Akhmad Risqy Prasetyo Utomo 2302114481 T1-3a. Eksplorasi Konsep 1. Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT! Jawab : Contoh persoalan yang membutuhkan CT tanpa menggunakan perangkat computer adalah memasak mie instant. 2. Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi. Jawab : Meningkatkan kebugaran jasmani. a. Decomposisi : Mengidentifikasi metode latihan yang tepat untuk bisa meningkatkan kebugaran jasmani. b. Pattern Recognition : Mencari jenis latihan (kekuatan, daya tahan, dll). c. Abstraction : Menentukan jenis latihan yang tepat untuk bisa meningkatkan kebugaran jasmani. d. Algorithm : Melakukan latihan sesuai dengan dosis latihan guna mendapatkan hasil yang maksimal dalam upaya meningkatkan kebugaran jasmani.
TOPIK 1 RUANG KOLABORASI COMPUTATIONAL THINKING Nama Anggota Kelompok: 1. Akhmad Risqy P.U/ 2302114481 2. Kukuh Tri Laksono/ 2302114491 Hasil Diskusi Secara Umum Computational thinking merupakan proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi untuk menentukan solusi yang efektif dan efisien serta optimal untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Terdapat empat pondasi atau tahapan computational thinking yaitu: 1) dekomposisi, 2) pengenalan pola, 3) abstraksi, 4) algoritma. Contoh hal/ persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT. 1. Memasak bubur kacang hijau 2. Memasak mie instan 3. Membuat kue 4. Membuat jus buah 5. Mencuci baju 6. Mengerjakan tugas yang banyak dengan waktu terbatas 7. Mengendarai sepeda motor Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari A. Jawaban yang sudah tepat 1. Dekomposisi: mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik. 2. Pengenalan pola: tahapan apa saja yang perlu dilakukan ketika menghidupkan kendaraan. 3. Abstraksi: seberapa banyak bumbu yang harus ditambahkan ketika memasak. Seberapa keras persneling sepeda motor agar motor dapat berjalan dengan baik. 4. Algoritma: Buku Panduan berkendara. Buku resep masakan. B. Jawaban yang kurang tepat 1. Dekomposisi: menentukan langkah-langkah pembuatan jus buah. 2. Pengenalan pola: panduan menulis surat dinas. 3. Abstraksi: memilih bahan untuk pembuatan berita. 4. Algoritma: mengidentifikasi persoalan yang dihadapi dalam pembuatan kue.
Anggota Kelompok Akhmad Risqy P.U/ 2302114481 Kukuh Tri Laksono/ 2302114491 T1-5. Demonstrasi Kontekstual 1. Jika memungkinkan, maka setiap kelompok bisa mempresentasikan hasil diskusinya di depan seluruh peserta mata kuliah ini. Jika tidak memungkinkan, maka presentasi tidak harus dilakukan di hadapan seluruh peserta kuliah. Dua atau tiga kelompok dapat bergabung membentuk kelompok yang lebih besar. Dalam kelompok yang lebih besar tersebut, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. 2. Kelompok yang tidak melakukan presentasi memberikan feedback atau pertanyaan untuk hasil presentasi kelompok tersebut. Feedback atau pertanyaan dari kelompok lain dicatat oleh notulis kelompok dalam format berikut ini. Jawaban : No. Feedback/Pertanyaan Tanggapan/Solusi 1 Mengapa membuat jus buah termasuk ke dalam contoh hal/persoalan zaman sekarang tidak memakai komputer? Dekomposisi: pada tahap awal membuat jus buah, mari kita menyiapkan langkah-langkah untuk memecahkan masalah dengan menyiapkan air, es batu, buah yang ingin dibuat jus hingga blender atau juicer. Pengenalan pola: pengenalan pola dengan memahami dalam proses membuat jus buah dari memasukan air dulu, memotong-motong buah yang mau dijadikan jus, memasukkan bahan menjadi satu di dalam blender/juicer hingga menyalakan blender/juicer tersebut. Abstraksi: sebuah pandangan beberapa buah yang dibutuhkan dalam membuat jus buah, masukan buah di blender/juicer beserta air secukupnya dan nyalakan. Algoritma: sudah memahami polanya dari di atas, masukan buah yang ingin dijadikan jus secukupnya, air secukupnya hingga nyalakan blender/juicer.
2 Selain contoh yang sudah Anda lampirkan, apakah ada contoh lain dalam hal/persoalan zaman sekarang tidak memakai komputer? Ada, yaitu, mencuci pakaian putih. Dekomposisi: pada tahap awal kumpulkan pakaian putih yang akan di cuci, menyiapkan alat cuci, ember dan memahami proses pencucian. Pengenalan pola: mengetahui pola dalam mencuci pakaian putih dari memisahkan pakaian putih dengan pakaian berwarna untuk dicuci, memperkirakan detergen dan air yang akan dibutuhkan untuk mencuci pakaian. Abstraksi: setelah mengetahui berapa banyak pakaian putih yang kotor, kemudian akan dilanjutkan dengan memahami pakaian yang kotor, menyatukan pakaian ke dalam ember hingga mencucinya dan menjemurnya. Algoritma: setelah mengetahui langkah di atas dari pemecahan mencuci pakaian putih mulai dari memilah pakaian, menyiapkan deterjen, alat mencuci, mencuci hingga menjemur. Ada juga contoh lain, yaitu, memasak bubur ayam. Dekomposisi: pada tahap awal bubur ayam, mari kita menyiapkan langkah-langkah untuk memecahkan masalah dengan menyiapkan ½ kg beras, air, kaldu ayam secukupnya, dan ¼ daging ayam tempat nasi hingga pemasak nasi atau rice cooker. Pengenalan pola: pengenalan pola dengan memahami dalam proses memasak bubur ayam dari memasak air dulu, memasak beras hingga menyalakan mesin pemasak nasi tersebut. Abstraksi: sebuah pandangan berapa banyak beras yang dibutuhkan dalam memasak bubur ayam, masukan beras di rice cooker beserta airnya dan nyalakan. Algoritma: sudah memahami
polanya dari di atas, masukan beras secukupnya, air secukupnya, kaldu ayam dan potongan ayam hingga nyalakan mesin pemasak nasi.
Akhmad Risqy Prasetyo Utomo 2302114481 T1-7. Koneksi Antar Materi 1. Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda! Jawab : Computational thinking adalah kemampuan memecahkan masalah dengan menerapkan ilmu komputasi. Kemampuan pemecahan masalah ini memungkinkan kamu untuk menganalisis masalah yang kompleks, memahami apa masalahnya, dan menentukan solusi yang tepat. Dengan computational thinking, kamu dapat menguraikan masalah menjadi beberapa bagian atau tahapan yang efektif. Sehingga menghasilkan solusi yang tepat dan dapat dipahami baik oleh komputer, manusia, atau keduanya. Dalam konsepnya, terdapat empat pilar utama dalam berpikir komputasi yang masing-masing memiliki tujuannya sendiri. Berikut contoh Penerapan CT dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: a. Ramalan cuaca dengan memperhatikan pola-pola alam disekitar merupakan penerapan berfikir komputasional sehari-hari. b. Mencuci pakaian putih, memerlukan pemikiran CT karena mencuci pakaian putihmemiliki tantangan tersendiri, yaitu, jika perlakuannya salah maka akan berakibat negatif seperti warna pakaian memudar, kusut atau bahkan terkena warna pakaian lain. c. Memasak, memerlukan pemikiran CT karena tidak hanya sekedar memasak, tetapi berfikir bagaimana cara memasak dengan cepat, dan tepat sesuai gizi yang dibutuhkan. d. Meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, ini memerlukan pemikiran CT karena guru harus berfikir bagaimana cara menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan dampak positif yang dirasakan akan terus menerus. 2. Menurut pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas. Jawab : Computational Thinking dapat diterapkan pada mata pelajaran ekonomi yang sayaajar dengan cara yang beragam. Computational Thinking juga dapat diterapkan
pada soal-soal ekonomi dengan cara meminta siswa untuk menggunakan algoritma untuk menyelesaikan masalah atau memecahkan permasalahan yang terkait dengan ekonomi. Berikut adalah contoh dekomposisi, mengenali pola, abstraksi, dan algoritma dalam masalah analisis pengaruh inflasi: a. Dekomposisi : Siswa dapat memecah masalah pengaruh inflasi dengan membagi menjadi tiga bagian, yaitu penyebab inflasi, Jenis Inflasi, Dampak Inflasi. b. Mengenali pola : siswa dapat memahami pola hubungan antara Bunga, Investasi, Kesempatan Kerja, Pengangguran, dan Daya Beli. c. Abstraksi : Siswa dapat mengetahui fakta di mana ketika inflasi tinggi tidak selalu berdampak negatif di semua sektor begitu pula sebaliknya tidak selalu ketika inflasi rendah selalu berdampak positif disemua sektor. d. Algoritma : 1) Identifikasi pengertian inflasi. 2) Analisis penyebab inflasi. 3) Analisis jenis inflasi. 4) Analisis sektor yang terlibat dalam inflasi. 5) Analisis dampak inflasi. 6) Kesimpulan.
