a. Pelindung tubuh dari suhu rendah atau dingin
b. Pelarut vitamin A, D, E, dan K
c. Penghasil energi paling besar
d. Salah satu penyusun membran sel
e. Penahan rasa lapar, karena adanya lemak akan memperlambant
pencernaan
f. Sebagai pembawa berbagai zat esensial
g. Sebagai pelindung alat-alat tubuh vital, yaitu sebagai bantalan lemak
Berdasarkan sumbernya, lemak dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu lemak nabati serta lemak hewani. Lemak nabati yaitu lemak
yang berasal dari tumbuhan. Contoh sumber lemak nabati antara lain:
margarine, kemiri, minyak kelapa, dan lain sebagainya. Sedangkan lemak
hewani yaitu lemak yang bersumber dari hewan. Adapun sumber lemak
hewani antara lain: susu, daging, keju, dan lain sebagainya. Seseorang
yang memiliki kelebihan lemak, tubuh akan menjadi gemuk. Sedangkan
yang kekurangan lemak membuat kurangnya berat badan.
Zat Gizi Mikro
1. Vitamin
Vitamin adalah suatu senyawa organik kompleks yang dibutuhkan tubuh
dalam jumlah yang sedikit. Walaupun demikian, vitamin memiliki peranan
yang sangat penting untuk proses pertumbuhan. Avitaminose atau
kekurangan vitamin dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pada
proses metabolisme tubuh, hal ini disebabkan karena fungsi zat gizi vitamin
yang tidak dapat untuk digantikan oleh senyawalain. Tanda-tanda orang
yang kekurangan vitamin, yaitu:
a. Pertumbuhan badan menjadi terhambat.
b. Tidak bersemangat bekerja.
c. Badan menjadi lesu.
Vitamin juga bermanfaat untuk mempertahankan kesehatan serta proses
metabolisme normal dalam tubuh. Vitamin tidak bisa dihasilkan sendiri oleh
tubuh. Oleh karena itu vitamin harus diperoleh dari makanan. Vitamin dapat
dibagi menjadi 2 macam, antara lain: vitamin yang dapat larut dalam air
serta vitamin yang dapat larut dalam lemak. Vitamin yang dapat larut dalam
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 51
air yaitu vitamin C dan vitamin B, sedangkan vitamin yang dapat larut dalam
lemak antara lain: Vitamin A, D, E, dan K.
Vitamin A
Vitamin A berfungsi untuk menjaga kesehata mata, menjaga Kesehatan
kulit, sebagai antioksidan dan imunitas tubuh. Vitamin A juga berfungsi
sebagai pendukung perkembangan janin di dalam rahim. Kekurangan
vitamin A dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit
mata, kulit menjadi kering, dan pertumbuhan terganggu. Adapun sumber
vitamin A terdapat pada buah-buahan berwaran merah dan kuning (wortel,
pisang, papaya), telur, kangkung, susu, dan lain sebagainya.
Vitamin B
Vitamin B merupakan gabungan dari 15 macam ataupun lebih
vitamin yang dapat dikenal dengan vitamin B komplek, yang mana memiliki
peran yang sangat penting dalam pembentukan sel darah merah. Adapun
bahan pangan sumber vitamin B antara lain: pisang, daging, kacang-
kacangan, bayam, telur, susu, dan lain-lain. Ada 8 jenis vitamin B dengan
fungsi yang berbeda-beda, yaitu:
▪ Vitamin B1 yang berfungsi untuk membantu tubuh mengubah makanan
menjadi energi, menjaga kesehatan sistem saraf serta menjaga
kesehatan kulit.
▪ Vitamin B2 yang berfungsi untuk membantu tubuh menghasilkan energi
dari makanan, serta membantu sel tubuh membakar lemak dan menjaga
kesehatan kulit.
▪ Vitamin B3 berfungsi untuk membantu sel-sel tubuh mengubah
makanan menjadi energi, serta menjaga kesehatan kulit.
▪ Vitamin B5 berfungsi untuk membantu sel tubuh memproduksi asam
lemak dan hormon.
▪ Vitamin B6 yang berfungsi untuk membantu tubuh dalam menggunakan
dan memproses cadangan gula menjadi energi, serta membantu
produksi sel darah merah.
▪ Vitamin B7 yang berfungsi untuk membantu produksi asam lemak dan
asam amino ketika dibutuhkan oleh tubuh.
