The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

sebavai sarana informasi untuk siswa mengetahui cara mempertahankan NKRI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by asyifaazzahra212, 2021-11-16 00:18:39

E-BOOK SEJARAH

sebavai sarana informasi untuk siswa mengetahui cara mempertahankan NKRI

Keywords: E-BOOK mempertahankan NKRI

MEMPERTAHANKAN
TEGAKNYA NKRI
UNTUK SMP & SMA

S

ASYIFA AZZAHRA
PENDIDIKAN SEJARAH
UNIVERSITAS SYIAH KUALA

MEMPERTAHANKAN TEGAKNYA NKRI

A. PENGERTIAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)

Menurut Dr. Wiryono prodjodikoro, mengemukakan bahwa negara
adalah suatu organisasi di antara sekelompok manusia yang bersam-
sama mendiami suatu wilayah tertentu dengan mengakui adanya suatu
pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan kelompok atau
beberapa kelompok manusia tersebut. Sekumpulan manusia tersebut
merupakan suatu masyarakat tertentu didalamnya, negara bukan
merupakan satu-satunya organisasi yang di antara mereka.

Negara kesatuan merupakan pemerintah pusat menjalankan
kedaulatan tertinggi negara. Agar tidak sewenag-wenang, aktivitas
pemerintah pusat diawasi dan dibatasi oleh undang-undang. Negara
kesatuan dapat dibedakan dalam dua bentuk, yaitu : negara kesatuan
dengan sistem sentralisasi dan negara kesatuan dengan sistem
desantralisasi. negara kesatuan dengan sistem sentralisasi segala sesuatu
dalam negara langsung diatur dan diurus oleh pemerintah pusat dan
daerah-daerah hanya tinggal melaksanakan segala apa yang telah
diinstruksikan oleh pemerintah pusat. Sedangkan dalam negara kesatuan
dengan sistem desentralisasi, kepada daerah-daerah diberikan
kesempatan dan kekuasaan untuk mengatur dan mengurus rumah
tangganya sendiri (otonomi daerah) yang dinamakan dengan daerah
otonom.

Negara kesatuan republic Indonesia (NKRI) negara kesatuan
berbentuk republic dengan sistem desentralisasi (pasal 18 UUD 1945),
di mana pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya di luar
bidang pemeritahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan
pemerintah pusat. Negara kesatuan republic Indonesia disebut juga
sebagai nusantara yang artinya negara kepulauan, di mana Indonesia

terdiri dari beribu-ribu pulai dari sabang sampai Merauke. Hakikat
negara dalam pengertian ini adalah negara merupakan suatu kesatuan
dari unsur-unsur yang membentuknya yaitu rakyat yang terdiri atas
berbagai macam etnis, suku bangsa, golongan, kebudayaan, serta agama.

B. DINAMIKA SUSUNAN DAN BENTUK NEGARA
KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

1. Periode 1945-1949

Periode ini menjadi tahun-tahun bersejarah dalam
memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bapak
proklamator Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada
tanggal 17 agustus 1945. Sejak saat itu, Indonesia berhak menetukan
sendiri ritme kehidupan bernegara tanpa campur tangan pihak lain.
Konsep negara kesatuan pada periode 1945-1949 dituangkan dalam
undang-undang dasar negara. Pada periode tersebut undang-undang
dasar negara adalah UUD 1945. UUD 1945 menjadi konstitusi pertema
yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Dalam UUD 1945
ditegaskan beberapa hal tentang negara kesatuan Indonesia :

a. Susunan bentuk negara ditegaskan dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 1
yang berbunyi “negara Indonesia adalah kesatuan yang berbentuk
republic”.

b. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republic.
c. Kedaulatan negara Indonesia adalah di tangan rakyat dan

dilakukan sepenuhnya oleh majelis permusyawaratan rakyat.
d. Sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem presidensial.
e. Lembaga-lembaga negara menurut konstitusi pertama terdiri dari

MPR, presiden, dewan pertimbangan agung (DPA), dewan
perwakilan rakyat (DPR), badan pemeriksa keuangan (BPK), dan
mahkamah aguang (MA).

2. Periode 1949-1950

Indonesia lahir dengan nama republic Indonesia serikat (RIS). Republic
Indonesia serikat adalah negara federasi yang berdiri pada tanggal 27
desember 1949 sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam konferensi
meja bundar. Pada masa itu hukum dasar yang di gunakan adalah
konstitusi RIS (republic Indonesia serikat). Konstitusi RIS berlaku
berdasarkan keputusan presiden RIS nomor 48 tahun 1950 tentang
mengumumkan piagam penandatanganan konstitusi republic Indonesia.
Diumumkan di Jakarta pada tanggal 8 februari 1950 oleh Menteri
kehakiman.

