YUK, MENGENAL
PENGUMPULAN DATA
(e-Modul Materi Matematika Kelas V SD/MI Pelajaran 5 Subpelajaran 1)
DISUSUN
OLEH
NURUL ZAINI DEVI ANDRI (1183111118)
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan nikmat karunia-
Nya yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan serta kelapangan waktu sehingga
penulis dapat menyelesaikan tugas rutin membuat bahan ajar ini tepat pada waktunya.
Ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada dosen pengampu mata kuliah
Pengembangan Bahan Ajar dan Media Matematika di SD yaitu Ibu Elvi Mailani , S.Si, M.Pd.
karena bimbingannya sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas ini.
Semoga dengan penyusunan tugas ini dapat menambah pengetahuan, meningkatkan
cara berpikir kritis dan melatih kreativitas mahasiswa. Dalam penyusunan dan penulisan
tugas ini, penulis sadar betul akan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman sehingga
terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis memohon maaf atas kekurangan
tersebut dan sangat mengharapkan kritik serta saran yang membangun agar dalam
penyusunan tugas selanjutnya dapat lebih baik lagi.
Medan, April 2021
Penyusun
2
DAFTAR ISI
KATAPENGANTAR ................................................................................................ 2
DAFTAR ISI .............................................................................................................. 3
PETUNJUK UMUM PENGGUNAAN MODUL ...................................................... 4
PENDAHULUAN ....................................................................................................... 6
I. KOMPETENSI INTI ............................................................................ 7
II. KOMPETENSI DASAR ....................................................................... 7
III. INDIKATOR ........................................................................................ 8
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN ............................................................... 8
V. PETA KONSEP .................................................................................... 9
PEMBELAJARAN .................................................................................................. 10
I. URAIAN MATERI ............................................................................. 10
II. LEMBAR KERJA .............................................................................. 23
III. LATIHAN MANDIRI ........................................................................ 25
KESIMPULAN ........................................................................................................ 28
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 29
3
PETUNJUK UMUM PENGGUNAAN MODUL
e-Modul Matematika Kelas 5 Semester 2 Pembelajaran 5 Subpelajaran 1 khusus
tentang “pengumpulan data” ini terdiri dari 3 unsur utama yaitu; (1) uraian materi; (2) lembar
kerja, dan (3) latihan mandiri.
Petunjuk:
Contoh uraian materi. Untuk memahami
isi uraian materi tersebut bacalah dengan
seksama dan cermati setiap bagian-
bagiannya. Di dalam uraian materi juga
memuatgambar-gambar yang relevan
terkait uraian materi.
Petunjuk:
Contoh gambar relevan yang dimasukkan
dalam uraian materi. Di bawah gambar
biasanya terdapat tulisan miring yang
menunjukkan keterangan gambar, seperti
sumber gambar.
Petunjuk:
Contoh lembar kerja. Lembar kerja
dikerjakan secara kelompok. Patikan
kamu memiliki kelompok dan usahakan
teman sekelompokmu merupakan teman-
teman yang dekat dengan lingkungan
sekitar rumahmu.
Petunjuk:
Contoh latihan mandiri. Latihan mandiri
merupakan kumpulan soal yang harus
dikerjakan secara individu. Kerjakan
latihan mandiri tersebut di buku tugas
kamu (buku tulis).
4
5
PENDAHULUAN
Pandangan siswa sekolah dasar terhadap Matematika adalah Matematika itu sulit,
membingungkan, dan memerlukan daya fikir yang kuat. Untuk memahami matematika maka
kita harus mengenal matematika. Seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang“.
Matematika adalah suatu alat untuk mengembangkan cara berpikir, karena itu
matematika sangat diperlukan baik untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari
maupun untuk menunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Offirston, 2014:1). Ini
berarti ahwa belajar Matematika untuk mempersiapkan siswa agar mampu menggunakan pola
pikir matematika dalam kehidupan kesehariannya dan dalam mempelajari ilmu pengetahuan
lain.
