Setelah mempelajari materi operasi bentuk aljabar, kali ini kamu akan bereksplorasi untuk
mempelajari operasi pecahan bentuk aljabar. Dimana pada prinsipnya operasi pecahan bentuk aljabar
sama dengan operasi pecahan biasa. Tentu kamu ingat bahwa bilangan pecahan adalah bilangan yang
dinyatakan dalam bentuk perbandingan antara pembilang dan penyebut. Jika dimisalkan dan adalah
suatu bentuk aljabar, maka pecahan bentuk aljabar dapat dinyatakan sebagai berikut :
= , ≠ 0
Perhatikan contoh pecahan bentuk aljabar berikut !
12 2 + 8 Pembilang Dari contoh pecahan bentuk aljabar di samping, 6 2 + 4
4 − 4 Penyebut merupakan pembilang, dan 2 − 2 merupakan penyebut.
A, Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Bentuk Aljabar
Masih ingatkah kamu bagaimana suatu bentuk Selesaikanlah !
pecahan dapat dioperasikan? Bagaimana jika
penyebutnya sama ? Bagaimana pula jika penyebutnya 1. 72 4. 12 5
tidak sama? Untuk mengingatnya kerjakan “Ayo 3+3 17 − 17
Mengingat” di samping! 52 54
Setelah sukses mengerjakan “Ayo Mengingat”, 2. 6+3 5. 13 − 7
saatnya mempelajari penjumlahan dan pengurangan
pecahan bentuk aljabar, silahkan kamu pahami dan 3. 88
12 − 9
analisis contoh berikut.
1. Pecahan Bentuk Aljabar Dengan Penyebut Sama
Contoh :
Selesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar berikut!
1. 3+5 2. +5 − −2 INGAT !!
−1 −1
−2 −2
Penyelesaian : Penyelesaian : Suku sejenis adalah
35 8 + 5 − 2 + 5 − ( − 2) suku dengan variabel
− 2 + − 2 = − 2
− 1 − − 1 = − 1 dan pangkat variabel
+ 5 − + 2 yang sama sejenis
= − 1 Suku
− + 5 + 2 dikelompokkan dan
= − 1
dioperasikan
7
= − 1
46
3. 3 +5 + +7
2−9 2−9
Penyelesaian :
3 +5 + +7 = 3 +5+ +7 Suku sejenis dikelompokkan dan dioperasikan
2−9 2−9 2−9
= 3 + +5+7
2−9
= 4 +12
2−9
4. 2+3 +2 − 3 +3 = 2+3 +2−(3 +3)
3 2+ −2 3 2+ −2 3 2+ −2
= 2+3 +2−3 −3 Suku sejenis dikelompokkan dan dioperasikan
3 2+ −2
= 2+3 −3 +2−3
3 2+ −2
= 2−1
3 2+ −2
Sudahkah kamu memahaminya? Jika pemahaman kamu masih kurang, pahami kembali uraian contoh
di atas, setelah itu lengkapi penyajian secara umum penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk
aljabar berikut
Berdasarkan uraian contoh di atas, penjumlahan dan pengurangan pecahan
bentuk aljabar dengan penyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan
pembilang dari pecahan tersebut , secara umum dapat ditulis sebagai
berikut :
… + ⋯
+ = … , ≠ 0
… − ⋯
− = … , ≠ 0
47
2. Pecahan Bentuk Aljabar Dengan Penyebut Berbeda
Penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar hanya bisa dilakukan jika memiliki penyebut yang sama.
Lalu bagaimana jika penyebut pecahan tersebut berbeda? Apa yang harus kamu lakukan? Untuk
menjawabnya, mari mengingat kembali identitas perkalian yang pernah kamu pelajari.
Untuk setiap ∈ ℝ, maka berlaku :
× 1 = 1 × =
Sehingga, 1 disebut sebagai elemen identitas perkalian.
11
× = × = = 1
1
Sehingga, disebut sebagai elemen invers perkalian.