3. Periode 1950-1959

Pada periode ini susunan negara telah Kembali pada kesatuan.
Konsep negara ditegaskan dalam konstitusi yang berlaku pada masa itu
yaitu UUDS. UUD 1945 ditetapkan pada tanggal 15 agustus 1950 dan
mulai berlaku pada tanggal 17 agustus 1950. Ketentuan negara kesatuan
ditegaskan dalam pasal 1 ayat (1) yaitu republic Indonesia yang merdeka
dan berdaukat ialah suatu negara hukum yang demokratis dan berbentuk
kesatuan. Wilayah negara kesatuan republic Indonesia pada periode ini
mengalami perubahan. Perubahan ini terjadi karena pemekaran wilayah
di berbagai daerah di Indonesia.

4. Periode 1959-1966

Pada periode ini Indonesia Kembali menggunakan UUD 1945
senagai konstitusi periode ini dikenal juga sebagai periode demokrasi
terpimpin. Demokrasi terpimpin berlaku di Indonesia tahun 1959-1966
dari di keluarkannya dekret presiden 5 juli 1959 hingga jatuhnya
kekuasaan soekarno. Disebut demokrasi terpimpin karena di Indonesia
saat itu mengandalkan kepemimpinan presiden soekarno.

5. Periode 1966-1998
Ir. Soeharto menjadi ikon perode 1966-1988. Sebab masa itu, Ir
soeharto menjadi presiden republic Indonesia. Periode ini dikenal
dengan orde baru. Orde baru merupakan istilah yang digunakan untuk
memisahkan antara kekuasaan masa Ir soekarno (masa orde lama).
Dalam jangka waktu 1966-1998 ekonomi Indonesia berkembang pesat
meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupasi yang
merajalela. Indonesia masih mempertahankan bentuk negara kesatuan
dengan perkembangan jumlah provinsi tersebut.

6. Periode 1998-sekarang
Mereka menyebutnya tuntutan reformasi oleh karena itu, periode
1998-sekarang dikenal dengan reformasi. Salah satu tuntutan reformasi
adalah 1998 adalah dilakukan amandemen terhadap UUD 1945. Tujuan
perubahan UUD 1945 adalah menyempurnakan aturan dasar seperti
tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan
eksistensi perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Perubahan
UUD 1945, tetap mempertahankan sususnan kenegaraan (state struktur)
kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal dengan sebagai negara kesatuan
republic Indonesia (NKRI), dan mempertegas sistem pemerintahan
presidensial.

C. SISTEM PEMERINTAHAN NKRI

Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensil, dimana
presiden berkedudukan sebagai kepala negara sekaligus kepala
pemerintahan. Para bapak bangsa telah meletakkan dasar pembentukkan

negara Indonesia, setelah tercapainya kemerdekaan pada tanggal 17
agustus 1945. Indonesia pernah menjalani sistem pemerintahan federal
di bawah republic Indonesia serikat selama tujuh bulan (27 desember
1949-17 agustus 1950), namun Kembali ke bantuk pemerintahan
republic. Selanjutnya orde baru (1966-1997), pemerintah merespon
desakan daerah-daerah terhadap sistem pemerintahan yang bersifat
sangat sentralistis, dengan menawarkan konsep otonomi daerah untuk
mewujudkn desentralisasi kekuasaan.

D. FUNGSI DAN TUJUAN NKRI

Dari bentuk pemerintahan yang berhierarkis tersebut, tentu negara
mempunyai tujuan dan kekuasaan untuk mencapai tujuan tersebut.
NKRI pada dasarnya juga mempunyai tujuan nasional seperti yang
tercantum dalam pembukaan UUD 1945 pada Alinea keempat yang
berbunyi “kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah
negara I donesia yang emlindungi segeenap bangsa idonesia dan seuruh
tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam
suatu undang-undang dasar negara indonesi yang terbentuk dalam
susunan negara repulik Indonesia yang berkaudalatan rakyat dengan
berdasar kepada ketuhanan yang maha esa kemanusiaan yang adil dan
beradab persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan
mewujudkan suatu kedailan sosail bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Fungsi negara menurut montesquie yaitu fungsi legislative
(membuat undang-undang), fungsi eksekutif (melkasanakan undang-
undang), dan fungsi yudikatif (mengawasi agar semua pratuaran ditaati).