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi
modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir
manusia (Depdiknas, 2006:147).Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai suatu usaha yang
sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk
menjadikan seseorang bisa mencapai tujuan kurikulum (Kosasih, 2014:11). Suatu
6
pembelajaran berlangsung secara efektif apabila tujuannya tercapai sesuai dengan yang telah
direncanakan.
Menurut Rora Rizky Wandini (2019), pembelajaran Matematika merupakan kegiatan
belajar matematika yang memiliki rencana terstuktur dengan melibatkan pikiran, aktifitas
dalam pengembangan kemampuan pemecahan masalah serta penyampaian informasi
gagasan.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika
di sekolah dasar merupakan salah satu kajian yang penting untuk diberikan kepada semua
siswa mulai dari sekolah dasar untuk membekali siswa dengan kemampuan menghitung dan
mengolah data. Kompetensi tersebut diperlukan agar siswa dapat memiliki kemampuan
memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan
yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif. Pembelajaran Matematika juga dapat
digunakan untuk sarana dalam pemecahan masalah dan mengomunikasikan ide atau gagasan
dengan menggunakan simbol, tabel, diagram, dan media lain.
Sekolah dasar merupakan bagian dari satuan pendidikan dasar yang menjadi program
wajib belajar pemerintah. Salah satu materi Matematika di sekolah dasar adalah pengumpulan
dan penyajian data. Sangat penting bagi siswa untuk mempelajari dan memahami materi ini.
Untuk itu dibuatlah modul ini, namun hanya terfokus pada subpelajaran 1 yaitu pengumpulan
data. Diharapkan melalui bacaan dan pembelajaran ini, siswa dapat menguasai betul materi
tersebut.
I. KOMPETENSI INTI :
Kompetensi Inti Pengetahuan : Memahami pengetahuan faktual dengan cara
mengamati, dan mencoba menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah
dan di tempat bermain.
Kompetensi Inti Keterampilan : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang
jelas, sistematis dan logis, dan kritis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang
mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak
beriman dan berakhlak mulia.
7
II. KOMPETENSI DASAR : 3.7 Menjelaskan data yang berkaitan dengan diri
peserta didik atau lingkungan sekitar serta cara
pengumpulannya.
4.7 Menganalisis data yang berkaitan dengan diri
peserta didik atau lingkungan sekitar serta cara
pengumpulannya.
III. INDIKATOR
3.7.1 Menguraikan data diri.
3.7.2 Menguraikan data lingkungan sekitar.
3.7.3 Mendiferensiasikan cara pengumpulan data.
4.7.1 Menganalisis data yang berkaitan dengan diri peserta didik.
4.7.2 Menganalisis data yang berkaitan dengan lingkungan sekitar.
4.7.3 Mengumpulkan data yang berkaitan dengan diri peserta didik menggunakan suatu
cara pengumpulan data.
4.7.4 Mengumpulkan data yang berkaitan dengan lingkungan sekitar menggunakan suatu
cara pengumpulan data.
8
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan pembelajaran yang diharapkan tercapai dalam pembelajaran ini adalah agar
siswa:
1. Dengan pengamatan, siswa dapat menyebutkan data diri dan lingkungan.
2. Dengan mengamati gambar dan teks serta melakukan kegiatan, siswa dapat
menjelaskan cara mengumpulkan data.
3. Dengan mengamati gambar dan penjelasan guru, siswa dapat menganalisis
data diri atau lingkungan.
4. Melalui pengamatan gambar dan penjelasan guru, siswa dapat
mengumpulkan data.
V. PETA KONSEP
PENGUMPULAN DATA
Pengertian Data Pengertian Macam Cara
Pengumpulan Data Pengumpulan Data
1.Tes
2.Wawancara
3.Isian Singkat
4.Angket (kuesioner)
5.Pencatatan
Langsung
6.Observasi
(pengamatan)
9
PEMBELAJARAN
I. URAIAN MATERI
“PENGUMPULAN DATA”
(Sumber gambar: Purnomosidi, dkk. 2018. Senang Belajar Matematika. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.)
