The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Efa Nofiyaningrum, 2023-12-18 17:41:41

PENGAWASAN DAN EVALUASI

PENGAWASAN-EVALUASI OK

No PROGRAM DAN RINCIAN TUGAS SASARAN / TUJUAN SUPERVISI KEGIATAN YANG DILAKUKAN HASIL YANG AKAN DIPEROLEH METODE / TEKNIK SUPERVISI INDIKATOR KEBERHASI LAN JADWAL KERJA I PROGRAM PEMBINAAN 3. PEMBINAAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN : PENYUSUNAN INSTRUMEN SUPERVISI DAN PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN YANG PROFESIONAL KOORDINASI DAN PEMBINAAN BIMBINGAN TEKNIS TERHADAP TUPOKSI PANDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGA N PROFESI GURU (PTK) BIMBINGAN TEKNIS KHUSU TENAGA KEPENDIDIKAN (ADMINISTRASI, PERPUSTAKAAN, LABORATORIUM ) TERWUJUDNYA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN YANG KOMPETEN TERWUJUD KUALIFIKASI GURU SESUAI BIDANG TUGASNYA (TIDAK MISSMED) SUPERVISI STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKA N MENGGUNAKA N INSTRUMEN SUPERVISI YANG MENGACU PADA STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKA N ( INSTRUMEN STANDAR 4) TERWUJUDN YA PENDIDIK (GURU) DAN TENAGA KEPENDIDIK AN (TENAGA ADMINISTRA SI, TENAGA PERPUSTAKA AN, TENAGA LABORATORI UM) YANG KOMPETEN DAN PROFESIONA L Oktober - Januari


No PROGRAM DAN RINCIAN TUGAS SASARAN / TUJUAN SUPERVISI KEGIATAN YANG DILAKUKAN HASIL YANG AKAN DIPEROLEH METODE / TEKNIK SUPERVISI INDIKATOR KEBERHASI LAN JADWAL KERJA I PROGRAM PEMBINAAN 4. Pembinaan standar penilaian pendidikan : Penyusunan instrumen penilaian dan supervisi penilain hasil belajar Sistem penilaian yang valid, obyektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh dan berkesinambun gan , sistematis, acuan kriteria, dan akuntabel KOORDINASI DAN PEMBINAAN BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGA N SISTEM PENILAIAN WORKSHOP PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN, ANALISIS, DAN TINDAK LANJUT TERSUSUNNYA INSTRUMEN PENILAIAN, ANALISIS HASIL PENILAIAN, DAN TINDAK LANJUT (PERBAIKAN DAN PENGAYAAN) SUPERVISI STANDAR PENILAIAN MENGGUNAKA N INSTRUMEN SUPERVISI YANG MENGACU PADA STANDAR PENILAIN PENDIDIKAN ( INSTRUMEN STANDAR 8) TERCAPAINY A PENILAIAN HASIL BELAJAR DENGAN TINGKAT KETUNTASA N YANG TINGGI (PENCAPAIN KKM), PROSENTASE KENAIKAN, DAN HASIL AGUSTUS – JUNI KELULUSAN II PROGRAM PENILAIAN 1. Kepala Sekolah Manajemen Melaksanakan Terwujud Supervisi Terwujud November Kepala supervisi manajemen manajemen sistem Sekolah manajerial yang sistematis, Kepala pengelolaan transparan, dan Sekolah yang tertib, akuntabel menggunakan sistematis, instrumen transparan manajerial dan akuntabel. Iklim sekolah yang aman, nyaman, dan penuh kekeluargaa n 2. Pendidik Tugas pokok Melaksanakan Nilai kinerja Supervisi Nilai kinerja Desember


No PROGRAM DAN RINCIAN TUGAS SASARAN / TUJUAN SUPERVISI KEGIATAN YANG DILAKUKAN HASIL YANG AKAN DIPEROLEH METODE / TEKNIK SUPERVISI INDIKATOR KEBERHASI LAN JADWAL KERJA I PROGRAM PEMBINAAN dan fungsi pendidik supervisi akademik pendidik kinerja guru menggunakan Instumen Penilaian Kinerja Guru (IPKG) guru 90% minimal baik 3. Tenaga Kependidikan Tugas pokok dan fungsi tenaga kependidikan Melaksanakan supervisi akademik Nilai kinerja tenaga kependidikan Supervisi kinerja tenaga kependidikan menggunakan Instumen Penilaian Kinerja Tendik (IPKT) Nilai kinerja tenaga kependidika n minimal 90% lbaik Januari III PROGRAM PEMANTAUAN 1. Administrasi Sekolah Administrasi Kepala Sekolah, kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana, hubungan masyarakat,dan perkantoran Memantau dan verifikasi administrasi Kepala Sekolah, kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana, hubungan masyarakat,dan perkantoran Administrasi yang tertib, benar, dan sistematis, dan lengkap Pemeriksaan fisik dan dokumentasi 90% administrasi terlaksana dengan tertib dan benar Maret 2. Standar Nasional Pendidikan Standar isi, standar proses, SKL, standar pendidik dan tendik, standar sarara Memantau pelaksanaan pencapaian standar nasional pendidikan dan memeriksa Tercapainya standar nasional pendidikan (8 standar) Pemeriksaan fisik dan dokumentasi Minimal 3 dari 8 standar memenuhi standar nasional April


No PROGRAM DAN RINCIAN TUGAS SASARAN / TUJUAN SUPERVISI KEGIATAN YANG DILAKUKAN HASIL YANG AKAN DIPEROLEH METODE / TEKNIK SUPERVISI INDIKATOR KEBERHASI LAN JADWAL KERJA I PROGRAM PEMBINAAN prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan strandar penilaian dokumennya, dapat diintegrasikan dengan kegiatan penilaian dan pembinaan pendidikan 3. Ulangan Tengah Semester (UTS) Ulangan tengah semester 1 dan 2 Monitoring pelaksanaan ulangan tengah semester Terlaksana UTS yang tertib, aman, dan lancar Menggunakan instrumen monitoring Mencapai ketuntasan UTS klasikal minimal 85% Oktober 4. Ulangan Akhir Semester dan Ulangan Kenaikan Kelas (UAS dan UKK) Ulangan akhir semester(smt 1) dan ulangan kenainakan kelas (smt 2) Monitoring pelaksanaan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas Terlaksana UAS dan UKK yang tertib, aman, dan lancar Menggunakan instrumen monitoring Mencapai ketuntasan UAS dan UKK klasikal minimal 85% Desember dan Mei 5. Lingkungan Sekolah Keamanan, ketertiban, kebersihan, kesehatan, kerindangan, kenyamanan, keindahan Memantau pelaksanaan dan memeriksa dokumen Tercipta lingkungan sekolah yang memenuhi 7K Menggunakan instrumen monitoring Kondisi sekolah yang memenuhi 7K Februari - Maret 6. Ujian Sekolah Pelaksanaan US yang tertib, aman, dan lancar Monitoring Ujian Sekolah Terlaksana US yang tertib, aman, dan lancar Menggunakan instrumen monitoring Mencapai persentase kelulusan minimal 95% dengan nilai ratarata di atas nilai rataApril - Mei


No PROGRAM DAN RINCIAN TUGAS SASARAN / TUJUAN SUPERVISI KEGIATAN YANG DILAKUKAN HASIL YANG AKAN DIPEROLEH METODE / TEKNIK SUPERVISI INDIKATOR KEBERHASI LAN JADWAL KERJA I PROGRAM PEMBINAAN rata provinsi 7. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Monitoring pelaksanaan PPDB Terlaksana PPDB yang tertib, aman, lancar, transparan, dan akuntabel Menggunakan instrumen monitoring Memperoleh siswa baru yang kompeten dan memenuhi target daya tampung Juni/Juli 8. Pengembangan Diri (ekstrakurikuler) Pelaksanaan kegiatan pengembangan diri Monitoring dan supervisi pelaksanaan program pengembangan diri Terlaksana kegiatan pengembangan diri yang tertib, lancar sesuai bakat dan minat Menggunakan instrumen monitoring Menghasilka n siswa yang kompeten sesuai minat dan bakatnya Agustus – Mei 9. Sarana dan Prasarana Pengadaan dan pemberdayaan sarana dan prasarana Monitoring dan supervisi pengadaan dan pemberdayaan sarana dan prasarana Terwujud sarana dan prasarana sesuai standar nasional pendidikan dan pemberdayaan yang optimal Menggunakan instrumen monitoring Minimal 75% kebutuhan sarana dan prasarana terpenuhi


DATA PEMANTAUAN TENAGA PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 1 DLANGGU Nama : Bulan : Mojokerto, Mengetahui Kepala SMPN 1 Dlanggu Koordinator Umum Dra. Andry Isweliyah,M.Pd ………………………… NIP.19680220 199802 2 001 NIP. NO DESKRIPSI PEKERJAAN IYA TIDAK KETERANGAN 1 Membersihkan lingkungan perpustakaan √ 2 Menyusun Administrasi Keperpustakaan √ 3 Menata buku di rak √ 4 Menyiapkan buku pengunjung perpustakaan (umum + siswa) √ 5 Melakukan Peminjaman buku √ 6 Melakukan Pengembalian buku √ 7 Menginduk buku manual dan otomasi √ 8 Mengolah kelengkapan buku (label buku, label warna klasifikasi, kartu buku, lidah buku dan kantung buku) √ 9 Melaksanakan Kurikulum Wajib Baca sesuai dengan jadwal kunjungan √ 10 Membimbing dan menyusun artikel/cerpen siswa serta membukukannya √ 11 Membimbing dan memotivasi siswa mendongeng √ 12 Mengikuti kegiatan pengembangan perpustakaan √


DATA PEMANTAUAN TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH SMP NEGERI 1 DLANGGU Nama : Bulan : September NO DESKRIPSI PEKERJAAN IYA TIDAK KETERANGAN 1 ADMINISTRASI KELAS RPP Silabus Promes Prota Sumber Pembelajaran Media Pembelajaran 2 ADMINISTRASI SEKOLAH Pengumuman Undangan rapat Pelatihan Pengisian profil sekolah Dapodik SKPBM SIMBADA (melalui web dinas pendidikan kab) PPDB Online Verifikasi NIK Pengajuan mitra warga KIP 3 ADIMINISTRASI KEUANGAN Laporan BOSNAS (melalui web kemdikbud) Laporan BOBDA (melalui web kemdikbud) SIPKS (melalui web dinas pendidikan) SIPLAH (melalui web kemdikbud) 4 ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SIAGUS Tunjangan kinerja Kenaikan pangkat Ijin guru Penilaian kerja Record riwayat mengajar Instrumen kesehatan mental Absensi Mengetahui Mojokerto, Kepala SMPN 1 Dlanggu Koordinator Umum Dra. Andry Isweliyah,M.Pd ……………………… Nip.19680220199802 2 001 Nip.


