penilaian e) Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap ini dapat diikuti oleh diskusi informal tentang buku yang dibaca/dibacakan. Meskipun begitu, tanggapan peserta didik bersifat opsional dan tidak dinilai. Berikut tutorial menggunakan Ipusnas: Download terlebih dahulu ipusnas di ponsel pintar kalian 2. Buka aplikasi tersebut, kemudian log in,


pg. 12 3. Cari buku yang ingin kalian pinjam 4. Selanjutnya, klik pinjam 5. Menunggu detail epustaka, beberapa detik


pg. 13 8. Klik Baca, selesai deh 2. Guru mengajak peserta didik untuk menulis lewat aplikasi digital Salah satu aplikasi digital untuk kegiatan menulis adalah Wattpad. Aplikasi ini memungkinkan bagi semua kalangan yang memiliki hobi


pg. 14 menulis dan membaca, untuk menuangkan karyanya di sini. Caranya pun cukup mudah, hanya dengan Log-in ke Wattpad dengan akun Google, maka peserta didik sudah mampu mengakses aplikasi ini tanpa batas. Adapun langkah-langkah kegiatan ini antara lain sebagai berikut: a) Kegiatan menulis dilaksanakan setiap hari sabtu selepas kegiatan belajar selesai b) Peserta didik diminta untuk membuat akun bagi yang belum punya c) Peserta didik menulis jurnal mingguan berisi, kegiatankegiatan bermakna yang terjadi selama sepekan di sekolah. Kemudian bisa menuangkannya dalam bentuk cerita pendek. d) Selama satu bulan sekali, hasil karya tulisan peserta didik dapat dilombakan dan di pajang di website ataupun media sosial sekolah. Berikut tutorial menggunakan Wattpad


pg. 15


pg. 16


pg. 17


pg. 18


pg. 19


pg. 20


pg. 21


pg. 22 3. Menggunakan aplikasi seperti Canva untuk membuat tugas projek Canva adalah aplikasi desain grafis yang digunakan untuk membuat grafis media sosial, presentasi, poster, dokumen dan konten visual lainnya. Aplikasi ini juga menyediakan beragam contoh desain untuk digunakan oleh penggunanya. Aplikasi canva sangat cocok digunakan oleh smua kalangan termasuk peserta didik. Adapun langkah-langkah kegiatan ini antara lain sebagai berikut: a) Menggunakan aplikasi canva tidak hanya dapat dimanfaatkan ketika peserta didik memiliki tugas dari guru saja, namun bisa juga sebagai sarana peserta didik membuat media belajar yang menarik dan kreatif untuk dirinya sendiri. b) Cara menngunakan aplikasi ini cukup mudah, hanya dengan mengakses laman web canva.com atau dengan mendownload aplikasinya langsung di playstore. Untuk bisa masuk peserta didik dibimbing untuk melakukan log-in dengan akun google terlebih dahulu. c) Guru harus paham cara penggunaan canva sebelum memberikan tugas kepada peserta didik. Jika memang guru belum terlatih atau bahkan tidak bisa sama sekali menggunakannya, maka sebaiknya guru terlebih dahulu mengikuti tutorial ataupun pelatihan pembuatan media pembelajaran dengan aplikasi canva. Berikut ini tutorial membuat design infografis di canva


pg. 23


pg. 24


pg. 25


pg. 26 4. Menggunakan media Google form untuk mengirimkan tugas dan menjawab soal kuis Google form adalah layanan dari Google yang memungkinkan Anda untuk membuat survey, tanya jawab dengan fitur formulir online yang bisa dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Jadi Anda bisa mendapatkan jawaban secara langsung dari audiens yang mengisi survei. Adapun alur kegiatan literasi ini antara lain sebagai berikut: a) Guru dapat melakukan survey, pengisian kuesioner dan ulangan harian dengan menggunakan satu aplikasi saja. b) Kegiatan ini bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, asalkan ada data internet. c) peserta didik dapat mengakses media ini dengan mengklik link yang sudah dibagikan guru, untuk kemudian mengisi identitas dan menjawab pertanyaan-pertanyaan di sana. Setelahnya, hasil jawab peserta didik akan langsung terlihat oleh guru. Berikut tutorial penggunaan media Google form 1. Membuka tautan yang di bagikan oleh guru di grup whatsap 2. Mengisi identitas diri 3. Mulai mengisi pertanyaan, dan jika sudah selesai peserta didik dapat menekan tombol submit


