Teruntuk, Mama, Papah dan Rembulan yang selama ini telah mengingatkanku untuk kembali merangkai aksara
Gontor, 2 Maret 2021 Ini adalah kisah ku, perjalananku dalam merangkai pecahan sanubari yang raib. Mengumpulkan penggalan cerita yang nantinya ku ingat kembali sebagai kenangan. Ada yang berkata, "Hidup itu singkat". Aku setuju dengan pendapat tersebut. Buktinya, kita tak menyadari umur kita saat ini. Seketika semua berlalu begitu cepat, hingga kita tak sempat untuk mengabadikannya dalam bentuk apapun. Maka dari itu, hatiku tergerak untuk bisa merampung semua kejadian yang kualami, dalam bentuk apapun yang kubisa jalani, hingga aku menemukan jalan ini. Sebagaimana yang kau lihat dan kau baca saat ini. Ini merupakan usahaku untuk menyatukan setiap rentang kisah yang terjadi dalam kehidupanku. Kau tahu, setiap orang bebas berekspresi sesuka hatinya, namun tetap dalam taraf yang tak keluar dari garis batas, karena setiap orang itu memiliki impian dan cita-cita. Harapan, usaha dan do'a-lah yang akan menyelaraskan semuanya. Kita sering terjebak dalam ekspektasi, bahwa hidup harus mengikuti kacamata orang lain. Pergerakan kita terbatas, tangan kita tak bebas untuk berkreasi. Karena kita hidup diantara garis pandang orang ketiga. Kita tak ingin dianggap salah, Kita tak ingin dianggap aneh, Kita tak ingin dianggap gila. Hingga, pada akhirnya, kita terpaksa untuk mengubur semua impian dan cita-cita yang kita punya... 1.41 pm
Gontor, 4 Maret 2021 Semoga ini (bukan) yang terakhir... Akan tiba masanya, tatkala kita bergelut dengan waktu. Menggertak pada setiap detak detik yang meledak-ledak. Menumpas para menit yang berjinjit diam-diam menghalau, bagai ranjau pada setiap jam yang terus mengancam dalam batas cangkupannya. Kita tak ingin semua ini berakhir, sama seperti kita tak ingin eskrim yang kita pegang habis dalam waktu yang amat singkat. Tapi, mau bagaimanapun ia akan tetap mencair. Kita tak ingin melepas memori yang hadir saat ini, harap-harap tetap abadi, bahkan dapat terukir diatas sebuah prasasti. Berharap agar rotasi memori terus berulang dengan skema kejadian yang sama, lalu pergi dengan maksud ingin memperbaiki segala kekhilafan yang pernah terjadi. Kita hanya sekedar ingin menikmati kembali, setiap inci keindahannya yang terlewati, karena kita baru menyadarinya detik ini. Kita menyesali waktu kebersamaan yang terkorbankan, hanya karena kita tak ingin meninggalkan sahabat lama kita, "ego" namanya, yang selalu berbisik menelisik dalam hening sepi, supaya langkah kita menyimpang dari garis yang membentang lurus ke depan. Entahlah, kita terlalu disibukkan oleh apa Atau mungkin, kita merasa, bahwa kita adalah orang paling sibuk di dunia. Tak tahu apa yang ada dalam benak kita saat itu. Dan kini, sekarang kita berharap agar semuanya terulang? Dengan tersenyum kecut kukatakan padamu, Mustahil... 5.48 am
Gontor, 20 Maret 2021 Jr. Miller pernah berkata, "Ada pertemuan yang sesaat namun meninggalkan kesan seumur hidup. Setiap orang diantara kita terus menerus meninggalkan keindahan, ataupun melukai, menyakiti, meracuni, atau mencemari kehidupan orang lain." Orang dengan prinsip teguh, akan menjadi seorang pemimpin melalui pengaruhnya yang kuat. Tak peduli prinsip itu benar atau salah, tetap akan ada pengikutnya. Seperti halnya Lenin dan Stalin. Kebanyakan orang yang tak berprinsip cenderung menjadi pengikut bukan pemimpin. Menjadi lebih mudah di otak-atik pemikirannya karena dalam dirinya tidak memiliki pondasi yang membatasi gerak-geriknya. Dengan prinsip yang teguh, seseorang dapat mempengaruhi orang lain, dan prinsip yang benar semuanya itu bersumber dari suara hati yang bersih. Cita-cita menjadikan kita selalu konsisten dengan langkah yang kita pilih, kemudian orang-orang akan melihat hasil dari apa yang kita usahakan. Dari sanalah tercipta suatu komitmen yang akan menjadi alasan orangorang untuk mengikuti atau tidak mengikuti kita. Tujuan yang sama disertai dengan integritas tanpa batas akan menciptakan ratusan pengikut yang mendukung suara hati kita. Karena pemimpin yang berhasil, tidak diukur dari sisi luas tidaknya kekuasaan. Namun, lebih karena kemampuannya memberikan motivasi dan kekuatan kepada orang lain. 8.00 pm
