STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
A. Pengertian Strategi Belajar Mengajar
Kata strategi berasal dari bahasa latin yaitu strategia, yang diartikan sebagai seni penggunaan
rencana untuk mencapai tujuan. menurut KBBI (2018) strategi berarti rencana yang cermat
mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran yang khusus.
Menurut (schunk, 2012) Belajar adalah suatu aktivitas yang melibatkan pemerolehan dan
pemodifikasian pengetahuan, keterampilan, strategi, keyakinan, perbuatan dan tingkah laku
Sedangkan Tyson dan Carol (1970) mengemukakan bahwa mengajar ialah : a way working with
student, a process of interaction, the teascher does something to student, the student the something
is return, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
Menurut (djamarah, dkk, 2010) ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar :
1. Mengidentifikasi serta menetapkan indikator perubahan tingkah laku dan kepribadian peserta
didik sebagaimana yang diharapkan.
2. Memilih strategi pendekatan belajar mengajar berdasarkan materi
3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan tekhnik belajar mengajar yang dianggap paling
tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam melaksanakan belajar
mengajarnya
4. Menetapkan kriteria belajar minimal (KBM) sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru oleh
guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar untuk dijadikan umpan balik untuk
penyempurna perangkat belajar
Strategi pembelajaran ini merupakan komponen Yang sangat penting dalam kegiatan belajar
mengajar tujuannya agar dapat meningkatkan kualitas dari peserta didik menuju terbinanya
manusia yang andal dan mampu.
B. Klasifikasi Strategi Belajar Mengajar
1. Strategi Pembelajaran Langsung (direct instruction)
Strategi pembelajaran langsung adalah strategi pembelajaran yang lebih banyak di ajarkan dan
diarahkan oleh guru. Strategi ini bersifat deduktif.
Kelebihan :
Mudah untuk direncanakan.
Mudah untuk digunakan.
Kelemahan :
Perlu pemikiran yang kritis dalam mengembangkan kemampuan.
2. Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (indirect instruction)
Strategi pembelajaran tidak langsung adalah yang lebih banyak mengarah kepada peserta didik.
Strategi ini bersifat induktif.
Kelebihan :
Mendorong ketertarikan serta rasa ingin tahu peserta didik.
Menyelesaikan suatu persoalan.
Mengembangkan kreativitas peserta didik.
Menciptakan pemahaman yang lebih baik.
Kelemahan :
Membutuhkan waktu yang cukup.
Jika peserta didik harus mengingat materi dengan waktu yang singkat strategi ini tidak
cocok.
3. Strategi Pembelajaran Interaktif
Kelebihan :
Dapat membangun keterampilan sosial dan kemampuan.
Menciptakan argumen yang rasional.
Kelemahan :
Selalu bergantung pada guru.
4. Strategi Pembelajaran Empirik
Kelebihan :
Partisipasi peserta didik lebih tinggi.
Menambah kritis peserta didik.
Kekurangan :
Biaya yang mahal.
Perlu waktu yang lama.
C. Prinsip prinsip pengunaan Strategi Belajar Mengajar.
Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran yang dimaksud adalah hal-hal yang harus di
perhatikan dalam menggunakan strategi pembelajaran.
Setiap strategi pembelajaran itu harus diperhatikan, karena setiap strategi pembelajaran itu tidak
semua cocok untuk mencapai semua tujuan pembelajaran dan setiap strategi mempunya khasnya
masing masing.
Adapun beberapa jenis Prinsip-prinsip Pengunaan Strategi Belajar Mengajar :
1. Berorientasi pada tujuan
Tujuan yang di maksud adalah segala aktivitas guru dan siswa itu harus mencapai tujuan yang telat
ditetapkan. Karena pembelajaran dapat di tentukan dari keberhasilan siswa.
2. Individualitas
Seorang guru dikatakan profesional jika ia menangi 32 murid atau siswa perkelasnya, oleh karena
itu keberhasilan seorang guru dilihat dari jumlah siswa.
3. Aktivitas
Belajar bukan tentang menghafal sejumalah kata atau informasi, tetapi belajar untuk kita
mendapatkan sebuah pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang di harapkan, oleh karena itu
strategi pembelajaran yang diterapkan harus benar benar memotivasi dan bisa mendorong siswa
untuk ikut terlibat aktif dalam pembelajaran secara fisik ataupun mental.
4. Integrasi
Mengajar bukan soal mengembangkan kemampuan kognitif saja melainkan strategi pembelajaran
harus dapat mengembangkan seluruh aspek kehidupan siswa secara terintegrasi.
Contohnya mengunakan metode berdiskusi sesama teman temannya. Agar pengembangan belajar
siswa itu bisa keseluruhan bukan hanya kemampuan intelektual saja.
D. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sistem pembelajaran
Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi sistem pembelajaran, antara lain :
1. Guru
Menurut Wina Sanjaya (2011: 198) menyatakan, “Peran guru apalagi pada siswa pada usia
Pendidikan Dasar tidak mungkin digantikan oleh perangkat lain seperti televisi, radio, komputer
dan lain sebagainya. Sebab, siswa adalah organisme yang sedang berkembang yang memerlukan
bimbingan dan bantuan orang dewasa.” dapat diartikan bahwa, tanpa seorang guru yang baik,
strategi pembelajaran yang akan diaplikasikan pun tidak akan terlaksanakan dengan baik.