pg. 27 Kegiatan Literasi di luar kelas atau pada kegiatan ekstrakurikuler 1. Osis dapat mengunggah kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah melalui blog Blog adalah sebuah jenis website yang memuat konten berupa tulisan dalam berbagai topik. Pada umumnya, tulisan blog akan ditayangkan dari konten paling baru hingga konten paling lama. Blog sendiri memiliki berbagai macam kategori, seperti majalah digital, jurnal online, artikel pembelajaran, dan tutorial. Meskipun berisikan tulisan, blog juga bisa dilengkapi dengan konten visual, seperti gambar, video, hingga infografis Adapun langkah-langkah kegiatan literasi di luar kelas ini antara lain sebagai berikut: a) Sekolah dapat memberikan pelatihan kepada pengurus OSIS terkait dengan pembuatan blog di sekolah untuk dijadikan sebagai media penyampai informasi. b) Setelahnya pengurus OSIS dapat berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait apa saja konten yang akan dimuat dalam blog tersebut. c) Kemudian, peserta didik dapat dilatih untuk membuat blog sendiri dan menentukan tulisan apa saja yang akan mereka publikasikan. d) Tulisan-tulisan yang dimuat dalam blog harus menggambarkan kegiatan sekolah secara keseluruhan. Tentu saja guna mempromosikan kelebihan-kelebihan dari sekolah tersebut. Contoh Blog sekolah/OSIS tinggal membuat konten tentang program sekolah


pg. 28 1. Instal platform (disarankan WordPress) 2. Ubah tema dan install plugin 3. Terapkan strategi SEO terbaik 4. Promosikan website agar dapat traffic 5. Pantau performa dengan tool analytics F. Penilaian yang digunakan Kegiatan Literasi digital di kelas 1. Kegiatan membaca menggunakan aplikasi No Indikator Belum Sudah 1 Ada kegiatan 15 menit membaca (membaca dalam hati, membacakan nyaring) yang dilakukan setiap hari (di awal, tengah, atau menjelang akhir pelajaran). 2 Kegiatan 15 menit membaca telah berjalan selama minimal 1 semester.


pg. 29 3 Peserta didik memiliki jurnal membaca harian. 4 Guru, kepala sekolah, dan/atau tenaga kependidikan menjadi model dalam kegiatan 15 menit membaca dengan ikut membaca selama kegiatan 6 Ada poster-poster kampanye membaca di setiap kelas, koridor dll. 2. Kegiatan menulis menggunakan aplikasi ASPEK KRITERIA SKOR ISI (15 -30) Topik jelas, cerita menarik dan orisinal, ditopang bukti dan faktafakta, lengkap, terperinci, tuntas, mengandung nilai/ada refleksi yang dalam, dapat memberi wawasan baru 25 - 30 Topik jelas, cerita menarik dan orisinal, ditopang bukti dan faktafakta, tetapi tidak lengkap, tidak terperinci, tidak tuntas, dan kurang bernilai 20-24 Cerita tidak menarik, cerita hanya rekaan, tidak diberi bukti-bukti faktual, tidak terperinci, tidak tuntas, dan tidak bernilai 15-19 ORGANISASI GAGASAN (10-20) Berpolas: ada pendahuluan, isi, penutup, gagasan dibatasi dalam unit-unit paragraph, disampaikan dengan pola urutan waktu dan tempat 16-20 Ada pendahuluan, isi, tetapi tidak ada penutup, ada paragraph beisi dua gagasan utama, pola urutan waktu dan tempat kadang tidak teratur. 13-15 Karangan tidak diorganisasi sama sekali, tidak jelas pendahuluan, isi, penutup, tidak menggunakan urutan waktu dan tempat. 10-12 BAHASA (15-30) Paragraf kohesif dan koheren, kalimat efektif fan komunikatif, struktur kalimat baku, diksi tepat dan variatif, makna tidak ambigu, penerapan konjungsi secara tepat 27-30 Ada beberapa paragraph tidak kohesif, ada kalimat yang tidak efektif dan ambigu, diksi ada yang salah konteks, pemakaian konjungi ada yang keliru 21 - 26 Banyak paragraph tidak kohesif, banyak kalimat yang tidak efektif dan ambigu, diksi banyak yang salah konteks, pemakaian konjungi banyak yang keliru 17 -20