Nama : Akhmad Risqy Prasetyo Utomo NIM : 2302114481 Kelas : INDO-A T1-8. Aksi Nyata 1. Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini? Jawab : Harapan saya untuk mata kuliah ini adalah meningkatnya kemampuan dalam memahami peta konsep yang telah dipaparkan sejak mata kuliah dimulai. Juga, saya berharap ke depannya setelah memahami peta konsep, saya mampu untuk menerapkan semua yang telah saya dapatkan selama mata kuliah berlangsung. Penerapan yang sesuai dengan yang ada. 2. Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT ? Jawab : Computational Thinking merupakan mata kuliah yang masih asing di telinga saya. Jadi, sebenarnya pun mata kuliah ini merupakan sesuatu hal yang baru bagi saya. Banyak hal baru yang saya pelajari, termasuk mengenai apa yang selama ini dapat dilakukan oleh komputer dalam memproses data ternyata juga dapat diterapkan dalam diri manusia. 3. Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda? Jawab : Menurut saya pribadi, keberadaan Computational Thinking atau CT ini sangat penting. CT memberikan kesempatan kepada manusia untuk dekat dengan suatu metodologi yang berguna dalam membantu aktivitas manusia untuk mengeksekusi beberapa permasalahan. Pada dasarnya CT lahir dari problematika manusia dalam menjalani suatu aktivitas kehidupan baik dalam rumah tangga, perusahaan, lembaga pedidikan, politik, dan lainnya. 4. Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT? Jawab : Walaupun didominasi oleh bingung, kerena CT adalah sesuatu yang masih asing di telinga saya, saya merasa senang dan merasa sangat beruntung mempelajari CT. 5. Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?
Jawab : Berpikir komputasional melibatkan keterampilan pemecahan masalah yang kuat. Jika seseorang tidak terbiasa dengan pemecahan masalah, mereka mungkin merasa kesulitan dalam menerapkan konsep-konsep berpikir komputasional dalam situasi kehidupan nyata.
TOPIK 1 RUANG KOLABORASI COMPUTATIONAL THINKING Nama Anggota Kelompok: 1. Akhmad Risqy P.U/ 2302114481 2. Kukuh Tri Laksono/ 2302114491 Hasil Diskusi Secara Umum Computational thinking merupakan proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi untuk menentukan solusi yang efektif dan efisien serta optimal untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Terdapat empat pondasi atau tahapan computational thinking yaitu: 1) dekomposisi, 2) pengenalan pola, 3) abstraksi, 4) algoritma. Contoh hal/ persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT. 1. Memasak bubur kacang hijau 2. Memasak mie instan 3. Membuat kue 4. Membuat jus buah 5. Mencuci baju 6. Mengerjakan tugas yang banyak dengan waktu terbatas 7. Mengendarai sepeda motor Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari A. Jawaban yang sudah tepat 1. Dekomposisi: mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik. 2. Pengenalan pola: tahapan apa saja yang perlu dilakukan ketika menghidupkan kendaraan. 3. Abstraksi: seberapa banyak bumbu yang harus ditambahkan ketika memasak. Seberapa keras persneling sepeda motor agar motor dapat berjalan dengan baik. 4. Algoritma: Buku Panduan berkendara. Buku resep masakan. B. Jawaban yang kurang tepat 1. Dekomposisi: menentukan langkah-langkah pembuatan jus buah. 2. Pengenalan pola: panduan menulis surat dinas. 3. Abstraksi: memilih bahan untuk pembuatan berita. 4. Algoritma: mengidentifikasi persoalan yang dihadapi dalam pembuatan kue.
Anggota Kelompok Akhmad Risqy P.U/ 2302114481 Kukuh Tri Laksono/ 2302114491 T1-5. Demonstrasi Kontekstual 1. Jika memungkinkan, maka setiap kelompok bisa mempresentasikan hasil diskusinya di depan seluruh peserta mata kuliah ini. Jika tidak memungkinkan, maka presentasi tidak harus dilakukan di hadapan seluruh peserta kuliah. Dua atau tiga kelompok dapat bergabung membentuk kelompok yang lebih besar. Dalam kelompok yang lebih besar tersebut, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. 2. Kelompok yang tidak melakukan presentasi memberikan feedback atau pertanyaan untuk hasil presentasi kelompok tersebut. Feedback atau pertanyaan dari kelompok lain dicatat oleh notulis kelompok dalam format berikut ini. Jawaban : No. Feedback/Pertanyaan Tanggapan/Solusi 1 Mengapa membuat jus buah termasuk ke dalam contoh hal/persoalan zaman sekarang tidak memakai komputer? Dekomposisi: pada tahap awal membuat jus buah, mari kita menyiapkan langkah-langkah untuk memecahkan masalah dengan menyiapkan air, es batu, buah yang ingin dibuat jus hingga blender atau juicer. Pengenalan pola: pengenalan pola dengan memahami dalam proses membuat jus buah dari memasukan air dulu, memotong-motong buah yang mau dijadikan jus, memasukkan bahan menjadi satu di dalam blender/juicer hingga menyalakan blender/juicer tersebut. Abstraksi: sebuah pandangan beberapa buah yang dibutuhkan dalam membuat jus buah, masukan buah di blender/juicer beserta air secukupnya dan nyalakan. Algoritma: sudah memahami polanya dari di atas, masukan buah yang ingin dijadikan jus secukupnya, air secukupnya hingga nyalakan blender/juicer.
2 Selain contoh yang sudah Anda lampirkan, apakah ada contoh lain dalam hal/persoalan zaman sekarang tidak memakai komputer? Ada, yaitu, mencuci pakaian putih. Dekomposisi: pada tahap awal kumpulkan pakaian putih yang akan di cuci, menyiapkan alat cuci, ember dan memahami proses pencucian. Pengenalan pola: mengetahui pola dalam mencuci pakaian putih dari memisahkan pakaian putih dengan pakaian berwarna untuk dicuci, memperkirakan detergen dan air yang akan dibutuhkan untuk mencuci pakaian. Abstraksi: setelah mengetahui berapa banyak pakaian putih yang kotor, kemudian akan dilanjutkan dengan memahami pakaian yang kotor, menyatukan pakaian ke dalam ember hingga mencucinya dan menjemurnya. Algoritma: setelah mengetahui langkah di atas dari pemecahan mencuci pakaian putih mulai dari memilah pakaian, menyiapkan deterjen, alat mencuci, mencuci hingga menjemur. Ada juga contoh lain, yaitu, memasak bubur ayam. Dekomposisi: pada tahap awal bubur ayam, mari kita menyiapkan langkah-langkah untuk memecahkan masalah dengan menyiapkan ½ kg beras, air, kaldu ayam secukupnya, dan ¼ daging ayam tempat nasi hingga pemasak nasi atau rice cooker. Pengenalan pola: pengenalan pola dengan memahami dalam proses memasak bubur ayam dari memasak air dulu, memasak beras hingga menyalakan mesin pemasak nasi tersebut. Abstraksi: sebuah pandangan berapa banyak beras yang dibutuhkan dalam memasak bubur ayam, masukan beras di rice cooker beserta airnya dan nyalakan. Algoritma: sudah memahami
polanya dari di atas, masukan beras secukupnya, air secukupnya, kaldu ayam dan potongan ayam hingga nyalakan mesin pemasak nasi.
Nama : Akhmad Risqy Prasetyo Utomo NIM : 2302114481 Kelas : INDO-A T1-8. Aksi Nyata 1. Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini? Jawab : Harapan saya untuk mata kuliah ini adalah meningkatnya kemampuan dalam memahami peta konsep yang telah dipaparkan sejak mata kuliah dimulai. Juga, saya berharap ke depannya setelah memahami peta konsep, saya mampu untuk menerapkan semua yang telah saya dapatkan selama mata kuliah berlangsung. Penerapan yang sesuai dengan yang ada. 2. Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT ? Jawab : Computational Thinking merupakan mata kuliah yang masih asing di telinga saya. Jadi, sebenarnya pun mata kuliah ini merupakan sesuatu hal yang baru bagi saya. Banyak hal baru yang saya pelajari, termasuk mengenai apa yang selama ini dapat dilakukan oleh komputer dalam memproses data ternyata juga dapat diterapkan dalam diri manusia. 3. Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda? Jawab : Menurut saya pribadi, keberadaan Computational Thinking atau CT ini sangat penting. CT memberikan kesempatan kepada manusia untuk dekat dengan suatu metodologi yang berguna dalam membantu aktivitas manusia untuk mengeksekusi beberapa permasalahan. Pada dasarnya CT lahir dari problematika manusia dalam menjalani suatu aktivitas kehidupan baik dalam rumah tangga, perusahaan, lembaga pedidikan, politik, dan lainnya. 4. Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT? Jawab : Walaupun didominasi oleh bingung, kerena CT adalah sesuatu yang masih asing di telinga saya, saya merasa senang dan merasa sangat beruntung mempelajari CT. 5. Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?
Jawab : Berpikir komputasional melibatkan keterampilan pemecahan masalah yang kuat. Jika seseorang tidak terbiasa dengan pemecahan masalah, mereka mungkin merasa kesulitan dalam menerapkan konsep-konsep berpikir komputasional dalam situasi kehidupan nyata.