Sebelum menyajikan atau mengolah data, tentunya harus terdapat data yang akan
disajikan atau diolah terlebih dahulu. Data tersebut diperoleh dari kegiatan mengumpulkan
data. Mengumpulkan data dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi. Dari
penjelasan tersebut, siswa dapat menarik kesimpulan bahwa data merupakan keterangan
nyata yang diperoleh dari proses pengamatan, wawancara, atau penelitian.
A. Pengertian Data
10
Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum,
berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-
hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah
hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-
kata, atau citra.
Menurut Wikipedia, data adalah bahan keterangan berupa himpunan fakta, angka,
huruf, grafik, tabel, lambang, objek, dan kondisi situasi. Data merupakan bahan baku
informasi. Untuk mencapai tujuan suatu penelitian, peneliti memerlukan data yang benar
yang dapat diperoleh di lapangan sesuai dengan topik dalam penelitiannnnya.
Secara umum data terbagi menjadi dua, yaitu data primer dan data skunder. Data primer
adalah data yang diperoleh langsung di lapangan, sedangkan data sekunder adalah data yang
diperoleh secara tidak langsung di lapangan.
Data merupakan keterangan yang nyata yang dapat diakui kebenarannya. Data sendiri
sebenarnya bukanlah hasil final. Sehingga nantinya menjadi informasi yang valid. Bagi
pemangku kebijakan, data merupakan alat untuk menentukan langkah berikutnya.
Contoh, seorang guru menggunakan data nilai, data kehadiran siswa, dan data sikap
siswa untuk menentukan metode dan program pembelajaran selanjutnya. Begitu juga
pemerintah yang membutuhkan datarakyatnya dalam menentukan kebijakan berikutnya.
B. Pengertian Pengumpulan Data
(Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/anoojDzBspBDZ4ha7)
11
Pengumpulan data adalah aktivitas mencari data yang dibutuhkan dalam rangka
mencapai suatu tujuan penelitian sosial. Pengumpulan data merupakan kegiatan di lapangan
untuk memperoleh data yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian.
Pengumpulan data ialah sebuah proses yang dilakukan untuk mendapatkan data-data
yang dibutuhkan. Ada beberapa cara dalam proses pengumpulan data, seperti tes,
menyebarkan angket, bertanya langsung, pengamatan, dan sebagainya.
Setelah melakukan pengumpulan data, kita juga diharapkan mampu memahami dan
mengetahui data-data yang dibutuhkan. Seperti mengumpulkan data ukuran sepatu siswa
kelas 5. Setelah itu, siswa juga harus tahu berapa saja ukuran sepatu siswa kelas 5 tersebut.
Gambar di atas adalah contoh hasil pengumpulan data berupa nilai Bahasa Batak
kelas V SD Cinta Sumut. Dari data di atas dapat diketahui jumlah siswa yang mendapat nilai
70, 75, 80, dan sebagainya. Tidak hanya itu, dari data tersebut juga dapat diketahui apa nilai
tertinggi dan terendahnya.
C. Macam-Macam Cara Pengumpulan Data
Ada banyak macam cara pengumpulan data, diantaranya ialah sebagai berikut.
(1)Tes
(Sumber gambar: https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fi2.wp.com%2Fbatasketik.com)
12
Setiap akhir pembahasan guru mengadakan ulangan harian. Pada akhir semester juga
guru memberikan tes. Tes digunakan untuk menguji kemampuan siswa dalam mempelajari
materi yang sudah diajarkan. Hasil tes akan mendapatkan data skor siswa.
Adapun jenis-jenis tes adalah sebagai berikut.
a. Tes Intelegensi
Tes kemampuan intelektual, mengukur taraf kemampuan berpikir, terutama
berkaitan dengan potensi untuk mencapi taraf prestasi tertentu dalam belajar di
sekolah (Mental ability Test; Intelegence Test; Academic Ability Test; Scholastic
Aptitude Test). Jenis data yang dapat diambil dari tes ini adalah kemampuan
intelektual atau kemampuan akademik.
b. Tes Bakat
Tes kemampuan bakat, mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil
dalam bidang studi tertentu, program pendidikan vokasional tertentu atau bidang
pekerjaan tertentu, lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan intelektual (Test
of Specific Ability; Aptitude Test). Kemampuan khusus yang diteliti itu mencakup
unsur-unsur intelegensi, hasil belajar, minat dan kepribadian yang bersama-sama
memungkinkan untuk maju dan berhasil dalam suatu bidang tertentu dan
mengambil manfaat dari pengalaman belajar di bidang itu.