Elemen identitas perkalian tersebut akan digunakan pada penjumlahan dan pengurangan
pecahan bentuk aljabar dengan penyebut berbeda, tujuannya untuk menyamakan penyebut pecahan
bentuk aljabar tersebut. Langkah yang dilakukan adalah dengan mengalikan pecahan bentuk aljabar
tersebut dengan suatu pecahan yang bernilai sama dengan 1 (penyebut dan pembilang bernilai sama)
untuk mendapatkan KPK dari penyebut pecahan bentuk aljabar yang dimaksud. Supaya lebih
memahami, pelajari contoh berikut
Contoh :
Hitunglah penjumlahan dari 3 + 5
7 2
Soal tersebut memiliki penyebut yang berbeda, yaitu 7 dan 2 sehingga harus disamakan terlebih
dahulu dengan cara mengalikan pecahan bentuk aljabar tersebut dengan suatu pecahan yang bernilai
sama dengan 1 (pembilang dan penyebut bernilai sama) untuk mendapatkan KPK dari 7 dan 2 , maka
diperoleh :
3 + 5 = (3 × 2 ) + ( 5 × 2 ) 2 = 1 dan 7 = 1, sehingga tidak merubah nilai dari soal
2 7
7 2 7 2 2 2
= 6 + 35 Aturan penjumlahan dengan penyebut yang sama
14 14
= 6 +35
14
Bagaimana, apakah kamu memahami konsep dari penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk
aljabar dengan penyebut berbeda pada uraian di atas, untuk lebih memahaminya, pelajari uraian
contoh pada halaman setelah ini.
48
CONTOH
Selesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar berikut !
3 +4 Disamakan penyebutnya, maka KPK dari + 1 dan adalah
( + 1) × = 2 +
+1
Penyelesaian :
3 + 4 = 3 × + 4 × +1
+1 +1 +1
= 3 + 4 +4 Aturan pecahan bentuk aljabar dengan penyabut sama
2+ 2+ Suku sejenis pada pembilang dioperasikan
= 3 +4 +4
2+
= 7 +4
2+
−6 − +4
9
Penyelesaian : Disamakan penyebutnya, maka KPK dari 9 dan adalah 9 × = 9
Aturan pecahan bentuk aljabar dengan penyabut sama
−6 − +4 = −6 × − +4 × 9
9 9 9
= 2−6 − 9 +36
9 9
= 2−6 −(9 +36)
9
= 2−6 −9 −36 Suku sejenis pada pembilang dioperasikan
9
= 2−15 −36
9
bentuk aljabar dengan penyebut sama
5 + 5
4 3 2
Penyelesaian :
5 + 5 = 5 × + 5 × Disamakan penyebutnya, maka KPK dari 4 dan 3 2
4 3 2 4 3 2 adalah 4 2
= 5 + 2 Aturan peAcathuarannbepnetcuakhaalnjabar dengan penyabut sama
4 2 4 2
= 5 +2
4 2
49
Contoh :
2 − +3
−1 2−1
Penyelesaian : Bentuk 2 − 1 difaktorkan dengan faktorisasi
selisih kuadrat, diperoleh ( − 1)( + 1)
2 − +3 = 2 − +1
−1 2−1 −1 ( −1)( +1)
= 2 × ( +1) − +1 Disamakan penyebutnya, sehingga 2 × (( ++11)).
( −1)
( −1) ( +1) ( −1)( +1)
= 2 2+2 − +1 Aturan pecahan bentuk aljabar dengan
( −1)( +1) ( −1)( +1) penyebut sama
= 2 2+2 −( +1)
( −1)( +1)
= 2 2+2 − −1 Suku sejenis pada pembilang dioperasikan
( −1)( +1)
= 2 2+ −1
( −1)( +1)
Tentukan hasil dari operasi pecahan bentuk aljabar berikut!
1. 2+3 −2 + 2−2 +4 = 2+3 −2+ 2−2 +4
2−4 2−4 2−4
= 2+⋯+3 −⋯−2+⋯
…
= …+⋯+⋯+⋯
…
2. 3 + 9 = 3 × 3−2 + 9 × …−⋯
2 −3 3−2 2 −3 …−⋯ 3−2 2 −3
= …−6 2 + 18 −⋯
(2 −3)(…−⋯ ) (…−⋯ )(3−2 )
= −6 2+9 +⋯−⋯
(…−⋯ )(…−⋯ )
= −6 2+⋯−⋯
(…−⋯ )(…−⋯ )
Sudahkah kamu memahaminya? Jika pemahaman kamu masih kurang, pahami kembali uraian contoh
di atas, setelah itu lengkapi penyajian secara umum penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk
aljabar berikut !
