BAHAN AJAR
KELAS IV
TEMA 5 PAHLAWANKU
SUBTEMA 2 PAHLAWANKU KEBANGGANKU
PEMBELAJARAN 3
NAMA : NI KADEK MERIANI
NO. PESERTA PPG : 20220402710102
1
Prakata
Puji syukur saya panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena berkat rahmat
Beliau saya dapat menyusun Bahan Ajar untuk pembelajaran daring ini. Bapak/Ibu guru dan
orang tua peserta didik kelas IV, Bahan Ajar disusun sebagai model rujukan bagi kegiatan
pembelajaran dalam masa Pandemi Covid 19.
Modul untuk kelas IV disusun dalam beberapa rangkaian kegiatan pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran berbasis tematik dengan berbagai penyesuaian mengikuti pedoman
pembelajaran di masa pandemi ini. Modul ini bisa dipergunakan secara utuh dan dapat pula
diadopsi untuk disesuaikan dengan kondisi dan kebijakan pembelajaran di setiap satuan
pendidikan.
Saran dan usulan untuk pengembangan modul berikutnya senantiasa kami nantikan.
Penyusun
Ni Kadek Meriani, S.Pd
2
DAFTAR ISI
1. Prakata
2. Daftar Isi
3. Kompetensi Dasar dan Indikator
4. Tujuan Pembelajaran
5. Peta Konsep
6. Pendahuluan
7. Materi Pembelajaran
8. Rangkuman
9. Daftar Pustaka
3
Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator
3.8 Membandingkan hal yang sudah diketahui 3.8.1 Menganalisis informasi yang sudah
dengan yang baru diketahui dari teks nonfiksi diketahui dari materi dalam teks nonfiksi
3.8.2 Menganalisis informasi yang belum
diketahui dari materi dalam teks nonfiksi
4.8 Menyampaikan hasil membandingkan 4.8.1 Membuat tabel informasi tentang teks
pengetahuan lama dengan pengetahuan baru nonfiksi berdasarkan perbandingan hal yang
secara tertulis dengan bahasa sendiri. sudah diketahui dengan yang baru diketahui
dari teks nonfiksi
4.8.2 Mempresentasikan informasi
berdasarkan tabel informasi
Kompetensi Dasar IPA
Kompetensi Dasar Indikator
3.7 Memahami sifat- sifat cahaya dan 3.7.1 Menemukan salah satu sifat cahaya
keterkaitannya dengan indera penglihatan melalui percobaan seberhana
3.7.2 Menelaah sifat – sifat cahaya lainnya
dalam kehidupan sehari – hari
4.7 Menyajikan laporan hasil pengamatan dan/ 4.7.1 Menyusun laporan hasil percobaan yang
atau percobaan yang memanfaatkan sifat-sifat memanfaatkan sifat-sifat cahaya
cahaya 4.7.2 Mempresentasikan laporan hasil
percobaan yang memanfaatkan sifat-sifat
cahaya
4
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui membaca teks Sultan Agung, Sultan besar yang disajikan pada buku
siswa Tema 5 dan diinformasikan melalui Google Meeting, siswa dapat
menganalisis informasi yang sudah diketahui tentang materi dalam teks
nonfiksi dengan tepat
2. Melalui pengamatan terhadap slide teks tentang Sultan Agung pada Power
Point yang disajikan melalui Google Meeting, siswa dapat menganlisis
informasi yang belum diketahui dari materi dalam teks nonfiksi dengan tepat.
3. Melalui membaca tabel yang disajikan pada buku tema 5, siswa dapat
membuat tabel informasi tentang teks nonfiksi berdasarkan perbandingan
hal yang sudah diketahui dengan yang baru diketahui dari teks nonfiksi
dengan benar.
4. Melalui diskusi dalam Google Meeting, siswa dapat mempresentasikan
informasi berdasarkan tabel informasi secara komunikatif.
5. Melalui melakukan percobaan sesuai dengan video pembelajaran yang
ditayangkan melalui Google Meeting, siswa dapat menuliskan sifat – sifat
cahaya dan keterkaitannya dengan indra penglihatan dengan benar
6. Melalui pengamatan terhadap slide tentang cahaya pada Power Point yang
disajikan melalui Google Meeting, siswa dapat menelaah sifat – sifat cahaya
lainnya dalam kehidupan sehari – hari dengan tepat
7. Melalui mengamati tahapan menuliskan laporan yang disajikan pada buku
siswa tema 5, siswa dapat menyusun laporan hasil percobaan lup sederhana
yang memanfaatkan sifat-sifat cahaya dalam bentuk tulisan dengan tepat
8. Melalui diskusi dalam Google Meeting, siswa dapat menyampaikan laporan
hasil percobaan lup sederhana yang memanfaatkan sifat-sifat cahaya dalam
bentuk tulisan secara komunikatif
5
PEMBELAJARAN 3 PETA KONSEP
Menganalisis Teks NonFiksi
Bahasa Indonesia
Membuat table informasi
tentang Teks NonFiksi
Sifat – sifat cahaya
IPA
Percobaan lup sederhana
6
PENDAHULUAN
Ketika masa kerajaan Hindu – Budha mulai melemah, masuklah agama islam ke
Indonesia. Hal ini menyebabkan munculnya kerajaan – kerjaan yang bercorak Islam.