Akhmad Risqy Prasetyo Utomo 2302114481 T2-3a. Eksplorasi Konsep - Lembar Kerja Mahasiswa Untuk calon guru yang akan mengampu fase D-F. Dalam CP CT (Tabel 2.1) terdapat beberapa istilah teknis yang belum tentu diketahui oleh semua orang. Setelah membaca dengan seksama CP CT untuk fase yang akan Anda ampu dan menuliskan kata-kata yang masih belum diketahui maknanya, saat ini carilah arti dari kata-kata tersebut dalam kamus atau tesaurus dan tuliskan pada lembar kerja mahasiswa ini. (Catatan: ada beberapa istilah pada CP yang diambil dari bidang Informatika.) Jawab : Fase (A/B/C/D/E/F) Fase D Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu mengevaluasi informasi melalui penilaian ketepatan gagasan, pikiran, arahan, pandangan, atau pesan dari teks deskripsi, laporan, narasi, rekon, eksplanasi, eksposisi dan diskusi, dari teks tulis, visual, audiovisual dengan membandingkan informasi tersebut dengan pengalaman dan pengetahuannya. Kata-kata atau istilah yang belum diketahui maknanya Makna yang didapat setelah mencari tahu lebih lanjut mengenai kata/istilah tersebut : Ada beberapa istilah dalam CP yang sebenarnya sudah sering saya dengar, seperti narasi, rekon, eksplanasi, eksposisi, diskusi, visual dan audiovisual. Namun, saya ingin tahu lebih lanjut tentang pengertian dari : 1. Narasi 2. Rekon 3. Eksplanasi 4. Eksposisi 5. Diskusi 6. Visual 7. Audiovisual Setelah saya mencari tahu lebih lanjut di internet, berikut penjelasan dari beberapa istilah yang ingin saya ketahui : 1. Narasi Secara singkat, teks narasi adalah teks yang menceritakan sebuah peristiwa secara berurutan dan bisa berupa fiksi (imajinasi) atau nonfiksi. Widjono (2007) menjelaskan bahwa narasi merupakan uraian yang mengisahkan kejadian, tindakan, maupun keadaan secara berurutan dari awal sampai akhir sehingga saling berhubungan antara satu dan yang lainnya. Bahasa yang digunakan biasanya bersifat naratif. Contohnya seperti roman, kisah, novel, biografi, atau cerpen. Teks narasi sendiri dibuat untuk menyampaikan informasi, memberikan pengetahuan, dan untuk dijadikan hiburan bagi pembaca atau
pendengarnya. Selain itu, teks ini juga bisa digunakan untuk menggambarkan suatu peristiwa, pengalaman, maupun gagasan kepada orang lain secara rinci berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu. 2. Rekon Teks rekon adalah teks yang menjelaskan suatu kejadian yang pernah terjadi sesuai dengan urutan waktu kejadian. Rahman (2017:33) mengemukakan teks rekon atau cerita ulang adalah teks yang menceritakan kembali pengalaman masa lalu secara kronologis dengan tujuan memberi informasi kepada pembaca. 3. Eksplanasi Menurut KBBI (2008), eksplanasi artinya "penjelasan" atau "paparan". Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ kejadiankejadian alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi. Suatu kejadian, baik itu kejadian alam maupun kejadian sosial yang terjadi di sekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab, akibat, dan proses. Menurut Isnatun dan Farida (2013, hlm 80) dalam bukunya yang berjudul Mahir Berbahasa Indonesia menyatakan, "Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial". Artinya, teks eksplanasi menjelaskan tentang proses terjadinya suatu fenomena dari awal hingga akhir. Menurut Kosasih E. (2016, hlm 178) dalam bukunya yang berjudul Jenis-Jenis Teks: Analisis Fungsi, Struktur, dan Kaidah serta Langkah Penulisannya menyatakan, "Teks eksplanasi adalah teks yang menyajikan tentang fenomena alam yang bersifat informatif dan faktual". Artinya, teks eksplanasi harus bersifat informatif dan faktual agar bermanfaat dan dapat terpercaya oleh pembaca. 4. Eksposisi Eksposisi secara etimologi berasal dari bahasa latin exposition yang artinya membuka atau memulai. Teks eksposisi digunakan untuk menyampaikan pendapat mengenai suatu permasalahan dengan
pengetahuan dan wawasan kepada pembaca. 5. Diskusi Teks diskusi adalah media yang digunakan untuk mencatat hal-hal penting tentang suatu masalah dalam pertemuan ilmiah tersebut. Adapun hal-hal yang terekam di dalamnya dapat berupa pendapat dari berbagai pihak yang muncul dalam diskusi, baik berupa persetujuan maupun penolakan. 6. Visual Visual adalah dikenal pula sebagai media visual. Sanjaya Wina dalam buku Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran terbitan tahun 2010, menjelaskan media visual adalah media yang dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara. Masih di keterangan yang sama, media visual adalah media yang melibatkan indra penglihatan. Media visual adalah hanya dapat menyampaikan pesan melalui indra penglihatan atau hanya dapat dilihat dengan mata saja, indra lain seperti telinga tidak dapat difungsikan untuk media visual ini. 7. Audiovisual Audiovisual, pandang dengar, atau lihat dengar merujuk kepada penggunaan komponen suara dan komponen gambar, dibutuhkan beberapa peralatan untuk dapat menyajikan hal ini. Film dan program televisi adalah beberapa contoh dari penyajian audio visual ini. Setelah saya mempelajari istilah-istilah dalam CP yang masih belum dipahami, saya bisa mengetahui lebih dalam terkait hal yang belum saya ketahui. Walaupun sebenarnya istilahistilah tersebut sudah sangat familier, tetapi selama ini saya belum tahu lebih dalam tentang istilah-istilah tersebut.
RUANG KOLABORASI COMPUTATIONAL THINKING TOPIK 2 Nama Anggota Kelompok 1. Akhmad Risqy P.U/ 2302114481 2. Kukuh Tri Laksono/ 2302114491 FASE D CP peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data diskrit bervolume kecil serta mendisposisikan berpikir Komputasional dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi, dan literasi sains (computationally literate). Istilah dan makna dari kata-kata yang sudah disepakati oleh kelompok: 1. Berpikir komputasional 2. Data diskrit 3. Mendisposisikan berpikir Kata-kata yang dipahami sebagai makna yang berbeda oleh anggota kelompok. Diskusikan lanjut tentang perbedaan makna tersebut! Diskusikan juga dengan konsep pada saat eksplorasi konsep! 1. Data Diskrit ; data dalam bentuk angka yang di dalamnya hanya menampilkan angka dan dihitung dengan jumlah bilangan yang bersifat bulat. Tuliskan pemaknaan mengenai CP yang dibahas di kelompok, sesuai pemahaman bersama seluruh anggota kelompok! Fase D : Peserta didik mampu menerapkan cra berpikir komputasional untuk menentukan solusi-solusi yang mungkin dari persoalan-persoalan yang memuat datadata berbentuk angka dalam rentang yang kecil kemudian peserta didik juga mampu menempatan/meenggunakan cara berpikir komputasional dalam bidang lain terutama dalam hal literasi, numerasi, dan literasi sains (peserta didik mengerti/memahami cara berpikir komputasional.
Nama/NIM: 1. Akhmad Risqy P.U/ 2302114481 2. Kukuh Tri Laksono/ 2302114491 Fase Istilah yang baru diketahui maknanya Makna dari istilah E 1. Strategi Algoritmik standar 2. Sistem komputer 3. Data diskrit 1. Strategi algoritmik adalah kumpulan metode atau teknik untuk memecahkan masalah guna mencapai tujuan yang ditentukan, yang dalam hal ini deskripsi metode atau teknik tersebut dinyatakan dalam suatu urutan langkah-langkah penyelesaian. 2. Sistem komputer adalah kumpulan perangkat-perangkat komputer yang saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain untuk melakukan proses pengolahan data, sehingga dapat menghasilkan informasi yang diharapkan oleh penggunanya. 3. Data diskrit adalah data yang nilainya memiliki kemungkinan nilai terbatas dan antar nilai satu dengan nilai yang lainnya terpisah atau tidak saling berhubungan.
F Justifikasi efisiensi Justifikasi efisiensi adalah Keputusan yang diambil secara tepat unntuk menyelesaiakan suatu masalah. Tuliskan pemahaman yang Anda dapat dari presentasi rekan Anda mengenai CP CT pada fase yang berbeda dari fase yang Anda kerjakan dalam kelompok! Fase Pemaknaan CP E 1. Peserta didik mampu menerapkan berbagai cara dalam proses pemecahan masalah sehari-hari dengan menggunakan langkahlangkah dasar. 2. Peserta didik dapat menggunakan berbagai metode atau teknik dalam mengumpulkan informasi untuk menemukan solusi persoalan dengan bantuan perangkat teknologi. 3. Peserta didik dapat mengimplementasikan struktur data hasil penemuannya menjadi sebuah program komputer.
F Pada fase ini peserta didik mampu mengambil keputusan dan memberikan solusi yang tepat untuk menyelesaiakan berbagai persoalan.