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 52
▪ Vitamin B9 (asam folat) berperan penting dalam proses pembelahan sel,
terutama pada ibu hamil, sehingga dapat meminimalkan risiko terjadinya
kelainan bawaan pada janin.
▪ Vitamin B12 berfungsi untuk membantu pembentukan sel darah merah,
serta memelihara fungsi saraf.
Vitamin C
Vitamin C memiliki fungsi yang penting untuk menjaga kesehatan gigi, gusi,
dan tulang serta menghaluskan kulit, membentuk sel-sel tubuh,
meningkatkan daya tahan tubuh, dan sebagai antioksidan. Penyakit akibat
kekurangan vitamin C antara lain penyakit kudis, scurvy (skorbut), dan gusi
menjadi berdarah. Sumber vitamin C banyak terdapat pada jeruk, pepaya,
tomat, arbei, stroberi, kol, dan lain sebagainya. Kebutuhan vitamin C per
hari untuk bayi yaitu 30 mg, anak-anak 60 mg, dewasa sekitar 75 mg, ibu
hamil 100 mg, dan ibu menyusui 150 mg.
Vitamin D
Vitamin D memiliki fungsi untuk membantu dalam proses pembentukan
tulang dan gigi, mengatur kadar fosfor yang terdapat pada darah. Sumber
vitamin D banyak terdapat pada ikan, susu, serta kuning telur. Kekurangan
vitamin D dapat mengakibatkan penyakit rakitis (pelunakan tulang pada
anak-anak). Kebutuhan akan vitamin D untuk anak-anak sampai dewasa
400 SI. Sumber vitamin D dapat diperoleh dari makanan (ikan, telur, hati,
kedelai, udang, dan susu) dan paparan sinar matahari pagi.
Vitamin E
Vitamin E memiliki fungsi yang penting untuk fungsi darah, mencegah
keguguran dan pendarahan pada ibu hamil, menjaga jaringan Kesehatan
kulit, mata, darah merah, dan hati serta sebagai antioksidan alami. Sumber
vitamin E banyak terdapat pada berbagai jenis sayuran hijau, susu, kuning
telur, dan daging. Kekurangan vitamin E dapat mengakibatkan
kemandulan, keguguran dan gangguan saraf maupun otot.
Vitamin K
Vitamin K memiliki fungsi untuk membantu dalam proses pembekuan
darah. Kekurangan vitamin K dapat mengakibatkan darah menjadi lebih
sukar untuk membeku dan menurunya kepadatan tulang. Kebutuhan akan
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 53
vitamin K perhari adalah 1 miligram. Sumber vitamin K banyak terdapat
pada bayam, hati, alpukat, dan bunga kol.
Gambar Pangan Sumber Vitamin
2. Mineral
Mineral dibutuhkan oleh manusia juga sama dengan vitamin, yaitu
dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Walaupun begitu, kebutuhan mineral
sangatlah penting. Mineral digolongkan dalam dua kelompok: Mineral
Makro (kalsium, fosfor, magnesium, natrium dan kalium) dan Mineral Mikro
(zat besi, seng, mangan, kuprum, klor, selenium dan yodium. Kekurangan
salah satu dari mineral tersebut juga dapat menimbulkan beragam
penyakit. Seperti, apabila kekurangan Iodium dapat mengakibatkan
kekerdilan dan penyakit gondok, kekurangan zat besi dapat
mengakibatkan anemia, dan lain sebagainya. Adapun manfaat masing-
masing mineral tersebut, yaitu:
a. Kalsium dan Fosfor merupakan mineral yang paling banyak dalam
tubuh manusia. Kalsium dan fosfor bermanfaat untuk pembentukan
tulang dan gigi serta mengatur proses pembekuan darah. Adapaun
bahan pangan penghasil kalsium dan fosfor diantaranya teri, sarden,
susu sapi, dan keju.
b. Natrium dan Kalium merupakan elektrolit utama dalam tubuh yang
bermanfaat untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.
Natrium dapat diperoleh dari garam dapur, daging sapi, terlur ayam dan
margarin sedangkan kalium dapat diperoleh dari kacang merah,
pisang, bayam, dan kacang kedelai.
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 54
c. Zat Besi bermanfaat untuk menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh,
membentuk sel darah merah, meningkatkan kemampuan belajar, dan
membantu system kekebalan tubuh. Adapun bahan pangan yang
mengandung zat besia, diantaranya adalah susu sapi, bayam, daging
sapi, ayam dan hati ayam.
d. Zink bermanfaat untuk membantu proses metabolisme di dalam tubuh
dan meningkatkan kekebalan tubuh sebagai antioksidan.
e. Yodium berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik dan
otak anak. Yodium dapat diperoleh dari garam dapur beryodium,
udang, telur, dan susu sapi.