E. CARA MENJAGA KEUTUHAN NKRI

Negara kesatuan republic Indonesia (NKRI) terdiri dari ras, budaya
dan keagamaan yang heterogen. Tidak menutup kemungkinan bahwa
terjadinya perpecahan dan perbedaan pendapat atau pandangan yang
dapat menyebabakan goyangnya keutuhan NKRI ini. Adapun cara
dilakukan untuk mempertahankan keutuhan NKRI adakah sebagai
berikut :

1. Dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam butir-
butir Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mengobarkan semangat bhinek tunggal ika sebagai landasan
persatuan bangsa.

3. Menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan
landasan kosntitusinal UUD 1945.

4. Melaksanakan usaha pertahanan negara.
5. Menghormati satu sama lain.
6. Menerapkam keadilan dalam suatu negara dengan terciptanya

bangsa yang adil akan menjadikan suatu bangsa yang cerdas,
kreatif dan terpandang dalam bidang apapun.
7. Menumbuhkan rasa cinta pada tanah air.

a. Perjuangan menuju kemerdekaan

Perjuangan untuk meraih kemerdekaan bukanlah sebuah hadiah
yang diberikan oleh negara jepang yang telah menjajah Indonesia.
Bukan pula hadiah dari belanda. Kemerdekaan juga bukan terjadi secara
kebetulan, kemerdekaan hadir karna ada perjuangan. Setalah terlepas
dari penjajah belanda, Indonesia dijajah oleh jepang. Jepang masuk
Indonesia dengan membawa semboyan Gerakan tiga A yaitu jepang
cahaya asia, jepang pelindung asia, dan jepang pemimpin asia. Ternyata

semboyan tiga A terbukti. Bahkan keadaan rakyat Indonesia lebih buruk
dari sebelumnya. Rakyat Indonesia semakin sengsara, untuk kepentingan
perang jepang melakukan kerja paksa. Kaum laki-laki dipaksa bekerja di
proyek-proyek pembangunan sarana militer. Kerja paksa itu dikenal
dengan istilah romusha atau serdadu ekonomi.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada tanggal
17 agustus 1945. Sejak saat itu sejaah bangsa Indonesia sebagai bangsa
yang merdeka dan bernegara. Mulai saat itu pula bangsa Indonesia
Menyusun pemerintahannya. Proklamasi mempunyai arti bagi bangsa
Indonesia yaitu :

a. Lahirnya negara kesatuan republic Indonesia.
b. Puncak perjuangan pergerakan kemerdekaan sejak 20 mei 1908.
c. Titik tolak pelaksanaan amanat oenderitaan rakyat. Sejak

diproklamasikan kemerdekaan 17 agustus 1945.

1. Pancasila sebagai ideologi

Ideologi berasal dari Bahasa Yunani eidos dan logos. Eidos artinya
melihat, memandang, pikiran, idea atau cita-cita. Sedangkan logos, logia
artinya ilmu. Secara sederhana ideologi diartikan sebagai apa yang
dipikirkan, diinginkan atau dicita-citakan. Pada umumnya ideologi
adalah seperangkat cita-cita, gagasan-gagasan yang merupakakn
keyakinan, tersusun secara sistematis, disertai petunjuk cara-cara
mewujudkan cita-cita tersebut.

2. Undang-undang dasar negara republic Indonesia tahun 1945

Ajaran filsafat bernegara bangsa Indonesia yang dibingkai dalam
sebuah idoelogi negara yang disebut Pancasila merupakan landasan
utama semua sistem penyelenggaraan negara Indonesia. Hukum sebagai
produk negara tidak dapat dilepas dari falsafah negaranya. Negara
kesatuan republic Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalah negara
hukum yang demokratis atau negara deokrasi yang berdasarkan atas
hukum. Hal ini berarti, bahwa dalam NKRI kekuasaan tunduk pada
hukum dan semua orang yang mempunyai kedudukan yang sma
dihadapan hukum, serta hukum merupakan produk legislasi yang dibuat
secara demokratis berdasarkan Pancasila.