Gontor, 1 Februari 2021 Hujan kembali menyapa, melepas Selaksa kisah yang terangkum dalam kaledioskop semesta. Menyembunyikan sepenggal kenangan dalam bentuk album monokrom berskala dua banding empat. Angin menelusuri bumantara. Menyapa setiap kawanan merpati yang terbang membersamainya. Mengelus lembut setiap benang sari agar tumpah ruah di atas putiknya, hingga menghasilkan kehidupan baru yang memberikan arti bagi setiap jiwa dikehidupan ini. Sudahkah kamu memetik hikmah di balik hari ini? 3.15 pm . . . Tak ada yang sulit, semua itu kembali pada mindset, musuh terbesar manusia adalah pikirannya sendiri. Karena langkah pertama untuk maju adalah melewati pikiran buruk yang merintangi gerakan kamu. Percayalah, kamu bisa melewatinya, karena kamu bisa. Kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Let's grow, think grow. 6.07 pm
Gontor, 2 Februari 2021 Bentala terhampar luas, katapun hanya sebatas memandang garis yang terbatas, terlepas dari dia memakai bingkai kaca atau tidak. Tetap kita selalu selaras dengan yang lainnya. Kita adalah pikiran yang waras, yang sama-sama memilki hati yang selalu berbisik setiap detak detik waktunya. Sempit atau luas, keduanya akan mempengaruhi bagaimana cara kita bertindak dan bekerja secara maksimal. Luaskanlah ruang perasaan, karena semesta akan selalu memberikan kesempatan bagi hati yang menyimpan kekuatan. 9.50 am . . . Detik terus bergulir dalam setiap detak yang menggelitik, umur kita terus bertumbuh seiring keluarnya peluh yang jatuh menyeluruh. Perasaan kita hari ini tak mungkin sama dengan perasaan kita kemarin. Raga kita terus bergerak diantara retak ruas bumi yang menggertak. Setiap jam, setiap menit, setiap detik. Pikiran kita terus berkembang, sealur dengan perjalanan kaki yang menyusuri jalan cerita ini. Tapi, apakah kita menyadari, siapa diri kita ini? Apakah cuman seonggok daging yang bisa berbicara lalu berjalan-jalan sesuka hati, tanpa pernah mau mengerti dan mempelajari ada apa di balik semua ini. Berlagak tak peduli dan lebih mengedepankan ego yang meracuni, bukan cuman diri sendiri, tapi juga orang lain. Tidak terlepas dari orang yang kamu cintai maupun yang orang yang kamu benci. 10.45 pm
Gontor, 2 Februari 2021 Apa kamu merasa nyaman dengan kehidupanmu saat ini? Apa kamu merasa nyaman, hidup di balik topeng sandiwara yang belum kamu lepas semenjak kamu bergumul dengan manusia yang memandang kehidupan dengan sebelah mata? Apa kamu merasa nyaman, dengan setiap pekerjaan yang sejatinya tidak kamu inginkan? sekali lagi ku tanyakan padamu, Apa kamu sudah merasa nyaman? Coba pikirkan lagi. Hidup ini terlalu singkat, kurasa. Karena waktu kita terbatas. Buktinya sekarang kamu sudah besar. Padahal rasanya baru kemarin kamu nangis gara-gara engga bisa turun dari tangga. Rasanya baru kemarin, kamu engga bisa nyentuh kusen pintu kamar tidur kamu, padahal kamu sekarang kalau masuk kamar pasti jaga-jaga biar engga nabrak kusen saking tingginya kamu. Rasanya baru kemarin kamu melihat orang-orang raksasa di sekeliling kamu, tapi sekarang enggak kerasa, kamulah raksasa itu. Lalu, apa yang kamu dapatkan dari setiap langkah yang kamu hentakkan. Kenangan? Itu sudah menjadi oleh-oleh yang waktu hadiahkan kepadamu. Coba kutanya, kamu mau jadi apa? Apa pikiranmu masih sama seperti halnya dulu, saat kamu ditanyai perihal cita-cita, maka jawaban kamu polisi, padahal besoknya udah ganti lagi jadi pilot, terus lusanya ganti lagi jadi astronot. Cuman karena satu hal, kamu takut dengan resiko dari setiap pilihan yang kamu pilih.