Diantaranya adalah Kerajaan Gowa – Talo di Makasar, Sulawesi Selatan yang dipimpin
oleh Sultan Hasanuddin. Selain itu, ada pula kerajaan Mataram yang dipimpin oleh
Sultan Agung. Beliau dapat memimpin Kerajaan Mataram ke dalam masa kejayaannya.
Salah satu pahlawan
tersebutaadalah Sultan Agung
yang berjuang menjadikan
kerajaan Mataram sebagai
kerajaan yang makmur.
Dalam Bahan Ajar ini akan dipaparkan tentang salah satu tokoh pahlawan yaitu
Sultan Agung dan juga dipaparkan tentang sifat – sifat cahaya dan juga
pemanfaatannya untuk membuat alat optic. Setelah mempelajari bahan ajar ini peserta
didik akan dapat mengetahui sifat kepahlawanan Sultan Agung dan pemanfaatan
cahaya.
7
Materi Pembelajaran
Bahasa Indonesia
TEKS 1
TEKS 2
SULTAN AGUNG
Sultan Agung Hanyokrokusumo (1593 - 1645) adalah raja Kesultanan Mataram
yang memerintah pada tahun 1613-1645. Di bawah kepemimpinannya, Mataram
berkembang menjadi kerajaan terbesar di Jawa dan Nusantara pada saat itu. Atas jasa-
jasanya sebagai pejuang dan budayawan, Sultan Agung telah ditetapkan menjadi
pahlawan nasional Indonesia.Nama aslinya adalah Raden Mas Jatmika, atau terkenal
pula dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Sultan Agung merupakan putra dari
pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Ayahnya adalah raja
kedua Mataram, sedangkan ibunya adalah putri Pangeran Benawa raja Pajang. Pada
awal pemerintahannya, Mas Rangsang bergelar Panembahan Agung. Kemudian
8
setelah menaklukkan Madura tahun 1624, dia mengganti gelarnya menjadi Susuhunan
Agung atau disingkat Sunan Agung.
Sultan Agung berhasil
menjadikan Mataram sebagai
kerajaan besar tidak hanya
dibangun di atas pertumpahan
darah dan kekerasan, namun
melalui kebudayaan rakyat
yang adiluhung dan
mengenalkan sistem-sistem
pertanian.
Negeri-negeri pelabuhan dan perdagangan seperti Surabaya dan Tuban
dimatikan, sehingga kehidupan rakyat hanya bergantung pada sektor pertanian. Sultan
Agung juga menaruh perhatian pada kebudayaan. Dia memadukan Kalender Hijriyah
yang dipakai di pesisir utara dengan Kalender Saka yang masih dipakai di pedalaman.
Hasilnya adalah terciptanya Kalender Jawa Islam sebagai upaya pemersatuan rakyat
Mataram. Selain itu Sultan Agung juga dikenal sebagai penulis naskah berbau mistis,
berjudul Sastra Gending.
Di lingkungan keraton Mataram, Sultan Agung menetapkan pemakaian bahasa
Bagongan yang harus dipakai oleh para bangsawan dan pejabat demi untuk
menghilangkan kesenjangan satu sama lain. Dengan demikian diharapkan dapat
terciptanya rasa persatuan di antara penghuni istana. Menjelang tahun 1645 Sultan
Agung merasa ajalnya sudah dekat. Dia membangun Astana Imogiri sebagai pusat
pemakaman keluarga raja-raja Kesultanan Mataram mulai dari dirinya. Sultan juga
menuliskan serat Sastra Gending sebagai tuntunan hidup trah Mataram. Sesuai dengan
wasiatnya, Sultan Agung yang meninggal dunia tahun 1645 digantikan oleh putranya
yang bernama Raden Mas Sayidin sebagai raja Mataram.