3. Negara kesatuan republic Indonesia berdasarkan Pancasila-UUD
1945

Pembagian wewenang dalam negara kesatuan pada garis besarnya
telah ditentukan oleh pembuat undang-undang di pusat, serta wewenang
secara terperinci terdapat pada provinsi-provinsi, dan residu powernya
pada pemerintahan pusat negara kesatuan. Adapun ciri-ciri negara
kesatuan sebagai berikut :

a. Mewujudkan kebukatan tunggal, mewujudkan kesatuan unity,
negaara tunggal yang monosentris (berpusat satu).

b. Hanya mempunyai satu negara serta hanya mempunyai satu
pemerintahan, satu kepala negara, satu badan legislatur bagi
seluruh daerah negara.

c. Hanya ada satu pusat kekuasaan yang memutar seluruh mesin
pemerintahan dari pusat sampai pelosok-pelosok.

d. Pemerintah pusat mempunyai wewenang untuk menyerahkan
Sebagian kekuasaannya kepada daerah berdasarkan hak otonomi.

F. PERKEMBANGAN DAN TANTANGAN AWAL
KEMERDEKAAN INDONESIA

1. Indonesia pada awal kemerdekaan

Secara politis keadaan Indonesia pada awal kemerdekaan belum
mapan ketegangan, kekacauan, dan berbagai insiden masih terus terjadi.
Hal ini tidak lain karena masih ada kekuataan asing yang tidak rela kalua
Indonesia merdeka. Sebagai contoh rakyat Indonesia masih harus
bentrok dengan sisa-sisa kekuataan jepang, jepang beralasan bahwa ia
diminta oleh sekutu agar tetap menjaga Indonesia dalam keadaan status
quo. Di samping menghadapi kekuatan jepang, bangsa Indonesia harus
berhadapan dengan tantara inggris atas nama sekutu dan juga NICA
(belanda) yang berhasil dating Kembali ke Indonesia dengan
membonceng sekutu. Pemerintahan memang telah terbentuk. Beberapa
alat perlengkapan negara juga sudah tersedia tetapi karena baru awal
kemerdekaan tentu masih banyak kekurangan PPKI yang
keanggotaannya sudah disempurnakan berhasil mengadakan sidang
untuk mengesahkan UUD dan memilih presiden-wakil presiden, bahkan
untuk menjaga keamanan negara juga telah di bentuk NKRI.

Kondisi perekonomian negara masih sangat memprihatinkan,
sehingga terjadi inflasi yang cukup berat. Hal ini dipicu karena
peredaran mata uang rupiah jepang yang tak terkendali, sementara nilai
tukarnya sangat rendah. Pemerintahan Indonesia sendiri tidak bisa
melarang beredarnya mata uang tersebut, mengingat Indonesia sendiri

belum memiliki mata uang sendiri. Sementara kas pemerintah kosong,
waktu itu berlaku tifa jenis mata uang yaitu de javaesche bank, uang
pemerintah hindia belanda, dan mata uang rupiah jepang. Bahkan setelah
NICA dating ke Indonesia juga memberlakukan mata uang NICA.
Kondisi perekonomian ini semakin parah karena adanya blockade yang
dilakukan belanda (NICA) belanda juga terus memberi tekanan dan
terror terhadap pemerintah Indonesia. Inilah yang menyebutkan Jakarta
semakin kacau, sehingga pada tanggal 4 januari 1946 ibu kota republic
Indonesia pindah ke Yogyakarta. Pada 1 oktober 1945 indonesia
mengeluarkan uang RI yang di sebut ORI, uang NICA dinyatakan
sebagai alat tukar yang tidak sah.

Struktur kehidupan masyarakat mulai mengalami perubahan tidak
lagi diskriminasi. Semua memiliki hak dan kewajiban yang sama.
Sementara dalam hal Pendidikan, pemerintah mulai menyelenggarakan
Pendidikan yang diselaraskan dengan alam kemerdekaan. Menteri
Pendidikan dan pengajaran juga sudah diangkat.

2. kembalinya sekutu ke Indonesia

sekutu masuk ke Indonesia memlalui bebrapa pintu wilayah
Indonesia terutama daerah yang merupakan pusat pemerintahan
pendudukan jepang seperti Jakarta, semarang dan Surabaya setelah PD
II. Terjadi perundingan belanda dengan inggris di London yang
mengahsilakn civil affairs agreement. Isinya tentang pengaturan
penyerahan Kembali Indonesia dan pihak inggris kepada belanda.
Khusus yang menyangkut daerah sumatera, sebagai daerah yang berada
di bawah penguasaan SEAC (south east asia command). Di dalam
peeundingan itu dijelaskan Langkah-langkah yang ditempuh sebagai
berikut :

a. Fase pertema, tantara sekutu akan mengadakan operasi militer
untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

b. Fase kedua, setelah keadaan normal pejabat-pejabat NICA akan
mengambil alih tanggung jawab koloni itu dari pihak inggris yang
mewakili sekutu.