c. Tes Minat
Tes minat, mengukur kegiatan-kegiatan yang paling disukai seseorang. Tes
macam ini bertujuan membantu orang muda dalam memilih macam pekerjaan yang
kiranya paling sesuai baginya (Test of Vocational Interest).
d. Tes Kepribadian
Tes kepribadian, mengukur ciri-ciri kepribadian yang bukan khas bersifat
kognitif, seperti sifat karakter, sifat temperamen, corak kehidupan emosional,
13
kesehatan mental, relasi-relasi social dengan orang lain, serta bidang-bidang
kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam penyesuaian diri. Tes Projektif,
meneliti sifat-sifat kepribadian seseorang melalui reaksi-reaksinya terhadap suatu
kisah, suatu gambar atau suatu kata; angket kepribadian, meneliti berbagai ciri
kepribadian seseorang dengan menganalisis jawaban-jawaban tertulis atas sejumlah
pertanyaan untuk menemukan suatu pola bersikap, bermotivasi atau bereaksi
emosional, yang khas untuk orang itu.
(Sumber gambar:
https://www.google.com/url?sa=i&url=http%3A%2F%2Fluckpsychologist.blogspot.com%2F2014%
2F&psig=AOvVaw2coaaQkqpNCUkHN1kbmhmp&ust=1617692318278000&source=images&cd=v
fe&ved=0CA0QjhxqFwoTCICDloDF5u8CFQAAAAAdAAAAABAD)
(2)Wawancara
(Sumber gambar: https://www.google.com/imgres?imgurl=http://3.bp.blogspot.com)
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan
tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Seiring perkembangan teknologi,
14
metode wawancara dapat pula dilakukan melalui media-media tertentu, misalnya telepon,
email, atau skype. Wawancara terbagi atas dua kategori, yakni wawancara terstruktur dan
tidak terstruktur.
(Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/A9cW3hcCoCjCJ5Am9)
a. Wawancara Terstruktur
Dalam wawancara terstruktur, peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi apa
yang hendak digali dari narasumber. Pada kondisi ini, peneliti biasanya sudah
membuat daftar pertanyaan secara sistematis. Peneliti juga bisa menggunakan
berbagai instrumen penelitian seperti alat bantu recorder, kamera untuk foto, serta
instrumen-instrumen lain.
b. Wawancara Tidak Terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas. Peneliti tidak menggunakan
pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan spesifik, namun hanya
memuat poin-poin penting dari masalah yang ingin digali dari responden.
(3)Isian Singkat
Isian singkat merupakan metode pengumpulan data dengan angket atau kuisioner.
(Sumber gambar: https://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com)
15
(4)Angket (Kuesioner)
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung
(peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan
datanya juga disebut angket, yang berisi sejumlah pertanyaan yang harus dijawab atau
direspon oleh responden. Responden mempunyai kebiasaan untuk memberikan jawaban atau
respon sesuai dengan persepsinya.
(Sumber gambar: https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2F2.bp.blogspot.com%2F-
DNvzc2Ph1dI%2FWttCc_M6iMI%2FAAAAAAAAAz0%2Fy3HhFGM3d9wO4DEBvQumCFvCm2t3O71IQCLcB
GAs%2Fs1600%2Fimages%252B%2525281%252529.jpg)
Angket atau kuesioner merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden
untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan. Sebaiknya pertanyaan dibuat
dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan kalimat pendek dengan maksud yang
jelas. Penggunaan kuesioner sebagai metode pengumpulan data terdapat beberapa
keuntungan, diantaranya adalah pertanyaan yang akan diajukan pada responden dapat
distandarkan, responden dapat menjawab kuesioner pada waktu luangnya, pertanyaan yang
diajukan dapat dipikirkan terlebih dahulu, sehingga jawabannya dapat dipercaya
dibandingkan dengan jawaban secara lisan, serta pertanyaan yang diajukan akan lebih tepat
dan seragam.