Akhmad Risqy Prasetyo Utomo 2302114481 T2-7. Koneksi Antar Materi Elaborasi Pemahaman Berdasarkan pemahaman mahasiswa terkait CP CT yang mengacu pada Lembar Kerja pada Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, dan Demonstrasi Kontekstual, dosen dapat meluruskan pemahaman mahasiswa yang kurang tepat atau mengkoreksi pemahaman yang salah terkait CT dalam Kurikulum Merdeka dan posisi CT dalam tatanan global. Jika masih ada pertanyaan seputar CT dalam Kurikulum Merdeka dan posisi CT dalam tatanan global, tuliskan pertanyaan-pertanyaan tersebut! Setelah itu, diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan dosen, maupun rekan mahasiswa lainnya! Koneksi Antar Materi Anda telah mempelajari dengan lebih mendalam mengenai CP CT untuk fase A-F. Tuliskan kaitan antara CP mata pelajaran yang Anda ampu dengan CP CT untuk fase yang akan Anda ampu! Jawaban : CP Computational Thinking Pada akhir fase D (Kelas VII dan VIII SMP), peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data diskrit bervolume kecil serta mendisposisikan berpikir komputasional dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi, dan literasi sains (computationally literate). CP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada akhir fase D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan akademis. Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan menanggapi informasi surat menyurat yang dipaparkan; Peserta didik menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan
dan pengalamannya dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta didik mengembangkan kompetensi diri melalui pajanan berbagai teks untuk penguatan karakter. Keterkaitan CP CT dan CP Mata Pelajaran Pada fase D (Kelas VII dan VIII SMP) tentunya lebih kompleks dari fase sebelumnya. Sehingga Capaian Pembelajaran juga lebih mendalam. Solusi yang dihasilkan sudah mampu diterapkan melalui berpikir komputasional. Hal tersebut membantu peserta didik dalam menyelesaikan masalah pada CP Mata Pelajaran. Dengan berpikir komputasi, peserta didik memilih dan menerapkan solusi terbaik, efisien, dan optimal.
Akhmad Risqy Prasetyo Utomo 2302114481 Aksi Nyata – Computational Thinking 1. Bagaimana perasaan Anda saat menelaah lebih lanjut mengenai CP CT dalam pertemuan kuliah ini? Jawab : Perasaan saya saat mempelajari mata kuliah ini ada dua, yaitu, senang sekaligus sangat tertarik, karena computational thinking merupakan sesuatu yang masih sangat asing di telinga saya. Sementara itu, di balik kesenangan dan ketertarikan saya, saya pun masih sedikit bingung untuk memahami semua yang terasa datang sekaligus. Namun, apa pun itu, computational thinking merupakan pengetahuan baru yang akan terus saya dalami untuk ke depannya. 2. Tuliskan pengetahuan-pengetahuan baru yang Anda dapatkan dari pertemuan ini. Jawab : a. Mampu memaknai dan memahami istilah-istilah baru dalam CT yang kemudian diaplikasikan dalam CP pada fase yang saya ampu (fase D, E, dan F) untuk jenjang SMP dan SMA. b. Mengetahui kaitan antara CP mata pelajaran yang saya ampu dengan CP CT untuk fase yang akan saya ampu.
Nama/NIM: 1. Kukuh Tri Laksono (2302114491) 2. Akhmad Risqy P.U. (2302114491) Jenjang/Mata Pelajaran yang diampu: SMP/ Bahasa Indonesia Judul soal: Memindahkan Dadu No. Pertanyaan Jawaban 1 Tulis solusi masing-masing soal SD : Jawaban yang tepat = 5 SMP: Jawaban yang tepat = 3 SMA : Jawaban yang tepat = 4 2 Tulis Langkah-langkah berpikir anda hingga mendapat solusi dari masing-masing Soal! Jika anda menggunakan lebih dari satu cara berpikir, tulis pada jenjang mana anda menggunakan cara berpikir tersebut SD : Untuk mendapatkan jawaban yang akurat dalam menyelesaikan persoalan ini, kita dapat menggunakan sebuah dadu. Apabila tidak terdapat dadu, kita dapat menggunakan sebuah benda berbentuk kubus lalu menuliskan angka-angka sesuai pola penempatan angka pada dadu. Kemudian posisikan dadu sesuai dengan gambar di posisi awal. Selanjutnya gulirkan dadu ke depan, belakang, kiri atau kanan sesuai dengan arah yang ditentukan pada persoalan. Pada persoalan SD ini langkahlangkah menentukan angka pada sisi atas dadu saat berada di petak hijau antara lain adalah: Bergulir 3 langkah ke belakang: 5, 1, 2 Bergulir 2 langkah ke kanan: 4, 5 Jadi angka yang berada di atas adalah 5. SMP : Untuk mendapatkan jawaban yang akurat dalam menyelesaikan persoalan ini, kita dapat menggunakan sebuah dadu. Apabila tidak terdapat dadu, kita dapat menggunakan sebuah benda berbentuk kubus lalu menuliskan angka-angka sesuai pola penempatan angka pada dadu. Kemudian posisikan dadu sesuai dengan gambar di posisi awal. Selanjutnya gulirkan dadu ke depan, belakang, kiri atau kanan sesuai dengan arah yang ditentukan pada persoalan. Pada persoalan SMP ini langkahlangkah menentukan angka pada sisi
atas dadu saat berada di petak hijau antara lain adalah: Bergulir 3 langkah ke belakang = 5, 1, 2 Bergulir 2 langkah ke kanan = 4, 5 Bergulir 1 langkah ke depan = 1 Bergulir 1 langkah ke kanan = 3 Jadi angka yang berada di atas adalah 3 SMA : Untuk mendapatkan jawaban yang akurat dalam menyelesaikan persoalan ini, kita dapat menggunakan sebuah dadu. Apabila tidak terdapat dadu, kita dapat menggunakan sebuah benda berbentuk kubus lalu menuliskan angka-angka sesuai pola penempatan angka pada dadu. Kemudian posisikan dadu sesuai dengan gambar di posisi awal. Selanjutnya gulirkan dadu ke depan, belakang, kiri atau kanan sesuai dengan arah yang ditentukan pada persoalan. Pada persoalan SMP ini langkahlangkah menentukan angka pada sisi atas dadu saat berada di petak hijau antara lain adalah: Bergulir 3 langkah ke belakang = 5, 1, 2 Bergulir 2 langkah ke kanan = 4, 5 Bergulir 1 langkah ke depan = 1 Bergulir 1 langkah ke kanan = 3 Bergulir 2 langkah ke depan = 2, 4 Jadi angka yang berada di atas adalah 4
3 Identifikasi 4 pondasi CT yang anda gunakandalam menyelesaikan persoalan ini Dekomposisi Memahami soal kemudian menentukan arah jalannya Dadu Mengenal pola : Pada persoalan ini, pola yang dapat diidentifikasi adalah bahwa jumlah angka pada sisi dadu yang saling berlawanan adalah 7 seperti 1 berlawanan dengan 6, 5 dengan 2, dan 3 dengan 4. Abstraksi Saat menggulirkan dadu menghilangkan atau mengabaikan sisi yang tidak dijadikan dasar dadu. Kemudian, pada saat mengerjakan soal SMP dan SMA tidak mengawali langkah dari dari awal, tetapi cukup melanjutkan dari soal jenjang berikutnya. Algoritma, penerapan fase algoritma pada persoalan ini ditunjukkan dengan menentukan angka yang akan muncul sesuai dengan arah jalan bergulirnya dadu (ke depan, belakang, kiri, atau kanan) 4 Adakah contoh pada kehidupan sehari-hari yang mengimplementasikan konsep yang ada pada soal ini? Dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan persoalan adalah misalnya saat saya membeli kebutuhan pokok anak yakni susu. Dalam 7 hari anak saya yang berumur 15 bulan bisa menghabiskan susu dengan berat 400gr dengan isian 200gr setiap bungkusnya. Jika saya membeli susu dengan berat satu kotaknya adalah 800gr, maka saya bisa menggunakannya selama 14 hari dengan isian 4 bungkus susu berisi 200gr. Oleh karena itu, konsumsi susu akan bertambah seiring bertambahnya umurnya.