Berdasarkan uraian contoh di atas, penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk
aljabar dengan penyebut berbeda dilakukan dengan menyamakan penyebut
terlebibih dahulu kemudian dijumlahkan atau dikurangkan, secara umum dapat ditulis
sebagai berikut :
+ = × … + × = …+⋯ , dan ≠ 0
…
− = × − × … = …−⋯ , dan ≠ 0 50
…
B. PERKALIAN & PEMBAGIAN PECAHAN
BENTUK ALJABAR
Sebelum mempelajari perkalian dan pecahan bentuk aljabar, ingat Selesaikanlah !
kembali materi perkalian dan pembagian bentuk pecahan dengan
menyelesaikan “Ayo Mengingat” di samping. Kerjakan dengan 1. 41 4. 84
teliti, untuk memudahkan kamu mempelajari perkalian dan 3×2 3÷7
pembagian pecahan bentuk aljabar. 2. 73 5. 11 1
Setelah sukses mengerjakan “Ayo Mengingat”, saatnya 4×7 15 ÷ 6
mempelajari perkalian dan pembagian pecahan bentuk aljabar, 3. 57 6. 4 23
silahkan kamu pahami dan analisis contoh berikut. 6×9 5 ÷ 25
1. Perkalian Pecahan Bentuk Aljabar
Contoh :
Hitunglah perkalian pecahan bentuk aljabar berikut.
1. 6 × = 6× = 6 2. 3 2 × 2 = 3 2×2 = 6 2
2 9 2×9 9 2
5 7 5 ×7 35
3. 2 × 2− 2 = 2 × (… − … ) 4. −5 × 2 +3 = ( − 5) × (… + … )
− − (… − … ) × (2 ) − +1 −4 (… + …) × ( − 4)
= 4−⋯ … + 3 − ⋯ − 15
…−2 2 = −… … 2 …+ ⋯ + − ⋯
= ………
Suku sejenis dioperasikan
Sudahkah kamu memahaminya? Jika pemahaman kamu masih kurang, pahami kembali uraian contoh di
atas, setelah itu lengkapi penyajian secara umum perkalian pecahan bentuk aljabar berikut !
Berdasarkan uraian contoh di atas, perkalian pecahan bentuk aljabar adalah
perkalian pembilang dengan pembilang dibagi perkalian penyebut dengan penyebut,
secara umum dapa dituliskan sebagai berikut :
… × … …
× = … × … = … , ≠
51
x
2. Pembagian Pecahan Bentuk Aljabar
Contoh :
Hitunglah pembagian pecahan bentuk aljabar berikut !
1. 4 ÷ 2 = 4 × 7 Mengikuti aturan 2. +2 ÷ −10 = +2 × 4
perkalian pecahan 54 5 −10
3 7 3 2 bentuk aljabar
= 4 ×7 = ( +2)×4 Mengikuti aturan
5×( −10) perkalian pecahan
3 ×2 bentuk aljabar
= 28 2 = 4 +8
6 2
5 −10
3. 4 ÷ 2 +2 = 4 × 2+ 4. −1 ÷ 1+ = … × …
2+ 2 +2
+1 1− … …
= 4 × (… + …) = (……… ) × (……… )
× (… + …) (……… ) (……… )
………
=…+… = ……... Suku sejenis
dikelompokkan dan
…+… = ……… dioperasikan
………
= …….…
………
Sudahkah kamu memahaminya? Jika pemahaman kamu masih kurang, pahami kembali uraian contoh di
atas, setelah itu lengkapi penyajian secara umum pembagian pecahan bentuk aljabar berikut.