PROGRAM TINDAK LANJUT HASIL EVALUASI PEMBELAJARAN A. Belajar Tuntas (Mastery Learning) 1. Hakikat Belajar Hakikat belajar adalah suatu aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku (behavioral change) pada individu yang belajar. Perubahan tingkah laku tersebut terjadi karena usaha individu yang bersangkutan. Belajar mengandung pengertian terjadinya perubahan dari persepsi dan prilaku, termasuk juga perbaikan prilaku. Menurut Dewey (2001), tugas sekolah adalah memberi pengalaman belajar yang tepat bagi siswa. Selanjutnya ditegaskan bahwa tugas guru adalah membantu siswa menjalin pengalaman belajar yang satu dengan yang lain, termasuk yang baru dengan yang lama. Pengalaman belajar baru melalui pengalaman belajar yang lama akan melekat pada struktur kognitif siswa dan menjadi pengetahuan baru bagi siswa. Sedangkan Menurut Vygotsky (2001), terdapat hubungan yang erat antara pengalaman sehari-hari dengan konsep keilmuan (scientific), tetapi ada perbedaan secara kualitatif antara berpikir kompleks dan berpikir konseptual. Berpikir kompleks didasarkan atas kategorisasi objek berdasarkan suatu situasi, sedangkan berpikir konseptual berbasis pada pengertian yang lebih abstrak. Pengembangan kemampuan menganalisis, membuat hipotesis, dan menguji pengalaman sehari-hari pada dasarnya terpisah dari pengalaman sehari-hari. Kemampuan ini tidak ditentukan oleh pengalaman sehari-hari saja, tetapi lebih tergantung pada tipe spesifik interaksi sosial. Menurut Ausubel (1969), pengalaman belajar baru akan masuk ke dalam memori jangka panjang dan akan menjadi pengetahuan baru apabila memiliki makna. Pengalaman belajar adalah interakasi antara subjek belajar dengan objek belajar, misalnya siswa mengerjakan tugas membaca, melakukan pemecahan masalah, mengamati suatu gejala, peristiwa, percobaan, dan sejenisnya. Agar pengalaman belajar yang baru menjadi pengetahuan baru, semua konsep dalam matapelajaran diusahakan memiliki nilai terapan di lapangan. 2. Kategori Belajar Ada beberapa kategori dalam belajar, yaitu: 1. Keterampilan sensosimotor. 2. Belajar asosiasi. 3. Keterampilan pengamatan motoris. 4. Belajar konseptual. 5. Cita-cita dan sikap. 6. Belajar memecahkan masalah. 3. Prinsip-prinsip Belajar Ada beberapa prinsip belajar yang harusdpperhatikan oleh guru, yaitu: (1) Belajar senantiasa bertujuan dengan pengembangan prilaku peserta didik, (2) Belajar didasarkan atas kebutuhan dan motifasi tertentu, (3) Belajar dilaksanakan dengan latihan, (4) Belajar bersifat keseluruhan, (5) Belajar membutuhkan bimbingan, (6) Belajar dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri individu dan dariluar, (7) Belajar sering dihadapkan dengan masalah dan cara memecahkannya, (8) Hasil belajar dapat ditrasferkan ke dalam situasi lain, (9) Belajar adalah hakikatnya menyangkut potensi manusiawi dan perilakunya, (10) Belajar memerlukan proses dan bertahap serta kematangan diri peserta didik, (11) Belajar melalui praktik akan lebih efektif, (12) Bahan belajar yang bermakna/berarti, lebih mudah dan menarik untuk dipelajari. UNESCO telahh mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal dengan empat pilar dalam kegiatan belajar. (A. Suhaena Suparno, 2000); 1. Learning to know, memfokuskan tentang pengetahuan dasar dan umum, 2. Learning to do, kecakapan manusia yang melengkapi berfikir, berprakarsa dan mengasah rasa, 3. Learning tio live togerher, seseorang ditekankan untuk mampu hidup bersama, 4. Learning to be,ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal.


4. Hakikat Belajar Tuntas (Mastery Learning) Pembelajaran tuntas yang dimaksudkan dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah pola pembelajaran yang menggunakan prinsip ketuntasan secara individual. Dalam hal pemberian kebebasan belajar, serta untuk mengurangi kegagalan siswa dalam belajar, strategi belajar tuntas menganut pendekatan individual, dalam arti meskipun kegiatan belajar ditujukan kepada sekelompok peserta didik (kelas), tetapi mengakui dan melayani perbedaan-perbedaan perorangan peserta didik sedemikiah rupa, sehingga dengan penerapan pembelajaran tuntas memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing siswa secara optimal. Dasar pemikiran dari belajar tuntas dengan pendekatan individual ialah adanya pengakuan terhadap perbedaan individual masing-masing siswa. Untuk merealisasikan pengakuan dan pelayanan terhadap perbedaan individu, maka pembelajaran harus menggunakan strategi pembelajaran yang berasaskan maju berkelanjutan (continuous progress). Untuk itu pendekatan sistem, yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam teknologi pembelajaran, harus benar-benar dapat diimplementasikan. Salah satu caranya adalah, standar kompetensi dan kompetensi dasar harus dinyatakan secara jelas, dan pembelajaran dipecah-pecah ke dalam satuan-satuan (cremental units), di mana siswa belajar selangkah demi selangkah dan baru boleh beranjak mempelajari kompetensi dasar berikutnya setelah menguasai suatu/sejumlah kompetensi dasar yang ditetapkan menurut kriteria tertentu. Dalam pola ini ditentukan bahwa seorang siswa yang mempelajari unit satuan pembelajaran tertentu dapat berpindah ke unit satuan pembelajaran berikutnya jika peserta didik yang bersangkutan misalnya telah menguasai sekurang-kurangnya 75 % dari kompetensi dasar yang ditetapkan. Sedangkan pembelajaran konvensional dalam kaitan ini diartikan sebagai pembelajaran dalam konteks klasikal yang sudah terbiasa dilakukan, sifatnya berpusat pada guru, sehingga pelaksanaannya kurang memperhatikan keseluruhan situasi belajar (non belajar tuntas). Dengan memperhatikan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa perbedaan antara pembelajaran tuntas dengan pembelajaran konvensional adalah bahwa pembelajaran tuntas dilakukan melalui azas-azas ketuntasan belajar, sedangkan pembelajaran konvensional pada umumnya tidak/kurang memperhatikan ketuntasan belajar khususnya ketuntasan peserta didik secara individual. Strategi belajar tuntas dapat dibedakan dari pengajaran non belajar tuntas terutama dalam halhal berikut ini: a. Pelaksanaan tes secara teratur untuk memperoleh balikan terhadap bahan yang diajarkan sebagai alat untuk mendiagnosa kemajuan peserta didik b. Peserta didik baru dapat melanjutkan pada pelajaran berikutnya setelah ia benar-benar menguasai materi tersebut sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. c. Pemberian bimbingan dan penyuluhan terhadap peserta didik yang belum mencapai taraf penguasaan penuh, melalui pengajaran korektif, pengajaran tutorial sesuai dengan waktu yang dibutuhkan masing-masing peserta didik. Perbandingan Kualitatif Antara Pembelajaran Tuntas Dengan Pembelajaran Konvensional A Langkah Aspek Pembeda Pembelajaran Tuntas Pembelajaran Konvensional . Persiapan 1. Tingkat ketuntasan × Diukur dari performance siswa dalam setiap unit (satuan kompetensi atau kompetensi das ar) × Setiap peserta didik harus mencapai nilai 75 Diukur dari performance peserta didik yang dilakukan secara acak 2. Satuan Acara Pembelajaran Dibuat untuk satu minggu pembelajaran, dan dipakai sebagai pedoman guru serta diberikan kepada peserta didik Dibuat untuk satu minggu pembelajaran, dan hanya dipakai sebagai pedoman guru 3. Pandangan terhadap Kemampuan hampir sama, namun tetap Kemampuan peserta didik dianggap sama