5 Tuliskan perbedaan kompleksitas persoalan untuk masing-masing jenjang yang terdapat pada soal ini Perbedaan kompleksitas persoalan untuk masingmasing jenjang yang terdapat pada jenjang tangga, pada jenjang SD n =6, SMP n=7 dan SMA n=9 Tabel 3.1 Penilaian Teman Kelompok Penilaian dari teman kelompok Kriteria Penilaian Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 Apakah cara mengerjakan soal yang dituliskan dapat dipahami? B B B Apakah cara mengerjakan sudah lengkap? A A A Apakah cara mengerjakan dapat diikuti tanpa menimbulkan keambiguan? A A A Apakah 4 pondasi CT yang ditulis benar? A A A Apakah 4 fondasi CT yang dituliskan dijelaskan dengan A A A lengkap? Apakah contoh masalah sehari-hari yang dituliskan sesuai dengan persoalan yang diselesaikan? A A A Tabel 3.2 Perbaikan yang perlu dilakukan Nomor Soal Hal yang perlu diperbaiki Masukan atau saran perbaikan 5 Penulisan Jawaban Penulisan jawaban dapat dijelaskan menggunakan poin-poin. Tabel 3.3 Rubrik Penilaian untuk masing -masing kriteria A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang Jika ketiga soal memenuhi criteria Jika hanya 2 soal yang memenuhi criteria Jika hanya 1 soal yang memenuhi criteria Jika ketiga-tiganya tidak memenhi kriteria
Nama/NIM: Akhmad Risqy P.U/2302114491 Jenjang/Mata Pelajaran yang diampu: SMP/ Bahasa Indonesia Judul soal: Memindahkan Dadu No. Pertanyaan Jawaban 1 Tulis solusi masing-masing soal SD : Jawaban yang tepat = 5 SMP: Jawaban yang tepat = 3 SMA : Jawaban yang tepat = 4 2 Tulis Langkah-langkah berpikir anda hingga mendapat solusi dari masing-masing Soal! Jika anda menggunakan lebih dari satu cara berpikir, tulis pada jenjang mana anda menggunakan cara berpikir tersebut SD : Untuk mendapatkan jawaban yang akurat dalam menyelesaikan persoalan ini, kita dapat menggunakan sebuah dadu. Apabila tidak terdapat dadu, kita dapat menggunakan sebuah benda berbentuk kubus lalu menuliskan angka-angka sesuai pola penempatan angka pada dadu. Kemudian posisikan dadu sesuai dengan gambar di posisi awal. Selanjutnya gulirkan dadu ke depan, belakang, kiri atau kanan sesuai dengan arah yang ditentukan pada persoalan. Pada persoalan SD ini langkah-langkah menentukan angka pada sisi atas dadu saat berada di petak hijau antara lain adalah: Bergulir 3 langkah ke belakang: 5, 1, 2 Bergulir 2 langkah ke kanan: 4, 5 Jadi angka yang berada di atas adalah 5. SMP : Untuk mendapatkan jawaban yang akurat dalam menyelesaikan persoalan ini, kita dapat menggunakan sebuah dadu. Apabila tidak terdapat dadu, kita dapat menggunakan sebuah benda berbentuk kubus lalu menuliskan angka-angka sesuai pola penempatan angka pada dadu. Kemudian posisikan dadu sesuai dengan gambar di posisi awal. Selanjutnya gulirkan dadu ke depan, belakang, kiri atau kanan sesuai dengan arah yang ditentukan pada persoalan. Pada persoalan SMP ini langkah-langkah menentukan angka pada sisi atas dadu saat berada di petak hijau antara lain adalah: Bergulir 3 langkah ke belakang = 5, 1, 2 Bergulir 2 langkah ke kanan = 4, 5 Bergulir 1 langkah ke depan = 1 Bergulir 1 langkah ke kanan = 3 Jadi angka yang berada di atas adalah 3 SMA : Untuk mendapatkan jawaban yang akurat dalam menyelesaikan persoalan ini, kita dapat menggunakan sebuah dadu. Apabila tidak terdapat
dadu, kita dapat menggunakan sebuah benda berbentuk kubus lalu menuliskan angka-angka sesuai pola penempatan angka pada dadu. Kemudian posisikan dadu sesuai dengan gambar di posisi awal. Selanjutnya gulirkan dadu ke depan, belakang, kiri atau kanan sesuai dengan arah yang ditentukan pada persoalan. Pada persoalan SMP ini langkah-langkah menentukan angka pada sisi atas dadu saat berada di petak hijau antara lain adalah: Bergulir 3 langkah ke belakang = 5, 1, 2 Bergulir 2 langkah ke kanan = 4, 5 Bergulir 1 langkah ke depan = 1 Bergulir 1 langkah ke kanan = 3 Bergulir 2 langkah ke depan = 2, 4 Jadi angka yang berada di atas adalah 4 3 Identifikasi 4 pondasi CT yang anda gunakandalam menyelesaikan persoalan ini Dekomposisi Memahami soal kemudian menentukan arah jalannya Dadu Mengenal pola : Pada persoalan ini, pola yang dapat diidentifikasi adalah bahwa jumlah angka pada sisi dadu yang saling berlawanan adalah 7 seperti 1 berlawanan dengan 6, 5 dengan 2, dan 3 dengan 4. Abstraksi Saat menggulirkan dadu menghilangkan atau mengabaikan sisi yang tidak dijadikan dasar dadu. Kemudian, pada saat mengerjakan soal SMP dan SMA tidak mengawali langkah dari dari awal, tetapi cukup melanjutkan dari soal jenjang berikutnya. Algoritma, penerapan fase algoritma pada persoalan ini ditunjukkan dengan menentukan angka yang akan muncul sesuai dengan arah jalan bergulirnya dadu (ke depan, belakang, kiri, atau kanan) 4 Adakah contoh pada kehidupan sehari-hari yang mengimplementasikan konsep yang ada pada soal ini? Dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan persoalan adalah misalnya saat saya membeli kebutuhan pokok anak yakni susu. Dalam 7 hari anak saya yang berumur 15 bulan bisa menghabiskan susu dengan berat 400gr dengan isian 200gr setiap bungkusnya. Jika saya membeli susu dengan berat satu kotaknya adalah 800gr, maka saya
bisa menggunakannya selama 14 hari dengan isian 4 bungkus susu berisi 200gr. Oleh karena itu, konsumsi susu akan bertambah seiring bertambahnya umurnya. 5 Tuliskan perbedaan kompleksitas persoalan untuk masing-masing jenjang yang terdapat pada soal ini Perbedaan kompleksitas persoalan untuk masingmasing jenjang yang terdapat pada jenjang tangga, pada jenjang SD n =6, SMP n=7 dan SMA n=9
TOPIK 3 DEMONSTRASI KONTEKSTUAL COMPUTATIONAL THINKING Jadwal Gladi Resik PENEGAK (SMA) I-2018-BE-04 Sekolah Bebras akan mengadakan pertunjukan menari, dengan penari berpasangan. Ada 6 penari yaitu : Ana, Budi, Cinta, Dori, Evi, Fani. Mereka akan menari berpasangan : 1. Ana - Budi 2. Evi - Dori 3. Ana - Evi 4. Budi - Cinta 5. Dori - Ana 6. Fani - Budi 7. Cinta - Evi 8. Budi – Dori 9. Dori - Fani 10. Fani – Evi Pelatih ingin menjadwalkan gladi resik untuk suatu tarian berantai. Dalam sebuah tarian berantai, urutan tarian ditentukan sedemikian rupa sehingga dari satu tarian ke tarian berikutnya, salah satu dari pasangan penari akan tetap tinggal di panggung untuk pertunjukan berikutnya. Selain itu, ada aturan bahwa seorang penari tak boleh dijdwal menari 3 kali berturut-turut, sebab akan kelelahan. Contoh: saat Ana dan Evi menari, salah satu alternatif berikutnya adalah Cinta dan Evi. Setelah itu, Evi tidak dapat menari lagi. Pertanyaan: Penari mana yang tak boleh dijadwalkan pada tarian pertama karena akan menyebabkan tidak mungkin membuat pertunjukan tarian berantai? Pilihan Jawaban: A. Ana B. Cinta C. Evi D. Dori E. Budi F. Fani
Jawab: Dengan kata lain, jadwal apa pun yang dipilih, pasangan penari pertama harus Ana atau Fani. Cinta adalah satu-satunya penari yang tidak memiliki pasangan dengan keduanya. Jadi dia tidak akan pernah bisa menjadi bagian dari pasangan pertama. Kalau kita perhatikan setiap garis, kita harus mengambil arah dari penari yang sudah ada di latihan sebelumnya ke penari yang akan berada di latihan berikutnya. Karena satu penari tidak akan menari tiga kali berturut-turut, setiap langkah di sebuah garis akan menujukesuatu lingkaran yang berbeda dalam diagram. Garis penghubung dalam diagram berkorespondensi dengan satu pasang penari. ANA BUDI CINTA DORI EVI FANI
Nama/NIM: 1. Kukuh Tri Laksono /2302114491 2. Akhmad Risqy P.U. /2302114491 Jenjang/Mata Pelajaran yang diampu: SMP/ Bahasa Indonesia Judul soal: Menari Berpasangan No. Pertanyaan Jawaban 1 Tulis solusi masing-masing soal Penari mana yang tak boleh dijadwalkan pada tarian pertama karena akan menyebabkan tidak mungkin membuat pertunjukan tarian berantai? 2 Tulis Langkah-langkah berpikir anda hingga mendapat solusi dari masing-masing Soal! Jika anda menggunakan lebih dari satu cara berpikir, tulis pada jenjang mana anda menggunakan cara berpikir tersebut Langkah-langkah seperti di atas. 3 Identifikasi 4 pondasi CT yang anda gunakan dalam menyelesaikan persoalan ini Mengenal pola : Pada persoalan ini, pola yang dapat diidentifikasi adalah dengan cara menjabarkan setiap pasangan penari dan menarik garis membentuk pola di atas. Bagaimana setiap penari tetap berpasangan tetapi tidak berurut sebanyak 3 kali. Algoritma, penerapan fase algoritma pada persoalan ini ditunjukkan dengan menentukan nama penari yang akan muncul sesuai dengan instruksi sebelumnya yakni ‘aturan bahwa seorang penari tak boleh dijdwal menari 3 kali berturut-turut, sebab akan kelelahan.’ 4 Adakah contoh pada kehidupan sehari-hari yang mengimplementasikan konsep yang ada pada soal ini? Dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan persoalan adalah misalnya saat saya menggunakan baju batik. Saat saya PPL saya diwajibkan menggunakan baju batik selama enam hari kerja. Tetapi saya hanya memiliki empat buah baju. Baju itu tidak boleh digunakan sebanyak tiga kali dikhawatirkan akan menyebabkan bau. Kurang lebih mengatur pola penggunaan baju sama seperti dengan pola pada soal di atas.