Polisi takut ketembak, terus mati. Pilot takut jatuh terus mati. Astronot, hmm... Jangan-jangan, takut engga bisa balik lagi ke bumi. Akhirnya, pilihan terakhirmu adalah menjadi koki, eh tau-taunya takut kebakaran. Terus mau jadi apa lagi, dan yakin, dulu kamu jadi bingung sendiri. Iyaa, itu kan dulu, waktu kamu masih kecil. Tapi, apakah pikiranmu masih seperti itu, jangan-jangan hari ini kamu masih betah jadi anak kecil ya? Kalau tidak, cek lagi keseharianmu, tilik kembali target-target kamu, adakah dari semua itu yang mengantarkanmu menuju gerbang impianmu? Jangankan gerbang, kamu aja masih belum tau impian apa yang mau kamu raih. Coba pikirkan baik-baik. Nanti kamu mau jadi apa? Kalau emang udah ada, lantas Waktu kamu sekarang, dipakai buat apa? 10.45 pm
Gontor, 3 Februari 2021 Swastamita mengantarkan kita pada senandika tentang seseorang yang memiliki nayanika. Angin menelisik, berbisik menuntut renjana yang tersesat diantara belukar duka dan derita. Rentang langkah kaki yang tak pernah berhenti, untuk terus mencari arti dari setiap penggal kisah yang tercipta, dari pemandangan di balik jendela nostalgia. Manusia memang lucu, tertawa hari ini untuk menangis dikemudian hari, atau menangis hari ini untuk tertawa dikemudian hari. Kita tak bisa memaksakan keadaan, biar bagaimanapun juga, biarkan kenangan itu hadir dengan lembut dan tenang dalam benak ingatan. Jangan kamu lupakan, rasakan dan resapi setiap inci memori yang tergali kembali. Karena kita tak perlu menguburnya lagi, yang harus kita lakukan hanyalah menyikapinya lewat perspektif yang tidak menyakitkan. Hari ini aku bertumbuh, Menapaki kembali, Jejak lama yang telah ku acuh. 11.15 am . . . Kita, adalah sepasang kata yang tertunda untuk dibicarakan. Sepasang kalimat, yang lamat terlumat oleh masa, hingga habis dan tamat. Kita saling menyimpan. Namun, tak berani mengungkapkan. Kita saling memendam, Namun, sedikit mengutarakan. Adakah jalan keluar, atas segala perasaan ini? 12.42 pm
Gontor, 3 Februari 2021 Hujan, tak pernah bisa terjun jatuh, bilamana tak ada awan. Awan, tak akan bisa berkelana jauh, bilamana tak bersama bumantara. Bumantara, tak akan pernah bisa bersemayam bila tak ada bumi. Bumi, tak akan pernah bisa berotasi bila tak ada garis orbit. Garis orbit, tak akan pernah bisa merangkum planet bila tak ada galaksi. Galaksi, tak akan pernah bisa merambat bila tak ada semesta. Segala hal yang terjadi di kehidupan ini, sejatinya saling terikat satu sama lain. Karena ikatan itu, ibarat dukungan yang saling memberikan dorongan agar bisa saling menguatkan. Tatkala pandangan memudar karena lelah, Tatkala raga terkapar karena letih, Tatkala pikiran membias karena jenuh. Kita adalah pondasi yang saling menguatkan, nutrisi yang saling menyehatkan. Semoga, kau tak pernah melupakan ini, kawan... 2.41 pm
Gontor, 3 Februari 2021 Hujan kembali mengguyur bumi, langit diselimuti oleh awan tebal yang bergerak perlahan menjelajahi selimut angkasa. Akan selalu ada, perasaan yang menjadi korban dari setiap tulisan yang ditorehkan. Entah perasaan orang lain, maupun perasaan penulis itu sendiri. Mengerjakan segala hal dengan hati. Alih-alih mengikuti permintaan, tapi justru memberikan lebih, di luar dugaan. Karena pekerjaan akan dikatakan selesai, bilamana sudah mencapai titik akhir dari proses yang ada. Dan dari setiap nilai tambah, akan mencerminkan sosok yang berbeda. Selalu berbuat lebih, bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Karena dirinya tahu. Waktunya, bukan hanya dihabiskan oleh dan untuk dirinya sendiri. 7.32 pm