Kepiawaian guru dalam menggunakan model, metode, teknik serta media pembelajaran akan
menentukan keberhasilan strategi pembelajaran. Pengetahuan, pengalaman, gaya mengajar setiap
guru berbeda-beda. Ada yang menanggap bahwa mengajar itu hanya sekadar menyampaikan
materi, tetapi adapun yang menganggap bahwa mengajar adalah sebuah proses pengalaman yang
baru, untuk menambah pengetahuan peserta didik.
Dunkin (1974) berpendapat, bahwa ada aspek yang dapat memengaruhi kualitas proses
pembelajaran, dilihat dari faktor guru, antara lain : teacher formative exsperience, teacher training
exsperience, dan teacher properties.
A. Teacher Formative Exsperience
Adalah yang merupakan jenis kelamin dan semua pengalaman hidup seorang guru yang menjadi
latar belakang sosial. Aspek yang termasuk ialah tempat asal kelahiran guru, suku, latar belakang
budaya dan adat istiadat, keadaan keluarga berasal dari mana, seperti misalnya berasal dari
keluarga harmonis atau tidak.
B. Teacher Training Exsperience
Adalah yang merupakan pengalaman yang berhubungan dengan aktifitas seorang guru serta latar
belakang pendidikannya. Misalnya tingkat pendidikan.
C. Teacher Properties
Adalah yang merupakan berhubungan dengan sifat guru, misalnya sikap guru terhadap siswanya,
kemampuan serta intelegensi guru, motivasi dan kemampuan mereka dalam merencanakan
pembelajaran dan penguasaan materi serta evaluasi pembelajaran.
2. Siswa
Seperti halnya dengan guru, ada aspek-aspek yang memengaruhi proses pembelajaran. Yang
meliputi aspek latar belakang siswa, menurut Dunkin (1974) yang disebut pupil formative
experiences, dan faktor sifat yang dimiliki siswa, pupil properties.
A. Aspek latar belakang
Yang mana adalah jenis kelamin, tempat kelahiran dan tempat tinggal siswa, tingkat sosial
ekonomi, dari mana keluarga berasal, serta tingkat ekonomi keluarga siswa.
B. Aspek sifat
Yang mana adalah kemampuan dasar serta pengetahuan dan sikap. Kemampuan dasar para siswa
itu berbeda-beda, ada yang memiliki kemampuan yang tinggi dan rendah. Yang memiliki
kemampuan tinggi, biasanya memiliki motivasi tinggi dalam belajar, semangat mengikuti proses
pembelajaran, menyelesaikan tugas-tugasnya. Dan yang rendah, biasanya cenderung malas
belajar, mengikuti pelajaran dan mengerjakan tugas. Perbedaan ini, menuntut perlakuan yang
berbeda oleh guru. Siswa yang memiliki kemampuan dasar rendah dapat lebih termotivasi, dengan
banyaknya cara yang dilakukan guru hingga pembelajaran menjadi inovatif dan kreatif.
Kemampuan dasar memengaruhi tingkat pengetahuan. Dan tingkat pengetahuan berhubungan
dengan sikap siswa pada saat belajar. Ketiganya berkaitan. Siswa yang memiliki kemampuan dasar
yang tinggi, memiliki lebih banyak pengetahuan dibanding siswa yang memiliki kemampuan dasar
yang rendah. Dengan pengetahuan yang lebih banyak tersebut, dapat merubah sikap siswa menjadi
lebih aktif, rajin, serta semangat dalam belajar.
3. Lingkungan
Faktor lingkungan yang dimaksud ialah keluarga, teman atau masyarakat.
A. Keluarga.
Merupakan yang utama, karena siswa lebih banyak berada dirumah. Orang tua banyak
menyerahkan sesuatu yang berhubungan akademik anaknya ke sekolah, padahal faktor yang
menentukan adalah orang tua. Orang tua sebaiknya lebih aktif untuk berperan mengikuti
perkembangan anak. Seperti halnya, bertanya tentang apa yang dilakukan di sekolah, ada tugas
apa yang diberikan oleh guru, kesulitan apa yang dihadapinya saat belajar. Dengan adanya
dampingan dan rasa peduli pada anak, akan berpengaruh pada perkembangan dan memungkinkan
akan menumbuhkan karakter yang baik dan bertanggung jawab. Sehingga anak akan lebih
termotivasi untuk belajar.
B. Teman atau masyarakat
Anak akan cenderung meniru. Khususnya peserta didik Sekolah Dasar. Pemilihan teman pun akan
berpengaruh pada kepribadiannya. Ketika berteman dengan yang pemalas, pembangkang, nakal,
pasti akan terpengaruh. Sebaliknya, jika berteman dengan yang rajin belajar, sopan, kebiasaan itu
akan menular. Peran orang tua harus dominan di dalam hal ini. Faktor masyarakat, kebiasaan
masyarakat yang buruk misalnya sering mabuk, hobi berjudi akan ada kemungkinan berpengaruh
pada pola pikir anak. Tempat tinggal berpengaruh pada sikap dan kepribadian anak.
Sumber :
Kusumawati, Naniek dan Endang Sri Maruti. 2019. Strategi Belajar Mengajar di Sekolah Dasar.
Magetan: CV. AE MEDIA GRAFIKA.
Simatupang, Halim. 2019. Strategi Belajar Mengajar Abad Ke-21. Surabaya: Pustaka Media Guru.