9
ILMU PENGETAHUAN ALAM
CAHAYA
Setiap hari, aktivitas manusia memerlukan bantuan cahaya. Ini karena mata kita bisa
melihat dengan jelas dengan adanya bantuan cahaya. Saat siang hari, kita bisa melihat
dengan bantuan cahaya Matahari, di malam hari, kita juga bisa melihat dengan bantuan
cahaya dari Bulan atau cahaya lampu. Cahaya itu punya siat-sifat tertentu yaitu :
1. Merambat lurus
Sifat ini terjadi jika cahaya melewati satu medium perantara. Pembuktian sifat ini
dapat dilihat berdasarkan benda untuk meneruskan cahaya. Contohnya sinar
pada lampu senter yang merambat lurus, sinar matahari yng merambat lurus ke
Bumi, dan berkas cahaya pada sebuah lubng yang terlihat lurus.
2. Dapat Dipantulkan
Pemantulan cahaya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pemantulan teratur
dan baur. Pemantulan teratur adalah pemantulan berkas cahaya sejajar yang
terjadi jika cahaya mengenai benda dengan permukaan rata dan mengkilap,
contohnya pada cermin. Sementara, pemantulan baur atau difus yakni
pemantulan cahaya tidak teratur yang terjadi saat cahaya mengenai benda
dengan permukaan kasar, bergelombang dan tidak mengkilap. Contohnya
cahaya yang mengenai air, batu dan aspal.
3. Dapat Dibiaskan
10
Pembiasan cahaya terjadi ketika arah rambat cahaya dibelokkan. Contohnya
yaitu kolam yang airnya jernih terlihat dangkal dan pensil yang terlihat patah saat
dimasukkan ke gelas bening berisi air.
4. Dapat Diuraikan
Penguraian cahaya terjadi secara alami. Contohnya adalah ketika terjadi pelangi.
Pelangi akan muncul setelah turun hujan.
5. Dapat Menembus Benda Bening
Pemanfaatan Sifat – Sifat Cahaya
a. Periskop
Periskop adalah sebuah teropong yang digunakan untuk kapal selam. Namun,
periskop tak hanya digunakan di kapal selam namun juga berfungsi untuk melihat
benda yang berada diatas ataupun dibawah kedudukan kita. Sebuah periskop membuat
kita dapat melihat sesuatu dengan sudut pandang yang lebih tinggi atau terhalang oleh
objek yang lebih tinggi.
Periskop merupakan alat optik
untuk mengamati suatu objek dari posisi
tersembunyi. Periskop sederhana dapat
dibuat dengan menggunakan tabung
yang diberikan cermin paralel yang
saling berhadapan dengan sudut 45°
pada setiap sisinya. Periskop sederhana
sering digunakan sebagai alat untuk
melihat ketika dihalangi kerumunan
orang. Periskop yang canggih biasa
ditemukan pada kendaraan tempur lapis
baja dan kapal selam
b. Lup
Lup merupakan alat optic yang terdiri dari sebuah lensa cembung yang digunakan
untuk melihat benda kecil supaya tampak lebih jelas atau lebih besar dari ukuran
sebenarnya.
11
c. Kaleidoskop
Kaleidoskop adalah suatu alat optic yang terbuat dari beberapa cermin yang
disusun dengan sudut kemiringan tertentu sehingga dapat menghasilkan pantulan
cahaya dengan warna yang indah.
12
RANGKUMAN
a. Sultan Agung Hanyokrokusumo (1593 - 1645) adalah raja Kesultanan Mataram
yang memerintah pada tahun 1613-1645
b. Sultan Agung juga menaruh perhatian pada kebudayaan. Dia memadukan Kalender
Hijriyah yang dipakai di pesisir utara dengan Kalender Saka yang masih dipakai di
pedalaman. Hasilnya adalah terciptanya Kalender Jawa Islam sebagai upaya
pemersatuan rakyat Mataram
c. Cahaya memiliki sifat-sifat tertentu yaitu merambat lurus, dapat dipantulkan, dapat
dibiaskan, dapat diuraikan dan dapat menembus benda bening
d. Sifat – sifat cahaya juga dimanfaatkan untuk menciptakan berbagai alat optic.
Contohnya yaitu dalam pembuatan periskop, lup dan kaleidoskop.
13
DAFTAR PUSTAKA
Buku Siswa Tema : Pahlawanku Kelas IV (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013), Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.
https://www.merdeka.com/sultan-agung-anyokrokusumo/profil/
https://kumparan.com/berita-hari-ini/sifat-sifat-cahaya-dan-contohnya-1tOlIVP5xJp/full
https://www.minews.id/gaya-hidup/soal-dan-jawaban-materi-sifat-sifat-cahaya-4-6-sd-di-
tvri-8-september-2020
14