Lembar Kerja Mahasiswa 02.04.01-02.04.05 LK 1 Nama/NIM: Akhmad Risqy Prasetyo Utomo / 2203114481 Literasi Membaca Mengapa literasi membaca dibutuhkan oleh siswa? Literasi membaca dibutuhkan oleh siswa agar siswa mampu memahami sebuah makna dan informasi dari bacaan yang dibacanya sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya. Kemampuan literasi siswa berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami, meneliti, dan menerapkan. Apalagi saat ini kemampuan literasi merupakan salah satu kompetensi yang wajib dimiliki murid pada abad 21 dan nantinya akan diujikan dalam Asesmen Nasional (AN). Literasi membaca menjadi penting karena dapat membangun kesadaran siswa akan pentingnya membaca untuk mendukung pembelajaran yang efektif, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa, menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa, mengembangkan kreativitas siswa dalam mengelola pojok baca di kelas. Pengertian dari literasi membaca pada tahun 2018 adalah kemampuan untuk mengerti, menggunakan, merefleksikan teks untuk suatu tujuan. Literasi membaca juga mencakup siswa memiliki motivasi untuk mempelajari dan mengerti lebih dalam suatu teks. Apa makna dari masingmasing istilah berikut ini dalam konteks literasi membaca? 1. Mengerti teks: Mengerti teks merupakan kemampuan untuk tahu, paham, dan mampu mengidentifikasi informasi inti yang disajikan dalam teks. 2. Menggunakan teks: Setelah mengerti teks, seseorang mampu menggunakan informasi yang disajikan dalam teks untuk diaplikasikan dalam kehidupannya. 3. Merefleksikan teks: Saat sudah mengerti teks dan menggunakannya, seseorang mampu merefleksi teks yang telah digunakan, kemudian menilai apakah teks yang digunakan sudah tepat dan apakah informasi tersebut berguna untuk kehidupannya. Serta, merefleksi apakah informasi yang diperoleh berdampak positif atau negatif dalam kehidupan sehari-hari. 4. Memiliki motivasi untuk mempelajari dan mengerti lebih dalam suatu teks: Setelah memahami ketepatan dan kegunaan teks, seseorang termotivasi untuk menggali informasi lebih dalam untuk memperluas wawasan dan pengetahuan. Apa saja jenis teks yang digunakan pada tes PISA untuk literasi membaca? (1) format bacaan: teks narasi, teks eksposisi, dan teks argumentasi, formulir, tabel, atau bagan, (2) tingkat berpikir dalam proses membaca mencakup kegiatan mencari informasi, membentuk pemahaman yang luas dari teks, menginterpretasikan, merefleksi/mengevaluasi (konten, bentuk, dan cirinya), dan (3) konteks isi kutipan dan tujuan pemilihan kutipan Terdapat 6 level progress pada reading literacy. Tuliskan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan jika ada atau melewati level tersebut! Level 1b diberikan sebagai contoh.
Level Apa yang dapat dilakukan siswa 1b Siswa dapat menemukan sebuah informasi yang mudah didapat dari sebuah teks sederhana. Informasi yang dicari biasanya sering diulang di dalam teks. Informasi yang dicari juga bisa dinyatakan dalam gambar dan grafik sehingga memudahkan siswa menemukan informasi tersebut. 1a Siswa mampu menjawab pertanyaan dengan konteks yang umum serta semua informasi yang relevan tersedia pertanyaan yang jelas. Siswa mampu mengidentifikasi informasi dan menyelesaikan prosedur rutin menurut instruksi yang jelas pada situasi yang ada. Siswa mampu melakukan tindakan sesuai dengan stimulasi yang diberikan. 2 Siswa mampu menafsirkan dan mengenali situasi dengan konteks yang memerlukan kesimpulan langsung. Siswa mampu memilah informasi yang relevan dari sumber yang tunggal dan menggunakan cara penyajian tunggal. Mampu menggunakan rumus, melaksanakan prosedur atau kesepakatan dalam memecahkan masalah. Mampu menyimpulkan secara tepat dari hasil penyelesaiannya. 3 Siswa mampu melaksanakan prosedur dengan baik, termasuk prosedur yang memerlukan keputusan yang berurutan. Mampu memilih dan menerapkan strategi memecahkan masalah yang sederhana. 4 Siswa mampu mengerjakan dengan metode tertentu secara efektif dalam situasi yang kompleks tetapi konkret yang mungkin melibatkan hambatan-hambatan atau membuat asumsi-asumsi. Mampu memilih dan mengintegrasikan representasi yang berbeda, dan menghubungkan dengan situasi nyata. 5 Siswa mampu mengembangkan dan bekerja dengan model untuk situasi yang kompleks, mengidentifikasi masalah dan menetapkan asumsi. Mampu memilih, membandingkan dan mengevaluasi strategi untuk memecahkan masalah yang kompleks yang berhubungan dengan model. Mampu menggunakan pemikiran dan penalarannya serta secara tepat menghubungkan representasi simbol dengan situasi yang dihadapi. Mampu menjabarkan dan merumuskan hasil pekerjaannya. 6 Siswa mampu membuat konsep, generalisasi dan menggunakan informasi berdasarkan penelaahan dan pemodelan dalam situasi yang kompleks. Mampu menghubungkan dan menerjemahkan sumber informasi berbeda dengan fleksibel. Mampu menerapkan pemahamannya dengan penguasaan simbol dan operasi matematika, mengembangkan strategi dan pendekatan baru dalam menghadapi situasi baru. Mampu merumuskan hasil pekerjaannya dengan tepat dengan mempertimbangkan penemuannya, penafsiran, pendapat dan ketepatan pada situasi nyata.
Tabel 3.1 Penilaian Teman Kelompok Kriteria Penilaian Penilaian dari teman kelompok Anggota 1 Anggota 2 Apakah cara mengerjakan soal yang dituliskan dapat dipahami? A A Apakah cara mengerjakan sudah lengkap? A A Apakah cara mengerjakan dapat diikuti tanpa menimbulkan keambiguan? A A Apakah 4 fondasi CT yang ditulis benar? A A Apakah 4 fondasi CT yang dituliskan dijelaskan dengan lengkap? A A Apakah contoh masalah sehari-hari yang dituliskan sesuai dengan persoalan yang diselesaikan? A A Tabel 3.2 Perbaikan yang perlu dilakukan Nomor Soal Hal yang perlu diperbaiki Masukan atau saran perbaikan 1. Sumber yang digunakan Dari seluruh jawaban, belum ada sumber referensi yang meyakinkan untuk menjawab makna istilah dalam literasi. LEMBAR KERJA MAHASISWA 5 LATIHAN SOAL TES PISA Tabel 3.6: Soal latihan PISA yang diusulkan Unit Nomor Unit Judul Soal Level Reading 3 Graffiti 3 Matemathics 7 Speed of Racing Car 3,5 Science 20 Tooth Decay 4,5 Nama/NIM : Akhmad Risqy Prasetyo Utomo / 2203114481 Jenjang/mata pelajaran yang diampu : PPG Prajabatan Gel.1/Bahasa Indonesia unit/no.unit (reading) : 3 Judul soal : Graffiti No. Pertanyaan Jawaban 1. Tuliskan solusi untuk soal ini! Persoalan yang dibahas pada soal ini adalah mengenai 2 opini orang mengenai grafiti yang ada di lingkungan sekitar yang cukup mengganggu dan merusak fasilitas publik. Adapun solusi yang bisa dihadirkan untuk mengatasi maraknya grafiti liar yang ada di lingkungan sekitar adalah dengan memberikan pengawasan yang cukup ketat pada lingkungan/fasilitas publik yang ada dengan menggunakan cctv ataupun petugas keamanan yang menjaga daerah/fasilitas tersebut, lalu menindak pelaku grafiti liar. Selain itu, perlu
disadari juga bahwa para seniman grafiti liar mungkin kesulitan untuk mencari wadah yang bisa menampung kreativitasnya dalam berkarya, sehingga sebaiknya pemerintah setempat menyediakan wadah untuk seniman tersebut berkarya dan menghargai karya tersebut agar tidak melakukan grafiti liar pada fasilitas/ ruang publik lagi. 2. Tuliskan langkah-langkah berpikir Anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini! Langkah berpikir yang dilakukan dalam menemukan solusi pada permasalahan ini adalah sebagai berikut: 1. Memahami permasalahan dengan membaca literatur terkait (yaitu surat opini yang ditulis oleh kedua belah pihak) 2. Menelaah permasalahan dengan membandingkan opini yang telah diberikan 3. Memikirkan solusi yang sekiranya imbang dan tidak memihak satu pihak saja 3. Identifikasi 4 fondasi CT yang Anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini! Pengenalan Pola Pengenalan pola dilakukan dengan memahami bagaimana pola pelaku grafiti liar dalam menjalankan aksinya, yaitu dengan melakukan aksi secara diam-diam dan dilakukan pada ruang publik yang kosong seperti dinding-dinding yang memungkinkan untuk di grafiti. Abstraksi Abstraksi dilakukan dengan penghapusan grafiti yang ditemukan di ruang-ruang publik, dan juga dengan penindakan pelaku grafiti agar ada efek jera bagi pelaku grafiti. Nama/NIM : Akhmad Risqy Prasetyo Utomo / 2203114481 Jenjang/mata pelajaran yang diampu : PPG Prajabatan Gel.1/Bahasa Indonesia unit/no.unit (reading) : 7 Judul soal : Speed Racing of Car No. Pertanyaan Jawaban 1. Tuliskan solusi untuk soal ini! Solusi pertanyaan 7.1: 1. Dari persoalan ini, diketahui bahwa dari garis start, track lurus terpanjang adalah 1,5 km, sehingga jawabannya adalah opsi B. Solusi pertanyaan 7.2: 1. Dari persoalan ini, diketahui bahwa posisi kecepatan terendah pada putaran kedua adalah 1,3 km, sehingga jawaban yang tepat adalah opsi C. Solusi pertanyaan 7.3: 1. Dengan melihat kecepatan mobil yang berada pada jarak di antara 2,6 km sampai 2,8 km, maka
dapat diketahui bahwa kecepatan mobil bertambah atau naik, sehingga jawaban yang tepat adalah opsi B. Solusi pertanyaan 7.4: 1. Adapun jawaban yang sesuai pertanyaan adalah opsi B kornea gambar track mobil paling tepat sesuai dengan kecepatan yang terekam pada grafik adalah opsi B. 2. Tuliskan langkah-langkah berpikir Anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini! Langkah berpikir yang dilakukan dalam menemukan solusi pada permasalahan ini adalah sebagai berikut: 1. Membaca grafik dan memahami grafik secara keseluruhan. 2. Memahami persoalan yang ditanyakan pada soal. 3. Mengamati kembali grafik untuk menemukan jawaban yang dicari pada soal. 4. Memilih jawaban yang paling tepat dan sesuai. 3. Identifikasi 4 fondasi CT yang Anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini! Abstraksi Abstraksi dilakukan dengan penghapusan menghilangkan hal-hal yang tidak diperlukan saat penyelesaian masalah, contohnya adalah ketika akan mencari posisi kecepatan terendah, maka tidak perlu melihat posisi kecepatan yang tinggi, begitupun sebaliknya Pengenalan Pola Pengenalan pola yang dilakukan pada penyelesaian masalah ini adalah dengan mengetahui dan memahami pola lintasan yang ada pada soal.