16
(Sumber gambar: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.pngdownload.id)
Kuesioner dapat dibagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut.
a. Kuesioner tertutup
Setiap pertanyaan telah disertai sejumlah pilihan jawaban. Responden hanya
memilih jawaban yang paling sesuai.
b. Kuesioner terbuka
Dimana tidak terdapat pilihan jawaban, sehingga responden harus
memformulasikan jawabannya sendiri.
c. Kuesioner kombinasi terbuka dan tertutup
Dimana pertanyaan tertutup kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka.
d. Kuesioner semi terbuka
Pertanyaan yang jawabannya telah tersusun rapi, tetapi masih ada
kemungkinan tambahan jawaban.
(Sumber gambar:
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fkaryailmiahterbaik.blogspot.com%2F2017%
2F09%2Fteknik-pengumpulan-data-kuantitatif.html)
17
Contoh Alat Instrumen Angket
• Angket Terbuka
(Gambar di atas merupakan contoh konkret dari angket tertutup. Sumber gambar:
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.bungfei.com%2F2018%2F05%2Fcontoh-
angket-terbuka-dan-tertutup.html)
Angket terbuka atau open ended questionnaire memberi kesempatan kepada responden
untuk memberi jawaban secara bebas dengan menggunakan kalimatnya sendiri. Misalnya
sebagai berikut. Bagaimana pendapat Anda kalau terjadi hal-hal berikut.
1. Pelajaran Bahasa Inggris di SD dihapus. Jawabannya ...
2. Pelajaran bahasa Inggris di SD dijadikan mata pelajaran muatan lokal. Jawabannya ...
Untuk menjawab pertanyaan ini, responden bebas menggunakan kalimatnya sendiri.
• Angket Tertutup atau Closed Questionare
(Gambar di atas merupakan contoh konkret dari angket tertutup. Sumber gambar:
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fsoalujian-
45.blogspot.com%2F2019%2F01%2Fcontoh-angket-tertutup-
tentang.html&psig=AOvVaw3j_8S6W4a_VZA53S9wTjzh&ust=1617693229530000&source=images)
18
Angket tertutup adalah angket yang jawabannya telah disediakan, responden tinggal
memilih jawaban yang sesuai. Misalnya sebagai berikut.
Bagaimana pendapat anda kalau terjadi hal-hal berikut:
1) Pelajaran bahasa Inggris diberikan di SD.
A. sangat setuju
B. setuju
C. kurang setuju
D. tidak setuju
2) Pelajaran bahasa Inggris di SD dijadikan pelajaran muatan lokal.
A. sangat setuju
B. setuju
C. kurang setuju
D. tidak setuju
(5)Pencatatan Langsung
(Sumber gambar: Purnomosidi, dkk. 2018. Senang Belajar Matematika. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.)
Pencatatan langsung merupakan bagian dari pengumpulan data dengan observasi.
Pencatatan langsung biasanya dilakukan berdasarkan pengukuran atau pengamatan. Hasil
pengukuran dan pengamatan tersebut langsung dicatat, oleh karena itulah disebut pencatatan
langsung. Beberapa data yang dapat diperoleh dengan pencatatan langsung ialah seperti
tinggi badan dan berat badan.
19
Sebelum melakukan proses pengumpulan data, sebaiknya kita membuat blangko data.
Blangko data berisi tentang semua data yang ingin dikumpulkan. Misalnya mencari data berat
badan siswa kelas VI SD Budaya Batak, maka untuk pencatatan langsung dapat disiapkan
blangko sebagai berikut.
(Sumber gambar: Purnomosidi, dkk. 2018. Senang Belajar Matematika. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.)
6)Observasi (Pengamatan)
(Sumber gambar: https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fkaryatulisku.com%2Fwp-
content%2Fuploads%2F2016%2F04%2FObservasi-1.jpg)
Observasi adalah metode pengumpulan data dimana pengamat mengamati perilaku
objek yang diamati dan mencatatnya. Metode pengumpulan data observasi tidak hanya
mengukur sikap dari responden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai
20
fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data observasi bertujuan untuk mempelajari
perilaku manusia, proses kerja, dan gejala-gejala alam. Metode ini juga tepat dilakukan pada
responden yang kuantitasnya tidak terlalu besar.