Setelah diketahui jepang menyarah pada tanggal 15 agustus 1945.
Maka belanda mendesak inggris agar segera mngesahkan hasil
perundingan tersebut. Pada tanggal 24 agustus 1945, hasil perudingan
tersebut disahkan. Berdasarkan persetujuan postdam, isi civil affairs
agreement diperluas. Inggris bertangguang jawab untuk selururh
Indonesia termasuk daerah yang berada di bawah pengawasan SWPAC
(south west pacific areas sommand).

Untuk melaksanakan isis perjanjian Potsdam, maka pihak SWPAC
di bawah lord louis mountbattlen di singapura segara mengatur
pendaratan tantara sekutu di Indonesia. Kemudian pada tanggal 16
september 1945, wakil mountbatten yakni laksamana muda WR
Patterson dengan menumpang kapal Cumberland, mendarat dipelabuhan
tanjong perak Surabaya. Dalam rombongan petterson ikut serta van der
plass seorang belanda yang mewakili H.J van mook (pemimpin NICA).

Setelah informasi dan persiapan dipandang cukup, maka louis
mountbatten membentuk pasukan komando khusus yang disebut AFNEI
( allied forces Netherlands east indiers) di bawah pimpinan letnan
jenderal sir Philip christison. Mereka tergabung di dalam pasukan
tantara inggris yang berkebangsaan india, yang sering disebut sebagai
tantara Gurkha. Tugas tantara AFNEI sebagai berikut :

a. Menerima penyerahan kekuasaan tantara jepang tanpa syarat.
b. Membebasan para tawanan perang dan interniran sekutu.
c. Melucuti dan mengumpulkan orang-orang jepang untuk

dipulangkan ke negerinya.
d. Menegakkan dan mempertahankan keadaan damai, menciptakan

ketertiban, dan keamanan, untuk kemudia diserahkan kepada
pemerintahan sipil.

e. Mengumpulkan keterangan tentang pejahat perang untuk kemudian
diadili sesuai hukum yang berlaku.

Pasukan sekutu yang tergabung dalam AFNEI mendarat di Jakarta
pada tanggal 29 september 1945. Kekuatan pasukan AFNEI dibagi
menjadi tiga divisi, yaitu sebagai berikut :

a. Divisi india ke-23 di bawah pimpinan jenderal DC Hawthorn.
Daerah tugasnya di jawa bagian barat dan berpusat di Jakarta.

b. Divis india ke-5 di bawah komando jenderal EC Mansergh
bertugas di jawa bagian timur dan berpusat di Surabaya.

c. Divisi I dia ke-26 di bawah komando jenderal HM Chambers
bertugas di Sumatra, pusatnya ada di medan.

3. Perlawanan rakyat terhadap pendudukan jepang

a. Pertempuran lima hari di semarang
Pada tanggal 14-19 oktober 1945 di semarang pecah pertempuran
antara para pemuda semarang dengan tantara jepang. Pertempuran ini
berlangsung selama lima hari sehingga terkenal sebagai peristiwa
pertempuran lima hari di semarang. Peristiwa ini bermula dari tersisanya
kabar bahwa jepang telah meracuni cadangan air minum di candi,
semarang.
Dokter karyadi selaku kepala laboratorium pusat rumah sakit rakyat
memberanikan diri untuk memeriksa air minum tersebut. Akan tetapi,
Ketika dr. karyadi sedang melakukan pemeriksaan, Jepang
menembaknya sehingga ia gugur. Peristiwa ini membuat pada pemuda
semarang marah sehingga mereka serempak menyerbu tantara jepang.

Dalam pertempuran ini kurang lebih 2.000 pemuda kita gugur sebagai
kesuma bangsa. Sementara pihak jepang 100 serdadu tewas untuk
mengenang perjuangan para pemuda ini maka di semarang didirikan
monument tugu muda.

b. Pertempuran 10 november di Surabaya

Surabaya merupakan kota pahlawan. Surabaya menjadi ajang
pertempuran yang paling hebat selama revolusi mempertahankan
kemerdekaan sehingga menjadi lambing perlawanan nasional. Peristiwa
di Surabaya merupakan rangkaian kejadian yang diawali sejak
kedatangan pasukan sekutu tanggal 25 oktober 1945 yang dipimpin oleh
Brigjen A.W.S Mallaby.