pg. 30 Paragraf tidak padu, kalimat tidak efektif, sebagian bear struktur kalimat yang salah, diksi sangat terbatas dan banyak salah konteks, penerapan konjungsi tidak tepat. 15 -16 MEKANIK (8-20) Tidak ada kesalahan ejaan sama sekali, bila tulis tangan rapi dan jelas terbaca, tidak ada salah ketik, pemilihan jenis dan ukuran huruf sesuai, margin sangat pas 17-20 Ada beberapa kesalahan ejaan, tulisan tangan rapi, ada beberapa salah ketik, penentuan jenis, ukuran huruf, margin pas 13-16 Cukup banyak kesalahan ejaan dan salah ketik. Tulisan tangan kurang rapi. Jenis, ukuran huruf dan margin tidak konsisten. 10 -12 Mengabaikan ejaan, tulisan tangan sangat tidak rapi, banyak sekali salah ketik, penentuan jenis, ukuran huruf, dan margin semaunya sendiri 8-9 JUMLAH 100 3. Menggunakan aplikasi seperti Canva untuk membuat tugas projek Sebagai contoh, guru merancang tugas projek pada materi tentang sistem pencernaan. Kompetensi dasar Materi Indicator Indicator kinerja Teknik 4.8 Menyajikan hasil analisis pengaruh pencemaran udara terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ pernapasan manusia berdasarkan studi literatur. System pernapa san 1.8.3. Menyajikan hasil analisis pengaruh pencemaran udara terhadap kelainan struktur dan fungsi organ pernapasan manusia dan dampak keberlanjutan dari dampak pencemaran udara di lingkungan sekitar dalam bentuk infografis/video/ poster/karikatur Peserta didik dapat menyajikan hasil analisis pengaruh pencemaran lingkungan terhadap kelainan struktur dan fungsi organ pernapasan manusia dan keberlanjutan dari dampak pencemaran udara di lingkungan sekitar dalam bentuk infografis /video/ poster/karikatur Penilaian produk


pg. 31 No Aspek yang diamati Skor Jumlah skor 1 2 3 4 1 Alur pembuatan produk dan dokumentasi 2 Tampilan produk Jumlah skor yang dicapai Jumlah skor maksimal Capaian Rubrik penilaian hasil produk No Aspek yang dinilai Skor Indikator 1 Alur pembuatan produk dan dokumentasi 1 Produk tidak dilengkapi dengan diagram alur kerja dan dokumentasi 2 Produk hanya dilengkapi dengan diagram alur saja, tanpa dokumentasi 3 Produk dilengkapi dengan diagram alur yang lengkap, namun hanya beberapa dokumentasi saja 4 Produk dilengkapi dengan diagram alur pembuatan yang lengkap 2 Tampilan produk 1 Tampilan produk kurang menarik 2 Tampilan produk cukup menarik 3 Tampilan produk menarik 4 Tampilan produk sangat menarik 4. Menggunakan media google form untuk mengerjakan tugas atau kuis (Jumlah jawaban benarX100)


pg. 32 BAB III PENUTUP Pengembangan literasi digital dapat dilakukan di ranah sekolah, keluarga dan masyarakat. Dengan adanya literasi digital di sekolah, peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan kepala sekolah diharapkan memiliki kemampuan untuk mengakses, memahami, serta menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, dan jaringannya. Dengan kemampuan tersebut mereka dapat membuat informasi tersebut dan memanfaatkannya secara bijak. Selain mampu menguasai dasar-dasar komputer, internet, program-program produktif, serta keamanan dan kerahasiaan sebuah aplikasi, peserta didik juga diharapkan memiliki gaya hidup digital sehingga semua aktivitas kesehariannya tidak terlepas dari pola pikir dan prilaku masyarakat digital yang serba efektif dan efisien. Buku ini hadir sebagai sebuah panduan yang diharapkan dapat memberikan pegangan dan arahan konseptual untuk memahami dasar-dasar dari gerakan literasi digital di sekolah. Panduan ini terbuka untuk dikembangkan secara kreatif dan inovatif oleh satuan pendidikan maupun masyarakat pegiat literasi agar didapatkan hasil yang diharapkan. Akhir kata, penulis berharap, buku panduan gerakan literasi digital ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat kepada semua pihak terkait dalam memberi arahan dan dukungan akan budaya literasi digital yang semakin baik untuk generasi bangsa.


pg. 33 DAFTAR PUSTAKA Anintyawati, R, Masithoh, D. 2022. Pelatihan Media Pembelajaran Canva Sebagai Pendukung Program Digitalisasi di MTS Assalaffiyah Mlangi Yogyakarta. Jurnal PengabdianIlmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora, Vol. 2, No.2, Hal. 117-125. Bawden, D. 2001. “Information and Digital Literacies: A Review of Concept” in Journal of Documentation, 57 (2), 21259 Kemendikbud. 2017. Materi Pendukung Gerakan Literasi Digital. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia. Kemendikbud. 2021. Modul Literasi Digital di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia. Cara Cek Buku Pinjaman dan Cara Meminjam Buku di Ipusnas. (2020). barongtrans.my.id. Diakses tanggal, 30 Januari 2023, dari Cara Cek Buku Pinjaman dan Cara Meminjam Buku di Ipusnas (barongtrans.my.id) Cara Menggunakan Wattpad. wikiHow. Diakses tanggal, 30 Januari 2023, dari 4 Cara untuk Menggunakan Wattpad - wikiHow Cara Membuat Infografis Dengan Canva. apsachieveonline.org. Diakses tanggal, 30 Januari 2023, dari Cara Membuat Infografis dengan Canva: Tidak Perlu Keterampilan Desain (apsachieveonline.org)


Click to View FlipBook Version