( Sumber gambar: https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fkaryatulisku.com%2Fwp-
content%2Fuploads%2F2017%2F09%2Fobservasi-1.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fkaryatulisku.com)
Bentuk-Bentuk Observasi
1.Berdasarkan Keterlibatan Penelitinya
a. Observasi Biasa
Pengamat merupakan orang yang sepenuhnya melakukan observasi. Ia tidak memiliki
keterlibatan apapun dengan objek penelitiannya.
b. Observasi Terkendali
Observasi terkendali adalah observasi yang sama dengan observasi biasa. Namun,
sasaran pengamat ditempatkan dalam suatu ruangan yang terbatas untuk diamati dan
diadakan berbagai percobaan oleh pengamat.
c. Observasi Terlibat (Partisipasi)
Dalam observasi jenis ini, pengamat terlibat dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan
masyarakat yang dijadikan objek pengamatan. Maksudnya, pengamat datang dan
tinggal di tengah masyarakat tersebut selama jangka waktu tertentu.
21
(Sumber gambar:
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fkitchenuhmaykoosib.com%2Fwp-
content%2Fuploads%2F2020%2F04%2FMetode-Pengumpulan-Data.jpg)
2. Berdasarkan Cara Observasinya
a. Observasi Tidak Berstruktur
Pengamat tidak mengetahui aspek-aspek kegiatan yang diamati, yang sesuai dengan
tujuan pengamatannya. Sebelum memulai kegiatan pengumpulan data, pengamat juga
tidak memiliki rencana cara-cara mencatat hasil pengamatannya tersebut. Pengamatan
tidak berstruktur ini sering digunakan dalam penelitian yang sifatnya eksploratif. Ada
beberapa hal yang dapat diperoleh dari pengamatan ini, diantaranya adalah sebagai
berikut.
- Partisipan.
Dalam hal ini, peneliti mengadakan observasi untuk mengetahui siapa
partisipan dan bagaimana hubungan antarpartisipan tersebut. Beberapa ciri
partisipan yang ingin diketahui adalah jenis kelamin, umur, pekerjaan, jabatan,
dan lain sebagainya.
- Seting.
Suatu keadaan atau kegiatan itu terjadi dalam situasi dan kondisi berbeda-
beda, misalnya di rumah sakit, jalan raya, pabrik, restoran, sekolah, halaman
rumah, dan lain-lain.
- Tujuan.
Observasi difokuskan untuk melihat tujuan dari terjadinya suatu gejala,
komunikasi, atau terbentuknya suatu kelompok.
- Perilaku sosial.
Peneliti juga ingin mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi secara aktual,
apa yang dikerjakan oleh partisipan, dan bagaimana cara melakukannya.
22
- Frekuensi dan lamanya kejadian.
Dalam hal ini, observasi ditujukan untuk mengetahui kapan suatu situasi
terjadi dan berakhir, suatu fenomena yang terjadi berulang atau sesuatu yang
istimewa.
b. Observasi Berstruktur
Pengamat mengetahui aspek aktivitas yang sesuai dengan masalah serta tujuan
pengamatan. Observasi dapat saja dilakukan di lapangan atau di laboratorium, dan dapat
terhadap manusia, hewan, ataupun tumbuhtumbuhan. Obsevasi yang berstruktur telah
direncanakan secara sistematis, sehingga sudah pasti isinya lebih sempit dan terarah
dibandingkan dengan isi observasi yang tidak berstruktur.
II. LEMBAR KERJA
“PENGUMPULAN DATA SUKU DI LINGKUNGAN RUMAH”
Nama Kelompok :
Nama Anggota Kelompok :
Materi : Pengumpulan Data
Kegiatan : Siswa mengamati lingkungan sekitar dan mencoba
mengumpulkan data menggunakan suatu cara pengumpulan
data
Tujuan Kegiatan : *Siswa dapat memahami dan mengidentifikasi pengumpulan
data yang ada di lingkungan sekitar.