Pada tanggal 30 oktober 1945 terjadi pertempuran yang hebat di
Gedung bank internatio di jembatan merah. Pertempuran itu
menewaskan brigjen mallaby. Akibat meninggalnya brigjen mallaby
inggris memberi ultimatum isisnya agar rakyat Surabaya menyerah
kepada sekutu. Secara resmi rakyat Surabaya, yang diwakili gubernur
suryo menolak ultimatum inggris. Akibatnya pada tanggal 10 november
1945 pagi hari, pasukan inggris mengerahkan pasukan infantry dengan
senjata-senjata berat dan menyerbu Surabaya dari darat, laut, maupun
udara.

Rakyat Surabaya tidak takut dengan gempurran sekutu. Bung tomo
memimpin rakyat dengan berpidato memangkitkan semanagat lewat
radio. Pertempuran berlangsung selama tiga minggu akibat pertempuran
terseut 6.000 rakyat Surabaya gugur. Pengaruh pertempuran suarabaya
berdampak luas di kalangan internasional, bahkan masuk dalam agenda
sidang dewan keamanan PBB tanggal 7-13 februari 1946.

c. Pertempuran ambarawa

Pertempuran ini berlangsung tanggal 20 november sampai dengan 15
desember 1945 antara TKR dan pasukan inggris. Peristiwa itu berawal
dari kedatangan tantara sekutu di semarang tanggal 20 oktober 1945.
Tujuan semula pasykan itu adalah mengurus tawanan perang. Akan
tetapi ternyata mereka diboncengi oleh NICA yang kemudian
mempersenjatai para tawanan. Di ambarawa tanggal 20 oktober 1945
pecahlah pertempuran antara TKR yang dipimpin mayor sumarto
dengan tantara serikat. Dalam perteempuran itu gugur letkol isdiman.
Komando pasukan resimen banyumas. Dengan gugurnya kolonel
isdiman, komando pasukan diambil alih oleh letnan kolonel Sudirman
yang saat itu menjabat sebagai panglima divisi banyumas.

Pasukan serikat menggunakan para tawanan jepang yang telah
dipersenjatai untuk ikut bertempur. Mereka juga mengerahkan tank dan
senjata berat lainnya. Pada tanggal 12 desember 1945, pasukan
Indonesia melancarkan seranan serentak setelah betempur selama
empaat hari, akhirnya pasukan Indonesia berhasil mengusir tantara
serikat dari ambarawa dan memukul mundur mereka dari semarang.
Melalui pertempuran ini nama sudriman mulai terangkat Ketika terjadi
pemilihan pimpinan tantara di Yogyakarta, Sudirman dapat
mengalahkan urip sumoharjo.

d. Pertempuran bandung lautan api

Pasukan sekutu yang dating pada bulan oktober 1945 menghendaki
senjata-senjata yang didapatkan para pemuda agar diserahkan kepada
sekutu. Karena perintah itu tidak diindahkan oleh para pemuda. Maka
tanggal 21 november 1945 pasukan sekutu mengultimatum agar
mengosongkan bandung utara yang berujung pada serinya terjadi inside
antara sekutu dengan para pemuda. Akhirnya bandyng utara dapat
dikuasai pasukan belanda, sedangkan bandung selatan tetap dikuasai

pasukan TKR. Sekutu mengeluarkan ultimatum kedua pada tanggal 23
maret 1946. Para pemuda terpaksa meninggalkan kota bandung atas
perintah pemerintah RI dengan terlebih dahulu membakar bandung
selatan, lalu mundur keluar kota. Peristiwa itu kemudian dikenal dengan
“ bandung lautan api”.

e. Peristiwa merah putih di manado

Pada tanggal 14 desember 1945 para pemuda manado yang tergabung
dalam pasukan KNIL Bersama rakyat berhasil merebut manado.
Tomohon dan minahasa dari tangan sekutu belanda. Di tempat-tempat
yang berhasil direbut itu mereka mengibarkan sang merah putih para
tokoh yang terlibat dalam peristiwa merah putih di manado ini antara
lain letkol taulu, residen lapian, dan nani wartabone. Peristiwa merah
putih di manado membuktikan bahwa usaha kaum penjajah yang ingin
bercokol di manado selalu dihadapi rakyat manado dengan semangat
juang yang tinggi.