Berdasarkan uraian contoh di atas, pembagian dua pecahan
bentuk aljabar adalah perkalian dari pecahan pertama dengan
kebalikan dari pecahan kedua, secara umum dapat ditulis
sebagai berikut :
… … …
÷ = × = … × … = … , ≠ 0
52
C. PEMANGKATAN PECAHAN BENTUK ALJABAR
Masih ingat dengan pemangkatan suatu bilangan pecahan? Selesaikanlah ! 4. 4 3
Kerjakan “Ayo Mengingat disamping untuk menggali kembali 1. 1 5 (7)
pemahamanmu tentang pemangkatan bilangan pecahan. (2)
Pemangkatan pecahan bentuk aljabar pada dasarnya sama 2. 3 3 5. 1 4
dengan pemangkatan pecahan biasa. Definisi bilangan (4) (6)
berpangkat juga berlaku pada pemangkatan pecahan bentuk 3. 9 2
aljabar. Untuk memahaminya, pelajari uraian contoh berikut. (4)
Contoh :
Selesaikanlah pemangkatan pecahan bentuk aljabar berikut !
1. (2)3 = 23 = 8
3 3
2. ( +−23)2 = ( −2)2
( +3)2
= ( −2)( −2) Cara lain dengan memanfaatkan
( +3)( +3) ( − )2 = 2 − 2 + 2 dan
( + )2 = 2 + 2 + 2
= 2−2 −2 +4
2+3 +3 +9 Sehingga
= 2−4 +4 ( − 2)2 = 2 − 2. . 2 + 22 = 2 − 4 + 4
2+6 +9 ( + 3)2 = 2 + 2. . 3 + 32 = 2 + 6 + 9
3. ( 2 = ( )2 = 2 2 = 2 2
(2 )2 22 2 2 4 2 2
2 )
4. (−3 2 )4 = (−3 2 )4
(2 )4
2
= (−3)4 8 4
24 4 4
= 81 8 4
16 4 4
= 81 8−4 4−4
16
= 81 4
16
53
AYO BERLATIH !
Tentukan hasil pemangkatan pemangkatan pecahan bentuk aljabar berikut.
Silahkan dicoba !
1. ( 2 2 = …… = …
(3 ) … 32……
3 )
2. (131 5 2 )3 = (15 )…
( … )3
= 153…… …
133 …… × …
= 153 ……
133 …… …
3. ( 3−2 2 = ( 3 − 2)2 INGAT !!!
(… − 10)2 × = +
2 −10 ) dengan ≠ 0 ; ,
= ( 3 − … ) × ( 3 − … ) Suku sejenis dioperasikan
(… − 10) × (… − 10)
= 6 − … −2 3+ …
… −20 − … +102
= 6 − … + …
… −40 +100
Sudahkah kamu memahaminya? Jika pemahaman kamu masih kurang, pahami kembali uraian contoh
di atas, setelah itu pahami penyajian secara umum pemangkatan pecahan bentuk aljabar berikut.
Berdasarkan uraian contoh di atas, pemangkatan pecahan bentuk aljabar
dilakukan dengan memangkatkan pembilang dan penyebut dari pecahan
tersebut, secara umum dapat ditulis sebagai berikut :
54
Menyederhanakan suatu bilangan pecahan berarti membagi
pembilang dan penyebut dengan faktor sekutu (faktor yang
sama) dari keduanya, dengan kata lain menyederhanakan bilangan Sederhanakanlah !
pecahan dapat dilakukan mencoret atau menghilangkan faktor
sekutunya. Sehingga pecahan dikatakan sederhana jika 1. 9 4. 32
pembilang dan penyebut pecahan tersebut tidak lagi memiliki 12 80
faktor persekutuan, kecuali 1. Untuk mengingat kembali
menyederhanakan bilangan pecahan, kerjakan “Ayo Mengingat” 2. 15 5. 7
90 28
3. 2
8
di samping. Setelah selesai pelajari uraian berikut.
Contoh :
Selesaikan pecahan bentuk aljabar berikut dan nyatakan hasilnya dalam bentuk yang paling
sederhana.
1. 2− −12 = ( −4)( +3) 2 − − 12 dijabarkan dalam bentuk faktor-faktornya supaya dapat
−4 ( −4) disederhanakan, sehingga 2 − − 12 = ( − 4)( + 3).