*Siswa dapat mengumpulkan data dari lingkungan sekitar
rumah.
23
Petunjuk Umum :
1. Pastikan kamu sekelompok dengan teman-teman yang dekat dengan rumahmu.
2. Diskusikanlah terlebih dahulu dengan teman-teman sekelompokmu, seperti
pembagian tugas, waktu pelaksanaan, dan lingkungan rumah mana atau siapa yang
akan menjadi lokasi pengumpulan data.
3. Pastikan data yang diperoleh adalah benar.
4. Kerjakanlah dengan cermat dan teliti.
Prosedur/Langkah Kegiatan :
1. Buatlah kelompok dengan teman kelasmu yang terdiri dari 4 orang.
2. Siapkanlah alat dan bahan berikut:
a.Buku tulis
b.Pulpen atau pensil
c.Penggaris
d.Bolpoin berwarna
e.Kertas karton
f.Kertas origami/kertas manila/kertas berwarna/kertas bermotif
3. Buatlah blangko di buku tulis berupa tabel dimana kolom pertama berisi nomor,
kolom kedua berisi nama orang yang ditanyai, dan kolom ketiga atau terakhir untuk
nama suku.
4. Secara sopan dan santun, bertanyalah kepada anak-anak di lingkungan sekitarmu
bersuku apakah mereka.
5. Catatlah keterangan yang diberikan narasumber di blangko yang telah kamu siapkan.
6. Sajikanlah data yang telah kamu peroleh ke dalam kertas karton yang telah
disediakan. Jangan lupa beri judul atas pengumpulan data yang telah kamu lakukan
24
pada bagian tengah paling atas kertas kartonmu, misal “Data Suku Tiap Anak di
Lingkungan 12 Kelurahan Terjun”.
7. Urutkanlah data jumlah orang yang bersuku suatu suku dari yang terkecil/sedikit
hingga terbesar/terbanyak.
8. Urutkanlah data jumlah orang yang bersuku suatu suku dari yang terbesar/terbanyak
hingga terkecil/paling sedikit.
9. Sajikan juga kedua urutan data tersebut dalam karton yang sama dengan langkah
kegiatan ke-6.
10. Hiaslah karton tersebut sekreatif mungkin dan jangan lupa membuat nama kelompok
beserta anggota.
11. Presentasikan dan sampaikanlah data yang sudah kamu peroleh dan telah kamu
urutkan kepada teman-temanmu di depan kelas.
III. LATIHAN MANDIRI
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1)Apakah itu data dan apa pula yang dimaksud dengan pengumpulan data?
2)Tes merupakan salah satu cara pengumpulan data dan tes memiliki banyak jenis. Sebut dan
jelaskan jenis-jenis dari tes tersebut!
25
3)Apakah perbedaan wawancara terstruktur dengan wawancara tidak terstruktur?
4)Ada berapakah bentuk observasi berdasarkan keterlibatan penelitinya? Jelaskan!
5)Berikut adalah nilai ulangan Bahasa Indonesia siswa kelas VA SD Negeri 064007 Medan
Marelan.
65 70 85 90 75 70 75 80 85 90
75 80 60 85 90 85 80 75 75 85
80 80 90 85 80 85 70 80 85 85
Pertanyaan:
a. Tentukan nilai terendah dan nilai tertinggi dari data di atas!
b. Berapa siswa yang nilainya di bawah 70?
c. Berapa siswa yang nilainya di atas 80?
d. Berapa banyak siswa yang mendapat nilai 75?
6)Berikut adalah berat badan dalam kg siswa kelas VB SD Negeri 064007 Medan Marelan.
30 30 33 25 30 28 25 30 31 32
28 30 33 25 30 28 25 28 30 32
25 30 31 32 25 30 31 32 28 31
Pertanyaan;
a. Tentukan berat badan terendah dan tertinggi dari data siswa kelas IV!
b. Berapa siswa yang beratnya 30 kg?
c. Berapa siswa yang beratnya kurang 30 kg?
d. Berapa siswa yang memiliki berat tertinggi?