f. Pertempuran mergarana di bali

Akibat perjanjian linggarjati, maka daerah bali bukan lagi termasuk
wilayah RI. Ketika belanda hendak membbentk negara boneka yaitu
negara Indonesia timur letnal kolonel ngurah rai ditawari untuk bekerja
sama dengan belanda. Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh
beliau bahkan pada tanggal 18 november 1946 ngurah rai menyerang
pasukan belanda. Belanda membalasnya dengan mengerahkan semua
kekuatan di bali dan Lombok, lengkap denan pesawat terbang.
Pertempuran yang dikenal dengan pertempuran puputan itu
dimenangkan belanda, dan ngurah rai gugur beserta anak buahnya.

g. Peristiwa kaptem westerling

Pengorbanan mereka turut mengantarkan rakyat Indonesia ke depan
pintu gerbang negara Indonesia yang Bersatu, berdaulat, adil dan
Makmur. Pertempuran terjadi tambah sengit dan putra Sulawesi yang
dibina di jawa juga memperkuat perjuangan Sulawesi selatan seperti
andi matalata, dan wolter Robert menginsidi yang pantasnya masih studi
di bangku sekolah demi panggilan hati nuraninya untuk
mempertahankan kemerdekaan negerinya terjun ke kancah perjuangan.

G. PERJUANGAN FISIK DAN DIPLOMASI DALAM
MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN NKRI

1. Pertemuan soekarno-van mook
Pertemuan ini merupakan pertemuan untuk menjajaki kesepakatan

kedua belah pihak yang berselisih. Presiden soekarno mengemukakan
kesediaan pemerintah republic Indonesia untuk berunding atas dasar
pengakuan hak rakyat Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri.
Sedangkan van mook mengemukakan pandangannya mengenai masalah
Indonesia di masa depan bahwa belanda ingin menjalankan untuk
Indonesia menjadi negara persemakmuran berbentuk federal yang
memiliki pemerintah sendiri di lingkungan kerajaan belanda.

2. Pertemuan syahrir-van mook
Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 17 november 1945 bertempat
dimarkas besar tantara inggris di Jakarta. Dalam pertemuan ini piak
sekutu diwakili oleh letnan jenderal christison, pihak belanda Dr. H. J.
van mook, sedangkan delegasi republic Indonesia dipimpin oleh perdana
Menteri sutan syahrir.

3. Perundingan syahrir-van mook

4. Perundingan di hooge veluwe
Perundingan ini dilaksanakan pada tanggal 14-25 april 1946.

Perundingan ini tidak membawa hasil sebab belanda menolak konsep
hasil pertemuan syahrir-van mook-clark kerr di Jakarta.

5. Perundingan linggarjati
Dalam mencapai kesepakatan di bidang politik antara Indonesia
dengan belanda diadakanlah perundingan linggarjati. Perundingan ini
diadakan sejak tanggal 10 november 1946 di linggarjati. Hasil
perundingan ini ditandatangani pada tanggal 25 maret 1947 di istana
Rijswijk (sekarang istana merdeka) yang isinya adalah :
a. Belanda mengakui de facto republic Indonesia dengan wilayah

kekuasaan yang meliputi Sumatra, jawa, dan madura. Belanda
harus sudah meninggalkan daerah de facto paling lambat tanggal 1
januari 1949.
b. Republic Indonesia dan belanda akan bekerja sama dalam
membentuk negara Indonesia serikat yang salah satu negara
bagiannya adalah republic Indonesia.
c. Republic Indonesia serikat dan belanda akan membentuk uni
Indonesia-belanda dengan ratu belanda sebagai ketuanya.

6. Agresi militer belanda I
Operasi yang diberi label “aksi polisional” ini merupakan agresi yang
dikenal dengan agresi militer I.

7. Komisi tiga negara

Pada tanggal 25 agustus 1947 DK PBB menerima usul amerika serikat
tentang pembentukkan komisi tiga negara (KTN). Belanda menunjukkan
belgia sebagai anggota sedangkan Indonesia memilih Australia.

8. Perjanjian renville
Perundingan ini dimulai pada tanggal 8 desember 1947 di mana

pihak Indonesia meengirimkan delegasi yang dipimpin oleh Mr. Amir
Syarifuddin sedangkan pihak belanda dipimpin oleh R. Abdulkadir
Widjojoatmojo, seorang Indonesia yang memihak belanda.