B C 5. Indikator Pelaksanaan Pembelajaran Tuntas a. Metode Pembelajaran Pembelajaran tuntas dalakukan dengan pendekatan diagnostik preskriptif. Strategi pembelajaran tuntas sebenarnya menganut pendekatan individual, dalam arti meskipun kegiatan belajar ditujukan kepada sekelompok peserta didik (kelas), tetapi mengakui dan melayani perbedaan-perbedaan perorangan siswa sedemikian rupa, sehingga pembelajaran memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing peserta didik secara optimal. Langkahkemampuan peser ta didik saat memasuki satuan pembelajaran tertentu ada variasi . Pelaksanaan 4. pembelajaran Bentuk pembelajaran dalam satu unit kompetensi atau kemampuan dasar Dilaksanakan melalui pendekatan klasikal, kelompok dan individual Dilaksanakan sepenuhnya melalui pendekatan klasikal 5. Cara pembelajaran dalam setiap standar kompetensi atau kompetensi dasar Pembelajaran dilakukan melalui penjelasan guru (lecture), membaca secara mandiri dan terkontrol, berdiskusi, dan belajar secara individual Dilakukan melalui mendengarkan (lecture), tanya jawab, dan membaca (tidak terkontrol) 6. Orientasi pembelajaran Pada terminal performance peserta didik (kompetensi atau kompetensi dasar) secara individual Pada bahan pembelajaran 7. Peranan guru Sebagai pengelola pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual Sebagai pengelola pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan seluruh peserta didik dalam kelas 8. Fokus kegiatan pembelajaran Ditujukan kepada masing-masing peser ta didik secara individual Ditujukan kepada peserta didik dengan kemampuan menengah 9. Penentuan keputusan mengenai satuan pembelajaran Ditentukan oleh peserta didik dengan bantuan guru Ditentukan sepenuhnya oleh guru . Umpan Balik 10. Instrumen umpan balik Menggunakan berbagai jenis serta bentuk tagihan secara berkelanjutan Lebih mengandalkan pada penggunaan tes objektif untuk penggalan waktu tertentu 1 . Cara membantu siswa Menggunakan sistem tutor dalam diskusi kelompok dan tutor yang dilakukan secara individual Dilakukan oleh guru dalam bentuk tanya jawab secara klasikal


langkahnya adalah: mengidentifikasi prerequisite, membuat tes untuk mengukur perkembangan dan pencapaian kompetensi. Metode pembelajaran yang sangat ditekankan dalam pembelajaran tuntas adalah pembelajaran individual, pembelajaran dengan teman atau sejawat (peer instruction), dan bekerja dalam kelompok kecil. Berbagai metode (multi metode) pembelajaran harus digunakan untuk kelas atau kelompok. Pembelajaran tuntas sangat mengandalkan pada pendekatan tutorial dengan kelompok kecil, tutorial orang per orang, pembelajaran terprogram, buku-buku kerja, permainan dan pembelajaran berbasis komputer (Kindsvatter, 1996 dalam Direktorat PLP Depdiknas, 2003). b. Peran Guru dalam Pembelajaran Tuntas Strategi pembelajaran tuntas menekankan pada peran atau tanggung jawab guru dalam mendorong keberhasilan peserta didik secara individual. Pendekatan yang digunakan mendekati model Personalized System of Instruction (PSI) seperti dikembangkan oleh Keller, yang lebih menekankan pada interaksi antara peserta didik dengan materi atau objek belajar. Peran guru dalam pembelajaran tuntas adalah: (1) Menjabarkan atau memecah KD ke dalam satuan-satuan (unit) yang lebih kecil dengan memperhatikan pengetahuan prasyaratnya. (2) Mengembangkan indikator berdasarkan cakupan dan urutan unit (3) Menyajikan materi dalam bentuk yang bervariasi (4) Memonitor seluruh pekerjaan peserta didik (5) Menilai perkembangan peserta didik dalam pencapaian kompetensi (kognitif, psikomotor, dan afektif) c. Peran Peserta Didik dalam Pembelajaran Tuntas Kurikulum 2013 sangat menjunjung tinggi dan menempatkan peran peserta didik sebagai subjek didik. Fokus program pembelajaran bukan pada guru dan yang akan dikerjakannya melainkan peserta didik dan yang akan dikerjakannya. Oleh karena itu, yang menganut pendekatan pembelajaran tuntas, peserta didik lebih leluasa dalam menentukan jumlah waktu belajar yang diperlukan. Artinya peserta didik diberi kebebasan dalam menetapkan kecepatan pencapaian kompetensi. Kemajuan peserta didik sangat bertumpu pada usaha sertaketekunan peserta didik secara individual. d. Evaluasi dalam Pembelajaran Tuntas Ketuntasan belajar dalam Kurikulum 2013 ditetapkan dengan penilaian acuan patokan (criterion referenced) pada setiap kompetensi dasar. Asumsi dasarnya adalah: (1) bahwa semua peserta didik bisa belajar apa saja, hanya waktu yang diperlukan berbeda (2) standar harus ditetapkan terlebih dahulu, dan hasil evaluasi adalah lulus atau tidak lulus. Sedangkan Sistem evaluasinya menggunakan ujian berkelanjutan, yang ciri-cirinya adalah: (1) ujian dengan sistim blok, (2) Tiap blok terdiri atas satu atau lebih Kompetensi Dasar (KD), (3) Hasil ujian dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial dan program pengayaan, (4) Ujian mencakup aspek kognitif dan psikomotor, (5) Aspek afektif diukur melalui pengamatan dan kuesioner. Sistem penilaian dalam Kurikulum 2013 mencakup: jenis tagihan dan bentuk instrument atau soal. Dalam pembelajaran tuntas tes-tes diusahakan dikemas dalam sub-sub KD sebagai alat diagnosis terhadap program pembelajaran. Peserta didik dimungkinkan dapat menilai sendiri hasil tes-nya, termasuk mengenali di mana ia mengalami kesulitan dengan segera. Sedangkan penentuan batas pencapaian ketuntasan, meskipun umumnya disepakati pada skor 75, namun batas ketuntasan yang paling realistik adalah ditetapkan oleh sekolah atau daerah. B. Pengembangan Remedial 1. Pengertian Remidial berasal dari kata remidy artinya : obat, memperbaiki, menolong. Pemebelajaran remidial adalah suatu pembelajaran yang bersifat mengobati, menyembuhkandan membuatnya lebih baik bagi peserta didik yang hasil belajarnya masih dibawah standar yang telah ditetapka oleh guru atau sekolah. Latar belakang pembelajaran remidial adalah : a. Adanya perbedaan peserta didik dalam menangkap dan menyerap materi pembelajaran; b. Adanya tuntutan belajar tuntas yaitu pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik mengusai secara tuntas seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar mata pelajaran. Sedangkan asumsi belajar tuntas adalah : 1) penyebaran tingkat penguasaan belajar peserta didik mengikuti distribusi atau kurva normal,


2) bakat, pembawaan, minat,IQ, EQ dan SQ menentukan keberhasilan belajar peserta didik dan, 3) semua peserta didik akan dapat menguasai secara tuntas bahan pelajaran yang diberikan, asalkankepada mereka diberiikan waktu yang cukup dan pelayanan yang sesuai dan tepat. 2. Tujuan Dan Prinsip Pembelajaran Remidial Tujuan pembelajaran remidial adalah : peserta didik bisa lebih memahami dirinya, peserta didik dapat memperbaiki cara belajar keaarah yang lebih baik, peserta didik dapat memilih fasilitas dan materi belajar secara tepat, peserta didik dapat melaksanakan tugas-tugas yang diberikan padanya. Setelah itu ia mampu mengatasi hambatan-hambatan yang menjadi penyebab kesulitan belajarnya. Sedangkan prinsip-prinsip yang harus diperhaikan dalam pembelajaran tuntas adalah: penyiapan pembelajaran, merancang pembealajran secara tepat, merancang belajar bermakna, memberikan arahan yang jelas, rumuskan gagasan utama sesuai dengan kesulitan yang dialami peserta didik, meningkatkan motivasi belajar, mendorong peserta didik berpartisipasi aktif dalam kelas, fokus dalam proses pembelajaran, memperlihatkan kepedulian terhadap individu peserta didik. 3. Fungsi pembelajaran remidial Fungsi korektif, Fungsi pemahaman, Fungsi pengayaan, Fungsi penyesuaian, Fungsi akselerasi, Fungsi tereufautik. 4. Sasaran Pengembangan Remedial Kelompok peserta didik yang masuk dalam sasaran pengembangan remedial adalah: a. Kemampuan mengingat relatif kurang b. Kurang memperhatikan c. Kemampuan memahaminya lemah d. Kurang memotifasi diri e. Kurang percaya diri f. Lemah dalam memecahkan masalah g. Sering gagal dalam menyimak h. Sulit memahami konsep yang abstrak i. Gagal menghubungkan konsep yang relevan j. Memerlukan waktu lama 5. Metode Pengembangan Remedial Kegiatan remedial direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan individu atau kelompok peserta didik. Dalam melaksanankan pembelajaran remedial dapat menerapkan berbagai metode dan media sesuai kesulitan serta menekankan pada segi kekuatan yang dimiliki peserta didik. 6. Prosedur Pelaksanaan Pengembangan Remedial Pengajaran remedial dilaksanakan setelah pengajaran biasa (klasikal), pengajaran remedial berbeda dengan proses belajar mengajar biasa dalam segi: a. Tujuan, b. Strategi c. Bahan 7. Langkah-langkah Pengembangan Remedial Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan remedial,adalah: a. Mengidentifikasi kesulitan peserta didik b. Analisis hasil diagnosis kesulitan belajar c. Menentukan sebab ketulisan d. Menyusun rencana kegiatan e. Melakukan kegiatan remedial f. Menilai kegiatan renedial