7)Apakah terdapat kekurangan dan kelebihan pada pengumpulan data dengan cara menanya
langsung? Uraikan!
8)Bagaimanakah langkah-langkah yang dilakukan sebelum melakukan pengumpulan data
dengan cara isian singkat? Jabarkan!
9)Nilai ulangan Bahasa Inggris siswa kelas IV SD Negeri 060954 Terjun adalah sebagai
berikut.
75 75 80 95 70 75 70 85 90 90
65 85 65 80 80 80 60 70 70 80
85 80 90 95 85 90 75 85 80 80
Pertanyaan:
26
a. Urutkan data di atas dari nilai yang terkecil!
b. Berapakah nilai tertinggi?
c. Berapakah nilai terendah?
d. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk pelajaran Bahasa Inggris adalah 75.
Maka berapa siswakah yang tidak tuntas?
10) Berikut data golongan darah siswa kelas V SD Horas!
A O O AB B B
O A A AB B AB
O O AB B AB AB
AB A A A B O
B B O O A AB
Pertanyaan:
a. Kamu ingin memperoleh data golongan darah siswa teman sekelasmu seperti data di
atas. Jelaskan cara pengumpulan data yang kamu lakukan!
b. Berapa banyak siswa yang bergolongan darah A?
c. Berapa banyak siswa yang bergolongan darah B?
d. Berapa banyak siswa yang bergolongan darah AB?
e. Berapa banyak siswa yang bergolongan darah O?
27
KESIMPULAN
Data merupakan keterangan yang nyata yang dapat diakui kebenarannya. Data yang
terkumpul sebenarnya bukanlah hasil final, masih perlu dilakukan pengolahan dan penyajian
data sehingga nantinya bisa menjadi informasi yang valid. Bagi pemangku kebijakan, data
merupakan alat untuk menentukan langkah berikutnya. Contoh, seorang guru menggunakan
data nilai, data kehadiran siswa, dan data sikap siswa untuk menentukan metode dan program
pembelajaran selanjutnya.
Pengumpulan data ialah sebuah proses yang dilakukan untuk mendapatkan data-data
yang dibutuhkan. Ada beberapa macam cara dalam proses pengumpulan data, seperti tes,
menyebarkan angket, bertanya langsung, pengamatan, dan sebagainya.
Dalam e-modul ini pembelajaran mengenai pengumpulan data hanya sampai pada
pengumpulan data diri dan lingkungan sekitar, lalu pengolahan sederhana yang hanya berupa
mengurutkan data dari data yang terkecil atau paling sedikit hingga data terbesar atau
terbanyak, begitu juga sebaliknya.
Melalui bacaan dan pembelajaran dalam e-modul ini diharapkan peserta didik dapat
mengenal apa itu data, pengumpulan data dan macam-macam cara pengumpulannya. Selain
itu, melalui pembelajaran ini juga diharapkan peserta didik mampu mengumpulkan data baik
data diri maupun data lingkungan sekitar seperti suku yang ada di lingkungan sekitar
rumahnya.
Bila sudah mengenal dan memahami betul serta mampu mengumpulkan data, maka
pembelajaran selanjutnya mengenai penyajian data dapat dilakukan dan akan jauh lebih
mudah untuk dilakukan.
28
DAFTAR PUSTAKA
https://www.adminsekolah.com/2021/01/materi-penyajian-dan-pengumpulan-data-
matematika-kelas-5.html?m=1
https://www.apologiku.com/2019/09/skl-ski-dan-pemetaan-kd-matematika-
kelas.html?m=1
https://www.mikirbae.com/2020/02/matematika-kelas-v-teknik-
pengumpulan.html?m=1
https://www.slideshare.net/mobile/egharhiyanti/perangkat-pembelajaran-matematika-
kelas-v-sd-kurikulum-2013-materi-penyajian-dan-penafsiran-data-tunggal-89731775
Purnomosidi, dkk. 2018. Buku Guru: Senang Belajar Matematika. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Purnomosidi, dkk. 2018. Senang Belajar Matematika. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
29
Terimakasih. Sampai jumpa di materi dan pembelajaran
berikutnya Tetap cintai budaya lokal, ya!
Horas!
30