Tabel 3.1 Penilaian Teman Kelompok 1. Akhmad Risqy Prasetyo Utomo (2203114481) 2. Kukuh Tri Laksono (2203114491) Kriteria Penilaian Penilaian dari teman kelompok Anggota 1 Anggota 2 Apakah cara mengerjakan soal yang dituliskan dapat dipahami? A A Apakah cara mengerjakan sudah lengkap? A A Apakah cara mengerjakan dapat diikuti tanpa menimbulkan keambiguan? A A Apakah 4 fondasi CT yang ditulis benar? A A Apakah 4 fondasi CT yang dituliskan dijelaskan dengan lengkap? A A Apakah contoh masalah sehari-hari yang dituliskan sesuai dengan persoalan yang diselesaikan? A A Tabel 3.2 Perbaikan yang perlu dilakukan Nomor Soal Hal yang perlu diperbaiki Masukan atau saran perbaikan 1. Proses pengerjaan yang kurang efektif karena terlalu banyak diskusi yang dilakukan yang kurang fokus pada permasalahan yang dituju. Sebaiknya diskusi dijalankan dengan efektif, pembahasan dilakukan hanya menyangkut hal-hal krusial terkait masalah yang akan dipecahkan.
Nama anggota 1 : Akhmad Risqy Prasetyo Utomo / 2302114481 Nama anggota 2 : Kukuh Tri Laksono / 2302114491 Kesamaan dan perbedaan tipe soal Bebras dan PISA/AKM Kesamaan tipe soal bebras dan PISA/AKM yaitu: 1. Soal Bebras dan PISA dapat melatih peserta didik dalam mengembangkan proses berpikir komputasional dalam dirinya. Karena, kedua tipe soal tersebut menyajikan permasalahan yang menuntut peserta didik untuk dapat berpikir secara kritis, logis, dan sistematis, 2. Soal Bebras dan PISA/AKM melatih peserta didik untuk mencari solusi paling efektif,efisien, dan optimal dari persoalan yang dihadapi. 3. Soal Bebras dan PISA/AKM dapat membentuk skill dan habbit yang diharapkan menjadi pola berpikir (reaksi otomatis) ketika memandang suatu persoalan, termasukan persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran Perbedaan tipe soal bebras dan PISA/AKM yaitu: Soal Bebras Soal yang dikembangan telah dikategorikan sesuai jenjang Pendidikan peserta didik yaitu SD,SMP, dan SMA. Sehingga, peserta didik yang berada di jenjang tersebut dapat mengerjakan tipe soal ini. Konsep yang mendasari tipe soal ini adalah computational thinking dan informatika Soal PISA Soal yang dikembangkan ditujukan untuk peserta didik dengan kriteria tertentu yaitu, peserta didik yang berusia 15 tahun ke atasdan teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak. Konsep yang mendasari tipe soal ini adalah literasi membaca, matematika, dan sains. Kesamaan dari langkah penyelesaian kedua jenis persoalan: Kedua tipe soal tersebut sama-sama menggunakan CT dalam penyelesaiannya. Berikut inidiuraikan empat fondasi CT yang digunakan dalam menyelesaikan kedua tipe soal tersebut. Dekomposisi: menguraikan persoalan ke dalam beberapa sub-persoalan yang lebihkecil atau sederhana. Pengenalan pola: pengamatan atau analisis terhadap berbagai kesamaan yang adadiantara persoalan-persoalan. Jika seseorang telah berkali-kali menyelesaikan persoalan, diharapkan dapat menemukan pola dari persoalan-persoalan sejenis dan juga pola dari solusi-solusi yang dirancang/diimplementasikan. Abstraksi: proses mengeliminasi bagian-bagian yang tidak relevan dari suatu persoalan. Algoritma: langkah-langkah sistematis yang digunakan untuk menyelesaikan suatu persoalan
Nama : Akhmad Risqy Prasetyo Utomo Kelas : BINDO-A NIM : 2302114481 T3-12 Aksi Nyata 1. Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini? Jawab: Harapan atau target saya dalam mengikuti mata kuliah ini yaitu saya ingin memiliki cara berpikir yang lebih sistematis supaya saya dapat menyelesaikan persoalan dengan lebih efektif, dan efisien. 2. Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT? Jawab: pemahaman baru yang saya dapatkan yaitu dengan adanya CT dapat mendorong saya untuk menyelesaikan masalah atau permasalahan dan juga berpikir secara sistematis, CT dapat membantu membentuk pola pikir saya supaya lebih terstruktur, selain itu saya mendapatkan pemahaman baru yaitu CT memiliki 4 fondasi utama yaitu dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola dan algoritma, dengan 4 fondasi utama tersebut dapat mempermudah kita untuk menyusun dan mencari solusi dari sebuah permasalahan yang sedang dihadapi. 3. Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda? Jawab: menurut pendapat saya, keberadaan CT dikehidupan saya dapat membuat saya berkembang menjadi lebih baik dalam berpikir, secara tidak sadar saya juga menggunakan konsep CT dalam kehidupan sehari-hari seperti memasak mie instant, mencuci pakaian. Dengan memahami lebih dalam mengenai CT dan fondasi utama dalam CT, masalah dalam kehidupan sehari-hari dapat diselesaikan secara lebih efektif dan efisien.
Nama : Akhmad Risqy Prasetyo Utomo Kelas : BINDO-A NIM : 2302114481 UTS Computational Thinking Manfaat Computational Thinking dalam Pembelajaran dari SD hingga SMA Pendidikan adalah pondasi utama dalam pembentukan generasi masa depan yang unggul dan berpikir kritis. Dalam era digital yang terus berkembang, integrasi teknologi dalam pembelajaran menjadi semakin penting. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah penerapan computational thinking di semua tingkat pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA Dalam era digital yang terus berkembang, keahlian komputasional menjadi semakin penting dalam pendidikan. Konsep Computational Thinking (CT) muncul sebagai kerangka berpikir yang krusial dalam mengajarkan siswa cara memecahkan masalah dengan pendekatan yang sistematis, logis, dan kreatif. Di seluruh spektrum pendidikan, dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), integrasi CT dalam pembelajaran memiliki manfaat yang signifikan. Pada tingkat SD, CT dapat diperkenalkan melalui pendekatan yang berbasis permainan dan visual. Dengan menggunakan permainan dan aktivitas yang menyenangkan, seperti puzzle, tangram, atau coding permainan sederhana, siswa dapat memahami konsep dasar CT seperti algoritma, pola, dan urutan. Melalui pengalaman praktis ini, mereka tidak hanya belajar bagaimana menghadapi masalah dengan cara yang terstruktur, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka. Di SMP, penerapan CT dapat diperluas dengan memperkenalkan siswa pada konsep pemrograman dasar. Dalam pembelajaran bahasa pemrograman yang sederhana seperti Scratch atau Python, siswa dapat mulai memahami logika pemrograman, penggunaan variabel, percabangan, dan perulangan. Proyek-proyek kreatif, seperti pembuatan game sederhana atau animasi, tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik tetapi juga membantu siswa mengasah keterampilan pemecahan masalah dan kreativitas mereka. Saat siswa mencapai tingkat SMA, penerapan CT dapat diperluas menjadi pengembangan keterampilan pemrograman yang lebih lanjut dan aplikasi praktis dalam berbagai disiplin ilmu. Mereka dapat mempelajari bahasa pemrograman yang lebih canggih dan menerapkannya dalam proyek-proyek yang lebih kompleks, seperti pengembangan aplikasi atau analisis data. Selain itu, mereka dapat memperdalam pemahaman mereka tentang kecerdasan buatan dan teknologi terkait lainnya yang semakin penting dalam dunia yang terus berubah ini. Manfaat utama dari integrasi CT dalam pembelajaran di semua tingkat ini sangatlah signifikan. Pertama, CT membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang esensial dalam kehidupan sehari-hari dan di tempat kerja. Kedua, ini mempersiapkan mereka untuk berkarir di dunia yang didorong oleh teknologi, di mana
keterampilan komputasi menjadi semakin penting. Terakhir, integrasi CT membantu siswa memahami dan menguasai teknologi yang mereka gunakan secara lebih baik, memungkinkan mereka untuk menjadi pengguna yang lebih cerdas dan berbudaya. Namun, tantangan dalam penerapan CT dalam pembelajaran tetap ada. Kurangnya sumber daya, pelatihan bagi pendidik, dan integrasi yang tepat dalam kurikulum menjadi beberapa hambatan yang perlu diatasi. Dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta sangat penting dalam memastikan kesuksesan implementasi CT dalam pembelajaran. Dengan demikian, integrasi CT dalam pembelajaran di SD, SMP, dan SMA bukanlah sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan. Ini membawa dampak yang positif bagi perkembangan siswa tidak hanya dalam aspek akademis tetapi juga dalam persiapan mereka untuk masa depan yang semakin terhubung dan didorong oleh teknologi.