Gontor, 7 Februari 2021 Terkadang aku bertanya pada waktu, tentang cara membenamkan ingatan. Namun, Sang waktu berkata, "Sesuatu yang terbenam, suatu saat akan muncul ke permukaan, entah karena surut maupun menciut. Sekuat apapun kamu menahan perasaan, akan ada masa, dimana semuanya terungkap. Yang perlu kamu pahami adalah, tidak semua perasaan itu menyakitkan, kita hanya perlu mengutarakannya agar bisa lebih tenang. Hanya pada seseorang yang kamu percaya, tidak lebih. 12.40 pm . . . Ada kata yang tak tersampaikan Ada kalimat yang tak tertuliskan Semoga kamu lekas paham. 8.00 pm
Gontor, 7 Februari 2021 Cogito Ergo sumPernah engga, kamu berpikir tentang ingatan awal dalam kehidupanmu? Misalnya, ingatan tentang pertama kali kamu belajar berjalan, atau tentang kebiasaanmu waktu kecil dulu, (kalau aku suka makan astor sebelum tidur, pada akhirnya astor itu selalu ketinggalan di mulutku sampai diriku tertidur). Lalu, seiring merangkaknya usia, kamu menjadi murid SD dengan segala tingkah lakumu yang udik kala itu, atau mungkin, berpikir tentang dulu, saat kamu kelas satu. Apakah kamu pernah membayangkan dirimu di masa depan, saat kamu di posisi masih SD misalnya, apa kamu pernah berpikir bakalan masuk ke pesantren ini, atau ketika kamu anggota, apakah kamu pernah berpikir kalau kamu akan menjadi kelas 5 KMI yang kerjaannya engga jauh-jauh sama komputer. Apakah kamu pernah berpikir (lagi) saat itu, tentang posisimu saat ini? Tapi, betapa lucunya kita, yang terkadang menyesali masa lalu, atas apa yang terjadi pada kita saat ini. Padahal kita telah diberikan kesempatan untuk memperbaiki masa depan, yaitu hari ini, detik ini. Karena masa depan itu diciptakan, bukan diramalkan. Kalau kata Fiersa Besari, "Hidup adalah proses belajar tanpa henti, segala hal yang terjadi hari ini, baik yang manis, maupun pahit akan membentuk dirimu dikemudian hari. Esok, atau lusa nanti. Jadilah sebaik-baiknya penyimak, karena dunia yang terus bergerak hanya dapat diobservasi oleh mereka yang berhenti membanggakan diri sendiri. Ketika kita telah menurunkan keangkuhan, alam raya adalah guru bagi dahaga pengetahuan." "Connecting the dots" kehidupan itu bagaikan menarik garis dari satu titik ke titik lainnya. Berhentilah untuk mencari jati diri. Karena sejatinya, jati diri itu tidak untuk dicari, melainkan untuk dibentuk. 6.01 am
Gontor, 7 Februari 2021 Cogito Ergo sumPernah engga, kamu berpikir tentang ingatan awal dalam kehidupanmu? Misalnya, ingatan tentang pertama kali kamu belajar berjalan, atau tentang kebiasaanmu waktu kecil dulu, (kalau aku suka makan astor sebelum tidur, pada akhirnya astor itu selalu ketinggalan di mulutku sampai diriku tertidur). Lalu, seiring merangkaknya usia, kamu menjadi murid SD dengan segala tingkah lakumu yang udik kala itu, atau mungkin, berpikir tentang dulu, saat kamu kelas satu. Apakah kamu pernah membayangkan dirimu di masa depan, saat kamu di posisi masih SD misalnya, apa kamu pernah berpikir bakalan masuk ke pesantren ini, atau ketika kamu anggota, apakah kamu pernah berpikir kalau kamu akan menjadi kelas 5 KMI yang kerjaannya engga jauh-jauh sama komputer. Apakah kamu pernah berpikir (lagi) saat itu, tentang posisimu saat ini? Tapi, betapa lucunya kita, yang terkadang menyesali masa lalu, atas apa yang terjadi pada kita saat ini. Padahal kita telah diberikan kesempatan untuk memperbaiki masa depan, yaitu hari ini, detik ini. Karena masa depan itu diciptakan, bukan diramalkan. Kalau kata Fiersa Besari, "Hidup adalah proses belajar tanpa henti, segala hal yang terjadi hari ini, baik yang manis, maupun pahit akan membentuk dirimu dikemudian hari. Esok, atau lusa nanti. Jadilah sebaik-baiknya penyimak, karena dunia yang terus bergerak hanya dapat diobservasi oleh mereka yang berhenti membanggakan diri sendiri. Ketika kita telah menurunkan keangkuhan, alam raya adalah guru bagi dahaga pengetahuan." "Connecting the dots" kehidupan itu bagaikan menarik garis dari satu titik ke titik lainnya. Berhentilah untuk mencari jati diri. Karena sejatinya, jati diri itu tidak untuk dicari, melainkan untuk dibentuk. 6.01 am