C. Pentingnya 1000 hari pertama kehidupan
Gizi memiliki peran yang sangat strategis dalam tumbuh kembang
manusia, yaitu dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena
individu dapat mencapai potensinya secara maksimal dengan gizi yang
cukup. Pemenuhan gizi tersebut dimulai sejak 1000 hari pertama kehidupan.
Periode ini disebut dengan critical period atau window of opportunity yang
menunjukkan bahwa fase ini sangat penting dan dapat menentukan
kehidupan seorang anak di masa depannya. Periode ini dimulai sejak dalam
periode kehamilan (270 hari) sampai dengan anak berusia 2 tahun (730 hari).
https://promkes.kemkes.go.id/
Infografis 1000 Hari Pertama Kehidupan
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 55
Intervensi untuk meningkatkan status gizi ibu dan anak pada
periode ini memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan. Malgizi
periode awal kehidupan dapat menyebabkan dampak permanen dari
perkembangan otak, sistme kekebalan tubuh, dan pertumbuhan fisik. Hal
tersebut dapat mengakibatkan berkurangnya kapasitas untuk belajar,
kinerja yang buruk di sekolah, kerentanan lebih besar terhadap infeksi dan
penyakit serta kehilangan potensi penghasilan di masa depan. Dampak
lain dari kekurangan gizi di awal kehidupan adalah meningkatnya beban
ekonomi negara karena produktivitas menurun dan biaya perawatan
Kesehatan yang mahal meningkat (Fikawati, et.,al, 2020)
Menurut Rahayu, et.,al (2018) ada beberapa titik kritis yang harus
diperhatikan selama periode 1000 hari pertama kehidupan, yaitu:
1. Periode dalam kandungan (270 hari)
Selama kehamilan seorang ibu penting untuk memiliki status gizi
yang baik agar dapat mnejalankan proses kehamilan denga naman dan
melahirkan bayi dengan potensi fisik dan mental yang baik serta
memperoleh energi yang cukup untuk menyusui kelak. Jika ibu hamil
memiliki status gizi kurang maka akan berdampak pada pertumbuhan janin
yang terganggu, penyebab utama terjadinya bayi pendek (stunting) dan
meningkatkan risiko obesitas dan penyakit degeneratif pada masa dewasa.
Janin yang ada di rahim ibu memperoleh zat-zat gizi dari makanan yang
dikonsumsi oleh ibunya dan dari simpanan zat gizi yang berada di dalam
tubuh ibunya. Oeh karena itu, selama hamil atau menyusui seorang ibu
harus menambah jumlah asupan dan jenis makanan yang dimakan untuk
mencukupi kebutuhan pertumbuhan bayi dan kebutuhan ibu yang sedang
mengandung bayinya serta untuk memproduksi ASI.
Apabila makanan ibu sehari-hari tidak cukup mengandung zat gizi
yang dibutuhkan, maka janin atau bayi akan mengambil persediaan yang
ada didalam tubuh ibunya, seperti sel lemak ibu sebagai sumber kalori; zat
besi dari simpanan di dalam tubuh ibu sebagai sumber zat besi janin/bayi.
Demikian juga beberapa zat gizi tertentu tidak disimpan di dalam tubuh
seperti vitamin C dan vitamin B yang banyak terdapat di dalam sayuran
dan buah-buahan. Selama masa kehamilan seorang ibu harus
memperhatikan dan mnejaga asupan gizinya agar pembentukan,
pertumbuhan dan perkembangan janinnya optimal. Idealnya, berat badan
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 56
bayi saat dilahirkan adalah tidak kurang dari 2500 gram, dan panjang
badan bayi tidak kurang dari 48 cm. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran
berat badan (BB) dan panjang badan (PB) bayi setelah lahir dan dilanjutkan
dengan pengukuran BB dan PB secara berkala selama periode emas masa
pertumbuhannya.