C. Pengembangan Pengayaan 1. Hakikat Pengembangan Pengayaan Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, lazimnya guru mengadakan penilaian awal untuk mengetahui kemampuan peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari sebelum pembelajaran dimulai. Kemudian dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi seperti ceramah, demonstrasi, pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dan lain sebagainya. Melengkapi strategi pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset audio, slide, video, komputer multimedia, dan lain sebagainya. Di tengah pelaksanaan pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, diadakan penilaian proses dengan menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah atau sedang dipelajari. Penilaian proses juga digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran bila dijumpai hambatan-hambatan. Program pengayaan adalah program pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belajar lebih cepat. Pembelajaran pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya. 2. Jenis Pengembangan Pengayaan Ada tiga jenis pembelajaran pengayaan, yaitu: a. Kegiatan eksploratori yang bersifat umum yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Sajian dimaksud berupa peristiwa sejarah, buku, tokoh masyarakat, dsb, yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum. b. Keterampilan proses yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri. c. Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif/ penelitian ilmiah. Pemecahan masalah ditandai dengan: (a) Identifikasi bidang permasalahan yang akan dikerjakan; (b) Penentuan fokus masalah/problem yang akan dipecahkan; (c) Penggunaan berbagai sumber; (d) Pengumpulan data menggunakan teknik yang relevan; (e) Analisis data; (f) Penyimpulan hasil investigasi. 3. Pelaksanaan Pengembangan Pengayaan Pemberian pembelajaran pengayaan pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih, baik dalam kecepatan maupun kualitas belajarnya. Agar pemberian pengayaan tepat sasaran maka perlu ditempuh langkah-langkah sistematis, yaitu: 1. Mengidentifikasi kelebihan kemampuan peserta didik, 2. Memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran pengayaan. a. Identifikasi Kelebihan Kemampuan Belajar 1) Tujuan Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. Kelebihan kemampuan belajar itu antara lain meliputi: a) Belajar lebih cepat. Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi ditandai dengan cepatnya penguasaan kompetensi (SK/KD) mata pelajaran tertentu. b) Menyimpan informasi lebih mudah Peserta didik yang memiliki kemampuan menyimpan informasi lebih mudah, akan memiliki banyak informasi yang tersimpan dalam memori/ ingatannya dan mudah diakses untuk digunakan. c) Keingintahuan yang tinggi Banyak bertanya dan menyelidiki merupakan tanda bahwa seorang peserta didik memiliki hasrat ingin tahu yang tinggi. d) Berpikir mandiri. Peserta didik dengan kemampuan berpikir mandiri umumnya lebih menyukai tugas mandiri serta mempunyai kapasitas sebagai pemimpin. e) Superior dalam berpikir abstrak. Peserta didik yang superior dalam berpikir abstrak umumnya menyukai kegiatan pemecahan masalah. f) Memiliki banyak minat. Mudah termotivasi untuk meminati masalah baru dan berpartisipasi dalam banyak kegiatan.


2) Teknik Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui : tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dan sebagainya. a) Tes IQ (Intelligence Quotient) adalah tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecerdasan peserta didik. Dari tes ini dapat diketahui tingkat kemampuan spasial, interpersonal, musikal, intrapersonal, verbal, logik/matematik, kinestetik, naturalistik, dan lain sebagainya. b) Tes inventori. Tes inventori digunakan untuk menemukan dan mengumpulkan data mengenai bakat, minat, hobi, kebiasaan belajar, dan lain sebagainya. c) Wawancara. Wanwancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai program pengayaan yang diminati peserta didik. d) Pengamatan (observasi). Pengamatan dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun tingkat pengayaan yang perlu diprogramkan untuk peserta didik. b. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan antara lain melalui: 1) Belajar Kelompok. 2) Belajar mandiri. 3) Pembelajaran berbasis tema. 4) Pemadatan kurikulum. Perlu dijelaskan bahwa panduan penyelenggaraan pembelajaran pengayaan ini terutama terkait dengan kegiatan tatap muka untuk jam-jam pelajaran sekolah biasa. Namun demikian kegiatan pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan dengan kegiatan tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. D. Laporan Hasil Belajar Peserta Didik 1. Cakupan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik Laporan kemajuan hasil belajar peserta didik sebagai pertanggungjawaban lembaga sekolah kepada orang tua/wali peserta didik, komite sekolah, masyarakat, dan instansi terkait lainya. Pelaporn hasil belajar hendaknya memuat: A. Rincian hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. B. Informasi yang jelas, komprehensif dan akurat tentang perkembangan peserta didik. C. Bahan informasi kepada orang tua tentang perkembangan hasil be\elajar anaknya. 2. Bentuk Laporan Hasil Belajar Peserta Didik Laporan kemajuan belajar peserta didik disajikan dalam data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif disajikan dalam angka (skor), dan data kualitatif disajikan dalam bentuk deskripsi. Laporan hasil belajar peserta didik yang dibuat oleh guru dan wali kelas. Bentuk laporran dapat berupa lembaran, buku, dan buku yang disertai lembaran. 3. Isi Laporan Hasil Belajar Peserta Didik Laporan hasil belajar memuat informasi sebagai berikut: a. Identitas peserta didik b. Perkembangan peserta didik c. Potensi peserta didik yang perlu dikembangkan d. Partisipasi peserta didik dalam kegiatan di sekolah e. Rekomendasi bagi peserta didik dan orang tua/wali f. Tanda tangan wali kelas, Kepala Sekolah dan orang tua/wali peserta didik. 4. Rekap Nilai Rekapitulasi nilai merupakan rekap kemajuan peserta didik oleh guru, yang berisi informasi pencapaian kompetensi peserta didik untuk setiap KD dalam kurun waktu 1 semester. Rekap nilai diperlukan sebagai alat kontrol bagi guru tentang perkembangan hasil belajar peserta didik. 5. Rapor Rapor dalah laporankemajuan peserta didik dalam kurun waktu satu semester. Rapot berisi informasi tentang pencapaian kompetensi yang telah di tetapkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Nilai rapot adalah nilai pelajaran yang menggambarkan kemampuan peserta didik.


DATA HASIL EVALUASI PENDAYAGUNAAN KEPALA SEKOLAH Nama Kepala Sekolah : NO KOMPONEN NO ASPEK NO JENIS DOKUMEN SNP SKOR 1 KEPALA SEKOLAH 1 Kualifikasi Akademik 1 Dokumen Ijasah Terakhir (D4/S1) 2 Kesesuaian latar belakang pendidikan 2 Dokumen transkrip nilai ijasah terakhir (D-4/S1) 3 Kesehatan jasmani dan rohani 3 Dokumen surat keterangan dokter 4 Kualifikasi kusus minimum 4 Dokumen SK sebagai guru SMP, Sertifikat Pendidik, Surat Keputusan (SK) sebagai kepala sekolah (termasuk sebelumnya) 5 Kemampuan Kepemimpinan 5 Dokumen prestasi sebagai kepala sekolah (SK, Sertifikat, Piagam dll. Mojokerto, Kepala SMPN 1 Dlanggu Dra. Andry Isweliyah NIP. 19680220 199802 2 001


DATA HASIL EVALUASI KURIKULUM SMP NEGERI 1 DLANGGU TAHUN PELAJARAN 2023/2024 NAMA GURU : NO DAFTAR PERTANYAAN SKOR 1. ☐Desain kurikulum sudah terencana dan teroganisir sehingga hasinya efektif. ☐Desain kurikulum sudah terencana dan sudah teroganisir namun ada ketidakefektifan dalam beberapa hal. ☐Desain terencana dan teroganisir sebagian saja sehingga ada banyak hal yang tidak efektif. ☐Desain kurikulum tidak terencana dan teroganisir sehingga secara keseluruhan banyak ketidakefektifan. 2 ☐Silabus dan isi program relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. ☐Silabus dan isi program sebagian relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. ☐Silabus dan isi program sebagian besar tidak relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. ☐Silabus dan isi program tidak relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. 3 ☐Kegiatan pembelajaran sudah dilaksanakan dengan tepat. ☐Kegiatan pembelajaran sudah dilaksanakan dengan tepat namun ada beberapa hal belum tepat. ☐Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan tidak tepat sehingga banyak tujuan belajar tidak tercapai. ☐Kegiatan pembelajaran tidak dilaksanakan dengan tepat. 4 ☐Materi dan Bahan Ajar digunakan sudah sesuai silabus dan isi program. ☐Sebagian materi dan Bahan Ajar digunakan sudah sesuai silabus dan isi program namun ada beberapa yang tidak sesuai. ☐Materi dan Bahan Ajar digunakan tidak sesuai silabus dan isi program sehingga sebagian besar tujuan tidak tercapai. ☐Materi dan Bahan Ajar digunakan tidak sesuai sesuai silabus dan isi program. 5 ☐Guru sudah membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya dengan baik. ☐Sebagian besar guru sudah membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya dengan baik namun masih ada ketidakefektifan dalam beberapa hal. ☐Guru belum membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya sehingga sebagian kecil siswa kesilitan mencapai tujuanya. ☐Guru tidak membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya dengan baik.


☐Lingkungan sekolah sudah mendukung pendidikan di sekolah. ☐Lingkungan sekolah mendukung pendidikan di sekolah namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan. ☐Lingkungan sekolah belum mendukung pendidikan di sekolah sehungga sebagian besar siswa merasa terganggu. ☐Lingkungan sekolah tidak mendukung pendidikan di sekolah. 7 ☐Sekolah sudah mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan. ☐Sekolah mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan. ☐Sekolah belum mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan sehingga sebagian kebutuhan siswa belum terlayani. ☐Sekolah tidak mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan 8 ☐Pengmbilan keputusan sekolah sudah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan. ☐Pengmbilan keputusan sekolah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan namun masih ada beberapa keputusan yang tidak menguntungkan bagi siswa. ☐Pengmbilan keputusan sekolah belum dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan sehingga sehingga banyak keputusan yang tidak menguntungkan bagi siswa. ☐Pengmbilan keputusan sekolah tidak dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan. Mengetahui, Kepala SMPN 1 Dlanggu Dra. Andry Isweliyah NIP. 19680220 199802 1 001 Mojokerto, Yang di Observasi ............................................................. NIP.