Gontor, 7 Februari 2021 Aku dan tentangku Aku adalah hujan, yang bilamana terus hadir. Sedikit mengganggumu. Namun, bilamana aku pergi dan tak pernah hadir lagi. Engkau akan merindukanku. Selalu... Aku adalah hujan, yang mengalir diantara ruas tanah. Tak terlihat, tak terasa. Bahkan, diriku seolah tidak ada. Hingga suatu hari, engkau menyadari, dari setiap retak bumi yang mencari kemana diriku pergi... Aku adalah hujan, yang tak pernah bosan Menunggumu, menjagamu, memperhatikanmu. Lewat setiap rintik, yang berusaha memelukmu Meski akhirnya aku sadar, Kamu, rupanya berusaha menghindar dariku.
Gontor, 11 Februari 2021 Akan ada waktu, tatkala kita berpapasan dengan jenuh. Tanpa terkecuali dari sesuatu yang menjadi hobi kita. Tapi, seiring bertumbuhnya hati, kita semakin sadar, bahwa jenuh merupakan pertanda kalau kita perlahan menjadi lebih baik. Aku tahu, detik ini kamu merasakan hal yang serupa. Tak ada kata yang dapat tersampaikan lagi padamu untuk kali ini. Karena kita "terbatasi". Aku hanya ingin memberitahumu, lewat tulisan-tulisan yang entah kapan akan kamu baca. Setidaknya, ini akan menjadi pengingatmu dimasa yang akan datang. Biarkan waktu yang akan menjawabnya. Nanti suatu hari, kamu juga akan sadar sendiri. Walau tanpa kehadiranku. 8.42 am . . . Mega bersinar teduh menyapa, menyapu pandangan dengan gurat senja. Siluet ungu perlahan pudar, seakan diterkam oleh waktu yang merangkak maju perlahan... Menepi untuk mencari, menghening untuk berdamai, mengalah pada waktu yang terus membisu dan melaju. Bertanya pada gugusan bintang, tentang ratusan khilaf yang menjangkiti ruang kepala. Masih adakah kesempatan untuk memohon ampunan? 4.45 pm . . .
Gontor, 23 Februari 2021 Percayalah, kamu itu berharga. Tapi jangan minta dihargai, nanti harga diri kamu habis ditelan bumi. 06.00 am . . . Proses merupakan langkah yang tak mudah. Namun, bukan berarti mustahil. Kita hanya perlu berusaha lebih keras, Berdo'a lebih banyak, dan percaya, bahwa semuanya akan terasa indah pada waktunya. 09.15 am . . . Tetaplah membumi. Namun, memiliki cita-cita setinggi angkasa. 10.00 am . . . Kita sering berkelana dalam ruang waktu, hingga tak sadar berlabuh pada dimensi rindu. Lalu, terjebak dalam lingkup sendu, sampai lupa bagaimana caranya untuk kembali merangkak maju. 11.05 am . . . Ada banyak hal di dunia ini yang tak dapat dijelaskan oleh kata-kata. Kita hanyalah sebatas manusia biasa yang terbiasa menerka dengan ekspektasi buta. Tenanglah dan jalani, ikuti alur ceritanya, biar waktu yang akan menjawab semuanya. 5.30 pm
Gontor, 1 Maret 2021 Di awal bulan Maret Tatkala purnama berbisik dari kejauhan, Menebarkan pesonanya yang temaram. Awan perlahan berjalan di depannya. Merangkum cahayanya agar tak terbuang sia-sia. Akan selalu ada, peristiwa kecil nan sederhana yang dapat kita simpan dalam benak. Sehingga, ketika sudah terkumpul, kelak kita sejenak lebih bijak. 5.03 am . . . Akan tiba masanya, tatkala kita bergelut dengan waktu. Kita berusaha memberontak pada setiap detak detik yang bergemelatuk. Entah karena sebongkah harapan, atau karena serpihan penyesalan. Saat itu, kita memilih diam membisu, sepanjang hari, sepanjang waktu, Berharap agar semua bisa terulang kembali. 09.15 am . . . Ingatlah, aksi menghasilkan reaksi. Prinsip memberi akan menciptakan energi kepercayaan. Inilah hukum kekekalan energi, bahwa energi yang diberikan tak akan benar-benar hilang. Namun, ia hanya berubah bentuk. 7.14 pm