2. Periode 0 – 6 bulan (180 hari)
Pada periode ini ada dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu
melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan pemberian Air Susu Ibu (ASI)
kepada bayi secara eksklusif pasca ibu melahirkan. Dalam satu jam
pertama kehidupannya setelah dilahirkan ke dunia, pastikan bayi
mendapatkan kesempatan untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
IMD adalah proses meletakkan bayi baru lahir pada dada atau perut sang
ibu agar bayi secara alami dapat mencari sendiri sumber Air Susu Ibu (ASI)
dan menyusu. IMD sangat bermanfaat bagi bayi karena bayi bida
mendapatkan kolostrum yang terdapat pada tetes ASI pertama ibu yang
kaya akan zat kekebalan tubuh. Tidak hanya bagi bayi, IMD juga sangat
bermanfaat bagi Ibu karena membantu mempercepat proses pemulihan
pasca persalinan. Meskipun manfaatnya begitu besar, banyak ibu yang
tidak berhasil mendapatkan kesempatan IMD, karena kurangnya
pengetahuan dan dukungan dari lingkungan.
https://promkes.kemkes.go.id/
Infografis Inisiasi Menyusui Dini
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 57
Melalui proses IMD maka kesempatan bayi untuk mendapat
kolostrum semakin besar. Kolostrum merupakan ASI terbaik yang keluar
pada hari ke 0-5 setelah bayi lahir yang mengandung antibodi (zat
kekebalan) yang melindungi bayi dari zat yang dapat menimbulkan alergi
atau infeksi. ASI eksklusif adalah pemberian ASI setelah lahir sampai bayi
berumur 6 bulan tanpa pemberian makanan lain. WHO merekomendasikan
pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama dan pemberian ASI
diteruskan hingga anak berusia 2 tahun untuk meningkatkan daya tahan
tubuh anak dan mengurangi risiko kontaminasi dari makanan atau
minuman selain ASI.
3. Periode 6 – 24 bulan (540 hari)
Pada usia 6 bulan ke atas, anak mulai diberikan makanan
pendamping ASI (MP-ASI) karena sejak usia ini, ASI saja tidak mencukupi
kebutuhan anak. Pengetahuan dalam pemberian MP ASI menjadi sangat
penting mengingat banyak terjadi kesalahan dalam praktek pemberiannya,
seperti pemberian MP ASI yang terlalu dini pada bayi yang usianya kurang
dari 6 bulan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau diare.
Sebaliknya, penundaan pemberian MP ASI akan menghambat
pertumbuhan bayi karena zat-zat gizi yang dihasilkan dari ASI tidak
mencukupi kebutuhan lagi sehingga akan menyebabkan kurang gizi.
https://promkes.kemkes.go.id/
Infografis Makanan Pendamping ASI
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 58
Pada usia ini anak berada pada periode pertumbuhan dan
perkembangan cepat, mulai terpapar terhadap infeksi dan secara fisik
mulai aktif, sehingga kebutuhan terhadap zat gizi harus terpenuhi dengan
memperhitungkan aktivitas bayi/anak dan keadaan infeksi. Agar mencapai
gizi seimbang maka perlu ditambah dengan Makanan Pendamping ASI
atau MP-ASI, sementara ASI tetap diberikan sampai bayi berusia 2 tahun.
Pada usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan kepada makanan lain dengan
tekstur makanan yang bertahap, diawali dengan makanan lumat, yaitu
sayuran, daging/ikan/telur, tahu/tempe dan buah yang dilumatkan/disaring,
seperti tomat saring, pisang lumat halus, pepaya lumat, air jeruk manis,
bubur susu dan bubur ASI, kemudian ditingkatkan teksturnya menjadi
makanan lembik atau dicincang yang mudah ditelan anak, seperti bubur
nasi campur, nasi tim halus, bubur kacang hijau dan selanjutnya beralih ke
makanan keluarga saat bayi berusia 1 tahun, seperti nasi dengan lauk
pauk, sayur dan buah
Adapun pola pemberian ASI dan MP-ASI untuk bayi dan anak
menurut Permenkes No 41 tahun 2014 tentang pedoman gizi seimbang
yaitu dipaparkan pada Tabel 2 berikut:
Tabel 2. Pola pemberian ASI dan MP-ASI untuk bayi dan anak menurut
Permenkes No 41 tahun 2014
Ibu sebaiknya memahami bahwa pola pemberian makanan secara
seimbang pada usia dini akan berpengaruh terhadap selera makan anak
selanjutnya, sehingga pengenalan kepada makanan yang beranekaragam
pada periode ini menjadi sangat penting. Secara bertahap, variasi
makanan untuk bayi usia 6-24 bulan semakin ditingkatkan, bayi mulai