9. Agresi militer II dan perang gerilya
Dampak agresi militer belanda II adalah mengakibatkan hancurnya

beberapa bangunan penting di ibukota Yogyakarta, bahkan Yogyakarta
yang pada saat itu sebagai ibu kota Indonesia juga mampu dikuasai oleh
belanda. Pihak belanda yang paling dikenal dilakukan pihak TNI
terhadap pihak belanda adalah serangan umum 1 maret 1949 terhadap
kota Yogyakarta

10. Keberadaan dan peran PDRI
Soekarno mengirimkan mandat serupa kepada mr. maramis

dan dr sudarsono yang sedang berada di new delhi, india apabila
pembentukkan PDRI di Sumatra mengalami kegagalan. Namun,
syarifuddin berhasil mendeklarasikan berdirinya pemerintah darurat
republic Indonesia ini dilakukan di kabupaten lima puluh kota pada
tanggal 19 desember 1948.

11. Serangan umum 1 maret 1949
Berita serangan umum ini disiarkan RRI yang sedang bergerilya

di daerah gunung kidul, yang dapat ditangkap RRI di Sumatra.

12. Perjanjian roem roeyen dan maknanya

13. Konferensi inter-indonesia

14. KMB dan pengakuan kedaulatan

15. Pembentukkan negara republic Indonesia serikat (RIS)

Negara RIS berbentuk federasi meliputi seluruh Indonesia dan RI
menjadi salah satu bagiannya bagi RI keputusan ini sangat merugikan,
tetapi merupakan strategi agar belanda segera mengakui kedaulatan
Indonesia sekalipun dalam bentuk federasi RIS. Dalam konstitusi itu
juga dijelaskan bahwa presiden dan para Menteri yang dipimpin oleh
seorang perdana Menteri secara Bersama-sama merupakan pemerintah.

16. Proses Kembali ke negara kesatuan
Pada tanggal 15 agustus 1950 diadakan rapat gabungan parlemen (DPR)
dan senat RIS. Dalam rapat gabungan ini presiden soekarno
membacakan piagam persetujuan terbentuknya negara kesatuan republic
Indonesia. Pada hari itu, presiden soekarno terus ke yokyarkarta untuk
menerima Kembali jabatan presiden negara kesatuan dari pejabat
presiden RI, Mr, asaat. Dengan demikian berakirlah Riwayat hidup

negara RIS, dan secara resmi tanggal 17 agustus 1950 terbentuklah
Kembali negara kesatuan RI. Soekarno Kembali sebagai presiden dan
moh. Hatta sebagai wakil presiden RI.

H. NILAI-NILAI PERJUANGAN PADA MASA

MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN NKRI

1. Nilai persatuan dan kesatuan

Persatuan dan kesatuan adalah nilai yang sangat penting di dalam setiap
bentuk perjuangan. Semua organisasi atau kekuatan yanga ada sekalipun
dengan paham ideologi atau organisasi yang berbeda, namun tetap
Bersatu dalam menghadapi kaum penjajah untuk memcapai
kemerdekaan. Pada masa peluncutan senjata terhadap jepang perang
melawan sekutu maupun belanda, semua anggota TNI berbagai anggota
kelaskaran dan rakyat Bersatu padu.

2. Nilai rela berkoraban dan tanpa pamrih
Nilai perjuangan bangsa yang sangat menonjol di masa perang

kemerdekaan adalah rela berkorban. Para pemimpin, rakyat, dan para
pejuang pada umumnya benar-benar rela berkorban tanpa pamrih.
Mereka telah banyak mempertaruhkan jiwa dan raganya, mengorbankan
waktu dan harta bendanya, demi perjuangan kemerdekaan.

3. Nilai cinta pada tanah air
Rasa cinta pada tanah air merupakan factor pendorong yang sangat kuat
bagi para pejuang kita untuk berjuang di medan laga. Timbullah
semangat patriotism di kalangan para pejuang kita untuk melawan

penjajah. Sebagai perwujudan dari rasa cinta tanah air, cinta pada
tumpah darahnya maka mulcullah berbagai perlawanan didaerah untuk
melawan kekuataan kaum penjajah.

4. Nilai saling pengertian dan saling menghargai

Berangkat dari sikap saling pengertian dan saling menghargai juga dapat
memupu rasa persatuan dan menghindarkan perpecahan. Timbullah rasa
kebersamaan sebagai contoh, tokoh-tokoh islam yang pernah menjadi
panitia Sembilan dan PPKI. Memahami dan menghargai kelompok-
kelompok lain, sehingga tidak keberatan untuk menghilangkan kata-kata
dalam piagam Jakarta “ketuhanan dengan menjalankan syariat islam
bagi para pemeluknya” dan diganti dengan “ketuhanan yang maha esa”.


Click to View FlipBook Version