= + 3
2. 2+3 −10 = ( −2)( +5) 2 + 3 − 10 dan 2 2 + 11 + 5 dijabarkan dalam bentuk faktor-
2 2+11 +5 ( +5)(2 +1)
faktornya supaya dapat disederhanakan, sehingga
= ( −2) 2 + 3 − 10 = ( − 2)( + 5) dan
2 2 + 11 + 5 = ( + 5)(2 + 1)
(2 +1)
3. 10 2 × 6 2 2 = 10 2 × 6 2 2 Mengukuti aturan perkalian pecahan bentuk aljabar
3 2 5 2 2 3 2 × 5 2 2
= 5 2(2) × 3 2 2 (2 ) Disederhanakan dengan menghilangkan faktor yang sama
3 2 × 5 2( )
= 2 × 2
= 4
4. 2−2 + 2 ÷ − = 2−2 + 2 × −1 Mengukuti aturan pembagian
2−1 −1 2−1 − pecahan bentuk aljabar
= 2−2 + 2× −1 2 − 2 + 2 × − 1 dan 2 − 1
2−1× − dijabarkan dalam bentuk faktor-faktornya
supaya dapat disederhanakan, sehingga
= ( − )( − )( −1) 2 − 2 + 2 × − 1 = ( − )( − )
( −1)( +1)( − ) dan 2 − 1 = ( − 1)( + 1)
= ( − )
( +1)
55
NX
1. Sederhanakan pecahan aljabar berikut.
6 2 −2 2 = 2 ( … − … ) 6 2 = 2 × 3 × 2 ×
4 2 ( … ) 2 2 = 2 × × 2
4 = 22 × ×
= (…−… ) Sehingga FPB dari 6 2 , 2 2 dan 4 adalah perkalian faktor
yang sama yang memiliki pangkat terkecil, yaitu 2 × × = 2
(… )
2. Selesaikan operasi pengrangan pecahan aljabar berikut dan nyatakan jawabanmu dalam bentuk yang
paling sederhana.
2+3 +2 − 3 +3 = … − (3 +3) Mengukuti aturan pembagian pecahan bentuk aljabar
2−2 +2 2−2 +2 2−2 +2
Suku sejenis dikelopmpokkan dan dioperasikan
= 2 + … + … − 3 − …
Dijabarkan dengan faktorisasi bentuk selisih kuadrat
… supaya dapat disederhanakan
= 2 + … − 3 − … − 3
…
= 2−1
2−2 +2
Dijabarkan dengan
faktorisasi bentuk 2 + = ( − … ) ( + … )
+ , ≠ 1 supaya ( − … ) ( + … )
dapat disederhanakan = ……
……
56
Kamu tahu apa itu pecahan bersusun bentuk aljabar? Yaitu, jika
pembilang atau penyebut, atau keduanya dari pecahan bersusun tersebut Sederhanakanlah !
adalah pecahan bentuk aljabar juga, maka disebut dengan pecahan
bersusun (pecahan kompleks) bentuk aljabar. 1. 1 + 4 3. 7 + 3
Menyederhanakan pecahan bersusun bentuk aljabar adalah 2 3 4. 8 5
3 2
mengubah pecahan bersusun tersebut menjadi pecahan bentuk aljabar 4 − 3 4 − 2
yang sederhana, yaitu ketika pembilang dan penyebut tidak memiliki 6 9
faktor yang sama, kecuali 1. 2. 5 3 5 1
2 − 2 3 + 3
Untuk menyederhanakannya kamu membutuhkan semua konsep
5 + 1 2 + 2
9 3 5
operasi hitung pecahan bentuk aljabar yang sudah kamu pelajari
sebelumnya. Tetapi sebelum itu, kerjakan “Ayo Mengingat” di atas untuk
memudahkan kamu mempelajari materi pecahan bersusun. Jika sudah
selesai pelajari uaraian berikut.
Contoh :
Sederhanakan pecahan bersusun berikut.
1. = 2 − 3 ( 2 × )−( 3 × ) Disamakan penyebutnya dengan mengikuti aturan
( 5 × 22)+( 62× ) penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar
5 + 62
= ( 2 )−( 3 )
( 5 2 2 )+( 62 )
2 −3
= sama artinya dengan ÷
5 2+6
2
= 2 −3 ÷ 5 2+6 Mengikuti aturan pembagian pecahan bentuk aljabar
2
= 2 −3 × 2
5 2+6
= (2 −3 )×( 2 )
( )×(5 2+6 )
= (2 −3 ) × ( ) 2 diubah menjadu ( )
( ) × (5 2+6 )
= (2 −3 )×
(5 2+6 )
= 2 −3 2
5 2+6
57
58
Ayo Berlatih !