diberikan sayuran dan buah-buahan, lauk pauk sumber protein hewani dan
nabati, serta makanan pokok sebagai sumber kalori. Demikian pula
jumlahnya ditambahkan secara bertahap dalam jumlah yang tidak
berlebihan dan dalam proporsi yang juga seimbang. Adapun frekuensi dan
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 59
jumlah MP-ASI yang diberikan pada anak menurut Permenkes No 41 tahun
2014, yaitu:
Tabel 3. Frekuensi dan jumlah MP-ASI yang diberikan pada anak menurut
Permenkes No 41 tahun 2014
D. Pengertian Gizi seimbang
Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang
mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan
kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau
variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal. Di
Indonesia, pedoman gizi seimbang divisualisasikan dalam “tumpeng gizi
seimbang”. Pada tumpeng gizi seimbang digambarkan seluruh unsur
utama yang dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat. Dalam pedoman Gizi
Seimbang susunan makanan dipastikan memenuhi kebutuhan gizi untuk
mencegah terjadinya kekurangan maupun kelebihan gizi, Hal ini berarti,
seseorang diharuskan mengonsumsi beraneka ragam makanan dan
memenuhi kelompok zat gizi dengan porsi yang cukup dan tepat, porsinya
tidak boleh kurang ataupun terlalu banyak.Mengikuti pedoman gizi
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 60
seimbang menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi seseorang sehingga
dapat mempertahankan berat badan normal.
Tumpeng gizi seimbang memiliki empat lapis yang secara
berurutan dari bawah ke atas menunjukkan besaran anjuran konsumsi
kelompok makanan tersebut dimana lapisan paling bawah dianjurkan
dikonsumsi lebih banyak, sedangkan lapisan paling atas dianjurkan
dikonsumsi lebih sedikit. Setiap lapisan tumpeng gizi seimbang
menunjukkan bahan makanan, yaitu:
▪ Zat sumber tenaga: karbohidrat, protein, dan lemak. Contoh: beras, roti,
umbi-umbian, jagung, dan sebagainya.
▪ Zat pembangun: protein hewani dan protein nabati. Contoh: daging
merah, ayam/ungags, ikan, hati, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan
▪ Zat pengatur: vitamin dan mineral. Contoh: terdapat dalam semua jenis
makanan, khususnya pada buah dan sayur.
Tumpeng Gizi Seimbang
E. Pilar Gizi Seimbang
Tumpeng gizi seimbang menggambarkan prinsip dari 4 pilar gizi seimbang,
yaitu:
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 61
Pilar 1: konsumsi beraneka ragam pangan Sumber: SEAMEO RECFON
Tidak ada satu pun jenis makanan yang
mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan
tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan menjaga
kesehatan, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi
baru lahir hingga usia 6 bulan. Untuk itu, setiap
orang harus mengonsumsi pangan yang bergizi,
berimbang dan beragam (B3) untuk memastikan
asupan berbagai gizi yang dibutuhkan.
Pilar 2: Biasakan Perilaku hidup bersih
Membiasakan perilaku hidup bersih
termasuk salah satunya adalah menjaga
keamanan makanan akan menghindarkan
atau mencegah kita dari risiko terpapar
berbagai sumber infeksi.
Pilar 3: lakukan aktivitas fisik secara rutin
Melakukan aktivitas fisik dapat
menyeimbangkan antara pengeluaran dan
pemasukan zat gizi terutama sumber
energi di dalam tubuh. Memperlancar
sistem metabolisme dalam tubuh termasuk
metabolisme zat gizi.
Pilar 4: pantau berat badan secara berkala
Memantau berat badan secara teratur
bermanfaat mencegah penyimpangan berat
badan dari berat badan normal dan dapat segera
mendeteksi gangguan pertumbuhan pada anak.
Mengacu pada 4 pilar gizi seimbang tersebut,
ada beberapa pesan gizi seimbang yang dapat
dilakukan sebagai cara untuk memastikan gizi
seimbang bagi anak usia 4-6 tahun, yaitu:
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 62
1. Biasakan makan tiga kali sehari. Kebutuhan gizi sehari anak dapat
terpenuhi dengan mengonsumsi makanan utama sebanyak tiga kali
sehari, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Pastikan
makanan yang dikonsumsi beragam, sehat, dan memiliki zat gizi yang
tinggi.