EVALUASI DAN RENURUSAN KURIKULUM SEKOLAH SEMENO JENIS KEGIATAN TUJUAN JENIS KEGIATAN TE1 Kurikulum Meningkatkan hasil dan mutu pendidikan 1. Pembagian tugas mengajar 2. Penyususnan jadwal pelajaran 3. Penyusunan perangkat pembelajaran


NCANA TINDAK LANJUT STER GASAL TAHUN PELAJARAN 2023/2024 EVALUASI KETERANGAN TINDAK LANJUT ERLAKSANA TIDAK TERLAKSANA √ Pembagian tugas mengajar untuk guru rata-rata 24, terdapat guru yang mengajar lebih dari 24 jam Masih kekurangan guru Seni Budaya, Prakarya, dan Bahasa Jawa. Terdapat guru yang mengajar tidak sesuai mapelnya Mengusulkan kembali kepada Dinas Kabupaten dan kepada Komite Sekolah untuk menambah jumlah guru PNS yang dibutuhkan √ Penyusunan jadwal masing-masing guru sudah baik hanya pada hari MGMP masih ada jamnya Tahun depan diharapkan jumlah jam untuk masing-masing guru maksimal 24 jam perminggunya. Hari MGMP diisi 1 atau 2 jam pelajaran √ Sudah cukup baik Perlu setiap saat ditingkatkan agar mengajar sesuai dengan struktur dan metode mengajar yang sesuai.


4. Penyajian KBM 5. Monitoring Pelaksanaan KBM 6. Evaluasi a. Penilaian Harian, PTS II/ PAS, PAT b. USBN/ UN 7. Pengumuman hasil UN 8. Kenaikan Kelas


√ Dengan menggunakan pendekatan saintifik, setting kelas dan metode yang bervariasi Masih perlu ditingkatkan di waktu yang akan datang khususnya penerapan 5M dan 4C. √ Sudah berjalan setiap saat Perlu ditingkatkan lagi sehingga KBM bisa termonitor dengan baik √√ Berjalan sesuai dengan juklak dan juknis Berjalan sesuai dengan juklak dan juknis Perlu ditingkatkan dan dipertahankan lagi pelaksanaannya agar hasilnya lebih maksimal Perlu ditingkatkan dan dipertahankan lagi pelaksanaannya agar hasilnya lebih maksimal √ Sudah terlaksana sesuai ketentuan Perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi pelaksanaannya √ Berjalan sesuai dengan juklak dan juknis Perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi pelaksanaannya


9. Laporan UN


√ Sudah baik, terutama terkait dengan nilai. Untuk laporan kegiatan belum maksimal Perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi pelaksanaannya Mojokerto, Kepala SMPN 1 Dlanggu Dra. Andry Isweliyah Nip.19680220 199802 2 001


EVALUASI DAN RENURUSAN KURIKULUM SEKOLAH SEMESNO JENIS KEGIATAN TUJUAN JENIS KEGIATAN TE1 Kurikulum Meningkatkan hasil dan mutu pendidikan 1. Pembagian tugas mengajar 2. Penyususnan jadwal pelajaran 3. Penyusunan perangkat pembelajaran


NCANA TINDAK LANJUT STER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020 EVALUASI KETERANGAN TINDAK LANJUT ERLAKSANA TIDAK TERLAKSANA √ Pembagian tugas mengajar untuk guru rata-rata 24, terdapat guru yang mengajar lebih dari 24 jam Masih kekurangan guru Seni Budaya, Prakarya, dan Bahasa Jawa. Terdapat guru yang mengajar tidak sesuai mapelnya Mengusulkan kembali kepada Dinas Kabupaten dan kepada Komite Sekolah untuk menambah jumlah guru PNS yang dibutuhkan √ Penyusunan jadwal masing-masing guru sudah baik hanya pada hari MGMP masih ada jamnya Semester genap diharapkan jumlah jam untuk masing-masing guru maksimal 24 jam perminggunya. Hari MGMP diisi 1 atau 2 jam pelajaran √ Sudah cukup baik Perlu setiap saat ditingkatkan agar mengajar sesuai dengan struktur dan metode mengajar yang sesuai.


4. Penyajian KBM 5. Monitoring Pelaksanaan KBM 6. Evaluasi a. Penilaian Harian, PTS I, PAS I.


√ Dengan menggunakan pendekatan saintifik, setting kelas dan metode yang bervariasi Masih perlu ditingkatkan di waktu yang akan datang khususnya penerapan 5M dan 4C. √ Sudah berjalan setiap saat Perlu ditingkatkan lagi sehingga KBM bisa termonitor dengan baik √ Berjalan sesuai dengan juklak dan juknis Perlu ditingkatkan dan dipertahankan lagi pelaksanaannya agar hasilnya lebih maksimal Cimanggu, Desember 2019 Kepala Sekolah, SULASTYO BARNABAS, S.Pd., M.Pd.


INSTRUMEN EVALUASI KURIKULUM DAN EVALUASI PEMBELAJARAN SMP NEGERI 1 DLANGGU TAHUN PELAJARAN 2023/2024 No FOKUS/ASPEK EVALUASI INDIKATOR DESKRIPSI TEMUAN SKOR 1 Desain Kurikulum Desain Kurikulum terencana dan teroganisir ☐Desain kurikulum sudah terencana dan teroganisir sehingga hasinya efektif. ☐Desain kurikulum sudah terencana dan sudah teroganisir namun ada ketidakefektifan dalam beberapa hal. ☐ Desain terencana dan teroganisir sebagian saja sehingga ada banyak hal yang tidak efektif ☐Desain kurikulum tidak terencana dan teroganisir sehingga secara keseluruhan banyak ketidakefektifan. 2 Silabus dan Isi Program Silabus dan isi program relevan dengan tujuan yang ingin dicapai ☐Silabus dan isi program relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. ☐Silabus dan isi program sebagian relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. ☐Silabus dan isi program sebagian besar tidak relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. ☐Silabus dan isi program tidak relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. 3 Proses dan kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan tepat ☐Kegiatan pembelajaran sudah dilaksanakan dengan tepat. ☐Kegiatan pembelajaran sudah dilaksanakan dengan tepat namun ada beberapa hal belum tepat. ☐Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan tidak tepat sehingga banyak tujuan belajar tidak tercapai. ☐Kegiatan pembelajaran tidak dilaksanakan dengan tepat. 4 Materi dan Bahan Ajar Materi dan Bahan Ajar digunakan sesuai silabus dan isi program ☐Materi dan Bahan Ajar digunakan sudah sesuai silabus dan isi program. ☐Sebagian materi dan Bahan Ajar digunakan sudah sesuai silabus dan isi program namun ada beberapa yang tidak sesuai. ☐Materi dan Bahan Ajar digunakan tidak sesuai silabus dan isi program sehingga sebagian besar tujuan tidak tercapai. ☐Materi dan Bahan Ajar digunakan tidak sesuai sesuai silabus dan isi program.


5 Guru dan Pelatihan Guru Guru membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya dengan baik ☐Guru sudah membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya dengan baik. ☐Sebagian besar guru sudah membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya dengan baik namun masih ada ketidakefektifan dalam beberapa hal. ☐Guru belum membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya sehingga sebagian kecil siswa kesilitan mencapai tujuanya. ☐Guru tidak membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya dengan baik. 6 Pemantauan Perkembangan Persepsi siswa pembelajaran guru baik ☐Persepsi siswa pembelajaran guru sudah baik. ☐Persepsi siswa pembelajaran guru baik namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan. ☐Persepsi siswa pembelajaran guru sebagian besar belum baik sehingga banyak siswa meras pembelajaran guru tidak penting. ☐Persepsi siswa pembelajaran guru tidak baik. 7 Siswa Layanan Administrasi sekolah kepada siswa dilakukan dengan baik ☐Layanan Administrasi sekolah kepada siswa dilakukan dengan baik. ☐Sebagian besar layanan Administrasi sekolah kepada siswa dilakukan dengan baik namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan. ☐Layanan Administrasi sekolah kepada siswa belum baik sehingga sebagian besar kebutuhan siswa belum terlayani. ☐Layanan Administrasi sekolah kepada siswa tidak baik. 8 Sekolah dan lingkungan sekolah Lingkungan sekolah mendukung pendidikan di sekolah ☐Lingkungan sekolah sudah mendukung pendidikan di sekolah. ☐Lingkungan sekolah mendukung pendidikan di sekolah namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan. ☐Lingkungan sekolah belum mendukung pendidikan di sekolah sehungga sebagian besar siswa merasa terganggu. ☐Lingkungan sekolah tidak mendukung pendidikan di sekolah. 9 Pengembangan Staf Sekolah mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan ☒Sekolah sudah mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan. ☐Sekolah mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan.


☐Sekolah belum mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan sehingga sebagian kebutuhan siswa belum terlayani. ☐Sekolah tidak mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan 10 Pengambilan keputusan (POS) Pengmbilan keputusan sekolah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan ☐Pengmbilan keputusan sekolah sudah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan. ☐Pengmbilan keputusan sekolah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan namun masih ada beberapa keputusan yang tidak menguntungkan bagi siswa. ☐Pengmbilan keputusan sekolah belum dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan sehingga sehingga banyak keputusan yang tidak menguntungkan bagi siswa. ☐Pengmbilan keputusan sekolah tidak dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan. TABEL SKOR RENTANG SKOR KRITERIA 33 – 40 Sangat Baik 25 – 32 Baik 17 - 24 Cukup 9 - 16 Kurang 0 – 8 Sangat Kurang