Sederhanakan pecahan bersusun bentuk aljabar berikut.
=1 − 1 ( 1 × … ) − ( 1 × … )
… …
Disamakan penyebutnya
1 − 1 ( 1 × … )−( 1 × … )
2 2 2 … 2 …
=( … ) − ( … )
( … ) + ( … ) Mengikuti aturan penjumlahan dan
2 2 2 2 pengurangan pecahan bentuk aljabar
…−…
=
…… + …
2 2
= …−… ÷ …+… Mengikuti aturan pembagian pecahan bentuk aljabar
2 2
= … − … × 2 2
… + …
= ( … − … ) × ( 2 2)
( ) × ( …… + …… )
= ( … − … ) × (… ) dikeluarkan dari 2 2 sehingga dapat dicoret
( ) × ( …… + …… ) dengan pada penyebut untuk disederhanakan
= ( …−… )×( … )
( …… + …… )
= 2− 2
2+ 2
Setelah saya mempelajari materi pecahan bentuk aljabar, yang dapat saya pahami adalah bahwa,
penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar hanya bisa dilakukan jika
.....................................................................................................................................................................................................
R Perkalian pecahan bentuk aljabar adalah perkalian ....................................................... dengan
E ….......................................... dibagi perkalian ................................................ dengan ……………………….
F
L Pembagian dua pecahan bentuk aljabar dilakukan dengan mengalikan ..............................................................
E dengan kebalikan dari ................................................
K
S Pemangkatan pecahan bentuk aljabar dilakukan dengan ............................................ pembilang dan penyebut
I dari pecahan tersebut.
ztx Pecahan bentuk aljabar dikatakan sederhana jika pembilang dan penyebutnya tidak memiliki
..............................................................................., kecuali .........
Pecahan bersusun bentuk aljabar adalah jika ................................................. atau .................................................., atau
keduanya dari pecahan bersusun tersebut adalah …………… 59
1. Selesaikan operasi hitung bentuk aljabar berikut. Nyatakan jawabanmu dalam bentuk paling
sederhana
a. 25 −15 − 13 +12
9 +6 9 +6
b. − 1 +
1−
2. Tentukan bentuk sederhana dari 2− −2 × −3
2+ −12 −2
3. Tentukan hasil pembagian dari +1 ÷ −1
3 6
4. Uraikan hasil pemangkatan bentuk aljabar berikut !
−2 2
( + 1)
5. Sederhanakan pecahan bersusun bentuk aljabar berikut.
1 − 2 2
− −
2 2 − 3 3
− −
60
As’ari, Abdur Rahman dkk. 2017. Buku Guru Matematika. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud
As’ari, Abdur Rahman dkk. 2017. Matematika. Jakarta: Pusat Kurikulum
dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud
Channel, RuangBelajar.“Biografi Al Khawarizmi (Sang Bapak
Matematika).” Yutube, diunggah oleh penulis, 2 Juni 2021,
https://www.youtube.com/watch?v=y9XgMW5zbFA&t=266s
Krismasari, Elvira Resa. 2015. Modul Matematika Aljabar Berbasis
Pendekatan Kontekstual Untuk Siswa SMP/MTs. Ponorogo
Silviana, Eka dkk. 2020. Matematika Kumpulan Soal Cerita Aljabar dan
Pembahasannya SMP/MTs. Malang: Ahlimedia Press
Sugijono, M. Cholik Adinawan. 2013. Matematika SMP/MTs jilid 1A
Kelas VII Berdasarkan Kurikulum 2016. Jakarta: Erlangga
Sujatmiko, Ponco. 2010. The Essentials Of Mathematics. Solo: PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri
Zahiro, AmiliaZakiyatuz. “Penerapan Aljabar Dalam Kehidupan Sehari-
hari.” Youtube, diunggah oleh penulis, 23 Juli 2021,
https://www.youtube.com/watch?v=Of5Xc8qVyag