2. Perbanyak mengonsumsi makanan kaya protein, Omega 3, DHA dan
EPA. Makanan sumber protein dan kaya akan Omega 3, DHA dan EPA
sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Makanan kaya protein
termasuk ikan, telur, susu pertumbuhan, daging, ayam, tempe dan tahu.
Ikan dan telur sangat baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak karena
kedua jenis pangan tersebut mempunyai kualitas protein yang bagus.
Sumber protein nabati juga baik untuk pertumbuhan dan perkembangan
anak, contohnya tempe dan tahu.
3. Perbanyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Sayuran dan
buah-buahan mengandung vitamin dan mineral. Tergolong antioksidan,
salah satu fungsi vitamin adalah untuk mencegah kerusakan sel. Sayur
dan buah juga mengandung serat, yang membantu fungsi pencernaan
dengan melancarkan buang air besar dan dapat mencegah dan
menghambat perkembangan sel kanker usus besar atau kanker kolon.
Biasakan anak mengonsumsi sayur dan buah sejak usia dini, karena
dampaknya positif hingga masa dewasa.
4. Batasi mengonsumsi makanan minuman yang terlalu manis, asin
dan/atau berlemak. Makanan manis, asin dan berlemak meningkatkan
risiko kelebihan berat badan sehingga rentan terhadap penyakit kronis
tidak menular seperti diabetes melitus, tekanan darah tinggi dan
penyakit jantung. Oleh karena itu, konsumsi makanan camilan yang
terlalu manis, asin dan berlemak perlu dibatasi.
5. Biasakan bermain bersama dan melakukan aktivitas fisik setiap hari.
Aktivitas fisik yang bisa dilakukan yaitu bermain dan berolahraga.
Banyak permainan tradisional Indonesia yang bisa kembali digalakkan
untuk mendukung kesehatan dan kebugaran secara fisik dan
mendukung perkembangan sosial-emosional anak terhadap lingkungan
bermain. Aktivitas fisik yang dianjurkan untuk anak adalah aktivitas fisik
yang banyak mengeluarkan tenaga (permainan aktif), seperti kejar-
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 63
kejaran, lempar bola, main sepeda, berenang dan lari pagi. Sebaiknya
aktivitas fisik atau olahraga dilakukan setiap hari selama 60 menit.
6. Sajikan susu tanpa menambahkan gula. Susu pertumbuhan adalah
salah satu sumber protein hewani dan mineral kalsium yang mendukung
pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun seringkali susu
disajikan dengan tambahan gula, sehingga meningkatkan risiko
kelebihan berat badan. Ketika memberikan susu pertumbuhan untuk
anak, sebaiknya jangan menambahkan gula, karena pemberian susu
dengan kadar gula yang tinggi membuat anak menjadi terbiasa dengan
rasa yang sangat manis. Pola makan manis perlu dihindari sejak usia
dini.
7. Sarapan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan
perkembangan otak anak, karena lambung kita kosong selama lebih dari
8 jam sejak makan malam. Otak memerlukan energi yang diperoleh
langsung dari makanan. Sarapan yang sehat terdiri dari pangan sumber
karbohidrat (nasi, ubi, mie, roti, sagu, jagung dan serealia lain), pangan
sumber protein (telur, ikan daging, tahu, tempe), sayuran dan buah
(sayuran hijau, tomat, ketimun, pisang, pepaya), dan minuman. Menu
sarapan boleh ditambahkan susu. Untuk menanamkan kebiasaan
sarapan, pastikan menu sarapan mudah dibuat dan disukai oleh anak.
Sarapan sebaiknya memenuhi sekitar 15-35 persen kebutuhan energi
dan zat gizi lainnya.
8. Minumlah air putih sesuai kebutuhan. Anak usia 4-6 tahun butuh
mengonsumsi 5-6 gelas atau 1200- 1500 ml sehari. Sebaiknya anak
tidak dibiasakan minum minuman manis atau bersoda karena jenis
minuman tersebut kandungan gulanya tinggi.