INSTRUMEN EVALUASI KURIKULUM DAN EVALUASI PEMBELAJARAN SMP NEGERI 1 DLANGGU TAHUN PELAJARAN 2023/2024 No FOKUS/ASPEK EVALUASI INDIKATOR DESKRIPSI TEMUAN SKOR 1 Desain Kurikulum Desain Kurikulum terencana dan teroganisir Desain kurikulum sudah terencana dan teroganisir sehingga hasinya efektif Desain kurikulum sudah terencana dan sudah teroganisir namun ada ketidakefektifan dalam beberapa hal Desain kurikulum tidak terencana dan teroganisir sehingga secara keseluruhan banyak ketidakefektifan 2 Silabus dan Isi Program Silabus dan isi program relevan dengan tujuan yang ingin dicapai Silabus dan isi program relevan dengan tujuan yang ingin dicapai Silabus dan isi program sebagian relevan dengan tujuan yang ingin dicapai Silabus dan isi program sebagian besar tidak relevan dengan tujuan yang ingin dicapai Silabus dan isi program tidak relevan dengan tujuan yang ingin dicapai 3 Proses dan kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan tepat Kegiatan pembelajaran sudah dilaksanakan dengan tepat Kegiatan pembelajaran sudah dilaksanakan dengan tepat namun ada beberapa hal belum tepat Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan tidak tepat sehingga banyak tujuan belajar tidak tercapai Kegiatan pembelajaran tidak dilaksanakan dengan tepat 4 Materi dan Bahan Ajar Materi dan Bahan Ajar digunakan sesuai silabus dan isi program Materi dan Bahan Ajar digunakan sudah sesuai silabus dan isi program Sebagian materi dan Bahan Ajar digunakan sudah sesuai silabus dan isi program namun ada beberapa yang tidak sesuai Materi dan Bahan Ajar digunakan tidak sesuai silabus dan isi program sehingga sebagian besar tujuan tidak tercapai Materi dan Bahan Ajar digunakan tidak sesuai sesuai silabus dan isi program 5 Guru dan Pelatihan Guru Guru membantu siswa mencapai tujuan Guru sudah membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya dengan baik Sebagian besar guru sudah membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya dengan baik


pembelajaranya dengan baik namun masih ada ketidakefektifan dalam beberapa hal Guru belum membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya sehingga sebagian kecil siswa kesilitan mencapai tujuanya Guru tidak membantu siswa mencapai tujuan pembelajaranya dengan baik 6 Pemantauan Perkembangan Persepsi siswa pembelajaran guru baik Persepsi siswa pembelajaran guru sudah baik Persepsi siswa pembelajaran guru baik namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan Persepsi siswa pembelajaran guru sebagian besar belum baik sehingga banyak siswa meras pembelajaran guru tidak penting Persepsi siswa pembelajaran guru tidak baik 7 Siswa Layanan Administrasi sekolah kepada siswa dilakukan dengan baik Layanan Administrasi sekolah kepada siswa dilakukan dengan baik Sebagian besar layanan Administrasi sekolah kepada siswa dilakukan dengan baik namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan Layanan Administrasi sekolah kepada siswa belum baik sehingga sebagian besar kebutuhan siswa belum terlayani Layanan Administrasi sekolah kepada siswa tidak baik 8 Sekolah dan lingkungan sekolah Lingkungan sekolah mendukung pendidikan di sekolah Lingkungan sekolah sudah mendukung pendidikan di sekolah Lingkungan sekolah mendukung pendidikan di sekolah namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan Lingkungan sekolah belum mendukung pendidikan di sekolah sehungga sebagian besarv siswa merasa terganggu Lingkungan sekolah tidak mendukung pendidikan di sekolah 9 Pengembangan Staf Sekolah mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan Sekolah sudah mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan Sekolah mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan Sekolah belum mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan sehingga sebagian kebutuhan siswa belum terlayani Sekolah tidak mampu meningkatkan keefektifan kinerja karyawan


10 Pengambilan keputusan (POS) Pengmbilan keputusan sekolah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan Pengmbilan keputusan sekolah sudah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan Pengmbilan keputusan sekolah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan namun masih ada beberapa keputusan yang tidak menguntungkan bagi siswa Pengmbilan keputusan sekolah belum dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan sehingga sehingga banyak keputusan yang tidak menguntungkan bagi siswa Pengmbilan keputusan sekolah tidak dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan TABEL SKOR RENTANG SKOR KRITERIA 33 – 40 Sangat Baik 25 – 32 Baik 17 - 24 Cukup 9 - 16 Kurang 0 – 8 Sangat Kurang


EVALUASI KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Penilaian (Evaluasi) meliputi semua aspek batas belajar. Evaluasi kurikulum dan pembelajaran sangat penting dalam pembelajaran sangat penting dilakukan dalam dunia pendidikan. Evaluasi adalah proses mendiskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dan pengambilan keputusan. Evaluasi merupakan bagian dari sistem manajeman yaitu perencanaan dan monitoring. Tanpa Evaluasi maka tidak akan mengetahui bagaimana kondisi tersebut dalam rancangan, pelaksanaan serta hasilnya. Sebelum kurikulum berlaku secara nasional diperlukan adanya fase perkembangan dimana kurikulum yang baru itu dirancang dengan cermat dan diuji cobakan dalam lingkungans e b e l u m d i pu t us k an u nt uk d i s e b a rl u as k a n k e s emu a l em b ag a pen di d i k a n. U nt uk m em p e r ol e h i nf o rm as i y a n g t e p at d a l a m k e g i at an d al am k e gi at a n e v al u as i di l ak uk an m e l al ui k e gi at an p e n g uk u ra n. P e n g uk u ra n m e r u p ak a n s u at u p r o s es p em b e ri a n s k o r at a u a ng k a - a n g k a t e rh a d a p s u at u k e a d aa n at a u g ej al a b e r d as a rk a n at u r a n - a t u r a n t e rt e nt u. D e n g a n d e m i k i a n t e rd a p at k a i t a n y a n g er at a n t a r a p en g uk u r a n dan ev al u as i . K e g i at a n p e n g uk ur a n m e r u pa k a n d as a r d a l am k e gi at a n ev al u as i . E v a l ua s i p em b el a j ar a n m er u a p ak an ev al u as i d a l m bi d a n g p em b el a j a ra n . T u j u an e v a l u as i p em b e l a j a r an ad a l a h u nt uk m e n g hi m p u n i nf o rm a s i y an g d i j ad i k a n d as a r u nt uk m e n ge t ahu i t a r af k e m a j u a n, p e rk em b a n ga n , dan p e n c ap a i an be l aj a r s i s w a, s e rt a k e ef ek t i f a n p e ng a j ar a n g u r u. E v a l ua s i p e m b el a j ar a n m e nc a k u p k e g i at a n pe n g u k u r a n dan p e ni l a i an .


B . T U JU A N 1 . M e n e nt uk a n ef ek t i f i t as s ua t u k ur i k u l u m P r o g ra m P e m b el aj a r a n 2 . M e n e nt uk a n k e u n gg u l an dan k e l em a h a n k ur i k ul u m / p ro g r a m pe m b el aj ar a n 3 . M e n e nt uk a n t i n gk at k e be r h as i l a n pe n c a pa i a n ha s i l b e l aj a r p es e rt a di di k a . T u j u an E v al u as i P em b e l a j a ra n C . F u n g si E v al u a si K u ri ku l u m d an E v a l u a si P em b e l a j a r a n 1 . S ec a r a P e n di d i k a n, E v a l uas i K u ri k u l um u nt uk k e d ay a g u n aa n dan k e b e rh as i al a n k u ri k u l um d al a m r a ng k a m e nc a p ai t uj u a n p en d i di k e n 2 . S ec a r a p em b el a j a r a n, E v a l u as i k u ri k u l u m u nt uk k e da y a g u n a an d an k et e rl ak s a n a a n k u ri k u l u m d al a m r an g k a p el ak s a n a an p e m b el aj a r a n. 3 . D i a g n os i s , d a p at m e m p e r b ai k i i n f o rm as i at a u m as uk a n da l am ra n g k a m e n g at as i k es ul i t an d a l am p el ak s an a a n k ur i k ul u m


BAB I I S A S A RA N E V A L U A S I K U R I K U L U M DAN E V A L U A S I P E M B E L A JA R A N A . P e n g e r ti an S as a r an E v al u a si K u ri k u l u m E v a l ua s i k u ri k u l um a d al a h us a h a s i s t e m at i s m e n g um p ul k a n i n f o rm as i m e n g e n a hi s u s t u k u ri k u l um u nt uk d i g u n ak a n s e b a ga i p e rt i m b a n ga n m e n g e n ai n i l ai dan a rt i dari k u ri k ul u m d al am s u at u k o n di s i t e rt e nt u. S as a r a n E v al u as i y a n g di m a k s u d a d a l a h s e g al a s es u at u y a n g m e n j adi t i t i k p us a t p e n ga m at a n k a r e n a pe n i l a i a n p e ni l a i a n m e n g i n g i nk a n p e n i l a i an t e nt a n g I nf o rm as i t e rs e b ut . B . S a s a ra n e v al u a si K u ri ku l u m S as a r a n E v a l uas i K u r i k ul um a d a l ah : 1 . T u j u an p e n d i d i k a n b ai k t u j ua n k u r i k ul e r m a up u n t u j u an p e m be l aj a r a n. 2 . P e n g al a m a n b el a j a r y an g m e nc a k u p s t r at e gi p em b e l a j a ra n, m e t o de m e n g aj a r dan h al - h al y a n g b e rk ai t an d e ng a n k e g i at an p e m b el aj a r a n 3 . K o m po n e n k u ri k u l u m l ai ny a s e p e rt i w ak t u y a n g di s e di ak a n, f as i l i t as y a ng t e rs e di a, s i s t e m ev al u as i dan s e b ag a i ny a 4 . K e m pa m p ua n gu r u dan p e rs o n al l a i ny a y a n g t er l i b at d a l am i m p l e m e n t as i k u ri k u l um , t e r ut a m a y a ng b e rk a i t an d e ng a n p r os es p em b e l aj a r an 5 . D uk u n ga n i k l i m p r of es i on a l s e b ag ai k on t e k s p el ak s a n a an k ur i k ul u m 6 . H as i l dan d a m p ak k u ri k u l uk um y an g b e rk ai t a n d en g a n h as i l b el aj a r s er t a d a m p ak ny a di l a p an g a n C . P e n g e r ti an E va l u a si P e m b el aj a r an E v a l ua s i pe m b el aj a r a n a d a l a h s u at u p ros es m en e nt uk a n t i n gk at p e nc a p ai an t uj u a n p em b el aj a r a n y a ng t e l ah di t e nt uk a n s e be l um ny a m e l al ui c ar a y a n g s i s t em at i s D . S a s a ra n E v al u a si P em b el aj a ra n S as a r a n E v a l uas i p em b el a j ar a n a da l a h: 1 . T u j u an P em b el a j ar a n