Gontor, 19 Maret 2021 Dalam hening kita sering bercengkrama. Membincangkan rencana dan segala cerita yang kita alami bersama akhir-akhir ini. Memetik makna dari setiap penggal peristiwa yang terjadi secara tak sengaja. Hingga tak terasa, kita telah sampai di persimpangan akhir. Baru kusadari, ternyata setiap pertemuan selalu berakhir pada perpisahan dan kita pun mencoba untuk saling melepas dan mengikhlaskan. Meski terkadang rasanya itu, Sulit, dan Sakit. Lantas, dari sini kita belajar, untuk menjadikan semua ini hal yang wajar. Tak perlu ada luka Tak perlu ada duka Karena kita kembali seperti sediakala Kala disaat kita tak pernah bersua. 7.47 pm . . . Disadari ataupun tidak, sebagian besar dari informasi yang kita ketahui akan terlupakan dengan sendirinya, seiring banyaknya informasi yang masuk. Manfaatkan ruang pada otakmu semaksimal mungkin. Ikatkan informasi dengan menulisnya. Buang informasi yang tidak penting. Bijaklah... 8.00 pm
. . . Jangan sampai, ada dan tiadanya kamu di dunia ini biasa saja. Kita memiliki dua jenis pikiran, yaitu pikiran aktif dan pikiran pasif. Pikiran aktif adalah segala jenis pikiran yang kita rasakan saat ini Sedangkan pikiran pasif akan mengantarkan kita menuju suatu keindahan dalam berkarya. Karena pikiran ini bersifat setia, tulus dan sabar. Orang sukses adalah orang yang bisa mengatur pikiran pasifnya setiap kali dia hendak berkarya. Maka, pikiran pasifnya-lah yang bekerja. 9.45 pm . . . Dalam setiap langkah kebaikan yang kita tapaki Kita berusaha untuk menghapus jejaknya, Berusaha untuk melupakan segalanya Berusaha untuk menjadikan semuanya biasa-biasa saja. Seolah tidak terjadi apa-apa. Tak mengharapkan balasan ataupun pujian dari insan. Cukuplah Tuhan yang menjadi saksi atas kebaikan yang kita lakukan. Dalam-diam. 10.00 pm Segalanya, pasti akan berakhir, Entah itu pertemuan, perkataan maupun tulisan yang sedang kamu baca saat ini. Semoga, ini (bukan) yang terakhir. 10.15 pm
Gontor, 9 Maret 2021 Tatkala kamu diberikan sebuah kepercayaan oleh seseorang, tandanya kamu bermanfaat. Kemampuanmu itu memberi daya bagi orang-orang disekitarmu. Karena menjadi bermanfaat adalah tentang ketulusan hati dan juga tekad yang bulat untuk terus mengabdi. Karena banyak orang berbakat. Namun, berujung pada sia-sia karena tidak bermanfaat. "Dari setiap jalan yang kau tempuh, akan ada waktu kamu berhenti di persinggahan terakhir. Bukan karena tersesat, melainkan istirahat." Menilik kembali jejak langkahmu yang membekas di atas bumi. Sekaligus mensyukuri, bahwa kamu masih diberi kesempatan hari ini. Hari akan selalu berbisik, menghantarkan pesan yang menelisik dalam untaian kalimat yang terangkum menjadi susunan paragraf. Yang kamu perlukan hanyalah hati yang bersih dan terbuka. Lalu, biarkan penamu bergerak sendiri mengikuti arah kemana hatimu berlari. 10.13 pm