F. Isi Piringku
Untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak usia dini, perlu untuk
mengatur komposisi makanan anak dalam penyajian makanan sekali
makan. Kementerian Kesehatan RI telah mengembangkan konsep “isi
piringku” sebagai pengganti pedoman 4 sehat 5 sempurna sebagai acuan
penyajian porsi makanan untuk sekali makan. Untuk memudahkan
penerapan konsep isi piringku untuk anak usia dini, maka bahan makanan
dikelompokkan menjadi 5 kelompok makanan, yaitu:
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 64
1. Makanan pokok. Makanan pokok mengandung zat penghasil tenaga,
yang dikenal dengan karbohidrat. Adapun beberapa jenis makanan
pokok dapat berupa:
Nasi Jagung rebus Kentang Goreng
2. Lauk Hewani. Lauk hewani adalah sumber protein hewani dan lemak
yang mengandung zat pembangun dan zat tenaga. Adapun beberapa
contoh makanan lauk hewani dapat berupa:
Ikan Goreng Ayam Goreng Telur mata sapi
3. Lauk Nabati. Sumber protein juga bisa didapatkan dari Lauk nabati
seperti kacang-kacangan, tempe, dan tahu. Adapun beberapa contoh
makanan lauk nabati dapat berupa:
Tempe goreng Tahu goreng
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 65
4. Sayuran. Sayuran adalah sumber vitamin dan mineral yang berfungsi
menjalankan proses pengaturan metabolisme tubuh
Beragam sayuran
5. Buah-Buahan. Buah-Buahan juga sumber vitamin dan mineral yang
berfungsi menjalankan proses pengaturan metabolisme tubuh
Buah-buahan
Adapun Secara umum "Isi Piringku" menggambarkan porsi makan yang
dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur,
dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein. Contoh saran
penyajian yang sesuai dengan konsep isi piringku divisualisasikan pada
gambar berikut:
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 66
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 67
G. Rangkuman
1. Gizi diartikan sebagai sesuatu yang mempengaruhi proses perubahan
berbagai macam makanan yang masuk ke dalam tubuh, sehingga dapat
mempertahankan kehidupan. Adapun fungsi zat gizi, yaitu: penghasil
energi tubuh, pembentuk sel jaringan tubuh, dan pengatur fungsi reaksi
biokimia yang ada dalam tubuh.
2. Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh, zat gizi dikelompokkan
menjadi dua macam, yaitu zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan
lemak) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral).
3. 1000 hari pertama kehidupan adalah masa sejak anak dalam
kandungan hingga seorang anak berusia dua tahun, periode ini disebut
sebagai window of opportunity karena pada periode ini terjadi
pertumbuhan otak yang sangat pesat yang mendukung seluruh proses
pertumbuhan anak dengan sempurna sehingga membutuhkan
dukungan gizi yang optimal.
4. Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung
zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan
tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi
makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal. Ada 4
pilar gisi seimbang, yaitu: konsumsi beraneka ragam pangan, Biasakan
Perilaku hidup bersih, lakukan aktivitas fisik secara rutin, dan pantau
berat badan secara berkala
5. Konsep makanan bergizi seimbang “Isi piringku” digunakan sebagai
acuan penyajian porsi makanan untuk sekali makan. Konsep ini
mengelompokkan makanan menjadi 5 kelompok, yaitu makanan pokok,
lauk hewani, lauk nabati, sayuran, dan buah-buahan.
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 68
H. Penugasan
1. Susunlah menu bekal makan anak (usia 4-6 tahun) untuk porsi sekali
makan sesuai dengan panduan isi piringku
2. Lengkapi Tabel bahan makanan yang digunakan dalam menu yang
anda sajikan dengan menuliskan nama bahan makanan pada kolom
yang tersedia dan berikan tanda centang (√) pada kandungan zat gizi
untuk setiap bahan makanan tersebut
Bahan Kandungan Zat Gizi
No
Karbohidrat Protein Lemak Vitamin Mineral
Makanan
3. Sajikan bekal tersebut dalam bentuk yang menarik
4. Dokumentasikan proses pembuatan bekal tersebut
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 69
DAFTAR PUSTAKA
Arifianto, Pratami DH. 2020. Makan Tepat Tumbuh Sehat!. Depok: KataDepan
Buss KE, Jeffrey MW, Evette H. Trauma and Treatment in Early Childhood: A
Review of the Historical and Emerging Literature for Counselors. The
Professional Counselor Vol 5 (2): 225–237. doi:10.15241/keb.5.2.225
Crusto CA, Whitson ML, Walling SM, Feinn R, Friedman SR, Reynolds J, Amer M,
Kaufman JS. Posttraumatic stress among young urban children exposed
to family violence and other potentially traumatic events. J Trauma Stress.
2010 Dec;23(6):716-24. doi: 10.1002/jts.20590. Epub 2010 Nov 30.
PMID: 21171132; PMCID: PMC4098710.