2 . U ns u r di n am i s p em b el a j a ra n (s u m be r b el aj a r ) 3 . P e l a k s an a a n p em b e l a j a ra n 4 . K u ri k u l um BAB III P E N D E K A T A N DAN M E T OD E A . P E N D E K A T A N E V A L U A S I D al am p en e r a p a n dan p e rk em b a n g a n s e b u a h k u ri k u l u m , t e rny at a m as i h b a n y ak s e b u a h p e rt a ny a a n p e nt i ng y an g p e rl u d i j aw a b un t u k n a nt i n y a a k a n m e n g ac u pada k e b e rh as i l a n t u j ua n d a ri k ur i k ul u m t e rs e b ut . P e rt a ny aa n y a n g b e r k ai t a n d e n ga n ev a l ua s i k u ri k u l um y ak ni : 1 . A p ak a h s e b u ah k u ri k ul u m i t u s ud ah m e nc a p ai t uj u a ny a 2 . A p a y a ng t e rj a d i d i r u a n g k e l as dan s ek o l a h k et i k a k u r i k u l um t e rs e but s e d a ng d i l ak s a n ak l a n ? 3 . A p ak a h m e r ek a y a n g t e rk e n a d am p a k k u ri k u l um ( g u r u, s i s w a, o r a ng t u a, a d m i ni s t r at o r ) p u as d en g a n k u ri k u l u m t er s e b ut ? S el a i n i t u b e rf ok us pada hal- h al y a n g s u d a h d i b a h as s e be l u m ny a . E v a l ua s i k u r i k ul um j u g a b e rf ok us pa d a as p ek -a s p e l k y a n g b e r b ed a, ant a r a l a i n: 1 . D es ai n K u ri k u l um u nt uk m em b e ri k a n w aw as a n at a u i nf o rm as i t en t a n g k u al i t as p e re nc a n a a n dan pe n g o r ga n i s as i an p r o g r am 2 . S i l a b us di m ak s u dk a n u nt uk m e ng e t a hu i k u ri k ul u m t e rs eb ut apa s u d ah m e n a ri k da n r e l ev an , s e b e ra p a b es a r t i n gk at k em u d a h an da n k e s u k a r an n y a, P r os e d u r p en i l a i n dan k e b e r h as i l an t es 3 . P r os es di k el as , u nt uk m e n g et a h ui s ej a u h m a n a p r o g r am d al am k u ri k u l um d i l ak s a na k a n dengan t e p at ,


B . M E T OD E E V A L U A S I M e t o d e E v a l u as i k u ri k u l um di a nt ar a n y a a d a l a h m o de l C I P P (C o n t ex t , I n p ut , P r os es dan P r od uk ) y a n g b er t i t i k t o l ak pada p a n d a n ga n b a h aw a k e b er h a s i l a n program p en d i di k a n di p e n g a ru h i o l e h b e r b ag a i f ak t o r s e p e rt i k a ra k t e ri s t i k p e s e rt a di di k da n l i n gk u n g an


BAB IV PENUTUP E v a l ua s i k u r i k ul um a da l a h us a h a s i s t e m a t i s m e n g um p ul k a n i nf o rm a s i m e n g e n a hi s us t u k u ri k u l u m u nt uk d i g u n ak a n s e b a g ai p e rt i m b a ng a n m e n g e n ai n i l ai dan a rt i dari k u ri k ul u m d al am s u at u k o n di s i t e rt e nt u. E v al u as i p e m b e l aj a r an a d al a h s u at u p r os es m e n e nt uk a n t i ngk at p e n c ap a i an t u j u a n pe m b el aj a r a n y a n g t e l ah di t e nt uk a n s e b el u m ny a m el a l ui c a r a y a n g s i s t e m at i s


DATA HASIL EVALUASI PENDAYAGUNAAN GURU Nama Guru : NO KOMPONEN NO ASPEK NO JENIS DOKUMEN SNP SKOR 1 GURU 1 Kualifikasi Akademik 1 Dokumen Ijasah Terakhir (D4/S1) 2 Kesesuaian latar belakang pendidikan 2 Dokumen transkrip nilai ijasah terakhir (D-4/S1) 3 Kesehatan jasmani dan rohani 3 Dokumen surat keterangan dokter 4 Kompentensi Paedagogik sebagai agen pembelajaran 4 Dokumen keterlibatan dan hasil-hasil dalam pembuatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasian pembelajaran di sekolah 5 Kompetensi kepribadian sebagai agen pembelajaran 5 Dokumen catatan keberhasilan, prestasi, dan lainya terhadap kepribadsan dan tIndakan dalam mentaati peraturan, komitmen, loyalitas, kejujuran, dan sebagainya 6 Kompetensi sosial sebagai agen pembelajaran 6 Dokumentasi prestasi, keberhasilan, dan tindakan dalam lingkup sosial masyarakat, baik di sekolah maupu luar sekolah (keorganisasian) 7 Kompetensi profesional sebagai agen pembelajaran 7 Dokumen prestasi dalam keilmuanya, hasil penelitian, hasil karya tulis, penulisan buku-diktat-bahan ajar lain, menulis makalah, surat kabar, sertifikat/piagam, SK sebagai guru Mengetahui Kepala SMPN 1 Dlanggu Dra. Andry Isweliyah NIP. 19680220 199802 2 001 Mojokerto, Guru Mata Pelajaran ............................................... NIP.


DATA HASIL EVALUASI TENAGA KEPENDIDIKAN Nama : NO KOMPONEN NO ASPEK NO JENIS DOKUMEN SNP SKOR 1 TENAGA KEPENDIDIKAN 1 Kualifikasi Akademik 1 Dokumen Ijasah Terakhir 2 Kesesuaian latar belakang pendidikan 2 Dokumen transkrip nilai ijasah terakhir 3 Kesehatan jasmani dan rohani 3 Dokumen surat keterangan dokter 4 Kompetensi Kepribadian 4 Dokumen catatan kepribadian dan tindakan dalam mentaati peraturan, komitmen, loyalitas, kejujuran dan lain sebagainya 5 Kompetensi Profesional 5 Dokumen prestasi dalam keilmuannya dan ahli dalam bidangnya Mengetahui, Kepala SMPN 1 Dlanggu Dra. Andry Isweliyah NIP. 19680220 199802 2 001 Mojokerto, ............................................... NIP.


PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 1 DLANGGU Jl. Raya Pacet No. 20 Dlanggu Kab. Mojokerto Telp (0321) 510436 Fax. (0321) 510660 Email : [email protected], Website : www.smpn1dlanggu.sch.id Kode pos : 61371 SURAT KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH SMP NEGERI 1 DLANGGU NOMOR : TAHUN 2023 T E N T A N G PEMBENTUKAN TIM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH (TPMPS) KEPALA SEKOLAH SMPN 1 Dlanggu Menimbang : a. bahwa untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan pendidikan telah sesuai dengan standar mutu dan aturan yang telah ditetapkan; b. bahwa untuk dapat melakukan penjaminan mutu pendidikan dengan baik diperlukan adanya Sistem Penjaminan Mutu di Sekolah SMPN 1 Dlanggu c. bahwa untuk maksud pada poin (b) tersebut di atas, perlu ditetapkan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Satuan Pendidikan Sekolah SMPN 1 Dlanggu Tahun Pelajaran 2022/2023 d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada poin (b) dan poin (c) di atas perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah.; Mengingat : 1. Undang – Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Peraturan Pemerintah nomor 1 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan; 4. Permendiknas nomor 1 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan oleh satuan pendidikan dasar dan menengah; 5. Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah 6. Permendikbud nomor 23 tahun 2016 tentang standar proses penilaian dasar dan menengah; 7. Permendikbud nomor 28 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah;


MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Membentukan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) KEDUA : Nama – nama yang tercantum dalam lampiran surat keputusan ini sebagai Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) Sekolah SMPN 1 Dlanggu KETIGA : Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah dimaksud melaksanakan tugas – tugas sebagaimana tertuang pada lampiran surat keputusan ini; KEEMPAT : Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah dimaksud bertanggung jawab kepala Kepala Sekolah SMPN 1 Dlanggu KELIMA : Segala biaya yang timbul akibat Pelaksanaan Keputusan ini dibebankan pada Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) Tahun 2023; KEENAM : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan di dalam penetapannya akan diadakan perubahan dan perbaikan sebagaimana mestinya; Ditetapkan di Dlanggu pada tanggal Agustus 2023 Kepala SMPN 1 Dlanggu Dra. Andry Isweliyah NIP. `9680220 199802 2 001 Tembusan : 1. Kepala Dinas Pendidikan 2. Koordinator Pengawas SMP 3. Yang bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya; 4. Arsip


Lampiran I : Keputusan Kepala SMPN 1 Dlanggu Nomor : ..... / ....../ 2023 Tanggal : Agustus 2023 Tentang : Pembentukan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS). Daftar Nama Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah SMPN 1 Dlanggu Tahun 2023 No. Nama/Nip Pangkat/Gol. Ruang Jabatan Jabatan Organik Kedudukan Dalam Panitia 1. Kepala Sekolah Ketua 2. Guru Koordinator Pengembang Standar Isi 3. Guru Koordinator Pengembang Standar Proses 4. Guru Koordinator Pengembang Standar Kelulusan 5. Guru Koordinator Pengembang Standar Sarpras 6. Guru Koordinator Pengembang Standar PTK 7. Guru Koordinator Pengembang Standar Penilaian 8. Guru Koordinator Pengembang Standar Pengelolaan 9. Guru Koordinator Pengembang Standar Pembiayaan 10. Guru/Tendik/Komite Anggota Auditor/Evaluator Internal 11 Guru/Tendik/Komite Anggota Auditor/Evaluator Internal Kepala SMPN 1 Dlanggu Dra.ANDRY ISWELIYAH NIP.19680220 199802 2 001


Lampiran II : Keputusan Kepala SMPN 1 Dlanggu Nomor : ..... / ....../ 2022 Tanggal : Agustus 2022 Tentang : Pembentukan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) Uraian tugas Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) Sekolah SMPN 1 Dlanggu 1. Mengelola data mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. 2. Mengoordinasikan pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat satuan pendidikan 3. Melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan, dan supervisi terhadap pelaku pendidikan di satuan pendidikan dalam pengembangan penjaminan mutu pendidikan; 4. Melaksanakan pemetaan mutu pendidikan berdasarkan data mutu pendidikan di satuan pendidikan; 5. Melakukan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pemenuhan mutu yang telah dilakukan; dan 6. Memberikan rekomendasi strategi peningkatan mutu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi. Kepala Sekolah, -------------------------------- NIP.