Gontor, 8 Maret 2021 Ada waktu, tatkala kita ragu dengan pilihan yang tak menentu. Kesempatan seolah buntu, padahal kita belum mencari tahu. Kita terpaku bisu pada ekspektasi semu. Orang lain terus menyerbu pikiran kita layaknya serdadu, tanpa belas kasihan maupun ampun. Belum lagi kita dihadapkan dengan pikiran dalam diri sendiri yang paling memberatkan, Overthinking. Ternyata, musuh terbesar manusia adalah pikirannya sendiri. Lalu, bagaimana kita melawannya? Sebenarnya ada banyak cara untuk mengubah pola pikir negatif kita, sama seperti prinsip baterai yang mengikuti arus listrik, yang perlu kita lakukan adalah mencari orang-orang positif. Karena merekalah yang akan mengubah pola pikir negatif yang selama ini menggerogoti relung ekspektasi dalam diri. Berkawanlah dengan siapapun, Namun, bersahabatlah dengan orang-orang baik. 6.00 pm
Gontor, 8 Maret 2021 Yang kamu perlukan hanyalah sebuah alasan. Alasan yang membantumu untuk tetap bertahan, yang mendorongmu untuk terus melangkah kedepan. Alasan yang menjadi acuan dari setiap gerak yang kau kerahkan. Alasan dibalik sebuah pertanyaan, kenapa kamu rela berjuang? Karena fase tersulit dalam mencapai tujuan adalah, bertahan. Kamu tak akan dapat bertahan di tengah-tengah kesendirian. Mau bagaimanapun, dimanapun, kamu tak akan bisa bertahan dalam kesendirian. Camkan. 5.55 am Selalu ada di antara mereka yang meragukan kita, bertolak belakang dengan pendapat kita, bahkan mencoba untuk mengubah arah langkah kita. Jangan dengarkan mereka! Tetap ikuti kata hatimu, pilihan yang ada di tanganmu. Kuatkanlah hatimu. Karena hanya mereka yang memiliki sebuah alasanlah yang akan tetap melangkah ke depan. Satu langkah lebih maju dari mereka. 5.34 am
Gontor, 9 Maret 2021 Kamu sadar akan apa yang kamu pilih, tatkala orang-orang mencoba untuk menggagalkan dan meruntuhkan pilihanmu. Kamu tetap melangkah, menyumbat rapat kedua telingamu, lalu melupakan apa yang orang lain katakan tentangmu. Karena kamu berhak untuk meraih mimpimu Kamu berhak untuk berhasil dimasa depan Sesuai dengan versi kamu sendiri Meskipun, terkadang pikiranmu masih saja membatasi pergerakanmu. Seolah membungkam untuk menuliskan kata-kata. Tanganmu terus bergerak, penamu terus menari, meninggalkan bekas jejak tinta yang tersurat di atas secarik kertas. Karena kamu tahu, ini pilihanmu, kemauanmu, suara hatimu. Meski terkadang, pikiranmu menolaknya. 5.53 Pernah suatu ketika, jari-jari ini terasa kaku, isi kepalaku terasa penuh. Namun, sulit rasanya untuk mengubahnya menjadi kata-kata. Seakan-akan membisu tak ingin memberitahu apapun tentang keadaanku, saat itu. Diriku terus bergerak, tak peduli hatiku menolak. Orang-orang di sekitarku menolak, bahkan diriku harus merasakan jatuh berkali-kali, karena kakiku juga ternyata menolak untuk berlari. Hingga suatu hari, diriku bermimpi tentang seseorang yang terus mendo'akanku. Menaruh kepercayaan yang sangat besar kepadaku. Karena diriku berhak mendapatkan apa yang selama ini kuperjuangkan. 6.00
Gontor, 10 Maret 2022 Dalam setiap detak detik yang bergemelatuk. Kita akan menyadari bahwa setiap momen dalam hidup kita berharga. Setiap wajah yang kita jumpai berharga, setiap masa yang kita lewati berharga, hidup kita berharga. Maka, sudah semestinya kita menghargai hidup kita. Dengan harga yang tak ternilai. Meskipun penghargaan bukanlah segalanya. Bergeraklah tanpa perlu ingin dihargai, Berkarya lah tanpa ingin diapresiasi. Karena harga dan apresiasi akan datang sendiri tanpa perlu dicari. Maka, tuntaskanlah setiap pekerjaan yang kau jalani. 5.41 am Hanya sekedar penghargaan, yang berkilau di bawah sinar mentari. Hanya sebuah benda berwarna emas, yang suatu saat kalau jatuh maka akan hancur juga. Lalu, apa yang bisa kita dapati? Perjuangan dan usaha tanpa henti Demi meraih itu... Bukan, bukan pialanya tapi, Proses dengan segala kenangannya. 7.41 am