Fikawati, S., Syafiq A., Veratamala A. 2020. Gizi Anak dan Remaja. Depok:
Rajawali Press
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 2015. Flu, Istilah yang Rancu. Tersedia pada
https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/flu-istilah-yang-rancu
Jacques E. 2012. Promoting healthy drinking habits in children. Nursing Times;
108: 41, 20–21
Kahdijah, Armanila. 2017. Permasalahan Anak Usia Dini. Medan: Perdana
Publishing
Kemendikbud RI. 2020. Menjaga Kesehatan Anak Usia Dini. Jakarta: Direktorat
PAUD Kemendikbud
Kemenkes RI. 2018. Flyer: Anak Cacingan. Tersedia pada
https://promkes.kemkes.go.id/flyer-promkes-2018-anak-cacingan
Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor:
2269/MENKES/PER/XI/2011 Pedoman pembinaan perilaku hidup bersih
dan sehat (PHBS), Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2011 tersedia
pada https://promkes.kemkes.go.id/pedoman-phbs
Kemenkes. 2018. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-
gangguan-metabolik/cukup-vitamin-d-dan-sinar-matahari-agar-
mencapai-kepadatan-tulang-yang-optimal (diakses pada 10 oktober
2022)
Marcdante, KJ dkk. 2014. Ilmu Kesehatan Anak Esensial Edisi Keenam.
Singapore: Elsevier
Marliyati, SA. dkk. 2017. Isi Piringku Anak Usia 4-6 Tahun Panduan Praktis Guru
PAUD untuk Pengajaran Pangan dan Gizi. Jakarta: PT.Tirta investama
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 70
Marotz, Lynn R. 2012. Health, Safety, and Nutrition for the Young Child 8th edition.
Cengage Learning
Paramashanti, BA. 2019. Gizi Bagi Ibu dan Anak untuk Kalangan Mahasiswa dan
Kalangan Umum. Yogyakarta: Pustaka Baru Press
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 Tentang
Penanggulangan Cacingan. Tersedia pada
http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._15_ttg_Pen
anggulangan_Cacingan_.pdf
Risky NM, Fakultas keperawatan UNAIR. 2021.
http://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/658-bikin-
tubuh-sehat-ini-5-manfaat-berjemur-di-pagi-hari (diakses pada 10
oktober 2022)
Sartorius N. The meanings of health and its promotion. Croat Med J. 2006
Aug;47(4):662-4. PMID: 16909464; PMCID: PMC2080455.
Sebastiani G, Borrás-Novell C, Casanova MA, Pascual Tutusaus M, Ferrero
Martínez S, Gómez Roig MD, García-Algar O. The Effects of Alcohol and
Drugs of Abuse on Maternal Nutritional Profile during Pregnancy.
Nutrients. 2018 Aug 2;10(8):1008. doi: 10.3390/nu10081008. PMID:
30072661; PMCID: PMC6116049.
Soetjiningsih, IG.N. Gde Ranuh. 2013. Tumbuh Kembang Anak Edisi 2. Jakarta:
penerbit Buku Kedokteran EGC
Susan, J. 2001. Children and Post Traumatic Stress Disorder: What Classroom
Teachers Should Know. ERIC Digest. Retrived from
https://files.eric.ed.gov/fulltext/ED460122.pdf
Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). 2017. 100
Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting)
(RINGKASAN). Tersedia pada
https://www.tnp2k.go.id/images/uploads/downloads/Buku%20Ringkasan
%20Stunting.pdf
Turner HA, Finkelhor D, Ormrod R, Hamby S, Leeb RT, Mercy JA, Holt M. Family
context, victimization, and child trauma symptoms: variations in safe,
stable, and nurturing relationships during early and middle childhood. Am
J Orthopsychiatry. 2012 Apr;82(2):209-219. doi: 10.1111/j.1939-
0025.2012.01147.x. PMID: 22506523.
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 71
Undang-Undang Kesehatan Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009. Tersedia
https://infeksiemerging.kemkes.go.id/download/UU_36_2009_Kesehata
n.pdf
World Health Organization. (2019). Guidelines on physical activity, sedentary
behaviour and sleep for children under 5 years of age. World Health
Organization. https://apps.who.int/iris/handle/10665/311664. License: CC
BY-NC-SA 3.0 IGO
Yani, FF. 2019. Peran Vitamin D pada Penyakit Respiratori Anak. Jurnal
Kesehatan Andalas. 2019; 8(1). Tersedia pada
http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/download/986/863
Modul Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini 72