URAIAN TUGAS TIM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH (TPMPS) No Jabatan Uraian Tugas 1 Pengawas Mendampingi dan memonev kegiatan TPMPS 2 Penanggung Jawab 1. Bertanggung jawab terhadap kegiatan mutu sekolah 2. Membentuk TPMPS 3. Melakukan pembinaan terhadap TPMPS 4. Mengevaluasi hasil kerja TPMPS 5. Membuat laporan dan tindak lanjut 6. Sekolah berkoordinasi dengan Komite 3 Komite 1. Memfasilitasi sekolah dalam mencapai peningkatan mutu pendidikan 4 Ketua 1. Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah atau Penanggung Jawab Kegiatan 2. Bersama Tim Menyusun Program dan Jadwal, Rencana Anggaran Biaya berkaitan pelaksanaan, dan Pembuatan Laporan 3. Mengkoordinir semua kegiatan Tim 4. Pemeriksaan kelengkapan dengan cara memastikan seluruh pertanyaan telah dijawab oleh responden dan seluruh jenis responden telah mengisi instrumen sesuai jumlah responden yang telah diatur 5.Penyampaian informasi perkembangan pengumpulan data di sekolah kepada Pengawas Pembina 5 Sekretaris 1. Bersama Tim Menyusun Program dan Jadwal, berkaitan pelaksanaan, dan Pembuatan Laporan 2. Pemeriksaan kelengkapan dengan cara memastikan seluruh pertanyaan telah dijawab oleh responden dan seluruh jenis responden telah mengisi instrumen sesuai jumlah responden yang telah diatur 3. Penyampaian informasi perkembangan pengumpulan data di sekolah kepada Pengawas Pembina 6 Bendahara 1. Mengeluarkan dana untuk kegiatan TPMPS 2. Membuat Laporan Keuangan 7 Komite Memfasilitasi untuk mencapai mutu pendidikan di sekolah 8 Koordinator SKL 1. Menyusun rencana dan kegiatan standart kelulusan selama satu tahun 2. Mengembangkan standar kelulusan atau GSA pada setiap tahunnya 3. Mengembangkan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tiap tahun atau semester 4. Mengembangkan kejuaraan lomba-lomba bidang akademik (Kesiswaan) 5. Mengembangkan kejuaraan lomba-lomba bidang


non akademik (kesiswaan) 6. Peningkatan kedisiplinan siswa 7. MengembangKan Model Penerimaan siswa baru untuk menjaring siswa pada setiap tahunnya 8. Menerapkan model PPD yang obyektif, transparan, dan akuntabel 9. Mengembangkan model PPD yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan 10. Menyusun laporan hasil kegiatan selama satu tahun 9 Koordinator Standar Isi 1. Menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (dengan berbagai jenis muatan kurikulum sesuai dengan ketentuan SNP) berdasarkan SI dan SKL 2. Menyusun kalender pendidikan 3. Mengembangkan pemetaan Materi KBK untuk semua mata pelajaran 4. Mengembangkan silabus untuk semua mata pelajaran 5. Mengembangkan sistem penilaian untuk semua mata pelajaran 6. Mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk semua mata pelajaran 7. Menyusun beban belajar atau pembagian tugas mengajar 8. Menyusun beban tugas tambahan yang terkait 10 Koordinator Proses 1. Menyusun jadwal pelajaran dan jadwal kendali proses pembelajaran 2. Mengembangkan inovasi-inovasi dan metode pembelajaran pada semua mata pelajaran, khususnya penerapan metode atau strategi pembelajaran kontekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning) 3. Mengembangkan dan inovasi-inovasi bahan pembelajaran 4. Mengembangkan dan inovasi-inovasi sumber pembelajaran 5. Mengembangkan dan inovasi-inovasi modelmodel pengelolaan atau manajemen kelas 6. Memantau pelaksanaan selama proses pembelajaran 7. Mengembangkan model kegiatan pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif, demokratis, mendidik, memotivasi, mendorong kreativitas, dan dialogis 11 Koordinator Penilaian 1. Mengumpulkan soal-soal dan kisi kisi soal ujian 2. Mengumpulkan nilai PH,PTS dan PAS 3. Mengumpulkan analisis PH 4. Berkoordinasi dengan Wakil Kurikulum tentang


nilai 12 Koordinator Tendik 1. Menyusun rencana kegiatan pengembangan tenaga pendidikan dan kependidikan selama satu tahun 2. Mengembangkan atau meningkatkan kompetensi pendidik aspek profesionalitas, pedagogik, sosial, dan kepribadian. 3. Mengembangkan model pemberdayaan tenaga pendidik dan kependidikan di tingkat sekolah melalui berbagai regulasi sekolah. 4. Melaksanakan sistem ”Reward dan punishment” dan pengembangan profesi secara profesional, adil , dan terbuka 5. Mengembangkan atau meningkatkan kompetensi tenaga TU dan lainnya 6. Mengembangkan atau meningkatkan kompetensi kepala sekolah 7. Melaksanakan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga TU atau lainnya 8. Peningkatan kuantitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan 9. Mendorong tenaga kependidikan untuk melanjutkan ke S1 bagi yang belum S1 10. Meningkatkan kemampuan penguasaan ICT bagi tenaga pendidik dan kependidikan. 11. Menyusun laporan hasil pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan serta hasil evaluasi dan tindak lanjutnya 13 Koordinator Sarpras 1. Menyusun rencana kerja dan kegiatan pengembangan sarana prasarana selama satu tahun pembelajaran. 2. Meningkatkan dan mengembangkan serta inovasi-inovasi media pembelajaran untuk semua mata pelajaran 3. Mengembangkan prasarana pendidikan dan atau pembelajaran 4. Menciptakan atau mengembangkan lingkungan belajar yang kondusif 5. Meningkatkan dan mengembangkan peralatan laboratorium komputer, IPA, Bahasa, dan laboratorium lainnya 6. Mengembangkan jaringan internet, baik bagi peserta didik, pendidik maupun tenaga kependidikan 7. Mengembangkan model pengelolaan perpustakaan (BUKU PETUNJUK) yang mencakup rencana dan regulasi lainnya 8. Mengembangkan peralatan dan inovasi-inovasi pusat-pusat sumber belajar 9. Menyusun laporan kegiatan pengadaan sarana


prasarana 14 Koordinator Pengelolaan 1. Menyusun dan mengembangkan Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) untuk jangka menengah dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah ( RKAS) untuk jangka pendek. 2. Mengembangkan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas 3. Menyusun struktur dan keorganisasian sekolah dengan rincian tugas sesuai dengan kebutuhan sekolah 4. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien 5. Mendukung pengembangan perangkat penilaian 6. Mengembangkan dan melengkapi administrasi sekolah 7. Implementasi MBS mengenai kemandirian/otonomi sekolah, transparansi, akuntabilitas, partisipasi/kerjasama, fleksibilitas, dan kontinyuitas baik mengenai program, keuangan, hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah. 8. Melaksanakan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang kinerja sekolah 9. Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah 10. Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) 11. Membuat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) 12. Membuat atau menciptakan jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal 13. Pengembangan Model peran serta masyarakat dan kemitraan untuk meningkatkan mutu sekolah. 14. Mengembangkan Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat 15. Melaksanakan dan membuat pelaporan-pelaporan kepada berbagai pihak yang relevan, baik menyangkut bidang akademik, non akademik atau manajemen sekolah lainnya 16. Melaksanakan supervisi akademik dan supervisi klinis 17. Melaksanakan tindak lajut hasil supervisi 15 Koordinator Pembiayaan 1. Menyusun Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah ( RAPBS ) satu tahun 2. Mengembangkan model pengelolaan biaya investasi da operasional sekolah bersama komite


sekolah. 3. Mengembangkan jalinan kerja dengan penyandang dana, baik donatur tetap maupun tidak tetap 4. Penggalangan dana dari berbagai sumber termasuk dari sponsor 5. Penciptaan usaha-usaha di sekolah atau di luar sekolah sebagai Income Generating Activities 6. Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan yang menghasilkan keuntungan ekonomik 7. Menjalin kerjasama dengan alumni, khususnya untuk penggalangan dana pendidikan 8. Membiayai semua kegiatan sekolah yang sesuai dengan alokasi dana yang ada 9. Menyusun laporan penggunaan keuangan sesuai dengan sumber dana masing-masing, serta evaluasi dan tindak lanjutnya. 16 Auditor Internal 1. Melaksanakan Audit Mutu 2. Melakukan koordinasi audit mutu pendidikan internal 3. Membuat laporan audit mutu


Click to View FlipBook Version