Gontor, 11 Maret 2021 Saat kita merasa buntu, kita seolah kehilangan jalan untuk mencapai sesuatu. Saat itu kita terduduk merenung, merefleksikan kembali setiap langkah yang kita tapaki. Kita kembali membuka nasihat-nasihat lama yang tertulis diatas lembaran kertas bisu. Bisu memang. Namun, setiap alunan katanya akan memercikkan api semangat baru yang akan membangunkanmu dari hibernasi kreasi. Karena yang kamu perlukan sekarang hanyalah "bangun" Kembali berlari mengejar cita-cita dan impianmu. Jangan biarkan itu semua hilang dari kompas hidupmu. Tetap melangkah Mengikuti jejak bintang yang bersinar di sana. 3.58 pm
Gontor, 11 Maret 2021 Apakah kamu percaya dengan dirimu sendiri? Coba cek kembali pertanyaan di atas. Kemudian tanyakan lagi pada sanubarimu. Apakah kamu percaya dengan dirimu sendiri? Kita harus percaya pada diri sendiri. Karena sejatinya, setiap kepercayaan akan menghasilkan pergerakan yang dilandasi oleh pemikiran Kamu bebas memilih jalan hidupmu. Percayalah, setiap orang di dunia ini (baik yang berhasil maupun yang gagal) menarik apapun yang ada di sekitarnya, justru hal inilah yang menyebabkan orang sukses akan selalu dalam zona keberuntungannya. Sedangkan mereka yang tidak mau berpikir untuk maju dan berubah akan terus seperti itu. Selama pikiran tak mau berubah, kita tidak akan pernah bisa bertumbuh. Mindsetmu, Perbaikilah terlebih dahulu. 4.24 pm
Unida, 19 Mei 2022 Suatu hari seorang anak diberikan sebuah tantangan untuk menyelesaikan sebuah puzzle. Tatkala potongan puzzle tersebut semakin sulit, sang anak justru tertantang untuk terus menyelesaikan puzzle tersebut sampai beres. Permasalahan ibarat sebuah puzzle yang berantakan, kita adalah manusia dewasa yang belajar untuk kembali menjadi seorang anak-anak yang menyukai tantangan. Karena dalam setiap tantangan yang hadir dalam kehidupan kita akan membentuk pola pikir baru. Mengapa pola pikir manusia anak-anak dengan dewasa itu berbeda. Diriku kembali menerka sisi positif yang ada dalam dunia mereka, Yang kita perlukan adalah kembali menjadi anak-ank yang menyukai tantangan, tak pernah bosan untuk terus mencari hal baru. Mengapa disaat dewasa ini, justru kita takut dengan tantangan baru? Bahkan, cenderung menghindar. Coba kaji lagi, tilik lagi masa lalumu. Dirimu dengan penuh kepolosan itu, berjuang untuk belajar, mencari tahu hal-hal yang belum terselesaikan. Karena kita masih belajar. Tak ada salahnya kalau kamu gagal berkali-kali. 10.21 pm
Unida, 19 Mei 2022 Masalah mendewasakanmu, Orang-orang yang menikmati prosesnya lah yang akan berhasil mencapai titik impiannya. Karena ini bukan tentang hasil, tapi pada prosesnya. Proses yang menjadikan kita dewasa. rasa sakit itulah yang menjadikan kita belajar untuk tidak bertemu dengan rasa sakit itu lagi. Bila pada akhirnya kita terus menerus berada pada jalur takdir yang sama. Maka, berhentilah sejenak. mungkin ada beberapa usahamu yang belum maksimal, ada do'a yang belum serius kamu utarakan, ada kesungguhan yang belum terkerahkan. Bersabarlah. Nikmati prosesnya. Karena masalah kamu terus bertumbuh Berbahagialah karena kamu dapat masalah Berbahagialah, tandanya Tuhan sedang menguji kamu agar menjadi diri yang lebih dewasa. Menjadi versi dirimu yang lebih baik dari sebelumnya. 10.17
(Bukan) Halaman Terakhir Sejak rembulan menemani bintangnya di samudera angkasa diri ini tak lagi melangkah sendirian Bersama, menerka setiap episode kenangan yang terlewati dan tanpa disadari, kini kita telah menapaki garis batas. Namun, hati berbisik tentang jalan cerita yang masih harus kita rangkai lagi tentang selaksa aksara yang masih tersebar di luasnya samudra kehidupan. Karena aku sadar, ini semua, barulah permulaan... 00.00 pm
Bersambung