COMPUTATIONAL THINKING Nama : Akhmad Risqy Prasetyo Utomo NIM : 2302114481 Kelas : INDO-A SEL.09.2-T4-2a. Eksplorasi Konsep - Lembar Kerja Mahasiswa Nama Akhmad Risqy Prasetyo Utomo NIM 2302114481 Judul proyek STEM yang dipilih Pewarnaan teknik ikat (Sebuah Teknik Pewarnaan Kain Populer di Indonesia) Sumber STEM SERIES 2019 Southeast Asian Ministers Of Eucation Organization Regional Centre for QITEP in Mathematic Kampung STEM Joho Experiences https://repositori.kemendikbud.go.id/21129/1/Handbook_STEM_Series_ SEAQiM.pdf Deskripsi singkat tentang proyek STEM yang dipilih Deskripsi Pewarnaan dengan teknik ikat merupakan salah satu teknik pewarnaan kain yang populer di Indonesia. Meskipun teknik ini tidak hanya terdapat di Indonesia, salah satu teknik pewarnaan tradisional Indonesia juga menggunakan prinsip pewarnaan ikat atau disebut juga batik jumputan. Prinsip dasar dari teknik pewarnaan ikat ini adalah dengan mengikat kain di beberapa tempat kemudian mencelupkannya ke dalam cairan pewarna atau meneteskan zat pewarna ke atas kain. Eksplorasi bermacam-macam motif kain bisa dilakukan dengan memodifikasi bentuk ikatan. Pada pamflet ini akan ditunjukkan salah satu motif yang bisa dilakukan dengan pewarnaan t-shirt teknik ikat.
COMPUTATIONAL THINKING Anggota Kelompok Akhmad Risqy Prasetyo Utomo / 2302114481 Kukuh Tri Laksono / 2302114481 Judul proyek STEM yang dipilih Pewarnaan teknik ikat (Sebuah Teknik Pewarnaan Kain Populer di Indonesia) Sumber STEM SERIES 2019 Southeast Asian Ministers Of Eucation Organization Regional Centre for QITEP in Mathematic Kampung STEM Joho Experiences https://repositori.kemendikbud.go.id/21129/1/Handbook_STEM_Series_ SEAQiM.pdf Deskripsi singkat tentang proyek STEM yang dipilih Deskripsi Pewarnaan dengan teknik ikat merupakan salah satu teknik pewarnaan kain yang populer di Indonesia. Meskipun teknik ini tidak hanya terdapat di Indonesia, salah satu teknik pewarnaan tradisional Indonesia juga menggunakan prinsip pewarnaan ikat atau disebut juga batik jumputan. Prinsip dasar dari teknik pewarnaan ikat ini adalah dengan mengikat kain di beberapa tempat kemudian mencelupkannya ke dalam cairan pewarna atau meneteskan zat pewarna ke atas kain. Eksplorasi bermacam-macam motif kain bisa dilakukan dengan memodifikasi bentuk ikatan. Pada pamflet ini akan ditunjukkan salah satu motif yang bisa dilakukan dengan pewarnaan t-shirt teknik ikat. Aggota Kelompok Akhmad Risqy Prasetyo Utomo / 2302114481 Kukuh Tri Laksono / 2302114481 Nama Proyek Pewarnaan teknik ikat Deskripsi Singkat Proyek Pewarnaan dengan teknik ikat merupakan salah satu teknik pewarnaan kain yang populer di Indonesia. Meskipun teknik ini tidak hanya terdapat di Indonesia, salah satu teknik pewarnaan tradisional Indonesia juga menggunakan prinsip pewarnaan ikat atau disebut juga batik jumputan. Prinsip dasar dari teknik pewarnaan ikat ini adalah dengan mengikat kain di beberapa tempat kemudian mencelupkannya ke dalam cairan pewarna atau meneteskan zat pewarna ke atas kain. Eksplorasi bermacam-macam motif kain bisa dilakukan dengan memodifikasi bentuk ikatan. Pada pamflet ini akan ditunjukkan salah satu motif yang bisa dilakukan dengan pewarnaan t-shirt teknik ikat. Outline Proyek Minggu 1-2: Siswa meneliti tentang macam teknik ikat, pewarna, dan jenis kain kaos Minggu 3-4: Siswa merancang dan menguji teknik ikat, daya serap pewarna pada kain tahan luntur. Hasil rancangan di kompetisikan.
Tujuan Pembelajaran Mengeksplorasi cara pewarnaan t-shirt dengan teknik ikat Menguji hasil rancangan daya serap dan tahan luntur pewarna pada berbagai jenis kain kaos Driving Question Bagaimana kita dapat merancang jumputan yang mempunyai hasil yang indah? Produk Akhir Sebuah rancangan/ desain kaos motif jumputan yang indah Hands-on Activities Perancangan jumputan dengan pengujian rancangan ikat dengan daya secara kain yang baik Asesmen Kompetisi hasil rancangan jumputan. Rancangan jumputan dengan nilai keindahan dan hasil daya serap yang baik/tahan luntur adalah pemenang yang akan mendapat nilai tertinggi Resources yang dibutuhkan Kaos dengan berbagai jenis bahan, pewarna remasol dan fiksasi gatergalas, rafia, ember, air Integrasi CT dalam proyek STEM (Baek et al., 2021) Kosakata CT : tie-dye, resist-dye, textile motif, craft textile, aesthetic exploration Abstraksi: mengidentifikasi teknik ikatan yang mempunyaihasil yang bagus, identifikasi jenis kain kaos yang mempunyai daya serap yang bagus untuk jumputan. 1. Tingkat daya serap setiap kain 2. Tingkat kekencangan ikatan pada kain 3. Tingkat hasil warna kain 4. Tingkat kelunturan kain 5. Tingkat keindahan dan keunikan hasil motif Algoritma: menyusun langkah – langakah dalam pembuatanikat celup/ jumputan 1. Membuat pewarna ( Remasol dan air hangat) 2. Menentukan pola motif jumputan 3. Mengikat/ menjumput kain dengan raffia 4. Memberi warna pada kait yang sudah diikat 5. Membuka ikatan jumputan 6. Dikeringkan 7. Fiksasi dengan waterglas Komunikasi: Diskusi dan presentasi hasil penelitian denganberbagai jenis kain kaos Conditional Logic: 1. jika kain kaos dengan berbagai jenis tingkat ketebalan dengan satu teknik ikatan jumputan, maka hasil pewarnaan jumputan akan berbeda atau sama 2. Jika ikatan kencang atau longgar, maka hasil motif pola jumputan beda atau sama 3. jika jumlah pewarna dalam memberi warna banyak atau sedikit, maka hasil warna pola jumputan sama atau berbeda. 4. jika fiksasi dengan jumlah yang berbeda, maka hasil luntur jumputan beda atau sama.
Pengumpulan Data: pengumpulan data hasil uji cobarancangan jumputan dengan hasil terbaik Struktur Data, Analisis dan Representasi Data: menggunakan data hasil pengujian untuk menyimpulkan ciri kain kaos yang tepat hasil daya serap yang sesui untukmenghasilkan jumputan yang indah Dekomposisi: mengelompokkan jenis kain yang digunakanuntuk membuat rancangan pola jumputan dengan hasil yang indah Pengenalan Pola: identifikasi jenis kain kaos denga dayaserap yang bagus untuk jumputan Pemodelan dan Simulasi: hasil jumputan yang sudah berhasil di uji melalui pencucian dengan air dan dilihat asil akhir tertahanan warna dan ke utuhan motif ke indahannya Perbedaan Proyek STEM sebelum dan sesudah Diintegrasikan dengan CT Proyek STEM sebelum diintegrasikan dengan CT merupakan suatu ide dan konsep dalam pembuatan rancangan Pembuatan jumputan/ ikat celup dengan hasil yang indah. Sedangkan Proyek STEM setelah diintegrasikan dengan CT dapat berupa alur berpikir yang menerapkan berpikir komputer dalam menyelesaikan masalah mengenai jalur alternatif yang dapat digunakan dalam pembuatan jumputan dengan pemilihan jenis kain yang sesuai mempunyai daya serap yang baik agar menghasilkan jumputan yang indah dan tahan luntur
Nomor Kelompok Anggota Kelompok 1. Akhmad Risqy Prasetyo Utomo / 2302114481 2. Kukuh Tri Laksono / 2302114481 Nama Proyek Pewarnaan teknik ikat Catatan-catatan Perbaikan yang Perlu Dilakukan Berdasarkan Masukan Dari Dosen dan Kelompok Lain Masukan dari Dosen : Tidak ada perbaikan, dan semua telah dipaparkan dengan baik. Sudah terdapat empat fondasi CT, algoritma sudah diterangkan dengan jelas, dan fondasi yang lain juga sudah jelas. langkah-langkah telah dipaparkan dengan rinci.